Anda di halaman 1dari 61

Supervisi Pembangunan Jaringan Air

Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

A Data Organisasi Perusahaan

1.1 LATAR BELAKANG

CV. CORAWALI CEMERLANG didirikan sejak tanggal 10 Maret 1999 dengan Kantor Jl. A.P
Petta Rani Blok GA 15/3 Telp. 0411-440612 Makassar. Pada awalnya melayani jasa
Perencanaan Teknis untuk bidang pengairan, ke-Cipta Karya-an dan ke-Bina Marga-an.
Kemudian tumbuh dan berkembang pada layanan jasa konsultansi Perencanaan dibidang

keteknikan, Studi Kelayakan, Tata Lingkungan/AMDAL/UKL dan UPL serta Manajemen. CV.
CORAWALI CEMERLANG, yang dikelola secara profesional dan ditunjang oleh berbagai
layanan keahlian diharapkan akan dapat menangani berbagai lingkup kegiatan pada bidang
Tata Lingkungan, Arsitektur dan Sipil termasuk kegiatan Amdal, UKL dan UPL, Tata Ruang

Wilayah dan Kota serta Rekayasa Konstruksi dan Konsultasi perencanaan dan pengawasan
keteknikan lainnya. Tenaga ahli CV. CORAWALI CEMERLANG mampu dan terlatih untuk
bekerja sama dalam kelompok kerja dengan pendekatan multi disiplin yang terpadu, untuk
memperoleh hasil karya yang optimal sesuai dengan kebutuhan pemberian tugas dengan
mempertimbangkan faktor lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Sejak 6 (Enam) tahun terakhir CV. CORAWALI CEMERLANG sudah mendapat kepercayaan
mengerjakan proyek-proyek dari berbagai Lembaga dan Intansi serta Pemerintah Pusat,
Provinsi dan Daerah dan berlanjut sampai saat ini, sejalan dengan laju pertumbuhan dan
perkembangan pembangunan di Indonesia.

Lingkup jasa konsultansi yang ditawarkan meliputi Jasa Layanan :

1. Survey dan Perencanaan Teknis:

a. Prasarana Keairan
b. Prasarana Transportasi
c. Pengukuran topografi dan Eksisting

Dokumen Penawaran Teknis

A - 1
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

d. Foto Udara Fotogrametri/UAV


e. Pengukuran Debit Air Sungai dan Arus (Current Meter)
f. Perencanaan Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah
g. Perencanaan Detail Teknis (DED)
h. Dukungan Manejemen Proyek

2. Eklorasi Geologi :

a. Pemetaan Potensi Bahan Galian dan Mineral Industri


b. Eksplorasi, Studi Kelayakan dan Perencanaan Tambang Batubara
c. Pengeboran Eksplorasi (Coring dan Non Coring)

3. Sumber Daya Air dan Oceanografi:

a. Studi hidrologi DAS dan Neraca Air Daerah


b. Pengembangan Air Tanah
c. Analisa Erosi dan Sedimentasi
d. Perencanaan Dermaga dan Tanggul
e. Pemetaan Ekosistem Pesisir dan Perairan

4. Pengkajian Lingkungan :

a. Studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)


b. Studi Penetapan Baku Mutu Lingkungan Daerah
c. Evaluasi Mutu Lingkungan dan Identifikasi Pencemaran Limbah
d. Manajemen Limbah dan Persampahan

5. Pelatihan dan Pengembangan SDM :

a. Outbound Training

6. Layanan Media, CAD dan GIS :

a. Penggambaran CAD dan GIS


b. Desain Grafis dan Multimedia
c. Data Base Jaringan Irigasi, Jalan dan Jembatan

7. Telematika :

a. Telematika Darat
b. Telematika Udara
c. Perangkat Keras
d. Bidang Lainnya

Dokumen Penawaran Teknis

A - 2
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

8. Event Organizer/MICE (

a. Jasa Pameran
b. Jasa Event
c. Jasa Strategi Komunikasi
d. Jasa Pemasaran Produk

1.2 ORGANISASI

1.2.1 Organisasi Perusahaan

Organisasi perusahaan dibentuk berdasarkan susunan kepemilikan dan pengurus perusahaan


didukung oleh tenaga ahli dan tenaga pendukung. Secara umum susunan pengurus
perusahaan terdiri dari direktur utama, wakil direktur didukung kepala devisi bidang masing
masing sesui dengan jabatannya

1.2.2 Organisasi Team Konsultan

Untuk mendapatkan produk yang handal dan dapat dipertanggung jawabkan, Konsultan
mengerahkan Tenaga Ahli yang akan ditugaskan untuk pekerjaan ini dimana Kualifikasi
masing-masing Tenaga Ahli telah memenuhi syarat sesuai Kerangka Acuan Kerja.

Team yang disusun diharapkan dapat melaksanakan pekerjaan tersebut dan memenuhi
persyaratan dalam KAK sehingga kualifikasi tenaga ahli yang diusulkan melebihi dari yang
minimal disyaratkan, mengingat pekerjaan studi ini memerlukan suatu wawasan dari tenaga ahli
yang berpengalaman.

1.3 STRUKTUR DAN FORMAT USULAN TEKNIS

Dokumen Usulan Teknis ini terdiri dari beberapa bagian seperti yang telah disyaratkan dalam
dokumen tender dimana uraian dalam dokumen usulan teknis ini diharapkan dapat
memberikan penilaian bagi team panitia dengan sistimatika susunan bab sebagai berikut :

Dokumen Penawaran Teknis

A - 3
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Data Teknis A. Organisasi Penyedia Jasa Konsultansi

Menguraikan tentang maksud dan tujuan disusunnya Usulan Teknis ini sebagai pengantar dari
Konsultan dan Sistematika Dokumen, dan Uraian Singkat Latar belakang penyedia Jasa,
meliputi Organisasi.

Data Teknis B. Daftar Pengalaman Perusahaan

Menguraikan tentang pengalaman perusahaan selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir
yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam bentul tabel, dan pengalaman
perusahaan mencakup jumlah orang bulan yang terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan, waktu
pelaksanaan, uraian proyek, nilai kontrak dan instansi pengguna jasa

Data Teknis C. Uraian Pengalaman Kerja

Menguraikan tentang pengalaman perusahaan selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir
yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, dan pengalaman perusahaan
mencakup jumlah orang bulan yang terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan, waktu pelaksanaan,
uraian proyek, nilai kontrak dan instansi pengguna jasa

Data Teknis D. Tanggapan dan Saran Terhadap KAK dan Personil/Fasilitas

Menguraikan tentang lingkup proyek, sasaran, kebutuhan jenis, dan jumlah tenaga ahli, jenis
dan substansi laporan yang dihasilkan berdasarkan dokumen seleksi.

Menguraikan tentang Komentar Konsultan dalam memahami Kerangka Acuan Kerja dan
aplikasi yang akan dilakukan oleh konsultan berkaitan dengan langkah-langkah yang harus
dilakukan terhadap isi KAK. Tanggapan ini juga menggambarkan kemampuan team penyusun
dokumen ini dalam pemahaman pekerjaan sejenis.

Data Teknis E. Uraian Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja

Menguraikan tentang apresiasi dan inovasi team dalam memberikan masukan tentang kegiatan
jasa konsultan ini khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tersebut diatas.

Menguraikan tentang konsep pendekatan yang akan dilakukan oleh konsultan dalam
pelaksanaan pekerjaan meliputi metodologi pelaksanaan dan pendekatan teknis pelaksanaan.
Pada bab ini menggambarkan kemampuan konsultan memahami dan menindak-lanjuti isi KAK
dengan penjabaran dalam metodologi dan pendekatan umum/teknis termasuk analisa teknis
kebutuhan Manmonth, fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan dapat memberikan

Dokumen Penawaran Teknis

A - 4
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

tanggapan terhadap data barang dan fasilitas yang disediakan, jadwal pelaksanaan pekerjaan
dan kebutuhan staf penunjang.

Menguraikan tentang rencana kerja Konsultan dalam menugaskan Tenaga Ahli, hubungan
Kerja dengan Direksi Pekerjaan, sistim pembagian kerja, serta pelaporan dengan dilengkapi
schedule pelaksanaan, schedule personil dan hal-hal lain yang terkait dan dilengkapi dengan
Network planning / bagan alir.

Data Teknis F. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Menguraikan tentang jadwal yang akan dilakukan oleh konsultan berdasarkan hasil analisa
teknis kebutuhan waktu / mm dan tahapan pekerjaan

Data Teknis G. Komposisi Tim dan Penugasan

Menguraikan tentang kemampuan personil untuk menangani pekerjaan ini yang diusulkan
Konsultan meliputi Posisi, Jumlah MM, Jenis Pekerjaan dan lainnya, dimana menggambarkan
pengalaman Tenaga Ahli dengan dilampiri Copy Ijazah.

Data Teknis H. Jadwal Penugasan Tenaga Ahli

Menguraikan tentang rencana pengerahan tenaga ahli sesuai dengan jadwal yang telah
direncanakan baik untuk kegiatan di kantor maupun di lapangan

Data Teknis I. Daftar Riwayat Hidup Personil Yang Diusulkan

Menguraikan tentang surat kesanggupan untuk ditugaskan untuk masing-masing tenaga ahli
yang akan digunakan.

Pada lampiran ini juga dilampirkan rekapitulasi curriculum vitae dan surat pernyataan tenaga
ahli. Dalam lampiran ini juga akan disertakan dokumen pendukung yaitu lampiran copy kontrak
referensi dari pengguna jasa.

Data Teknis J. Surat Pernyataan Kesediaan untuk Ditugaskan

Menguraikan tentang Surat pernyataan kesediaan masing-masing personil yang akan


ditugaskan.

Dokumen Penawaran Teknis

A - 5
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

B
2.1 LATAR BELAKANG PENGALAMAN

Dalam masa perjalanannya sampai saat ini, CV. CORAWALI CEMERLANG telah banyak
melakukan kegiatan jasa konsultansi diberbagai bidang engineering, manajemen, keuangan
dan studi-studi perencanaan program pembangunan lainnya. Dengan landasan konsep
manajemen yang selalu mengutamakan mutu yang terbaik demi kepuasan pelanggan (the best
quality for costumer service) dengan dilandasi inovasi dan kreatifitas dari tenaga-tenaga ahli
yang profesional, berpengalaman dan berdedikasi tinggi. Didukung dengan kualitas
sumberdaya manusia yang tidak terbatas pada kemampuan personil yang dimiliki perusahaan,
melainkan diperkuat dengan adanya kerjasama dengan lembagalembaga perguruan tinggi dan
organisasi asosiasi profesi yang dapat dipercaya dan didayagunakan tingkat
profesionalismenya, sehingga kendala-kendala yang ditemukan selama ini dalam menangani
pekerjaan/kegiatan dapat diatasi dengan baik, sesuai dengan mutu proses dan hasil yang
diharapkan.

Terkait dengan kegiatan Supervisi Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang Tahap 2
(Lanjutan), CV. CORAWALI CEMERLANG telah melakukan beberapa kegiatan persiapan yang
lebih bersifat perencanaan program dan penguatan sumberdaya manusia serta kelembagaan,
baik yang bersifat teknis, administrasi maupun opersaional.

Adapun data pengalaman CV. CORAWALI CEMERLANG dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir
dapat dilihat pada halaman terakhir pada Bab ini.

Dokumen Penawaran Teknis

B - 1
Pengalaman Kerja Sejenis 10 (Sepuluh) Tahun Terakhir

Tanggal Selesai
Pemberi Tugas Kontrak
NO Nama Paket Pekerjaan Sub Bidang Lokasi Menurut
Nama Alamat/TLP No/Tanggal Nilai Kontrak BA Serah Terima
TEKNIK SIPIL KEAIRAN
1 Supervisi Pembangunan Jaringan Tambak Garam Di Kab. RE 203 Kab. Jeneponto Jl. Monumen Emmy Saelan HK.02.03/SNVT.PJPA.PJSS/ Rp 198.440.000 03 Juni 2015 29 Desember 2015
Jeneponto Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan No. 109A, Makassar
Jeneberang SNVT PJPA Provinsi Sulawesi PPK-IR.III/45.a/VI/2015
Selatan

2 Supervisi Pembangunan Jaringan Tambak Kab. Luwu RE 203 Kab. Luwu Timur Jl. Monumen Emmy Saelan HK.02.03/SNVT.PJPA.PJ/PPK- Rp 187.600.000 21 Maret 2016 16 September 2016
Timur Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan No. 109A, Makassar IRWA.I/75/III/2016 Tanggal 21 Maret 2016
Jeneberang SNVT PJPA Provinsi Sulawesi
Selatan
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

A
C
Pada Bab Ini Menguraikan tentang pengalaman perusahaan selama kurun waktu 10 (Sepuluh)
tahun terakhir yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, dan pengalaman
perusahaan mencakup jumlah orang bulan yang terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan, waktu
pelaksanaan, uraian proyek, nilai kontrak dan instansi pengguna jasa.

