Anda di halaman 1dari 7

DESAIN LITTER CATCHER MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION

DEPLOYMENT (QFD) DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Reihan Fahrezi1, Herisiswanto2, Anita Susilawati3


Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Riau
1
fahrezireihan@gmail.com,2heri_ft_unri_@yahoo.co.id,3Anitasusilawati@yahoo.com

Abstract
According to the observation the majority of people who dump garbage alongside the road, they throw it
away from the vehicle. In this research designed a waste bin that can facilitate people who use vehicles to
dispose of waste without having to get off the vehicle. In this research employed the Quality Function
Deployment (QFD) method and the selection of alternatif designs using Analytical Hierarchy Process (AHP),
Based on the results of open questionnaires, there were six voice of customer, which become parameters in litter
catcher design that was easy to be emptied, according to standard, plastic trash writing on trash bin body,
material of metal, box shape and easy to clean. Priority technical characteristics based on importance level
were design with value of 27.72, finishing with value of 25.74 and construction with value of 23.76. The optimal
design was chosen the alternatif design number 2 with a weight of 0.672 and CR 0.05 where the pairwise ratio
that was expressed consistent.

Keywords: Litter Catcher, Quality Function Deployment, Analytical Hierarchy Process

1. Pendahuluan 79.579.470 kg pada tahun 2014 dan 133.500.260 kg


Menurut Suwerda (2012), permasalahan utama pada tahun 2015 (Dinas kebersihan pertanian dan
di dalam pengelolaan sampah di Indonesia adalah pertamanan kota Pekanbaru, 2015) menandakan
rendahnya akses terhadap layanan pengelolaan produksi sampah pekanbaru meningkat tiap tahun
sampah. Kondisi ini disebabkan oleh lima faktor, dengan produksi sampah perkapita per hari di
antara lain : pekanbaru ialah 0,8 liter.
1. Masih belum memadai perangkat Berdasarkan pengamatan dilapangan dapat
peraturan yang mendukung pengelolaan sampah ditemui titik titik tumpukan sampah di beberapa
2. Penanganan sampah belum optimal jalan kota pekanbaru. Ini merupakan salah satu
3. Minim pengelola layanan persampahan masalah utama dalam penanganan sampah di kota
yang kredibel dan profesional pekanbaru. Kurangnya kesadaran masyarakat atas
4. Belum optimal sistem perencanaan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan
pengelolaan sampah menjadi masalah yang harus dipecahkan karena
5. Terbatasnya pendanaan untuk mendukung menurut pengamatan mayoritas masyarakat yang
keseluruhan aspek pengelolaan sampah membuang sampah dipinggir jalan membuangnya
(BAPPENAS, 2010). dari atas kendaraan.
Pekanbaru merupakan Ibukota Provinsi Riau, Berangkat dari masalah warga yang membuang
sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, sampah dari atas kendaraan maka penulis
perindustrian, dan perdagangan. Seiring dengan merancang suatu tempat sampah yang dapat
perkembangan aktifitas ekonomi masyarakat dan memudahkan warga yang memakai kendaraan
pertambahan penduduk yang sangat pesat di Kota untuk membuang sampah tanpa harus turun dari
Pekanbaru, telah menjadikan Kota Pekanbaru kendaraan atau membuang sampah sembarang dari
dengan keanekaragaman dalam aspek sosial, atas kendaraan.Tempat sampah ini dirancang agar
ekonomi dan budaya. Total penduduk pekanbaru warga dari dalam kendaraan mereka dapat
menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) melemparkan sampah ke arah corong penangkap
pekanbaru tahun 2016 ialah 1.064.566 jiwa dengan tempat sampah. Ini memudahkan warga sebab tidak
total rumah tangga sebanyak 253.533. Laju perlu turun dari kendaraan untuk memasukkan
pertumbuhan penduduk pada tahun 2015-2016 ialah sampah kedalam tempat sampah.
0,02555% Pertambahan penduduk dan perubahan Diantara sekian banyak metode perancangan
pola konsumsi masyarakat menimbulkan maupun pengembangan produk, metode Quality
bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik Function Deployment (QFD) merupakan suatu alat
sampah yang semakin beragam. Dampak yang membantu menterjemahkan bahasa konsumen
peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut menjadi suatu produk yang benar benar memenuhi
mengakibatkan bertambahnya sampah. Kota kebutuhan mereka (Jaiswal, 2012). Dalam
pekanbaru sendiri saat ini menghasilkan sampah pengambilan keputusan untuk memutuskan salah

