Anda di halaman 1dari 27

KUNJUNGAN GALANGAN

PT MERPATI BOAT
BUILDING AND
REPAIRING

Rahel Egi Garetno 2016310009

Jurusan Teknik Perkapalan


Fakultas Teknologi Kelautan
Universitas Darma Persada
Jakarta
2019

rachelegi293@gmail.com
Daftar isi

Daftar isi ....................................................................................................................................................... i


BAB I ............................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Kunjungan Industri .............................................................................................. 1
1.2 Tujuan Kunjungan Industri ............................................................................................................ 2
1.3 Bentuk Kegiatan.......................................................................................................................... 2
1.4 Tanggal / Waktu Kunjungan .......................................................................................................... 2
BAB II .......................................................................................................................................................... 3
ISI ................................................................................................................................................................. 3
2.1 Galangan Kapal ................................................................................................................................ 3
2.2 Jenis Jenis Docking Kapal................................................................................................................ 4
.................................................................................................................................................................. 4
2.3 Penjelasan singkat tentang produksi dan reparasi kapal. ............................................................ 6
2.4. PT. Merpati Boat Repairing and Building,Marunda ............................................................... 15
2.5 Langkah Langkah Pengerjaan Pembuatan Kapal dari Fiber .............................................. 15
2.6. Kegiatan ......................................................................................................................................... 20
BAB III....................................................................................................................................................... 24
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................................................. 24
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................ 24
3.2 Saran .......................................................................................................................................... 24

Page | i
Page | ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kunjungan Industri

Pembuatan kapal adalah suatu proses pembuatan kapal. Biasanya pembuatan ini
dilakukan di tempat khusus, misalnya di galangan kapal. Pembuatan kapal (yang termasuk
galangan kapal, produsen peralatan kelautan, dan sejumlah besar penyedia jasa dan
pengetahuan) adalah sebuah industri penting dan strategis di beberapa negara di seluruh
dunia. Kunjungan galangan dipilih untuk menambah pengalaman tentang dunia kerja.
Mahasiswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk
memperoleh pengetahuan tentang proses pembuatan kapal. Kunjungan galangan dilakukan
untuk memberikan gambar tentang industri dan proses produksi di bidang perkapalan dan
diwajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama kunjungan industri
tentang perusahaan yang bersangkutan.
Proses pembangunan kapal merupakan ratusan bahkan ribuan rangkaian kegiatan
yang melibatkan seluruh sumber daya galangan. Sumber daya galangan meliputi tenaga
kerja (man), bahan (material), peralatan dan mesin (machine), tata cara kerja (method),
dana (money), area pembangunan (space) dan sistem (system).
Kondisi laut yang sangat korosif dan bersifat merusak, membuat kapal yang selalu
berhubungan dengan laut menjadi mudah rusak. Perlu diketahui bahwa perawatan dan
reparasi suatu kapal adalah suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur kapal
itu sendiri, oleh karena itu kita harus mengetahui faktor faktor apa saja yang menyebabkan
kerusakan pada kapal. Hal tersebut yang menjadikan teknik reparasi sangat diperlukan bagi
dunia perkapalan. Mengingat betapa mahalnya spare part yang tersedia jika harus
mengganti yang baru.
Telah menjadi salah satu tujuan mata kuliah produksi dan reparasi kapal untuk
mengadakan suatu kegiatan Kunjungan Galangan di PT. Merpati Boat Repairing and
Building,Marunda.
Guna untuk menambah wawasan siswa-siswi mengenai sejarah berdirinya “di PT.
Merpati Boat Repairing and Building,Marunda” untuk menambah wawasan tentang “di
PT. Merpati Boat Repairing and Building,Marunda”.

Page | 1
1.2 Tujuan Kunjungan Industri

Adapun tujuan dari Kunjungan Industri antara lain :

1.1.1 Untuk menjalankan mata kuliah produksi dan reparasi kapal.


1.1.2 Untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai objek yang dituju.
1.1.3 Menambah pengetahuan dan pengalaman.

1.3 Bentuk Kegiatan

1.3.1 Observasi
1.3.2 Wawancara

1.4 Tanggal / Waktu Kunjungan


1.3.3 Tanggal
19 Juni 2019
1.3.4 Waktu
Start Pukul 14:00 s/d 16:00

Page | 2
BAB II

ISI

2.1 Galangan Kapal

Galangan (shipyard) adalah sebuah tempat baik didarat atau diperairan yang
nantinya akan digunakan untuk melakukan proses pembangunan kapal ataupun proses perbaikan
(repair) dan perawatan (maintainance). proses pembangunanya meliputi desain, pemasangan
gading awal, pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, pengecekan, test kelayakan, hingga
klasifikasai oleh Class yang telah ditunjuk. sedangkan untuk proses perbaikan / perawatan bisanya
meliputi perbaikan konstruksi lambung, perbaikan propeller sterntube, perawatan main engine dan
peralatan lainnya.