Dokumen Penawaran Teknis

C - 1
PENGALAMAN PERUSAHAAN

1. Pengguna Jasa : PPK Irigasi dan Rawa III SNVT PJPA Pompengan Jeneberang Prov. Sulawesi Selatan

2. Nama Paket Pekerjaan : Supervisi Pembangunan Jaringan Tambak Garam Di Kab. Jeneponto
3. Lingkup Produk Utama : Supervisi / Pengawasan
4. Lokasi Kegiatan : Kab. Jeneponto
5. Nilai Kontrak : Rp. 198.440.000,-
6. No. Kontrak : HK.02.03/SNVT.PJPA.PJSS/PPK-IR.III/45.a/VI/2015
7. Waktu Pelaksanaan : 03 Juni 2015 - 29 Desember 2015

8. Nama Pemimpin Kemitraan ( Jika Ada ) :


Alamat :
Negara Asal :

9. Jumlah Tenaga Asli : - Tenaga Ahli Asing Orang Bulan


- Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

10. Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli


No. Mitra Kerja/Assosiasi
Tenaga Ahli Asing Tenaga Ahli Indonesia
1 - - -
2 - - -
3 - - -
4 - - -

Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat


No. Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
1 Team Leader/Site Engineer Ahli Teknik Sipil 1/7
2 Quantity Engineer Ahli Teknik Sipil 1/3
3 Quality Engineer Ahli Teknik Sipil 1/3
4 Ahli Desain / Ahli Bangunan Air Ahli Teknik Sipil 1/1
PENGALAMAN PERUSAHAAN

1. Pengguna Jasa : PPK Irigasi dan Rawa III SNVT PJPA Pompengan Jeneberang Prov. Sulawesi Selatan

2. Nama Paket Pekerjaan : Supervisi Pembangunan Jaringan Tambak Kab. Luwu Timur
3. Lingkup Produk Utama : Supervisi / Pengawasan
4. Lokasi Kegiatan : Kab. Luwu Timur
5. Nilai Kontrak : Rp. 187.600.000,-
6. No. Kontrak : HK.02.03/SNVT.PJPA.PJ/PPK-IRWA.I/75/III/2016 Tanggal 21 Maret 2016
7. Waktu Pelaksanaan : 21 Maret 2016 - 16 November 2016

8. Nama Pemimpin Kemitraan ( Jika Ada ) :


Alamat :
Negara Asal :

9. Jumlah Tenaga Asli : - Tenaga Ahli Asing Orang Bulan


- Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

10. Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli


No. Mitra Kerja/Assosiasi
Tenaga Ahli Asing Tenaga Ahli Indonesia
1 - - -
2 - - -
3 - - -
4 - - -

Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat


No. Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
1 Team Leader/Site Engineer Ahli Teknik Sipil 1/6
2 Quantity Engineer Ahli Teknik Sipil 1/3
3 Quality Engineer Ahli Teknik Sipil 1/3
4 Ahli Desain / Ahli Bangunan Air Ahli Teknik Sipil 1/1
5
6
7
8
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

A
D
D.1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK
D.1.1. UMUM

Persyaratan umum Penyedia Jasa dalam Pekerjaan Supervisi ini, yang dituangkan dalam
Kerangka Acuan Kerja sudah cukup jelas, yaitu layanan / bantuan teknis dari Team
Konsultan Supervisi yang akan melaksanakan pengawasan pekerjaan konstruksi melalui
pemantauan atas kemajuan pekerjaan, kualitas dan teknis pelaksanaan, review desain atau
penyesuaian kondisi aktual lapangan terhadap disain serta perbaikan kelengkapan
kontrak (bila ada)

Koordinasi kegiatan Team Pengawasan Teknis akan dilaksanakan bersama-sama dengan


Satker atau PPK pada lokasi yang bersangkutan. Supervisi dari pekerjaan konstruksi akan
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sebagai wakil Direksi seperti yang ditentukan dalam
dokumen kontrak. Kewenangan yang dilimpahkan kepada Team Supervisi oleh Pemilik
antara lain masalah-masalah teknis dan kontraktual yang secara jelas akan disebutkan
dalam dokumen kontrak nantinya

D.1.2. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN PEKERJAAN

 Maksud Pekerjaan Pengawasan Teknis ini adalah untuk melaksanakan Pekerjaan


Supervisi Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Tujuan Pekerjaan Pengawasan Teknis ini adalah untuk membantu Direksi dalam
mengawasi pekerjaan fisik konstruksi banguinan Irigasi .

 Sasaran utama dari Pekerjaan ini adalah membantu Direksi dalam pelaksanaan
Pengawasan Teknis agar hasilnya sesuai dengan persyaratan kontrak/yang akan
dicapai secara optimal .

D.1.3. LINGKUP KEGIATAN

Lingkup Kegiatan Pengawasan ini dapat dibagi dalam beberapa tahapan sebagai berikut :
Dokumen Penawaran Teknis

D - 1
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Membantu Dalam Pelaksanaan Pengawasan Mutu.


 Membantu dalam Review Design / Penyesuaian kondisi aktual lapangan
 Memeriksa dengan sungguh-sungguh bahwa pengukuran volume pekerjaan
dilaksanakan dengan benar dan teliti .
 Menjamin bahwa semua laporan (Report) akan diserahkan tepat pada waktunya dan
dibuat sesuai aturan yang benar, teliti dan memuat semua catatan kemajuan serta hal-
hal lain yang berkaitan dengan Pelaksanaan Pekerjaan.
 Bekerja sama dengan PPK dalam hal-hal yang menyangkut masalah - masalah teknis
maupun administrasi.

D.1.4. LOKASI KEGIATAN

Kegiatan pekerjaan Supervisi Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang Tahap 2


(Lanjutan) yang terletak pada Wilayah Kabupaten Enrekang.

D.1.5. KONSEP METODOLOGI

 Konsultan akan menyusun dan menindak lanjuti Metodologi yang efektif dalam
pelaksanaan pekerjaan terhadap lingkup pekerjaan/jasa layanan dengan tetap
berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta pengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan yang sejenis ini .

 Konsultan memahami jasa layanan yang tercantum dalam Kerangka Acuan kerja
(KAK) meliputi : pengertian terhadap tujuan pekerjaan / kegiatan, lingkup serta jasa
konsultansi yang diperlukan dan pengenalan lapangan secara tuntas dan
menyeluruh.

 Konsultan menyusun kualitas Metodologi yang meliputi : Ketepatan menganalisa


masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada
persyaratan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta konsistensi antara metodologi dengan
rencana kerja .

 Suatu proyek biasanya dimulai dengan munculnya gagasan untuk memenuhi suatu
kebutuhan atau penanggulangan suatu masalah yang dihadapi. Dengan demikian
proyek tersebut tidak serta merta dapat direalisasikan tanpa melalui suatu proses
yang panjang dan mengalami perubahan – perubahan sejalan dengan tingkat
perkembangan suatu lokasi / daerah. Oleh karena itu, mutlak diketahui
perkembangan tersebut agar kegiatan yang akan dilakukan tetap berada pada arah
dan sasaran yang benar, tidak tumpang tindih .

 Berdasarkan hal tersebut maka harus diperoleh data – data, studi terdahulu, program
– program Pemerintah setempat, survey investigasi atau pra rencana terdahulu yang
berkaitan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, dan yang paling utama adalah
hasil perencanaan terbaru / terakhir sebagai pedoman dalam pelaksanaan konstruksi
.

Dokumen Penawaran Teknis

D - 2
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

D.1.6. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini direncanakan dalam kurun waktu 8 (delapan)
bulan.

Berdasarkan pengalaman, kami menganggap bahwa Man Month seluruh tenaga yang
akan dilibatkan/ditugaskan sudah cukup memadai.

Man Month yang telah ditetapkan tersebut sudah sesuai dengan kondisi lapangan yang
akan diawasi, sehingga diharapkan pengawasan harian dapat berjalan dengan baik
sesuai dengan sasaran yang akan dicapai yaitu pencapaian mutu, biaya dan penyelesaian
pekerjaan tepat pada waktunya. Man month tersebut agar dapat terserap seefektif
mungkin sesuai dengan jadwal konstruksi, sambil mereview hal hal yang kurang sesuai .

D.1.7. KELUARAN

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:

a. Laporan Bulanan

Pada setiap akhir bulan kalender kecuali pada saat harus membuat laporan kemajuan
triwulan, konsultan harus membuat kemajuan laporan bulanan sebanyak 5
rangkap/buku.
Laporan ini merupakan laporan singkat mengenai kemajuan kegiatan Kontraktor,
keadaan cuaca, juga permasalahan yang dialami oleh Kontraktor/konsultan bila ada
(menyangkut administrasi, teknik atau keuangan) dan memberikan rekomendasi atau
saran-saran bagaimana menanggulangi/menyelesaikan permasalahan tersebut.
Jadwal pengiriman laporan diatur sebagai berikut :
a. Ringkasan kemajuan bulanan (progress summary) paling lambat setiap tanggal 1 (satu)
pada bulan berikutnya.
b. Buku laporan kemajuan bulanan paling lambat setiap tanggal 5 pada bulan berikutnya.

b. Laporan Pendahuluan

Laporan pendahuluan (Inception Report) berisi kegiatan-kegiatan berupa


permasalahan spesifik Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang tahap 2 (lanjutan),
program kerja dan schedulenya. Laporan Pendahuluan diserahkan kepada PPK
pada Minggu Pertama sesudah penandatanganan Kontrak Kerja dan dibuat dalam
rangkap 5 (Lima).

c. Laporan Akhir

Laporan Akhir (Final Report) memuat rangkuman dan kesimpulan dari seluruh
kegiatan pengawasan yang telah dilakukan, pencapaian (volume, mutu, dan waktu),
kendala-kendala yang dihadapi serta langkah-langkah yang diambil untuk
penyelesaiannya. Laporan Akhir diserahkan dalam rangkap 5 (lima) kepada Direksi.
Untuk mendapatkan kejelasan hasil pengawasan, bila diperlukan, SNVT Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan dapat
meminta Pelaksana Pengawas untuk mempresentasikan hasil pengawasannya.

Dokumen Penawaran Teknis

D - 3
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

D.2. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL, FASILITAS


PENDUKUNG
D.2.1. FASILITAS LAYANAN KEAHLIAN/PERSONIL

 PPK akan mengatur dan mengendalikan pelaksanaan Layanan Jasa Penyedia Jasa
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja.
 PPK akan bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan tugas Layanan Jasa
Penyedia Jasa, termasuk sistim pembayaran atas Layanan Jasa Penyedia Jasa ini
secara keseluruhan.
 Semua fasilitas atau keperluan dan operasional pelayanan jasa untuk professional
staff/sub professional staff seperti perumahan dan kendaraan akan disediakan oleh
Penyedia Jasa yang bersangkutan .
 Pekerjaan ini akan mencakup berbagai lingkup pekerjaan termasuk pengaturan lalu
lintas kerja. Hal ini diperlukan sebagai upaya untuk menjamin kelancaran,
kenyamanan dan keamanan lalu lintas di sekitar lokasi selama waktu pelaksanaan.
 Diperlukan jaminan atas mobilitas yang tinggi dari Tim Supervisi dalam
melaksanakan tugas/kegiatannya sehingga semaksimal mungkin dapat
memonitoring dan mengendalikan seluruh kegiatan pada seluruh lokasi .
 Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah perlunya penanganan masalah
keamanan pekerjaan untuk mencegah kecelakaan kerja, juga faktor keamanan dan
kenyamanan masyarakat sekitar .
 Untuk masalah-masalah keuangan, teknis dan kontraktual yang tidak disebutkan
secara jelas dalam dokumen kontrak dan ketika timbul masalah, maka keputusan
akan diambil oleh Pemberi Tugas
 Jenis Tenaga Ahli yang dibutuhkan telah diuraikan dengan sangat jelas dan telah
memenuhi substansi yang akan dilaksanakan, demikian juga dengan jumlah personil
telah dapat menjamin kelangsungan kegiatan sesuai dengan kondisi pekerjaan

D.2.2. FASILITAS PENDUKUNG

Seperti diketahui untuk pekerjaan supervisi, bahwa peralatan utama baik untuk
pengukuran topografi maupun untuk peralatan Testing laboratorium sepenuhnya harus
disediakan oleh Kontraktor dimana dalam pelaksanaannya dibawah
persetujuan/pengawasan dan monitoring konsultan .

Untuk fasilitas konsultan dalam pelaksanaan tugas harian, disamping fasilitas utama
seperti kantor dan kelengkapannya maupun untuk akomodasi, sebenarnya masih tetap
harus diantisipasi/disiapkan fasilitas – fasilitas seperti alat ukur untuk suatu keadaan
yang mendesak dimana kontraktor terlambat dalam menyiapkan alat yang dimaksud.

Disamping itu konsultan juga tetap menyiapkan alat – alat sederhana sebagai pegangan
/ kontrol atau deteksi awal secara kasar / perbandingan sebelum dilakukan penelitian
secara detail dengan menggunakan peralatan yang disiapkan oleh Kontraktor .

D.2.2.1. DATA DAN FASILITAS PENDUKUNG

1) Penyediaan oleh pengguna jasa


Data dan fasilias yang jika memang telah ada / akan disediakan oleh pengguna jasa dan
dapat digunakan serta dipelihara oleh penyedia jasa antara lain :
a) Laporan, Data dan Gambar.
Dokumen Penawaran Teknis

D - 4
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Kumpulan laporan dan data seperti data topografi dan gambar atau hasil studi
terdahulu serta Peta Site hingga detail desain yang tersedia, agar dapat diperoleh
dengan mudah pada PPK , agar pekerjaan dapat berjalan dengan terarah.
b) Akomodasi dan Ruangan Kantor

Kontrak Konsultan pengawas meliputi Team yang berkantor di sekitar proyek yang
dekat dan mudah dikenali, semuanya disiapkan oleh penyedia jasa sendiri .
c) Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan oleh penyedia
jasa adalah Semua fasilitas keperluan pekerjaan Jasa Konsultan untuk Professional
Staff dilapangan (selama tersedia) akan diberikan oleh PPK dan harus
dijaga/dipelihara.

