Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah
keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan
pengawasan Keuangan Daerah. Selanjutnya, berdasarkan prinsip, asas, dan
landasan umum penyusunan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan,
pengawasan dan pertanggungiawaban Keuangan Daerah yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah ini, Pemerintah Daerah diharapkan mampu
menciptakan sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang sesuai dengan
keadaan dan kebutuhan setempat dengan tetap menaati peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi serta meninjau sistem tersebut secara
terus menerus dengan tujuan mewujudkan Pengelolaan Keuangan Daerah
yang efektif, efisien, dan transparan.
Peraturan Pemerintah ini salah satunya mempertegas fungsi verifikasi
dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga pelimpahan
kewenangan penerbitan SPM kepada SKPD atau Unit SKPD yang merupakan
wujud dari pelimpahan tanggung jawab pelaksanaan anggaran belanja dapat
sesuai dengan tujuan awal yaitu penyederhanaan proses pembayaran di
Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia verifikasi merupakan
pemeriksaan tentang kebenaran laporan, pernyataan, perhitungan uang dan
lain sebagainya. Djoko Kirmanto (2009) menjelaskan bahwa verifikasi adalah
salah satu bentuk pengawasan melalui pengujian terhadap dokumen
keuangan secara administratif dengan pedoman dan kriteria yang berlaku.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan utama verifikasi yakni mencegah
terjadinya penyimpangan yang dapat merugikan negara.
Melihat pentingnya verifikasi pada pengelolaan keuangan daerah, maka
seharusnya proses verifikasi bisa lebih cepat dan akurat dalam
pelaksanaannya. Namun sampai saat ini proses verifikasi masih terdapat
kendala. Salah satunya adalah masih lambatnya proses verifikasi SPJ.
Lambatnya proses verifikasi di Sekretariat Daerah Kota Tangerang bisa

1
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: 1) Belum adanya kartu kendali
dan checklist verifikasi; 2) Kekurangan dan atau kesalahan dokumen yang
selalu berulang-ulang; 3) PPTK lambat dalam melengkapi kekurangan /
kesalahan dokumen; 4) Kualitas SPJ yang buruk sehingga sulit terbaca oleh
verifikator.
Keterlambatan tersebut berdasarkan fakta di lapangan bahwa dalam
proses verifikasi dokumen pertanggungjawaban suatu kegiatan yang
seharusnya membutuhkan waktu satu hari menjadi berhari-hari bahkan
sampai berminggu-minggu. Apalagi jika kegiatan tersebut sudah selesai
dilaksanakan sepenuhnya, artinya kegiatan tersebut tidak membutuhkan
pencairan dana kembali. Padahal semestinya proses verifikasi harus berjalan
secepat mungkin agar laporan yang dihasilkan relevan (sesuai dengan waktu
dan periode yang telah terjadi).
Adapun akibat-akibat jika permasalahan ini tidak diselesaikan maka
proses verifikasi akan tetap berjalan lambat, proses kegiatan PPTK
selanjutnya menjadi terhambat karena SPJ yang bersangkutan belum
dilakukan pengesahan. Berpotensi salah karena pelaksanaannya yang masih
manual, jika hasil verifikasi salah selanjutnya bisa saja menjadi temuan Badan
Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD) berdasarkan pemeriksaan Inspektorat.
Berangkat dari identifikasi masalah tersebut, sudah sepatutnya seorang
ASN yang profesional dapat memberikan solusi pemecahan masalah terkait
lambatnya proses verifikasi demi memberikan pelayanan penatausahaan
keuangan yang baik dan memenuhi tanggung jawab sesuai tugas pokok dan
fungsinya, dalam hal ini adalah penata laporan keuangan khususnya di
lingkup Sekretariat Daerah Kota Tangerang, agar dapat menciptakan laporan
keuangan yang relevan dan akuntabel.

