Anda di halaman 1dari 6

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Tugas Mandiri

FAKULTAS KEDOKTERAN Agustus 2019


UNIVERSITAS PATTIMURA

Sejarah Penyelaman dan Penggunaan Terapi Hiperbarik

Disusun oleh:
Asma Yuni Jumad
2011-83-006

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


PADA BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2019
SEJARAH MENYELAMAN DI DUNIA

Menyelaman merupakan kegiatan yang dilakukan dibawah permukaan air, dengan atau tanpa
menggunakan peralatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menyelam sudah dilakukan dari tahun
sebelum masehi (SM). Sejak zaman dulu, penyelam juga dipergunakan mencari harta karun, selain untuk
militer, seperti menenggelamkan kapal musuh, memotong jangkar, dan melubangi kapal dari bawah.
Dalam sejarah Yunani, Herodotus menceritakan seorang penyelam bernama Scyllis pada abad ke
5 SM, yang dipekerjakan Raja Persia Xerxes untuk mengambil harta karun yang tenggelam. Pada tahu
332 SM, Alexander The Great mengirimkan penyelam untuk meruntuhkan pelabuhan di kota Tyra
(Libanon). Dan pada tahun 415 SM para penyelam Yunani meledekan peledak dibawah permukaan laut
untuk menghancurkan pelabuhan di Sirakusa.
Di Negara Indonesia, belum diketahui sejarah awal tentang penyelaman, namun pada zaman
kerajaan diketahui salah seorang penyelam bernama Raden Jayakatwang yang merupakan putra dari Aria
Bima yang spesialisasinya adalah menyelam dilaut. Pada daerah Maluku, sudah dilakukan penyelaman
mutiara dari beberapa abad-abad yang lalu. Namum tidak ada data yang mencantumkan.

Perkembangan peralatan yang digunakan dalam penyelaman di dunia.


1. Pipa Udara
 Digunakan pipa panjang, fleksibel dengan bagian atas mengapung.
 Tetapi hal ini tidak akan bekerja dengan baik pada kedalaman 3 feet, karena akan menyebabkan
penyelam kekurangan oksigen dan akan tenggelam. Tekanan air juga meningkat sehingga
menekan pipa dan dada.
 Hal ini menyebabkan design alat selam yang menggunakan pipa udara tidak praktis dan sukar
dilakukan.

2. Breathing Bag
 Diperlihatkan oleh Asyiria pada abad 9 SM menggambarkan seorang penyelam menggunakan
tanki udara terbuat dari kulit, yang berfungsi untuk mengapung di air.

3. Diving Bell
 Lonceng selam pertama dibuat tahun 1513. Pada tahun 1690, seorang ahli astronomi Inggris,
Edmund Halley mengembangkan lonceng selam, dengan menenggelamkan tong dengan
pemberat. Bersama 4 temannya ia dapat bertahan 1 1/2 jam dalam kedalaman 60 feet di sungai

2
Thomas. 26 tahun kemudian, dengan mengembangkan peralatannya menjadi lebih baik ia dapat
bertahan 4 jam dalam kedalaman 66 feet.
 Lonceng selam adalah peralatan berbentuk bel dimana dasarnya terbuka di dalam laut, lonceng
selam ini terhubungkan dengan kabel dari permukaan. Lonceng ini tidak dapat bermanuver
dengan baik.
 Penyelam dapat tetap didalam atau keluar lonceng sebentar sambil menahan napas.