2) Penyediaan oleh penyedia jasa


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, yaitu :
- Komputer + Printer + UPS + meja, Filling Cabinet/lemari arsip, Camera digital,
dimana disediakan dengan cara sewa.

- Kendaraan roda-2, kendaraan roda-4 dan perumahan untuk Prof.Staff dan sub proff
staff disediakan dengan cara sewa.

D.2.2.2. ALIH PENGETAHUAN

Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus mengadakan
pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan
pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf PPK .

D.3. PENTINGNYA KOORDINASI DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN

Faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan adalah :


a. Sebelum kegiatan dimulai maka ke 3 unsur yang berkepentingan dalam proyek
(Direksi, Konsultan dan Kontraktor) perlu saling rembuk
menyatukan/menyamakan persepsi terhadap rambu – rambu, tujuan utama dari
seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dan masing – masing mengetahui tugas
dan kewajibannya

b. Melakukan pengenalan/penguasaan yang sekasama terhadap kondisi terakhir dari


lokasi proyek sehingga berbagai masalah yang mungkin terjadi dapat segera
diantisipasi

c. Pada seluruh aktifitas proyek, maka didalamnya selalu tercermin adanya koordinasi
serta senantiasa menjaga hubungan kerja yang harmonis. Untuk membuktikan
adanya koordinasi, maka rekaman seluruh aktifitas proyek perlu dituangkan dalam
bentuk administrasi proyek (Legal Data)

Dokumen Penawaran Teknis

D - 5
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Semua fasilitas yang mampu disiapkan oleh PPK harus dapat dimanfaatkan dengan baik
oleh Konsultan, sekecil apapun demi kelancaran dan efektifitas pekerjaan .

Dokumen Penawaran Teknis

D - 6
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

URAIAN PENDEKATAN METODOLOGI DAN


PROGRAM KERJA

E
E.1 UMUM

Sesuai pemahaman konsultan dalam Kerangka Acuan Tugas, maka


uraian dan penjelasan kegiatan yang telah dipaparkan di atas. dapat
dirumuskan dalam suatu langkah-langkah pendekatan permasalahan dan
aplikasi metode paling efektif sehubungan dengan Pelaksanaan layanan
jasa pada proyek termaksud.

Pendekatan dan metodologi layanan jasa Konsultan tersebut telah


disimpulkan dalam bentuk rencana kerja yang dilengkapi dengan jadwal
pekerjaan, jadwal penugasan personil, tugas masing-masing tenaga ahli,
tempat tugas dan lain sebagainya yang sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan di lapangan. Hal-hal yang pokok dalam penanganan masalah
layanan jasa tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut :

 Disamping memberikan layanan jasa supervisi sesuai Kerangka Acuan


Kerja, konsultan akan berusaha pula mengaplikasikan pengalamannya
untuk melakukaan langkah-langkah efektif sehingga dapat memberikan
hasil yang terbaik

 Melaksanakan pengawasan untuk pengendalian biaya proyek. dan


berusaha dalam hal efisiensi penggunaan biaya proyek.

 Selain melakukan monitoring kemajuan pekerjaan, juga akan


senantiasa membuat metode pelaksanaan dan menyusun teknik
penjadwalan kegiatan untuk mendapatkan penghematan waktu.

 Senantiasa berorientasi pada pelaksanaan program pengawasan


jaminan mutu secara efisien dan efektif.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 1
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Menjalin kerjasama dalam bentuk komunikasi teknis dengan pihak


kontraktor dalam memecahkan masalah-masalah pelaksanaan
pekerjaan dan pendayagunaan struktur organisasinya. Uraian tentang
pendekatan dan metodologi berkaitan dengan layanan jasa konsultan
yang digunakan pada proyek ini secara jelas dipaparkan dalam sub bab
berikut ini.

E.2 TAHAP UMUM KONSTRUKSI

Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja, Lokasi Proyek yang akan


dilakukan supervisi Pembangunan Jaringan Tambak Kab. Luwu Timur.
Memiliki lokasi dan rencana waktu yang disiapkan selama waktu 6 bulan
dapat diprediksi bahwa :

a. Pengerjaan penggalian untuk tanggul dapat dilaksanakan dengan


cepat sesuai dengan jadwal pelaksanaan kontraktor.

b. Pekerjaan yang dilakukan tergolong pekerjaan yang mempunyai


tingkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi kerena area kerjanya
berada pada pertemuan antara sungai dan laut sehingga kontraktor
pelaksana dan pengawas harus punya perhitungan yang tepat, agar
pekerjaan fisik tidak mengalami hambatan yang dapat
memperlambat pekerjaan.

Dengan demikian, maka sistem pengawasan dan supervisi konstruksi


menjadi hal yang sangat penting sehingga diperlukan suatu wadah
organisasi yang memadai dalam melakukan monitor terhadap segala
aspek pekerjaan sedemikian rupa sehingga proyek ini dapat selesai
tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya.

Untuk memenuhi target di atas, kami telah menyiapkan program


kerja dan menyusun satu tim memadai dalam jumlah dan kualitas
yang terdiri dari tenaga-tenaga ahli seperti yang dipaparkan pada
usulan teknik ini pada point lainnya.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 2
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

c. Dalam hal ini, kami yakin sepenuhnya bahwa jasa-jasa konsultansi


yang akan kami berikan dapat menambah satu bagian dalam hal

penanganan pelaksanaan pekerjaan Pembangunan


Jaringan Tambak Kab. Luwu Timur, yang nantinya dapat
menjadi rawa andalan yang mampu meningkatkan
penghasilan masyarakat dan PAD setempat. Pada prinsipnya, Konsultan
lebih mengutamakan hal-hal yang berkaitan langsung dengan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dengan asumsi-
asumsi sebagai berikut :

 Menyusun langkah-langkah yang terencana baik dan efektif


mengenai pelaksanaan Dokumen Kontrak baik fisik maupun
administrasi teknis yang tentunya dapat dipahami oleh kontraktor.
Kegiatan ini dilakukan diawali dari Pre Construction Meeting
(Rapat Pendahuluan) dan aktivitas lain pada masa mobilisasi.

 Mengarahkan kontraktor untuk melakukan survei detail dan


inventarisasi lapangan kemudian melakukan rekayasa lapangan
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.

 Hasil rekayasa lapangan di konsultasikan dengan Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan. Item pekerjaan yang dapat
dilaksanakan disesuaikan dengan dana yang tersedia dengan
melakukan optimalisasi.

 Mengarahkan kontraktor dalam persiapan metode pelaksanaan


untuk semua kegiatan pekerjaan dan membantu membuat revisi
bila memerlukan peningkatan metode tersebut.

 Mengarahkan kontraktor untuk merencanakan dan menyusun


jadwal pelaksanaan pekerjaan.

 Bekerjasama dengan kontraktor dalam optimalisasi hasil kerja dari


tenaga kerjanya dan pendayagunaan peralatannya.

 Senantiasa melakukan monitoring persediaan material dan


peralatan yang memadai selama pelaksanaan.

 Melakukan pengujian lapangan baik untuk pengujian pipa maupun

Dokumen Penawaran Teknis


E - 3
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

material lainnya dengan tujuan utama adalah tercapainya


program jaminan mutu

 Secara periodik mengadakan Rapat Mingguan dengan pihak


kontraktor guna membahas semua kegiatan pekerjaan, terutama
mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk peningkatan
dan efisiensi pelaksanaan di lapangan. Juga untuk membahas
secara detail dan menyelesaikan setiap masalah yang timbul,
kaitan dengan pengawasan mutu dan kemajuan pekerjaan.

 Menyusun suatu metode yang menjamin, sehingga gambar kerja


kontraktor tidak terlambat dalam proses sejak pembuatan dan
koreksi hingga mendapat persetujuan.

 Menyelesaikan setiap perubahan dari pengawasan program,


termasuk gambar rencana dan spesifikasinya.

 Membimbing kontraktor agar dapat memproduksi melakukan


pemancangan dengan benar dengan mutu sesuai spesifikasi yang
telah disyaratkan.

 Memeriksa dan menandatangani sertifikat pembayaran Bulanan


Kontraktor, sehingga penerimaan pembayaran dapat tepat pada
waktunya, tanpa mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan
selanjutnya.

 Membuat laporan kepada Direksi secara lengkap dan kontinyu


tentang segala kemajuan pekerjaan melalui surat menyurat dan
laporan kemajuan pekerjaan bulanan.

 Mengadakan rapat koordinasi sebulan sekali (yang harus dihadiri


oleh staf utama dari Direksi dan Konsultan serta Kontraktor)
untuk membahas dan memecahkan masalah penting yang tedadi
selama pelaksanaan proyek.

 Senantiasa menjalin hubungan komunikasi yang efektif secara


sinergisitas dengan pihak lain yang terlibat pada kegiatan ini.

Dari uraian di atas, Konsultan berkeyakinan bahwa pekerjaan akan


berjalan lancar dengan hasil pekerjaan yang baik dan proyek akan selesai

Dokumen Penawaran Teknis


E - 4
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

tepat pada waktunya. Penjelasan tentang rencana usulan supervisi akan


diuraikan dalam sub bab berikut ini.

E.2.1 Pekerjaan Persiapan

Apabila Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kontraktor atau surat


resmi lainnya, yang menyatakan bahwa kontraktor sudah bisa memulai
pekerjaan maka harus segera dilakukan langkah-langkah untuk memulai
pekerjaan persiapan sebagai tahap pelaksanaan supervisi konstruksi,
antara lain :

a. Atas persetujuan proyek melakukan mobilisasi personil dan peralatan


termasuk menyediakan kantor proyek dan perlengkapannya serta
alat transportasi.

b. Menyiapkan blanko standar dan membuat format laporan yang akan


digunakan selama pelaksanaan supervisi konstruksi (laporan
inspektor, laporan pengujian material dan bahan, blanko pengecekan
topo-survei, blangko pengukuran volume pekerjaan, blangko
persetujuan request, surat menyurat antar instansi, blangko rekaman
pengiriman dan pemakaian peralatan dan lain-lain).

c. Mengikuti atau memfasilitasi terlaksananya Pre Construction Meeting


untuk mendapatkan kesepakatan mengenai paling tidak 4 hal sebagai
berikut :

Kesamaan persepsi/pengertian terhadap pasal-pasal dokumen


kontrak menyangkut:

 Variasi pekerjaan (pekerjaan tambah-kurang)


 Termination atau forfeiture
 Mobilisasi
 Pemeliharaan dan pengenadalian lalu lintas
 Sub letting/sub kontraktor
 Asuransi
 Dan lain-lain yang dianggap perlu:

Dokumen Penawaran Teknis


E - 5
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Kesepakatan tentang tata cara dan proses menyangkut :


o Request, approval & examination of works.
o Extension time for completion
o Drawing / gambar
o MC & Eskalasi
o PHO dan FHO
o Addendum kontrak
o Dan lain-lain yang dianggap perlu

d. Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan


pekerjaan utama (major item).

e. Kemungkinan adanya perubahan komposisi/jumlah peralatan atau


urutan kegiatan pekerjaan yang telah dituangkan kedalam program
mobilisasi dan jadwal konstruksi yang telah disepakati menje!ang
penandatanganan kontrak.

f. Hasil-hasil Pre Construction Meeting dituangkan dalam bentuk Berita


Acara yang ditandatangani bersama oleh : Satker, Konsultan
Supervisi dan General Superintendent kontraktor.

g. Hal-hal penting lainnya harus dilakukan oleh konsultan pada tahap


awal pekerjaan adalah pengkajian ulang secara terinci dan evaluasi
data yang telah ada sepertil standar pengawasan, rencana spesifikasi,
surat keterangan material, persyaratan kontrak, rencana aggaran
biaya, rencana kerja, dan lain-lain.

Hal ini bermanfaat untuk menghilangkan keraguan atau mengoreksi


kesalahan yang dapat ditemukan serta dapat mengurangi biaya proyek
dan menghemat waktu pelaksanaan dengan pertimbangan yang dapat
diterima secara teknis. Dalam Kerangka Acuan Kerja telah dikemukakan
bahwa studi terdahulu atas tambak yang akan dikerjakan ini sudah ada,
sehingga akan dikoordinasikan dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan,
untuk melakukan rekayasa lapangan dan selanjutnya kaji ulang pengawasan
sesuai dengan tingkat dan prosedur baku yang sudah ada. Produk Kaji
Ulang pengawasan akan diselesaikan dalam priode mobilisasi, sehingga

Dokumen Penawaran Teknis


E - 6
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

tidak menghambat aktivitas kontraktor dalam tahapan konstruksi


selanjutnya. Untuk proyek pendek (non multy years), kaji ulang harus
selesai dalam waktu 1 bulan setelah Site Take Over, dan

dilakukan Contract Change Order oleh Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak


kemudian dibuatkan Amandemen Kontrak.

E.2.2 Program Jaminan Mutu

Pada dekade terakhir ini skala dan kompleksibilitas proyek dermaga


semakin bertambah besar, dana terbatas, periode pelaksanaan singkat
dan tuntutan untuk menghindari kesalahan pelaksanaan semakin intensif.
Untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan diperlukan
sistem qua assurance (Jaminan mutu) yang berguna untuk mencegah
terjadinya kesalahan, dan menemukan kesalahan pada saat yang tepat.
Quality assurance adalah semua kegiatan yang diperlukan untuk
memberikan rasa percaya (confidence) bahwa suatu konstruksi akan
berfungsi dengan baik selama masa pelayanan.

