Anda di halaman 1dari 23

Diajukan Oleh:

Jalan Ronggowarsito Sragen


Telp. : 0271 – 891163 Fax : 0271 – 891328
Website : www.smkn1sragen.sch.id
E-mail : smkn1sragen.jateng@gmail.com
DAFTAR ISI

Halaman Sampul
Halaman Identitas Sekolah
Halaman Persetujuan
Halaman Kata Pengantar
Halaman Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................................. 1
B. Visi dan Misi …………………………………………………………………………… .................. 4
C. Tujuan dan Sasaran ………………………………………………………………… .................6

BAB II PENGEMBANGAN PROGRAM SMK RUJUKAN


A. Kompetensi Keahlian yang dibuka dan akreditasi ....................................... 9
B. Data Guru Produktif ……………………… ........................................................... 12
C. Data DU/DI sebagai Institusi Pasangan SMK …………………………… .................. 14
D. Pengembangan program Magang Industri ……………………………….. ................ 16
E. Pengembangan Pembelajaran Teching Factory ………………………. .................. 18
F. Pengembangan Program Kewirausahaan Sekolah …………………….. ............... 20
G. Memiliki Mitra Industri …………………………………………………………… .................. 22

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………………….. .................. 23


LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan;
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1
SRAGEN
Jalan Ronggowarsito, Sragen Kode Pos 57214
Telepon 0271-891163 Faksimile 0271 – 891328 Email : sim_smkn1srg@yahoo.co.id

IDENTITAS SEKOLAH

1. NSPN : 20313046
2. Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 SRAGEN
3. Nama Yayasan : -
4. Alamat : Jl. Ronggowarsito Sragen
5. Telepon/ Fax. : 0271-891163 / 0271 - 891328
6. e-mail : smkn1sragen.jateng@gmail.com
7. Website : www.smkn1sragen.sch.id
8. No. Izin Pendirian : 41/UKK3/1968
9. Status : Negeri
10. Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Teknologi Informasi
dan Komunikasi
11. Kompetensi Keahlian : a. Akuntansi dan Keuangan Lembaga
b. Bisnis Daring dan Pemasaran
c. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
d. Tata Busana
e. Teknik Komputer dan Jaringan
f. Multimedia
12. Pengurus Komite
a. Nama : Drs. Sutarno, MM.
b. Jabatan : Ketua Komite
c. Alamat Rumah : Dawungan, Masaran, Sragen, Jawa Tengah
d. No. Telp. / HP. : 082 137 122 551 / 081 276 500 401
13. Kepala Sekolah
a. Nama : Dra. BUDI ISNANIK, M.Pd.
b. Jabatan : Guru Pembina
c. Alamat Rumah : RT. 40 / RW. 14, Widoro, Sragen Wetan
d. No. Telp. / HP. : 085 747 309 757
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
karena hingga saat ini SMK Negeri 1 Sragen telah melaksanakan program-programnya
dengan baik. Seiring dengan paradigma perubahan teknologi yang berkembang saat ini,
maka banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi pada sekolah menengah
kejuruan. Di antaranya perubahan tersebut adalah konsentrasi Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan yang lebih mengedepankan pengembangan SMK. Hal ini dikarenakan
sekolah kejuruan dinilai memiliki jam praktik lebih banyak dibanding sekolah umum.
Dengan demikian diharapkan pembentukan skill pada siswa akan lebih terfokus hingga
akhirnya out put yang dihasilkan lebih siap kerja dan bermanfaat di masyarakat
khususnya dunia industri.

Pada dasarnya Pendidikan Kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik


memasuki lapangan pekerjaan. Pendidikan Kejuruan didasarkan atas “ demand driven”
(kebutuhan dunia kerja), Fokus isi pendidikan ditekankan pada penguasaan
pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Penilaian
yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada “hands on” atau performa
dunia kerja. Hubungan yang erat dengan dunia kerja/industri merupakan kunci sukses
pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif
terhadap kemajuan teknologi, lebih ditekankan pada “learning by doing” dan “ hands
on experience.

