Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan pendidikan : SMA N 1 RANAH PESISIR
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Nilai Mutlak
Alokasi Waktu : 7 pertemuan (14 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Mengintepretasi persamaan Pertemuan 1


dan pertidaksamaan nilai 3.1.1 Menentukan jarak titik dalam garis bilangan
mutlak dari bentuk linear 3.1.2 Menyatakan bentuk nilai mutlak ke bentuk
satu variabel dengan tanpa nilai mutlak
persamaan dan Pertemuan 2
pertidaksamaan linear 3.1.3 Menggambar grafikfungsi linear nilai mutlak
Aljabar lainnya. 3.1.4 Menentukan daerah penyelesaian fungsi linear
4.1 Menyelesaikan masalah nilai mutlak
yang berkaitan dengan
3.1.5 Menentukan nilai ekstrem dari grafik fungsi
persamaan dan
pertidaksamaan nilai linear nilai mutlak
mutlak dari bentuk linear Pertemuan 3 dan 4
satu variabel 3.1.6 Menentukan himpunan penyelesaian dari
persamaan linear nilai mutlak
4.1.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
persamaan nilai mutlak.
Pertemuan 5 dan 6
3.1.7 Menentukan himpunan penyelesaian dari
pertidaksamaan linear nilai mutlak.
4.2.1 Menyelasaikan masalah yang berkaitan dengan
pertidaksamaan nilai mutlak.
Pertemuan 7
Ulangan Harian
C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan I
1. Peserta didik mampu menentukan jarak titik dalam garis bilangan.
2. Peserta didik mampu menyatakan bentuk nilai mutlak ke bentuk tanpa nilai
mutlak.
Pertemuan II
1. Peserta didik mampu menggambar grafik fungsi linear nilai mutlak
2. Peserta didik mampu menentukan daerah penyelesaian fungsi linear nilai mutlak
3. Peserta didik mampu menentukan nilai ekstrem dari grafik fungsi linear nilai
mutlak
Pertemuan III dan IV
1. Peserta didik mampu menentukan himpunan penyelesaian dari persamaan linear
nilai mutlak
2. Peserta didik mampu menyelasaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan
nilai mutlak.
Pertemuan V dan VI
1. Peserta didik mampu menentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
linear nilai mutlak.
2. Peserta didik menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
pertidaksamaan nilai mutlak.
Pertemuan VII
Ulangan Harian

D. Materi Pembelajaran
1. Fakta
│...│ : Simbol nilai mutlak
↔ : Simbol jika dan hanya jika (biimplikasi)

2. Konsep
𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = {
−𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0
𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 > 0
√𝑥 2 = │𝑥│ = {
−𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0
|𝑥| = 𝑎 ⇔ 𝑥 = 𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = −𝑎
|𝑥| < 𝑎 ⇔ 𝑥 < 𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 > −𝑎 𝑑𝑎𝑛 |𝑥| > 𝑎 ⇔ 𝑥 > 𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 < −𝑎

