Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL BISNIS

KLINIK RAWAT INAP RUFAIDAH

DIDUKUNG OLEH

SUMBAWA
NUSA TENGGARA BARAT
A. Ringkasan Eksekutif

Sejalan dengan akan memasukinya era baru pelayanan kesehatan di Indonesia.


Dibutuhkan fasilitas kesehatan yang mendukung terlaksananya Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Kesehatan. Sebaran fasilitas kesehatan menjadi permasalah tersendiri
dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Diantaranya adalah belum tersedianya
klinik rawat inap yang memadai. Pasalnya, jumlah tempat tidur yang ada di puskesmas
sangat terbatas dan jarak rumah sakit relatif sangat jauh dari pemukiman penduduk
terutama yang ada di wilayah pedalaman.

Diantara Fasilitas kesehatan itu adalah klinik rawat inap. Klinik rawat inap merupakan
klinik yang memberikan fasilitas rawat inap dan layanan poliklinik umum 24 Jam. Perlu
diiingat bahwa di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat merupakan daerah dengan tenaga
kesehatan masih kurang. Sebaran dokter di daerah tersebut tidak seperti sebaran dokter
di pulau jawa. Oleh karena itu, akses masyarakat kepada fasilitas medis masih sulit.

Keberadaan fasilitas kesehatan primer masih relatif jauh dari rumah-rumah penduduk.
Apalagi fasilitas transportasi juga tidak memiliki frekuensi yang tinggi. Puskesmas
biasanya menjadi andalah masyarakat. Sedangkan puskesmas sendiri memiliki jam kerja
dan tenaga yang terbatas. Oleh karena itu, klinik rawat inap sebenarnya sangat dinanti
masyarakat setempat.

B. Sarana dan Prasaranan


1. Bangunan
a. Luas Bangunan : 8 x6 M2
b. Kepemilikan : syirkah atau sewa (dalam proses negosiasi)
c. Tempat Parkir : roda dua dan roda empat
d. Sarana air bersih : ada
e. Toilet terdapat dalam bangunan

2. Ruangan Pendukung
a. Ruang Tunggu digabung dengan ruang administrasi
b. Ruang Periksa digabung dengan ruang tindakan dan ruang obat

3. Perlengkapan Ruang Praktik yang dibutuhkan


a. Tempat Tidur Periksa
b. Meja Tulis
c. Kursi Pasien
d. Lemari Obat dan Peralatan
e. Wastafel/Tempat cuci tangan
f. Disenfektan
g. Lap Pengering/Tissu
h. Bak Sampah Tertutup
i. Peralatan medis (disebutkan dalam rincian anggaran biaya)

4. Perlengkapan penunjang administrasi


a. Kartu pasien
b. Kartu rekam medis
2
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
c. Blanko resep
d. Informed Conscent
e. Formulir keterangan sehat/sakit
f. Formulir rujukan

C. Visi, Misi, dan Sasaran

1. Visi

Menjadi Klinik yang dapat memberikan layanan prima kepada warga setempat serta
mendukung pemerintah dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

2. Misi

Mempromosikan kesehatan pada penduduk setempat dengan menyediakan akses pada


pelayanan kesehatan berkualitas tinggi untuk penduduk di segala usia. Komitmen klinik
Rufaidah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang melebihi harapan pasien,
menghasilkan bisnis yang menguntungkan dan bermanfaat.

3. Sasaran
a. Untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang melebihi harapan pasien.
b. Untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada penduduk
setempat
c. Untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang melayani kebutuhan komunitas
setempat.
d. Menjadi klinik yang dapat mandiri dengan pendanaan kasnya kurang dari 10
bulan atau bahkan kurang.
e. Untuk Meningkatkan jumlah pasien 20% setiap tahun dengan kinerja tinggi dan
referal mulut lewat mulut.

