Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Komposisi Malam Tawon Pada Pembuatan Batik Klowong (Abdul Malik dkk)

PENGARUH KOMPOSISI MALAM TAWON PADA PEMBUATAN BATIK


KLOWONG TERHADAP KUALITAS HASIL PEMBATIKAN

Abdul Malik1, Retno2, Ayu3

Jurusan Teknik Kimia-Tekstil, Fakultas Teknologi Industri ,Universitas Islam Indonesia1,2,3),


Jl. Kaliurang Km.14, Sleman, Yogyakarta, 55584
E-mail : malik_fti@yahoo.com

ABSTRACT

Batik is a visual art that integral to the cultural identity as well as illustrates the life values upon
which the life of community is laid. It uses a technique of wax resist dyeing applied to whole cloth.
This research aims to know the composition of beeswax that required on batik klowong and to know
its effect to the results. The research used both qualitative and quantitative methods such as
ingredients measurement technique, questionnaire distribution and voters calculation. The wax for
batik klowong consist of beeswax, resin, and white paraffin. The beeswax is an independent variable
that is varied in the composition for five different sample (10 gram, 20gram, 30gram, 40gram ,
50gram). The sharpnesss of the motifs is visually analysed by six respondents. The results showed that
sample D and E have better quality than the other samples. While sample A has the highest level of
motifs sharpness.

Keywords : Composition, Beeswax, Batik Klowong, Quality.

1. PENDAHULUAN disebut kain simbut. Setelah diketemukannya


Batik merupakan warisan budaya lilin batik, bubur ketan sudah tidak dipakai
Indonesia yang tidak diragukan lagi lagi. Bahan pokok lilin adalah gondorukem,
keasliannya, terbukti dengan penghargaan damar mata kucing, paraffin (putih dan
batik sebagai salah satu warisan budaya kuning), Microwax, lemak binatang, minyak
dunia yang dihasilkan bangsa Indonesia oleh kelapa, lilin (malam) tawon, dan lilin
UNESCO pada tanggal 28 September 2009. lancing. Jumlah bahan pokok yang dipakai
Istilah Batik berasal dari kosa kata bahasa dan perbandingannya adalah bermacam -
Jawa yaitu Amba dan Titik. Amba artinya macam, menurut pengalamannya masing -
kain dan titik adalah cara memberi motif masing. Jadi lilin batik itu sudah merupakan
pada kain dengan menggunakan malam cair kombinasi dari bahan - bahan pokok lilin.
dengan cara di titik - titik. Cara kerja Pada awalnya lilin batik hanya terbuat dari
membatik pada dasarnya adalah menutup lilin tawon saja (orang jawa menyebutnya
permukaan kain dengan malam cair (wax) sebagai malam batik atau malam tawon),
agar ketika kain dicelup kedalam cairan kemudian karena bertambah pengalamannya
pewarna, kain yang tertutup malam tersebut kemudian dicampur dengan gondorukem dan
tidak ikut kena warna. Jika proses membuat damar mata kucing. Kemudian untuk
motif batik dilakukan dengan cara “ditulis” melemaskan atau menurunkan titik lelehnya
dengan menggunakan alat yang disebut maka dicampur dengan lemak binatang
canting, maka batik tersebut dinamakan ataupun minyak kelapa (Susanto, 1975).
batik tulis. Lilin batik adalah bahan yang Selama ini, masyarakat hanya mengetahui
digunakan untuk menutup permukaan kain proses membatik dan lilin batik saja tanpa
menurut gambar motif batik, sehingga mengetahui pengaruh komposisi lilin batik
permukaan yang ditutup tersebut mempunyai itu sendiri terhadap hasil pembatikan. Untuk
sifat resist atau menolak warna yang itu, penelitian ini dilakukan agar masyarakat
diberikan pada kain. Pada awalnya bahan lebih mengetahui pengaruh komposisi lilin
yang digunakan untuk menutup kain adalah batik tersebut dan lebih difokuskan pada
bubur dari ketan, dan kain yang dibuat ini