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 1


satu desain yang akan di pilih dari beberapa desain Pengambilan sampel menggunakan metode
maka di pilih metode Analytical Hierarchy Process Accidential Sampling yang merupakan kelompok
(AHP). Metode AHP merupakan salah satu model metode Non Probability Sampling. Accidential
untuk pengambilan keputusan yang dapat Sampling ialah sampel diambil atas dasar seadanya
membantu kerangka berfikir manusia. Pada saja, tanpa direncanakan terlebih dahulu. Sampel
dasarnya AHP adalah metode yang memecah suatu juga tidak berdasarkan pertimbangan yang dapat
masalah yang kompleks dan tidak terstruktur dipertanggung jawabkan, asal memenuhi keperluan
kedalam kelompok-kelompoknya, mengatur saja. Menurut Ulrich dkk (2012) jumlah minimal
kelompok-kelompok tersebut kedalam suatu data dikatakan valid apabila berdasarkan pendapat
susunan hirarki, memasukkan nilai numerik sebagai minimal 10 orang sampai 50 orang.
pengganti persepsi manusia dalam melakukan g. Pembuatan dan Penyebaran Kuisioner
perbandingan relatif dan akhirnya dengan suatu Kuisioner awal yang dibuat dan disebarkan
sintesis ditentukan elemen yang mempunyai merupakan jenis kuisioner terbuka, dimana diberi
prioritas tertinggi (Permadi dkk,1992). Metode ruang kosong untuk mengisi kebutuhan lain yang
AHP memakai persepsi manusia yang dianggap belum terdapat pada pilihan lainnya. Setelah itu
pakar sebagai input utamanya. Karena dibuat kuisioner tertutup dari rekapitulasi hasil
menggunakan input yang kualitatif (persepsi kuisioner terbuka. Kuisioner awal ini di buat untuk
manusia) maka model ini dapat mengolah juga hal- mendapatkan customer requirment yang akan di
hal kualitatif di samping hal-hal yang kuantitatif gunakan selanjutnya pada house of quality.
(Honggowibowo). h. Uji Validitas dan Reabilitas
Dengan menggunakan metode Quality Function Uji validitas dan reabilitas di lakukan terhadap
Deployment (QFD) dan pemilihan alternatif desain hasil dari kuisioner tertutup untuk menentukan data
menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) tersebut valid dan reabel.
penulis akan mendesain sebuah tempat sampah i. House of Quality
yang memiliki corong penangkap sampah agar Setelah di dapatkannya custumer requirment
warga dapat melemparkan sampahnya langsung ke dari kusioner awal maka di bangunlah House of
tempat sampah tanpa harus turun dari kendaraan. Quality.Tahapan membangun House of Quality
Tempah sampah tersebut dinamai litter catcher. yaitu
1. Menentukan Voice of Customer dan
2. Metodologi Penelitian Karakteristik Teknik
a. Studi Pendahuluan Karakteistik Teknik ialah cara bagaimana suatu
Studi pendahuluan diperlukan untuk meneliti customer requirment dieksekusi. Dengan kata lain
lebih lanjut apa yang akan menjadi permasalahan. karakteristik teknik ialah bagaimana merekayasa
Studi pendahuluan terdiri dari studi pustaka dan agar suatu keinginan konsumen dapat tercapai.
pengamatan langsung dilapangan. Melakukan 2. Menentukan Hubungan antar karakteristik
observasi lapangan untuk mengetahui gambaran teknik
permasalahan yang ada di lapangan dan selanjutnya Hubungan antar kerakteristik teknik ini di
akan diangkat menjadi pokok penelitian. dapatkan melalui penyebaran kepada expert. Pada
b. Identifikasi Masalah tahap ini ditentukan hubungan antara masing-
Pada tahap ini merupakan tahap dasar yaitu masing karakteristik rancangan yang ada untuk
merumuskan permasalahan tentang bagaimana cara menganalisa apakah antara karakteristik teknik
merancang litter catcher bagi pengendara tersebut terdapat hubungan yang saling bertolak
kendaraan bermotor agar tidak membuang sampah belakang (negatif).
sembarangan di jalanan. Menurut Cohen (1995) untuk menggambarkan
c. Studi Pustaka tingkat hubungan antara masing-masing
Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan karakteristik teknik yang ada digunakan simbol
literatur tentang pengelolaan sampah, desain, QFD sebagai berikut
dan AHP dari buku, dan jurnal. : tingkat hubungan positif kuat (nilai 4)
+ : tingkat hubungan positif sedang (nilai 3)
d. Pengumpulan Data O : tidak ada hubungan (nilai 2)
Data yang dikumpulkan ialah data yang - : tingkat hubungan negatif sedang (nilai 1)
menunjang penelitian seperti data produksi sampah : tingkat hubungan negatif kuat (nilai 0)
Kota Pekanbaru dan data yang diperlukan dalam Dari hubungan antar karakteristik teknik ini
proses desain teknik. menghasilkan derajat kesulitan yang merupakan
e. QFD sebuah nilai yang akan menjadi tingkat kesulitan
Penggunan QFD dalam proses desain ini ialah suatu karakteristik teknik.
untuk mengetahui kebutuhan warga akan seperti 3. Menentukan Hubungan antara
apa litter catcher yang diperlukan oleh warga.. Karakteristik Teknik dengan Voice of Customer
f. Penentuan Populasi dan Sampel Pada tahap ini juga dilakukan penyebaran
kuisioner dan tahapan ini menghasilkan derajat