4. Kunci Sukses

a. Pasien
1) Fokus pada pelayanan pasien
2) Melakukan edukasi kepada pasien tentang pentingnya perawatan preventif.
3) Melakukan edukasi kepada pasien tentang pentingnya general check up
tahunan/rutin.

b. Staf dan organisasi


1) Mengenali bahwa staf klinik adalah hal penting, tidak kurang penting dari dokter
untuk meraih kunci sukses bisnis
2) Menciptakan insentif dengan mengijinkan manajemen mengambil profit yang
dihasilkan oleh klinik.
3) Menciptakan SOP yang ramping agar pasien tidak menunggu lama.

c. Finances
1) Menjada biaya tidak langsung rendah.
2) Melakukan optimasi jumlah pasien yang dapat ditangani dalam satu jam untuk
kualitas pelayanan tertentu.

3
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
3) Menggunakan business plan klinik untuk melakukan review dan panduan dalam
pelaksanaan management dalam mengambil keputusan.

d. Pemasaran
1) Memanfaatkan forum masyarakat seperti pertemuan warga, pengajian, dan
pertemuan karang taruna.
2) Menjalin jejaring untuk mendapatkan referral dari para profesional seperti
puskesmas dan rumah sakit.
3) Memiliki kantor di depan jalan yang sibuk dengan parkir yang mudah.
4) Berada di daerah yang rasio penduduk dengan dokter tinggi.
5) Berada di daerah yang memiliki kedekatan dengan pusat bedah dan akses yang
mudah dengan dokter spesialis.
6) Menawarkan pelayanan kesehatan umum dan pelayanan kesehatan preventif
untuk segala usia. Pada klinik akan melakukan training staf, peremajaan
peralatan, melakukan referal sistem dan berada di dekat rumah sakit untuk
memaksimalkan perawatan ke setiap pasien.

D. Sistem Manajemen SDM.


a. Perekrutan
 Tertutup
 Jika terpaksa dilakukan terbuka dengan beberapa test, termasuk test
menyangkut keislaman
 Mengutamakan yang baik agamanya

b. Tata kelola

Penggajian dengan tarif flat hierarkis dikombinasikan dengan pay for service dengan
mempertimbangkan variabel pengalaman kerja, risiko kerja, jenis pekerjaan, dan
jam kerja kumulatif.

 Setiap pekerja dan keluarga intinya gratis mendapatkan pelayanan kesehatan di


klinik tersebut untuk segala pelayanan.
 Memberlakukan sistem kerja kontrak dan part time. Tidak ada denda bagi
pekerja kontrak.
 Pemberlakuan disiplin kerja.
 Dewan pemilik dapat mengenakan sanksi kepada manajemen atas berbagai
dasar seperti kinerja dan/atau tingkat kedisiplinan.

Pemberhentian pekerja.
 Tidak ada denda bagi pekerja kontrak yang mengundurkan diri karena alasan
syar’i seperti karena perintah suami atau orang tua dengan ditunjukkan surat
keterangan dari wali/suami.
 Sebelum diberhentikan, pekerja diberitahu minimal 1 bulan sebelum tanggal
pemberhintian.
 Pekerja yang sudah menikah maksimal memiliki jam kerja 8 jam sehari.
 Pasien dapat melakukan janji dengan dokter tertentu melalui administrator klinik.
 Pelayanan khitan dan persalinan diberitahukan minimal 1 minggu sebelum
perkiraan Hari Perkiraan Lahir

a. Kode Etik Pekerja

4
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
 Menjaga iffah dan izzah beragama.
 Menjaga pergaulan dengan sesama pekerja dan antara pekerja dengan pasien.
Tidak boleh berkholwat dengan sesama pekerja lain jenis non mahrom.
 Tidak boleh menggunakan fasilitas klinik untuk kepentingan pribadi, seperti
telepon klinik.

b. Budaya Kerja
 Mengucapkan salam kepada sesama pekerja dan kepada pasien
 Mengucap basmallah sebelum memeriksa dan/atau melakukan tindakan kepada
pasien.

c. Sistem pengendalian internal.


