Anda di halaman 1dari 28

Mengenal kompetitor

Mungkin dari kita ada yang bertanya, apa sih pentingnya mengenal
kompetitor? Sangat penting kita mengenal kompetitor untuk bisa bersaing
dengannya. Sama seperti di media sosial, kompetitor adalah tempat
berkumpulnya target market yang akan kita bidik nanti.
Kompetitor dan target market
1. Kompetitor Siapa kompetitor kita? Kompetitor adalah mereka yang menjual
produk yang sama atau sejenis dengan produk yang kita jual. Misalkan saya
menjual sarung instan anak, maka kompetitor saya adalah semua yang menjual
sarung instan anak dan baju koko anak. Karena label saya Ezarkids, maka
semua brand yang sejenis dengan saya adalah kompetitor saya. 2. Target
market Target market adalah mereka yang kita bidik akan menjadi konsumen
kita di Shopee. Dimana kita bisa cari mereka? Kebanyakan mereka berkumpul
di kompetitor kita. Siapapun yang memfollow kompetitor kita, merekalah
target market kita. Bisa juga konsumen yang pernah beli di toko kita.
A. Cara pertama Cara prtama untuk menemukan kompetitor, kita search di
kolom pencarian dan ketikkan kata kunci produk yang sama seperti produk
kita. Lalu perhatikan hasilnya.
Maka anda akan menemukan kompetitor anda. Dalam mencari kompetitor,
pastikan anda memilih kompetitor yang mempunyai banyak follower, karena
nanti kita akan menambah follower mereka.
B. Cara kedua Cara kedua, tinggal ketik kata kunci dari nama toko yang
berkaitan dengan nama toko kita. Karena saya menjual produk anak, saya bisa
mengetikkan kata “baby kids” atau “kids”. Jika anda menjual hijab, maka anda
bisa mengetik kata hijab, jilbab, muslimah, dll. Ini contoh hasil pencarian
kompetitor saya:
1. Menambah follower tertarget Setelah anda mengetahui cara mencari
kompetitor, selanjutnya anda perlu menambah target market yang berkumpul
di kompetitor anda tadi. Orang lain tidak mungkin memfollow akun kita kalau
tidak pernah melakukan pembelian dan puas dengan produk kita. Boro-boro
mau follow, kenal aja nggak. Hehehe... Tapi ketika mereka follow akun kita,
mereka ada kemungkinan akan kepo kepada produk yang kita jual. Nah di situ
ada kemungkinan untuk terjadi penjualan.

Lalu bagaimana caranya meminta mereka untuk follow akun kita? Nah kali ini
akan kita bahas tuntas caranya. Pertama, klik toko kompetitor anda. seperti
dijelaskan pada awal modul ini, carilah kompetitor yang mempunyai banyak
follower.
Biasanya Shopee membatasi 250 hingga 300 followers per hari. Carilah target
market yang spesifik agar follower kita benar-benar sesuai target. Kemudian
unfollow mereka dengan cara di atas.
Kenapa kok di-unfollow? Banyak tuh yang tanya begini di kelas-kelas
sebelumnya. Banyak peserta yang bingung kenapa harus di unfollow setelah
kita follow mereka? Jawabannya simple saja, karena kita ingin menjadi penjual
terpercaya. Maksudnya? Bayangkan kalau anda sebagai pembeli, ingin beli ke
toko orang, setelah dilihat ternyata toko itu banyak memfollow toko lain tapi
yang follow toko itu cuma sedikit. Bagaimana perasaan anda? Mungkin sedikit
kurang percaya dengan toko itu karena toko yang bagus adalah toko yang
banyak di-follow orang, bukan toko yang banyak memfollow orang. Betul?
Untuk menunjukkan akun anda difollow banyak orang, dan toko anda rame
sehingga menimbulkan kesan “tidak sempat” memfollow toko orang, karena
itulah toko anda harus banyak pengikut tapi sedikit mengikuti. Caranya? Yaitu
dengan hit and run. Artinya anda follow orang dengan harapan dia follow balik
anda, lalu anda unfollow dia selang beberapa waktu. Kalau dia nggak balik
follow kita bagaimana? Ya biarkan saja. Cari lagi yang lain.

