Anda di halaman 1dari 47

CM-03 = Sistem Manajemen Keuangan Proyek

(Financing Management Project)

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi


Kode : INA.56303.13.09.11.07– Judul : Sistem Manajemen
Keuangan Proyek (Financing Management Project)

PELATIHAN
AHLI MANAJEMEN KONSTRUKSI (AHLI MUDA)
(CONSTRUCTION MANAGEMENT)

2007

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM


BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA
PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI
MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

KATA PENGANTAR

Memperhatikan laporan UNDP (Human Development Report, 2004) yang mencantumkan


Indeks Pengembangan SDM (Human Development Index HDI), Indonesia pada urutan
111, satu tingkat diatas Vietnam urutan 112, jauh dibawah negara-negara ASEAN
terutama Malaysia urutan 59, Singapura urutan 25 dan Australia urutan 3.

Bagi para pemerhati dan khususnya bagi yang terlibat langsung pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM), kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus sebagai modal
untuk berpacu mengejar ketinggalan dan obsesi dalam meningkatkan kemampuan SDM
paling tidak setara dengan negara tetangga ASEAN, terutama menghadapi era
globalisasi.

Untuk mengejar ketinggalan telah banyak daya upaya yang dilakukan termasuk perangkat
pengaturan melalui penetapan undang-undang antara lain :
- UU. No 18 Tahun 1999, tentang : Jasa Konstruksi beserta peraturan pelaksanaannya,
mengamanatkan bahwa per orang tenaga : perencana, pelaksana dan pengawas
harus memiliki sertifikat, dengan pengertian sertifikat kompetensi keahlian atau
ketrampilan, dan perlunya “Bakuan Kompetensi” untuk semua tingkatan kualifikasi
dalam setiap klasifikasi dibidang Jasa Konstruksi
- UU. No 13 Tahun 2003, tentang : Ketenagakerjaan, mengamanatkan (pasal 10 ayat
2). Pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu
pada standar kompetensi kerja
- UU. No 20 Tahun 2003, tentang : Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan
pelaksanaannya, mengamanatkan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan
pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).
- PP. No 31 Tahun 2006, tentang : Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan
pelaksanaannya, mengamanatkan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan
pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).

Mengacu pada amanat undang-undang tersebut diatas, diimplementasikan kedalam


konsep Pengembangan Sistem Pelatihan Jasa Konstruksi yang oleh PUSBIN KPK (Pusat
Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi) pelaksanaan programnya didahului
dengan mengembangkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), SLK
(Standar Latih Kompetensi), dimana keduanya disusun melalui analisis struktur
kompetensi sektor/sub-sektor konstruksi sampai mendetail, kemudian dituangkan dalam
jabatan-jabatan kerja yang selanjutnya dimasukkan kedalam Katalog Jabatan Kerja.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) i


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

Modul pelatihan adalah salah satu unsur paket pelatihan sangat pnting karena menyentuh
langsung dan menentukan keberhasilan peningkatan kualitas SDM untuk mencapai
tingkat kompetensi yang ditetapkan, disusun dari hasil inventarsisasi jabatan kerja yang
kemudian dikembangkan berdasarkan SKKNI dan SLK yang sudah disepakati dalam
suatu Konvensi Nasional, dimana modul-modulnya maupun materi uji kompetensinya
disusun oleh Tim Penyusun/Tenaga Profesional dalam bidangnya masing-masing,
merupakan suatu produk yang akan dipergunakan untuk melatih dan meningkatkan
pengetahuan dan kecakapan agar dapat mencapai tingkat kompetensi yang
dipersyaratkan dalam SKKNI, sehingga dapat menyentuh langsung sasaran pembinaan
dan peningkatan kualiatas tenaga kerja konstruksi agar menjadi lebih berkompeten dalam
melaksanakan tugas pada jabatan kerjanya.

Dengan penuh harapan modul pelatihan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga
cita-cita peningkatan kualitas SDM khususnya dibidang jasa konstruksi dapat terwujud.

Jakarta, November 2007


Kepala Pusat
Pembinaan Kompetensi Pelatihan Konstruksi

Ir. Djoko Subarkah, Dipl. HE


NIP. 110 016 435

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) ii


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

PRAKATA

Usaha dibidang Jasa Konstruksi merupakan salah satu bidang usaha yang telah
berkembang pesat di Indonesia, baik dalam bentuk usaha perorangan maupun sebagai
badan usaha skala kecil, menengah dan besar. Untuk itu perlu diimbangi dengan kualitas
pelayanannya. Pada kenyataannya saat ini mutu produk, ketepatan waktu penyelesaian,
dan efisiensi pemanfaatan sumber daya relatif masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah kesediaan tenaga ahli / terampil dan
penguasaan manajemen yang efisien, kecukupan permodalan serta penguasaan
teknologi.

Masyarakat sebagai pemakai produk jasa konstruksi semakin sadar akan kebutuhan
terhadap produk dengan kualitas yang memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

Untuk memenuhi kebutuhan produk sesuai kualitas standar tersebut SDM, standar mutu,
metode kerja dan lain-lain.

Salah satu upaya untuk memperoleh produk konstruksi dengan kualitas yang diinginkan
adalah dengan cara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang menggeluti
pekerjaan konstruksi baik itu desain pekerjaan jalan dan jembatan, desain hidro mekanik
pekerjaan sumber daya air maupun untuk desain pekerjaan di bidang bangunan gedung.
Kegiatan inventarisasi dan analisa jabatan kerja di bidang Cipta Karya telah menghasilkan
sekitar 9 (sembilan) Jabatan Kerja, dimana Jabatan Kerja Ahli Muda Manajemen
Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) merupakan
salah satu jabatan kerja yang diprioritaskan untuk disusun materi pelatihannya mengingat
kebutuhan yang sangat mendesak dalam pembinaan tenaga kerja yang berkiprah dalam
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung gambar arsitektur bidang cipta
karya.
Materi pelatihan pada jabatan kerja Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan
Gedung (Construction Management Of Buildings) ini terdiri dari 3 (tiga) modul
kompetensi umum 7 (tujuh) modul kompetensi inti dan 2 (modul) kompetensi khusus,
yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerja
yang menggeluti Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction
Management Of Buildings).

Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran dan masukan
guna perbaikan dan penyempurnaan modul ini.
Jakarta, November 2007
Tim Penyusun
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) iii
MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
PRAKATA ............................................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................. iv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. vi
SPESIFIKASI PELATIHAN ...................................................................... vii
PANDUAN PEMBELAJARAN ................................................................. viii

BAB I : PENDAHULUAN ........................................................................ I-1


1.1. Umum .................................................................................... I-1
1.2. Ringkasan Modul ..................................................................... I-2
1.3. Batasan Dan Rentang Variabel ............................................... I-4
1.4. Panduan Penilaian .................................................................. I-5
1.4.1. Kualifikasi penilaian ...................................................... I-5
1.4.2. Pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku untuk
mendemonstrasikan kompetensi.................................... I-6
1.4.3. Konteks penilaian.......................................................... I-6
1.4.4. Aspek penting penilaian ................................................ I-6
1.5. Sumber Daya Pembelajaran .................................................... I-7

BAB II : PERENCANAAN KEUANGAN PROYEK ..................................... II-1


2.1. Umum ..................................................................................... II-1
2.2. Identifikasi Kebutuhan Keuangan Proyek .................................... II-3
2.3. Cash flow (Arus Kas) Secara Umum .......................................... II-4
2.3.1. Arus Kas Proyek ................................................................. II-4
2.3.2. Tahapan Penyusunan Arus Kas .......................................... II-5
2.3.2.1. Tahapan Operasional ........................................... II-5
2.3.2.2. Tahapan Finansial ................................................ II-7
2.3.3. Pedoman Dasar Penyusunan Arus Kas .............................. II-8
2.3.4. Menyusun Arus Kas (Latihan) ............................................. II-9
RANGKUMAN
LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) iv


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

BAB III: PROSES PENGENDALIAN KEUANGAN PROYEK ..................... III-1


3.1. Umum ..................................................................................... III-1
3.2. Hasil Identifikasi Kondisi Ekonomi, Estimasi Biaya Konstruksi,
Durasi Proyek, Faktor Risiko Proyek, Tax benefits ....................... III-1
3.3. Monitor Pengaruh Yang Teridentifikasi Kurang Baik Dan Koreksi
Trend Negative ......................................................................... III-2
3.3.1. Tindakan Koreksi................................................................. III-2
RANGKUMAN
LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI

BAB IV: PENCATATAN DAN ADMINISTRASI KEUANGAN PROYEK .... IV-1


4.1. Umum ............................................................................................. IV-1
4.2. Laporan Rugi Laba ......................................................................... IV-1
4.3. Pembukuan Keuangan Proyek Untuk Kepentingan Audit................ IV-1
4.4. Laporan Arus Kas ........................................................................... IV-2
4.5. Laporan Realisasi Keuangan Secara Berkala ................................. IV-2
RANGKUMAN
LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI

KUNCI JAWABAN
DAFTAR PUSTAKA

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) v


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 2.1 Cash Flow Umum ............................................................................ II-10
Lampiran 2.2 Contoh Cash Flow Proyek Konstruksi Investasi ............................... II-11
Lampiran 4.1 Contoh Rugi-Laba Konsulidasi......................................................... IV-3
Lampiran 4.2 Contoh Neraca Konsulidasi.............................................................. IV-4

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) vi


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

SPESIFIKASI PELATIHAN

A. TUJUAN UMUM

 Tujuan Umum Pelatihan


Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengelola pelaksanaan
proyek konstruksi bangunan gedung.

