Anda di halaman 1dari 4

Assalamualaikum Wr.

Wb

Saya sebagai mahasiswa keperawatan STIKes Karsa Husada Garut belajar tentang
pemeriksaaan tanda – tanda vital dan juga belajar cara menggunakan berbagai macama alat yang
membantu untuk mengukur tanda – tanda vital seorang klien berikut saya akan sedikit
memaparkan pengalaman saya saat pertama kali megukur tanda – tanda vital, apa itu tanda –
tanda vital, dan apa saja alat yang di gunakan untuk pemeriksaan tanda – tanda vital.

pemeriksaan tanda – tanda vital adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan terutama perawat,terhadap tanda vital seseorang yang bertujuan untuk mendeteksi
gangguan, kelainan atau perubahan pada sistem penunjang kehidupan. Pemeriksaan tanda –
tanda vital adalah metode pemeriksaan tubuh yang paling dasar untuk mengetahui tanda klinis
dan menegakan diagnosis dan menentukan perencanaan terapi medis yang tepat.

Dalam pemeriksaan tanda – tanda vital ada empat komponen tanda vital yang harus rutin
di periksa atau di pantau oleh tenaga kesehatan terutama perawat karena saya sekolah
keperawatan jadi disini saya akan banyak menyebutkan tenaga kesehatan sebagai perawat
meskipun bukan perawat saja. Yang harus diperiksa oleh perawat yaitu adalah tekanan darah,
denyut nadi, respirasi, dan suhu tubuh.pemeriksaaan tanda - tanda vital ini di lakukan pertama
kali pada saaat pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan
medis. Apabila hasil pemeriksaan tanda – tanda vital menunjukan kondisi medis yang serius
maka pasien akan di tindak lanjuti dengan cara di pantau terus secara rutin dan di lakukan
evaluasi oleh tim medis untu menilai perkembangan penyakit sehingga mendapatkan tanda –
tanda vital yang normal. Berikut saya akan menjelasakan jenis jenis pengukuran tanda tanda
vital.

1. Tekanan darah

Klien yang datang kepusat pelayanan kesehatan baik Puskesmas, Kelinik, Rumah sakit,
pasti tidak asing lagi dengan pemeriksaan tekanan darah. Tekanan darah merupakan kekuatan
memompa darah oleh jantung dari jantung keseluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri dalam
darah tersebut mengangkut berbagai jenis zat yaitu oksigen dan nutrisi yang di perlukan oleh
tubuh. Alat yang digunakan untuk mengukur tekana darah adalah sphygmomanometer atau
sering di sebut banyak orang sebagai tensimeter ada 3 jenis tensimeter yang banyak di gunakan
tenaga medis yaitu tensimeter air raksa, tensimeter aneroid, tensimeter digital. Selain itu ada satu
alat lagi yang biasa digunakan untuk mengukur tekanan darah yaitu stetoskop, selain digunakan
untuk mendengarkan nadi stetoskop juga biasa digunakan untuk mendengarkan suara detak
jantung dan suara respirasi (pernapasan).
Tekanan darah normal tentu berbeda – beda ada beberapa faktor yang membedakan
tekanan darah yaitu usia,aktivitas fisik, dan diet. Berikut dibawah ini adlah tekanan darah yang
normal menurut usia.

Sebelum klien di lakukan pengukuran tekanan darah klien di anjurkan untuk


beristirahatat dahulu sekitar 15menit sebelem pengukuruna supaya klien rileks dan tenang, di
karenanakan dari rumah ke pelayanan kesehatan membutuhkan aktivitas fisik yang akan
mempengaruhi hasil tekanan darah nanti. Pengalaman saya cara pengguanaan tensimeter adalah
sebagai berikut, di sini saya menggunakan tensimeter aneroid.