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 2


kepentingan yang menjadi nilai tingkat kepentingan metal
dari karakteristik teknik. Menurut Cohen (1995) Bentuk
8
Tingkat hubungan yang dimaksud dimulai dari kotak
skala kuat, sedang, lemah, dan tidak berhubungan Bentuk
3
sama sekali. Penilaian yang diberikan akan tabung
berdasarkan aturan : ASPEK ESTETIKA Pilihan
warna 2
- Nilai 5 : menunjukkan hubungan yang kuat
menarik
- Nilai 3 : menunjukkan hubungan yang sedang Hiasan
- Nilai 1 : menunjukkan hubungan yang lemah 2
tambahan
- Nilai 0 : menunjukkan tidak ada hubungan Mudah
sama sekali 9
dibersihkan
Dari hubungan antara karakteristik teknik SERVICEABILITY
Mudah
6
dengan customer requirment ini menghasilkan diperbaiki
derajat kepentingan yang merupakan sebuah nilai Hasil dari rekapitulasi kuisioner tertutup dapat
yang akan menjadi tingkat kepentingan suatu dilihat pada Tabel 2.
karakteristik teknik.
j. Perancangan Litter Catcher Tabel 2. Rekapitulasi Kusioner Tertutup
Litter catcher di desain menggunakan AutoCad Voice of Customer
Inventor. Responden
MK SS T MM BK MB
k. Pemilihan Alternatif Desain Melaliui AHP 1 5 4 3 5 4 4
Setelah didapat beberapa alternatif desain maka 2 5 3 2 4 4 4
selanjutnya dipilih alternatif paling optimal 3 4 2 3 3 4 3
menggunakan AHP melibatkan expert pada 4 5 4 2 3 4 2
pemilihan alternatif. 5 4 3 1 3 4 3
6 5 3 2 3 4 3
3. Hasil dan Pembahasan
7 4 4 1 4 4 2
3.1 Quality Function Deployment
8 4 3 2 3 4 3
a. Penyebaran Kuisioner
9 5 3 1 3 4 2
Populasi pada penelitian ini adalah warga Kota
pekanbaru. Sampel yang diambil untuk penelitian 10 4 2 2 4 2 3
ini adalah 15 orang secara Accidential Sampling. 11 5 3 2 3 5 3
Menurut Ulrich dkk (2012) jumlah minimal data 12 5 3 2 3 2 3
dikatakan valid apabila berdasarkan pendapat 13 5 4 2 4 5 3
minimal 10 orang sampai 50 orang. Penyebaran 14 4 3 1 3 5 3
kuisioner dilakukan di area Kota pekanbaru kepada 15 5 4 2 3 4 3
pengguna kendaraan bermotor sebagai narasumber. Keterangan
MK = Mudah di kosongkan
b. Rekapitulasi Kuisioner SS = Sesuai standar
Hasil dari rekapitulasi kuisioner terbuka dapat T = Tulisan “sampah plastik” pada badan
dilihat pada Tabel 1. tempat sampah
MM = Material metal
Tabel 1. Rekapitulasi Kuisioner Terbuka BK = Bentuk kotak
RESPON MB = Mudah dibersihkan
ASPEK DESAIN
DEN
Mudah c. Uji Validitas dan Reabilitas
12
dikosongkan Data uji validasi dari voice of customer mudah
ASPEK Mudah dikosongkan dapat dilihat pada Tabel 3.
1
PERFORMANCE dipindahkan
Ukuran Tabel 3. Data Uji Validitas Mudah
2
besar
Dikosongkan.
Sesuai
ASPEK 13 Mudah Dikosongkan
standar
CONFORMANCE Responden x y x2 y2 xy
Finishing
QUALITY 2 1 5 25 25 625 125
produk
Tulisan 2 5 22 25 484 110
sampah 10 3 4 19 16 361 76
ASPEK FITUR plastik 4 5 20 25 400 100
Penempatan 5 4 18 16 324 72
5
gambar
6 5 20 25 400 100
ASPEK Material
13 7 4 19 16 361 76
KETAHANAN metal
( DURABILITY ) Material non 2 8 4 19 16 361 76