Ada beberapa jenis galangan kapal diantaranya :

 Building dock shipyard

Galangan kapal atau shipyard yang hanya melakukan pekerjaan proses pembangunan kapal
baru meliputi pekerjaan desain kapal, pemasangan gading awal, pemasangan pelat lambung,
instalasi peralatan, pengecekan oleh Quality Control, berbagai macam tes fungsi, hingga
pelaksanaan survey penerimaan kelas kapal oleh badan klasifikasi kapal yang telah ditunjuk.

 Repair dock shipyard

Galangan kapal atau shipyard yang hanya melakukan pekerjaan perbaikan kapal dan
pemeliharaan kapal. Pekerjaan tersebut diantaranya meliputi pemeliharaan dan perbaikan
konstruksi lambung kapal, pemeliharaan mesin utama, perbaikan sistem propulsi dan lain
sebagainya.

 Building and repair dock shipyard

Galangan kapal atau shipyard yang melakukan proses pembuatan kapal baru dan juga
pemeliharaan, perbaikan kapal lama. Galangan kapal atau shipyard di beberapa wilayah Indonesia
menggunakan berbagai macam metode untuk membantu proses peluncuran kapal baru ataupun
proses menaikan kapal dari perairan ke daratan. Metode-metode tersebut diantaranya:

1. Slipway dock / dok tarik


2. Graving dock / dak gali atau dok kolam
3. Floating dock / dok apung

Page | 3
Galangan kapal atau shipyard harus dapat menyediakan peralatan yang sesuai dan fasilitas
yang memungkinkan penanganan material, proses pembangunan dan lain sebagainya. Pihak badan
klasifikasi kapal berhak untuk melakukan inspeksi di galangan kapal atau shipyard. Galangan
kapal atau shipyard juga harus memiliki personil yang mempunyai kualifikasi dibidangnya.

2.2 Jenis Jenis Docking Kapal

a. Graving Dock ( Dok Gali atau Dok Kolam)

Dok kolam yang sering juga disebut Dok Gali adalah suatu bangunan dok berbentuk kolam
yang terletak ditepi laut atau sungai. Dok kolam mempunyai dinding yang kokoh seperti kolam
renang karena pada saat kosong, Dok akan menerima tekanan tanah dari sekitarnya, sedangkan
pada saat ada kapal yang akan dimasukkan kedalam atau dikeluarkan dari dalam Dok kolam
tersebut, beban berat air akan diterima oleh dinding dan lantai Dok kolam tersebut.
Untuk keluar masuknya kapal dari Dok kolam, maka Dok kolam mempunyai sebuah pintu.
Pintu Dok kolam berbentuk seperti sebuah ponton, terbuat dari suatu kontruksi baja, dimana pada
pintu tersebut terdapat rongga - rongga yang dapat diisi air ataupun dikosongkan, sehingga pintu
itu bisa terapung diatas air dan dipindahkan, apabila rongga-rongga tersebut telah dalam kondisi
kosong. Selain itu juga dilengkapi dengan katup - katup yang dapat dibuka guna mengisi rongga -
rongga tersebut dengan air supaya pintu itu tenggelam. Untuk mengeluarkan air baik dari rongga-
rongga pada pintu maupun air yang berada pada kolam maka dok ini dilengkapi dengan pompa
air.

b. Floating Dock ( Dok Apung)

Page | 4
Dock apung yang terdiri dari ponton-ponton yang mana air didalam tangki-tangkinya dapat
dikeluarkan dan dimasukkan sesuai kebutuhan sehingga dapat tenggelam maupun mengapung di
air sesuai kebutuhan. Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan
untuk pengedokan kapal dengan cara menenggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal.
Konstruksi floating dock ini umumnya terbuat dari baja dan plat .

c. Syncrholift Dock ( Dock Angkat )

Syncrholift dock merupakan salah satu cara pada pengedokan kapal dеngаn menggunakan
lift. Pada syncrolift menggunakan platform уаng diturunkan dеngаn pertolongan penghantar serta
lift hіnggа bеbеrара mesin derek listrik kanan maupun kiri.
Sеtеlаh platform tеrѕеbut mencapai kedudukan уаng ѕudаh ditentukan, maka telah dipersiapkan
balok lunas dan balok ѕаmріng untuk kapal dimasukkan. Kеmudіаn platform аkаn diangkut ѕаmраі
pada permukaan. Adapun jenis penghantar dаrі platform berupa pipa baja atau beton dеngаn
jumlah mesin derek listrikminimun empat. Tарі ѕаngаt bagus јіkа banyak. Dan untuk meninggikan
efisiensi maka bіаѕа digunakan rel penggeser baik іtu arah memanjang maupun arah melintang.

