Anda di halaman 1dari 25

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ANDI MATAPPA PANGKEP

MATA KULIAH KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Direvisi


Pendidikan T=3 P=- Genap 17/02/2018
Keterampilan Berbahasa Indonesia Pengembang RP Koordinator RMK Ka PRODI
Nur Alfyfadhilah Rusydi, TANDA TANGAN Hasbahuddin, S.Pd, M.Pd
S.Pd, M.Pd
Capaian Pembelajaran Program Studi
(CP) 1. Mahasiswa mampu memahami pengetahuan yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa pada siswa sekolah
dasar (SD)
2. Mahasiswa mampu mengimplementasikan empat keterampilan berbahasa pada siswa sekolah dasar (SD)
Diskripsi Singkat MK Mata kuliah ini di maksudkan agar mahasiswa mampu memahami keterampilan berbahasa Indonesia meliputi:
menyimak, berbicara, menulis dan mengapresiasi karya sastra untuk anak-anak tidak hanya dari segi teori namun
secara praksis.
Mahasiswa diharapkan dapat menguasai keterampilan berbahasa Indonesia sebagai bekal pengajaran di SD.
Mahasiswa juga diharapkan memahami kaidah berbahasa indonesia serta dapat lebih mengapresiasi karya sastra
Indonesia baik secara reseptif maupun produktif

SESI KEMAMPUAN MATERI BENTUK SUMBER INDIKATOR


AKHIR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
1 Mahasiswa mampu Pengantar Mata 1. Model 1. Haryadi. 2010. Model Memahami empat
menjelaskan empat Kuliah: pembelajaran Pembelajaran. Semarang: keterampilan berbahasa
keterampilan  Empat ekspositori dan Unnes dan keterkaitan empat
2. Sapani, Suardi, dkk.
berbahasa dan Keterampilan tanya jawab keterampilan tersebut
1997. Teori Pembelajaran
keterkaitan antara Berbahasa 2. Media pembela- Bahasa. Jakarta: Depdikbud. dengan materi
empat keterampilan  Keterkaitan antara jaran di kelas 3. Djuanda, Dadan. Dkk. 2006. pembelajaran bahasa di
berbahasa dengan empat menggunakan Pembinaan dan SD dengan benar.
materi pembelajaran keterampilan laptop, LCD, dan Pengembangan Pembelajaran
Bahasa Indonesia di SD.
bahasa di SD berbahasa dengan whiteboard
Bandung : UPI PRESS
materi Mudjianto dan Susanto, Gatut.
pembelajaran 2010. Materi Pembelajaran
bahasa di SD Menyimak. Malang. A3
Malang.
4. Tarigan, Henry Guntur. 1988.
Menyimak sebagai Suatu
Ketrampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
5. Hermawan, Herry.
2012. Menyimak Keterampilan
Berkomunikasi yang
Terabaikan. Yogyakarta :
Graha Ilmu
6. Tarigan, Guntur. 1997. Teknik-
teknik Pembelajaran
Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
2 Mahasiswa mampu • Hakikat 1. Model 1. Haryadi. 2010. Model Menjelaskan konsep dasar
menjelaskan konsep menyimak pembelajaran Pembelajaran. Semarang: keterampilan menyimak
dasar keterampilan • Tujuan kooperatif, Unnes dengan benar
2. Sapani, Suardi, dkk.
menyimak menyimak konstruktivis,
1997. Teori Pembelajaran
• Jenis-jenis kontekstual, dan Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
menyimak pemberian tugas. 3. Djuanda, Dadan. Dkk. 2006.
(Menyimak 2. Media pembela- Pembinaan dan
