Anda di halaman 1dari 221

BAHAN AJAR IPA SMP/MTs KELAS IX

Disusun oleh :
Pendidikan Fisika A 2016

Dosen Pembimbing :
Wahyuni Satria Dewi, S.Pd., M.Pd
Silvi Yulia Sari, S.Pd., M.Pd

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdullilah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan bahan ajar ini tepat pada waktunya. Bahan
ajar ini dibuat untuk memenuhi salah satu Tugas Akhir dalam mengikuti mata kuliah IPA
SMP/MTs kelas IX.
Dengan segala kemampuan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan
bahan ajar ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing dan
mengarahkan dalam penyelesaian bahan ajar ini, serta rekan-rekan dan semua pihak yang turut
membantu dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Kami menyadari tanpa kerja sama dari seluruh
kelompok, bahan ajar ini tidak mungkin dapat diselesaikan.
Kami juga menyadari bahwa dalam penulisan bahan ajar ini masih terdapat kesalahan dan
kelemahan. Kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan dimasa
yang akan datang. Penulis berharap bahan ajar ini memberikan manfaat kepada semua pihak.

Padang, 19 April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I Sistem Reproduksi Pada Manusia..................................................................................1
BAB II Sistem Reproduksi Pada Tumbuhan dan Hewan.........................................................28
BAB III Pewarisan Sifat...........................................................................................................67
BAB IV Listrik Statis dan Teknologinya.................................................................................91
BAB V Listrik Dinamis..........................................................................................................118
BAB VI Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi...................................132
BAB VII Bioteknologi...........................................................................................................156
BAB VIII Partikel Penyusun Benda Mati dan Makhluk Hidup.............................................174
BAB IX Tanah dan Keberlangsungan Hidup.........................................................................192
BAB X Teknologi Ramah Lingkungan..................................................................................204

ii
BAB I
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA
1. Pembelahan Sel
Pembelahan sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup.
Ada 3 alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan,
dan reproduksi. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing alasan pentingnya sel
mengalami pembelahan. Alasan pertama sel mengalami pembelahan adalah untuk
pertumbuhan. Mahluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin
banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran mahkluk hidup itu.
Alasan selanjutnya adalah untuk perbaikan. Sebenarnya, pada saat tubuhmu mengalami
luka , pada bagian tersebut terjadi kerusakan jaringan. Nah, perbaikan jaringan yang rusak
pada tubuhmu tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel. Alasan terakhir sel
mengalami pembelahan adalah untuk reproduksi.

Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada
proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan).
Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel. Menurut teori sel,
semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya. Teori ini dinyatakan oleh Rudolf
Virchow pada tahun 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah
ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel.

Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan meiosis. Pembelahan


mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini,
dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengan kromosom
sel induk. Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan ini
berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui pembelahan ini
akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari kromosom sel induk.

a. Pembelahan mitosis

Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan.
Sel anakan tersebut mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya,
kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama, termasuk sama
dalam jumlah kromosom dengan induknya. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan
adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya

1
berpasangan (2n).

Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat
fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Setiap fase pembelahan
tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pada tahap akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase
telofase, umumnya selalu diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang disebut dengan
sitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi
sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan. Mitosis dapat dilakukan oleh sel somatik atau
sel tubuh baik pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Misalnya sel akar, sel epitel, sel kulit, dan
sel lainnya.

Gambar 1. Fase-fase Pembelahan Mitosis dan Ciri-ciri Setiap Fase-fase


Pembelahan

2
Gambar 2. Contoh sel yang melakukan pembelahan sel secara mitosis
b. Pembelahan meiosis

Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel


anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah
kromosom sel induk. Dapat dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh
sel anakan adalah n atau disebut dengan haploid. Oleh karena itu, meiosis disebut
sebagai pembelahan reduksi. Meiosis dapat dilakukan oleh sel gamet atau sel
kelamin baik pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Misalnya sel serbuk sari, sel
ovum, dan sel sperma.

Berbeda dengan mitosis, pembelahan meiosis berlangsung dalam 2


tingkat yaitu meiosis I dan meiosis II. Meskipun demikian, fase-fase pembelahan
meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis. Agar kamu dapat dengan
mudah memahami fase-fase pembelahan meiosis, perhatikanlah Gambar 1.3.
Gambar tersebut menunjukkan fase-fase pembelahan meiosis pada tingkat
meiosis I dan meiosis II.

3
Gambar 3. Fase-fase pembelahan Meiosis

2. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Manusia

a. Organ Reproduksi pada Laki-laki

Alat reproduksi atau alat kelamin laki-laki dapat dibedakan menjadi alat kelamin
luar dan alat kelamin dalam.

1) Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar merupakan alat kelamin yang terletak pada bagian
luar tubuh dan dapat diamati secara langsung.

4
Gambar 4. Sistem reproduksi pada laki – laki pada bagian luar

a) Penis
Bagi kamu yang laki-laki, air kencingmu dikeluarkan
melalui organ yang namanya penis. Penis berfungsi sebagai saluran
kencing (urin) dan sebagai saluran sperma. Penis terbentuk dari
otot dan tidak mengandung tulang. Pada ujung penis terdapat
struktur seperti lipatan kulit yang disebut kulup (prepuce). Kulup
inilah yang dipotong saat seseorang dikhitan.

b) Skrotum

Pada bagian di dekat penis terdapat kantung yang terlihat


seperti lipatan-lipatan kulit namanya skrotum. Pada skrotum
tersebut terdapat dua buah (sepasang) testis atau buah zakar yang
berbentuk bulat telur. Skrotum juga berfungsi menjaga suhu testis
agar sesuai untuk produksi sperma.

2) Alat Kelamin Dalam

` Alat kelamin dalam merupakan alat kelamin yang terletak pada


bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung. Alat kelamin
dalam antara lain terdiri dari testis, saluran sperma, uretra, dan kelenjar
reproduksi.

5
Gambar 5. Sistem reproduksi laki – laki bagian dalam

a) Testis

Testis merupakan organ reproduksi yang berbentuk bulat


telur, berjumlah dua buah (1 pasang) dan terdapat dalam skrotum.
Saat ini, mungkin kamu berusia antara 13 atau 14 tahun. Pa da usia
tersebut testis mulai memproduksi sperma atau sel kelamin
jantan dan hormon testosteron. Nah, tahukah kamu apa itu sperma
dan hormon testosteron? Sperma merupakan sel tunggal yang
mempunyai ekor dan kepala yang merupakan sel kelamin bagi laki-
laki. Sedangkan, hormon testosteron pada anak laki-laki yaitu
membesarnya jakun dan tumbuhnya rambut pada tempat-tempat
tertentu misalnya kumis. Pada masa inilah kamu berada pada
masa pubertas. Masa pubertas adalah masa ketika seorang anak
mengalami pematangan fungsi seksual yang disertai perubahan
fisik da pisikis.

b) Saluran Sperma

Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar


melalui epididimis. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari
6
tes tis. Pada saluran ini sperma disimpan sementara waktu sampai
berkembang sempurna, dan dapat bergerak menuju saluran
berikutnya yaitu vas deferens. Vas de ferens merupakan saluran
yang menghubungkan epididimis dan uretra serta berfungsi sebagai
saluran sperma menuju uretra.

c) Uretra

Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi


laki-laki yang terdapat di dalam penis. Uretra selain berfungsi
sebagai saluran keluarnya sperma juga berfungsi sebagai saluran
keluarnya urin. Proses keluarnya sperma ini dikenal de ngan istilah
ejakulasi.

d) Kelenjar Reproduksi

Kelenjar reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah


atau cairan yang nan tinya bercampur dengan sel sperma menjadi
air mani atau semen. Kelenjar reproduksi pada laki-laki terdiri atas
berikut ini.

 Vesikula Seminalis

Vesikula seminalis merupakan struktur yang


berbentuk seperti kantung kusut kecil (±5 cm) yang
terletak di belakang (posterior) dari kantung kemih.
Kelenjar ini menghasilkan zat yang bersi fat basa (alkali),
fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglan din,
dan protein pembekuan.

 Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan cairan


keputih-putihan, sedikit asam (pH 6,5) dan mengandung
beberapa zat yaitu: 1) asam sitrat yang di guna kan untuk
menghasilkan energi (ATP); 2) beberapa enzim, yaitu
pepsinogen, lisozim, dan amilase; 3) seminal plasmin yang

7
berfungsi sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri dalam
saluran reproduksi.

 Kelenjar Cowper (Bulbouretra)

Kelenjar Cowper menghasilkan lendir dan cairan


bersifat basa yang berfungsi melindungi sperma dengan
cara menetralkan urin yang memiliki pH asam yang tersisa
dalam uretra serta melapisi uretra sehingga mengurangi
sperma yang rusak selama ejakulasi. Sperma yang
dihasilkan testis akan bercampur dengan getah-getah yang
dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar reproduksi sehingga
terbentuk suatu suspensi (campuran antara zat cair dan zat
padat) yang disebut semen (air mani). Semen inilah yang
dikeluarkan melalui uretra. Pada umumnya volume semen
yang dikeluarkan sebesar 2,5-5 mililiter (mL). Tiap 1
mililiter terkandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel
sperma tersebut nantinya hanya 1 (satu) sel sperma yang
akan berhasil membuahi sel telur.

b. Spermatogenesis
Proses pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis.
Pembentukan sel sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata “tubulus”
berasal dari kata “tubula” yang artinya saluran, sedangkan kata “seminiferus”
berasal dari kata “semen” yang artinya sperma. Jadi tubulus seminiferus adalah
saluran panjang yang berkelok-kelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan
tubulus inilah sebenarnya struktur yang membentuk testis. Proses pembentukan
sperma pada saluran tersebut terjadi secara bertahap. Diawali dari sel induk
sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, sel
spermatogonium mengalami pembelahan secara mitosis maupun meiosis
dan mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk sel
sperma atau spermatozoa yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut
bersifat haploid (n). Agar kamu lebih memahami proses spermatogenesis,
perhatikanlah dan amatilah gambar potongan melintang tubulus seminiferus.

8
Gambar 6. Potongan Melintang Seminiferus

c. Organ Reproduksi pada Perempuan


Alat reproduksi atau alat kelamin perempuan juga dapat dibedakan menjadi alat
kelamin luar dan alat kelamin dalam.
1) Alat Kelamin Luar
Alat kelamin perempuan yang terletak di luar yaitu vulva, labium,
dan saluran kelamin. Vulva yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin
wanita yang dibatasi oleh sepasang bibir (kanan dan kiri). Kedua bibir ini
disebut dengan labium. Kedalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran
urine dan saluran kelamin (vagina).

Gambar 7. Sistem reproduksi pada wanita bagian luar


2) Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam perempuan antara lain terdiri atas ovarium,
saluran kela min, dan vagina.

9
Gambar 8. Sistem reproduksi pada wanita bagian dalam
a) Ovarium
Ovarium atau indung telur merupakan organ
reproduksi perempuan yang terletak di sebelah kiri dan kanan
rongga perut bagian bawah. Ovarium berjumlah sepasang dan
memiliki bentuk seperti telur dengan ukuran 4 cm x 3 cm x 2 cm.
Di dalam ovarium terdapat kumpulan sel yang disebut folikel. Di
dalam folikel inilah sel telur atau ovum berkembang. Sel-sel oosit
(calon sel telur) berkembang sejak awal kehidupan seorang
perempuan dan mencapai kema tangan setelah pubertas. Folikel ini
juga menghasilkan hormon perem puan yaitu estrogen dan
progesteron. Pada setiap bulan, sel telur yang telah matang
dilepaskan dari ovarium. Proses pelepasan sel telur dari indung
telur ini disebut ovulasi. Selanjutnya sel telur tersebut akan
ditangkap oleh fimbrie dan kemudian akan bergerak ke saluran
telur (tuba fallopi). Saat ini kalian telah mengetahui bahwa
jumlah ovarium yang dimiliki oleh pe rem puan ada dua buah.
Nah, apakah kedua ovarium tersebut akan mele paskan sel telur
secara bersamaan? Biasanya setiap ovarium akan bergiliran
melepaskan ovum (telur) setiap bulannya. Akan tetapi, jika salah
satu ovarium tidak ada atau tidak berfungsi, misalnya karena
diangkat melalui proses ope rasi, maka ovarium lainnya akan
terus melepaskan sel telur.
b) Saluran Kelamin
Saluran kelamin perempuan terdiri atas saluran telur atau
tuba fallopi, uterus, dan vagina.
10
 Saluran Telur (Tuba Fallopi)
Saluran telur (tuba fallopi) atau oviduk berjumlah
sepasang, yaitu kanan dan kiri yang memanjang ke arah
samping dari uterus. Panjang tuba fallopi ini sekitar 10 cm.
Saluran telur berakhir dalam struktur berbentuk corong
yang disebut infun dibulum, yang ditutupi fimbriae.
Fimbriae me nangkap sel telur yang dilepaskan oleh
ovarium. Fungsi saluran telur membawa sel telur dari
infudibulum ke rahim. Pada saluran telur inilah terjadi
fertilisasi atau pembuahan. Setelah terjadi fertilisasi, saluran
telur akan menyalurkan zigot (hasil fertilisasi) menuju
uterus atau rahim.

Gambar 9. Saluran tuba fallopi

 Rahim (Uterus)
Uterus atau rahim merupakan organ yang memiliki
dinding yang tebal, memiliki bentuk seperti buah pir yang
terbalik. Secara normal, rahim terletak di atas kantung
kemih. Rahim juga berfungsi sebagai tempat perkembangan
janin. Pada saat tidak hamil, rahim memiliki ukuran 5 cm.
Pada saat hamil, rahim mampu me ngembang hingga 30
cm, ukurannya menyesuaikan de ngan perkembangan bayi.
Dinding rahim (endometrium) memiliki peranan dalam
pembentukan plasenta. Plasenta merupakan organ yang
menyuplai nutrisi yang dibutuhkan bayi selama
perkembangannya. Pada perem puan yang tidak hamil,

11
ketebalan dinding rahim bervariasi selama siklus
menstruasi bulanan yang akan dibahas lebih lanjut pada
bagian berikutnya.

Gambar 10. Rahim (uterus) pada saluran kelamin wanita


 Vagina
Vagina merupakan saluran yang menghubungkan
lingkungan luar de ngan rahim. Vagina tersusun atas otot-
otot yang elastis, dilapisi selaput membran, yang disebut
selaput dara (hymen). Saluran ini menghubungkan antara
lingkungan luar dengan rahim. Salur an yang
menghubungkan vagina dengan rahim adalah serviks leher
rahim. Vagina selain berfungsi sebagai organ reproduksi
juga berfungsi sebagai saluran untuk aliran darah
menstruasi dari rahim dan jalan lahir bayi. Pada saat bayi
akan lahir terjadi kontraksi otot-otot pada dinding rahim.
Kontraksi inilah yang akan menyebabkan bayi terdorong ke
jalan lahir (vagina). Pada bagian selanjutnya kamu akan
mempelajari gaya gesek dan gaya dorong yang terjadi pada
rahim dan beberapa organ reproduksi seorang ibu. Dengan
demikian, kamu akan dapat menge tahui betapa beratnya
perjuangan ibu pada saat melahirkan. Oleh sebab itu, kamu
harus selalu menghormati dan berbakti kepada ibu.

12
Gambar 11. Vagina pada saluran kelamin wanita
d. Oogenesis
Oogenesis dimulai saat seorang perempuan berada dalam
kandungan. Sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium
atau sel induk telur yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, akan terjadi
pembelahan secara bertahap baik pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada akhir
peristiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel
telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga badan polar (polosit). Agar kamu
dapat dengan mudah memahami peristiwa oogenesis.

Gambar 12. Proses Pembentukan Sel Telur

13
e. Siklus Menstruasi
Menstruasi merupakan suatu ke adaan keluarnya darah, cairan jaringan,
lendir, dan sel-sel epitel yang menyu sun dinding rahim. Apabila se orang
perempuan mengalami menstruasi maka akan keluar darah melalui vaginanya.
Menstruasi ini biasanya terjadi satu bulan sekali. Siklus menstruasi akan terjadi
apabila sel telur yang dihasilkan oleh ovarium, tidak di buahi oleh sel sperma.

Gambar 13. Siklus menstruasi pada wanita


Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Akan
tetapi, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek dan panjang.
Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek, siklus
menstruasinya akan berlangsung selama ± 18 hari. Seorang perempuan yang
mengalami siklus menstruasi panjang, siklus menstruasinya akan berlangsung
selama ± 40 hari.

14
Gambar 14.Fase yang Terjadi Pada Dinding Rahim

Fase – fase yang terjadi pada dinding rahim dapat dijelaskan menjadi :
1. Fase follikuler (pra ovulasi)
Fase-fase pada menstruasi yang pertama yaitu fase follikuler. Hormon yang
berperan penting dalam fase ini yaitu gonadotrophin releasing hormone (GnRH).
Hormone ini disekresikan oleh hipotalamus. Fase pra ovulasi terjadi pada hari ke-
5 sampai ke 15. Hormone GnRH akan menstimulus hipofisis anterior untuk
mensekresikan Follikel Stimulating Hormone (FSH) untuk merangsang
pertumbuhan folikel pada ovarium. Pada tahapan ini hanya satu folikel yang akan
tumbuh menjadi sel telur. Selanjutnya folikel ini akan mensekresi hormone
estrogen.
2. Fase ovulasi
Peningkatan kadar hormone estrogen yang disekresi follikel pada fase sebelumnya
yaitu fase pra ovulasi akan mengakibatkan kadar hormone FSH turun sehingga
mengakibatkan hipotalamus mensekresikan gonadotrophin releasing hormone
(GnRH ) untuk menstimulus hipofisis anterior sehingga mensekresi Luteinizing
hormone (LH). Fungsinya yaitu untuk mendorong dan mematangkan folikel
sehingga sel telur dilepaskan. Fase ini terjadi pada hari ke-15.
3. Fase pasca ovulasi
Pada fase ini folikel yang melepaskan sel telur akan mengalami perubahan
menjadi korpus luteum yang berfungsi untuk mensekresi hormone progesterone.
Fungsinya yaitu untuk memelihara dan menjaga endometrium. Fase pasca ovulasi
tejadi pada hari ke 15 -28.
4. Fase menstruasi
Yang selanjutnya yaitu fase menstruasi terjadi pada hari ke-29. Fase menstruasi
terjadi jika ovum (sel telur) dilepaskan oleh folikel yang tidak terbuahi sel
spermatozoid. Pada fase ini korpus luteum akan meluruh menjadi korpus albikans
yang mensekresi hormone estrogen. Akibat dari sekresi estrogen tersebut akan
mengakibatkan terjadinya penurunan hormone progesterone. Dengan demikian
dinding endometrium akan meluruh bersama dengan ovum (sel telur) dan
terjadilah menstruasi. masa menstruasi biasanya berlangsung selama 8 hari.

15
Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang
berkembang, namun hanya ada satu folikel yang dapat terus berkembang tiap
bulannya. Pada awal perkembangannya, folikel menghasilkan hormon estrogen
dan hormon progesteron. Hormon estrogen dan progesteron ini akan memicu
dinding rahim untuk menebal. Pada saat ini dinding rahim sedang mengalami
fase proliferasi. Tujuan dari menebalnya dinding rahim adalah untuk
mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma.
Fungsi lain dari hormon estrogen adalah memicu kembali kelenjar pituitari untuk
menghasilkan hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone). Hormon LH terus
diproduksi dan meningkat secara mendadak. Peningkatan hormon LH ini akan
memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang, proses ini disebut
ovulasi.

f. Fertilisasi dan kehamilan


Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi
perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah
bertemu dengan sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan
meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur. Proses inilah yang mengawali
terjadinya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma
dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di
dalam tuba fallopi.

Gambar 15. Skema Peregrakan Flagela Sel Sperma

Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan
senyawa ki mia berupa hormon progesteron. Selain itu, juga karena adanya sensor
panas (suhu tuba fallopi atau tempat sel telur ber ada, lebih tinggi di bandingkan
suhu tempat penyimpanan sperma). Ayo kita renungkan, betapa hebat Tuhan kita
yang telah mendesain mekanisme pergerakan sel sperma tersebut sehingga dapat
menemukan lokasi sel telur dengan tepat. Zigot yang terbentuk setelah
16
terjadinya fertilisasi akan melakukan pem belahan, selanjutnya berkembang
menjadi embrio yang akan ke rahim kemudian tertanam (implantasi) ke
dalam endometrium. Pada kondisi ini sese orang mengalami kehamilan. Agar
kamu da pat dengan mudah memahami proses fertilisasi dan implantasi.

Gambar 16. Skema Fertilisasi Sampai Implasi

Perkembangan embrio dalam kandungan dapat dibagi menjadi beberapa


periode. Pada buku ini kamu akan mempelajari perkembangan embrio dalam tiga
periode atau tri mester.

17
18
3. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Sistem reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit. Kelainan dan
penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus.
Kelainan dan penyakit ini dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) ke pada
anaknya, akibat transfusi darah yang terinfeksi, ditularkan akibat gaya hidup yang tidak
baik seperti gaya hidup seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang
atau narkoba. Oleh karena itu ayo kita hindari gaya hidup seks bebas dan hindari
mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba). Berikut ini akan dibahas beberapa
kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
a. Gonorhoe (GO)

19
Penyaki Gonorhoe disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala
penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta
keputihan berwarna kuning hijau pada wanita. Penyakit ini dapat menye babkan
kebutaan pada bayi yang baru lahir.

Gambar 17. Bakteri dari gonorhoe

Gambar 18. Penyakit gonorhoe pada sistem reproduksi manusia


b. Sifilis (Raja Singa)
Penyebeb dari penyakit sifilis ini adalah bakteri Treponema pallidum.
Gejala awal penyakit ini adalah luka pada tempat masuknya bakteri ke
dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat
menyebar dan menyerang organorgan tubuh lainnya, kemudian menimbulkan
kerusakan pada organ tersebut.

Gambar 19. Gejala – gejala penyakit sifilis


c. Herpes Simplex Genitalis

20
Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virus Herpes simplex
tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala
penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah
kelamin. Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa lepuh kecil-kecil,
selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka. Penyakit herpes sulit
sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun.

Gambar 20. Virus Herpes Simplex Genitalis

Gambar 21. Gejala – gejala penyakit herpes simplex genitalis


d. HIV/ AIDS
Penyakit AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human
Immune Deficiency Virus) yang menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh
penderita. Saat ini penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini lebih dikenal
dengan istilah AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrom). Saat ini belum
ditemukan vaksin pencegahnya dan belum ada obat yang betul-betul dapat
diandalkan. Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan
semakin menurun. Dalam kurun waktu 5-7 tahun penderita nampaknya seperti
orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase selanjutnya AIDS baru dapat
terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit
tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain lain. Namun
sebagai catatan tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di atas pasti
menderita AIDS. Fase ini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan apakah
seseorang positif AIDS atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan banyaknya sel T
(salah satu sel darah putih yang berperan dalam imunitas) di laboratorium.

21
Gambar 22. Virus HIV/AIDS
e. Keputihan
Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan
ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan
pada bagian vagina. Cairan tersebut bersifat encer maupun kental, berbau tidak
sedap dan bisa menyebabkan rasa gatal pada vagina. Penyakit ini bisa diakibatkan
oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit. Penyakit ini dapat
terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan
baik.

Gambar 23. Gejala – gejala keputihan pada wanita


f. Epididimitis
Penyakit ini terjadi pada pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran
epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular
seksual. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah
satu testis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini adalah perilaku seks bebas.

22
Gambar 24. Penyakit epidimitis pada laki - laki

4. Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia


Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain untuk
kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita mengagungkan ciptaan
Tuhan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor
pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan
organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh
jamur, bakteri ataupun parasit. Berikut ini ada beberapa upaya untuk mencegah
terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri ataupun parasit.
1. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertesktur lembut. Hindari
bahan yang bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat
(misalnya jeans).

Gambar 19. Tidak baik menggunakan berbahan ketat (jeans)


2. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil
maupun buang air besar. Selanjutnya, keringkan sisa air yang masih menempel di
kulit dengan menggunakan tissue atau handuk hingga benar-benar kering. Ini akan
dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi oleh jamur pada bagian organ
reproduksi. c. Mengganti celana dalam minimal 2 - 3 kali sehari. d. Memotong

23
rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, karena apabila
terlalu panjang akan menjadi sarang kuman.
3. Bagi kamu yang perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah
pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat
menggantinya minimal 5-6 jam sekali. Darah yang tertampung pada pembalut
bisa menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.
4. Bagi kamu yang perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah
kewanitaan dan patyliner secara terus menerus. Penggunaan sabun pembersih
daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina (flora normal) dalam vagina dan
akan membunuh bakteri baik selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.
5. Rajin berolahraga dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat mencegah terjadinya infeksi organ
reproduksi oleh jamur. Faktor selanjutnya adalah perilaku seks bebas dan penggunaan
narkoba. Walaupun ada juga yang disebabkan oleh transfusi darah yang sudah terinfeksi
penyakit atau melalui proses kehamilan dan kelahiran. Agar kamu dapat mencegah
terjadinya penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh faktor tersebut, kamu
harus dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat agar tidak terjebak
pada seks bebas. Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak
mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau film porno, yang secara pelan tapi
pasti akan mendorng kamu pada kehidupan seks bebas yang sangat rentan dengan
penularan penyakit seksual. Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah menjauhkan diri
dari pergaulan dengan narkoba, karena ini merupakan cara lainnya yang dapat menjadikan
kamu penderita penyakit seksual. Gunakan waktu luangmu untuk menyalurkan hobi atau
kegiatan yang positif sehingga kamu dapat lebih berprestasi dan terhindar dari pergaulan
yang tidak sehat.
Kamu juga dapat melakukan eksplorasi berbagai jenis penyakit pada sistem
reproduksi serta penyebab dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Kegiatan ini dapat kamu lakukan dengan bimbingan guru IPA di sekolah. Kunjungi
seminar-seminar kesehatan yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja
untuk mendapat informasi yang tepat dan sesuai. Tidak menutup kemungkinan kamu
juga bisa mengadakan acara diskusi kesehatan reproduksi dengan mengundang para
dokter atau narasumber yang memahami tentang HIV/AIDS. Sumber utama yang dapat
digunakan adalah dokter, orang tua dan anggota keluarga yang lain. Banyaklah bertanya
mengenai cara menjaga organ reproduksi dari serangan penyakit. Hal ini dapat
24
menghindari kamu dari sumber informasi yang salah, misalnya informasi dari dunia maya
yang belum tentu semuanya layak dikonsumsi oleh anak-anak seusia kamu.

Beberapa miskonsepsi yang terjadi dalam pembelajaran sistem reproduksi pada


manusia adalah :
1. Banyak siswa yang berfikiran bahwa saluran reproduksi pada wanita sama dengan
tempat keluarnya urin. Padahal kedua hal tersebut berbeda. Saluran reproduksi adalah
vagina, sedangkan tempat keluarnya urin adalah uretra. Uretra terletak diatas vagina.

2. Siswa ada yang berfikiran bahwa hasil dari pembelahan sel mitosis dan sel meiosis itu
sama. Padahal, pada pembelahan sel mitosis menghasilkan 2 sel anakan yang sama
persis dengan induknya, yang disebut diploid (2n). Sedangkan pada pembelahan sel
meiosis menghasilkan 4 sel anakan yang masing-masing memiliki separuh jumlah
kromosom sel induk yang disebut haploid (n).

DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas
IX Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Purjiyanta, E. dkk. 2007. IPA Terpadu untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Erlangga.
Wulandari, Ayu Febri. 2011. Biologi Reproduksi. Jakarta : Salemba Medika

25
BAB II
SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN DAN HEWAN
Terdapat berbagai macam ikan laut dan ikan air tawar, sapi, harimau, gajah, anoa, tapir,
berbagai macam burung, aneka ragam kupu-kupu dan berbagai jenis hewan lain. Indonesia juga
memiliki berbagai jenis tumbuhan yang asli dari Indonesia dan tumbuhan dari wilayah lain yang
dapat tumbuh di Indonesia, misalnya anggrek, melati dan lain sebagainya. Agar keberadaan
hewan dan tumbuhan tetap lestari dan tidak punah diperlukan kemampuan untuk melakukan
reproduksi, mampu beradaptasi dan lolos dari seleksi alam.

Gambar 2.1 (a) Anoa, (b) Tapir, (c) Anggrek Bulan, (d) Bunga Melati

Reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang diperlukan untuk menjaga
kelangsungan hidup dan mencegah terjadinya kepunahan.
A. REPRODUKSI PADA TUMBUHAN
1. Reproduksi Tumbuhan Angiospermae
Tumbuhan Angiospermae atau tum buhan biji tertutup adalah tumbuhan yang
memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian
putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel). Bakal buah selanjutnya akan
berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji. Tumbuhan biji
tertutup sangat penting bagi kehidupan manusia maupun hewan, karena tumbuhan inilah

26
yang menyediakan hampir semua bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan
Angiospermae mengalami reproduksi aseksual dan reproduksi seksual.
a. Reproduksi Aseksual
Tumbuhan dapat bereproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan seperti
akar, batang, ataupun daun. Cara reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian
tumbuhan disebut reproduksi secara vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara vegetatif
disebut juga reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan individu baru
tanpa melibatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel
telur sehingga membentuk zigot). Tumbuhan dapat melakukan reproduksi aseksual
karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang
menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel
meristem. Keturunan yang dihasilkan dari reproduksi aseksual memiliki sifat atau
karakter yang sama dengan sifat induk.
1) Reproduksi Aseksual Alami
Tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan bagian tubuhnya tanpa
bantuan manusia disebut dengan reproduksi aseksual alami atau reproduksi
vegetatif alami. Berbagai macam cara reproduksi aseksual alami, yaitu:
a) Rhizoma
Pada batang terdapat ruas dan buku. Pada buku inilah tempat tumbuhnya
tunas yang akan berkembang menjadi tumbuhan baru. Beberapa tumbuhan
bereproduksi dengan tunas pada batang yang ada di dalam tanah.

Gambar 2.2 Ruas dan Buku pada Batang Lengkuas


Batang yang ada di dalam tanah disebut rhizoma. Beberapa contoh
tumbuhan yang reproduksi dengan rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas,
dan temulawak.

27
b) Stolon
Pada rumput dan beberapa tanaman lain misalnya stroberi dan pegagan
terdapat batang yang menjalar di atas tanah. Batang tumbuhan yang menjalar
di atas tanah disebut stolon (geragih). Tunas dapat tumbuh pada buku dari
stolon. Saat tunas terpisah dari tanaman induk, tunas sudah mampu tumbuh
menjadi individu baru.

Gambar 2.3 Stolon pada Stroberi


c) Umbi Lapis
Umbi lapis terdapat pada bawang merah. Dinamakan umbi lapis karena
memperlihatkan susunan berlapis-lapis yang terdiri atas daun yang menebal,
lunak dan berdaging dan batang yang berupa bagian kecil pada bagian bawah
umbi lapis yang disebut dengan cakram. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa umbi lapis (bulbus) merupakan modifikasi batang dan daun. Pada
tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis, terdapat kuncup samping.
Kuncup samping yang tumbuh biasanya merupakan umbi lapis kecil-kecil,
berke lompok di sekitar umbi induknya. Bagian ini dinamakan siung atau
anak umbi lapis. Jika siung tersebut dipisahkan dari induknya, maka akan
menghasilkan tumbuhan baru.

Gambar 2.4 Umbi Lapis pada Bawang Merah


28
d) Umbi Batang
Pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dari mata tunas ini akan
terbentuk tunas dan menghasilkan tumbuhan baru. Kentang merupakan
salahsatu contoh tumbuhan yang mengalami pembengkakan pada batang di
dalam tanah dan berisi cadangan makanan. Batang yang demikian disebut
dengan umbi batang. Umbi batang selain berfungsi untuk menyimpan
cadangan makanan juga berfungsi untuk reproduksi. Tanaman ubi jalar juga
dapat berkembangbiak dengan menggunakan umbi batang.

Gambar 2.5 Kuncup pada Kentang


e) Kuncup Adventif Daun
Pada bagian daun yang demikian da pat membentuk kuncup. Kuncup
merupa kan calon tunas yang terdiri atas calon batang beserta calon daun.
Kuncup yang terdapat pada tepi daun disebut kuncup adventif daun atau
tunas liar pada tepi daun. Contoh tumbuhan yang reproduksi dengan kuncup
adven tif daun adalah cocor bebek.

Gambar 2.6 Daun Cocor Bebek

29
2) Reproduksi Aseksual Buatan
Berikut ini adalah berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan manusia
untuk membantu reproduksi tanaman.
a) Cangkok
Cangkok dapat dilakukan dengan mengelupas kulit suatu tangkai tanaman
berkayu, kemudian dibalut dengan ta nah dan dibungkus dengan sabut kelapa
atau plastik, sehinggatumbuh akar. Apabila bagian kulit yangterkelupas telah
tumbuh akar, maka tangkai ada pat dipotong dan ditanam di tanah. Tanaman yang
dihasilkan dari cangkok memiliki sifat seperti induk dan cepat berbuah. Namun
demikian, perakarantanaman ini kurang kuat. Cang kok dapat dilakukan pada
tanaman berkayu seperti mangga, rambutan, kelengkeng dan jeruk.

Gambar 2.7 Cangkok


b) Merunduk
Merunduk dapat dilakukan dengan membenamkan tangkai tanaman ke
tanah,sehingga bagian yang tertanam dalam tanah tumbuh akar. Apabila sudah
tumbuh akar maka tanaman dapat dipisahkandari induk. Merunduk dapat
dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang yang panjang dan lentur,
misalnya bunga Alamanda.

Gambar 2.8 Merunduk

30
c) Menyambung (enten)
Cara reproduksi menyambung (enten) adalah dengan memotong suatu
batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis yang
berbeda sifat. Pada satu pohon tanaman hasil enten dapat menghasilkan dua atau
lebih buah atau bunga dengan sifat yang berbeda, misalnya tanaman te rong hijau
disambung dengan terong ungu, maka dalam satu tanaman dapat menghasilkan
terong hijau dan terong ungu. Tanaman bunga kertas (Bougainvillea) adalah
salah tanaman yang sering disambung agar dalam satu tanaman terdapat
beberapa warna bunga, misalnya pada suatu cabang batang tanamanbunga kertas
yang berwarna merah disambung dengan potongan cabang batang tanaman
bunga kertas berwarna ungu dan pada cabang lain disambung dengan cabang
batang yang memiliki bunga berwana putih. Dengan demikian, akan dihasilkan
tanaman bunga kertas yang memiliki bunga beraneka warna dalam satu tanaman.

Gambar 2.9 Menyambung Batang pada Bibit suatu Pohon


d) Menempel (okulasi)
Cara reproduksi menempel (okulasi) dapat dilakukan dengan
menempelkan mata tunas yang ada pada kulit tanaman pada batang tanaman lain
yangsejenis. Teknik okulasi atau menempel sering digunakan oleh petani untuk
mendapatkan tanaman “unggul” dari 2 atau lebih tanaman yang se jenis.
Misalnya untuk menghasilkan buah jeruk dengan sifat unggul. Misalnya jenis
pohon jeruk batang kuat tetapi jeruknya kecil dan masam dan jenis pohon jeruk
yang pohonnya tidak terlalu kuat tetapi jeruknya besar dan manis. Mata tunas
pohon jeruk dengan hasil buah besar dan manis ditempelkan pada batang pohon
jeruk yang batangnya kuat. Oleh karena itu, akan dapat dihasilkan pohon jeruk

31
yang berbatang kuat dengan buah yang besar dan manis. Pohon jeruk yang masih
muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan rasa yang
manis dapat dihasilkan melalui teknik okulasi.

Gambar 2.10 Menempel


e) Setek
Setek adalah cara reproduksi vegetatif dengan memotong (memisahkan
dari induk) suatu bagian tanaman dan kemudian ditanam untuk menghasilkan
individu baru, misalnya untuk menanam ketela pohon atau bunga mawar dapat
menggunakan batangnya atau disebut setek batang. Tanaman cocor bebek dapat
diperbanyak dengan menggunakan setek daun. Tanaman sukun dapat
diperbanyak denganmenggunakan setek akar. Petani juga menggunakan teknik
setek untuk menanam tebu, rumput gajah untuk pakan ternak, dan pohon seruni.

Gambar 2.11 Setek Batang Sinkong


b. Reproduksi Seksual pada Tumbuhan Angiospermae

32
Organ tumbuhan seperti akar, batang, dan daun yang digunakan sebagai alat
reproduksi. Pada reproduksi seksual, digunakan sel kelamin yaitu sel sperma dan sel
telur dan proses fertilisasi untuk menghasilkan biji. Biji dapat tumbuh dan
berkembang menjadi tumbuhan baru.
1) Penyerbukan (Polinasi)
Sel kelamin jantan pada bunga terdapat pada buluh serbuk sari. Serbuk sari
dihasilkan dalam kepala sari. Sel kelamin betina terdapat pada bakal biji. Lebah
dan hewan lain tertarik pada bunga karena warna dari mahkota bunga dan madu
yang dihasilkan oleh bunga. Terdapat hubungan yang saling menguntungkan
antara lebah atau hewan lain dengan bunga. Lebah dan hewan lain ternyata dapat
membantu bunga untuk melakukan penyerbukan. Pada tumbuhan, proses
fertilisasi atau pembuahan diawali dengan peristiwa polinasi atau penyerbukan.
Lebah membantu bunga dalam peristiwa penyerbukan. Serbuk sari melekat pada
kaki lebah. Saat lebah berpindah, serbuk sari yang melekat pada kaki lebah dapat
melekat pada kepala putik. Proses menempelnya serbuk sari ke kepala putik
disebut penyerbukan (polinasi).