 Klien di persilahkan duduk, lengan menekuk di atas meja sejajar dengan jantung dengan
posisi telapak tangan menghadap ke atas di masukan atau lilitkan manset tensi meter ke
lengan atas di atas siku sekitar 2-3 jari darilipatan siku. Di manset akan ada tulisan atau
tanda yang berfungsi penunjuk bagian arteri brachialis harus sejajar dengan tanda.
Usakan klien teap rileks.
 Rabalah pulpasi artei pada pergelangan tangan (arteri radialis). Pompala manset dengan
cara meremas pompa sampai arteri sadialis menghilang lalu tambah 30 mmHg.
 Letakan stetoskop bagian (diaphragm) di atas arteri brachialis dan pasangkan/masukan
(ear tips) kedalam telinga pemeriksa. Bukalah katup pompa dengan perlahan biarkan
menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik.
 Bila bunyi pertama “dub” terdengar lihat jarum menunjukan di angka berapa itu adalah
nilai sistol dan bunyi “dub” terakhir lihat jarum menunjukan angka berapa itu adalah
bunyi diastol, turunkan jarum sampa angka nol dan rapikan kembali alat-alat.
 Catat sistol dan diastole yang di ketahui tadi (misal:120/80 menujukan sistol 120, dan
diastol 80).

2. Denyut Nadi

Selanjutnya pemeriksaan tanda – tanda vital yang kedua adalah pemeriksaan denyut nadi
merupakan frekuensi pemompaan jantung pada erteri ke seluruh tubuh. Alat untuk mengukur
denyut nadi bisa menggunakan stetoskop atau dengan jari yang di tekankan pada nadi klien
selama 1 menit atau 60 detik. Ada 9 daerah bagian tubuh yang dapat diukur denyut nadinya
antara lain:

a) Arteri Temporal
b) Arteri Carotid
c) Arteri apical
d) Arteri Brachial
e) Arteri Radial
f) Arteri femonal
g) Arteri Popliteal
h) Arteri Posterior
i) Arteri Pedal

Denyut nadi normal bisa di hitung saat kondisi klien sedang istirahat atau sedang tidak
melakukan aktivitas apapun berikut beberapa nilai normal nadi menurut usia, di hitung dalam
satuan kali permenit.

 Usia 0-3 bulan 100-160


 Usia 3-6 bulan 90-120
 Usia 6-12 bulan 80-120
 Usia 1-10 tahun 70-130
 Usia 10-18 tahun 60-100
 Pria dewasa 55-75
 Wanita dewasa 60-80
 Ibu hamil 80-90

Ada juga factor lain yang mempengaruhi perubahan denyut nadi antaranya adalah:
 Umur
 Jenis kelamn
 Tingkat kebugaran
 Berta badan
 Gaya hidup
 Obat – obatan
 Aktivitas
 Kondisi medis

Ada dua kondisi medis sebagai penunjuk kelainan pada denyut nadi adalah bradikardia
dan takikardia. Bradikardi adalah frekuaensi detak jantujng yang lambat dibawah nilai normal,
sedangkan takikardi adalah frekuensi detak jantung yang lebih cepat dari biasanya.

3. Respirasi

Respirasi merupakan frekuaensi pernapasan satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi.
Cara menghitung pengukuran pernapasan bisa di lihat dari satu kali ekspirasi dan satu kali
ekspirasi di hitungan dalam satu menit atau 60 detik. Respirasi normal pada orang dewasa yaitu
12-20 kali permenit dalam keadaan istirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik sebelumnya.
Pada anak – anak biasanya frekuensi respirasi lebih cepat dari pada orang dewasa. Selain untuk
menentukan frekuaensi pernapasan. Kita juga bisa memeriksa suara nafas, bila suara nafas klien
berbunyi abnormal maka klien bisa ada ganguan di dalam proses respirasi, lalu kita melihat
pengembangan dada klien simetris atau tidak, bila tidak simetris berarti ada gangguan di dalam
paru - paru klien.

4. Suhu Tubuh

Suhu tubuh merupakan ukuran suhu panas maupun dingin seseorang. Pengukuran suhu
tubuh ini bertjuan untuk mengukur derajat suhu tubuh. Suhu tubuh normal orang dewasa adalah
36,5 derajat celcius sampai 37,5 derajat celcius. Ukuran suhu panas tubuh tergantung dari
aktivitas, makanan, cairan, cuaca, dan jenis kelamin, biasanya wanita lebih panas dari pada pria.

Alat untuk mengukur suhu tubuh adalah thermometer, ada beberapa jenis thermometer
tergantung dari dimana kita akan melakukan pengukuran suhu tubuh. Berikut beberapa daerah
pengukuran suhu tubuh.

 Oral (Melalui Mulut)


 Rektal (melaui rectum)
 Aksila (melalui ketiak)
 Aural (memalui telinga)