Oleh karena itu diperlukan penyelarasan kurikulum kejuruan sekolah dengan industri,
pengembangan pembelajaran berbasis teaching factory, pengembangan kewirausahaan,
penilaian mutu pendidikan, kegiatan magang diindustri, dan pembuatan media web
sekolah sebagai saran promosi/publikasi. Proses pembelajaran diselenggarakan dengan
berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif, produktif, menyenangkan, menantang dan
memberi motivasi peserta didik. Pada hakekatnya, pengelolaan SMK adalah untuk
memberikan layanan dalam rangka pemenuhan kepuasan pelanggan (customer
satisfaction), baik untuk peserta didik maupun industri sebagai pengguna lulusan.
Tentunya, pelayanan yang diberikan SMK kepada pelanggan harus bermutu sehingga
dapat memuaskan mereka.

Oleh karena itu SMK berkewajiban untuk senantiasa memelihara konsistensi dan
berupaya meningkatkan mutu hasil pendidikan demi tercapainya tingkat kepuasan
pelanggan.
SMK dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila kepuasan pelanggan internal
(peserta didik, guru, tenaga kependidikan) dan pelanggan eksternal (Dunia Usaha/Dunia
Industri, perguruan tinggi, dan termasuk orang tua peserta didik) telah terpenuhi.
Semua itu adalah suatu upaya untuk mewujudkan terjadinya kesesuaian keterampilan
yang dikuasai lulusan lembaga pendidikan (SMK) dengan jenis keterampilan yang
dibutuhkan oleh dunia usaha/dunia industri.

Oleh karena itu melalui Proposal Bantuan Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019
ini, sangat membantu kami dalam menciptakan metode pembelajaran yang berbasis
aktivitas sesuai karakteristik kompetensi keahlian SMK.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan


laporan Proposal Bantuan SMK Pelaksana Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019
ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan
segala kerendahan hati , kami menerima masukan/segala kritik dan saran yang
membangun.

Akhirnya, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada


jajaran Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan khususnya Seksi Program
Subdit Program dan Evaluasi , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah atas segala bantuan dan kerjasamanya, sehingga SMK Negeri 1 Sragen semakin
maju, berprestasi dan membanggakan. SMK Bisa! SMK Hebat!

Sragen, 11 April 2019

Kepala SMK Negeri 1 Sragen


Provinsi Jawa Tengah

Dra. BUDI ISNANIK, M.Pd.


NIP. 19661225 199403 2 003
Lampiran - lampiran :

1. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah;


2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan;
3. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
4. Fotokopi Akte Pendirian Yayasan;
5. Fotokopi Surat Pengesahan Pendirian Yayasan oleh Kemenkumham;
6. Fotokopi Ijin Operasional/ Pendirian Sekolah/Sertifikat Akreditasi;
7. Data peserta didik masing-masing kompetensi keahlian yang dibuka
pada setiap tingkat, dan banyak rombongan belajar.
8. Data Siswa dan Data Rombongan Belajar;
9. Data Penerimaan Siswa Baru Tahun Terakhir (pendaftar-diterima-
ditolak)
10. Fotokopi Piagam Akreditasi Sekolah;
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

SMK dalam keberadaannya sebagai lembaga pendidikan kejuruan telah menjadi


pilihan utama bagi para orang tua untuk menyekolahkan putra putrinya, terutama
bagi putra-putri mereka yang memiliki kecerdasan motorik lebih baik dari
akademiknya. Tumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat tersebut, perlu
diimbangi oleh kesediaan sekolah untuk senantiasa melakukan upaya perbaikan
kualitas pengelolaan (quality improvement), menjamin 8 komponen pendidikan
sesuai standar kualitas yang ditetapkan (quality assurance), dan melakukan kontrol
setiap tahapan proses pendidikan (quality control) untuk memastikan lulusan
memiliki penguasaan kompetensi sesuai tuntutan para pelanggannya (peserta
didik, orangtua, dan pengguna lulusan). Salah satu model pengelolaan pendidikan
kejuruan yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas pendidikan adalah
pendekatan pengelolaan pendidikan berbasis industri/ keunggulan wilayah.
Pengelolaan SMK dengan model ini mengedepankan kualitas pendidikan di SMK
sebagaimana prinsip kualitas yang diaplikasikan dalam sebuah industri, dengan
sumber utama materi pembelajaran yang kontekstual dengan keunggulan
sumberdaya di wilayah tempat SMK berada. Secara filosofis pengelolaan
pendidikan seperti ini memberikan focus perhatian pada pemenuhan kepuasan
pelanggan, layaknya sebuah industri yang selalu mengutamakan kepuasan
pelanggan (customer satisfaction). Yakni, SMK memberikan pelayanan (service)
kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan tentunya haruslah bermutu sehingga
dapat memuaskan pelanggan. Dengan demikian SMK selalu dituntut untuk
memperbaiki kualitas mutu pendidikan demi tercapainya mutu yang baik dan
kepuasan pelanggan.
Jadi SMK dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila kepuasan pelanggan
internal (peserta didik, guru, tenaga kependidikan) dan pelanggan eksternal
(industry, perguruan tinggi, dan termasuk orang tua peserta didik) telah terpenuhi.
Oleh karena itu, untuk memposisikan SMK sebagaimana halnya industri, maka
harus memenuhi standar mutu Total Quality Management, dan memenuhi
indikator kinerja sekolah yang telah ditetapkan melalui panduan mutu sekolah.
Dalam dunia pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan kualitas hasil pendidikan
dapat diukur dengan kompetensi yang dapat dikuasai oleh peserta didik, dan
tingkat kepuasan pengguna ulusan dari para pihak; industri, pendidikan tinggi, dan
lembaga lain. Menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) dan dinamika
perubahan pola ketenaga kerjaan inter dan antar negara dan bangsa, serta telah
diberlakukan konvensi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan kebijakan
pemerintah melalui Revitaslisasi SMK, SMK sudah tidak mungkin lagi merespon
imbas perubahan paradigma tersebut dengan cara-cara lama. Oleh karena itu
Direktorat Pembinaan SMK melalui program pengembangan SMK Rujukan,
memberikan solusi untuk menjawab tantangan perubahan tersebut.