Page | 5
d. Slipway ( Dock Tarik )

Galangan уаng dibuat pada pondasi dеngаn sudut kemiringan tertentu уаng mengarah pada
air, dilengkapi bantalan berupa lori, sehingga sedemikian rupa agar kapal dараt didudukkan pada
bantalan dan ditarik keatas mengikuti pondasi ѕаmраі benar-benar seluruh badan kapal berada
diatas air

SLIPWAY DOCK merupakan peralatan уаng digunakan pada tepi perairan untuk menaikkan
kapal уаng аkаn diperbaiki mеlаluі rel. SLIPWAY DOCK tergantung pada kedudukan kapal
terhadap rel terbagi аtаѕ :

- Slipway melintang
- Slipway memanjang

2.3 Penjelasan singkat tentang produksi dan reparasi kapal.

Pada umumnya metode atau cara dalam proses pembuatan kapal terdiri dari dua cara
yaitu cara pertama berdasarkan sistem, cara kedua berdasarkan tempat. Proses pembuatan
kapal berdasarkan sistem terbagi menjadi tiga macam:
1. Section system
Section system adalah sistem pembuatan kapal dimana bagian-bagian konstruksi dari
tubuh kapal dibuat seksi perseksi. (perbagian).
contoh: seksi bulkhead (sekat kedap air).

Page | 6
2. Block system
Block system adalah sistem pembuatan kapal dimana badan kapal terbagi beberapa
block, dimana tiap-tiap block sudah siap pakai. (lengkap dengan sistem perpipaannya).

Pada bagian desain mencakup pekerjaan-pekerjaan antara lain penggambaran


bagian-bagian konstruksi dan perhitungan atau perancangan–perancangan, selanjutnya
gambar rencana gading gading skala 1 : 1 di mould Loft, penandaan dalam proses
pembuatan kapal dilakukan di bengkel. Berdasarkan tempatnya, pembuatan kapal
dibagi menjadi dua macam:
1. Fabrication adalah semua pekerjaan pembuatan kapal yang dikerjakan diluar
tempat peluncuran dimana badan kapal dimasukkan dalam air.
Untuk melakukan fabrikasi material dibutuhkan gambar-gambar produksi yang
merupakan pengembangan dari Key Plan dan Detail Plan. Gambar-gambar ini
(Production Drawings) adalah gambar-gambar detail per sub-komponen yang
merupakan kelanjutan dari Detail Plan setelah diberi informasi teknis untuk
pengerjaan di lapangan (bengkel assembling). Gambar-gambar ini dibuat oleh
Departemen Rancang Bangun (Engineering). Disamping gambar-gambar
produksi ini, juga dibuatkan piece list (daftar komponen) lengkap dengan
ukurannya masing-masing. Design/Production Drawing selain digunakan untuk
pekerjaan praktis di lapangan, juga untuk mengontrol pekerjaan produksi kapal
(production control). Setelah gambar-gambar produksi (production drawings)
selesai dibuat, selanjutnya diestimasikan jumlah material yang dibutuhkan
untuk pembuatan kapal tersebut yang meliputi:
– Pelat baja lembaran (steel sheet plate for marine use)
– Profil (flat bar, angle section dan rolled section)
– Expanded metal
– Cat (primer, anti corrosion (AC), anti fouling (AF), coating)
– Kayu, vinyl, plywood, dan lain-lain

Fabrikasi merupakan tahapan awal dalam proses produksi konstruksi kapal


(steel construction), dan menghasilkan sebagian besar komponen yang
membentuk struktur kapal tersebut. Jenis pengerjaan dalam proses fabrikasi
adalah:
– Mould lofting

Page | 7
– Penandaan (marking);
– Pemotongan (cutting);
– Pembentukan (Roll, Press and bending);
– Sub assembling.

2. Erection adalah semua pekerjaan pembuatan kapal yang dikerjakan di tempat


dimana kapal akan diluncurkan. Dalam hal ini pembuatan baik berupa seksi,
block seksi, dan block semuanya dilakukan/dikerjakan di tempat tersebut.
Ereksi adalah proses penyambungan blok-blok/seksi konstruksi yang telah
dirakit, pada building berth dengan posisi tegak, dengan menggunakan crane.
Urutan peletakan blok ditentukan dalam tahapan rancangan. Blok atau seksi
pada kamar mesin karena berhubungan dengan pekerjaan konstruksi tongkat
kemudi (rudder stock), daun kemudi (rudder), dan poros baling-baling dan
parameter untuk penyambungan blok-blok tersebut dipakai blok didaerah
parallel midle body (bagian tengah kapal dengan lebar yang sama) sebagai
master blok dilanjutkan dengan penyambungan blok-blok atau seksi ke arah
haluan dan buritan kapal. Setelah penyambungan blok, dilakukan pengecatan
pemasangan zinc anode sebagai pelindung baja lambung dan rudder dari korosi,
primer, anti corrosion , dan anti fouling pada bagian lambung yang tercelup air.

