Anda di halaman 1dari 94

VITAMIN

PENDAHULUAN
Tahun 1880: pelaut Jepang kena
beri-beri🡪diet dengan daging, susu,
makan nabati
Scurvy: pelaut Inggris🡪 + jeruk🡪 sembuh
Kesimpulan: manusia perlu vitamin, selain
karbohidrat, protein, lemak, mineral dan
air dalam makanannya
Istilah vitamin: thn 1911 oleh Casimir
Funk🡪 vita =hidup/vital, amine = senyawa
amine/amina
VITAMIN ?

Fungsi selengkapnya vitamin dalam tubuh


masih belum seluruhnya diketahui
Penggolongan vitamin berdasarkan
kelarutannya:
Vitamin yang larut dalam lemak: A, D, E, K
Vitamin yang larut dalam air: B complex, C
Faktor nutrisi essensial lainnya: kholin,
inositol, PABA, bioflavonoid, asam lipoat
VITAMIN ?
Vitamin adalah
1. suatu senyawa organik penting, yang ada
dalam diet, bukan karbohidrat, lemak,
protein, maupun mineral, yang dibutuhkan
dalam jumlah kecil untuk berjalannya fungsi
tubuh yang normal
2. tidak dapat disintesis oleh tubuh (manusia
maupun sebagian besar hewan) 🡪 suplay
dari makanan
Tumbuh-tumbuhan dan mikroorganisme
dapat mensintesis vitamin
VITAMIN LARUT LIPID
Vitamin larut lipid merupakan bentuk apolar hidrofobik
yang hanya dapat diabsorpsi apabila ada absorpsi lipid
Sirkulasi darah: vitamin dibawa dalam lipoprotein atau
terikat pada specific binding proteins.
Fungsi vitamin :
vitamin A, vision;
vitamin D, calcium and phosphate metabolism;
vitamin E, antioxidant;
Vitamin K, blood clotting
Fungsi selengkapnya vitamin dalam tubuh masih
belum seluruhnya diketahui
VITAMIN LARUT LIPID
Vitamin larut lipid 🡪 tergantung dari pencernaan dan
absoprsi lipid—kasus steatorrhea dan gangguan sistem
empedu 🡪 defisiensi vitamin larut lipid :
Buta senja dan xerophthalmia 🡪 vitamin A;
Rickets pada anak dan osteomalacia pada dewasa 🡪
vitamin D
Gangguan neurologis dan anemia neonatus 🡪 vitamin
E;
Perdarahan neonatus 🡪 vitamin K.
Keracunan vitamin : intake berlebih ??????????
vitamins A dan D🡪 Vitamin A dan β-carotene (provitamin
A)🡪 atherosklerosis dan cancer prevention.
VITAMIN LARUT AIR
Vitamin larut air: vitamin B kompleks dan vitamin
C🡪fungsi kofaktor enzim
Defisiensi salah satu dari vitamin B kompleks jarang
terjadi🡪 karena terkandung dalam makanan
Defisiensi vitamin larut air:
Beriberi 🡪thiamin;
Cheilosis, glossitis, seborrhea🡪 riboflavin;
Pellagra 🡪 niacin;
Peripheral neuritis 🡪 pyridoxine;
Megaloblastic anemia, methylmalonic aciduria, dan
pernicious anemia 🡪 vitamin B12;
Megaloblastic anemia 🡪 folic acid
scurvy 🡪Vitamin C
DEFINISI VITAMIN

Vitamin adalah komponen/ bahan organik


yang harus ada dalam makanan dan
dibutuhkan dalam jumlah sedikit supaya
metabolisme tubuh berjalan normal
Kasus defisiensi vitamin🡪 pencegahan &
terapi: asupan vitamin dari luar atau
makanan
VITAMIN LARUT LIPID
VITAMIN A
VITAMIN A (RETINOID): RETINOL,
RETINAL, ASAM RETINOAT
Sifat fisik dan kimiawi:
stabil pada temperatur yang agak tinggi
bagi manusia, vitamin A tersedia dalam
bentuk:
1. vitamin A sendiri
2. precursor/ provitamin A
VITAMIN A SENDIRI
didapat pada diet hewani sebagai ester
retinol dengan asam lemak rantai panjang
yang ditimbun di berbagai jaringan hewan
(ginjal, paru, hati)
bentuk isomer yang penting:
1. vitamin A1 = retinol 1
rumus molekul C20H29OH
banyak terdapat di hati ikan laut
2. vitamin A2 = retinol 2 = 3 dehidro retinol –
1
rumus molekul C20H27OH
ikatan rangkap A2 > A1
banyak terdapat dalam hati ikan air tawar
aktivitas fisiologi vit A2 = A1
PRECURSOR/ PROVITAMIN A
adalah pigmen-pigmen karotenoid yang disebut
karoten, yang merupakan bagian dari pigmen
tumbuh-tumbuhan berwarna hijau atau kuning
Di dinding usus: karoten diubah menjadi vitamin A
Karotenoid sendiri tidak mempunyai aktivitas
sebagai vitamin A
Sumber vitamin A yang aktif: dari hewan
Yang penting untuk pembentukan vitamin A: α, β,
γ karoten dan kriptosantin (terutama β karoten)
Diet nabati: vitamin A terutama sebagai β karoten
pada pigmen yang kuning
PRO VITAMIN A