3. Prinsip
 Sifat-sifat nilai mutlak :
1. |𝑥| = |−𝑥|
2. |𝑥|2 = |𝑥 2 | = 𝑥 2
3. |𝑥𝑦| = |𝑥||𝑦|
𝑥 |𝑥|
4. |𝑦| = |𝑦| , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 ≠ 0
5. |𝑥 − 𝑦| = |𝑦 − 𝑥|
 Sifat persamaan linear nilai mutlak
|𝑎𝑥 + 𝑏| = |𝑐𝑥 + 𝑑| ⇔ 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐𝑥 + 𝑑 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑎𝑥 + 𝑏 = −(𝑏𝑥 + 𝑑)
 Sifat pertidaksamaan linear nilai mutlak
|𝑎𝑥 + 𝑏| < |𝑐𝑥 + 𝑑| ⇔ 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑥 + 𝑏 > −(𝑐𝑥 + 𝑑)
|𝑎𝑥 + 𝑏| > |𝑐𝑥 + 𝑑| ⇔ 𝑎𝑥 + 𝑏 > 𝑐𝑥 + 𝑑 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑥 + 𝑏 < −(𝑐𝑥 + 𝑑)
 Sifat pertidaksamaan kuadrat dengan pertidaksamaan linear nilai mutlak
𝑥 2 < 𝑎2 ⇔ |𝑥| < 𝑎
(𝑎𝑥 + 𝑏)2 < (𝑐𝑥 + 𝑑)2 ⇔ |𝑎𝑥 + 𝑏| < |𝑐𝑥 + 𝑑|
4. Prosedur
 Langkah-langkah penyelesaian persamaan linear nilai mutlak
Langkah 1 : Mengubah ke bentuk konsep nilai mutlak
Langkah 2 : Membagi interval-interval (syarat) penyelesaian
persamaan
Langkah 3 : Sederhanakan masing-masing bagian persamaan untuk
menentukan himpunan penyelesaiannya.
 Langkah-langkah penyelesaian petidaksamaan nilai mutlak
Langkah 1 : Mengubah ke bentuk konsep nilai mutlak
Langkah 2 : Membagi interval-interval (syarat) penyelesaian persamaan.
Langkah 2 : Sederhanakan masing-masing bagian pertidaksamaan untuk
menentukan himpunan penyelesaiannya.

E. Metode Pembelajaran
Metode : Ceramah, penugasan, tanya jawab, diskusi kelompok
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning, Problem Based Learning
F. Media Pembelajaran
Media pembelajaran : Ubin lantai
G. Sumber Belajar
Sembiring, suwah, dan Marsito. 2016. Matematika untuk Siswa SMA-MA/SMK-MAK
Kelas X (Wajib). Bandung: Yrama Widya.
Bornok, Sinaga, dkk. 2016. Buku Guru Matematika Wajib SMA Kelas X Revisi 2016.
Jakarta: Kemdikbud.
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan I
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1. Memulai pelajaran dengan berdoa dan salam
2. Mengecek kehadiran siswa
3. Apersepsi
a. Peserta didik diingatkan kembali mengenai materi garis
bilangan.
b. Guru memberikan motivasi tentang pentingnya memahami nilai
10 menit
mutlak dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan contoh
nilai mutlak. Dalam hal ini siswa melakukan kegiatan melihat
dan bertanya.
4. Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran, kompetensi dasar
yang akan dicapai, dan cakupan materi dari konsep nilai mutlak.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Inti
Sebelumnya guru menjelaskan konsep nilai mutlak kepada peserta
didik.
Yaitu:
𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = {
−𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0
Fase 1: Stimulasi / memberi rangsangan (mengamati)
a. Peserta didik diberikan suatu permasalahan yang terdapat
pada LKPD berkaitan dengan kosep nilai mutlak.
b. Peserta didik memperhatikan hal hal yang berkaitan dengan
konsep nilai mutlak pada LKPD yang telah diberikan.
c. Pada fase ini peserta didik diharapkan mengemukakan ide
ide, berdiskusi kelompok, mencari pemecahan masalah
dalam kelompok.
d. Pada fase ini diharapkan timbul rasa ingin tahu peserta didik
tentang konsep nilai mutlak
Fase 2: Problem statement/ identifikasi masalah (menanya)
Setelah peserta didik menerima masalah yang diberikan
oleh guru yang berisi tentang konsep nilai mutlak, peserta
70 menit
didik diharapkan untuk aktif berdiskusi dalam
kelompoknya, mengamati, mengidentifikasi masalah, dan
menalar bagaimana mengisi lembar kerja.
Fase 3: Data collection / pengumpulan data (mengumpulkan
informasi)
a. Selama peserta didik bekerja, guru memperhatikan dan
mendorong semua peserta didik untuk menyelesaikan
pekerjaannya.
b. Peserta didik mengumpulkan informasi mengenai langkah-
langkah penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
konsep nilai mutlak.
Fase 4: Data processing / pengolahan data (mengasosiasi/menalar)
Pada fase ini peserta didik diharapkan mampu mengolah
data dari permasalahan lompatan anak.
Fase 5: Verification / pembuktian (mengasosiasi/menalar)
a. Pada fase ini peserta didik diharapkan mampu menyatakan
konsep nilai mutlak dari garis bilangan.
b. Setelah selesai peserta didik mengerjakan hasil
pekerjaannya di papan tulis.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Fase 6: Generalization/ penarikan kesimpulan (mengkomunikasikan)
Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran
yang berkaitan dengan konsep nilai mutlak
𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = {
−𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0
Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan refleksi kepada peserta didik sebanyak 2 buah
soal untuk menguji pemahaman peserta didik.
Contoh:
1. Hitunglah jarak kedua titik berikut ini pada garis bilangan
a. −5 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 2
10 menit
b. −5 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 − 2
2. Nyatakan bentuk berikut tanpa tanda nilai mutlak
a. |𝑥 − 4|
b. |𝑥 − 2| + 8
2. Guru menutup pembelajaran serta memberikan tugas terkait konsep
linear nilai mutlak.