Dari uraian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa pemahaman


konsultan terhadap program jaminan mutu merupakan hal yang paling
essensial dalam penanganan proyek. Dari pengalaman menangani proyek-
proyek dermaga, menurut konsultan paling tidak ada 3 hal yang paling
mendasar mengenai program jaminan mutu yang akan diuraikan berikut
ini, yakni:

A. Pemahaman terhadap Syarat-syarat teknis pekerjaan.

Syarat-syarat teknis pekerjaan diatas diatur dalam spesifikasi BAB IV


Dokumen Kontrak Fisik Secara garis besar spesifikasi terdiri dari 6
pokok uraian sebagai berikut :

1. Uraian atau lingkup pekerjaan


a. Mencakup seluruh bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam
artikel/jenis pekerjaan yang dimaksud.
b. Pada umumnya yang tercakup lebih luas / banyak dari judul /
jenis pekerjaan itu sendiri.
c. Menentukan jenis peralatan yang diperlukan

Dokumen Penawaran Teknis


E - 7
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

d. Mempelajari dan mengawasi struktur analisa harga satuan

Dokumen Penawaran Teknis


E - 8
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

2. Bahan atau Material


a. Mencakup ketentuan bahan baku maupun bahan olahan
b. Mencakup tata cara "handling"

3. Metode pelaksanaan dan peralatan yang digunakan


a. Sebelum pelaksanaan diharuskan melakukan percobaan/pengujian
b. Mangatur cara dan urut-urutan pelaksanaan, peralatan yang
disarankan, keadaan cuaca yang disarankan, pengendalian mutu
setiap tahap pelaksanaan

4. Syarat hasil akhir dan pengendalian mutu.


a. Merupakan persyaratan paling penting / menentukan sebelum
pekerjaan tersebut layak untuk diterima dan dibayar
b. Bagian dari proses pengendalian mutu tahap akhir.

5. Cara pengukuran hasil kerja


a. Mengandung unsur "penyederhanaan" dan memperkecil
kemungkinan "silang pendapat" di lapangan
b. Hasilnya pada umumnya lebih kecil dari apa yang telah dikerjakan
dari sudut kuantitas)
c. Sangat mempengaruhi “faktor koreksi" dalam analisa harga
satuan.

6. Cara pembayaran.
a. Mencakup satuan dan pembayaran ( Rp/ton, Rp/m2, Rp/liter, dll
b. Pembayaran dimaksudkan sebagai "kompensasi" dari tenaga
kerja, bahan, peralatan, dsb, untuk melaksanakan bagian-bagian
pekerjaan yang tercakup dalam diskripsi pekerjaan yang
dimaksud.

Penjelasan tersebut menyiratkan bahwa tidak akan mungkin diperoleh


hasil yang optimal dari proyek tanpa dilakukan pemahaman dan

Dokumen Penawaran Teknis


E - 9
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

penerapan Dokumen Proyek secara baik oleh semua pihak yang terkait.

B. Pelaksanaan kendali mutu yang benar.

Tata cara pengendalian mutu yang baik khususnya yang berkenaan


dengan persyaratan teknik yaitu :
1. Tahap Pengendalian mutu yang baik
Ada tiga tahap pengendalian mutu :
- Pengendalian mutu bahan baku
- Pengendalian mutu bahan olahan
- Pengendalian mutu bahan pekerjaan terpasang.
2. Jenis Pengendalian mutu yang baik
Ada dua jenis pengendalian mutu yang harus dilakukan
- Mutu tentang dimensi (panjang, lebar, tebal, elevasif
kemiringan, kerataan, dsb)
- Mutu tentang kualitas fisik ( mutu baja, mutu beton dan kuat
tekan)
3. Aplikasi spesifikasi yang benar.
Struktur spesifikasi selalu mencakup 5 hal untuk tiap jenis pekerjaan
maupun bahan, yakni :
- Jenis pemeriksaan material
- Metode pemeriksaan
- Frekuensi pemeriksaan
- Persyaratan mutu
- Toleransi
Aplikasi spesifikasi yang benar yang mencakup kelima hal tersebut diatas
untuk setiap item pekerjaan dapat dilihat pada lembar berikut.

C. Persetujuan atau Penolakan Pekerjaan

Pada setiap bagian pekerjaan yang sudah selesai, Konsultan akan


mengadakan metode "Inspeksi untuk menerima hasil pekerjaan" secara
tepat. jika pekerjaan sudah dilakukan secara memuaskan dan sesuai
dengan spesifikasi dalam Dokumen Kontrak, konsultan akan membuat
rekomendasi secara resmi kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan,

Dokumen Penawaran Teknis


E - 10
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

penerimaan pekerjaan.

Pekerjaan yang tidak dapat diterima atau tidak sesuai dengan


spesifikasi, akibat penyimpangan kualitas karena pelaksanaan yang buruk,

pemakaian bahan yang rusak, atau akibat hal lain sehingga ditolak akan
diberikan catatan secara tertulis mengenai alasan penolakan tersebut,
dengan mengkoordinasikannya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan,
berkaitan dengan setiap pekerjaan yang ditolak.

Program jaminan mutu, yang akan dilaksanakan oleh konsultan


dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya akan mengacu pada
program jaminan mutu yang diuraikan diatas. Oleh sebab itu dalam
penanganan proyek ini selain tenaga professional yang kualified yang akan
ditugaskan, tenaga teknis yang akan diturunkan juga adalah tenaga-
tenaga yang sudah matang dan berpengalaman di bidang tugasnya
masing- masing.

E.2.3 Monitoring Kemajuan Pekerjaan

Pengendalian Jadwal Pelaksanaan

Salah satu hal yang harus dilaksanakan konsultan setelah Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) adalah melakukan diskusi dengan kontraktor
mengenai jadwal pelaksanaan yang lebih terinci, untuk bersama-sama
menyusun jadwal tersebut. Berdasarkan pengalaman dalam supervisi
konstruksi pada proyek yang sejenis, konsultan menyadari benar bahwa
jadwal membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan untuk memantau
kelemahan struktur organisasi kontraktor, metode pelaksanaan,
penugasan personil, penggunaan peralatan dan lain sebagainya.

Pada umumnya pelaksanaan kontrak dibagi atas 3 periode


- Periode satu Rencana pelaksanaan 0 - 70 %
- Periode dua Rencana pelaksanaan 70 - 100 %
- Periode tiga Rencana pelaksanaan 100

Suatu proyek dikatakan kritis bila :

Dokumen Penawaran Teknis


E - 11
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

- Pada priode kesatu keterfambatan > 25 %


- Pada priode kedua keterlambatan > 15 %
- Pada Periode ketiga Fisik belum selesai.

Proyek dikategorikan terlambat bila


- Pada priode kesatu keterlambatan 10 - 25 %
- Pada priode kedua keterfambatan 10 - 15 %

Untuk Proyek kritis harus dilakukan Show Cause Meeting.

Oleh sebab itu Konsultan merencanakan akan mengendalikan kemajuan


pekerjaan konstruksi dengan CPM (Critical Path Methode) dari jadwal
pelaksanaan kerja. Dengan metode CPM jadwal diperbaharui berdasarkan
progress perbulan dengan Komputer. Sehingga Konsultan Pengawas
(Supervision Engineer) akan melibatkan diri dengan sernua aspek
kegiatan pengendalian kemajuan kerja. Konsultan secara periodik setiap
minggu, mengevaluasi jadwal kontraktor tentang kemajuan dari kegiatan
lapangan dan langkah-langkah perbaikan yang harus diambil untuk
mengurangi keterlambatan yang dialami.

Jika diprediksi bahwa bagian pekerjaan yang kritis (Critical Path) akan
tertunda, konsultan segera memfasilitasi pelaksanaan rapat khusus
dengan kontraktor dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk
mendiskusikan sernua item pekerjaan berhubungan dengan masalah
tersebut, menunjukkan secara tepat apa permasalahannya, memberi
pengarahan bagaimana mencari jalan keluarnya dan menginstruksikan
kontraktor untuk mengambil tindakan segera. Perlu dicatat bahwa hal ini
harus diambil bukan setelah Critical Path ditunda.

Evaluasi Ulang Terhadap Rencana Kerja Kontraktor

Sebelum pekerjaan konstruksi, konsultan akan mengkaji ulang dan


melakukan evaluasi tentang rencana kerja kontraktor yang
memperlihatkan metode usulan dan prosedur pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.

Rencana kerja ini menggambarkan secara detail program kerja kontraktor

Dokumen Penawaran Teknis


E - 12
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

seperti mobilisasi, jadwal pelaksanaan yang memperhitungkan keadaan


bongkar muat dan faktor keamanan, metodologi pelaksanaan, program
pengendalian mutu, metode pengadaan dan penyimpanan material,

penggunaan peralatan kerja, organisasi kerja, sub kontraktor jika ada dan
lain-lainnya.

Pertimbangan Konsultan atas rencana kerja kontraktor akan memerlukan


perhatian khusus terutama pada beberapa pokok persoalan berikut ini :

 Metode pelaksanaan untuk mendapatkan mutu kerja sesuai dengan


spesifikasi dan syarat-syarat kontrak

 Jadwal pelaksanaan pekerjaan secara detail dengan metode Critical


Path dan atas pertimbangan semua kegiatan item pekerjaan yang
saling berkaitan

 Perhitungan pengendalian keselamatan, terutama keamanan bongkar


muat yang ada dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat

 Mobilisasi peralatan dan personil yang memadai.

Berdasarkan hasil evaluasi di atas, konsultan akan meminta kontraktor


untuk merevisi rencana kerja dan membantu bila diperlukan. Setelah
rencana kerja tersebut diperbaiki sesuai dengan pertimbangan konsultan,
walaupun telah disetujui akan tetapi tetap dikaji ulang lebih jauh jika
memang diperlukan.

Konsultan juga akan mengkoordinasikan dengan kontraktor untuk


menerapkan sistem penjadwalan dan monitoring dengan menggunakan
diagram anak panah (arrow diagram) yang menggambarkan hubungan
antara pekerjaan dan waktu pelaksanaan dari setiap item pekerjaan.

Setiap item pekerjaan akan dihitung berapa lama pekerjaan pada lokasi
tertentu akan dikerjakan, sumber daya peralatan dan material dan tenaga
yang menunjang pekerjaan tersebut dan keterkaitannya dengan item
pekerjaan lain. Dengan demikian Arrow diagram memungkinkan beberapa
jenis pekerjaan dapat dilakukan secara frontal tanpa saling mengganggu,
khususnya untuk optimalisasi pemakaian peralatan.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 13
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Pengawasan dan Koordinasi Kemajuan Jadwal CPM

Suatu metode yang efektif untuk kemajuan pekerjaan secara memuaskan,


atau bahkan untuk meningkatkannya, adalah hal yang memerlukan

perhatian terutama dari segi penjadwalan proyek dan rapat koordinasi


yang diadakan setiap Minggu (sebaiknya setiap hari Senin pagi) antara
konsultan dan kontraktor. Dalam rapat ini harus dihadiri oleh personil
utama dari kedua pihak, untuk rumusan rencana kerja selanjutnya.

Pada saat yang sama, setiap masalah yang timbul yang dapat
mempengaruhi metode CPM, akan dianalisa dengan langkah-langkah yang
tepat untuk mendapatkan pemecahannya. Dalam hal ini, sebelum
diadakan rapat bersama staf pada setiap akhir Minggu (hari Sabtu) untuk
membicarakan kegiatan Minggu tersebut dan menentukan bobot
kemajuan yang dicapai.

Kemudian kontraktor harus pula mempersiapkan sebuah jadwal BarChart


sederhana yang memperlihatkan jadwal pekerjaan selanjutnya yang
direncanakan pada Minggu berikut dan menunjukkan Rapat Koordinasi
Mingguan pada setiap hari Senin antara konsultan dan kontraktor.

Walaupun jadwal Mingguan kontraktor bersifat sementara, namun tetap


akan membantu secara efektif konsultan maupun kontraktor di lapangan
terutarna pengaturan personilnya guna menghilangkan keraguan,
sehingga dapat dapat mengakibatkan kemajuan yang lebih positif.
Sepanjang koordinasi yang baik dan terpeiihara antara konsultan dan
kontraktor, maka akan memudahkan terutama dalam memperbaiki
kesalahan-kesalahan, memecahkan masalah dan menghindarkan
kesalahpahaman serta akan memungkinkan tercapainya pekerjaan yang
maksimum.

Evaluasi Ulang Terhadap Gambar Pelaksanaan Kontraktor

Kontraktor diharuskan menyerahkan gambar pelaksanaan kepada


Konsultan untuk disetujui, dimana diperlihatkan secara lengkap dan lebih

Dokumen Penawaran Teknis


E - 14
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

rinci seluruh bangunan/struktur yang harus dibangun sesuai Construction


Plant yang digunakan, waktu untuk pekerjaan persiapan, pemeriksaan,
perbaikan dan persetujuan gambar pelaksanaan yang bisa
dipertimbangkan dan jika tidak akan terjadi keterlambatan kemajuan
Pekerjaan.

Dengan menyadari akan hal ini, konsultan dengan kontraktor menyusun


jadwal, proses, gambar pelaksanaan dan dipersiapkan untuk disetujui
sesuai prioritas yang dapat mempengaruhi critical path.

Memacu Keterlambatan Pekerjaan

Bila Kontraktor gagal memenuhi target dalam sesuai jadwal yang telah
disepakati sebelumnya baik akibat kelalaian kontraktor maupun akibat
permasalahan tertentu sehingga terjadi devias yang cukup besar, maka
konsultan akan segera mengusulkan untuk dilakukan Show Cause Meeting
(Rapat pembuktian). Untuk proyek LCB (Local Competitive Bidding)
tingkatan pelaksanaan Show Cause Meeting dilakukan sesuai deviasi
keterlambatan proyek dengan urutan tingkatan sbb :

- Keterlambatan 10 - 15 % dilakukan SCM tingkat Proyek.


