Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

PENGANTAR EKONOMI MIKRO

“TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN


PASAR”

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Adistiana (NIM)
Anissa (NIM)
Pungki Sariadi (43117110162)
Yoseph Dwi Nugroho P. E (43117110236)
Fitri A. (NIM)

Kelas M-503
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Dosen : Ibu Febrina Mahliza, SE, M.Si
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat serta berkat-Nya karena dapat menyelesaikan tugas makalah Ekonomi Mikro
mengenai “TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KESEIMBANGAN PASAR” sehingga
dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu tugas makalah ini dapat diselesaikan tepat
pada waktunya. Penyusunan makalah ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan
dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih,
kepada:

1. Ibu Febrina Mahliza, S.E, M.M selaku Dosen Mata Kuliah Ekonomi Mikro yang telah
mengizinkan kami untuk melaksanakan tugas makalah ini;

2. Serta semua pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan tugas makalah,
yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Saya menyadari bahwa tugas makalah
Ekonomi Mikro ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya sangat mengharapkan
adanya saran, masukan maupun kritikan yang membangun guna melengkapi
kekurangan pada makalah ini. Semoga makalah yang sederhana ini dapat memberikan
manfaat kepada kita semua.

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................................i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG............................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..............................................................................................1
C. Tujuan ...................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................2
A. TEORI PERMINTAAN........................................................................................2
1. HARGA DAN PERMINTAAN ...............................................................2
2. DAFTAR PERMINTAAN.......................................................................3
3. KURVA PERMINTAAN .........................................................................3
4. EFEK FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PERMINTAAN......4
5. PERGERAKAN KURVA PERMINTAAN ............................................6
B. TEORI PENAWARAN ........................................................................................7
1. CIRI HUBUNGAN ANTARA HARGA DAN PENAWARAN .............8
2. HUKUM PENAWARAN ........................................................................8
3. DAFTAR PENAWARAN .......................................................................8
4. KURVA PENAWARAN .........................................................................9
5. EFEK FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN ......9
C. KESEIMBANGAN PERMINTAAN, PENAWARAN &
PERUBAHANNYA ............................................................................................10
1. PENENTUAN HARGA DAN JUMLAH YANG
DIPERJUALBELIKAN Diperjualbelikan............................................10
2. PERSAMAAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN .......................11
3. BEBERAPA KASUS PERUBAHAN KESEIMBANGAN.................11
4. PERUBAHAN PERMNTAAN DAN PENAWARAN ........................12
D. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN ....................................12
1. DUA KASUS PERUBAHAN PENAWARAN ....................................12

ii
2. KOEFISIEN ELASTISITAS PERMINTAAN HARGA......................12
3. RUMUS UNTUK PENGHITUNGAN KOEFISIEN
ELASTISITAS.......................................................................................13
E. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN HASIL PENJUALAN..........................14
1. KAITAN ANTARA PERUBAHAN HARGA DAN HASIL
PENJUALAN ........................................................................................14
2. ELASTISITAS PERMINTAAN PENDAPATAN ...............................14
F. ELASTISITAS PENAWARAN .........................................................................14
1. TINGKAT ELASTISITAS KURVA PENAWARAN ..........................14

BAB III PENUTUP...............................................................................................................16


A. KESIMPULAN ...................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................17

iii
BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Berbicara tentang interaksi antara pembeli dengan penjual. Teori permintaan


menerangkan tentang sifat permintaan para pembeli terhadap sesuatu barang. Teori
Penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan sesuatu barang yang
akan dijualnya. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan penawaran oleh
penjual akan ditunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual, akan
menentukan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang akan
diperjualbelikan.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah teori permintaan dan bagaimana kurva permintaan?


2. Apakah teori penawaran dan bagaimana kurva penawaran?
3. Apakah keseimbangan pasar dan bagaimana kurva keseimbangan pasar?