Gambar 2.12 Lebah Hinggap pada Bunga


Proses menempelnya serbuk sari ke kepala putik disebut akibat beberapa
faktor ,diantaranya:
a) Angin (Anemogami)
Tanaman jagung dan padi memiliki bunga yang kecil dan tangkai bunga
yang mudah bergoyang bila tertiupangin. Tanaman dengan bunga yang
berukuran kecil, jumlah bunga banyak dan ringan, serta tidak menghasilkan
nektar atau bau merupakan beberapa ciri tanaman yang penyerbukannya
dibantu oleh angin. Penyerbukan yang dibantu oleh angin disebut anemogami.

33
Gambar 2.13 Jagung
b) Serangga (Entomogami)
Bunga matahari memiliki warna yang menarik dan cerah misalnya kuning,
dan menghasilkan nektar. Ciri yang dimiliki bunga matahari dan bunga yang
memiliki ciri serupa sangat menarik bagi serangga, seperti lebah, untuk
hinggap dan menghisap nektar. Umumnya ser buk sari yang dihasilkan lengket
sehingga mudah melekat pada kaki se rangga. Dengan demikian, serangga ikut
memindahkan serbuk sari ke putik. Penyerbukan yang terjadi dengan bantuan
serangga disebut entomogami. Nektar atau madu yang dihasilkan bunga
mengandung berbagai karbohidrat, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa,
hingga mencapai 87%. Selain itu, nektar juga mengandung asam amino, asam
organik, vitamin, senyawa aromatik, dan juga mineral. Lebah atau serangga
mencari madu sebagai sumber energi untuk disimpan sebagai cadangan
makanan.

Gambar 2.14 Penyerbukan dengan Bantuan Lebah


c) Burung (Ornitogami)

34
Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh burung umumnya memiliki
ukuran bunga yang besar, berwarna merah cerah, tidak berbau, menghasilkan
nektar dalam jumlah cukup banyak, dan mahkota bunga berbentuk
terompet,misalnya bunga cangkring atau dadap (Erythrina variegata). Ukuran
bunga yang besar berguna untuk menahan berat dari burung. Namun tidak
semua jenis burung dapat membantu penyerbukan. Contoh burung yang dapat
membantu penyerbukan adalah burung isap madu dan burung kolibri.

Gambar 2.15 Penyerbukan dengan Bantuan Burung


d) Kelelawar (Kiropterogami)
Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kelelawar ialah
menghasilkan nektar, memiliki warna yang menarik, menghasilkan bau, dan
mekar pada malam hari, misalnya yaitu tanaman kaktus.

Gambar 2.16 Penyerbukan dengan Bantuan Kelelawar


e) Manusia (Antropogami)
Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia biasanya merupakan
bunga yang berumah dua, artinya dalam pohon hanya terdapat bunga jantan
atau bunga betina saja. Ada pula tanaman yang serbuk sarinya sulit untuk
bertemu dengan putik, sehingga sulit untuk melakukan penyerbukan sendiri,
misalnya bunga vanili dan anggrek.

35
Gambar 2.17 Manusia Membantu Penyerbukan Bunga Anggrek
2) Pembuahan (Fertilisasi)
Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik (stigma) yang sesuai (berasal
dari tumbuhan yang sejenis), maka serbuk sari akan menyerap air dan
berkecambah membentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh dan
bergerak menuju bakal buah melalui tangkai putik. Inti sel di dalam buluh serbuk
sari akan membelah menjadi dua. Dua inti sel generatif tersebut akan berkembang
menjadi dua inti sel sperma. Satu inti vegetatif di dalam serbuk sari berperan
menjadi penuntun gerak tumbuh buluh serbuk sari ke bakal biji. Satu inti sel
sperma membuahi inti sel telur (ovum) membentuk zigot (calon individu baru),
dan satu inti sel sperma yang lain membuahi inti kandung lembaga sekunder
membentuk endosperma atau cadangan makanan. Pada proses ini terjadi dua kali
pembuahan maka disebut dengan pembuahan ganda.

Gambar 2. 18 Proses pembuahan

36
3) Penyebaranan Biji
Setelah terjadi pembuahan, bakal biji akan berkembang menjadi biji. Pada
Angiospermae biji diselubungi oleh buah yang telah berkembang dari bakal buah
(ovarium). Buah juga dapat membantu dalam penyebaran biji. Penyebaran biji
yang jauh dari induk akan meningkatkan peluang biji untuk tumbuh dan
berkembang dengan baik menjadi individu baru. Hal ini dikarenakan biji yang
tumbuh pada suatu area yang dekat dengan induk, akan berkompetisi dengan
induk untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi. Proses penyebaran biji dapat
terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia.
Berbagai cara penyebaran biji dan istilah untuk masing-masing perantara, yaitu:
a) Anemokori
Proses penyebaran biji dengan bantuan angin disebut anemokori (anemo=angin).
Ciri tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah bijinya kecil, ringan, dan
bersayap. Contohnya adalah biji bunga Dandelion. Biji yang ringan dan kecil tidak ter
lalu dipengaruhi oleh gaya gravitasi bu mi. Keberadaan sayap pada biji mem bantu
biji mudah terbawa angin. Arah gerak biji mengikuti arah gerak angin.

Gambar 2.19 Bunga Dandelion

b) Hidrokori
Proses penyebaran biji dengan bantuan air disebut hidrokori (hidro=air). Ciri
tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah hidupnya di dekat daerah perairan,
misalnya di pantai ataupun tumbuhan yang hidup di air, contohnya adalah pohon kelapa
dan bakau. Biji kelapa tergolong biji tumbuhan yang berukuran besar, dapat mencapai
ukuran diameter 15 cm. Biji kelapa diselubungi oleh buah yang terdiri atas tempurung
kelapa, sabut kelapa, dan kulit kelapa. Meskipun berukuran besar, buah dan biji kelapa
dapat mengapung di air dan dapat mengalir mengikuti arus air. Kelapa dapat mengapung

37
di air karena sabut buah kelapa memiliki banyak rongga udara. Pada saat berada di air,
sabut kelapa memiliki prinsip kerja seperti pelampung, sehingga kelapa dapat terapung.

Gambar 2.20 Tunas Kelapa

c) Zookori
Proses penyebaran biji dengan bantuan hewan disebut zookori (zoo=hewan).
Penyebaran ini dibagi menjadi empat,
 Entomokori adalah penyebaran biji dengan perantara serangga. Contohnya adalah
wijen dan tembakau.
 Kiropterokori adalah penyebaran biji dengan perantara kelelawar. Contohnya adalah
jambu biji dan pepaya.
 Ornitokori adalah penyebaran biji dengan perantara burung. Tumbuhan yang
penyebarannya dengan cara ini adalah tumbuhan yang buahnya menjadi makanan
burung, tetapi bijinya tidak dapat ercerna. Biji tersebut akan keluar dari tubuh burung
bersamaandengan kotoran burung. Contohnya adalah beringin dan benalu.
 Mammokori adalah penyebaran biji dengan perantara mamalia. Contohnya adalah
hewan luwak yang membantu dalam proses penyebaran biji kopi.

Gambar 2.21 Burung Memakan Biji


d) Antropokori
Proses penyebaran biji dengan bantuan manusia disebut antropokori
(antro=manusia). Proses penyebaran dengan cara ini dapat terjadi secara sengaja
38
ataupun tidak sengaja. Penyebaran biji yang secara tidak sengaja dilakukan oleh
manusia sengaja apabila biji tumbuhan tersebut memiliki struktur yang mu dah
melekat pada pakaian. Sebagai contohnya adalah rumput. Penyebaran biji dengan
sengaja sering dilakukan manusia terutama pada bidang per tanian, yaitu ketika
menanam padi, jagung, dan tanaman lain.

Gambar 2.22 Biji yang Menempel pada Pakaian


4) Perkecambahan
Biji yang masih belum tumbuh merupakan biji yang berada pada keadaan
dormansi biji. Dormansi yaitu peristiwa dimana biji mengalami masa istirahat.
Berakhirnya masa dormansi biji adalah ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan
baru yang disebut dengan tahapan perkecambahan. Lamanya masa dormansi biji
setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Masa dormansi biji dapat diakhiri dengan
memberi perlakuan yang berbeda-beda. Namun perkecambahan berbagai macam biji
dipengaruhi oleh faktor yang hampir sama.
5) Sifat Keturunan Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual dihasilkan dari peleburan inti sel kelamin jantan (sperma)
dan sel kelamin betina (telur). Sifat keturunan diperoleh dari gabungan sifat kedua in
duk. Hal inilah yang menyebabkan sifat keturunan yang dihasilkan da ri reproduksi
seksual bervariasi.

c. Siklus Hidup Tumbuhan Angiospermae

39
Gambar 2.23 Siklus Hidup Tumbuhan Angiospermae
Tumbuhan memiliki siklus hidup yang dimulai ketika inti sel kelamin jantan dan
betinanya bersatu membentuk zigot, selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi
tumbuhan dewasa. Selama hidupnya tumbuhan melalui dua tahapan generasi, yaitu
generasi gametofit (gamet=sel kelamin, fit=tumbuhan) dan generasi sporofit
(sporo=spora, fit=tumbuhan) (sel te lur dan sel spermatozoa) yaitu generasi haploid (n).
Generasi sporofit adalah generasi penghasil spora yaitu: generasi diploid (2n).
Hal tersebut karena spora pada tumbuhan Angiospermae akan ber kembang
menjadi serbuk sari. Dalam siklus hidup tumbuhan, generasi haploid (n) bergiliran
dengan generasi diploid (2n), sehingga dikatakan tumbuhan mengalami pergiliran
generasi atau metagenesis. Sel telur terdapat di dalam bakal biji. Peleburan sel telur dan
sperma mengaki batkan bakal biji berkembang menjadi biji. Sel kelamin terbentuk dari
perkembangan spora yang bersifat haploid (n). Hasil peleburan bersi fat diploid (2n). Biji
akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Tumbuhan baru akan memiliki akar, batang, daun,
dan pada suatu saat terbentuk bunga. Tumbuhan ini bersifat diploid dan dikenal dengan
generasi sporofit (penghasil spora Benang sari dan putik merupakan organ reproduksi
tumbuhan.
Pada bagian ujung benang sari terdapat kepala sari (antera). Pada antera inilah
serbuk sari dibentuk. Bila serbuk sari menempel pada kepala putik akan membentuk
buluh serbuk sari dan menghasilkan dua inti sperma yang haploid, dua inti sperma yang
haploid inilah yang disebut gamet jantan. Pada bagian pangkal putik adalah ovarium atau
40
bakal buah. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji inilah terdapat
kantung lembaga yang tersusun atas 7 sel dan 8 inti yang haploid, yaitu 3 sel antipoda, 2
sel sinergid, 1 sel telur, 1 sel kandung lembaga sekunder. Masing-masing sel mempunyai
satu inti haploid kecuali sel kandung lembaga sekunder yang mempunyai 2 inti haploid.
Kantung lembaga inilah yang disebut gametofit betina. Pembentukan gametofit betina
dari spora yang mengalami mieosis inilah yang merupakan generasi gametofit tumbuhan.
2. Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae
Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut
tumbuhan Gymnospermae.Pohon pinus, pohon ginkgo, dan pakis haji juga tergolong
Gymnospermae.Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya
tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat reproduksi
seksual (generatif) yang disebut strobilus atau runjung.
Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu pohon
yaitu strobilus jantan dan strobilus betina. Pada tumbuhan pakis haji strobilus jantan
dan betina terpisah atau tidak berada dalam satu pohon. Pada strobilus jantan terdapat
sporangia (ruang-ruang spora). Sel-sel di dalam sporangia akan mengalami meiosis dan
menghasilkan mikrospora. Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari. Serbuk
sari yang dihasilkan oleh tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang dihasilkan oleh
tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak
megasporofil. Tiap megasporofil mengandung dua bakal biji. Tiap bakal biji mengandung
megasporangium. Sel dalam megasporangium akan mengalami meiosis dan menghasilkan
megaspora. Inti megaspora akan mengalami mitosis membentuk sel telur.
Bahan baku emping melinjo adalah biji tanaman melinjo. Tumbuhan melinjo
memiliki biji yang tidak tertutup kulit buah. Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit
buah atau berbiji terbuka disebut tumbuhan Gymnospermae. Pohon pinus, pohon ginkgo,
dan pakis haji juga tergolong Gymnospermae.

41
Gambar 2.24 (a) Hutan Pinus, (b) Pakis Haji, dan (c) Biji Tanaman Melinjo
Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada liang
bakal biji. Serbuk sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji. Jika
cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah
pembuahan.biji tumbuh dalam megasporofil dan dilengkapi dengan sayap.
Tumbuhan Gymnospermae dapat bereproduksi secara aseksual. Tumbuhan
Gymnospermae yang dapat bereproduksi secara aseksual misalnya tumbuhan pakis haji
dan pinus. Tumbuhan pakis haji dapat reproduksi dengan menggunakan tunas yang disebut
bulbil. Tumbuhan pinus dapat berkembangbiak dengan menggunakan tunas akar.

Gambar 2.25 (a) Strobilus Jantan dan Betina Pada Melinjo, (b) Tunas Akar pada Pinus, (c) Bulbil
pada Pakis Haji.

42
Siklus hidup pada Gymnospermae terdiri atas dua tahapan, yaitu sporofit dan
gametofit.

Gambar 2.26 Siklus Hidup Tumbuhan Gymnospermae

3. Reproduksi Tumbuhan Paku

Gambar 2.27 (a) Paku Ekor Kuda, (b) Pteris


Tumbuhan paku lain tidak berkembangbiak dengan menggunakan bunga tetapi
menggunakan spora. Namun demikian, tumbuhan paku juga tetap dapat menghasilkan sel

43
kelamin dalam reproduksinya. Dengan demikian, tumbuhan paku dapat mengalami
repoduksi secara aseksual maupun seksual.
Jika kadar air pada kotak spora berkurang, kotak spora akan sobek dan
mengeluarkan spora yang ada di dalamnya. Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi
protalium jika lingkungannya sesuai untuk tumbuh. Tahap gametofit dimulai ketika
protalium tumbuh Protalium akan berkembang dan menghasilkan anteridium dan
arkegonium. Anteredium akan menghasilkan sperma berflagel (berekor) dan arkegonium
menghasilkan sel telur.

Gambar 2.28 Siklus Hidup Tumbuhan Paku

Fertilisasi terjadi jika sperma yang dihasilkan oleh anteridium sampai pada sel
telur yang dihasilkan oleh arke gonium. Meskipun memiliki flagel, sperma tumbuhan
paku memerlukan air untuk pergerakannya. Zigot yang tumbuh dan berkembang akan
memulai tahap sporofit baru .siklus yang terjadi pada tumbuhan paku disebut juga
pergiliran keturunan. Reproduksi aseksual pada tumbuhan paku dilakukan dengan

44
rhizoma. Rhizoma dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku
yang baru. Rhizoma adalah batang yang tumbuh di dalam tanah.
4. Reproduksi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut mengalami reproduksi aseksual melalui kuncup atau gemmae
dan melakukan fragmentasi. Fragmentasi terjadi ketika tumbuhan lumut melepaskan
sebagian tubuhnya untuk menjadi individu baru.

Gambar 2.29 Kolam Air

Gambar 2.30 Siklus Hidup Lumut

Tumbuhan lumut mengalami reproduksi aseksual melalui kuncup atau gemmae


dan melakukan fragmentasi. Fragmentasi terjadi ketika tumbuhan lumut melepaskan
sebagian tubuhnya untuk menjadi individu baru.

45
Gambar 2.31 Struktur Gemmae pada Lumut

5. Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan


a. Hidroponik
Hidroponik merupakan cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan
larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah. Tanaman darat
khususnya sayuran seperti paprika, tomat, timun, melon, terong, dan selada dapat
ditumbuhkan secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi atau dengan ditambah
medium yang tak larut dalam air, misalnya kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu,
dan lain sebagainya. Ilmuwan menemukan bahwa tumbuhan menyerap nutrisi yang
penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam air.

Gambar 2.32 Tanaman yang Ditanam dengan Teknik Hidroponik

b. Vertikultur
Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman dengan cara membuat instalasi
secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman.
Teknik budidaya ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah
perkotaan dan lahan terbatas.

46
Gambar 2.33 Vertikultur

c. Kultur Jaringan Tumbuhan


Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan tumbuhan dengan cara
mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau sekelompok sel, jaringan, atau
organ. Bagian tanaman yang telah diambil selanjutnya ditumbuhkan dalam kondisi
steril pada medium yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon).
Bagian tanaman akan dapat memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman
yang memiliki organ yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun.

Gambar 2.34 Kultur Jaringan Tumbuhan

B. REPRODUKSI PADA HEWAN

Gambar 2.35 (a) Ikan Hasil Tangkapan Dipilah Berdasarkan Ukuran, (b) Sebagian Hasil Panen
Ikan Dikeringkan
47
Secara umum cara reproduksi hewan dibagi menjadi dua, yaitu aseksual dan seksual.
1. Reproduksi Aseksual Pada Hewan
Beberapa hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya tumbuhan.
Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya tumbuhan, yaitu dengan
menggunakan bagian tubuhnya. Berikut ini beberapa reproduksi hewan secara aseksual.
a. Membentuk Tunas
Contoh hervan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra.
Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa. Setelah cukup besar,
tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. Hewan lain yang melakukan
reproduksi dengan tunas misalnya ubur-ubur, hewan karang, dan anemon laut. Pada
hewan karang, tunas tumbuh di dalam tubuh, disebut tunas dalam (gemulae). Jika
induk hewan karang mati, gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu
baru. Reproduksi aseksual dengan cara membentuk tunas untuk menghasilkan
keturunan. Con toh hewan yang melakukan re produksi dengan cara ini antara lain
Hydra sp., Porifera, dan Coelenterata

Gambar 2.36 Pertunasan Hydra sp.

b. Fragmentasi
Pada fragmentasi. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Masing-
masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contoh
hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria. Cacing
Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. Seekor cacing Planaria yang
dipotong menjadi dua bagian, masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang
menjadi dua ekor cacing Planaria. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian,
masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria. Cacing
Planaria bersifat hermafrodit, artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat

48
reproduksi, yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi
secara generatif.
c. Partenogenesis
Partenogenesis secara alami dapat terjadi pada hewan seperti lebah, semut,
tawon, kutu daun, dan kutu air. Pada hewan tertentu, misalnya lebah, ovum yang
dibuahi akan tumbuh dan berkembang menjadi lebah betina, sedangkan yang tidak
dibuahi akan tumbuh menjadi lebah jantan. Lebah betina bersifat steril dan memiliki
tugas sebagai pekerja dalam kawanan lebah. Lebah jantan bersifat fertil.
Lebah jantan mampu menghasilkan sel kelamin yang digunakan untuk
membuahi sel telur yang dihasilkan oleh lebah ratu. Lebah ratu adalah lebah yang
menghasilkan telur-telur yang menjadi lebah betina dan lebah jantan. Selain lebah,
kutu daun dan kutu air juga dapat bereproduksi dengan cara partenogenesis. Kutu
daun betina dan kutu air betina dapat terus menerus bertelur. Telur yang dihasilkan
akan berkembang dan menetas menjadi kutu betina tanpa didahului proses fertilisasi.
Meski demikian fertilisasi tetap diperlukan untuk menghasilkan individu baru setelah
beberapa ge nerasi kutu mengalami partenogenesis.
d. MembelahDiri
Reproduksi dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan
bersel satu), misalnya Amoeba, Puramaecium, dan Euglena. Proses pembelahan
diawali dengan proses pembelahan inti sel (nukleus) rnenjadi dua, kemudian diikuti
pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua
nukleus tersebut. Selanjutnya, bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit),
diikuti pemisahan yang membentuk dua individu. Pada saat keadaan lingkungan
kurang menguntungkan, Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang
berdinding sangat kuat. Di dalam kista tersebut, Amoeba membelah diri berulang-ulang
menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. Ketika kondisi
lingkungan membaik. dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut
keluar. Kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa.
2. Reproduksi Seksual pada Hewan
Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual terjadi
melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Melalui proses ini akan
terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Proses
fertilisasi ini akan meng hasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan berkembang menjadi em

49
brio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio akan berkembang menjadi individu
baru.
Fertilisasi internal terjadi apabila proses peleburan antara inti sel telur dan inti sel
sperma terjadi di dalam tubuh hewan betina. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi
secara internal antara lain: sapi, ayam, kura-kura, buaya, dan lain-lain. Fertilisasi
eksternal terjadi apabila proses peleburan antara sel telur dan sel sperma terjadi di luar
tubuh hewan betina. Fertilisasi dengan cara ini biasanya terjadi pada hewan yang
hidupnya di lingkungan perairan, misalnya ikan. Berdasarkan cara perkembangan dan
kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi tiga jenis.
a. Hewan Vivipar
Hewan vivipar disebut juga hewan beranak. Hewan ini memiliki embrio yang
berkembang di dalam rahim induk betinanya dan akan dilahirkan pada saat umurnya
sudah mencukupi. Embrio akan memperoleh nutrisi melalui perantara plasenta. Hewan
yang baru dilahirkan memerlukan nutrisi. Sayangnya karena pencernaan bayi hewan
belum kuat maka diperlukan makanan yang mudah dicerna.

Gambar 2.37 Kucing adalah hewan vivipar


Pada hewan mamalia, induk hewan tidak perlu mencari makanan tambahan
untuk anaknya. Tuhan Yang Maha Kuasa melengkapi tubuh mamalia dengan kelenjar
mammae yang dapat menghasilka susu. Susu mengandung laktosa yang dapat dicerna
oleh perut bayi hewan dengan mudah untuk menghasilkan nutrisi dan energi yang
diperlukan.
b. Hewan Ovipar
Contoh dari hewan ovipar antara lain cicak, katak, ikan, ayam, burung, itik, dan
lain sebagainya. Hewan ovipar disebut juga dengan hewan bertelur. Hewan ini
embrionya berkembang di dalam telur. Telur hewan ini akan dikeluarkan dari dalam
tubuh induk betina dan akan dilindungi oleh cangkang. Hewan tertentu, misalnya

50
penyu, ikan, dan katak, menghasilkan puluhan hingga ratusan telur setiap kali bertelur.
Akan banyak dihasilkan individu baru jika telur yang dihasilkan dibuahi ataupun
berhasil bertahan hidup. Tidak semua telur yang dihasilkan oleh ikan dan katak yang
telah mengalami pembuahan dapat menetas menjadi individu baru. Tidak semua telur
penyu yang menetas dapat bertahan hidup sampai dewasa, karena adanya predator,
ombak, dan arus laut yang harus dihadapi oleh penyu yang baru saja menetas.
Meskipun dapat dihasilkan puluhan bahkan ratusan individu baru dalam sekali
reproduksi, kita juga tetap harus menjaga kelestarian ikan, katak, dan terutama penyu
agar tetap lestari.

Gambar 2.38 Semut dan Telurnya

c. Ovovivipar
Hewan ovovivipar disebut juga hewan bertelur dan beranak. Embrio hewan
yang tergolong ovovivipar sebenarnya berkembang di dalam telur, tetapi embrio tidak
dikeluarkan dalam bentuk telur seperti pada hewan ovipar. Telur tetap berada di dalam
tubuh induk betina. Setelah umur embrio cukup untuk dilahirkan, telur akan menetas di
dalam tubuh induk dan kemudian anaknya dilahirkan. Contoh dari hewan ovovivipar
antara lain kadal dan sebagian jenis ular.
3. Siklus Hidup Hewan
Zigot kucing berkembang di dalam rahim induk betina. Setelah beberapa waktu
anak kucing lahir dan menjadi kucing muda. Kucing muda tumbuh menjadi kucing
dewasa yang organ reproduksinya telah siap melakukan fertilisasi. Jika fertilisasi terjadi
maka akan terbentuk kembali zigot. Ubur- ubur seringkali dijumpai dalam bentuk
medusa dan berada dalam tahap generatif, yaitu dapat menghasilkan sel kelamin. Sel
kelamin dilepaskan ke air dan dapat mengalami fertilisasi. Zigot akan berkembang
menjadi larva. Jika berada pada tempat yang sesuai, larva akan tumbuh menjadi polip.

51
Pada bentuk polip, ubur- ubur dapat berkembangbiak secara aseksual melalui tunas. Polip
akan berkembang dan tersusun atas strobilus. Polip strobilus mengalami reproduksi
aseksual yaitu dapat terlepas dan berada pada bentuk medusa kembali.

Gambar 2.39 Siklus Hidup Ubur-Ubur

Perubahan bentuk tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangan biasanya


dikenal dengan istilah metamorfosis. Katak merupakan salah satu hewan yang juga
mengalami metamorfosis,

Gambar 2.40 Metamorfosis Katak

Reproduksi Generatif pada tumbuhan yaitu:

52
a. Protozoa
Pada Protozoa (hewan bersel satu). reproduksi generatil terjadi dengan cara konjugasi,
yaitu perkarwinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminnya.
Anggota Protozoa yang melakukan konjugasi. misalnya Paramecium caudatum.
b. Porifera
Porifera (hewan berpori) merupakan hewan bersel banyak hidup melekat di dasar
perairan. dan bersifat hermafroidit. Meskipun mempunyai dua macam alat reproduksi.
Porivera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Dengan kata iain, untuk melakukan
reproduksi tetap diperlukan dua individu. Proses reproduksi generatif Porifera adalah
sebagai berikut. Ovum Porifera yang sudah masak dibuahi sperma individu lain yang
sejenis. Dari hasil pembuahan ini, terbentuklah larva berflagela (berbulu cambuk). Larva
berflagela tersebut keluar dari tubuh induknya melalui suatu lubang yang disebut oskulum
dan berenang menjauh. Larva yang sangat kecil itu akan menempel pada suatu dasar
perairan untuk tumbuh dan berkembang menjadi Porifera dewasa.

c. Coelenterata
Contoh anggota Coelenterata (hewan berongga) yang dapat melakukan reproduksi secara
generatif adalah Hyadra. Hydra bersifat hermafrodit. Testis (alat kelamin jantan. Penghasil
sperma) hydra berbentuk kerucut dan terletak pada kulit luar. sedangkan ovarium (alat
kelamin betina, penghasil ovum) berupa bulatan menggelembung. Berbeda dengan
Porifera, ovum Hyidra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang
sama. Jadi. pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri. Meskipun demikian, pembuahan
sendiri jarang terjadi karena waktu masak ovum dan sperma tidak bersamaan.
4. Teknologi Reproduksi pada Hewan
Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah proses
memasukkan cairan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran
reproduksi sapi be tina dengan bantuan manusia. Inseminasi buatan ini dilakukan dengan
cara me masukkan sperma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat
seperti suntikan. Inseminasi buatan me miliki be berapa manfaat, antara lain efisiensi
waktu, efisiensi biaya, dan juga memperbaiki kualitas anakan sapi. Perbaikan kualitas
mi salnya sebagai penghasil daging yang berkualitas (sapi potong). Sebagai contoh, un
tuk menghasilkan anakan sapi dengan kualitas daging yang baik dan berjumlah banyak,

53
diambil sel-sel sperma dari sapi brahman dari India untuk diinseminasikan pada sapi
betina lokal.

Gambar 2.41 Inseminasi Buatan


C. KELANGSUNGAN HIDUP HEWAN DAN TUMBUHAN
Kita ketahui bahwa tidak ada makhluk hidup di muka bumi ini yang mampu bertahan
hidup tanpa mengalami kematian, karena setiap makhluk hidup memiliki waktu kehidupan
atau umur yang terbatas. Misalnya umur pohon kelapa jauh lebih lama daripada umur pohon
jagung. Bagaimanapun sempurnanya perawatan suatu tanaman, jika tanaman tersebut telah
mencapai batas usia maksimal maka akan mati. Pada pohon pisang, setelah berbuah bisa
dipastikan akan segera mati. Namun, jika kamu amati dengan seksama, sebelum berbuah dan
akhirnya mati, pohon pisang tersebut menumbuhkan tunas baru pada bagian bonggolnya.
Tumbuhnya tunas tersebut mengakibatkan tanaman pisang tetap terjaga kelangsungan
hidupnya, meskipun induk pohon pisang telah mati. Pertumbuhan pohon pisang silih berganti
secara alamiah. Hal tersebut tentunya juga terjadi pada makhluk hidup lain termasuk hewan
dan manusia.
Setiap makhluk hidup telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan
kemampuan untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga keturunannya supaya tetap
lestari. Tetapi, karena keserakahan makhluk hidup yang lebih tinggi tingkatnya dan
ketidakpedulian manusia akan kelestarian lingkungan hidup telah merusak ekosistem yang
baik. Telah menjadi hukum alam bahwa makhluk yang lemah akan dimangsa oleh makhluk
yang lebih kuat, atau yang kita kenal dengan hukum rimba.
Setiap jenis makhluk hidup dapat lestari jenisnya sampai saat ini karena berasal dari
makhluk hidup sebelumnya yang sejenis dapat bereproduksi dan berdaptasi dengan
lingkungan. Jika makhluk yang hidup pada zaman dulu tidak mampu bertahan dalam
kelangsungan hidupnya, maka jenis makhluk hidup itu akan punah seperti dinosaurus.

54
Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkungan,
seleksi alam, dan perkembangbiakan.

Gambar 2.42 (a) Ular karang, (b) Ular Scarlet King

1. Adaptasi
Pada proses reproduksi, terjadi pewarisan materi genetik (yang mengandung
sifat atau karakter induk) pada keturunan. Materi genetik pada makhluk hidup dapat
mengalami perubahan. Perubahan materi genetik memiliki keterkaitan dengan proses
adaptasi makhluk hidup. Perubahan materi genetik pada individu dalam populasi
memperbesar daya penyesuaian individu tersebut ketika populasinya menempati habitat
yang baru atau terjadi perubahan pada lingkungan. Perubahan materi genetik yang
terjadi dari waktu ke waktu pada individu dapat memberikan dampak bagi kehidupan
individu tersebut. Perubahan materi genetik dapat berdampak pada perubahan karakter
atau sifat dari suatu makhluk hidup. Perubahan karakter yang terjadi dapat diturunkan
pada keturunannya. Jika perubahan materi genetik menyebabkan individu tersebut dapat
menyesuaikan diri terhadap habitat baru ataupun terhadap perubahan yang terjadi pada
lingkungan habitatnya maka dapat dikatakan individu tersebut dapat beradaptasi.
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu
dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan
tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan. Dari pengertian adaptasi
tersebut, ada tiga macam bentuk adaptasi,yaitu:
a.Adaptasi fisiologi
b.Adaptasi tingkahlaku,
c. Adaptasi morfologi.
Adaptasi terlihat dari adanya perubahan bentuk luar atau dalam suatu makhluk
hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Perubahan ini

55
bersifat tetap dan khas untuk setiap jenis sehingga bisa diwariskan kepada
keturunannya.
a. Adaptasi pada Hewan
1. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi
kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di
dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati.Ikan air laut menghasilkan urine yang
lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Ikan air laut menghasilkan urine
lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai.Hal ini dikarenakan kadar garam
air laut lebih tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam
menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum.
Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk
mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang
pekat.
Kekebalan serangga terhadap insektisida akan meningkat (menjadi kebal)
karena penggunaan insektisida secara terus menerus.Hewan-hewan herbivor
beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan
domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam
lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat
mencerna kayu dengan bantuan enzim selulose.
Selain hewan, manusia dan tumbuhan dapat beradaptasi dengan
lingkungannya secara fisiologi. Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel
darahmerah apabila berada di pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat
mengikat oksigen lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh.
Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang
diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar.
Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar atau
menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah pantai lebih sedikit
dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal ini disebabkan
karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah
pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan lebih
banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen. Tekanan parsial oksigen adalah

56
perbandingan kadar oksigen di udara dibandingkan dengan kadar gas lain di
udara.
Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk
membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar, dan
serbuk sarinya mudah melekat. Akar dan daun pada tumbuhan tertentu dapat
menghasilkan zat kimia yang berbau khas yang dapat menghambat tumbuhan
lain di dekatnya. Contoh di atas termasuk dalam adaptasi fisiologi.
2. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan
dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Adaptasi tingkah laku dapat berupa hasil belajar maupun
insting/naluri sejak lahir. Terdapat dua macam tingkah laku, yaitu sebagai
berikut.
a) Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.
b) Tingkah laku untuk perlindungan. Contohnya babi hutan akan menggali
lubang persembunyian dengan kukunya ketika melihat singa, trenggiling
akan menggulung tubuhnya bila bertemu musuh. Contoh lain adalah
kamuflase, misalnya pada bunglon dan gurita.

Gambar 2.43 Mimikri Bunglon


Mimikri adalah kemampuan untuk meniru bentuk, suara, dan tingkah laku
seperti hewan lain sehingga akan dikira predator atau hewan yang beracun atau
berbahaya. Migrasi juga merupakan bentuk adaptasi tingkah laku dengan cara
bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain dan kemudian kembali lagi. Hewan
bermigrasi dengan berbagai alasan antara lain memperoleh iklim yang baik,

57
makanan yang cukup, tempat yang lebih aman, dan kepentingan
perkembangbiakan.
Hewan yang hidup di daerah kutub atau daerah yang mengalami
pergantian empat musim yang perbedaan suhunya ekstrim, biasanya melakukan
hibernasi. Hibernasi adalah tidur dalam jangka waktu yang lama ketika suhu
lingkungan rendah. Aktivitas tubuh seperti denyut jantung dan napas sangat pelan
sehingga hanya memerlukan energi/makanan yang sedikit. Contohnya kelelawar,
ular, dan beruang kutub. Selama hibernasi hewan menggunakan lemak dalam
tubuh sebagai sumber energi.
Kucing mengincar mangsanya dengan cara mendekam. Ketika mangsa
mendekat dan lengah, maka kucing akan meloncat dan menerkam mangsanya.
Tingkah laku demikian untuk menghemat energi. Lain halnya dengan cicak. Cicak
akan memutuskan ekornya pada saat berada dalam ancaman. Paus naik ke
permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk pernapasannya. Hewan
rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah yang
dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya.
3. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan
bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya.
Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.
Meskipun hewan dapat bergerak bebas, hewan juga melakukan beragam
adaptasi morfologi untuk menyesuaikan dengan tempat hidup dan jenis
makanannya. Adaptasi morfologi berupa penyesuaian tubuh hewan seperti ukuran
dan bentuk gigi, penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi disesuaikan dengan
jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan hewan
pemakan tumbuhan. Penutup tubuh seperti rambut, duri, sisik, dan bulu yang
tumbuh dari kulit disesuaikan dengan kondisi lingkungannya sehingga dapat
membantu hewan untuk tetap bertahan hidup. Contoh yang lain adalah variasi
tulang belakang dan sirip pada ikan pari disebabkan perbedaan suhu saat
pertumbuhannya, jenis kelamin kura-kura ditentukan oleh variasi temperatur saat
inkubasi (pengeraman), serta bentuk paruh dan kaki burung bervariasi sesuai
dengan jenis makanan dan habitatnya.

58
Gambar 2.44 Variasi Bentuk Paruh Burung

Gambar 2.45 Variasi Bentuk Kaki Burung

Burung kolibri memiliki paruh panjang dan runcing. Paruh ini digunakan
untuk menghisap madu. Serangga juga beradaptasi dengan lingkungan melalui
bentuk organ tubuhnya. Organ tubuh jangkrik dan belalang yang digunakan untuk
beradaptasi adalah mulut. Mulut kedua hewan tersebut mempunyai rahang bawah
dan atas yang kuat.
b.Adaptasi pada Tumbuhan
Selain hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya melalui bentuk
tubuhnya, yaitu:
1) Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup
pada suhu yang ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya adalah kaktus dan
sukulen. Kaktus dapat bertahan hidup dalam kondisi kering. Bentuk adaptasinya
yaitu daun tidak berbentuk lembaran sebagaimana tumbuhan lainnya, tetapi
mengalami modifikasi menjadi duri atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air
59
pada batangnya. Seluruh permukaannya dilapisi oleh lilin untuk mengurangi
penguapan. Sistem perakarannya panjang untuk mencapai tempat yang jauh yang
mengandung air.
2) Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air. Adaptasi morfologi
yang dilakukan antara lain memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya
sehingga dapat mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak di permukaan
atas. Contoh tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, dan teratai.
3) Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan
basah. Adaptasinya yaitu mempunyai daun yang tipis dan lebar. Tumbuhan juga
melakukan adaptasi. Adaptasi dilakukan agar tumbuhan dapat bertahan hidup di
daratan. Adaptasi yang dilakukan ialah berupa perlindungan dan penyokong,
substansi tambahan pada dinding sel, dan adaptasi pada reproduksi.
1) Perlindungan dan Penyokong
Batang, daun maupun bunga memiliki lapisan sel epidermis yang diselubungi
oleh kutikula. Kutikula merupakan suatu lapisan lilin yang disekresikan oleh sel ke
bagian permukaan tanaman. Kutikula memperlambat kehilangan air pada tumbuhan.
Penyokong merupakan bentuk adaptasi yang dilakukan tumbuhan agar dapat tumbuh
dengan kuat di daratan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa.
Selulosa memberikan bentuk dan kekuatan pada tanaman. Pada permukaan daun
beberapa tumbuhan memiliki stomata yang umumnya membuka pada siang hari dan
menutup pada malam hari. Stomata membuak di siang hari ketika tumbuhan
membutuhkan zat yang diperlukan untuk fotosintesis. Stomata juga dapat menutup
ketika tumbuhan kehilangan banyak air. Adaptasi ini juga dapat mempertahankan
keberadaan air pada sel daun tumbuhan.
2) Zat Tambahan pada Dinding Sel
Beberapa sel tumbuhan menghasilkan substansia lain selain selulosa untuk
membuat dinding sel lebih kuat. Misalnya daun pada tanaman pinus yang tahan
terhadap es yang membeku di atasnya.
3) Reproduksi
Adaptasi pada reproduksi juga dapat membantu tumbuhan bertahan hidup di
daratan, misalnya saja tumbuhan memiliki spora yang tahan terhadap kekeringan.
Tumbuhan lain memiliki biji yang dilapisi oleh lapisan yang dapat mencegah biji

60
kekurangan air. Adaptasi dalam proses penyebaran biji. Beberapa biji memiliki struktur
yang membantu biji tersebut untuk tersebar dan jatuh pada tempat yang sesuai untuk
tumbuh. Biji dandelion memiliki “sayap” yang membantunya untuk dapat terbang jika
tertiup angin. Biji beberapa rerumputan memiliki kait yang mudah terikat pada baju
maupun bulu burung sehingga dapat tersebar melalui perantaraan manusia maupun
burung. Kelapa memiliki sabut kelapa yang juga memiliki fungsi menyerupai
pelampung sehungga kelapa dapat mengapung di air dan terbawa aliran air.