Pro-Vitamin A = carotenoids
Retinoid = retinol = retinaldehyde = retinoic
acid🡪 hanya didapatkan pada makanan dari
hewan; carotenoids🡪 didapatkan pada
makanan dari tumbuhan
Mengukur kadar vitamin A dalam makanan:
equivalent dengan jumlah retinol per
mikrogram (6 μg β-carotene ~1 μg retinol)
METABOLISME VITAMIN A
METABOLISME VITAMIN A DI USUS
provitamin
Β
A
carotene
carotenoid

carotene dioxygenase

retinaldehyd
e

Esterfikasi Retinol
retinol masuk
kilomikron
METABOLISME VITAMIN A
METABOLISME VITAMIN A DI LUMEN
USUS

ester retinol dari diet hewani dihidrolisa


oleh enzim esterase (disekresikan oleh
pankreas), kemudian diabsorbsi langsung
dalam bentuk retinol 🡪 proses absorbsi
butuh garam empedu
FUNGSI VITAMIN A

β karoten: sebagai anti oksidant lemak


retinol:
reproduksi (sebagai hormon sterol)
penglihatan (prazat pigmen penglihatan)
fungsi retinol dalam penglihatan dapat
dibantu oleh retinal
FUNGSI VITAMIN A
retinal:
merupakan komponen penglihatan rhodopsin
pada sel-sel batang (rod cells)
retinoid acid:
asam retinoat
diperlukan untuk pertumbuhan, yaitu
menimbulkan respon penambahan jumlah
reseptor
merangsang diferensiasi sel Ca embrional dan
secara reversibel menghambat pertumbuhan sel
kanker mammae manusia.
DEFISIENSI VITAMIN A

Buta senja : buta warna hijau🡪 buta warna


muda🡪 night blindness.
Kronis defisiensi : xerophthalmia:
keratinisasi kornea dan kulit
Differensiasi sistem immune menurun.
KERACUNAN VITAMIN A
Kemampuan tubuh dalam memetabolisir
vitamin A sedikit
Gejala keracunan:
Tekanan intra kranial meningkat: headache,
nausea, ataxia, dan anorexia,
Hepatomegali dan perubahan histologi hepar
Calcium homeostasis terganggu : penebalan
tulang panjang, hypercalcemia dan kalsifikasi
jaringan lunak,
Kulit : kering, desquamasi, dan alopecia
Sumber Vitamin A:
sayuran dan buah yang berwarna hijau dan
kuning (kaya karoten) 🡪sumber pro vitamin A
margarin, susu, kuning telur, keju, ginjal, hati
ikan
Penentuan vitamin A:
kualitatif: reaksi Carr – Price (vit.A + SbCl3 +
CHCl3 biru ungu)
kuantitatif: reaksi Carr – Price,
spektrofotometri, fluorometri, dl
KEBUTUHN VITAMIN A

Laki-laki : 5.000 IU/hr


Wanita : 4.000 IU/hr
Anak-anak : 1.400 – 3.500 IU/hr
Bumil : 6.000 IU/hr
Buteki : 8.000 IU/hr
1 IU ekivalen dengan aktivitas 0,3 μg
retinol Kadar vitamin A darah: 50 – 200
IU / 100 ml darah
VITAMIN D = CALCIFEROL
VITAMIN D ADALAH HORMON
Vitamin D 🡪dapat disintesis di kulit 🡪
tergantung sunlight
7-Dehydrocholesterol (bahan intermediate
dari sintesis kolesterol yang menumpuk di
bawah kulit) 🡪 reaksi nonenzymic terpapar
ultraviolet light 258-300 nm,🡪 terbentuk
previtamin D 🡪 vitamin D (cholecalciferol)
Iklim dengan suhu panas: konsentrasi
vitamin D dalam plasma meningkat
BENTUK VITAMIN D