- Keterlambatan 15 - 25 % dilakukan SCM tingkat diatas
- Keterlambatan > 25 % dilakukan SCM tingkat lebih tinggi

Materi rapat Cause mencakup hal sebagai berikut :


 Pembuktian tentang kemungkinan/kesanggupan kontraktor diberi
kesempatan untuk mengatasi keterlambatan atau masalah.

 Test Case yang diperintahkan kepada kontraktor guna membuktikan


kesanggupannya dalam Jangka waktu tertentu.

 Usul lanjut atas hasil evaluasi test case kepada jenjang yang lebih
tinggi,

Keputusan akhir atas pelaksanaan Show Cause Meeting dapat berupa :


- Dilanjutkan dengan perpanjangan waktu
- Dilanjutkan tapi denda pada akhir masa kontrak apabila pekerjaan
belum terselesaikan

Dokumen Penawaran Teknis


E - 15
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

- Kerja sama dengan pihak Ketiga/Three Parties Agreement (TPA)


- For Feiture.
- Pemutusan Kontrak.

Perpanjangan waktu pelaksanaan.

Dalam pelaksanaan fisik kadang-kadang dijumpai hal-hal yang


sebelumnya tidak diperhitungkan dalam penentuan waktu pelaksanaan
dalam dokumen kontrak, sehingga bagaimanapun upaya kontraktor untuk
mengedalikan tugasnya tetap terjadi keterlambatan dari progress yang
dibuat berdasarkan waktu pelaksanaan sesuai dengan dokumen kontrak.
Untuk kasus demikian, kontraktor akan mengajukan perpanjangan waktu
dengan alasan-alasan tertentu. Hal-hal yang layak dipertimbangkan untuk
pemberian rekomendasi perpanjangan waktu oleh konsultan adalah
sebagai berikut :

Pekerjaan tambah / kurang.

Walaupun CCO yang disepakati adalah CCO balance, namun item


pekerjaan tambah yang diberikan memerlukan waktu pelaksanaan yang
lebih lama dibanding dengan pengurangan item pekerjaan lain
sebelumnya, misalnya Penambahan kuantitas item pekerjaan beton yang
dikerjakan secara manual dibanding dengan pengurangan kuantitas
pekerjaan yang dilakukan secara mekanis misalnya pekerjaan
Pemancangan. Perubahan Desain. Misalnya perubahan Model (gambar)
atau terjadinya perubahan kedalamn tiang pancang sehingga panjang
penggunaan pipa berkurang.

Bencana Alam.

Bila terjadi bencana alam misalnya terjadi pasang, anging kencang dan
tenggelamnya alat pancang, dan lain-lain sehingga aktivitas kontraktor
terhambat atau ada bagian pekerjaan yang rusak yang harus diperbaiki
kembali oleh kontraktor. Bencana alam harus dibuktikan dengan
pernyataan masyarakat atau pejabat yang berwenang.

Hambatan Proyek. Proyek terhambat baik akibat "hilang" nya material


pokok dari pasaran, misalnya pipa atau semen maupun hambatan karena

Dokumen Penawaran Teknis


E - 16
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

adanya rumput laut masyarakat yang belum beres.

Force Majeur. Terjadinya hal-hal yang diluar kekuasaan kedua pihak


Kontraktor dan pemilik Proyek misalnya : terjadi perang, pemberontakan,
perang saudara, huru-hara atau kekacauan lainnya. Kasus ini juga harus
di "back up" dengan Pernyataan Pejabat yang berwenang.

Hujan yang luar biasa. Secara umum hari hujan memang sudah
diperhitungkan dalam menghitung waktu pelaksanaan dalam dokumen
kontrak, oleh sebab itu kondisi yang bisa dipertirnbangkan adalah bila
hujan yang terjadi merupakan hujan yang luar biasa akibat perubahan
musim, misalnya terjadinya fenomena "EL Nino " pada tahun 1997 -
1998. Curah hujan yang terjadi harus dibuktikan data pencatatan curah
hujan harian.

Prosedur pengusulan sampai persetujuan perpanjangan waktu


pelaksanaan dapat dikemukakan sebagai berkut :

 Kontraktor : Mengajukan usulan tertulis dengan dilengkapi alasan


perpanjangan waktu dan waktu tambahan yang dibutuhkan kepada
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan , Proyek dengan tembusan
Konsultan Supervisi.

 Konsultan supervisi : mempelajari usulan kontraktor dan membuat


Justifikasi teknis termasuk mengevaluasi kebutuhan waktu
Pelaksanaan.

 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan : meminta kepada Panitia Peneliti


Pelaksanaan Kontrak untuk membahas usulan Kontraktor.

 Panitia Peneliti : melaksanakan rapat yang dihadiri oleh unsur Proyek,


Konsultan Supervisi dan Kontraktor. untuk membahas usulan
kontraktor tersebut. Panitia Peneliti memberikan rekomendasi kepada
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, mengenai usulan tersebut
termasuk waktu yang disetujui apabila perpanjangan waktu diberikan
yang dituangkan dalam Berita Acara Rapat.

 Dengan dasar tersebut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, membuat


amandemen addendum kontrak.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 17
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan sebelum Amandemen Kontrak


diterbitkan adalah :

o Semua jaminan (uang muka, pelaksanaan dan lain-lain) harus


disesuaikan.
o Jadwal pelaksanaan fisik Curva S disesuaikan, dengan tetap
mempertahankan kemiringan curva.

E.3 Pengendalian Biaya Proyek

1. UMUM

Konsultan menyadari sepenuhnya dalam hal pengendalian semua


biaya yang berhubungan dengan proyek dan akan membuat usaha
pengendalian secara dini hingga akhir tahap konstruksi. Berbagai cara
untuk melakukan hal ini, seperti penggunaan komputer untuk pengolahan
data pembiayaan, menghindari keterlambatan kemajuan pekerjaan,
mempertahankan pekerjaan tambah kurang seminimal mungkin, dan
menjamin prosedur pelaksanaan konstruksi yang paling efisien. Dalam
pengendalian biaya proyek yaitu meminimalkan biaya operasi lapangan,
menyiapkan sertifikat pembayaran secara teliti dan meyakinkan
Kontraktor dengan membayar pekerjaan yang telah dikerjakan,
menyiapkan perkerjaan pekerjaan sisa secara berkala sehingga jadwal
pembayaran bisa disesuaikan dengan taksiran kemajuan Pekerjaan yang
tepat, dan menjamin bahwa pekerjaan telah diterima sesuai dengan
spesifikasi.

Sebagai ringkasan, cara terbaik untuk mengendalikan biaya proyek


secara keseluruhan adalah mengoptimalkan pekerjaan yang telah selesai
dan menjamin bahwa tanggal penyelesaian kontrak dapat dicapai tanpa
adanya perpanjangan waktu. Pada sub bab ini berisi uraian singkat
tentang penggunaan sistim kornputer dalam pengendalian biaya proyek,
pengolahan pengeluaran rekening kontraktor dan kontinyu memeriksa
keseimbangan jurnlah bahan yang tersisa selama pelaksanaan.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 18
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

2. Sistem Komputer untuk Pengolahan Data Pembiayaan Proyek

Menjaga data biaya proyek yang terbaru adalah bagian yang


terpenting dari supervisi konstruksi tetapi kegiatan ini menjadi sulit dan
memerlukan waktu, dengan akibatnya sering menjadikan kurang

efektifnya metode ini. Tetapi pada proyek ini Konsultan akan


menggunakan sistem Komputer yang bisa beroperasi dilapangan tanpa
memerlukan alat penunjang yang lebih memadai. Hal ini berarti bahwa
konsultan harus dapat mengolah semua data yang berhubungan dengan
pengontrolan biaya proyek secara cermat, teliti dan cepat.

a. Persiapan dan Pemrosesan Tagihan Kontraktor

Sistem pembayaran yang biasa digunakan terhadap prestasi


kontraktor terdiri dari :

Sistem Monthly Certificate (MC)

System Monthly Certificate merupakan cara pembayaran yang


terhadap prestasi pekerjaan kontraktor setiap bulan. Oleh karena itu
Kontraktor akan mengajukan tagihan setiap bulan kepada proyek
mengenai prestasi pekerjaan yang bisa diterima baik secara kuantitas
maupun kualitasnya.

Dari Pengalaman mengeijakan proyek sejenis beberapa hat yang


berkaitan dengan sistem MC ini dapat dikemukakan sebagai
berikut:

 Harus diajukan setiap bulan meskipun progress yang ditagihkan Rp. 0.


 Diajukan setiap tanggal 25 bulan yang bersangkutan
 Maksimal 7 hari setelah tanggal pengajuan sudah harus ada
tanggapan., diterima , diperbaiki atau ditolak.
 Maksimal 10 hari setelah pengajuan SPP diajukan Ke Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan.
 Tanggal 10 bulan berikut sudah disetujui untuk dibayar.
 Bila ada perbedaan pendapat terhadap item pekerjaan yang diajukan,
MC bisa jalan terus dengan menunda item pekerjaan yang masih
bermasalah.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 19
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Bila belum tercapai kesepakatan dapat dibayarkan 70 %.


 Material On site dapat dibayarkan 80 % untuk material dan 40 %
untuk agregat dari kuantitas yang telah siap dilapangan.
 Oleh karena dalam MC digunakan sistem kumulatif maka dalam setiap
pengajuan MC terdapat potongan-potongan yang terdiri dari:

* Nilai bersih MC sebelumnya


* 10 % untuk jaminan pemeliharaan
* Angsuran uang Muka
* Pajak, denda dan lainnya

Pengajuan MC juga dilengkapi dengan asuransi, sewa alat dan


retribusi tambang galian golongan C.

 Sistem Termyjn, dibayarkan apabila prestasi kontraktor telah


mencapai progress tertentu yang tercantum dalam kontrak. Penelitian
dan pemeriksaan dilakukan oleh Direksi teknik 1 Konsultan Supervisi
sesuai dengan progress yang diajukan. Maksimal 10 hari setelah
pengajuan dokumen termyn, SPP sudah harus diserahkan.

Konsultan akan memeriksa dan mengevaluasi hasil pengukuran


material dan opriame pekerjaan yang dapat diterima dan hasil
pekerjaan sesuai dalam ketentuan Dokumen Kontrak.

Metode pengukuran dan perhitungan yang dipakai dalarn


menentukan jumlah material terpasang dan hasil pekerjaan yang dapat
diterima sebagaimana ditunjukkan Dokumen Kontrak. Kegiatan ini
penting, sehingga Tim konsultan dipimpin Site Engineer didampingi oleh
Quality Engineer dan Chief Inspector dengan dibantu tenaga teknik
lainnya memeriksa pengukuran hasil pekerjaan dengan teliti dan dapat
diterima Konsultan dengan cara tepat akan memeriksa pengukuran hasil
pekerjaan yang sudah disiapkan oleh kontraktor dan akan menerima
sesuai jumiah pekerjaan yang sebenarnya sesuai dengan spesifikasi.
Konsultan kemudian akan merekomendasikan Sertifikat Pembayaran
Bulanan atas pekerjaan yang telah selesai dan disetujui. Format blanko
standar yang digunakan disiapkan khusus untuk sertifikat pembayaran
bulanan yang telah disetujui Direksi.

Dokumen Penawaran Teknis


E - 20
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Jumlah pembayaran secara bertahap akan dihitung sebagaimana


mestinya sesuai dengan harga satuan dan jumlah pekerjaan yang sudah
disetujui oleh Konsultan. Sertifikat bulanan ditanda tangani oleh wakil
senior supervisi dari konsultan dan kontraktor kemudian diteruskan ke

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk pemeriksaan akhir dan


persetujuan pembayaran.

Bagan alir prosedur sertifikat pembayaran mulai dari tahap pekerjaan fisik
untuk bagian pekerjaan yang diajukan dapat dilihat lembar berikut ini :

Pemeriksaan Pekerjaan Pengukuran / Opname


Di Lapangan Pekerjaan

Persetujuan PPK, Perhitungan Volume


Konsultan Pekerjaan

Pengajuan SPP Pengajuan SPP


Ke Bendahara Ke KPKN

Ke Rekening
Pelaksana

Dokumen Penawaran Teknis


E - 21
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

b. Pemeriksaan Material Sisa dan Perkiraan Biaya Berkala

Konsultan akan mengkaji ulang dan memeriksa secara berkala


pekerjaan sisa, sehingga dapat dibuat perkiraan biaya untuk semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan dan disampaikan kepada Direksi secara
berkesinambungan tentang keadaan perkiraan keseimbangan pekerjaan
yang harus diselesaikan.

Untuk hal ini Konsultan akan menyiapkan jadwal pembayaran


berdasarkan kemajuan pekerjaan dengan taksiran dan secara rutin
diperbaharui secara berkala pula seiring dengan kemajuan pekerjaan yang
sebenarnya serta setiap perubahan jadwal pekerjaan

E.4 Pengendalian Keselamatan

Keselamatan personil adalah hal yang sangat penting dan menjadi


hal yang harus dipertimbangkan dalam setiap pekerjaan konstruksi,
khususnya akibat terjadinya Kecelakaan lalu lintas berhubung dengan
pelaksanaan proyek ini. Selain faktor keamanan terhadap pekerjaan,
personil yang terlibat dalam proyek juga harus diingatkan untuk tetap
waspada terhadap kemungkinan terjadinya ombak dan angina kencang
pada pekerjaan pemancangan, kemungkinan tenggelamnya alat pancang.
Hampir dalam setiap dokumen kontrak, selalu dipersyaratkan agar
kontraktor mengasuransikan keseluruhan personil yang terlibat dalam
proyek. Konsultan akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan ke
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan , agar Kontraktor memenuhi
persyaratan tersebut.

