Anda di halaman 1dari 101

PEKERJAAN ARSITEKTUR

a. Pekerjaan Pasangan Dan Pelapis Dinding


Lingkup Pekerjaan
Standar
Memasang dinding bata ringan 200 x 600 x 100 mm 13.477,88 m2
- Membuat plesteran semen instan 25.607,97 m2
- Membuat acian semen instan 25.607,97 m2
Opening pintu & jendela
Balok praktis uk. 10x15 cm
Kolom praktis uk. 10x12 cm
Meja beton tebal 10 cm
Memasang dinding Keramik tile 30x60cm
Meja beton finish Granite Alam
Memasang plint Homogeneus 10 x 60 cm cutting size
Memasang Hospital Plint
Memasang Bumper Guard
Memasang Dinding Partisi Gypsum T 12cm
Memasang Duk Dinding Partisi
Memasang Rail Guard
Non Standar
Pekerjaan Finish Granite polished finish garda pintu lift
Lapisan timbal t.2mm pada Dinding
Meja Counter
Rel Hospital curtain
Hospital curtain
Peralatan yang digunakan
-Peralatan pertukangan batu

- Peralatan pertukangan Keramik


- Peralatan Pertukangan Kayu
-Peralatan pemasangan timbal
Material yang digunakan
Bata Ringan dengan 8,3 buah per m2.
Semen Instan
Keramik Tile 20 x 40 cm
granite polished
Dinding Timbal

Kayu kamper, multiplek 18mm, lapis HPL Edging HPL dan Granit alam (
Material Meja)
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Pasangan Tidak tegak, tidak lurus Selalu pasang profil tegak dan
tarik benang

2 Pasangan bata ringan Rubuh Ketinggian Pemasangan bata


dalam keadaan basah max 150-
200 cm di selingi dengan
pengecoran kolom praktis
sebagai pengikat. ketinggian
selanjutnya dikerjakan setelah
pasangan agak kering

3 Plesteran bergelombang Diberi kepala plesteran


dikelabangi tarik benang penyiku,
Pasangan biarkan kering terlebih
dahulu

4 Acian bergelombang Pada saat pengacian plesteran


harus dalam keadaan kering,
sorot lampu tembak untuk
memastikan ratanya

5 Acian retak-retak Gosok hingga rata dan padat

6 Keramik dinding dan lantainya tidak Pemasangan di mulai dengan


ketemu pemasangan utuh, apabila terjadi
lipatan maka sumbu menerus,a
harus meneruskan sisa potongan

7 Meja Melekat yang terpasang tidak Dikerjakan oleh tenaga trampil di


sempurna karena memperlukan bidang interior ( woodboard, HPL
pengerjaan khusus oleh tenaga dan Granite alam)
trampil pekerjaan interior

Analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA)


No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan arsitektur - Kejatuhan material - Selalu memakai


dibawah pekerjaan dari atas Helm Proyek dan
konstruksi lainya - Luka Berat, bekerja dalam jarak
Kematian yang cukup dengan
pekerjaan diatasnya

2 Pekerjaan arsitek - Terjatuh dari - Memakai safety Belt


yang berada pada ketinggian atau Body harnes
ketinggian Luka Berat, apabila bekerja
Kematian dalam ketinggian

3 Pekerjaan Arsitektur - Tersayat benda - Memakai spatu


yang berhubungan tajam pada tangan buth dan sarung
dengan material dan mengijak tangan
tajam matrial tajam
Luka ringan,
Luka Berat

4 Pekerjaan Arsitektur - Infeksi kulit akibat - Memakai spatu


yang berhubungan material buth dan sarung
dengan Infeksi kulit Luka ringan, tangan
- Menghindari kontak
langsung dengan
kulit
5 Pekerjaan Arsitekture - Infeksi kulit - Memakai masker
yang minumbulkan saluran Debu apabila
debu pernafasan, Asma bekerja pada area
dll berdebu yang pekat
Penyakit ringan,
Penyakit berat

Prosedure Pelaksanaan

Ajukan request kerja dan approvel material kepada konsultan pengawas


beserta softdrawingnya
Pekerjaan Pasangan dinding Bata Ringan

* Pada bidang datar lakukan penyipatan sudut-sudut kesikuan bidang ruang


* Pasang marking bata dan acuan kelurusan serta pinjaman 1 meter
* Pasang bata awal sebagai acuan serta cek menggunakan waterpas untuk
kerataan dan kelurusan pasangan
* Pasang bata hingga ketinggian 1 meter dan pasang kolom praktis
* Lanjutkan pemasangan bata sampai ketinggian rencana dan Pasang balok
praktis jika diperlukan

Pekerjaan Plesteran Acian


* Basahi permukaan dinding secara merata, sampai kondisi jenuh air
* Pasang benang untuk menentukan ketegakan vertikal dan horizontal untuk
keperluan caplakan & kepala plesteran
* Pasang kepalaan sesuai caplakan dan tarikan benanG
*Lakukan pekerjaan plesteran berdasarkan kepalaan yang sudah terpasang
* Basahi dinding yang akan di aci hingga basah , hal ini dimaksudkan
agar nantinya dinding tidak banyak menyerap air semen
* Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding
dengan menggunakan ceNntong.
*Haluskan pekerjaan acian dengan menggunakan kertas semen bekas,
sehingga permukaan benar-benar rata dan halus.
* Usahakan agar hasil acian dinding t idak cepat kering, yaitu dengan
menyiram air, karena pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan
keretakan dinding.
Keramik Dinding 30 x 60 cm

Sortir bahan keramik :


Dimensi (2 sisi – panjang & lebar)
Cacat / tidak
Keseragaman warna (kode shading)
Kerataan bahan (Cekung dan cembung
- Rendam keramik yang akan dipasang ke dalam bak air selama 1 jam
- Keramik dianginkan setelah proses perendaman
Basahi pasangan dinding yang akan dikeramik
Pasang benang / senar untuk kepalaan dan benang periodik baik kekencangan /
elevasi
- Pasang perekat (acian/air + semen) pada permukaan dinding
- Beri acian pada seluruh permukaan sisi belakang keramik
- Tempelkan keramik pada posisinya (daerah kepalaan) baris kedua dari bawah,
baris pertama bagian bawah dikosongkan untuk pekerjaan waterproofing lantai.
Atur jarak nad (lebar sesuai gambar kerja) supaya ukuran nad bisa seragam dan
rapi diharuskan menggunakan plastic cross sebagai pengatur jarak nad (tile
spacer)

- Cek kerataan pasangan keramik dengan waterpass

- Bersihkan permukaan keramik yang telah terpasang dengan kain basah

- Lakukan pengecoran nad dengan material grouting nad dengan alat cape/kawat
putih yang dibengkokkan dan setelah mengering bersihkan sekitar pasangan
keramik tersebut

Meja Beton Finsihing Granite Alam


Marking posisi Meja dan elevasi meja yang akan dibuat

Pasang penambahan stek atau pembesian balok tambahan yang menempel pada
dinding dimana meja akan menggantung

Pembuatan begisting meja dan perancahnya sesuai dengan marking yang sudah
dibuat
Stelah begisting plat meja selesai maka dilakukan pekerjaan pengayaman besi
beton untuk plat meja, perhatikan posisi lubang semacam wastafel, kichenzink
untuk diberi spare tidak dipasang pembesian
Setelah pemasangan besi selesai maka dilakukan pekerjaan pengecoran secara
site mix.
Tunggu selama 5 sd 7 hari kemudian begisting meja dibongkar

Setlah pembongkaran perancah dan begisting meja kemudian dilakukan


pekerjaan pemasangan dinding sebagai kaki meja
Finishing dilakukan bersamaan dengan pekerjaan penutup lantai

Top table difinish/ditutup dengan granit alam, dimana pemasangan pada tepi
meja harus dipingul dan di tambah lis setebal granit tersebut sehingga seolah-
olah ketebalan granite menjadi 4 cm ( atau menyesuakian desain yang ada)

Memasang plint Homogeneus dan Hospital Plin

Pekerjaan plint Ht dan Hospital plint dikerjaakn ketika pekerjaan penutup


lantainya telah selesai

Marking ketinggian bobokan yaitu setinggi 10 cm atau setinggi Hospital Plint yang
akan dipasang

Pekerjaan dimulai dengan membobok dinding pertemuan antara lantai dan


dinding, bobokan tersebut sedalam ketebalan HT/Hospital Plit ditambah adukan
semen yaitu kurang lebih 2-2.5 cm
Sebelum pemasangan Plint/Hospital plit pertama yang harus dilakukan adalah
membasahi dengan air area bobokan yang akan dipasang plit

Pemasangan dilakukan dengan memperhatikan nat lantai, karena nat plin harus
bertemu segaris dengan nat lantai

Rail Guard dan bumper Guard

Pengajuan Approval material Bumper dan Rail Guard dan Request kerja apabila
approval sudah disetujui kepada direksi pengawas
Pekerjaan ini dikerjakan apabila pekerjaan penutup lantai sudah selesai untuk
menjaga kebersihan dan tidak rusak
Pekerjaan dimulai dengan memarking elevasi dinding yang akan dipasang Rail
dan Bumper Guard dengan acuan permukaan lantai

Kemudian setelah dimarking dilakukan pekerjaan penanaman angkur/dianboald


sebagai dudukan braket rail guard
Pemasangan bracket railling guard pada dinabold yang sudah dipasang
kemudian bautkan kencang-kencang

Pemasangan rangka railling guard pada braket yang sudah distel tadi, kemudian
atur kedataranya, setelah datar kencangkan baut pada braket kuat-kuat
- Setelah rangka terpasang kemudian Pemasangkan cover railing guard

Pekerjaan Finish Granite polished finish garda pintu lift

Pekerjaan dikerjakan setelah instal pekerjaan lift selesai terutama pada pintu lift
sisi luar

Pekerjaan dimulai dengan pengukuran dan marking profil bentuk garda


(Gawangan lift)
Kemudian pasang pasangan batu bata/bata ringan penebalan garda pintu lift

Pemasangan Granite polisht dikerjakan dari bawah, prostek pertmuan antar


granite

Pemasangan granite pada area menggantung harus di beri suport sampai dengan
pengeringan adukan

Lapisan timbal t.2mm pada Dinding

Mobilisasi Lembaran Timbal t 2 mm berupa gulungan, Penurunan dan mobilisasi


menggunakan handpalet dikarnakan cukup berat
Persiapkan dinding yang akan dipasang lembaran timbal, harus rata dan bersih
(bersih terhadap kotoran menempel yang membuat dinding tidak rata dan bersih
terhadap zat yang mengakibatkan PB Sheet tidak bisa melekat)

Persiapkan lembaran Timbal dan persiapkan lem perekat untuk merekatkan


timbal pada dinding.
Cuting lembaran timbal sesuai ukuran dilapangan, pasang dengan lem dan
perkuat dengan paku tembaga

Setelah pemasangan lembaran timbal pada dinding atau pada rangka kemudian
penutup berupa partisi gypsum sebagai isolator dan finishing arsitektur

Meja Counter
Bersihkan lokasi pekerjaan, sudah selesai lantai dinding sudah di aci dan di cat
Marking dan pengukuran lokasi
Pabrikasi dan cuting-cuting board sesuai ukuran dan modul-modulnya.
Penempelan HPL pada Board yang sudah di cuting, baik elemen Utama dan sub
elemen (pintu dan sekat-sekat)
Persiapan join-join antar board, dinding dan Lantai (Pemasangan braket pada
bagian yang menggantung pada dinding)

Penyetelan elemen-elemen utama meja (Kerangka utama Meja) kemudian


Pemasangan sub elemen seperti Sekat vertikal dan Horizontal

Pemasangan Top table berupa granit alam yang sambungan menggunakan resin
dan finishing gruping pada ujungnya

Pemasangan aksesoris pintu, laci dan pengantung-penggantungnya

Rel Hospital curtain & Hospital curtain

Pemasangan elemen ini dikerjakan setelah ruangan sudah bersih dan steril dari
pekerja dan material lainya
Pemasangan dimulai dari marking kemudian pemasangan braket-braket rell
Pemasangan rell pada braket yang sudah dipasang
Setelah rel terpasang kemudian pasang Hospital Curtain
PEKERJAAN PASANGAN LANTAI (STANDAR)
Lingkup Pekerjaan
- Waterproofing Toilet berupa waterproofing Coating 275,52 m2
Waterproofing dak atap berupa mamberane sheet 1.960,60 m2
- Memasang Floor Harderner 431,03 m2
- Memasang lantai homogeneous tiles 60 x 60 cm 4.906,44 m2

Memasang lantai homogeneous tiles 60 x 60 cm Unpolished (Tangga) 277.20 m2


memasang Screed Lantai
Memasang lantai keramik tiles 30 x 30 cm Unpolished (Area Basah)
367,48 m2
Pasangan step noising 5 x 60 cm
- Memasang Vinyl Sheet 1.254,90 m2
Peralatan yang digunakan
Peralatan pertukangan Keramik
Water pass
Bahan yaang digunakan
homogeneous tiles 60 x 60 cm Polished & Unpolished Ex. Granito Tiles, Niro
Granit , Venus
keramik tiles 30 x 30 cm Unpolished ex. Roman, Asia Tile
step noising 5 x 60 cm

waterproofing toilet Awazseal, Sintaproof, Isobond, Bituthene 2000 atau


sejenisnya
Semen Floor Harderner Ex. Seperti Sika Grout 214-11, Conbextra GPXtra dari
Fosroc, atau Hitchins
Vinyl Sheet Ex. Forbo, Amstrong, Tarkeet
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 HT saat terpasang tidak terisi spesi HT yang “kopong” (tidak terisi


penuh spesi penuh Dibongkar dan
diganti dengan pemasangan yang
benar

2 Nat HT tidak sama Pada saat pemasangan dibuat


kepalaan pinjaman dan di tarik
rot dari kepalaan satu dengan
yang lainya, dan pemasangan
mengikuti tarikan benang

Sebelum dipasang dibawah lantai


3 HT terlepas akibat pemuaian kerja diberi pasir urug

4 Terjadi kerusakan/kotor akibat Diberi perlindungan terhadap


pemasangan/pelaksanaan pekerjaan pekerjaan yang berlangsung
lain diatasnya
- Analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA)
No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan arsitektur - Kejatuhan material - Selalu memakai Helm


dibawah pekerjaan dari atas Proyek dan bekerja
konstruksi lainya - Luka Berat, dalam jarak yang
Kematian cukup dengan
pekerjaan diatasnya

2 Pekerjaan arsitek yang - Terjatuh dari - Memakai safety Belt


berada pada ketinggian ketinggian atau Body harnes
Luka Berat, apabila bekerja dalam
Kematian ketinggian

3 Pekerjaan Arsitektur - Tersayat benda - Memakai spatu buth


yang berhubungan tajam pada tangan dan sarung tangan
dengan material tajam dan mengijak
matrial tajam
Luka ringan, Luka
Berat

4 Pekerjaan Arsitektur - Infeksi kulit akibat - Memakai spatu buth


yang berhubungan material dan sarung tangan
dengan Infeksi kulit Luka ringan, - Menghindari kontak
langsung dengan kulit

5 Pekerjaan Arsitekture - Infeksi kulit saluran - Memakai masker


yang minumbulkan debu pernafasan, Asma Debu apabila bekerja
dll pada area berdebu

Penyakit ringan, yang pekat


Penyakit berat
- Prosedur Pelaksanaan
Pekerjaan Waterproofing Coating pada area basah bukan atap
Ajukan approval material untuk waterproofing ke konsultan pengawas atau
MK

Bersihkan permukaan yang akan dilakukan waterproofing dari kotoran dan debu
- Buat tanggulan untuk keperluan test rendam

Buat lengkungan pada bagian sudut pertemuan antara bata dan permukaan
lantai

- Grouting area coring pipa pembuangan air kotor dengan combextra

- Campurkan material waterproofing

Lakukan pelapisan material waterproofing di area yg ditentukan sebagai lapisan


pertama, untuk lapisan kedua dilakukan setelah 3-4 jam setelahnya.

Lakukan test rendam dengan mengisi dengan air selama 2x24 jam. Tentukan
elevasi awal air dan lakukan pengecekan apakah terjadi kebocoran atau tidak.

- Beri tanda larangan masuk selama melakukan test rendam.