TAHAP-TAHAP PEMBUATAN KAPAL


Dalam pembangunan kapal selalu mengikuti tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Pembuatan Awal.
Dalam tahap ini pekerjaan yang utama adalah pembentukan pelat yang dilakukan
dengan pembersihan, penandaan, pemotongan, pembengkokkan, dan lain sebagainya.
2. Tahap Perakitan Awal.
Sebagian dari pelat dinding setelah dibuat biasanya langsung dikirimkan ke tempat
perakitan. Tetapi konstruksi dalam seperti kerangka geladak atau dasar biasanya dirakit
tersendiri lebih dahulu dalam tahap perakitan mula atau awal. Dalam tahap ini biasanya
digunakan cara pengelasan tangan, pengelasan gaya berat, pengelasan rendam dan
sebagianya. Apabila kapal kayu maka dilakukan proses penyambungan atau
pengeleman.
3. Tahap Perakitan.
Ada tahap perakitan semua komponen baik yang datang dari pembuatan maupun dari
perakitan awal dirakit menjadi kotak-kotak perakitan (dilas/dilem atau
penyambungan). Pada kapal baja penyambungan antara kotak-kotak perakitan
dilakukan dengan menggunakan las busur rendam otomatis. Dalam hal mengikat
kerangka dan pelat dinding digunakan las tangan atau las gaya berat dengan elektroda
khusus untuk pengelasan datar. Disamping cara pengelasan diatas digunakan juga cara
lain tergantung dari bagian-bagian yang disambung dan posisi pengelasannya.

Page | 8
4. Tahap Pembangunan.
Kotak-kotak yang sudah dirakit kemudian disusun diatas galangan dengan bantuan
mesin angkat (crane). Setelah diatur kotakkotak tersebut kamudian dilas dengan
menggunakan dua macam cara pengelasan baik dengan las biasa maupun dengan las
otomatik khusus.

MOULD LOFT
Mould loft adalah menggambar bentuk badan kapal maupun dalam skala 1:1 pada
lantai gambar, meliputi gambar seluruh gadinggading kapal dan perletakan senta, serta
gambar bentangan dari pelat kapal.
Gambar-gambar pada mould loft:
1. Lines plan.
2. Bentangan/bukaan kulit.
3. Segala detail konstruksi yang diperlukan.

MARKING
Marking adalah proses penandaan komponen berdasarkan data dari bengkel Mould
Loft, sebelum melakukan pemotongan (cutting) terhadap komponen.Berdasarkan
peralatan yang digunakan, marking dibedakan atas:

– Penandaan secara manual (manual marking


– Penandaan dengan metode proyeksi (projection marking)
– Penandaan dengan menggunakan mesin electro photo
– Penandaan secara numeric (numerical controlled marking)
Dengan manual marking, seluruh penandaan penggambaran komponen diatas
permukaan material dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan
sederhana. Pada projection marking, proses penandaan dibantu dengan peralatan optik
sehingga gambar komponen dari bengkel mould loft dapat diskalakan. Sementara
Electro Photo Marking (EPM) merupakan pengembangan dari projection marking.
Proses marking ini tidak membutuhkan pengerjaan awal (pre-processing) pada pelat
baja yang akan di marking, karena sudah menggunakan photo conductive powder
(EPM photoner) dan fixative. Sedangkan Numerically Controlled Marking dibantu
dengan peralatan komputer (CNC) dimana data inputnya hanya merupakan data
numeric. Selama penandaan pelat ini terlebih dahulu dicatat nomor pelat/identifikasi
pelat dan dibuat daftar pemakaian dan penempatannya di kapal tersebut (cutting plan)
untuk keperluan telusur material (traceability material).
CUTTING

Cutting merupakan tahapan fabrikasi setelah penandaan di mana pemotongan


dilakukan mengikuti kontur garis marking dengan toleransi sebagaimana yang

Page | 9
ditetapkan di dalam rencana pemotongan pelat (cutting plan). Pemotongan dengan
oxygen cutting dengan memperhatikan jarak dari nozzle ke pelat agar menghasilkan
pemotongan yang efektif dan lose material yang kecil.

Berdasarkan jenis peralatan yang digunakan untuk pemotongan pelat, maka


pemotongan dibedakan atas:

– Pemotongan manual dengan menggunakan gas


– Pemotongan otomatis dengan menggunakan gas

ROLL, PRESS AND BENDING

Roll, press dan bending merupakan kelanjutan proses fabrikasi dari marking dan
cutting. Roll adalah proses pembentukan pelat dimana pelat akan berubah bentuk
secara radial dengan tekanan dan gerakan antara dua die (round bar).