 Tujuan Khusus Pelatihan


Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu:
1. Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / SMK3
(Safety & Health Management).
2. Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management)
3. Menerapkan Sistem Manajemen Keuangan (Financing Management)
4. Menerapkan Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope Management)
5. Menerapkan Sistem Manajemen Waktu (Time Management)
6. Menerapkan Sistem Manajemen Biaya (Cost Management)
7. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management)
8. Menerapkan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (Human
Resources Management)
9. Menerapkan Sistem Manajemen Komunikasi (Communication
Management)
10. Menerapkan Sistem Manajemen Pengadaan (Procurement Management)
11. Menerapkan Sistem Manajemen Risiko (Risk Management)
12. Menerapkan Sistem Manajemen Klaim (Claim Management)

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode / Judul Modul : Sistem Manajemen Keuangan


(Financing
Management) mempresentasikan unit kompetensi : “Menerapkan Sistem
Manajemen Keuangan (Financing Management)”.

 Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul, peserta mampu Menerapkan Sistem Manajemen
Keuangan (Financing Management).

 Kriteria Penilaian
Pada akhir pelatihan peserta mampu :
1. Memberikan kontribusi dalam perencanaan Keuangan proyek
2. Memberikan kontribusi dalam proses pengendalian Keuangan proyek.
3. Memberikan kontribusi dalam mencatat dan administrasi keuangan proyek
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) vii
MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

PANDUAN PEMBELAJARAN

A. KUALIFIKASI PENGAJAR / INSTRUKTUR

 Instruktur harus mampu mengajar, dibuktikan dengan serfitikat TOT (Training of


Trainer) atau sejenisnya.
 Menguasai substansi teknis yang diajarkan secara mendalam.
 Konsisten mengacu SKKNI dan SLK
 Pembelajaran modul-modulnya disertai dengan inovasi dan improvisasi yang
relevan dengan metodologi yang tepat.

B. PENJELASAN SINGKAT MODUL

B.1 Modul-modul yang diajarkan di program pelatihan ini :

Nomor
Kode Judul Modul
Modul
Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja /
1 CMB – 01
SMK3 (Safety & Health Management)
Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental
2 CMB – 02
Management).
Sistem Manajemen Keuangan (Financing
3 CMB – 03
Management) .
Sistem Manajemen Ruang Lingkup (Scope
4 CMB – 04
Management).
5 CMB – 05 Sistem Manajemen Waktu (Time Management).

6 CMB – 06 Sistem Manajemen Biaya (Cost Management).

7 CMB – 07 Sistem Manajemen Mutu (Quality Management)


Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HR
8 CMB – 08
Management)
Sistem Manajemen Komunikasi (Communication
9 CMB – 09
Management)
Sistem Manajemen Pengadaan (Procurement
10 CMB– 10
Management)
11 CMB – 11 Sistem Manajemen Risiko (Risk Management)

12 CMB – 12 Sistem Manajemen Klaim (Claim Management)

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) viii
MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

B.2 Uraian Modul


 Seri / Judul : CMB-03 / Sistem Manajemen Keuangan (Financing
Management).
 Deskripsi Modul : Sistem Manajemen Keuangan (Financing Management)
merupakan salah satu modul untuk membekali seorang Ahli Muda
Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of
Buildings) dengan harapan dapat : Memberikan kontribusi dalam
perencanaan Keuangan proyek, memberikan kontribusi dalam proses
pengendalian Keuangan proyek, memberikan kontribusi dalam mencatat dan
administrasi keuangan proyek.

C. PROSES PEMBELAJARAN

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

1. Ceramah : Pembukaan/
Bab I, Pendahuluan

 Menjelaskan tujuan  Mengikuti penjelasan TIU OHT


instruksional umum(TIU) dan dan TIK dengan tekun dan LCD
Tujuan instruksional khusus aktif
(TIK)  Mengikuti penjelasan
 Menjelaskan maksud dan maksud dan tujuan
tujuan menerapkan sistem menerapkan sistem
manajemen keuangan manajemen keuangan.
 Menjelaskan pengertian  Mengikuti penjelasan
menerapkan sistem pengertian menerapkan
manajemen keuangan. sistem manajemen
keuangan.
Waktu : 5 menit  Mengajukan pertanyaan
apabila ada yang kurang
jelas.

2. Ceramah / Demonstrasi : Bab II,


Perencanaan keuangan proyek

Memberikan penjelasan, uraian  Mengikuti penjelasan, OHT


atau-pun bahasan mengenai : uraian atau bahasan LCD
 Identifikasi kebutuhan instruktur dengan tekun
Keuangan proyek dan aktif.
 Cash flow (Arus Kas) proyek  Mengajukan pertanyaan
apabila ada yang kurang
Waktu : 70 menit jelas.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) ix


MODUL CMB-03
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing
Management Project)

3. Ceramah / Demonstrasi : Bab


III, Proses pengendalian
keuangan proyek

Memberikan penjelasan, uraian  Mengikuti penjelasan, OHT


atau-pun bahasan mengenai : uraian atau bahasan LCD
 Hasil Identifikasi Kondisi instruktur dengan tekun
ekonomi, estimasi biaya dan aktif.
konstruksi, durasi proyek,  Mengajukan pertanyaan
faktor risiko proyek, tax apabila ada yang kurang
benefits jelas.
 Monitor pengaruh yang
terindikasi kurang baik dan
koreksi trend negative

Waktu : 75 menit

4. Ceramah / Demonstrasi : Bab


IV, Mencatat dan administrasi
keuangan proyek

Memberikan penjelasan, uraian  Mengikuti penjelasan, OHT


atau-pun bahasan mengenai : uraian atau bahasan LCD
 Pembukuan keuangan proyek instruktur dengan tekun
untuk kepentingan audit dan aktif.
 Laporan realisasi keuangan  Mengajukan pertanyaan
secara berkala apabila ada yang kurang
jelas.
Waktu : 80 menit

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) x


MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. UMUM
Modul CMB-03: Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Project Financing
Management) mempresentasikan salah satu unit kompetensi dari program pelatihan
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of
Buildings)

Sebagai salah satu unsur, maka pembahasannya selalu memperhatikan unsur-


unsur lainnya, sehingga terjamin keterpaduan dan saling mengisi tetapi tidak terjadi
tumpang tindih (overlapping) terhadap unit-unit kompetensi lainnya yang
dipresentasikan sebagai modul-modul relevan, Hasil identifikasi kebutuhan
keuangan proyek dikontribusikan sesuai dengan persyaratan kontrak, Cash flow
(arus kas) proyek dibuat sebagai alat untuk mengukur kemampuan/kinerja
manajemen, Hasil identifikasi kondisi ekonomi, mengetahui estimasi biaya
konstruksi, mengetahui durasi proyek, faktor risiko proyek, Tax benefits
dikontribusikan, Hasil memonitor pengaruh yang terindikasi kurang baik dan
melakukan koreksi jika trend negatif diketahui dikontribusikan, Pembukuan
keuangan proyek dilaksanakan untuk kepentingan audit, Laporan realisasi
keuangan secara berkala sesuai yang dicatat pada pembukuan proyek.

Adapun unit-unit kompetensi untuk mendukung kinerja efektif yang diperlukan dalam
perencanaan Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung(Construction
Management Of Buildings).

KELOMPOK KOMPETENSI UMUM :


NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI
Menerapkan Sistem Manajemen
Keselamatan Kesehatan Kerja Proyek
1. INA.56303.13.09.01.07
/SMK3 (Project Safety & Health
Management)
Menerapkan Sistem Manajemen
2. INA.56303.13.09.02.07 Lingkungan Proyek (Project
Environmental Management)
Menerapkan Sistem Manajemen
3. INA.56303.13.09.03.07 Keuangan Proyek (Project Financing
Management)

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-1
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

KELOMPOK KOMPETENSI INTI :


NO. Kode Unit Judul Unit Kompetensi
Menerapkan Sistem Manajemen Ruang
4. INA.56303.13.09.04.07 Lingkup Proyek (Project Scope
Management)
Menerapkan Sistem Manajemen Waktu
5. INA.56303.13.09.05.07
Proyek (Project Time Management)
Menerapkan Sistem Manajemen Biaya
6. INA.56303.13.09.06.07
Proyek (Project Cost Management)
Menerapkan Sistem Manajemen Mutu
7. INA.56303.13.09.07.07
Proyek (Project Quality Management)
Menerapkan Sistem Manajemen
8. INA.56303.13.09.08.07 Sumber Daya Manusia Proyek (Project
Human Resources Management)
Menerapkan Sistem Manajemen
9. INA.56303.13.09.09.07 Komunikasi Proyek (Project
Communication Management)
Menerapkan Sistem Manajemen
10. INA.56303.13.09.10.07 Pengadaan Proyek (Project
Procurement Management)

KELOMPOK KOMPETENSI KHUSUS :


NO. Kode Unit Judul Unit Kompetensi
Menerapkan Sistem Manajemen Risiko
11. INA.56303.13.09.11.07
Proyek (Project Risk Management)
Menerapkan Sistem Manajemen Klim
12. INA.56303.13.09.12.07
Proyek (project Claim Management)

1.2. RINGKASAN MODUL


Ringkasan modul ini disusun konsisten dengan tuntunan atau isi unit kompetensi
ada judul unit, elemen kompetensi dan KUK (Kriteria Unjuk Kerja) dengan uraian
sebagai berikut:

