Anda di halaman 1dari 3

Nama : Arsyta Mawitriyani

NIM : 17312376

Kelas : Pengauditan 1/A

KASUS SNP YANG DIAUDIT OLEH DELOITTE

Terkait dengan kasus pembobolan 14 bank oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan atau SNP

Finance, Kementerian Keuangan telah menjatuhkan sanksi kepada tiga akuntan publik terkait. Sanksi

itu diberikan setelah ada pengaduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelanggaran prosedur

audit oleh kantor akuntan publik itu. Seperti diketahui, SNP Finance merupakan anak usaha Grup

Columbia, yang selama ini dikenal bergerak di bidang pembiayaan untuk pembelian alat-alat rumah

tangga. Pada Senin lalu, Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI menindaklanjuti laporan

PT Bank Panin Tbk atas dugaan jaminan piutang fiktif SNP dan menetapkan lima pimpinan SNP

sebagai tersangka. Laporan keuangan hasil audit dari akuntan pubik itu yang kemudian dijadikan

dasar bagi SNP untuk meraup kredit dari bank lain.

Menurut data Bareskrim Polri, yang diperoleh dari dokumen pencairan kredit yang pernah diterima

SNP, total penggelapan mencapai Rp 14 triliun. Namun OJK menyebutkan kredit yang disalurkan

perbankan kepada SNP Finance tidak mencapai Rp 14 triliun. Sebanyak 14 bank yang terlibat dalam

kasus ini hanya menyalurkan pendanaan sekitar Rp 2,2 triliun.

Lebih jauh, Nufransa berujar kementeriannya memberikan sanksi administratif

kepada Akuntan Publik Marlinna dan Akuntan Publik Merliyana Syamsul berupa pembatasan

pemberian jasa audit terhadap entitas jasa keuangan, semisal jasa pembiayaan dan jasa

asuransi, selama 12 bulan, yang mulai berlaku pada 16 September 2018 hingga 15 September 2019.

Adapun KAP SBE dan Rekan dikenakan sanksi berupa rekomendasi untuk membuat kebijakan dan

prosedur dalam sistem pengendalian mutu KAP terkait dengan ancaman kedekatan anggota tim

perikatan senior.

Untuk memastikan hal tersebut, PPPK memeriksa KAP dan dua akuntan publik yang dimaksud. Hasil

pemeriksaan menyimpulkan bahwa akuntan publik Marlinna dan Merliyana Syamsul belum
sepenuhnya mematuhi Standar Audit-Standar Profesional Akuntan Publik dalam pelaksanaan audit

umum atas laporan keuangan SNP Finance.

Hal-hal yang belum sepenuhnya terpenuhi antara lain pemahaman pengendalian sistem informasi

terkait dengan data nasabah dan akurasi jurnal piutang pembiayaan serta pemerolehan bukti audit

yang cukup dan tepat atas akun Piutang Pembiayaan Konsumen. Selain itu, dalam meyakini

kewajaran asersi keterjadian dan asersi pisah batas akun Pendapatan Pembiayaan,

pelaksanaan prosedur yang memadai terkait dengan proses deteksi risiko kecurangan, serta respons

atas risiko kecurangan, serta skeptisisme profesional dalam perencanaan dan pelaksanaan audit.

Selain hal tersebut, sistem pengendalian mutu yang dimiliki KAP mengandung kelemahan karena

belum dapat melakukan pencegahan yang tepat atas ancaman kedekatan berupa keterkaitan yang

cukup lama di antara personel senior, yakni manajer tim audit dalam perikatan audit pada klien yang

sama untuk suatu periode yang cukup lama. Kementerian Keuangan menilai hal tersebut berdampak

pada berkurangnya skeptisisme profesional.


Marketing & Communications Lead of Deloitte - Indonesia, Steve Aditya mengungkapkan Satrio Bing
Eny & Rekan (SBE), KAP yang merupakan salah satu entitas Deloitte - Indonesia memang melakukan
general audit atas laporan keuangan SNP Finance. Namun, laporan auditor independen atas Laporan
keuangan SNP terakhir yang dikeluarkan adalah untuk tahun buku 2016.Steve menuturkan, SBE
terakhir kali menerbitkan laporan auditor Independen atas laporan keuangan SNP untuk tahun buku
2016. Audit tersebut tidak terkait dengan keperluan penerbitan MTN yang dilakukan SNP pada 2017
dan 2018. SBE juga tidak pernah dimintai persetujuan maupun diberitahu oleh SNP jika laporan audit
atas laporan keuangan SNP digunakan sebagai rujukan dalam penerbitan Medium Term Notes (MTN).
Dalam kesempatan tersebut, Steve juga menegaskan sebagai KAP, tugas dan tanggung jawab SBE
sebatas pada mengaudit laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai
kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, apakah sudah disajikan sesuai standar
akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia. Steve menambahkan, untuk laporan keuangan SNP
tahun 2017, SBE masih dalam tahap awal proses audit dan belum mengeluarkan laporan auditor
independen. Semenjak izin SNP dibekukan, SBE sulit berkomunikasi dengan manajemen SNP
sehingga tidak dapat melanjutkan proses audit.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku telah mengantongi sanksi terhadap KAP
yang selama ini mengaudit laporan keuangan SNP Finance.

Kepala Pusat Pembinaan Profesi Kementerian Keuangan Langgeng Subur mengemukakan,


pemerintah saat ini hanya tinggal menunggu tanda tangan Sekretaris Jenderal perihal sanksi yang
dikenakan bagi Deloitte. Dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan, bendahara negara mengakui
adanya indikasi kelalaian yang dilakukan KAP dalam mengaudit laporan keuangan anak usaha Grup
Columbia tersebut.

Namun di akhir pemeriksaan, ada beberapa temuan yang disoroti, antara lain scepticisme yang
dianggap perlu dimiliki auditor, serta pemahaman terhadap sistem pencatatan yang digunakan
perusahaan.

Adapun yang kedua, pengujian yang dilakukan KAP terhadap SNP Finance tidak sampai pada
dokumen dasar. Bagi KAP yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi yang akan dikenakan pun
terbagi dengan berbagai jenis. Seperti rekomendasi untuk melaksanakan kewajiban tertentu,
peringatan tertulis, sampai dengan pembatasan pemberian jasa kepada suatu entitas.