Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan
gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan
sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual.
Ini bukan sekadar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan dengan
pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam
membuat keputusan yang sehat. (Agustini, Aat. 2014:7)

Secara harfiah evaluasi berasal dari kata to evaluate, yang diberi awalan
(prefix) e- dan akhiran (suffix) –tion. Evaluasi berarti menilai atau memberi
nilai. Memang dalam evaluasi terlibat kegiatan memeberi penilaian
(judgement).

Evaluasi adalah bagian integral (terpadu) dari proses menajemen, termasuk


menejemen promosi kesehatan. Mengapa orang melakukan evaluasi, tidak
lain karena orang ingin mengetahui apa yang telah dilakukan telah berjalan
sesuai rencana, apakah semua masukan yang diperkirakan sesuai dengan
kebutuhan dan apakah kegiatan yang dilakukan memberi hasil dan dampak
yang seperti yang diharapkan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimanakah teknik evaluasi promosi individu ?
b. Bagaimanakah teknik evaluasi kegiatan kelompok ?
c. Bagaimanakh teknik evaluasi promosi masyarakat ?
d. Bagaimana cara mengetahui pelaksanaan evaluasi promosi kesehatan ?

1
1.3 Tujuan Pembelajaran
a. Untuk mengetahui teknik evaluasi promosi individu
b. Untuk mengetahui teknik evaluasi kegiatan kelompok
c. Untuk mengetahui teknik evaluasi promosi masyarakat
d. Untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi promosi kesehatan

2
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Evaluasi Promosi Kesehatan


Evaluasi program promosi kesehatan (Simon – Morton, 1995; Fertman dan
Allensworts, 2010) adalah sebuah proses mengumpulkan informasi tentang
program promosi kesehatan secara sistematis, menganalisisnya, dan
menginterpretasikannya untuk menjawab pertanyaan, menilai, dan membuat
keputusan tentang program tersebut. Ditambahkan oleh Suchman dalam
Hawe,wt al (1990) bahwa evaluasi dilakukan untuk menilai program dan
menentukan kesalahan – kesalahan yang terjadi ketika penerapan program
promosi kesehatan tersebut.

Fase evaluasi adalah suatu masa dimana dilakukan pengukuran hasil


(outcome) dari promosi kesehatan. Pada fase ini juga dilihat apakah
perencanaan dan implementasi yang telah dilakukan dapat dilanjutkan. Selain
itu evaluasi diperlukan untuk pemantauan efficacy dari promosi kesehatan dan
sebagai alat bantu untuk membuat perencanaan selanjutnya. (Susilowati, Dwi.
2105: 14)

Evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai atau besarnya sukses dalam
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. (APHA). Evaluasi
adalah bagian integral (terpadu) dari proses manajemen, termasuk manajemen
promosi kesehatan. Mengapa orang melakukan evaluasi, tidak lain karena
orang ingin mengetahui apa yang telah dilakukan telah berjalan sesuairencana,
apakah semua masukan yang diperkirakan sesuai dengan kebutuhan dan
apakah kegiatan yang dilakukan memberi hasil dan dampak yang seperti yang
diharapkan.

3
Evaluasi sebagai suatu proses yang memungkinkan administrator mengetahui
hasil programnya dan ber-dasarkan itu mengadakan penyesuaian-penyesuaian
untuk mencapai tujuan secara efektif, (Klineberg).

Tujuan dilakukan evaluasi terhadap program promosi kesehatan adalah untuk


membantu perencanaan dimasa dating, mengetahui apakah sarana
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, menemukan kelemahan dan kekuatan
dalam pelaksanaan program, membantu menentukan strategi program,
motivasi terhadap program promosi kesehatan selanjutnya. (Dwi, Susilawati.
2016: 150)

4
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Metode Promosi Kesehatan


3.1.1 Individual

Metode ini di gunakan apabila promoter kesehatan dan sasaran


atau kliennya dapat berkomunikasi langsung, baik bertatap muka (face to
face) maupun melalui sasaran komunikasi lainnya, misalnya telepon.
Cara ini paling efektif, karena antara petugas kesehatan dengan klien dapat
saling dialog, saling merespons dalam waktu yang bersamaan. Dalam
menjelaskan masalah kesehatan bagi kliennya petugas kesehatan dapat
menggunakan alat bantu peraga yang relevan dengan masalahnya. Metode dan
teknik promosi kesehatan, antara lain:

 Bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Councelling)

Dengan cara ini kontak antara klien dan petugas lebih intensif. Setiap
masalah yang dihadapi oleh klien dapat diteliti dan dibantu
penyelesaiannya. Akhirnya klien tersebut dengan sukarela, berdasarkan
kesadaran, dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut
(mengubah perilaku).