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 3


9 5 18 25 324 90 MK 0.24
10 4 17 16 289 68 SS 0.426
11 5 21 25 441 105 T 0.382
12 5 18 25 324 90 MM 0.373
13 5 23 25 529 115 BK 0.728
14 4 19 16 361 76 MB 0.328
15 5 21 25 441 105 Jumlah 2.48
Σ 69 299 321 6025 1384 Perhitungan varian total dengan rumus sebagai
Perhitungan nilai r untuk voice of customer berikut:
(voc) mudah dikosongkan ∑(y)2
n(ΣXY) − (ΣXΣY) ∑ y2 −
Varian total = n
rxy = n
√[nΣX − (ΣX)2 ][nΣY 2 − (ΣY)2 ]
2
2992
15(1384) − (69x299) 6025 −
r mk = Varian total = 15
√[15x321 − (69)2 ][15x6025 − (299)2 ] 15
r mk = 0.5624 Varian total = 4.3289
Nilai r tabel dihitung dengan rumus Perhitungan Koefisien Alpha Cronbach
sebagai berikut 𝑘 ∑ 𝜎 2𝑏
𝑟11 = [ ] [1 − 2 ]
t 𝑘−1 𝜎 𝑡
r tabel = 6 2.48
√[df − (t)2 ] 𝑟11 = [ ] [1 − ]
Dimana 6−1 4.3289
r tabe l = Nilai r tabel 𝑟11 = 0.5125
t = Nilai t tabel ( dengan jumlah Apabila nilai r11 > r tabel, maka data kuesioner
responden 15 nilai t = 2.1314) tertutup dikatakan reabel.
df = Derajat bebas d. House of Quality
2.1314 1. Voice of Customer dan Karakteristik Teknik
r tabel = Voice of customer dan karakteristik teknik dari
√[0.05 − (2.1314)2 ] metode quality function deployment ini dapat dilihat
r tabel = 0.482 pada Tabel 6 dan Tabel 7.
Apabila nilai r hitung > r tabel, maka data
kuesioner tertutup dikatakan valid yang dapat Tabel 6. Voice of Customer
dilihat pada Tabel 4. No Voice of Customer
1 Mudah dikosongkan
Tabel 4. Hasil Uji Validasi 2 Sesuai standar
r hitung r tabel Keterangan Tulisan “Sampah Plastik” Pada
r mk 0.56249 0.48207 Valid 3
Badan Tempat Sampah
r ss 0.59846 0.48207 Valid 4 Material metal
rt 0.51137 0.48207 Valid 5 Bentuk Kotak
r mm 0.59783 0.48207 Valid 6 Mudah dibersihka
r bk 0.4854 0.48207 Valid
r mb 0.555 0.48207 Valid Tabel 7. Karakteristik Teknik
No Karakteristik Teknik
Uji reliabilitas dilakuakn denagn menghitung 1 Konstruksi
varian masing masing voc menggunakan rumus: 2 Finishing
∑(x)2
∑ x2 − 3 Dimensi
σ2x = n
4 Desain
n
Keterangan
σ2x = Varian voc x 2. Degree of Importance
Perhitungan reliabilitas untuk voc mudah Hasil dari degree of importance dapat dilihat
dikosongkan pada Tabel 8.
692
321 − Tabel 8. Degree of Importance
σ2x = 15
15 Voice of Hasil Kuisioner
Importance
σ2x = 0.24 Customer 1 2 3 4 5
Hasil perhitungan varian tiap voice of customer Mudah
0 0 0 6 9 5
dapat dilihat pada Tabel 5. dikosongkan
Sesuai
0 2 8 5 0 3
standar
Tabel 5. Perhitungan 𝜎𝑥2 Uji Reliabilitas
Tulisan
VoC σ2x hitung “Sampah
4 9 2 0 0 2