391
Teknoin Vol. 22 No 6 Desember 2016 : 391-399

pengaruh dari malam tawon yang merupakan menggunakan lilin ini biasanya merupakan
salah satu bahan pokok lilin batik. isen-isen yang merupakan penghias dan
Tujuan Penelitian ini yaitu : untuk ornament pada kain batik, misalnya seperti
mengetahui komposisi malam tawon yang cecek, sawut, dan lain - lain.
dibutuhkan pada lilin batik klowong dan apa
pengaruh komposisi malam tawon terhadap Lilin Tutupan atau Biron
kualitas hasil pembatikan. Berfungsi untuk menutupi warna motif
tertentu yang dipertahankan pada kain pada
2. TINJAUAN PUSTAKA kain setelah dicelup atau dicolet. Ciri -
2.1. Pengertian Batik cirinya yakni : mudah cair dan membeku,
Batik merupakan karya seni budaya mudah dilorod, daya lekat cukup kuat, tidak
tinggi bangsa Indonesia yang telah lama tahan terhadap alkali.
berkembang dan dikenal oleh masyarakat
Indonesia (Susanto, 1975). Kata batik 2.3. Bahan Pokok Lilin Batik
mempunyai beberapa pengertian. Menurut Lilin dalam bidang pembatikan adalah
Hamzuri (2000), dalam bukunya yang suatu campuran padat dari beberapa bahan-
berjudul Batik Klasik, pengertian batik bahan pokok lilin. Bahan pokok lilin adalah
merupakan suatu cara untuk memberi hiasan bahan-bahan asli dari alam yang terdiri dari :
pada kain dengan cara menutupi bagian-
bagian tertentu dengan menggunakan Parafin
perintang. Zat perintang yang sering Parafin adalah produk samping hasil
digunakan ialah lilin atau malam. Kain yang pengolahan minyak bumi mentah, disebut
sudah digambar dengan menggunakan juga lilin . Ada beberapa macam parafin
malam kemudian diberi warna dengan cara yaitu parafin putih dan parafin kuning,
pencelupan, setelah itu malam dihilangkan keduanya berkristal seperti jarum, dan
dengan cara merebus kain. Akhirnya parafin ‘getuk’ yang tidak berkristal. Sifat-
dihasilkan sehelai kain yang disebut batik sifat parafin antara lain :
berupa beragam motif yang mempunyai sifat
- sifat khusus.  Mempunyai kelenturan dan daya rekat
tinggi, titik leleh 52 sampai 57 mudah
2.2. Lilin Batik cair, mudah lepas dari kain, mudah patah,
Lilin batik adalah bahan yang dipakai daya rekat kecil, lekas membeku, tidak
untuk menutup permukaan kain menurut tahan lama, tahan larutan alkali (caustic
gambar motif batik, sehingga permukaan soda), tidak mudah menjadi karbon.
yang tertutup tersebut menolak atau resist  Warna putih bersih dan kuning, parafin
terhadap warna yang diberikan pada kain putih lebih bagus kualitasnya daripada
tersebut. Lilin batik ini bukan merupakan parafin kuning. Parafin getuk berwarna
terdiri dari satu macam bahan, tetapi putih, kurang baik kualitasnya untuk lilin
campuran dari berbagai bahan pokok lilin. batik.
Sebagai bahan pokok lilin misalnya adalah
gondorukem, damar (mata kucing), parafin Dalam perdagangan ada pula parafin
(putih dan kuning), microwax, lemak cetak, baik berwarna putih atau kuning,
binatang (kendal, gajih), minyak kelapa, lilin kualitasnya lebih bagus daripada parafin
tawon, lilin lanceng. getuk (di jual dalam wadah drum).
Pemakaian parafin adalah untuk campuran
Lilin Batik Klowong lilin klowong dan lilin tembokan karena
Berfungsi untuk menutupi ragam hias harganya murah.
dan desain batik yang dilakukan secara
rengreng dan nerusi (bolak - balik di dua sisi
permukaan kain). Kerangka motif yang