4. Diving Suit
 Pada tahun 1715, seorang Inggris bernama John Lethbridge mengembangkan baju selam. Pertama
kali ia menciptakan sebuah tong dari kayu yang dilapisi kulit, juga dilengkapi dengan kaca di
bagian depan, dan lubang untuk lengan. Peralatan ini diturunkan dari kapal ke dalam air. Baju
selam ini cukup berhasil, karena kedalaman normal operasinya 60 feet dan selama 34 menit. Tapi
kelemahannya hampir sama dengan lonceng selam, yaitu terbatasnya suplai udara.
 Pada tahun 1823 John dan Charles Deane, mempatenkan pakaian pemadam kebakaran. Dengan
pakaian tersebut, pemadam kebakaran dapat masuk ke dalam bangunan yang terbakar. Pada tahun
1828, pakaian tersebut dipatenkan untuk selam, dimana terdiri dari pakaian yang dapat menahan
dingin, helm, dan hose yang menghubungkan dengan permukaan. Suplai udara berasal dari
permukaan dan dikeluarkan lewat bagian bawah helm, sehingga jika posisi helm terbalik maka
akan cepat terisi air.
 Beberapa penemu bekerja sama untuk membuat pakaian selam yang dilengkapi dengan senjata.
Pakaian ini dapat mengatur tekanan sehingga tekanan udara yang dihirup sama dengan tekanan
udara permukaan. Pakaian selam ini merupakan pengembangan dari pakaian John Lethbridge.
Penggunaan pakaian ini dipertanyakan, karena bentuknya agak kaku untuk melakukan tugas.
Pada tahun 1930 kedalaman yang dicapai 700 feet, tetapi dengan pengembangan sekarang sudah
mencapai 2000 feet air asin (fsw).

5. Caissons
 Pengembangkan lonceng selam dengan meningkatkan ukuran dan menambah kapasitas pompa
udara sehingga dapat menjaga tekanan udara dan mengeluarkan air didalam lonceng.
 Perkembangan pompa udara yang cepat menambah ukuran ruang yang cukup luas sehingga
beberapa pekerja dapat bekerja dibawah air. Ruangan yang diciptakan disebut caissons, dalam
bahasa Prancis berarti kotak besar.
 Caisson didesain sehingga penyelam dapat mudah mencapai permukaan. Tapi dengan
pemakaian caisson ini banyak penyelam mengalami penyakit dekompressi/penyakit caisson.

3
6. SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus)
Scuba berkembang dengan cepat sehingga berkembang menjadi 3 macam tipe dasar:
 Open Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang langsung dikeluarkan ke lingkungan
sekitarnya). Regulatornya dikembangkan oleh Benoist Rouquayrol, sedangkan sistemnya
dikembangkan oleh Jacques-Yves Cousteau dan Emile Gagnan.
 Closed Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang dimasukkan lagi ke sistem sehingga dapat di
daur ulang). Henry A. Fleuss mengembangkan sistem ini pada tahun 1876 dan 1878, Fleuss
kemudian berhasil menguji peralatannya pada tahun 1879 dalam tanki air hampir selama 1 jam.
 Semiclosed Circuit Scuba (kombinasi dari keduanya).

SEJARAH PENGGUNAAN TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN (O2)


Hyperbaric oxygen therapy (HBOT) merupakan suatu cara pengobatan dimana pasien menghirup
oksigen murni (100%). Pada tekanan udara lebih besar dari pada tekanan udara atmosfier normal (1 atm).
Sejarah penggunaan HBOT didunia dan di Indonesia. dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Hyperbaric Therapy dan Diving Medicine


Asal dari penyelaman tidak diketahui, tapi mungkin bermula dari 4500 B.C dimana
penyelamannya menggunakan teknik tahan napas dengan kedalaman kurang dari 30 meter.
 Pada tahun 320 BC, Alexander the Great, menggunakan alat menyelam pertama kali dengan
memasukkan manusia ke dalam sebuah tong.
 Tahun 1620, Cornelius Drebbel membuat diving bell pertama. Dan pada tahun 1691 Edmund
Halley, mempercanggih diving bell dengan mengganti suplai udara menggunakan weighted
barrel.
 Kemudian 2 abad setelahnya ditemukan compressed-air diving helmet and suit. Meskipun
lama durasi di dalam air dapat diperlama, para penyelam mengalami masalah baru yang
dikenal dalam dunia medis sebagai diving decompression sickness.
 Kemudian tidak sampai pertengahan abad ke 19, keefektifan menggunakan hyperbaric
recompression untuk mengobati ecompression sickness telah ditemukan. Pada saat itu terapi
rekompresinya agak berbeda dengan saat ini yaitu menggunakan recompression air (udara
yang direkompresi).