Pengembangan SMK Rujukan merupakan salah satu program yang dicanangkan


oleh Pemerintah dalam rangka upaya peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
keluaran (tamatan) pendidikan SMK. Besarnya kontribusi potensi industri Animasi
di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya
menjadi peluang bagi SMK Raden Umar Said Kudus untuk dikembangkan menjadi
SMK Rujukan. Untuk meningkatkan kompetensi siswa Animasi SMK Raden Umar
Said Kudus maka diperlukan pengembangan SMK baik fisik dan non fisik yang
relevan dengan potensi industri. Konsep pengembangan tersebut dapat melaui
efisiensi dan efektifitas manajemen sekolah, peningkatan kompetensi tenaga
pengajar, peningkatan hubungan kerjasama dengan industri.

Dengan Proposal Bantuan Pengembangan SMK Rujukan ini, SMK SMK Negeri 1
Sragen akan terus berupaya memperbaiki kualitas pendidikan, yaitu pengelolaan
SMK dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan
industri ke dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang memiliki
hard skill dan soft skill sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia
industri. Selain itu juga sangat membantu kami dalam Menyelenggarakan model
pembelajaran yang dirancang bersama industri/asosiasi mitra untuk pemenuhan
kompetensi khusus lulusan yang diminta oleh industri. Bentuk dari kegiatan
tersebut diantaranya melalui program penyelarasan Kejuruan, pengembangan
program teaching factory, Pengembangan kewirausahaan siswa
(entrepreneurship), program magang industri, pengembangan pembelajaran
dengan teknologi terkini, dan lain sebagainya.

B. Visi dan Misi Sekolah

Visi
”Terwujudnya Insan Yang Berakhlak Mulia, Cerdas Dalam Iq, Eq Sq Dan
Peduli Terhadap Lingkungan Agar Mampu Bersaing Secara Global”

Misi
a. Membentuk warga sekolah yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia
dan berbudi pekerti luhur dengan mengembangkan sikap dan perilaku
religius baik di dalam sekolah maupun diluar sekolah;
b. Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu,
bertoleransi, bekerjasama, saling menghargai, displin, jujur, kerja
keras, kreatif dan inovatif;
c. Meningkatkan nilai kecerdasan, cinta ilmu dan keingin tahuan peserta
didik dalam bidang akademik maupun non akademik;
d. Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan,
komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis;
e. Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan
manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan
peserta didik;
f. Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai

C. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari Bantuan Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019 adalah sebagai
berikut;

1. Mendukung program penyelarasan kejuruan


2. Mendukung program pengembangan teaching factory
3. Mendukung program kewirausaahaan sekolah
4. Mendukung penilaian mutu penilaian
5. Mendukung pengembangan magang industri
6. Mendukung pengembangan Pembelajaran dengan teknologi terkini
7. Pembuatan web informasi sekolah.
8. Meningkatkan kualitas input, proses, dan out put pengelolaan pembelajaran
di SMK sesuai tuntutan standar pengelolaan di industri;
9. Membangun pola kemitraan antara SMK dengan industri dalam rangka untuk
mengatasi kesenjangan tenaga guru, fasilitas praktik, dan keterserapan
lulusan di dunia kerja;
10. Menyelenggarakan model pembelajaran yang dirancang bersama industri/
asosiasi untuk pemenuhan permintaan lulusan yang spesifik;
11. Memberdayakan SMK untuk peningkatkan peran-serta dalam pertumbuhan