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-2
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

a. Judul unit :
Sebuah unit mengacu kepada kebutuhan kompetensi yang apabila digunakan
dalam suatu situasi kerja secara logika dapat berdiri sendiri, judul / title unit
dapat diungkapkan dalam istilah hasil yang harus dicapai (biasanya
menggunakan kata kerja operasional)

b. Deskripsi unit :
Merupakan informasi tambahan terhadap judul unit yang menjelaskan atau
mendeskripsikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perilaku kerja yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai standar kompetensi seperti yang
diungkapkan dalam judul unit.

c. Elemen kompetensi :
Mengidentifikasikan tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai
kompetensi berupa pernyataan yang menunjukkan komponen-komponen
pendukung unit kompetensi.

d. Kriteria unjuk kerja :


Menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan
kompetensi secara jelas dan terukur disetiap elemen, apa yang harus dikerjakan
pada waktu dinilai dan apakah syarat-syarat dari elemen dipenuhi (berbentuk
kalimat pasif dan berfungsi alat penilaian)

Adapun unit kompetensi yang dipresentasikan dalam modul ini sebagai


berikut:
1. KODE UNIT : INA.56303.13.09.03.07
2. JUDUL UNIT : Menerapkan Sistem Manajemen Keuangan
Proyek (Project Financing Management)
3. DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan,
keterampilan dan sikap perilaku yang
diperlukan untuk mampu menerapkan
Keahlian dalam Manajemen Keuangan Proyek
(Project Financing Management)

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-3
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Memberikan kontribusi 1.1 Hasil identifikasi kebutuhan keuangan
dalam perencanaan proyek dikontribusikan sesuai dengan
Keuangan proyek persyaratan kontrak.
1.2 Cash flow (arus kas) proyek dibuat
sebagai alat untuk mengukur
kemampuan/kinerja manajemen
2. Memberikan kontribusi 2.1 Hasil identifikasi kondisi ekonomi,
dalam proses pengendalian mengetahui estimasi biaya konstruksi,
Keuangan proyek mengetahui durasi proyek, faktor
risiko proyek, Tax benefits
dikontribusikan
2.2 Hasil memonitor pengaruh yang
terindikasi kurang baik dan
melakukan koreksi jika trend negatif
diketahui dikontribusikan
3. Memberikan kontribusi 3.1 Pembukuan keuangan proyek
dalam mencatat dan dilaksanakan untuk kepentingan audit
administrasi keuangan 3.2 Laporan realisasi keuangan secara
proyek berkala sesuai yang dicatat pada
pembukuan proyek

Sewaktu menulis dan menguraikan isi modul secara detail betul-betul konsisten
mengacu tuntutan elemen kompetensi dan masing-masing KUK (Kriteria Unjuk
kerja) yang sudah dianalisis indikator kinerja / keberhasilan (IUK)
Berangkat dari IUK (Indikator Unjuk kerja/keberhasilan) yang pada dasarnya
sebagai tolok ukur alat penilaian, diharapkan uraian detail setiap modul pelatihan
berbasis kompetensi betul-betul menguraikan pengetahuan keterampilan dan
sikap kerja yang mendukung terwujudnya IUK sehingga, dapat dipergunakan
untuk melatih tenaga kerja yang hasilnya jelas, lugas dan terukur.

1.3. BATASAN / RENTANG VARIABEL


Adapun batasan atau rentang variable untuk unit kompetensi ini adalah :
1. Kompetensi ini diterapkan dalam kaitannya dengan pelaksanaan konstruksi
2. Peraturan perundang undangan terkait Keuangan tersedia secara lengkap
3. Ketentuan dan peraturan daerah setempat yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan dapat dikumpulkan

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-4
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

4. Dokumen tertulis tentang metode kerja pelaksanaan konstruksi tersedia


secara lengkap

1.4. PANDUAN PENILAIAN


Untuk membantu menginterpresentasikan dan menilai unit kompetensi dengan
mengkhususkan petunjuk nyata yang perlu dikumpulkan untuk memperagakan
kompetensi sesuai tingkat kecakapan yang digambarkan dalam sikap kriteria unjuk
kerja yang meliputi :

- Pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk seseorang


dinyatakan kompeten pada tingkatan tertetu.
- Ruang lingkup pengujian menyatakan dimana, bagaimana dan dengan metode
apa pengujian seharusnya dilakukan.
- Aspek penting dari pengujian menjelaskan hal-hal pokok dari pengujian dan
kunci pokok yang perlu dilihat pada waktu pengujian.

1.4.1. Kualifikasi Penilaian


a. Penilaian harus kompeten paling tidak tentang unit-unit kompetensi
sebagai assesor (penilai) antara lain :
 Merencanakan penilaian, termasuk mengembangkan MUK (Materi Uji
Kompetensi)
 Melaksankan penilaian dan
 Mereview Penilaian.

b. Penilaian juga harus kompeten tentang teknis substansi dari unit-unit


yang akan didemonstrasi dan bila ada syarat-syarat industri
perusahaannya lainnya muncul bias disyartkan untuk :
 Mengetahui praktek-praktek / kebiasaan industri / perusahaan yang
ada sekarang dalam pekerjaan atau peranan yang kinerjanya sedang
dinilai.
 Memperaktekkan kecakapan inter-personal seperlunya yang
diperukan dalam proses penilaian.

c. Rincian Opsi-opsi untuk menggunakan penilai yang memenuhi syarat


dalam berbagai konteks tempat kerja dan institusi. Opsi-opsi tersebut
termasuk :

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-5
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

 Penilai di tempat kerja yang kompeten substansi yang relevan dan


dituntut memiliki pengetahuan tentang praktek-praktek / kebiasaan
industri / perusahaan yang ada sekarang.
 Suatu panel penilai yang didalmnya termasuk paling sedikit satu
orang yang kompeten dalam kompetensi subtansial yang relevan.
 Pengawas tempat kerja dengan kompetensi dan pengalaman
subtansial yang relevan yang disarankan oleh penilai eksternal yang
kompeten menurut standar penilai.

Ikhtisar (gambaran umum) tentang proses untuk mengembangkan sumber


daya penilaian berdasar pada Standar Kompetensi Kerja (SKK) perlu
dipertimbangkan untuk memasukan sebuah flowchart padapross tersebut
Sumber daya penilaian harus divalidasi untuk menjamin bahwa penilaian
dapat mengumpulkan informasi yang cukup valid dan terpercaya untuk
membuat keputusan penilaian berdasar standar kompetensi.

Adapun acuan untuk melakukan penilaian yang tertuang dalam SKKNI


adalah sebagai berikut :

1.4.2. Pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku untuk


mendemonstrasikan kompetensi
terdiri dari :
1. Perjanjian kerja yang tertuang dalam dokumen kontrak beserta
lampirannya.
2. Metode kerja pelaksanaan konstruksi.
3. Prosedur kerja pengelolaan keuangan.

1.4.3. Konteks Penilaian


1. Penilaian harus mencakup melakukan peragaan memperagakan dan
mempraktekkan dalam pekerjaan sebenarnya.
2. Unit ini dapat dinilai di dalam maupun di luar tempat kerja yang
menyangkut pengetahuan teori.
3. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai
pengetahuan dan ketrampilan yang ditetapkan dalam Materi Uji
Kompetensi (MUK).

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-6
MODUL CMB-03 BAB I
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pendahuluan
Management Project)

1.4.4. Aspek Penting Penilaian


1. Ketelitian dan kecermatan dalam memahami apa yang tersurat dan
tersirat didalam dokumen kontrak khususnya yang menyangkut
Keuangan.
2. Kecermatan dan ketelitian dalam memahami metode kerja pelaksanaan
konstruksi dalam manajemen keuangan.

1.5. SUMBER DAYA PEMBELAJARAN


Sumber daya pembelajaran di kelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a. Sumber daya pembelajaran teori :
- OHT dan OHP (Over Head Projector) atau LCD dan Lap top.
- Ruang kelas lengkap dengan fasilitasnya.
- Materi pembelajaran.
- Fasilitator

b. Sumber daya pembelajaran praktek :


- PC/ Lap top bagi yang familiar dengan komputer atau kalkulator bagi yang
tidak familiar dengan computer.
- Alat tulis, kertas dan lain-lain yang diperlukan untuk membantu peserta
pelatihan dalam menghitung dan merencanakan manajemen konstruksi
bangunan gedung.

c. Sumber daya manusia/kualifikasi Pengajar/Instruktur : seperti yang dijelaskan


pada Panduan Pembelajaran halaman vii.
- Kualifikasi Instruktur harus mampu mengajar, dibuktikan dengan serfitikat
TOT (Training of Trainer) atau sertifikat keahlian atau sejenisnya.
- Menguasai substansi teknis yang diajarkan secara mendalam.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) I-7
MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