intensif dan jaran di kelas Pengembangan Pembelajaran
ekstensif) menggunakan Bahasa Indonesia di SD.
laptop, LCD, dan Bandung : UPI PRESS
whiteboard Mudjianto dan Susanto, Gatut.
2010. Materi Pembelajaran
Menyimak. Malang. A3
Malang.
4. Tarigan, Henry Guntur. 1988.
Menyimak sebagai Suatu
Ketrampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
5. Hermawan, Herry.
2012. Menyimak Keterampilan
Berkomunikasi yang
Terabaikan. Yogyakarta :
Graha Ilmu
6. Tarigan, Guntur. 1997. Teknik-
teknik Pembelajaran
Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
3 Mahasiswa mampu • Kendala 1. Model pembelajaran 1. Haryadi. 2010. Model Menjelaskan kendala dan
menjelaskan kendala menyimak kooperatif, Pembelajaran. Semarang: karakteristik penyimak
dan karakteristik • Karakteristik konstruktivis, Unnes dengan benar
2. Sapani, Suardi, dkk.
penyimak menyimak kontekstual, dan
1997. Teori Pembelajaran
pemberian tugas. Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
• 2. Media 3. Djuanda, Dadan. Dkk. 2006.
pembela- jaran di Pembinaan dan
kelas menggunakan Pengembangan Pembelajaran
laptop, LCD, dan Bahasa Indonesia di SD.
whiteboard Bandung : UPI PRESS
Mudjianto dan Susanto, Gatut.
2010. Materi Pembelajaran
Menyimak. Malang. A3
Malang.
4. Tarigan, Henry Guntur. 1988.
Menyimak sebagai Suatu
Ketrampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
5. Hermawan, Herry.
2012. Menyimak Keterampilan
Berkomunikasi yang
Terabaikan. Yogyakarta :
Graha Ilmu
6. Tarigan, Guntur. 1997. Teknik-
teknik Pembelajaran
Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
SESI KEMAMPUAN MATERI BENTUK SUMBER INDIKATOR
AKHIR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
4 Mahasiswa mampu • Strategi • 1. Model 1. Haryadi. 2010. Model Mengembangkan strategi
menjelaskan strategi peningkatan daya pembelajaran Pembelajaran. Semarang: dan model pengembangan
dan model simak kooperatif, Unnes keterampilan menyimak
2. Sapani, Suardi, dkk.
pengembangan • Model-model konstruktivis, pada siswa SD dengan
1997. Teori Pembelajaran
keterampilan pengembangan kontekstual, dan Bahasa. Jakarta: Depdikbud. benar
menyimak pada siswa materi pemberian tugas. 3. Djuanda, Dadan. Dkk. 2006.
SD pembelajaran • 2. Media Pembinaan dan
menyimak di SD pembela- jaran di Pengembangan Pembelajaran
(Dialog, Berita, kelas menggunakan Bahasa Indonesia di SD.
Iklan, Petunjuk dan laptop, LCD, Bandung : UPI PRESS
Mudjianto dan Susanto, Gatut.
pidato/ceramah) beberapa contoh
2010. Materi Pembelajaran
rekaman menyimak Menyimak. Malang. A3
yaitu dialog, berita, Malang.
iklan, petunjuk, 4. Tarigan, Henry Guntur. 1988.
pidato/ceramah dan Menyimak sebagai Suatu
whiteboard Ketrampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
5. Hermawan, Herry.
2012. Menyimak Keterampilan
Berkomunikasi yang
Terabaikan. Yogyakarta :
Graha Ilmu
6. Tarigan, Guntur. 1997. Teknik-
teknik Pembelajaran
Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.

