Anda di halaman 1dari 10

Peta Konsep

Penegrtian mutu

Besaran mutu (standar


mutu)

Komponen penyusun bahan


pangan
Mutu Bahan
Pangan

Jaminan mutu produk

Kelas Mutu dan produk

Peranan kelas Mutu

Dasar Pertimbangan kelas


mutu

Unsur dan kriteria mutu


BAB III

PENDAHULUAN

2.1 Pengertian Mutu

Mutu adalah standar dtetaatpkan bedasarkan standar konsumen , dimana mutu


menunnjukan terpenuhinya harapan keinginana konumen dalam memenuhi nilai mutu yang
diinginkannnya. Mutu sendiri atau yang menunjukan nilai dari sifat fisik dan karakteristik bahan
aatau produk yang mencerminkan tingkat peneriman konsumen

2.2 Batas Mutu/Standar Mutu

Untuk mendapatkan produk dengan mutu dan kualitas yang bagus harus disesuikan
daengan acuan.. Di Indonesia sendiri Standar Nasional Indonesia,menjadi syarat bagi produsen
dalam memproduksi produk pangan, dimana prosuk yang dibuat harus disesuikan dengan mutu
prouk tersebut.

2.3 Komponen-Komponen Penyusun Bahan Pangan

2.3.1 Karbohidrat

Karbohidrat adalah suatu zat makronurient yang dihasilkan dan digunakan untuk penghasil energi
yang utama . indonesia sendiri sumber karbonhidrat banyak berasal dari beras . Negara Indonesia
menjadikan beras sebagi bahan pokok makanan. Karbondirat sendiri terdiri dari 4 kkkal .

2.3.2 Protein

Fungsi sebagia zat yang berguna untuk meregrenerasi sel dan proses pembentukan sel
dimana sel yang rusak akan cepat diganti oleh protein, dan protein dijadikan cadangan
penghasil energi jika lemak dan karbonhidrat kurang pada tubuh . Kalori protein sebesat 4
kkal.

2.3.3 Lemak
Lemak adalah suber energi kedau , Lemak menghasilkan 9 kkal.. Lemak merupakan sumber
zat energi kedua yang setelah karbohidrat. Lemak dipecah menjadi asam lemak dan gliserol..
Lemak ada yang berbentuk cair dan ada pula yang berbentuk padat. Asam lemak penyusun lemak
dapat dikelompokkan menjadi asam lemak esensial dan asam lemak non esensial. Asam

2.3.4.Mineral

Mineral merupakan zat yang diperlukan sanagt sedikit ditubuh Berdasarkan jumlahnya, mineral
dapat pula dibagi atas mineral makro, dan mineral mikro. Termasuk dalam kelompok mineral
esensiel untuk makro elemen adalah kalsium (Cu), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K),
fosfor (P),

2.3.5 Vitamin

Vitamin adalh molekul mikronutrient yang diperlukan sedikit bagi tubuh manusia
tetapi memilki fungsi yang diperlukan oleh tubuh manusia. dibutuhkan dalam 26

jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme yang normal. Vitamin dikelompokkan dalam 2
golongan: Vitamin larut dalam lemak yaitu vitamin A, D ,K dan vitamin yang dapat larut di air (B
kompleks dan c )

.2.4 Jaminan Mutu Produk

Jaminan mutu adalah seluruh procedur yang sistematis dlam menjamin dan mmebrikan
keamanan dalam produk. Jaminann mutu meberikan rasa aman dari konsumen baik itu dari sisi
rohani dan psikologis konsumen, Pada segi rohani jamainan mutu produk halal saat dipentingkan
dan diutamakan oleh masyrtak Indonesia yang masyoritas muslim dn segi psikologis ketika
kmenkonsumsi produk telah diberikan jamian aman dan mmebuat konsumen mersa yakin prouk
tteap bertahan dan aman tidak menimbulkan efek bagi kesehatan.