BAB II
PERENCANAAN KEUANGAN PROYEK

2.1. UMUM
Keuangan adalah bidang fungsional tertentu yang dijumpai dalam penjurusan
administrasi bisnis (business administration). Istilah keuangan dapat didefinisikan
sebagai manajemen aliran uang dalam suatu organisasi, baik organisasi tersebut
merupakan perusahaan, sekolah, bank, rumah sakit, ataupun lembaga
pemerintahan. Keuangan berkaitan dengan aliran uang dan juga kewajiban
pembayaran.
Keuangan atau manajemen keuangan adalah suatu bidang aplikasi dari administrasi
bisnis. Prinsip-prinsip yang dikembangkan berkenaan dengn keuangan atau
akuntansi, ekonomi, atau bidang ilmu lainnya yang diaplikasikan pada masalah
pengelolaan uang. Keuangan mempunyai teori dan prinsip tersendiri, namun pada
dasarnya berkaitan dengan aplikasi.
Sebagai salah satu disiplin ilmu bisnis, keuangan harus secara seksama dibedakan
dengan akuntansi dan ekonomi.
1. Perbedaan Keuangan dan Akuntansi. Akuntansi berkaitan dengan pencatatan,
pelaporan, dan dan pengukuran transaksi bisnis. Dengan menggunakan sistem
pembukuan yang diterima umum melalui pencatatan dan pembukuan secara
berpasangan (double-entry), akuntansi menyediakan data aktivitas organisasi.
Data bisa jadi merupakan kejadiaan historis seperti Neraca tahun lalu, atau bisa
jadi peramalan operasi masa depan, seperti anggaran operasi tahun yang akan
datang. Keuangan memanfaatkan informasi yang disediakan oleh sistem
akuntansi untuk membuat kebijakan membantu organisasi mencapai tujuannya.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa akuntansi adalah proses pengumpulan
data yang berkenaan dengan pencatatan dan pelaporan yang akurat, sedangkan
keuangan adalah proses manajerial atau pengambilan keputusan.
2. Perbedaan Keuangan dan Ekonomi. Ekonomi berkaitan dengan penganalisisan
distribusi sumber daya dalam suatu masyarakat, mempelajari transaksi diantara
manusia yang melibatkan barang dan jasa dengan atau tanpa melalui
pertukaran uang. Perhatian Ekonomi banyak diarahkan pada penawaran dan
permintaan, biaya dan laba, dan produksi maupun konsumsi. Perkembangan
lebih lanjut dari bidang ekonomi banyak berhubungan dengan ilmu sosial
lainnya, seperti sosiologi, ilmu politik, dan psikologi.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 1


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

Bidang keuangan banyak memanfaatkan hasil kerja para ekonomi dan


menggunakan berbagai alat perhitungan ekonomi. Diawali dengan teori dan
asumsi yang dikembangan dalam ekonomi mikro (micro economics) dan
mencoba menerapkannya untuk menjelaskan kerja dari perusahaan atau bisnis
modern. Bidang keuangan meminjam model peramalan dan model lainnya dari
ekonomi makro (macro economics) dan mengujikan dengan dibandingkan
situasi yang ada untuk meramalkan berbagai tindakan yang memungkinkan
diambil perusahaan. Peramalan keuangan lebih untuk lingkup perusahaan
sendiri, sedang peramalan ekonomi lebih luas pada industri dan berbagai
aktivitas ekonomi.

Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan (financial management). Perusahaan menghadapi
permasalahan mendapatkan dana untuk membiayai aktivitasnya dengan
memanfaatkan dan yang dimiliki sacara optimum. Dalam pasar yang bersaing,
perusahaan harus secara aktif mengelola dana yang dimilikinya untuk mencapai
sasaran perusahaan, Banyak alat dan teknik yang telah dikembangakan untuk
membantu manajer keuangan memberikan rekomendasi tindakan yang
sebaiknya ditempuh. Alat tersebut dapat membantu manajer menentukan
sumber mana yang menawarkan biaya modal (cost of fund) yang terendah, adn
aktivitas mana yang akan memberikan imbalan atau perolehan (return) terbesar
dari modal yang diinvestasikan. Manajemen keuangan adalah bidang yang
banyak berkaitan dengan pengelolaan perusahaan, dan aka menjadi pedoman
utama dari pendekatan yang harus kita gunakan dalam mempelajari keuangan.

Sasaran Manajemen Keuangan


Dalam upaya mengejar kekayaan maksimum, manajemen keuangan
menginterpretasikan sasaran pokok perusahaan kedalam sasaran yang harus
segara dicapai. Hal demikian ini juga berlaku di unit operasi lainnya disamping
keuangan. Bidang pemasaran mungkin mengidentifikasikan sasaran seperti
meningkatkan penjualan atau berhasil memasuki segmen pasar baru. Bidang
produksi mungkin menciptakan sasaran seperti menekan biaya produksi atau
mempercepat proses produksi. Dengan mencapai sasaran fungsionalnya
masing-masing, bagian-bagian membantu perusahaan mencapai sasaran
memaksimumkan kekayaan.
Dari sisi manajemen keuangan ada dua sasaran yang harus dicapai, yaitu
profitabilitas (profitability) dan kelangsungan hidup (viability). Perusahaan selalu
ingin menghasilkan laba atau keuntungan (profitable), dan juga dapat
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 2
MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

melanjutkan atau berkesinambungan bisnisnya. Bisa jadi perusahaan mampu


menghasilkan laba akan tetapi gagal untuk mempertahankan kesinambungan
atau kelangsungan hidup bisnisnya.

2.2. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KEUANGAN PROYEK


1. Sumber Pendanaan
• Dari sistem pendanaan proyek, mungkin memiliki sistem kombinasi yaitu
meminjam dari lembaga keuangan, melakukan laba ditahan, cadangan
keuangan (iquity), Uang hangus, pembayaran dimuka dari pelanggan.

• Biaya dari pendanaan proyek adalah secara normal dibebankan sebagai


bunga bank untuk proyek konstruksi.

2. Persyaratan Kontrak
• Gagasan untuk mengidentifikasi status keuangan pelanggan dalam
menentukan kemampuan pelanggan untuk membayar proyek. Jika ada
beberapa keraguan mungkin saja diusahakan memperoleh suatu LC (Letter
of Credit) yang tidak dapat dibatalkan, arti penting yang utama yaitu untuk
memastikan bahwa pelanggan dapat memberikan semua schedule
pembayaran.
• Kontrak dan manajemen proyek akan membantu menggambarkan
persyaratan untuk membiayai kebutuhan dalam proyek konstruksi. Syarat-
Syarat pembayaran susuai kontrak dari pelanggan digunakan sebagai
masukan dalam memastikan kebutuhan keuangan dari suatu proyek ini
didalam membantu penilaian arus kas, yang akan mempengaruhi keuangan
proyek.

3. Kondisi Ekonomi
Gagasan terhadap faktor eksternal adalah tidak termasuk kendali manager
proyek, tetapi harus sadar akan semua risiko di daerah ini dan pada waktu
tertentu dipastikan bahwa rencana keuangan harus diperbaharui untuk
memenuhi risiko ini. Meliputi faktor politis, peraturan per undang undangan,
sosial dan ekonomi yang mempengaruhi biaya keuangan baik meningkat atau
berkurangnya biaya proyek.

4. Perkiraan Biaya Konstruksi


Institusi pemberi pinjaman akan menguji perkirakan biaya proyek secara hati-hati
sebelum meminjamkan atau mengambil bagian di proyek.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 3


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

5. Durasi Proyek
Semua peminat akan dipengaruhi oleh durasi proyek dalam menentukan
lamanya investasi mereka ketika mereka akan memulihkan itu; bersama-sama
menetapkan laba yang diharapkan.

6. Manfaat Pajak
Banyak proyek jangka panjang memberikan manfaat pajak yang harus
diperhitungkan ketika masuk pada rencana keuangan.

7. Faktor Risiko
Suatu rencana keuangan yang ideal akan mengalokasikan risiko para pihak,
investor, pelanggan, dan pihak ketiga yang berminat. Sebagian dari risiko itu
adalah :
Risiko Penyelesaian proyek, Biaya melebihi rencana, risiko politik dan
perundang undangan , risiko teknologi.

8. Penasehat Keuangan
Konractor yang dilibatkan dalam suatu proyek secara penuh disarankan untuk
menggunakan Penasehat keuangan yang berpengalaman dan memiliki
pengetahuan pasar modal swasta.

2.3. CASH FLOW (ARUS KAS) SECARA UMUM


Laporan Akuntansi yang disajikan sebagai bukti pertanggung jawaban Keuangan
yang akuntabel dan memadai, perlu didukung oleh usaha internal lainnya untuk
mendukung perencanaan keuangan secara kas.
Kita ketahui bersama bahwa Laporan Akuntansi bersifat Akrual Basis, dimana
pencatatan berdasarkan timbulnya hak dan kewajiban, timbul tagihan dan Utang-
piutang. Disisi lain jenis bisnis jasa konstruksi butuh pencatatan sederhana berbasis
Kas terutama untuk proyek, tersedianya dana likuid dan pembayaran likuid menjadi
lebih penting. Maka peranan perencanaan Arus Kas harus dikuasai dengan baik
agar tidak menghambat progres fisik di lapangan.

2.3.1 Arus Kas Proyek


Merupakan daftar yang mencakup prakiraan penerimaan dan pengeluaran
dana yang terjadi pada suatu unit usaha (bisa proyek, cabang, divisi bahkan
badan usaha) selama jangka waktu yang ditentukan. Untuk proyek biasanya
selama umur proyek, sedangkan unit yang jangka panjang ditetapkan sesuai

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 4


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

dengan masa kalender. Akurasinya tergantung kepada pengalaman dan


biasanya semakin dekat semakin akurat dan detil tetapi semakin jauh cukup
secara global asalkan secara total sama dengan anggaran pendapatan dari
biaya unit yang bersangkutan.
Oleh karena proyek merupakan tulang punggung transaksi dalam usaha jasa
konstruksi maka uraian berikut mengkhususkan pada penyusunan prakiraan
arus kas untuk proyek. Dengan anggapan bahwa unit diatas proyek adalah
merupakan gabungan perencanaan proyek-proyek ditambah perencanaan
unit itu sendiri, maka tidak dibahas dalam tulisan ini.

