Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN

LUKA BAKAR

Disusun oleh

Varlin Aprilia kumendong


1. Pengertian

Pengertian luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi
seperti api, air panas, listrik, bahan kimia dan radias ; juga oleh sebab kontak dengan
suhu rendah. Luka bakar ini dapat mengakibatkan kematian, atau akibat lain yang
berkaitan dengan problem fungsi maupun estetik.

Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh energy
panas atau bahan kimia atau benda-benda fisik yang menghasilkan efek baik memanaskan atau
mendinginkan.Secara garis besar ada lima mekanisme penyebab timbulnya luka bakar, yaitu
terutama adalah sebagaiberikut :

1. Api : kontakdengankobaranapi
2. Luka bakarcair : kontakdengan air mendidih, uappanas, danminyakpanas
3. Luka bakarkimia : asamakanmenimbulkanpanasketikakontakdenganjaringan organic
4. Luka bakarlistrik :bisatimbuldarisambaranpetiratausambaranlistrik. Luka
bakarlistrikmemilikikarakteristik yang unik, sebabsekalipunsumberpanas (listrik)
berasaldariluartubuh, kebakaran/kerusakan yang parahjustruterjadi di dalamtubuh.
5. Luka bakarkontak :kontaklangsungdenganobyekpanas,
misalnyadenganwajanpanasatauknalpotsepeda motor.

The national institute of burn medicine yang mengumplkan data-data statistic


dariberbagaipusatlukabakardiseluruhamerikaserikatmencatatbahwasebagianbesarpasien (75%)
merupakan korban dariperbuatandarimerekasendiri.

2. Etiologi

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab lika bakar. Beratnya luka bakar juga dipengaruhi
oleh cara dan lamanya kontak dengan sumber panas (missal suhu yang membakar, jenis pakaian
yang terbakar, sumberpanas :api, air panas dan minyak panas), listrik, zatkimia, radiasi, kondisi
ruangan saat terjadi kebakaran dan ruangan yang tetutup. Luka bakar dikategorikan menurut
mekanisme injurinya meliputi:

1. Luka bakarsuhutinggi (thermal burn)


Luka bakar thermal (panas) disebabkanolehkarenaterpaparataukontakdenganapi,
cairanpanasatauobjekpanaslainnya.
2. Luka bakarbahankimia (chemical burn)
Luka bakar chemical (kimia)
disebabkanolehkontaknyajaringankulitdenganasamataubasakuat.Konsentrasizatkimia,
lamanyakontakdanbanyaknyajaringanyang
terpaparmenentukanluasnyainjurikarenazatkimiaini.
3. Luka bakarsengatanlistrik (electrical burn)
Luka bakar electrical disebabkanolehpanas yang digerakandri energy listrik yang
dihantarkanmelaluitubuh.Beratringannyalukadipengaruhiolehlamanyakontak, tingginya
4. Luka bakar radiasi (radiasi injury)
Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif.Tipe injuri ini
seringkali berhubun gandengan penggunaan radiasi ion pada industry atau dari sumber
radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran.

3. Patofisiologi
voltage dancaragelombangelektrikitusampaimengenaitubuh. Respon sistemik
Perubahan patofisiologik yang disebabkan oleh luka bakar yang berat selama awal
periode syok luka bakar mencakup hipoperfusi jaringan dan hipofungsi organ yang
terjadisekunderakibatpenurunancurahjantungdandiikutiolehfasehiperdinamiksertahiperme
tabolik.
1. Responkardiovaskuler
Curah jantungakanmenurunsebelumperubahan yang signifikanpada volume
darahterlihatjelas. Karenaberlanjutnyakehilangancairandanberkurangnya volume
vaskuler, makacurahjantungakanterusturundanterjadipenurunantekanandarah.
2. Responspulmoner
Sepertigadaripasien-pasienlukabakarakanmengalamimasalahpulmoner yang
berhubungandenganlukabakar. Meskipuntidakterjadicederapulmoner,
hipoksiadapatdijumpai.Padalukabakar yang berat,
konsumsioksigenolehjaringantubuhpasienakanmeningkat 2 kali
lipatsebagaiakibatdarikeadaanhipermetabolismedanresponlokal.