1) penerimaan kas
 kas diterima oleh petugas admin pada kuitansi dengan pre numbered
 setiap pekan kas disetor kepada pemilik setelah dikurangkan dengan
perkiraan penggunaan kas untuk minggu depan.
 catatan kebutuhan tersebut kemudian juga dicatat kebutuhannya.
 realisasi kebutuhan tersebut kemudian dicatat pada buku / blako tersendiri.
 kebutuhan tersebut termasuk gaji pekerja.
 penerimaan dari asuransi, perusahaan penjamin harus melewati
administrator.
 setiap minggu petugas administrasi melakukan rekonsiliasi kas, kas di tangan,
kas dibank.

2) pengeluaran kas
 Kas dikeluarkan harus sesuai dengan otorisasi kepala klinik.
 kas yang dikeluarkan harus sesuai dengan rencana bisnis anggaran

3) arus keluar masuk aset/persediaan.


a) persediaan dikeluarkan harus sesuai sepengetahuan petugas administrasi dan
sesuai dengan otorisasi pimpinan klinik
b) aset tetap dilakukan dengan kodifikasi barang
c) aset persediaan dilakukan stock opname setiap minggu oleh staf administrasi.

E. Jenis Layanan
a. Pengobatan umum
b. Rawat Inap
c. Bedah Minor
d. Home visit
e. Pemeriksaan Kehamilan
f. Medical Check Up atau Permintaan Surat Keterangan Sehat
g. Khitan
h. Rekam Jantung (EKG)

F. Aspek Perizinan

Perijinan pendirian klinik cukup banyak yang harus disiapkan. Persyaratan mendasar
adalah surat ijin praktik dokter sebagai dokter penanggung jawab dan dokter lainnya.
Selain itu, biasanya dibutuhkan beberapa dokumen administrasi. Dengan demikian
syarat ijin pendirian klinik biasanya terdiri dari.
5
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
1. Surat Ijin Mendirikan Bangunan.
Biasaya dibutuhkan di perkotaan. Namun, jika di daerah tidak padat maka IMB tidak
diperlukan
2. Surat Ijn Gangguan (HO)
3. Surat Ijin Praktik Dokter
Jika klinik ingin buka 24 jam, biasanya dibutuhkan paling tidak 3 SIP dokter umum
4. Akta Yayasan atau Badan Usaha yang bergerak di sektor pelayanan medis
Jika tidak ada akta yang tersedia, maka dapat menggunakan akta Yayasan Indonesia
Tanpa Riba dengan perjanjian tertulis.
5. Nomor Pokok Wajib Pajak Yayasan
6. Surat Ijin Kerja Perawat (optional)
7. Surat persetujuan lingkungan dari warga sekitar
Biasanya surat ini merupakan keterangan tidak keberatan dari 4 orang (depan,
belakang, kanan, dan kiri lokasi).
8. Surat persetujuan RT
9. Surat persetujuan RW
10. Surat persetujuan lurah
11. Surat persetujuan camat

G. Aspek Ekonomi

Tempat klinik merupakan tempat masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.


Kebutuhan pelayanan kesehatan adalah kebutuhan primer, terlebih di daerah yang
tingkat persaingannya kurang. Keberadaan klinik rawat inap di daerah ini bersifat
penting dan mendesak.

H. Aspek Syariat

ْ‫اسْ أَح َيا فَ َكأَنَّ َما أَحيَاهَا َو َمن‬


َ ‫َجمِ يعًا ال َّن‬

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia maka seolah-olah dia
telah memelihara kehidupan manusia semuanya” [QS al Maidah:32]

syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya:

‫لألطباء األجر هو ما تبيين منكم أرجو األنبياء ورثة أنهم و الشرعي العلم فضل معروف‬، ‫بالمرضى العناية في الليالي يسهرون أنهم حيث‬
‫والمذاكرة؟ والقراءة‬

pertanyaan:

“Telah diketahui luas keutamaan ilmu syar’i yang merupakan warisan para nabi. Saya
harap kalian bisa menjelaskan apa pahala balasan bagi para dokter. Di mana mereka
begadang di malam hari untuk menjaga orang sakit, membaca pelajaran, mempelajari
dan mendiskusikannya [pejaran kedokteran masih dianggap berat dan sulit serta butuh
keseriusan lebih-pent]”

Beliau menjawab:

Ada dua alasan syariat masuk di sini yaitu antara lain.