392
Pengaruh Komposisi Malam Tawon Pada Pembuatan Batik Klowong (Abdul Malik dkk)

Malam Tawon
Nama lilin lebah dalam perdagangan Mutu gondorukem tergantung pada hasil
adalah lilin tawon, lilin kote, lilin penyulingannya. Apabila penyulingan yang
Palembang, lilin Sumbawa, lilin Timor. dilakukan kurang seksama, terutama pada
Disebut lilin kote, mungkin dahulu banyak pengaturan suhu akan menghasilkan
dihasilkan dari daerah Kutai, Kalimantan gondorukem bermutu rendah. Penyulingan
utara. Lilin lebah merupakan bahan yang uap akan menghasilkan gondorukem yang
dikeluarkan oleh lebah melalui kelenjar di lebih baik, sedangkan penyulingan dengan
bawah perutnya. Lilin yang beku ini suhu yang tinggi dan api langsung akan
diletakkan pada sarangnya dengan bantuan menyebabkan hasil gondorukem berwarna
kaki belakangnya. tua dan lengket (kurang rapuh).
Sifat - sifat malam tawon antara lain(
BPKB, 1975) : titik leleh 58 -60 , mudah Damar Mata Kucing
cair, tahan lama, daya rekat tinggi, ulet, Damar dihasilkan dari getah pohon
elastis, tidak berubah sifat - sifat fisisnya damar. Luka yang dibuat pada pokok pohon
oleh perubahan suhu udara, pada panas damar akan keluar getah. Getah yang
tinggi tidak mudah mengkarbon, tertumpuk pada permukaan luka dibagian
mempermudah lepasnya lilin waktu batik di kulit kayu, lama kelamaan akan membeku.
lorod, menghaluskan tapak lilin, tidak Setelah tiga bulan getah yang mengeras ini
berubah sifatnya dengan adanya perubahan menjadi damar yang berbentuk dan
hawa kemarau atau hujan. Warna kuning berukuran seperti telur ayam, dapat dipetik
suram, ada yang warna kuning kecoklatan. dan dikumpulkan, selanjutnya disortir
Lilin lebah dipakai sebagai bahan pokok berdasarkan warna, ukuran garis tengah
lilin yang terbaik untuk pembuatan segala butiran dan kebersihan.
macam lilin, lebih - lebih digunakan untuk
batik yang lama proses pengerjaannya. Lilin 2.4. Malam Tawon atau “Kote”
lebah baik digunakan untuk lilin pada batik Malam tawon adalah lilin alami yang
yang akan dikerjakan dengan zat warna diproduksi dalam sarang lebah lebah madu
naftol, larutannya alkalis. Pilihlah lilin kote dari genus Apis. Hal ini terutama ester asam
yang warnanya kuning suram, berlubang, lemak dan berbagai alkohol rantai panjang.
berbau asam. Biasanya, untuk peternak lebah madu, 10
pon madu menghasilkan 1 pon lilin.Negara
Gondorukem yang sudah menggunakan lilin lebah yaitu
Gondorukem dihasilkan oleh tanaman Amerika, Malaysia, Eropa dan Indonesia.
pinus (pinus mercusit juhn). Pohon ini bila
disadap akan menghasilkan getah kental Karakteristik Fisik Lilin Lebah
berwarna putih susu. Pada penyulingan getah Lilin lebah memiliki titik lebur tinggi
pinus akan menghasilkan terpentin dan dari 62 -64°C (144 -147 °F). Jika lilin
residunya merupakan masa padat berwarna lebah dipanaskan di atas 85°C (185°F) akan
kuning muda atau kuning kecoklatan terjadi perubahan warna. Titik nyala dari lilin
bernama gondorukem. lebah adalah 204,4°C (399,9 °F). Densitas
Sifat titik leleh +/- 65 , lama cair, lama @15°C 0,958-0,970 g/cm ³. Untuk komposisi
beku, daya rekat tinggi, tidak berubah sifat malam tawon dapat dilihat pada tabel .1
fisisnya oleh perubahan udara, mudah patah, berikut ini.
pada panas tinggi tidak mudah mengkarbon,
mempermudah lepasnya lilin waktu dilorod,
tidak tahan terhadap larutan alkali, misal
larutan kostik soda dan larutan soda abu.

