Anda di halaman 1dari 3

HAMZAH ALFASURY | B12.2015.

02935

ETIKA PROFESI – KAMIS, 15.30

BAB 05 SISTEM EKONOMI PASAR


Sistem ekonomi pasar, sering diasosiasikan dengan sistem kapitalisme. Sistem kapitalisme
juga sering disebut dengan sistem pasar bebas atau sistem pasar liberal.

Pasar Bebas

Dalam dasar bebas, harga ditentukan oleh tangan2 siluman (invisible hands) melalui mekanisme
pertukaran antara permintaan(demand) dan penawaran (supply). Bagian penting dari sistem ekonomi
pasar adalah dibenarkan nya motivasi untuk mengambil bagian dari kegiatan tukar-menukar (pasar)
bagi kepentingan diri sendiri. Sistem ekonomi yang diperkenalkan oleh smith mempunyai tiga
karakteristik utama yaitu kebebasan (freedom), kepentingan pribadi (self interest), dan
persaingan(compiietition).

Kegagalan Pasar

Ekonomi berada dalam keadaan pareto optimal, yaitu kondisi saat seseorang tidak akan memperoleh
laba abnormal tanpa harus merugikan pihak lain. Jika keadaan pareto optimal tidak tercapai , yang
akan terjadi adalah kegagalan pasar (market failure), ada beberapa penyebab terjadinya kegagalan
pasar, diantaranya di sebabkan oleh kondisi pasar, barang , dan kondisi informasi.

Informasi dalam Mekanisme Pasar

Dalam sistem mekanisme pasar , pilihan (choises) terhadap barang atau jasa di tentukan oleh
preferensi (preference) konsumen. Preferensi di pengaruhi oleh manfaaat dan kelangkaan dari barang
dan jasa. Dianggap bahwa konsumen selalu di hadapkan pada adanya keterbatasan anggaran untuk
memenuhi segala kebutuhannya. Prepensi menimbulkan permintaan (demand). Untuk memenuhinya
permintaan, muncul penawaran (supply).

Keadilan Ekonomi

Bagian penting dari aspek keadilan yang berkaitan erat dengan ekonomi (termasuk bisnis) adalah
keadilan distributif.keadilan distributif berkaitan dengan pembagian hasil yang adil atas barang
primier sosial. Berikut yang termasuk barang primer sosial;

1. Kebebasan dasar
2. Kebebasan bergerak
3. Kuasa dan keuntungan
4. Pendapatan dan milik
5. Dasar2 sosial dan hargadiri

Etika dalam Sistem Ekonomi Pasar

Etika berbisnis mencakup norma2 positif yang mengatur perilaku setiap pelaku bisnis untuk selalu
memperhatikan kepentingan para stakeholder. Etika bisnis merupakan norma regulasi mandiri (self
regukating norms) yang seharusnya muncul dari diri sendiri (individu) yang melakukan usaha
(bisnis).didikan keluarga, norma2 sosial budaya yang berasal dari lingkungan terdekat, dan ajaran2
agama yang di perolehsejak individu yang bersangkutan dilahirkan seyogyanya dapat
dijadikansebagai pedoman pengendalian diri dalam bisnis.

Krisis Global

Krisis ekonomi global yang dimulai dengan krisis keuangan di amerika serikat tahun 2007 merupakan
ujian berat terhadap eksistensi sistem ekonomi pasar . minsky mengatakan bahwa gejolak dan ketidak
stabilan ekonomi (keuangan) dapat dirunut pada perilaku financial para perilaku yang bergerak di
sektor yang bersangkutan. Aristoteles mengemukakan bahwa dalam chrematistike orang berperilaku
umtuk hidup, tetapi bukan untuk hidup yang baik.

Pertemuan para kepala negara yang tergabung dalam forum G-20 di washington, 15 nov 2018,
menginformasikan sintesis tersebut. Dalam pertemuan ini, juga di sepakati perlunya lima prinsip
reformasi disektor keuangan sebagai berikut;

1. Penguatan transfaransi dan akuntabilitas


2. Perluasan regulasi yang sehat
3. Peningkatan integritas pasar keuangan
4. Penguatan kerjasama international
5. Peromombakan lembaga keuangan international

Peran Pemerintah

Interaksi ekonomi dalam masyarakat masih memerlukan campur tangan pemerintah . investasi
pemerintah, umumnya, berkaitan dengan upaya untuk mengatasi kegagalan pasar. Upaya untuk
mengatasi eksternalitas negatif juga harus dilakukan oleh pemerintah. Pembebanan biaya sosial akibat
polusi, misalnya, harus tercermin dalam harga produk yg mengakibat kan poluasi tersebut.
Pencegahan menumpuknya kekuatan pasar pada sekelompok kecil orangpun hanya dapat dilakukan
oleh pemerintah. Undang2 atau peraturan tentang persaingan sehat, misalnya, merupakan upaya untuk
itu. Tugas lain pemerintah adalah memastikan bahwa etika bisnis, baik yang muncul dari diri
pengusaha maupun yang dimunculkan oleh organisasi atau asosiasi yang menaungi bisnis yang
bersangkutan telah berjalan dengan baik.

BAB 07 TEORI KEAGENAN


Teori utama yang mendasari pengelolaan (manajemen) sebuah perusahaan di sebut teori keagenan
(agency theory). Teori ini terutama berlaku apabilaterjadi pemisahaan antara pemilik (pemegang
saham) dan manajemen perusahaan.

Persepektif Ekonomi

Teori keagenan digunakan oleh bidang pengetahuan, misalnya akuntansi, ekonomi,


keuangan,pemasaran, politik,perilaku orginasi, dan sosiologi. Teori tersebut mencoba memecahkan
dua masalah utama, yaitu masalah keagenan dan pembagian resiko. Masalah keagenan muncul jika
keinginan atau tujuan dari prinsipel dan agen saling bertentangan dan untuk mengetahui apa yang
sebenarnya dilakukan oleh agen. Masalah pembagian resiko terjadi apabila sikap prinsipel terhadap
resiko berbeda dengan sikap agen sehingga tindakan mereka akan berbeda. Penyusunan kontrak
harus mencakup mekanisme tata kelola sedemikian baiknya sehingga sifat oportunistis agen dapat di
hindarkan.