Tapiiiii..... Perlu dicatat ya teman2, bahwa Shopee membatasi 5.000 follower


dan 5.000 following. Manfaatkan orang yang kita follow benar-benar target
market kita, jangan asal follow orang saja.
Star Seller Shopee, sebelumnya dikenal sebagai Penjual Terpilih Shopee)
merupakan sebuah apresiasi untuk penjual yang aktif dan memiliki pelayanan
pelanggan yang baik. Menjadi penjual terpiih tentu sangat kita idamkan. Kita
bisa mendapatkan label khusus berupa centang atau tulisan “Terpiih”
berwarna orange di logo toko dan produk kita. Mendapatkan logo star seller
lumayan menguras tenaga terutama bagi nubie karena ada target yang harus
tercapai setiap bulannya. Karena jika target menurun, bukan tidak mungkin
suatu hari Shopee akan mencabut logo star seller toko kita.
Menjadi penjual terpilih tidak hanya sekedar mendapatkan sebuah pengakuan
dari Shopee, tapi penjual terpilih juga mendapatkan fasilitas yang tidak
didapatkan toko lain yang bukan star seller. Contoh kongkretnya adalah subsidi
ongkos kirim untuk minimal pembelian 90.000 pada star seller Shopee.
Padahal di toko yang bukan star seller, buyer harus membeli minimal 120.000-
150.000 setiap kali chek out. Tentunya ini akan berakibat pada order yang kita
terima.
Jumlah star seller Shopee sangat terbatas, karena standarisasinya bisa
dirasakan oleh penjual yang memiliki banyak order. Terlebih lagi untuk menjadi
official shop Shopee, langkah awal yang harus dicapai adalah harus bisa
mempertahankan predikat star seller. Itu artinya kita harus memiliki performa
penjualan yang baik agar mendapatkan gelar star seller, bahkan naik tingkat
menjadi official shop.
Walaupun begitu, bukan berarti kita sebagai nubie tidak bisa meraihnya.
Dengan mengetahui syarat dan ketentuan, serta cara untuk meningkatkan
reputasi toko kita, insya Allah kita juga bisa mendapatkannya. Saya bisa
mendapatkan label star seller selama 2 bulan, dan itu yang menyebabkan saya
merekrut 1 admin khusus untuk mengurus Shopee agar performa tidak
menurun.
A. Syarat dan Fasilitas Sebenarnya kita bisa mencari syarat dan ketentuan
menjadi star seller di help center. Tapi tidak apa-apa kita informasikan juga di
modul ini.

sukses diterima dan disetujui

dan
pengembalian dalam sebulan terakhir < 10%, mengindikasikan tingkat layanan

kejanggalan pada aktivitas akun, atau penyalahgunaan program lainnya untuk


kepentingan pribadi

Penjual juga tidak diperbolehkan menjual barang-barang berikut untuk


-barang, deskripsi produk, dan kemasan
yang mengandung unsur barang palsu atau tiruan produk yang melanggar hak

perawatan kulit yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan
-barang bermerek yang tidak memiliki izin distribusi
resmi dari pihak berwenang. Status penjual terpilih akan dinonaktifkan jika ada
permintaan dari pihak distributor resmi.

