Anda di halaman 1dari 4

STANDAR PELAYANAN

MEDIS
PERDARAHAN PADA
KEHAMILAN MUDA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :

Tanggal Terbit : 20 Februari


2014
Halaman :

UPT PUSKESMAS Anang Sujana,SKM.MKM


JASINGA NIP 197110181991031003

PENGERTIAN Mengenali dan melakukan tindakan secara cepat dan tepat perdarahan
pada kehamilan muda

TUJUAN  Ibu yang mengalami perdarahan pada kehamilan muda segera


mendapat pertolongan yang cepat dan tepat.
 Kematian ibu atau janin akibat perdarahan dalam kehamilan dan
perdarahan antepartum berkurang.
 Meningkatnya pemanfaatan bidan untuk konsultasi pada keadaan
gawat darurat.

KEBIJAKAN 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004


Tentang Praktik Kedokteran ( Lembaga Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, tambahan lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4431 )
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
36 tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia No.5063)
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik Kedokteran
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128
tahun 2004 tentang kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
REFERENSI 1. Buku Acuan pertolongan pertama dan gawat darurat Obstetri dan
Neonatal, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,2008.
2. Standar Operasional Prosedur (Sop) Puskesmas Mampu Poned
Kabupaten Bogor Tahun 2014 Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor
2014

PROSEDUR/ Tatalaksana Umum


LANGKAH- 1. Lakukan penilaian secara cepat mengenain keadaan umum ibu
LANGKAH termasuk tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, dan
suhu)
2. Periksa tanda-tanda syok
 Nadi lemah dan cepat (>100x/mnt)
 Tekanan darah sangat rendah : tekanan sistolik < 90 mmHg
 Nafas cepat (RR > 32x/mnt)
 Air seni kurang dari 30 cc/ jam
 Bingung, gelisah atau pingsan
 Berkeringat atau kulit menjadi dingin dan basah, pucat.
Jika terdapat syok,lakukan tatalaksana syok. Jika tidak terlihat
tanda-tanda syok, tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat
penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi ibu karena
kondisinya dapat memburuk dengan cepat.
3. Bila terdapat tanda-tanda sepsis atau dugaan abortus dengan
komplikasi berikan kombinasi antibiotika sampai ibu bebas
demam untuk 48 jam :
 Ampicillin 2 g IV/IM kemudian 1 g diberikan setiap 6 jam
 Gentamicin 5 mg/kg BB IV setiap 24 jam
 Metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam
4. Segera rujuk ibu ke rumah sakit
5. Lakukan tatalaksana sesuai jenis abortus

Diagnosis Perdarah Nyeri perut Uterus Serviks Gejala klinis


an
Abortus Sedikit Sedang Sesuai usia tertutup Tidak ada
iminens kehamilan ekspulsi
jaringan
konsepsi
Abortus Sedang- Sedang- Sesuai usia Terbuka Tidak ada
Insipiens banyak hebat kehamilan ekspulsi
jaringan
konsepsi
Abortus Sedang- Sedang- Sesuai usia Terbuka Ekspulsi
Inkomplit banyak hebat kehamilan sebagian
jaringan
konsepsi
Abortus Sedikit Tanpa/sedi Lebih kecil Tertiutup Ekspulsi
Komplit kit dari usia seluruh
gestasi jaringan
konsepsi
Missed Tidak Tidak ada Lebih kecil Tertutup Janin telah
Abortion ada dari usia mati tapi tidak
kehamilan ada ekspulsi
jaringan
konsepsi
Tatalaksana Khusus
1. Abortus Iminens
 Pertahankan kehamilan
 Tidak perlu pengobatan khusus
 Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan
seksual
 Jika perdarahan berhenti, pantau kondisi ibu selanjutnya pada
pemeriksaan antenatal termasuk pemantauan kadar Hb dan
USG panggul serial setiap 4 minggu. Lakukan penilaian ulang
bila perdarahan terjadi lagi.
 Jika perdarahan tidak berhenti, nilai kondisi janin dengan
USG. Nilai kemungkinan adanya penyebab lain.
2. Abortus Insipiens
 Lakukan konseling untuk menjelaskan kemungkinan risiko
dan rasa tidak nyaman selama tindakan evakuasi, serta
memberikan informasi mengenai kontrasepsi
pascakeguguran.
 Berikan infuse NaCl 0,9 % atau Ringer Laktat
 Periksa kadar hemoglobin
 Jika usia kehamilan kurang dari 16 minggu : lakukan
evakuasi isi uterus. Jika evakuasi tidak dapat dilakukan
segera:
- Berikan ergometrin 0,2 mg IM (dapat diulang 15 menit
kemudian bila perlu)
- Rencanakan evakuasi segera
 Periksa kadar hemoglobin
 Persiapan rujukan untuk ke Rumah Sakit.
3. Abortus Inkomplit
 Lakukan konseling
 Berikan infuse NaCl 0,9 % atau Ringer Laktat
 Jika perdarahan ringan atau sedang dan usia kehamilan
kurang 16 minggu, gunakan jari atau forsep untuk
mengeluarkan hasil konsepsi yang mencuat dari serviks.
 Jika perdarahan berat dan usia kehamilan kurang dari 16
minggu, lakukan evakuasi isi uterus. Jika evakuasi tidak dapat
segera dilakukan, berikan ergometrin 0,2 mg IM (dapat
diulang 15 menit kemudian bila perlu), dan persiapan rujukan
ke rumah sakit.
 Jika usia kehamilan lebih dari 16 minggu, berikan infuse
NaCl 0,9 % atau Ringer Laktat dan persiapan rujukan ke
Rumah Sakit.
.
4. Abortus Komplit
 Tidak diperlukan evakuasi lagi
 Lakukan konseling untuk memberikan dukungan emosional
dan menawarkan kontrasepsi pasca keguguran.
 Apabila terdapat anemia sedang, berikan tablet sulfat ferosus
600 mg/ hari selama 2 minggu, jika anemia berat berikan
transfuse darah.
 Evaluasi keadaan ibu setelah 2 minggu.
5. Missed Abortion
 Lakukan konseling
 Berikan infuse NaCl 0,9 % atau Ringer Laktat
 Periksa kadar Hb
 Lakukan persiapan rujukan ke Rumah Sakit

UNIT TERKAIT RS PONEK

DOKUMEN Rekam Medis Pasien, Buku KIA


TERKAIT