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 4


Plastik”

Konstruksi

Finishing

Dimensi

Desain
Material
0 0 10 4 1 3
metal
Bentuk Kotak 0 2 0 10 3 4
Mudah
0 3 10 2 0 3 Tingkat
dibersihkan
kepentingan 23.76 25.74 22.77 27.72
3. Tingkat Kesulitan
Hasil kuisioner untuk hubungan antar 5. Membangun House of Quality
karakteristik teknik dapat dilihat pada Gambar 1. Hasil akhir dari bagan house of quality dapat
dilihat pada gabar 3.
Konstruksi
Finishing
Dimensi
Desain

Gambar 1. Hasil Kuisioner Hubungan Antar


Karakteristik Teknik
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑎𝑘𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑡𝑖𝑘 𝑡𝑒𝑘𝑛𝑖𝑘 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖
𝑥 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑎𝑘𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑡𝑖𝑘 𝑡𝑒𝑘𝑛𝑖𝑘
16
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 = 𝑥 100
40
16
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 = 𝑥 100
40
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 = 40 Gambar 3. House of Quality
Hasil perhitungan tingkat kesulitan tiap-tiap 3.2 Perancangan Litter Catcher
karakteristik teknik dapat dilihat pada Tabel 9. Dari hasil analisa QFD maka di dapat
Tabel 9. Nilai Tingkat Kesulitan parameter-parameter utama dalam desain ini yang
akan menjadi acuan dalam perancangan litter
Konstruksi

Finishing

Dimensi

Desain

catcher. Paramter-parameter karakteristik teknik


tersebut yaitu:
1. Desain
2. Finishing
3. Konstruksi
Tingkat kesulitan 40 40 40 40
4. Dimensi
Sedangkan parameter-parameter berdasarkan voice
4. Tingkat Kepentingan
of customer yaitu:
Hasil Kuisioner untuk hubungan karakteristik
1. Mudah dikosongkan
teknik dengan voice of customer dapat dilihat pada
2. Bentuk Kotak
Gambar 2.
3. Sesuai standar
4. Material metal
5. Mudah dibersihkan
6. Tulisan “Sampah Plastik”
Konstruksi
Finishing
Dimensi

Penjelasan dari tiap tiap parameter terhadap


Desain

desain dapat dilihat pada Tabel 11.


Mudah Dikosongkan 15 3 5 5 Tabel 11. Parameter Desain
Sesuai Standar 15 5 5 5
No Parameter `Keterangan
Tulisan Sampah Plastik Pada Badan Tempat Sampah
 Wadah
1 5 0 3
penampungan
Material Metal 15 5 5 5
Bentuk Kotak 15 5 5 5
sampai harus di desain
Mudah Dibersihkan 13 3 3 5
sedemikian rupa sehingga
ketika mengosongkan
Gambar 2. Hasil Kuisioner Hubungan Karakteristik wadah sampah tidak ada
Teknik dengan Voice of Customer sampah yang tertingggal di
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 Mudah wadah dikarenakan
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑝𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 = 𝑥 100 1
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 dikosongkan banyaknya celah-celah atau
24
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑝𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 = 𝑥 100 sekat-sekat.
101
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑝𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 = 23.76  Luas penampang dasar di
Hasil perhitungan tingkat kepentingan tiap-tiap rancang lebih kecil dari luas
penampang atas wadah
karakteristik teknik dapat dilihat pada Tabel 10.
sampah dengan tujuan agar
Tabel 10. Nilai Tingkat Kepentingan sampah mudah dibuang