2. Seleksi Alam
Di alam terdapat hubungan mangsa dan predator. Umumnya predator bergantung
pada warna dan bentuk tubuh mangsa dalam mengenali mangsanya. Keberadaan mangsa
yang tidak mencolok cenderung menyulitkan predator untuk menangkapnya. Ada hewan-
hewan yang menjadi sedikit jumlahnya karena tidak mampu mempertahankan diri dari
predator serta tidak dapat melakukan reproduksi. Ada pula hewan yang tetap hidup karena
mampu bertahan dari serangan predator. Makhluk hidup yan karakternya atau sifatnya
dapat membuatnya bertahan hidup menghadapi lingkungan baru ataupun perubahan
lingkungan serta dapat bereproduksi, tidak akan mengalami kepunahan. Makhluk hidup
demikian dapat dikatakan lolos seleksi alam.
Dalam kehidupan sehari-hari, seleksi berarti pemilihan, dan alam
berarti segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah
pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang
dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Bisa juga diartikan sebagai
musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri.
Seleksi alam ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai
berikut.
a. Suhu lingkungan
Di daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang berbulu tebal, sedangkan
di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi faktor
penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya
tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga
hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Beruang kutub berbulu tebal untuk
membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak
yang digunakan untuk menghangatkan tubuhnya.

61
b. Makanan
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer
makhluk hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan.
Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung
hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan
makanan akan tereliminasi dan punah.
c. Cahaya matahari
Faktor matahari berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang
berklorofil. Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk pembentukan
makanan.
Berdasarkan temuan fosil-fosil, dapat diketahui bahwa banyak jenis makhluk
hidup yang hidup pada jaman dahulu tidak ditemukan lagi sekarang. Tetapi ada juga yang
masih hidup sampai sekarang yaitu capung. Capung adalah hewan yang hidup pada jaman
karbon sampai sekarang. Hewan lain yang hampir mirip dengan hewan yang telah punah
adalah kadal dan komodo. Ketiga hewan tersebut adalah hewan yangtergolong dalam fosil
hidup.
Dinosaurus merupakan contoh hewan yang telah punah. Para ilmuan berpendapat
bahwa yang menyebabkan kepunahan hewan ini adalah perubahan iklim. Iklim yang
terganggu akan menyebabkan kematian banyak jenis tumbuhan sehingga dinosaurus
herbivor tidak bisa mendapatkan makanan. Sedangkan Dinosaurus karnivor dapat
bertahan hidup untuk sementara. Tetapi dengan berjalannya waktu, hewan karnivorpun
mati.
Saat ini, tingkah laku manusia banyak mempengaruhi proses seleksi alam.
Perburuan liar, penangkapan, perusakan habitat, pencemaran lingkungan dapat
mempercepat laju seleksi yang tidak alami. Akibat rusaknya habitat, banyak hewan liar
yang harus bermigrasi ke daerah yang kurang sesuai dengan lingkungan alaminya.
Mereka harus berjalan berkilo-kilometer untuk memperoleh makanan yang cukup.
Di Indonesia, terdapat banyak tumbuhan dan hewan yang hampir punah.
Contohnya adalah harimau jawa, badak bercula satu, badak bercula dua, dan burung jalak
bali. Hewan yang hampir punah tersebut disebabkan karena kerusakan habitat oleh
manusia, perburuan liar, kemampuan adaptasinya rendah, serta tingkat reproduksi yang
rendah.

62
Perkembangbiakan makhluk hidup dapat dipergunakan untuk melangsungkan
kehidupan. Karena bila tanpa perkembangbiakan, maka makhluk hidup akan punah.
Misalkan pada suatu perkebunan terdapat populasi belalang yang terkena radiasi,
sehingga belalang jantan menjadi mandul dan tidak dapat melakukan perkawinan dengan
belalang betina. Ketidakmampuan belalang untuk berkembang biak akan menyebabkan
belalang di perkebunan tersebut punah. Jadi, belalang tersebut tidak dapat menjaga
kelestarian jenisnya karena tidak mampu berkembang biak.
Makhluk hidup ada yang mempunyai daya berkembang biak tinggi dan rendah.
Makhluk hidup yang mempunyai daya berkembang biak tinggi akan mudah menjaga
kelestarian hidupnya. Misalnya tikus, kucing, ilalang, dan enceng gondok.
Makhluk hidup yang mempunyai daya berkembang biak rendah sangat sulit
menjaga kelangsungan dan kelestarian jenisnya. Misalnya gajah, hanya beranak sekali
dalam dua tahun dan setiap kali beranak hanya seekor. Demikian pula badak, komodo,
kancil, burung merak, jerapah, harimau, dan ikan paus biru yang hanya menghasilkan dua
anak dalam waktu 10 tahun. Hewan yang memiliki daya berkembang biak rendah
merupakan hewan-hewan yang terancam kelestariannya.
Selain hewan, tumbuhan juga dilindungi oleh negara karena kelangkaan dan daya
berkembang biaknya rendah. Misalnya tumbuhan yang dilindungi oleh negara adalah
bunga bangkai (Refflesia Arnoldi), anggrek bulan Ambon, kemang, kepuh, kayu ulin
Kalimantan, kemenyan, dan gaharu dilindungi oleh negara.

63
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.


Dewi, Ganawati. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual
IX untuk SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sukis, Wariyono. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu
untuk Kelas IX SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Zubaidah, Siti. 2015. IPA Untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

64
BAB III
PEWARISAN SIFAT
A. Molekul yang Mewarisi Sifat (Materi Genetik)
Sifat-sifat pada makhluk hidup selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Materi
genetik memegang peranan penting dalam proses pewarisan sifat. Warna kulit, bentuk
rambut, bentuk hidung, warna bunga, rasa buah, dan sifat-sifat lain pada makhluk hidup tidak
serta-merta hadir di dalam tubuhnya. Setiap sifat dan karakteristik yang ada pada setiap
organisme adalah warisan dari induk yang diwariskan melalui materi genetik. Pada manusia
ayah akan mewariskan materi genetiknya melalui sel sperma sedangkan ibu akan mewariskan
materi genetik melalui sel ovum. Materi genetik dari ayah dan ibu akan bergabung dalam
proses fertilisasi. Oleh karena adanya penggabungan materi genetik inilah pada diri kita
muncul karakteristik yang mirip dengan ayah dan karakteristik yang mirip dengan ibu.
Apa sebenarnya materi genetik tersebut? Molekul yang berperan sebagai materi
genetik adalah asam nukleat. Asam nukleat berfungsi sebagai informasi genetik yang
mengatur pemunculan sifat suatu makhluk hidup. Suatu sifat akan dimunculkan melalui
pengendalian enzim-enzim atau senyawa protein lain yang disintesis oleh asam nukleat.
Selain itu dengan adanya asam nukleat segala aktivitas hidup dikendalikan melalui
pengendalian enzim-enzim yang disintesis oleh asam nukleat. Fungsi pengendalian dan
pengaturan sintesis protein inilah yang dijadikan dasar untuk menyebut asam nukleat sebagai
substansi genetika (pembawa informasi genetik). Materi genetik tersebut yaitu, kromososm,
gen, DNA, dan RNA.
1. Kromosom
Kromosom terdapat di dalam nukleus berupa benda-benda halus berbentuk lurus atau
bengkok. Nama kromosom pertama kali diberikan oleh Waldeyer (1888) berasal dari kata
khroma artinya warna dan soma artinya tubuh. Jadi, kromosom dapat diartikan sebagai
badan yang mudah menyerap zat warna. Bahan yang menyusun kromosom yaitu kromatin
sehingga sering disebut benang kromatin.

65
Gambar 1. Kromosom dan bagian-bagiannya
Sumber: https://www.konsepbiologi.wordpress.com/

Kromosom merupakan badan berbentuk batang atau bengkok, mulai tampak pada saat
sel akan membelah dan selama proses pembelahan. Kromosom tampak jelas pada fase
pembelahan metafase karena kromosom berjajar di bidang ekuator. Ukuran kromosom
dalam sebuah sel tidak pernah sama. Panjangnya 0,2–50 µ dan diameternya 0,2–20 µ. Di
dalam sel tubuh, kromosom biasanya berpasangan. Kromosom memiliki beberapa fungsi,
sebagai berikut:
a. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan materi genetik. Materi genetik inilah yang
akan menentukan sifat dan kekhasan setiap individu.
b. Menentukan jenis kelamin. Terdapat dua jenis kromosom yaitu X dan Y. Apabila
kromosom embrio XX, maka ia akan terlahir sebagai seorang perempuan. Sedangkan
jika kromosomnya XY maka ia terlahir sebagai laki-laki.
c. Berperan penting dalam proses transkripsi DNA untuk melakukan sintesis protein. Ini
dikarenakan kromosom lah yang membawa materi genetik seperti DNA.
d. Berperan dalam proses pembelahan sel dan memastikan masing-masing sel yang telah
membelah mendapatkan gen yang sama.

Sepasang kromosom merupakan homolog sesamanya, artinya keduanya mempunyai


bentuk yang sama dan lokus gen-gen yang bersesuaian. Secara umum, sebuah kromosom
terdiri atas bagian-bagian, yaitu:
a. Kromonema berupa pita spiral yang terdapat penebalan.
b. Kromomer merupakan penebalan-penebalan pada kromonema. Di dalam kromomer
terdapat protein yang mengandung molekul DNA. Beberapa DNA bergabung
membentuk gen yang berfungsi sebagai pembawa bagian sifat keturunan dan
menempati suatu bagian yang disebut sebagai lokus gen.
c. Sentromer merupakan bagian kromosom yang menyempit dan tampak lebih terang.
Bagian ini tidak mengandung gen dan merupakan tempat melekatnya benang spindel.

66
d. Lekukan kedua berperan dalam pembentukan nucleolus (anak inti sel).
e. Telomer merupakan bagian ujung-ujung kromosom yang menghalang-halangi
bersambungnya ujung kromosom yang satu dengan kromosom yang lain.
f. Satelit yaitu suatu tambahan atau tonjolan yang terdapat pada ujung kromosom. Tidak
semua kromosom mempunyai satelit.

Berdasarkan bentuknya, kromosom digolongkan menjadi enam macam, yaitu: Bentuk


bulat, bentuk batang, bentuk cerutu, bentuk huruf V, bentuk koma, dan bentuk huruf L.

Gambar 2. Letak sentromer kromosom


Sumber: http://www.slideshare.net/
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu
metasentris, submetasentris, akrosentris, dan telosentris.
a. Metasentris, sentromer terletak di tengah-tengah kromosom sehingga kromosom
berbentuk seperti huruf V.
b. Submetasentris, sentromer terletak submedian atau kirakira ke arah salah satu ujung
kromosom. Bentuk kromosom seperti huruf J.
c. Akrosentris, sentromer terletak pada subterminal atau di dekat ujung kromosom. Satu
lengan kromosom sangat pendek dan satu lengan lainnya sangat panjang. Bentuk
kromosom lurus atau seperti batang.
d. Telosentris, sentromer terletak pada ujung kromosom.
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu
metasentris, submetasentris, akrosentris, dan telosentris.
Kromosom hanya memiliki satu lengan saja. Pada setiap sel tubuh, kromosom selalu
dalam keadaan berpasangan. Kromosom yang berpasangan mempunyai bentuk, ukuran,
dan komposisi sama atau hampir sama disebut kromosom homolog. Jumlah macam

67
kromosom disebut ploid atau set, perangkat atau genom. Dalam sel tubuh setiap
kromosom terdapat berpasangan, berarti terdiri 2 set sehingga disebut diploid (2n).
Sebaliknya, pada sel gamet satu sel kelamin memiliki kromosom tidak berpasangan,
berarti terdapat satu set kromosom sehingga disebut haploid.
Pada dasarnya kromosom semua organisme mempunyai dua tipe, yaitu autosom dan
kromosom kelamin (seks kromosom = gonosom). Autosom merupakan kromosom yang
tidak mempunyai hubungan dengan penentuan jenis kelamin. Sedangkan Kromosom
kelamin atau seks kromosom merupakan sepasang kromosom yang menentukan jenis
kelamin. Ada dua macam seks kromosom, yaitu kromosom-X dan kromosom-Y.

2. Gen
Gen merupakan unit terkecil materi genetik. Gen terdapat dalam setiap lokus yang
khas pada kromosom. Gen adalah substansi genetik terkecil yang terdiri atas sepenggal
DNA yang menentukan sifat individu melalui pembentukan polipeptida. Jadi, gen
berperan penting dalam mengontrol sifat-sifat individu yang diturunkan.

Gambar 3. Struktur gen


Sumber: http://www.afradejavu.blogspot.co.id/

Gen-gen yang ada dalam kromosom tidak memiliki batas-batas yang jelas.
Walaupun demikian, gen-gen dapat diumpamakan dalam satu deretan berurutan dan
teratur pada benang kromosom. Setiap gen dalam kromosom dimulai dari kodon AUG
(start) disebut pula sebagai kodon permulaan, karena memulai sintesis polipeptida. Kodon
UGA, UAG, dan UAA disebut kodon tak bermakna (stop = tanda akhir dari suatu protein)
karena kodon-kodon ini tidak mengkode asam amino.

68
Setiap gen terletak pada suatu lokus. Gen memenuhi lokus suatu kromosom sebagai
zarah kompak yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat-sifat
menurun tertentu. Pada kenyataannya, batas-batas lokus satu sama lain tidak seperti kotak
dan gen itu sendiri masing-masing tidak kompak seperti butir-butir kelereng.
Setiap gen pada organisme mengendalikan produksi suatu enzim khusus. Enzim-
enzim itu akan melakukan semua kegiatan metabolism organisme tersebut sehingga
mengakibatkan perkembangan suatu struktur dan fisiologi yang khas, yaitu fenotipe
organisme tersebut. Gen memiliki beberapa fungsi, antara lain:
a. Sebagai zarah tersendiri yang ada pada kromosom. Zarah adalah zat terkecil dan tidak
dapat dibagi-bagi lagi.
b. Menyampaikan informasi genetik dari induk kepada keturunannya.
c. Mengatur proses metabolisme dan perkembangan.
3. DNA (Deoxyribonucleic Acid = Asam Deoksiribo Nukleat)
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa DNA adalah pembawa sebagian besar
atau seluruh sifat-sifat genetik di dalam kromosom. DNA terdapat di dalam nukleus dan
bersama senyawa protein membentuk nukleo protein. Selain di dalam nukleus, molekul
DNA juga terdapat dalam mitokondria, plastid, dan sentriol. DNA memiliki beberapa
fungsi di antaranya membawa informasi genetik, membentuk RNA, dan mengontrol
aktivitas sel baik secara langsung maupun tidak langsung. DNA juga berperan penting
dalam proses sintesis protein.

Gambar 4 Struktur DNA


Sumber: http://www.kartika111194.blogspot.co.id/
Molekul DNA pertama kali diisolasi oleh F. Miescher pada tahun 1869 dari sel
spermatozoa. Ia tidak dapat mengenali sifat zat kimia tersebut secara pasti, kemudian
menyebutnya sebagai nuklein. Nuklein ini berupa senyawa kompleks yang mengandung
unsure fosfor sangat tinggi. Nuklein selanjutnya dikenal sebagai gabungan asam nukleat

69
dan protein sehingga sering disebut nukleoprotein. Dalam kedua jenis asam nukleat ini
(DNA dan RNA) terdapat dua basa nitrogen yaitu purin dan pirimidin. Keduanya
ditemukan oleh Fischer pada tahun 1880. Pada penelitian selanjutnya, Kossel menemukan
dua jenis pirimidin, yaitu sitosin dan timin serta dua jenis purin, yaitu adenin dan guanin.
Selain basa purin dan pirimidin, dalam asam nukleat Levine pada tahun 1990 mengenali
gula berkarbon lima, yaitu ribose dan deoksiribosa. Ia juga menyatakan adanya asam
fosfat dalam asam nukleat.
W.T. Atsbury merupakan orang pertama yang mengemukakan gagasan tentang
struktur tiga dimensi DNA. Ia menyimpulkan bahwa DNA sangat padat, polinukleotida
penyusunnya berupa timbunan nukleosida pipih yang teratur tegak lurus terhadap sumbu
memanjang.
Susunan kimia DNA adalah sebuah makromolekul yang kompleks. Molekul DNA
disusun oleh dua rantai polinukleotida yang amat panjang. Satu rantai polinukleotida
terdiri atas rangkaian nukleotida. Sebuah nukleotida tersusun atas:
a. Gugus gula deoksiribosa (gula dengan lima atom karbon atau pentosa)
b. Gugus asam fosfat (fosfat terikat pada C kelima dari gula)
c. Gugus basa nitrogen (gugus ini terikat pada C pertama dari gula)
Basa nitrogen dapat digolongkan menjadi dua, yaitu basa purin dan basa pirimidin.
Basa purin terdiri atas adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan basa pirimidin terdiri atas
sitosin (S) dan timin (T). Rangkaian kimia antara deoksiribosa dengan purin dan pirimidin
disebut nukleosida (deoksiribonukleosida). Nukleosida tersebut akan berikatan dengan
fosfat membentuk nukleotida (deoksiribonukleotida). Gabungan dari nukleotidanukleotida
akan membentuk suatu DNA. Jadi, molekul DNA merupakan polimer panjang dari
nukleotida yang dinamakan polinukleotida.

Gambar 5 Rumus (a) bangun purin dan (b) bangun pirimidin


Sumber: Dok. Kemdikbud

70
Replikasi DNA akan menghasilkan DNA baru. Ada tiga hipotesis yang
menjelaskan terjadinya replikasi DNA. Hipotesis pertama menyatakan bahwa bentuk
double helix DNA yang lama tetap dan langsung menghasilkan double helix yang baru
disebut konservatif. Hipotesis kedua menyatakan double helix akan terputus-putus,
selanjutnya segmen-segmen tersebut akan membentuk segmensegmen baru yang
bergabung dengan segmen lama membentuk DNA baru. Hipotesis ini disebut dispersif.
Hipotesis ketiga menyatakan dua pita spiral dari double helix memisahkan diri dan setiap
pita tunggal mencetak pita pasangannya disebut semikonservatif.

4. RNA (Ribonucleic Acid = Asam Ribonukleat)


RNA merupakan seutas benang tunggal yang tersusun molekul gula ribosa, gugus
fosfat, dan asam nitrogen. Pada RNA tidak terdapat basa nitrogen timin (T), basa nitrogen
timin ini pada RNA digantikan oleh basa nitrogen urasil. Struktur DNA yang heliks
terbentuk karena adanya beberapa jenis ikatan kimia. Antara untai DNA diikat oleh ikatan
hidrogen.

Gambar 6 (a) Struktur untai tunggal molekul RNA (b) Struktur kimia RNA
Sumber: Dok. Kemdikbud
Antara basa nitrogen dan gula diikat oleh ikatan glikosida, sedangkan antar
nukleotida dihubungkan dengan ikatan fosfodiester. RNA hanya terdiri atas satu untai
saja, sehingga struktur RNA tidak membentuk helix ganda. Berbeda halnya dengan DNA
yang terletak dalam nukleus, RNA banyak terdapat dalam sitoplasma terutama ribosom
walaupun ada pula beberapa di antaranya dalam nukleus. Dalam sitoplasma, kadar RNA
berubah-ubah. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas sintetis protein. Ketika suatu protein
akan disintetis, kandungan RNA dalam sel meningkat begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan letak dan fungsinya, RNA dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

71
a. RNA duta (RNA-d) atau m RNA
RNA duta adalah RNA yang menjadi model cetakan dalam proses penyusunan asam
amino pada rantai polipeptida atau sintesis protein. Disebut RNA duta, karena molekul
ini merupakan penghubung DNA dengan protein dan membawa pesan berupa
informasi genetik dari DNA untuk membentuk protein. Informasi genetik berupa
urutan basa N pada RNA duta yang memesan suatu asam amino yang disebut kodon.
Penyusunan rantai polipeptida tergantung dari urutan kodon pada RNA duta. Urutan
kodon pada RNA-d yang dicetak DNA tergantung pada macam protein yang akan
disintesis.
b. RNA ribosom (RNA-r)
RNA-r yaitu RNA yang terdapat dalam sitoplasma tepatnya di ribosom dan berfungsi
mengatur dalam proses sintesis protein. RNA-r dapat mencapai 80% dari jumlah RNA
sel. Molekul rRNA berupa pita tunggal tidak bercabang dan fleksibel.
c. RNA transfer (RNA-t)
RNA-t mempunyai fungsi menerjemahkan kodon yang terdapat pada RNA-d menjadi
satu jenis asam amino. Kemampuan menerjemahkan ini, disebabkan oleh adanya anti
kodon yang merupakan komplemen dari kodon RNA-d. RNA-t juga berfungsi
mengangkut asam amino ke permukaan ribosom pada saat translasi. Translasi adalah
penerjemahan urutan nukleotida. RNA-d menjadi urutan asam amino polipeptida.

Tabel 1. Perbedaan secara umum DNA dan RNA


DNA RNA
1. Ditemukan dalam nucleus yaitu dalam 1. Ditemukan dalam sitoplasma, terutama
kromosom, mitokonria, dan kloroplas. dalam ribosom dan juga dalam nucleus.
2. Berupa rantai panjang dan ganda (double 2. Berupa rantai pendek dan tunggal.
3. Fungsinya berhubungan erat dengan
helix).
3. Fungsinya berhubungan erat dengan sintesis protein.
4. Kadarnya dipengaruhi oleh aktivitas
penurunan sifat dan sintesis protein.
4. Kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein.
5. Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine
sintesis protein.
5. Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine (A)dan guanine (G), pirimidin: urasil (U)
(A) dan guanine (G), pirimidin: timin (T) dansitosin (C).
6. Komponen gulanya D-ribosa (pentose).
dan sitosin (C).
6. Komponen gulanya deoksiribosa, yaitu
ribose yang kehilangan satu atom oksigen

72
pada atom C nomor 2.

5. Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat


Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan dan sifat resesif. Sebagai
contoh, karakter jenis cuping yang terpisah dapat dikatakan mampu menutupi atau
mengalahkan karakteristik jenis cuping telinga melekat. Karakter yang mampu
mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut sifat dominan. Karakteristik yang
kalah (dalam fenomena ini karakter cuping melekat) disebut sifat resesif. Gen dominan
ditulis dengan huruf kapital, sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf biasa (kecil).
Karakter cuping yang terpisah dikode oleh gen G (dominan) sedangkan karakter cuping
yang melekat dikode oleh gen g (resesif). Variasi atau bentuk alternatif dari gen-gen
(pada hal ini yaitu gen G dan gen g) disebut alel. Sifat-sifat atau karakter yang terlihat
oleh mata seperti bentuk rambut, warna kulit, dan jenis cuping telinga disebut fenotip.
Fenotip merupakan perwujudan “ekspresi” dari gen. Sedangkan, susunan informasi
genetik (gen) dari suatu individu yang genotip.
Susunan kromosom pada sel penyusun tubuh berbeda dengan susunan kromosom
pada sel kelamin (sel telur atau ovum dan sel sperma). Kromosom pada sel tubuh
susunannya berpasangan. Keadaaan kromosom yang berpasangan disebut dengan diploid
(di = dua), sedangkan susunan kromosom pada sel kelamin tidak berpasangan dan disebut
dalam keadaan haploid. Keadaan diploid ditulis dengan simbol 2n dan keadaan haploid
ditulis dengan simbol n. Sehingga kromosom sel kelamin jumlahnya setengah dari
kromosom sel tubuh. Jumlah kromosom sel tubuh sebanyak 23 pasang. Karena dalam
keadaan diploid atau 2n, jumlah total kromosomnya 23 x 2 = 46 buah kromosom.
Kromosom nomor 1 sampai nomor 22 disebut autosom (kromosom tubuh), sedangkan
kromosom nomor 23 disebut gonosom (kromosom kelamin). Kromosom nomor 23
(gonosom) inilah yang membedakan kalian laki-laki atau perempuan. Dalam ilmu biologi,
laki-laki diberi simbol ♂ (atau jantan pada hewan dan tumbuhan), dan perempuan diberi
simbol ♀ (atau betina pada hewan dan tumbuhan). Penulisan kromosom kelamin atau
gonosom laku-laki ditulis dengan pasangan huruf XY dan untuk perempuan ditulis
dengan pasangan huruf XX. Kariotipe atau susunan kromosom laki-laki dapat ditulis
dengan rumus 22AA + XY dan untuk perempuan ditulis dengan rumus 22AA + XX.
Karena pada sel kelamin kromosom tidak dalam keadaan berpasangan (haploid), maka

73
kariotipe sel kelamin jantan (sel sperma) yaitu 22A + X atau 22A + Y, sedangkan kariotipe
sel kelamin betina (sel ovum) yaitu 22A + X.

Gambar 7. Diagram Kromosom Perkawinan Laki-Laki dengan Perempuan


Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gen-gen pada kromosom kelamin Y memiliki peranan penting dalam menentukan


jenis kelamin pada manusia. Pada sel ovum hanya terdapat autosom dan kromosom
kelamin X saja. Jadi, ketika sel telur yang mengandung kromosom kelamin X bertemu
dengan sel sperma yang mengandung kromosom kelamin X maka akan menghasilkan
anak (keturunan) dengan jenis kelamin perempuan (XX). Jika sel telur yang mengandung
kromosom kelamin X bertemu dengan sel sperma yang mengandung kromosom kelamin
Y maka akan menghasilkan anak (keturunan) dengan jenis kelamin laki-laki (XY).
Keturunan dalam proses pewarisan sifat dapat disebut dengan orangtua atau induk disebut
dengan parental (P).

B. Hukum Pewarisan Sifat

Gambar 8. Gregor Mendel


Sumber: Klug, dkk., 2010
Penelitian pertama tentang penurunan sifat dilakukan oleh Gregor Mendel, seorang
pendeta dan juga ahli botani dari Austria. Mendel mulai meneliti tentang pewarisan sifat pada
tahun 1856 dan mencatat hasil temuannya pada Natural Science Society of Brunn, Austria
pada tahun 1866. Beberapa tahun kemudian pada tahun 1900 para ahli botani lainnya meneliti

74
kembali hasil penelitian Mendel dan mereka menemukan kesimpulan yang sama dengan apa
yang telah dilakukan oleh Mendel sebelumnya.
Mendel menggunakan kacang kapri sebagai obyek penelitiannya karena kacang kapri
memiliki pasangan sifat yang kontras, dapat melakukan penyerbukan sendiri, mudah
dilakukan penyerbukan silang, mempunyai daur hidup yang relatif pendek, dan menghasilkan
keturunan dalam jumlah banyak. Mendel juga orang yang dikenal pertama kali
memperkenalkan teori penurunan sifat. Teorinya dikenal dengan Hukum Mendel. Atas
jasanya dalam bidang pewarisan sifat beliau dijuluki sebagai Bapak Genetika.

Gambar 9. Variasi pada Tanaman Kapri


Sumber: Campbell dkk., 2008
Mendel melakukan dua jenis persilangan, pertama Mendel menyilangkan ercis dengan
satu karakter beda yang dikenal dengan persilangan monohibrid dan menyilangkan ercis
dengan dua karakter beda yang dikenal dengan persilangan dihibrid.
1. Persilangan Monohibrid (Satu Sifat Beda)
Pada penelitian pertama Mendel menyilangkan ercis berbunga ungu dengan ercis
berbunga putih. Ternyata, seluruh kerturunan pertama berbunga ungu. Namun, ketika
keturunan tersebut disilangkan dengan sesamanya maka keturunan kedua memiliki
perbandingan 3 berbunga ungu dan 1 berbunga putih.

75
Gambar 10. Bagan Persilangan Monohibrid
Sumber: Dokumen Kemdikbud
Telah diketahui bahwa gen terdapat pada suatu untai DNA. Saat sel akan membelah DNA
akan menggulung atau memadat membentuk kromosom. Bunga yang berwarna ungu (UU)
lebih dominan daripada bunga berwarna putih (uu). Bunga yang berwarna ungu memiliki zat
warna ungu yang disebut antosianin. Antosianin ini akan menyerap warna cahaya selain
ungu, sedangkan warna ungu sendiri akan dipantulkan dan diteruskan sehingga dapat
ditangkap oleh mata kita, sehingga kita dapat melihat warna ungu pada bunga tersebut.
Antosianin ini dikode oleh gen tertentu kita misalkan gen U. Gen U ini terdapat dalam
kromosom tertentu. Dalam sel tubuh (sel somatik) kromosom dalam keadaan berpasangan
atau bersifat diploid. Jadi, dalam sel tubuh (sel somatik) ada sepasang gen U, sehingga dapat
kita tulis genotipnya UU. Bunga yang berwarna putih tidak memiliki antosianin karena tidak
memiliki gen U, sehingga dapat kita tulis genotipnya uu. Pada sel-sel benang sari bunga
ungu terdapat kromosom yang awalnya dalam keadaan diploid atau berpasangan, termasuk
gen U atau memiliki genotip UU.
Ketika akan membentuk serbuk sari (termasuk di dalamnya bakal sel sperma) sel-sel pada
benang sari membelah secara meiosis menyebabkan semua kromosom, termasuk kromosom
yang mengandung gen U memisah. Selanjutnya, terbentuk sel sperma yang memiliki

76
kromosom yang mengandung gen U atau dapat ditulis genotipnya U. Begitu pula pada sel-sel
putik bunga putih yang akan menghasilkan sel telur (ovum). Di dalamnya terdapat
kromosom yang awalnya dalam keadaan diploid atau berpasangan, namun tidak memiliki
gen U atau dapat ditulis genotipnya uu. Ketika akan membentuk sel telur, sel-sel pada putik
bunga putih juga membelah secara meiosis. Hingga akhirnya terbentuk sel telur yang
memiliki genotip u. Ketika sel sperma yang bergenotip U bertemu dengan sel telur yang
bergenotip u akan terbentuk zigot yang bergenotip Uu. Artinya, zigot tersebut memiliki
kromosom yang salah satunya mengandung gen U atau mengandung gen yang mengkode
antosianin. Oleh karena itu dalam bunga yang memiliki genotip Uu memiliki warna ungu.

Gambat 11. Pemisahan Gen saat Pembentukan Gamet


Sumber: Dokumen Kemdikbud

Ketika bunga yang memiliki genotip Uu disilangkan dengan sesamanya, maka akan
dihasilkan sperma yang memiliki genotip U dan sperma yang memiliki genotip u. Begitu
juga sel telur, akan dihasilkan sel telur yang memiliki genotip U dan sel telur yang memiliki
genotipu. Jika sel sperma yang memiliki genotip U bertemu dengan sel telur yang
bergenotip U atau u akan terbentuk bunga yang berwarna ungu. Namun, jika sel sperma yang
memiliki genotip u bertemu dengan sel telur yang memiliki genotip u, maka akan dihasilkan
bunga berwarna putih dengan genotip uu (tidak ada gen pembentuk antosianin). Individu
yang memiliki karakter atau sifat yang dikontrol oleh dua gen (sepasang) identik disebut
dengan homozigot. Dalam hal ini, karakter yang bergenotip UU disebut homozigot dominan,
sedangkan karakter yang bergenotip uu disebut homozigot resesif. Individu yang memiliki
karakter atau sifat yang dikontrol oleh dua gen (sepasang) tidak identik (berlainan) disebut
dengan heterozigot. Dalam hal ini yaitu individu yang bergenotip Uu. Berdasar penelitian
yang telah dilakukan ini Mendel menyatakan suatu hukum yang berbunyi “pada waktu
pembentukan gamet terjadi pemisahan alternatif gen atau variasi gen yang disebut juga alel
77
secara bebas”. Hukum ini dikenal dengan hukum I Mendel atau Hukum Pemisahan Bebas
(segregasi) Mendel.
2. Persilangan Dihibrid (Dua Sifat Beda)
Setelah melakukan persilangan pada bunga kapri yang berwarna ungu dan putih,
selanjutnya Mendel mengawinkan dua kacang kapri yang memiliki dua sifat berbeda.
Salah satu kacang kapri berbiji bulat dan berwarna kuning sedangkan pasangannya berbiji
kisut dan berwarna hijau. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya
Mendel menetapkan genotip untuk berbiji bulat dan berwarna kuning dengan genotip
BBKK (dominan) dan kacang kapri berbiji kisut dan berwarna hijau dengan genotip bbkk
(resesif).
Berdasarkan hukum pemisahan bebas Mendel atau hokum segregasi, setiap gen dapat
berpisah secara bebas, dan menghasilkan gamet (sel sperma dan sel ovum) dengan
pasangan gen BK dan bk. Keturunan pertama semua bergenotip BbKk sehingga semua
kacang kapri berbiji bulat dan berwana kuning. Selanjutnya Mendel melakukan
persilangan kedua antarsesama keturuan pertama (BbKk >< BbKk). Jika gamet dari induk
adalah BbKk maka kemungkinan gamet yang muncul adalah BK, Bk, bK, dan bk. Sifat biji
bulat dan berwana kuning merupakan sifat dominan, sehingga setiap genotip dengan
bentuk BBKK, BBKk, BbKK, BbKk akan berbiji bulat dan berwarna kuning.

Gambar 13. Bagan Persilangan Dihibrid


Sumber: Campbell dkk., 2008

78
Berdasarkan hasil persilangan diperoleh kacang kapri berbiji bulat berwarna
kuning (BBKK, BBKk, BbKK, BbKk) sebanyak 12 buah, berbiji bulat berwarna hijau
(BBkk dan Bbkk) sebanyak 3 buah, berbiji kisut berwarna kuning (bbKK dan bbKk)
sebanyak 3 buah, dan berbiji kisut berwarna hijau (bbkk) sebanyak 1 buah, dan diperoleh
perbandingan fenotip bulat kuning: kisut kuning: bulat hijau: kisut hijau sebesar 9:3:3:1.
Berdasarkan hasil yang tampak pada F2 ini, Mendel menyimpulkan bahwa faktor-faktor
yang menentukan karakter-karakter berbeda diwariskan secara bebas satu sama lain.
Kesimpulan ini selanjutnya dikenal dengan hukum pilihan bebas Mendel atau hukum II
Mendel.

C. Pewarisan Sifat-Sifat pada Manusia


Seorang anak mempunyai beberapa sifat yang mirip dengan orangtuanya. Sifat yang
diturunkan orangtua kepada anaknya sebagai berikut :
1. Warna kulit
Warna kulit juga dikode oleh banyak gen. Namun dapat kita sederhanakan menjadi
tiga gen. Misalnya tiga gen tersebut yaitu gen A, B, C yang mengkode pembentukan
pigmen kulit yaitu melanin sehingga kulit menjadi gelap. Variasi atau alternatif gen lain
pada kulit (alela) yaitu gen a, b, c. Orang yang memiliki gen AABBCC akan memiliki
kulit sangat gelap, sedangkan yang memiliki gen aabbcc akan memiliki kulit sangat
terang. Orang yang memiliki gen AaBbCc akan memiliki warna kulit sawo matang
(tengah-tengah antara sangat gelap dan sangat cerah). Selain akibat gen faktor
lingkungan, faktor lain seperti paparan sinar matahari juga berpengaruh pada fenotip
warna kulit.

79
Gambar 14. Model Pewarisan Warna Kulit pada Manusia
Sumber: Campbell dkk., 2008

2. Bentuk Pertumbuhan Rambut pada Dahi


Ketika mengamati rambut yang tumbuh pada dahi orang lain pasti kita akan melihat
perbedaaan. Ada rambut yang tumbuh melingkar biasa atau tumbuh seperti huruf “V”
atau yang dikenal dengan widow’s peak. Tumbuhnya rambut seperti huruf “V” dikontrol
oleh gen W (diambil dari widow’s peak). Gen W ini bersifat dominan, orang yang
memiliki pertumbuhan rambut pada dahi memiliki gen WW (homozigot dominan) atau
gen Ww (heterozigot), sedangkan orang yang tidak memiliki pertumbuhan rambut seperti
huruf “V” memiliki genotip homozigot resesif (ww).

(a) (b)
Gambar 15. Pertumbuhan Rambut pada Dahi (a) seperti Huruf “V” (Memiliki Gen WW
atau Ww),
(b) Melengkung (Memiliki Gen ww).
Sumber: Reece dkk., 2012

80
3. Tipe Perlekatan Cuping Telinga
Ketika mengamati telinga orang lain ada yang cuping telinganya melekat dan ada
yang terlepas (lihat Gambar 7.7). Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya tipe
perlekatan cuping telinga ini juga dikontrol oleh gen, yaitu gen G untuk cuping telinga
terpisah atau terlepas dan gen g untuk cuping telinga melekat. Jadi, seseorang yang
memiliki gen G (baik bergenotip GG atau Gg) akan memiliki tipe perlekatan cuping
telinga terpisah, sedangkan yang memiliki tipe perlekatan cuping melekat memiliki gen
gg.