2.3.2 Tahapan Penyusunan Arus Kas


Tahapan penyusunan arus kas terdiri dari Tahapan Operasional yang hampir
sepenuhnya disumbangkan oleh tim teknis proyek dan Tahapan financial
yang disusun oleh tim administrasi dan keuangan proyek.

2.3.2.1. Tahapan Operasional


Penyediaan data dan perhitungan dari:
1. Data Kontrak antara pemberi Kerja dan kontraktor berikut pasal-
pasal yang berkaitan dengan:
a. NiIai kontrak (jenis mata uang dan kandungan pajak
didalamnya).
b. Tata cara progres tagihan (uang muka, flisik, retensi) dan
pemotongan.
c. Persyaratan penagihan dan waktu yang dibutuhkan hingga
pencairan dana.

2. Data pekerjaan yang dikerjakan oleh mandor/pekerja harian


a. Anggaran dan tarif pengupahan setempat
b. Jadwal progres dan kemajuan pekerjaan
c. Jadwal penggunaan tenaga proyek borongan dan pekerja
harian
d. Jadwal pembayaran rutin mingguan/2 mingguan atau bulanan

3. Data pekerjaan yang dikerjakan oleh sub kontraktor


a. Anggaran dan biaya sub kontraktor
b. Jadwal prugres dan kemajuan pekerjaan sub.
c. Persyaratan penagihan (Uang muka, fisiki dan retensi)
d. Pengalaman waktu proses verifikasi hingga pembayaran Sub.
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 5
MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

4. Data pengadaan bahan utama dan bahan tambahan


a. Anggaran dan biaya bahan.
b. Jadwal kebutuhan dan pembelian bahan.
c. Prakiraan waktu proses pengadaan dan verifikasi dokumen
pembayaran.
d. Kebijaksanaan pembayaran di masing-masing perusahaan
untuk suplier.

5. Data pekerjaan yang menggunakan alat sendiri ataupun sewa


(abaikan penyusutan)
a. Anggaran dan biaya peralatan.
b. Jadwal penggunaan alat.
c. Prakiraan biaya operasional dan operator serta mekanik.
d. Pembelian alat di luar sewa atau investasi.
e. Mobilisasi dan demobilisasi.
f. Prakiraan biaya pemeliharaan.

6. Data sumberdaya manusia dan sarana penunjang (overhead)


a. Anggaran dan biaya umum.
b. Anggaran jaminan, asuransi dan mutasi.
c. Anggaran kantor, mess dan sarana lain.

7. Rangkuman data diatas akan menghasilkan nilai rupiah dan


skedul waktu realisasi atas:
a. Penerimaan yang terdiri dari:
- Penerimaan uang muka
- Penerimaan tahapan (dipotong macam-macam, dan pajak)
- Penerimaan retensi
b. Pengeluaran yang terdiri dari:
- Pengeluaran sub kontraktor (uang muka tahapan dan retensi)
- Pengeluaran untuk mandor dan pekerja
- Pengeluaran untuk bahan
- Pengeluaran untuk peralatan dan
- Pengeluaran untuk overhead
c. Selisih antara penerimaan dan pengeluaran yang
menggambarkan

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 6


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

- Lebih (surplus) berarti masih ada dana yang dapat


digunakan periode berikutnya.
- Kurang (defisit) berarti tidak ada dana yang dapat digunakan
periode berikutnya.

8. Menentukan Kas Awal:


Kas awal menunjukan dana yang tersedia atau diberikan oleh
kantor pusat/cabang/devisi kepada proyek yang diberikan pada
awal sebelum proyek membuat perencanaan cash flow secara
akurat. Besarnya ditentukan oleh pengalaman dan asumsi
masing-masing kebutuhan.

2.3.2.2. Tahapan Finansial


Tahapan finansial adalah usaha untuk menutup defisit operasional
baik lewat pinjaman bank (jika proyek mandiri) ataupun lewat droping
oleh kantor di atasnya secara terencana dengan baik. Demikian pula
jika Surplus, ada usaha untuk mengembalikan/menutup
pinjaman/droping ataupun menempatkan ealebihan dana pada bank
yang menguntungkan ataupun meminjamkannya kepusat atau proyek
lain.
1. Estimasi kebutuhan dana pada awal periode
Nilai rupiah atas usaha diatas juga dipengaruhi oleh asumsi
kebutuhan dana pada awal periode berikut (kas awal periode
berikut) dimana dana tersebut siap digunakan untuk membiayai
pengeluaran pada bulan berikut sebelum ada dana penerimaan.
Besarannya juga dapat ditetapkan berdasarkan kapan estimasi
tanggal jatuh tempo penerimaan dana, maka persentase
pengeluaran dapat ditetapkan. Contoh: penerimaan diperkirakan
cair pada pertengahan bulan, sedangkan estimasi pengeluaran
bulan tersebut Rp. 1 juta, maka kebutuhan dana pade awal
periode tersebut adalah 50% nya, yaitu Rp. 500 ribu.

2. Estimasi Beban Bunga dan Hasil Penempatan


Baik meminjam ke bank ataupun ke kantor pusat estimasi
kebutuhan dana pada awal periode/cabang/divisi selalu diikuti
oleh resiko beban atau kewajiban yang dinyatakan dalam
persentase (%) dari suatu nilai kumulatif. Persentase tersebut

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 7


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

umumnya diasumsikan lebih besar untuk kondisi peminjaman dan


lebih kecil untuk kondisi penempatan, selisih antara 1 s/d 3%
walaupun nanti realisasinya berbeda.

2.3.3 Pedoman Dasar Penyusunan Arus Kas


Berdasarkan pengalaman menyusun perencanaan arus kas, ada hal-hal
yang harus dilaksanakan dan jangan dilakukan (dihindarkan) sebagai berikut:
1. Pilih yang signifikan dan gabungkan yang kecil-kecil,
Tetapkan beberapa item besar yang menentukan baik nama dan nilainya
sedangkan sisanya cukup digabungkan dan dibagi prorata. Misalkan:
a. Total biaya sub kontraktor Rp. 100 juta selama bulan 6 s/d bulan ke-
15.
b. Pekerjaan sub kontraktor yang besar diwakili oleh sub kontraktor A
Rp. 20 juta; kontraktor B Rp. 25 juta dan sub kontraktor C Rp. 30 juta.
Masing-masing harus detil per periode pengeluaran dana sedangkan
lainnya digabung saja menjadi Rp. 25 juta dengan pembagian
perperiode prorata Rp. 2,5 juta mulai bulan ke-6 sampai dengan
bulan ke-15.
(Catatan: Secara total biaya sub kontraktor tetap harus sama dengan
rencana anggaran dan biaya).

2. Penggunaan angka digit


Tidak perlu menggunakan angka satuan bahkan koma terutama untuk
rupiah, cukup dalam ribuan dan bahkan dalam jutaan (tergantung dengan
total nilai proyek), karena kesalahan yang mugkin terjadi hanya
perbedaan maksimal mendekati seribu sampai sejuta.

3. Mata uang
Jika dijumpai penggunaan mata uang yang berbeda sebaiknya
perencanaan cash flow juga sesuai dengan masing-masing mata uamg
terkecuali ada saatnya pada satu periode terjadi devisit mata uang rupiah
yang dikonversikan dalam mata uang USD contohnya.

4. Periode
Kolom periode sebaiknya semakin dekat semakin detil, bila perlu
mingguan dan semakin jauh bila perlu disajikan dalam triwulan atau

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 8


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

semester. Sebagai contoh: jika masa proyek selama 3 tahun atau 36


bulan maka kolom periode disajikan sebagai berikut:
a. Bulan pertama sampai bulan ke 3 secara mingguan berarti ada 12
kolom
b. Bulan ke-4 sampai akhir tahun ke-1 secara bulanan berarti ada 9
kolom
c. Tahun ke-2 sampai tahun ke-3 secara triwulan berarti ada 8 kolom
Berarti secara total ada periode sebanyak 29 kolom untuk proyek 3
tahun.
Demikian selanjutnya menginjak waktu terdekat dirubah lebih akurat
menjadi periode mingguan.

5. Fokus kedepan
Realisasi tidak akan berubah terlalu banyak karena dana yang telah
dikeluarkan tidak akan kembali lagi secara kas dan cukup disajikan
secara kumulatif. Disinilah letak perbedaan dengan metode aktual
akuntansi. Perhatian lebih dicurahkan ke depan.

2.3.4 Menyusun Arus Kas (Latihan)


Secara sederhana ditampilkan dalam contoh berikut dalam jutaan: dimana
diasumsikan kas awal sebesar 2 juta, kas awal setiap periode berikutnya
minimal 50% dari rencana pengeluaran karena penerimaan diterima di
pertengahan periode. Baik meminjam dana ataupun mengembalikan atau
menempatkan dana belum memperhitungkan bunga. (Lihat lampiran 2.1
Cash Flow dan 2.2).

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 9


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

Lampiran 2.1
CONTOH CASH FLOW
UMUM
Dalam jutaan Rupiah.

Bulan
Cash Flow
1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jumlah
Tahap Operasional
Penerimaan 10.0 20.0 20.0 20.0 30.0 30.0 10.0 10.0 150
Pengeluaran 15.0 15.0 30.0 30.0 15.0 20.0 10.0 5.0 140
Surplus (Defisit) -5.0 5.0 -10.0 -10.0 15.0 10.0 0.0 -5.0 10.0 10

Kas Awal 2.0 7.5 15.0 15.0 7.5 10.0 5.0 2.5 2.0
Surplus (Defisit) -3.0 12.5 5.0 5.0 22.5 20.0 5.0 -2.5 12.0

Tahap Finansial
Pinjaman 10.5 2.5 10.0 2.5 -12.5 -13.0 0.0 0.0 0
Simpanan 2.0 2.5 -4.5 10.0 10

Kas Akhir 7.5 15.0 15.0 7.5 10.0 5.0 2.5 2.0 2.0

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 10


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

LAMPIRAN 2.2
CONTOH CASH FLOW
PROYEK KONSTRUKSI INVESTASI
PROJECTED CASH FLOW
PENGEMBANGAN ……………………………..

