Anda di halaman 1dari 19

HALAMAN 7 - 1

B erdasarkan uraian pada bab sebelumnya maka dapat di gambarkan bahwapotensi


unggulan yang mampu menjadikan brand/ciri khas Kabupaten Banjarnegara dan yang
mampu kiranya dapat di dorong untuk menjadi produk unggulan adalah ada beberapa
sektor yaitu:
A UNGGULAN YANG KHAS: PERTANIAN, PETERNAKAN DAN EKONOMI KREATIF
1. KOMODITAS KENTANG
2. KOMODITAS BUAH SALAK
3. KOMODITAS KELAPA (TANAMAN PERKEBUNAN)
4. KOMODITAS AREN (TANAMAN PERKEBUNAN)
5. KOMODITAS KOPI ARABIKA DAN KOPI ROBUSTA (TANAMAN PERKEBUNAN)
6. KOMODITAS TEH (TANAMAN PERKEBUNAN)
7. SAPI POTONG
8. KAMBING DAN DOMBA (KADO)
9. EKONOMI KREATIF
B POTENSI WISATA DIENG
C POTENSI WISATA JERAM SUNGAI SERAYU
D TAMAN REKREASI MARGASATWA SERULINGMAS (TRMS)
E POTENSI SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI (ENERGI ALTERNATIF)

Masing-masing sektor tersebut diatas akan di simpulkan dan di deskripsikan dalam tabel yaitu
permasalahan, potensi dan roadmap / solusi pengembangan.
Berikut disajikan tabel roadmap / rencana tindak potensi unggulan di Kabupaten Banjarnegara.
HALAMAN 7 - 2

TABEL: 7.1. PENGEMBANGAN/ROADMAP SEKTOR UNGGULAN PERTANIAN, PETERNAKAN DAN EKONOMI KREATIF

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

KENTANG
mendukung program 1. Kapasitas produksi kentang Kabupaten Banjarnegara 1) Menciptakan kentang sebagai 1) proses seleksi varietas; dan pemahaman tentang
diversifikasi dalam rangka yang besar, dan luas panen tanaman kentang sebagai salah satu tanaman karakteristik varietas utama
mewujudkan ketahanan pangan 2. Masih dinyatakan sebagai tanaman sayuran ketahanan pangan 2) perhatian lebih serius terhadap tahapan on-farm
berkelanjutan 3. Permasalahan kerusakan lingkungan 2) Meningkatan dan evaluation under farmer managed conditions dan
Mengembangan agroindustri 3) perbaikan strategi bisnis program untuk
guna menjamin ketersediaan memproduksi benih berkualitas dengan jumlah
kentang untuk mendukung yang cukup pada saat menginisiasi kegiatan
ketahanan pangan diseminasi dan difusivarietas,
4) Kebijakan ketahanan benih harus memberlakukan
berbagai aturan dan regulasi seperti prosedur
pelepasan varietas, intellectual property
rights program sertifikasi, dan standarisasi secara
setara dan proporsional terhadap sistem formal
dan informal.
5) Kebijakan penelitian dan pengembangan sistem
perbenihan kentang perlu memberikan penekanan
terhadap
6) harmonisasi distribusi benih dan varietas untuk
menghindarkan marginalisasi kontribusi sistem
informal terhadap sistem perbenihan kentang.
7) identifikasi titik-titik keterkaitan antara sistem
formal dan informal agar dapat bersinergi,
sehingga setiap sistem dapat menawarkan
kekuatannya masing-masing untuk mencapai
manfaat bersama.
8) Tuntutan peningkatan produksi kentang untuk
mendukung ketahanan pangan tentu akan
HALAMAN 7 - 3

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

menimbulkan tekanan yang lebih tinggi terhadap


ekosistem dataran tinggi.