4. Bentuk Rambut
Bentuk rambut juga dikode oleh gen. Ada dua versi gen yang mengendalikan tipe
rambut, gen C (dominan) mengkode rambut keriting, dan gen s (resesif) mengkode
rambut lurus. Bentuk rambut merupakan kasus yang menarik yang dikenal dominansi
tidak sempurna. Artinya, jika kamu memiliki salah satu dari kedua jenis gen tersebut (gen
C dan gen s), kamu akan mendapat campuran dari keduanya yaitu rambutmu akan
menjadi berombak (Cs). Jadi, orang yang memiliki rambut keriting memiliki genotif CC,
orang yang memiliki rambut berombak memiliki genotif Cs, dan yang memiliki rambut
lurus memiliki genotip ss.

(a) (b) (c)


Gambar 16. Bentuk Rambut (a) Rambut Keriting, (b) Rambut Lurus,
dan (c) Rambut Bergelombang/ Ikal.
Sumber: Dokumen Kemdikbud
D. Pewarisan Kelainan Sifat-sifat pada Manusia
1. Albino
Orang yang seluruh tubuhnya berwarna putih menderita penyakit albino. Albino
merupakan kelainan yang disebabkan tidak adanya zat warna (pigmen) yang disebut zat
81
melanin. Orang yang menderita kelainan ini pada umumnya akan mengalami fotofobia
atau takut cahaya. Pigmen melanin berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
Tidak adanya pigmen kulit membuat penderita lebih rentan terserang kanker kulit dan
kulit mudah melepuh akibat terpapar sinar matahari. Gen penyebab kelainan ini bersifat
resesif (gen a). Orang yang menderita kelainan ini memiliki genotip homozigot resesif
(aa), sedangkan orang yang normal memiliki genotip homozigot dominan (AA) sedangkan
yang menjadi carrier atau pembawa memiliki genotip heterozigot (Aa).

Gambar 17. Anak yang Normal (Kiri) dan Albino (Kanan)


Sumber: Campbell, dkk., 2008

2. Buta Warna
Buta warna adalah kelainan seseorang yang tidak dapat membedakan beberapa
warna dengan baik, biasanya antara merah, oranye, biru, dan hijau.

Gambar 18. Tes Buta Warna


Sumber: catarac-surgey.info

3. Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan dimana darah sulit untuk menggumpal saat terjadi luka
pada bagian tubuh tertentu yang disebabkan tidak dihasilkannya faktor penggumpalan
darah dalam tubuh seseorang. Saat penderita pecahnya pembuluh darah, maka darah akan

82
terus mengalir keluar dan sukar membeku sehingga penderita dapat mengalami
kekurangan darah dan dapat menyebabkan kematian.

Gambar 19. Luka pada Orang


Sumber: www.ehealthyblog.com

Gen hemofilia terletak pada kromosom X dan sering ditandai dengan lambang Xh
(huruf X sebagai penanda jenis kromosom, huruf h sebagai penanda gen hemofilia). Jika
wanita memiliki salah satu kromosom X yang mengandung gen hemofilia (memiliki
genotip XhX) maka ia akan menjadi pembawa (carrier) kelainan hemofilia. Wanita
dengan kedua kromosom X mengandung gen hemofilia (memiliki henotip X hXh) akan
langsung meninggal (letal) pada saat dilahirkan. Orang laki-laki memliki satu kromosom
X saja, sehingga orang laki-laki yang menderita hemofilia adalah laki-laki yang memiliki
kromosom X yang mengandung gen hemofilia (XhY).

4. Kanker
Tentunya sudah diketahui bahwa setiap sel akan mengalami pembelahan.
Pembelahan secara normal merupakan suatu proses yang disusun dan dilakukan secara
hati-hati serta dikontrol oleh berbagai gen. Kanker sebenarnya merupakan perkembangan
dari sel tumor, yaitu sel yang terus membelah diluar kendali.

83
Gambar 20. Kanker Kulit yang Terus Berkembang
Sumber: img.webmd.com

Pembelahan diluar kendali ini terjadi akibat adanya mutasi atau kerusakan pada gen
pengontrol pembelahan sel. Mutasi ini dapat disebabkan oleh sinar X, sinar UV, sinar
gamma, zat kimia berbahaya, atau akibat infeksi virus. Sebenarnya, mutasi yang terjadi
pada satu gen saja sebenarnya tidak cukup untuk menghasilkan sel tumor. Hal ini
disebabkan tubuh memiliki mekanisme perbaikan gen yang rusak. Namun, sejalan dengan
bertambahnya waktu jika semakin banyak mutasi yang terjadi, maka mutasi tersebut akan
terakumulasi menjadi banyak dan menyebabkan gen pengontrol pembelahan rusak
akibatnya sel-sel membelah tanpa henti. Jika sel tumor ini tidak segera diatasi maka sel-
sel tumor dapat terus berkembang dan mampu untuk menyebar ke seluruh tubuh
membentuk berbagai jenis kanker, misalnya kanker kulit, kanker rahim, kanker payudara,
dan kanker prostat.

E. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup


1. Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Tumbuhan
Sudah lama manusia memanfaatkan pengetahuannya terkait dengan genetika di
bidang pertanian, salah satunya yaitu dalam penyiapan bibit unggul melalui pembuatan
varietas hibrida. Pernahkah kamu mendengar varietas padi hibrida atau jagung hibrida?
Varietas hibrida merupakan suatu jenis tumbuhan yang merupakan keturunan dari
persilangan antara dua atau lebih jenis tumbuhan yang memiliki karakteristik genetic yang
berbeda.
Persilangan ini tentunya juga berdasar pada penemuan yang dilakukan Mendel
tentang hukum pewarisan sifat. Varietas hibrida ini dibuat untuk mengambil manfaat dari
munculnya kombinasi yang baik dari induk-induk yang disilangkan. Padi hibrida dapat
menghasikan beras 30% lebih banyak daripada padi pada umumnya, lebih tahan terhadap
lahan yang kering, lebih pulen, lebih wangi, dan lebih cepat dipanen. Contoh padi hibrida
misalnya varietas Arize, Intani, PPH, Bernas Prima, dan varietas IPB 4S. Varietas padi
IPB 4S merupakan varietas padi yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).
Padi ini dikembangkan dalam rangka membantu pemerintah mencegah krisis pangan.
Padi varietas ini dapat dipanen setelah ± 112 hari setelah penanaman, memiliki tekstur
yang pulen, tahan terhadap hama tungro, dan mampu menghasilkan hasil panen sebesar
10,5 ton/ Ha.

84
Gambar 21. Padi Varietas IPB 4S
Sumber:http://faperta.ipb.ac.id

Selain padi juga ada jagung hibrida, misalnya Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI
2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin, Metro, dan Varietas Bima. Jagung varietas
Bima-14 Batara merupakan jagung hibrida unggul yang dihasilkan dari hasil persilangan
galur atau jenis dari Balai Penelitian Sereal dengan galur hasil kerjasama dengan
Syngenta, perusahaan asal Swiss yang bergerak dalam bidang agrobisnis termasuk biji
dan bahan kimia pertanian serta terlibat aktif dalam penelitian di bidang gen-gen
tumbuhan dan bioteknologi. Hibrida Bima-14 Batara ini dapat dipanen sekitar ± 95 hari
setelah penanaman, memiliki tinggi ± 199 cm, memiliki perakaran yang kuat sehingga
tidak mudah roboh. Penampilan jagung ini kokoh dan seragam, kelobot jagung menutup
rapat sehingga tahan penyakit bulai, karat, dan bercak daun. Selain berpotensi hasilnya
tinggi, tanaman jagung hasil persilangan ini memiliki ketahanan yang lama sehingga
dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi dan domba. Bentuk biji jagung ini seperti
mutiara dan berwarna kuning sehingga sangat baik digunakan sebagai pakan ternak ayam.
Jagung varietas Bima-14 Batara ini mampu menghasilkan hasil panen sebesar 12,9 ton/ha.

85
Gambar 22. Jagung Varietas Bima-14 Batara
Sumber: balitsereal.litbang.deptan.go.id

2. Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Hewan


Pewarisan sifat juga berperan penting dalam pemuliaan hewan, yaitu dalam rangka untuk
menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, misalnya unggas yang mampu menghasilkan
banyak telur atau sapi dengan kualitas susu dan daging yang baik. Ayam potong sebenarnya
merupakan hasil persilangan beberapa jenis ayam. Ayam broiler dapat dikelompokkan
berdasar asal daerahnya antara lain: Amerika, Mediterania, Inggris, dan Asia. Pada umumnya
ayam broiler di Indonesia juga berasal dari daerah-daerah tersebut. Contoh jenis ayam broiler
dari Asia yaitu jenis Brahma yang berasal dari India. Ayam broiler dari Inggris misalnya jenis
Cornish, ayam ini memiliki tubuh yang pendek, namun menghasilkan banyak daging. Ayam
broiler dari Amerika misalnya jenis Playmouth Rock, ayam ini memiliki bulu butih keabuan,
tubuh besar, daging yang lezat, dan mampu menghasilkan telur dengan baik. Ayam ini
dihasilkan dari persilangan ayam Dominique dengan ayam jenis Black Cochin.

Gambar 23. Ayam Playmouth Rock Putih


Sumber: en.wikipedia.org

86
87
DAFTAR PUSTAKA
Ismunandar, dkk. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/Mts Kelas IX Semester 2 . Jakarta : Pusat
Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud.

Ramlawati, dkk. 2017. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA. Jakarta :
Kementerian pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan.

88
BAB IV
Listrik Statis dan Teknologinya
A. Konsep Listrik Statis
1. Muatan Listrik
Listrik sangat erat kaitannya dengan elektron dan proton. Karena neutron tidak
bermuatan, maka neutron tidak memainkan peran dalam listrik. Elektron adalah partikel
penyusun atom yang bermuatan negatif yang mengelilingi inti atom (nukleus). Atom
yang kelebihan elektron akan menjadi bermuatan negatif dan disebut sebagai ion
negatif, contohnya Cl-, (OH)-, dan O2-. Atom yang kekurangan elektron akan menjadi
bermuatan positif dan disebut sebagai ion positif, contohnya H+, Na+, dan Mg2+. Pada
umumnya jumlah elektron dan proton pada atom-atom sebuah benda adalah sama,
sehingga atom-atom pada benda tersebut tidak bermuatan listrik atau netral.

Gambar 1. Atom

Jika benda bermuatan listrik positif didekatkan dengan benda bermuatan listrik
negatif maka akan saling tarik menarik. Sebaliknya, jika benda bermuatan listrik positif
didekatkan dengan benda bermuatan listrik positif, atau benda bermuatan listrik negatif
didekatkan dengan benda bermuatan listrik negatif akan saling tolak menolak. Interaksi
kedua muatan tersebut merupakan gejala sederhana listrik statis.

Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam keadaan
diam (statis). Gejala tarik menarik antara dua buah benda seperti penggaris plastik dan
potongan kecil kertas dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan listrik. Berdasarkan
konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan
negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah dari satu
benda ke benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif,

89
sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif. Elektron
merupakan muatan dasar yang menentukan sifat listrik suatu benda.

Salah satu cara untuk mengubah benda menjadi bermuatan listrik adalah dengan
menggosokkan benda. Sisir penggaris yang digosokkan pada rambut kering akan
bermuatan negatif karena penggaris mengalami kelebihan elektron (elektron dari rambut
berpindah ke sisir plastik) dan kaca yang digosokkan pada rambut kering akan
bermuatan positif karena kaca mengalami kekurangan elektron (elektron dari kaca
berpindah ke rambut yang kering).

Gamber 2. Percobaan Listrik Statis

Tidak hanya menggunakan penggaris plastik, percobaan listrik statis juga dapat
dilakukan dengan hal lainnya sebagai berikut :

a. Saat Anda menyisir rambut, tanpa disadari terkadang rambut akan terbawa berdiri
sendiri beriringan dengan gerakan sisir. Hal tersebut terjadi karena ada interaksi
muatan antar sisir dengan rambut.
b. Penggaris atau sisir yang digosok-gosok ke rambut atau tangan kering akan menarik
potongan kertas kecil.
c. Debu yang tertempel pada layar tv
d. Kain sutra yang digosok-gosok dengan batang kaca. Akan terjadi reaksi tarik-
menarik antara dua benda tersebut. Karena elektron dari batang kaca akan berpindah
ke kain sutera sehingga batang kaca akan memiliki muatan positif dan batang kaca
akan memiliki muatan negatif
e. Menggosokan balon dengan tangan

90
f. Penggaris plastik digosok dengan kain woll. Kedua benda tersebut memiliki muatan
netral, tetapi saat dua benda tersebut digesekkan maka akan ada perpindahan
elektron dari kain woll ke penggaris plastik. Sehingga penggaris plastik memiliki
muatan negatif dan kain woll memiliki muatan positif.
g. Ketika Anda mendekatkan tangan ke layar TV yang baru saja dimatikan. Perhatikan
bulu atau rambut yang ada di tangan Anda akan berdiri.

2. Elektroskop
Elektroskop adalah alat yang digunakan untuk mengetahui muatan listrik sebuah
benda. Elektroskop juga dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan suatu benda.
Elektroskop bekerja berdasarkan prinsip induksi listrik. Elektroskop terdiri atas bagian
dalam dan bagian luar.

Pada bagian dalam, terdapat dua buah batang atau keping yang dapat bergerak
bebas dan biasanya terbuat dari emas. Pada bagian luarnya, terdapat sebuah konduktor
yang dipisahkan dengan bagian lainnya oleh bahan isolator. Jika sebuah benda
bermuatan didekatkan pada kepala elektroskop, maka keping emas tersebut akan mekar.

Bagian-bagian dari elektroskop ialah sebagai berikut :

a. Kepala/Knop
b. Batang logam/konduktor
c. Daun logam yang dapat membuka (mekar) dan menutup (kuncup)
d. Selubung.

91
Gambar 3. Bagian-bagian elektroskop

Adapun cara kerja dari elektroskop ialah sebagai berikut :

a. Pada saat netral, muatan listrik (+ dan -) pada elektroskop tersebar merata pada
seluruh bagian elektroskop, sehingga daun logam akan menutup (kuncup).
Perhatikan gambar!

Gambar 4. Terjadi gaya tarik-manarik pada elektroskop

92
b. Pada saat knop didekati benda bermuatan negatif, muatan positif pada elektroskop
akan berkumpul di sekitar knop dan muatan negatif berkumpul di sekitar daun
logam, sehingga daun akan membuka (mekar).

Gambar 5. Tolak-menolak pada elektroskop

c. Pada saat knop didekati benda bermuatan positif, muatan negatif pada elektroskop
akan berkumpul di sekitar knop dan muatan positif berkumpul di sekitar daun
logam, sehingga daun akan membuka (mekar).

Gambar 6. Logam elektroskop membuka

93
d. Untuk menetralkan kembali, knop dapat disentuh dengan jari atau dihubungkan ke
tanah/bumi.
3. Hukum Coulomb
Charles Augustin de Coulomb (1736 - 1806) merupakan fisikawan asal Perancis
yang merumuskan gaya tarik menarik antara benda bermuatan listrik yang dinamai
sesuai namanya, yaitu Hukum Coulomb. Ia dilahirkan di Angouleme, Perancis pada
tanggal 14 Juni 1736. Ia berprofesi sebagai insinyur militer selama tiga tahun di
pelabuhan Bourbon, Martinique.

Pada tahun 1780-an, Charles Coulomb menyelidiki gaya listrik dengan


menggunakan pengimbang torsi. Peralatan yang digunakan Coulomb hampir sama
dengan peralatan Cavendish, yaitu peralatan yang digunakan untuk gaya gravitasi.
Ketika bola bermuatan didekatkan ke bola pada batang yang tergantung, batang tersebut
berotasi sedikit. Serat tempat batang bergantung menahan gerak berputarnya batang
tersebut dan sudut putaran sebanding dengan gaya yang diberikan. Dengan
menggunakan peralatan ini, Coulomb menyelidiki bagaimana gaya listrik bervariasi
sebagai fungsi besar muatan dan jarak di antaranya.

Coulomb berpendapat bahwa:

a. Gaya yang diberikan pada satu benda bermuatan dengan benda bermuatan lainnya
berbanding lurus dengan muatan pada masing-masing benda tersebut. Artinya, jika
muatan pada salah satu benda digandakan, gaya akan naik menjadi empat kali lipat
dari nilai awalnya. Hal ini berlaku jika jarak antara kedua muatan tersebut tetap
sama.
b. Jika jarak antara kedua muatan bertambah maka gaya akan berkurang terhadap
kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut. Artinya, jika jarak digandakan, gaya
akan berkurang menjadi seperempat nilai awalnya.
Dengan demikian, Coulomb menyimpulkan bahwa gaya yang diberikan satu benda
kecil bermuatan pada benda bermuatan kedua sebanding dengan hasil kali besar muatan
benda pertama Q1 dengan besar muatan benda kedua Q2, dan berbanding terbalik
terhadap kuadrat jarak r di antaranya. Hukum Coulomb berbunyi “besar gaya tolak-
menolak atau gaya tarik-menarik antara dua benda bermuatan listrik, berbanding lurus
dengan besar masing-masing muatan listrik dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak antara kedua benda bermuatan.”
94
Secara matematis, Hukum Coloumb dapat ditulis dalam persamaan:

Pada umumnya, nilai permitivitas (ε) medium selain udara atau ruang hampa atau
zat lainnya, lebih besar daripada permitivitas ruang hampa (ε0), dinotasikan ε > ε0.
Perbandingan antara ε dan ε0 disebut konstanta dielektrik suatu zat dan diberi lambang
k. Jadi, k = ε/ ε0 dan gaya Coloumb benda itu adalah:

a. Gaya Coulomb antar dua benda bermuatan


Percoban sederhana yang dapat dipakai untuk membangun hukum coulomb
secara kualitatif: Dua potongan plastik transparansi tipis/lentur masing-masing
ukuran 2 x 15 cm; digosok (dengan kertas tisu atau sapu tangan yang kering;
menggosoknya searah), kemudian dipegang ujungnya dan kedua permukaan yang
digosok didekatkan. Bila percoban berhasil, kedua plastik tersebut saling menolak
(membuka), dan bila udara kering (tidak lembab), keadan tersebut bertahan cukup
lama. Apa yang dapat disimpulkan?

1) Menggunakan penjelasan terjadinya atom bermuatan, dapat disimpulkan bahwa


kedua potongan plastik bermuatan. Antara dua benda bermuatan terjadi gaya
coulomb.
2) Plastiknya sama, penggosoknya sama, maka muatan kedua jenis plastik tersebut
tentu sama. (positif semua atau negatif semua). Dapat disimpulkan antara dua
benda yang bermuatan listrik dan jenisnya muatan sama, terjadi gaya saling
menolak (gaya tolak menolak).

95
3) Seandainya ada dua benda yang bermuatan yang satu bermuatan positif dan
yang lain bermuatan negatif, kedua benda gaya interaksinya akan saling tarik-
menarik.
Gaya saling menarik dan gaya saling menolak dapat dideskripsikan sebagai
berikut:

Gambar 7. Interaksi dua Muatan

b. Faktor-faktor yang menentukan besarnya gaya Coulomb antara dua benda


bermuatan
Dengan percobaan sederhana di atas dapat ditunjukkan bahwa gaya Coulomb
ditentukan oleh:

1) Besarnya masing-masing muatan. Pada jarak yang sama dan dalam medium
yang sama, makin besar Q1 dan/atau makin besar Q2, makin besar gaya
coulomb. Sebaliknya makin kecil Q1 dan/atau makin kecil Q2, makin kecil
gaya coulomb.
2) Jarak antara kedua muatan. Dengan besar muatan dan medium sama, makin
besar jarak (makin jauh), gaya coulomb makin kecil, sebaliknya makin kecil
jarak (makin dekat), makin besar gaya coulomb.

96
Masih ada factor lain (yang sukar menunjukkannya), yaitu medium di mana
muatan berada. Pada muatan dan jarak yang sama, bila mediumnya berbeda,
besarnya gaya Coulomb juga berbeda. Pengaruh medium terhadap besarnya gaya
coulomb dinyatan dengan konsanta K, yang nilainya berbeda-beda untuk medium
yang berbeda-beda.

Contoh Soal :

1) Dua muatan disusun seperti pada gambar di bawah ini. Muatan di A adalah +8 mikro
Coulomb dan muatan di B adalah -5 mikro Coulomb. Besar gaya listrik yang bekerja pada
kedua muatan adalah… (k = 9 x 109 Nm2C−2, 1 mikro Coulomb = 10−6 C)

Pembahasan
Diketahui :

Ditanya : Besar gaya listrik yang bekerja pada kedua muatan ?


Jawab :

Rumus hukum Coulomb :

Besar gaya listrik yang bekerja pada kedua muatan :

97
2) Tiga muatan listrik diletakkan terpisah seperti gambar! Muatan A = -5 mikro
Coulomb, muatan B = +10 mikro Coulomb dan muatan C = -12 mikro Coulomb.
Besar dan arah gaya listrik pada muatan B adalah…

Pembahasan
Diketahui :

Ditanya : Besar dan arah gaya listrik pada muatan B !


Jawab :
Gaya listrik pada muatan B adalah resultan gaya listrik antara muatan A dan B
dengan gaya listrik antara muatan B dan C.
Gaya listrik antara muatan A dan B :

98
Muatan A negatif dan muatan B positif sehingga arah gaya Coulomb adalah
mendekati muatan A dan menjauhi muatan B (ke kiri).
Gaya listrik antara muatan B dan C :

Muatan B positif dan muatan C negatif sehingga arah gaya Coulomb adalah
mendekati muatan C dan menjauhi muatan B (ke kanan).

Resultan gaya listrik pada muatan B :

Arah FAB ke kiri dan arah FBC ke kanan.


FB = FAB – FBC = 675 N – 125 N = 550 Newton.
Arah resultan gaya listrik pada muatan B (FB) = arah gaya listrik FAB, yakni menuju
muatan C (ke kanan).

4. Medan Listrik
Bila di suatu titik terdapat muatan Q, maka bila di setiap titik dalam ruangan di
sekitar muatan , diletakkan muatan lain q, muatan tersebut pasti mengalami gaya
coulomb. Dikatakan bahwa ruangan di sekitar muatan Q, berada dalam pengaruh muatan
Q. Dikatakan muatan Q membangkitkan medan listrik dalam ruangan tersebut. Ruangan
yang berada dalam pengaruh muatan Q, yaitu bila di setiap titik dalam ruangan tersebut

99
diletakkan muatan q, muatan q mengalami gaya coulomb, disebut medan listrik. Muatan
Q disebut muatan pembangkit, sedangkan muatan q disebut muatan uji.

a. Kuat Medan Listrik


Diketahui titik P berjarak r dari muatan Q.

Gambar 8. Muatan Q

Bila di titik P terdapat muatan uji q, maka mutan uji tersebut mengalami gaya
coulomb

b. Garis Medan Listrik


Medan Listrik adalah konsep yang abstrak. Untuk mendiskripsikan bahwa di
suatu tempat ada medan listrik dipergunakan konsep garis gaya atau garis medan.
Garis gaya listrik didefinisikan sebagai berikut.
“Garis gaya listrik (garis medan listrik) adalah garis (lurus atau lengkung)
berarah yang memiliki sifat di setiap titik pada garis tersebut arah vektor
medannya berimpit dengan garis singgungnya”.
Arah garis gaya menyesuaikan arah kuat medannya.Berdasarkan definisi garis
medan tersebut, maka garis medan yang dihasilkan oleh muatan titik positif berupa
garis-garis lurus radial yang arahnya keluar, yang dihasilkan muatan titik negatif
berupa garis-garis lurus radial yang arahnya masuk. Sedangkan yang dihasilkan dua
muatan tak sejenis seperti gambar, arahnya dari muatan positif menuju muatan
negatif, Bila muatan sejenis bentuk garis medan. Bila muatan positif semua, arah
garis medan menjauhi muatan, bila muatan negative semua arahnya menuju muatan.

100
Gambar 9. Arah Muatan

Gambar 10. Muatan Positif dan Negatif

Medan listrik yang serba sama (homogen) digambarkan dengan garis medan
sejajar yang kerapatannya sama. Bila dalam medan listrik homogen yang kuatnya E,
terdapat muatan q, muatan tersebut mengalami gaya listrik sebesar F = qE yang besarnya
sama di manapun. Bila muatannya positif arah gaya searah dengan arah garis medan,
sedangkan bila muatannya negatif, arah gaya berlawanan dengan arah garis medan.

Gambar 11. Arah muatan positif dan negatif

Contoh Soal :
Berapakah kuat medan listrik di titik A yang memiliki jarak sebesar 3cm dari muatan
yang bernilai +8x10-9 C ?

101
Pembahasan :

Diketahui :

r = 3 cm = 3 x 10-2 m

q = 8 x 10-9 C

Jawab :

E = 8x104 N/C

5. Beda Potensial dan Energi listrik


Beda potensial listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkaian listrik. Beda potensial listrik merupakan ukuran beda potensial yang mampu
membangkitkan medan listrik sehingga menyebabkan timbulnya arus listrik dalam
sebuah konduktor listrik. Agar terjadi aliran muatan (arus listrik) dalam suatu rangkaian
tertutup, maka harus ada beda potensial di kedua ujung rangkaian, Beda potensial listrik
adalah energi tiap satuan muatan.

Orang yang pertama kali menyatakan bahwa petir terjadi akibat adanya gejala
listrik statis adalah Benjamin Franklin (1706 – 1790). Menurutnya, petir adalah kilatan
cahaya yang muncul akibat perpindahan muatan negatif (elektron) antara awan dan
awan, atau antara awan dan bumi. Petir dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial
yang sangat besar antara dua awan yang berbeda, atau antara awan dengan bumi,
sehingga akan terjadi lompatan muatan listrik, atau perpindahan elektron secara besar-
besaran dari awan ke bumi, atau dari awan ke awan lainnya.

102
Gambar 12. Petir

Perpindahan muatan listrik (elektron) tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan


potensial listrik (beda potensial listrik). Besarnya beda potensial listrik dapat dihitung
dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan
sejumlah muatan listrik. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

Keterangan:
ΔV = beda potensial listrik (volt)
W
ΔV = W = energi listrik (joule)
Q Q = muatan listrik (coulomb)

Arus listrik dapat mengalir karena adanya beda potensial. Baterai dapat
mengalirkan arus listrik karena baterai mempunyai beda potensial antara kedua
kutubnya yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif mempunyai potensial lebih
besar daripada kutub negatif. Dengan demikian, arus listrik pada baterai akan mengalir
dari kutub positif ke kutub negatif.

Perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian dinamakan tegangan.
Biasanya, baterai mempunyai tegangan yang tertulis pada bagian luarnya misalnya 1,5
V, artinya baterai tersebut mempunyai beda potensial antara kutub positif dan kutub
negatif sebesar 1,5 V.

Seperti halnya arus listrik yang dapat diukur menggunakan amperemeter,


tegangan (beda potensial) dapat juga diukur. Alat untuk mengukur beda potensial disebut
voltmeter. Ada perbedaan cara mengukur beda potensial dengan cara mengukur arus.
Arus listrik diukur dengan merangkai amperemeter secara seri dalam suatu rangkaian,
103
sedangkan mengukur beda potensial listrik dilakukan dengan merangkai voltmeter
secara sejajar (paralel) dalam suatu rangkaian.

Beda potensial dapat diukur jika rangkaian dalam keadaan tertutup dan ada arus
listrik yang mengalir dari sebuah sumber arus listrik misalnya baterai. Tapi perlu diingat,
voltmeter harus dirangkai secara paralel. Angka yang ditunjukkan oleh voltmeter
merupakan beda potensial antara dua buah kutub.

Benda bemuatan listrik positif apabila benda tersebut melepaskan sejumlah


elektron. Benda akan bermuatan negatif apabila menerima elektron. Benda yang
memiliki elektron lebih sedikit memiliki potensial lebih tinggi dari benda yang memiliki
elektron banyak. Potensial listrik adalah kemampuan untuk memindahkan sebuah
muatan positif. Benda yang memiliki potensial besar memiliki kemampuan besar untuk
menolak muatan positif.

Contoh Soal :

1)Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian jika baterai tersebut
membutuhkan energi sebesar 60 J untuk memindahkan muatan sebesar 20 C?
Diketahui:
W = 60 J
Q = 20 C
Ditanya: beda potensial

W 60
ΔV = = =3V
Q 20

Jadi, beda potensial kutub-kutub baterai rangkaian tersebut 3 V


2) Sebuah baterai yang memiliki beda potensial sebesar 1,5 V. Berapakah besar
perpindahan energi yang diperlukan jika memindahkan muatan sebanyak 40 C ?
Diketahui:
Beda potensial = 1, 5 V
Besar muatan = 40 C
Ditanya: Besar energi untuk memindahkan muatan
Jawab: w = V . Q = 1,5 x 40 = 60 J
Jadi, besar energi untuk memindahkan muatan tersebut sebesar 60 J.

104
6. Kelistrikan pada Sel Saraf
Tahukah kamu bahwa tubuh manusia juga dialiri oleh arus listrik? Bukan
kesetrum, tapi tubuh kita juga dialiri oleh arus listrik, khususnya pada saraf, yaitu
dengan adanya impuls listrik. Bahkan ada bidang studi yang khusus mempelajari tentang
aliran impuls listrik pada tubuh manusia,yaitu biolistrik.

Tetapi juga jangan membayangkan bahwa tegangan listrik pada tubuh manusia
sama dengan tegangan listrik di rumahmu. Kelistrikan pada tubuh kita cuma berkaitan
dengan komposisi ion-ion yang terdapat dalam tubuh, bukan seperti listrik yang
mengalir layaknya pada kabel listrik di rumah-rumah.

Bagaimana caranya sel saraf menghantarkan impuls listrik? Kemudian bagaimana


keadaan sel sarafsaattidakmenghantarkanlistrik? Muatan yang ada di luar sel saraf,
maupun yang berada di dalam sel saraf tidak akan saling tarik menarik dengan
sendirinya karena ada pemisah berupa membran sel saraf. Tarik menarik antar muatan
baru akan terjadi ketika ada rangsangan dari neurotransmitter (senyawa organik yang
membawa sinyal di antara neuron).

Seluruh aktifitas yang yang terjadi pada tubuh manusia dikendalikan oleh sistem
saraf pusat. Sistem saraf pusat merupakan sistem koordinasi tubuh yang terdiri dari
berjuta-juta sel saraf (neuron). Sel saraf (neuron) adalah unit satuan struktural terkecil
pada sistem saraf yang bekerja untuk menghantarkan muatan berupa ion-ion dari dendrit
menuju akson.

a. Sistem Saraf
Setiap manusia memiliki sistem saraf yang dapat mengontrol gerak otot.
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf berfungsi untuk menerima, mengolah, dan
mengirim rangsangan yang diterima panca indera. Rangsangan ini disebut impuls.
Setiap sel saraf terdiri atas 3 bagian, yaitu badan sel saraf, dendrit, dan akson atau
neurit.

105
Gambar 13. Bagian-bagian saraf

Selain ketiga bagian tersebut, pada sel saraf juga terdapat bagian tambahan
berupa selubung myelin. Myelin sebetulnya bukan bagian sel saraf, tetapi terdiri dari
sel pembentuk myelin yang berfungsi menyelubungi akson. Berdasarkan keberadaan
myelin, terdapat dua macam neuron, yaitu neuron yang berselubung myelin dan
neuron yang tidak berselubung myelin.

Sistem Saraf Pusat terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Saraf perifer
ini adalah serat saraf yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke Medulla
spinalis disebut Saraf Affren, sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi
dari otak atau medulla spinalis ke otot atau medulla spinalis ke otot serta kelenjar
disebut saraf Efferen. Saraf perifer ; Afferen → Mengirim informasi ke otak / medula
spinalis; dan Eferen → Dari otak atau medula spinalis ke otot dan kelenjar.

Sistem Saraf Otonom berfungsi mengatur organ dalam tubuh seperti jantung, usus
dan kelenjar secara tidak sadar. Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar.

b. Kelistrikan Pada Saraf


Saat sel saraf tidak menghantarkan impuls, muatan positif Na+ melingkupi
bagian luar membran sel. Pada kondisi demikian, membran sel saraf bagian luar
bermuatan listrik positif dan membran sel bagian dalam bermuatan listrik negatif
(Cl-).

106
Gambar 14. Impuls Listrik pada Saraf Manusia

7. Hantaran Listrik
Suatu benda atau zat yang termasuk bahan-bahan penghantar adalah bahan yang
memiliki banyak elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebas ini akan sangat
berpengaruh pada sifat bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik memiliki banyak elektron
bebas pada orbit-orbit elektron, maka bahan ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik.

Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang
bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain.
Penghantar dapat berupa kabel ataupun berupa kawat penghantar.

Fungsi bahan-bahan penghantar listrik adalah untuk menyalurkan energi listrik


dari satu titik ke titik lain. Penghantar yang lazim digunakan antara lain:
aluminium dantembaga.

a. Konduktor listrik
Agar arus listrik dapat disalurkan dengan baik, maka dibutuhkan bahan yang
mampu menghantarkan arus listrik dengan baik pula. Pada bahan ini, elektron dapat
mengalir dengan mudah. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menghantarkan
listrik disebut dengan konduktor listrik. Contoh dari konduktor listrik adalah
107
tembaga, perak, dan emas. Meskipun perak dan emas merupakan konduktor yang
sangat baik, tetapi karena harganya yang sangat mahal, kabel rumah tangga
biasanya menggunakan bahan dari tembaga.

Gambar 15. Konduktor Listrik

b. Isolator listrik
Pemberian plastik atau karet sebagai pelapis kabel bertujuan agar kabel lebih
aman digunakan. Sifat plastik dan karet yang sangat buruk dalam menghantarkan
arus listrik membuat kedua bahan tersebut masuk ke dalam kelompok bahan
isolator. Bahan isolator adalah bahan yang sangat buruk untuk menghantarkan
listrik karena di dalam bahan ini elektron sulit mengalir.

Gambar 16. Isolator Listrik

c. Semikonduktor listrik
Bahan-bahan yang berada pada suhu rendah bersifat sebagai isolator,
sementara pada suhu tinggi bersifat sebagai konduktor disebut bahan
semikonduktor listrik. Contoh bahan semikonduktor listrik ada lah karbon, silikon,

108
dan germanium. Pada bidang elektronika, karbon biasa digunakan untuk membuat
transistor yang kemudian dirangkai menjadi IC.

Gambar 17. Semikonduktor Listrik

Setiap bahan memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik yang ber


beda-beda tergantung nilai hambatan jenisnya. Semakin kecil hambatan jenis suatu
bahan, maka akan semakin baik kemampuan bahan tersebut untuk meng hantarkan
listik. Tabel 5.4 menyajikan beberapa nilai hambatan jenis bahan. Agar dapat
menghitung besarnya hambatan listrik dalam sel saraf, kita dapat mengibaratkan sel
saraf sebagai kabel listrik.

Besar hambatan setiap jenis kawat yang panjangnya satu satuan panjang per
satuan luas penampang disebut hambatan jenis () . Besar hambatan jenis
berbeda-beda untuk setiap jenis kawat. Berdasarkan banyak percobaan, para ahli
menyimpulkan bahwa makin panjang dan makin besar hambatan jenis kawat, maka
hambatan kawat pun akan makin besar. Tetapi, hambatan kawat logam tersebut
akan berkurang jika luas penampang kawat logam tersebut makin besar. Besar
hambatan kawat (R) yang panjangnya (L) dan luas penampangnya (A) adalah:

L
R 
A

Dengan:
R= Hambatan kawat ()
 = Hambatan kawat jenis (m)
L = panjang kawat (m)

109
A = luas penampang kawat (m2)
Dari rumus diatas dapat disimpulkan bahwa hambatan pada suatu penghantar
sebanding dengan hasil kali hambatan jensi kawat dengan panjang penghantar dan
hambatan listrik berbanding terbalik den luas penampang penghantar.
8. Hewan-hewan Penghasil Listrik
Seperti manusia, hewan juga dapat menghasilkan listrik. Listrik pada hewan ini
digunakan sebagai impuls rangsang dalam tubuhnya untuk menanggapi rangsangan,
bergerak, berburu mangsa, melawan predator, atau bahkan navigasi. Meskipun pada
umumnya arus listrik yang dihasilkan sangat lemah, namun ada beberapa hewan yang
dianugerahi keistimewaan oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga mampu menghasilkan
arus listrik yang sangat kuat.

a. Ikan Belalai Gajah


Ikan belalai gajah memiliki mulut yang panjang menyerupai bentuk belalai gajah.
Ikan ini dilengkapi dengan organ khusus, yang disusun oleh ribuan sel electropax,
pada bagian ekor yang mampu menghasilkan listrik statis bertegangan tinggi. Sel
electroplax merupakan sel yang menghasilkan muata negatif pada bagian dalam dan
muatan positif pada bagian luar saat ikan belalai gajah dalam keadaan beristirahat.
Arus listrik akan muncul pada saat otot ikan berkontraksi, pada saat itu pula ikan
mampu mendeteksi keberadaan predator dan mangsa.

Gambar 18. Ikan Belalai Gajah

b. Ikan Pari Elektrik


Ikan pari elektrik mampu mengendalikan tegangan listrik yang ada pada
tubuhnya. Kedua sisi kepala ikan pari elektrik mampu menghasilkan listrik hingga
sebesar 220 volt. Besar tegangan ini sama seperti besar tegangan listrik yang ada di
rumah.

110
Gambar 19. Ikan Pari Elektrik

c. Hiu Kepala Martil


Hiu kepala martil memiliki ratusan ribu elektroreseptor atau sel penerima
rangsang listrik. Hiu kepala martil mampu menerima sinyal listrik hingga setengah
milyar volt. Hiu kepala martil biasa menggunakan kemampuan mendeteksi sinyal
listrik untuk mengetahui letak mangsa di bawah pasir, menghindari keberadaan
predator, dan untuk mendeteksi arus laut yang bergerak sesuai medan magnet bumi.