Sedangkan sasaran dari Program Bantuan Pengembangan SMK Rujukan adalah


kompetensi keahlian Tata Busana SMK Negeri 1 Sragen yang memiliki potensi
untuk dikembangkan karena prospek keberkerjaan siswa cukup terbuka, sehingga
angka keterserapan siswa didunia kerja tinggi.
BAB II
PENGEMBANGAN PROGRAM SMK RUJUKAN

A. Kompetensi Keahlian yang dibuka dan akreditasi

Kompetensi keahlian yang dibuka oleh SMK Negeri 1 Sragen sampai saat ini,
termasuk pencapaian akreditasi sekolah sebagai berikut :

Status
No. Kompetensi Keahlian
Akreditasi
1 Teknik Komputer dan Jaringan A
2 Tata Busana A
3 Akuntansi dan Keuangan Lembaga A
4 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran A
5 Bisnis Daring dan Pemasaran A
6 Multimedia -

B. Data Guru Produktif

Kondisi guru yang ada di SMK Negeri 1 Sragen Khususnya guru produktif sebagai
berikut;

Jumlah Jumlah
No Kompetensi Keahlian Total
L P
1. Teknik Komputer dan Jaringan 3 1 4
2. Tata Busana 4 4
3. Akuntansi dan Keuangan Lembaga 15
4. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran 2 7 9
5. Bisnis Daring dan Pemasaran 3 5 8
6. Multimedia 2 2

C. Data DU / DI sebagai Institusi Pasangan SMK

Untuk meningkatkan kompetensi siswa agar sesuai standar yang dibutuhkan oleh
industri, maka SMK Negeri 1 Sragen Bekerjasama Dunia usaha/Dunia sebagai
institusi pasangan. Adapun DU/DI yang telah bekerjasama dengan SMK Negeri 1
Sragen sebagai berikut:

Kompetensi
No Nama DU/DI Alamat
Keahlian
1 Kantor Kecamatan Sine Ngawi AK / AP
2 MIX Computer Kartasura Surakarta TKJ
3 Gunawan Apri, Surakarta Surakarta TB
4 Prima Computer, Karanganyar Karanganyar TKJ
Kompetensi
No Nama DU/DI Alamat
Keahlian
5 Ramon Computer, Surakarta Surakarta TKJ
6 Solocom, Surakarta Surakarta TKJ
7 Kantor Kecamatan Gemolong Sragen AK/AP
8 Giant Plaza, Palur Sragen PM
9 PD BKK Karanganyar Cab. Mojogedang Karanganyar AK
10 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Gemolong Sragen AK
11 KSU Ja'far Medika, Mojogedang Sragen AK
12 Konveksi Rifai Widodaren - Ngawi Ngawi TB
13 PD BKK Tanon Cab. Mondokan Sragen AK
14 PT Rosalia Indah, Palur Surakarta AP
15 Kantor Kecamatan Plupuh Sragen AK/AP
16 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Plupuh Sragen AK
17 BMT Hira Cab. Sukodono Sragen AK
18 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Sukodono Sragen AK
19 Kantor Kecamatan Sukodono Sragen AK/AP
20 PD BKK Karanganyar Cab. Kebakkramat Karanganyar AK
21 Kantor Kecamatan Kebakkramat Karanganyar AK/AP
22 Rozan Mart, Kebakkramat Karanganyar PM
23 Kantor Kecmatann Jenar Sragen AK/AP
24 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Jenar Sragen AK
25 Dadung Com, Mantingan, Ngawi Ngawi TKJ
26 Kantor Kecamatan Mantingan Ngawi AK/AP
27 Agung Swalayan Mantingan Ngawi PM
28 ANS Computer Mantingan, Ngawi Ngawi TKJ
29 BMT Hira Gabugan Tanon Sragen AK
30 Kantor Kecamatan Tanon Sragen AK/AP
31 Swalayan Rozan, Grompol Sragen PM
32 Toko Lilin Gondang Sragen PM
33 Kantor Kecamatan Sambungmacan Sragen AK/AP
34 PD BKK Tanon Cab. Sambungmacan Sragen AK
35 Toko Sahaja Botok, Kerjo Karanganyar PM
36 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Tangen Sragen AK
37 Penjahit Ainun Collection Tanon Sragen TB
38 Kanet Computer, Kadipiro, Sambirejo Sragen TKJ
39 WE Computer Sambungmacan Sragen TKJ
40 KUD Masaran Akur Sragen AK
41 Swalayan Mentari Gondang Sragen PM
42 BMT Hira Cab. Tangen Sragen AK
43 KSPPS Babussalam Gondang Sragen AK
44 BKK Tanon Sragen AK
45 PD BKK Tanon Cab. Gesi Sragen AK
46 BMT Hira Cab. Gondang Sragen AK
47 Toko Sriwijaya Masaran Sragen PM
48 Mitragama, Mojokerto, Kedawung Sragen TKJ
49 Kantor Kecamatan Gesi Sragen AK/AP
50 Amanah Computer Masaran Sragen TKJ
51 Toko Sinar Timur Mart, Jono Sragen PM
52 Toko Angga Masaran Sragen PM
53 Toko Jadi Jaya Tangen Sragen PM
Kompetensi
No Nama DU/DI Alamat
Keahlian
54 BTS Cell Masaran Sragen TKJ
55 PT Pegadaian UPC. Gondang Sragen AK
56 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Masaran Sragen AK
57 PT Pegadaian UPC. Masaran Sragen AK
58 PD BKK Karanganyar Cab. Kerjo Karanganyar AK
59 Kantor Kecamatan Tangen Sragen AK/AP
60 MNS Sambirejo, Sragen Sragen TKJ
61 Adista Computama, Gawan, Tanon Sragen TKJ
62 Kantor Kecamatan Masaran Sragen AK/AP
63 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Sambirejo Sragen AK
64 Kantor Kecamatan Gondang Sragen AK
65 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Gondang Sragen AK
66 Kantor Kecamatan Sambirejo Sragen AK/AP
67 Konveski Kusuma Teratai Sragen TB
68 KSPPS Babussalam Gawan Sragen AK
69 Penjahit Sabar Blimbing Sragen TB
70 Konveksi Arum Busana Jurang Jero Sragen AK
71 BMT Hira Cab. Sidoharjo Sragen AK
72 AR Computer Kedawung Sragen TKJ
73 Kantor Kecamatan Kedawung Sragen AK/AP
74 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Kedawung Sragen AK
75 Penjahit Zahra Busana, Ngrampal Sragen TB
76 BMT Hira Cab. Karangmalang/Puro Sragen AK
77 PD BPR BKK Karangmalang Cab. Sidoharjo Sragen AL
78 Kantor Kecamatan Sidoharjo Sragen AK/AP

D. Pengembangan Program Magang Industri

Kegiatan Magang guru sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan relevansi


kompetensi keahlian guru produktif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang ada di dunia usaha dan dunia industri. Guru dapat melihat secara
nyata, tamatan seperti apa yang dicari, yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan
dunia industri itu nantinya. Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
seyogyanya adalah orang-orang yang kompeten, dan profesional di bidangnya.
Mampu bersaing dengan calon-calon tenaga kerja tamatan sekolah lainnya. Soalnya,
keberhasilan pendidikan kejuruan, diukur berdasarkan seberapa banyak lulusan
dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri maupun berwirausaha mandiri. Saat
ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di dunia usaha dan
industri sering berjalan lebih cepat daripada perkembangan Iptek yang ada di SMK
itu sendiri. Hal ini menyebabkan kompetensi keahlian yang diajarkan di SMK sering
mengalami kesenjangan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan
dunia industri sehingga lulusan SMK belum siap bekerja saat mereka lulus.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, kami akan mengirimkan guru kompetensi
keahlian/kejuruan (produktif) animasi untuk mengikuti magang di dunia usaha dan
industri yang relevan dengan kompetensi yang diajarkan. Dalam pengembangannya
kedepan kami akan menambah DU/DI sebagai mitra sekolah agar lebih
berkembang. Selain itu kami juga akan mendatangkan mentor profesional dibidang
animasi sebagai guru tamu. Hal ini untuk memberikan bimbingan kepada guru-guru
produktif di sekolah tanpa guru tersebut meninggalkan sekolah.