Press adalah proses penekanan pelat untuk pelurusan dan perataan permukaan pelat
yang mengalami waving. Bending adalah proses pembentukan pelat atau profil hingga
membentuk seksi tiga dimensi (frame/profil) sesuai yang dibutuhkan. Metode bending
dibedakan menjadi 2 yaitu:

– Pembentukan dingin (cold bending)


Cold bending adalah proses pembentukan pelat atau profil dalam keadaan
temperatur normal (suhu kamar) tanpa efek suhu dari luar.

– Pembentukan panas (hot bending)


Hot bending adalah proses pembentukan pelat atau profil dengan bantuan
pemanasan dari luar untuk memudahkan pengerjaan pembentukan.
PENGELASAN (WELDING)

Proses pengelasan dilakukan setelah material siap dan telah sesuai dengan gambar
disain yang melalui tahap marking dan cutting baik secara manual maupun
menggunakan mesin potong CNC. Sistem pembangunan yang menerapkan sistem
blok, salah satunya bertujuan agar memudahkan proses pengelasan untuk
meminimalkan posisi pengelasan atas ( overhead ) dan lebih mengutamakan
pengelasan mendatar. Posisi-posisi overhead yang sulit dijangkau pada saat blok dalam
posisi up-side-down selanjutnya akan diselesaikan pada saat blok di sambung dengan
blok yang lain dan berada pada posisi bottom up.

SUB ASSEMBLY
Tugas dari bagian sub assembly adalah menggabungkan beberapa komponen kecil
menjadi komponen block antara lain:
1. Pemasangan stiffener pada pelat sekat.
2. Pembuatan Wrang.

Page | 10
3. Penyambungan dua lembar pelat atau lebih.
4. Membantu tugas bagian assembly.

ASSEMBLY
Fitting : Penyetelan bagian-bagian yang akan disambung hingga sesuai dengan tanda
yang telahada sebelum dilaksanakan pengelasan.
Welding : Proses penyambungan material baik 2 atau lebih secara manual, semi
otomatis danotomatis.
Pekerjaan yang dilakukan oleh bagian assembly adalah sebagai berikut:
1. Penggabungan beberapa wrang.
2. Penggabungan seksi menjadi sebuah blok.
3. Penggabungan dua block (grand assembly).

ERECTION
Erection merupakan pekerjaan pembangunan badan kapal yang terakhir. Ereksi adalah
proses penyambungan blok-blok/seksi konstruksi yang telah dirakit, pada building
berth dengan posisi tegak, dengan menggunakan crane. Urutan peletakan blok
ditentukan dalam tahapan rancangan. Blok atau seksi pada kamar mesin karena
berhubungan dengan pekerjaan konstruksi tongkat kemudi (rudder stock), daun kemudi
(rudder), dan poros baling-baling dan parameter untuk penyambungan blok-blok
tersebut dipakai blok didaerah parallel midle body (bagian tengah kapal dengan lebar
yang sama) sebagai master blok dilanjutkan dengan penyambungan blok-blok atau
seksi ke arah haluan dan buritan kapal. Setelah penyambungan blok, dilakukan
pengecatan pemasangan zinc anode sebagai pelindung baja lambung dan rudder dari
korosi, primer, anti corrosion , dan anti fouling pada bagian lambung yang tercelup air.

PELUNCURAN (LAUNCHING)
Proses peluncuran dilakukan setelah ereksi fisik kapal telah mencapai lambung dan
bangunan atas (stern arrangement, zinc anode, sea chest), Radiographi Test (RT) atau
X-Ray terhadap las-lasan yang lokasi dan jumlahnya ditentukan oleh BKI dan tes
kebocoran (leak test). Sisa pekerjaan fisik pembangunan selanjutnya diselesaikan
dalam keadaan terapung di atas permukaan air.
Berdasarkan tipe bengkel ereksi (building berth), maka metode peluncuran kapal
dibedakan atas:
1. Metode peluncuran membujur (end launching)
2. Metode peluncuran melintang (side launching)
3. Metode peluncuran dengan pengapungan (floating launching)

Page | 11
Pada peluncuran membujur dan melintang, kapal biasanya dibangun diatas building
berth di atas slipway. Jika kapal dibangun dengan posisi membujur atau sejajar panjang
slipway, maka peluncuran dilakukan dengan metode peluncuran melintang.

Sementara pada peluncuran dengan pengapungan, kapal dibangun di dalam dock gali
(graving dock) atau galangan terapung (floating dock). Proses pengapungan dilakukan
dengan memompa air ke dalam graving dock atau floating dock hingga konstruksi
kapal akan terapung dengan sendirinya, selanjutnya pintu dock dibuka (pada graving
dock) dan kapal ditarik keluar dari dock dengan bantuan kapal tarik (tug boat).