YEAR YEAR YEAR YEAR YEAR YEAR


No. DESCRIPTION
1 2 3 4 5 6

A REVENUE 2,074,737.3 2,074,737.3 2,074,737.3


A.1 PV REVENUE (...%)

B EXPENSE
B.1 INVESTATION
1. Contruction (7,663,915.7) (7,663,915.7) (8,551,046.1)
2. Market Fee (766,391.6) (766,391.6) (855,104.6)
3. Design & Engineering (22,700.0) (22,700.0) (23,400.0)
4. Legal & Permit (180,000.0)
B.2 OPERATION
Listrik (120,000.0) (120,000.0) (120,000.0)
Telepon (109,440.0) (109,440.0) (109,440.0)
Air bersih (36,444.0) (36,444.0) (36,444.0)
Gaji Professional Staff (306,000.0) (306,000.0) (306,000.0)
Gaji Karyawan (228,000.0) (228,000.0) (228,000.0)
PBB (83,400.0) (83,400.0) (83,400.0)
Pemeliharaan (69,600.0) (69,600.0) (69,600.0)
TOTAL OPERATION (952,884.0) (952,884.0) (952,884.0)
C TOTAL EXPENSE ( Exclude COM ) (8,633,007.3) (8,453,007.3) (9,429,550.7) (952,884.0) (952,884.0) (952,884.0)

D NON DISC.NET CASH FLOW ( Exclude COM ) (8,633,007.3) (8,453,007.3) (9,429,550.7) 1,121,853.3 1,121,853.3 1,121,853.3
E ACCUMULATIVE 'D' (8,633,007.3) (17,086,014.5) (26,515,565.3) (25,393,712.0) (24,271,858.7) (23,150,005.4)
F COST OF MONEY (98.5)
G TOTAL EXPENSE ( Include COM ) (8,633,105.8) (8,453,007.3) (9,429,550.7) (952,884.0) (952,884.0) (952,884.0)
G.1 PV TOTAL EXPENSE ( I = ...% )

H NON DISC.NET CASH FLOW ( Include COM ) (8,633,105.8) (8,453,007.3) (9,429,550.7) 1,121,853.3 1,121,853.3 1,121,853.3
ACCUMULATIVE 'H' (8,633,105.8) (17,086,113.0) (26,515,663.8) (25,393,810.5) (24,271,957.2) (23,150,103.9)

Dan seterusnya 

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 11


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

RANGKUMAN

1. Rencana Keuangan Proyek


Suatu rencana keuangan yang menyeluruh dapat dikembangkan yang mana akan
dengan jelas mengidentifikasi semua persyaratan keuangan dari suatu proyek
konstruksi dan untuk membiayainya. Semua pihak harus memahami oleh siapa, dan
kapan, semua equity yang diperlukan, hutang, dan asuransi, dengan jumlah dan jenis
yang sesuai untuk disediakan sepanjang periode konstruksi

2. Badan Hukum
Para pihak dan penasehat keuangan harus memutuskan atas terbentuknya landasan
hukum dari patungan yang akan memaksimalkan manfaat yang diantisipasi:
perseroan, korporasi, kepercayaan usaha patungan atau suatu kombinasi dari
padanya.

3. Otoritas Pembelanjaan
Otoritas untuk pembelanjaan oleh manager proyek adalah pada umumnya ditentukan
oleh kebijakan komitmen perusahaan/patungan dan ditunjukkan terutama/lebih disukai
di struktur organisasi normal yang memiliki tingkatan kepastian di dalam suatu proyek
dan hanya dapat membelanjakan dengan sejumlah tertentu yang sebelumnya
membubuhkan tandatangan yang diperlukan. Adalah bijaksana untuk semua aspek
keuangan diperlukan para pihak yang turut menandatangani rangkap; hanyalah
pendelegasian, juga tergantung pada ukuran dan kompleksitas proyek.

4. Mengidentifikasi kebutuhan Keuangan Proyek


Dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :
a. Sumber pendanaan,
b. Persyaratan kontrak,
c. Kondisi ekonomi.
d. Perkiraan biaya konstruksi,
e. Durasi proyek,
f. Manfaat pajak,
g. Faktor risiko.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 12


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

5. Arus Kas (Cash Flow)


Membuat daftar arus kas mencakup prakiraan penerimaan dan pengeluaran dana
yang terjadi pada suatu unit usaha/proyek (selama umur proyek) dan disusun dari
tahapan operasional kemudian tahapan finansial

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 13


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

ELEMEN KOMPETENSI & KRITERIA


LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI
UNJUK KERJA (KUK)
1. Memberikan kontribusi dalam
perencanaan Keuangan proyek
1 Hasil identifikasi 1. Apa definisi keuangan?
kebutuhan keuangan 2. Apa perbedaan Keuangan dengan
proyek dikontribusikan Akuntansi?
sesuai dengan persyaratan 3. Apa yang diidentifikasi didalam
kontrak. perencanaan keuangan proyek?
4. Data apa yang diperlukan untuk
merencanakan Arus Kas?
2 Cash flow (arus kas) 1. Apakah cash flow (arus kas) itu?
proyek dibuat sebagai alat 2. Sebutkan penerimaan proyek?
untuk mengukur 3. Sebutkan pengeluaran proyek?
kemampuan/kinerja 4. Apa yang terjadi bila ada selisih antara
manajemen penerimaan dengan pengeluaran?
5. Apa yang disebut Kas awal?

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) II - 14


MODUL CMB-03 BAB III
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Proses Pengendalian Keuangan Proyek
Management Project)

BAB III
PROSES PENGENDALIAN KEUANGAN PROYEK

3.1. UMUM
Pengendalian keuangan memastikan bahwa jaminan direduksi bila perlu, keperluan
dana dari mitra proyek dibuat jika dibutuhkan, dan semua asuransi dan
penarikan/penyimpanan bank dibuat sesuai waktu yang tepat. Pengendalian
keuangan dan biaya dilaksanakan secara efektif untuk menjamin semua item sesuai
dengan anggaran belanja dan perkiraan arus kas keuangan.

3.2. HASIL IDENTIFIKASI KONDISI EKONOMI, ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI,


DURASI PROYEK, FAKTOR RISIKO PROYEK, DAN TAX BENEFITS
1. Sistem Akuntansi Proyek
Sistem akuntansi proyek harus mengikuti struktur uraian pekerjaan (WBS); yang
memperlihatkan uraian seluruh total proyek kedalam model yang dapat
dikendalikan. Pada proyek ukuran kecil dan sedang dapat diuraikan dengan
menggunakan program excel didalam mengembangkan S Curve, akan tetapi
untuk proyek berskala besar sistem akuntansi pada umumnya lebih kompleks
dan rumit, dan harus dengan bantuan software. Pengendalian keuangan
dilakukan dengan monitoring realisasi pengeluaran dan pendapatan terhadap
anggaran dan perkiraan arus kas, adanya penyesuaian cara kerja atau masalah
yang terjadi dimana cara ini menunjukkan adanya deviasi.

2. Internal Audit dan Eksternal Audit


Audit eksternal/Internal memastikan menggunakan cara akuntansi yang benar
dan praktek keuangan terpelihara.
Audit sangat membantu Manajer Proyek yang tidak dapat menyelesaiakn
masalah atau mungkin tidak terlihat. Eksternal audit sering menjadi persyaratan
undang undang dari pemerintah lokal

3. Analisis Arus Kas


Memperbaharui semua realisasi keuangan dan data biaya secara teratur
memberi suatu sistem informasi keuangan terbaru dimana Project Manager
meneliti kecenderungan pada sistem ini berdasarkan karakteristik yang unik
tentang proyek - masa lampau dan kecenderungan yang didasarkan pada data
saat ini, perkiraan untuk jangka sisa waktu proyek dapat ditinjau kembali.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) III - 1
MODUL CMB-03 BAB III
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Proses Pengendalian Keuangan Proyek
Management Project)

Pemanfaatan informasi jadwal yang telah diperbaharui dapat dibuat analisis


perkiraan dan kecenderungan arus kas sehingga dapat dibuat untuk
menentukan penyesuaian apa yang mungkin diperlukan pada rencana
keuangan.

4. Laporan Keuangan
Untuk proyek, sekalipun mereka mestinya tidak menggunakan mitra, yang
memerlukan pembiayaan penuh, laporan berkala keuangan adalah suatu
keperluan bagi manajemen dan untuk pemilik dana siapapun yang mungkin
dilibatkan. Ketika proyek terdiri atas beberapa bentuk konsursium atau
perkongsian, pertemuan berkala (bulanan atau triwulanan) adalah umum selama
pemimpin proyek menyampaiakn status proyek dan perkiraan masa depan
mencakup status tentang kesehatan yang keuangan nya.

3.3. MONITOR PENGARUH YANG TERIDENTIFIKASI KURANG BAIK DAN KOREKSI


TREND NEGATIF

3.3.1 Tindakan Koreksi


Berdasar pada kesehatan keuangan dilihat dari rasio rentabilitas atau
profitabilitas, pada status keuangan (status pada waktu periode pelaporan),
dan suatu analisis dari status keuangan dengan relevan menetapkan ukuran-
ukuran, suatu rencana tindakan dapat disiapkan untuk mengoreksi
penyimpangan apapun pada rencana dan perkiraan awal . Anggaran boleh
ditinjau kembali dan disesuaikan menurut status arus dari proyek, diperlukan
persetujuan dari para pihak.