Pada kenyataannya, masih banyak guru SMK yang belum memiliki pengalaman
magang di dunia usaha dan industri sehingga kompetensi yang diajarkan ada yang
belum sesuai dengan kebutuhan kompetensi di dunia usaha dan industri itu sendiri.
Padahal, magang guru itu sangat banyak manfaatnya bagi guru apalagi bagi seorang
guru produktif di SMK.

Dengan demikian, guru dapat mengetahui kompetensi mana yang harus dipertajam
dalam pembelajaran agar dapat melahirkan peserta didik yang kompeten sesuai
dengan kompetensi yang dibutuhkan. Dalam hal ini guru bisa memulainya dari
langkah pertama, yaitu menganalisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
yang akan dipelajari.

Kemudian indikator apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai kompetensi
dasar dan standar kompetensi tersebut. Berikutnya, guru dapat merancang
persiapan mengajar dan mengatur strategi serta metode pembelajaran yang cocok
untuk diberikan kepada peserta didik. Hal ini agar peserta didik dapat dengan
mudah memahami dalam mempelajari kompetensi tersebut sehingga peserta didik
bisa kompeten serta dapat mengaplikasikannya di dunia usaha atau dunia industri
setelah tamat nantinya. Magang guru dapat menambah pengetahuan dan
keterampilan yang mendukung guru produktif SMK untuk lebih aktual pada saat
mengajar dan memperoleh gambaran bagaimana prosedur kerja di dunia usaha
atau dunia industri. Bila guru melaksanakan magang, artinya guru bukan saja
melihat prosedur kerja, namun juga ikut terlibat dalam mengerjakan tugas-tugas
sebagaimana karyawan (pekerja) lainnya. Guru tidak lagi mengira-ngira apa dan
bagaimana sebenarnya untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan peserta didik
tersebut.

Kemudian, guru akan dapat mengatasi masalah jika terjadi dalam mengerjakan
tugas karena ada instruktur yang membimbing guru dalam melaksanakan pekerjaan.
Mungkin, selama ini guru menggali pengetahuan dan keterampilan hanya dengan
membaca buku atau literatur yang membuat guru menghayalkan yang akan
disampaikan kepada siswa.

Kadang-kadang guru ragu-ragu dalam mentransfer ilmu kepada siswa karena belum
melihat dan melakukan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dengan ikut
terlibatnya guru dalam proses pengerjaan kompetensi yang diinginkan, membuat
guru bertambah wawasanya dan leluasa, percaya diri, mudah dalam mengambil
keputusan dalam mengajar. Mudah dalam penyampaian materi, terampil dalam
menyelesaikan kompetensi, tidak perlu menghayal lagi. Tidak perlu mengira-ngira
lagi karena sudah fakta yang disampaikan kepada peserta didik. Peserta didik pun
merasa senang dan mudah menyerap ilmu dan keterampilan dari guru yang punya
pengetahuan, punya wawasan serta terampil dengan kompetensi yang diajarkan.

Magang guru juga dapat menambah wawasan guru produktif SMK untuk merintis
pengembangan teaching factory. Pelaksanaan teaching factory dapat meningkatkan
kompetensi dan jiwa kewirausahaan siswa di sekolah.

E. Pengembangan Pembelajaran Teaching Factory

Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis


produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan
dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching
Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan
menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga
harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam
pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.
F.

Teaching factory menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya


untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan
sekolah dan kebutuhan industri.

Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan


sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah
pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah
yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dll
juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya.
Penerapan unit produksi sendiri memiliki landasan hukum yaitu Peraturan
Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu "Untuk mempersiapkan
siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah
kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional."
G.

Pembelajaran melalui teaching factory bertujuan untuk menumbuh-kembangkan


karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan,
dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kualitas hasil
pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training).

Adapun langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Sragen dalam
rangka pengembangan teaching factory, pertama adalah Implementasi
Pembelajaran CBET diarahkan menjadi PBET, yang kemudian berlanjut ke Teaching
Factory. Pengertiannya bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan (lifeskill)
dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang
sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan
pasar/konsumen. Dengan perkataan lain, untuk mencapai kompetensi tertinggi,
Jobsheet dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja yang
sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar
artinya kualitasnya sudah dipercayai pasar, bukan produk gagal. Perubahan pada
kurikulum yang berlaku perlu dilakukan dalam rangka memenuhi SKKNI dan
penyesuaian terhadap implementasi pembelajaran yang diterapkan pada Teaching
Factory.