3. Manifestasiklinik
1. Kedalamanlukabakar
Luka bakardapatdiklasifikasikanmenurutdalamnyajaringan yang
rusakdandisebutsebagailukabakar superficial partial thickness, deep partial thickness.
 Luka bakarderajatsatu, epidermis mengalamikerusakanataucederadansebagian
dermis turutcedera. Luka tersebutbisaterasanyeri,
tampakmerahdankeringsepertilukabakarmatahari, ataumengalamilepuh.
 Luka bakarderajatdua, meliputidestruksi epidermis sertalapisanatas dermis
dancederapadabagian dermis lebihdalam.

4. Pemeriksaanpenunjang
Pemeriksaan yang dapatdilakukanuntukmenunjang diagnose adalah :
1. Hitungdarahlengkap
Peningkatan MHT
awalmenunjukanhemokonsentrasisehubungdenganperpindahanataukehilangancairan.
2. Seldarahputih
Leukositdapatterjadisehubungandengankehilanganselpadasisilukadanresponinflamasit
erhadapcidera
3. GDA
Dasarpentinguntukkecurigaancedarainhalasi
4. CO Hbg
Peningkatanlebihdari 15 % mengindikasikankeracunan CO ciderainhalasi
5. Elektrolit serum
Kaliumdapatmeningkatpadaawalsehubungandenganciderajaringan
6. Natrium urine random
Lebihbesardari 20 MEqLmengindikasikankelebihanresusitasicairan, kurangdari 10
MEq/L mendugaketidakadekuatanresusitasicairan
7. Glukosa serum
Rasio albumin/globulin mungkinterbaliksehubungandengankehilangan protein pada
edema cairan
8. Albumin serum
Peningkatanglukosaserum menunjukanrespon stress
9. BUN kreatinin
Peningkatan BUN menunjukanpenurunanfungsiginjal
10. Urine
Adanya albumin,
Hbdanmioglobulinmenunjukankerusakanjaringandalamdankehilangan protein.
11. Foto roentgen dada
Dapattampak normal padapascalukabakardinimeskipundenganciderainhalasi,
namunciderainhalasi yang sesungguhnyaakanadapadasaatprogresiftanpafoto dada
12. Bronkopiserat optic
Bergunadalam diagnose luasciderainhalasi, hasildapatmeliputi edema,
perdarahandantukakpadasaluranpernafasanatas.
13. Loop aliran volume
Memberikanpengkajiannon invasiveterhadapefek/luasnyaciderainhlasi
14. Scan paru
Mungkindilakukanuntukmenentukanluasnyaciderainhalasi
15. EKG
Tandaiskemiamiokardiakdisritmiadapatterjadipadalukabakarlistrik
16. Fotografilukabakar
Memberikancatatanuntukpenyembuhanlukabakarselanjunya.
5. Komplikasi
1. Infeksi
2. Curling’s ulcer (ulkus curling)
3. Gangguanjalannafas
4. Konvulsi
5. Kontraktur
6. Gangguankosmetikakibatjaringanparut

ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
a. Identitaskliendankeluarga
1. Identitasklien
Meliputinama, umur, jeniskelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, sukubangsa,
tanggalmasuk, tanggalpengkajian, nomorregistrasidanadekuat.
2. Identitaspenanggungjawab
Meliputinama, jeniskelamin, pekerjaan, hubungan dengan klien dan alamat.
b. Riwayatkesehatan
1. Keluhan utama
Biasanyapasiendenganlukabakarmengeluhadanyanyeri,
tergantungdariderajatlukabakardanluasnyalukbakar juga
menentukanberatnyanyeri.Misalnyadaerahwajahakanlebihmengalaminyeri yang
lebihberatbiladibandingkandengandaerahekstrimitas.
Selainitulukabisadisertaidengantanda-
tandasyoksepertipenurunankesadarankesadaran, tanda-tanda vital yang tidakstabil.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Saat dikaji pasien mengeluh nyeri pada daerah yang terkena luka bakar, napas
sesak, sering merasa haus dan tidak napsu makan
3. Riwayat kesehatan dahulu
Perlu dikaji apakah pernah mengalami luka bakar sebelumnya, riwayat
pengobatan luka bakar terdahulu. Kaji riwayat penyakit jantung, ginjal, paru-paru
dan DM
4. Riwayat kesehatan keluarga
Kaji adakah riwayat penyakit yang sama pada keluarga klien seperti yang
dialaminya sekarang. Apakah dalam keluarga klien ada yang punya penyakit
keturunan seperi asma, jantung dan DM.
5. Struktur keluarga
Menggambarkan kedudukan klien dalam keluarga
. Pola pola fungsi kesehatan
1.pola persepsi dan tata laksana hidup sehat pada kasus luka bakar akan timbul ketakutan akan
terjadinya kerusakan pada kulitnya dan harus menjalani penatalaksanaan kesehatan untuk
membantu penyembuhan kulitnya.
2.Pola Nutrisi dan Metabolisme Pada klien luka bakar adanya anoreksia, mual atau muntah
3. Pola Eliminasi Untuk kasus luka bakar tidak ada gangguan pada pola eliminasi, tapi walaupun
begitu perlu juga dikaji frekuensi, konsistensi, warna serta bau feces pada pola eliminasi alvi.
Sedangkan pada pola eliminasi urin dikaji frekuensi, kepekatannya, warna, bau, dan jumlah.
Pada kedua pola ini juga dikaji ada kesulitan atau tidak.

4. Pola Tidur dan Istirahat klien luka bakar timbul rasa nyeri, karena keterbatasan gerak di
daerah luka, sehingga hal ini dapat mengganggu pola dan kebutuhan tidur klien. Selain itu juga,
pengkajian dilaksanakan pada lamanya tidur, suasana lingkungan, kebiasaan tidur, dan kesulitan
tidur serta penggunaan obat tidur.

5.Pola aktivitas dan latihan biasanya berhubungan dengan olahraga, pengisian waktu luang dan
rekreasi, berpakaian, makan, mandi, dan toilet. Pada pasien luka bakar terjadi keterbatasan
rentang gerak pada area yang sakit
6. Pola Hubungan dan Peran Klien akan kehilangan peran dalam keluarga dan dalam masyarakat.
Karena klien harus menjalani rawat inap (Ignatavicius, Donna D, 1995).

7. Pola Persepsi dan Konsep Diri Dampak yang timbul pada klien luka bakar yaitu timbul
ketitakutan akan kecacatan akibat luka bakar, rasa cemas, untuk melakukan aktivitas secara
optimal, dan pandangan terhadap dirinya yang salah (gangguan body image) (Ignatavicius,
Donna D, 1995).

8. Pola Sensori dan Kognitif Pada klien luka bakar selalu berhati-hati pada area yang sakit

9. Pola Reproduksi Seksual Dampak pada klien luka bakar yaitu, klien tidak bisa melakukan
hubungan seksual karena harus menjalani rawat inap dan keterbatasan gerak serta rasa nyeri
yang dialami klien. Selain itu juga, perlu dikaji status perkawinannya termasuk jumlah anak,
lama perkawinannya (Ignatavicius, Donna D, 1995).

10. Pola Penanggulangan Stress Pada klien luka bakar timbul rasa cemas tentang keadaan
dirinya, yaitu ketitakutan timbul kecacatan pada diri . Mekanisme koping yang ditempuh klien
bisa tidak efektif (Ignatavicius, Donna D, 1995).
11. Pola Tata Nilai dan Keyakinan Untuk klien luka bakar tidak dapat melaksanakan kebutuhan
beribadah dengan baik terutama frekuensi dan konsentrasi. Hal ini bisa disebabkan karena nyeri
dan keterbatasan gerak klien (Ignatavicius, Donna D, 1995).