1. Gambaran Umum Organisasi


Sekretariat Daerah merupakan unsur staf, dipimpin oleh Sekretaris
Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota yang
dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 8 Tahun
2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan Peraturan
Walikota Kota Tangerang Nomor 55 Tahun 2016 tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Sekretariat Daerah.
Untuk Penata Laporan Keuangan berada di lingkup Bagian Keuangan.

2
Gambar 1.1
Struktur Organisasi Tata Kerja Bagian Keuangan Setda Kota Tangerang

Kepala Bagian Keuangan


H. Mohamad Arfan, SH, MM

Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Verifikasi
Anggaran Perbendaharaan dan Akuntansi Sekretariat Daerah
Ujang Mulyana, SET Sekretariat Daerah Elly Awaliah, SE, M.Ak
Dayanti Anggraeni, S.Sos

1. Fitria Dwi N., SE 1. Dini Fatiyansari, SE


1. Ambang Priyadi, S.Ip
2. Nugroho P. B., SE 2. Maria Ely M., SE
2. Sylvia Wina M., SE
3. Iwan 3. Nana Suryana, A.Md
3. Slamet Saputra, SE
4. Fahmi Rosyad, S.Kom
5. Riki Wiradinata, SE
6. Agietia Muharrami, SE
7. Emiliana Gavrila M., SE

2. Visi Misi Organisasi


Sebagai suatu unsur pembantu pimpinan pemerintah daerah,
Sekretariat Daerah Kota Tangerang memiliki visi, misi dan tujuan sebagai
berikut :
a. Visi Sekretariat Daerah
"Terwujudnya Sekretariat Daerah yang Solid dalam
Pengkoordinasian Kebijakan"
Visi tersebut memiliki arti :
1. Solid : Sikap dan tindakan aparatur yang responsif, proaktif, dan
antisipatif dengan didukung kualitas aparatur yang profesional;
2. Responsif : Sikap cepat tanggap dalam menyikapi setiap
permasalahan;
3. Proaktif : Sikap cepat tanggap mengambil prakarsa sesuai dengan
tugas pokok;
4. Antisipatif : Sikap memiliki kemampuan dalam menganalisa,
mengintegrasikan, menginterpretasikan dan memprediksikan berbagai
informasi untuk diambil suatu keputusan yang tepat;
5. Kualitas : Aparatur memiliki kompetensi, kemampuan dan keterampilan
dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan peranannya;

3
6. Pengkoordinasian : Mekanisme komunikasi antar Sekretariat Daerah
dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dengan
kebijakan pemerintah daerah dalam rangka perumusan dan
implementasi kebijakan yang terintegrasi. Dimulai dari tahapan
perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan.

b. Misi Sekretariat Daerah


1) Meningkatkan koordinasi menuju tata kelola daerah yang baik
2) Meningkatkan koordinasi di bidang ekonomi, pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat
3) Meningkatakan penyelenggaraan pelayanan administrasi kepada
aparatur

c. Tujuan Sekretariat Daerah


1) Meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang baik,
bersih, transparan, inovatif dan akuntabel (good governance)
2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan
memantapkan sinergitas antar sektor perekonomian
3) Meningkatkan kesejahteraan social masyarakat melalui pelayanan
pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan beserta penyediaan
sarana dan prasarana pendukungnya yang layak, memadai, dan
berkualitas

3. Nilai-Nilai Organisasi
Untuk nilai-nilai organisasi, Sekretariat Daerah Kota Tangerang belum
memilikinya.

4
4. Struktur Organisasi
Gambar 1.2
Struktur Organisasi Pemerintah Kota Tangerang

5
5. Uraian Tugas dan Fungsi Unit Kerja
Sekretariat Daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
1. Pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah;
2. Pengoordinasian pelaksanaan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah;
3. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah;
4. Pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara pada
Pemerintah Daerah; dan
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan
tugas dan fungsinya.

6. Uraian Tugas Pelaksana


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 41 Tahun 2018 Tentang Nomenklatur Jabatan
Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah,
tugas jabatan Penata Laporan Keuangan adalah melakukan kegiatan
penataan bahan dan pemeriksaan di bidang laporan keuangan.