4
2. Perkembangan Hyperbaric Air Therapy
 Diawali pada tahun 1662, Henshaw menggunakan udara kompresi untuk keperluan medis,
dengan mendirikan chamber yang disebut domicilium, di mana menurutnya domicilium ini
dapat membantu pencernaan, mengadakan respirasi yang tidak disadari, memfasilitasi
bernapas dan pengeluaran dahak, dan mencegah banyak penyakit paru.
 Tahun 1834, Junod membangun hyperbaric chamber untuk mengobati penyakit paru
menggunakan tekanan 2-4 ATA.
 Tahun 1937, Pravaz membangun hyperbaric chamber yang terbesar pada saat itu.
 Tahun 1860 hyperbaric chamber yang pertama dibuat di Oshawa.
 Tahun 1877, Fontaine membuat mobile hyperbaric operating theater untuk pertama kali di
Canada
 Tahun 1920, Cuninningham menggunakan chambernya untuk mengobati korban epidemik
spanish influenza di amerika serikat selama akhir perang dunia pertama, dimana Cunningham
mengklaim bahwa ia mendapatkan perbaikan yang besar pada pasien yang sianosis dan koma.
Tahun 1923, kebakaran hyperbarik chamber yang terjadi di Sanatorium cunningham. Setelah
kebakaran itu, semangat Cunningham masih berlanjut dengan mulai mengobati penyakit
syphilis, hipertensi, diabetes melitus dan kanker dengan berdasarkan pada alasan bahwa
infeksi anaerob lah yang mendasari semua penyakit tersebut.
 Tahun 1928, Cunningham membangun chamber terbesar yang pernah ada. Ketika publisitas
mengenai pengobatannya berkembang, Cunningham diminta oleh Bureau of Investigation of
American Medical Association (AMA) untuk mendokumentasikan klaimnya atas keefektifan
terapi hyperbarik. Tapi Cunningham tidak berusaha untuk menjelaskan atau mendiskusikan
tekniknya di literatur medis, sehingga tahun 1937, Cunningham chamber dibongkar. Hal ini
membawa masa vakum sementara untuk hyperbaric air therapy.

3. Perkembangan Hyperbaric Oxygen Therapy


 Diawali dengan ditemukannya oksigen oleh Joseph Priestley pada tahun 1775 yang ia sebut
sebagai dephlogisticated air. Meskipun oksigen telah digunakan tahun 1662, oksigen tidak
secara spesial dimasukkan pada hyperbaric chamber terdahulu.
 Pada tahun 1789, Lavoisier dan Seguin melaporkan efek toksik pada oksigen yang
terkonsentrasi dan hal ini merupakan alasan yang cukup untuk keragu-raguan menggunakan
oksigen dibawah tekanan.
 Tahun 1796, Beddoes dan Watt menulis buku pertama tentang terapi oksigen.

5
 Tahun 1917, Dräger menyadari potensial keuntungan menggunakan oksigen dibawah
tekanan untuk pengobatan decompression sickness.
 Pada permulaan tahun 1937, Behnke dan Shaw benar-benar menggunakan oksigen
hyperbarik untuk mengobati decompression sickness. Dengan ini zaman HBO telah dimulai.

Perkembangan Penggunaan Terapi Hiperbarik O2 di Indonesia

Terapi hiperbarik pertama kali masuk ke Indonesia mulai tahun 1960. Pertama kali dipakai di PT
PAL Surabaya (Terbesar di Indonesia), selanjutnya angkatan laut (AL) mengembangkan di lembaga
kesehatan AL, berlanjut ke R.S. Mintoharjo Jakarta. Perkembangan Fasilitas chamber hyperbaric RSAL
Halong Ambarawa, RSAL Midiato, RSP Balikpapan, RSP Cilacap, RSU Makasar, RSU Manado, RSU
Sangla Denpasar, Diskes Koarmabar dan RSAL dr. F.X Suhardjo Ambon yang didirikan pada tahun 1982
dan diresmikan oleh Kajenkesal Laksama TNI Dr. Soesanto pada 08 April 1984.