Anda di halaman 1dari 4

PENYIDIK POLDA SULUT USUT SIAPA ACTOR INTELEKTUAL PENCURIAN KERTAS SUARA

PILKADA GUBERNUR SULUT 2010-2015

PEMILIHAN LANGSUNG GUBERNUR SULUT 2010/2015 TERNYATA MENINGGALKAN SEGUMPAL


CERITA, DI MANAH TELAH TERJADI KASUS PENCURIAN KERTAS SUARA YANG SAMPAI
SEKARANG BELUM ADA TITIK TERANGNYA TERHADAP SIAPAKAH ACTOR DI BALIK PENCURIAN
KERTAS SUARA YANG TERJADI DI MANADO DUGAAN PENCURIAN TERSEBUT UNTUK
MELAKUKAN PILKADA ULANG YANG DI SINYALIR JIKA SANG AKTOR ATAUW APA YANG DI
HARAPKAN SANG AKTOR TERHADAP DUKUNGAN KEPADA SALAH SATU CALON GUBERNUR
TIDAK TERPILIH.

PENCURIAN KERTAS SUARA YANG TERJADI DI MANADO TERNYATA BUKANLAH HAL YANG
MENARIK DAN KURANG PERHATIAN BERBAGAI MEDIA SERTA MASYARAKAT . NAMUN BILA DI
KAJI LEBIH LANJUT KASUS TERSEBUT ADALAH NOKTA HITAM BAGI KPU PROPINSI SULAWESI
UTARA TERKHUSUNYA MINAHASA SERTA PIHAK KEPOLISIAN TERISTIMEWA POLRESTA
MANADO YANG SAMPAI SEKARANG TIDAK MAMPU MENGUAK ACTOR DI BALIK TERJADINYA
PENCURIAN KERTAS SUARA YANG TERJADI DI CV.AGUNG ABADI YANG BERLOKASI DI MANADO
SEBAGAI PENCENTAK KERTAS SUARA PILKADA GUBERNUR 2010/2015.KEJADIAN TERSEBUT
MENJADI TANDA TANYA BESAR KEPADA PIHAK KEPOLISIAN YANG TIDAK PROFESSIONAL DALAM
MENJAGA CV.AGUNG ABADI, YANG MANA TERDAKWA TYJS ALIAS TITO, VW ALIAS POTO DAN
RM ALIAS ICAT SERTA REKAN-REKANNYA BISA MASUK DAN MERAMPAS KERTAS SUARA YANG
SUDAH DI CETAK DAN DI DUGA SEBAGAI SALAH SATU PENDUKUNG CALON GUBERNUR SULUT
2010/2015 YANG BERINISIAL SVR. SESUDAH MEREKA MELAKUKAN PERAMPASAN SURAT SUARA
UNTUK PILKADA BUBERNUR SULUT 2010/2015 HASIL INVESTIGASI MEDIA MPK TERHADAP
SALAH SATU TERDAKWA MENGATAKAN BAHWA SESUDAH KEJADIAN TERSEBUT TERNYATA ADA
PERTEMUAN DI SALAH SATU RESTORAN TERNAMA DI KOTA MANADO DI BILANGAN BAHU
MALL. YANG KETIGA TERDAKWA HANYA MENUNGGU PERINTAH LEWAT PONSEL UNTUK DI
APAKAN KERTAS SUARA TERSEBUT, SETELAH ITU MEREKA MENELPON KEJAKSAAN UNTUK
MENANGKAP MEREKA DAN BARANG BUKTINYA.

HASIL PANTAUAN DAN INFESTIGASI MEDIA MPK TERNYATA KETIGA TERSANGKA SESUAI
DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MANADO NO :414/PID.B/2010/PN.MDO DINYATAKAN
BERSALAH DAN DI JATUHI HUKUMAN 2 BULAN 10 HARI YANG TIDAK SESUAI DENGAN
PERBUATAN SEDANGKAN MENCURI AYAM BISA SAMPAI ENAM BULAN ATAW LEBIH.

MENURUT DIREKTUR EXEKUTIV LEMBAGA PEMANTU PENYAKIT KKN PEJABAT SULUT STENLY
SENDOUW“ MINTA KEPADA KAPOLDA DAN JAJARANYA UNTUK MENEMUKAN ACTOR
TERJADINYA PENCURIAN TERSEBUT, BAGI SAYA JANGAN SAMPAI PILKADA BUPATI YANG AKAN
BERLANGSUNG DI MINAHASA AKAN MENGALAMI HAL SERUPA. DI TAMBAHKAN STENLY PIHAK
KEPOLISIAAN HARUS LEBIH TEGAS DAN TANGGAP DEMI PENCITRAAN JAJARAN KEPOLISIAN
YANG AKHIR-AKHIR INI DISOROT YANG TIDAK MENCERMINKAN SEBAGAI APARAT PENEGAK
HUKUM SERTA PENGAYOM MASYARAKAT.