Pertemuan II
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1. Memulai pelajaran dengan berdoa dan salam
2. Mengecek kehadiran siswa
3. Apersepsi
4. Peserta didik diingatkan kembali mengenai materi sebelumnya
yaitu menentukan jarak titik pada garis bilangan dan menyatakan
nilai mutlak tanpa tanda nilai mutlak
5. Peserta didik di ingatkan lagi dengan definisi nilai mutlak
𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = { 10 menit
−𝑥, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0
6. Peserta didik diberikan motivasi tentang pentingnya memahami
nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan contoh
nilai mutlak. Dalam hal ini siswa melakukan kegiatan melihat dan
bertanya.
7. Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang akan
dipelajari, yakni;
1. Menggambar grafik fungsi linear nilai mutlak
2. Menentukan daerah penyelesaian fungsi linear nilai mutlak
3. Menentukan nilai ekstrem dari grafik fungsi linear nilai
mutlak
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Inti
Fase 1: Stimulasi / memberi rangsangan (mengamati)
a. Peserta didik diberikan suatu permasalahan yang terdapat
pada latihan di Buku matematika kelas X Revisi 2016 yang
berkaitan dengan Grafik fungsi linear nilai mutlak.
b. Peserta didik memperhatikan hal hal yang berkaitan dengan
Grafik fungsi linear nilai mutlak nilai mutlak pada latihan di
Buku matematika kelas X Revisi 2016 yang telah
diberikan.
c. Pada fase ini peserta didik diharapkan mengemukakan ide
ide, berdiskusi kelompok, mencari pemecahan masalah
dalam kelompok.
d. Pada fase ini diharapkan timbul rasa ingin tahu peserta didik
tentang Grafik fungsi linear nilai mutlak
Contoh Soal
1. Gambarkan Grafik 𝑓(𝑥) = |𝑥 − 2|
Fase 2: Problem statement/ identifikasi masalah (menanya)
Setelah peserta didik menerima masalah yang diberikan oleh
guru yang berisi tentang Grafik fungsi linear nilai mutlak, 70 menit
peserta didik diharapkan untuk aktif berdiskusi dalam
kelompoknya, mengamati, mengidentifikasi masalah, dan
menalar bagaimana mengisi lembar kerja.
Seperti:
untuk nilai x, saya mengambil nilai -4 s/d 4 , agar memudahkan
untuk menggambar grafik nanti, seperti pada tabel dibawah ini :

Fase 3: Data collection / pengumpulan data (mengumpulkan


informasi)
c. Selama peserta didik bekerja, guru memperhatikan dan
mendorong semua peserta didik untuk menyelesaikan
pekerjaannya.
d. Peserta didik mengumpulkan informasi mengenai langkah-
langkah penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
Grafik fungsi linear nilai mutlak.
Seperti:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Untuk nilai 𝑦, kita dapat menentukan denga cara:
x = −4, maka y = |x − 2|, substitusi x, jadi y = |−4 − 2|
berdasarkan definisi, −𝑥 jika 𝑥 < 0, jadi −(−6) = 6
x = −3, maka y = |x − 2| = |−3 − 2| = −(−5) = 5
x = −2, maka y = |x − 2| = |−2 − 2| = −(−4) = 4
x = −1, maka y = |x − 2| = |−1 − 2| = −(−3) = 3
x = 0, maka y = |x − 2| = |0 − 2| = −(−2) = 2
x = 1, maka y = |x − 2| = |1 − 2| = −(−1) = 1
x = 2, maka y = |x − 2| = |2 − 2| = 0