Gambar 20. Hiu Kepala Martil

d. Echidnas
Echidnas memiliki moncong memanjang yang berfungsi sebagai pengirim
sinyal-sinyal listrik untuk menemukan serangga (mangsa). Elektroreseptor
Echidnas terus menerus dibasahi agar lebih mudah untuk menghantarkan listrik.
Hal inilah yang menyebabkan ke banyakan hewan yang memiliki sistem
elektroreseptor berasal dari perairan.

111
Gambar 21. Echidnas

e. Belut Listrik
Penelitian menunjukkan bahwa belut listrik dapat menghasilkan kejutan tanpa
lelah selama satu jam. Besarnya jumlah energi listrik yang dihasilkan tersebut
diyakini dapat membunuh manusia dewasa.

Gambar 22. Belut Listrik

f. Lele Elektrik
Lele air tawar yang berasal dari perairan tropis di Afrika ini memiliki
kemampuan untuk menghasilkan listrik hingga sebesar 350 volt. Besarnya energi
yang dihasilkan lele elektrik sama seperti energi listrik yang diperlukan untuk
menyalakan komputer selama 45 menit.

112
Gambar 23. Lele Elektrik

B. Teknologi Listrik Statis


Gejala listrik statis dimanfaatkan dalam aplikasi sebagai berikut.

1. Penangkal Petir
Sebelum terdengar petir tentu kita lihat kilat. Kilat adalah cahaya yang timbul karena
gerak elektron yang bergesekan dengan udara. Akibatnya, udara yang dilalui kilat
terbelah dan memuai dengan cepat sehingga dapat menghasilkan suara yang
menggelegar, yang disebut petir. Cara kerja penangkal petir adalah sebagai berikut:

a. Jika di sekitar penangkal penangkal petir terdapat awan bermuatan negative, batang
logam penangkal petir mengalami induksi sehingga bermuatan positif (muatan hasil
induksi berlawanan dengan muatan benda yang menginduksi).
b. Jika petir menyambar batang logam, muatan negative petir berpindah ke batang
logam dan diteruskan kebumi melalui kabel penangkal petir.
c. Bersamaan itu, muatan positif logam meloncat keawan petir sehingga menjadi
netral.

Gambar 24. Penangkal Petir

2. Generator Van de Graff


Generator Van de Graff menggunakan prinsip listrik statis yang mampu
menghasilkan tegangan sangat tinggi, yakni sekitar 20.000.000 volt, dengan gesekan
yang ditimbulkan karet dapat menggerakkan generator.

113
Gambar 25. Generator Van de Graff

3. Alat penggumpal asap


Untuk menanggulangi polusi udara dari cerobong asap pabrik, seorang ahli kimia
Amerika yang bernamaFrederick Gardner Cottrel membuat alat penggumpal asap yang
terdiri dari dua logam yang memiliki muatan yang berlawanan sehingga partikel-partikel
asap terinduksi dan terjadi gaya tarik menarik antara partikel sehingga massa partikel
bertambah besar dan membentuk gumpalan hitam yang mudah dibersihkan.

4. Mesin fotokopi
Mesin fotokopi pertama yang dipasarkan adalah Xerox Corporation pada tahun
1959 dengan memanfaatkan prinsip muatan induksi serta gaya Coulomb. Bagian utama
mesin fotokopi adalah pelat foto konduktif yang dalam keadaan gelap tidak menghantar
listrik. Pelat baru aktif jika dikenai cahaya.

Gambar 26. Mesin Fotokopi

114
Daftar Pustaka

Kamaludin, Agus. 2014. Cara Cespleng Pintar Fisika SMP Kelas 7,8,9. Yogyakarta:Andi
Kemendikbud. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Kemendikbud
Purwanto, Budi. 2004. Sains Fisika Konsep dan Penerapan untuk kelas IX SMP dan MTS. Solo :
Penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Barus, PK. 1997. Fisika 2 Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 2. Jakarta:Balai
Pustaka
Yusrizal. 2009. Sejarah Fisika dari Copernicus hinggan Ampere. Banda Aceh : Penerbit Yayasan
PeNA Banda Aceh.
http://fisikitaenal.blogspot.com/2015/07/elektroskop.html
http://www.yuksinau.id/listrik-statis/#
https://smp.prasacademy.com/2018/05/mengenal-kelistrikan-sel-saraf-manusia.html
https://fiawahyuningsih.wordpress.com/kelas-ix/kelistrikan-pada-sistem-syaraf/

115
BAB V
LISTRIK DINAMIS
A. Pengertian Listrik Dinamis
Listrik dinamis adalah listrik yang dapat bergerak dan mengalir dalam rangkaian
listrik. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu
dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada
rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar.
sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan.
Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung
pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan.
semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik
yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar". berdasarkan hukum ohm dapat
disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya
selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V)
dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.
B. Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan
elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus
listrik (I) yang mengalir melalui penghantar didefinisikan sebagai banyaknya muatan listrik
(Q) yang mengalir setiap satu satuan waktu (t). Arus listrik mengalir karena pada ujung-ujung
rangkaian ada perbedaan potensial listrik yang diberikan oleh baterai sebagai sumber
tegangan. Pada rangkaian listrik tertutup, besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian
dapat ditentukan dengan menghitung besar muatan listrik yang mengalir pada rangkaian setiap
detiknya.Hal ini dikarenakan besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian tertutup
sebanding dengan besarnya muatan listrik yang mengalir pada setiap detik, atau secara
matematis besar arus listrik ditulis sebagai berikut.
q
I 
t
Keterangan :
I = Arus Listrik (ampere)
q = Muatan Listrik (coulomb)
T = Waktu (detik)

116
Pada rangkaian listrik tertutup, pembawa muatan listrik adalah elektron sehingga
besarnya muatan ditentukan oleh jumlah elektron, yaitu;

sehingga N .e
q  N .e I 
t

Keterangan
I = arus listrik(ampere)
N = jumlah muatan listrik
e = muatan elektron
t = waktu(Detik)

C. Rangkaian Listrik dan Karakteristik Rangkaian Listrik


1. Rangkaian Listrik
Pada rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel, rangkaian tersebut
disebut rangkaian seri. Ketiadaan percabangan kabel pada rangkaian listrik seri
mengakibatkan aliran listrik akan terputus jika salah satu ujung kabel terputus, sehingga
arus tidak ada yang mengalir di dalam rangkaian dan seluruh lampu akan mati. Pada
rangkaian listrik yang memiliki percabangan kabel, rangkaian tersebut disebut rangkaian
paralel. Jika salah satu ujung kabel terputus, maka arus listrik akan tetap mengalir pada
kabel lainnya yang masih terhubung dan beberapa lampu lainnya akan tetap menyala. Pada
suatu rangkaian listrik, hambatan listrik juga dapat dipasang secara seri dan paralel seperti
pada lampu dan baterai. Pola pemasangan hambatan listrik ini ternyata juga mempengaruhi
besar arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian listrik.

a. Rangakaian Seri
Hambatan yang disusu secara berurutan (berbaris) sehingga tidak membentuk rangkaian
bercabang, disebut rangkaian hambatan listrik seri

Sifat – sifat rangkaian hambatan listrik seri adalah


1) Karena tidak bercabang, maka besar kuat arus yang melalui setiap hambatan adalah
sama.
I 1  I 2  I 3  I .........................(1)

117
2) Selisih potensial seluruh hambatan seri sama dengan jumlah potensial masing –
masing hambatan.
V AB  V1  V2  V3  ............................(2)

Karena menurut persamaan Hukum Ohm maka persamaan (2) menjadi :


V1  IR1 ; V2  IR2 ; V3  IR3 dan V AB  IRseri
maka persamaan (2) menjadi :
IRseri  IR1  IR2  IR3  Rseri  R1  R2  R3  .....
b. Rangkaian Paralel
Hambatan yang disusun secara berdampingan (berjajar) sehingga membentuk rangkaian
bercabang, disebut rangkaian hambatan secara paralel.

Sifat – sifat rangkaian hambatan secara paralel adalah :


1) Karena bercabang, maka berlaku Hukum I Kirchoff, yaitu :
I 1  I 2  I 3  I .........................(1)
2) Selisih potensial seluruh hambatan paralel sama dengan selisih potensial masing –
masing hambatan.
V AB  V1  V2  V3  V ............................(2)
Karena menurut Hukum Ohm
V1  I 1 R1 ; V2  I 2 R2 ; V3  I 3 R3 dan V AB  IR paralel
maka persamaan (2) menjadi :
V V V V 1 1 1 1
        .......(3)
R paralel R1 R2 R3 R paralel R1 R2 R3
2. Karakteristik Rangkaian Listrik
a. Hukum Kirchoff
Menurut Hukum Kirchoff, besar arus listrik yang masuk ke dalam titik cabang
kawat penghantar nilainya sama dengan besar arus listrik yang keluar dari titik cabang
kawat penghantar tersebut.

Secara matematis, hukum Kirchoff dapat ditulis seperti berikut :

118
Jika diketahui besar arus listrik maka besar adalah :

Jadi besar arus listrik yang mengalir pada adalah 1 ampere.


b. Rangkaian GGL dan Hukum Ohm pada Rangkaian Tertutup
Baterai baru yang belum dipakai umumnya memiliki Gaya Gerak Listrik (GGL)
= 1,5 Volt. Artinya sebelum dirangkaian untuk menghasilkan arus listrik, di antara
kutub-kutub baterai ada tegangan sebesar 1,5 Volt. Jika baterai dihubungkan dengan
suatu rangkaian sehingga ada arus yang mengalir, maka tegangan di antara kutub-kutub
baterai disebut tegangan jepit.
Perbedaan besar GGL dan tegangan jepit baterai dikarenakan adanya hambatan
dalam pada baterai. Menurut Hukum Ohm, besar kuat arus yang mengalir pada
rangkaian tertutup adalah:

Sehingga, besar tegangan jepitnya menjadi:

Dengan :
r = Hambatan Dalam Baterai (Ω)
R = Hambatan Luar (Ω)
E = GGL baterai (Volt)
V = tegangan jepit (Volt)
I = Arus Listrik (Ampere)
Elemen listrik yang sama dipasang secara seri dapat dihitung dengan menggunakan
rumus :

Sehingga:

119
Elemen listrik yang dipasang secara paralel dapat dihitung dengan menggunakan
rumus :

Karena

Maka

Sehingga

D. Sumber Arus Listrik dan Sumber Energi Listrik


1. Sumber Arus Listrik
Listrik adalah energi, sehingga sesuai dengan hukum kekekalan energi untuk
menghasilkan energi listrik paerlu adanya alat yag dapat mengubah energi lain menjadi energi
listrik. Secara umum, sumber arus listrik terdiri dari dua jenis, yaitu sumber arus searah (DC) dan
sumber arus bolak-balik (AC)

Jenis Sumber Arus Sumber Arus Proses Perubahan


Listrik Enrgi
DC (direct current) Elemen volta Kimia listrik
Elemen kering (baterai) Kimia listrik
Akulmulator (ACCU) Kimia listrik
Solar sel Kalor listrik
Dinamo DC Gerak listrik
AC ( alternating current) Dinamo AC Gerak listrik
Generator Gerak listrik

120
Elemen volta , baterai, dan akumulator adalah sumber arus DC yang dihasilkan dari
reaksi kimia, sehingga disebut juga sebagai elektrokimia. Berdasarkan dapat atau tidaknya
diisi ulang, sumber arus listrik dibedakan menjadi elemen primer dan elemen sekunder.
Elemen primer adalah sebutan bagi sumber arus yang tidak dapat diisi ulang ketika
energinya habis, contohnya seperti baterai kering dan volta. Elemen sekunder adalah
sebutan bagi sumber arus listrik yang dapat diisi ulang ketika energinya habis, contohnya
seperti akumulator dan baterai Li-ion yang digunakan pada telepon genggam atau kamera.
2. Sumber Energi Listrik
Mengingat keterbatasan energi tambang, kini listrik tidak hanya dihasilkan dari
minyak bumi atau batu bara, tetapi juga dari energi matahari, angin, air, dan bioenergi.
Sumber-sumber energi tersebut merupakan energi alternatif karena ketersediaannya di
alam yang dianggap sangat melimpah atau tidak akan pernah habis jika digunakan.
a. Energi Matahari
Energi matahari adalah sumber energi terbesar dan paling besar
ketersediaannya.Melalui penggunaan panel surya, energi matahari dapat diubah
menjadi energi listrik.Tetapi saat cuaca mendung, energi listrik yang diperoleh tidak
dapat dihasilkan secara maksimal. Sehingga, energy yang diperoleh saat matahari
bersinar terang akan disimpan dalam baterai agar dapat digunakan saat cuaca mendung
atau bahkan malam hari.

Penggunaan energi surya di Indonesia diterapkan dalam dua macam teknologi,


yaitu teknologi energi surya termal dan energy surya fotovoltaik.Energi surya termal
digunakan untuk memasak (kompor surya), mengeringkan hasil pertanian dan
memanaskan air.Energi surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan
listrik, pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin di Puskesmas dengan
kapasitas total ± 6 MW.

b. Energi Angin (Kincir Angin)


Kincir angin adalah salah satu contoh sumber energi listri alternatif.Energi
gerak, yang dihasilkan oleh gerakan angin terhadap kincir, diubah oleh generator
menjadi energi listrik. Berbeda dengan batu bara, gas, dan minyak bumi, kincir angin
tidak menyebabkan polusi bagi lingkungan, sehingga kincir angin dipercaya ramah
121
terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, pada tahun 1930, pemerintah Amerika mulai
menggunakan kincir angin sebagai sumber energi listrik utamanya. Di daerah
California, saat ini sudah ada 13.000 kincir angin yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan listrik hingga 1,5 – 4 juta kWh setiap tahunnya, ini berarti setiap kincir
angin digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik 150 hingga 400 rumah. Namun,
ketika tidak ada angin yang berhembus maka tidak akan ada energi listrik yang
dihasilkan, sehingga masih diperlukan sejumlah batubara, gas, atau minyak bumi untuk
memenuhi energi listrik pada saat tersebut.

Berdasarkan penelitian pada tahun 1980, ternyata penggunaan kincir angin


menimbulkan permasalahan bagi lingkungan, khususnya pada penurunan populasi
burung.Baling-baling kincir angin yang tinggi dan berukuran sangat besar telah
menyita habitat burung sehingga timbul persaingan antara burung dan kincir.
Tidak kalah dengan California, Indonesia telah membangun beberapa unit
kincir angin dengan kapasitas masing-masing 80 KW di Yogyakarta dan menargetkan
pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Baru (PLTB) yang mampu menghasilkan 250
MW pada tahun 2025.

c. Energi Air (Hydropower)


Air yang mengalir dari hulu ke hilir, khususnya pada sungai-sungai yang deras,
dapat dimanfaatkan sebagaisumber energi listrik. Arus air sungai tersebut
dimanfaatkanuntuk menggerakkan turbinyang terhubung pada generatorsehingga
energi listrik dapatdihasilkan.

122
Banyaknya jumlah sungaidan danau air tawar membuatIndonesia membangun
banyakPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di seluruh wilayahnya.Potensi tenaga air
di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar 75.684 MW, tetapi yang dimanfaatkan masih
100 MW dengan jumlah pabrik sekitar 800.Salah satu contoh PLTA yaitu PLTA
Karangkates yang ada di Kabupaten Malang.
d. Bioenergi
Bioenergi adalah energi yang di peroleh dari biomassa.Biomassa merupakan
bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, baik dari tumbuhan maupun
hewan.Limbah dari budidaya pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, maupun
perikanan juga dapat digunakan sebagai sumber bioenergi. Energi yang diperoleh dari
biomassa ini dapat diubah menjadi energi listrik dengan cara mengolah biomassa
menjadi bahan bakar nabati, misalnya etanol atau biodisel. Bahan bakar nabati ini
selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar generator atau diesel untuk
menghasilkan listrik.

E. Teknologi Listrik Dinamis dalam Kehidupan Sehari-hari


Malam hari identik dengan kegelapan karena posisi bumi membelakangi matahari
sehingga tidak mendapatkan cahaya matahari secara langsung.Bagian bumi yang mengalami
malam hari hanya mendapat cahaya dari bulan dan bintang yang terangnya lemah.Namun
sejak ditemukan bola lampu oleh Thomas Alva Edison malam hari menjadi lebih terang dan
sekaligus menjadi pemandangan yang indah dengan lampu-lampu yang menghiasinya.
Selain lampu, energi listrik juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan berbagai
teknologi untuk menunjang kehidupan manusia.

123
Total biaya listrik setiap bulan yang dibayarkan kepada PLN dihitung sesuai
penggunaan energi listrik di rumah. Melalui kWh meter yang biasa dipasang di rumah, petugas
PLN setiap bulan mendatangi dan mencatat besar energi listrik yang telah digunakan. Energi
yang telah digunakan tersebut dikalikan dengan tarif dasar listrik yang telah ditentukan.

124
Perhitungan biaya listrik di lakukan dengan mengalikan energi listrik yang terpakai
dengan tarif dasar listrik per kWh. Misalnya sebuah lampu dengan daya 10 watt dinyalakan
dalam waktu 8 jam/hari selama 30 hari.

W =Pxt

=10 x 8 = 80 Wh (Watt hour)

Karena selama 30 hari

= 80 Wh x 30 = 2400 Wh = 2,4 kWh

Jika tarif dasar listriknya Rp. 385 per kWh,

= 2,4 x 385 = 924

maka biaya yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp. 924

1. Upaya Penghematan Listrik


Tidak hanya menghemat biaya listrik yang terus-menerus naik, upaya
penghematan energi listrik juga dilakukan karena besarnya emisi karbon yang dihasilkan.
Besarnya emisi karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan batu
bara adalah penyumbang terbesar terjadinya global warming.
Salah satu upaya untuk menghemat energi listrik adalah dengan menggunakan
energi listrik seperlunya atau mengganti peralatan listrik dengan daya yang lebih kecil.
Lampu sorot pada mobil-mobil baru dan lampu penerangan di rumah cenderung
memanfaatkan lampu LED (Light Emitting Diode) daripada lampu bohlam seperti pada
kendaraan lama. Penggunaan LED dengan daya yang lebih kecil tersebut diharapkan
dapat menghemat kebutuhan energi listrik.

125
2. Penggunaan Teknologi Listrik di Lingkungan Sekitar
a. Elektrokardiograf (ECG)

Elektrokardiograf adalah alat dalam bidang kedokteran yang biasa digunakan


untuk merekam aktivitas otot jantung.Alat ini mampu merekam sinyalsinyal listrik
dari aktivitas jantung.Elektrokardiograf memiliki 10 logam yang masing-masing
sebanyak 6 logam dipasang di dada dan 4 lainnya dipasang di pergelangan kaki dan
tangan.Seluruh logam tersebut dihubungkan pada kabel. Kabel inilah yang akan
menghantarkan sinyal listrik dari jantung ke alat perekam medis yang berupa
osiloskop untuk kemudian dicetak pada kertas kardiogram. Osiloskop adalah alat
yang biasa digunakan untuk menggambarkan bentuk gelombang listrik pada layar.
b. Elektrosepalogram (EEG)

126
Elektrosepalogram adalah alat uji kedokteran yang digunakan untuk menilai
kerja otak. Sama seperti sel saraf lainnya, sel-sel otak saling terhubung satu sama lain
melalui sinyal-sinyal listrik. Sistem kerja elektrosepalogram mirip dengan
elektrokardiograf. Sinyal-sinyal listrik dari otak akan diterima elektrosepalogram
untuk mencitrakan aktivitas otak dan mendeteksi penyakitpenyakit akibat kelainan
fungsi kerja otak, misalnya epilepsi.
c. Pengendap Elektrostatis pada Cerobong Asap

Pengendap elektrostatis berfungsi untuk membersihkan gas buang yang keluar


melalui cerobong asap agar tidak mengandung partikel-partikel kotor yang dapat
mencemari udara. Komponen utama yang ada pada alat ini adalah kawat yang
bermuatan negatif dan pelat logam yang bermuatan positif.
Saat asap kotor melewati kawat, maka beberapa partikel abu juga akan
bermuatan negatif. Setelah itu, pelat logam yang bermuatan positif akan menarik
partikel abu tersebut hingga membentuk jelaga yang mudah dibersihkan.
3. Pencegahan Bahaya Penggunaan Listrik dalam Kehidupan
a. Mencabut kabel dari stop kontak bila tidak menggunakan peralatan listrik
b. Menghindari air dan kondisi tangan yang basah saat ingin 280 menyambung atau
melepas sambungan kabel dengan stop kontak
c. Tidak memegang lubang stop kontak atau sambungan kabel yang terbuka.

127
d. Selalu memperhatikan peringatan penggunaan listrik yang ada pada peralatan
listrik
e. Memasang sekering untuk menghindari kebakaran dengan cara memutus arus
pendek yang terjadi di rumah secara otomatis.

128
DAFTAR PUSTAKA

Arahim, Zaipudin. 2006. IPA Terpadu. Jawa Tengah: Galeleo.


Kadarisman, Pribadi. 2001. Current Transmorment (Trafo Arus). Jakarta: PT.PLN (Persero) Jasa
Pendidikan dan Pelatihan
Kadarisman, Pribadi. 2001. Koordinasi Relai OCR dan GFR Pada Jaringan Distribusi. Jakarta:
PT.PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas
IX Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Purjiyanta, E. dkk. 2007. IPA Terpadu untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Erlangga.

129
BAB VI
KEMAGNETAN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PRODUK TEKNOLOGI

Setiap wilayah di belahan bumi mengalami perubahan musim setiap tahunnya. Perubahan
musim di bumi berdampak pada kehidupan makhluk hidup, termasuk di antaranya hewan. Hewan
yang hidup di darat, air, dan udara melakukan perpindahan tempat pada musim tertentu untuk
mempertahankan kehidupannya. Perpindahan tempat yang dimaksud dikenal dengan migrasi.
Migrasi di lakukan hewan melalui jalur yang hampir sama pada tiap tahunnya. Beberapa hewan
yang sering melakukan migrasi adalah burung, salmon, dan ikan paus. Hewan-hewan tersebut
tidak memiliki alat penyearah GPS (Global Positioning System) seperti yang sering digunakan
masyarakat saat ini. Sungguh besar kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan
makhluk hidup dengan segala kelebihannya sehingga setiap makhluk hidup dapat
mempertahankan kelangsungan hidupnya.

A. Pemanfaatan Medan Magnet pada Migrasi Hewan

Kehidupan makhluk hidup di bumi dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Medan magnet
bumi adalah daerah di sekitar bumi yang masih dipengaruhi oleh gaya tarik bumi. Sebagian besar
hewan memanfaatkan medan magnet bumi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Medan magnet bumi berada di sekitar bumi, dapat mempengaruhi batang magnet yang diletakkan
bebas di sekitar permukaan bumi.
Hewan mampu mendeteksi medan magnet bumi karena di dalam tubuh hewan terdapat
magnet. Fenomena tersebut dinamakan biomagnetik. Selain itu, medan magnet bumi dapat
membantu hewan dalam menentukan arah migrasi, mempermudah upaya mencari mangsa, atau
menghindari musuh.
1. Migrasi Burung

Beberapa jenis burung, misal burung elang dan burung layang-layang, melakukan migrasi
pada tiap musim tertentu. Burung tersebut menggunakan partikel magnetik yang ada pada
tubuhnya untuk menciptakan “peta” navigasi dengan memanfaatkan medan magnet bumi.

130
Pemanfaatan medan magnet bumi juga digunakan burung merpati pos. Pada zaman
dahulu, burung merpati sering dimanfaatkan sebagai kurir surat. Ternyata merpati memanfaatkan
medan magnet bumi sebagai penunjuk arah pulang. Hal ini ditunjukkan hasil penelitian Comel
pada tahun 1974 yang memasang magnet di kepala burung merpati. Ternyata, setelah dipasang
magnet pada kepalanya, burung merpati tiba-tiba kehilangan arah dan tidak mengetahui jalan
pulang.

2. Migrasi Salmon

Salmon memiliki kemampuan untuk kembali ke aliran sungai air tawar tempat awal
mereka menetas dan tumbuh setelah berenang ribuan mil mengarungi lautan. Penelitian
dilakukan terhadap ikan salmon yang melewati Sungai Fraser di Canada dan kembali ke
Sungai Fraser lagi setelah dua tahun bermigrasi mengarungi Samudra Pasifik. Hal ini
dikarenakan sungai Fraser memiliki medan magnet tertentu yang dapat dideteksi oleh ikan
salmon.

131
3. Migrasi Penyu

Penyu memulai dan mengakhiri migrasi di Pantai Timur Florida Amerika Serikat. Jalur
migrasi sepanjang 12.900 km melewati Laut Sargasso, wilayah perairan Laut Atlantik Utara.
Waktu yang dibutuhkan untuk sekali migrasi antara 5-10 tahun. Tidak seperti migrasi hewan
lain yang umumnya dilakukan secara berkelompok, penyu bermigrasi sendiri tanpa mengikuti
penyu lain.
Seorang peneliti yang bernama Kenneth Lohmann dari Universitas Carolina Utara
mempelajari tingkah laku tukik atau penyu saat dihadapkan dengan medan magnet yang
berbeda-beda. Peneliti tersebut meletakkan penyu ke dalam sebuah wadah air yang dikelilingi
alat yang dapat menimbulkan medan magnet. Medan magnet yang dihasilkan disesuaikan
dengan medan magnet jalur migrasi penyu, yaitu wilayah Florida utara, wilayah timur laut
dekat Portugal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyu mengikuti jalur migrasi yang
diberikan.

Ketika penyu mendeteksi medan magnet yang mirip dengan medan magnet wilayah dekat
Portugal, penyu akan berenang menuju selatan ke arah Portugal. Pergerakan penyu dalam
mengikuti jalur medan magnet bertujuan untuk menjaga penyu agar tetap berada di lautan yang
hangat dan wilayah yang kaya akan sumber makanan

4. Migrasi Lobster Duri

Peneliti Kenneth Lohmann juga mengobservasi kemampuan lobster duri untuk mendeteksi
medan magnet dengan cara meletakkan lobster duri ke dalam bak air yang dapat diatur medan
magnetnya. Setiap kali medan magnet diubah, lobster duri akan menyesuaikan diri untuk tetap
bergerak menuju arah kutub utara. Hasil dari observasi tersebut membuktikan bahwa lobster duri

132
mampu merasakan medan magnet bumi untuk memandu migrasi yang dilakukan dari lepas pantai
Florida menuju lautan lepas yang lebih hangat dan tenang di setiap akhir musim gugur.

5. Magnet dalam Tubuh Bakteri

Dalam tubuh bakteri yang disebut dengan bakteri Magnetotactic bacteria (MTB) terdapat
organel (komponen) khusus yang disebut magnetosome. Magnetotactic bacteria merupakan
kelompok bakteri yang mampu melakukan navigasi dan bermigrasi dengan memanfaatkan medan
magnet. Beberapa jenis bakteri ini memiliki flagela yang berfungsi sebagai pendorong.

Jenis bakteri ini ditemukan pertama kali oleh Richard P. Blakemore pada tahun 1975.
Magnetosome tersusun atas senyawa magnetite (Fe3O4) atau greigite (Fe3S4) yang memiliki
sifat kemagnetan jauh lebih kuat dibandingkan dengan magnet sintetik atau yang dibuat oleh
manusia. Magnetosome dan senyawa yang terkandung di dalamnya masih terus diteliti dan
diduga memiliki potensi yang besar untuk digunakan dalam bidang kesehatan.
133
B. Teori Dasar Kemagnetan

Manusia tidak dapat mendeteksi keberadaan magnet bumi. Manusia membutuhkan bantuan
alat seperti kompas, untuk mengetahui arah utara selatan atau keberadaan kutub utara dan kutub
selatan magnet bumi. Kita sering menggunakan magnet dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan peradaban manusia tidak terlepas dari penemuan magnet. Mulai dari speaker,
telepon, televisi, bel rumah, dan berbagai peralatan yang biasa kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari banyak memanfaatkan magnet sebagai komponen utamanya.

1. Konsep Gaya Magnet


Istilah magnet sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kita sering
menggunakan magnet. Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu
Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama
Manisa (sekarang berada di wilayah Turki). Di wilayah tersebut terkandung batu magnet yang
ditemukan sejak zaman dulu.
Magnet terbuat dari logam seperti besi dan baja. Magnet memiliki berbagai bentuk dan
dinamakan sesuai bentuknya, seperti yang bisa kamu lihat pada Gambar 6.6.

Penentuan kutub magnet batang dapat dilakukan dengan percobaan sederhana. Letakkan
magnet batang di atas gabus lalu apungkan di permukaan air, maka ujung magnet yang menunjuk
ke arah utara adalah kutub utara magnet, dan ujung magnet yang menunjuk arah selatan adalah
kutub selatan magnet, seperti pada Gambar 6.7.

134
Magnet selalu memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub yang
senama bila didekatkan akan saling tolak menolak, sedangkan kutub-kutub yang berbeda nama
bila didekatkan akan saling tarik-menarik. Kutub-kutub ini selalu ada pada setiap magnet
walaupun magnet tersebut dipotong menjadi potongan magnet kecil. Perhatikan Gambar 6.8
tentang interaksi dua magnet.

Gaya listrik berasal dari adanya interaksi antara muatan listrik, sedangkan gaya magnet
berasal dari adanya interaksi antara kutub-kutub magnet yang ditimbulkan oleh gerakan muatan
listrik (elektron) pada benda.

135
Pada Gambar 6.9a, kutub utara dan kutub selatan partikel elementer magnet pada benda
tersebut tersebar secara acak, sehingga benda tidak memiliki sifat magnet. Pada beberapa jenis
logam tertentu, seperti besi dan baja, sejumlah magnet elementer magnet dapat disusun berbaris
pada arah tertentu hingga benda bersifat sebagai magnet (Gambar 6.9b).

a. Sifat Magnet Bahan

Berdasarkan sifat interaksi bahan terhadap magnet, benda diklasifikasikan menjadi tiga
kelompok, yaitu feromagnetik, diamagnetik, dan paramagnetik. Benda-benda yang dapat ditarik
kuat oleh magnet termasuk pada kelompok benda feromagnetik, misal besi, baja, kobalt, dan
nikel. Benda-benda yang ditarik lemah oleh magnet termasuk pada kelompok benda
paramagnetik, misal magnesium, molibdenum, dan lithium. Benda-benda yang tidak ditarik
oleh magnet termasuk kelompok benda diamagnetik, misal perak, emas, tembaga, dan bismut.

b. Cara Membuat Magnet

Magnet tidak hanya dapat ditemukan di alam sebagai magnet alami, tetapi ada juga benda
yang dapat dibuat menjadi bersifat magnet. Besi dapat dijadikan magnet dengan cara menggosok.
Besi digosok dengan arah yang tetap, agar magnet elementer dapat diatur untuk menuju ke satu
arah saja. Perhatikan Gambar 6.13, ujung kutub utara magnet yang digosokkan dari ujung besi B
ke A akan mengubah besi menjadi magnet dengan kutub utara pada ujung B dan kutub selatan
pada ujung A. Jadi, ujung batang besi yang pertama kali digosok akan memiliki kutub yang sama
dengan kutub magnet yang menggosoknya.

136
Baja dan besi dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi atau mendekatkannya dengan
magnet selama beberapa waktu. Perhatikan Gambar 6.14, sifat magnet menunjukkan bahwa
magnet akan saling tarik menarik jika kutub yang berbeda didekatkan, dan tolak-menolak jika
kutub yang sama, sehingga ujung B akan menjadi kutub utara dan ujung A akan menjadi kutub
selatan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ujung besi atau baja yang berdekatan dengan kutub
magnet batang akan memiliki kutub yang berlawanan dengan kutub magnet penginduksinya.

Magnet juga dapat dibuat dengan cara meliliti besi atau baja dengan kawat penghantar yang
dialiri arus DC. Magnet yang dibuat dengan cara demikian disebut elektromagnet. Mengapa arus
DC?. Karena arus DC dapat menyamakan arah magnet elementer pada besi atau baja.

Kutub magnet besi atau baja yang terbentuk tergantung pada arah lilitan kawat penghantar.
Jika arah arus berlawanan dengan arah jarum jam, maka ujung A besi atau baja tersebut akan
menjadi kutub utara dan ujung B akan menjadi kutub selatan. Sebaliknya, jika arah arus searah
dengan jarum jam, maka ujung A besi atau baja akan menjadi kutub selatan dan ujung B akan
menjadi kutub utara. Perhatikan Gambar 6.15, dengan pola lilitan tersebut (searah jarum jam),
maka ujung A akan menjadi kutub selatan dan ujung B akan menjadi kutub utara.

c. Penerapan Elektromagnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Gejala elektromagnet sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa


penerapan elektromagnet tersebut dapat ditemui pada bel listrik, saklar listrik, dan telepon kabel.

1) Bel listrik

137
Coba perhatikan bel listrik yang ada di sekitarmu (jika ada). Selidiki cara kerja bel listrik
tersebut! Pada saat tombol bel listrik ditekan, rangkaian arus menjadi tertutup dan arus mengalir
pada kumparan. Aliran arus listrik pada kumparan ini mengakibatkan besi di dalamnya menjadi
elektromagnet yang mampu menggerakkan lengan pemukul untuk me mukul bel sehingga
berbunyi.

2) Saklar

Di setiap rumah yang menggunakan aliran listrik, hampir semuanya menggunakan saklar.
Perhatikan Gambar 6.17a. Saklar berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik
pada rangkaian listrik.

Khusus untuk bentuk saklar seperti pada gambar 6.17b, mulai bekerja ketika saklar
membentuk rangkaian tertutup. Lilitan kawat akan berfungsi sebagai elektromagnet yang menarik
ujung besi ke bawah. Setelah besi tertarik kebawah, ujung besi lainnya akan menyimpang ke
kanan dan mendorong tangkai ke kiri sehingga tangkai kiri dan kanan akan saling bersentuhan
untuk mengalirkan arus listrik. Ketika arus mengalir, maka beban (lampu atau alat elektronik
lainnya) akan menyala.

138
3) Telepon Kabel

Telepon kabel menggunakan prinsip kemagnetan. Saat menggunakan telepon, seseorang akan
menerima pesan (men dengar) sekaligus mengirim pesan (berbicara). Prinsip kerja telepon pada
dasarnya mengubah energi listrik menjadi energi bunyi. Pada saat ada pembicaraan, energi listrik
mengalir pada kabel telepon menimbulkan efek elektromagnet yang kekuatannya berubah-ubah
sehingga mampu menggetarkan diafragma besi lentur pada speaker telepon. Getaran pada
speaker inilah yang akhirnya menggetarkan udara di sekitarnya dan memberikan efek “dengar”
bagi telinga kita.

d. Cara menghilangkan kemagnetan bahan

Sifat kemagnetan bahan dapat dihilangkan dengan cara memukul-mukul (Gambar 19a),
memanaskan (Gambar 19b), dan meliliti magnet dengan arus bolak balik atau AC (Gambar 19c).
Pada prinsipnya, sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan cara mengacak arah magnet
elementer.

139
e. Medan Magnet

Daerah di sekitar magnet yang dapat mempengaruhi magnet atau benda lain disebut medan
magnet. Pola-pola yang dibentuk oleh pasir besi merupakan bentuk garis gaya magnet yang
digunakan untuk menggambarkan medan magnet. Medan magnet terbesar terletak pada ujung-
ujung kutub magnet. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pasir besi yang ditarik oleh ujung-
ujung kutub magnet (garis-garis gaya magnetnya sangat rapat).

f. Induksi Magnet

Konsep induksi magnet berawal dari tidak terkendalinya putaran jarum kompas yang ada di
kapal laut saat petir menyambar.

140
Bagaimana hubungan antara medan magnet dan kawat berarus listrik? Kegiatan dan hasil
yang kamu temukan sebenarnya sudah dilakukan oleh Hans Christian Oersted (1820) yang
menunjukkan bahwa arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Caranya adalah dengan
mengamati pergerakan jarum kompas saat diletakkan di dekat kabel yang dialiri arus listrik.
Percobaan ini kemudian dikenal dengan Percobaan Oersted. Arah medan magnet dan arah arus
dapat di tunjukkan dengan menggunakan tangan kanan seperti Gambar 6.24 menunjukkan arus
listrik dan B menunjukan medan magnet.

Jika pada kawat lurus, medan magnet terbentuk melingkari arah arus, bagaimana dengan
kabel yang dibentuk melingkar dan kumparan? Perhatikan Gambar 6.25.

141
Pada kumparan (Gambar 6.25a) medan magnet tampak melingkari kabel, tetapi pada
kumparan (Gambar 6.25b) medan magnetnya seolah-olah membentuk kutub utara dan selatan
pada ujung-ujungnya, persis seperti pada magnet batang.

2. Teori Kemagnetan Bumi

Bumi adalah magnet raksasa. Bumi memiliki kutub utara dan selatan. Kutub utara magnet
bumi berada di sekitar kutub selatan bumi, dan kutub selatan magnet bumi berada di sekitar kutub
utara bumi. Ketidaktepatan kutub utara dan kutub selatan magnet bumi disebut deklanasi. Selain
adanya ketidaktepatan penunjukan arah kutub utara dan kutub selatan magnet bumi, ternyata
medan magnet bumi juga membentuk sudut dengan horizontal bumi, atau yang disebut dengan
sudut inklinasi.

Medan magnet bumi berfungsi untuk melindungi penduduk bumi dari radiasi kosmik (partikel
listrik yang dihasilkan oleh matahari atau benda-benda langit lainnya) yang mengancam
142
kesehatan. Namun, karena adanya medan magnet bumi, partikel listrik tidak dapat masuk ke
seluruh permukaan bumi, tetapi hanya akan masuk ke kutub-kutub bumi. Saat menabrak atmosfer
bumi, partikel listrik tersebut diionisasi (peristiwa lepasnya elektron dari nukleon) dan
membentuk plasma lemah (gas super yang dipanaskan agar elektron terlepas dari nukleon).
Tampilan indah cahaya plasma inilah yang kemudian dikenal sebagai aurora.