2.5.Kelas Mutu dan Merek


Dalam penentuan kualitas produk produk harus dilakuakn terlebih dhulu pengelompokkan
produk dari segi berat, warna , betuk dan ukuran Penglompokkan ini memudahkan dalam
prose s pengolahan bahan sehingga mudah untukkonsumen dalam memilih produk yang
mendapaat kualitas baik.
2.5.1 Kelas Mutu dan Nama Mutu
Untuk membedakan pengelompokkan tersebut dari segi kelas mutu Pemberian naam dan
simbol mmenudahakan pembeli dalam mengetahui dan mengenali macam macam pilihan kelas
mutu, Dimana dalam pemilihan kelas mutu didasarkan pada penjual, pembeli, dan komoditas
pda kelas muu.
2.5.2. Merek dagang Dan Nama Mutu
Kelas merek dagang denagn pengkodean atau naam mutu anagka kutang menguntungkan
karena meeberikan kesan jtu rendah pada prosuk bukan 1 atau a
2.6. Peranan Kelas Mutu
Memberikan rasa keadilan dalam transaksi , untuk emberikan pelayaanan mutu diberbagai
starat konsuemn dan memberi peluang pada bidang usaah , Disampng itu kelas murtu juga dapat
memeberiakn petunjuk untuk berbaagi penggunan barang.

2.6.1.Keadilan mutu
Dalam menciptkan keadailan dalm berjual beli pada proses pengkelasan Mutu dapat
menggambarkan bahwa komoditas yang bermutu tinggi diberi harga tinggi sementara mutu
rendah diberi mutu yang rendah,, Suasana ini hanya diperuntukan ketika melihat situasi dipasaran
dalam kelas mutu,
2.6.2. Pelayanan Pada Konsumen
Adanya beberapa kelas mutu menyebabkan menjadi berbagai pilihan dalam menentukan
selera konsumen , Pengekelasan mutu dimasukan untuk memberikan pelayanan yang lebih luas
dengan selera konsusmen yang memiki daya beli yang berbeda –beda.

2.6.3.Pengunaan yang Berbeda


Pengunaan yang berbeda dimasukan untuk membedakan bahan tertentu,Seperti daging beef aspi,
lamb , tenderlon , seloin pada karkas daging. Dalam hal ini berrtujuan untuk menyesuiakan kelas
mutu dengan bahan mentah, sehingga bahan baku yang sudah dikelaskan akan mudah adalm proses
penanganya.
2.6.4.Keragaman Produk
Bahan hasil pertanian dari beberapa petani memiki karaktersitik yang bebeda beda sehingga
membuat , Perusahann Industri pangan harus memilih (sortasi ) bahan baku sendiri untuk
mendapatkan hasil bahan yang seragam , karana biasanya berbeda petani maka kemungkinanan
varietas pun juga berbeda.Dan dengan demikian pengkelasan mutu bahan pun diperlukan .
2.6.5.Sebagai Usaha
Banyak perusaahn yang hanya bergerak saja pada bidang sortasi, hanaya memilih dan
mengkelaskan mutu produk terebut, Dan biasanya Perusahan Industri pangan akan mendapatkan
bahan baku yang disortasi disini dengan tujuan hanya untuk menghemat waktu produksi dan
efisiensi pekerjaan pengolahan bahan
2.7. Dasar Pertimbangan Kelas Mutu
Dengan pembentukan kelas mutu yang handal dan dipercaya maka membuat pengkelasan itu dapat
dipercaya dan diandalkan . Dalam praktek yang dilakuakan pengkelasan mutu ini menjadi
Pengkelasan yang objektif dan didasarkan pada sistem standarisasi.