C. Tujuan

1. Menjelaskan teori permintaan dan kurva permintaan.


2. Menjelaskan teori penawaran dan kurva penawaran.
3. Menjelaskan keseimbangan harga dan kurva keseimbangan.

1
BAB II PEMBAHASAN

A. TEORI PERMINTAAN

Teori permintaan menjelaskan tentang sifat hubungan antara jumlah permintaan


dan harga. Permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditentukan oleh sejumlah
faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah sebagai berikut:

1. harga barang itu sendiri


2. harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut
3. pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
4. corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
5. cita rasa masyarakat
6. jumlah produk
7. ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang

Sangat sulit untuk menganalisis semua faktor diatas terhadap permintaan suatu
barang. Oleh karena itu, dalam membicarakan teori permintaan, ahli ekonomi membuat
suatu analisa yang lebih sederhana. Dalam analisis ekonomi permintaan terhadap
suatu barang dipengaruhi oleh tingkat harga jualnya.Karena itu, teori permintaan yang
dianalisis adalah hubungan antara banyak nya permintaan suatu barang dengan harga
barang tersebut.

Dari analisa diatas dapat kita asumsikan bahwa “faktor-faktor lain tidak
mengalami perubahan” atau ceteris peribus. Tetapi dengan anggapan bahwa yang
dinyatakan ini tidaklah berarti kita mengabaikan faktor-faktor lain yang dianggap tetap
tersebut. Setelah menganalisis hubungan antara jumlah permintaan dan tingkat harga
maka harga adalah tetap dan kemudian menganalisis bagaimana permintaan suatu
barang dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. Dengan demikian dapat diketahui
bagaimana permintaan terhadap suatu barang dapat berubah jika pendapatan atau
harga barang-barang lain mengalami perubahan juga.

1. HARGA DAN PERMINTAAN

Hukum permintaan pada dasarnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan;


semakin rendah harga suatu barang makasemakin banyak permintaan terhadap
barang tersebut sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang maka semakin
sedikit pula permintaan terhadap barang tersebut.

Mengapa jumlah permintaan dan tingkat harga memiliki hubungan seperti


pernyataan diatas?
• Pertama, hubungan diatas disebabkan oleh kenaikan harga terhadap barang
tersebut yang menyebabkan para pembeli mencari alternatif barang lain yang
dapat digunakan sebagai pengganti terhadap barang sebelum nya yang

2
mengalami kenaikan harga. Maka sebaliknya apabila terdapat barang yang
mengalami penurunan harga, pembeli akan mengurangi pembelian terhadap
barang lain yang sama jenis nya dan menambahkan pembelian pada barang
yang mengalami penurunan harga.
• Kedua, kenaikan harga menyebabkan pendapatan rill para pembeli berkurang.
Pendapatan yang merosot tersebut memaksa para pembeli untuk mengurangi
pembeliannya terhadap berbagai jenias barang, terutama barang yang
mengalami kenaikan harga.

2. DAFTAR PERMINTAAN

Merupakan suatu table yang berisikan gambaran dalam bentuk angka-angka


tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diinginkan
masyarakat. Berikut merupakan contoh dari daftar permintaan pada tabel 1.1

Tabel 1.1

Dalam tabel tersebut digambarkan tentang permintaan terhadap Sepatu pada


berbagai tingkat harga. Dalam gambar itu jelas ditunjukkan bahwa makin tinggi
harga Sepatu maka makin sedikit jumlah buku tulis yang diminta dan sebaliknya
semakin rendah harganya akan semakin banyak buku tulis yang diminta. Pada
harga Rp 7000 hanya 100 sepatu yang akan dibeli sedangkan pada harga Rp 1000
ternyata sebanyak 1150 sepatu akan dibeli.

3. KURVA PERMINTAAN

Berdasarkan angka-angka dalam tabel 1.1, dapat dilihat kurva permintaan terhadap
sepatu. Pada sumbu tegak digambarkan sebagi tingkat harga, dan pada sumbu
datar digambarkan berbagai jumlah buku tulis yang akan dibeli. Dengan demikian
Kurva permintaan dapat di definisikan sebagai sesuatu barang tertentu dengan
jumlah barang etrsebut yang diminta para pembeli. Dalam gambar 1.1, pada kurva
permintaan terdapat 7 titik, yaitu A,B,C,D,E,F,G. Masing-masing titik
menggambarkan bahwa pada harga Rp. 7000 jumlah sepatu yang akan dibeli
adalah 100.