BUAH-SALAK
Peningkatan dan 1) Potensi 1) Menciptakan optimalisasi 1) Kegiatan ”business plan” sektor unggulan salak:
pengembangan diversifikasi  Tanaman salak terdapat di 18 Kecamatan Se-Kabupaten sektor tanaman salak (hulu- lokal dan pondoh.
produk pertanian yang berbasis Banjarnegara (kecuali Kec. Rakit dan Kec. Batur), namun hilir)
2) Penyusunan buku dan kegiatan promosi dan
pada agribisnis dan agroindustri Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah 2) Industri pengolahan sektor
industri kerakyatan sektor salak.
Kecamatan Madukara, Kecamatan Banjarmangu, tanaman salak
Kecamatan Pagentan dan Kecamatan Sigaluh 3) Pengembangan agroindustri 3) Kajian penyediaan kelayakan infrastruktur
 Salak Banjarnegara di kirim ke Jakarta, Jawa Barat dan pengolahan salak penunjang cluster industri pengolahan salak.
Surabaya 4) Penyediaan infrastruktur
4) Penyediaan dan peningkatan infrastruktur
 Perkembangan teknologi yang diterapkan untuk penunjang industry tanaman
pendukung cluster industri pengolahan salak.
memproduksikan buah salak salak
5) Program kerjasama pemerintah swasta (KPS)
dalam peningkatan industri pengolahan salak.
2) Kendala 6) Program pemberian bantuan/modal usaha untuk
 Salak yang tidak terserap pasar biasanya dibiarkan tidak petani dan pengrajin industri pengolahan salak.
dipanen, karena
 biaya untuk memanen lebih besar dari harga jual salak 7) Kegiatan pendampingan Alih keterampilan di
 Lahan sebagian besar menempati pekarangan bidang pengolahan, pemasaran, permodalan,
masyarakat sumberdaya manusia, dan penggunaan teknologi
 Kecenderungan meningkatnya luas areal tanam salak; baru.
8) Akses pemasaran dengan memanfaatkan
keunggulan IT atau ber basis Web.
9) Penyediaandan bantuan saprotan dan alsintan
untuk petani salak.
10) Studi kelayakan pendirian agroindustri pengolahan
HALAMAN 7 - 4

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

skala kecil

KELAPA: HIBRIDA, DERES &


DALAM
Optimalisasi pengolahan kelapa 1) Potensi 1) Pengembangan sumber 1) Kegiatan ”business plan” sektor unggulan kelapa:
hibrida untuk mendukung  Potensi produksi ada di Punggelan, Wanadadi, Bawang, energi alternative Hibrida, Deres dan Dalam.
perekonomian masyarakat Mandiraja, Purwonegoro, Purworejo, Klampok, Rakit 2) Bantuan modal usaha
2) Penyusunan buku dan kegiatan promosi dan
dan Susukan 3) Kemitraan usaha
industri kerakyatan sektor kelapa.
 Pabrik gula kristal yang berada di Desa Kedawung,
Kecamatan Susukan untuk memasok kebutuhan "brown 3) Kajian penyediaan kelayakan infrastruktur
sugar" di wilayah Jateng. Pabrik Gula Mini Multi Guna penunjang cluster kerajinan kelapa.
PT Banjanegara Nira Abadi (BNA) ini didirikan 4) Penyediaan dan peningkatan infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bekerja sama pendukung cluster kerajinan kelapa.
dengan PT Mitra Wahana Utama Semarang dengan
jumlah penyertaan modal keseluruhan sebesar Rp6,25 5) Program kerjasama pemerintah swasta (KPS)
miliar dalam peningkatan cluster kerajinan kelapa.
 Nira tersebut berupa nira kelapa, aren, dan tebu yang 6) Program pemberian bantuan/modal usaha untuk
dipasok dari petani, penderes dan pengepul petani dan pengrajin kelapa.
 Peluang dari ekspor luar negeri (Turkey, belanda)
7) Kegiatan pendampingan Alih keterampilan di
2) Kendala bidang pengolahan, pemasaran, permodalan,
 Keterbatasan pengetahuan dan ketidakmampuan sumberdaya manusia, dan penggunaan teknologi
mengakses pasar menyebabkan pengrajin gula baru.
tergantung tengkulak dan tidak mampu menentukan 8) Kegiatan dan program pemanfaatan energy
harga produk. alternative untuk pengolahan kelapa, dengan
 Keterbatasan modal dan aksesibilitas pasar menggiring memanfaatkan mikro hidro, solar cell bio energy
pengrajin gula kelapa memasuki sistem ijon atau jeratan dsb.
para rentenir.
 Pengolahan gula kelapa menggunakan kayu bakar yang 9) Akses pemasaran dengan memanfaatkan
HALAMAN 7 - 5

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

tidak diketahui asal-usulnya; keunggulan IT atau ber basis Web.