Bentuk pro vitamin D yang terpenting:


ergosterol: dari tumbuh-tumbuhan (ergot dan
ragi)
7-dehidro kholesterol: dari hewan (pada kulit)
penyinaran langsung oleh sinar UV pada:
ergosterol: menghasilkan ergokalsiferol =
vit.D2
7-dehidro kholesterol: menghasilkan
kholekalsiferol = vit.D3
ergokalsiferol dan kholekalsiferol mempunyai
potensi = vitamin D
SINTESIS VITAMIN D
VITAMIN D
Cholecalciferol (Vitamin D3) hasil sintesis di
kulit🡪 hepar: hidroksilasi menjadi
25-hydroxy cholecalciferol🡪 aliran darah:
terikat pada vitamin D-binding globulin 🡪
ren: hidroksilasi menjadi active metabolite
1,25-dihydroxy cholecalciferol atau inactive
metabolite 24-hydroxycalcidiol
Ergocalciferol yang diperoleh dari tanaman
🡪 hidroksilasi menjadi ercalcitriol.
METABOLISME VITAMIN D
FUNGSI VITAMIN D
Metabolisme vitamin D tergantung pada konsentrasi
kalsium dan fosfat palsma
Fungsi utama vitamin D : mengontrol homeostasis
kalsium:
Meningkatkan absorpsi kalsium di intestinal
Menurunkan ekskresi kalsium
Memobilisasi bone mineral
Terlibat dalam:
Sekresi insulin
Sintesis dan sekresi parathyroid and thyroid hormones
Menghambat produksi interleukin yang diaktivasi oleh sel T
dan sel B
Differensiasi monocyte precursor cells🡪 proliferasi
MASALAH KESEHATAN VITAMIN D
Defisiensi vitamin D:
pada anak-anak: Ricketsia (gangguan proses
penulangan / osifikasi sehingga tulang melengkung
kaki berbentuk X atau O)
pada dewasa: osteomalacia (tulang rapuh, kadar Ca
darah menurun sehingga terjadi perubahan ratio Ca /
P karena ekskresi kalsium lebih besar dari ekskresi
fosfat
Hipervitaminosis D:
pemberian vitamin D dalam jumlah besar pada
umumnya tidak berbahaya, tetapi juga tidak
menguntungkan:
pada bayi🡪 kalsifikasi jaringan-jaringan lunak seperti
paru-paru dan ginjal hiperkalsemia
Pada dewasa🡪 kerapuhan tulang dan batu ginjal
VITAMIN D
Sumber vitamin D:
hati ikan, susu, telur
penambahan vitamin D dari luar pada diet
penyinaran makanan yang mengandung provitamin D
Pada manusia, penyinaran kulit oleh sinar UV menghasilkan vitamin
D
Keunikan vitamin D:
makanan yang mengandung vitamin D hanya sedikit jenisnya
dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, yaitu dengan penyinaran UV
(dari lampu atau matahari) pada kulit
Kebutuhan vitamin D:
Anak-anak: 400 – 800 IU/hr (1 IU = aktivitas 0,025 μg kristal
murni vitamin D3)
Tocopherol

VITAMIN E
VITAMIN E
Berasal dari bahasa Yunani: tokos =
melahirkan, phero =membawa, ol = alkohol
Di alam ada 6 macam tocoferol: alfa, beta,
gama, delta, eta, zeta
Paling banyak di alam dan mempunyai
aktivitas biologis yang terbesar sebagai
vitamin: α-tocoferol (= 5, 7, 8 trimetil tocol)
80% 🡪minyak kekuningan yang larut dalam
lemak, stabil terhadap panas dan asam,
kurang stabil terhadap basa dan mengalami
oksidasi secara lambat
Aktivitasnya dapat dirusak oleh sinar UV
FUNGSI VITAMIN E
hewan tingkat tinggi (unggas, sapi): diperlukan
untuk kesuburan sehingga disebut vitamin
antisterilitas atau faktor kesuburan (fertility
factor 🡪manusia ???????
sebagai antioksidan🡪Fungsi biokimiawi vitamin E
dan selenium adalah mencegah kerusakan
elemen-elemen seluler dan subseluler oleh
peroksidase
sebagai kofaktor dalam transfer elektron pada
respirasi sel dan membran eritrosit
ikut mempertahankan integritas otot-otot,
jaringan hati dan sel darah merah
KONSENTRASI VITAMIN E