5 Mahasiswa mampu • Hakikat • 1. Model 1. H,S, Widjono. 2005. Bahasa Menjelaskan konsep dasar
menjelaskan konsep berbicara pembelajaran Indonesia untuk Perguruan keterampilan berbicara
dasar keterampilan • Konsep kooperatif, Tinggi. Jakarta. dengan benar
berbicara 1 dasar konstruktivis, 2. Haryadi dan Zamzani.
keterampilan kontekstual, dan 1996/1997. Peningkatan
berbicara pemberian tugas. Keterampilan Berbahasa
• Tujuan • 2. Media Indonesia. Depdikbud Dirjen
keterampilan pembela- jaran di Dikti bagian Proyek
berbicara kelas menggunakan Pengembangan Pendidikan
• Kendala laptop, LCD, dan Guru Sekolah Dasar.
yang dihadapi whiteboard 3. Supriyadi, dkk. 2005.
dalam Pendidikan Bahasa Indonesia
keterampilan 2. Jakarta: Depdikbud
berbicara 4. Tarigan, H.G. 1986. Berbicara
sebagai suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
6 Mahasiswa mampu  Relevansi 1. Model pembelajaran 1. H,S, Widjono. 2005. Bahasa Menjelaskan konsep
menjelaskan konsep berbicara kooperatif, Indonesia untuk Perguruan konsep dasar keterampilan
dasar keterampilan  Faktor-faktor yang konstruktivis, Tinggi. Jakarta. berbicara 2 dengan benar
berbicara 2 memengaruhi kontekstual, dan 2. Haryadi dan Zamzani.
berbicara secara pemberian tugas. 1996/1997. Peningkatan
langsung 2. Media pembela- Keterampilan Berbahasa
 Ciri-ciri pembicara jaran di kelas Indonesia. Depdikbud Dirjen
ideal menggunakan Dikti bagian Proyek
 Sikap mental laptop, LCD, alat Pengembangan Pendidikan
dalam berbicara peraga (gambar, Guru Sekolah Dasar.
 Penilaian rekaman), dan 3. Supriyadi, dkk. 2005.
keterampilan whiteboard Pendidikan Bahasa Indonesia
berbicara 2. Jakarta: Depdikbud
4. Tarigan, H.G. 1986. Berbicara
sebagai suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
7 Mahasiswa mampu • Contoh 1. Model 1. H,S, Widjono. 2005. Bahasa Mengembangkan praktik-
menjelaskan praktik- praktik pembelajaran Indonesia untuk Perguruan praktik keterampilan
praktik keterampilan keterampilan kooperatif, Tinggi. Jakarta. berbicara dengan benar
berbicara berbicara konstruktivis, 2. Haryadi
kontekstual, dan dan Zamzani.1996/1997.
pemberian tugas. Peningkatan Keterampilan
• 2. Media Berbahasa Indonesia.
pembela- jaran di Depdikbud Dirjen Dikti bagian
kelas menggunakan Proyek Pengembangan
laptop, LCD, alat Pendidikan Guru Sekolah
peraga (rekaman, Dasar.
gambar), dan 3. Supriyadi, dkk. 2005.
whiteboard Pendidikan Bahasa Indonesia
2. Jakarta: Depdikbud
4. Tarigan, H.G. 1986. Berbicara
sebagai suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Ujian Tengah Semester
8 Mahasiswa mampu • Hakikat 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur. Menjelaskan konsep dasar
menjelaskan konsep membaca kooperatif, 1987. Membaca. Bandung: keterampilan membaca 1
dasar keterampilan • Tujuan konstruktivis, Angkasa. dengan benar
2. Sugihartati. Rahma.
membaca 1 keterampilan kontekstual, dan
2010. Membaca, Gaya Hidup
membaca pemberian tugas. dan Kapitalisme. Yogyakarta:
• Aspek • 2. Media Graha Ilmu.
membaca pembela- jaran di 3. Dalman. 2013. Keterampilan
• Kendala kelas menggunakan Membaca. Jakarta: PT Raja
yang dihadapi laptop, LCD, Grafindo Persada.
dalam beberapa contoh teks 4. Tarigan, Henry Guntur.
2008. Membaca Sebagai Suatu
keterampilan bacaan, dan
Keterampilan Bahasa.
membaca whiteboard Bandung: Percetakan Angkasa.
• Ruang 5. Depdikbud Dikti.
lingkup 1985. Pengajaran Membaca.
keterampilan Jakarta: Depdikbud Dikti
membaca 6. Depdiknas. 2003. Standar
Kompetensi Bahasa dan Sastra
Indonesia SD. Jakarta:
Depdikbud.
7. Goodman, Kenneth. 1988. The
Reading Process. Dalam
Carrell, Patricia L; Devine,
Joanne; & Eskey, David E
(eds). Interactive Approaches
to Second Language
Reading. Cambridge
University Press.
8. Haryadi. 2010. Model
Pembelajaran. Semarang:
Unnes
9. Rahim, Farida.
2007. Pengajaran Membaca di
Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi
Aksara.
10. Sapani, Suardi, dkk.
1997. Teori Pembelajaran
Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
9 Mahasiswa mampu  Jenis-jenis 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur. Menjelaskan konsep dasar
menjelaskan konsep membaca kooperatif, 1987. Membaca. Bandung: keterampilan membaca 2
dasar keterampilan  Membaca konstruktivis, Angkasa. dengan benar
2. Sugihartati. Rahma.
membaca 2 permulaan kontekstual, dan
2010. Membaca, Gaya Hidup
 Ruang lingkup pemberian tugas. dan Kapitalisme. Yogyakarta:
membaca 2. Media pembela- Graha Ilmu.
permulaan jaran di kelas 3. Dalman. 2013. Keterampilan
menggunakan Membaca. Jakarta: PT Raja
laptop, LCD, Grafindo Persada.
beberapa contoh teks 4. Tarigan, Henry Guntur.
2008. Membaca Sebagai Suatu
bacaan, dan
Keterampilan Bahasa.
whiteboard Bandung: Percetakan Angkasa.
5. Depdikbud Dikti.
1985. Pengajaran Membaca.
Jakarta: Depdikbud Dikti
6. Depdiknas. 2003. Standar
Kompetensi Bahasa dan Sastra
Indonesia SD. Jakarta:
Depdikbud.
7. Goodman, Kenneth. 1988. The
Reading Process. Dalam
Carrell, Patricia L; Devine,
Joanne; & Eskey, David E
(eds). Interactive Approaches
to Second Language
Reading. Cambridge
University Press.
8. Haryadi. 2010. Model
Pembelajaran. Semarang:
Unnes
9. Rahim, Farida.
2007. Pengajaran Membaca di
Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi
Aksara.
10. Sapani, Suardi, dkk.
1997. Teori Pembelajaran
Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
10 Mahasiswa mampu 1 Aplikasi 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur. Mengembangkan konsep
menjelaskan konsep keterampilan kooperatif, 1987. Membaca. Bandung: pembelajaran untuk
pembelajaran untuk membaca dalam konstruktivis, Angkasa. meningkatkan
2. Sugihartati. Rahma.
meningkatkan pembelajaran kontekstual, dan keterampilan membaca
2010. Membaca, Gaya Hidup
keterampilan 2 Metode membaca pemberian tugas. dan Kapitalisme. Yogyakarta: pada siswa SD dengan
membaca pada siswa permulaan 2. Media pembela- Graha Ilmu. benar
SD 3 Relevansi jaran di kelas 3. Dalman. 2013. Keterampilan
membaca dengen menggunakan Membaca. Jakarta: PT Raja
keterampilan laptop, LCD, Grafindo Persada.
berbahasa lain beberapa teks 4. Tarigan, Henry Guntur.
2008. Membaca Sebagai Suatu
bacaan, dan
Keterampilan Bahasa.
whiteboard Bandung: Percetakan Angkasa.
5. Depdikbud Dikti.
1985. Pengajaran Membaca.
Jakarta: Depdikbud Dikti
6. Depdiknas. 2003. Standar
Kompetensi Bahasa dan Sastra
Indonesia SD. Jakarta:
Depdikbud.
7. Goodman, Kenneth. 1988. The
Reading Process. Dalam
Carrell, Patricia L; Devine,
Joanne; & Eskey, David E
(eds). Interactive Approaches
to Second Language
Reading. Cambridge
University Press.
8. Haryadi. 2010. Model
Pembelajaran. Semarang:
Unnes
9. Rahim, Farida.
2007. Pengajaran Membaca di
Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi
Aksara.
10. Sapani, Suardi, dkk.
1997. Teori Pembelajaran
Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
11 Mahasiswa mampu • Hakikat 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur . 1982 Menjelaskan konsep dasar
menjelaskan konsep menulis kooperatif, .Menulis.Bandung : keterampilan menulis
dasar keterampilan • Fungsi konstruktivis, Angkasa. dengan benar
2. Alwasilah, Ch.
menulis menulis kontekstual, dan
2005. Pokoknya Menulis:
• Tujuan pemberian tugas. Cara Baru Menulis dengan
menulis • 2. Media Metode Kolaborasi.
• Teori pembela- jaran di Bandung: PT Kiblat Buku
menulis kelas menggunakan Utama.
• Kendala laptop, LCD, alat 3. Kurniawan, K. 2004.
yang dihadapi peraga (gambar, “Pembelajaran Menulis
dalam rekaman), dan dengan Menggunakan
Pendekatan Proses”. Jurnal
keterampilan whiteboard
Mimbar Pendidikan No. 2
menulis Tahun XXIII 2004.
4. Kurniawan, K.
2000. “Pembaharuan
Pendidikan Baca-Tulis
Menuju Masyarakat Madani”,
Jurnal Pendidikan Mimbar
Pendidikan, Universitas
Pendidikan Indonesia, No. 1
Tahun XIX 2000.
5. Sampurno, A. 2003. Menulis.
Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional.