393
Teknoin Vol. 22 No 6 Desember 2016 : 391-399

Tabel 1. Komposisi Malam Tawon


Wax Content Type Prosentase
Hidroksi Polyester 8%
Tidak Teridentifikasi 6%
Hidroksi Monoesters 4%
Monoesters 35%
Triesters 3%
Asam Polyester 2%
Hidrokarbon 14%
Diesters 14%
Bebas Asam 12%
Asam Ester 1%
Bebas Alkohol 1%
(Sumber : BPBK, 1975)

 Membuat batik :
3. METODE PENELITIAN - Canting klowong.
Untuk mendapatkan data - data yang - Wajan.
dibutuhkan maka digunakan metode - - Kompor.
metode sebagai berikut :  Membuat pewarna batik :.
- Baskom (ember) untuk wadah pewarna.
1. Uji laboratorium pembuatan lilin batik - Wajan besar.
klowong yang meliputi uji komposisi dan - Gelas beker.
uji hasil pembuatan.
2. Studi Pustaka dan Studi Lapangan 3.1.2. Bahan Percobaan
Untuk memperoleh data-data yang Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk
mendukung, maka digunakan referensi percobaan ini yaitu :
buku literatur yang berhubungan dengan  Resep sampel :
masalah yang dihadapi dan melakukan Sampel A :
observasi ke Balai Penelitian Batik & - 20 gr damar mata kucing.
Kerajinan (BPBK) Yogyakarta. - 40 gr gondorukem.
- 10 gr parafin putih.
3.1. Alat dan Bahan Percobaan - 30 gr malam tawon.
3.1.1. Alat Percobaan Sampel B :
Adapun alat - alat yang digunakan untuk - 20 gr damar mata kucing.
percobaan yaitu : - 40 gr gondorukem.
 Membuat pola batik : - 10 gr parafin putih.
- Pensil. - 10 gr malam tawon.
- Kain mori yang biasa digunakan untuk Sampel C :
membatik. - 20 gr damar mata kucing.
 Membuat sampel lilin percobaan : - 40 gr gondorukem.
- Wajan (untuk memanaskan lilin). - 10 gr parafin putih.
- Kompor. - 20 gr malam tawon.
- Alat pengaduk. Sampel D :
- Tempat / cetakan untuk menampung - 20 gr damar mata kucing.
sampel lilin. - 40 gr gondorukem.
- 10 gr parafin putih.
- 40 gr malam tawon.

394
Pengaruh Komposisi Malam Tawon Pada Pembuatan Batik Klowong (Abdul Malik dkk)

Sampel E :
- 20 gr damar mata kucing.  Naphtol AS.OL dan Garam Scarlet GG
- 40 gr gondorukem. untuk pewarnaan.
- 10 gr parafin putih.  Air dingin.
- 50 gr malam tawon.
 Untuk membuat 5 (lima) resep sampel 3.2. Langkah Percobaan
lilin tersebut maka dibutuhkan bahan- Langkah percobaan merupakan tahapan-
bahan sebanyak : tahapan yang dilakukan dari persiapan bahan
- 100 gr damar mata kucing (@sampel = 20 baku hingga menjadi sesuatu yang dapat
gr). diamati sesuai dengan hasil yang diinginkan.
- 200 gr gondorukem (@sampel = 40 gr). Pada tiap proses terdapat tahapan - tahapan
- 50 gr parafin putih (@sampel = 10 gr). tersendiri. Untuk lebih jelas tentang langkah
- 150 gr malam tawon (berbeda tiap percobaan dari penelitian ini dapat dilihat
sampel). pada gambar 1 berikut.

Pembuatan
Sampel

Tidak
Persiapan
Alat & Proses Proses Proses Proses Selesai
Bahan Pembatikan Pewarnaan Pelorodan Pengamatan Gagal

Ya

Pembuatan
Pola

Gambar 1. Diagram Alur Proses Penelitian.

4. HASIL PENGUJIAN DAN Bahan - bahan yang digunakan untuk


PEMBAHASAN membuat sebuah malam terdiri dari damar
4.1. Uji Sampel Lilin mata kucing, gondorukem, parain putih dan
Penelitian ini bertujuan untuk malam tawon. Setiap bahan mempunyai ciri
mendapatkan sampel dengan komposisi yang - ciri dan fungsi masing - masing.
tepat untuk jenis batik klowong dengan pola Damar mata kucing jika dilihat dari
garis dan titik. Parameter yang digunakan bentuknya seperti kaca agak kecoklatan dan
dalam penelitian ini yaitu komposisi malam bertekstur agak sedikit keras seperti gula
tawon. batu. Jika dipanaskan, damar mata kucing
Untuk mendapatkan tujuan tersebut akan cepat meleleh dan membentuk tekstur
maka harus membuat beberapa komposisi cairan yang kental berwarna kecoklatan.
sampel dengan kadar malam tawon yang
berbeda - beda tiap sampelnya. Sampel yang
dibuat pada penelitian ini sebanyak 5 (lima)
sampel.