Kadar vitamin E pada lipoprotein dalam


plasma dan fosfolipid organel, tergantung
pada faktor-faktor:
jumlah α-tocoferol yang dikonsumsi
kadar pro oksidant dan anti oksidant pada
diet
kadar selenium dalam diet
masukan asam amino yang mengandung S
dalam diet
METABOLISME VITAMIN E

tocoferol mudah diabsorbsi di usus halus,


kemudian ditransport ke hati dalam
khilomikron. Untuk mencapai jaringan
perifer, vitamin E diangkut oleh
lipoprotein
fosfolipid dari mitokondria, endoplasmik
retikulum dan membran plasma
mempunyai afinitas yang spesifik
terhadap α-tocoferol
MASALAH KESEHATAN VITAMIN E

Defisiensi vitamin E:
gangguan reproduksi
distrofi otot (karena gangguan integritas
otot)
gangguan eritrosit (mudah terhemolisis)
Hipervitaminosis E:
vitamin E relatif non toksik pada manusia
pada dosis yang sangat besar mata kabur dan
pusing
Sumber vitamin E:
tumbuh-tumbuhan: bibit gandum, padi, minyak
kacang, minyak jagung, minyak biji kapas, kecambah
hewan: daging, mentega, susu, telur
Kebutuhan vitamin E:
dewasa: laki-laki = 15 IU; wanita = 12 IU
kebutuhan bumil & buteki lebih banyak
anak-anak: 4 – 15 IU (tergantung umur dan jenis
kelamin)
1 IU α tocoferol ~ aktivitas biologis 0,67 mg tocoferol
VITAMIN K
VITAMIN K
Disebut vitamin koagulasi
Vitamin yang larut dalam lemak, stabil
terhadap panas , peka terhadap sinar
(sehingga botol penyimpanannya harus
berwarna gelap)
Ada 3 macam:
vitamin K1 = Filoquinon🡪 pd minyak tumbuhan
dan daun berwarna hijau
vitamin K2 = Menaquinon (misal: Farnoquinon)
🡪pd jaringan hewan dan dapat disintesa bakteri
usus
vitamin K3 = Menadion🡪vitamin K yang
diproduksi sintetis dan larut air
FUNGSI VITAMIN K

untuk memelihara kadar normal dari


faktor-faktor pembekuan darah (yakni
faktor II, VII, IX, X yang disintesa di hati
dalam bentuk prekursor yang inaktif)
🡪Pengaktifan faktor-faktor tersebut
perlu vitamin K
sebagai komponen koenzim dalam proses
fosforilasi oksidasi
METABOLISME VITAMIN K
gangguan absorbsi lemak terjadi defisiensi
vitamin K
bakteri usus banyak yang mati🡪defisiensi
vitamin K
filoquinon dan menaquinon hanya diabsorbsi
bila ada garam empedu, kemudian ke
pembuluh limfe
menadion (karena larut dalam air) dapat
diabsorbsi tanpa adanya garam empedu,
kemudian ke peredaran darah 🡪 menadion
untuk pengobatan
disimpan di hati (>>) dan jaringan perifer (<)
DEFISIENSI VITAMIN K &
HIPERVITAMINOSIS K

Defisiensi Vitamin K: hampir tidak ada


Hipervitaminosis K:
pemberian dosis menadion berlebihan:
pemecahaneritrosit berlebihan (tidak terjadi
pada vitamin K1)
Sumber vitamin K:
tumbuh-tumbuhan berwarna hijau, tomat
keju, kuning telur, hati
disintesa oleh bakteri usus
Kebutuhan vitamin K:
belum dapat ditentukan dengan pasti karena
defisiensi vitamin K jarang terjadi
VITAMIN LARUT AIR
VITAMIN LARUT AIR
Mempunyai struktur kimia yang bermacam-macam dan
mempunyai bagian molekul yang polar
Dapat disintesis oleh tumbuh-tumbuhan (kecuali vitamin
B12): kacang-kacangan, padi-padian, tumbuhan berdaun
hijau. Juga terdapat di sel ragi, daging dan susu
Terdiri dari:
vitamin B complex
vitamin C
Karena larut dalam air, maka tidak stabil dalam penyimpanan
sehingga harus selalu ada dalam diet (kecuali vitamin B12
yang dapat disimpan beberapa tahun di hati manusia normal
sehingga hati dapat menyuplai vitamin B12)
Berperan sebagai koenzim adatu kofaktor pada reaksi
enzimatik,
Dapat diekskresi melalui urine 🡪tidak menyebabkan
keracunan
VITAMIN B
VITAMIN BC YANG PENTING DAN TERDAPAT DALAM
MAKANAN