Fase 4: Data processing / pengolahan data (mengasosiasi/menalar)


Pada fase ini peserta didik diharapkan mampu mengolah
data dari permasalahan dalam menggambar grafik fungsi
linear nilai mutlak .
setelah itu, kita membuat grafiknya seperti ini

membuat grafiknya sesuai tabel, pasangkan x dan y , seperti


-4 dan 6 , buat garis putus-putus dan seterusnya..
Fase 5: Verification / pembuktian (mengasosiasi/menalar)
a. Pada fase ini peserta didik diharapkan mampu menyatakan
Grafik fungsi linear nilai mutlak.
b. Setelah selesai peserta didik mengerjakan hasil
pekerjaannya di papan tulis.
Seperti:
jika sudah, tinggal garis , seperti dibawah ini :
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Fase 6: Generalization/ penarikan kesimpulan (mengkomunikasikan)


Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran
yang berkaitan dengan Grafik fungsi linear nilai mutlak

Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan refleksi kepada peserta didik sebanyak 2 buah
soal untuk menguji pemahaman peserta didik.
Contoh: 10 menit
1. Gambar grafik fungsi 𝑦 = −2|𝑥 − 1|
2. Gambar grafik fungsi 𝑦 = |𝑥 − 3| + 3
2. Guru menutup pembelajaran serta memberikan tugas terkait Grafik
fungsi linear nilai mutlak

Pertemuan III
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1. Peserta didik dipersiapkan oleh guru baik secara fisik maupun
psikis untuk mengikuti proses pembelajaran seperti berdo’a, disapa
dan ditanyakan keadaannya serta dicek kehadirannya (fokus pada
peserta didik yang tidak hadir)
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengingatkan
siswa tentang konsep nilai mutlak dan persamaan linear satu
variabel (apersepsi):
3. Guru menginformasikan cakupan materi dan proses pembelajaran
yang akan dipelajari dengan mengatakan: 10 menit
“Pada pertemuan ini Ananda semua akan mempelajari persamaan
linear nilai mutlak”
4. Peserta didik diberikan motivasi tentang pentingnya memahami
persamaan linear nilai mutlak.
5. Peserta didik mendengarkan aspek-aspek yang akan dinilai selama
proses pembelajaran berlangsung
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Inti
Fase 1 : Orientasi Masalah (Mengamati)
Peserta didik membaca dan mengamati masalah yang diajukan
pada LKPD.
Suatu persegi panjang mempunyai ukuran panjang |3 − 5𝑥| 𝑐𝑚 dan
lebar 8 cm. Jika luas persegi panjang tersebut 136 𝑐𝑚2, tentukan
nilai x yang memenuhi? Berikan alasan jawabanmu!

Fase II : Mengorganisasikan Siswa belajar (Menanya)