‫لغيره مقصود ولكنه لذاته مقصودْا ً ليس نفسه الطب ألن وعملهم نيتهم بحسب أجر لهم أن شك ال‬، ‫تعلم أن إلى العلم أهل بعض ذهب لهذا‬
‫ كفاية فرض الطب‬، ‫ أطباء فيهم يكون أن للمسلمين البد‬، ‫ الكفاية بفرض فألحقوه‬، ‫األمة تحتاجه مما هذا ألن‬، ‫هذا بعمله اإلنسان قصد فإذا‬
‫كثيرْا ً أجرْا ً فسينال الخلق إلى اإلحسان و الفرض بهذا القيام‬، ‫ببيعه فيثاب ويبيعه ويشتريه ببيعه فيأثم الشيء يبيع اإلنسان‬، ‫الشيء هذا يأتي لو‬

6
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
‫ حاجته دفع وقصدت محتاج على‬، ‫تثاب؟ ال أو تثاب‬، ‫عوضْا ً أجرْاً ستأخذ أنك مع‬، ‫كنت المسلمين به يقاتل أن يريد شخص على بعته ولو‬
ً ‫آثمْا‬، ‫الثواب في جدْا ً تأثير لها فالنيات‬.

“Tidak diragukan lagi bahwasanya mereka mendapat balasan pahala sesuai dengan niat
dan amal mereka. karena kedokteran sendiri bukanlah maksud/tujuan utama akan
tetapi maksud/tujuan karena ada tujuan lainnya. Oleh karena itu sebagian ulama
berpendapat bahwa mempelajari kedokteran hukumnya adalah fardhu kifayah. Harus
ada diantara kaum muslimin yang berprofesi sebagai dokter. Maka [belajar kedokteran]
dihukumi dengan fardha kifayah. Karena ini termasuk yang dibutuhkan oleh umat.

Jika seseorang bertujuan dengan pekerjaan ini menjalankan hukum fardhu kifayah dan
bermaksud berbuat baik kepada makhluk maka ia akan mendapatkan pahala yang
besar. Jika seseorang saja menjual sesuatu, kemudian ia berbuat kesalahan dalam jual
belinya, ia membelinya kembali dan menjualnya, maka ia mendapat pahala. Jika
seseorang melakukan seperti ini kepada orang yang membutuhkan dan bermaksud
menunaikan hajat kebutuhan mereka, apakah dapat pahala atau tidak? Walaupun
engkau mengambil upah/bayaran sebagai ganti [dari pelayanan yang diberikan].

Jika engkau menjual sesuatu kepada seseorang yang berkeinginan untuk memerangi
kaum muslimin maka engkau berdosa [misalnya menjual senjata-pent]. Demikianlan
bahwa niat itu mempunyai pengaruh besar dalam pahala.”[ Irsyadat litthabibil muslim,
pertanyaan no.2. sumber: http://www.saaid.net/tabeeb/22.htm] (sumber: dr. Raehanul
Bahrain di muslimafiyah.com/hiburan-untuk-dokter-perawat-dan-tenaga-kesehatan-
tentang-tunjangan.html)

I. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi sangat ramping karena untuk mencapai efisiensi tenaga kerja,
mempermudah kontrol dan meminimalkan biaya. Rampingnya tenaga kerja ini diimbangi
dengan kualitas sumber daya manusia.