 Wawancara (interview)

Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali


informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, apakah ia
tertarik atau tidak terhadap perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku
yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan
kesadaran yang kuat. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih
mendalam lagi.

5
3.1.2 Kelompok

Teknik dan metode promosi kesehatan kelompok ini di gunakan


untuk sasara kelompok. Sasaran kelompok di bedakan menjadi dua, yakni
kelompok kecil dan kelompok besar. Disebut kelompok kecil kalau
kelompok sasaram terdiri antara 6 – 15 orang, sedang kelompok besar bila
sasaran di atas 15 sampai dengan 50 orang. Oleh sebab itu, metode promosi
kesehatan kelompok juga di bedakan menjadi 2 yaitu :

a. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok kecil,misalnya:


diskusi kelompok, metode curah pendapat (brain storming), bola salju
(snow ball), bermain peran (role play), kelompok kecil (buzz group)
metode permainan simulasi (simulation game), dan sebagainya. Untuk
mengefektifkan metode ini perlu di bantu dengan alat bantu atau media,
misalnya : lembar balik (flip chart), alat peraga, slide, dan sebagainya.
b. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok besar, misalnya :
metode ceramah yang di ikuti atau tanpa di ikuti dengan Tanya jawab,
seminar, loka karya, dan sebagainya. Untuk memperkuat metode ini perlu
di bantu pula dengan alat bantu misalnya, overhead projector, slide
projector, film, sound system, dan sebagainya.

3.1.3 Masyarakat

Apabila sasaran promosi kesehatan adalah massal atau public,


maka metode – metode dan teknik promosi kesehatan tersebut tidak akan
efektif, karena itu harus di gunakan metode promosi kesehatan massa.
Merancang metode promosi kesehatan massal memang paling sulit, sebab
sasaran publik sangat hiterogen, baik di lihat dari kelompok umur, tingkat
pendidikan, tingkat sosial ekonomi, sosial-budaya dan sebagainya. Kita
memahami masing-masing kelompok sasaran sangat variatif tersebut
berpengaruh terhadap cara merespons, cara mempersepsikan dan

6
pemahaman terhadap pesan – pesan kesehatan. Padahal kita harus merancang
dan meluncurkan pesan-pesan kesehatan tersebut kepada massa tersebut
dengan metode, teknik, dan isi yang sama. Metode dan teknik promosi
kesehatan untuk massa yang sering di gunakan adalah :

1) Ceramah umum (public speaking), misalnya di lapangan terbuka dan


tempat – tempat umum (public place).
2) Penggunaan media massa elektronik, seperti radio dan televise.
Penyampaian pesan melalui radio dan TV ini dapat di rancang dengan
berbagai bentuk, misalnya : sandiwara (drama), talk show, dialog
interaktif, simulasi, spot dan sebagainya.
3) Penggunaan media cetak, seperti Koran, majalah, buku, leaflet, selebaran,
poster, dan sebagainya. Bentuk sajian dalam media cetak ini juga
bermacam – macam, antara lain : artikel, Tanya jawab, komik, dan
sebagainya.
4) Penggunaan media di luar ruangan, misalnya : billboard, spanduk, umbul
– umbul dan sebagainya

3.2 pelaksanaan evaluasi promosi kesehatan

Menentukan apa Mengembangkan Merancang desain


yang akan kerangka dan (metode)
dievaluasi
batasan

Membuat Melakukan Pengamatan, Menyusun


kesimpulan dan pengukuran dan analisis rencana dan
pelaporan instrumen

Gambar 1.Siklus Evaluasi

7
Dari gambar daur evaluasi diatas tampak bahwa evaluasi secara umum meliputi
langkah-langkah berikut. (Kurniati, Desak Putu Yuli. 2016: 16)