395
Teknoin Vol. 22 No 6 Desember 2016 : 391-399

Gambar 2. Perlakuan Khusus Sampel Lilin.

Sedangkan gondorukem jika dilihat dari Perlakuan pada setiap sampel harus
bentuknya seperti kaca bening berwarna disesuaikan dengan sifat dari masing -
kuning dan bertekstur sangat keras seperti masing bahan. Untuk memperoleh hasil
kaca. Jika dipanaskan gondorukem sama pembatikan yang bagus, perlakuan khusus
seperti damar mata kucing yang akan harus dilakukan agar kualitas sampel lilin
membentuk cairan agak sedikit kental tetap baik dan tidak mudah rusak. Jika
berwarna kuning. sampel lilin diperlakukan dengan salah,
Selanjutnya parafin putih yang jika maka sampel lilin dapat menjadi tidak bagus
dilihat dari bentuknya seperti lilin biasa lagi sehingga akan berpengaruh terhadap
berwarna putih dan bertekstur agak sedikit hasil pembatikan.
lembut. Jika dipanaskan akan menjadi Salah satu ciri dari sampel lilin yang
sedikit cair dan jernih seperti minyak. Yang tidak bagus lagi dapat dilihat dari warnanya
terakhir yaitu malam tawon yang jika dilihat yang berbeda dari pertama pemakaian yaitu
dari bentuknya seperti getah pohon yang berwarna coklat kehitaman. Sampel lilin
bertekstur sangat lembut dan lengket yang terus dipanaskan menggunakan api
berwarna coklat hampir ke kuning - yang besar dapat menyebabkan perubahan
kuningan. Jika dipanaskan malam tawon warna tersebut. Sampel lilin yang tidak
akan membentuk cairan yang sedikit kental bagus lagi tetap dapat digunakan akan tetapi
berwarna coklat. Malam tawon sedikit susah akan terlihat perbedaannya pada proses
untuk dicairkan karena teksturnya yang pembatikan.
lembut dan lengket. Dari pengujian sampel lilin dapat
Setiap sampel lilin mempunyai disimpulkan bahwa sampel lilin E
perlakuan khusus pada saat proses merupakan sampel lilin yang paling baik
pembatikan agar hasilnya sesuai dengan diantara yang lainnya. Hal ini dikarenakan
yang diharapkan. Berdasarkan hasil sampel lilin tersebut mempunyai komposisi
pengamatan, perlakuan khusus yang harus
dilakukan pada sampel lilin dapat dilihat
pada gambar 2 diatas.

396
Pengaruh Komposisi Malam Tawon Pada Pembuatan Batik Klowong (Abdul Malik dkk)

Tabel 2. Penilaian Tingkat Ketajaman Motif Hasil Pembatikan

Tingkat Ketajaman Motif

No. Sampel
Sangat Baik Baik Cukup Baik Jelek Sangat Jelek

Sampel A 6 1 2 0 0

Sampel B 1 7 1 0 0

Sampel C 0 4 3 2 0

Sampel D 0 6 2 1 0

Sampel E 1 3 5 0 0

malam tawon yang paling banyak diantara 4.2. Uji Ketajaman Motif
sampel yang lainnya. Pengujian ketajaman motif ini dilakukan
Selain itu, pada saat pengamatan sampel dengan menggunakan metode angket
lilin E merupakan sampel yang mempunyai (kuisioner) dengan penilaian secara kualitatif
daya lentur yang paling baik dan tidak dan kuantitatif. Penilaian secara kualitatif
mudah patah. Jika dilihat dari proses dilakukan dengan memberikan pendapat
pembatikan, sampel lilin E merupakan ataupun tanggapan dari sampel secara visual
sampel yang paling mudah untuk digunakan. sedangkan penilaian secara kuantitatif
Sampel lilin E tersebut dapat dilepaskan dilakukan dengan menghitung banyaknya
dengan mudah dari kain pada saat lilin telah jumlah responden yang memilih dan
kering dan tidak meninggalkan bekas pada memberi nilai baik pada sampel.
kain.
Sampel A, B, C, D terbilang masih Jumlah responden pada pengujian ini
kurang cukup baik jika dilihat pada adalah sebanyak 6 orang. Setiap responden
pengujian sampel lilin. Hal ini dikarenakan diminta untuk memberi nilai pada masing -
sampel - sampel tersebut memiliki komposisi masing sampel dengan melihat pada
malam tawon yang lebih rendah ketajaman motif sampel. Hasil dari penilaian
dibandingkan dengan komposisi angket (kuisioner) dapat dilihat pada tabel .2
gondorukemnya. Jika komposisi diatas.
gondorukem terlalu besar pada suatu sampel, Jika dibuat dalam bentuk grafik, akan
maka akan menyebabkan sampel lilin sangat jelas terlihat hasil pengamatan tingkat
tersebut menjadi rapuh dan mudah patah jika ketajaman motif dari sampel - sampel
tidak hati - hati. tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
Selain itu, sampel lilin akan menjadi pada gambar 3 berikut ini.
cepat cair dan cepat membeku sehingga akan
sulit digunakan pada proses pembatikan.