Pekerjaan Waterproofing Membrane pada area atap

Ajukan gambar shop drawing dan approval material ke konsultan pengawas atau
MK sebelum memulai pekerjaan
Bersihkan area lantai yang akan dilakukan waterproofing
Permukaan harus rata dan bebas dari lubang, bersih dari debu, minyak dan
kotoran

Lakukan pembuatan sudut pada pertemuan dengan bata dengan mengisi mortar
Lakukan lapisan perekat primer dengan menggunakan kuas atau roller pada
permukaan, biarkan lapisan primer kering kurang lebih 1 jam jika cuaca cerah
Pasang waterproofing membrane pada area pojok terlebih dahulu
Pemasangan pertama kali dilakukan pada titik terendah (Drain)

Pemasangan Waterproofing membrane dilakukan dengan melepas lapisan plastic


lalu menempelkannya pada bidang yang sudah dilapisi lapisan primer terlebih
dahulu

Untuk pemasangan berikutnya dilakukan overlap pemasangan sebesar kurang


lebih 10cm
Untuk hasil yang baik, pemasangan harus dilakukan sedikit demi sedikit dengan
cara dipress dengan hand roller

Setelah pekerjaan selesai lakukan test rendam selama 1 hari menggunakan air
dengan tinggi air 5 cm.

Setelah selesai test rendam lakukan penutupan membrane dengan screed atau
material lainnya, dikarenakan membrane tidak tahan terhadap panas matahari.
Pekerjaan Lantai Granite Tile dan Keramik

Sebelum dimulai diajukan dahulu request kerja dan approvel material dilampiri
Shop Drawing mengenai pola Lantai
Pekerjaan pengukuran dan marking area yang akan dipasang

Sortir material keramik untuk mendapatkan keseragaman ukuran, presisi dan


gradasi warna

Khusus untuk Keramik Rendam material keramik yang sudah disortir kedalam bak
air ± 1 jam, setelah itu keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat
tatakan yang sudah disiapkan

- Pekerjaan pasang kepalaan keramik


Pasang keramik seluruh bidang dengan mengikuti patokan kepalaan keramik
Lakukan pengisian nad keramik dengan grout. Grout merupakan mortar(semen)
yang dipergunakan untuk mengisi kekosongan atau celah keramik.
· Pekerjaan Vinyl Sheet
· Ajukan shop drawing dan approval material vinyl ke konsultan pengawas atau
MK
· Pembersihan Lahan Kerja & Pengukuran
· Screeding Levelling acian/Hardener sebagai Lantai Kerja
- Pemasangan lembaran Lantai Vinyl dengan menggunakan lim kuning sebagai
perekat, Oleskan lim kuning pada permukaan lantai dan pada dasar vinyl.
Olwskan secara merata kemudian tunggu lem sedikit kering baru kemudian
rekatkan vinyl ke lantai, pasang perlahan sehingga lembaran vinyl yang terpasang
tidak menggelembung

Pemasangan selanjutnya dilakukan sama seperti pemasangan sebelumnya. Join


antara Vinyl satu dengan lainya dilakukan Pengelasan / Welding sambungan vinyl
dengan menggunakan solder pemanas

- Saat pemasangan pada sudut antara dinding dan lantai akan menggunakan
landasan berbentuk cekung untuk membuat vinyl pada sudut menjadi cekung.
- Setelah pemasangan lembaran vinyl selesai kemudian lakukan Perapihan Bekas
Welding / Tongolan bekas welding oada sambungan

Pekerjaan Floorhardener

Penaburan Floor Hardener dilakukan secara merata saat hasil cor belum
mengering atau setengah kering

- Finishing dengan Trowel Finish atau dilakukan manual pada tempat yang sulit
dijangkau (daerah dekat kolom). Kemudian dilakukan pengamatan terhadap
kerataan elevasi pelat lantai

Setelah dilakukan finishing dengan Trowel dilakukan curing compound. Sehari


setelah pengecoran dilakukan curing dengan air 2x sehari.
2. PEKERJAAN PASANGAN PLAFOND (STANDAR)
- Lingkup Pekerjaan
- Pemasangan plafond gypsum tebal 9 mm 6.737,05 m2
- Pemasangan plafond GRC tebal 6 mm 341,80 m2
- Memasang List Plafond 6051,41 m’
- Plafond Exposed 258,71 m2
Peralatan yang Digunakan
Alat potong
Screw drailing
Dan alat pertukangan plagond lainya
Bahan yaang digunakan
Gypsum 9 mm
Rangka Plafond sistem metal furing dan cross tee main tee
List Plafond Gipsum
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Terjadi retak pada joint Diberi Peper joint dan dikompon


(Sambungan) dengan menggunakan compon
yang benar

2 Tidak flat / Terjadi Melengkung Pada saat sebelum pemasangan


board harus dilefeling terlebih
dahulu dengan cara menyetel
kawat penggantung rangka
sehingga benar-benar flat

3 Kompon Tidak rata Compon Di amplas

4 Lis Plafond Terlepas Diberi perekat sejenis “Alkasit”


Prosedur Pelaksanaan

Sebelum pelaksanaan semua bahan dimintakan persetujuan Direksi / Konsultan


Pengawas, dilampiri Shopdrawing.
Pemasangan kerangka harus menyesuaikan modul pemasangan board.

Marking rencana elevasi dan posisi titik penggantung, buat garis sipatan pada
dinding & as sumbu ruangan.

Pasang penggantung dan rangka hollow tepi (Wall Angle) tepat pada sipatan.

· Pasang tarikan benang memanjang, melintang dan diagonal sebagai acuan elevasi
dan kelurusan plafon
- Pasang rangka plafon arah melintang dan memanjang, pastikan pasangan rangka
rata dan lurus

- Pasang panel gypsum pada rangka hollow yang sudah terpasang rata dan lurus
sesuai elevasi rencana. Perhatikan bahwa ujung panel gypsum tepat berada pada
as rangka, dan sambungan panel gypsum adalah saling silang (staggered).
Disarankan menggunakan screw gypsum type “S”

Marking posisi accessories M/E pada panel gypsum yang sudah terpasang dan
lubangi posisi accessories M/E yang sudah dimarking pada panel gypsum

Finishing permukaan plafon

Pasang accessories M/E pada plafon

PEKERJAAN SANITAIR (STANDAR)


Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Pengadaan unit sanitair
Pekerjaan pemasangan unit sanitair
Bahan Yang digunakan
Unit sanitair
Kloset duduk lengkap dengan aksesoris 78 Unit
Wastafel gantung lengkap dengan aksesoris 57 Unit
Kaca cermin
Jet washer
Tisue holder
Hand shower lengkap dengan aksesories
Curtain Rod Type 1829 Ø 25 mm, Tinggi 218 cm
Soap holder
Urinoir
Floor drain
Hand railling di toilet difable dan toilet R. Inap
Memasang kran dinding Ø 1/2"
Memasang Spoel Hook
Memasang kran air panas dingin

Peralatan yang Digunakan


Peralatan pertukangan Plumbing
Peralatan pertukangan batu
Permasalahan yang muncul dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Sparing out put dan atau input tidak Memastikan type pemakaian
sesuai, misal yang sering terjadi sanitair yang akan dipasang
adalah outlet closet yang salah
ukuran dari tepi dinding bagian
dalam ke as outlet

2 Lubang-lubang input yang tidak pas Memastikan type dan jenis yang
dengan peralatan, misal input pada akan dipasang
urinoir terlalu rendah atau terlalu
tinggi
Prosedure Pelaksanaan
Pengajuan request dan approval Material kepada konsultan pengawas/owner
Menyiapkan sparing-sparing sanitair pastikan ukuran dan jarak pasangnya

Memasang joint dengan rapat dengan bahan perekat yang kuat sehingga tidak
bocor - Pemasangan Seal Gasket

- Pemasangan tank trim dan pemasangan handle lever

- Pemasangan Body & Tanki

4. PEKERJAAN PENGECATAN (STANDAR)


- Lingkup Pekerjaan
- Pengecatan dinding emultion paint 6.484,65 m2
- Pengecatan dinding Eksterior 367,27 m2
- Pengecatan plafond emulsion paint 6.155,68 m2
- Pengecatan dinding Epoxy 8.709,04 m2
Bahan Yang digunakan
Exterior ( Acrylic Weathershield )
Interior ( Acrylic Emulsion )
Cat Epoxy
Peralatan yang Digunakan
Peralatan pertukangan cat
Permasalahan yang muncul dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Terlihat retak rambut pada cat yang Dinding tembok Dialasi


sudah finish sieler/basecout sebelum di cat

2 Terjadi jamur, dan cat luntur Bidang dinding dipastikan dalam


keadaan kering tidak keluar air
- Prosedure Pelaksanaan

Pembersihan dinding acian.Bersihkan permukaan plafon dari debu, kotoran dan


bekas percikan beton atau semen dengan kain lap dan skrap

Perbaiki bagian dinding yang cacat


Haluskan permukaan dinding yang akan dicat
Proteksi bidang lain agar tidak terkena cat

- Lakukan pekerjaan cat dasar/sealer


Lakukan pekerjaan cat finis lapisan pertama
Lakukan pekerjaan cat finis lapisan kedua

Pekerjaan pembersihan Cek, apakah pengecatan finish yang terakhir itu sudah
rata. Apabila sudah rata, bersihkan cat-cat yang mengotori bahan bahan/pekerjaan
lain yang seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.

Pengecatan dinding Epoxy

Persiapan substrat diperlukan untuk memastikan adhesi antara produk epoksi dan
substrat. Metode yang sesuai adalah pengamplasan atau diamond-grinding. Setiap
permukaan yang telah terkontaminasi dengan minyak mungkin juga memerlukan
pembersihan kimia.

Gunakan vakum industri untuk mengambil partikel debu, permukaan dinding harus
dibersihkan dari semua debu dan residu sebelum mulai proses pengecatan.

Pastikan area tersebut berventilasi dengan baik udara bisa bersirkulasi dengan
baik.

Pelapisan pertama dengan cairan priming, isi semua celah, lubang dll dengan
epoxy grout termasuk retakan retakan tipis (Retak rambut harus diisi dengan epoxy
grout.

Setelah lantai selesai dipriming Biarkan lapisan primer tersebut kering terlebih
dahulu selama 12 jam Setelah kering, kemudian lapisi dengan base epoxy coat,
kemudian body coate, dan top coatesecara bertahap (aduk dengan mesin cairan
epoxy kurang lebih 5 menit)
pergunakan roller dengan kualitas yang baik, dimana bulu bulunya tidak akan
rontok ketika digunakan

Proses pelapisan hendaknya dilakukan sebanyak 2 kali, dengan metode saling


silang

Pastikan pintu dan jendela terbuka saat proses pengerjaan, karena bila terhirup
dalam keadaan ruangan tertutup akan berbahaya bagi para pekerja

Setiap selesai melakukan pelapisan cat, lantai tidak boleh dilewati oleh orang sama
sekali ataupun gerobak, dan kendaraan dalam ruangan lainnya, hingga 12 jam

PEKERJAAN RAILLING DAN HAND RAILLING (STANDAR)


Lingkup Pekerjaan
- Railling tangga Utama 30,37 m’
- Hand Railling tangga Darurat 299,84 m’
- Hand Railling Void Dan Ramp Entrane 26,20 m’
- Hand Railling Void 12,7 m’
Bahan yang digunakan
Pipa railing untuk tangga darurat menggunakan pipa BSP 2” di cat duco

Railing tangga utama menggunakan pipa stainles steel 2” tebal 0.75 mm produk
lokal

Peralatan yang Digunakan


Alat potong
Las Listrik
Screw draiver
Borr mesin
Meteran baja
Dan alat batu lainya
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Smbungan kurang rapi penyepuhan Kawat las yang digunakan harus


stainlisnya sesuai dan penghalusan
sambungan harus maksimal
dengan menggunakan “ Watu Ijo”

2 Miring, Tidak ketemu sisi satu Dilakukan marking sbelum


dengan yng lain pabrikasi dan pemasangan

Analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA)


No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan arsitektur - Kejatuhan material - Selalu memakai Helm


dibawah pekerjaan dari atas Proyek dan bekerja
konstruksi lainya - Luka Berat, dalam jarak yang
Kematian cukup dengan
pekerjaan diatasnya

2 Pekerjaan arsitek yang - Terjatuh dari - Memakai safety Belt


berada pada ketinggian ketinggian atau Body harnes
Luka Berat, apabila bekerja dalam
Kematian ketinggian

3 Pekerjaan Arsitektur - Tersayat benda - Memakai spatu buth

yang berhubungan tajam pada tangan dan sarung tangan


dengan material tajam dan mengijak
matrial tajam
Luka ringan, Luka
Berat
4 Pekerjaan Arsitektur - Infeksi kulit akibat - Memakai spatu buth
yang berhubungan material dan sarung tangan
dengan Infeksi kulit Luka ringan, - Menghindari kontak
langsung dengan kulit

5 Pekerjaan Arsitekture - Infeksi kulit saluran - Memakai masker


yang minumbulkan debu pernafasan, Asma Debu apabila bekerja
dll pada area berdebu
Penyakit ringan, yang pekat
Penyakit berat
Pekerjaan persiapan meliputi : pembersihan lokasi, seleksi dan negosiasi vendor,
pengadaan material , pengaturan lokasi stock yard material pipa black steel dll

Pengukuran dan penandaan lokasi titik tiang tangga di atas – Bordes – bawah
tangga

Pasang Tiang Railing pada awal Trap Tangga & pada Bordes Lantai atasnya.
Tarik benang antara tiang railing
Pasang tiang railing sesuai dengan gambar
Cek kelurusan tiang (waterpass)
Matikan dudukan tiang railing

Pasang railing horisontal/Hand railing


Pasang semua komponen railing

Ratakan dan haluskan sambungan railing serta bersihkan railing tangga yang
telah terpasang
Lakukan zincromate pada railng tangga

Lakukan pekerjaan pengecatan secara bertahap dan berulang untuk mencapai


hasil yang maksimal

6. PEKERJAAN MODULAR OPERATING THEATER (MOT)


- Lingkup Pekerjaan
Panel Dinding : Enamel panel Antibacterial, Schnell Panel made in Korea
Panell Plafond : Enamel Panel antibacterial, Schnell Panel made in Korea
Laminar airflow pada plafond dengan ukuran 2400x2400x500 mm Bingkai terbuat
dari aluminium profil, panel body dilapisi XPS, bagian luar terbuat dari lembaran
baja dicat warna,
Operating Timer ukuran 750 x 650 mm ( jam, countdown, temp, humidity),
recessed on wall
X-Ray Film Viewer, kap. 2 nec, uk. 800 (w) x 500 (h) mm, recessed on wall
Lampu penerangan LED Panel 36 W ( 300 x 1200 mm )

Sliding Hermetic Automatic Single Door, Size : 1600 (w) x 2150 (h) mm : Pintu
Masuk OK
Passbox KP Uk. 800 x 800 x 500, SS Mirror, Elecktrik Interlock System
Lemari Alat SS mirror SUS 304 Uk. 1200 mm x 1600 mm x 400 mm
Lemari obat SS mirror SUS 304 uk. 1200 mm x 1600 mm x 400 mm
Writing Table uk. 750 mm x 600 mm x 50 mm

Return grill (400 mm x 800 mm) Open Grille, Stainless Steel blade & Frame
Construction
Relief dampar Size : 340 x 340 mm

Electrical Socket Unit (PGM) 6 Socket power which 2 socket can swivel AND
Locking
Wall Outlet Unit : 5 function
Lampu indikator Ruang OK
Lapisan timbal t.2mm Dinding R. OK dan pengetesan lulus BAPETEN
- Peralatan yang Digunakan
Adapun jenis alat yang dipakai selama pekerjaan antara lain :
Benang Marking ( Benang sipat )
Aneka Pengaris Siku
Bandul atau Lot
Meteran Baja
Laser Pointer
Penjepit
Aneka Tang
Mesin obeng electric
Mesin Bor tangan
Mesin Cutting Wheel
Mesin potong Alumunium
Aneka Palu
Aneka Obeng dan kunci L
Kapek sealent
Stang Sealnt
Hand Vacuum
Dan lain –lain.
Bahan yaang digunakan

Enamel panel Antibacterial, Schnell Panel made in Korea (dinding dan plafond)

Outside layer PCM 0.5 T + Gypsum Board 12,5 T Inside Layer Fire + Waterproof
Laminar airflow pada plafond dengan ukuran 2400x2400x500 mm
Lampu penerangan LED Panel 18 W (NDL 442/2 x 18 W )
Operating Timer ukuran 750 x 650 mm

X-Ray Film Viewer, kap. 2 nec, uk. 800 (w) x 600 (h) mm
Sliding Hermetic Automatic Single Door Size : 1600 (w) x 2150 (h) mm
Passbox KP Uk. 800 x 800 x 500, SS Mirror, Elecktrik Interlock System
Lemari Alat, Lemari obat bahan SS mirror SUS 304
Writing Table uk. 750 mm x 600 mm x 50 mm
Return grill (400 mm x 800 mm) Open Grille, Stainless Steel blade & Frame
Relief dampar Size : 340 x 340 mm
Vynil Homogenous T = 2 mm