Dalam menganalisi permintaan perlu disadari bahwa ada perbedaan diantara istilah
“Permintaan” dan “Jumlah barang yang diminta”. Apabila seorang ahli ekonomi

3
mengatakan “Permintaan” maka yang dimaksud adalah keseluruhan daripada
kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan keadaan seluruh hubungan
antara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan “Jumlah barang yang diminta”
yang dimaksud adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu
sebagai contoh titik D menggambarkan bahwa pada harga Rp. 4000 jumlah barang
yang diminta adalah 400 buah.

Kurva Permintaan

Tabel 1.2

Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke
kanan bawah. Kurva yang sedemikian rupa disebabkan oleh sifat hubungan antara
harga dan jumlah yang diminta, yang mempunyai sifat hubungan yang terbalik.
Apabila salah satu variabel naik (misalnya harga) maka variabel yang lainnya akan
turun (misalnya jumlah yang diminta).

4. EFEK FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PERMINTAAN

Hukum permintaan sangat memperhatikan sifat hubungan antara harga suatu


barang dengan jumlah barang yang diminta. Namun pada kenyataan nya tingginya
suatu permintaan barang juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain. Berikut
adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suatu permintaan:

a. Harga barang-barang lain


Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lain nya dapat
dibedakan menjadi tiga golongan sebagai berikut:

1) Barang Pengganti
Suatu barang dapat disebut sebagai barang pengganti dari barang yang lain
apabila ia dapat menggantikan fungsi dari barang tersebut. Sebagai contoh
yaitu minyak goreng dan margarine, ketika kita hendak menumis sayur dan

4
ternyata minyak goreng sedang habis, kita dapat menggunakan margarine
sebagai pengganti nya

2) Barang Pelengkap
Suatu barang dapat disebut sebagai barang pelengkap apabila saat
penggunaan barang tersebut selalu dipakai dengan barang lain nya. Sebagai
contoh yaitu charger, di era modern ini dimana semua orang menggunakan
gadget. Handphone tidak akan berfungsi apabila kehabisan daya dan kita
membutuhkan charger untuk mengisi daya dari handphone tersebut

3) Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan sama sekali, barang
tersebut disebut sebagai barang netral. Seperti contoh minyak goreng dan
charger. Permintaan minyak goreng tidak akan turun apabila harga charger
sedang turun.

b. Pendapatan para pembeli


Pendapatan dari para pembeli merupakan faktor yang penting dalam menentukan
permintaan terhadap suatu barang. Karena perubahan pendapatan selalu
menimbulkan perubahan terhadap permintaan suatu barang.
Berdasarkan sifat perubahan permintaan dari berubah nya pendapat, barang
dapat di bedakan menjadi berikut:

1) Barang inferior
Adalah barang yang permintaan nya banyak di kalangan masyarakat
berpendapatan rendah. Apabila pendapatan mereka bertambah tinggi, maka
permintaan terhadap barang-barang dengan golongan inferior akan menurun.
Seperti contoh sandal jepit, pada masyarakat berpendapatan rendah, sandal
jepit merupakan barang yang sering digunakan, apabila pendapatan mereka
bertambah tinggi, maka meraka akan menggati sandal tersebut dengan
sepatu.

2) Barang esensial
Adalah barang yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Seperti
contoh beras dan pakaian. Barang seperti ini tidak akan berubah meskipun
pendapatan mereka meningkat

3) Barang normal
Adalah barang yang permintaan nya mengalami kenaikan sebagai akibat dari
kenaikan pendapatan. Sebagai contoh adalah pakaian, biasa nya orang-
orang akan membeli lebih banyak pakaian apabila pendapatan mereka
meningkat.

4) Barang mewah
Adalah barang yang dibeli apabila pendapatan mereka relatif tinggi. Sebagai
contoh perhiasan mahal dan mobil mewah.

5
c. Beberapa faktor lain
Yang termasuk dari faktor-faktor lain adalah sebagai berikut:

1) Distribusi pendapatan
Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap
berbagai jenis barang. Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu
besarnya akan menimbukan corak permintaan masyarakat yang berbeda
apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekirannya
pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian
menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan bergaji rendah
maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami
perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan
berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan
orang yang berpendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan
akan bertambah permintaannya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah
akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga lebih murah akan
bertambah.