SANGAT DI SANYANGKAN BILAH KASUS INI TIDAK BISA TERKUAK AKTORNYA, KARNA DAPAT
MENAMBAH CATATAN KELAM PIHAK KEPOLISIAN DAN BISA DIKATA BAHWA PIHAK – PIHAK
YANG BERKOMPETEN TELAH MENERIMA SESUATU DARI ACTOR KASUS DI ATAS.HAL INI DI
SAMPAIKAN OLEH WARGA MINAHASA ASALA TATAARAN II YANG TIDAK INGIN NAMANYA DI
KORANKAN.

“PUTUSAN KASUS INI SANGAT LEMAH BILA DI KAJI DARI KACA MATA HUKUM YANG
SEBENARNYA, MENGAPA TIDAK DI HADIRKAN SIAPA YANG MENYURUH MEREKA KAN TIDAK
MUNGKIN MEREKA MELAKUKAN HAL TERSEBUT TANPA DISURUH!, JIKA DI LIHAT KEBERADAAN
KE TIGA TERDAKWA MEREKA HANYALAH PENDU KUNGKUNG DARI SALAH SATU PARTAI YANG
MENGIKUTI PILKADA PROPINSI SULUT DAN HANYA BEKERNJA SESUAI PETUNJUK DARI ATASAN.
DARI HAL INI ANDA DAN MASYARAKAT BISA MENELAAH MENGAPA MEREKA BISA MELAKUKAN
HAL TERSEBUT HAL INI.

APA DAN BAGAIMANA SERTA SELANJUTNYA TERGANTUNG DARI PIHAK KEPOLISIAN DAN YANG
BERKOMPETEN UNTUK MENGUAK ACTOR DI ATAS SERTA MENJADI PERINGATAN SEMUA KPU
YANG ADA DI NEGRI INI TERKHUSUNYA PROPINSI SULAWESI UTARA MEDIA MPK BERHARAP
AGAR MASYARAKAT JUGA HARUS MEMANTAU SETIAP PELAKSANAAN PILKADA TERKHUSUNYA
SEKARNAG YANG AKAN TERLAKSANA DI MINAHASA.

OKNUM KETUA DEWAN KAB KEPULAUAN TALAUD - SULUT BERIJASAH PALSU

MENJAMURNYA BERBAGAI UNIVERSITAS DI NEGRI INI MEMBUAT BANYAK MASYARAKAT


UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN TIDAK LAGI MENJADI SULIT KARENA PENDIDIKAN S1
SEKARANG MENJADI SYARAT UTAMA SESEORANG UNTUK BISA MENDAPATKAN PEKERJAAN
DENGAN UPAH SESUAI DENGAN AKADEMIKNYA, SERTA MENJADI STATUS SEOSIAL DALAM
BERMASYARAKAT, NAMUN DALAM KENYATAANNYA BANYAK MASYARAKAT MENGAMBIL
JALAN PINTAS UNTUK S1NYA DALAM MEWUJUDKAN APA YANG DIINGINKAN.

KEINGINAN MENJADI APA YANG DI IMPIKAN ADALAH HAL YANG MUTLAK BAGI KITA SEMUA
ADALAH HAL YANG LUMRAH NAMUN MENCAPAI HAL TERSEBUT, SALAH SATU OKNUM DEKAB
DI SULUT YANG SEKARANG MENJABAT SALAH SATU KETUA DEKAB TERNYATA IJASAH S1NYA
PALSU.
HAL INI SANGAT MEMALUKAN BAGI DUNIA PENDIDIKAN YANG TIDAK MEMPUNYAI
PENGAWASAN DALAM PENGELUARAN IJASAH SERTA KPU SULUT DAN KPU KABUPATEN/KOTA
YANG TIDAK REALISTIS DALAM MENERIMA BERKAS-BERKAS DARI CALON-CALON DEKAB
APAKAH SUDAH BETUL ATAW TIDAK,YANG MANA OKNUM SALAH SATU KETUA DEKAB DI SULUT
LOLOS DAN MENJADI KETUA YANG SEKARANG BERJALAN HAMPER EMPAT TAHUN, HAL INI
MENJADI TANDA TANYA BAGI KINERJA KPU DAN TERKHUSUSNYA PARTAI YANG MENGUSUNG
OKNUM TERSEBUT YANG TIDAK JELI DALAM MENGUSUNG SESEORANG UNTUK MENDUDUKI
SALAH SATU KURSI DI DPRD KHUSUNYA DI DPRD KABUPATEN/KOTA SULUT.