Peluncuran kapal yang sering diterpakan di galangan pada umumnya adalah metode
peluncuran membujur (end launching) dengan menggunakan balon berisi udara ( air
bag) untuk kapal jenis tug boat. Metode ini dipandang lebih efisien dan fleksibel karena
tidak diperlukan slipway untuk meluncurkan kapal dan building berth yang digunakan
untuk membangun bisa dipilih ditempat yang ideal sehingga pemanfaatan tempat
digalangan bisa maksimal. Sedangkan untuk Ferry Ro-Ro, launching menggunakan
metode side launching.

Rencana pengedokan (docking plan)


Dalam pengedokan perlu merencanakan dengan baik meliputi:
1. Marking posisi ganjel dilantai dock.
2. Meletakkan ganjel-ganjel (umumnya tepat pada gading-gading, gading besar dan
side girder) dan juga harus tepat pada center kapal.
3. Menentukan ketinggian ganjel dan jarak antar ganjel.
4. Fitting.
5. Pemasangan stopper dengan kemiringan 60° sebelum dilaksanakn peletakan
ganjel-ganjel (no.2) maka dilaksanakan adjusting (pelurusan).

Gambar-gambar yang diperlukan:


1. Docking Plan
2. Working drawing (untuk pekerjaan lanjutan).
3. Marking list (untuk pekerjaan lanjutan).

PECOBAAN KEMIRINGAN (INCLINING TEST)


Percobaan kemiringan (inclining test) dilakukan untuk mengetahui berat dan letak titik
berat kapal kosong. Perhitungan stabilitas dilakukan kembali berdasarkan hasil
inclining test tersebut, selain perhitungan stabilitas saat perhitungan awal
(preliminary). Percobaan ini dilakukan menurut prosedur yang dibuat oleh kontraktor
(galangan) dan disetujui oleh Pemberi Tugas (owner). Pelaksanaanya harus dihadiri

Page | 12
oleh Marine Inspector, Konsultan pengawas, dan pemberi tugas atau wakilnya yang
ditunjuk.
PERSETUJUAN KELAS DAN SERTIFIKASI
Setelah dilakukan pengujian diatas dan kapal dinyatakan memenuhi seluruh
persyaratan sebagaimana ditetapkan dan disetujui oleh badan klasifikasi yang telah
dipilih, maka selanjutnya dibuatkan penggambaran akhir sesuai pembangunan (As
Built Drawings) untuk memperoleh sertifikasi class dan sebagainya serta memperoleh
persetujuan badan klasifikasi tersebut.Perlu diketahui bahwa perawatan dan reparasi
suatu kapal adalah suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur kapal itu
sendiri, oleh karena itu kita harus mengetahui faktor faktor apa saja yang menyebabkan
kerusakan pada kapal
Dalam laporan ini telah diberitahu bahwa faktor kerusakan disebabkan 3 hal
yaitu:
1. Kondisi kapal baru
2. Pengoperasian kapal (eksploitasi kapal)
3. Desain konstruksi yang rasional
Ketiga hal tersebut merupakan faktor penting yang mempengaruhi umur sebuah
kapal.Oleh karena itu dalam laporan ini akan dijelaskan deskripsi beserta gambar
gambar yang menerangkan tentang faktor faktor yang menyebabkan suatu kapal
mengalami kerusakan.
1. Kondisi Kapal Baru
Salah satu faktor yang penting dalam kerusakan suatu kapal adalah kondisi
kapal pada saat dibangun oleh karena itu pada bab ini akan kami jelaskan
bagaimana kondisi kapal baru mempengaruhi kerusakan pada kapal.
2. Kerusakan akibat eksploitasi kapal
Kerusakan akibat penggunaan operasional kapal adalah kerusakan akibat
eksploitasi kapal yang menyebabkan kerusakan dibeberapa tempat di kapal antara
lain:
1. Steel (baja kapal)
2. Machinery atau permesinan
3. Peralatan dan perlengkapan
3. Pengaruh Desain Konstruksi yang Rasional
a. Hubungan antara frame ( pada lambung) dan deck beam (pada geladak)
Banyak di lakukan dengan overlapp joint (sambungan bertumpang)
b. Hubungan konstruksi antara gading alas dan gading balik dengan pelat
penunjang
c. Margin plate dan inner bottom plate
Reparasi kapal yang paling besar aDalah pengkaratan atau korosi. Berikut ini beberapa
proses pengkaratan yaitu :
1. Pengkaratan besi pada air.