3. Gaya Lorentz
a. Konsep Gaya Lorentz
Kawat berarus yang berada dalam medan magnet akan mengalami gaya yang disebut dengan
Gaya Lorentz. Adanya Gaya Lorentz dalam percobaan menimbulkan simpangan pada
alumunium foil. Semakin banyak baterai yang dipasang pada rangkaian, maka semakin besar arus
listrik dan besar Gaya Lorentz-nya. Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik sebanding dengan
gaya yang ditimbulkan, demikian juga dengan perubahan medan magnet yang diberikan. Akibat
dari arah arus (I) dan arah medan magnet (B) saling tegak lurus, maka secara matematis, besarnya
Gaya Lorentz dituliskan sebagai berikut.

F = B. I. L

Keterangan:
F = gaya Lorentz (Newton)
B = medan magnet tetap (Tesla)
I = kuat arus listrik (Ampere)
L = panjang kawat berarus yang masuk ke dalam medan magnet (meter)

143
Penentuan arah Gaya Lorentz, dapat dilakukan dengan menggunakan kaidah tangan
kanan. Perhatikan gambar berikut.

b. Penerapan Gaya Lorentz pada Motor Listrik

Motor listrik digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Beberapa motor
listrik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya motor listrik pada kipas angin
untuk yang berfungsi untuk menggerakkan baling-baling.

Motor listrik memiliki beberapa komponen, diantaranya magnet tetap dan kumparan. Jika ada
arus listrik yang mengalir pada kumparan yang terletak dalam medan magnet maka kumparan
tersebut akan mengalami Gaya Lorentz sehingga kumparan akan berputar. Agar kumparannya
dapat berputar dengan stabil, maka kumparan dibuat seperti Gambar 6.30 yang masing-masing
ujungnya dibentuk melingkar.

144
4. Induksi Elektromagnetik

Kita sudah mendiskusikan tentang beberapa fenomena yang berkaitan dengan listrik dan
magnet. Misal, di sekitar kawat berarus listrik terjadi medan magnet (induksi magnetik). Jika
kamu ingat tentang kegiatan untuk memahami Gaya Lorentz, tentunya kamu ingat bahwa gaya
dapat terjadi pada arus listrik di sekitar medan magnet. Pembahasan lebih lanjut tentang
elektromagnetik dilakukan dengan membahas konsep perubahan medan magnet dapat
menghasilkan listrik, yang disebut induksi elektromagnetik.

Menurut Faraday, arus listrik dapat dihasilkan dengan cara menggerakkan magnet batang
keluar masuk kumparan. Temuan ini diterapkan pada generator listrik yang mengubah energi
gerak menjadi energi listrik.

Alat-alat yang menggunakan prinsip kerja induksi elektromagnetik :

a. Generator

Generator adalah alat yang digunakan untuk merubah energi gerak (kinetik) menjadi energi
listrik. Energi gerak yang dimiliki generator dapat diperoleh dari berbagai sumber energi
alternatif, misalnya dari energi angin, energi air, dan sebagainya. Generator dibedakan menjadi
generator AC (Alternating Current) dan generator DC (Direct Current). Generator AC atau
alternator dapat menghasilkan arus listrik bolak-balik dengan cara menggunakan cincin ganda,
sedangkan generator DC dapat menghasilkan arus listrik searah dengan cara menggunakan
komutator (cincin belah).

b. Dinamo AC-DC
Dinamo adalah generator yang relatif kecil seperti yang digunakan pada sepeda. Mengapa
lampu sepeda kayuh dapat menyala meskipun tidak diberi baterai? Mengapa nyala lampu akan

145
semakin terang apabila kita mengayuh pedal sepeda dengan lebih cepat? Ternyata pada sepeda
terdapat dinamo yang berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk menyalakan lampu. Dinamo
adalah alat yang berfungsi untuk merubah energi gerak menjadi listrik.
Cara kerja dinamo dan generator hampir sama, termasuk penggunaan satu cincin yang dibelah
menjadi dua (komutator) pada dinamo DC dan cincin ganda pada dinamo AC. Perbedaan dinamo
dengan generator terletak pada dua komponen utama dinamo, yaitu rotor (bagian yang bergerak)
dan stator (bagian yang diam).

Saat sepeda dikayuh dengan cepat, kumparan pada dinamo akan bergerak cepat sehingga
gaya gerak listrik (GGL) induksi yang dihasilkan menjadi lebih kuat dan energi listrik yang
dihasilkan menjadi lebih banyak. Selain dengan mempercepat putaran kumparan, penggunaan
magnet yang kuat, memperbanyak jumlah lilitan, dan penggunaan inti besi lunak dalam dinamo
juga dapat mengakibatkan GGL induksi yang dihasilkan menjadi lebih kuat.

146
c. Transformator

Cara menurunkan atau menaikkan tegangan listrik, salah satu caranya adalah dengan
menggunakan transformator. Berdasarkan penggunaannya, transformator dibagi menjadi dua
jenis, yaitu transformator step-down dan transformator step-up. Transformator step-down
berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik, sedangkan transformator step-up berfungsi untuk
menaikkan tegangan listrik.

Transformator pada dasarnya terdiri atas lilitan primer dan lilitan sekunder yang dihubungkan
dengan menggunakan inti besi. Lilitan primer yang mendapat tegangan AC akan menginduksi inti
besi hingga menjadi magnet. Perubahan arah arus AC membuat medan magnet yang terbentuk
berubah-ubah, sehingga menghasilkan tegangan AC pada ujung-ujung kumparan sekunder.
Besar kecilnya tegangan keluaran yang dihasilkan transformator sangat dipengaruhi oleh
jumlah lilitan pada kumparan primer dan sekunder. Jika jumlah lilitan primernya lebih banyak
daripada jumlah lilitan sekunder, maka tegangan pada kumparan sekunder juga akan lebih kecil
daripada tegangan pada kumparan sekunder, dan transformator tersebut disebut transformator
step down. Namun jika jumlah lilitan primernya lebih sedikit daripada jumlah lilitan sekunder,
maka tegangan pada kumparan sekunder akan lebih besar daripada tegangan pada kumparan
primer, dan transformator tersebut disebut transformator step up.
Pada transformator ideal, energi listrik yang masuk ke dalam kumparan primer akan
dipindahkan seluruhnya ke dalam kumparan sekunder. Hal ini mengakibatkan besar efisiensi
transformator menjadi 100% atau secara matematis dituliskan sebagai berikut.

147
Pada kenyataannya, tidak pernah dapat dibuat tranformator dengan efisiensi sebesar 100%
(ideal), karena biasanya sebagian energi listrik yang masuk ke dalam kumparan primer akan
diubah menjadi kalor. Perubahan energi listrik menjadi kalor ini salah satunya disebabkan oleh
adanya arus Eddy pada inti besinya.

Perhitungan efisiensi trafo (η) yang tidak ideal tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan rumus berikut.

148
keterangan:
Pout = daya listrik pada kumparan sekunder.
Pin = daya listrik pada kumparan primer.

C. Kemagnetan dalam Produk Teknologi


Magnet banyak digunakan dalam berbagai produk teknologi, salah satunya yang paling
populer adalah dalam teknologi kedokteran, seperti MRI. Cara seorang dokter untuk mendeteksi
adanya penyakit dalam tubuh pasien, salah satu cara yang dianggap paling aman untuk
mendeteksi penyakit adalah dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging). MRI
menggunakan prinsip kemagnetan untuk mencitrakan kondisi kesehatan tulang atau organ tubuh
bagian dalam manusia tanpa melalui prosedur pembedahan.

1. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Orang yang akan dicek kesehatannya dimasukkan ke dalam medan magnet yang memiliki
kekuatan 5000 kali lipat lebih kuat dari medan magnet bumi. Medan magnet sebesar ini
mengakibatkan nukleon tubuh berputar dan berbaris sejajar menjadi jarum kompas (Gambar
6.38a). Nukleon tersebut kemudian ditembak dengan gelombang radio untuk menginduksi
arahnya (Gambar 6.38b).

149
Saat arahnya sejajar (gambar 6.38c), nukleon-nukleon tersebut akan memancarkan
gelombang radio yang akhirnya diterima komputer sebagai pencitraan kondisi dalam tubuh
(gambar 6.38d). Gambar tersebut dapat menunjukkan adanya penyakit dal am tubuh manusia
(Gambar 6.38e). Teknik ini jauh lebih aman dibanding dengan Roentgen (sinar X).
Lebih dari sekedar mendeteksi ada tidaknya penyakit seperti tumor, MRI dapat digunakan
untuk merekam pikiran manusia. Misalnya untuk merekam bagian otak yang menanggapi
rangsang panas atau dingin. Selain itu, MRI juga dapat digunakan untuk melakukan deteksi dini
terhadap gejala epilepsi.

2. Kereta Maglev
Maglev merupakan kependekan dari magnetically levitated atau kereta terbang. Kereta
maglev diterbangkan kurang lebih 10 mm di atas relnya. Meskipun rel dan kereta tidak
menempel, kereta maglev yang super cepat yakni mampu melaju hingga 650 km/jam, tidak akan
terjatuh dan tergelincir. Hal ini disebabkan kereta maglev menerapkan prinsip gaya tolak menolak
magnet serta didorong dengan menggunakan motor induksi.

150
Kereta maglev telah menjadi alat transportasi masal di beberapa negara maju seperti Jepang,
Amerika, China, dan beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Lodon. Di Jepang,
kereta yang menggunakan prinsip ini, yaitu kereta Shinkansen yang menghubungkan kota Tokyo,
Nagoya, dan Osaka.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan
energi nuklir. Kerja pembangkit listrik konvensional, misalnya pembangkit listrik dengan
menggunakan batubara, air dipanaskan menggunakan bahan bakar batubara hingga menguap.

151
Uap yang dihasilkan akan digunakan untuk menggerakkan turbin yang selanjutnya digunakan
untuk menggerakkan generator. Cara ini, selain dapat mengurangi jumlah sumber daya alam yang
tak terbaharui juga dapat mencemari lingkungan akibat pembakaran yang menghasilkan asap
karbon, sulfur, dan nitrogen. Pada PLTN panas diperoleh dari reaksi pemecahan inti atom (fisi)
dalam suatu reactor nuklir. Panas yang dihasilkan mampu mencapai 1,5 juta derajat celcius,
hingga tidak ada satupun bahan di bumi yang mampu menahan energi panasnya. Agar partikel
panas tersebut tidak menyebar ke lingkungan, digunakan botol magnet dengan medan magnet
yang sangat besar.

152
DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. 2015. Buku IPA SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

153
BAB VII

BIOTEKNOLOGI

A. Bioteknologi dan Manfaatnya dalam Produksi Pangan


1. Pengertian Bioteknolgi
Bioteknologi berasal dari kata “bio” yang berarti makhluk hidup
dan “teknologi” yang berarti cara untuk memproduksi barang dan jasa, dan secara
bebas dapat didefinisikan secara bebas sebagai pemanfaatan organisme hidup untuk
menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Istilah bioteknologi pertama kali dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur
Hongaria pada tahun 1917 untuk mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar
dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakan. Pada perkembangannya sampai
pada tahun 1970, bioteknologi selalu berasosiasi dengan rekayasa biokimia
(biochemical engineering). Dari paduan dua kata tersebut (bio dan teknologi)
European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai
perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan
meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup dan analog
mulekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.
Bioteknologi sebenarnya sudah dikerjakan manusia sejak ratusan tahun yang lalu,
karena manusia telah bertahun-tahun lamanya menggunakan mikroorganisme seperti
bakteri dan jamur ragi untuk membuat makanan bermanfaat seperti tempe, roti,
anggur, keju, dan yoghurt. Namun istilah bioteknologi baru berkembang setelah
Pasteur menemukan proses fermentasi dalam pembuatan anggur.
Perkembangan yang pesatdalam bidang biologi sel dan biologi molekuler sejak
tahun 1960-an mendorong perkembangan bioteknologi secara cepat. Dewasa ini,
manusia telah mampu memanipulasi, mengubah, dan/atau menambahkan sifat tertentu
pada suatu organisme.
2. Sejarah Singkat Perkembangan Bioteknologi
Bioteknologi bukanlah merupakan ilmu yang baru dalam peradaban manusia.
Bioteknologi telah dilakukan sejak zaman dahulu, antara lain untuk menghasilkan
minuman beralkohol dan makanan yang difermentasikan. Bioteknologi mengalami
perkembangan secara bertahap. Semenjak awal diterapkan, sampai tahun 1857 disebut
“era bioteknologo non-mikrobal”. Disebut era bioteknologi non-mikrobal, karena

154
pada saat itu belum diketahui bahwa makanan produk fermentasi merupakan hasil
kerja mikroorganisme.
Bioteknologi dimensi baru (bioteknologi mikrobal) dimulai sejak 1857 setelah
Louis Pasteur menemukan bahwa fermentasiyang terjadi dalam pembuatan anggur
merupakan hasil kerja mikroorganisme. Makanan atau minuman yang diproduksi
melalui proses fermentasi antara lain tempe, tape, sake (berasal dari Jepang), tuak,
anggur, dan yoghurt.
Pada tahun 1920 proses fermentasi yang ditimbulkan oleh mikroorganisme mulai
digunakan untuk memproduksi zat-zat seperti aseton, butanol, etanol, dan gliserin.
Fermentasi juga digunakan untuk memproduksi asam laktat, asam sitrat,dan asam
asetat dengan menggunakan jasa bakteri.
Setelah perang dunia ke-2, dihasilkan produk bioteknologi lain
misalnyapenesilin dari jamur penecillium nonatum. Keberhasilan ini diikuti dengan
penelitian kemapuan mikroorganisme lain yang menghasilkan antibiotic dan zat-zat
lain seperti steroid, vitamin, enzim, asam amino, dan senyawa-senyawa protein
tertentu
Perkembangan teknologi mutakhir yang dibarengi dengan perkembangan di
bidang biokimia, biologi seluler, dan biologi molekuler melahirkan teknologi enzim
dan rekayasa genetika yang akhirnya mengantarkan kita ke suatu era modern. Kini
bioteknologi telah benar-benar digunakan untuk menjawab berbagai tantangan
kehidupan manusia.
Catatan peristiwa dalam perkembangan bioteknologi, antara lain:
a. Ragi untuk pembuatan anggur, sebelum 6000 SM.
b. Ragi untuk pengembangan roti, sekitar 4000 SM.
c. Mikroba untuk menmbang tembaga (Spanyol), sebelum 1670.
d. Mikroba pertama dilihat Antonie Van Leewenhoek, 1880.
e. Mikroba kontaminan pertama penggagal fermentasi ditemukan oleh Lois Pasteur,
1876.
f. Enzim diekstrak dari ragi yang dapat membuat alcohol oleh Eduard Buchner,
1897.
g. Bakteri penghasil aseton, butanol, gliserol, 1910.
h. Struktur rantai DNA terungkap, 1928.
i. Penemuan bakteri antibiotik baru (streptomycin, spalosporin, dll), 1953.
j. Mikroba untuk menambang uranium di Kanada, 1950-an.
k. DNA rokombinan ditemukan dan percobaan rekayasa genetika pertama berhasil,
1973.
l. Hibridoma menghasilkan antibodi monoclonal, 1973.
m. Insulin hasil rekayasa genetika diperbolehkan digunakan pada manusia, 1981.

155
n. Interferon, hormone tumbuh, vaksin hepatitis, dihasilkan dari rekayasa,
pertengahan 1980-an.
o. Bahan mentah industry plastik dari mikroba, interferon untuk kanker, akhir 1980-
an.
p. Mikroba hasil rekayasa membantu mengekstrak minyak dari tanah, 1990.
3. Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan
mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur
dan bakteri menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme tubuh
sehingga diperoleh produk yang diinginkan. Salah satu contoh produk pangan
bioteknologi konvensional adalah tape. Tape dibuat dengan memanfaatkan
mikroorganisme yang ada pada ragi. Mikroorganisme ini akan mengubah zat organik
menjadi zat organik lain. Misalnya, singkong difermentasi menjadi tape dengan
menggunakan khamir (suatu jenis jamur yang ada pada ragi) Saccharomyces
cerevisiae, yang terdapat pada ragi yang dicampurkan, saat proses pembuatan tape.
Khamir Saccharomyces cerevisiae dan tape singkong sebagai hasil fermentasi dapat
dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. (a) Tape Singkong; (b) Khamir Saccharomyces cerevisiae

Ragi sangat diperlukan dalam proses fermentasi. Terdapat 3 mikroorganisme yang


dapat ditemukan, pada ragi tape yaitu Aspergillus, Saccharomyces cerevisiae,dan
Acetobacter aceti. Mikroorganisme yang terdapat pada tape biasanya memiliki
pekerjaan yang saling sinergis, artinya mikroorganisme tersebut akan bekerja saling
bergantian untuk mengubah bahan baku dari singkong atau beras ketan menjadi tape.
Adapun proses dalam pembuatan tape dapat digambarkan seperti bagan dibawah ini.

156
Gambar 2. Peubahan Kimia yang Terjadi dalam Pembuatan Tape

Selama pembuatan tape terjadi fermentasi amilum menjadi glukosa yang bantu
oleh Aspergillus sp, sedangkan untuk mengubah glukosa menjadi produk baru yaitu
alkohol dibantu oleh kapang Saccharomyces cerevisiae, untuk merubah alkohol
menjadi asam cuka maka proses tersebut dikendalikan oleh Acetobater acetii.
Mekanisme antara kerja seperti di atas disebut sinergisme glukosa menjadi alkohol.
Proses perubahan ini terjadi karena adanya kerja enzim-enzim pada sel ragi yang
dihasilkan oleh mikroorganisme. Proses fermentasi tape memanfaatkan respirasi
anaerob pada mikroorganisme (pernapasan yang tidak membutuhkan oksigen). Selain
pembuatan tape, banyak sekali makanan atau minuman yang merupakan produk dari
bioteknologi. Coba kamu cari tahu makanan apa saja yang menerapkan prinsip
bioteknologi dalam proses pembuatannya.
a. Yogurt
Yogurt merupakan minuman hasil fermentasi susu yang menggunakan
bakteri Streptococcus thermophillus atau Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini
akan mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Efek lain dari proses
fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi
kental. Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan kental. Proses penguraian ini
disebut fermentasi asam laktat dan hasil akhirnya dinamakan yogurt.

Gambar 3. Makanan Olahan Yogurt


b. Keju
157
Keju merupakan bahan makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-
zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses
pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus. Bakteri ini akan menghasilkan enzim renin, sehingga
protein pada susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cair dan padatan
(dadih). Selanjutnya enzim renin akan mengubah gula laktosa dalam susu menjadi
asam dan protein yang ada pada dadih. Dadih inilah yang akan diproses lebih
lanjut melalui proses pematangan dan pengemasan sehingga terbentuk olahan
makanan yang dikenal dengan keju.

Gambar 4. Jenis-jenis Keju


c. Tempe
Tempe adalah makanan tradisional khas Indonesia yang sering dikonsumsi
menjadi salah satu makanan favorit. Pada dasarnya proses produksi tempe ini
menggunakan teknik fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan
jamur Rhizopus oryzaedan dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai. Pada
proses pertumbuhan, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut
dengan hifa. Benang-benang itu mengakibatkan biji-bijian kedelai saling terikat
dan membentuk struktur yang kompak seperti pada Gambar 5.

Gambar 5. (a) Tempe; (b) Jamur Rhizopus oryzae


Pada waktu pertumbuhan jamur, jamur juga akan membuat suatu enzim
protease yang dapat menguraikan protein kompleks yang ada pada kedelai
menjadi asam amino yang lebih mudah dicerna oleh tubuh kita.
d. Kecap
Kecap merupakan salah satu produk hasil bioteknologi yang terbuat dari
kacang kedelai. Pada tahap awal kedelai akan difermentasi dengan menggunakan
jamur Aspergillus wentii. Tahap selanjutnya kedelai yang sudah difermentasikan
akan dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Pembuatan kecap

158
dilakukan melalui proses perendaman kedelai dengan larutan garam, sehingga
pembuatan kecap dinamakan fermentasi garam. Jamur Aspergillus wentii akan
merombak menjadi asam-asam amino, komponen rasa, asam, dan aroma khas.

Gambar 6. Kecap
e. Roti
Pembuatan roti juga memanfaatkan peristiwa fermentasi yang dibantu oleh
yeast atau khamir. Yeast merupakan sejenis jamur yang ditambah pada adonan
tepung dan akan menimbulkan proses fermentasi. Proses ini akan menghasilkan
gas karbondioksida dan alkohol. Gas karbondioksida berperan dalam
mengembangkan roti, sedangkan alkohol akan berkontribusi dalam menghasilkan
aroma dan memberi rasa pada roti. Adonan akan tampak lebih mengembang dan
membesar pada saat adonan dimasukkan ke oven, karena gas akan mengembang
pada suhu tinggi.

Gambar 7. Berbagai Jenis Roti yang Memanfaatkan Saccharomyces


cerevisiae
f. Minuman Beralkohol
Bioteknologi pangan juga banyak dimanfaatkan dalam pembuatan
minuman beralkohol. Pembuatan minuman beralkohol merupakan proses
fermentasi dengan bantuan jamur Aspergillus oryzae. Jamur Aspergillus oryzae
akan menghasilkan enzim amilase yang dapat menguraikan amilum menjadi
glukosa atau gula. Selanjutnya, gula akan lanjut menjadi alkohol dan gas
karbondioksida. Proses tersebut kemudian akan menghasilkan minuman
beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan baku yang digunakan.
Lama proses fermentasi akan mempengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkan.

159
Semakin lama proses fermentasi, semakin tinggi kandungan alkoholnya. Contoh
minuman beralkohol adalah wine atau anggur. Minuman anggur dibuat dari buah
anggur dengan memanfaatkan Saccharomyces cerevisiae melalui proses
fermentasi, seperti halnya fermentasi pada pembuatan alkohol biasanya.
Pemerintah telah memberi batasan dalam pengonsumsian alkohol melalui
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dengan memberikan rekomendasi
batasan alkohol pada makanan dan minuman sebanyak-banyaknya 5%. Di atas
persentase tersebut, BPOM menyatakan makanan dan minuman tersebut
berbahaya untuk kesehatan.
4. Bioteknologi Modren
Peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan
pangan. Produksi pangan dengan cara tradisional tidak lagi memadai untuk memenuhi
kebutuhan pangan yang terus meningkat. Hal ini menuntut para ilmuwan untuk
mencari solusi dalam memproduksi bahan pangan dengan cara yang lebih baik.
Penerapan bioteknologi dalam produksi bahan pangan menjadi solusi terbaik saat ini.
Bioteknologi berpotensi meningkatkan produksi tanaman budidaya dan
mengurangi pemakaian bahan kimia berbahaya seperti pupuk dan pestisida. Dalam
upaya pemenuhan kebutuhan tesebut para ilmuwan mengembangkan bioteknologi
modern. Bioteknologi modern dalam produksi pangan dilakukan dengan menerapkan
teknik rekayasa genetik. Rekayasa genetik adalah kegiatan manipulasi gen untuk
mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA baru. Manipulasi materi
genetik dilakukan dengan cara menambah atau menghilangkan gen tertentu. Salah
satu produk hasil rekayasa genetik adalah dengan membuat organisme transgenik.
Melalui teknik rekayasa genetik, para ahli bidang bioteknologi dapat menyusun
pola gen sedemikian rupa sehingga menghasilkan organisme yang sifat-sifatnya sesuai
dengan kebutuhan. Teknik ini dikenal juga dengan istilah DNA rekombinan, yaitu
proses mengkombinasikan DNA suatu organisme ke organisme lain. Pengaturan pola
genetik ini melibatkan penggunaan gen organisme lain yang disisipkan ke pita DNA
organisme tertentu. Organisme yang menggunakan bagian gen organisme lain di
dalam tubuhnya dikenal dengan istilah organisme transgenik. Tumbuhan, hewan, dan
bakteri transgenik tidak hanya digunakan untuk keperluan penelitian namun juga
untuk memenuhi kebutuhan di bidang medis dan pertanian.
a. Tanaman Transgenik
Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah mengalami perubahan
susunan informasi genetik dalam tubuhnya. Tanaman transgenik ini merupakan

160
suatu alternatif agar tanaman tahan terhadap hama sehingga hasil panen dapat
melimpah. Bahkan, tanaman juga dapat direkayasa agar mampu membunuh hama
yang menyerang tumbuhan tersebut. Pada tahun 2003 sekitar 67.7 juta hektar yang
ditanami oleh 7 juta petani di 18 negara mulai menanam jenis tanaman transgenik.
Jenis tanaman yang ditanam antara lain kacang kedelai dan tanaman kapuk yang
memiliki ketahanan terhadap herbisida dan insektisida. Bagaimana cara membuat
tanaman transgenik? Coba kamu perhatikan Gambar 8!

Gambar 8. Teknik Rekayasa Genetika pada Tanaman dengan Bantuan Bakteri


Agrobacterium tumefaciens
Teknik rekayasa genetika dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu 1)
penyiapan fragmen DNA yang akan disisipkan pada DNA tanaman tertentu; 2)
penyiapan vektor (perantara) baik plasmid atau menggunakan virus; 3) potongan
DNA yang akan disisipkan tersebut digabung (rekombinasi) dengan vektor; 3)
DNA gabungan akan di sisipkan pada sel-sel tanaman; 4) tanaman akan tumbuh
menjadi tanaman dengan sifat baru, sesuai dengan DNA yang disisipkan.
Melalui transgenik juga dapat dikembangkan kacang tanah dan kacang
kedelai yang tidak akan menimbulkan reaksi alergi bagi yang mengkonsumsi.
Hasil produksi tanaman transgenik yang lolos uji lapangan dapat dipasarkan
secara bebas. Tanaman transgenik lain yang telah dikembangkan adalah kentang
manis yang tahan virus dan beras dengan kandungan zat besi dan vitamin A yang
lebih tinggi. Beras bervitamin A ini lebih dikenal dengan nama Golden rice,
seperti pada Gambar 9.

161
Gambar 9. Perbandingan Beras Normal (Putih) dan Golden Rice (Kuning)
b. Hewan Transgenik
Selain tumbuhan transgenik, juga ada hewan-hewan transgenik. Pada
awalnya hewan transgenik merupakan bahan penelitian para ilmuwan untuk
menemukan jenis penyakit yang menyerang hewan tertentu dan cara
penanggulangannya. Perkembangan selanjutnya, penerapan teknologi rekayasa
genetik pada hewan bertujuan untuk menghasilkan hewan ternak yang
memproduksi susu dan daging yang berkualitas, ikan yang cepat besar dan
mengandung vitamin tertentu, dan sebagainya. Industri susu juga merupakan
target untuk peningkatan transgenik..
Peneliti telah menggunakan transgenik untuk meningkatkan produksi susu,
dengan membuat susu kaya protein, rendah lemak, dan memproduksi susu yang
lebih baik dan cocok untuk dikonsumsi anak manusia. Peningkatan penting yang
lain adalah mengurangi penyakit yang menyerang hewan ternak. Peneliti
melakukan rekayasa genetik pada hewan ternak, sehingga mampu
mengembangkan hewan ternak yang tahan pada penyakit. Selain pengembangan
di bidang pangan, sekarang ini sedang dikembangkan organisme transgenik yang
dapat dijadikan sumber pembuatan organ yang dapat digunakan sebagai organ
dalam proses transplantasi.
Dari semua keunggulan yang dimiliki oleh hewan atau tumbuhan
transgenik, setiap orang memiliki kebebasan dalam memilih untuk mengkonsumsi
atau tidak mengkonsumsi bahan makanan transgenik. Oleh karena itu, pada setiap
produk transgenik yang beredar di pasaran tetap diberi label khusus yang
menandakan bahan pangan transgenik. Produk transgenik juga banyak bermanfaat
untuk bidang medis. Salah satu contohnya pemanfaatan organisme transgenik di
bidang medis adalah pembuatan hormon insulin melalui bakteri. Insulin
merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berperan penting dalam
pencernaan karbohidrat. Insulin digunakan untuk mengobati pasien Diabetes
melitus.

B. Dampak Penerapan dan Pengembangan Bioteknologi


Berdasarkan pembahasan sebelumnya telah diketahui berbagai manfaat
bioteknologi dalam kehidupan manusia, khususnya untuk menghasilkan bahan makanan.
Selain untuk menghasilkan bahan makanan, sebenarnya masih banyak manfaat dari
bioteknologi, baik dalam bidang farmasi, kedokteran, dan industri. Sampai saat ini

162
ilmuwan terus melakukan penelitian dalam bidang bioteknologi yang dapat menghasilkan
suatu produk baru sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.
1. Bioteknologi Kedokteran
Dalam rekayasa genetika dapat diciptakan vaksin yang dapat menghasilkan
zat immunoglobulium (zat kebal) terhadap beberapa penyakit. Misalnya hepatitis,
kanker hati, lepra, dan sebagainya. Dapat pula dilakukan pengambilan informasi
genetik yang ada pada manusia untuk “dicangkok” pada bakteri agar bakteri tersebut
dapat mensintesa insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
pankreas yang berguna untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Pada penderita
diabetes, kelenjar pankreas ini kurang berfungsi sehingga kadar gula dalam darahnya
tinggi. Dengan bantuan rekayasa gentika maka dapat diproduksi insulin dalam jumlah
besar oleh bakteri, yang kemudian dapat diinjeksikan pada penderita diabetes.
Bioteknologi mempunyai peran penting dalam bidang kedoktoran, misalnya dalam
pembuatan antibodi dan hormon.
a. Pembuatan Antibodi Monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber
tunggal. Manfaat antibodi monoklonal antara lain:
1) Untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urin
wanita hamil.
2) Mengikat racun dan menonaktifkannya.
3) Mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.
b. Pembuatan Vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang
berasal dari mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah
dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
c. Pembuatan Antibiotika
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan
berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada disekitarnya.
Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara
tertentu. Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran pada Perang
Dunia ke-2 oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris (Anonim, 2013).
d. Pembuatan Hormon
Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk
memproduksi hormon. Hormon-hormon yang telah diproduksi, misalnya insulin,
hormon pertumbuhan, kortison, dan testosterone (Anonim, 2013).
2. Bioteknologi Farmasi
Dalam memerangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh antigen atau bibit
penyakit digunakanlah berbagai macam obat, yang pada zaman dahulu digunakan
163
ramuan beberapa macam tumbuhan yang berupa sari atau ekstrak. Tetapi pada saat ini,
sesuai dengan kemajuan teknologi dibuat zat sintesis dan pada saat mutakhir, melalui
biologi molekular dan rekayasa genetika, tubuh dipacu untuk memproduksi obat-
obatan sendiri. Obat-obatan hasil bioteknologi tersebut antara lain humulin untuk
diabetes,protopin yang merupakan hormone pertumbuhan untuk memperbaiki anak-
anak yang mengalami kelatarbelakangan pertumbuhan, alfainterferon untuk
pengobatan sejenis leukemia, dan sejenisnya.
3. Bioteknologi Pertanian
Dalam rangka mencukupi pangan penduduk dunia yang bertumbuh terus, maka
produksi pangan secara konvensional tidak dapat mengejarnya. Oleh karena itu, dicari
jalan melalui bioteknologi pertanian yang antara lain. (1) Penggunaan hormon
pertumbuhan yang mengubah tumbuha dari diploid menjadi poliploid sehingga
dihasilkan produk yang “rekayasa”. Misalnya buah tomat dan cabe menjadi besar, dan
lainnya. (2) Kultur jaringan. Pada keadaan biasa, siklus pertumbuhan memerlukan
waktu yang cukup panjang, tetapi melalui kultur jaringan siklus itu dapat diperpendek,
misalnya bunga anggrek yang secara biasa dari biji sampai menjadi tumbuhan dewasa
hingga berbunga memerlukan waktu yang cukup lama. Tetapi melalui kultur jaringan
akan diperoleh tumbuhan baru dengan cepat dan segera dapat berbunga. Dalam
mempercepat pembibitan tumbuhan, kultur jaringan lebih cepat tiga puluh kali lipat
dari pada cara tradisional. Dengan demikian, dapat mengatasi kekurangan dan
ketrlambatan bibit dalam masa tanam dan juga meningkatkan kualitas panen. Dalam
memperbanyak tumbuhan secara kloning (cloning) pada tumbuhan hias dan tumbuhan
bernilai ekonomi tinggi dapat dilakukan secara besar-besaran dengan kultur jaringan.
Misalnya pada kelapa sawit, kelapa kopyor, dan sebagainya.
4. Bioteknologi Peternakan
Seperti halnya tumbuhan, hewan ternak diperlukan juga dalam memenuhi
kebutuhan pangan manusia. Dengan perkawinan silang, dapat dihasilkan hewan-
hewan yang berkualitas lebih baik. Tetapi tampaknya juga tidak dapat mengejar
kebutuhan manusia yang selalu meningkat. Oleh karena itu, para ahli peternakan juga
memanfaatkan bioteknologipeternakan, yaitu (1) Untuk memproduksi obat dan vaksin
serta hormon pertumbuhan ternak, dan (2) Melibatkan hewan dapat tumbuh lebih
cepat dan makannya lebih sedikit, atau menjadi ternak yang lebih unggul.
5. Dampak Positif Adanya Bioteknologi
a. Bidang Pangan

164
Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu
dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba (tempe, roti, keju,
yoghurt, kecap, dll) ,vitamin, dan enzim.
b. Bidang Kesehatan
Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam
pembuatan antibodi monoklonal, pembuatan vaksin, terapi gen dan pembuatan
antibiotik. Proses penambahann DNA asing pada bakteri merupaka prospek untuk
memproduksi hormon atau obat-obatan di dunia kedokteran. contohnya pada
produksi hormon insulin, hormon pertumbuhan dan zat antivirus yang disebut
interferon. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin
dari luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan, insulin dapat
dipanen dari bakteri.
c. Bidang Lingkungan
Bioteknologi dapat digunakan untuk perbaikan lingkungan misalnya dalam
hal mengurangi pencemaran dengan adanya teknik pengolahan limbah dan dengan
memanipulasi mikroorganisme.
d. Bidang Pertanian
Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi
genetik dengan bioteknologi melalui rekayasa genetika untuk memperoleh varietas
unggul, produksi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida. Perkembangan
Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap kemajuan ilmu
pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri
bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional telah
memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia.
Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan
memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat
pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula
terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang. Mikroba yang di rekayasa
secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian, demikian juga dalam
cara lain, seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bacteri
Rhizobium. Keturunan bacteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat
meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50%. Rekayasa genetik lain
sedang mencoba mengembangkan turunan dari bacteri Azotobacter yang melekat
pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacang-kacangan (seperti jagung) dan

165
mengembangbiakan, membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada
kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan).
Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya
tanaman pertanian. Untuk mengatasinya, selama ini digunakan pestisida. Namun
ternyata pestisida banyak menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain
matinya organigme nontarget, keracunan bagi hewan dan manusia, serta
pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari terobosan untuk mengatasi
masalah, tersebut dengan cara yang lebih aman. Kita mengetahui bahwa
mikroorganisme yang terdapat di alam sangat banyak, dan setiap jenis
mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Dari sekian banyak
jenis mikroorganisme, ada suatu kelompok yang bersifat patogenik (dapat
menyebabkan penyakit) pada hama tertentu, namun tidak menimbulkan penyakit
bagi makhluk hidup lain. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus
thuringiensis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu
menghasilkan suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga, terutama
seranggga dari ordo Lepidoptera. Protein ini bersifat mudah larut dan aktif
menjadi menjadi toksik, terutama setelah masuk ke dalam saluran pencemaan
serangga. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan, dan dapat dimafaatkan
sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. Pemakaian biopestisida ini
diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian
pestisida kimia.
Dengan berkembangnya bioteknologi, sekarang dapat diperoleh cara yang
lebih efektif lagi untuk membasmi hama. Pada saat ini sudah dikembangkan
tanaman transgenik yang resisten terhadap hama. Tanaman transgenik diperoleh
dengan cara rekayasa genetika. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin
yang dimiliki oleh B. thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel
beberapa tanaman budidaya. Dengan cara ini, diharapkan tanaman tersebut
mampu menghasilkan protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga
pestisida tidak diperlukan lagi.
e. Bidang Peternakan
Peningkatan produksi ternak ,meningkatkan efisiensi dan kualitas pakan
seperti manipulasi mikroba rumen, menghasilkan embrio yang banyak dalam satu
kali siklus reproduksi, menciptakan jenis ternak unggul, dan dapat memproduksi
asam amino tetentu.