6. Sutari, I. 1997. Dasar-dasar
Kemampuan Menulis.
Bandung : FPBS IKIP.
7. Tarigan, H.G. 1983. Menulis
Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
8. Suparno. 2002. Keterampilan
Dasar Menulis. Jakarta:
Depdiknas-UT
9. Hartati, Tatat dkk.
2006. Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah. Bandung : UPI
PRESS.
10. Ahkadiah, S. dkk. 2003.
Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia.
Penerbit : Erlangga. Jakarta.
11. Mulyati, Y. dkk. 2007.
Keterampilan Berbahasa
Indonesia SD. Penerbit:
Universitas Terbuka. Jakarta.
12. Nurviati, I. M. 2007.
Keterampilan Menulis Untuk
Siswa SD. Penerbit :
Lazuardi. Jakarta.
13. Solhan T.W., dkk. 2007.
Pendidikan Bahasa Indonesia
di SD. Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
14. Yusuf, M. 2005. Pendidikan
Bagi Anak Dengan Problema
Belajar. Penerbit :
Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
15. Yunus, M., Suparno. 2007.
Keterampilan Dasar Menulis.
Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
12 Mahasiswa mampu • Jenis-jenis 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur . 1982 Menjelaskan jenis-jenis
menjelaskan jenis- tulisan kooperatif, . Menulis.Bandung : tulisan dan pemetaan
jenis tulisan dan • Pemetaan konstruktivis, Angkasa. materi menulis di SD
2. Alwasilah, Ch.
pemetaan materi materi menulis di kontekstual, dan dalam konteks kurikulum
2005. Pokoknya Menulis:
menulis di SD dalam SD pemberian tugas. Cara Baru Menulis dengan 2013 dengan benar
konteks kurikulum • 2. Media Metode Kolaborasi.
2013 pembela- jaran di Bandung: PT Kiblat Buku
kelas menggunakan Utama.
laptop, LCD, alat 3. Kurniawan, K. 2004.
peraga (gambar, “Pembelajaran Menulis
rekaman), dan dengan Menggunakan
Pendekatan Proses”. Jurnal
whiteboard
Mimbar Pendidikan No. 2
Tahun XXIII 2004.
4. Kurniawan, K.
2000. “Pembaharuan
Pendidikan Baca-Tulis
Menuju Masyarakat Madani”,
Jurnal Pendidikan Mimbar
Pendidikan, Universitas
Pendidikan Indonesia, No. 1
Tahun XIX 2000.
5. Sampurno, A. 2003. Menulis.
Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional.
6. Sutari, I. 1997. Dasar-dasar
Kemampuan Menulis.
Bandung : FPBS IKIP.
7. Tarigan, H.G. 1983. Menulis
Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
8. Suparno. 2002. Keterampilan
Dasar Menulis. Jakarta:
Depdiknas-UT
9. Hartati, Tatat dkk.
2006. Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah. Bandung : UPI
PRESS.
10. Ahkadiah, S. dkk. 2003.
Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia.
Penerbit : Erlangga. Jakarta.
11. Mulyati, Y. dkk. 2007.
Keterampilan Berbahasa
Indonesia SD. Penerbit:
Universitas Terbuka. Jakarta.
12. Nurviati, I. M. 2007.
Keterampilan Menulis Untuk
Siswa SD. Penerbit :
Lazuardi. Jakarta.
13. Solhan T.W., dkk. 2007.
Pendidikan Bahasa Indonesia
di SD. Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
14. Yusuf, M. 2005. Pendidikan
Bagi Anak Dengan Problema
Belajar. Penerbit :
Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
15. Yunus, M., Suparno. 2007.
Keterampilan Dasar Menulis.
Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
13 Mahasiswa mampu • Rambu- 1. Model pembelajaran 1. Tarigan, Henry Guntur . 1982 Menjelaskan rambu-
menjelaskan rambu- rambu kooperatif, . Menulis.Bandung : rambu pembelajaran
rambu pembelajaran pembelajaran konstruktivis, Angkasa. menulis, konsep
2. Alwasilah, Ch.
menulis, konsep menulis kontekstual, dan pembelajaran menulis,
2005. Pokoknya Menulis:
pembelajaran menulis, • Pembelajaran pemberian tugas. Cara Baru Menulis dengan ruang lingkup, dan
ruang lingkup, dan keterampilan • 2. Media Metode Kolaborasi. permasalahan serta solusi
permasalahan serta menulis di SD pembela- jaran di Bandung: PT Kiblat Buku untuk meningkatkan
solusi untuk • Ruang kelas menggunakan Utama. keterampilan menulis pada
meningkatkan lingkup laptop, LCD, alat 3. Kurniawan, K. 2004. siswa SD dengan benar
keterampilan menulis pembelajaran peraga, dan “Pembelajaran Menulis
