Anda di halaman 1dari 2

Rencana pengelolaan terdiri atas Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pengelolaan

Jangka Pendek (RPJPn). RPJP disusun untuk jangka waktu 10 tahun sedangkan RPJPn merupakan
penjabaran lebih detil dari RPJP yang bersifat teknis operasional, kualitatif dan kuantitatif, disusun untuk
jangka waktu satu tahun.Tata cara penyusunan rencana pengelolaan pada KSA, KPA, dan TB telah diatur
melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor: P.35/MENLHK/SETJEN/
KUM.1/3/2016. Namun substansi peraturan tersebut perlu dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk
pedoman sehingga memudahkan Unit Pengelola dalam menyusun rencana pengelolaan.Tahapan
penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Menteri LHK Nomor:
P.35/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/3/2016, sebagai berikut:

A. Pembentukan Tim Kerja;

B. Penentuan Tujuan Pengelolaan;

C. Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Kegiatan;

D. Penyusunan Rencana Pemantauan dan Evaluasi;

E. Konsultasi Publik; dan

F. Penyusunan Dokumen.

Dalam kaitan langsung dengan penyusunan RPJP, harus terlihat hubungan pembagian zona/ blok
pengelolaan yang telah disahkan Direktur Jenderal KSDAE (atau yang membidangi perlindungan hutan
dan konservasi alam) dengan kegiatan yang ada dalam rencana pengelolaan. Rencana Pengelolaan
Jangka Pendek (RPJPn) merupakan penjabaran dari Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP). RPJPn
bersifat teknis operasional, kualitatif, dan kuantitatif. Dalam RPJP, telah disusun kegiatan pokok yang akan
dilaksanakan selama 10 tahun, mulai tahun pertama sampai tahun ke sepuluh. Kegiatan pokok inilah
yang kemudian didetilkan dalam RPJPn dan sekaligus memuat detil lokasi dan tata waktu pelaksanaan.

1. Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJPn) RPJPn disusun dengan memperhatikan hal –
hal sebagai berikut:

a. RPJPn disusun setiap tahun setelah RPJP disahkan.

b. RPJPn merupakan pendetilan dari RPJP dan sekaligus memuat detil lokasi dan tata waktu pelaksanaan
(tata waktu dalam bulan).

c. Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJPn) tahun pertama disusun bersama dengan
Rencana Pengelolaan Jangka Panjang.

d. RPJPn tahun berikutnya (setelah butir 3 di atas) disusun satu tahun sebelum periode RPJPn (misalnya
RPJPn tahun 2019 disusun pada tahun 2018).

e. RPJPn disusun simultan dengan proses penyusunan Rencana Kerja (Renja), yaitu pada semester
pertama (sebelum Bulan Juli) tahun sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan yang akan
direncanakan dalam RPJPn dapat terakomodir dalam RKA-K/L (apabila kegiatan dibiayai oleh APBN).
Selanjutnya, apabila kegiatandibiayai oleh mitra, maka diharapkan Unit Pengelola telah siap dengan
arahan kegiatan yang akan dilaksanakan. Arahan kegiatan yang dilakukan oleh mitra tersebut harus
selaras dan mendukung pencapaian tujuan pengelolaan yang dinyatakan dalam RPJP.

f. Penyusunan RPJPn dikoordinir oleh Kepala Bidang Teknis (bagi UPT Balai Besar) dan Kepala Sub Bagian
Tata Usaha (bagi UPT/ UPTD Tahura) dan bertanggungjawab kepada Kepala Unit Pengelola.

g. Dokumen RPJPn disahkan oleh Kepala Unit Pengelola.

Namun pada saat ini TNKS sendiri belum mempunyai RPJP dan masih dalam proses penyusunan RPJP
2020-2029.