397
Teknoin Vol. 22 No 6 Desember 2016 : 391-399

Grafik hasil pengamatan tingkat ketajaman motif


8

6
Jumlah responden (orang)

5
Sangat Baik
4 Baik
Cukup Baik
3
Jelek
2 Sangat Jelek

0
Sampel A Sampel B Sampel C Sampel D Sampel E
Nomor Sampel

Gambar 3. Grafik Hasil Pengamatan Tingkat Ketajaman Motif.

Berdasarkan hasil grafik tesebut, maka


dapat dijelaskan sebagai berikut :  Pada sampel D, dari 9 responden yang
memberi nilai baik sebanyak 6 orang,
 Pada sampel A, hampir seluruh jumlah nilai cukup baik sebanyak 2 orang dan
responden memberi nilai 1 yaitu sangat nilai jelek sebanyak 1 orang. Sehingga
baik sehingga dapat disimpulkan sampel dapat disimpulkan jika sampel D
A merupakan sampel yang memiliki memiliki tingkat ketajaman motif baik.
tingkat ketajaman motif paling baik.  Pada sampel E, dari 9 orang responden
 Pada sampel B, dari 9 responden yang yang memberi nilai sangat baik sebanyak
memberi nilai sangat baik sebanyak 1 1 orang, nilai baik sebanyak 3 orang dan
orang , nilai baik sebanyak 7 orang dan nilai cukup baik sebanyak 5 orang.
nilai cukup baik sebanyak 1 orang. Sehingga dapat disimpulkan jika sampel
Sehingga dapat disimpulkan jika sampel E memiliki tingkat ketajaman motif
B memiliki tingkat ketajaman motif baik. cukup baik.
 Pada sampel C, dari 9 responden yang
memberi nilai baik sebanyak 4 orang, Berdasarkan penjelasan tersebut,
nilai cukup baik sebanyak 3 orang dan disimpulkan bahwa sampel A memiliki
nilai jelek sebanyak 2 orang. Sehingga kualitas tingkat ketajaman motif paling baik
dapat disimpulkan jika sampel C dibandingkan dengan sampel lainnya. Hal ini
memiliki tingkat ketajaman motif baik. dapat dilihat dari hasil angket (kuisioner)
yang telah dilakukan. Hampir seluruh
responden memberikan nilai sangat baik
untuk sampel 1.

398
Pengaruh Komposisi Malam Tawon Pada Pembuatan Batik Klowong (Abdul Malik dkk)

5. KESIMPULAN
Dari penelitian dan kajian yang
dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Semakin banyak jumlah malam tawon,


maka semakin lentur lilin yang akan
dihasilkan dan lilin tersebut menjadi tidak
mudah patah.
2. Sampel lilin E merupakan sampel lilin
yang paling baik diantara sampel yang
lainnya.
3. Sampel A merupakan sampel yang paling
baik dilihat dari tingkat ketajaman motif.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Penelitian Batik dan Kerajinan,


Penelitian Lilin Lebah (malam tawon),
Departemen perindustrian, BPBK,
Yogyakarta, 1975.
Hamzuri, Batik Klasik, Penerbit Jambatan,
Jakarta, 2000.
Susanto, SK, Seni Kerajinan Batik
Indonesia, BBKB, Yogyakarta, 1975.

399