1. Menentukan apa yang akan dievaluasi. Ini karena apa saja dapat dievaluasi.
Apakah itu rencananya, sumberdaya, proses pelaksanaan, keluaran, efek atau
bahkan dampak suatu kegiatan, serta pengaruh terhadap lingkungan yang luas.
2. Mengembangkan kerangka dan batasan. Di tahap ini dilakukan asumsi-
asumsi mengenai hasil evaluasi serta pembatasan ruang lingkup evaluasi serta
batasan-batasan yang dipakai agar objektif dan focus
3. Merancang desain (metode). Karena biasanya evaluasi terfokus pada satu
16
atau beberapa aspek, maka dilakukan perancangan desain, yang sebenarnya
mengikuti rancangan desain riset walaupun tidak harus kaku. Seperti riset
umumnya dalam penerapannya. Rancangan riset ini sangat bervariasi mulai
dari yang amat sederhana sampai dengan yang sangat rumit begantung pada
tujuan dan kepentingan evaluasi itu sendiri.
4. Menyusun instrumen dan rencana pelaksanaan. Selanjutnya ialah
mengembangkan instrument pengamatan atau pengukuran serta rencana
analisis dan membuat rencana pelaksanaan evaluasi.
5. Melakukan pengamatan, pengukuran dan analisis. Selanjutnya ialah
melakukan pengumpulan data hasil pengamatan, melakukan pengukuran serta
mengolah informasi dan mengkajinya sesuai tujuan evaluasi
6. Membuat kesimpulan dan pelaporan. Informasi yang dihasilkan dari proses
evaluasi ini di sajikan dalam bentuk laporan sesuai dengan kebutuhan atau
permintaan. Lain pihak menginginkan bentuk penyajian atau pelaporan yang
berbeda.

8
Tahapan evaluasi dalam kegiatan promosi kesehatan dapat dilakukan dalam
berbagai tinjauan.

Hal ini meliputi :

a. Evaluasi terhadap input


Tahap evaluasi promosi kesehatan dalam hal ini mencakup evaluasi
terhadap segala input untuk mendukung terlaksananya kegiatan promosi
kesehatan. Evaluasi pada komponen input sangat penting karena input itu
sendiri mencakup:
- jumlah ketersediaan sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan
promosi kesehatan
- banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan atau
melaksanakan kegiatan
- banyaknya materi dan juga uang yang digunakan untuk mendanai
kegiatan.
- Segala komponen input tersebut dapat diibaratkan sebagai bahan bakar
dalam kegiatan. Oleh karena itu evaluasi pada aspek ini sangat perlu
karena baik buruknya suatu kegiatan promosi kesehatan sangat
ditentukan seberapa besar input yang ada.
b. Evaluasi terhadap proses
Evaluasi terhadap proses penyelenggaraan promosi kesehatan meliputi:
- Seberapa banyak orang yang memiliki komitmen tinggi untuk
melakukan kegiatan promosi kesehatan
- Teori dan konsep dalam pemberian promosi kesehatan
- Dimana kegiatan promosi kesehatan dan dilakukan dan sasarannya
- Media dalam pemberian promosi kesehatan

Evaluasi terhadap proses akan memberikan manfaat yang besar dalam


promosi kesehatan. Evaluasi ini akan memperlihatkan bagaimana
berjalannya proses promosi kesehatan dari awal hingga akhir. Dari
evaluasi ini diharapkan akan diketahui sejauh mana keberhasilan dan
kendala dalam suatu kegiatan promosi kesehatan.

9
c. Evaluasi terhadap hasil dari kegiatan
Evaluasi terhhadap hasil dari suatu kegiatan promosi kesehatan lebih
dipusatkan pada pengamatan pada obkjek kegiatan. Dalam hal ini, evaluasi
dilakukan untuk mengetahui seberapa berhasilkah promosi kesehatan
terhadap pengetahuan, tingkah laku, dan sikap klien dalam menjalankan
pola hidup sehat. Evaluasi hasil juga dapat digunakan sebagai sarana untuk
mengetahui seberapa jauh tujuan diadakannnya promosi kesehatan dapat
tercapai.
d. Impact evaluation
Evaluasi terhadap dampak kegiatan promosi kesehatan meliputi
melakukan pengkajian terhadap seberapa berhasilkah penyelenggara
promosi kesehatan mempengaruhi klien. Selain itu, dengan evaluasi
terhadap dampak kegiatan promosi kesehatan kita akan mengetahui
seberapa besar dampak suatu kegiatan dilakukan.