1. Setelah mengamati masalah pada LKPD peserta didik diarahkan
untuk bertanya mengenai persamaan linear nilai mutlak
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada LKPD.
2. Peserta didik diminta memahami materi yang terdapat pada buku
siswa kelas X hal. 7 tentang persamaan linear nilai mutlak.
3. Peserta didik diarahkan untuk mengerjakan terlebih dahulu
kegiatan-kegiatan yang terdapat pada LKPD.
Fase III: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
(Mengumpulkan informasi)
Mengarahkan peserta didik berdiskusi mengumpulkan informasi 70 menit
untuk menyelesaikan permasalahan persamaan linear nilai mutlak
dengan menggunakan bentuk umum nilai mutlak yang terdapat
dalam LKPD.
Fase IV: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
(Mengasosiasi/Menalar)
Peserta didik menganalisis cara penyelesaian permasalahan yang
disajikan pada LKPD terkait materi persamaan linear nilai mutlak
dan menyajikan hasil pekerjaannya didepan kelas.
Fase V : Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah (Mengomunikasikan)
Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran
tentang persamaan linear nilai mutlak.
“ Untuk menentukan nilai x yang memenuhi atau himpunan
penyelesaian dari persamaan linear nilai mutlak harus
memperhatikan syarat nilai mutlak dari persamaan nilai mutlak
tersebut ”.
Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan refleksi kepada peserta didik sebanyak 1 buah
soal untuk menguji pemahaman peserta didik.
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan dibawah ini!
4|6 + 2𝑥| = 16
10 menit
2. Guru menanyakan apa yang sudah diperoleh peserta didik dari
pembelajaran hari ini.
3. Guru menutup pembelajaran dan menyampaikan pelajaran yang
akan dipelajari pada pertemuan berikutnya masih membahas
tentang persamaan linear nilai mutlak dan mengucapkan salam.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Pertemuan berikutnya (Pertemuan IV)


15 menit
Apersepsi:
Peserta didik diingatkan kembali konsep persamaan linear nilai mutlak
Kegiatan inti :
1. Peserta didik bersama guru memeriksa tugas yang diberikan 60 menit
sebelumnya secara bersama-sama.
2. Peserta didik berdiskusi dengan kelompok dalam mengerjakan
latihan soal berkaitan dengan persamaan linear nilai mutlak
Kegiatan Penutup:
1. Guru menanyakan apa yang sudah diperoleh peserta didik dari 15 menit
pembelajaran hari ini.
2. Guru menutup pembelajaran dan menyampaikan pelajaran yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya, yaitu pertidaksamaan linear
nilai mutlak dan mengucapkan salam.

Pertemuan V
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1. Peserta didik dipersiapkan oleh guru baik secara fisik maupun
psikis untuk mengikuti proses pembelajaran seperti berdo’a, disapa
dan ditanyakan keadaannya serta dicek kehadirannya (fokus pada
peserta didik yang tidak hadir)
2. Melalui tanya jawab, peserta didik diingatkan kembali materi yang
telah dipelajari sebelumnya yaitu tentang pertidaksamaan linear
satu variabel dan nilai mutlak (apersepsi).
“masih ingatkah ananda menentukan penyelesaian dari
2𝑥 + 3 > 5 ?, Berapa nilai |3| 𝑑𝑎𝑛 |−3|?
Ingat kembali materi kita tentang konsep mutlak,
𝑥, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = {
−𝑥, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 < 0
10 menit
3. Peserta didik mendengarkan cakupan materi yang akan dipelajari
dengan mengatakan : “Pada pertemuan ini Ananda semua akan
mempelajari pertidaksamaan linear nilai mutlak”. serta tujuan
pembelajaran yakni;
- Menentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
linear nilai mutlak
4. Peserta didik diberikan motivasi pentingnya mempelajari
pertidaksamaan linear nilai mutlak dalam kehidupan sehari-sehari.
seperti: lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia
tertentu, batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus
dari ujian, dan batas berat bersih suatu kendaraan yang
diperbolehkan oleh dinas perhubungan. (motivasi)
5. Peserta didik mendengarkan langkah-langkah pembelajaran yang
akan dilakukan, yaitu:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1) Peserta didik duduk dalam kelompok yang sudah dibagi guru
sebelumnya dan berdiskusi
2) Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi selanjutnya
akan dipresentasikan di depan kelas.
3) Dalam diskusi kelompok, akan dilihat ketelitian, tanggung
jawab dan rasa ingin tahu peserta didik

Kegiatan Inti
Sebelumnya, guru menjelaskan konsep pertidaksamaan linear nilai
mutlak kepada peserta didik.
Yaitu:
|𝑥| < 𝑎 ↔ 𝑥 < 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑥 > −𝑎
Dan |𝑥| > 𝑎 ↔ 𝑥 > 𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 < −𝑎

Fase 1: Orientasi Siswa pada Masalah (mengamati)