 Pengunaan peralatan memasak sederhana yang kurang
10) Penyediaandan bantuan saprotan dan alsintan
memenuhi persyaratan kriteria sanitasi makanan;
untuk petani kelapa.
 Komoditi aren masih diusahakan dalam skala kecil
sebagai industri rumah tangga,
TEH
1) Tingkat produktifitas yang 1) Potensi 1) Peningkatan kuantitas 1) Kegiatan ”business plan” sektor unggulan
tinggi  Potensi yang tampak ada pada Kecamatan: Kalibening, produksi hasil perkebunan teh.
2) Kesejahteraan petani Karangkobar, Wanayasa, Pejawaran, Pagentan, Batur,
2) Peningkatan SDM petani 2) Penyusunan buku dan kegiatan promosi dan
Pandanarum
dalam kualitas industri kerakyatan sektor perkebunan teh.
 Pengolahan teh yang dilakukan oleh PT. Pagilaran Unit
Jatilawang mendapatkan bahan baku dari perkebunan 3) Kajian penyediaan kelayakan infrastruktur
teh milik PT. Pagilaran dan perkebunan teh rakyat yang penunjang cluster perkebunan teh.
ada di Kabupaten Banjarnegara 4) Penyediaan dan peningkatan infrastruktur
 Petani juga mengolah teh secara tradisioan dengan pendukung cluster perkebunan teh.
jumlah yang relatif sedikit dan langsung dijual ke pasar
untuk memnuhi permintaan teh dalam skala lokal 5) Program pemberian bantuan/modal usaha untuk
 Jenis teh adalah teh hitam dan hijau petani.
 Pengolahan teh dilakukan di Kecamatan Wanayasa. 6) Kegiatan pendampingan Alih keterampilan di
 Setiap hari ada permintaan 32 ton daun teh dari pabrik bidang pengolahan, pemasaran, permodalan,
teh di luar Banjarnegara sumberdaya manusia, dan penggunaan teknologi
2) Kendala dan tantangan baru.
 Produktivitas tanaman teh di Kabupaten Banjarnegara,
Jawa Tengah, dinilai masih rendah (26 ton per hari) 7) Kajian kelayakan ekstensifikasi / perluasan lahan
 Produktivitas petani masih rendah karena minimnya untuk perkebunan teh
pengetahuan petani saat menanam teh
KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA
HALAMAN 7 - 6

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

peningkatan produktivitas 1) Peluang 1) Peningkatan hasil produksi 1) Kegiatan ”business plan” sektor unggulan
panen dan kesejahteraan tani  Kopi Robusta: Pagentan, Wanayasa, Karangkobar, 2) Peningkatan kualitas hasil perkebunan kopi.
Pejawaran, Pagedongan, Sigaluh, Banjarmangu, 3) Kemudahan akan akses /
2) Penyusunan buku dan kegiatan promosi dan
Madukara, Wanadadi, Batur distribusi hasil
industri kerakyatan sektor perkebunan kopi.
 Kopi Arabika: Kalibening, Pandanarum, Karangkobar, 4) Kemudahan akses akan
Pagentan, Pejawaran, Wanayasa, Batur. Kopi robusta di modal 3) Kajian penyediaan kelayakan infrastruktur
Kabupaten Banjarnegara 5) Peningkatan SDM petani penunjang cluster perkebunan kopi.
 Pengolahan di Desa Binangun Kecamatan Karangkobar 4) Penyediaan dan peningkatan infrastruktur
sehingga Desa Ambal menjadi sentra engolahan kopi pendukung cluster perkebunan kopi.
robusta
 kelompok tani “Gondo Arum” sebagai pencetus dan 5) Program pemberian bantuan/modal usaha untuk
pemilik usaha pengolahan kopi robusta petani.
6) Kegiatan pendampingan Alih keterampilan di
2) Hambatan dan tantangan bidang pengolahan, pemasaran, permodalan,
Perlu adanya lokasi pengolahan baru untuk kopi sumberdaya manusia, dan penggunaan teknologi
gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) baru.
Kurangnya pengetahuan untuk petani dalam mengelola
tanaman kopi 7) Bantuan akan saprotan dan alsintan bagi petani.
 Lemanya akses dan informasi akan distribusi hasil
pemasaran
 keterbatasan dana yang dimiliki kelompok tani

TERNAK SAPI, KAMBING DAN DOMBA


Peningkatan dan Domba Batur Banjarnegara merupakan bangsa domba Meningkatkan dan 1) Dukungan investasi dalam pengembangan
pengembangan kuantitas dan hasil persilangan antara domba ekor tipis, domba suffolk pengembangan kuantitas dan agribisnis peternakan sapi, kambing dan domba
kualitas diversifikasi produksi dan domba texel, yang pada perkembangannya banyak kualitas produksi diversifikasi baik dari pemerintah, swasta, maupun
susu yang berbasis pasar dibudidayakan di Kecamatan Batur Kabupaten sapi yang berbasis pasar masyarakat/komunitas peternak. Investasi
Banjarnegara, Jawa Tengah, sehingga dikenal juga tersebut meliputi aspek:
sebagai domas
HALAMAN 7 - 7

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

2) pelayanan kesehatan hewan,


3) dukungan penyediaan bibit (pejantan) unggul dan
induk berkualitas,
4) kegiatan penelitian, pengkajian dan
pengembangan yang terkait dengan aspek pakan
dan manajemen pemeliharaan,
5) pengembangan kelembagaan untuk
6) mempercepat arus informasi, pemasaran,
promosi, permodalan,
7) penyediaan infrastruktur untuk memudahkan arus
barang input-output serta pemasaran produk,
8) ketersediaan laboratorium keswan, pakan dan
reproduksi, serta (vii) penyiapan lahan usaha
peternakan dan penetapan tata ruang agar
pengembangan ternak tidak terganggu oleh
masalah keswan, sosial, hukum dan lingkungan.