Kedua penyediaan bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran merupakan fasilitas


yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran. Bahan pembelajaran ini bisa
berupa bahan bacaan, media, alat peraga, atau alat pendukung lainnya. Untuk
menyukseskan Pengembangan Teaching Factory di SMK Negeri 1 Sragen ini bahan
pembelajaran perlu disiapkan dan diadakan secara lengkap, sehingga proses belajar
mengajar tidak terhambat oleh kurangnya bahan pembelajaran. Ketiga penyediaan
fasilitas ruang praktik siswa yang peralatannya lengkap, sesuai/sama dengan yang
ada di dunia industri, agar tamatan nantinya memiliki kompetensi yang sama
dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh Industri.

Selanjutnya yang tak kalah penting, yang sangat menentukan keberhasilan


pengembangan teaching factory SMK Negeri 1 Sragen adalah kesiapan sumber daya
manusia (SDM) guru dan tenaga kependidikan, utamanya adalah guru produktif
program keahlian animasi yang merupakan pelaku utama dari program
pengembangan teaching factory. Oleh karena kami merencanakan kegiatan
workshop sosialisasi dan desiminasi program teaching factory, workshop
penyusunan rencana pengembangan teaching factory semua program keahlian,
workshop penyusunan perangkat pembelajaran teaching factory, workshop
penyusunan rancangan pengkondisian fasilitas teaching factory, pengembangan
SDM guru produktif melalui kegiatan magang kerja di industri, serta pembenahan
sarana prasarana ruang praktik dan pengembangan akses informasi melalui media
online (Website, Blog, Facebook) dan lainnya sebagai sarana promosi sekolah dan
media untuk berkomunikasi dengan dunia industri.

H. Pengembangan Program Kewirausahaan Sekolah

Pengembangan program kewirausahaan disekolah dimulai dari menanamkan nilai-


nilai kewirausahaan pada peserta didik. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan
antara lain; pembenahan dalam Kurikulum, peningkatan peran sekolah dalam
mempersiapkan wirausaha, pembenahan dalam pengorganisasian proses
pembelajaran, dan pembenahan pada diri guru.

Untuk itu, substansi inti pengembangan program kewirausahaan adalah penataan


ulang kurikulum sekolah yang dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu
menjawab keutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah
dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (di antaranya dengan
mengembangkan model (link and match) dengan industri. Di samping itu
pelaksanaan pendidikan kewirausahaan sesuai dengan amanah Undang-Undang No.
20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan
bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Keberhasilan program
pendidikan kewirausahaan dapat diketahui melalui pencapaian kriteria oleh peserta
didik, guru, dan kepala sekolah yang antara lain meliputi; peserta didik memiliki
karakter dan perilaku wirausaha yang tinggi, lingkungan kelas yang mampu
mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai
kewirausahaan yang diinternalisasikan, dan lingkungan kehidupan sekolah sebagai
lingkungan belajar yang bernuansa kewirausahaan.

Oleh karena itu pengembangan program kewirausahaan yang akan kami lakukan kedepan
yaitu dengan memaksimalkan unit produksi /teaching factory yang ada dengan
memberikan bekal dan kemandirian kepada peserta didik. Sedangkan unit produksi adalah
kegiatan yang mampu mengolah dan menghasilkan suatu produk dan jasa dan bernilai jual,
seperti membuat desain grafis, membuat film animasi dan lain sebagainya.

I. Memiliki Mitra Industri

Mitra industri dari SMK Negeri 1 Sragen sebagai berikut :

No Nama DU/DI Alamat


1. Gunawan Apri, Surakarta Surakarta
2. Konveksi Rifai Widodaren - Ngawi Ngawi
3. Penjahit Ainun Collection Tanon Sragen
4. Konveski Kusuma Teratai Sragen
5. Penjahit Sabar Blimbing Sragen
6. Konveksi Arum Busana Jurang Jero Sragen
7. Penjahit Zahra Busana, Ngrampal Sragen
8. Griya Batik Adi Peny Sragen
9. PT Pan Brothers Cab. Sragen
10. Family Tailor Sragen
11. Penjahit Rahayu Sragen
BAB III