Peserta didik membaca dan mengamati masalah yang diberikan
guru pada LKPD, sebagai berikut:
Pada mobil-mobil baru, angka kilometer per liternya tergantung
pada bagaimana mobil itu digunakan, apakah sering digunakan
untuk perjalanan jarak jauh ataukah hanya untuk perjalanan jarak
dekat (dalam kota). Untuk suatu merek mobil tertentu, angka
kilometer per liternya berkisar di angka 2,8 kurang atau lebihnya
dari 12 km/L. Berapakah jangkauan dari angka km/L dari mobil 70 menit
tersebut?
Fase 2: Mengorganisasikan Siswa Belajar (menanya)
1. Setelah peserta didik mengamati masalah yang tertera pada LKPD,
peserta didik diarahkan untuk bertanya tentang pertidaksamaan
linear nilai mutlak, peserta didik diharapkan untuk aktif berdiskusi
dalam kelompoknya, mengamati, mengidentifikasi masalah, dan
menalar bagaimana mengisi lembar kerja.
2. Pada fase ini peserta didik diharapkan mampu membuat langkah-
langkah penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, yaitu
mengenai angka km/L dari mobil tersebut dan diharapkan
timbulnya pertanyaan
Misalkan:
1). Bagaimana cara menyatakan bentuk pertidaksamaan linear
nilai mutlak dari permasalahan diatas?
2). Berapa jangkauan dari angka km/L dari mobil tersebut?
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok
(mengumpulkan informasi)
1. Peserta didik diarahkan dalam mengumpulkan informasi untuk
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan
linear nilai mutlak yang terdapat pada LKPD.
Misalkan:
Diketahui angka km/L dari suatu mobil berkisar di angka 2,8
kurang atau lebihnya dari 12 km/L.
Misalkan m adalah angka km/L dari mobil tersebut.
2. Peserta didik dibimbing oleh guru jika menemukan kesulitan dalam
langkah-langkah yang diberikan pada LKPD.
Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
(mengasosiasi/menalar)
Peserta didik menganalisis cara penyelesaian masalah yang
disajikan pada LKPD mengenai pertidaksamaan linear nilai mutlak
dan menyajikan hasil diskusinya didepan kelas.
Contoh:
Selisih m dan 12 tidak boleh lebih dari 2,8 atau dapat dituliskan ke
dalam |𝑚 − 12| ≤ 2,8
|𝑚 − 12| < 2,8 ↔ −2,8 < 𝑚 − 12 < 2,8
−2,8 + 12 < 𝑚 < 2,8 + 12
11,2 < 𝑚 < 14,8
HP = {𝑚| 11,2 < 𝑚 < 14,8, 𝑚 ∈ 𝑅
Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
(mengkomunikasikan)
1. Peserta didik diberikan penguatan oleh guru, dibenarkan jika ada
yang salah dan ditambahkan jika ada yang kurang dalam hasil
diskusi kelompoknya.
2. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada hal-hal
yang belum dipahami.
Kegiatan Penutup
1. Peserta didik dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dari
hasil pembelajaran tentang pertidaksamaan linear nilai mutlak
|𝑥| < 𝑎 ↔ 𝑥 < 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑥 > −𝑎
10 menit
Dan |𝑥| > 𝑎 ↔ 𝑥 > 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑥 < −𝑎
2. Peserta didik diberikan 1 buah soal kuis untuk menguji pemahaman
peserta didik, setelah selesai dikumpulkan kepada guru.
Contoh:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
a. |𝑥 − 9| < 2
b. 3 + |7 − 2𝑥| ≥ 3
3. Peserta didik bersama guru merefleksi proses pembelajaran pada
pertemuan ini, seperti membahas kendala-kendala dan kekurangan
yang ada.
4. Peserta didik diinformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan
masih mempelajari materi pertidaksamaan linear nilai mutlak.
5. Proses pembelajaran diakhiri dengan mengucap salam dan berharap
semoga apa yang telah dipelajari dapat dipahami dengan baik dan
bermanfaat.
Pertemuan berikutnya (Pertemuan VI)
Apersepsi: 15 menit
Peserta didik diingatkan kembali konsep pertidaksamaan linear nilai
mutlak
Kegiatan inti :
1. Peserta didik bersama guru memeriksa tugas yang diberikan 60 menit
sebelumnya secara bersama-sama.
2. Peserta didik berdiskusi dengan kelompok dalam mengerjakan
latihan soal berkaitan dengan pertidaksamaan linear nilai mutlak
Kegiatan Penutup:
1. Guru menanyakan apa yang sudah diperoleh peserta didik dari 15 menit
pembelajaran hari ini.
2. Peserta didik diinformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan
mengadakan ulangan harian. Diharapkaan peserta didik
mempelajari lebih baik lagi materi nilai mutlak