emua

B. Tips Menjaga Reputasi Pernah belanja di Shopee lalu puas dengan


produknya, kemudian kita memberikan nilai 5 bintang? Nah itulah reputasi.
Nilai reputasi ditentukan dari berapa total bintang dibagi jumlah pembeli.
Semakin banyak pembeli yang memberi nilai 5 pada produk anda, maka
reputasi toko kita akan semakin baik. Semakin banyak yang memberikan nilai 3
bahkan 1 pada toko anda, reputasi toko anda akan buruk. Hal ini akan
berpengaruh pada predikat star seller yang ingin anda capai. Kadang ada juga
kompetitor yang ingin mengacaukan produk kita dengan memesan barang, lalu
memberikan nilai jelek. Untuk itu ada tips untuk menjaga reputasi agar toko
kita bisa terpilih menjadi star seller Shopee. Berikut tips menjaga reputasi yang
pernah kami alami selama jualan di Shopee.
1. Jaga kualitas produk dan pelayanan anda Nah, ini yang harus anda jaga.
Kualitas barang harus sesuai ekspektasi konsumen. Karena kadang-kadang
gambar tidak sesuai dengan kualitas produknya. Jika warna tidak sama atau
modelnya berubag, lebih baik jika anda komunikasikan dengan calon buyer.
Jika calon buyer tersebut menerima dengan penjelasan kita, dia tetap akan jadi
order tanpa rasa kecewa. Tapi jika dia tidak menerima, setidaknya tidak
berdampak pada turunnya reputasi toko kita. Karena itu, foto yang digunakan
sebaiknya menggunakan real picture. Jika anda dropship, lebih baik untuk tahu
kuaitas produknya terlebih dahulu agar promosinya juga lebih yakin.
Selain itu, jaga pelayanan toko anda agar tetap ramah dan fast respond.
Membalas chat dengan cepat akan berpotensi closing yang tinggi. Jika anda
seorang yang sibuk, delegasikan tugas membalas chat kepada orang lain, agar
presentase chat terbalas lebih dari 80%.

2. Pamerkan testimoni konsumen Jika anda punya testimoni konsumen, maka


akan sangat penting jika anda memamerkannya, baik di slider toko maupun di
tambahan foto produk. Dengan adanya testimony ini, akan meningkatkan Trust
dari calon buyer.

3. Berikan voucher belanja Anda juga bisa menukarkan bintang dengan


voucher belanja pada toko anda. misalkan memberikan voucher Rp
5.00010.000 pada order selanjutnya, jika buyer memberi 5 bintang. Maka anda
akan mendapatkan 2 keuntungan sekaligus, yaitu repeat order dan
mendapatkan 5 bintang.

4. Bisikin saja Yang terakhir, tapi sangat manjur adalah langsung kirim chat ke
konsumen. Jika dia memberi penilaian buruk karena produk yang tidak sesuai
ekspektasi, maka kita berikan jaminan untuk direturn dan uangnya di-refund,
asalkan dia mengubah nilai menjadi 5 bintang. Tapi itupun jika anda mau.
Karena sebagian seller tidak memberikan garansi produk return. Tapi jika
nilainya mepet, misalkan memberi 4 bintang, kita bisa langsung chat
konsumen. Berterima kasihlah karena telah meng-konfirmasi barang diterima,
lalu mintalah dengan bahasa yang halus agar dia mau memberi 5 bintang.
C. Trik tembus 50 sales dalam sebulan Lalu, bagaimana caranya supaya kita
bisa masuk menjadi Penjual Terpilih Shopee? Yakni Star Seller Shop di Shopee.
Berikut ini trik supaya bisa tembus 50 sales dalam sebulan :
1. Jual produk dengan harga yang murah Murah disini yang sekiranya
memerlukan pembelanjaan yang tinggi untuk bisa mencapai subsidi gratis
ongkir.

Misalnya, jual inner anti pusing. Harga perpcsnya Rp5ribu Untuk bisa
mendapatkan gratis ongkir, minimal belanja harus Rp70ribu. Jadi, mau nggak
mau pembeli akan membeli dalam jumlah banyak, atau melengkapinya dengan
produk lain yang kita jual.

2. Jual produk dengan harga murah dan berlakukan harga grosir Murah aja
belum cukup. Coba jual dengan sistem grosir. Nggak masalah untung kecil.
Tapi jumlah salesnya tinggi.

Misal keuntungan inner ninja hanya Rp1000 per pcsnya. Jual minimal 3pcs
dengan keuntungan Rp1500 per 3pcs. Yang artinya, keuntungan per pcsnya
hanya Rp500. Tapi, sekali transaksi keuntungan yang didapat sebesar Rp1500
dan jumlah salesnya sebanyak 3 sales.

Belum lagi jika pembeli mesti ngepasin sama syarat gratis ongkirnya. Bakal
makin banyak salesnya donk pastinya….