166
Hewan ternak diberi perlakuan dengan produk-produk yang dihasilkan dari
metode DNA rekombinan. Produk ini mencakup vaksin-vaksin baru atau yang
didesain ulang, antibodi dan hormon-hormon pertumbuhan. Misalnya, beberapa
sapi perah disuntik dengan hormon pertumbuhan sapi (BGH, bovine growth
hormone) yang dibuat oleh E.coli untuk menaikkan produksi susu (vaksin ini
dapat meningkatkan hingga 10%). BGH juga meningkatkan perolehan bobot
dalam daging ternak. Sejauh ini telah lulus dari semua uji keamanan dan BGH
sekarang digunakan secara meluas dalam kelompok pabrik susu.
Adapun hewan transgenik, organisme yang mengandung gen dari spesies
lain,termasuk ternak penghasil daging dan susu, serta beberapa spesies ikan yang
yang dipelihara secara komersial, dihasilkan dengan menyuntikkan DNA asing ke
dalam nukleus sel telur atau embrio muda.
f. Bidang Hukum
Dengan teknologi DNA, menawarkan aplikasi bagi kepentingan forensik.
Pada kriminalitas dengan kekerasan, darah atau jaringan lain dalam jumlah kecil
dapat tertinggal di tempat kejadian perkara. Jika ada perkosaan, air mani dalam
jumlah kecil dapat ditemukan dalam tubuh korban. Melalui pengujian sidik jari
DNA (DNA finngerprint), dapat diidentifikasi pelaku dengan derajat kepastian
yang tinggi karena urutan DNA setiap orang itu unik (kecuali untuk kembar
identik). Sampel darah atau jaringan lain yang dibutuhkan dalam tes DNA sangat
sedikit (kira-kira 1000 sel).
DNA fingerprint merupakan satu langkah lebih maju dalam proses
pengungkapan kejahatan di Indonesia. Keakuaratan hasil yang hampir mencapai
100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju dibandingkan
dengan proses biometri yang telah lama digunakan kepolisian untuk identifika
6. Dampak Negatif Adanya Bioteknologi
a. Dampak terhadap kesehatan
Produk-produk hasil rekayasa genetika memiliki resiko potensial sebagai
berikut:
1) Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun dan
atau imunogenik untuk manusia dan hewan.
2) Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom bermutasi dan
bergabung, adanya kelainan bentuk generasi karena racun atau imunogenik,
yang disebabkan tidak stabilnya DNA rekayasa genetic.
3) Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit mungkin
diaktifkan oleh rekayasa genetik.

167
4) Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen horizontal,
membuat tidak menghilangkan infeksi.
5) Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi, jalur utama penyebab
penyakit.
6) DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan kekuatan
sebagai promoter sintetik yang dapat mengakibatkan kanker dengan
pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel kanker).
7) Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan
meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang
seperti pada tanaman
b. Dampak terhadap lingkungan
Saat ini, umat manusia mampu memasukkan gen ke dalam organisme lain
dan membentuk "makhluk hidup baru" yang belum pernah ada. Pengklonan,
transplantasi inti, dan rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru yang
belum pernah ada sebelumnya. Pelepasan organisme-organisme transgenik ke
alam telah menimbulkan dampak berupa pencemaran biologis di lingkungan kita.
Setelah 30 tahun Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) atau Genetically
Modified Organism (GMO), lebih dari cukup kerusakan yang ditimbulkannya
terdokumentasikan dalam laporan International Specialty Products. Di antaranya.
1) Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa genetik menurun
sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai non-rekayasa genetik. Bahkan
kapas Bt di India gagal sampai 100 persen.
2) Tidak ada pengurangan pengunaan pestisida, sebaliknya penggunaan pestisida
tanaman rekayasa genetik meningkat 50 juta pound dari 1996 sampai 2003 di
Amerika Serikat. .Tanaman rekayasa genetik merusak hidupan liar,
sebagaimana hasil evaluasi pertanian Kerajaan Inggris.
3) Bt tahan pestisida dan roundup tahan herbisida yang merupakan dua tanaman
rekayasa genetik terbesar praktis tidak bermanfaat.
4) Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di Amerika
Latin, sekitar 15 hektar di Argentina sendiri, mungkin memperburuk kondisi
karena adanya permintaan untuk biofuel. Meluasnya kasus bunuh diri di
daerah India, meliputi 100.000 petani antara 1993-2003 dan selanjutnya
16.000 petani telah meninggal dalam waktu setahun.
5) Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya kematian dan
penyakit di lapangan dan di dalam tes laboratorium.

168
6) Herbisida roundup mematikan katak, meracuni plasenta manusia dan sel
embrio. Roundup digunakan lebih dari 80 persen semua tanaman rekayasa
genetik yang ditanam di seluruh dunia.
7) Kontaminasi transgen tidak dapat dihindarkan. Ilmuwan menemukan
penyerbukan tanaman rekayasa genetik pada non-rekayasa genetik sejauh 21
kilometer.

169
DAFTAR PUSTAKA
Fahruddin. 2010. Bioteknologi Lingkungan. Bandung: Alfabeta

Jasin, Maskoeri. 2013. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ganawati, Dewi, Sudarmana dan Wiwik Radyuni. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Terpadu dan Kontekstual IX . Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.2015. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Semester 2.


Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

170
BAB VIII

PARTIKEL PENYUSUN BENDA MATI DAN MAKHLUK HIDUP

A. Molekul dalam Benda Mati dan Makhluk Hidup


Materi mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Materi didefinisikan sebagai segala
sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Massa ialah ukuran banyaknya materi
atau zat yang terkandung dalam suatu suatu benda, sedangkan volume ialah jumlah partikel zat
dalam ruang. Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan teladan materi berupa makhluk
hidup. Air, udara, logam, dan pasir merupakan teladan materi yang berupa benda mati. Sifat
suatu materi berbeda disebabkan karena susunan molekul yang berbeda dan juga perbedaaan
susunan molekul-molekul dalam materi tersebut. Misalnya, kayu yang dibuat pensil dan
amilum yang ada pada umbi kentang. Pada umbi kentang (contoh lainnya adalah umbi ketela
pohon, talas, dan beras) juga mengandung pati atau amilum yang dapat dimakan sehingga
dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Pati disusun oleh molekul-molekul berantai panjang.
Rantai panjang tersebut disusun oleh unit-unit molekul yang lebih sederhana yang disebut
glukosa. Antara molekul glukosa yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh atom
oksigen dengan ikatan glikosida (perhatikan Gambar 1).

Gambar 1. Perbedaan struktur senyawa : (a) Amilum pada kentang,

(b) selulosa pada pensil

171
Molekul glukosa yang menyusun amilum tersusun dari atom C, H, dan O dengan
perbandingan tertentu. Kayu yang ada pada pensil tersusun atas selulosa yang juga
mempunyai rantai panjang. Molekul panjang tersebut terdiri atas molekul-molekul
glukosa sama seperti pada pati. Perhatikan pada Gambar 1. Selulosa dan amilum
mempunyai molekul penyusun sama yaitu glukosa tetapi jenis ikatan antarmolekul
glukosanya berbeda. Selulosa merupakan zat yang keras tetapi jika dimakan oleh manusia
tidak dapat dicerna oleh tubuh. Sedangkan amilum dapat dicerna dan digunakan sebagai
bahan makanan.

Pada molekul air (H2O) yang terdiri atas satu atom O dan dua atom H. Bila dua
atom O mengikat dua atom H (Gambar 2) maka akan terbentuk senyawa yang berbeda
yaitu hidrogen peroksida (H2O2). Hal itu menunjukkan bahwa perbandingan jumlah dan
jenis atom dalam suatu molekul akan menghasilkan senyawa yang sifat dan jenisnya
sangat berbeda.

Gambar 2. Pada Molekul (a) H2O dan (b) H2O2. Perbandingan jumlah atom O dan H dalam
molekul berbeda sehingga kedua senyawa tersebut mempunyai sifat yang
sangat berbeda.

B. Atom dan Partikel Penyusunnya


1. Partikel Subatom
Partikel subatom adalah partikel yang lebih kecil dari atom. Pada tahun 1940, jumlah
partikel subatomik yang dikenal dengan ilmu bisa dihitung dengan jari satu tangan:
proton, neutron, elektron, neutrino, dan positron. Tiga pertama partikel yang dikenal
sebagai blok bangunan dari mana atom dibuat: proton dan neutron dalam inti atom dan
elektron di orbit sekitar mereka inti. Neutrino dan positron yang partikel agak aneh
ditemukan di luar atmosfer bumi dan asal tidak pasti atau signifikansi

172
Gambar 3. Warna Lampu yang Berisi Gas Mulia Helium (He), Neon (Ne), Argon
(Ar), Kripton (Kr), dan Xenon (Xe)

Lampu-lampu tersebut mengeluarkan cahaya berwarna-warni setelah dialiri arus


listrik. Gas-gas yang dilewati oleh aliran listrik tersebut berpendar sehingga menghasilkan
cahaya berwarna-warni. Cahaya itu disebabkan oleh loncatan elektron-elektron yang
menyusun atom-atom gas. Jika pada lampu-lampu pada Gambar 3 cahaya lampu
disebabkan oleh aliran listrik, maka pada kembang api cahaya itu dihasilkan dari
terbakarnya unsur-unsur yang ada dalam kembang api tersebut. Akibat temperatur yang
tinggi, elektron-elektron dari atom-atom penyusun unsur itu akan berpindah dari kulit
atom yang lebih tinggi ke kulit atom yang lebih rendah.

Atom tersusun atas partikel-partikel penyusun atom atau partikel subatom yaitu
neutron (n), proton (p), dan elektron (e). Neutron dan proton membentuk inti atom.
Elektron menempati kulit-kulit atom yang ada di sekitar inti. Elektron-elektron tersebut
mengelilingi inti dengan kecepatan tinggi membentuk awan elektron. Elektron dan proton
merupakan partikel subatom yang mempunyai muatan berlawanan, sedangkan neutron
tidak bermuatan. Elektron memiliki muatan negatif sedangkan proton memiliki muatan
positif.

173
Gambar 4. Model Sederhana Atom Helium (He)

Pada atom netral, jumlah proton dan jumlah elektron sama banyaknya. Masing-
masing partikel penyusun subatom tersebut mempunyai massa. Elektron mempunyai
massa sangat kecil dibandingkan dengan massa proton dan neutron. Oleh sebab itu massa
atom akan terpusat pada inti atom saja.

Para ilmuwan telah mempelajari atom sejak ratusan tahun lalu. Para ilmuwan
tersebut mengemukakan teori-teori tentang atom. Teori yang satu akan runtuh atau ditolak
ketika ada data atau fakta baru yang ditemukan tentang atom sehingga melahirkan teori
atom yang baru. Berikut ini merupakan perkembangan teori atom.

Penemu teori atom dan model atomnya

1. John Dalton(1766-1844), mengajukan teori atomn tahun 1807, Dalton


mengatakan bahwa semua unsur kimia tersusun atas partikel-partikel yang
sangat kecil, yang disebut atom, yang tidak bisa pecah saat zat-zat kimianya
direaksikan. Satu lagi pendapatnya yaitu semua reaksi kimia merupakan
akibat saling bergabungnya atau terpisahnya atom-atom. Teori atom dalton
menjadi dasar untuk ilmu pengetahuan modern. Model atom Dalton dapat
dakatakan, atom sebagai partikel terkecil yang berbentuk seperti bola pejal

174
http://visi3.blogspot.co.id

2. Joseph John Thomson, menurutnya Atom merupakan bola bermuatan positif


dan di tempat-tempat tertentu terdapat elektron-elektron yang bermuatan
negatif seperti kismis dalam roti.

3. Ernest Rutherford, menurutnya atom adalah partikel yang terdiri dari inti atom,
yaitu proton dan neutron yang berada pada bagian pusat dan dikelilingi
elektron-elektron.

4. Niels Bohr, atom terdiri terdiri atas inti yang menjadi pusat massa atom dan
pusat muatan positif. Sedangkan elektron bergerak disekeliling inti pada
lintasan tertentu (orbit)yang disebut kulit-kulit atom. Selama elektron
mengelilingi inti, elektron tidak memancarkan energi.

175
5. Teori atom Modern (Mekanika Gelombang), menyatakan atom tersusun atas
partikel sub atom yaitu neutron (n), proton (p), dan elektron (e). Neutron dan
proton menjadi satu membentuk inti yang padat disebut nukleus atau inti atom.
Elektron bergerak disekeliling inti hampir dalam kecepatan cahaya
membentuk awan elektron.

Menurut Bohr, atom mempunyai kulit-kulit atom tempat elektron mengelilingi


inti atom. Kulit atom yang paling dekat dengan inti atom mempunyai energi
paling rendah. Kulit atom yang lebih di luar mempunyai energi lebih tinggi.
Elektron yang berada pada kulit atom paling dalam dapat berpindah ke kulit
atom yang lebih luar bila menyerap energi dari luar atom. Energi itu dapat
berasal dari panas pembakaran atau dari energi listrik yang melewati atom-
atom itu. Elektron yang terletak pada kulit atom paling luar akan mendapatkan
gaya tarik yang lemah dari inti atom. Oleh karena itu elektron pada kulit atom
paling luar mudah lepas dari kulit itu, sehingga atom dapat kehilangan
elektron. Bila jumlah elektron dan jumlah proton dalam suatu atom tidak sama
maka atom tersebut akan bermuatan atau menjadi ion. Proses pembentukan ion
disebut ionisasi.
2. Nomor Atom dan Nomor Massa

176
Unsur merupakan zat tunggal (murni) yang tidak dapat diubah lagi menjadi bahan lain
dengan reaksi kimiawi, seperti emas, besi, perak, oksigen, dan masih banyak yang lain.
Saat ini ada sekitar 105 unsur yang ditemukan di alam (terlihat pada sistem periodik unsur).
Masing-masing unsur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Atom-atom dari
unsur yang berbeda memiliki jumlah partikel subatom yang berbeda. Semua atom dalam
suatu unsur tertentu memiliki jumlah proton yang sama di dalam intinya. Jumlah proton ini
unik untuk setiap unsur. Nomor massa suatu atom ditentukan oleh jumlah dari neutron,
proton, dan elektron. Namun, karena massa elektron sangat kecil, maka dapat diabaikkan.
Atom yang satu berbeda dengan atom yang lain karena mempunyai elektron, proton, dan
neutron yang berbeda jumlahnya. Jika massa atomnya berbeda maka jari-jari bola atom itu
akan berbeda pula.
Hubungan nomor atom, nomor massa, dan jumlah neutron dalam
suatu atom yang netral (tidak bermuatan) dapat dituliskan dengan persamaan berikut :

Pada penulisan lambang unsur, nomor atom ditulis subscrip (turun) di kiri lambang
unsur, sedangkan nomor massa ditulis superscrip (naik) di kiri atas lambang unsur,
sebagaimana berikut.

177
Tabel 1. Atom dan Partikel Penyusunnya

C. Prinsip Pembentukan Molekul


1. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron adalah susunan penyebaran (pengisian) elektron-elektron dalam.
Seperti yang telah dibahas dalam bab Struktur Atom, di dalam atom terdapat partikel
subatomik neutron dan proton yang terdapat pada inti atom, dan elektron yang bergerak
mengelilingi inti atom tersebut pada kulit-kulit elektron (level-level energi) yang tertentu.
Menurut teori mekanika gelombang yaitu teori atom yang digunakan pada saat ini, tingkat-
tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi K atau n=1, L untuk
n=2, M untuk n=3 dan seterusnya.

178
Gambar 5. Tingkat Energi Atom dan Jumlah Elektron Maksimal

Tabel 2. Nama Kulit Atom dan Jumlah Elektron Maksimalnya

Tabel 3. Susunan Elektron Atom pada Tingkat Energi

Pengisian elektron secara berurutan dimulai dari kulit K kemudian ke kulit


atom yang lebih tinggi. Pada contoh di atas, Atom helium (He), natrium (Na), dan

179
klor (Cl) sesuai dengan urutan jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati
elektron. Namun pada Ca yang mempunyai 20 elektron, kulit atom K dan L
berturut-turut ditempati oleh 2 dan 8 elektron sehingga tersisa 10 elektron.
Walaupun kulit M dapat ditempati 18 elektron tetapi jumlah elektron yang tersisa
hanya 10, maka kulit atom M hanya terisi 8 elektron dulu dan kulit atom N terisi 2
elektron. Tetapi kalau jumlah elektron yang tersisa setelah K dan L terisi lebih dari
18 elektron maka kulit atom M terisi 18 elektron seperti contoh pada atom bromin
dan kripton. Intinya, elektron akan disusun pada setiap kulit hingga membentuk
susunan yang paling stabil.

Gambar 6. Tingkat Energi (Kulit) Atom dan Jumlah Elektron Maksi

2. Ion
Kation adalah Ion yang bermuatan positif seperti ion Na+. Contohnya atom kalisum (Ca)
yang mempunyai susunan elektron dalam atomnya K=2, L=8, M=8, dan N=2. Agar
mempunyai 8 elektron pada kulit terluar maka kalisum (Ca) melepaskan dua elektron
menjadi ion Ca2+. Atom klor (Cl) yang menerima satu elektron akan kelebihan muatan
negatif. Atom klor (Cl) yang pada mulanya bersifat netral mempunyai 17 proton dan 17
elektron, jika menerima satu elektron dari luar maka atom klor (Cl) akan menjadi
bermuatan -1 atau ditulis Cl-. Ion yang bermuatan negatif disebut anion.

180
Gambar 7. Serah Terima Elektron pada Pembentukan Garam Dapur

Sebuah ion positif (kation) memiliki jumlah elektron lebih sedikit dari proton yang
ada pada inti atom, sebaliknya ion negatif (anion) memiliki jumlah elektron lebih banyak
dari proton. Dengan kata lain, atom yang melepaskan elektron akan menjadi ion yang
bermuatan positif, sedangkan atom yang menerima elektron akan menjadi ion yang
bermuatan negatif. Pada contoh pembentukan garam NaCl (Gambar 7), ion Na+ dan ion
Cl- tarik-menarik secara elektrostatik membentuk senyawa NaCl yang netral. Senyawa
yang terbentuk dari kation dan anion disebut senyawa ionik. Gaya tarik-menarik (gaya
elektrostatik) antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut ikatan ion.

Kebanyakan unsur-unsur di alam berbentuk ion-ion. Seperti garam dapur yang kita
konsumsi setiap hari dalam bumbu masakan terbentuk dari interaksi tarik menarik antara
ion Na+ dengan ion Cl-. Dengan demikian garam NaCl merupakan senyawa ionik.

Gambar 8. Kristal Natrium Klorida (Garam Dapur)

181
Pada senyawa NaCl, kation dan anion tersusun selang-seling secara teratur
sedemikian rupa seperti pada Gambar 8 sehingga tarik-menarik antara Na+ dan Cl- terjadi
maksimal. Susunan seperti itu disebut dengan istilah kristal. Pada umumnya unsur-unsur
dalam bentuk logam cenderung melepaskan elektron, sehingga akan bermuatan positif
(membentuk kation), sedangkan unsur non logam akan cenderung menerima elektron
sehingga bermuatan negatif (membentuk anion)

Gambar 9. Penggunaan Elektron Bersama pada Molekul H

Gambar 10. Penggunaan Bersama Dua Elektron pada Molekul Cl2

Gambar 11. Penggunaan Bersama Elektron pada (a) Gas Oksigen (O 2) dan (b)
Gas Nitrogen (N2)

Pada molekul air (H2O), satu atom oksigen mengikat dua atom hidrogen. Air
merupakan senyawa dimana atom-atomnya berikatan secara kovalen. Demikian juga gas
CO2, satu atom C mengikat dua atom O yang kedua atom ini menggunakan bersama
pasangan elektron. Senyawa-senyawa yang antar atomnya berikatan kovalen disebut
senyawa kovalen.

3. Identifikasi Unsur

182
Gambar 12. Kembang Api

Kembang api mengandung senyawa-senyawa tertentu. Bila kembang api dibakar


maka molekul-molekul yang ada di dalam senyawa tersebut menyerap energi dan
menyebabkan elektron-elektron pada atomnya mengalami perpindahan antar kulit atom.
Warna khas yang dihasilkan oleh unsur-unsur pada keadaan terbakar tersebut dapat
digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur dalam suatu materi secara kualitatif.
Prinsip tersebut digunakan oleh ilmuwan untuk mengidentifikasi kadat suatu unsur pada
suatu bahan. Bila kita membakar suatu senyawa dan menghasilkan warnawarna tertentu
yang menunjukkan bahwa dalam senyawa itu terdapat unsur tertentu disebut dengan uji
nyala.

Gambar 12. Perbedaan Warna dari Pembakaran Unsur: (a) Natrium (Na), (b)
Kalium (K), (c) Litium (Li)

D. Karakteristik Benda dalam Kehidupan Sehari-hari


1. Intan dan Granit

183
Gambar 13. Struktur (a) intan, (b) granit pada isi pensil
Pada intan masing-masing atom karbon (C) mengikat empat atom karbon (C)
lainnya dengan ikatan kovalen membentuk struktur tetrahedral (empat bidang). Struktur

ini membuat intan bersifat sangat kuat dan keras serta memiliki titik lebur hingga 3550

. Pada grafit atom C berikatan dengan 3 atom C lainnya membentuk lapisan heksagonal

(struktur berbentuk datar yang terbentuk dari struktur berbentuk segienam). Antar lapisan
diikat oleh suatu gaya yang disebut gaya Van der Waals yang lemah, sehingga grafit lebih
rapuh dibandingkan intan. Struktur grafit yang demikian menyebabkan elektron mudah
berpindah-pindah, sehingga grafit merupakan bahan yang bagus sebagai penghantar
listrik. Oleh karena itu, grafit biasanya juga digunakan sebagai elekroda pada baterai

2. Plastik

Gambar 14. Logo Jenis Plastik

No. Jenis Karakteristik Gambar


Plastik

184
1. PETE PETE ((Polyethylene Terephthalate) atau Kode 1)
atau Plastik jenis ini dirancang untuk satu kali
PET penggunaan saja. Jikadigunakan berulang dapat
meningkatkan resiko ikut terkonsumsinya bahan
plastik dan bakteri yang berkembang pada bahan
tersebut. Jenis plastik PETE ini sulit untuk
dibersihkan dari bakteri dan bahan plastik PETE
dapat bersifat racun. Plastik ini sebaiknya didaur
ulang dan tidak digunakan kembali.
2. HDPE HDPE ((High-Density Polyethylene) atau Kode 2)
merupakan plastik yang paling umum didaur
ulang dan dianggap plastik paling aman. Plastik
HDPE ini sangat keras dan tidak mudah rusak
karena pengaruh sinar matahari, panas yang
tinggi, atau suhu yang dingin. Karena itu, HDPE
digunakan untuk membuat meja piknik, tempat
sampah, dan produk lain yang membutuhkan
ketahanan terhadap cuaca.
3. PVC Plastik PVC ((Polyvinyl Chloride) atau Kode 3)
memiliki sifat lembut dan fleksibel. PVC
dikhawatirkan sebagai “plastik beracun” karena
mengandung berbagai racun yang dapat
mencemari makanan. Plastik ini juga sukar didaur
ulang. Produk PVC sebaiknya tidak digunakan
kembali sebagai pembungkus makanan. Plastik ini
biasanya digunakan sebagai pembungkus
makanan, botol minyak sayur, dan mainan anak-
anak seperti pelampung renang.
4. LDPE LDPE dianggap memiliki tingkat racun yang
rendah dibandingkan dengan plastik yang lain.
LDPE tidak umum untuk didaur ulang, jika didaur
ulang plastik LDPE biasanya digunakan sebagai
bahan pembuat ubin lantai. LDPE biasa
ditemukan pada pembungkus baju, kantung pada
layanan cuci kering, pembungkus buah-buahan
agar tetap segar, dan pada botol pelumas.

5. PP Plastik PP ((Polypropylene) atau Kode 5) bersifat


kuat, ringan, dan tahan terhadap panas. Plastik PP
mampu menjaga bahan yang ada di dalamnya dari
kelembaban, minyak dan senyawa kimia lain.
Plastik dari PP dianggap aman jiga digunakan
kembali dan dapat didaur ulang. PP biasanya
digunakan sebagai pembungkus pada produk
sereal sehingga tetap kering dan segar. PP juga
digunakan sebagai ember, kotak margarin dan

185
yogurt, dan sedotan.
6. PS Polystyrene (Kode 6) atau styrofoam merupakan
plastik yang murah, ringan, dan mudah dibentuk.
Plastik PS ini mudah rusak dan rapuh, dan mudah
mencemari lingkungan. Senyawa styrene pada
plastik polystyrene mungkin bisa lepas dari plastik
tersebut dan jika terkonsumsi dapat memicu
kanker dan gangguan sistem reproduksi. Jika
memungkinkan kita dapat menghindari plastik ini
untuk digunakan sebagai pembungkus makanan.
7. BPA BPA ((BPA, Polycarbonate, dan LEXAN) atau
Kode 7) Kategori plastik dengan kode 7 ini
digunakan sebagai kode plastik dengan bahan
selain bahan yang telah dipaparkan
sebelumnya. Plastik ini. biasanya digunakan
untuk membuat aksesoris kendaraan, Penggunaan
plastik ini sebagai bot ol minuman dan
pembungkus makanan sangat tidak dianjurkan,
karena salah satu zat penyusun plastik ini
misalnya BPA (Bisphenol A) merupakan senyawa
yang dapat mengganggu kerja hormon-hormon
tubuh.

3. Logam
a. Kuningan merupakan logam paduan antara tembaga (Cu) dan seng (Zn).
Perbandingan antara tembaga dan seng beragam, tergantung dengan karakteristik
kuningan yang ingin dihasilkan. Namun, umumnya kadar tembaga antara 60-90%
dari massa total. Kuningan banyak digunakan sebagai dekorasi karena memiliki
warna yang cerah, senar drum, dan terompet. Tembaga dalam kuningan mampu
membunuh bakteri seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Pseudomonas
aeruginosa dengan cara merusak struktur membran sel bakteri dan menganggu
keseimbangan ion dalam bakteri.
b. Perunggu merupakan logam campuran yang mengandung tembaga (Cu) sebagai
komponen utamanya dengan jenis logam lain seperti timah (Sn). Selain dengan timah
logam lain yang dapat dicampurkan yaitu mangan (Mn), aluminium (Al), fosfor (P),
atau silikon (Si). Pada umumnya, dalam perunggu terkandung tembaga sebesar 88%
186
sedangkan 12% adalah timah. Umumnya perunggu memiliki titik lebur 950 °C.
Perunggu juga banyak digunakan pembuatan prasasti, alat musik gong dan alat
gamelan, serta digunakan untuk membuat medali.
c. Baja merupakan logam paduan (alloy) antara logam besi (Fe) sebagai bahan utama
dengan karbon (C) sekitar 0,2% hingga 2,1%. Selain karbon dalam baja juga
terkandung mangan (Mn), fosfor (P), sulfur (S), silikon (Si), dan sebagian kecil
oksigen (O), nitrogen (N), dan alumunium (Al). Peningkatan kualitas baja biasanya
dilakukan dengan penambahan nikel (Ni), krom (Cr), molybdenum (Mo), boron (B),
titanium (Ti), vanadium (V), dan niobium (Nb). Fungsi unsur karbon dalam baja
adalah sebagai bahan pengeras dan meningkatkan kekuatan tariknya sehingga dapat
mencegah pergeseran atom-atom dalam logam baja.
d. Galvanum (baja ringan) merupakan logam baja tipis yang dilapisi oleh campuran
logam yang terdiri atas alumunium (Al) sebanyak 55%, seng (Zn) sebanyak 43%, dan
silikon (Si) sebanyak 1,6%. Jika dibandingkan dengan kayu sebagai atap rumah
material galvanum lebih ramah lingkungan, anti karat, dan memiliki ketahanan sangat
tinggi.

4. Tulang dan Gigi

Gambar 26. Sturktur Tulang dan Gigi

Tulang tersusun atas bagian yang hidup yaitu sel-sel tulang (osteosit)
dan bagian tak hidup. Sel-sel tulang kadarnya berbeda-beda selama kita
tumbuh. Pada tulang yang sudah sempurna kadar sel-sel tulang hanya sekitar
5 persen. Komponen tak hidup penyusun tulang terdiri atas zat organik dan
zat anorganik. Zat penyusun gigi hampir sama dengan zat penyusun tulang.
187
Pada gigi terdapat protein yang dinamakan amelogenin dan enamelin. Pada
gigi juga terdapat senyawa yang mengandung unsur Magnesium (Mg),
natrium (Na), dan Fluor (F). Senyawa yang mengandung Fluor dalam gusi
berfungsi sebagai pelindung gigi dari kerusakan akibat terkena zat asam.
Florida juga dapat mempercepat mineralisasi atau penambahan zat kalsium
(Ca) dan Fosfor (P) pada permukaan gigi, Zat organik penyusun tulang antara
lain yaitu kolagen protein polisakarida, dan glikoaminoglikan
(mukopolisakarida) sebesar 50 persen. Zat anorganik penyusun tulang yaitu
kalsium fosfat Ca3(PO4)2, merupakan senyawa ionik yang tersusun dari ion
Ca2+ dan PO42-. Pada tulang juga ditemukan ion bikarbonat (HCO3¯ )
sekitar 4-8 persen. Zat anorganik tersebut membentuk senyawa yang disebut
hidroksiapetit (Ca10(PO4)6(OH)2). Mineral-mineral tersebut berfungsi sebagai
bahan pengeras, pembuat kaku, dan penguat tulang. Tahukah kamu bahwa
struktur tulang yang bagus ini mampu ditarik dengan beban 700-1400 kg/cm 2
dan mampu menahan beban 1400-2100 kg/cm2. Kekuatan ini hampir sama
dengan kekuatan dari alumunium atau baja lunak.

DAFTAR PUSTAKA
Harun, Yahya.1994. Keajaiban pada Atom.Bandung:Dzikra.
Zubaidah, Siti. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta:
Kemdikbud

188
BAB IX

TANAH dan KEBERLANGSUNGAN HIDUP

A. Peranan Tanah Dan Organisme Tanah Bagi Keberlangsungan Kehidupan


1. Peranan Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup, termasuk tempat
hidup bagi tumbuhan. Tumbuhan misalnya pohon jeruk tidak mampu berpindah-pindah
untuk mencari kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, tanah harus dapat menyediakan
segala keperluan hidup bagi pohon jeruk tersebut sehingga dapat terus tumbuh dan
menghasilkan buah sehingga dapat kita nikmati.

Gambar 1. Pohon jeruk


Tumbuhan memerlukan unsur hara atau nutrisi pada tanah yang berupa mineral-
mineral dan air yang terkandung dalam tanah. Beberapa tumbuhan, misalnya tanaman
polong-polongan dan kacang-kacangan membutuhkan bakteri yang ada di tanah untuk
membantu akar melakukan penyerapan dan pengolahan zat hara
Tumbuhan yang merupakan sumber pangan utama hampir semua mahkluk hidup
tumbuh di tanah. Selain mengandung nutrisi yang penting bagi tumbuhan, tanah
menyimpan berbagai macam logam, batubara dan minyak bumi yang dibutuhkan oleh
manusia untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Emas, perak, timah, dan benda logam
lain tersebar luas di dalam tanah, tetapi hanya beberapa wilayah di Indonesia yang
tanahnya mengandung logam-logam tersebut. Batubara dan minyak bumi juga tersimpan

189
di tanah, sehingga perlu dilakukan penambangan dan pengeboran untuk
mendapatkannya.
a. Tempat Hidup Hewan dan Bakteri
Di dalam tanah terdapat banyak sekali hewan. Tanah berfungsi sebagai tempat
hidup bagi berbagai macam hewan. Selain hewan, pada tanah juga terdapat bakteri,
meskipun tidak dapat kamu lihat pada saat pengamatan. Bermilyar-milyar hewan
dan bakteri hidup di atas dan dalam tanah.
b. Penunjang Kesehatan dan Penyedia Keperluan Manusia

Gambar 2. Anak Bermain Sepak Bola di Lapangan


Pertandingan sepak bola biasanya dilaksanakan di lapangan sepak bola, yang
berupa lapangan rumput. Berbagai aktivitas manusia seperti sepak bola, bermain
kelereng, dan lainnya dilakukan di atas tanah. Rumah sebagian besar manusia
dibangun di atas tanah. Manusia juga menggunakan berbagai jenis tanah sebagai
bahan bangunan rumah. Berbagai macam barang kerajinan dan perabotan rumah
tangga juga banyak yang dibuat dari tanah.

Tumbuhan yang merupakan sumber pangan utama hampir semua mahkluk hidup
tumbuh di tanah. Selain mengandung nutrisi yang penting bagi tumbuhan, tanah
menyimpan berbagai macam logam, batubara dan minyak bumi yang dibutuhkan
oleh manusia untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Emas, perak, timah, dan
benda logam lain tersebar luas di dalam tanah, tetapi hanya beberapa wilayah di
Indonesia yang tanahnya mengandung logam-logam tersebut. Batubara dan minyak
bumi juga tersimpan di tanah, sehingga perlu dilakukan penambangan dan
pengeboran untuk mendapatkannya.

190
Gambar 3. Penambangan Emas

c. Penyedia dan Penyaring Air


Sumber air berada di dalam tanah, meskipun banyak juga yang terdapat di atas
permukaan tanah misalnya danau, sungai, dan laut. Agar dapat memperoleh air
tanah, kita biasanya menggali tanah sampai beberapa meter untuk membuat sumur.
Air tanah banyak dimanfaatkan oleh hewan, tumbuhan, dan manusia. Air bersih
yang berasal dari tanah biasanya dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci, dan
memasak oleh masyarakat.
Rumah tangga dan industri banyak menghasilkan limbah berupa air. Air kotor
sisa buangan rumah tangga atau industri ada yang diolah dan ada juga yang
langsung dibuang ke tanah melalui aliran sungai. Beberapa bahan penyebab polusi
(polutan) yang masuk ke tanah yang melalui air atau secara langsung masuk ke
tanah dapat dinetralkan dan menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.
Hal ini karena di dalam tanah terdapat bakteri atau mikroorganisme yang berfungsi
menguraikan senyawa kompleks atau yang berbahaya menjadi lebih sederhana dan
tidak merusak lingkungan.

2. Peran Organisme Tanah


Organisme tanah pada umumnya berada pada lapisan tanah bagian atas, kurang
lebih 10 cm di bawah permukaan tanah. Aktivitas biologis yang ada di tanah 80-100%
dilakukan oleh jamur dan bakteri. Hasil dari aktivitas biologis yang dilakukan oleh
hewan, jamur, dan mikroorganisme inilah yang dapat mempengaruhi kesuburan, tekstur
dan kegemburan tanah. Berikut ini uraian lebih lanjut tentang beberapa peranan
organisme tanah.

191
Gambar 4. Cacing tanah
a. Dekomposer
Organisme tanah melakukan dekomposisi atau penguraian terhadap bahan-
bahan organik yang berasal dari sisa makhluk hidup. Misalnya, daun-daun yang
telah jatuh ke tanah, ranting-ranting, dan jasad hewan yang telah mati menjadi
materi organik yang lebih sederhana. Selain menguraikan materi organik, organisme
tanah juga dapat membantu pelapukan bantuan menjadi bahan-bahan anorganik atau
yang biasa kita sebut mineral tanah. Materi organik dan mineral yang ada di tanah
inilah yang disebut dengan zat hara atau nutrisi bagi tanaman. Keberadaan
organisme tanah sebagai dekomposer dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos,
yaitu pembuatan pupuk dari bahan organik.
b. Pereaksi Kimia dalam Tanah
Bakteri yang terdapat di tanah terlibat dalam reaksi penguraian materi organik.
Misalnya bakteri Nitrosomonas yang terlibat dalam reaksi penguraian materi
organik kompleks yang berasal dari sisa makhluk hidup menjadi nitrat, senyawa
yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Mikoriza, yaitu jamur yang mampu membantu
tanaman untuk meningkatkan kemampuannya menyerap unsur hara berupa fosfor.
c. Pengurai Polutan dalam Tanah
Organisme tanah dapat berperan sebagai agen biologis yang mampu
membersihkan polutan dalam tanah. Organisme tanah menguraikan bahan kimia
yang masuk ke tanah misalnya herbisida dari hasil pertanian. Penguraian herbisida
dapat dilakukan dengan lebih cepat jika aktivitas organisme tanah semakin tinggi.
Unsur racun dan polutan seperti arsenik, kromium, dan merkuri dapat “terkunci” di
tanah karena terakumulasi di dalam tubuh bakteri. Polutan-polutan tersebut tidak
menyebabkan polusi bertambah parah.
d. Pencegah Penyakit Tanah

192
Pada kondisi normal ketika tanah memiliki jumlah senyawa organik dan
aktivitas organisme yang tinggi maka organisme tanah dapat melawan organisme
penyakit yang masuk ke tanah. Kondisi tanah yang normal dapat tercipta ketika
aktivitas pertanian dan perkebunan tidak berlebihan dan tidak banyak
menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan pestisida. Secara alami, organisme
yang ada di tanah memanfaatkan prinsip pengendalian biologis, yaitu predator dan
mangsa sehingga organisme yang mengganggu tanah dapat terkendali.
e. Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah
Tanah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan teksturnya. Jenis
tanah dapat ditentukan berdasarkan jumlah partikel penyusun yang paling banyak
terdapat pada tanah tersebut. Partikel yang terdapat di dalam tanah adalah pasir, liat,
dan debu. Tekstur tanah secara sederhana dapat ditentukan berdasarkan “Uji Rasa”.