2) Cita rasa masyarakat


Memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk
membeli barang-barang. Salah satu contohnya televisi dari masa ke masa.
Contoh ini menggambarkan bagaimana cita rasa masyarakat dapat
mempengaruhi permintaan jenis barang.

3) Jumlah penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan
permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh
perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak
orang yang akan menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam
masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.

4) Ekspektasi tentang masa depan


Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang
akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen
bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan
mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk
menghemat pengeluaran pada masa yang akan databng. Sebaliknya,
ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan
ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat
dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.

5. PERGERAKAN KURVA PERMINTAAN

Kurva permintaan akan bergerak ke kanan atau ke kiri, yaitu seperti yang
ditunjukkan dalam gambar 1.3, apabila terdapat perubahan permintaan yang
ditimbulkan oleh faktor bukan-harga sekiranya harga barang lain, pendapatan para

6
pembeli dan berbagai faktor bukan-harga lainnya mengalami perubahan, maka
perubahan ini akan menyebabkan kurva permintaan pindah ke kanan atau ke kiri.

Kearah manakah kurva permintaan akan bergerak apabila perubahan itu


ditimbulkan oleh perubahan faktor bukan harga, mislanya perubahan pendapatan
pembeli? Bagian ini akan menganilsis suatu contoh dimana dimisalkan bahwa
pendapatan para pembeli mengalami kenaikan. Apabila faktor-faktor lain tidak
mengalami perubahan, kenaikan pendapatan ini akan menaikkan permintaan, yaitu
pada setiap tingkat harga jumlah yang diminta menjadi bertambah banyak.
Keadaan seperti ini digambarkan oleh perpindahan kurva permintaan dan menurut
contoh dalam gambar 1.2 perubahan itu adalah kurva DD menjadi D1D1.

Perhatikanlah sekarang titik A dan A1. Titik A menggambarkan bahwa pada harga
P, jumlah yang diminta adalah Q sedangkan titik A1 menggambarkan bahwa pada
harga P jumlah yang diminta adalah Q1 Dapat dilihat bahwa Q1 > Q dan berarti
kenaikan pendapatan menyebabkan kurva permintaan bergerak ke sebelah kanan,
maka perpindahan itu menunjukkan pertambahan dalam permintaan. Sebaliknya
pergeseran kurva permintaan ke sebelah kiri, misalnya menjadi D2. D2 berarti
bahwa permintaan telah berkurang. Sebagai akibat dari perubahan ini pada harga
P1 jumlah barang yang diminta adalah Q2. Keadaan ini ditunjukkan oleh titik A2.

Gambar 1.3

B. TEORI PENAWARAN

Adanya permintaan terhadap suatu barang belum merupakan syarat yang cukup
untuk mewujudkan transaksi dalam pasar. Suatu permintaan dapat terpenuhi apabila
para penjual dapat menyediakan juga barang-barang yang diperlukan tersebut.
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pun ditentukan oleh berbagai
macam faktor. Faktor yang terpenting adalah sebagai berikut:

1. Harga barang itu sendiri.

7
2. Harga barang-barang lain
3. Biaya Produksi
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
5. Tingkat teknologi yang digunakan

Dalam menganalisis mengenai permintaan dinyatakan bahwa tidak mungkin


untuk membicarakan secara sekaligus bagaimana permintaan dipengaruhi oleh
perubahan dari berbagai faktor yang menentukannya. Kita harus menganalisis satu
demi satu setiap faktor yang mempengaruhinya.

1. CIRI HUBUNGAN ANTARA HARGA DAN PENAWARAN

Harga dari suatu barang selalu dipandang sebagai faktor penting dalam
menentukan penawaran barang tersebut. Oleh karena itu, teori penawaran
menumpukan perhatiannya pada hubungan antara tingkat harga dengan jumlah
barang yang ditawarkan.