Ikhtisar jabatan :
Melakukan kegiatan yang meliputi pencatatan penerimaan dan
pengeluaran, pemeriksaan serta penataan di bidang laporan keuangan
berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku untuk tertib administrasi
keuangan Sekretariat Daerah.

Uraian tugas :
a. Menerima dan memeriksa laporan keuangan sesuai dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku untuk diproses lebih lanjut.
b. Menyiapkan bahan pembuatan laporan keuangan Sekretariat Daerah
sesuai dengan pedoman penyusunan laporan;
c. Mendokumentasikan semua data/bahan/surat sesuai dengan prosedur
dan ketentuan yang berlaku agar apabila sewaktu-waktu diperlukan lagi
data tersebut mudah dicari.
d. Mengevaluasi pelaksanaan penataan laporan keuangan dengan cara
membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan penataan laporan
keuangan sebagai bahan perbaikan selanjutnya.

6
e. Menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja;
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik lisan
maupun tertulis.

7. Role Model
Sosok yang menjadi role model atau teladan pada Bagian Keuangan di
Sekretariat Daerah Kota Tangerang adalah Ibu Dayanti Anggraeni, S.Sos
selaku Kepala Sub Bagian Perbendaharaan dan Akuntansi, dengan data diri
sebagai berikut :

Nama DAYANTI ANGGRAENI, S.Sos


NIP / NUPTK 19770401 200604 2 022
SK yang mengangkat Pjs. Walikota Tangerang
SK Nomor 823/KEP.206-BKPSDM/2018
Tanggal 29 Maret 2018

8. Nilai-Nilai Dasar PNS


Sebagai abdi Negara, seorang PNS memiliki tanggung jawab yang
besar terhadap kemajuan bangsa dan Negara. Segala hal yang terkait dengan
kewajiban-kewajiban PNS telah diatur secara rinci dalam undang-undang
PNS yaitu UU Nomor 5 Tahun 2014. Begitu pula dengan segala tingkah dan
perilaku seorang PNS, telah ditentukan untuk berpedoman pada nilai-nilai
dasar yang telah ditetapkan. Diantara nilai-nilai tersebut ialah Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi (ANEKA). Untuk
lebih jelas, berikut penjelasan mengenai nilai-nilai dasar PNS.
a) Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu untuk menyediakan
kontrol demokratis (peran demokratis); untuk mencegah korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar). Akuntabilitas publik
terdiri dari dua macam, yaitu : akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban
kepada otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas horisontal
(pertanggungjawaban pada masyarakat luas).

7
Adapun nilai-nilai dasar akuntabilitas salah satunya adalah : Jujur,
Konsisten, Integritas, Tanggung jawab, Transparan, Efektif dan Efisien,
serta Cermat / Teliti.
b) Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, namun tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus
menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan
atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah
airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
c) Etika publik
Etika juga dipandang sebagai karakter atau etos individu / kelompok
berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang
PNS, memiliki indikator sebagai berikut :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir

8
d) Komitmen mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang
apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti
dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada
stakeholder. Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai
efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus
diperhatikan, yaitu : Efektif, Efisien, Inovasi, Mutu.
e) Anti korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu “Corruptio” yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan
kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun
waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang.
Ada sembilan indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan, yaitu : Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung jawab, Kerja
keras, Sederhana, Berani, Adil.

B. Tujuan Aktualisasi
1. Tujuan Umum
a. Mampu memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar PNS yang
mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik,
Komitmen mutu dan Anti korupsi) serta mampu memahami kedudukan
dan peran PNS yaitu Manajemen ASN, Whole of Government (WoG),
dan Pelayanan Publik.
b. Mampu menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA di dalam kegiatan
aktualisasi berdasarkan tugas dan fungsi Penata Laporan Keuangan
sebagai ASN.
2. Tujuan Khusus
Penata Laporan Keuangan mampu bekerja lebih cepat dan akurat dalam
memverifikasi dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) di Bagian
Keuangan Sekretariat Daerah Kota Tangerang.