a) Uraian Pekerjaan
1) Kepala Klinik Merangkap Dokter Umum
2) Bertanggungjawab atas klinik dan kegiatan yang ada di dalamnya
3) Mengarahkan klinik untuk mencapai visi dan menjalankan misinya
4) Membina sumber daya manusia yang ada di bawahnya
5) Melakukan sebagian pelayanan klinik

b) Dokter Umum II dan III


1) Melakukan tugas dan fungsinya sebagai dokter umum yakni memeriksa,
mendiagnosis, dan memberikan terapi atas penyakit yang diderita oleh pasien
2) Melakukan edukasi kepada pasien pada event-event yang diselenggarakan oleh
klinik
c) Perawat
1) Membantu dokter dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien
2) Mendokumentasikan rekam medis pasien
3) Membantu pasien selama perawatan
4) Menyiapkan obat dan alat kesehatan untuk dokter dalam pemeriksaan dan/atau
tindakan
5) Melakukan sterilisasi peralatan medis bedah

7
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
d) Petugas Administrasi Klinik
1) Mengelola gaji para pegawai
2) Menjadi kasir dan menyimpang uang
3) Melakukan pengelolaan aset klinik dalam bentuk uang maupun barang
4) Membuat laporan keuangan klinik
5) Melakukan tugas pendukung dalam penyelenggaraan klinik

e) Petugas Dapur merangkap Cleaning Service


1) Menyediakan makanan bagi pasien rawat inap dan pegawai
2) Membersihkan klinik

J. Strategi Pemasaran Klinik

1. Pemasangan plang klinik


2. Pemasangan famplet klinik
3. Pemasangan spanduk
4. Mengadakan bakti sosial saat pembukaan klinik dan secara berkala
5. Membuat acara bincang sehat dengan warga di sekitar klinik
6. Bekerjasama dengan BPJS
7. Bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan perusahaan
8. Membuat fanspage di Facebook
9. Membuka layanan telp, sms, dan whatsapp untuk memudahkan komunikasi
dengan masyarakat

K. Manajemen Risiko

Risiko Kemungkinan Akibat Strategi


Sepi Tinggi Tinggi  Melakukan promosi
Pengunjung  Diferensiasi pelayanan
melalui online dan
telekomunikasi lainnya
 Diversifikasi pelayanan
dengan layanan yang tidak
pernah dilakukan oleh klinik
lain seperti pijat bayi
Beralih ke Klinik sedang Tinggi  Meningkatkan pelayanan
Lain dan membuat dan
melakukan evaluasi SOP
Pelayanan
 Melengkapi dagangan
 Melakukan pemantauan
harga pelayanan dengan
klinik sejenis
Obat/ Alat Rendah Sedang  Buat aturan 20% sebelum
Kesehatan bahan habis harus sudah
Habis Pakai refill.
Habis  Catat alamat dan nomor
telepon supplier
 Cek ketersediaan bahan
setelah klinik tutup.
Kinerja Pegawai Sedang Tinggi  Melakukan pembinaan
8
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
Buruk personal.
 Membuat evaluasi bulanan.
 Melakukan observasi dan
pengawasan di klinik.

Pasien Sedang Tinggi  Memfungsikan kamar yang


Menunggu masih kosong menjadi
Terlalu Lama ruang periksa
 Pemeriksaan tekanan darah
oleh perawat di luar ruang
periksa
Penyelewengan Rendah Tinggi  Lakukan segregasi tugas
/Penggelapan yang jelas
 Gunakan aplikasi akuntansi
sederhana
 Membuat SOP untuk
pengendalian internal.

L. Jam Kerja Dan Volume Pekerjaan

Jam kerja 24 Jam

Jumlah pelanggan setiap hari maksimal per pegawai dengan memperhatikan stamina
dan kualitas pelayanan adalah 96 pasien. Setiap pasien dilayani sekitar membutuhkan
waktu 15 menit, tergantung pelayanan yang diberikan.

M. Sambungan Komunikasi

a. SMS dan Telepon

SMS dan telepon seluler menggunakan nomor khusus yang mudah diingat (nomor
cantik). Telepon rumah tidak digunakan karena biaya pemasangannya relatif mahal.

b. Whatsapp

Whatsapp adalah aplikasi instant messanger antar platform yang dapat digunakan antar
sistem operasi pada handphone. Kebanyakan pelanggan ditargetkan golongan
menengah ke atas yang menggunakan

c. Blackberry Messanger

Penggunaan jejaring dari BBM masih cukup efektif untuk menjaring pelanggan.
Sekarang ini para Ibu-Ibu masih suka menggunakan handphone blackberry daripada
android.

d. Facebook dan Twitter

Facebook yang digunakan adalah fanspage karena dapat menampung lebih dari 5000
orang. Sedangkan twitter adalah jejaring sosial yanga sering digunakan selaian
facebook.