Pemeriksaan fisik

1. Keadaan umum
Biasanya tanda-tanda syok seperti penurunan kesadaran dapat dialami oleh pasien dan
tanda-tanda vital tidak stabil
2. Sistem pernafasan
Bila terjadi luka bakar didaerah wajah, leher, dan dapat memungkinkan terjadinya
obstruksi jalan napas yang menyebabkan gangguan pertukaran gas, selain itu jaringan
nekrosis dari luka bakar dapat mengeluarkan burn toksin ke dalam sirkulasi sistemik yang
menyebabkan disfungsi terjadi ARDS
3. Sistem kardiovaskuler
Tejadinya penuunan curah jantung akibat kehilangan cairan dan berkurangnya volume
vascular. Tejadinya penurunan tekanan darah yang merupakan awitan shock luka bakar.
4. Sistem pencernaan
Respon umum yang terjadi pada pasien luka bakar lebih dari 20 % adalah penurunan
aktivitas gastrointestinal hal ini disebabkan oleh kombinasi efek respon hipovolemik dan
neurologic serta respon endokrin terhadap adanya luas luka bakar
5. System urinaria
Riwayat adanya haluaran urin dapat tidak memadai sebagai akibat dari kehilangan cairan
yang merupakan permulaan terjadinya gagal ginjal akut.
6. System persyarafan
Biasanya ditemukan nyeri yang hebat dan perubahan status mental yang merupakan
gejala awal terjadinya syok hipovolemik
7. System musculoskeletal
Jarang ditemukan kelainan atau perubahantetapi dapat juga terjadi kontraktur akibat otot
yang tidak digerakan
8. System integument
Kerusakan system integument yang terjadi akibat luka bakar digambarkan dengan adanya
bullae, bahkan dapat terjadi kehilangan lapisan kulit akibat luka bakar yang dalam.

Data penunjang

1. Hitung darah lengkap


Peningkatan HT awal menunjukan hemokonsentrasi sampai dengan perpindahan atau
kehilangan cairan
2. Elektrolit
Kalium dapat meningkat pada awal sampai dengan cedera jaringan atau kerusakan sel
darah merah dan penurunan fungsi ginjal
3. Rontgen dada
Dapat tampak normal pada paska luka bakar dini meskipun dengan cedera inhalasi,
namun cedera inhalasi sesungguhnya akan tampak saat foto thorax, kerusakan bagian-
bagian paru
4. EKG
Tanda ischemia, disritmia dapat terjadi pada luka bakar listrik

Analisa data

Data yang sudah ada dikumpulkan kemudian dikelompokkan berdasarkan masalahnya


kemudian dianalisa sehingga menghasilkan masalah keperawatan yang nantinya akan terjadi
diagnose keperawatan.

DATA ETIOLOGI MASALAH

DS: Cedera luka bakar Kekurangan


volume
-klien
cairan
mengatakan
Kerusakan kapiler
sering haus

DO:
Permeabilitas kafiler
- TD
rendah

- Takikardi Kehilangan H2O


dan
takipneu

- Hipovolemia
Penuru
nan haluan
urine

-
Hemat
okrit
meningkat

DO: Perpindahan energi dari sumber panas ke tubuh Resiko


tinggi
- Adanya
terhadap
luka bakar
Luka bakar infeksi
- Adanya
tanda-tanda
infeksi Barier kulit rusak
(kalor,
dolor,
tumor, Respon imun menurun
rubor dan
fungsiolaes
a)
Part de entre mikroorganisme
- Leukosit
lebih dari
normal Infeksi

DS: Adanya cedera luka bakar Gangguan


rasa
- Klien
nyaman
mengatakan
Ter[putusnya continuitas jaringan nyeri
nyeri

DO:
Merangsang pelepasan enzim histamin, bradikinin, serotinin
- Wajah
dan prostatglandin
meringis