pada siswa SD menulis di SD whiteboard dengan Menggunakan
Pendekatan Proses”. Jurnal
• Permasalahan
Mimbar Pendidikan No. 2
dalam Tahun XXIII 2004.
pembelajaran 4. Kurniawan, K.
menulis dan 2000. “Pembaharuan
penanggulanganny Pendidikan Baca-Tulis
a Menuju Masyarakat Madani”,
Jurnal Pendidikan Mimbar
Pendidikan, Universitas
Pendidikan Indonesia, No. 1
Tahun XIX 2000.
5. Sampurno, A. 2003. Menulis.
Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional.
6. Sutari, I. 1997. Dasar-dasar
Kemampuan Menulis.
Bandung : FPBS IKIP.
7. Tarigan, H.G. 1983. Menulis
Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
8. Suparno. 2002. Keterampilan
Dasar Menulis. Jakarta:
Depdiknas-UT
9. Hartati, Tatat dkk.
2006. Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah. Bandung : UPI
PRESS.
10. Ahkadiah, S. dkk. 2003.
Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia.
Penerbit : Erlangga. Jakarta.
11. Mulyati, Y. dkk. 2007.
Keterampilan Berbahasa
Indonesia SD. Penerbit:
Universitas Terbuka. Jakarta.
12. Nurviati, I. M. 2007.
Keterampilan Menulis Untuk
Siswa SD. Penerbit :
Lazuardi. Jakarta.
13. Solhan T.W., dkk. 2007.
Pendidikan Bahasa Indonesia
di SD. Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
14. Yusuf, M. 2005. Pendidikan
Bagi Anak Dengan Problema
Belajar. Penerbit :
Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
15. Yunus, M., Suparno. 2007.
Keterampilan Dasar Menulis.
Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
14 Mahasiswa mampu • Pembelajaran • 1. Model 1. Tarigan, Henry Guntur . 1982 Menjelaskan konsep
menjelaskan konsep menulis di SD pembelajaran . Menulis.Bandung : pembelajaran menulis di
pembelajaran menulis • Pendekatan kooperatif, Angkasa. SD beserta pendekatan,
2. Alwasilah, Ch.
di SD beserta pembelajaran konstruktivis, model, metode, dan teknik
2005. Pokoknya Menulis:
pendekatan, model, menulis di SD kontekstual, dan Cara Baru Menulis dengan pembelajarannya dengan
metode, dan teknik • Metode- pemberian tugas. Metode Kolaborasi. benar.
pembelajarannya. metode dalam • 2. Media Bandung: PT Kiblat Buku
pembelajaran pembela- jaran di Utama.
menulis kelas menggunakan 3. Kurniawan, K. 2004.
• Langkah- laptop, LCD, “Pembelajaran Menulis
dengan Menggunakan
langkah beberapa contoh
Pendekatan Proses”. Jurnal
pembelajaran karya sastra anak, Mimbar Pendidikan No. 2
menulis permulaan alat peraga, dan Tahun XXIII 2004.
• Hubungan whiteboard 4. Kurniawan, K.
menulis dengan 2000. “Pembaharuan
keterampilan Pendidikan Baca-Tulis
lainnya Menuju Masyarakat Madani”,
Jurnal Pendidikan Mimbar
• Metode,
Pendidikan, Universitas
model, dan teknik Pendidikan Indonesia, No. 1
lain dalam Tahun XIX 2000.
pembelajaran 5. Sampurno, A. 2003. Menulis.
menulis Jakarta : Departemen
• Strategi Pendidikan Nasional.
pembelajaran 6. Sutari, I. 1997. Dasar-dasar
Kemampuan Menulis.
menulis dengan
Bandung : FPBS IKIP.
model lintas 7. Tarigan, H.G. 1983. Menulis
keterampilan Sebagai Suatu Keterampilan
berbahasa Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
8. Suparno. 2002. Keterampilan
Dasar Menulis. Jakarta:
Depdiknas-UT
9. Hartati, Tatat dkk.
2006. Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah. Bandung : UPI
PRESS.
10. Ahkadiah, S. dkk. 2003.
Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia.
Penerbit : Erlangga. Jakarta.
11. Mulyati, Y. dkk. 2007.
Keterampilan Berbahasa
Indonesia SD. Penerbit:
Universitas Terbuka. Jakarta.
12. Nurviati, I. M. 2007.
Keterampilan Menulis Untuk
Siswa SD. Penerbit :
Lazuardi. Jakarta.
13. Solhan T.W., dkk. 2007.
Pendidikan Bahasa Indonesia
di SD. Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
14. Yusuf, M. 2005. Pendidikan
Bagi Anak Dengan Problema
Belajar. Penerbit :
Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
15. Yunus, M., Suparno. 2007.
Keterampilan Dasar Menulis.
Penerbit : Universitas
Terbuka. Jakarta.
Ujian Akhir Semester