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 5


atau di kosongkan.
 Bentuk kotak dipilih dari
permintaan konsumen.
Bentuk Kotak Maksud bentuk kotak disini
2
ialah gambaran umum yang
didapat dari melihat wadah
sampah yang di desain.
 Standar pewadahan sampah
di jalan raya minimal 40
Sesuai liter (SK SNI 19-2454).
3 standar Dengan contoh dimensi
produk Krisbow HDPE 120
liter (360mm x 410 mm x
860 mm)
Material
 Material metal dipilih dari
4 metal
permintaan konsumen.
 Pertimbangan desain yang
Gambar 5. Alternatif Desain 2
memiliki parameter mudah
dibersihkan ialah wadah 3.3 Analytical Hierarchy Process
Mudah a. Struktur Hirarki Masalah
sampah tidak memiliki
5 dibersihkan
sekat-sekat yang susah Struktur hirarki masalah dari analytical
dijangkau ketika dilakukan hierarchy process dapat pada Gambar 6.
pembersihan wadah DESAIN OPTIMAL

sampah.
 Tulisan disini ialah fitur
Tulisan tambahan dari wadah
“Sampah sampah itu sendiri untuk CONFORMANCE
FITUR DURABILITY ESTETIKA
6 QUALITY

Plastik” memberi tanda bahwa


PERFORMANCE SERVICEABILITY
wadah tersebut ialah tong
sampah.

a. Hasil Desain ALTERNATIF 1 ALTERNATIF 2

Hasil desain litter catcher menggunakan Gambar 6. Struktur Hirarki


Autocad Inventor dapat dilihat pada Gambar 4 dan b. Penyebaran Kuisioner
Gambar 5. Kuisioner analytical hierarchy process
disebarkan kepada 5 expert yang dianggap penulis
dapat memberikan penilaiannya dalam penentuan
desain optimal dari litter catcher.
c. Pengolahan Data Menggunakan Expert
Choice 2000
Hasil dari bobot kriteria dapat dilihat pada
Gambar 7.

Gambar 7. Hasil Bobot Kriteria


Gambar 4. Alternatif Desain 1 Dari gambar 7 yang merupakan tampilan hasil
dari aplikasi expert choice 2000 didapat nilai CR =
0.05098 dimana CR<0.1 maka dinyatakan
perbandingan berpasangan kriteria konsiste dan
hasil desain optimal terpilih dapat dilihat pada
Gambar 8.

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 6


Daftar Pustaka
[1] Cohen, Lou. Quality Function Deployment,
How to Make QFD Work For You. New York
:Addison- Wesley Publishing Company. 1995.
[2] Honggowibowo, A.S. dan. Titien, S. Sistem
Pendukung Keputusan Pemilihan Desain
Interior Menggunakan Metode Analytical
Hierarchy Process (AHP). ISSN (Print) :
Gambar 8. Hasil Desain Optimal 1693-6930, Volume-2, Issue-2.
[3] Jaiwal, E.S. A Case Study on Quality Function
Deployment (QFD). IOSR-JMCE :2278-1684.
Volume-3, Issue-6, 2012.
[4] Ulrich, Karl. T. Dan. Eppinger, Steven. D.
Product Design and Development. Fifth
edition. McGraw Hill.2012.
[5] Permadi dan Bambang S., “AHP”, PAU –
Studi Ekonomi UI Jakarta, 1992.
[6] Suwerda, B. (2012). Bank Sampah (Kajian
Teori dan Penerapan). Yogyakarta: Pustaka
Rihama.
Gambar 9. Analisa AHP dari Expert Choice 2000

Dari grafik pada Gambar 8 dapat disimpulkan 3


kriteria yang menjadi prioritas dari expert yaitu
performance dengan nilai 29.8%, conformance
quality 24.4% dan serviceability 19.8%. Yang
menjadi desain optimal menurut para expert ialah
alternatif 2 dengan mendapat nilai 65%.
4. Simpulan
Kesimpulan yang diperoleh, yaitu :
1. Berdasarkan hasil kuisioner terbuka
didapat 6 voice of customer yang menjadi
parameter dalam desain litter catcher yaitu mudah
dikosongkan, sesuai standar, tulisan sampah plastik
pada badan tempat sampah, material metal, bentuk
kotak dan mudah dibersihkan.
2. Prioritas karakteristik teknik berdasarkan
tingkat kepentingan adalah desain dengan nilai
27.72, finishing dengan nilai 25.74 dan konstruksi
dengan nilai 23.76.
3. Desain optimal yang terpilih ialah desain
alternatif 2 dengan bobot 0.65 dengan CR 0.05
dimana perbandingan berpasangan dinyatakan
konsisten.

Jom FTEKNIK Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019 7