Electrical Socket Unit (PGM) 6 Socket power which 2 socket can swivel and
locking
Wall Outlet Unit : 5 function
Stainless Steel Scrub sink for 2 person (Kuppe)
Double Arm Pendant ( Fixed Type ) Made In Korea
Kendala-Kendala Yang Mucul Dan Penangananya

NO KENDALA - KENDALA PENANGANAN

1 Peralatan saat mobilisasi - Pengelompokaan sesuai serial


tercampur sehingga namber dan ukurannya padasaat
memungkinkan kesalahan mobilisasi
penginstalan dan
memperlambat penginstalan

2 Pasangan panel MOT tidak siku - Marking bidang terlebihdahulu


sebelum pemsangan angkur dan
rangka

3 Terjasi rongga pada sambungan - Pemberian sealent plastik pada


Ceiling & Wall panel sehingga setiap sambungan panel
tidak kedap udara

4 Pemasangan rangka untuk pintu - Lot untuk mengatur ketegakan


automatick miring dan mudah sampai dengan pengelasan
goyang pengikatanya harus selalu lot

rangka pintu harus tertanam


angkur dan dipegang oleh
konstruksi besi antikarat dari
semua bagian
Prosedur Pelaksanaan
Peretujuan

Pengajuan Approval material dan penunjukan aplikator MOT sesuai merk yang
dispesifikasikan kemudian melakukan presentasi terhadap pengaplikasian dan cara
kerja product

Setelah approval material dan aplikator disetujui bersama kemudian dilakukan request
kerja
Mobilisasi Barang

Persiapan dan mobilisasi material dilakukan dengan tujuan agar pada saat perakitan
atau assembly material pengambilan tidak terlalu jauh sehingga waktu yang dibutuhkan
akan lebih efisien dan proses akan lebih cepat terselesaikan.
Pengelompokan Jenis Material

Proses pengelompokan dilakukan berdasarkan jenis material dan serial number yang
tertera pada material. Tujuan serial number pada material adalah untuk membedakan
antara material satu dengan yang lain dengan ukuran, bentuk dan bahan hampir sama
sehingga instalator tidak sulit untuk membedakan atau salah pada saat pengambilan
dan pemasanganya.
Marking dan Leveling Pintu Automatic

Marking adalah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan cara membuat garis pada
lantai atau pada dinding sesuai dengan gambar shopdrawing. Tujuan dari marking
adalah Untuk menentukan posisi suatu alat yang akan dipasang sehingga jika terjadi
tketidak sesuai dengan shopdrawing akan langsung ketahuan dan dapat dicari
solusinya dengan cepat.

Leveling Pintu Automatic adalah suatau pekerjaan yang dilakukan untuk menentukan
posisi pintu automatic sudah terpasang dengan benar, sehingga fungsi dari pintu
outomatic tidak berubah dan dapat bekerja dengan sempurna. Tujuan Levelin adalah
untuk menentukan posisi pemasangan pintu sudah sesuai dengam shopdrawing
ditinjau dari arah vertical dan horizontal.

Penempatan Posisi Pass Box

Penempatan alat yaitu pass box pada dinding ruang operasi dimaksudkan untuk
menentukan posisi yang tersedia sudah sesuai dengan dimensinya, hal ini
dimaksudkan menghindari perubahan atau pembongkaran support pass box medical
gas yang sudah terpasang rapi ( Marking Sementara ) sebelum proses pekerjaan lain
dilanjutkan.

Marking Lantai untuk Pondasi Bagian Bawah

Marking lantai adalah proses pembuatan garis bantu pada lantai yang akan digunakan
untuk peletakan pondasi bagian bawah, dimana pondasi tersebut akan digunakan
sebagai tumpuan berdirinya dinding operasi. Tujuan marking pada lantai dimaksudkan
untuk menempatkan pondasi bagian bawah dan menentukan posisi dinding operasi
real pada saat assembly, dengan demikian pada saat pemasangan dinding akan lebih
cepat dengan acuan garis marking dengan ketelitian + 1 mm.
Cara Pengambilan Titrik Awal Garis Marking

Proses Marking pada lantai ini dilakukan dengan dimulai dari posisi pintu atau bagian
dinding posisi A, Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan yang

diakibatkan kurang ketelitian pengambilan garis (+ 1 mm). Dengan mengacu


pengambilan garis dari satu titik (acuan) maka untuk mengambilan garis berikutnya
akan lebih mudah dan kesalahan dapat diminimalisasi. Pada proses ini gambar yang
ada di shopdrawing di gambarkan di lantai.

Pemasangan Rel Pintu Automatic (Hermatic Door)

Pintu automatic adalah suatu pintu yang menggunakan system untuk membuka dan
menutup daun pintu secara otomatis dengan tenaga penggerak tenaga listrik, untuk
membuka dan menutup menggunakan perintah dari sinyal yang diperoleh pada sensor
yang terletak pada bagian bawah dengan ketinggian 15 cm dari permukaan lantai.
Waktu yang digunakan untuk menutup dan membuka pintu tersebut bisa disesuaikan
dengan cara mengatur pada sensor waktu ( timer ).

Rel pada pintu operasi bertujuan untuk memberikan arah pada saat pintu
membuka atau menutup sehingga jalur pintu tidak berubah atau bergeser ke posisi
yang tidak diinginkan sehingga posisi pintu pada saat menutup akan menjadi rapat.
Posisi rel pintu ini terletak pada bagian atas daun pintu, sehingga posisi atau leveling
rel pintu merupakan hal terpenting baik dan buruknya dari fungsi kerja pintu operasi.

- Melanjutkan Pekerjaan Marking bagian dalam Alcove

Proses marking pada bagian pada lantai untuk menggabarkan posisi panel dan posisi
rangka yang berada pada sisi bagian dalan alcove. Tujuan proses pekerjaan marking
ini adalah untuk memudahkan pada saat pemasangan dinding alcove dan rangka
sehingga diharapkan pada saat assembly posisi sudah tepat dengan ukuran yang
tertera pada shopdrawing.
Alcove adalah Bagian dinding operasi yang menjorok ke dalam dari bagian sisi
dinding yang lainya.. Fungsi alcove adalah untuk menempatkan pemasangan Panel
dinding yang terpasang pada joint wall.
Penempatan / Setting posisi pondasi bawah

Setting pondasi bawah adalah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan cara
menempatkan pondasi bagian bawah yang akan dipakai sebagai alas konstruksi
rangka dinding operasi. Tujuan setting adalah untuk menempatkan semua pondasi
sesuai posisi dan serial number yang tertera pada shopdrawing sehingga jika terjadi
ketidak sesuaian antara marking dan dimensi pondasi dapat langsung diketahui
penyebab kesalahanya.

Proses penempatan pondasi bawah dinding operasi atau proses setting untuk
penyambunganya antara bagian pondasi satu dengan pondasi yang lain harus di
sambung dengan rapat dengan ketelitian + 1mm, sehingga memerlukan alat yang
digunakan sebagai penjepit dengan maksud kerenggangan diantara keduanya hampir
tidak ada. Tujuan lain dari pemakaian alat diatas adalah untuk meratakan sisi pondasi
satu dengan posisi sisi bagian yang lain atau bidang yang digunakan sebagaian acuan
penjepit.
Pemasangan Pondasi
Pengeboran Lantai

Proses pengeboran terhadap lantai pada tahap ini yaitu pengeboran yang
dilakukan pada posisi pondasi bagian bawah di bagian lubang ( Posisi hole ),
dengan tujuan untuk pemasangan anchor yang berfungsi media pengikat pondasi
dinding operasi dengan lantai. Setelah lubang (hole) terbentuk hasil pekrjaan
pelubangan dengan bor tangan maka sisa debu atau sekrap hasil pekerjaan bor
harus dikeluarkan sampai bersih dengan tujuan agar pada saat anchor di
kencangkan maka anchor tersebut akan mengikat dengan kuat tanpa debu sebagai
penghambat cengkraman.

Kedalaman lubang anchor harus disesuai dengan ukuran dan type anchor yang
akan dipakai, tidak dibenarkan terlalu dangkal dan terlalu dalam.

Pemasangan Anchor

Proses pemasangan anchor ini dilakukan dengan cara membuat lubang dengan
menggunakan bor tangan elektrik hingga kedalam tertentu ( Batas kaki - baut pada
anchor )

Tahap pertama dalam pemasangan anchor ialah dengan cara memasukan anchor
kedalam lubang di lantai di atas pondasi bawah, kemudian memukul pin anchor
sampai maksimal mungkin dan pada posis tersebut anchor sudah kuat dan tidak
bisa digerak-gerakan lagi, apabila didapatkan anchor tersebut masih bisa digoyang
maka pembuatan lubang dinyatakan kurang bagus hal tersebut disebabkan oleh
pembuat lubang yang terlalu besar dari diameter anchor atau masih banyak sekrap
atau pengotor didalam lubang sehingga kaki anchor tidak bisa menjepit dengan
kuat oleh pengotor tersebut.

Tahap kedua setelah pemasangan anchor adalah dengan cara mengencangkan


baut pada anchor dengan diulir searah jarum jam, kekuatan yang diperlukan untuk
mengencangkan baut sesuai dengan kebutuhan, semakin kuat untuk
mengencangkan maka akan menghasilkan cengkaran anchor yang semakin kuat.
Hal tersebut didasarkan dengan melihat kekutan lantai beton dan kekuatan bahan
pondasi kontstruksi.
Leveling Ketinggian Pondasi Konstruksi Rangka R. OK

Leveling ketinggian pondasi kontruksi adalah suatu pekrjaan yang dilakukan untuk
melihat ulang (Cek) disetiap bagian yang nantinya akan terpasang tiang konstruksi.
Maksud dan tujuan leveling adalah untuk mendapatkan ketinggian tiang konstruksi
yang sama rata antara yang satu dengan yang lain karena tiang tersebut akan jadi
tumpuan ceiling OK, apabila posisi tiang miring atau tidak rata maka sudah dipastiakan
posisi ceiling juga akan tidak rata/miring.

Leveling ketinggian pada pondasi konstruksi pada kenyataanya berbeda antara


posisi yang satu dengan yang lain, untuk mengatasi hal tersebut team C&U telah
mempersiapkan benda untuk pengganjal berupa besi galvanis plat dengan ketebalan
0,2 mm, 0,3 mm dan 0,8 mm yang diletakkan dibawah tiang etrsebut sampai didapat
ketinggian seperti yang diharapkan atau ketinggian yang sudah ditentukan.

Pasang Tiang Konstruksi

Pemasangan tiang konstruksi dipasang setelah pondasi bagian bawah terpasang, hal
ini dilakukan dengan proses pengganjalan jika didapati ketinggian yang tidak sama
sampai didapat kesamaan tinggi permukaan.

Proses pengukuran pada pemasangan tiang konstruksi merupakan hal yang paling
penting, karena hasil pengukuran tersebut akan menentukan ke bagian yang lain.
Bagian ktiang yang diukur adalah posisi kemiringan dengan arah sumbu X (kanan –
kiri), sumbu Z (depan – belakang) dan sumbu Y (tinggi-rendah). Pengukuran dilakukan
sebelum dan sesudah pemasangan tiang kontruksi terpasang akan tetapi team kontrol /
Cek ukuran haruslah bukan orang yang melakukan pemasangan melainkan team lain
karena jika pengecekan dilakukan oleh team pemasang maka hasil pengukuran
dianggap benar tetapi jika team lain kemungkinan besar lebih akurat.
Pasang Pondasi Bagian Atas

Proses pemasangan pondasi atas merupakan langkah pekerjaan berikutnya setelah


pemasangan tiang konstruksi dilakukan. Posisi pondasi bagian atas tersebut
menopang pada tiang konstruksi. Metode pengukuran juga dilakukan pada pekerjaan
ini dengan cara leveling posisi horizontal dan setelah dimensi yang ditentukan didapat
maka proses pengikatan dengan cara mengencangkan mur – baut dilakukan dengan
menggunakan mesin bor electric yang difungsikan sebagai obeng electric dengan
system Charge.

Pemasangan Suport Pondasi Atas Alcove


Pemasangan suport pada alcove bertujuan untuk menggantung pondasi atas alcove.
Support tersebut menggunakan bahan material longdrat d = 10 mm sebagai gantungan
yang terikat pada dynaset yang tertanam pada dak plafon atas di ruang tersebut.

Pemasangan Pondasi Alcove bagian Atas

Pondasi alcove terletak dibagian atas yang digantung pada longdrat yang tergantung
pada dak plafon. Fungsi utama dari pondasi alcove adalah untuk menggantung rangka
struktur khususnya alcove supaya ketinggianya sama / tidak miring dan rangka menjadi
kokoh.

Leveling Pondasi Alcove

Proses pengukuran ( Leveling) harus selalu dilakukan pada setiap akan dimulai dan
setelah pekrjaan tersebut selesai, tujuan dari pekerjaan tersebut adalah untuk
mendapat ukuran yang presisi dan tidak menimbulkan pengaruh terhadap konstruksi
lainya.

Memasang Rangka Dinding

Memasang rangka dinding operasi adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk
memasang rangka bagian atas, tengah dan bagian bawah, dimana rangka tersebut
akan digunakan sebagai dudukan atau uport dinding panel ruang operasi.
Pemasangan rangka dinding dimulai dari dari dinding posisi B dan D, hal ini di
maksudkan karena dinding tersebut memakai alcove. Dinding alcove memiliki rangka
konstruksi yang banyak dan harus terpasang dengan baik dan benar

Menaikan / Memasang Alcove

Alcove adalah bagian dinding operasi yang menjorok kepermukaan dalam, yang
nantinya akan dipasang board panel. Menaikan / memasang rangka konstruksi alcove
adalah proses pemasanganya dengan lengkap dan semua rangka pendukungnya hal
ini tidak lepas dari pengukuran dan cek leveling setelah rangka tersebut terpasang.
Peralatan utama yang dipakai dalam pemasangan alcove tersebut adalah:

Obeng Electrik sebagai pengeras sekrup


Curampu sebagai alat bantu cengkram / penjepit
Laser Pointer sebagai alat batu pengukuran
Meteran sebagai alat ukur
Pemasangan Box Grounding

Box Grounding adalah suatu alat yang terpasang pada rangka konstruksi ruang operasi
yang terletak pada bagian dalam. Box grounding ini akan disambungkan dengan kabel
warna hijau dengan output disamping kanan dan kiri box tersebut, dengan tujuan
apabila terjadi kebocoran arus yang mengalir pada rangka konstruksi makan arus
tersebut akan masuk ke box grounding kkemudian diteruskan ke ISOBANK.

Box grounding pada ruang operasi terdapat pada masing-masing sisi dinding,
dengan demikian jumlah yang terpasang sebanyak 4 bh.

Pemasangan Plat Aluminium Dinding

Pemasangan plat dari aluminium yang terletak pada posisi bagian bawah panel. Plat
aluminium tersebut berpungsi sebagai sebagai bidang penyangga vinil dengan posisi
vertical.
Pemasangan Equipment Pada Dinding A

Pemasang equipment adalah suatu proses pemasangan atau menempatakan


equipment yang terletak pada sisi dinding operasi bagian A. Equipment tersebut adalah
ISOBANK, Passbox dan Control panel yang harus terpasang terlebih dahulu sebelum
dinding panel terpasang.

Pemasangan Rangka Dinding Alcove

Pemasangan dinding rangka alcove adalah proses pelaksanaan pekerjaan yang


dilakukan untuk memasang rangka dinding alcove pada bagian samping, Rangka
alcove tersebut sebagai penghubung antara dinding alcove dan dinding sisi miring yang
terdapat return grill. proses pemasangan rangka harus lurus dan rata sama besar
antara sisi samping kanan dan sisi samping kiri.

Pemasangan Frame Stainless Steel Pelindung

Frame pelindung adalah frame yang berfungsi sebagai pelindung rangka konstruksi
dari tampilan luar yang terletak pada sudut alcove bagian luar dan pada saat dinding
dipasang frame tersebut bisa berfungsi sebagai dudukan panel sehingga didapat
permukaan yang sama rata dan simetris.