9
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu
Berikut adalah beberapa isu yang berhasil diperoleh dari unit kerja :
Tabel 2.1
Daftar Identifikasi Isu

No. Isu yang Diidentifikasi

1. Proses verifikasi SPJ masih berjalan lambat

2. Belum ada kartu kendali dan checklist verifikasi SPJ

3. Kekurangan dan atau kesalahan dokumen SPJ yang selalu berulang

4. PPTK lambat dalam melengkapi kekurangan dan atau kesalahan dokumen SPJ

5. Kualitas SPJ yang buruk sehingga sulit terbaca oleh verifikator

B. Pemilihan dan Penetapan Core Issue


Untuk menentukan core isu yang akan dipilih untuk diselesaikan,
dilakukan pengamatan dengan menilai beberapa aspek yaitu urgency,
seriousness dan growth (USG). Sehingga dilakukan analisis USG sebagai
berikut :
Tabel 2.2
Hasil Analisis USG Terhadap Isu

No. Isu yang Diidentifikasi U S G Jumlah

1. Proses verifikasi SPJ masih berjalan lambat 5 5 4 14

Belum ada kartu kendali dan checklist


2. 5 5 3 13
verifikasi SPJ

Kekurangan dan atau kesalahan dokumen SPJ


3. 4 3 4 11
yang selalu berulang

PPTK lambat dalam melengkapi kekurangan


4. 3 3 3 9
dan atau kesalahan dokumen SPJ

Kualitas SPJ yang buruk sehingga sulit terbaca


5. 3 3 2 8
oleh verifikator

10
Berdasarkan analisis masalah yang telah diidentifikasi, diperoleh satu
isu dengan nilai USG tertinggi, yaitu : Proses verifikasi SPJ masih berjalan
lambat.

C. Gagasan Pemecahan Core Issue


Dari hasil penetapan core issue di atas, maka gagasan yang akan
diambil dalam rancangan aktualisasi ini adalah “Penggunaan Kartu Kendali
dan Checklist Verifikasi SPJ di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota
Tangerang”

11
D. Rancangan Aktualisasi (Formulir 1)
Tabel 2.3
Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Penguatan
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Visi
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil Nilai
Pelatihan Misi Organisasi
Organisasi
Akuntabilitas : Melakukan
1. Pelaksanaan 1.1 Melakukan Dokumentasi konsultasi dengan atasan Dengan adanya persiapan
penyusunan konsultasi dengan mengandung nilai profesional perumusan rancangan
rencana Kepala Sub Bagian dan tanggung jawab kegiatan mencerminkan misi
kegiatan Perbendaharaan Setda Kota Tangerang :
dan Akuntansi Nasionalisme : Melakukan Meningkatkan
konsultasi dengan atasan dan penyelenggaraan pelayanan
1.2 Melakukan Dokumentasi pemberitahuan kepada PPTK administrasi kepada aparatur
konsultasi dengan mengandung nilai kerjasama
Kepala Sub Bagian
Verifikasi Etika Publik : Melakukan
konsultasi dengan atasan
1.3 Melakukan mengandung nilai menghargai
pemberitahuan Surat
komunikasi, konsultasi dan
kepada PPTK Pemberitahuan
kerjasama

1.4 Melakukan Komitmen Mutu : Membangun


persiapan kerjasama kolegial antar
Jadwal
pelaksanaan pegawai yang dilandasi
pelaksanaan
dengan membuat kepercayaan dan kejujuran
program kerja
jadwal kerja
Anti Korupsi : Melakukan
1.5 Merencanakan pemberitahuan kepada PPTK
Laporan rencana
kegiatan dan mengandung nilai peduli dan
kegiatan
tahapan kegiatan berani