Page | 13
Persoalan ini sebenarnya sudah lama dipelajari dimana dalam proses reaksi
kimianya menghasilkan karat yaitu metal tertutup oleh hasil proses reaksi yang
berupa lapisan karat. Apabila metal berkarat walaupun tidak dilingkungi oleh air
maka proses ini disebut korosi akibat udara.
2. Pengkaratan besi pada air laut.
Reaksi-reaksi yang berlangsung pada pengkaratan akibat air akan berubah
diakibatkan adanya ion-ion Cl serta oksida-oksida lainya, ion Mg dan Ca yang
hasilnya terlihat larutan oksida dan bersamaan terjadinya gas H2 serta endapan
karat.
3. Pengkaratan plat baja pada air laut.
a. plat baja telanjang pada plat naja yang telah dibersihkan dari mill scale serta
dicelupkan pada air laut, dengan cepat terjadi ketidaksamaan elektrokimia.
Ini dapat dijelaskan bahwa bagian-bagian plat yang terletak dekat dengan
permukaan mempunyai konsentrasi oksigen yang besar. Dan bersamaan
dengan itu bagian plat baja yang tercelup dengan konsentrasi oksigen
rendah, dimana reaksinya lambat. Perbedaan inilah yang membuat bagian
yang dekat dengan permukaan besi diliputi lapisan oksida besi. Sehingga
plat bagian bawah menjadi anoda yang potensial terbentuknya karat
menjadi lebih besar.
b. Plat baja yang sebagian masih tertutup mill scale telah diketahui bahwa mill
scale atau hasil pengkaratan merupakan katode. Elektron-elektron
berpindah dari plat menuju mill scale. Sedangkan ion positif pada air laut
berpindah ke katode yang bersifat negatif. Sedangkan ion negatif, dalam hal
ini OH- akan berpindah ke plat yang bersifat positif (anoda). Sehingga akan
mengakibatkan terjadinya pengkaratan pada plat.
c. Pengkaratan plat yang telah dicat
Pengkaratan pada plat yang telah dicat tidak akan terjadi sampai
homogenitas antara lapisan cat anti karat dan anti binatang laut rusak. Jika
homogenitas antara lapisan cat rusak maka plat akan berhubungan langsung
dengan air laut, lapisan cat yang melindungi metal menjadi katode terhadap
baja telanjang. Sehingga pada akhirnya tidak hanya merusak plat baja saja
tapi juga merusak lapisan cat yang masih menutup plat baja.

FAKTOR"FAKTOR PENGKARATAN BADAN KAPAL


Hal-hal yang berhubungan dengan pengkaratan plat badan kapal adalah :
a. Sifat cair laut, yang mengelilingi badan kapal.
b. Sifat metal, dalam hal ini susunan kimianya serta terdapat atau tidaknya mill scale.
c. Pengaruh arus listrik, yang dapat menimbulkan polarisasi anode.
d. Efektivitas perlindungan terhadap karat.

Page | 14
e. Efektivitas dari catodic protection.

2.4. PT. Merpati Boat Repairing and Building,Marunda


PT Merpati Marine Service telah menghasilkan berbagai tipe kapal fiberglass
dengan ukuran sampai dengan 20 meter dan telah beroperasi di wilayah perairan
Indonesia.Kapal fiberglass yang telah kami produksi antara lain:
- Kapal penumpang (pasengger boat)
- Kapal Kerja (Patroli/Inspection Boat)
- Kapal Pesiar (Pleasure Boat)
- Kapal olahraga (Sport Fisher Boat)
Berikut fasilitas galangan PT.Merpati Marine Service :
- Luas keseluruhan galangan 11000 meter
- Luas hanggar 1360 meter
- Kantor 232 meter
- Gudang 200 meter
- Marina 1150 meter
- Slipway 10 meter x 250 meter

2.5 Langkah Langkah Pengerjaan Pembuatan Kapal dari Fiber

Page | 15
1. Pertama kita buat dahulu mold (wadah cetak) sebuah lambung kapal (sebaiknya
dibuat di lokasi dekat laut/sungai besar) dengan kayu dan teriplek seperti gambar
no 1 (mold/cetakan)

2. Setelah mold (cetakan) selesai , terlebih dahulu permukaan dalam dari mold
(cetakan) dilumasi dahulu dengan polish untuk memudahkan pembukaan mold
setelah proses pembuatan kapal selesai , lalu cat dengan cat plincoat sebagai proses
pewarnaan lambung kapal ( warna cat disesuaikan dengan keinginan), cat plincoat
dihasilkan dari campuran talk, cat acrilic serta minyak resin (dalam proses ini
penggunaan katalis di campur pada adonan cat plincoat pada saat digunakan saja /
saat proses pengejaan saja).

setelah cat plincoat pada cetakan kering dan telah dihaluskan dengan amplas
disc dengan menggunakan gerinda, proses pembuatan lambung kapal pun siap
dimulai,lapisan pertama dengan balutan mat/mesh (serat halus) dan yg kedua
dengan roving (serat kasar) serta balutan terakhir dengan mat lagi,semua lapisan

Page | 16
balutan serat itu dilumuri/dicor dengan minyak resin yang telah dicampur katalis
dengan menggunakan kuas roll, takara campuran minyak resin+katalis tergantung
lamanya proses pengeringan yang hendak diinginkan,contoh: 5 liter minyak resin
dilaruti oleh 5 cc cairan katalis memerlukan waktu pengeringan 3-5 menit(dengan
asumis cuaca cerah), ketebalan lambung kapal tergantung dari besar dan kecilnya
ukuran kapal yang dibuat ,semakin besar sebuah kapal harus semakin tebal pula
lambung kapalnya,spesifikasinya lapisan lambung kapal adalah sbb : mat-roving-
mat, proses pembuatan lambung kapal dikerjakan secara kontinyu harus sekaligus
jadi jangan di sambung kecuali untuk proses penebalannya.