Proses pemasangan stainless steel harus dilakukan dengan benar, dalam arti dari
ketinggian di setiap sisi harus sama dan disetiap sudut harus tegak lurus sebab jika
tidak akan mempengaruhi hasil dari pemasangan material yang lainya. Conecting
Kabel menuju Isobank

Conecting kabel adalah pekerjaan penyambungan kabel yang sudah di instalasi sesuai
jalur yang ditentukan ke dalam isobank, pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara
mengupas ujung kabel dan menyambungkannya ke titik panel control yang terdapat
dalam isobank. Instalasi kabel yang berasl dari 3 jalur instalasi :

Equipment

Equipment adalah alat – alat pendukung untuk proses operasi medik yang
terpasang di dalam ruang operasi untuk memudahkan dalam pekrjaan tersebut,
Equipment terdapat di 2 posisi :
1). Equipment Dinding

Equipment dinding adalah semua alat yang terpasang di dinding ruang operasi
sebagian besar memerlukan power listrik dan ada yang tidak memerlukan
power listrik. Alat-alat pendukung (Equipment) yang terpasang ruang operasi.

Equipment dinding yang memerlukan power listrik : lemari pemanas,


lemari pendingin, Film viewer, Kontrol panel dan pintu operasi.

Equipment dinding yang tidak memerlukan power listrik : Almari kaca dan
medical gas
Pemasangan Operating Timer ( jam, countdown, temp, humidity)

2). Equipment Ceilling

Equipment Ceilling adalah semua equipment yang terpasang pada bagian atas
ruang operasi yang memerlukan power listrik dimana instalasi tersebut
terhubung langsung ke Isobank, adapun alat tersebut antara lain : Lampu
Opersi dan Pendant.

Grounding

Grounding adalah system instalasi listrik yang terhubung dengan body rangka
konstruksi ruang operasi sebagai arus netral, Hal ini bertujuan agar jika ada arus
bocor pada instalasi equipment maka panel isobank akan trip (Off ) hal ini bertujuan
agar tidak ada arus yang mengalir pada dinding operasi sehingga
orang yang berada di dalam ruang operasi akan aman dari kontak langsung
dengan arus listrik (safety)

Pemasangan Joint Wall

Join wall adalah bagian dari dinding operasi yang terpasang diantara sambungan
dinding panel satu dengan yang lain yang terletak pada rangka konstruksi. Fungsi lain
dari joint wall adalah sebagai support (dudukan ) atau rel bored panel dan apabila pada
rel tersebut tidak terpasang joint wall maka di sisi tengah diberi seal yang terbuat dari
bahan plastik yang panjang yang berfungsi sebagai list. joint wall dipasang pada posisi
tengah tiang konstruksi dengan cara disekrup.
Pemasangan Benda alcove

Alcove adalah bagian dinding operasi yang permukaan dindingnya mengarah ke


bagian dalam untuk posisi board panel. Alat yang harus dipasang bagian atas alcove
salah satunya adalah box Input instalasi yang berfungsi sebagai tempat untuk jalur
masuk kabel instalasi

Pembuatan Suport Ceilling

Ceilling Ruang Operasi dari C&U japan memerlukan support berupa gantungan dari
longdrat, support berfungsi untuk menggantung rangka ceiling yang terbuat dari panel
dan lampu penerangan ruang operasi sebab apabila rangka ceiling tersebut tidak ada
maka rangka ceiling akan lendut (melengkung). Unuk membagi beban secara merata
pada support tersebut maka diperlukan support dengan jumlah dan jarak yang sama,
untuk itu diperlukan langkah –langkah sebagai berikut :

Marking Ceilling

Marking ceilling adalah suatu proses pekerjaan membuat garis bantu untuk posisi di
ceiling tetapi proses penggambaranya di lakukan di lantai, untuk menerapkan atau
plot dari lantai ke ceilling maka diperlukan dua buah laser pointer yang ditempatkan
dilantai dengan arah sinar tegak lurus diantara keduanya, pada saat sinar tersebut
saling bertemu maka diposisi tersebut di tetapkan sebagai titik posisi dyna set untuk
support ceilling dan dilakukan terus menerus jumlah yang sudah ditetapkan selesai
dikerjakan.

Pengeboran Duct Ceilling

Pengeboran pada duct ceilling merupakan langkah pembuatan lubang untuk


menempatkan dynaset yang ditananam kedalam duct tersebut.
Pasang Long drat
Longdrat adalah besi berbentuk bulat panjang dengan diameter tertentu yang
mempunyai drat atau bentuk ulir yang berfungsi sebagai pengikat mur sehingga
posisi support dapat dinaikan dan diturunkan sesuai ukuran yang dikehendaki
dengan cara memutar mur tersebut, putaran kekanan ( searah jarum jam ) untuk
menaikan dan putaran kekiri (berlawanan jarum jam) untuk menurunkan posisi
support.

Pemasangan Rangka / Tulang Ceilling OK

Rangka atau tulang ceilling adalah suatu konstruksi yang disusun sedemikian rupa
dan digunakan sebagai menopang ceilling atau plafon pada ruang Ok. Lampu
ruangan merupakan alat yang menempel pada ceilling atau plafon ruang OK
sehingga permukaan ceilling harus rata meskipun mendapat beban lampu
penerangan ruangan.

- Pemasangan Support Tulang Konstruksi

Suport Tulang Konstruksi adalah suatu konstruksi besi yang berfungsi untuk mengikat
rangka konstruksi ruang operasi dan tembok dengan tujuan kerangka tulang operasi
tidak bergerak ke kanan maupun kekiri.

- Proses Marking Ceilling

Proses Marking Ceilling atas adalah suatu proses pemberian garis atau tanda posisi
dyna set yang perfungsi sebagai support tulang plafon dengan menggunakan dua buah
laser pointer dengan arah garis tegak lurus dimana pada garis yang saling bertemu
dijadikan titik atau tanda posisi dyna set. Pada proses pekerjaan tahap ini hanyalah
menyelesaikan proses dari sebelumnya yang belum terselesaikan.

- Pembuatan Lubang Dyna Set

Pembuatan lubang dyna set adalah suatu proses pombuatan lubang dyna set dengan
cara dibor pada bagian yang sudah diberi tanda hasil proses marking.
Pemasangan Listrik pada pekerjaan hari ini adalah pemasangan dan cek ulang kabel
instalasi grounding pada rangka strukutur, cek dan test instalasi kabel isobank dan
instalasi pada kontrol panel yang terdapat pada dinding sisi A.

Pemasangan Rangka Ceilling Type L

Rangka plafon ceilling dengan bentuk L merupakan rangka plafon ceilling yang berada
wall panel pada bagian pinggir dari plafon, hal ini bertujuan untuk memudahkan pada
saat pemasangan dan kerapian. Rangka plafon ini berada diseluruh keliling dinding.

Pemasangan Rangka Ceilling Type T

Pemasangan rangka type T ini merupakan konstruksi rangka untuk ceilling atau plafon
dengan posisi yang ditengah dengan arah melintang membentang Ruang operasi.
Konstruksi rangka T ini harus di gantung dengan support, jika tidak maka rangka
tersebut akan melendut atau melengkung.

Pemasangan Alat Alcove

Pemasangan alat pada alcove adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk
pemasangan alat-alat yang ada di posisi alcove. Pada tahap tersebut meneruskan dari
pekerjaan yang belum terselesaikan diwaktu yang lampau.

Pemasangan Dinding Panel

Pemasangan dinding panel adalah proses pekerjaan pemasangan dinding atau tembok
ruang operasi yang terbuat dari bahan panel berwarna pink. Melihat pada ukuranya
yang besar maka seorang pekerja jika ingin mengangkatnya memerlukan alat bantu
atau tool berupa hand vacuum sebagai pemegangnya.
Perakitan Lampu Penerangan

Lampu yang dipakai untuk penerangan ruang operasi menggunakan system LED yang
dibawa dari C&U japan, akan tetapi kondisi lampu tersebut masih dalam kondisi
terpisah dan perlu dirakit atau assembly sebelum dipasang pada ceilling. Sebelum
proses pemasangan lampu dilakukan, proses pengukuran posisi lampu harus
disesuaikan dengan opening yang ada agar posisi lampu tersebut tepat ditengah dari
ceilling panel.
Pemasangan HVAC Filter

HVAC Filter merupakan filter penyaring bagian dari system tata udara yang dipakai
dalam ruang operasi menggunakan system udara bertekanan yang dicampur dengan
pengkondisian udara (AC).

Pemasangan Busa Sealent

Busa sealent adalah tali busa yang dipakai untuk mengganjal lubang atau membantu
penutupan pada celah yang ada pada sisi samping dinding panel, tujuan dari pekerjaan
ini adalah mengurangi pemakaian sealent yang lebih banyak sehingga lebih efisien.

Pekerjaan Sealent

Pekerjaan Sealent adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk menutup lubang sisi
samping dindung panel dengan menggunakan sealent (silicon). Proses pekerjaan
tersebut memerlukan ketelitian dan kerapian sehingga hasil yang diperoleh akan
sempurna, hal ini dilakukan oleh orang – orang yang terlatih atau terbiasa melakukan
pekerjaan tersebut.

Pemasangan Panel Ceilling

Pemasangan panel ceilling adalah suatu proses pekerjaan yang dilakukan untuk
memasang atau menaikan panel ceilling, pada tahap ini harus dilakukan lebih dari satu
orang hal ini disebabkan oleh material yang berat dan tempat yang sempit sehingga
jika dilakukan lebih dari satu orang maka pekerjaan tersebut akan menjadi ringan dan
aman.
Pemasangan Barang-barang Diatas Alcove

Pemasangan barang diatas Alcove adalah proses selanjutnya yang harus dilakukan
dan harus diselesaikan semua,termasuk dinding yang dapat dibuka dan ditutup untuk
maintenance jalur instalasi pipa dan instalasi listrik.

Pemasangan Dinding Panel pintu

Pemasangan dinding panel adalah suatu proses pekerjaan pemasangan dinding panel
pada pintu automatic sebagai pintu masuk Ruang operasi

· Pemasangan Body Lampu

Pemasangan body lampu adalah suatu pekerjaan dilakukan untuk mengerjakan


pemasangan body lampu yang terletak atau berada panel ceilling. Sebelum panel
ceilling terpasang pada rangka plafon maka body atau rangka lampu harus dirakit
terlebih dahulu pada panel ceilling tersebut.

- Pemasangan X-Ray Film Viewer, kap. 2 nec, uk. 800 (w) x 500 (h) mm, recessed
on wall

- Pemasangan Lampu penerangan LED Panel 36 W ( 300 x 1200 mm )

Pekerjaan Sealent

Pekerjaan Sealent adalah suatu pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan penutupan


celah lubang yang ada samping dinding panel di tiap tepi, sealent tersebut terbuat dari
bahan silicon dengan warna abu-abu dengan spesifikasi anti jamur. Sealent yang
dipakai pada ruang operasi tersebut di bawa dari C&U japan karena toko atau
perusahaan yang ada di Indonesia masih sulit di temukan.
Sebelum proses sealent dimulai atau dilakukan maka pada pinggir lubang atau
nat harus diprotek dengan menggunakan isolatip kertas sangat tipis, hal ini bertujuan
pada waktu pekerjaan penutupan alur celah tersebut dengan menggunakan sealent
maka sealent tersebut tidak meleber kemana-mana mengotori permukaan dinding
panel, tujuan lain dari penggunaan isolatip kertas adalah apabila sealent pada kondisi
siap dilepas maka ketebalan dari sealent tersebut dapat diminimalisir setipis mungkin
hampir tidak ada.
Pemasangan Panel Ceilling

Pemasangan panel ceilling adalah suatu jenis pekerjaan pemasangan panel ceilling
sesuai dengan nomor ceilling yang tertera pada gambar shopdrawing, sebab untuk
jenis panel ceilling terdapat ukuran dengan type dan jika tidak sesuai maka panel
ceilling tersebut tidak rapat atau masih renggang.

Pemasangan Ceilling Panel Lampu

Pekerjaan ceilling panel lampu adalah proses pemasangan ceilling panel yang
terdapat posisi lampu penerangan ruangan. Sebelum ceilling panel lampu terpasang
maka frame lampu atau rangka lampu penerangan ruangan harus terpasang lebih
dahulu karena akan memudahkan pada saat penyambungan
koneksi kabel. Pada tahap ini meneruskan proses pekerjaan waktu kemarin yang
belum selesai.

Pemotongan dan Pemasangan Plastik Panel

Plastik panel adalah plastic campuran bahan tertentu yang digunakan untuk menutupi
jalur rel joint panel, panjang dan pendeknya disesuiakan dengan lajur rel tersebut,
dengan demikian jika rel tersebut mau dipakai maka karet pada lajur tersebut tinggal
dilepas dan jika lajur rel tersebut tidak terpakai maka ditutup dengan bahan plastik
campuran tersebut.

- Pekerjaan Sealent

Pekerjaan sealent adalah suatu jenis pekerjaan yang dilakukan untuk menututupi
lubang alur yang terdapat pada sisi samping dinding panel, pentupan tersebut memakai
bahan sealent atau silicon yang terdapat dalam botol.

Pemasangan Alcove Bagian Bawah

Pemasangan alcove ini merupakan pemasangan alat alcove yang terdapat pada
bagian bawah yang merupakan alat-alat pendukung dalam ruang operasi.
Pemasangan Stop Kontak Listrik

Pemasangan stop kontak listrik terletak dibawah bagian dalam alcove pada sudut joint
wall. Stop kontak tersebut terdiri dari beberapa unit yang didalamnya terdapat instalasi
grounding.

Pemasangan Joint Wall

Pemasangan Joint wall adalah pemasasangan bagian dinding panel yang terletak pada
alcove pembatas ruangan dengan posisi pada sambungan antara dinding satu dengan
yang lainya. Pada setiap dinding Joint wall terdapat instalasi kabel grounding yang
berada didalam posisinya.

Pemasangan Semua Alcove

Alat – alat pendukung pada Alcove harus terpasang semua termasuk kelengkapanya
yang masih kurang serta pemnyambungan instalasinya jika terdapat instalasi pada
konstruksi tersebut, suatu missal instalasi grounding.

Pemasangan Joint Wall Baru

Pemasangan joint wall baru adalah suatu jenis pekerjaan pemasangan joint wall pada
ruang alcove tetapi dinding joint wall tersebut memakai sisa stock hospex pada tahun
2010 yang digunakan pada acara hospex, material baru bararti material tersebut bukan
paket panel showroom melainkan material bekas pameran hospex.

Pemasangan Rel pada Ceilling

Pemasangan rel pada ceilling adalah suatu jenis pekerjaan pemasangan rel sebagai
arah laju pergerakan roda yang di gunakan sebagai support gantungan untuk ginfuse
yang terletak pada ceilling disamping kanan dan kiri lampu operasi.

Pasang Panel Alcove

Panel alcove adalah panel yang berada di atas alcove yang dipasang secara
knockdown (bisa dibongkar dan di pasang) yang berfungsi untuk maintenance instalasi
pipa dan instalasi kabel listrik sehingga jika terjadi trouble dapat dicek atau dilihat.
Menutup Rel

Menutup rel pada joint wall adalah tahap yang dikerjaan pada hari ini, akan tetapi
pekerjaan berikut adalah kelanjutan dari kerja yang belum diselesaikan pada hari
sebelumnya. Penutup rel tersebut menggunakan bahan dari plastic berwarna abu-abu
dengan panjang yang dapat disesuaikan dengan cara memotong dengan pisau cutter.

Pembersihan Ruangan Total

Proses pembersihan ruangan harus dilakukan secara maksimal hal ini dilakukan
karena pekerjaan (Team C&U) didalam ruangan sudah selesai. Plastik cover yang ada
pada dinding panel untuk sementara belum di kupas pada saat ini dikarenakan masih
ada pekerjaan lantai yang belum terselesaikan yang disebabkan karena retak atau
pecah di dalam ruang operasi.
Pengecekan dan Uji Coba Instalasi Listrik

Pengecekan dan uji coba instalasi listrik dilakukan dengan pengawasan dari team C&U
Japan, hal ini untuk memastikan alat yang dipasang berfungsi dengan baik sesuai
dengan fungsinya tanpa ada kebocoran listrik melebihi ambang batas yang diijinkan.

Pengecekan Pencahayaan Ruangan

Pengecekan tata cahaya lampu yang ada pada ruangan harus di test dengan cara
dinyalakan semua dengan titik – titik yang sudah ditentukan berdasarkan standarisasi
C&U japan, alat pengukuran tersebut dilakukan menggunakan alat digital yang disebut
lux meter dengan rata – rata intensitas cahaya 1000 lux.

