Anda di halaman 1dari 3

Skenario A blok 25 Tahun 2019

Tn. K berusia 22 tahun, saat melaju dengan kecepatan tinggi di jembatan musi IV dari arah
berlawanan muncul mobil pick up. Karena tidak siap menghindar terjadi kecelakaan th. K
terhempas ke sisi jalan. Korban langsung di tolong oleh warga yang kebetulan melintas dan saat
ditolong pasien masih dapat berkomunikasi, tidak muntah, namun terlihat lemas, menahan nyeri
dan kesadaran mulai menurun. Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat tempat saudara
bekerja. Pada saat tiba di puskesmas pasien mengeluh nyeri pada perut dan paha kanan. Pada
pemeriksaan di tempat kejadian ditemukan:

- Pasien mengeluh nyeri pada bagian perut dan terdapat jejas abdomen
- Luka lecet pada dahi
- Terlihat konjungtiva anemis, kulit pucat, tangan dan kaki berkeringat dingin
- Terlihat deformitas di paha kanan berupa angulasi, shorthening dan discrepency
- Tanda vital: frekuensi napas 30xmenit, denyut nadi 1x/menit; lemah, tekaan darah 70/50
mm Hg
- GCS: 13 (E=3, V=5, M=6), ISS score 40
- Hb: 5 gr/dL, lactat: 4

Saudara sebagai dokter di puskesmas tersebut segera melakukan anamnesis, pemeriksaan dan
tatalaksana aal pada pasien tersebut

I. Klasifikasi Istilah
1. Lecet pada dahi 3
2. Jejas pada abdomen 4
3. Lemas 2
4. Nyeri : Perasaan tidak nyaman, menderita, atau nyeri, disebabkan oleh rangasangan
ujung-ujung saraf tertentu.
5. GCS : Glassglow Coma Scale; 1
6. Angulasi : Pembentukan suatu lekukan obstruksi yang tajam
7. IGD : Instalasi Gawat Darurat 10
8. Peralatan tatalaksana trauma IGD 9
9. Defans muscular 7
10. ROM : Range of Motion; 8
11. Limitasi gerakan 5
12. ISS 6
13. Shortening 9
14. Discrepency 10
II. Identifikasi Masalah
1. Tn. K berusia 22 tahun, saat melaju dengan kecepatan tinggi di jembatan musi IV
dari arah berlawanan muncul mobil pick up. Karena tidak siap menghindar terjadi
kecelakaan th. K terhempas ke sisi jalan.
2. Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat tempat saudara bekerja. Pada saat
tiba di puskesmas pasien mengeluh nyeri pada perut dan paha kanan.
3. Pasien masih dapat berkomunikasi, tidak muntah, namun terlihat lemas, menahan
nyeri dan kesadaran mulai menurun
4. Luka lecet pada dahi
5. Terlihat konjungtiva anemis, kulit pucat, tangan dan kaki berkeringat dingin
6. Pasien mengeluh nyeri pada bagian perut dan terdapat jejas abdomen
7. Tanda vital: frekuensi napas 30xmenit, denyut nadi 1x/menit; lemah, tekaan darah
70/50 mm Hg
8. Terlihat deformitas di paha kanan berupa angulasi, shorthening dan discrepency,
terdapat limitasi gerakan dengan ROM pasif
9. GCS: 13 (E=3, V=5, M=6), ISS score 40
10. Hb: 5 gr/dL, lactat: 4

III. Analisis Masalah


1. Tn. K berusia 22 tahun, saat melaju dengan kecepatan tinggi di jembatan musi
IV dari arah berlawanan muncul mobil pick up. Karena tidak siap menghindar
terjadi kecelakaan th. K terhempas ke sisi jalan. Korban langsung dibawa ke
puskesmas terdekat
a. Bagaimana tatalaksana awal pada kasus? 9, 4
b. Trauma apa saja yang mungkin terjadi pada kasus? 3,7
c. Bagaimana cara merujuk pasien? 6,8
2. Pasien masih dapat berkomunikasi, tidak muntah, namun terlihat lemas,
menahan nyeri dan kesadaran mulai menurun
a. Apa makna kalimat di atas? 5, 10
b. Bagaimana mekanisme lemas? 3,2
c. Bagaimana mekanisme nyeri? 4,1
d. Bagaimana mekanisme penurunan kesadaran? 10, 8
3. Tanda vital: frekuensi napas 30xmenit, denyut nadi 1x/menit; lemah, tekaan
darah 70/50 mm Hg, GCS : 13 (E=3, V=5, M=6), ISS score 40
a. Bagaimana interpretasi pada hasil pemeriksaan di atas? 1,6
b. Bagaimana mekanisme abnormal hasil pemeriksaan di atas? 10, 9
c. Bagaimana prosedur pemeriksaan GCS? 5,2
d. Bagaimana prosedur pemeriksaan ISS? 3,7
4. Kepala
Luka lecet pada dahi
Konjungtiva anemis
a. Apa makna luka lecet pada dahi? 6, 4
b. Bagimana komplikasi trauma tumpul pada dahi? 1, 10
c. Bagaimana mekanisme konjungtiva anemis? 3, 10
5. Toraks
Dinding dada simetris, sonor, vesikuler.
a. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik toraks? 9, 8
6. Abdomen:
Nyeri pada bagian perut dan terdapat jejas abdomen
Bising usus melemah
Nyeri ketok pada perut kiri atas
Terdapat defans muskular
a. Apa saja regio pada abdomen dan apa saja kemungkinan organ yang
terganggu? 7,9
b. Bagaimana mekanisme bising usus melemah? 4,8
c. Bagaimana mekanisme nyeri ketok pada perut kiri atas? 6,3
d. Bagaimana mekanisme defans muskular? 2, 5
7. Ekstremitas
Terlihat deformitas di paha kanan berupa angulasi, shorthening dan
discrepency, terdapat limitasi gerakan pada tungkai bawah kiri dengan ROM
pasif, kulit pucat, tangan dan kaki berkeringat dingin
a. Apa kemungkinan penyebab keluhan pada kasus? 2,7
b. Bagaimana mekanisme kulit pucat? 5,1
c. Bagaimana mekanisme tangan dan kaki berkeringat dingin? 6,9
8. Pemeriksaan Laboratorium
Hb: 5 gr/dL, lactat: 4
a. Bagaimana interpretasi pemeriksaan laboratorium pada kasus? 2,1
b. Bagaimana mekanisme abnormal pemeriksaan laboratorium pada kasus?
5,7
c. Apa saja pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan? 8, 4
IV. Hipotesis
Tuan K, seorang pengendara motor berusia 22 tahun diduga mengalami trauma
multiple dengan gangguan sirkulasi, trauma abdomen, dan fraktur tertutup pada femur
dekstra.