3. Setelah proses tahap no 2 selasai lambung kapal diberi tulang tulang fiber untuk
memberi kekuatan pada lambung kapal, selanjutnya kepada tahap pembuatan
ruangan-ruangan pada kapal sesuai dengan design gambar yang dibuat dengan
pembuatan kembali mold atau bisa juga dengan langsung dibuat dengan plat fiber,
pembuatan plat fiber maupun tulang fiber sama dengan proses pembuatan lambung
kapal tetapi mold (cetakan) sebuah flat fiber bentuknya seperti sebuah lantai dan
mold dari tulang fiber bentuknya seperti tiang kayu.

Page | 17
4. Ruangan yang perlu dibuat didalam lambung kapal adalah tangki bahan
bakar,ruangan mesin (kalau menggunakan mesin dalam) instalasi kemudi (haluan)
lainya, untuk tangki air bersih sebaiknya dibuat diatas atap kapal.

5. Aksesoris tambahan lainnya bisa dibuat diluar badan kapal dengan cetakanya seperti
membuat pintu,tangga,teralis,bingkai jendela dan lain-lain. contoh dibawah adalah
proses pengembuatan pintu kapal

a. Mold / cetakan yang permukaannya sudah diberi polish ( pelican)

b.Mold/cetakan di kasih cat plincoat

Page | 18
c. seluruh permukaan cetakan dibalut dengan mat+woven dan di cat (dicor)dengan
resin yang sudah di campur katalis/hardener menggunakan kuas roll/biasa

d. Proses penyiraman adonan minyak resin telah selesai dan tunggu sampai kering.

e. Pintu fibergalss sudah di lepas dari cetakannya dan bagain dalam dan pinggirnya
siap dihaluskan dengan gerinda.Pintu fiberglass sudah selesai dihaluskan dengan
gerinda.

Page | 19
6. Proses terakhir yaitu finishing body kapal (pendempulan dan pengecatan) serta
memasang mesin ( untuk mesin penggerak yang di instalasi didalam lambung kapal
harus disertai dengan pemasangan blower atau kipas pendingin) , dan aksesoris lainya.

2.6. Kegiatan

Tanggal 19 Juni 2019


Kegiatan Foto- Foto Keterangan
Pengenalan Bahan Bahan Bahan yang
Bahan untuk dikenalkan seperti Material
membangun atau Fiberglass
memperbaiki kapal 1. Resin.
2. Yukalac 157 BQTN-
EX
3. Yukalac G-123 T-EX
4. Yukalac LP-1Q-EX
5. Fiberglass Reinforced
Plastic (FRP)
6. Lantor Coremat.

Pengenalan Cetakan Di PT Merpati, terdapat


membangun kapal cetakan yang digunakan
baru. untuk membangun kapal
baru, terdapat beberapa

Page | 20
cetakan seperti 12,5 m , 16 m
, 10 m ,dan 14 m

Mengenal
pembuatan interior
pendukung dari
kapal.

Page | 21
Mengenal Tahapan Pembangunan
Konstruksi kapal Kapal
yang baru dibangun 1. Design
dan tahapan 2. Pembuatan Cetakan
membuat kapal . 3. Pencetakan Hasil/
Laminasi (Hull, Deck,
Superstructure,
Floor,dll)
4. Penggabungan
Komponen
(Assembly)
5. Interior dan Aksesoris
6. Instalasi Sistem
7. Peluncuran
8. Finishing
9. Sea Trial
10. Serah Terima Kapal .

Page | 22
Sumber : Foto Foto milik pribadi.

Page | 23
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
1. Bahwa pembangunan Boat cukup berbeda dengan kapal baja biasa, kapal baja dibuat
konstruksinya terlebih dahulu sebelum lambung , sedangan boat dibuat lambung
terlebih dahulu baru dibuat konstruksinya.
2. Kapal fiberglass digunakan untuk keperluan kapal patroli ,kapal pribadi, atau untuk
sarana transportasi laut dan sungai.
3. Bahan fiberglass lebih tahan terhadap proses pelapukan sehingga usia atau masa pakai
kapal dari bahan fiberglass tentu lebih lama.
3.2 Saran

Sebelum melaksanakan kunjungan galangan hendaknya siswa mengetahui beberapa hal


penting tentang obyek yang akan dikunjungi. Misal mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan
yang akan ditanyakan didalam sebuah perusahaan yang akan dikunjungi.

Page | 24