B1 = tiamin / aneurin / faktor anti beri-beri


B2 = riboflavin / laktoflavin
B3 = asam pantotenat
B5 = niasin / asam nikotinat / P.P faktor =
vitamin G
B6 = piridoksin
B7 = biotin = vitamin H
B9 = asam folat / asam pteroil glutamat
B12 = siano kobalamin / anti anemia
pernisiosa
VITAMIN B1
VITAMIN B1/ TIAMIN
merupakan kristal putih yang sedikit larut
alkohol, bau dan rasanya seperti ragi
mudah dioksidir sehingga terjadi tiokhrom
(tiokhrom dipakai untuk penentuan kadar tiamin)
inaktif bila direduksi atau kena sinar UV
relatif stabil terhadap asam atau pemanasan
kering sampai 100°C, tetapi mengalami destruksi
lambat pada pemanasan basah
enzim tiaminase (dalam ikan mentah tertentu)
bersifat tidak tahan panas, dapat membuat tiamin
menjadi inaktif
di alam bebas terdapat dalam bentuk tiamin HCl
METABOLISME TIAMIN/B1
tiamin dapat disintesa tumbuhan dan jasad
renik (termasuk bakteri dalam usus manusia
dalam bentuk bebas mudah diabsorbsi di
usus
tidak dapat disimpan tubuh dalam jumlah
besar
kelebihan tiamin akan diekskresi melalui
urine 🡪tidak keracunan
setelah diabsorbsi di otak dan hati, tiamin
mengalami fosforilasi menjadi bentuk
aktifnya, yaitu tiamin pirophosphat (TPP)🡪
fosforilasi terjadi atas bantuan enzim tiamin
pirofosfotransferase (tiamin
DEFISIENSI VITAMIN B1
gangguan pertumbuhan pada hewan muda
polineuritis yang ada pada manusia dapat
disertai perubahan kardiovaskuler dan
edema.
Gejala utama pada manusia dapat dibagi 3:
gejala susunan saraf = dry beri-beri
gejala edema = wet beri-beri
gejala jantung = acute pernicious beri-beri
gangguan saluran cerna, misal: turunnya
nafsu
makan, gangguan pencernaan dan obstipasi
SUMBER VITAMIN B1

terdapat pada hampir semua tumbuhan


dan semua jaringan hewan yang dimakan
didapati berlimpah pada padi-padian yang
tidak terlalu dibersihkan kulit arinya, hati
dan daging
makanan tertentu yang diperkaya vitamin
B1: tepungtepungan,
mentega, jagung dan makaroni
KEBUTUHAN VITAMIN B1
manusia dewasa: rata-rata 0,5 mg / 1000 kal
kebutuhan tergantung:
umur: anak-anak > dewasa
aktivitas: makin besar kebutuhan kalori, makin besar
pula kebutuhan akan vitamin B1
besarnya tubuh: makin besar tubuh, kebutuhan
vitamin B1 semakin besar pula
kehamilan dan laktasi: kebutuhan >
diet lemak dan protein mengurangi kebutuhan
tiamin; diet karbohidrat meningkatkan kebutuhan
tiamin
pada keadaan demam: kebutuhan meningkat
VITAMIN B2/ RIBOFLAVIN
VITAMIN B2
merupakan kristal berwarna kuning
orange yang larut dalam air dan
berfluorescensi kuning kehijauan
tidak mudah teroksidasi
stabil pada pemanasan dan asam, tetapi
peka terhadap sinar UV
di alam didapati sebagai pigmen bebas
riboflavin fosfat atau sebagai penyusun
flavoprotein
METABOLISME
Setelah diabsorbsi dalam mukosa usus , riboflavin mengalami fosforilasi
(oleh enzim flavokinase )menjadi: riboflavin fosfat atau riboflavin
mononukleotida
Walaupun penimbunan relatif terbatas, riboflavin didapati dalam hati dan
ginjal dalam jumlah yang lebih banyak
Riboflavin adalah komponen dari koenzim:
FMN (Flavin Mono Nukleotida): yang dibentuk dengan reaksi fosforilasi
riboflavin dan memerlukan ATP🡪rantai respirasi
FAD (Flavin Di Nukleotida): yang dibentuk dari FMN ditambah bagian
AMP dari molekul ATP lain🡪 rekasi pada asam-asam amino, asam
lemak dan karbohidrat
Diekskresi melalui faeces (terutama) dan melalui urine. 🡪 tidak terjadi
keracunan riboflavin
Riboflavin bebas tidak dapat melewati placenta🡪 tetapi pada hewan yang
hamil estrogen menginduksi pembentukan protein pengemban riboflavin
dan akan mentransport riboflavin menembus placenta, masuk peredaran
darah bayi
DEFISIENSI VITAMIN B2