2. HUKUM PENAWARAN

Adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga
pada suatu barang dan jumlah barang yang akan ditawarkan oleh para penjual.
Dalam hukum penawaran dinyatakan bagaimana seorang penjual ingin
menawarkan barangnya apabila harganya sedang tinggi dan bagaimana keinginan
pejual untuk menawarkan barangnya apabila harganya sedang turun. “Pada
dasarnya hukum penawaran mengatakan bahwa semakin tingginya harga suatu
barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para
penjual. Sebaliknya, semakin rendahnya harga barang tersebut, semakin sedikit
pula jumlah barang tersebut akan ditawarkan.”
3. DAFTAR PENAWARAN

Berdasarkan pada hukum penawaran diatas, sekarang kita dapat membuat suatu
gambaran mengenai jumlah penawaran suatu barang pada berbagai tingkat harga

Gambar1.4

Gambar 1.4 diatas menunjukan berbagai tingkat harga dan dinamakan daftar
penawaran. Contoh dalam gambar 1.4 tersebut menunjukan penawaran pensil

8
dalam suatu pasar. Apabila harga pensil tersebut adalah Rp 7000 maka para
pedagang akan menawarkan sebanyak 1150 pensil. Tapi apabila pensil tersebut
seharga Rp 1000, maka para pedagang hanya akan menawarkan sebanyak 100
pensil.

4. KURVA PENAWARAN

Merupakan suatu kurva yang menunjukan hubungan antara harga suatu barang
tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. Dengan menggunakan
gambar 1.4, kita dapat membuat kurva penawaran seperti berikut:

Kurva Penawaran
8000
7000
6000
5000
4000
3000 Penawaran
2000
1000
0
0 500 1000 1500

Pada umumnya kurva penawaran menaik dari kiri bawah ke kanan atas. Yang
berarti pergerakan nya berlawanan dengan kurva permintaan. Bentuk kurva
penawaran berbentuk seperti itu dikarenakan adanya hubungan yang positif antara
harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yakni semakin tinggi harga, makin
banyak jumlah yang akan ditawarkan

5. EFEK FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN

Penawaran suatu barang ditentukan oleh harga barang itu sendiri dan juga oleh
banyak faktor lainnya. Berikut adalah faktor lain yang menetukan suatu penawaran:

a. Harga barang lain


Seperti pada teori permintaan, bahwa barang-barang ada yang saling
bersaingan antar satu dengan yang lain dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat. Barang-barang seperti ini dapat menimbulkan perngaruh yang
penting kepada penawaran sesuatu barang. Seperti contoh adanya kenaikan
biaya produksi di luar negeri maka harga sepatu yang diimpor bertambah mahal
harganya. Dengan adanya kenaikan harga tersebut pun, sekarang konsumen
sepatu lebih memilih membeli sepatu buatan dalam negeri dan menaikan

9
permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan seperti ini akan mendorong
produsen dalam negeri untuk menaikan produksi dan penawaran sepatu.

b. Biaya untuk memperoleh faktor produksi


Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang amat
penting bagi proses produksi suatu perusahaan. Pengeluaran tersebut memiliki
peranan dalam menentukan biaya suatu produksi. Dalam suatu perusahaan
kenaikan pengeluaran untuk faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi
melebihi hasil penjualan, dan mereka akan mengalami kerugian. Di lain
perusahaan, kenaikan harga faktor produksi menyebabkan berkurangnya
keuntungan. Apabila tingkat keuntungan suatu perusahaan tidak lagi menarik,
mereka akan pindah ke usaha lain.

c. Tujuan perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu disimpulkan bahwa suatu perusahaan akan
berusaha untuk memaksimalkan keuntungannya. Dengan teori ini setiap
perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas produksi nya secara
maksimal, tetapi menggunakannya pada tingkat kapasitas memaksimumkan
keuntungannya.

d. Tingkat Teknologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan
banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan
perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebaabkan
oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Dalam hubungannya dengan
penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut :
1. Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat.
2. Biaya produksi semakain murah.

C. KESEIMBANGAN PERMINTAAN, PENAWARAN & PERUBAHANNYA

1. PENENTUAN HARGA DAN JUMLAH YANG DIPERJUALBELIKAN


Diperjualbelikan

Keadaan disuatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila


jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan
jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Tiga cara dapat digunakan
untuk menunjukan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang
menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran
(iii) menentukannya secara sistematik.

a. Menentukan Keseimbangan Secara Angka

Permintaan para pembeli yang tidak terpenuhu tersebut, atau kelebihan


permintaan, menyebabkan para penjual menaikan harga . Keadaan yang wujud

10
tersebut adalah keadaan yang kekal, dan dikenal sebagai keadaan
keseimbangan atau ekuilibrium. Dan harga yang wujud dinamakan harga
keseimbangan.

