Anda di halaman 1dari 4

HIPERTENSI

No Dokumen :

SPO
No. Revisi :
Pemerintah
Kabupaten Tgl. Terbit : Puskesmas
Temanggung Tlogomulyo
Halaman :
Dibuat Diteliti Disahkan
KetuaPokja UKP Kepala Puskesmas Tlogomulyo

Mariyam, Am. Keb Dr. Ni Wayan Fitrianinhtyas Drg. Sri Kiswardiani


NIP. 19731018 199303 2 002 NIP. 19830705 201001 2 027 NIP.19780403 200501 2 011

Pengertian Hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi


sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan nifas.
Golongan penyakit ini di tandai dengan hipertensi dan kadang-kadang disertai
proteinuria, oedema, convulsi, koma, atau gejala-gejala lain
Tujuan 1. Untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petugas dalam
melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
hipertensi
2. Dapat mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
atau kolaborasi
3. Mengetahui keadaan ibu hamil dengan hipertensi yang disertai dengan
komplikasi dan segera membawa ibu atau pasien ke pelayanan kesehatan
yang lebih tinggi.
Kebijakan Penanganan ibu hamil dengan hipertensi mengikuti prosedur yang ada dalam
SPO
Referensi 1. Standar Pelayanan Kebidanan 2007
2. Obtetri Patologi 1984
Langkah- 1. Petugas Pendaftaran mengantar rekam medis ke ruang KIA
langkah 2. Bidan memanggil nama ibu,
3. Bidan mempersilahkan ibu untuk duduk/ berbaring dengan nyaman,
4. Bidan mencocokkan nama ibu dengan nama yang ada dalam rekam medis
pasien,
5. Bidan melakukan anamnesa kepada pasien :
a. Sejak kapan ibu mengalami hipertensi?
b. Apakah ibu merasa pusing ?
c. Apakah ada gangguan penglihatan dan nyeri ulu hati ?
d. Apakah ibu ada oedeme ?
6. Bidan melakukan pemeriksaan 10 T,
7. Jika hasil pengukuran tekanan darah diatas 140/90mmHg atau peningkatan
diastole 15 mmHg atau lebih (sebelum 20 mgg), ulangi pengukuran tekanan
darah dalam 1jam,
8. Bidan memeriksa adanya oedem terutama pada wajah atau tungkai bawah
atau tulang kering dan daerah sacral,
9. Melakukan rujukan internal ke laboratorium untuk pemeriksaan urin terhadap
albumin,
10. Bidan melakukan rujukan apabila tekanan darah sangat tinggi 160/110
mmHg, peningkatan terjadi secara tiba-tiba dan berkurangnya air seni (sedikit
dan berwarna gelap),oedem berat yang timbul mendadak khususnya pada
wajah,daerah sacral,punggung bawah atau protenuria
11. Bidan memberitahu kepada ibu tentang hasil pemeriksaan
12. Bidan memberikan KIE kepada ibu dan keluarga mengenai tanda-tanda
eklamsi yang mengancam yaitu sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati
dan pembengkakan mendadak pada kaki atau punggung atau wajah, jika
tanda-tanda itu di temukan segera ke rumah sakit
13. Bidan menuliskan resep
a. Sufas Ferros 1-2 x 1 Tab/ Hari,
b. Asam Ascorbat (Vit C) 1-2 x 50 Mg/ Hari
c. Nifedipin 1x10 mg
14. Bidan memberikan resep kepada ibu
15. Bidan memberitahu ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai
16. Bidan menyarankan kepada ibu untuk kembali periksa 2 minggu lagi atau
sewaktu-waktu bila ada keluhan
17. Bidan mempersilahkan ibu untuk mengambil obat di apotek
18. Bidan mendokumentasikan hasil pemeriksaan di rekam medis, register KIA
dan kohort ibu
19. Bidan merapikan rekam medis ibu,
20. Bidan mengembalikan rekam medis ibu kepada unit pendaftaran.
Unit 1.Pendaftaran
Terkait 2. Laboratorium
3. BP Umum
4. Apotik

Rekaman Historis Perubahan

No Hal yang di rubah Isi Perubahan Tgl Mulai di berlakukan

HIPERTENSI
No Kode :
DAFTAR Terbitan :
TILIK No.
Revisi :
Tgl.
MulaiBer
laku :
PUSKESMAS Halaman :
TLOGOMULYO
No Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak
Berlaku
1 Apakah petugas Pendaftaran mengantar rekam medis ke ruang
KIA
2 Apakah Bidan memanggil nama ibu,

3 Bidan mempersilahkan ibu untuk duduk/ berbaring dengan


nyaman,
4 Apakah Bidan mencocokkan nama ibu dengan nama yang ada
dalam rekam medis pasien,
5 Apakah Bidan melakukan anamnesa kepada pasien :
a. Sejak kapan ibu mengalami hipertensi?
b. Apakah ibu merasa pusing ?
c. Apakah ada gangguan penglihatan dan nyeri ulu hati
?
d. Apakah ibu ada oedeme ?

6 Apakah Bidan melakukan pemeriksaan 10 T,


7 Apakah Bidan mengulangi pengukuran tekanan darah, jika
hasil diatas 140/90mmHg atau peningkatan diastole 15 mmHg
atau lebih (sebelum 20 mgg
8 Apakah Bidan memeriksa adanya oedem terutama pada wajah
atau tungkai bawah atau tulang kering dan daerah sacral,
9 Apakah Bidan Melakukan rujukan internal ke laboratorium
untuk pemeriksaan urin terhadap albumin,
10 Apakah Bidan melakukan rujukan apabila tekanan darah
sangat tinggi 160/110 mmHg, peningkatan terjadi secara tiba-
tiba dan berkurangnya air seni (sedikit dan berwarna
gelap),oedem berat yang timbul mendadak khususnya pada
wajah,daerah sacral,punggung bawah atau protenuria
11 Apakah Bidan memberitahu kepada ibu tentang hasil
pemeriksaan
12 Apakah Bidan memberikan KIE kepada ibu dan keluarga
mengenai tanda-tanda eklamsi yang mengancam yaitu sakit
kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati dan pembengkakan
mendadak pada kaki atau punggung atau wajah, jika tanda-
tanda itu di temukan segera ke rumah sakit
13 Apakah Bidan menuliskan resep
d. Sufas Ferros 1-2 x 1 Tab/ Hari,
e. Asam Ascorbat (Vit C) 1-2 x 50 Mg/ Hari
f. Nifedipin 1x10 mg
14 Apakah Bidan memberikan resep kepada ibu
15 Apakah Bidan memberitahu ibu bahwa pemeriksaan sudah
selesai
16 Bidan menyarankan kepada ibu untuk kembali periksa 2
minggu lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan
17 Apakah Bidan mempersilahkan ibu untuk mengambil obat di
apotek
18 Apakah Bidan mendokumentasikan hasil pemeriksaan di
rekam medis, register KIA dan kohort ibu
19 Apakah Bidan merapikan rekam medis ibu,
20 Apakah Bidan mengembalikan rekam medis ibu kepada unit
pendaftaran.
Jumlah
Compliance rate (CR)

………………………,….............………..
Observer Tindakan

……………………………..