fisura pada sudut mulut (cheilosis), pada


lipatan telinga dan hidung, lidah bengkak
dan merah (glossitis)
perlukaan-perlukaan kulit
vaskularisasi kornea, fotofobi, mata
kering dan merah
Sumber vitamin B2:
susu, daging, hati, ginjal, jantung, ikan dan
telur, buahbuahan
vitamin B2 dapat disintesa semua tumbuhan
dan banyak mikroorganisme, tetapi tidak
dapat disintesa oleh hewan tingkat tinggi
Kebutuhan vitamin B2:
pada anak-anak dan dewasa: 0,4 – 1,8 mg/hr
NIASIN/NIACIN/VITAMIN B3
VITAMIN B3

Niasin adalah nama umum dari asam


nikotinat yang mudah berubah menjadi
nikotin amida yaitu komponen tak
beracun dari alkaloid nikotin tembakau
yang toksik
berupa kristal putih berbentuk jarum
larut dalam air dan stabil terhadap panas
METABOLISME NIASIN
Asam nikotinat diabsorbsi di usus halus
sebagai nikotinat
Sitosol sel : nikotinat mengalami
fosforilasi🡪menjadi NMN (Nikotinat Mono
Nukleotida)🡪 adenilasi oleh ATP dan
penambahan gugus amida dari glutamin
membentuk koenzim NAD+ (Nikotin amida
Adenin Dinukleotida).
NAD+ dapat mengalami fosforilasi menjadi
NADP+ 🡪koenzim
Niasin diekskresi melalui urine
VITAMIN B3
Fungsi vitamin B3:
NAD+ dan NADP+ berperan sebagai koenzim pada
reaksi transfer elektron
Defisiensi vitamin B3:
pellagra (dermatitis)
Gangguan saraf,
lidah kemerahan,
Diare
kemunduran mental
Hipervitaminosis B3:
hipervitaminosis asam nikotinat (bukan niasin amida)
dapat menyebabkan kulit kemerahan, gatal,
Sumber vitamin B3:
daging, hati, ikan, telur, tumbuh-tumbuhan yang
mengandung asam nikotinat (gandum, ragi, kulit ari
beras dan kacang-kacangan) merupakan sumber
niasin yang baik
buah dan sayuran hanya sedikit mengandung niasin
sebagian besar hewan dan tumbuhan dapat
mensintesa niasin dari triptofan (tetapi pada jagung
kandungan triptofan rendah niasin juga rendah)
Kebutuhan vitamin B3:
anak-anak : 5 – 16 mg/hr
dewasa : 12 – 20 mg/hr
bumil & buteki : >
dipengaruhi oleh jumlah protein (AA triptofan dalam
diet)
VITAMIN B6/ PIRIDOKSIN
PIRIDOKSIN
3 bentuk :
piridoksin
piridoksal (bentuk aldehid)
piridoksamin (bentuk amin)
ketiga bentuk ini sama aktifnya sebagai prazat
piridoksal fosfat
larut dalam air dan alkohol, sedikit larut dalam
pelarut lemak
peka terhadap sinar UV dan alkali
piridoksin tahan pemanasan, tetapi piridoksal dan
piridoksamin tidak
METABOLISME VITAMIN B6
mudah diabsorbsi usus dan didapati pada semua
jaringan tubuh
dalam sitoplasma ketiganya mengalami
fosforilasi
Menjadi piridoksin fosfat, piridoksal fosfat dan
piridoksamin fosfat
Piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat 🡪
koenzim dalam metabolisme tubuh
Piridoksal fosfat merupakan metabolit utama
yang ada dalam plasma
Metabolit utama yang diekskresi melalui urine
adalah asam piridoksat
FUNGSIN VITAMIN B6

piridoksal fosfat diperlukan pada:


sintesa niasin dari AA triptofan
transport aktif dalam absorbsi AA masuk sel
sintesa hemoglobin, yaitu penggabungan AA
ke heme
piridoksin juga berperan pada reaksi
transulfurasi, yaitu transfer sulfur dari
metionin ke AA serin membentuk sistein
DEFISIENSI VITAMIN B6
jarang terjadi
dapat terjadi pada: penyakit TBC dengan
pemberian obat INH jangka panjang 🡪INH +
piridoksal akan membentuk piridoksal hidrason
yang cepat diekskresi
pellagra, mengingat sintesa niasin dari triptofan
memerlukan piridoksal fosfat
Bayi : pemnasan susu 🡪kerusakan piridoksal dan
piridoksamin. Terjadi gejala muntah, diare,
pembesaran perut dan kejang
Orang dewasa dan bumil sulit diketahui.
Hipervitaminosis B6: dosis piridoksin 1 – 2 g/hr
dapat meracuni saraf
Sumber vitamin B6:
kuning telur, daging, ikan, susu, hati
kacang-kacangan, padi-padian, gandum, kubis
bakteri usus juga memproduksi piridoksin, tetapi
belum ditentukan seberapa jauh dapat digunakan
tubuh
Kebutuhan vitamin B6:
pada orang dewasa yang makan protein ± 100 g/hr,
pemberian piridoksin diperkirakan cukup 2 mg/hr
anak-anak : 0,3 – 1,2 mg/hr
bumil & buteki : 2,5 mg/hr
VITAMIN B9/ ASAM FOLAT
ASAM FOLAT

berasal dari kata folium (bahasa Yunani) =


daun
terdiri dari:
cincin heterobisiklik pteridin
asam glutamat
para amino asam bensoat (PABA)
merupakan kristal kuning yang sedikit
larut air
stabil pada pemanasan dalam suasana
netral dan alkali
ASAM FOLAT
sel hewan tidak dapat mensintesa PABA🡪selalu
dibutuhkan asam folat dalam dietnya
dalam tumbuh-tumbuhan, asam folat terdapat dalam
bentuk poliglutamat yang mengandung 3 s/d 7 gugusan
glutamat🡪sukar diabsorbsi : harus dihidrolisis di usus
oleh enzim folil poliglutamat hidrolase)🡪 pteroil mono
glutamat
pada manusia normal, setelah pemberian per oral asam
folat asam folat dalam plasma (+2/3 asam folat terikat
protein)
asam folat diekskresi melalui urine dan empedu
DEFISIENSI VITAMIN B9:
menyebabkan anemi megaloblastik, glositis dan gangguan GIT
karena masukan yang kurang adekuat, absorbsi yang terganggu
dan metabolisme yang abnormal
pemberian asam folat pada anemi pernisiosa (karena defisiensi
vitamin B12) dapat menyembuhkan aneminya tetapi tidak
menyembuhkan gejala neurologisnya.🡪eratnya hubungan
metabolisme kobalamin (B12) dan asam folat (B9) pada anemia
megaloblastik🡪gejala klinik defisiensi kedua vitamin ini sukar
dibedakan
pemberian asam folat 300 – 500 μg/hr pada anemi karena
defisiensi asam folat akan memberi respon hematologi yang baik,
tetapi dosis ini belum memberi respon pada defisiensi vitamin B12
Sumber vitamin B9:
tumbuh-tumbuhan / sayuran ( sumber utama),
ragi, hati dan ginjal
sumber lainnya: daging, gandum,
umbi-umbian, tomat, pisang, nasi dan jagung
Kebutuhan vitamin B9:
dewasa : 400 μg/hr
bumil & buteki : >
anak-anak : tergantung umur dan BB
VITAMIN B12= VITAMIN PERNICIOUS
ANEMI = FAKTOR EKSTRINSIK DARI
CASTLE
VITAMIN B12
terdiri dari:
cincin tetra pirol dari porfirin dengan ion cobalt di tengahnya
5,6 dimetil benzimidazol
ribosa
fosfat
Bentuk :
vitamin B12 a (siano kobalamin) bila pada kobalt terdapat sianida
vitamin B12 b (aquoko balamin = hidrokso kobalamin) bila pada kobalt
terdapat hidroksil
vitamin B12 c (nitrito kobalamin) bila pada kobalt terdapat nitrit
vitamin B12 b dan B12 c akan berubah menjadi vitamin B12 a bila
ada sianida
sianokobalamin merupakan bentuk yang stabil terhadap panas dan
larut dalam air
berupa kristal yang tidak punya rasa dan bau
FUNGSI VITAMIN B12

sebagai koenzim:
berperan pada hematopoiesis, yaitu
kobalamin berperan tidak langsung pada
pembentukan sel-sel darah melalui
aktivasi koenzim asam folat
pada hewan: mempercepat pertumbuhan
DEFISIENSI VITAMIN B12