INDUSTIRI KREATIF / BATIK


Peningkatan dan Pasar batik didominasi dalam negeri dan pasar luar Meningkatan dan 1. Fasilitasi pengembangan promosi maupun
pengembangan produk batik negeri/ekspor belum optimal. Mengembangkan produk batik produk-produk batik dalam skala nasional
yang berorientasi ekspor yang yang berorientasi ekspor yang maupun internasional.
berbasis penguatan berbasis penguatan
2. Pengembangan kualitas produk, kelembagaan
kelembagaan, infrastruktur kelembagaan, infrastruktur
dan sarana pendukung yang memiliki daya saing
pendukung dan pengembangan pendukung dan pengembangan
berkelanjutan.
akses pasar yang memiliki daya akses pasar yang memiliki daya
saing berkelanjutan saing berkelanjutan 3. Fasilitasi pengembangan UKM batik yang
HALAMAN 7 - 8

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

berorientasi ekspor melalui akses pasar


4. Menyelenggarakan kerja sama dan kemitraan
yang mendukung peningkatan akses pasar
domestik dan internasional.
5. Menyelenggarakan Pameran dan Informasi
perdagangan dengan membuat agenda/tracking
event pameran (dalam negeri maupun luar
negeri) dan membangun jaringan dengan institusi
mitra (dalam/luar negeri) untuk pertukaran
program pameran.
6. Menyelenggarakan pelatihan ISO manajemen,
clean production dan pengelolaan limbah
7. Fasilitasi Informasi Pasar dengan memberikan
informasi tentang permintaan harga, segmen
harga, selera (kualitas, motif/desain produk, dll),
informasi ketersedian produk di pasar (leaflet,
catalog, layer, web) dan informasi status pasar
produk pesaing.
8. Menyelenggarakan pelatihan/simulasi proses
produksi batik (desain, input produksi, proses
produksi, dan pengepakan) serta distribusi
pemasaran
9. Fasilitasi penyuluhan dan penggunaan teknologi
inovatif, misalnya : proses pencampuran warna
agar didapatkan hasil pewarnaan yang baik dan
pembuatan desain dengan menggunakan
teknologi elektronik.
HALAMAN 7 - 9

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

10. Fasilitasi Persiapan perlindungan HaKI/ paten


11. Menyelanggaran pelatihan penerapan teknologi
baru
INDUSTRI KREATIF KULINER (DAWET AYU, BUNTIL KRIPIK, DODOL)
Minciptakan brand / ciri khas 1. Potensi: 1. Menciptakan dan 1. Kajian ekonomi kreatif kabupaten Banjarnegara
kuliner banjarnegara dan  Dawet Ayu merupakan minuman yang diracik mengkemas yang lebih
2. Business plan ekonomi kreatif kuliner
meningkatkan kesejahteraan perpaduan cendol, santan dan gula Jawa / gula aren, menarik
pengrajin kuliner kadang dicampur nangka / durian , 2. Menambah lokasi-lokasi 3. Pelatihan dan ketrampilan akan pengolahan
 Purwaceng Tanaman Purwaceng pun hanya terdapat di outlet penjualan pada kuliner
kawasan Dataran Tinggi Dieng, kecamatan Batur, tempat wisata 4. Kegiatan pendampingan modal
Banjarnegara.
 Buntil Merupakan sayur lauk khas rakyat yang diolah 5. Penyediaan outlet-outlet pemasaran
dari daun lumbu (daun dari umbi yang seperti talas 6. Kerjasama dengan biro travel wisat dalam
yang banyak tumbuh di tepian kolam maupun sawah). pengelolaan
 Kacang Dieng Kacang yang mempunyai rasa khas dan
hanya terdapat di kawasan Dataran Tinggi Dieng, 7. Promosi keluar akan kuliner khas banjarnegara
kecamatan Batur,
 Jenang salak / sirup salak Merupakan diversifikasi dari
olahan buah Salak.
 Leye Merupakan diversifikasi makanan pokok dari
bahan dasar Jagung.
 Soto Jika di daerah Banyumas menyebutnya ”Sroto”.
 Aneka Makanan Tradisional Lainnya : combro, ranjem,
timus, klanthing, sempora (awug-awug), utri, puli
(ciwel), ongol-ongol, cenil, kluban, grontol, mireng,
kamir, golang-galing, lopis, ondol-ondol, angleng, dan
ampyang
2. Kendala Hambatan:
 Semakin berkurangnya pengrajin pada industri kuliner
HALAMAN 7 - 10