N. Foto Lokasi

9
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
10
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
11
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
O. Usulan Desain Interior Klinik

12
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
P. Quality Control

1. Kepala Klinik dalam waktu-waktu tertentu menanyakan pelayanan langsung kepada


pelanggan. Komunikasi ini dapat mengikat hati pelanggan lebih baik sehingga
loyalitasnya terjaga.

2. Memberikan nomor sms/call center untuk kritik dan saran. Pelanggan adalah
konsultan terbaik bagi pengembangan klinik.

3. Sesekali memberikan kuesioner kepada pelanggan untuk mendapatkan kritik dan


saran tertulis.

Q. Membership/ Keanggotaan Pelanggan

Membership digunakan untuk memlihara pelanggan agar tidak segera pindah ke klinik
lain. Caranya adalah dengan memberikan kartu berobat yang paling tidak terdiri dari

a. Nama
b. Alamat
13
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
c. Tempat Tanggal lahir
d. Nomor handphone yang bisa dihubungi

Fungsi dari kartu berobat juga untuk memudahkan perawat mengambil rekam medis.

R. Tarif Layanan Klinik

Item Layanan Harga Satuan Keterangan


biaya periksa dokter Rp 20,000
biaya administrasi Rp 5,000 untuk pasien baru saja
obat terlampir
periksa gula darah Rp 15,000
periksa asam urat Rp 15,000
periksa kolesterol Rp 20,000
suntik kb 1 bulan Rp 20,000
suntik kb 3 bulan Rp 30,000
suntik 1 zat Rp 20,000
suntik 2 zat Rp 30,000
hecting <5 Rp 50,000 tambah periksa dokter
hecting >5 Rp10.000/1hecting tambah periksa dokter
WT besar Rp 40,000 tambah periksa dokter
WT sedang Rp 30,000 tambah periksa dokter
WT kecil Rp 20,000 tambah periksa dokter
aff hecting Rp2.500/hecting tambah periksa dokter
extraksi kuku Rp 100,000 tambah periksa dokter
extraksi gram mata Rp 50,000 tambah periksa dokter
corpal hidung Rp 40,000 tambah periksa dokter
corpal telinga Rp 40,000 tambah periksa dokter
oksigen Rp20.000/jam
ekg Rp 50,000
anc Rp 50,000 termasuk periksa dokter
bedah minor Rp 50,000 tambah periksa dokter
home visit dekat Rp 25,000 tambah periksa dokter
homevisit jauh Rp 30,000 tambah periksa dokter

14
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
15
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
DAFTAR TARIF PERIKSA DAN TINDAKAN
KLINIK RUFAIDA
biaya periksa dokter Rp 20,000
biaya administrasi Rp 5,000 untuk pasien baru saja
obat terlampir
periksa gula darah Rp 15,000
periksa asam urat Rp 15,000
periksa kolesterol Rp 20,000
suntik kb 1 bulan Rp 20,000
suntik kb 3 bulan Rp 30,000
suntik 1 zat Rp 20,000
suntik 2 zat Rp 30,000
hecting <5 Rp 50,000 tambah periksa dokter
hecting >5 10000/1hecting tambah periksa dokter
WT besar Rp 40,000 tambah periksa dokter
WT sedang Rp 30,000 tambah periksa dokter
WT kecil Rp 20,000 tambah periksa dokter
aff hecting 2500/hecting tambah periksa dokter
extraksi kuku Rp 100,000 tambah periksa dokter
extraksi gram mata Rp 50,000 tambah periksa dokter
corpal hidung Rp 40,000 tambah periksa dokter
corpal telinga Rp 40,000 tambah periksa dokter
oksigen 20000/jam
ekg Rp 50,000
anc Rp 50,000 termasuk periksa dokter
bedah minor Rp 50,000 tambah periksa dokter
home visit dekat Rp 25,000 tambah periksa dokter
homevisit jauh Rp 30,000 tambah periksa dokter