Dasar Pertimbanganya hanya


1. Memenuhi Kewajiban yang diatur pemerintah’
2. Keadaan mutu komoditas itu sendiri
3. Melayani keinginan bermacam konsumen
4. Membina reputasi atau nama baik perusahaan atau negara
5. Motifasi Keuntungan

2.8.Umur dan Kriteria Mutu


Mutu produk dapat ditentukan dari banyaknya sifat da hal hal yang mempengaruhi mutu,
yang dikenal dengan usur mutu.Unsur mutu meliputi hal yang dapt dilihat, yang dapt diukur, dan
tidak diukur
BAB I
PENDAHULUAN

Manusia sangat membutukan makanan untuk menunjang kegiatan aktivitas sahari -


hari aktivitS Fisiknya .Bahan pangan sendiri untuk menghasilkan energi perlu adanya proses
metabolisme pada tubuh dimana metabolisme berlangsung berlanjut saat setiap bahan
makanan yang dikonsumsi oleh manusia masuk ke penecernaan manusia. Bahan Pangan ini
bersumber dari sumber hewani dan sumber nabati , Tetapi energi terbesar banyak dan ada
pada sumber hewani ( Seperti telur , daging, dan ikan).

Bahan pangan untuk memperoleh nilai gizi yang diperlukan perlu adanya pengolahan
terlebih dahulu. Pengolahan dapat membuat produk memilki nilai gizi, niali ekonomisa dan
meningkatkan mutu produk dari segi rasa yang berubah menjadi lebih enak.Tujuan
Pengolahan bahan pangan sendiri untuk industri pangan adalah untuk memeperpanjang umur
simpan produk

Manfaat mengetahui pemahaman tentang sifat sifat bahan dan perubahan nya yang
terjadi setelah diolah dpat digunakan untuk menilai dan mengetahui mutu bahan pangan
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyrakat. Dan oleh karena itu sangat penting
meninjau keamanan pangan dari segi cemarann mikrobiologi, kimia, fisika, dan organileptik

Pada penerapannya , dalam menjamin kemananan mutu bahan pangan perlu adanya
sistem manajaemen mutu bahan pangan untu menjamin keamanan kesehatan konsusmen .
Dimana sisem tersebut mengatur bahan pangan secara intergrasi yang akan disesuaikna
denagan mutu yang dihasilkan . Dimana sistem manajememn mutu dan sistem keamanan
mempunyai tujuan mengandalkan pengendalaian yang digunakan untuk memenuhi
persyataratan peraturan undang-undang dan perlindungan konsumen.

Penting sebuah perusahann yang memiliki HAZARD , dimana perusahaan itu memilki
sertifikasi dari ISO, CODEX, FDA, dalam penjaminnan HAZARD perusahaan telah
terpenuhii8 sehingga perusaha memiliki jaminann Keamanan yang suadah tidak diragukan
kembali , Karen bahan makanan telah sesuai sdengan standar yang telah ditetakan oleh
lembaga terkait. Membuat produk lebih memilki eksisitensi yang lebih lama dalam mendirikan
produk tersebut.
Regulasi yang ketat dan Jaminan mutu yang baik membuat prosuk keamanan panagn
sudah terjamin dimana , dalam mengaturr menjadi pemerintah bertindak memebrikan sanksi
keras dan tegas jika ditemukan prosusen curang dari segin penguranagn dan penemabahan zat
adiktif laianya pada makanan, Dan dalam hal ini prosuk yang jamiannan mutu nya baik akan
memebuat konsumen aman dari segi kebatihinan dan segi psikologis. Dimana dari segi
kebhatinan adanya jaminnan mutu produk jaminna halal dari MUI membuat massraka yang
dominnan muslim di Indonesia menjadi aman karan produk dan mkaanan yang dikonsumsi
dari produk yang haram seperti babi, dimana dalam islam mengharamkan memakan daging
babi. Seadangkan dari segi psikologis konsumen mersa amaan karana produk aman untuk
kesehatan tubuh.
Jamianan mutu sanagt diperlukan bagi konsumen untuk menjamin dirinya
mendapatkan hak mendasar sebagai manusia yaitu mendapatkan bahan makanan yang memiki
kualitas yang baik, Dalam hal ini regulasi digunkan sebagai dasar dari perlindungan konsumsen
untuk menjadapkan prosuk yang aman daris egi kesehatan , memiliki mutu myang baik. Dan
selain itu hal ini juga memicu peningkatan daya sainng produden untuk menciptakan dan
membuat produk yang sesuai dengan mutu bahan dan memilki kualiatas yang baik baik bagi
konsumen.