KOMODITAS UNGGULAN DAN


PROFIL STRATEGI ROAD MAP
ARAH DAN TUJUAN

 Sulit ditemukan kuliner yang khas pada lokasi-lokasi


wisata
 Bahan baku yang menipis
Sumber : Hasil analisis Tahun 2013

TABEL: 7.2. PENGEMBANGAN/ROADMAP SEKTOR UNGGULAN WISATA ALAM DIENG

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)

1. Infrastruktur:  Kondisi jalan menuju Dieng lebih bagus dari  Pembukaan akses jalur Pemalang-Dieng.  Pembukaan akses Jalur Pemalang-Dieng bisa sebagai
Wonosobo, melewati Banjarnegara yang  Tumbuhnya hotel dan sarana alternatif dari arah utara.
didominasi jalan rusak, dengan jarak tempuh penginapan/hiburan yang ada di Kabupaten  Perbaikan dan rehabilitasi kontinyu terhadap kondisi
lebih lama. Banjarnegara. jalan baik secara eksternal maupun internal pada lokasi
 Kurang di bukanya jalan akses yang banyak  Dibukanya program Banjarkebuka kawasan wisata dieng.
dan arus wisatawan masih saja datang dari (Banjarnegara-Kebumen-Pekalongan).  Pembuatan destinasi wisata regional dengan integrasi
arah selatan, timur, dan barat  Meningkatkan jalan Kalibening-Kajen akses wisata kawasan dieng dan sekitarnya.
 Kurang / minimnya perawatan jalan wisata arah utara.  Penyediaan akan sarana lingkungan, diantaranya:
 Fasilitas keamanan
 Fasilitas peribadatan
 MCK/Sanitasi
 Air Bersih umum
 Terkoneksi Nirkabel
 Persampahan
 peningkatan sarana dan prasarana pariwisata seperti
aksesibilitas dan akomodasi.
HALAMAN 7 - 11

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)

2. Daya Tarik dan  Sampah belum teratasi dengan baik  Konservasi Dieng di wilayah Banjarnegara  Didukung Pemprov menjadikan Dieng sebagai ikon
Lingkungan  Jika tidak dijaga maka budaya khas dieng cukup berhasil wisata Jateng yang baru, setelah kawasan SSB (Solo-Selo-
mulai hilang  Hawa dingin dengan pemandangan alam Borobudur)
 Banyak mata air yang mengering yang menawan menjadi keunggulan  Pemantapan Ruas jalan Banjarnegara-Dieng. Memiliki
 Tekanan terhadap lahan sangat tinggi komparatif tersendiri panorama yang cukup indah.
 Produktifitas lahan yang terus menurun  Ketinggian Rata-Rata Dataran Tinggi Dieng  mengoptimalisasi potensi budaya, alam dan keunikan
 Hilangnya berbagai flora dan fauna di Dieng sekitar 2000m DPL ( diatas permukaan Laut), lokal sebagai obyek wisata agar mampu bersaing dengan
dengan suhu relatif antara 8-22°C. Di Musim obyek wisata yang ada di kabupaten lain.
Kemarau, suhu dapat menurun drastis hingga  Diperlukan Langkah Pengamanan Dieng
mencapai 0°C di pagi hari sehingga muncul
apa yang oleh masyarakat Dieng disebut bun
upas (embun Beku)
 Kawah yang masih menunjukan aktivitasnya
seperti:
 Candradimuka
 Sibanteng
 Siglagah
 Sikendang
 Sikidang
 Sileri
 Sinila
 Timbang
 Beberapa destinasi wisata menarik
diantaranya:
 Menyaksikan Festival Budaya terbesar
Dieng dengan puncak acara ruwatan
rambut gembel (Setahun digelar hanya
sekali, bulan Juni / Juli).
 Merasakan dinginya taburan salju Dieng,
fenomena alam yang menarik, setiap
HALAMAN 7 - 12