Mungkin suatu kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan dari sumber


keuangan untuk memproyeksikan kondisi keuangan.

Betapapun besarnya liquiditas atau solvabilitas suatu perusahaan /proyek,


kalau perusahaan /proyek tidak mampu menggunakan modalnya secara
effektif dan efisien atau tidak mampu memperoleh laba yang besar, maka
perusahaan/proyek pada akhirnya akan mengalami kesulitan keuangan
dalam mengembalikan utang utangnya.
Indikasi kurang baik atau trend negative artinya memiliki rasio yang rendah
karena pengeluaran lebih besar dibanding dengan volume penjualan.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) III - 2
MODUL CMB-03 BAB III
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Proses Pengendalian Keuangan Proyek
Management Project)

RANGKUMAN

Mengendalikan keuangan proyek diperlukan konsistensinya dari perencanaan keuangan


proyek yang telah mendapatkan persetujuan dari otoritas yang lebih tinggi. Sama halnya
mengendalikan Arus Kas yang tertuang pada sajian Arus Kas (Cash Flow). Terjadinya
perbedaan antara arus masuk dan keluar pada rencana arus kas awal baik yang ditandai
dari perbedaan besaranya maupun waktu mampu ditelusur dari laporan keuangan yang
telah di audit baik Internal maupun eksternal.
Didalam proses pengendalian keuangan proyek memperhatikan beberapa hal antara lain :
a. Sistem Akuntansi yang digunakan perusahaan/proyek,
b. Internal audit atau eksternal audit yang ditetapkan,
c. Sistem analisis arus kas,
d. Sistem laporan keuangan.

Dilakukan monitoring dan tindakan koreksi terhadap variasi hasil keuangan yang dilihat
dari laporan keuangan secara berkala dengan standar manajemen keuangan.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) III - 3
MODUL CMB-03 BAB III
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Proses Pengendalian Keuangan Proyek
Management Project)

ELEMEN KOMPETENSI & KRITERIA


LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI
UNJUK KERJA (KUK)
2. Memberikan kontribusi dalam
proses pengendalian Keuangan
proyek
1 Hasil identifikasi kondisi 1. Kepada siapa hasil realisasi pengeluaran
ekonomi, estimasi biaya dan penerimaan keuangan di
konstruksi, durasi proyek, kontribusikan?
faktor risiko proyek, Tax 2. Apa yang dikontribusikan terhadap kondisi
benefits dikontribusikan ekonomi?
3. Apa yang dikontribusikan terhadap estimasi
biaya konstruksi?
4. Apa yang dianalisis pada durasi proyek?
5. Risiko apa saja yang di kontribusikan
kepada proyek?
2 Hasil memonitor pengaruh 1. Apa yang harus dikontribusikan terhadap
yang terindikasi kurang realisasi keuangan?
baik dan melakukan 2. Bagaimana menilai secara sederhana arus
koreksi jika trend negatif kas proyek saat ini?
diketahui dikontribusikan 3. Apa tindakan yang akan diambil bila hasil
realisasi keuangan negatif?

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) III - 4
MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

BAB IV
PENCATATAN DAN ADMINISTRASI KEUANGAN PROYEK

4.1. UMUM
Perencanaan keuangan dan pemeliharaan informasi keuangan
(penyimpanan/perolehan kembali database) yang dapat digunakan untuk
mengendalikan proses keuangan agar dapat berjalan dengan lancar.
Proses pencatatan, pelaporan, pengumpulan data terkait dengan system akuntansi
untuk dipakai sebagai pengambilan keputusan.
Apa yang diaudit adalah apa yang dicatat kan pada laporan keuangan dan
pembukuan.
Rekomendasi dari hasil audit adalah murni hasil analisis laporan keuangan.
Neraca keuangan suatu perusahaan / proyek pada umumnya terkonsolidasi. Ini
berarti didalamnya terdapat hal hal utama, seperti dari sisi aktiva : kas, surat surat
berharga, piutang dagang, property/peralatan, aktiva lainya dan disisi kewajiban
antara lain : kewajiban lancar, hutang jangka panjang, serta modal pemegang
saham. (lihat contoh Lampiran 4.1)

4.2. LAPORAN RUGI LABA


Laporan Rugi-laba menunjukkan keuntungan perusahaan/proyek.
Umumnya secara sederhana pembelian dikurangi pengembalian, diskon, dan
potongan harga (rabat), ditambah biaya angkut kemudian langkah selanjutnya
adalah menguranginya dengan persediaan akhir sisanya adalah harga pokok
penjualan. (lihat contoh Lampiran 4.2)

4.3. PEMBUKUAN KEUANGAN PROYEK UNTUK KEPENTINGAN AUDIT


Berdasarkan status kesehatan proyek, status keuangan, dan suatu analisis status
keuangan yang relevan menetapkan kriteria, suatu rencana tindakan dapat
disiapkan untuk mengoreksi adanya penyimpangan terhadap rencana dan perkiraan
awal. Anggaran boleh direvisi kembali dan disesuaikan menurut status proyek, yang
mungkin lagi memerlukan persetujuan dari para pihak.
Suatu kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan dari sumber keuangan dalam
mencukupi kekurangan yang telah diproyeksikan.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 1


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

4.4. LAPORAN ARUS KAS


Laporan arus kas menunjukkan pengaruh kegiatan operasional, investasi, dan
finansial perusahaan terhadap arus kas selama satu periode akuntansi.
Laporan arus kas lebih banyak berbicara mengenai kas dan surat surat berharga
yang mudah diperjual belikan ketimbang total modal kerja.
Laporan ini menyajikan hubungan antara arus kas dari kegiatan operasional,
investasi, dan finansial. Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan apakah
perusahaan/proyek bisa menghasilkan kas untuk memenuhi kebutuhannya pada
saat ini dan masa yang akan datang.
Penyusutan merupakan unsur penting dalam laporan ini karena penyusutan
diperoleh dari pengurangan sebagaian pendapatan untuk tujuan mengurangi pajak,
namun nilai tersebut ditambahkan kembali ke pendapatan bersih sebagai arus
bukan kas untuk memperoleh estimasi arus kas dari kegiatan operasi.

4.5. LAPORAN REALISASI KEUANGAN SECARA BERKALA


1. Menelusuri Kemampuan Sistem Keuangan
Menelusur kemampuan/memperoleh kembali sistem keuangan sangat penting
untuk audit/manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan
perusahaan/proyek.
Menelusuri kemampuan adalah sangat mudah jika sistem penyimpanan
informasi keuangan baik dan standar. Untuk penyimpanan informasi keuangan
dengan bantuan komputer, penelusuran kemampuan sangat efektif dan
menggunakan waktu singkat dibanding dengan sistem konvensional.

2. Pembelajaran
Catatan dan laporan keuangan mengindikasikan bagian bermasalah yang
ditemukan sebelumnya dan diambil tindakan koreksi. Untuk proyek yang
waktunya lama, pembelajaran dari pengalaman yang lalu bisa bernilai dalam
menghindari masalah yang sama pada proyek yang akan datang.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 2


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

LAMPIRAN 4.1
CONTOH RUGI-LABA KONSULIDASI

Rugi Laba Konsolidasi


Periode Berakhir 31 Desember 2003 & 31 Desember 2002

Jutaan Rupiah 2003 2002

Pendapatan 2,234,985.00 1,473,227.00


Biaya Langsung (2,059,611.00) (1,391,566.00)
Laba Kotor 175,374.00 81,661.00

Laba Rugi Kerjasama 13,334.00 8,661.00

Biaya Operasi
Biaya Umum (61,162.00) (35,438.00)
Biaya Pemasaran (7,964.00) (5,682.00)
(69,126.00) (41,120.00)

Laba Rugi Operasi 119,582.00 49,202.00

Pendapatan (Biaya) Lain :


Biaya Utang (73,666.00) (52,147.00)
Pendapatan Bunga 2,192.00 3,778.00
Untung Penjualan Aktiva Tetap 607.00 996.00
Untung Beda Kurs 407.00 254.00
Penyisihan Utang (237.00) (17.00)
Pendapatan Lain 22,516.00 55,291.00
(48,181.00) 8,155.00

Laba Rugi Sebelum Pajak 71,401.00 57,357.00

Pajak Dibayar Dimuka (24,982.00) (16,191.00)


PajakDitangguhkan - 494.00
Rugi Hak Minoritas (1,949.00) (1,580.00)