b. Menentukan Keseimbangan Secara Grafik

Cara kedua untuk menjelaskan bagaimana harga dan jumlah barang yang
diperjual belikan ditentukan dipasar adalah dengan secara gambaran grafik.
Kurva permintaan berada disebelah kanan kurva penawaran, yang berarti
permintaan melebihi penawaran, yaitu berarti ia cenderung untuk mengalami
kenaikan.
c. Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik

Di samping dengan menggunakan tabel dan grafik, keadaan keseimbangan pasar


dapat juga ditunjukkan secara matematik. Pendekatan ini diterangkan dalam
contoh berikut.

2. PERSAMAAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Untuk keperluan tersebut perlulah ditentukan dua persamaan, yaitu persamaan dan
persamaan penawaran. Bentuk umum krdua-dua persamaan itu adalah:

· Persamaan permintaan:

Qd = c - Dp

· Persamaan penawaran

Qs = -m + Np

Dimana:

c = suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta,


apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
D = kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (- d) karena
kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m = suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang
ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah
negatif (-m).
n = kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva
penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd = kuantitas yang diminta,
Qs = kuantitas yang ditawarkan
P = tingkat harga.

3. BEBERAPA KASUS PERUBAHAN KESEIMBANGAN

11
Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan
penawaran yaitu:

1. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)

2. Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri)

3. Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan)

4 Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri)

4. PERUBAHAN PERMNTAAN DAN PENAWARAN

Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan


mempengaruhi keadaan keseimbangan, ditunjukan dua macam perubahan berikut:

· Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.


· Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.

D. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Apabila perubahan harga yang kecil menimbulkan perubahan yang besar terhadap
jumlah barang yang diminta maka dikatakan bahwa permintaan barang tersebut bersifat
sangat responsif terhadap perubahan harga, atau permintaannya adalah elastis.
Sebaliknya, apabila perubahan harga relatif besar, tetapi permintaannya tidak banyak
berubah maka dikatakan bahwa permintaannya tidak elastis.

Satu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai dimana besarnya pengaruh


perubahan harga terhadap perubahan permintaan, ukuran ini dinamakan elastisitas
permintaan.

Ukuran kuantitatif sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang
yang ditawarkan dinamakan elastisitas penawaran.

Elastisitas permintaan perlu dibedakan kepada tiga konsep berikut: elastisitas


permintaan harga, elastisitas permintaan pendapatan dan elastisitas permintaan silang.

1. DUA KASUS PERUBAHAN PENAWARAN

Apabila permintaan agak datar bentuknya (landai), suatu pergeseran kurva


penawaran akan menimbulkan perubahan harga yang sedikit, tetapi perubahan
jumlah yang diperjualbelikan cukup besar.

Apabila permintaan bentuknya menurun dengan sangat curam, suatu pergeseran ke


atas kurva penawaran akan menimbulkan perubahan harga yang besar, tetapi
perubahan jumlah yang diperjualbelikan adalah relatif kecil.

2. KOEFISIEN ELASTISITAS PERMINTAAN HARGA

Nilai perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan persentasi


perubahan harga disebut koefisien elastisitas permintaan

12
3. RUMUS UNTUK PENGHITUNGAN KOEFISIEN ELASTISITAS

• Rumus Penghitungan

Koefisien elastisitas permintaan adalah suatu angka yang menggambarkan


sampai berapa besarkah perubahan jumlah barang yang diminta apabila
dibandingkan dengan perubahan harga.

• Kasus Harga Menurun

Penurunan harga menaikkan permintaan, manakala kenaikan harga menurunkan


permintaan.

Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen menimbulkan


perubahan permintaan sebanyak 2 persen.

2. TINGKAT ELASTISITAS PERMINTAAN

Elastisitas adalah nol apabila perubahan harga tidak akan mengubah jumlah yang
diminta, yaitu yang diminta tetap saja jumlahnya walaupun harga mengalami
kenaikan atau menurun.