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
tahunya keluar dimusim kemarau (Juli,
Agustus).
 Melihat anak-anak berambut gimbal,
yang disebut-sebut sebagai titisan Kyai
Kolodete.
 Menyaksikan Fenomena alam matahari
terbit yang dapat di saksikan 2 kali
dalam sehari (Golden Sunrise & Silver
Sunrise)
 Menjelajah peninggalan situs purbakala
Candi Hindu tertua di Pulau Jawa.
 Mengikuti aktifitas harian petani desa
setempat memanen hasil pertanian
(panen kentang, panen carica)
 Menikmati suguhan kesenian tradisional
(Kentongan & Topeng Lengger)
 Naik perahu dipuncak Gunung.
 Menikmati pesona telaga warna dan
telaga pengilon di Bukit Sidengkeng.
 Berburu Golden Sunrise di Bukit Sikunir.
 Menyibak fenomena alam, semburan
kawah Sikidang.
 Menyaksikan dokementer di Dieng
Plateau Tehater.
 Menikmati pesona telaga warna dan
telaga pengilon di Bukit Sidengkeng

3. Masyarakat  Sektor pariwisata belum dapat memberikan  Masyarakat menyediakan “homestay" yang  Mengadakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat
sumbangan ekonomi yang berarti bagi tersebar di sekitar KWDT Dieng seperti 62 dengan membentuk kelompok sadar wisata
masyarakat unit di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur,  petani /masyarakat dihimbau untuk tidak hanya
HALAMAN 7 - 13

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
 Kurangnya komunikasi antar kelompok muda Banjarnegara, dan belasan "homestay" di menanam kentang tetapi juga ikut melestarikan
dengan pihak pemerintah desa desa-desa lainnya. lingkungan dengan 48 jenis tanaman keras.
 LMDH ( Lembaga Masyarkat Desa Hutan)  Sudah terbentuknya forum masyarakat guna  Kepedulian dan kesadaran dari masyarakat sangat
belum kuat mendukung wisata penting dalam upaya pengamanan Dataran Tinggi Dieng
 kurang kreatif dalam pemeliharaan dan  Melakukan program sosialisasi dan rencana aksi
pengembangan masyarakat
 Kurang aman
 Masih banyak dalam kecemburuan sosial
 Perhutani dan masyarakat kurang kompak

4. SDM  kurangnya kualitas sumber daya manusia Besarnya SDM yang ada guna mendukung  Mengadakan pelatihan akan kegiatan-kegiatan penunjang
pengelola pariwisata, baik di stakeholder keberhasilan wisata Dieng, terutama masyarakat wisata:
pemerintah maupun masyarakat. sekitar/setempat.  Mewujudkan desa wisata
 Dana dan SDM kurang mendukung  Pelatihan masyarakat dalam menerima
 Belum adanya konsultasi dengan para ahli tamu/wisatawan
 Pelatiahan dan rencana aksi pengelolaan lingkungan
dalam sektor kebersihan dan penghijauan gna
mendukung desa wisata
 Pelatihan pada stakeholder dalam pengelolaan
wisata: perencanaan, pengelolaan, Pembangunan,
Monitoring evaluasi
 Strategic Vision  meningkatkan kualitas SDM dengan
cara melakukan study banding
 meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola
obyek wisata agar kinerja semakin meningkat serta
mampu memberikan pelayanan yang baik kepada
wisatawan
 meningkatkan koordinasi antar dinas di lingkungan
Kabupaten Banjarnegara serta dinas. di luar Kabupaten
Banjarnegara untuk mengadakan promosi pariwisata.
HALAMAN 7 - 14

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Kegiatan promosi ini juga bertujuan untuk menarik
investor agar tertarik menanamkan modalnya di bidang
pariwisata,

5. Anggaran anggaran dana yang terbatas meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan  Peningkatan peran serta masyarakat dalam
pendapatan obyek wisata. Kenaikan jumlah pemberdayaan dan gotong royong warga.
pendapatan memberikan pengaruh terhadap  Stakeholder Aktif dalammencari dan promosikan ke
peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten pihak investor dan pemerintah pusat maupun [emasaran
Banjarnegara. ke luar negeri.

6. Kerja sama  kurangnya kerjasama dengan pihak swasta Sudah terbukanya jasa-jasa wisata dalam menjajaki kerja sama bidang pertanian dan pariwisata dengan
untuk investasi dalam bidang pariwisata, mempromosikan akan paket tour Dieng, dengan mancanegara. Kerja sama akan dipusatkan di Dataran Tinggi
 Kurang maksimal publikasi keuntungan: Dieng yang memiliki potensi pertanian hortikultura hingga
 Kunjungan wisata ke Dieng Plateau lebih warisan sejarah budaya dan kearifan lokal yang menarik
terencana. wisatawa. Diantaranya dari: Slovenia dan Seychelles
 Hemat waktu, tenaga dan biaya.
 Tersedia banyak pilihan program paket wisata
ke Dieng yang dikemas secara menarik.
 Mendapatkan informasi mengenai tempat-
tempat wisata Dieng lebih dalam (Sejarah,
mitos, dan budaya lokal).
 Menikmati ragam atraksi wisata alam dan
budaya.
 Bagi pecinta fotografer, akan diajak ditempat
yang indah, spot-spot menakjubkan di Dieng
Plateau.
 Rekomendasi tempat penginapan, restoran
dan akses transportasi yang mudah.
HALAMAN 7 - 15