EVALUASI PEMBELAJARAN

SESI PROSEDUR BENTUK SEKOR > 77 SEKOR > 65 SEKOR > 60 SEKOR > 45 SEKOR < 45 BOBOT
( A / A-) (B- / B / B+ ) (C / C+ ) (D) (E)
1 Pre-test Tes tulisan Dapat Dapat Dapat empat Kurang dapat Tidak dapat 5%
(UTS) menjelaskan menjelaskan keterampilan menjelaskan menjelaskan
empat empat berbahasa dan empat empat
keterampilan keterampilan keterkaitan antara keterampilan keterampilan
berbahasa dan berbahasa dan empat berbahasa dan berbahasa dan
keterkaitan keterkaitan antara keterampilan keterkaitan antara keterkaitan antara
antara empat empat berbahasa dengan empat empat
keterampilan keterampilan materi keterampilan keterampilan
berbahasa berbahasa dengan pembelajaran berbahasa dengan berbahasa dengan
dengan materi materi bahasa di SD materi materi
pembelajaran pembelajaran dengan cukup pembelajaran pembelajaran
bahasa di SD bahasa di SD benar. bahasa di SD bahasa di SD
dengan lengkap dengan benar. dengan benar. dengan benar.
dan benar.
2 Post-test Tes tulisan Dapat Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 5%
(UTS) menjelaskan konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan
konsep dasar keterampilan konsep dasar konsep dasar konsep dasar
keterampilan menyimak dengan keterampilan keterampilan keterampilan
menyimak benar. menyimak dengan menyimak dengan menyimak dengan
dengan lengkap cukup benar. benar. benar.
dan benar.

3 Post-test Tes tulisan Dapat Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 5%
(UTS) menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
kendala dan kendala dan kendala dan kendala dan kendala dan
karakteristik karakteristik karakteristik karakteristik karakteristik
penyimak penyimak dengan penyimak dengan penyimak dengan penyimak dengan
dengan lengkap benar. cukup benar. benar. benar.
dan benar.
4 Post-test, Tugas Dapat Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 10 %
progress-test individu menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
strategi dan strategi dan strategi dan strategi dan strategi dan model
model model model model pengembangan
pengemba pengembangan pengembangan pengembangan keterampilan
gan keterampilan keterampilan keterampilan menyimak pada
keterampilan menyimak pada menyimak pada menyimak pada siswa SD dengan
menyimak siswa SD dengan siswa SD dengan siswa SD dengan benar.
pada siswa benar. cukup benar. benar.
SD dengan
lengkap dan
benar.

5 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat Dapat Kurang dapat Kurang dapat 5%
tulisan konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UTS) keterampilan berbicara konsep dasar konsep dasar konsep dasar konsep dasar
1 dengan lengkap dan keterampilan keterampilan keterampilan keterampilan
benar. berbicara 1 berbicara 1 berbicara 1 berbicara 1
dengan benar. dengan cukup dengan benar. dengan benar.
benar.
6 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 5%
tulisan konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UTS) keterampilan berbicara konsep dasar konsep dasar konsep dasar konsep dasar
2 dengan lengkap dan keterampilan keterampilan keterampilan keterampilan
benar. berbicara 2 berbicara 2 berbicara 2 berbicara 2
dengan benar. dengan cukup dengan benar. dengan benar.
benar.

7 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 5%
tulisan praktik-praktik menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UTS) keterampilan berbicara praktik-praktik praktik-praktik praktik-praktik praktik-praktik
dengan lengkap dan keterampilan keterampilan keterampilan keterampilan
benar. berbicara dengan berbicara dengan berbicara dengan berbicara dengan
benar. cukup benar. benar. benar.

8 Pre-test Tes Dapat Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 7%
tulisan menjelaskan konsep konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UAS) dasar keterampilan keterampilan konsep dasar konsep dasar konsep dasar
membaca 1 dengan membaca 1 dengan keterampilan keterampilan keterampilan
lengkap dan benar. benar. membaca 1 membaca 1 membaca 1
dengan cukup dengan benar. dengan benar.
benar.
. .
9 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 7%
tulisan konsep dasar konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UAS) keterampilan membaca keterampilan konsep dasar konsep dasar konsep dasar
2 dengan lengkap dan membaca 2 keterampilan keterampilan keterampilan
benar. dengan benar. membaca 2 membaca 2 membaca 2
dengan cukup dengan benar. dengan benar.
benar.