Laba Rugi Bersih 44,470.00 40,080.00

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 3


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

LAMPIRAN 4.2
CONTOH NERACA KONSULIDASI

Neraca Konsolidasi
31 Desember 2003 & 31 Desember 2002

Jutaan Rupiah 2003 2002 Jutaan Rupiah 2003 2002

Aktiva Lancar Utang Lancar


Kas dan Bank 133,867.00 39,703.00 Utang pada Rekanan 445,996.00 242,082.00
Piutang Usaha 354,101.00 230,602.00 Utang pada Bank 67,518.00 283,251.00
Peniyisihan (7,849.00) (8,130.00) Utang Kerjasama Operasi 2,485.00 1,504.00
Piutang Prestasi 434,987.00 237,346.00 Utang muka Pembeli Jasa 68,915.00 40,451.00
Retensi 14,697.00 3,688.00 Utang Pajak 103,534.00 1,192.00
Piutang Lain 72,162.00 69,972.00 Utang Kerjasama Perusahaan 47,264.00 17,389.00
Persediaan 108,218.00 294,947.00 Pendapatan Diterima Dimuka 33,677.00 14,398.00
Uang Muka 27,164.00 20,334.00 Uang Muka direkanan 33,221.00 26,347.00
Biaya Dimuka 33,116.00 24,207.00 Utang Jgk.Panjang Jatuh Tempo 23,951.00 12,558.00
Pajak Dimuka 103,224.00 - 826,561.00 639,172.00
1,273,687.00 912,669.00
Utang Jangka Panjang
Pajak Ditanguhkan 4,436.00 9,336.00 Utang Bank 128,223.00 172,855.00
Investasi > 1 tahun 4,252.00 12,111.00 Uang Muka Pemberi Jasa 27,037.00 26,338.00
Utang Obligasi 200,000.00 -
Aktiva Tetap Utang Lain 7,463.00 5,325.00
Nilai Perolehan 188,600.00 167,387.00 362,723.00 204,518.00
Akumulasi Penyusutan (89,517.00) (82,696.00)
Nilai Buku 99,083.00 84,691.00 Hak Minoritas 10,922.00 9,053.00

Aktiva Lain
Biaya ditangguhkan 15,719.00 9,336.00 Modal
Piutang Usaha 131.00 1,611.00 Saham 136,000.00 74,952.00
Investasi dalam Proses 3,734.00 327.00 Revaluasi Aktiva Tetap 904.00 61,970.00
Deposito 786.00 803.00 Laba sd tahun sebelumnya 45,888.00 24,718.00
Persediaan 25,640.00 25,825.00 Laba Tahun Berjalan 44,470.00 42,326.00
46,010.00 37,902.00 227,262.00 203,966.00

1,427,468.00 1,056,709.00 1,427,468.00 1,056,709.00

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 4


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

RANGKUMAN

Pencatatan/pembukuan keuangan & pemeliharaan informasi keuangan secara berkala


dan disusun berdasarkan standar akuntansi dan perpajakan yang berlaku dapat
digunakan untuk kepentingan audit.
Dasar yang menjadi pelaporan keuangan adalah :
a. Laporan Arus Kas secara berkala.
b. Neraca dan analisisnya secara berkala,
c. Rugi-Laba konsolidasi secara berkala,
d. Dan Laporan Auditor independen atas Laporan Keuangan.

Laboran keuangan adalah mengikuti stándar pelaporan keuangan dan perpajakan yang
ditetapkan saat ini dan berguna untuk menilai kinerja keuangan.
Analisis laporan keuangan juga menggunakan stándar dan rumus yang telah ditetapkan.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 5


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

ELEMEN KOMPETENSI & KRITERIA


LATIHAN / PENILAIAN MANDIRI
UNJUK KERJA (KUK)
3. Memberikan kontribusi dalam
mencatat dan administrasi
keuangan proyek
1 Pembukuan keuangan 1. Apa Maksud pencatatan keuangan proyek?
proyek dilaksanakan untuk 2. Untuk apa catatan keuangan?
kepentingan audit 3. Apa yang dilaporkan pada saat audit?
2 Laporan realisasi 1. Kapan laporan keuangan disampaikan?
keuangan secara berkala 2. Berbentuk apa laporan keuangan?
sesuai yang dicatat pada 3. Apa maksud laporan Rugi-laba?
pembukuan proyek 4. Apa yang dimaksud dengan kesehatan
keuangan?

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) IV - 6


MODUL CMB-03
Manajemen Keuangan Proyek (Project Financing
Management)

DAFTAR PUSTAKA

1. Husnan Suad, Dr, MBA Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan edisi 4 BPFE,
2000
2. Sutrisno, Drs, MM, Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi, Ekonisia,
2001
3. Rahardjo Budi, Keuangan & Akuntansi untuk manajer non keuangan, graha ilmu,
2007
4. Weaver Samuel C, J.Fred Weston Finance and Accounting for Non Financial
Manager, UCLA, BIP, 2007
5. Project Management Body of Knowledge extention Construction Edisi 2000
6. Pelatihan Site Manager - PUSBIN KPK – Dep. PU (2004)

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)


MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
1. Hasil identifikasi kebutuhan keuangan proyek dikontribusikan sesuai
dengan persyaratan kontrak
1 Didefinisikan sebagai manajemen aliran uang dalam suatu organisasi, baik
organisasi tersebut merupakan perusahaan, sekolah, bank, rumah sakit,
ataupun lembaga pemerintahan.
2 (a) Akuntansi berkaitan dengan pencatatan, pelaporan, dan pengukuran
transaksi bisnis atau akuntansi adalah proses pengumpulan data yang
berkenaan dengan pencatatan dan pelaporan yang akurat, (b) Keuangan
memanfaatkan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi untuk
membuat kebijakan membantu organisasi mencapai tujuannya atau proses
manajerial atau pengambilan keputusan.
3 (a) Sumber pendanaan proyek, (b) Persyaratan kontrak, (c) Kondisi ekonomi,
(d) Perkiraan biaya konstruksi, (e) Durasi proyek, (f) Manfaat pajak, (g)
Factor risiko.
4 (a) Data Kontrak antara pemberi Kerja dan kontraktor, (b) Data pekerjaan
yang dikerjakan oleh mandor/pekerja harian, (c) Data pekerjaan yang
dikerjakan oleh sub kontraktor, (d) Data pengadaan bahan utama dan bahan
tambahan, (e) Data pekerjaan yang menggunakan alat sendiri ataupun
sewa, (f) Data sumberdaya manusia dan sarana penunjang (overhead).

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
2. Cash flow (arus kas) proyek dibuat sebagai alat untuk mengukur
kemampuan/kinerja manajemen
1 Merupakan daftar yang mencakup prakiraan penerimaan dan pengeluaran
dana yang terjadi pada suatu unit usaha (bisa proyek, cabang, divisi bahkan
badan usaha) selama jangka waktu yang ditentukan
2 a) Penerimaan uang muka, (b) Penerimaan tahapan (dipotong macam-
macam, dan pajak), (c) Penerimaan retensi
3 (a) Pengeluaran sub kontraktor (uang muka tahapan dan retensi), (b)
Pengeluaran untuk mandor dan pekerja, (c) Pengeluaran untuk bahan, (d)
Pengeluaran untuk peralatan dan, (e) Pengeluaran untuk overhead
4 (a) Bila lebih (surplus) berarti masih ada dana yang dapat digunakan periode
Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)
MODUL CMB-03 BAB II
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Perencanaan Keuangan Proyek
Management Project)

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
berikutnya, dan (b) Bila kurang (defisit) berarti tidak ada dana yang dapat
digunakan periode berikutnya.
5 Kas awal menunjukan dana yang tersedia atau diberikan oleh kantor
pusat/cabang/devisi kepada proyek pada awal sebelum proyek membuat
perencanaan cash flow

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)


MODUL CMB-03 BAB III
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Proses Pengendalian Keuangan Proyek
Management Project)

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
1. Hasil identifikasi kondisi ekonomi, estimasi biaya konstruksi, durasi proyek,
faktor risiko proyek, Tax benefits dikontribusikan
1 Kepada atasan atau team keuangan proyek yang terkait.
2 Meliputi faktor politis, peraturan per undang undangan, sosial dan ekonomi
yang mempengaruhi biaya keuangan baik meningkat atau berkurangnya
biaya proyek.
3 Akurasi dan contingency dari metode estimasi biaya konstruksi yang
digunakan.
4 Durasi proyek dalam kaitannya dengan perkiraan titik impas pendanaan.
5 Risiko eksternal baik yang bisa diprediksi atau yang tidak, risiko internal teknis
maupun non teknis, risiko legalitas, dan risiko keuangan.

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
2. Hasil memonitor pengaruh yang terindikasi kurang baik dan melakukan
koreksi jika trend negatif diketahui dikontribusikan
1 Informasi status kondisi keuangan periode pelaporan.
2 Membandingkan realisasi dengan rencana arus kas
3 Memberikan kontribusi informasi untuk tindak lanjut terhadap hasil yang tidak
sesuai rencana baik yang defisit maupun yang surplus

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)


MODUL CMB-03 BAB IV
Sistem Manajemen Keuangan Proyek (Financing Pencatatan dan Administrasi Keuangan Proyek
Management Project)

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
1. Pembukuan keuangan proyek dilaksanakan untuk kepentingan audit
1 Untuk menyediakan informasi dari perencanaan hingga penyimpanan/
pemeliharaan/perolehan kembali database keuangan).
2 Digunakan untuk mengendalikan proses keuangan perusahaan /proyek dan
memberikan rekomendasi pengambilan keputusan.
3 Semua laporan keuangan yang dicatatkan pada pembukuan.

KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &


JAWABAN
2. Laporan realisasi keuangan secara berkala sesuai yang dicatat pada
pembukuan proyek
1 Secara berkala sesuai kebijakan perusahaan/proyek.
2 Berbentuk : (a) Laporan arus kas secara berkala, (b) Neraca dan analisisnya
secara berkala, (c) Rugi-Laba konsolidasi secara berkala, (d) Laporan
Auditor independen atas Laporan Keuangan.
3 Laporan Rugi-laba menunjukkan keuntungan perusahaan/proyek.
4 Adalah rasio profitabilitas yaitu mengukur dan mengontrol penerimaan (
Rasio laba bersih besarnya sesuai kebijakan = pendapatan sebelum bunga
dan pajak dibagi penjualan bersih.

Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)