12
Manajemen ASN :
Pelaksanaan penyusunan
rencana kegiatan mengandung
nilai profesional

WoG : Melakukan konsultasi


dan pemberitahuan indikator
yang terkandung koordinasi

Pelayanan Publik :
Pelaksanaan penyusunan
rencana kegiatan mengandung
nilai transparan dan tanggung
jawab

2. Pencarian 2.1 Mencari dan Literatur Akuntabilitas : Pencarian Dengan adanya persiapan
literatur mengidentifikasi literatur mengandung nilai perumusan rancangan
dasar peraturan transparan dan tanggung jawab kegiatan mencerminkan misi
perundang- Setda Kota Tangerang :
undangan Nasionalisme : Meningkatkan
Membandingkan SOP dengan penyelenggaraan pelayanan
2.2 Mencari dan Literatur OPD lainnya mengandung nilai administrasi kepada aparatur
mengidentifikasi kerjasama
Standar Operasional
Prosedur (SOP) Etika Publik : Pencarian
literatur mengandung nilai
2.3 Membandingkan mengandung nilai jujur
SOP dengan OPD Hasil identifikasi
lainnya tertulis Komitmen Mutu : Pencarian
literatur supaya berorientasi
mutu

13
Anti Korupsi : Pencarian
literatur mengandung nilai kerja
keras

Manajemen ASN : Pencarian


literatur sebagai pelaksana
kebijakan

WoG : Pencarian literatur


mengandung nilai sinergi dan
sinkronisasi

Pelayanan Publik : Pencarian


literatur mengandung nilai
transparan dan tanggung jawab

3. Pengklasifikasi 3.1 Memilah SPJ yang Dokumentasi Akuntabilitas : Dengan adanya persiapan
an SPJ masuk menjadi 3 Pengklasifikasian SPJ perumusan rancangan
jenis : 1) UP; 2) mengandung nilai teliti dan kegiatan mencerminkan misi
GU/TU; 3) LS cermat Setda Kota Tangerang :
Meningkatkan
3.2 Memilah SPJ yang Nasionalisme : penyelenggaraan pelayanan
masuk berdasarkan : Dokumentasi Pengklasifikasian SPJ administrasi kepada aparatur
1) Lingkup Asisten mengandung nilai kemandirian
Daerah; 2) Bagian;
3) Kegiatan Etika Publik : Meningkatkan
efektivitas sistem pemerintahan
3.3 Mengurutkan SPJ yang demokratis sebagai
yang sudah dipilah Dokumentasi perangkat sistem karir
berdasarkan waktu
Komitmen Mutu : Orientasi
mutu bertujuan supaya

14
menghasilkan laporan verifikasi
yang akurat

Anti Korupsi : Disiplin dan rapi


dalam pengarsipan

Manajemen ASN :
Pengklasifikasian SPJ
mengandung nilai profesional

WoG : Pengklasifikasian SPJ


mengandung nilai sinergi dan
sinkronisasi

Pelayanan Publik :
Pengklasifikasian SPJ
mengandung nilai efektif dan
efisien

Akuntabilitas : Pembuatan
4. Pembuatan 4.1 Membuat kartu Dengan adanya persiapan
kartu kendali verifikasi SPJ
kartu kendali kendali internal perumusan rancangan
File Excel mengandung nilai transparan
verifikasi SPJ verifikator dengan kegiatan mencerminkan misi
dan kejelasan
indikator sbb : 1) Setda Kota Tangerang :
Detail progress Meningkatkan
Nasionalisme : Pembuatan
kegiatan; 2) Standar penyelenggaraan pelayanan
kartu kendali verifikasi SPJ
Satuan Harga; 3) administrasi kepada aparatur
mengandung nilai profesional
Anggaran; 4) SPPD;
5) SPJ
Etika Publik : Memberikan
layanan kepada publik secara
4.2 Menambahkan
jujur, tanggap, cepat, tepat,
indikator : 1) Nilai
File Excel akurat, berdaya guna, berhasil
dan jenis pajak; 2)
guna, dan santun
Kelengkapan