Pertemuan VII
Ulangan Harian
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Kegiatan Pendahuluan
1. Peserta didik dipersiapkan oleh guru baik secara fisik maupun
psikis untuk mengikuti proses pembelajaran seperti berdo’a,
disapa dan ditanyakan keadaannya serta dicek kehadirannya 10 menit
(fokus pada peserta didik yang tidak hadir)
2. Peserta didik diingatkan kembali mengenai materi Nilai Mutlak
3. Guru membagikan kertas ulangan

Kegiatan Inti
Peserta didik melaksanakan Ulangan Harian Selama 70 menit 70 Menit

Kegiatan Penutup
1. Guru mengumpulkan lembar jawaban peserta didik 10 menit
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam.
I. Penilaian

1. Sikap
Teknik Penilaian : : Observasi (Penilaian dilakukan selama proses
pembelajaran)
Bentuk Instrumen: : Jurnal Perkembangan Sikap

JURNAL PERKEMBANGAN SIKAP

No Tanggal Nama Catatan Perilaku Butir Sikap

2. Pengetahuan

Teknik Penilaian : Tes tertulis


Bentuk Instrumen: Tes Isian (Uraian)

Soal
Pertemuan 1
1. Hitunglah jarak kedua titik berikut ini pada garis bilangan
a. −5 dengan 2
b. −5 dengan − 2
2. Nyatakan bentuk berikut tanpa tanda nilai mutlak
a. |x − 4|, untuk 𝑥 >0
b. |x − 2| + 8
Pertemuan 2
3. Gambar grafik fungsi y = −2|x − 1|
4. Gambar grafik fungsi y = |x − 3| + 3
Pertemuan 3
5. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan dibawah ini!
Soal
4|6 + 2𝑥| = 16

Pertemuan 4
6. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
a. |x − 9| < 2
3 + |7 − 2x| ≥ 3

Jawaban Butir
Instrumen
Pertemuan 1
1. a. Jika tidak ada angka nol, maka jarak sama dengan nilai mutlak
selisihnya. Jadi jarak titik -5 dan 2 adalah
|−5 − 2| = |−7| = 7 2
b. Jika tidak ada angka nol, maka jarak sama dengan nilai mutlak
selisihnya. Jadi jarak titik -5 dan -2 adalah
|−5 − (−2)| = |−5 + 2| = |−3| = 3 2
2. a. Untuk 𝑥 > 0, |𝑥 − 4| = 𝑥 − 4

𝑥 − 2 + 8 = 𝑥 + 6, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 ≥ 2 2
𝑏. |𝑥 − 2| + 8 =
−( 𝑥 − 2) + 8 = −𝑥 + 10, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 < 2 2
Pertemuan 2
a. 𝒚 = −𝟐|𝒙 − 𝟏| 2
𝒙 − 𝟏, 𝒙 ≥ 𝟏
|𝒙 − 𝟏|
−(𝒙 − 𝟏), 𝒙 < 1

 Untuk 𝒙 ≥ 𝟏 2
Maka
X 1 2 3 4 5 6
Y 0 -2 -4 -6 -8 -10 2
 Untuk 𝒙 < 1
Maka
X 0 -1 -2 -3 -4 -5
Y -2 -4 -6 -8 -10 -12