SOLUSI PENGEMBANGAN
ASPEK PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)

7. Persaingan obyek  Persaingan obyek dan daya tarik wisata antar  Mampu menciptakan peluang destinasi  Diperlukan kerjasama yang baik antara Pemda Kabupaten
dan daya tarik kabupaten. wisata yang semakin banyak Wonosobo dengan Kabupaten Banjarnegara.
wisata  Wisatawan yang datang ke Dieng lebih sering  Bila dapat di integrasikan merupakan potensi  Perlu kerjasama pengelolaan akan aksi: revitalisasi dan
menginap di Kabupaten Wonosobo, lalu pengembangan wisata yang lebih luas rehabilitasi fasilitas maupun objek di lokasi wisata
membelanjakan uangnya di kabupaten
tetangga ini.
 keindahan alam diDataran Tinggi Dieng
dirusak oleh kumuh dan kotornya daerah
tersebut. Pengunjung hanya menyaksikan
candi sebagai bangunan tua yang roboh
tanpa memiliki nilai prasejarah sama sekali.
Selain itu, retribusi, baik itu tiket masuk
maupun tarif parkir, untuk mengunjungi
masing-masing objek wisata juga kurang
diatur dengan baik.

8. Regulasi dan  Kurang berjalanannya peraturan-peraturan  Keputusan Bersama No. 485 Tahun 2002 dan  Penerapan Prinsip Good Governance dalam Tata Kelola
organisasi yang sudah dibuat di lapangan No. 17 Tahun 2002 Bupati Banjarnegara Wisata di Dataran Tinggi Dieng
pendukung dengan Bupati Wonosobo tentang Kerjasama  Pemerintah memberikan dukung kepada organisasi-
Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan organisasi tersebut dengan cara memberikan legalitas
Dataran Tinggi Dieng terhadap organisasi-organisasi tersebut, memberikan
 Peraturan Gubernur No. 5 Tahun 2009 pelatihan dan memberikan bantuan alat-alat yang
tentang Pengendalian Lingkungan Hidup di dibutuhkan
Kawasan Dataran Tinggi Dieng  Rule of law  Kerangka hukum dijalankan tanpa
memberikan toleransi kepada siapapun yang melakukan
penyimpangan

Sumber : Hasil analisis Tahun 2013


HALAMAN 7 - 16

TABEL: 7.3. PENGEMBANGAN/ROADMAP SEKTOR UNGGULAN WISATA ALAM ARUNG JERAM SUNGAI SERAYU

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Infrastruktur: Belum sepenuhnya tersedia akan  Lokasi yang mudah dijangkau  Keterlibatan masyarakat perlu dioptimalkan lagi
infrastruktur yang baik  Di area wisata arung jeram Sungai Serayu, dalam melakukan aktifitas seperti perdagangan, jasa
terdapat penginapan di rumah-rumah penduduk dan penyediaan lokasi-lokasi penginapan dan
yang berada di sekitar sungai. warung makan
 Terdapat juga beberapa warung yang menjajakan  Perbaikan akses baik dari internal kawasan maupun
makanan, fasilitas ruang ganti, dan jalur eksternal kawasan penghubung dengan lokasi
transportasi untuk kemudahan akses ke tempat
arung jeram.
Masyarakat Belum sepenuhnya terlibat dalam  Wisatawan luar negeri terpesona dengan arung  Pelatihan untuk masyarakat setempat dalam
pengelolaan dan merasakan daampak jeram Sungai Serayu. Rata-rata 50 orang setiap menydeiakan tenaga-tenaga yang handal untuk
positif terhadap keberadaan wisata arung hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. guide rafting
jeram Kebanyakan mereka berasal dari Semarang.  Pelatihan kepada masyarakat dalam mendukung
 penyebaran informasi oleh para wisatawan yang kegiatan wisata pada lokasi / daerahnya.
telah menguji andrenalin mereka dengan  Sosialisasi akan kegiatan-kegiatan pendukung
berarung jeram di sungai ini. wisata, terutama terhadap kebersihan lingkungan
dan pemberdayaan ekonomi lokal
HALAMAN 7 - 17