PEKERJAAN PASANGAN PINTU DAN JENDELA (NON STANDAR)


Lingkup Pekerjaan
Pemasangan kosen pintu/jendela Alumunium
Pemasangan daun pintu/jendela Alumunium
Pemasangan kunci dan assesorice lainya
Pekerjaan Pintu Antiradiasi
Pekerjaan Pintu Hermatic Single dan double Swing
Bahan yang digunakan

Kusen Alumunium 4x1.5”, t = 1,3 ; Daun Pintu dan Jendela Frame


Alumunium,
Pintu Rangka Kayu penutup dobel Triplek Lapis HPL
Pintu Kaca Tempered
Penggantung (Aksesoris Kusen)
Pintu Anti radiasi
Pekerjaan Pintu Hermatic Single dan double Swing

O (Alumunium profile, Motor, Pull/Push Arm, Touchless, Photocell untuk


safety Beam, Controller yang dilengkapi dengan power supply, On-Off
Selector)
Original daun pintu uk. 90 x 215 cm, stainless steel hairline finished
Original kusen/Frame, Original rubber seal, original window vision,
original handle,

Original hinges, original alumunium cover in silver Anodized colour


finished
Peralatan yang Digunakan
Alat potong
Screw draiver
Borr mesin
Meteran baja
Dan alat batu lainya
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Opening untuk kusen tidak siku Pembuatan Opening benar-benar


dilot dan di sikukan

2 Kusen yang terpabrikasi tidak sama Pemastian ukuran lubang opening


ukuran dengan opening pada mandor pelaksana

3 Terjadi lubang antara kusen dan Diberi silent dilatasi atau sejenis
opening mortar

4 Pintu Seret akibat pemuaian kayu Diberi jarak muai dan pemilihan
kayu yang sudah tua

Prosedur Pelaksanaan

Sebelum pelaksanaan semua bahan dimintakan persetujuan Direksi /


Konsultan Pengawas.
Kusen Pintu Alumunium

Pembuatan kosen, pintu dan jendela menyesuaikan dengan gambar kerja


dan kondisi di lapangan.

Pendatangan Material Fabrikasi ke lokasi Proyek, Material On site Project


& cek proteksi material & Mengukur/ mengecek random Dimensi Kusen &
Daun Pintu yang datang ke project
Pengecekan Dimensi/Ukuran & Vertikal Openingan dilokasi Kerja
Pemasangan Posisi Kusen Alumunium, Pengecekan kelurusan vertikal
kusen alumunium terhadap openingan dan Pengecekan Presisi kusen
alumunium sisi luar & dalam terhadap openingan

Melubangi Kusen Alumunium, Bor Beton Openingan


Pemasangan Perkuatan Kusen

- Pemasangan Daun Pintu Alumunium/Kayu

Pemasangan Karet Pengganjal Kaca

Pemasangan Sealant Kaca


Pemasangan Aksesoris Pintu atau Jendela

PEKERJAAN FASAD (Non Standar)


Lingkup Pekerjaan
Batu Goa uk 30x60 cm + Coating
GRC Façade rangka hollow & GRC Façade rangka hollow BerTekstur
Sirip Aluminium 10x20cm Finish Cat
Plafond Metal Ceilling Aluminium Linier
Atap Kanopi Entrance
Signage "RSK" Tinggi 75cm, Signage "RIVAL ABDULLAH" Tinggi 40cm dan
Signage "IGD" Tinggi 1Meter dan Logo Stainless Steel Tinggi 2,75 Meter

SunScreen Aluminium Hollow 40x40 Finish Cat


Curtain Wall (CW)
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Bor Machine U/ Pek. Fasade

2 Screw Driver U/ Pek. Fasade

3 Peralatan Tukang ACP U/ Pek. Fasade

4 Scaffolding Set U/ Perancah


Bahan yang digunakan
Batu Goa uk 30x60 cm ex. cisangkan
GRC cetak tebal 2 cm
Sirip Aluminium 10x20cm
Alumunium Composite Panel PVDF untuk kanopy
Rangka ACP Hollow Alumunium
tulisan bahan Stainless steel tebal 0,5 mm
Hollow 40x40 untuk sunscreen
Curtain Wall (CW)
Uraian Permasalahan dan Penangananya
No Permasalahan yang muncul Penanganan

1 Terjadi Bocor Pada silent yang tidak Pemakaian Solatip untuk proses
sempurna dan tidak rapi baik pada penyilenan untuk faktor
ACP maupun Pada CW kerapiahan dan melakukan
pekerjaan tersebut ketika cuaca
sedang cerah

2 Pengadaan Yang terlambat karena Pemesanan 2 Bulan sebelum


merupakan Material Inden pemasangan dan pemesanan

harus diberi separe 10% agar


tidak terjadi kekurangan material
akibat Waste
Prosedure Pelaksanaan
Batu Goa uk 30x60 cm + Coating

Metode pemasangan batu goa seperti metode pekerjaan pada kramik pelapis
dinding
Basahi pasangan dinding yang akan dikeramik

Pasang benang / senar untuk kepalaan dan benang periodik baik kekencangan /
elevasi
Pasang perekat (acian/air + semen) pada permukaan dinding
Beri acian pada seluruh permukaan sisi belakang batu goa

Tempelkan batu goa pada posisinya (daerah kepalaan) baris kedua dari bawah
Atur jarak nad (lebar sesuai gambar kerja) supaya ukuran nad bisa seragam dan
rapi diharuskan menggunakan plastic cross sebagai pengatur jarak nad (tile
spacer)
Cek kerataan pasangan batu goa dengan waterpass
Bersihkan permukaan batu goa yang telah terpasang dengan kain basah
Lakukan pengecoran nad dengan material grouting nad dengan alat cape/kawat
putih yang dibengkokkan dan setelah mengering bersihkan sekitar pasangan
keramik tersebut

Setelah selesai dilanjut dengan pekerjaan clear coating pada permukaan batu
goa

GRC Façade rangka hollow & GRC Façade rangka hollow BerTekstur

pabrikasi panel GRC sesuai motif gambar kerja dengan membuat cetakan sesuai
motif

Pekerjaan dimulai dengan marking dan pengelotan rencana rangka, setelah dilot
dan dimarking kemudian pemasangan bracket sebagai pegangan rangka utama
GRC, pemasangan braket dengan menggunakan dinabolt pada struktur balok
beton
Pemasangan rangka tegak utama yang dilas pada bracket yang sudah ditanam

Setelah rangka utama tegak terpasang kemudian pemasangan rangka utama


horizontal
Pemasangan panel-panel GRC sesuai profil pada gambar kerja

Pemasangan panel GRC dengan pengelasan pada rangka yang tersedia

Pasang panel satu dan yang lainya pasangan harus ketemu motif satu dengan
yang lainya

Finishing pertemuan GRC dengan adukan semen Grouting yang dibentuk sesuai
motif GRC
Sirip Aluminium 10x20cm Finish Cat

Menyiapkan opening dan pemasangan frame sebagai dudukan sirip,


pemasangan sirip alumunium dipasang horizontal pada frame yang sudah
terpasang dengan jarak sirip satu dengan yang lainya adalah 10 cm atau sesuai
gambar kerja

Pemasangan dilakukan dari satu arah ke aarah lain atau dari arah bawah ke arah
atas

Plafond Metal Ceilling Aluminium Linier

Marking posisi rangka dari plafond alumunium linier sesuai lajur pemasangan
plafond.
Pasang penggantung-penggantung rangka plafond
Pemasangan rangka plafond dengan jarak minimal 60*120 cm

Pemasangan plafond alumunium linier dipasang dari satu sisi dan saling mengait
satu dan yang lainya
Pada jarak 3 lembar plafond linir terpasang harus disekrupkan pada rangka

Pemasangan sampai penuh menutup ruangan yang diinginkan kemudian pada


ujung (ending pemasangan) dilakukan cuting sesuai ukuran terakhir dan pada
flashing akan dipasang lis L dengan bahan yang sama dengan plafond
Atap Kanopi Entrance
Melakukan pabrikasi rangka kanopy sesuai gambar kerja

Marking elevasi kanopy dan titik-titik angkur, kemudian pekerjaan angkur


chemikel sebagai gantungan canopy

Setelah rangka canopy pabrikasinya selesai kemudian dilakukan erectiun pada


dudukan yang sudah disiapkan berupa chemical angkur

Pemasangan batang-batang pengikat seperti gording dan tracktang

Setelah pekerjaan rangka atap selsai kemudian Pemasangan penutup atap


kanopy
Penutupan rangka kanopy dengan menggunakan ACP

- Pekerjaan silent dan striping protection ACP

Pemasangan Curtain Wall

Survey lokasi (Marking dan persiapan)


Menentukan as mullion dan perimeter luar

Memasang hollow 40x40 sebagai bantuan untuk mempermudan


pemasangan mullion dan percepatan pekerjaan
Pemasangan mullion
Pemasangan bracket mullion curtain wall
Pemasangan transom
Pemasangan kaca
Finishing (Sealant dan pembersihan
tulisan bahan Stainless steel tebal 0,5 mm hrf 3.00 Tinggi 150 cm "IGD"
Mempersiapkan Lokasi yang akan dipasang Huruf Later
Pekerjaan dikerjakan sesuai ukuran detail gambar kerja

Pemotongan plat stainless steel untuk muka tulisan sesuai foun huruf dan
ukuranya
Pemotongan Plat ketebalan dari Huruf Tersebut
Pengelasan Face huruf dan Body huruf dengan Las Khusus stainlisteel
Pemasangan Stiker reflektif pada Muka huruf

Tahap pemasangan dilakukan dengan marking pada lokasi huruf tersebut di


tempel

Pemasangan Bracket pada lokasi yang akan dipasang huruf yang nanti,a
bracket tersebut sebagai perkuatan menempel huruf dimana bracket
tersebut diusakan tidak terlihat
Pemasangan Huruf later pada braket yang sudah disediakan
Penambahan silen pada sebagian atau keliling pertemuan huruf dengan
bidang lekatnya

PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL


(STANDART)
a. PEKERJAAN PLUMBING
Lingkup Pekerjaan

- Pekerjaan Air Bersih


Pekerjaan Air Panas
-
Pekerjaan Air Kotor, Air Bekas & Vent
- Pekerjaan Air Hujan

-
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Plumbing U/ Pek. Plumbing

2 Scaffolding U/ Perancah

3 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Pipa Air Bersih Pemipaan Polypropelyne PN.10
Aksesoris Pipa Polypropelyne PN.10
Water Hamer ( HW )
Pipa Air Panas Pemipaan Polypropelyne PN.20
Sytem Sterilisasi Air RO 100 GPD c/w tanki SS,Pompa Portable
Pemipaan Air kotor dan air Hujan PVC Kelas 10 kg/cm2
FCO (Floor Clean Out)
Aksesoris Pipa PVC Kelas 10 kg/cm2
Vent Out ( VO )
Peralatan Utama
Meter Air dia. 50 mm
Water Filter
Reservoir 300 m3
Pompa Air Bersih
Pompa kuras Ground, Submersible Pump
Pipa utama pengisi Reservoir, menggunakan Pipa Polypropeline

RO
Prosedur Pelaksanaan
Pekerjaan Air Bersih

Sebelum dimulai diajukan dahulu request kerja dengan membawa sampel


material yang digunakan.
Tentukan shop drawing jalur-jalur pipa.

Menyiapkan dan memulai bobokan dinding untuk pipa yang tertanam pada
dinding.

Semua pipa yang terpasang menempel pada bidang vertikal/horizontal bagian


bawah harus di beri klem maksimal jarak 1m.

Untuk Pipa yang melalui / mengambang melintasi langit-langit harus diberi


penggantung klem maksimal jarak 2 meter.

Untuk penyambungan pipa air bersih (PPR) menggunakan alat pemanas dan
harus benar-benar menempel dengan erat untuk menghindari kebocoran.

Menyiapkan sparing pipa untuk penyambungan terhadap jaringan pipa di luar


gedung nantinya.

Instalasi pemipaan di luar gedung menuju ke rumah pompa sesuai dengan


gambar kerja

Pemipaan dari ground water tank menuju ke rumah pompa bisa dilakukan
bersamaan dengan pemipaan jaringan luar.
Pengadaan dan pemasangan pompa transfer di rumah pompa.

- Penyambungan pemipaan dari ruang pompa menuju ke tangki FRP


Penyambungan pemipaan dari tangki untuk didistribusikan ke masing-masing
ruangan pada gedung.
Pemasangan aksesoris sanitair
Test Commisioning
Pekerjaan Air Panas

Pekerjaan instalasi Pemipaan Polypropelyne PN.20 pada output Keran/Shower


yang tertanam didalam dinding
Diameter 32 mm untuk Mainline dan diameter 25 mm untuk outlput ke keran
- Pengadaan dan pemasangan Elektrik Wather Heather kapasitas 30 liter

Pekerjaan Instalasi Air Bekas, Kotor & Vent

Sebelum dimulai diajukan dahulu request kerja dengan membawa sampel


material yang digunakan.
Tentukan shop drawing jalur-jalur pipa.

Menyiapkan Sparing pipa yang menembus plat lantai pada saat pengecoran plat
dan balok dengan mengukur jarak dan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
Menyiapkan dan memulai bobokan dinding untuk pipa yang tertanam pada
dinding.

Semua pipa yang terpasang menempel pada bidang vertikal/horizontal bagian


bawah harus di beri klem maksimal jarak 1m.
Untuk Pipa yang melalui / mengambang melintasi langit-langit harus diberi
penggantung.

Untuk penyambungan pipa air bekas dan kotor / PVC menggunakan isolatip dan
juga lem PVC

Jalur riser air kotor akan melalui shaft shaft.

Menyiapkan sparing pipa untuk penyambungan terhadap jaringan pipa di luar


gedung nantinya.

Menyiapkan galian dan jalur pemipaan di luar gedung yang menuju ke Bio Septic
tank
Pemasangan aksesoris clean out dan floordrain
Pekerjaan Instalasi Air Hujan

Sebelum dimulai diajukan dahulu request kerja dengan membawa sampel


material yang digunakan.
Tentukan shop drawing jalur-jalur pipa.

Kemudian lakukan pemasangan pipa sesuai dengan jalur yang telah


direncanakan pada gambar.
Setelah itu pasang roof drain pada posisi titik-titik yang telah ditentukan
PERALATAN UTAMA AIR BERSIH
- Water Filter Tidak dikerjakan
- Pompa Air Bersih by Ouner Tidak dikerjakan
- Pompa kuras Ground, Submersible Pump Tidak dikerjakan
- Pekerjaan reservoir Dikerjakan
Bak Reservoir kapasitas : 300 M3

Pekerjaan dikerjakan oleh produsen fiber resistance panel (FRP), pekerjaan


dimulai dari pembuatan pondasi reservoir dikerjakan berdasarkan gambar kerja
dengan standart jarak balok penumpu adalah 80 sd 100 cm
Pabrikasi Panel fiber dikerjakan di workshop distributor FRP

Setelah pabrikasi dan pondasi selesai maka Panel FRP dan Batang tarik berupa
pipa stainlessteel di mobilisasi ke site pekerjan
Perakitan FRP ounsite oleh aplikator yang ditunjuk distribusi FRP tersebut
PERALATAN UTAMA RO dan INSTALASI

Pengadaan Tanki RO, kapasitas : 2 M3 ( Stainless Steel ) sebagai


penyimpanaan bahan baku sbelum di olah dengan mesin RO
- Pengadaan Mesin RO
Pompa RO ( PAB.1, PAB.2 & PAK.3 )
Pemipaan dengan pipa SS 304 Sch.10 yang dialirkan dengan pompa
menuju outlat air
PEKERJAAN ELEKTRIKAL ARUS KUAT
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Panel Dan Kabel Feeder
Pekerjaan Lampu Penerangan, Stop Kontak Dan Instalasi
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Instalasi Listrik

2 Marger

3 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Pekerjaan Panel
Panel Utama (MDP)
Panel Sub. (SDP)
Panel Beban (PP) (Stop Kontak, Ac, Lift, OU AC, UPS, OK)
Panel Penerangan Lampu (LP)
Kabel Feeder NYY
Pekerjaan Penerangan
Instalasi penerangan dan Stop Kontak, NYM 3 x 2,5 mm2
Lampu TL LED
Lampu Down Light LED
Exit Lamp
Emergency Lamp
Saklar tunggal, Ganda dan Tukar
Stop Kontak 200 W / 16 A

Permasalahan dan Penanganan Terhadap K3


No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan Istalasi > Terjatuh dari ketinggian Memakai sefety Belt

> Tersengat listrik Memakai sefety Shoas,

kaos tangan dan


peralatan pengecek
tegangan arus

> Kejatuhan Benda Memakai safety Belt

> Pekerjaan Teknik lainya Memakai kacamata


( Pengelasan, Pemotongan sefety
Besi )
Prosedur Pelaksanaan
Pekerjaan Panel
Marking posisi panel pada dudukan panel

- Bor lubang dynabolt untuk penguat dudukan panel

- Tempatkan panel pada posisi yang ditentukan

Pasang dan kencangkan baut dynabolt, lalu pasang aksesoris panel yang
diperlukan

- Pastikan kabel tray telah terpasang sesuai kebutuhan

Panel SDP
- Pastikan posisi rak kabel & kabel sudah terpasang dengan benar
- Marking posisi penempatan panel

Pasang dudukan panel lalu pasang panel sesuai dudukan


Gunakan waterpass untuk kerataan panel

Pekerjaan Instalasi Penerangan & Stop Kontak


Marking posisi instalasi kabel
- Pasang pipa conduit serta klem pipa

- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut.