3. Arahkan order dari media lain untuk belanja di Shopee Misal yang punya
pembeli dari Facebook atau Instagram, bisa diarahkan untuk belanja lewat
Shopee. Tawarkan gratis ongkir dan diskon tambahan jika membeli lewat toko
kita di Shopee.
Istilahnya ini Direct Order. Dan ingat, jangan fokus pada profitnya dulu. Tapi
fokus pada sales yang dihasilkan. Nggak masalah untung dikit, asal jumlah
sales terus meningkat.
4. Berikan apresiasi berupa voucher belanja kepada pembeli yang sudah
berbelanja di toko Anda. Vouchernya yang gedhe nominalnya, tapi dengan
syarat pembelanjaan yang tinggi juga. Dan kasih batas waktu untuk segera
mengklaim voucher tersebut.

Jika dia sudah pernah membeli di toko kita dan terbukti produk yang kita jual
bagus, maka dia nggak akan segan-segan untuk melakukan repeat order.
Apalagi jika mendapat voucher belanja.

5. Buka Peluang Keagenan (Reseller/Dropship) Dengan cara ini, teman-teman


bisa mendapatkan tambahan sales dari beberapa mitra yang menjualkan
kembali produk teman-teman.

Berikan harga khusus bagi reseller yang membeli dalam jumlah yang banyak.
Dan bagi dropshiper berikan kemudahan untuk bisa menjualkan produk Anda
dengan menggunakan nama Dropshiper.

Oke, sepertinya itu sedikit tips dari saya tentang bagaimana supaya toko kita
bisa masuk menjadi Star Seller. Sejatinya saya juga masih berproses untuk
menuju ke arah sana. Jadi kita sama-sama berdoa dan berusaha supaya target
menjadi star seller bisa tercapai secepatnya.
D. Cara Mengoptimasi Mesin Pencarai (SEO) Pernah mendengar kata SEO? SEO
adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau optimisasi mesin
pencari. SEO di Shopee sedikit berbeda dengan SEO di google. Jika di google
membutuhkan backlink untuk mengoptimasi kata pencari, maka di Shopee kita
tidak memerlukan backlink. Persamaannya, kita mengoptimisasi kata-kata agar
mudah dicari, ditambah dengan hashtag yang mendukung kata pencarian.
Ketika buyer membuka aplikasi Shopee, mereka yang ingin mencari barang
akan langsung mengetikkan kata di mesin pencari. Jika buyer masih bingung
mencari produk, Shopee akan merekomendasikan pencarian yang sedang
populer. Nah di situ kesempatan kita untuk mengoptimisasi kata pencarian.
Lalu bagaimana caranya? Sangat mudah. Cukup kita mengetikkan nama
produk sedetail mungkin. Kata tersebut harus sejenis dengan produk yang kita
jual. Contoh 1 : Sarung instan anak, celana sarung anak, baju koko anak, sarcel,
saruna, sarkoci Contoh 2 : Tas ransel backpack sekolah anak motif corak, 3 in 1
polkadot, 3 warna Contoh 3 : Sale! Gamis Syari Afida, size S fit to XL, baju
murah, gamis syari, murah wanita.

Selain itu, deskripsi perlu didukung dengan hashtag agar mudah ditemukan
dalam pencarian. Gunakan hashtag yang sesuai dengan produk kita.
Diutamakan hashtag yang setema. Tapi jangan teralu banyak juga agar tidak
tenggelam dengan hashtag yang sangat banyak digunakan. Secara umum,
hashtag bisa digunakan sebanyak 18 hashtag. Namun yang terpenting
bukanlah banyak atau sedikitnya hashtag yang kita buat, akan tetapi seberapa
tepat hashtag menjangkau target market.
Trik menjual banyak produk

Ini adalah materi terakhir di grup advance. Materi ini adalah materi
bonus karena tidak ada kaitannya dengan aplikasi Shopee. Walaupun
begitu, materi ini juga sangat penting untuk meningkatkan penjualan kita di
Shopee. Di materi ini, anda akan belajar bagaimana menjual banyak produk
dengan beberapa teknik penjualan yang pernah saya pelajari. Tapi tips ini
sifatnya tidak paten. Jika anda punya tips lain, itu lebih baik. Tidak
menerapkan tips ini pun tidak masalah. Silahkan disesuaikan dengan
kebutuhan bisnis masing-masing.