Untuk keamanan para buruh akan disusun dengan suatu


pertimbangan khusus, terutama kegunaan dengan maksud dalam skala
besar, tanda-tanda pengatur, seperti yang diperlukan malam hari dan
pengaman yang sama. Selama periode konstruksi, konsultan akan
memberi tanda sederhana berdasarkan pertimbangan keamanan atau
daerah yang ditentukan untuk diperbaiki keamanannya, dan kontraktor
akan mengambil langkah secara tepat termasuk memperbaharui program
keamanan proyek

Dokumen Penawaran Teknis

E - 27
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

E.5 Pekerjaan Tambah Kurang

Walaupun pada prinsipnya bahwa perintah kerja tambah kurang


tidak dinginkan karena dapat mengakibatkan penambahan biaya dan
perpanjangan waktu. Namun demikian konsultan harus tetap menyiapkan
kemungkinan timbuinya perubahan yang dapat saja terjadi selama periode
pembangunan jalan.

Ada dua bentuk perubahan atas pekerjaan yakni Contract Change Order
dan Addenda :

Contract Change Order adalah suatu perintah tertulis yang diterbitkan


oleh ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dengan rekomendasi
Konsultan supervisi dan ditandatangani pula oleh Kontraktor, yang
menunjukkan bahwa Kontraktor menerima adanya perubahan-perubahan
atas pekerjaan atau perubahan-perubahan atas dokumen Kontrak dan
persetujuannnya pada dasar pembayaran dan penyesuaian waktu, bila
ada, untuk tujuan pelaksanaan dari perubahan itu.

Addenda, adalah suatu perjarijian tertulis antara Pemilik dan Kontraktor


yang mensyahkan perubahan dalam pekerjaan-pekerjaan atau Dokumen
Kontrak, yang mana terjadinya variasi dalam struktur Harga Satuan Mata
Pembayaran dan diperkirakan akan menyebabkan terjadinya variasi
jumlah Nilai Kontrak dan sudah pernah dinegosiasi sebelumnya dan
disepakati melalui Change order. Addenda juga harus dibuat pada saat
penutupan Kontrak dan untuk semua perubahan kontraktual atau
perubahan teknis penting lainya, tanpa memandang apakah tedadi
variasi-variasi struktur Harga Satuan atau terhadap jumlah Harga
Kontrak.

Perubahan-perubahan atas pekerjaan dapat terjadi karena prakarsa dan


Konsultan / Direksi Teknik atau prakarsa dari Kontraktor, dan
persetujuannya dilaksanakan melalui Change Order dan ditandatangani
oleh pihak-pihak yang terkait dalam proyek. Prosedur pendahuluan dari
Change order tergantung dari pemrakarsa change order tersebut, yakni :

a. Diprakarsai oleh Konsultan supervisi / Direksi Teknik

Konsultan Supervisi akan mengirim suatu pemberitahuan tertulis


kepada kontraktor yang berisi :
Dokumen Penawaran Teknis

E - 28
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Uraian detail dari perubahan yang diusulkan, dan lokasi


perubahan di proyek.
 Gambar tambahan atau revisinya dan spesifikasi, yang mernuat
rincian mengenai perubahan yang diusulkan.
 Perkiraan waktu untuk membuat perubahan.
 Apakah usulan perubahan dapat dilaksanakan di bawah struktur
Harga satuan Mata pembayaran yang ada ataukah merupakan
penambahan Harga Satuan atau jumlah Harga dibutuhkan untuk
disepakati atau diresmikan dalam Addendum. Pemberitahuan
semacam itu hanya merupakan permintaan untuk informasi, dan
bukan suatu instruksi untuk melaksanakan perubahan, juga bukan
untuk menghentikan pekerjaan yang sedang berlangsung.

b. Diprakarsai oleh Kontraktor.

Kontraktor dapat mengajukan perubahan dengan mengirim suatu


pemberitahuan tertulis kepada ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan,
dengan tembusan kepada Konsultan Supervisi mengenai:

 Uraian detail dari usulan perubahan


 Keterangan dan alasan membuat / mengajukan perubahan
 Keterangan dan pengaruhnya terhadap jadwal pelaksanaan, bila
ada.
 Keterangan tentang pengaruhnya terhadap pekeoaan dad sub
kontraktor, bila ada Penjelasan detail mengenai apakah
keseluruhan atau hanya sebagian dari perubahan yang diusulkan
akan dilaksanakan di bawah struktur Harga satuan Mata
pembayaran yang ada, termasuk pula dengan setiap tambahan
Harga Satuan atau Jumlah Harga yang menurut kontraktor perlu
dipertimbangkan untuk disetujui.

Sebelum perubahan atas pekerjaan (Change order /Addenda)


didefinitifkan, Konsultan harus membuat semacam "Justifikasi teknik"
terhadap setiap item pekerjaan yang dimaksud, untuk disampaikan
kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan , dapat meminta pertimbangan kepada Panitia Peneliti
Pelaksanaan Kontrak untuk membahas usulan perubahan pekerjaan

Dokumen Penawaran Teknis

E - 29
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

tersebut, Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak akan merekomendasikan


kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan segala hal yang berkaitan
dengan usulan tersebut. Rekornendasi tersebut djadikan acuan oleh
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk membuat/ melaksanakan
Change order atau Addenda.

Pelaksanaan Change Order

Isi dari change Order akan didasarkan pada, salah satu dari

 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan menyiapkan Change order


dan memberi nomor urut

 Change order akan berisi uraian perubahan-perubahan dalam


pekerjaan baik penambahan maupun penghapusan, dengan lampiran
dari dokumen Kontrak yang direvisi seperlunya untuk menentukan
perincian perubahan itu.

 Change order akan menetapkan dasar-dasar pembayaran dan


penyesuaian waktu yang dibutuhkan, karena adanya perubahan yang
timbul / terjadi. Dan bila dianggap perlu akan menetapkan pula setiap
Harga satuan tambahan atau jumlah harga yang telah dinegosiasi
sebelumnya antara Pihak proyek dan kontraktor, yang diperlukan
untuk diresmikan didalam Addendum.

 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan menandatangani dan


memberi tanggal Change Order tersebut, yang menunjukkan bahwa
Kontraktor setuju atas detail isi file dalam change order tersebut.

Pelaksanaan Adenda

1. Isi dari "Addenda" akan didasarkan pada, salah satu dari hal berikut
ini:

a. Instruksi pemilik untuk melaksanakan perubahan atas Dokumen


Kontrak, atau

b. Karena adanya perubahan kontraktual atau teknis penting, atau

c. Change order yang telah dita-nda tangani atau Change order


berisikan tambahan Harga Satuan Mata Anggaran atau tambahan
terhadap jumlah harga, atau

Dokumen Penawaran Teknis

E - 30
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

d. Karena adanya perubahan kuantitas yang berakibat menimbulkan


variasi-variasi dalam jumlah Harga Kontrak, yang berarti merubah

jumlah harga kontrak yang telah dicantumkan sebelumnya dalam


Surat Perjarijian kontrak atau pada Addendum terdahulu, atau

e. Perhitungan kuantitas akhir dan jumlah Harga Kontrak untuk


Addendum penutupan pada waktu Penutupan Kontrak.

2. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, menyiapkan Addendum.

3. Addendum akan menguraikan setiap masalah perubahan pekerjaan


yang bersifat kontraktual, teknis atau kuantitas, baik untuk
penambahan maupun penghapusan, dengan lampiran dari dokumen
Kontrak yang direvisi sebelumnya untuk menentukan perincian
perubahan itu.

4. Pilhak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dan Kontraktor bersama-


sama menandatangani Addendum ini dan menyampaikannya ke
atasan langsung yaitu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk
dimintakan persetujuan dan tanda tangan.
E.6 Klaim dan Perselisihan.

1. Umum

Konsultan akan senantiasa mengutamakan aspek musyawarah


dalam penyelesain klaim dan perselisihan dengan kontraktor, sehingga
situasi hubungan harmonis dalam pengawasan dan pola efisiensi proyek
tetap terpelihara dan ditekan untuk keseluruhan unsur terkait yaitu
kontraktor, konsultan, unsur Proyek. Kejadian klaim atau perselisilhan
dapat saja terjadi, namun secara garis besarna dapat ditanggulangi
seperti langkah-langkah dalam bagian berikut.

2. Proses Klaim

Jika klaim diajukan oleh kontraktor, maka konsultan akan menjaga


etika profesional dengan memberikan evaluasi yang bijaksana sesuai
prosedur klaim yang ada dalam daftar dalam perjanjian kontrak. Evaluasi
dimulai dengan review secara teliti isi dan klaim dan keseluruhan data
pendukung. Data pendukung sangat penting, dengan demikian kontraktor

harus menyerahkan tambahan data yang lebih detail. Konsultan juga akan
Dokumen Penawaran Teknis

E - 31
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

melihat acuan dari data yang dapat digunakan yang dengan berbagai
sistim yang digunakan untuk klaim seperti, surat-menyurat, laporan,
test/laboratorium, catatan survey, jadwal harian, dokumen kontrak, data
cuaca, sertifikat pembayaran, dokumentasi dan sebagainya. Setelah
seluruh data yang digunakan telah diperoleh, maka konsultan membuat
studi pendekatan berdasarkan kejadian yang berkaitan dengan klaim,
sehingga penetapan dapat dibuat, seperti validitas dari setiap kegiatan
klaim. Konsultan kemudian akan menyiapkan laporan detail seluruh aspek
dari klaim termasuk data pendukung, biaya/jadwal, dan hasil temuan
serta rekomendasi. Setelah laporan lengkap, maka diserahkan kepada
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk diperiksa.

Laporan konsultan tersebut, dipelajari dan dievaluasi ulang oleh


Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk selang beberapa waktu.
Keputusan akan dilakukan setelah isi klaim sebagian/seluruhnya disetujui
atau ditolak, sehingga konsultan akan menyampaikan kepada Kontraktor
tentang hal yang bersangkutan secara detail dari hasil keputusan ini.

3. Penyelesaian Perselisihan

Jika perselisihan timbul, konsultan akan (sama dengan garis besar


metode klaim klaim di atas) tetap berupaya pada penyelesaian secara
musyawarah. Konsultan akan menerima penyerahan alasan perselisihan
secara tertulis dari pihak Kontraktor termasuk pertanyaan dan data
penunjang sebagai data pendukung terjadinya perselisihan tersebut.

Konsultan juga akan senantiasa -tanggap untuk melakukan review


informasi yang dapat menimbulkan perselishan dalam seluruh
permasalahan, petunjuk umum yang diberikan dalam kondisi umum
kontrak diikuti untuk menurunkan perselisihan.

Perlu juga diingatkan kepada Kontraktor mengenai hierarchy


kontrak dengan urutan "kekuatan"' sebagai berikut

o Kontrak
o Adenda

o Ketentuan Umum
o Ketentuan Khusus
Dokumen Penawaran Teknis

E - 32
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

o Spesifikasi Umum
o Spesifikasi Khusus
o Daftar Kuantitas dan Harga Satuan
o Gambar Rencana.

E.7 Tahap Penyelesaian Kontruksi

Bila progress fisik sudah mencapai 97 %, Kontraktor dapat


mengusulkan serah terima pekerjaan secara tertulis kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan, dengan tembusan kepada Konsultan Supervisi.
Ada dua tahapan serah terima pekerjaan yakni :

a. Serah Terima Pekerjaan sementara ( Provisonall hand over


PHO).

Usulan Kontraktor akan ditindaklanjuti oleh Konsultan Supervisi


dengan memeriksa langsung kebenaran progress fisik yang diajukan oleh
Kontraktor, kemudian merekomendasikannya ke Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan, bahwa pekerjaan memang sudah sesuai dengan usulan
kontraktor dan diharapkan akan segera rampung seluruhnya (100 %)
pada saat pemeriksaan oleh panitia PHO.

Berdasarkan usulan Kontraktor dan rekomendasi Konsultan Supervisi,


Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan meminta kepada Panitia PHO
yang sudah dibentuk sebelumnya untuk mengadakan rapat Serah Terima
pekerjaan. Untuk mempermudah pekerjaain Tim PHO nantinya, terlebih
dahulu ketiga unsur yang terkait dalam proyek tersebut, yakni unsur
proyek, Konsultan Supervisi dan Kontraktor akan melakukan pemeriksaan
pendahuluan mengenai kondisi proyek dan membuat daftar kekurangan
dan ketidaksempurnaan pekerjaan (List of defect and deficiencies).