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Daya Tarik dan Belum terciptanya banyak tema-tema  Jalur arung jeram di Sungai Serayu memiliki  Pengembangan potensi akan sempadan sungai
Lingkungan wisata pada lokasi sungai serayu, beberapa keunggulan, antara lain tingkat serayu dengan menciptakan tema-tema pariwisata
sehingga pengunjung yang tidak kesulitan yang cukup tinggi, pemandangan alam buatan yang berbaur dengan lingkungan sungai
beraktifitas untuk rafting dapat yang indah, dan lokasi yang mudah dijangkau. serayu, seperti:
melakukan aktifitas wisata di sekitar yang  Tradisi Grebeg Suro  Pedestrian walk dengan konsep “panggung rakyat”
tidak jauh dari lokasi tersebut.  balap perahu dayung, layang-layang hias, pentas  Menciptakan ruang terbuka hijau yang menyatu
permainan, dan perlombaan-perlombaan lainnya. dengan alam
Digelar pula berbagai macam pentas seni
pertunjukan, seperti wayang kulit semalam
suntuk, kuda lumping, karaoke, dan lainnya untuk
menambah kemeriahan acara
Sumber : Hasil analisis Tahun 2013

TABEL: 7.4. PENGEMBANGAN/ROADMAP SEKTOR UNGGULAN WISATA SERULING MAS

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Infrastruktur: Belum sepenuhnya tersedia akan Wisata yang terletak dijantung kota  Keterlibatan masyarakat perlu dioptimalkan lagi dalam
infrastruktur yang baik melakukan aktifitas seperti perdagangan dan jasa
 Perbaikan akses baik dari internal kawasan maupun eksternal
kawasan penghubung dengan lokasi

Masyarakat Belum sepenuhnya terlibat  Potensi ekonomi lokal  Pelatihan ekonomi lokal dalam menunjang kegiatan di TRMS
dalam keberadaan lokasi wisata  Jumlah SDM  Pelatihan kepada masyarakat dalam mendukung kegiatan
TRMS wisata pada lokasi / daerahnya.
 Sosialisasi akan kegiatan-kegiatan pendukung wisata,
terutama terhadap kebersihan lingkungan

Daya Tarik dan Belum terciptanya banyak tema-  taman satwa, kolam renang, taman bermain anak-  Rencana lanjut akan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara,
HALAMAN 7 - 18

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Lingkungan tema wisata pada lokasi anak, serta kawasan sejarah berupa makam Jawa Tengah, membangun kebun raya seluas 5 hektare (ha)
Keramat Ki Ageng Selomanik di Taman Rekreasi Margasatwa Seruling Mas (TRMS).
 TRMS memiliki lebih dari 36 jenis hewan memamah  Selain kebun raya, juga ada taman budaya. Lokasi kebun raya
biak, burung, dan binatang melata serta tanaman berada di pinggir Sungai Serayu
langka.
 Taman rekreasi ini dilintasi oleh aliran Sungai Serayu
yang menambah keindahan pemandangan taman.
Sumber : Hasil analisis Tahun 2013

TABEL: 7.5. PENGEMBANGAN/ROADMAP SEKTOR UNGGULAN SUMBER DAYA MINERAL (ENERGI ALTERNATIF)

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
Infrastruktur: Belum sepenuhnya tersedia akan  Keterlibatan masyarakat perlu dioptimalkan lagi dalam
infrastruktur yang baik untuk lokasi-lokasi melakukan aktifitas seperti perdagangan dan jasa
 Perbaikan akses baik dari internal kawasan maupun
eksternal kawasan penghubung dengan lokasi

Kodisi SD mineral/energi Belum optimalnya digali dan  Sudah terpetakan akan potensi SD  Menciptakan tema-tema turunan akan kegiatan
dimanfaatkan mineral/energi di kab banjarnegara penambangan dan mikro hidro terutama pada sektor
 Mikrohidro ada 50 ijin lokasi pariwisata pendidikan
 Membuka promosi dan peluang wisatawan pendidikan
HALAMAN 7 - 19

SOLUSI PENGEMBANGAN
SEKTOR PERMASALAHAN POTENSI
(ROADMAP)
dari luar

Regulasi/aturan dan proses  Belum terjalinnya kerjasama /  Kebijakan pemerintah adanya Green  Melakukan koordinasi dengan fasilitasi kepala daerah
perijinan investasi koordinasi yang baik antara SKPD dan energy (energi alternatif)  Pemanfaatan SD mineral yang tidak mengganggu akan
stakeholder terkait lingkungan dan kebijakan pemerintah
 Adanya aturan dan regulasi dari pusat
akan kewenangan peruntukan gas
bumu dan energi
 Terkendala dengan tumpang tindihnya
kewenangan dengan regulasi
kehutanan

Sumber : Hasil analisis Tahun 2013