10 Post-test, Tugas Dapat menjelaskan Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 10%
progress- individu konsep menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
test pembelajaran untuk konsep konsep konsep konsep
meningkatkan pembelajaran pembelajaran pembelajaran pembelajaran
keterampilan membaca untuk untuk untuk untuk
pada siswa SD fiksi meningkatkan meningkatkan meningkatkan meningkatkan
anak di SD dengan keterampilan keterampilan keterampilan keterampilan
lengkap dan benar. membaca pada membaca pada membaca membaca pada
siswa SD fiksi siswa SD fiksi pada siswa siswa SD fiksi
anak di SD anak di SD SD fiksi anak anak di SD
denngan benar. dengan cukup di SD dengan dengan benar.
benar. benar.
.
.
11 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 7%
tulisan konsep dasar konsep dasar menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UAS) keterampilan menulis keterampilan konsep dasar konsep dasar konsep dasar
dengan lengkap dan menulis dengan keterampilan keterampilan keterampilan
benar. benar. menulis dengan menulis menulis dengan
cukup benar. dengan benar. benar.

12 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 7%
tulisan jenis-jenis tulisan dan jenis-jenis tulisan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UAS) pemetaan materi dan pemetaan jenis-jenis jenis-jenis jenis-jenis tulisan
menulis di SD dalam materi menulis di tulisan dan tulisan dan dan pemetaan
konteks kurikulum SD dalam konteks pemetaan pemetaan materi menulis di
2013 dengan lengkap kurikulum 2013 materi menulis materi menulis SD dalam
dan benar. dengan benar. di SD dalam di SD dalam konteks
konteks konteks kurikulum 2013
kurikulum 2013 kurikulum dengan benar.
dengan cukup 2013 dengan
benar. benar.

13 Post-test Tes Dapat menjelaskan Dapat menjelaskan Dapat Kurang dapat Tidak dapat 7%
tulisan rambu-rambu rambu-rambu menjelaskan menjelaskan menjelaskan
(UAS) pembelajaran menulis, pembelajaran rambu-rambu rambu-rambu rambu-rambu
konsep menulis, konsep pembelajaran pembelajaran pembelajaran
pembelajaran menulis, pembelajaran menulis, konsep menulis, menulis, konsep
ruang lingkup, dan menulis, ruang pembelajaran konsep pembelajaran
permasalahan serta lingkup, dan menulis, ruang pembelajaran menulis, ruang
solusi untuk permasalahan serta lingkup, dan menulis, ruang lingkup, dan
meningkatkan solusi untuk permasalahan lingkup, dan permasalahan
keterampilan menulis meningkatkan serta solusi permasalahan serta solusi untuk
pada siswa SD dengan keterampilan untuk serta solusi meningkatkan
lengkap dan benar. menulis pada meningkatkan untuk keterampilan
siswa SD dengan keterampilan meningkatkan menulis pada
benar. menulis pada keterampilan siswa SD dengan
siswa SD menulis pada benar.
dengan cukup siswa SD
benar. dengan benar.
14 Post-test, Tugas Dapat menjelaskan Dapat Dapat Kurang dapat Tidak dapat 10%
progress- individu konsep pembelajaran menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
testt menulis di SD beserta konsep konsep konsep konsep
pendekatan, model, pembelajaran pembelajaran pembelajaran pembelajaran
metode, dan teknik menulis di SD menulis di SD menulis di SD menulis di SD
pembelajarannya beserta beserta beserta beserta
dengan lengkap dan pendekatan, pendekatan, pendekatan, pendekatan,
benar. model, metode, model, metode, model, model, metode,
dan teknik dan teknik metode, dan dan teknik
pembelajarannya pembelajaranny teknik pembelajarannya
dengan benar. . a dengan cukup pembelajaran dengan benar.
benar. nya dengan
benar.

Komponen penilaian :
1. Kehadiran = 5 %
2. Tugas = 30 %
3. UTS = 30 %
4. UAS = 35 %
Pangkep, 17 Februari 2018
Mengetahui,
Ketua Program Studi, Dosen Pengampu,

Hasbahuddin, S.Pd.,M.Pd. Nur Alfyfadhilah Rusydi, S.Pd.,M.Pd.