- Potong kabel listrik sesuai dengan kebutuhan

- Hubungkan jalur instalasi titik percabangan didalam Tee-Dos


Lalu tutup sambungan dengan menggunakan lasdop
Tutup kembali Tee-Dos

Instalasi listrik dinding


- Marking lokasi instalasi listrik di dinding sesuai ketinggian yang diinginkan

- Sediakan sparing untuk conduit dan embodus pada lokasi yang ditentukan
- Pasang conduit lalu embodus sesuai sparing yang telah disediakan
- Setelah conduit dan embodus terpasang, isi sela-sela sparing dengan mortas agar
rapi

GROUTING

- Pasang kabel di dalam conduit hingga sampai ke embodus

- Lakukan test megger setelah kabel terpasang


- Pasang penutup embodus sesuai fungsinya (saklar atau stop kontak)

PEKERJAAN NON STANDAR

PEKERJAAN MEKANIKAL
PEKERJAAN HYDRANT DAN
SPRINKLER
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan Peralatan Utama
Pekerjaan Panel Sdp Hydrant
Pekerjaan Kabel Feeder + Kabel Bc
Instalasi Pipa 100 mm bsp sch 40
Instalasi Pipa 150 mm bsp sch 40
Connecting Pipa dan accessories ( inc. valve )
Pemipaan Hidrant Luar Gedung
Pemipaan Sprinkler
hydrant pilar
siamese connection
Bahan yangdigunakan
Diesel Pump 500 GPM
Pipa bsp sch 40
accessories ( inc. valve )
Fire Hose Cabinet ( FHC ), 125 x 75 x 18 cm
Fire Extinguisher @ 6 kg ( Dry Chemical Multy Purpose )
Control Valve dia 65 mm K.20
Head Sprinkler
Prosedure Pelaksanaan
Diagram alir pekerjaan Hydrant
Instalasi Pemipaan Dalam Gedung dan Springler

Marking jalur pipa sesuai shop drawing dan koordinasikan dengan jalur
pekerjaan lain seperti jalur pipa AC, Plumbing, Tray Cable dll
Tentukan mainland dari instalasi
Potong pipa sesuai ukuran kebutuhan
- Snai pipa yang telah dipotong, untuk ukuran diameter pipa paling besar 2,5”
lapisi pipa dengan cat dasar (zinkromat)

Setelah selesai dilapisi cat dasar Zinkromat, pipa dicat kembali dengan cat
besi warna merah
- Pasang gantungan maupun support pipa sesuai hasil marking

Pasang pipa sesuai ukuran pada shop drawing, penyambunngan pipa


diameter kurang dari 2,5 ichi dengan drat dan diameter 2,5 inchi ke atas
dengan las

- Gunakan benang / water pass untuk mengukur kelurusan pipa

- Lakukan pekerjaan pengecatan untuk daerah sambungan pipa

- Lakukan test tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi yang berlaku

Instalasi Pemipaan Luar Gedung


Marking jalur pipa
Gali jalur pipa dengan kedalaman sesuai elevasinya.
Kedalaman 60 cm = D. < 100mm
Kedalaman 80-100 cm = D.>100m
Lapisi pipa dengan zingkromat
Kemudian diberikan pelindung dengan karung goni
Lakukan test tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku

- Beri lapisan pasir pada dasar galian

Turunkan pipa ke dalam galian


Lapis kembali galian dengan pasir
Urug galian dengan tanah kembali
Kondisikan lokasi seperti sediakala
Pemasangan Indoor Hydrant Box

Marking lokasi penempatan Indoor Hydrant Box pada lokasi yang sesuai
dengan shopdrawing, dengan keadaan pipa utama dan pipa droper telah
terpasang
Pasang / letakkan Indoor Hydrant Box pada posisi yang telah ditentukan
Sambung pipa droper dengan Indoor Hydrant Box dengan cara dilas
Lindungi Indoor Hydrant Box dari kotoran dan cat

Pasang semua Accessories Indoor Hydrant Box setelah kondisi proyek


dinyatakan aman

- Pemasangan Outdoor Hydrant Box

Marking lokasi penempatan hydrant box


Buat pondasi hydrant box
Pasang hydrant box pada posisinya
Lindungi hydrant box dari kotoran dan cat
Pasang Accessories hydrant Box dipasang setelah kondisi proyek aman

Pemasangan Pillar Hydrant

Marking lokasi penempatan Hydrant pillar & Bak kontrol Gate Valve sesuai
dengan shopdrawing, dengan kondisi pipa utama Hydrant telah terpasang
dengan baik
Gali lokasi yang telah dimarking sebagai lokasi penempatan Hydrant Pillar
dan jalur pipa yang menuju ke posisi yang telah ditetapkan
Cor bagian bak kontrol dan pondasi penempatan hydrant pillar

Sambung instalasi pipa yang menuju ke lokasi Hydrant Pillar , Lengkap dengan
Gate Valvenya
Pasang Hydrant pillar pada pondasi yang telah disiapkan
Pemasangan Siammese Connection

Marking lokasi penempatan Siamase Connection & Bak kontrol Gate Valve
sesuai dengan shopdrawing, dengan kondisi pipa utama dan pipa droper
Fire Fighting telah terpasang dengan baik

Gali lokasi yang telah dimarking sebagai lokasi penempatan Siamase


Connection dan jalur pipa yang menuju ke posisi yang telah ditetapkan

Cor bagian bak kontrol dan pondasi penempatan Siamase Connection

Sambung instalasi pipa yang menuju ke lokasi Siamase Connection, Lengkap


dengan Gate Valvenya
Pasang Siamase Connection pada pondasi yang telah disiapkan
PEKERJAAN AIR CONDITIONING
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Pemipaan Refrigerant + Kabel kontrol
Pekerjaan Pemipaan Drain
Y- Branch Pipe Indoor Connetion
Titik Instalasi Outdoor dan Indoor Unit
Pekerjaan pemasangan Outdoor Unit VRV
Pekerjaan pemasangan Indoor Unit VRV
Tes Comisioning
FCU 1.A1 + CU 1.A2 , kapasitas : 63 900 BTU/h (Ruang CT SCEN)
FCU.iso.3.01B, kapasitas : 36 500 BTU/h (Ruang Isolasi)
HVAC ( RUANG ICU, STERILE CORRIDOR dan RUANG AREA STERIL (AHU 4.6) )
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang AC U/ Pek. AC

Peralatan pengetesan tekan U. Tes tekan


2
instalasi dengan nitrogen

2 Scaffolding U/ Perancah

3 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Unit Outdoor dan Indoor AC Sistem VRF/VRV (Kapasitas sesuai BQ)
Pipa Refrigerant ASTMB-280
Pipa Drain+Isolasi PVC class AW dia. 1,5 "
Y- Branch - Indoor connection
NYM 3*2.5 titk instalasi power
FCU 1.A1 + CU 1.A2 , kapasitas : 63 900 BTU/h (Ruang CT SCEN
FCU.iso.3.01B, kapasitas : 36 500 BTU/h (Ruang Isolasi)
HVAC Equipment AC (Unit AC, Ctrl, Media Filter) spesifikasi sesuai BQ
Permasalahan dan Penanganan Terhadap K3
No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan Instalasi > Terjatuh dari ketinggian Memakai sefety Belt

> Tersengat listrik Memakai sefety Shoas,


kaos tangan dan
peralatan pengecek
tegangan arus

> Kejatuhan Benda Memakai safety Belt

> Pekerjaan Teknik lainya Memakai kacamata


( Pengelasan, Pemotongan sefety
Besi )

Prosedur Pelaksanaan

Pengajuan persetujuan material yang dilakukan 4 Bulan sbelum pekerjaan


dimulai ( Peralatan Utama Out door & Indoor Unit, Matrial Referigrent drain,
Material Elektrikal)

Mengajukan Ijin pelaksanaan/Request kerja kepada direksi pengawas bagian


MEP di sertai dengan shopdrawing
Pemahaman Instlasi, pemipaan ( Refrigerent, Drain )
Sambungan Pipa Refrigerant
Harus dengan Branzed Joints with Sweat Fitting.

Harus menggunakan Forged / Extruded Copper Fitting sesuai dengan standard


ASA-B.16.181963.
Harus dengan proses Hard Solder.
Filter Material dengan ‘Silver Base Alloy’ Melting for 1000 0
Sambungan ke peralatan di sesuaikan dengan outlet dari peralatan tersebut.

Proses soldering/brazing harus dilakukan dengan mengalirkan gas Nitrogen pada


bagian dalam pipa, untuk menghindari penumpu-kan jelaga pada bagian dalam
pipa sambungan/fitting/elbow.
Belokan-belokan harus menggunakan elbow, tidak diizinkan mem-bengkokan
pipa untuk membuat belokan.

Pemahaman Instalasi Kabel-kabel power dan kabel kontrol

Pemasangan Bracket-braket dudukan pipa-pipa baik pipa refrigerent dan pipa


drain .

Dalam pemasangan instalasi drain harus diperhatikan kemiringanya karena


mengalirnya air mengandalkan kemiringan pipa

Pemasangan pipa referigerent dengan pengelasan tembaga pada joint-joint


pastikan sambungan yang rapat
Pemasangan Y branc pada pertemuan cabang ke unit indor AC
Penarikan kabel-kabel powr pada kondoit dari indoor ke panel-panel AC
Penarikan kabel-kabel kontrol dari indoor ke outdoor AC
Pemasangan Outdoor Unit dan Indoor Unit
Pengetesan pressure pemipaan sampai dengan 8 Bar selama 7 Hari apa bila
tidak terjadi penurunan tekanan berarti instalasi referigrent sudah bagus, Setelah
tes pressure kemudian instalasi referigrent di Vakum
Setelah Vakum kemudian pemasukan freon dan melakukan test runing
FCU 1.A1 + CU 1.A2 , kapasitas : 63 900 BTU/h (Ruang CT SCEN) dan
FCU.iso.3.01B, kapasitas : 36 500 BTU/h (Ruang Isolasi)

Pekerjaan instalasi power AC dan Power EF didalam pipa kondoit seperti


pekerjaan instalasi peerangan dan stop kontak
Pekerjaan pemasangan Ducting Supply FCU dan Ducting Exhaust EF GF.6 yang
dibuat custom dengan bahan BJLS.

Pemasangan unit FCU yang dibraket pada dinding/ceilling sambung dengan


power yang sudah disiapkan
Pada ujung output dakting Fan Coil Unit akan dipasang Exhaust Air Grille
HVAC Equipment AC (Unit AC, Ctrl, Media Filter)
Diagram Sistem pemasangan HVAC Ruang operasi dan Bedah

Pemasangan Unit consioner pada lokasi outdoor terdekat dengan ruangan


penerima
Pemasangan instalasi Refrigerant dari C.U ke FCU (setelah terpasang)
Pekerjaan dakting suplay udara dan dakting perputaran udara kembali ke FCU

Pemasangan Air Filter (On Ceilling Room) dengan pemasangan Monolithic Hepa
Laminar dan pemasangan Lampu penerangan ruangan di sekeliling Hepa

Pemasangan kabel kontrol dari FCU ke Controller/ panel control Start/Stop dan
pengaturan temperature

PEKERJAAN VENTILASI UDARA DAN DUCTING


Lingkup Pekerjaan
Titik Instalasi daya ExhaustAir Fan (EAF)
Ventilasi Udara / Fan
Pemipaan Ventilasi Udara ( Exhaust Fan ) dan Ducting
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Instalasi

2 Peralatan pertukangan Plumbing U/ Dakting Pipa

3 Scaffolding U/ Perancah

4 Alat Bantu Lainnya


Bahan yang digunakan
Kabel NYM Instalasi daya ExhaustAir Fan (EAF)
Ceiling Exhaust Air Fan , Kapasitas : 100 CFM
- Duct Type Pipa Ventilasi, dakting Udara dan Exhaust Air Grill

Prosedure Pelaksanaan
Pengajuan Approval material, Request Kerja dan Shop Drawing kepada direksi
pengawas
Persiapan Material dan Peralatan, Marking Jalur dakting, pmasangan bracket-
bracket penggantung
Pabrikasi BJLS dukting dengan ukuran sesuai gambar yaitu 4”*4” dan6”*6”

Pabrikasi sok Dakting terhadap mesin Exhouse


Persiapan penggantung mesin exhouse dan seting Mesin Exhose, pastikan sistem
eshouse Intake atau OutTake

Pekerjaan dakting dimulai dari Pemasangan dugting utama pada line yang
sudah disediakan penggantungnya
Pemasangan Join, Divider, overshok dan Lbow pada lokasi-lokasi yang
memperlukanya
Pemasangan supply air diffuser pada titik sesuai gambar dan masukan shok
diffuser pada bibir dugting
PNEUMATIC TUBE SYSTEM (SISTEM TRANSPORTASI TABUNG )
Lingkup Pekerjaan
Main Control & Blower System
Stations & Diverters And Accessories
Tube And Line System
Carriers And Accessories
Various Installation Material
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Bor Machin

Alat pemotong Line tube (grenda


2
potong)

3 Klem

4 Mesin Las

5 Alat pemanas plastik

6 Peralatan Listrik dan Batu

Bahan yang digunakan


Central Control Unit Single Line
Blower Set incl. assesories
Diverter 3-Way
Bottom Loading Station
MultiLab Station with Automatic Sending
Tubes PVC - Diam. 110 MM RAL 7000
Tubes PVC - Diam. 110 MM Transparent
Bend R=800, RAL 7001, Grey
Bend R=800, RAL 7001, Transparent
Sleeve
Cable 2x2x0.23 + 3x2.5F
Permasalahan dan Penanganan Terhadap K3
No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

Pemasangan Tube And Jatuh dari ketinggian Perancah dan memakai


1 Line (Bekerja dalam safety belt
ketinggian)

Prosedur Pelaksanaan
Mengajukan request dan approval material dan aplikator

Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki


Surat Ijin pemasangan Instalasi Pneumatic Tube dari instansi yang
berwenang dan telah biasa mengerjakannya

Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi pneumatic tubeyaitu; Blower


,diverter Ds- station, silenser, tube bend, tube grey OD 110, dankontrol
panel Tekanan blower mampu mengangkat beban 2,5 kg kg , saluran
pipapneumatik bisa disterilisasi

Pengadaan dan pemasangan sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel
listrik.

Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan untuk


instalasi ini

Mendidik petugas-petugas yang ditunjuk oleh Pemilik mengenai cara-cara


menjalankandan memelihara instalasi ini, sehingga petugas tersebut betul-betul
dapat

Menyerahkan gambar-gambar, buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara


sertadata teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang.

Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa


pemeliharaanmenjalankan dan memelihara instalasi dengan benar.
PEKERJAAN TRANSPORTASI DALAM GEDUNG
Lingkup Pekerjaan
- Pemasangan Elevator Tipe Hospital Bed Elevator 2 Unit
Pemasangan Rel dan tray
Pemasangan Mesin
Penarikan Kabel-kabel elektrik
Pemasangan Unit Sangkar Lift
Seting dan Tescomisioning
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Mekanikal U/ Pek. Elevator

2 Bambu U/ Perancah

3 Chain Block U/ Pek. Elevator

3 Alat Bantu Lainnya

Permasalahan dan Penanganan Terhadap K3


No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan Instalasi > Terjatuh dari ketinggian Memakai sefety Belt

> Tersengat listrik Memakai sefety Shoas,


kaos tangan dan
peralatan pengecek
tegangan arus

> Kejatuhan Benda Memakai safety Belt

> Pekerjaan Teknik lainya Memakai kacamata


( Pengelasan, Pemotongan sefety
Besi )
Prosedur Pelaksanaan

Pengajuan Approval material sejak tertandatangan kontrak dikarnakan


pemesanan barang akan terkirim paling cepat 4 (empat) bulan setelah produksi
Pengajuan Request kerja dan metode pelaksanaan kepada kons. Pengawas/mk
ketika akan pengaplikasian

Menyiapkan ruang untuk lift, membersihkanya dari benda yang mengganggu


dalam proses pemasangan. Membersihkan pit lift, pastikan benar-benar kering
tidak bocor. Apabila terjadi bocor harus dilakukan penanganan

Mempersiapkan perancah-perancah untuk alat bantu vertikal saat pemasangan

Pemasangan dilakukan oleh aplikator yang ditunjuk dan di setujui bersama

Pemasangan bracket-bracket dan balok-balok sparator untuk dudukan/kaitan rel

Memasangang mesin penggerak dan mengeset posisinya


Penyusunan counter weight ( beban penyeimbang )
Pemasangan pintu bagian luar tiap lantai

- Perakitan sangkar untuk lift

- Connect sangkar lift dengan mesin dengan seling dan conter waight

Penyetelan pintu lift dan sistem ARD (autometic Resqiu device ) harus berfungsi

PEKERJAAN INSTALASI GAS MEDIS


Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Peralatan Utama (Ruang Sentral Gas Medik)
Automatic Manifold
Mesin Sentral Gas Medik
Instalasi Gas Medik
Instalasi Pipa Tembaga/Copper Pipes
Zone Indikator Panel
Lcd Digital Alarm

Outlet Gas Medik


Bedhead Panel
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Pipa Tembaga U/ Pek. Pipa Tembaga

2 Scaffolding U/ Perancah

3 Las Tembaga/Perak

4 Presure Guide

5 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan

AUTO DL MANIFOLD DIGITAL NFPA/CSA OXY; Automatic Manifold 5x5 Dome


Loaded
Oxygen - Simplex Manifold (Reserve Manifold)
Nitrous Oxide/N2O Automatic Manifold 2x2 - Fully Automatic - Dome Loaded

MEDICAL AIR COMPRESSOR TIPE RECIPROCATING/PISTON BUILT


UP/SINGLE POINT SERVICE TANK MOUNTED

MEDICAL VACUUM LUBRICATED ROTARY VANE BUILT UP/SINGLE POINT


SERVICE TANK MOUNTED
Pipa Tembaga/copper tube
Fitting, support, label
Isolation Ball Valve 3/4" - 150 WOG
Zone Valve Box
Alert 3 LCD Alarm
Layar LCD/LCD Screen 10" [25.4 cm], digital sensor,
Medical Gas Outlet - Oxygen Gas Outlet tipe Ohmeda TIPE CONSOLE
Medical Gas Outlet - MA 4 Bar Gas Outlet tipe Ohmeda TIPE CONSOLE
Medical Gas Outlet - VACUUM Gas Outlet tipe Ohmeda TIPE CONSOLE
Bedhead console Alumminium powder couting
Pemipaan

Pengajuan request kerja dilengkapi dengan softdrawing dan diskusi tentang


prosedu pelaksanaan serta Approval Material.

Gas medis dari ruang sentral didistribusikan keruang-ruang pelayanan / perawatan


melalui instalasi pipa dan outlet gas medis. Standard pipa tembaga yang dipakai
untuk instalasi gas medis adalah :
JIS H 330U-C1120 Type L
ASTM B88 : Type L

Pemasangan pipa pada instalasi pipa di atas plafond harus dilengkapi dudukan
dan gantungan pipa yang di ikatkuat pada dek beton.
Masing-masingpipaharusdiberiklempenguatdenganjarak yang cukup ( 10-25 cm
)

Jarakdudukan ata upenumpu satu sama lain rata-rata 1-2 meter balok vertical
maupun horizontal.
Untuk menghindari penurunan tekanan ( preasure drop )

Pemasangan pipa pada instalasi diatur menurut diameter yang disesuaikan dengan
panjang instalasi pipa dan jumlah outlet
Pemasangan pipa tembaga pada instalasi di dalam dinding ( tembok atau partisi )
harusdilengkapipipapelindung ( PVC atau conduit ) untuk menghindari benturan-
benturan yang mungkin terjadi dan untuk mempermudah perawatan.
Semua penyambungan pipa untuk instalasi gas medis harus menggunakan fiting-
fiting yang sesuaiseperti elbow socket tee dan reducer

Untuk membedakan jenis gas pada instalasi pipa harus dipasangtulisan / stiker
yang menyatakan jenis dan arahaliran gas dengan jarak yang cukup, atau
pundengan member warna dengan mengecat pipa sesuai dengan gas nya masing-
masing

Pekerjaan main valve atau shut off valve ( zone valve )

Seluruh jaringan instalasi pipa pada tiap jenis gas harus dilengkapi pemasangan:
1 ( satu ) unit kran induk ( main valve ) yang dipasang di ruang sentral
1 ( satu ) unit kran distribusi
kran pembagi ( zone valve ) dipasang sesuai dengan pembagian instalasi.

Seluruh jaringan instalasi pipa harus dilakukan pengetesan terutama untuk


mendapatkan kepastian kebocoran pada setiap daerah sambungan, lebih
diutamakan pada instalasi yang tertutup lapisan dinding tembok pemeriksaan
kebocoran harus sangat diperhatikan.

pemasangan instalasi pipa pada bangunan bertingkat pengetesan kebocoran


biasanya dilakukan secara bertahap apabila dipastikan tidak ada kebocoran
dilanjutkan pengetesaan keseluruhan.

Pengetesan kebocoran menggunakan media tekan nitrogen dengan tekanan 2


kali tekanan kerja instalasi atau ± 10 kg/ cm dalam waktu 2 kali 24 jam

Untuk meyakinkan sebaiknya dilakukan cek ulang untuk menghindari kesalahan


penyambungan pada outlet sebelum dioperasikan.

Seluruh jaringan instalasi harus dibersihkan dengan cara blow off ( ditiup )
menggunakan gas nitrogen setelah cukup bersih dilajutkan blow off berikutnya
dengan menggunakan oxygen.

Pekerjaan medical outlet

Pemasangan outlet gas medis di diding( tembokataupartisi ) yang standard


dipasangdalam box mounting dilengkapi panel plat stainlees steel
dikuatkandebautskrupbaja.

Semua outlet harus tertutup rapat secara otomatis pada saat tidak dipakai dan
gas baruterbuka atau mengalir setelah alat perlengkapan outlet ( conector )
dipasang.

Untuk menghindari kesalahan pemasangan setiap outlet gas medis diberi nama
gas warna yang berbeda ukuran drat/ skrup atau tusuk yang berbeda pula.

Pada umumnya pemasangan outlet gas medis ditempatkan sebelah kanan


penderita (pasien) dengan ketinggian berkisar 120-150 cm di atas permukaan
lantai atau sesuai dengan gambar kerja dan atas petunjuk direksi.
Tekanan gas yang keluardari outlet harusmemenuhi standard tekanmedisyaitu:
a. Oxygen = 4 -5 kg/ cm&sup2;
b. Nitrous Oxide = 4 5 kg/ cm&sup2;
c. Compressed Air = 4 5 kg/ cm&sup2;
d.Suction ( Vacum ) = 20 60 cm Hg

Peralatan Utama
Sentral Gas Oksigen (O2)

Sistem Sentral gas oksigen harus menghasilkan tekanan 4-6 bar pada outlet
Kapasitas : 18 Nm3/h Jumlah tabung : 5 + 5 tabung

- Change Over Manifold, finishing color printed PP sheet coating -


Header for left and right cylinders bank
- Cylinder Rack

- Check Valve pada tabung -


Pigtails
- Shut-off Valve

Regulator tekanan.
Sentral Gas Nitrous Oxide (N2O)

sistem Sentral gas nitrous oxide harus menghasilkan tekanan 4-6 bar pada
outlet
kapasitas : 18 Nm3/h
jumlah tabung : 2 + 2 abung
Change Over Manifold, Finishing color printed PP sheet coating
Header for left and right cylinders bank
Cylinder Rack
Check Valve pada Tabung
Pigtails
Shut-off Valve
Regulator Tekanan
Sentral Sistem Vacuum Pompa
vakum, water Sealed Kapasitas :
640 L/min per pompa Tekanan
Kerja : 400 - 600 mmHg

Power Consumption : 2 x 3.7 kW/3 Ph/220-380v/50Hz


Lengkap dengan pengatur, kontrol dan ukur sesuai
Tank Receiver 500 liter, galvanized,maximum tank preassure 5 bar
Stop valve
Separator Tank
Non Return Valve
Bacterial Filter
Vacuum Switch
Vacuum Gauge
Pump Disconnect Valve
Automatic Drai Devise
Level Gauge
Panel Control Unit

Drainage
Sentral Compressed Air 5 Bar

sistem udara tekan harus meghasilkan udara tekan, ruang bertekanan non
konstan 50 psi pada outlet dengan kondisi kering,bersih dan bebas minyak.

Air Compressor Type


: Duplex, oiless
Kapasitas : 220 m3/h

Lengkap dengan peralatan pengatur, kontrol dan ukur sesuai


spesifikasi teknis yang terdiri dari:
Oilfree Air Compressor
After Cooler
Refrigerated Air Dryer
Automatic Control Panel
Tank Receiver 500 liter , galvanized, maximum tank preassure 15 bar
Panel Control
Line Filter: Pre-Filter ,Active Carbon Filter, Micro Filter,Sterille Filter
Manometer
Stop Valve
Pressure reducing Valve
Safety valve
Drainage
Outlet Gas Medis

Outlet gas medis berada dalam box, khusus pada Vakum Outlet memiliki
Hook Base
Outlet Gas Medis memiliki sistem pin Index push type, dibedakan menurut
warna dan memiliki Label nama Gas
Ditanam di dalam tembok (Wall Mounted)
Outlet memiliki penutup (dust cover) dan screw valve yang dapat
digunakan untuk menutup aliran gas apabila terdapat kebocoran pada
outlet gas
Box Outlet terbuat dari bahan steel 1.6 mm tebal backed painting
Anaethetic Gas Scavening System (AGSS)

Sistem AGS dilakukan dengan menggunakan ejector dari compressed air.


Sistem AGS terdiri dari:
Terminal AGS dengan Katup pengontrol
Ejektor yang menggunakan tenaga dari compressed air
Pipa pembuangan

Area Alarm

Area Alarm terdapat di dalam Box yang terbuat dari plat besi dengan
ketebalan 1,6 mm, dengan finishing backed painting

Panel Box bagian depan terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1,2mm
dengan finishing Backed Painting. Pada panel box bagian depan terdapat
label nama gas

Pada panel depan terdapat : Test Lamp, Tombol On/Off. Power,Power


Lamp,signal Lamp untuk indikasi Low Pressure, Reset Switch, Pressure
Gauge Power supply 110V/220V 50Hz
Zona Valve

Zone Valve terdapat di dalam Box dan memiliki Shut Off Valve dan
Pressure Gauge untuk setiap jenis gas
Panel Box bagian depan terbuat dari plat besi dengan tebal 1.6 mm
(Backed Painting)

Box terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1.2 mm, Backed painting Pada
Panel box bagian depan terdapat label nama tiap jensi gas Keran
Pembuka/Penutup dapat menahan tekanan sampai 18 Kg/cm2
Pipa Tembaga
Pipa Tembaga yang digunakan memenuhi syarat standart ASTM B88 type
LDiameter pipa yang digunakan bervariasi antara 12mm s/d 50 mm

Pipa tembaga tidak mengandung phosphor atau oli, kedua ujungnya


tertutup
Fitting material seperti tube fitting terbuat dari tembaga

Kawat las yang dipakai untuk menyambung pipa tembaga yang tebuat dari
perak

Uji coba Sentral Gas Medis

Uji coba harus dilakukan untuk mengetahui berjalan tidaknya mekanisme sistem
yang bersangkutan. Akan ditunjukan dalam berbagai variasi alternative, sejauh
kemampuan mekanisme sistem sentral gas medis.

Untuk jaringan pipa dilakukan uji tekanan (pressure test) dengan mengunakan
tekanan sebesar 10-12 bar selama 2x24 jam, uji tekanan dimaksudkan selain
untuk mengetahui kebocoran pada jaringan pipa juga ditujukan untuk mengechek
ketahanan dari pengelasan dan penyambungan pipa.

Test berikut yang dilaksanakan adalah non crossing test, test ini dimaksudkan
untuk mengetahui apakah jaringan pipa yang terpasang sudah sesuai dengan gas
yang diinginkan, contohnya: pipa oksigen dari sentral yang terhubung sampai ke
outlet gas oksigen di dinding ruang harus kontinyu, kesalahan dalam
penyambungan (apabila tertukar dengan pipa gas yang lain seperti nitrousoxide),
akan berakibat sangat fatal.

Keseluruhan test dan pengujian harus disaksikan oleh MK/Pemberi Tugas, yang juga berhak
untuk memerintahkan alternatif-alternatif yang dipilihnya.
PEKERJAAN ELEKTRIKAL ARUS KUAT
a. Pekerjaan Penangkal Petir ( Electro Statis )
Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan Penangkal Petir 1 Unit
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Instalasi Penangkal Petir

2 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Air Terminal Splitzent ( R = 50 M )
Kabel BC 70 mm2
Analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA)
No Jenis Pekerjaan Identifikasi Pengendalian Resiko

1 Pekerjaan Instalasi > Terjatuh dari ketinggian Memakai sefety Belt

> Tersengat listrik Memakai sefety Shoas,


kaos tangan dan
peralatan pengecek
tegangan arus

> Kejatuhan Benda Memakai safety Belt

> Pekerjaan Teknik lainya Memakai kacamata


( Pengelasan, Pemotongan sefety
Besi )
Prosedur Pelaksanaan
- Marking posisi grounding sesuai gambar shop drawing

Pantek grounding dengan copper rod pada lokasi yang telah ditentukan
Gali lokasi untuk bak kontrol dan sparing grounding
Buat bak kontrol dan pasang kabel grounding pada posisi yang benar

Merger resistensi copper rod apakah sudah mencapai nilai yang ditentukan
(maks. 2 ohm)

Pasang penangkal petir lengkap dengan aksesorisnya pada lokasi yang


radiusnya mencakup seluruh area zona aman

Pekerjaan Rak Kabel


Lingkup Pekerjaan
Marking dan pemasangan bracket penggantung
Pemasangan Penggantung
Pemasangan Rak Kabel
Seting dan Perapihan
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Instalasi

2 Scaffolding U/ Perancah
Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Rak Kabel ukuran 20 dan 40
Sambungan ( Tee, Elbow, Croos, dll )
Prosedure Pelaksanaan
Potong kabel dengan panjang dilebihkan sesuai kebutuhan

- Tarik kabel satu per satu dengan urutan dari pinggir

- Gunakan kabel ties sebagai pengikat kabel dengan jarak 1 meter

PEKERJAAN
ELEKTRONIC a.
PEKERJAAN TATA SUARA
Lingkup Pekerjaan
Sentral Tata Suara Public Adress
Instalasi kabel feeder Kabel dari MDF-S ke TBS-1, NYMHY 8 (3 x 1,5 mm2 )
instalasi Speaker & Volume Control, NYMHY 3 x 1,5 mm2
Pemasangan armatur ( Ceiling Speaker 3 Watt, Volume Control)
Pasang TBS-1
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Tata Suara

Alat Bantu Lainnya


Bahan yang digunakan
Peralatan utama
Power Amplifier 6 x 480 Watt
Power Amplifier 1 x 240 Watt ( Car Call )
Equalizer
Digital Mixer Pre Amplifier
CD-DVD / MP3 Player
Radio Tunner
Emergency Microphone
Pagging Microphone
MDF-S ( Junction Box Speaker )
UPS + Battere Charger
Cabinet Rack & aacesories Speaker Selector
Instalasi
Box TBS-1
Kabel Feeder NYMHY 8 (3 x 1,5 mm2 )
Ceiling Speaker 3 Watt
Volume Control
Kabel Instalasi NYMHY 3 x 1,5 mm2
Pipa conduit

Prosedur Pelaksanaan

Ajukan gambar shop drawing dan approval materialnya ke konsultan


pengawas

Marking plat lantai untuk jalur konduit yang akan digunakan sebagai jalur instalasi
kabel sound system
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan klam yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya
Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Hubungkan jalur instalasi titk peracabangan didalam tee-dos, lalu tutup sambungan dengan
menggunakan lasdop

Marger resistansi kabel instalasi yang telah terpasang, termasuk kualitas


sambungan pada tiap tee-dos

Hubungkan kabel instalasi yang telah selesai terpasang dengan peralatan sound
system (celling speaker)

Marking jalur instalasi sesuai dengan gambar shopdrawing

Cutter jalur yang telah di marking

Bobok jalur yang telah di cutter

pasang pipa konduit dan inbowdoos

Rapikan jalur instalasi dengan memplester kembali dinding yang dikerjakan oleh
pihak sipil

Masukkan kabel instalalsi pada jalur yang telah dibuat dengan cara yang sama
pada pasal 4,5 dan 6

Demikian juga untuk peralatan lainnya seperti column speaker dan volume
control
PEKERJAAN FIRE ALARM
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Instalasi Fire Alarm