Selain itu tindakan evaluasi dapat dilakuak melalui 2 cara yaitu:


1. Evaluasi formatif
 Hasil observasi dan analisa promotor terhadap respon segera
pada saat / setelah dilakukan tindakan keperawatan atau promosi
kesehatan.
 Ditulis pada catatan perawatan
Contoh: membantu pasien duduk, ajarkan klien pencucian
tangan yang benar dan latihan senam hamil.
2. Evaluasi Sumatif
 Rekapitulasi dan kesimpulan dari observasi dan analisa status
kesehatan sesuai waktu pada tujuan
 Ditulis pada catatan perkembangan

Pada prinsipnya, evaluasi promosi kesehatan sama dengan evaluasi


kesehatan lainnya. Karakteristiknya ialah dalam indikator yang disamping
memakai indicator epidemologik sebagai indikator dampak seperti upaya

10
kesehatan lainnya, dalam mengukur efek, lebih menggunakan indikator
perilaku.

Setelah apa yang akan dievaluasi telah ditetapkan, indikator telah


dikembangkan, dan desain serta rencana pelaksanaan sudah rapi, masih
perlu diingat beberapa hal berikut agar evaluator tidak begitu saja
membuat kesimpulan akan temuannya berdasar pengamatan dan
pengukuran. Sebab yang diamati dan diukur adalah manusia dan
masyarakat yang sangat dinamis dan melakukan berbagai perubahan atau
penyesuaian. Di antara faktor penting yang perlu diperhatikan ialah waktu.

Seorang ahli (Green,1986) mengamati sebagai berikut :


a) Evaluasi yang relatif dan terlalu cepat, sehingga ketika evaluasi
dilakukan upaya atau kegiatan belum menghasilkan apa-apa. Namun
setelah ditinggalkan baru tampak pengaruhnya.
b) Sebaliknya dapat juga terjadi ketika evaluasi dilakukan tanpa hasil
yang baik, namun setelah ditinggalkan keadaan kembali seperti
semula.
c) Ini sering terjadi pada kampanye dengan insentif materi yang
kemudian perubahan menghilang ketika insentif tidak lagi diberikan.
d) Atau kadang-kadang dalam waktu singkat memberi hasil negatif,
misalnya penolakan, tetapi kemudian orang akan mengikutinya juga
dengan sukarela.
e) Ada juga perubahan cepat terjadi, tetapi sebenarnya perubahan itu
akan terjadi juga hanya intervensi yang dilakukan merupakan
penguat.
f) Yang paling buruk ialah yang menyebabkan keadaan bertambah
buruk. Ini bila suatu kegiatan dihentikan mendadak atau tidak
berkelanjutan.

11
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat
menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal
didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial,
spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekadar pengubahan gaya hidup saja,
namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat
lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.

Evaluasi promosi kesehatan adalah suatu yang harus dilakukan di setiap


upaya promosi kesehatan, karena di samping bagian integral upaya itu
sendiri, juga perlu untuk kesinambungan upaya tersebut. Berbeda dengan
berbagai indikator yang bersifat non-prilaku yang dapat dibuat
standartnya, maka untuk promosi kesehatan indikator dan parameternya
dapat berubah tergantung pada kegiatan yang dievaluasi ( apa, di mana,
oleh siapa, bilamana) dan tahapan evaluasinya juga tergantung pada
pengaruh lingkungan (budaya).

Oleh karena itu, penentuan apa yang akan dievaluasi serta kemampuan
mengembangkan indikator serta desain evaluasinya sangat penting. Hal
terakhir yang juga perlu diperhatikan ialah untuk siapa evaluasi itu
dilaksanakan dalam rangka membuat sajian laporan.

4.2 Saran
Masih perlu diingat beberapa hal berikut agar evaluator tidak begitu saja
membuat kesimpulan akan temuannya berdasar pengamatan dan
pengukuran. Sebab yang diamati dan diukur adalah manusia dan
masyarakat

12
DAFTAR PUSTAKA

Agustini, Aat. 2014. Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish


Susilowati, Dwi. 2015. Strategi Penerapan Promosi Kesehatan pada Klien di
Tatanan Klinik dan Komunitas. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber daya Manusia.
Susilowati, Dwi. 2016. Promosi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Kurniati, Desak Putu Yuli. 2016. Buku Ajar Perencanaan dan Evaluasi
Program Promosi Kesehatan. Jakarta: Universitas Udayana.
Maulana, Heri DJ. 2009. Promosi kesehatan. Jakarta : EGC.
Green LW & Lewis FM. 1986. Measurement and Evaluation in Health Education
and Health Promotion (Palo Alto, CA : Mayfiel).

13