15
dokumen; 3)
Tanggal Komitmen Mutu : Pembuatan
pengesahan kartu kendali verifikasi SPJ
mengandung nilai inovasi

Anti Korupsi : Pembuatan


kartu kendali verifikasi SPJ
mengandung nilai disiplin dan
tanggung jawab

Manajemen ASN : Pembuatan


kartu kendali verifikasi SPJ
mengandung nilai profesional

WoG : Pembuatan kartu kendali


verifikasi SPJ mengandung nilai
integrasi

Pelayanan Publik :
Pembuatan kartu kendali
verifikasi SPJ mengandung nilai
efektif dan efisien

5. Pembuatan 5.1 Membuat checklist File Excel, Akuntabilitas : Pembuatan Dengan adanya persiapan
checklist verifikasi SPJ Checklist checklist verifikasi SPJ perumusan rancangan
verifikasi SPJ berdasarkan SOP mengandung nilai transparan kegiatan mencerminkan misi
yang berlaku dan kejelasan Setda Kota Tangerang :
Meningkatkan
5.2 Mengaplikasikan Nasionalisme : Pembuatan penyelenggaraan pelayanan
checklist SPJ pada checklist verifikasi SPJ administrasi kepada aparatur
SPJ bulan berjalan File Excel mengandung nilai kerja sama

Etika Publik : Memberikan

16
layanan kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun

Komitmen Mutu : Pembuatan


checklist verifikasi SPJ
mengandung nilai inovasi

Antsi Korupsi : Pembuatan


checklist verifikasi SPJ
mengandung nilai disiplin dan
tanggung jawab

Manajemen ASN : Pembuatan


checklist verifikasi SPJ
mengandung nilai profesional

WoG : Integrasi antara


verifikator dan PPTK

Pelayanan Publik : Pembuatan


checklist verifikasi SPJ
mengandung nilai efektif dan
efisien

Akuntabilitas : Evaluasi
6. Evaluasi 6.1 Meninjau kembali Laporan hasil Dengan adanya persiapan
kegiatan mengandung nilai
kegiatan dan menganalisa analisis perumusan rancangan
kepemimpinan dan integritas
seluruh proses kegiatan mencerminkan misi
kegiatan Setda Kota Tangerang :
Nasionalisme : Evaluasi
Meningkatkan
Laporan hasil kegiatan mengandung nilai
6.2 Melaporkan hasil penyelenggaraan pelayanan
kegiatan kemandirian
kegiatan kepada administrasi kepada aparatur

17
Kepala Sub Bagian
Bendahara dan Etika Publik : Mengutamakan
Akuntansi dan pencapaian hasil dan
Kepala Sub Bagian mendorong kinerja pegawai
Verifikasi
Komitmen Mutu : Menjalankan
fungsi pengawasan secara
efektif untuk mengawal
keterlaksanaan program kerja

Anti Korupsi : Peduli dan


tanggung jawab terhadap
kegiatan yang telah dirancang

Manajemen ASN : Evaluasi


kegiatan mengandung nilai
profesional

WoG : Evaluasi kegiatan


mengandung nilai koordinasi
antara atasan dengan bawahan

Pelayanan Publik : Evaluasi


kegiatan mengandung nilai
tanggung jawab

18
E. Jadwal Implementasi Aktualisasi

Tabel 2.4
Jadwal Implementasi Aktualisasi

Agustus
No Kegiatan
1 2 3 4 5

1. Pelaksanaan penyusunan perumusan


rencana kegiatan

2. Pencarian literatur

3. Pengklasifikasian SPJ

4. Pembuatan kartu kendali verifikasi SPJ

5. Pembuatan checklist verifikasi SPJ

6. Evaluasi kegiatan

19
GLOSSARY

Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya


disingkat DPA SKPD adalah dokumen yang memuat pendapatan dan belanja SKPD
atau dokumen yang memuat pendapatan, belanja, dan Pembiayaan SKPD yang
melaksanakan fungsi bendahara umum daerah yang digunakan sebagai dasar
pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.

Surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat SPD adalah dokumen yang
menyatakan tersedianya dana sebagai dasar penerbitan surat permintaan pembayaran
atas pelaksanaan APBD.

Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang
digunakan untuk mengajukan permintaan pembayaran.

Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat UP adalah uang muka kerja dalam jumlah
tertentu yang diberikan kepada bendahara pengeluaran untuk membiayai

Kegiatan operasional pada satuan kerja perangkat daerah/unit satuan kerja perangkat
daerah dan/atau untuk membiayai pengeluaran yang menurut sifat dan tujuannya tidak
mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung.

Pembayaran Langsung yang selanjutnya disingkat LS adalah Pembayaran Langsung


kepada bendahara pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar perjanjian kerja,
surat tugas, dan/atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan surat perintah
membayar langsung.

Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut TU adalah tambahan uang


muka yang diberikan kepada bendahara pengeluaran/bendahara pengeluaran
pembantu untuk membiayai pengeluaran atas pelaksanaan APBD yang tidak cukup
didanai dari UP dengan batas waktu dalam 1 (satu) bulan.
Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM Adalah dokumen yang
digunakan untuk penerbitan surat perintah pencairan dana atas Beban pengeluaran
DPA SKPD.

20
Surat Perintah Membayar UP yang selanjutnya disingkat SPM-UP adalah dokumen
yang digunakan untuk penerbitan surat perintah pencairan dana atas Beban
pengeluaran DPA SKPD yang dipergunakan sebagai UP untuk mendanai Kegiatan.

Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPM-

GU adalah dokumen yang digunakan untuk penerbitan surat perintah pencairan dana
atas Beban pengeluaran DPA SKPD yang dananya diergunakan untuk mengganti UP
yang telah dibelanjakan.

Surat Perintah Membayar TU yang selanjutnya disingkat SPM-TU adalah dokumen


yang digunakan untuk penerbitan surat perintah pencairan dana atas Beban
pengeluaran DPA SKPD, karena kebutuhan dananya tidak dapat menggunakan LS
dan UP.

Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah


dokumen yang digunakan untuk penerbitan surat perintah pencairan dana atas Beban
pengeluaran DPA SKPD kepada pihak ketiga.

Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disingkat SP2D adalah dokumen
yang digunakan sebagai dasar pencairan dana atas Beban APBD.

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang


kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi SKPD yang
dipimpinnya.

Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang
bertindak dalam kapasitas sebagai BUD.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat
pada Unit SKPD yang melaksanakan 1 (satu) atau beberapa Kegiatan dari suatu
Program sesuai dengan bidang tugasnya.

21
Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya
disingkat PPK SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan
pada SKPD.

Bendahara Pengeluaran adalah pejabat yang ditunjuk menerima, menyimpan,


membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk
keperluan Belanja Daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.

Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat Pegawai ASN adalah
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat
oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan.

Standar Akuntansi Pemerintahan yang selanjutnya disingkat SAP adalah prinsip-


prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan
pemerintah.

Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat SAPD adalah


rangkaian sistematik dari prosedur, penyelenggara, peralatan dan elemen lain untuk
mewujudkan fungsi akuntansi sejak analisis transaksi sampai dengan pelaporan
keuangan di lingkungan organisasi Pemerintahan Daerah.

Bagan Akun Standar yang selanjutnya disingkat BAS adalah daftar kodefikasi dan
klasifikasi terkait transaksi keuangan yang disusun secara sistematis sebagai pedoman
dalam pelaksanaan anggaran dan pelaporan keuangan Pemerintah Daerah.

22
DAFTAR PUSTAKA

PERKA LAN No 15 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan CPNS GOL III

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor


41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil di
Lingkungan Instansi Pemerintah

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor


41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil di
Lingkungan Instansi Pemerintah

Undang - Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

https://kajiansektorpublik.wordpress.com/category/manajemen-keuangan-sektor-publik/

23