Ketua Panitia PHO akan menanggapi surat Pejabat Pelaksana Teknis


Kegiatan, dan membuat undangan untuk membicarakan hal tersebut
Urutan pelaksanaan PHO selanjutnya pada umumnya adalah sebagai
berikut :

Dokumen Penawaran Teknis

E - 33
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

1. Rapat pleno 1

Dalam rapat pleno I, paling tidak dibicarakan 3 hal :

a. Pembentukan Group yang biasanya terdiri dari 3 - 4 Group


• Group 1 : Untuk Bangunan Utama Jalan
• Group II : Untuk Bangunan Penunjang lainnya
• Group III : Pengujian laboratorium
• Group IV : Administrasi kantor.
Setiap Group akan diketuai oleh salah seorang dari unsur Panitia
dengan anggota masing-masing dari unsur proyek, Konsultan
Supervisi dan kontraktor.

b. Jadwal pemeriksaan proyek, untuk menentukan


• Mekanisme dan waktu kunjungan lapangan I first Visit
• Rapat Pleno II
c. Job description masing-masing Group

2. Pemeriksaan Proyek

a. First Visit.
Group 1, 11 dan III akan melakukan pemeriksaan langsung di
lapangan dan mengecek serta menyesuaikan daftar kekurangan
dan ketidaksempumaan pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya
serta melakukan pengujian-pengujian terhadap beberapa sampel
yang diambil secara acak. Sedangkan Group Administasi kantor
akan memeriksa kelengkapan administrasi proyek.

b. Rapat Group
Hasil pemeriksaan lapangan dan administrasi teknis serta
pengujian laboratorium akan didiskusikan bersama oleh masing-
masing group dan dibuatkan resume hasil pemeriksaan dan
usulan solusi pemecahan masalah.

c. Rapat Pleno II.


Dalam rapat pleno II, Ketua masing-masing group
mengemukakan hasil rapat group yang ditanggapi oleh group
lain. Berdasarkan hasil pembahasan, rapat kemudian
Dokumen Penawaran Teknis

E - 34
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

memutuskan untuk menerima atau menolak serah terima


pekerjaan.

Bila Panitia dapat menerima hasil pekerjaan, maka rapat


kemudian membicarakan mengenai :

Menentukan batasan waktu kepada kontraktor untuk


memperbaiki segala kekurangan dan ketidaksempumaan
pekerjaan. Menentukan waktu untuk kunjungan kedua (second
visit untuk memeriksa perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh
Kontraktor).

d. Second visit
Sesuai waktu yang telah disepakati dalam Rapat- Pleno II, PHO
akan turun kembah ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan
terhadap hasil-hasil perbaikan yang telah dilakukan oleh
Kontraktor sesuai daftar kekurangan dan ketidaksernpurnaan
pekerjaan.

3. Rapat Pleno III

a. Rapat ini bertujuan untuk membahas laporan hasil kunjungan


kedua, Tim PHO dan berdasarkan laporan tersebut apabila
dinyatakan bahwa segala kekurangan dan ketidaksempumaan
pekerjaan telah dilaksanakan sesuai petunjuk maka dapat dibuat
Berita Acara serah terima sementara pekerjaan.

b. Serah Terima Pekerjaan Akhir ( Final Hand Over/ FHO).

Final Hand - Over dilakukan apabila masa pemeliharaan telah


berakhir. Tim FHO akan kembali meninjau keadaan proyek
minimal 21 hari sebelum akhir masa pemeliharaan. Tim PHO
akan merekomendasikan kepada Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan, bahwa proyek sudah dapat diterima.

Tindak lanjut dari rekomendasi tersebut, akan dibuatkan berita


acara serah terima pekerjaan dari Kontraktor ke Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan, Selanjutnya Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan, akan menyerahkan tanggung jawab

Dokumen Penawaran Teknis

E - 35
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

pemeliharaan yang telah diselesaikan kepada Kepala Kantor

Pelabuhan atas nama Pemerintah Republik Indonesia sebagai


pemilik pekerjaan.
E.8 KOORDINASI KEGIATAN
Umum
Sehubungan dengan Penyusunan rencana pelaksanaan, jika tenaga
dan peralatan tidak dengan sesuai kondisi yang telah disyaratkan, maka
pekerjaan proyek tidak akan selesai dalam pola yang terbaik. Demikian
juga bila kegiatan yang berjalan tidak dalam koordinasi yang baik, maka
tidak dapat pula dicapai hasil yang baik antara pemerintah, konsultan, dan
kontraktor. Untuk itu konsultan akan mencurahkan segala usaha
koordinasi selama dalam kegiatan proyek dengan mantap dan lancar.

Salah satu sistim terbaik untuk menjaga koordinasi yang erat


adalah mengadakan pertemuan secara teratur terutama antara konsultan
dan kontraktor, seperti pada beberapa jenis pertemuan yang secara garis
besar diuraikan di bawah ini. Perlu dipahami pula bahwa jenis pertemuan
di bawah bukanlah suatu keharusan dan ketetapan yang mengikat.

Pertemuan Mingguan Staf Konsultan


Jenis pertemuan ini akan diadakan pada hari Sabtu dengan para
peserta senior atau merupakan sebagai penanggung jawab, seperti
Supervision Engineer dan Quality Engineer/Chief Inspector. Pertemuan
personil akan membahas masalah penting seperti jenis permasalahan dari
kegiatan yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan, quality
control, kemajuan, keselamatan, dan lain lain. Konsultan akan memantau
kegiatan mingguan yang telah lewat, rencana kerja mingguan mendatang
dan menyiapkan agenda untuk pertemuan mingguan konsultan dan
kontraktor, umumnya diadakan setiap hari Senin berikutnya.

Pertemuan Mingguan Konsultan dan Kontraktor


Seperti telah disinggung, bahwa pertemuan ini akan lebih baik bila
diadakan pada waktu pada hari Senin yang dihadiri oleh senior tim

Dokumen Penawaran Teknis

E - 36
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

konsultan yaitu Site Engineer dan Project Manager dari kontraktor serta
dari gugus kendali mutu. Selama pertemuan, harus kontraktor
mempresentasikan tentang rencana kerja untuk seminggu berikutnya.
Masalah lain yang akan dibahas dan dianggap penting adalah kontrol
kwalitas, kemajuan, status operasi peralatan, kontrol keamanan, dan
masalah lain dengan rencana yang dibuat dan cara mengoreksinya. Pada
saat dimulai pertemuan konsultan akan memberikan agenda uraian prinsip
yang akan dibahas dan setelah itu disiapkan risalah secara garis besarnya
dalam pertemuan pembagian rencana berikutnya kepada kontraktor dan
pihak lainnya. Risalah perternuan ini terbukti sangat berguna dalam
meneliti dan mendapatkan data yang sering dibutuhkan untuk waktu
mendatang.

Pertemuan Bulanan Direksi Konsultan dan Kontraktor


Pertemuan ini diadakan pada akhir atau awal bulan, akan dihadiri
oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, kontraktor serta beberapa staf
senior yang ditunjuk dan Site Engineer dari konsukan. Sebelum
perternuan, konsultan akan menyiapkan agenda daftar draft point utama
yang akan dibahas secara khusus dalam hubungannya dengan masalah
kontrol kualitas, kemajuan, pengajuan rekening, keamanan hubungannya
dengan masyarakat dan lain-lain.

Selama pertemuan, jadwal CW yang tepat dapat dipakai sebagai


acuan untuk memperlihatkan status terakhir dari kemajuan yang sedang
dibuat. Risalah perternuan akan disiapkan oleh konsultan dan dibagikan
kepada peserta sebagai pedoman dan akan digunakan. Seperti telah
diuraikan, risalah-risalah pertemuan sering terbukti sangat penting.

Rapat Bulanan Konsultan dan Pihak Proyek


Setiap bulan juga Konsultan akan mengikuti Rapat Koordinasi yang
dilaksanakan oleh Proyek. Rapat dimaksudkan untuk melaporkan secara
langsung ke Proyek mengenai kemajuan pekerjaan lapangan, hambatan
yang ditemui, Evaluasi Kinerja Konsultan yang disampaikan oleh Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan, fisik ke Proyek, Hal - hal yang menyangkut

Dokumen Penawaran Teknis

E - 37
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

administrasi kontrak konsultan dan lain-lain sebagainya. Resume rapat


akan dibuat oleh masing-masing SE sebagai kelengkapan surat
pendalaman dalam kaitannya dengan penagihan invoice konsultan

E.9 JADWAL PROGRAM PELAKSANAAN SUPERVISI

Sesuai dengan uraian di atas, maka lingkup layanan jasa konsultan,


sesuai tahapan supervisi konstruksi dari pekerjaan persiapan sampai
laporan pengendalian mutu dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang
dianggap perlu (selain dalam kontrak) telah tercakup di dalam bagian
pendekatan dan metodologi pelaksanaan. Demikian juga untuk program
tersebut, agar dapat terlaksana secara lancar sesuai mekanisme yang
telah disusun, akan disertai dengan jadwal pelaksanaan. Dengan demikian
konsultan akan berusaha secara maksimal untuk menyusun dan
menyajikan suatu rencana kerja pelaksanaan supervise dengan
memperhitungkan jangka waktu yang tersedia sesuai dengan estimasi
pelaksanaan dari untuk masing-masing item pekerjaan dan hal lainnya.

Dokumen Penawaran Teknis

E - 38
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

PROGRAM KERJA

Menguraikan tentang pelaksanaan pekerjaan konsultan


meliputi pola kerja dalam setiap kegiatan, laporan,
peralatan dan jadwal penggunaan serta biaya pelaksanaan pekerjaan

Secara umum, layanan konsultansi Supervisi tugas yang telah


diberikan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), berita acara rapat
penjelasan teknis (aanwijzing) dan pemahaman konsultan yang telah
dituangkan dalam bab I tentang pemahaman KAK, maka berikut ini
diajukan program kerja yang dibuat berdasarkan struktur organisasi
konsultan dan jadwal waktu pelaksanan perencanaan. Program kerja ini
secara garis besar terdiri dari 3 (tiga) tahapan rencana kegiatan :

1. Pekerjaan Persiapan,
2. Pekerjaan pelaksanaan kegiatan, dan
3. Pelaporan pelaksanaan kegiatan

E.10 PEKERJAAN PERSIAPAN

Setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK) dari Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan, maka konsultan akan segera mulai
melaksanan tahap persiapan, yaitu penyusunan rencana kerja dan
memobilisasi tenaga staf inti ke lokasi pekerjaan, serta melakukan
pembentukan atau perluasan organisasi kerja dan jaringan kerja,
melakukan penajaman program dalam rangka perencanaan teknis.

Pada tahap ini juga konsultan akan melaksanakan kegiatan-kegiatan


sebagai berikut :

 Memeriksa persiapan yang menyangkut, organisasi kegiatan, jadwal


pelaksanaan kegiatan dan S Curve, metode kerja, dan form Supervisi
atas persetujuan Team Leader.
 Penyediaan kantor dan peralatan
 Mobilisasi personil
 Menyiapkan formulir laporan

Dokumen Penawaran Teknis

E - 39
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

 Menyiapkan formulir perencanaan


 Menyiapkan prosedur perhitungan kuantitas

E.11 PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGAWASAN TEKNIS

Sesuai dengan uraian tugas konsultan yang telah digariskan dalam


Kerangka Acuan Kerja (KAK), maka konsultan akan melakukan
pelaksanaan kegiatan dengan tahapan–tahapan kegiatan yaitu ;
inventarisasi dan evaluasi data, penyiapan daftar data dan
perlengkapan, pengumpulan data lapangan/survei, pengolahan
data, analisa data dan gambar pelaksanaan.

1. Pengendalian Pengawasan Teknis

Sesuai ruang lingkup pekerjaan Supervisi maka tahapan


pelaksanaan pengawasan adalah sebagai berikut :

a. Pertemuan pendahuluan

Konsultan pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan


mengadakan pertemuan pendahuluan untuk membicarakan jadwal
pengawasan, kebijaksanaan dasar inspeksi, servis kontrol dan
masalah lain yang sesuai.

b. Pemeriksaan lokasi dan kondisi paket pekerjaan dan reconnaissance


lapangan.

Selama masa mobilisasi, konsultan akan menyiapkan dan melaksanakan


tugas-tugas sebagai berikut :

 Pemahaman data dan dokumen

Konsultan akan memeriksa secara teliti dan mempelajari desain yang


dipakai, spesifikasi data lainnya dan juga dokumen yang relevan.

 Reconnaissance lapangan

Konsultan akan mempelajari, kondisi lalu lintas yang ada, manajemen


lalu lintas yang dipakai, relokasi utilitas, kondisi lapangan dan
modifikasi yang diperlukan.

 Pemeriksaan kerja konsultan dan jadwal kerja


Dokumen Penawaran Teknis

E - 40
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Rencana kerja dan jadwal kerja konsultan mendapat persetujuan dari


Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, yang menunjukkan prosedur dan
metode kerja, juga persiapan-persiapan khusus pelaksanaan
perencanaan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan memberi
persetujuan setelah pemeriksaan dan evaluasi yang cermat.

c. Penyiapan kerja

Semua penyiapan kerja merupakan tanggung jawab konsultan yang


harus diperiksa dan disetujui, selanjutnya aktifitas konsultan secara
terus menerus diperiksa dan dikonsultasikan dengan Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan.

d. Pemantauan manajemen konsultan

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan memeriksa dan memberi


petunjuk dalam pelaksanaan proposal yang telah disetujui untuk
dikerjakan secara tepat selama operasional perencanaan.

e. Pemeriksaan gambar-gambar rencana

Gambar rencana menjadi dasar pembuatan gambar-gambar


pelaksanaan yang dapat memberikan informasi yang akurat dalam
pelaksanaan kerja konstruksi. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, akan
memeriksa gambar rencana tersebut guna kesesuaiannya dengan
kondisi lokasi, persyaratan struktur dan spesifikasi.

f. Perbaikan gambar rencana

Perbaikan gambar rencan secara terus menerus yang disesuaikan


dengan kondisi lokasi akan diajukan kepada pemimpin kegiatan berikut
laporan hasil pengawasan, termasuk laporan pendahuluan, laporan
kemajuan, foto lapangan, gambar terlaksana.

g. Inspeksi lokasi dan supervisi

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dalam melakukan inspeksi selama


masa pelaksanaan pengawasan dan mengontrol hasil survei dan
investigasi serta kuantitas kerja. Lingkup inspeksi dan kontrol
supervisi adalah seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
konsultan. Inspeksi dititikberatkan pada kondisi yang rawan.
Dokumen Penawaran Teknis

E - 41
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

h. Kontrol kualitas

Ditekankan pada pentingnya aspek kontrol kualitas karena konsultan


bertanggung jawab atas semua bentuk pengawasan teknis yang
disyaratkan.

i. Pemantauan kemajuan kerja / perkembangan pengawasan Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan, langsung memonitor proses pengerjaan
agar sesuai jadwal kerja yang telah disetujui, diskusi /konsultasi
dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, atas sebab-sebab
keterlambatan dan pengendaliannya akan dilakukan bila nampak tanda
kelambatan pekerjaan.