3. FAKTOR PENENTU ELASTISITAS PERMINTAAN

Faktor yang menimbulkan perbedaan dalam elastisitas permintaan berbagai barang:

- Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk menggantikan barang yang


bersangkutan

- Persentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut

- Jangka waktu di dalam mana permintaan itu dianalisis

• Persentasi Pendapatan yang Dibelanjakan

Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli sesuatu


barang, semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut

• Jangka Waktu Analisis

Semakin lama jangka waktu dimana permintaan itu dianalisis, semakin elastis
sifat permintaan suatu barang

13
E. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN HASIL PENJUALAN

1. KAITAN ANTARA PERUBAHAN HARGA DAN HASIL PENJUALAN

Apabila permintaan bersifat tidak elastis maka kenaikan harga akan menyebabkan
kenaikan hasil penjualan

Apabila elastisitas permintaan adalah writer (Ed=1), perubahan harga (bertambah


tinggi atau menurun) tidak akan mengubah hasil penjualan.

2. ELASTISITAS PERMINTAAN PENDAPATAN

Koefisien yang menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan


terhadap sesuatu barang sebagai akibat daripada perubahan pendapatan pembeli
dinamakan elastisitas permintaan pendapatan atau secara ringkas elastisitas
pendapatan.

Elastisitas pendapatan dikatakan tidak elastis apabila koefisien elastisitasnya adalah


kurang dari satu, yaitu apabila perubahan pendapatan menimbulkan perubahan yang
kecil saja terhadap jumlah yang diminta. Elastisitas pendapatan dinamakan elastis
apabila perubahan pendapatan menimbulkan pertambahan permintaan yang lebih
besar daripada perubahan pendapatan

F. ELASTISITAS PENAWARAN

Elastisitas permintaan mengukur responsif permintaan yang ditimbulkan oleh perubahan


harga. Sedangkan elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat
perubahan harga

1. TINGKAT ELASTISITAS KURVA PENAWARAN

Elastisitas penawaran mempunyai sifat-sifat yang bersamaan dengan elastisitas


permintaan, yaitu terdapat lima tingkat elastisitas: elastisitas sempurna, elastisitas
uniter, tidak elastis sempurna.

2. Jangka Waktu Analisis

Di dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran, biasanya


dibedakan tiga jenis jangka waktu, yaitu: masa amat singkat, jangka pendek, dan
jangka panjang

a. Masa amat singkat

Jangka waktu dimana para penjual tidak dapat menambah penawarannya

b. Jangka Pendek

Di dalam jangka pendek, kapasitas alat-alat produksi yang ada tidak dapat
ditambah. Tetapi setiap perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan
kapasitas yang tersedia itu dengan cara menggunakan faktor-faktor produksi,

14
termasuk barang modal, secara lebih intensif. Antara lain caranya ialah
memperpanjang jam kerja, memperbaiki manajemen produksi, menggunakan
tenaga kerja lebih efektif dan sebagainya.

c. Jangka Panjang

Produksi dan jumlah barang yang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah
dalam jangka panjang.

15
BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dengan adanya pemaparan tentang bagaimana proses permintaan dan penawaran


maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai beikut:

Permintaan adalah hubungan antara berbagai jumlah suatu barang yang akan dibeli oleh
seorang pembeli (semua pembeli) pada berbagai kemungkinan tingkat harga pada waktu
tertentu.

Pembelian/permintaan dipengaruhi oleh :

1. Harganya,
2. Faktor-faktor pendapatan,
3. Harga barang yang lain,
4. Selera dan faktor-faktor nonekonomis yang lain.
Dengan berubahnya salah satu faktor tersebut atau semuanya akan menyebabkan
permintaan berubah.

Penawaran adalah hubungan antara berbagai jumlah suatu barang yang akan dijual oleh
seorang penjual (semua penjual) pada berbagai kemungkinan tingkat harga dalam waktu
tertentu.

Jumlah yang dijual (penawaran) dipengaruhi oleh :

1. Harga
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi

Maka dengan berubahnya faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi tersebut


akan mengakibatkan penawarannya berubah.

Demikianlah beberapa point yang dapat penulis simpulkan berdasarkan data yang ada.

16
DAFTAR PUSTAKA

· Sukirno, Sadono. MIKROEKONOMI TEORI PENGANTAR. Jakarta: PT. Raja Grafindo


Persada

17
18