Apakah anda pernah belajar ilmu penjualan seperti copy writing


atau covert selling? Jika pernah, anda dapat mengolaborasikan antara
teknik penjualan tersebut dengan toko Shopee anda. Jika belum pernah,
saya berikan sedikit tips yang selama ini saya gunakan, dan itu berhasil
menambah angka penjualan Ezarkids. Tapi ini hanya sedikit tips ya. Jika
anda ingin menguasainya lebih dalam lagi, anda bisa memperdalam ilmu
penjualan tersebut.

Tekniknya bisa kita terapkan ketika follow up, membangun interaksi


di chatting, maupun di deskripsi produk dan toko kita. Sehingga setelah
mempelajari modul ini, saya berharap anda jago menjual banyak produk
dengan teknik ini. Baiklah, langusng saja kita mulai.
1. Cross selling
Teknik yang pertama adalah cross selling atau menjual barang dengan
cara silang. Teknik ini sering dipraktikkan di minimarket yang saat ini
semakin menjamur seperti Alfamart dan Indomaret. Pernah belanja di
Alfamart atau Indomaret? Kebanyakan dari kita sudah pernah ya, karena
keberadaannya sangat mudah kita jumpai. Ketika kita beli makanan,
misalkan roti atau keripik, lalu kita akan membayarnya di kasir, sesuai
prosedur, biasanya kasir akan menawarkan dengan produk lain. Misalkan
Teh Botol yang sedang promo. Kalau kita tidak kuat dengan rayuan kasir,
maka kita juga akan mengeluarkan kocek untuk membeli minuman promo
tersebut. Contoh lain, ketika kita membeli susu formula, biasanya kasir
akan menawarkan produk lain seperti popok bayi yang sedang turun
harga. Jika tidak kuat menahan iman, kita pun akan mengeluarkan uang
lebih untuk membeli popok bayi yang sebenarnya masih ada di rumah.
Makanan cepat saji seperti McDonald atau KFC juga menerapkan hal yang
sama. Misalkan, McDOnald yang menjual burger, dan KFC yang menjual
ayam, lalu mereka cross selling dengan minuman pepsi atau coca cola. Itu
adalah contoh cross selling. Perhatikan apa yang mereka lakukan, ketika
kita membeli produk, mereka akan merayu kita untuk menambah
belanjanya lagi, dengan produk yang sejenis. Ingat ya, yang sejenis. Itu
memungkinkan kita tidak akan menolak tawaran mereka, ditambah lagi
dengan program maut mereka. Apa jadinya jika mereka menawarkan
barang yang tidak sejenis? Misalkan kita beli keripik tapi di-cross selling
dengan popok, atau beli susu formula di-cross selling dengan korek api
Alfamart. Jelas akan kita tolak. Jadi silahkan anda cross selling dengan
produk yang sejenis. Misalkan jika anda jualan produk muslimah, lalu ada
pelanggan yang membeli gamis, cobalah cross selling dengan jilbab. Jika
anda menjual sarung instan, cobalah cross selling dengan jubah anak, lalu
berikan diskon boleh menawar -10.000 dari harga normal.
2. Up selling Berbeda dengan cross selling yang merayu calon buyer
membeli produk berbeda, up selling ini berfungsi untuk merayu calon
buyer membeli produk yang sama dengan jumlah lebih banyak.
Tujuannya untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Mengambil
contoh 2 minimarket Alfamart dan Indomaret, mereka biasanya
menginformasikan kepada buyer bahwa produk yang kita beli sedang
ada promo. Beli 1 harganya 7.000, beli 2 harganya 10.000. Sebenarnya
buyer hanya ingin membeli 1, dan dia tidak butuh 2 barang. Tapi karena
dia tergoda diskon up selling, dia mungkin akan membeli 1 lagi. Contoh
lain, jika anda beli soft drink 600 ml harganya 8.000, 1.200 ml harganya
9.000, dan 1.500 ml harganya 10.000, maka orang ingin beli yang 1.500
ml karena dinilai lebih murah, tapi sebenarnya dia membeli barang lebih
mahal, padahal dia belum tentu butuh. Teknik ini bisa kita gunakan pada
toko Shopee kita. Ketika ada calon buyer yang mengirim pesan
menanyakan ketersediaan stok, dan semua info sudah jelas, maka kita
bisa melakukan up selling dengan menawarkan potongan harga 5.000
atau 10.000 per item jika belinya lebih dari 1. Penawaran ini akan
menjadi pembeda toko anda dengan toko lain. Hal itu juga yang
menjadikan toko anda menjadi unik. Lalu mungkin anda bertanya, apa
bedanya antara penawaran dan grosir? Keduanya mempunyai karakter
yang sama, yaitu beli makin banyak, makin murah. Tetapi grosir hanya
bisa diaktifkan pada produk yang mempunyai harga barang dan variasi
yang sama, sedangkan untuk produk yang memiliki harga berbeda, fitur
grosir tidak bisa diaktifkan. Lalu yang mana harus kita pilih? Terserah
kita. Kalau harga produk kita sama, kita boleh mengaktifkan fitur grosir.
Jika tidak sama, kita boleh memberitahu buyer tentang fitur tawar dari
toko kita.