HAL INI SUDAH TIDAK LAZIM LAGI TERKJADI DI DUNIA POLITIK YANG MENGAKIBATKAN BANYAK
ANGGOTA DEWAN MELAKUKAN TUGASNYA TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DI MILIKI APA
LAGI BERIJASAH PALSU, MAKA SECARA OTOMATIS SEMUA YANG DIKERJA OKNUM TERSEBUT
ADALAH PALSU DEMI MENGUTUNGKAN DIRI SENDIRI BOLEH TERJADI DALAM PEKERJAAN
ADALAH FIKTIF SEMUANYA, KALAUW SUDAH BEGINI APA YANG DAPAT DILAKUKAN KPU DAN
PIHAK KEPOLISIAN.

OKNUM TERSEBUT ADALAH KETUA DEKAP TALAUD YANG BER INISIAL AR YANG MEMILIKI
IJASAH PALSU DAN DI DUGA TELAH MEMBERIKAN SEUATU KEPADA ANGGOTA KPUD DAN
PARTAINYA UNTUK MELOLOSKAN OKNUM TERSEBUT MENJADI ANGGOTA DEWAN
KABUPATEN. HAL INI TERBUKTI DARI SURAT KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA
(KOPERTIS)WILYAS IX SULAWESI YANG BERKEDUDUKAN DI MAKASAR TERTANGGAL 10 MARET
2009 NO. 1460/009/PP/2009 DI ALAMATKAN KEPADA PANWASLU KABUPATEN KEPULAUAN
TALAUD,DENGAN TEMBUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS,KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM
KAB.TALAUD DAN YANG BERSANGKUTAN. DARI KETERANGAN DI ATAS TERNYATA PANWASLU
TELAH MELANGGAR HUKUM YANG BERLAKU SERTA YANG BERSANGKUTAN. YANG MANA
DALAM UU RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SYSTEM PENDIDIKAN NASIONAL BAB XIX
TENTANG PENGAWASAN PASAL 66 BUTIR KE 2 MENYATAKAN BAHWA PENGAWASAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1) DI LAKUKAN DENGAN PRINSIP TRANSPARANSI
DAN AKUNTABILITAS PUBLIC. DAN PASAL 68 AYAT 1: SETIAP ORANG YANG MEMBANTU
MEMBERIKAN IJASAH,SERTIFIKAT KOMPETESI,GELAR AKADEMIK,PROFESI,DAN/ATAU VOKASI
DARI SATUAN PENDIDIKAN YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN DI PIDANA PENJARA
PALING LAMA LIMA TAHUN DAN ATAU PIDANA DENDA PALING BANYAK RP. 500.000.000
(LIMARATUS JUTA RUPIAH).

MENURUT DIREKTUR EXEKUTIF LEMBAGA PEMANTAU PENYAKIT KKN PEJABAT SULUT STENLY
SENDOW MENGATAKAN DI LIHAT DARI UU RINOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SYSTEM
PENDIDIKAN NASIONAL BAB XIX PASL 66 DAN 68 BAHWA YANG MENGELUARKAN IJASAH DARI
OKNUM TERSEBUT DAN OKNUM PEMAKAI IJASAH PALSU AKAN DI LAPORKAN DALAM WAKTU
DEKAT INI, DAN KEPADA PANWASLU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD AKAN DI PERTAYAKAN
KINERJANYA DALAM MELOLOSKAN BERKAS OKNUM TERSEBUT KARENA PANWASLU
KEPULAUAN TALAUD TELAH MENERIMA BUKTI BAHWA OKNUM TERSEBUT MEMAKAI IJASAH
PALSU SESUAI DENGAN SURAT KOPERTIS WILAYAH IX SULAWESI. DIMINTA KEPADA KAPOLDA
SULUT DAN JAJARANYA UNTUK DAPAT MENUNTASKAN KASUS IPAL OKNUM KETUA DEKAB
KEPULAUAN TALAUD.

DARI HASIL INFESTIGASI MEDIA MPK BAHWA OKNUM TERSEBUT SAMPAI SEKARANG
MENDUDUKI JABATANYA DENGAN AMAN DAN TENANG TANPA ADA RASA MALU KEPADA
MASYARAKAT YANG MANA OKNUM TERSEBUT TELAH MELAKUKAN PEMBOHONGAN PUBLIK
DAN PARA PENDUKUNGNYA DALAM PEMILIHAN CALON LEGISLATIF KABUPATEN KEPULAUAN
TALAUD 2010-2015.