16
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
Rincian Anggaran Biaya
Start Up Cost
Klinik Rawat Klinik Ranap

Jenis Pengeluaran Asumsi Bulan Jumlah Unit Satuan Biaya/Unit Total Biaya
Pengadaan Tempat dan Administrasi
Pengadaan Tempat
Renovasi 1 Unit Rp 12,000,000 Rp 12,000,000
Sewa Tempat Selama Setahun 1 Unit Rp 18,000,000 Rp 18,000,000
Total Pengadaan Tempat Rp 30,000,000
Administrasi
Ijin Klinik 1 Paket Rp 5,000,000 Rp 5,000,000
Pengurusan SIP Dokter 3 Paket Rp 800,000 Rp 2,400,000
Pengurusan SIK Perawat 2 Paket Rp 500,000 Rp 1,000,000
Total Pengadaan Ijin Rp 8,400,000
Total Pengadaan Tempat dan Administrasi
Peralatan Medis
Peralatan Medis Besar
Stetoskop 4 Unit Rp 850,000 Rp 3,400,000
Stetoskop Pediatric 2 Unit Rp 950,000 Rp 1,900,000
Tensimeter Air Raksa 2 Unit Rp 1,000,000 Rp 2,000,000
Tensimeter Aneroid 1 Unit Rp 300,000 Rp 300,000
Penlight 2 Unit Rp 200,000 Rp 400,000
Timbangan badan 1 Unit Rp 350,000 Rp 350,000
Termometer Elektronik 1 Unit Rp 120,000 Rp 120,000
Oksigen Set 1 Unit Rp 20,000 Rp 20,000
Ambu Bag 1 Unit Rp 200,000 Rp 200,000
Elektrokardiografi (EKG) 1 Unit Rp 9,000,000 Rp 9,000,000
Fetal Doppler 1 Unit Rp 650,000 Rp 650,000
Nebulizer 1 Unit Rp 600,000 Rp 600,000
Sterilisator (autoclav) 1 Unit Rp 1,100,000 Rp 1,100,000
Baby Scale 1 Unit Rp 500,000 Rp 500,000
Pengukur Tinggi Badan 1 Unit Rp 50,000 Rp 50,000
Spekulum Vagina 2 Unit Rp 75,000 Rp 150,000
Otoskop dan THT Set lainnya 1 Unit Rp 650,000 Rp 650,000
Peralatan Medis Kecil
Spatel Tongue 2 Unit Rp 15,000 Rp 30,000
Gunting Perban 3 Unit Rp 200,000 Rp 600,000
Gunting Bedah 3 Unit Rp 25,000 Rp 75,000
Piala Ginjal 4 Unit Rp 15,000 Rp 60,000
Comb Besar 4 Unit Rp 40,000 Rp 160,000
Comb Kecil 4 Unit Rp 25,000 Rp 100,000
Tiang Infus 3 Unit Rp 75,000 Rp 225,000
Comb Alkohol 3 Unit Rp 45,000 Rp 135,000
Snellen Chart 1 Unit Rp 20,000 Rp 20,000
Buku Ishihara Tes Buta Warna (printing sendiri) 1 Unit Rp - Rp -
Pispot laki-laki 2 Unit Rp 25,000 Rp 50,000
Pispot perempuan 2 Unit Rp 25,000 Rp 50,000
Peralatan Medis Habis Pakai
Benang otot dan benang sutra 2 Paket Rp 150,000 Rp 300,000
Jarum Hecting 3 Unit Rp 25,000 Rp 75,000
Kapas, Perban, Sufratul, dan Plester 10 Unit Rp 50,000 Rp 500,000
Sarung Tangan 5 Unit Rp 45,000 Rp 225,000
Masker 4 Unit Rp 50,000 Rp 200,000
Total Peralatan Medis Rp 24,195,000
Peralatan Non Medis
Furniture
Tempat Tidur Pasien 1 Unit Rp 1,100,000 Rp 1,100,000
Meja Dokter 1 Unit Rp 350,000 Rp 350,000
Kursi Dokter 1 Unit Rp 350,000 Rp 350,000
Kursi Pasien 1 Unit Rp 100,000 Rp 100,000
Kursi Ruang Tunggu 1 Unit Rp 100,000 Rp 100,000
AC 3 unit Rp 4,500,000 Rp 13,500,000
Kompor 1 unit Rp 300,000 Rp 300,000
Alat Masak 1 Paket Rp 500,000 Rp 500,000
Gas 3 Kg 1 Paket Rp 100,000 Rp 100,000
Alat Makan 10 Paket Rp 20,000 Rp 200,000
Gorden 5 Buah Rp 50,000 Rp 250,000
HP Operasional 1 Unit Rp 500,000 Rp 500,000
Total Pengadaan Alat Non Medis Rp 17,350,000
Belanja Pegawai Pencadangan 3 Bulan
Gaji Pokok Dokter Umum Sebagai Kepala Klinik 6 1 Orang Bulan Rp 3,000,000 Rp 18,000,000
Uang Duduk Dokter Umum (Juga Dokter Kepala Sebagai Dokter Umum) (2) 6 2 Orang Bulan Rp 2,000,000 Rp 24,000,000
Gaji Perawat (2) 6 2 Orang Bulan Rp 1,200,000 Rp 14,400,000
Gaji Tenaga Administrasi (1) 6 1 Orang Bulan Rp 1,000,000 Rp 6,000,000
Total Pencadangan Gaji Rp 62,400,000
Kebutuhan Administrasi dan Umum
Komputer 1 Unit Rp 3,500,000 Rp 3,500,000
Printer 1 Unit Rp 700,000 Rp 700,000
Listrik 6 Bulan Rp 300,000 Rp 1,800,000
Pulsa 6 Bulan Rp 50,000 Rp 300,000
ATK 1 Bulan Rp 200,000 Rp 200,000
Bahan Makanan 1 Paket Bulan Rp 500,000 Rp 500,000
Printing Blanko Rekam Medis 1 Paket Rp 700,000 Rp 700,000
Marketing 1 Paket Rp 1,000,000 Rp 1,000,000
Lain-Lain 1 Paket Rp 300,000 Rp 300,000
Total Kebutuhan Administrasi dan Umum Rp 9,000,000
TOTAL KEBUTUHAN DANA Rp 151,345,000