Laporan perkembangan pengawasan teknis bulanan dibuat konsultan


secara lengkap untuk diserahkan kepada pemimpin kegiatan. Laporan
atas penundaan atau keterlambatan karja pengawasan teknis dibuat
dengan dilengkapi proposal penanggulangan waktu yang hilang.

j. Pengukuran kuantitas dan sertifikat pembayaran

Pengukuran kuantitas kerja dilakukan berdasarkan peraturan


pembayaran yang berlaku.

Pemeriksaan atas kesesuaian kualitas dan nilainya pada sertifikat


pembayaran ditandatangani konsultan (direktur), lalu diajukan kepada
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Dalam suatu kondisi dimana ada
kenaikan biaya (Price Escalation) tidak dapat diajukan akibat kenaikan
harga tersebut.

k. Penyiapan laporan

Pelaporan yang akan dibuat oleh konsultan antara lain :

1. Laporan RMK
2. Laporan Bulanan (Mingguan dan Harian)
3. Laporan MC 0% dan MC 100%

l. Asistensi penyiapan gambar terlaksana (as built drawing)

Dokumen Penawaran Teknis

E - 42
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

Selama pengerjaan pengawasan, team konsultan perencana teknis


melakukan asistensi gambar perencanaan untuk memeriksa kebenaran
dan spesifikasi perencanaan dalam rangka menyiapkan gambar
terlaksana pekerjaan.

m. Serah terima pekerjaan

Team konsultan pengawas melakukan inspeksi dan membuat daftar


data-data yang dibutuhkan Laporan ringkasan eksekutif dalam
penentuan waktu serah terima pekerjaan. Team konsultan pengawas
teknis sepenuhnya membantu pelaksanaan serah terima tersebut dan
menyiapkan semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam proses
serah terima (berita acara serah terima).

E.12 PEKERJAAN PELAPORAN

Jenis kegiatan konsultan dalam tahapan pelaporan pengawasan


teknis adalah menyusun laporan pendahuluan, laporan antara, laporan
triwulan dan laporan akhir. termasuk rekomendasi-rekomendasi yang
dianggap perlu dan refresentatif. Setiap isi laporan harus jelas dan dapat
dibaca serta disusun dalam bahasa Indonesia dengan tata bahasa yang
baik dan benar. Ukuran kertas masing-masing laporan adalah adalah A4
(210 x 297 mm).

E.12.1 Laporan RMK

a. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh


b. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga penduduk lainnya
c. Jadwal kegiatan penyedia jasa
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buku laporan.

E.12.2 Laporan bulanan.

Laporan ini dibuat dan diserahkan pada setiap hari ke 30 sejak


surat perintah mulai kerja ditandatangai sebanyak 3 (tiga) buku laporan
yang harus memuat keterangan tentang penjelasan rinci :

a. Kemajuan dari masing-masing kegiatan


Dokumen Penawaran Teknis

E - 43
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

b. Permasalahan-permasalahan yang dialami oleh Penyedia Jasa


Pelaksaan bila ada (apakah itu menyangkut administrasi, teknik atau
keuangan)
c. Rekomendasi bagaimana cara menanggulangi permasalahan
d. Ringkasan/risalah mengenai variasi dan perintah perubahan (change
order) kontrak
e. Hasil pengujian kendali mutu
f. Status tuntutan-tuntutan dan hal lain yang menyangkut isi kontrak.

E.12.3 Laporan MC 0% dan MC 100%

Laporan ini dibuat dan diserahkan ke PPK pada hari ke 240 sejak
surat perintah mulai kerja ditandatangai sebanyak 3 (tiga) buku. Laporan
ini merupakan kumpulan dari laporan bulanan. Laporan akhir dibuat pada
saat akan berakhirnya layanan konsultan pada masing-masing paket
kontrak (setelah PHO), konsultan akan menyerahkan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan, yang berisi:

a. Laporan pendahuluan/umum
b. Laporan test pengendalian mutu
d. Laporan proses verbal
e. Gambar terlaksana (As Built Drawing) dan foto dokumentasi proyek.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal akhir masa


layanan penyedia jasa sebanyak 3 (tiga) rangkap.

Isi laporan akhir secara garis besarnya akan menceritakan secara ringkas
dan jelas mengenai metode pelaksanaan konstruksi, realisasi biaya proyek
dan perubahan-perubahan kontrak yang terjadi, lokasi-lokasi sumber
material, dan hasil pengujian mutu pekerjaan, personil konsultan dan
kontraktor yang terlibat, pelaksana pengawasan konstruksi yang telah
dilaksanakan, rekomendasi tentang cara pemeliharaan dikemudian hari,
segala permasalahan yang kemungkinan besar akan timbul pada
pekerjaan yang baru saja dilaksanakan, dan saran-saran tentang
perbaikan yang perlu dilakukan pada proyek-proyek berikutnya.

Dokumen Penawaran Teknis

E - 44
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

ORGANISASI DAN PERSONIL


Menguraikan tentang organisasi
pelaksanaan pekerjaan

E.13 UMUM
Dalam melaksanakan kegiatan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Jaringan
Tambak Kab. Luwu Timur. konsultan menyusun struktur organisasi
secara keahlian, tugas dan tanggung jawab yang telah dijelaskan diatas
serta koordinasi kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan , dan instansi
terkait.

STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN :


SUPERVISI PAKET

SATKER PJPA BBWS POMPENGAN


JENEBERANG

PPK IRIGASI DAN RAWA I

KONTRAKTOR PELAKSANA FISIK PELAKSANA PENGAWASAN


(TIM TEKNIS)

KONSULTAN PENGAWAS

Garis Komando
Garis Koordinasi

Dokumen Penawaran Teknis

E - 45
Supervisi Pembangunan Jaringan Air
Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN


PEKERJAAN :

SITE ENGINEER

QUALITY ENGINEER
SITE ENGINEER
QUANTITY ENGINEER

INSPECTOR SURVEYOR

Dokumen Penawaran Teknis

E - 46
F. Jadwal Pelaksanaan Pengawasan
Supervisi Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

BULAN KE
No URAIAN KEGIATAN KET
I II III IV V VI VII VIII
I PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1 Persiapan Kantor

1.2 Mobilisasi Personil

1.3 Pengumpulan Data- Data Sekunder

II PELAKSANAAN PENGAWASAN / SUPERVISI


2,1 Pengukuran MC. 0 % :

2.1.1 Pengukuran Situasi Pekerjaan

2.1.2 Pengukuran Detail Rencana Saluran

2,2 Olah Data Hasil Pengukuran MC.0 % :

2.2.1 Review Desain, Berdasarkan hasil Pengukuran

2.2.3 Perhitungan Volume Pekerjaan ( MC.0 % )

2,3 Pelaksanaan Pengawasan / Supervisi

2.3.1 Persiapan Dan Pengujian Material

2.3.2 Pengawasan / Inspeksi secara rutin ( kontinyu )

2,4 Pengukuran MC.100 %

2.4.1 Pengukuran Saluran yang telah dibangun

2.4.4 Perhitungan Volume Pekerjaan ( MC.100 % )

III PEMBUATAN LAPORAN

Laporan Pendahuluan
3,2
Laporan Bulanan
3,4
3,7 Laporan Akhir ( Final Report )

3,8 Laporan Ringkasan ( Summary Report )


G JADWAL PENUGASAN PERSONIL
Supervisi Pembangunan Jaringan Air Baku Enrekang Tahap 2 (Lanjutan)

BULAN KE
Lama
No Nama Personil Posisi I II III IV V VI VII VIII Ket
Penugasan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I TENAGA AHLI ( Profesional Staff )

1 Muhammad Arief, ST Site Engineer (Team Leader) 8 bln

2 Hardi Pratomo, ST Quantity Engineer 4 bln

II TEKNISI ( Sub.Profesional Staff )

1 To be named Pengawas. ( Inspektor ) 8 bln

2 To be named Surveyor 2 bln

II Staff Penunjang

1 To Be named Operator Komputer 8 bln


H. KOMPOSISI TEAM DAN PENUGASAN

Nama Posisi yang Jumlah


No Lingkup Keahlian Uraian Tugas / Pekerjaan
Personil diusulkan Org / Bln

I TENAGA AHLI ( Profesional Staff )

1.1 Muhammad Arief, ST Site Engineer ( Team Leader ) - Professional Madya SDA - Memimpin dan mengkordinir kegiatan angg -
- Pengawasan & Perencanaan ota team kerja, dalam pelaksanaan kegiatan
SDA sampai pekerjaan dinyatakan selesai
- Mengecek dan memeberi masukan untuk pe-
rbaikan RMK yang dibuat kontraktor.
- Membuat Laporan MC.0 %
- Membuat laporan Akhir (Compalation Report )
- Mengecek Chedule Pelaksanaan yang diaju
kan Kontraktor
- Melakukan Inspeksi dan Pemeriksaan seca -
ra rutin terhadap aktifitas kontraktor
- Memberi pemehaman ke kontraktor tentang
spesifikasi yang disyaratkan dalam dokumen
kontrak pelaksanaan.
- Memeriksa dan meneliti semua hasil pengu -
kuran yang telah dilaksanakan
- Memberi rekomondasi kepada Direksi peker-
jaan menyangkut mutu dan volume yang tel -
lah dilaksanakan kontraktor
- Membantu dan memberi saran saran kepada
PPK dalam memberikan Instruksi - instruk -
si kepada Kontraktor Pelaksana.
- Memberikan Pendapat kepada PPK,berdas - 1 /8 bln
arkan pertimbangan dan Analisa Obyektif te-
rhadap semua tuntutan yang diajukan kont -
raktor ( Claim )
- Pengecheck Progres Paymant ( Pembaya -
ran )yang diajukan kontraktor
- Mengusulkan dan membuat Perubahan De-
sain,sesui kondisi lapangan
- Memeriksa gambar kerja yang dibuat kont -
raktor
- Bersama PPK dan Kontraktor melakukan -
Rapat Bulanan,untuk evaluasi pekerjaan ya -
ng telah dilaksanakan dan rencana kerja bul-
an berikutnya
- Mengasistensi kepada PPK atas kebenaran
dan kelengkapan hasil pengawasa,pemerik -
saan,evaluasi hasil pelaksanaan serta bukti -
bukti pemenuhan kontrak pelaksanaan peker
jaan oleh kontraktor
- Menyampaikan teguran / peringatan ke Kon -
traktor sebelum PPK membuat Surat tegu -
ran,bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan
tidak sesuai dokumen kontrak

1.3 Hardi Pratomo, ST Ahli Quantity - Ahli Muda SDA - Bersama Direksi lapangan dan kontraktor
- Pengawasan & Perencanaan melaksanakan perhitungan
SDA volume MC.0% dan Volume MC.100 %
- Mengecek hasil pengukuran dan perhitungan
volume MC.0% dan Volume MC.100 % 1 / 4 bln
- Mengecek hasil perhitugan volume yang dajuk
an kontraktor
- Memeriksa Progres Paymant (pembayaran)
yang diajukan kontraktor
- Mengawasi Pekerjaan dari segi Kuantitas
serta proses pencapaian volume pekerjaan

1.5 To be named Inspektor - Pengawasi dan Memeriksa pengukuran MC.0


- Melaksanakan Inspeksi dan Pemeriksaan se
cara rutin,terhadap seluruh Aktifitas kontrak-
tor ,di masing - masing lokasi yang telah di -
tetapkan
- Mengawasi Pekerjaan dari segi Kuantitas
dan kualitas,serta proses pencapaian vol-
ume pekerjaan
- Mengisi Buku harian yang telah disiapkan di
1/8 bln
masing masing lokasi
- Memeriksa dan menandatangani Laporan ha-
rian yang telah dibuat kontraktor
- Ikut serta dalam Rapat Monitoring Mingguan
- Memeriksa Reques yang diajukan kontraktor
sebelum memulai pekerjaan
- Menyampaikan teguran / peringatan ke Kon -
traktor,bilamana pelaksanaan tidak sesui do-
kumen Kontrak
1.6 To be named Surveyor - - Pelakukan pengukuran situasi, long dan
- cross saluran/bangunan yang akan diguna -
kan dalam perencanaan / Review Desain
- Bersama Direksi lapangan dan kontraktor
melaksanakan pengukuran MC.0 % & MC.
100%
- Mengawasi dan memeriksa Pengukuran dan
1/ 2 bln
Setting Out,sebelum memulai suatu peker-
jaan
- Mengecek Lay Out Saluran dan Setting Out
bangunan
- Mengawasi dan Menontrol secara periodik
level galian dan timbunan yang telah diker -
jakan kontraktor