karena malabsorbsi atau pelepasan


kobalamin pada jaringan terganggu
menyebabkan:
anemi megaloblastik karena akibat gangguan
gejala neurologis🡪bila terjadi defisiensi
faktor intrinsik dari Castle
Sumber vitamin B12:
hati, susu, daging, telur, ikan, tiram
disintesa bakteri. 🡪Pada hati hewan dan hasil
sintesa bakteri, kobalamin terdapat dalam
bentuk metil kobalamin
tumbuh-tumbuhan tidak mengandung
kobalamin
Kebutuhan vitamin B12:
dewasa : 3 μg/hr
bumil & buteki : 4 μg/hr
VITAMIN C/ ASAM ASKORBAT
VITAMIN C
merupakan derivat monosakarida yang
mempunyai gugus enediol
2 bentuk :
asam askorbat
dehidro asam askorbat🡪terbentuk karena oksidasi
spontan dari udara.
Keduanya merupakan bentuk aktif yang terdapat
dalam cairan tubuh
merupakan kristal putih tidak berbau yang larut
dalam air (tetapi kurang stabil)
stabil dalam larutan dan penyimpanan dingin
peka terhadap pemanasan dan oksidasi
METABOLISME VITAMIN C
mudah diabsorbsi di usus.
Pada manusia tidak dikenal keracunan vitamin
C🡪vitamin C dapat diubah menjadi oksalat.
🡪Garam kalsium oksalat tidak larut sehingga
dapat terbentuk batu ginjal maupun batu
kandung kencing
vitamin C tidak disimpan dalam jaringan tertentu,
tetapi didistribusikan di seluruh jaringan tubuh,
walaupun pada jaringan-jaringan tertentu
(kelenjar adrenal, otak, ginjal, hati, pankreas,
timus dan limpa) kadar vitamin C lebih tinggi
ekskresi dalam urine dalam bentuk asam
askorbat (terutama), asam dehidroaskorbat dan
asam oksalat
FUNGSI VITAMIN C
pembentukan jaringan kolagen, jaringan ikat,
dinding kapiler, dinding kapiler maupun matrix
tulang
anti oksidant
anti stress
Berkaitan dengan fungsi tersebut di atas, maka
vitamin C sangat diperlukan pada:
penyembuhan luka: sesudah operasi, luka bakar, dsb
keadaan panas dan infeksi (dosis tinggi: mencegah
common cold)
reaksi stress (misal: patah tulang, sakit berat, shock)
periode pertumbuhan
DEFISIENSI VITAMIN C

disebabkan karena masukan yang kurang


terjadi gangguan pembentukan jaringan
kolagen dan dinding kapiler sehingga
mudah terjadi pendarahan dan anemi
bentuk simpanan vitamin C tidak dapat
cepat dikosongkan dari tubuh🡪sehingga
3 – 4 bulan keadaan makanan tanpa
vitamin C baru terjadi scurvy (scorbut)
Sumber vitamin C:
buah-buahan (jeruk, tomat, dll) dan
sayuran segar berdaun hijau
asam askorbat dapat disintesa pada berbagai
tumbuh-tumbuhan dan hampir semua hewan, kecuali
primata dan marmot yang diduga kekurangan enzim
untuk merubah asam L gulonat menjadi asam askorbat
Kebutuhan vitamin C:
dewasa : 45 mg/hr
anak-anak : 35 mg/hr
bumil & buteki : 60 mg/hr
MACAM DEFISIENSI VITAMIN
Defisiensi vitamin (avitaminosis) terjadi secara:
1. Primer: disebabkan oleh kurangnya
masukan🡪misal:
kurangnya vitamin dalam diet
alkoholisme kronis
2. Sekunder: diakibatkan oleh gangguan lainnya
yaitu:
- gangguan saluran pencernaan
- gangguan pada gigi
- pengeluaran yang berlebihan
- malabsorbsi
- alergi
VITAMIN
Akibat avitaminosis secara bertahap terjadi:
1. Penurunan vitamin dalam jaringan
2. Lesi biokimia (misal: penurunan kadar enzim)
3. Lesi anatomis
4. Perubahan patologis dan penyakit
Fungsi selengkapnya vitamin dalam tubuh masih
belum seluruhnya diketahui
Penggolongan vitamin berdasarkan
kelarutannya:
Vitamin yang larut dalam lemak: A, D, E, K
Vitamin yang larut dalam air: B complex, C
Faktor nutrisi essensial lainnya: kholin, inositol,
PABA, bioflavonoid, asam lipoat
TERIMAKASIH