- Postur
tubuh Merangsang serabut syaraf
tegang

- TTV... Medula spinalis

- Skala
nyeri ...
Talamus
dari (1-5)

Cortex serebri

Nyeri

Diagnose keperawatan

1. Kurangnya volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan


kehilangan lewat evaporasi dari luka bakar

2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit

3. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan cedera luka bakar


Intervensi

a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan


kehilangan lewat evaporasi dari luka bakar
Tujuan : tidak terjadi kekurangan volume cairan
Kriteria hasil :
- tanda – tanda vital normal
- haluaran urine individu adekuat

intervensi rasional
1. awasi tanda vital 1. memberikan pedoman untuk
menggantikan cairan dan mengkaji
respon kardiovaskuler
2. awasi haluaran urine dan observasi 2. secara umum, penggantian cairan
warna urine harus difiltrasi untuk meyakinkan
rata-rata haluarann urine. Urine
dapat tampak hitam kemerahan,
pada kerusakan otot massif
sehubungan dengan adanya
kolaborasi darahdan myoglobin

3. pasang / pertahankan kateter urine 3. memungkinkan observasi ketat


fungsi ginjal dan mencegah urine
statis
4. pasang / pertahankan infus 4. memungkinkan infus cairan cepat
5. berikan obat sesuai dengan indikasi 5. larutan pembersih yang kurang lebih
sama dengan cairan jaringan dapat
meminimalkan perpindahan cairan
osmotik

b. resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit


tujuan : infeksi tidak terjadi
kriteria hasil :
- area luka bakar mulai pulih secara adekuat
- tidak ada tanda-tanda infeksi
- suhu tubuh normal
intervensi rasional
1. tekankan pentingnya teknik 1. mencegah kontaminasi silang dan
mencuci tangan sebelum dan menurunkan resiko infeksi
sesudah kontak dengan pasien
2. gunakan teknik septik antisptik 2. mencegah pasien terpajan pada
ketat selama perawatan luka organisme penyebab infeksi
berlangsung
3. awasi/batasi pengunjung 3. mencegah kontaminasi silang dari
pengunjung
4. awasi tanda vital 4. untuk mengetahui suhu tubuh
pasien
5. kaji tanda infeksi 5. untuk mengetahui jika ada tanda
infeksi

c. gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan cedera luka


tujuan : rasa nyaman terpenuhi
kriteria hasil :
1. klien melaporkan rasa nyeri hilang atau berkurang
2. wajah tenang dan rileks

intervensi Rasional
1. tutup luka sesegera mungkin 1. suhu berubah dan gerakan udara
kecuali perawatan luka bakar dapat menyebabkan nnyeri hebat
metode pemajanan pada udara pemajanan pada ujung saraf
terbuka
2. tinggikan ekstremitas luka bakar 2. peninggian mungkin diperlukan di
secara periodic awal untuk menurunkan
pembentukan edema, setelah
perubahan posisi dan peninggian
menurunkan ketidaknyamanan
serta resiko kontraktur sendi
3. ubah posisi dengan sering dan 3. gerakan dan latihan dapat
rentang gerak pasif dan aktif menurunkan kekuan sendi dan
sesuai indikasi kelelahan otot. Latihan tergantung
pada lokasi dan luas cedera
4. kaji keluhan nyeri 4. nyeri hamper selalu ada pada
beberapa derajat beratnya
keterlibatan jaringan/kerusakan
tetapi biasanya palingb berat
selama ganti balutan
5. lakukan penggantian balutan 5. menurunkan terjadinya distress
fisik dan dan emosi sehubungan
dengan penggantian balutan
Implementasi

Selama tahap implementasi, perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan.


Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi
kebutuhan yang telah direncanakan

Evaluasi

Hasil yang diharapkan :


1. tidak terjadi kekurangan volume cairan
2. tidak terjadi infeksi
3. rasa nyaman terpenuhi