PENUTUP

SMK Negeri 1 Sragen melalui Proposal Bantuan Pengembangan SMK Rujukan ini adalah
salah satu upaya dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru dan
siswa yang memiliki skil/keahlian yang profesional siap bersaing, Kegiatan yang
dilakuakan diantaranya melalui penyelarasan kurikulum kejuruan sekolah dengan
industri, pengembangan pembelajaran berbasis teaching factory, pengembangan
kewirausahaan, penilaian mutu pendidikan, kegiatan magang diindustri, dan pembuatan
media web sekolah sebagai saran promosi/publikasi. Proses pembelajaran
diselenggarakan dengan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif, produktif,
menyenangkan, menantang dan memberi motivasi peserta didik. Pada hakekatnya,
pengelolaan SMK adalah untuk memberikan layanan dalam rangka pemenuhan
kepuasan pelanggan (customer satisfaction), baik untuk peserta didik maupun industri
sebagai pengguna lulusan. Tentunya, pelayanan yang diberikan SMK kepada pelanggan
harus bermutu sehingga dapat memuaskan mereka. Oleh karena itu SMK berkewajiban
untuk senantiasa memelihara konsistensi dan berupaya meningkatkan mutu hasil
pendidikan demi tercapainya tingkat kepuasan pelanggan.

SMK dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila kepuasan pelanggan internal
(peserta didik, guru, tenaga kependidikan) dan pelanggan eksternal (Dunia Usaha/Dunia
Industri, perguruan tinggi, dan termasuk orang tua peserta didik) telah terpenuhi.
Semua itu adalah suatu upaya untuk mewujudkan terjadinya kesesuaian keterampilan
yang dikuasai lulusan lembaga pendidikan (SMK) dengan jenis keterampilan yang
dibutuhkan oleh dunia usaha/dunia industri.

Oleh karena itu melalui Proposal Bantuan Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019
ini, sangat membantu kami dalam menciptakan metode pembelajaran yang berbasis
aktivitas sesuai karakteristik kompetensi keahlian SMK.

Sragen, 11 April 2019

Kepala SMK Negeri 1 Sragen


Provinsi Jawa Tengah

Dra. BUDI ISNANIK, M.Pd.


NIP. 19661225 199403 2 003
LAMPIRAN I

JADWAL PELAKSANAAN PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN


SMK NEGERI 1 SRAGEN

Tahun 2019
Komponen/Program/ Jml Bulan Mei Bulan Juni Bulan Juli Bulan Agustus Bulan September
No
Bentuk Kegiatan Keg
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 2 3 4 1 2 3 4
Workshop Pengenalan dan
1 Pemahaman Konsep SMK 1
Rujukan
2 Penyusunan Program Kerja
Pengembangan SMK
Rujukan
2.1 Pembahasan Program 1
Kerja Pengembangan SMK
Rujukan
2.2 2
Penyusunan/pembuatan
Program Kerja
Pengembangan SMK
Rujukan
3 Pengembangan Program 2
Magang Industri
5 Supervisi 1
6 Pengembangan 1
Pembelajaran Teaching
Factory
7 Pengembangan Program 1
Kewirausahaan
8 Pengembangan Jaringan 1
dengan Mitra Industri

Sragen, 11 April 2019

Kepala SMK Negeri 1 Sragen


Provinsi Jawa Tengah

Dra. BUDI ISNANIK, M.Pd.


NIP. 19661225 199403 2 003
LAMPIRAN II
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
BANTUAN PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN
SMK NEGERI 1 SRAGEN

Komponen/Program/ Jumlah
No Jml Keg
Bentuk Kegiatan (Rp)
Workshop Pengenalan dan Pemahaman Konsep SMK
1 1 6,550,000
Rujukan
2 Penyusunan Program Kerja Pengembangan SMK Rujukan
2.1 Pembahasan Program Kerja Pengembangan SMK 1
5,300,000
Rujukan
2.2 Penyusunan/pembuatan Program Kerja 2
6,850,000
Pengembangan SMK Rujukan
3 Pengembangan Program Magang Industri 2 75,000,000
5 Supervisi 1 8,100,000
6 Pengembangan Pembelajaran Teaching Factory 1 24,750,000
7 Pengembangan Program Kewirausahaan 1 25,000,000
8 Pengembangan Jaringan dengan Mitra Industri 1 25,000,000
9 Promosi dan Publikasi 1 20,000,000
10 Pengelolaan administrasi dan Pelaporan 1 10,000,000
Jumlah 200.000.0000

Sragen, 11 April 2019

Kepala SMK Negeri 1 Sragen


Provinsi Jawa Tengah

Dra. BUDI ISNANIK, M.Pd.


NIP. 19661225 199403 2 003

Anda mungkin juga menyukai