3. Closed question

Dalam hal ini saya hanya akan sharing sedikit, dan mengambil poin
penting yang bisa kita terapkan di toko Shopee kita. Untuk lebih
lengkapnya silahkan anda baca buku 17 teknik closing karya Kang Dewa
Eka Prayoga, atau Mantra Covert Selling karya Ki Jendral Nasution yang
membahas bab ini hingga tuntas. Closed question atau pertanyaan
tertutup (dikenal sebagai Hypnotic closing pattern dalam covert selling)
adalah salah satu teknik closing, dimana kita memberikan pertanyaan
yang sulit ditolak oleh konsumen. Disini kita memberikan pertanyaan
yang memberikan pilihan kepada calon buyer yang belum action agar
mengambil tindakan untuk segera action. Contoh pertanyaannya seperti
ini, “Maaf, Bun. Bunda bayarnya lewat transfer ATM atau Indomaret
ya?” “Sist, ini mau dikirim hari ini atau besok?” “Mbak jadi ambil gamis
warna merah atau orange?”

Maka buyer akan tersugesti untuk mengambil tindakan. Beda halnya jika anda
bertanya dengan pertanyaan terbuka, maka kemungkinan besar anda akan
ditolak. “Gimana Bun? Jadi beli nggak?” Nggak! (Gubrak... ^&*#$) Nah,
sekarang kalau sudah ada calon buyer yang sudah chek out tapi belum bayar,
coba deh di follow up dengan teknik ini. Insya Allah akan sulit ditolak.

4. Membangun reseller di Shopee


Sudah tahu kan dengan Tim Reseller? Tim Reseller adalah sekelompok
orang yang anda rekrut untuk dibina menjadi pasukan penjualan yang
membantu menjualkan produk anda.

Bagaimana cara kita membangun pasukan reseller di Shopee?


Jawabannya sederhana. Pertama, kita pasang background di slider toko
kita, atau mencantumkan open reseller di deskripsi toko atau produk kita.
Kedua, kita tawarkan pada buyer yang menawar itu untuk menjadi
reseller kita dengan diskon yang lebih besar. Kalau di Ezarkids, buyer di
Shopee hanya bisa menawar Rp 5.000 untuk 2 produk, Rp 10.000 untuk 3
produk, dan Rp 15.000 untuk 4 produk. Tapi jika tergabung dalam grup
reseller, maka akan mendapatkan diskon 10% yang itu berarti nominalnya
lebih besar daripada tidak di dalam grup. Ketika reseller bergabung dalam
grup, kita bisa membangun database reseller yang bisa kita prospek
dengan mudah. Sehingga hubungan antara kita dan reseller bisa berjalan
dua arah. Jika reseller tidak tergabung dalam grup, akan sulit bagi kita
untuk membangun prospek.
Source: Dirangkum dari berbagai sumber