Pertemuan 3

4|6 + 2𝑥| = 16 ↔ |6 + 2𝑥| = 4 2


Gunakan konsep nilai mutlak untuk membuka tanda mutlak

6 + 2𝑥, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 ≥ −3 2
|6 + 2𝑥| = {
−(6 + 2𝑥), 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑥 < −3
Sehingga,
Untuk 𝑥 ≥ −3
6 + 2𝑥 = 4
2𝑥 = 4 − 6
2𝑥 = −2
2
𝑥=− 2
2
= −1

Untuk 𝑥 < −3
−(6 + 2𝑥) = 4
−6 − 2𝑥 = 4
−2𝑥 = 4 + 6
− 2𝑥 = 10
2𝑥 = −10 2
10
𝑥=− = −5
2

Karena kedua nilai x memenuhi syarat harga mutlak, maka : 2


4
HP = {−2, 5}
Pertemuan 4
1. a. |x − 9| < 2 ↔ −2 < 𝑥 − 9 < 2

−2 < 𝑥 − 9 < 2
−2 + 9 < 𝑥 < 2 + 9
7 < 𝑥 < 11 2
HP = {𝑥| 7 < 𝑥 < 11 } 2

b. 3 + |7 − 2x| ≥ 3 ↔ 3 + 7 − 2𝑥 ≤ −3 𝑎𝑡𝑎𝑢 3 + 7 − 2𝑥 ≥ 3 2
10 − 2𝑥 ≤ −3 𝑎𝑡𝑎𝑢 10 − 2𝑥 ≥ 3
−2𝑥 ≤ −3 − 10 𝑎𝑡𝑎𝑢 − 2𝑥 ≥ 3 − 10
−2𝑥 ≤ −13 𝑎𝑡𝑎𝑢 − 2𝑥 ≥ −7
2𝑥 ≥ 13 𝑎𝑡𝑎𝑢 2𝑥 ≤ 7
13 7
𝑥≥ 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 ≤
2 2
13 7
HP = {𝑥|𝑥 ≥ 2 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 ≤ 2}
TOTAL SKOR 30

Untuk rentang nilai 1 - 100 digunakan rumus


𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = × 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN


Kelas :
Tanggal Penilaian :
Materi Pokok :
Skor Nilai
No. Nama Peserta Didik Catatan
Rerata (Huruf)
3. Keterampilan

RUBRIK PENSKORAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Skor Deskripsi
4 1. Membuat perencanaannya yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Sangat Baik) dalam persiapan, tempat pengambilan objek, rumusan judul baik dan
menarik,
2. Langkah-langkah penyelesaian dibuat secara sistematis,
3. Melakukan perhitungan tinggi suatu objek dengan benar,
4. Penampilan hasil bersih, rapi dan menarik.
3 1. Membuat perencanaannya yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Baik) dalam persiapan, tempat pengambilan objek, rumusan judul baik dan
menarik,
2. Langkah-langkah penyelesaian dibuat secara sistematis,
3. Melakukan perhitungan tinggi suatu objek dengan benar,
4. Penampilan hasil tidak bersih, tidak rapi dan tidak menarik.
2 1. Membuat perencanaannya yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Cukup) dalam persiapan, tempat pengambilan objek, rumusan judul baik dan
menarik,
2. Langkah-langkah penyelesaian tidak sistematis,
3. Melakukan perhitungan tinggi suatu objek dengan benar,
4. Penampilan hasil tidak bersih, tidak rapi dan tidak menarik.
1 1. Membuat perencanaannya yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Kurang) dalam persiapan, tempat pengambilan objek, rumusan judul baik dan
menarik,
2. Langkah-langkah penyelesaian tidak sistematis,
3. Salah dalam melakukan perhitungan tinggi suatu objek,
4. Penampilan hasil tidak bersih, tidak rapi dan tidak menarik.

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = × 100
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟

Balai Selasa, Juli 2019


Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Kepala SMAN 1 RANAH PESISIR

H. SYAMSUL BAHRI, S.Ag Lili Mardiati,S.pd


NIP. 195912151991031001