17
Business Plan Klinik Rawat Inap Rufaidah
MANAJEMEN RISIKO DENGAN MATRIKS SWOT

STRENGHT WEAKNESS

1. Pelayanan masih terkendala pada laboratorium


1. Bisnis monopoli pelayanan kesehatan swasta di
2. Dokter terbatas
kecamatan (selain kecamatan)
2. Biaya rendah
3. Tempat sudah ada dan strategis
4. 24 Jam

OPPORTUNITY Strategi SO Strategi WO

1. Segera mendaftarkan diri sebagai klinik faskes I 1. Memberikan layanan contact center untuk
1. Sangat mungkin menjadi
BPJS perjanjian dengan dokter apabila dibutuhkan
faskes BPJS
2. Memberitahukan melalui forum masyarakat darurat atau hal lain untuk memudahkan
2. Mudah melakukan
seperti pengajian, pertemuan karang taruna, dll. pelayanan
marketing karena sistem
2. Bekerjasama dengan laboratorium klinik
masyarakat masih bersifat
terdekat
kekeluargaan

THREAT Strategy TS Strategy WT

1. Menyusun sistem persediaan yang memadai 1. Secara bertahap menambah kapasitas


1. Jauh dari apotek besar dan
pelayanan
toko alat kesehatan
2. Secara bertahap melengkapi layanan