Gambar 5. Klasifikasi Tekstur Tanah Berdasarkan Ukuran Partikel


Jenis tanah dikelompokkan berdasarkan ukuran partikel-partikel penyusunnya.
Tekstur tanah merupakan besar kecilnya ukuran partikel yang menyusun tanah.
Tekstur tanah juga merupakan ukuran proporsi relatif berbagai ukuran partikel yang
menyusun suatu tanah.
Tanah memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda, oleh karena itu kita
mengolongkan tanah menjadi beberapa jenis tanah seperti tanah lempung, tanah liat
dan pasir, ataupun tanah campuran dari ketiganya. Jenis tanah dapat diberi nama
berdasarkan ukuran partikel utama atau kombinasi dari ukuran partikel yang paling
melimpah. Sebagai contoh, kita dapat menyebut “tanah liat berpasir” ketika tanah
tersebut dapat dibuat menjadi pita yang tipis dan panjang, serta terasa berpasir. Oleh

193
karena itu kita dapat mengetahui bahwa tanah tersebut tersusun atas tanah liat dan
pasir.
Pembentukan tekstur tanah ini tentunya tidak lepas dari bantuan beberapa
makhluk hidup seperti cacing atau akar tumbuhan yang mampu mempercepat
pemecahan partikel-partikel tersebut dari batuan. Akar tumbuhan mampu menembus
batuan karena akar mampu mengeluarkan zat asam sehingga secara kimiawi dapat
membatu pelapukan batuan.
Sifat-sifat tanah dipengaruhi oleh tekstur tanah. Tanah pasir memiliki tekstur
yang berbutir sehingga memiliki porositas yang tinggi, artinya tanah pasir kurang
dapat menyimpan atau menahan air karena air akan mudah mengalir melewati
celah-celah yang cukup besar. Berbeda dengan tanah liat, tanah liat tersusun atas
partikel-partikel yang sangat kecil sehingga tanah liat dapat menyimpan air lebih
lama. Hal tersebut dapat dilihat dari pergerakan atau aliran air yang lambat ketika
tanah liat diberi air. Sifat tanah akan mempengaruhi kemampuannya dalam
menyediakan nutrisi dan air yang sangat dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan yang
hidup di atasnya.
Tanah yang subur memiliki perpaduan tanah lempung, tanah liat, dan pasir yang
hampir sama. Sifat dari perpaduan ketiga jenis tanah tersebut akan sangat
menguntungkan tumbuhan di atasnya sebab dengan adanya tanah liat yang sulit
ditembus air maka kandungan air dalam tanah dapat terjaga. Adanya pasir juga
menguntungkan karena akan memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga
memudahkan selsel akar mendapatkan oksigen.
f. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah
Organisme tanah membantu terbentuknya struktur tanah. Struktur tanah
merupakan susunan partikel-partikel tanah yang terikat satu sama lain menjadi suatu
gumpalan. Partikel-partikel tanah direkatkan oleh suatu perekat seperti bahan
organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh
organisme tanah akan bercampur dengan tanah dan membuat partikel tanah
terkumpul membentuk gumpalan-gumpalan tanah. Gumpalan tanah yang baik akan
menunjang kehidupan organisme tanah dan juga menunjang pertumbuhan populasi
organisme tanah. Keberadaan jamur di tanah juga mampu membantu pembentukan
gumpalan tanah.

194
B. Proses Pembentukan Tanah dan Komponen Penyusun Tanah
1. Proses Pembentukan Tanah
Tanah merupakan campuran dari batuan yang telah lapuk, penguraian bahan
organik, mineral, air dan udara. Tanah terbentuk karena adanya pelapukan fisik, kimia
dan biologis. Faktor fisik yang mempengaruhi pelapukan adalah iklim, adanya sinar
matahari, dan curah hujan mempengaruhi suhu bumi sehingga membantu
mempercepat pelapukan batuan. Selain itu pelapukan secara biologis, dibantu oleh
adanya mikroorganisme tanah dan jenis vegetasi tumbuhan juga mempengaruhi proses
pembentukan tanah. Faktor lain yang mempengaruhi pembentukan tanah adalah tipe
batuan, topografi atau relief tanah suatu daerah dan waktu. Ketika tanah digali sampai
dalam biasanya akan tampak lapisan-lapisan tanah (horizon tanah) yang memiliki
gradasi warna yang berbeda.

Gambar 6. Proses Pembentukan Tanah

Pada bagian paling atas, tumbuhan memperoleh nutrisi berupa air dan mineral-
mineral dari dalam tanah. Tanah bagian atas yang kaya nutrisi ini juga rentan
kehilangan kandungan mineral dan nutrisi akibat beberapa kejadian alam seperti hujan
dan banjir apabila tidak ada tumbuhan yang hidup di atasnya.

2. Komponen Tanah
Berikut ini akan dibahas lebih jelas tentang komponen-komponen penyusun tanah,

195
a. Batuan
Coba perhatikan tanah di sekitarmu! Apakah kamu dapat menemukan
batuan dengan mudah? Batuan merupakan bahan padat yang terbentuk secara
alami yang tersusun dari campuran mineral dan senyawa dengan berbagai
komposisi. Para ahli geologi mengelompokkan batuan menjadi 3 jenis berdasarkan
proses terjadinya yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. Jenis-jenis batuan
tersebut sudah pernah kamu pelajari pada saat Sekolah Dasar. Batuan dapat
berasal dari magma gunung berapi yang mendingin. Batuan-batuan yang ada di
bumi tersebut mengalami pelapukan sehingga menjadi bahan pembentuk tanah.
b. Udara
Pernahkah kamu berpikir bahwa pada tanah terdapat udara? Meskipun
tanah adalah benda yang kelihatannya padat, tetapi sebenarnya pada tanah tersebut
terdapat rongga-rongga yang berisi udara. Tahukah kamu di manakah posisi
rongga udara tersebut? Agar kamu dapat mengetahuinya perhatikan Gambar
dibawah ini :

Gambar 7. Rongga Udara di antara Partikel

Berdasarkan Gambar di atas kamu dapat mengetahui bahwa rongga udara terdapat
di antara partikel (butiran) tanah. Selain di antara partikel tanah, rongga udara juga
terdapat di antara batuan yang terdapat di tanah, di antara batuan dan partikel

196
tanah, di antara partikel tanah dengan akar tumbuhan ataupun di antara akar
tanaman dengan batu. Rongga udara juga dapat terbentuk oleh aktivitas hewan
tanah, misalnya cacing.

c. Humus
Humus adalah komponen organik yang dihasilkan dari proses dekomposisi
(penguraian) hewan atau tumbuhan yang telah mati, daun yang gugur, ataupun
feses oleh bakteri dan jamur. Kamu tentunya sudah sering mendengar bahwa
humus adalah tanah yang subur. Tahukah kamu mengapa demikian? Humus
adalah tanah yang memiliki tekstur gembur dan memiliki banyak pori-pori
sehingga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran udara. Kondisi tersebut
menyebabkan akar memperoleh cukup udara dan tanah humus mampu
mempertahankan air sehingga tanah selalu lembab. Selain itu humus juga
mengandung mineral-mineral dan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan
tumbuhan

Gambar 8. Humus
d. Air
Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup, seperti
bakteri, cacing, jamur, tumbuhan, dan lainlainnya. Makhluk hidup yang hidup di
tanah pada umumnya butuh kelembaban tanah. Kelembaban tanah disebabkan
karena keberadaan air di dalam tanah. Begitu pula tumbuhan juga membutuhkan
air. Air diserap oleh tumbuhan setelah air menembus tanah dan mencapai akar.

e. Mineral
Tanah dapat berasal dari pelapukan batuan dan kerak bumi. Kerak bumi
memiliki tebal 10-15 kilometer atau bahkan lebih. Nah, di dalam kerak bumi
inilah banyak terdapat kandungan mineral berupa ion-ion positif dan ion-ion
negatif.

197
Beberapa ion positif yang ada dalam tanah adalah Kalium (K+), Kalsium (Ca2+),
dan magnesium (Mg2+). Sedangkan ion-ion negatif adalah nitrat (NO3-), fosfat
(H2PO4-), dan sulfat (SO42-). Ion-ion tersebut merupakan nutrisi bagi tumbuhan
yang diserap melalui akar. Kandungan mineral dalam tanah yang berbeda-beda
menentukan sifat dan karakter suatu tanah.
Tanah yang subur tidak hanya ditentukan oleh kandunan mineral di
dalamnya tetapi juga sifat fisika dan kimia tanah. Sifat fisika tanah mencakup
tekstur dan struktur tanah. Selain itu, sifat fisika tanah yang dapa diamati dengan
mudah untuk menentukan kesuburan tanah adalah warna tanah. Salah satu sifat
kimia tanah yang menjadi indikator kesuburan tanah adalah derajat keasaman atau
pH tanah. Tanah yang subur memiliki pH tanah sekitar 7. Pada kisaran pH tersebut
tumbuhan dapat menyerap nutrisi secara optimal.
Tabel 1. Indikator Perubahan Warna

Keterangan:
Jika menggunakan pH universal cocokkan warna kertas pH dengan skala dan
warna di wadah indikator universal untuk menentukan nilai pH.
Warna hitam dan gelap : banyak mengandung humus
􀂃 Warna tanah merah : banyak mineral besi
􀂃 Warna tanah kuning coklat : banyak besi
􀂃 Warna tanah pucat atau kekuning-kuningan: banyak kuarsa.

Semakin gelap warna tanah kandungan bahan organiknya tinggi. Warna


tanah yang gelap juga akan menyerap panas lebih cepat dibandingkan dengan
warna yang terang. Karena banyak menyerap panas maka kandungan air pada

198
tanah yang gelap akan lebih cepat menguap sehingga tanah menjadi lebih cepat
kering. Kondisi warna tanah inilah yang secara tidak langsung dapat dikatakan
berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Warna tanah akan mempengaruhi
temperatur dan kelembaban sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman, aktivitas organisme tanah, dan struktur tanahnya.
f. Komponen Organik
Tanah merupakan tempat hidup dari beberapa makhluk hidup mulai dari
bakteri, jamur, alga, serangga, dan cacing tanah. Organisme tanah tersebut
menguraikan bahan-bahan yang berasal dari makhluk hidup sehingga
menghasilkan meterial organik di dalam tanah.

199
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Ganawati. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual
IX untuk SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sukis, Wariyono. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu
untuk Kelas IX SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Zubaidah, Siti. 2015. IPA Untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

200
BAB X

TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN

A. Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi yaitu semua hal yang di ciptakan secara sengaja oleh manusia melalui akal
serta pengetahuannya untuk memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.Sementara itu,
ramah lingkungan artinya tidak mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sebagai tempat
tinggal manusia. Maka dengan cara yang sederhana, teknologi ramah lingkungan yaitu teknologi
yang di ciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia namun tidak mengakibatkan
kerusakan atau memberikan dampak negatif pada lingkungan di sekelilingnya.

Teknologi seperti ini mesti mampu melindungi lingkungan. Caranya dapat beraneka
ragam, contohnya kurangi polutan yang umumnya timbul dari alat-alat teknologi, memakai
sumber daya alam dengan berimbang serta berkepanjangan, dan memberikan penanganan yang
pas pada limbah-limbah yang barangkali dihasilkan dari teknologi tersebut .Prinsip dari teknologi
yang ramah lingkungan ini ada enam, yakni Recycle, Recovery, Reduce, Reuse,Refine, serta
Retrieve Energy.

a. Reduce artinya mengurangi jumlah limbah dengan cra memaksimalkan pemakaian bahan

Contohnya mengganti keran atau pipa bocor, memasang alat penangkap ceceran/lelehan

b. Reuse yaitu menggunakan kembali beberapa bahan yg tidak terpakai atau telah berbentuk
limbah serta diolah dengan cara yang berbeda.
c. Recycle nyaris sama juga dengan reuse, hanya saja recycle memakai kembali bahan-
bahan atau limbah dengan sistem yang sama.
d. Recovery artinya pemakaian material khusus dari limbah untuk diolah demi kepentingan
yang lain.
e. Refine artinya memakai bahan yang ramah lingkungan dan lewat sistem yang lebih aman
dari teknologi sebelumnya
f. Retrieve Energy yaitu penghematan daya dalam satu sistem produksi.

Manfaat teknologi ramah lingkungan

a. Mengurangi jumlah limbah supaya tak berlebihan hingga dapat menghindari pencemaran
lingkungan

201
b. Teknologi ini benar-benar efisien serta efektif dalam hal pemakaian sumber daya alam,
hingga lingkungan juga bisa terjaga dengan baik

c. Menekan biaya produksi/hemat..Memakai sumber daya alam untuk sisi dari teknologi
dapat menghemat biaya, misalnya yaitu listrik tenaga surya yang cuma mengandalkan
energi matahari tanpa dipungut biaya

d. Mengurangi resiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup terutamamanusia

B. Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan Dan Teknologi Tidak Ramah


Lingkungan
a. Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan
a). Bidang Energi
1. Biofuel
Biofuel, merupakan teknologi penyediaan energi alternatif dengan menggunakan
sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Biofuel, berasal dari bahan-bahan organik.

Ada dua jenis biofuel yaitu

1). Etanol
Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat dibuat dengan fermentasi
karbohidrat atau reaksi kimia gas alam. Beberapa tumbuhan yang mengandung
karbohidrat tinggi seperti jagung, sorgum, atau singkong biasanya digunakan untuk
menghasilkan etanol.

2). Biodiesel
Sedangkan biodiesel merupakan bahan bakar alami yang biasanya diperoleh dari
lemak nabati. Penggunaan bahan bakar dengan sumber alam yang dapat diperbaharui
akan sangat membantu kita untuk menjamin kelestarian lingkungan dan ketergantungan
pada ketersediaan minyak bumi yang semakin menipis. Selain itu sisa pembakaran dari
biofuel juga lebih ramah lingkungan.

2. Biogas
Biogas merupakan jenis bahan bakar alternatif yang saat ini sudah banyak
digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga di Indonesia. Biogas
diperoleh dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang

202
hidup di lingkungan tanpa oksigen). Bakteri anaerob tersebut akan mengubah zat
organik menjadi gas metana (CH4) sebesar 75%, dan gas lainnya seperti
karbondioksida, hidrogen dan hidrogen sulfida. Namun demikian, gas yang digunakan
sebagai sumber bahan bakar adalah gas metana. Bahan organik yang paling sesuai untuk
produksi biogas adalah bahan organik yang berbentuk padat, cair, dan homogen. Saat ini
kotoran dan urin hewan ternak menjadi pilihan yang sesuai untuk produksi biogas.

Teknik pembutan biogas secara sederhana dapat dilihat pada Gambar dibawah ini
Lingkungan yang memiliki peternakan, tempat atau pabrik pengolahan makanan, seperti
tempat pembuatan tahu, tempe, ikan pindang, dan brem, merupakan tempat strategis
bagi pembuatan biogas.

Gambar 1. Skema Pembuatan Biogas

Pabrik makanan tersebut menghasilkan limbah organik yang homogen. Para


pemilik pabrik dapat menyatukan semua limbah sisa produksi bahan makanan ke dalam
saluran pembuangan untuk kemudian diolah menjadi biogas. Teknologi ini tidak hanya
bermanfaat karena mampu menghasilkan sumber energi alternatif, namun juga dapat
menjaga kebersihan lingkungan dengan pemanfaatan limbah organik dari hewan ternak
dan industri pembuatan makanan.

3. Sel Surya
Mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan hotovoltaic
(PV) cell atau sering disebut atau sel surya. Pada umumnya sel surya ini memiliki kuran
yang tipis (hampir sama dengan selembar kertas) dan terbuat dari silikon (Si) yang
dimurnikan atau polikristalin silikon dengan beberapa logam yang mampu

203
menghasilkan listrik. Ketika cahaya matahari melalui panel surya, cahaya menghasilkan
emisi elektron pada komponen panel. Elektron ini kemudian dihubungkan dengan
sistem tertentu sehingga dihasilkan listrik yang selanjutnya dialirkan dan disimpan pada
baterai sehingga dapat digunakan pada saat mendung atau malam hari. Energi yang
lebih juga dapat digunakan untuk menggerakkan pompa yang memompa udara ke dalam
lubang besar dalam tanah. Udara ini memiliki tekanan yang tinggi sehingga ketika
dilepaskan dapat memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Kita dapat memasang panel surya pada atap rumah atau menyusunnya dalam
lembaran-lembaran, dinding bangunan, atau pada permukaan benda lain. Teknologi
terbaru pada panel surya ini adalah adanya motor elektrik yang dapat menjaga panel
surya tetap menghadap cahaya matahari pada siang hari. Dengan demikian, mekanisme
panel surya ini akan mengumpulkan energi 30-40% lebih banyak dari panel surya biasa.

Pemanfaatan teknologi panel surya menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk
tetap menikmati aliran listrik. Pembangkit listrik tenaga surya ini sekarang sudah
digunakan secara besar-besaran di Portugal, Spanyol bagian selatan, Jerman, Korea
Selatan, dan Amerika. Saat ini, Indonesia memulai penggunaan teknologi ini untuk
memasok listrik di daerah yang belum mendapat aliran listrik. Kita sebagai anak bangsa
tentunya harus banyak belajar mengenai teknologi ini sehingga teknologi ini dapat
diterapkan di seluruh pelosok nusantara, sehingga semua penduduk Indonesia dapat
menikmati adanya aliran listrik.

Keunggulan dari Panel surya di antaranya adalah :

1) Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca,


2) Mampu menghasilkan energi cukup besar, dan
3) Mudah dipasang atau dipindahkan atau dikembangkan.
Kekurangan dari panel surya, di antaranya adalah :

1) Membutuhkan sistem penyimpanan listrik


2) Komponen pada panel surya ini termasuk jenis sampah yang berbahaya sehingga harus didaur
ulang dengan benar setelah pemakaian selama 20-25 tahun.
3) Tingginya harga produksi dari panel surya. Meskipun begitu, akhir-akhir ini panel surya
merupakan teknologi yang berkembang cepat untuk menghasilkan listrik.

204
4. Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydropower)
Tenaga air atau hydropower menggunakan energi gerak (energi kinetik) dari aliran
air untuk menghasilkan listrik. Siklus air dari hydropower diawali adanya evaporasi atau
penguapan air yang kemudian membentuk awan dan hujan. Air hujan yang terdapat
pada dataran tinggi, selanjutnya mengalir ke daerah yang lebih rendah melalui sungai.

Gambar 2.(a) Skema Pembangkit Listrik Sederhana Tenaga Air, (b) Pembangkit Listrik
yang Telah Diterapkan Masyarakat

Cara yang paling umum untuk memanfaatkan hydropower ini yaitu dengan
membangun bendungan yang membentangi sungai besar untuk membentuk tempat
penampungan air. Air yang dibendung dialirkan melalui suatu pipa besar dengan debit
atau laju tertentu untuk memutar turbin yang akan menghasilkan listrik. Secara umum,
alat pembangkit listrik tenaga air terdiri atas

1). Generator
Generator terdiri atas dua bagian utama yakni

 Stator, adalah bagian yang diam yang terdiri atas lilitan kabel dam suatu silinder,
 Rotor bagian yang berputar mengelilingi poros.
2). Turbin
Poros pada rotor generator terhubung dengan rotor pada turbin sehingga ketika
turbin bergerak berputar karena adanya aliran air maka lilitan dalam stator akan
menghasilkan energi listrik. Jadi, cara kerja pembangkit listrik tenaga air ini mengubah
energi gerak dari turbin menjadi energi listrik yang dihasilkan melalui generator.

205
Keunggulan dari hydropower diantaranya adalah :

1) Dapat menghasilkan energi yang besar


2) Membutuhkan biaya yang sedikit, dan
3) Sedikit menghasilkan emisi CO2.
i. Kelemahan dari teknologi hydropower diantaranya adalah :

4) Banyaknya tanah yang terganggu dan pengalihan tempat tinggal penduduk,


5) Menyumbang emisi metana (CH4) yang dilepaskan di udara akibat terurainya organisme
yang mati dalam air, dan
6) Mengganggu ekosistem air di daerah muara.
5. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut dan Ombak
Di beberapa pantai dan muara, level ketinggian air dapat naik atau turun hingga 6
meter bahkan lebih. Bendungan dibangun melintasi bibir pantai dan muara untuk
mengambil energi pada aliran air laut ini untuk digunakan sebagai hydropower. Saat ini
masih sedikit negara yang menerapkan teknologi ini. Salah satu negara yang sudah
menerapkan yaitu di kota La Rance, Prancis.

Kelemahan dari pembangunan teknologi ini adalah membutuhkan biaya yang sangat
besar, alat mudah rusak akibat korosi oleh air laut dan badai, serta di dunia hanya sedikit
daerah yang cocok untuk dibangun teknologi ini.

Gambar 3. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut

206
6. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Ada dua jenis pembangkit listrik tenaga angin yang saat ini dikembangkan, yaitu:

1) Pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun di daratan


Dibangun didaratan yang harus terletak didaerah yang jauh dan sedikit
populasi penduduk.

2) PLTA yang dibangun di pantai


Membutuhkan biaya yang lebih besar tetapi pembangkit ini memiliki
potensi yang besar. Hal ini disebabkan angin akan bergerak lebih cepat di
pantai, lebih kuat, dan lebih stabil daripada angin yang bergerak di daratan,
selain itu suara yang ditimbulkan dapat diredam dengan adanya suara ombak.

Gambar 4. (a) Pembangkit Listrik Tenaga Angin yang Dibangun di Daratan (b)
Pembangkit Listrik Tenaga Angin yang Dibangun di Lautan

Kelemahan dari PLTA ini diantaranya adalah :

1) Keberadaan angin yang harus cukup besar dan stabil


2) Pendistribusian listrik tidaklah mudah dan murah.
7. Geotermal
Energi geotermal merupakan panas yang tersimpan dalam tanah, lapisan dasar bumi,
dan cairan dalam kerak bumi. Kita dapat menggunakan energi yang tersimpan ini untuk
memanaskan dan mendinginkan bangunan serta menghasilkan listrik.

Salah satu cara untuk mengambil energi geotermal ini dengan menggunakan sistem
pompa panas geotermal “geotermal heat pump system”. Sistem ini dapat memanaskan
dan mendinginkan sebuah rumah dengan memanfaatkan perbedaan temperatur. Di

207
negara yang memiliki empat musim, pada musim dingin, suatu pipa yang diletakkan
dalam tanah dapat mengalirkan cairan yang membawa panas dari dasar bumi menuju
sistem pendistribusian panas di rumah. Sebaliknya, pada musim panas, sistem ini
bergerak berlawanan, memindahkan panas dari rumah dan menyimpannya dalam tanah.

Gambar 5. Aplikasi Geotermal dalam Skala Rumah

Atau dapat mengambil energi dari lapisan bumi yang lebih dalam dengan sistem
yang disebut hydrothermal reservoir. Beberapa batuan di dalam bumi memiliki suhu
sangat tinggi yang disebabkan oleh adanya pemecahan material radioaktif yang
terkandung dalam batuan tersebut. Air dalam tanah bertemu dengan batuan panas
sehingga terbentuk uap yang kemudian terakumulasi di antara bebatuan tersebut. Uap air
yang terkumpul dalam jumlah besar akan menimbulkan tekanan yang tinggi. Jika kita
mengebor bagian tersebut dengan bantuan pipa khusus maka uap air akan keluar dengan
kecepatan yang besar. Aliran uap inilah yang dapat digunakan untuk menggerakkan
turbin sehingga dapat menghasilkan listrik.

8. Fuel cel atau hydrogen power


Hidrogen juga menyediakan energi lebih banyak daripada bahan bakar lain. Hal ini
membuat hidrogen ideal digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang. Permasalahan
yang saat ini dihadapi yaitu sedikitnya gas hidrogen murni (H2) di bumi, sehingga
hidrogen harus diproduksi melalui senyawa lain yang mengandung unsur (H), seperti
CH4 (metana). Kita dapat menghasilkan gas hidrogen (H2) melalui pemanasan air,
mengaliri listrik, atau melepas hidrogen dari metana (CH4).

Kelemahan nya adalah untuk menghasilkan gas hidrogen dan alatnya membutuhkan

208
energi dan biaya yang sangat besar.

b). Bidang transportasi


1. Kendaraan hidrogen
Kendaraan hidrogen merupakan kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai
bahan bakar penggerak mesin. Di dalam kendaraan ini terpasang alat yang mampu
mengubah energi kimia dari hidrogen menjadi energi mekanik, dengan cara membakar
hidrogen dalam mesin pembakaran internal atau dengan mereaksikan hidrogen dengan
oksigen dalam fuel cell untuk menggerakkan motor listrik.

Mobil berbahan bakar hidrogen yang telah dikembangkan antara lain: Chevrolet
Equinox Fuel Cell, Honda FCX Clarity, Hyundai ix35 Fuel Cell dan Mercedes Bensz B-
Class F-Cell. Kendaraan ini mampu melaju dengan kecepatan 450 km/jam. Selain mobil
berbahan bakar hidrogen, di Cina juga telah dikembangkan sepeda hidrogen, sepeda
motor hidrogen, dan skuter hidrogen. Saat ini perusahaan pesawat terbang seperti
Boeing, Lange Aviation dan German Aerospace Center juga telah mengembangkan
pesawat berbahan bakar hidrogen.

Gambar 6. Alat Transportasi Berbahan Bakar Hidrogen (a) Mobil Hidrogen (b)
Pesawat Hidrogen (c) Sepeda Hidrogen

2. Mobil surya
Mobil surya merupakan mobil yang energi utamanya berasal dari sinar matahari.
Salah satu contoh mobil surya adalah bus surya. Bus ini menggunakan sinar matahari
untuk memberikan energi pada alat-alat listrik dalam bus dan energi yang digunakan

209
sebagai penggerak pada mesin bus. Bus surya yang saat ini ada merupakan kendaraan
yang menggunakan baterai sebagai tempat penyimpanan listrik yang diperoleh dari
cahaya matahari atau sumber yang lain. Pengembangan bus surya ini sejalan dengan
berkembangnya teknologi panel surya atau photovoltaic cell. Pada bus surya ini terdapat
panel surya yang terpasang pada atap bus yang dapat mengubah energi cahaya matahari
menjadi energi listrik yang dapat digunakan oleh mesin bus. Pengenalan bus ini sebagai
alat transportasi umum bertujuan untuk mengembangkan alat transportasi yang ramah
lingkungan.

Gambar 7. Mobil Surya

3. Mobil listrik
Mobil listrik merupakan mobil yang didorong oleh satu atau lebih motor listrik,
menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau alat penyimpanan energi
yang lain. Motor elektrik ini mampu memberikan tenaga putaran dengan cepat dan
memberikan percepatan yang kuat namun halus.

Keuntungan dari penggunaan mobil listrik ini antara lain mengurangi polusi udara,
karena mobil ini tidak menghasilkan polutan dan mengurangi efek rumah kaca. Namun,
penggunaan teknologi ini secara besar-besaran masih menjumpai beberapa hambatan,
antara lain: masih tingginya biaya produksi, minimnya infrastruktur isi ulang bahan
bakar listrik, dan masih takutnya pengemudi akan kehabisan listrik sebelum sampai di
tujuan.

c). Bidang lingkungan


1. Biopori
Biopori dikenal dengan istilah Teknologi Lubang Resapan (TLR), merupakan teknik

210
untuk membuat wilayah resapan air hujan. Teknik biopori memiliki prinsip yang sama
dengan sumur resapan, namun teknik ini diterapkan dengan menyediakan area yang
dibuat berlubanglubang kecil (berpori) yang nantinya akan menyerap air hujan dan
kemudian disalurkan ke dalam tempat penampungan air. Biopori sangat bermanfaat bagi
pelestarian keseimbangan lingkungan.

Selain dapat mencegah banjir di musim hujan, biopori juga dapat menjamin
ketersediaan air pada musim kemarau. Biopori juga dapat diandalkan untuk mencegah
penyebaran penyakit yang disebabkan oleh adanya genangan air, seperti demam
berdarah, malaria, dan kaki gajah. Kesuburan dan kelestarian organisme tanah juga dapat
terjaga dengan teknologi ini. Lubang-lubang resapan air ini sekaligus juga dapat
dimanfaatkan untuk membuat kompos, yakni dengan memberikan sampah organik
seperti dedaunan atau sisa makanan.

Gambar 8. Teknologi Biopori untuk Penampungan Air Hujan serta Pemanfatannya


untuk Pembuatan Kompos

2. Fitoremediasi
Fitoremediasi merupakan salah satu bentuk bioremediasi. Fitoremediasi merupakan
penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan, atau
menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik. Melalui
fitoremediasi ini polutan (zat penyebab polusi) seperti logam berat, pestisida, minyak,
dan zat lain yang mengotori tanah, air, atau udara dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Keunnggulan teknologi fitoremediasi ini adalah ramah lingkungan, biaya
operasional rendah, mudah untuk diaplikasikan, aman digunakan, tanah dapat menjadi
lebih subur dan dapat membuat kualitas lingkungan menjadi lebih baik. Contoh

211
tumbuhan yang dapat digunakan dalam fitoremediasi adalah bunga matahari, sawi,
eceng gondok, padi, tembakau, dan lidah mertua.

Gambar 9. Tanaman Eceng Gondok, Salah Satu Tanaman untuk Fitoremediasi

3. Toilet pengompos
Composting toilet merupakan toilet kering yang menggunakan proses secara aerob
untuk menghancurkan atau mendekomposisi feses yang dihasilkan manusia. Toilet
pengompos dapat digunakan sebagai pengganti toilet air pada umumnya. Toilet ini
biasanya ditambah dengan campuran serbuk gergaji, sabut kelapa, atau lumut tertentu
untuk membantu proses aerob, menyerap air, dan mengurangi bau. Proses dekomposisi
ini umumnya lebih cepat dari proses dekomposisi secara anaerob yang digunakan pada
septic tank.

4. Teknologi pemurnian air


Pemurnian air merupakan suatu proses penghilangan zat-zat kimia, kontaminan
biologis, partikel-partikel padat, dan gas-gas dari air yang terkontaminasi atau kotor.

Tujuan dari proses ini yaitu untuk menghasilkan air yang dapat digunakan untuk
keperluan tertentu.

Teknologi dalam pemurnian air adalah

1) Teknologi pemurnian air sederhana


2) Teknologi osmosis balik

d). Bidang industri


1. Biopulping

212
Teknologi yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh
mikroorganisme. Contoh mikroorganisme yang digunakan adalah jenis kapang (jamur).

Gambar 10. Teknologi Biopulping Menguraikan Limbah Secara Alami dengan


Mikroorganisme

b. Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

a). Teknologi Pengolahan Minyak Bumi


Minyak merupakan komoditas yang sangat penting karena dapat digunakan untuk
berbagai keperluan. Minyak dibutuhkan bagi hampir semua negara di dunia. Kita
menggunakan minyak untuk membuat makanan, untuk transportasi masyarakat dan
barang, membuat barangbarang sehari-hari seperti plastik, hingga aspal di jalan.
Petroleum atau minyak mentah pada umumnya “light crude oil” merupakan cairan hitam
dan lengket yang keluar dari bumi dan mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang
dapat terbakar, serta sedikit sulfur, oksigen, dan nitrogen. Minyak ini terbentuk dari
makhluk hidup yang telah mati pada jutaan tahun yang lalu terjebak dalam suatu ruang
yang ditutupi oleh bebatuan di dalam tanah atau di dasar laut. Jenis minyak ini menyusun
30% dari persediaan minyak bumi.

Untuk mengambilnya kita harus mengebor ke dalam ruangan yang berisi minyak
tersebut lalu memompanya keluar. Setelah beberapa tahun, cadangan minyak dalam ruang
ini akan menipis hingga akhirnya habis. Setelah dipompa keluar minyak ini lalu
disalurkan melalui pipa, truk, atau kapal minyak menuju kilang minyak. Di kilang minyak
ini minyak mentah dipanaskan untuk memisahkan komponen-komponen penyusunnya
berdasarkan titik didih. Secara sederhana proses penyulingan minyak bumi dapat kamu
lihat pada ilustrasi Gambar 11 berikut ini.

213
Gambar 11. Alat Penyuling Minyak Bumi

Eksploitasi sumber ini memiliki banyak dampak berbahaya terhadap tanah, udara,
air, makhluk hidup, dan iklim. Sebelum dilakukan penambangan, hutan terlebih dahulu
ditebang, aliran air dikeringkan, dan beberapa aliran sungai dialihkan. Selanjutnya,
timbunan seperti tanah berpasir, bebatuan, dan tanah lempung diambil sehingga terlihat
bebatuan dan pasir minyak. Selanjutnya, bebatuan dan pasir minyak tersebut digali
dengan bantuan alat berat lalu dibawa menggunakan truk besar menuju tempat
pemrosesan selanjutnya. Bebatuan dan pasir minyak dicampur dengan air panas dan uap
untuk diambil kandungan bitumennya lalu diubah menjadi minyak mentah yang
selanjutnya siap untuk diolah di kilang minyak.

Untuk mengambil minyak dari pasir minyak, sangat banyak komponen tanah di
Kanada yang telah dipindahkan. Bahkan terbesar di dunia. Produksi ini juga
menghasilkan polusi udara yang akan menyelimuti daerah tambang dengan debu, uap,
asap, dan bau. Selain itu, produksi ini menghasilkan emisi gas rumah kaca tiga hingga
lima kali dari pada produksi dari minyak mentah pada umumnya. Selain itu pada produksi
ini digunakan sejumlah air dan membentuk kubangan seperti danau yang berisi air limbah
dan kotoran yang beracun. Setiap tahun, banyak burung yang bermigrasi dan mencoba
untuk meminum air ini mati. Tanggul dari danau ini berpotensi untuk bocor dan hancur
sehingga dapat menyebabkan melubernya lumpur beracun ke daratan yang di dekatnya
dan ke dalam aliran sungai. Metode produksi minyak dari sumber ini sangat tidak efektif,

214
kotor, dan merusak lingkungan.

b). Teknologi Pengolahan Batu Bara


Batu bara merupakan bahan bakar fosil berbentuk padat yang terbentuk dari
beberapa tahapan dan berasal dari tanaman darat yang terkubur 300-400 juta tahun lalu
kemudian terpapar panas yang tinggi dan tekanan selama jutaan tahun. Dari dulu,
batubara telah digunakan secara luas untuk menghasilkan panas dan listrik. Saat ini ada
banyak pembangkit listrik yang menggunakan batubara untuk menghasilkan listrik. Di
dunia industri batubara juga digunakan untuk sebagai sumber energi dalam membuat baja,
semen, atau produk lain. Cina, Amerika Serikat, dan India merupakan tiga negara terbesar
dalam pembakaran batubara. Cina merupakan negara yang menjadi penyumbang emisi
CO2 dan SO2 terbesar di dunia, yang merupakan salah satu komponen penyebab hujan
asam dan menyebabkan penyakit pada manusia. Batubara merupakan bahan bakar fosil
paling besar di dunia. Masyarakat dunia menggantungkan diri pada batubara sebagai
sumber energi utama dalam waktu ratusan tahun. Permasalahan yang muncul ketika kita
menggunakan batubara sebagai bahan bakar adalah batubara merupakan bahan bakar
yang paling kotor di antara bahan bakar yang lain. Bahkan sebelum batubara dibakar,
proses produksi batubara sehingga siap digunakan pun telah merusak tanah dan
mencemari air dan udara. Ketika batubara dibakar secara langsung dengan tanpa
menggunakan alat pengontrol pembakaran, maka dapat menyebabkan polusi udara. Di
dalam batu bara banyak terkandung karbon dengan sedikit sulfur. Ketika dibakar sulfur
akan dilepas dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2). Pembakaran batubara juga
menghasilkan partikel karbon hitam dalam jumlah yang sangat banyak. Partikel-partikel
ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan. Secara
sederhana proses pengolahan batubara sebagai pembangkit listrik Permasalahan lain
akibat pembakaran batu bara yaitu adanya emisi zat radioaktif. Pembangkit listrik yang
menggunakan batubara sebagai sumber energi menghasilkan zat radioaktif 100 kali lebih
banyak dari pada pembangkit listrik tenaga nuklir. Limbah padat batubara juga harus
disimpan dalam tempat yang aman karena bersifat racun.

215
C. Prilaku Hemat Energi

Energi atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Sumber daya energi adalah sumber
daya alam yang dapat diolah oleh manusia sehingga dapat digunakan bagi pemenuhan kebutuhan
energi. Sumber daya energi ini disebut sumber energi primer, yaitu sumber daya energi dalam
bentuk apa adanya yang tersedia di alam. Sumber daya energi secara umum ada tiga yaitu
a. Sumber daya energi konvensional
b. Sumber daya energi nuklir
c. Sumber daya energi terbarukan
Berdasarkan asal mulanya Prilaku Hemat Energi
a. Sumber daya fosil
berasal dari jasad-jasad organik (makhluk hidup) yang mengalami proses sedimentasi
selama jutaan tahun. Contohnyaa Minyak bumi, gas bumi, dan batubara
b. Sumber daya non fosil
sumber energi yang pembentukannya bukan berasal dari jasad organik.contohnya sinar
matahari, air, angin, dan panas bumi
Dari segi pemakaian sumber energi yaitu
a. Energi yang langsung diberikan oleh alam dalam wujud aslinya dan belum mengalami
perubahan (konversi) disebut sebagai energi primer.
b. Energi sekunder adalah energi primer yang telah mengalami proses lebih lanjut.
Penghematan energi atau konservasi energi adalah tindakan mengurangi jumlah
penggunaan energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien
dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan
mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energ.prilaku penghemat energi yaitu
 Membudayakan penggunaan sepeda atau jalan kaki untuk kegiatan sehari-hari. Selain
menghemat BBM, penggunaan sepeda dan jalan kaki juga dapat mengurangi polusi udara
dan meningkatkan kesehatan.
a. Mematikan kendaraan jika sedang tidak digunakan dan jangan terlalu lama menyalakan
kendaraan ketika akan digunakan.
b. Mematikan lampu saat tidur dan saat siang hari. Oleh karena itu, saat membangun atau
merenovasi rumah, sebaiknya membuat rumah dengan banyak jendela sehingga cahaya
matahari dapat masuk ke dalam rumah.
c. Jika menggunakan pompa air listrik untuk mengalirkan air, penuhilah bak mandi dan tempat
penampungan air dalam sekali waktu.
d. Membuat jadwal mencuci dan menyeterika pakaian secara teratur.
e. Jika menggunakan kendaraan sebaiknya berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan.
216
Kemacetan di jalan membuat kendaraan membuang bahan bakar secara percuma.
f. Memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi. Misalnya mengganti lampu pijar yang
menghasilkan warna kuning dengan lampu neon yang menghasilkan warna putih atau lampu
LED
g. Jangan buang kertas-kertas bekas begitu saja, tanamkan dalam diri bahwa setiap menggunakan
sebuah kertas maka kita telah menebang sebuah pohon.
h. Menggunakan air secukupnya saat mandi atau mencuci.

217
Daftar Pustaka

Dewi, Ganawati. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual IX
untuk SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Kamaludin, Agus. 2014. Cara Cespleng Pintar Fisika SMP Kelas 7,8,9. Yogyakarta:Andi
Kemendikbud. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Kemendikbud Sukis, Wariyono. 2008.
Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/
MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Zubaidah, Siti. 2015. IPA Untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

218