Pemasangan Unit Fire Alarm ( ROR, Fix Temperature Head Ditector, Smoke
ditector dll)

Pemasangan dan Seting SENTRAL FIRE ALARM MCFA ( Semi Addressable


), Fireman Intercomm, UPS

- Tesc omisioning

Peralatan yang digunakan


No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Fire Alarm

2 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Sentra Fire Alarm

O MCFA ( Semi Addressable )


O Fireman Intercomm
O UPS
Instalasi
O TBF-1A ( I/O ) modul

O Kabel Feeder, NYM 3 x 2,5 mm2 + Twited Shelded 18 Pairs O


Fixed Temperature Detector

O Smoke Detector + output modul O


ROR Detector
O Gas Detector
O Manual Breack Glass

O Bell Alarm + output modul O


Visual Alarm
O Kabel instalasi NYY 4 x 1x 1,5 mm2
Waktu yangdiperlukan

Sesuai dengan Schedule S Curve pekerjaan Faire alarm dimulai dari mnggu ke
XVIII, pekerjaan dimulai pekerjaan instalasi Kabel Instalasi Kabel instalasi NYY 4 x
1x 1,5 mm2 dalam kondoit, pemasangan armatur Fire alarm dan pekerjaan peralatan
utama. Pekerjaan ini selesai pada minggu ke XXVII selama 70 Hari kalender

Prosedur Pelaksanaan

Ajukan gambar shop drawing dan approval materialnya ke konsultan mk

Marking plat lantai untuk jalur konduit yang akan digunakan sebagai jalur instalasi
kabel fire alarm
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan klam yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya

Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat pancing untuk menarik
kabel instalasi tersebut
Hubungkan jalur instalasi titk peracabangan didalam tee-dos, lalu tutup sambungan dengan
menggunakan lasdop

Marger resistansi kabel instalasi yang telah terpasang, termasuk kualitas


sambungan pada tiap tee-dos

Hubungkan kabel instalasi yang telah selesai terpasang dengan peralatan sound
system ( celling speaker)
Clam pada instalasi Fire Alarm akan diberi warna Merah
Tempatkan kabel utama yang menuju tiap TBFA dan MCFA pada rak kabel dengan rapi dan diikat
tiap jarak 1 m
Hubungkan kabel intalasi pada rak kabel ke terminal/ peralatan utama (TBFA &
MCFA)
Test Commissioning semua peralatan yang telah terpasang

PEKERJAAN DATA LAN, dan ACCESS POINT


Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel Feeder
Pemasangan Terminal Box
Pekerjaan pas. kabel Instalasi dalam condoit
Wairing kabel
Pemasangan Peralatan Melekat (Cailing, Wallmounted)
Pemasangan Peralatan Utama
Test Comisioning
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Arus Lemah

2 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


Kabel Feeder S/FTP Cat-6
Outlet Data ( RJ 45 )
Wi - Fi (Access Point)
Kabel Instalasi Data & Wi - Fi, UTP Cat – 6
Pipakonduit
Prosedure Pelaksanaan
Data LAN

Pekerjaan peralatan Utama tidak dikerjakan, pekerjaan hanya pada instalasi


titik LAN dan Wi-fi (Access Point)

Pekerjaan dimulai dengan penarikan kabel Penarikan kabel dari main rak
data ke rak data Kabel Feeder S/FTP Cat-6 dan instalasi titik socket berupa
tarikan kabel Instalasi socket data, UTP UTP Cat – 6 di dalam pipa conduit
hight impact
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan klam yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya
- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel
Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Clam pada pipa Instalasi Cable Data akan diberi warna Biru
Pemasangan instalasi sesuai dengan diagram wering yang sudah ditentukan
Pemasangan Outlet Data ( RJ 45 ) dan Wi - Fi (Access Point)

PEKERJAAN CCTV
Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel Feeder
Pemasangan Terminal Box

Pekerjaan pas. kabel Instalasi dalam condoit


Wairing kabel
Pemasangan Peralatan Melekat (Cailing, Wallmounted)
Pemasangan Peralatan Utama
Test Comisioning
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Arus Lemah

2 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


SENTRAL CCTV
O Network Video Recorder (NVR ) 32 Channel

O PC Monitoring + 2 LED Screen 32 inch Untuk Monitoring Camera O


Kabel Feeder Kabel S/FTP Cat – 6
Instalasi

O Dome Camera O
Bullet Camera

O Kabel UTP Cat – 6


O Pipa condoit

Prosedure Pelaksanaan
Pekerjaan CCTV

Pengajuan request kerja, shopdrawing dan approval material kepada


konsultan pengawas/MK atau Owner

Pasang Instalasi kabel dalam conduit sesuai jalur-jalur pada gambar kerja
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan klam yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya
- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel
Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Untuk identifikasi Clam kabel pada instalasi CCTV akan diberi warna Hijau
Memasang peralatan utama CCTV pada lokasi sesuai dengan gambar

Kemudian instalasi CCTV setiap titik disambungkan ke peralatan utama CCTV


seperti NVR dan TV monitor

Memasang dome camera, pemasangan dome camera dilakukan untuk test comissioning
kemudian dilepas kembali. Dome camera dipasang kembali ketika pekerjaan sudah akan diserah
terimakan untuk menghindari resiko kehilangan unit camer

PEKERJAAN TELEPHON
Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel Feeder
Pemasangan Terminal Box
Pekerjaan pas. kabel Instalasi dalam condoit
Wairing kabel
Pemasangan Peralatan Melekat (Cailing, Wallmounted)
Pemasangan Peralatan Utama
Test Comisioning

Peralatan yang digunakan


No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Arus Lemah

2 Alat Bantu Lainnya


Bahan yang digunakan

PERALATAN UTAMA
O MDF ( 250 Pairs )

O IP - PABX 25 / 250 extention O


UPS + Battere Charger

O Kabel Feeder ITC Cable 360 Pairs dan ITC Cable 100 Pairs
Instalasi

( TB-T 1A ) 40 Pairs
Kabel Feeder ITC Cable 70 x 2 x 2 x 0,6 mm2
Outlet Telephone ( RJ-11 )
Pesawat Telephone
Kabel Instalasi ITC 4 x 0,6 mm2
Pipa condoit

Prosedure pelaksanaan

Pengajuan approval material khusus untuk peralatan utama seperti PABX Unit
berapa ext. Kapasitas IP - PABX 25 / 250 extention Analog, Backup battray,
Monitor + Billing System dan assesorice peralatan utama, 3 bulan sebelum
pekerjaan dimulai

Pekerjaan dimulai dengan penarikan kabel instalasi titik dan kabel feeder ITC
Cable 70 x 2 x 2 x 0,6 mm2 di dalam pipa conduit hight impact
Pasang Instalasi kabel dalam conduit sesuai jalur-jalur pada gambar kerja
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan menggunakan klam
yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaanny
- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Untuk identifikasi instalasi Eletrikal Clam pada pipa Instalasi thelepont akan diberi
warna kuning
Pemasangan instalasi sesuai dengan diagram wering yang sudah ditentukan
Pemasangan Unit Pesawat dipasang setelah semua pekerjaan selesai

Pemasangan dan seting peralatan utama pada ruang control Panel dan terminal Box setiap
extentions

PEKERJAAN NURSE CALL


Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel Feeder
Pemasangan Terminal Box
Pekerjaan pas. kabel Instalasi dalam condoit
Wairing kabel
Pemasangan Peralatan Melekat (Cailing, Wallmounted)
Pemasangan Peralatan Utama
Test Comisioning
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Arus Lemah

2 Alat Bantu Lainnya


Bahan yang digunakan
Sentral Controller Master Station
PC Computer
Network Distribution ( NDD )
Annunciator ( 2 x LED Monitor )
Code Blue System

UPS Instalasi
Data Interface Modul ( DIM ) 16 Port
Kabel feeder Data
IP Over Door lamp
IP Over Door lamp
IP Full Cord Button ( water Resistant )
IP Staft Asisten Button
Kabel UTP Cat-6 / NYM

Prosedure Pelaksanaan

Pengajuan approval material khusus untuk peralatan utama Call Master Receifer,
3 bulan sebelum pekerjaan dimulai

Pekerjaan dimulai dengan penarikan Kabel Feeder dan UTP Cat-6 / NYM
Instalasi Nurse call di dalam pipa conduit hight impact
Pasang Instalasi kabel dalam conduit sesuai jalur-jalur pada gambar kerja
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan menggunakan klam
yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya
- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Untuk identifikasi instalasi Eletrikal Clam pada pipa Instalasi nurse Call akan
diberi warna Ungu
Pemasangan instalasi sesuai dengan diagram wering yang sudah ditentukan
Pemasangan Unit sub station ceiling , Call riset button, Hand feld call button, Coridor light,
Bathroom Pull cord dipasang setelah semua pekerjaan selesai

Pemasangan dan seting peralatan utama pada ruang control Panel dan Peralatan
setiap ruangan dan coridor light

PEKERJAAN SISTEM MATV


Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel Feeder
Pemasangan Terminal Box
Pekerjaan pas. kabel Instalasi dalam condoit
Wairing kabel
Pemasangan Peralatan Melekat (Cailing, Wallmounted)
Pemasangan Peralatan Utama
Test Comisioning
Peralatan yang digunakan
No Jenis Alat yang digunakan Keterangan

1 Peralatan Tukang Listrik U/ Pek. Arus Lemah

2 Alat Bantu Lainnya

Bahan yang digunakan


O Booster Signal

O TV Monitor LED 21 "


Instalasi
O Splitter 4 Way

Coupler
Socket TV ( RCA )
Instalasi Socket TV, Coaxial RG-11
Pipa konduit
Prosedur Pelaksanaan

Pekerjaan hanya instalasi saja tidak termasuk Antena, Digital A/V Encoder,
Receiver dan peralatan utama lainya

Pengajuan approval material khusus untuk peralatan Booster signa;, Coaxial


Cable RG-11, Socket TV Copler, Spliter 4 way.

Pekerjaan dimulai dengan penarikan kabel instalasi Coaxial RG-11 TV, Kabel
Power TV dan outlet TV di dalam pipa conduit hight impact
Pasang Instalasi kabel dalam conduit sesuai jalur-jalur pada gambar kerja
Bor plat lantai untuk memasang klem pipa konduit

Pasang Pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan menggunakan
klam yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya

- Masukkan kabel pancing untuk menarik kabel

Sambung ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik kawat
pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut

Untuk identifikasi Clam pada pipa Instalasi MATV akan diberi warna Biru Muda
Pemasangan instalasi sesuai dengan diagram wering yang sudah ditentukan
Pemasangan SOCKET TV ( RCA ) Splitter 4 Way dan Couple

PEKERJAAN PENGOLAHAN AIR BERSIH


Pekerjaan Sipil

Pengadaan RAW dan Prased Water Tank (Setting Water Tank)


Kapasitas 60 m3 dengan material FRP ukuran 9*4*2 m

Seting pemasangan diatas pondasi yang sudah disediakan


Pekerjaan Pembuatan Pondasi Reservoir

Pekerjaan pembuatan pondasi beton reservoir sepertihalnya yang dilakukan


pada prosedur pekerjaan beton bertulang
Dibuat berdasarkan gambar kerja dengan karakteristik beton sesuai rencana
Pekerjaan Intake Pumpe Room (3m x 2m x 2,5m )
Prosedure pembuatan intake pump room seperti prosedur pembuatan GWT atau
pekerjaan PITLIFT ( Yaitu pekerjaan konstruksi sumuran kubus dari bahan beton
bertulang ) lengkap dengan Intake, tutup mainhole, pintu besi, dll
Pekerjaan Pemimpaan

Pekerjaan Pipa Intake 3" HDPE pada jalur yang sudah ditentukan dalam layout
gambar

Pekerjaan Peralatan Utama


Pengadaan BASKET SCREEN

Bahan Stainless steel dengan ukuran W 1000mm x L 1000 mm x H . 1.000 mm


yang difungsikan sebagai Screen of garbage in water influent
Pengadaan RAW WATER TANK

Bahan PE dengan ukuran Dia. 1.850 m x H. 2.195 m merupakan suport tanki


yang berfungsi sebagai Screen of garbage in water influent

Pengadaan Pompa RAW WATER kapasitas 15 m3/Jam head 12 Mtr Type End
Suction Centripugal Pump. Yang difungsikan sebagai pompa Transfer ke
Chemical process tank

Pengadaan CHEMICAL PROCESS TANK Volume 2.500 Liter dari bahan Fiber
Reinforcement Plastic Chemical resistance dengan ukuran Ø 1800mm x H
1600mm dengan pipa in/outlet dan pipa Drain PVC flange 4” yang digunakan
untuk Coagulant process tank dan Flocculant process tank
Pengadaan CHEMICAL PROCESS MIXER dengan putaran 150 RPM yang
digunakan untuk Mixing Coagulant process tank dan Mixing Flocculant process
tank

Pengadaan CHEMICAL SOLUTION TANK type silinder tank dengan volume 500
Liter, matrial Fiber rainforcement Plastic Camical Resistance ukuran Ø 750mm x H
1.200mm. yang digunakan untuk Coagulant process tank dan Ph Adjusment tank
(Pengaturan PH air)
Pengadaan CHEMICAL SOLUTION MIXER dengan putaran 1400 RPM type fast
mix yang dipergunakan untuk Mixing Coagulant chemical tank dan Mixing ph
adjusment chemical tank
Pengadaan CHEMICAL DOSING PUMP type Mechanical diaphram kapasitas 400
Liter/Hari yang digunakan untuk Ph Adjusment injection chemical dan Coagulant
injection chemical

Pengadaan CLARIFIER TANK type Lamella Clarifier dengan material Mild steel in
coating with fiber lining Chemical Resistance yang difungsikan untuk Proccess
Sendimentation Tank (Tangki pengendapan)

Pengadaan BUFFER TANK volume 5 m3 dengan ukuran Dia. 1.850 m x H. 2.195 m


dengan material PE yang difungsikan untuk Buffer Tank

Pengadaan INTAKE PUMP kapasitas 18 m³/Jam dengan Head 50 m Type


Summersible pump yang digunakan untuk Filtration Water feed pump to point use
dan irculation raw water pump

Pengadaan SAND FILTER Type Vertical Vessel Ukuran Ø 1.000 mm x 1.800mm


Total High material Mild Steel internal fiber lining dengan media filter Sand dan
Gravel yang digunakan utuk menyaring
Pengadaan CARBON FILTER Type Vertical Vessel Ukuran Ø 1.000 mm x

1.800mm Total High material Mild Steel internal fiber lining dengan media filter
Activated Carbon dan Gravel yang digunakan utuk menyaring

Pengadaan dan seting Electrikal Control Panel yang untuk memfungsikan sebagai
kontrol semua peralatan elektrikal yang ada dalam sistem ini

PIPING, FITTING & VALVE (dalam Sistem WTP) dipasang sesuai bagan
weiring pipe

Pengadaan dan pemasangan GROUND WATER TANK (GWT) kapasitas 100 m3


dengan material fiber Rainforec Plastic

PEKERJAAN CIVIL PONDASI ( Pedestal ) Ground Water Tank ,


prosedure pekerjaan ini dikerjakan sesuai prosedure pekerjaan Bak tanah
yang menggunakan beton bertulang

Galian tanah - Pekerjaan Pas. Pondasi Plat Menerus - Pekerjaan Struktur Beton
Balok Rib - Pekerjaan Struktur Beton Kolom t = 1,25 m - Pekerjaan Struktur Beton
Sloof - Pas. Plat Lantai t - 15 cm - Pekerjaan Struktur Blok Beton
Pengadaan SUPPLY PUMP (dari WTP ke GWT) sebagai pompa transfer dari WTP ke GWT
termasuk pemasangan instalasi pemipaanya dengan menggunakan pipa GIP medium class

RENCANA PEKERJAAN MASA PEMELIHARAAN Provisional Hand Over (PHO)


Pada saat penyerahan pekerjaan yang pertama (PHO), langkah-langkah yang akan
dilakukan adalah sebagai berikut :

Penyedia Jasa mengajukan permintaan kepada Pengguna Jasa untuk Penyerahan Pertama
pekerjaan setelah pekerjaan selesai 100 %.

Pengguna Jasa memerintahkan kepada Panitia penerima pekerjaan untuk melakukan


Penilaian terhadap hasil setelah diterimanya surat permintaan dari Penyedia Jasa.
Penilaian terhadap hasil pekerjaan oleh Panitia penerima pekerjaan

Pembuatan Daftar kekurangan (cek list) dan/atau cacat hasil pekerjaan oleh Panitia penerima
pekerjaan

Penyedia jasa & pengguna jasa mengadakan pemeriksaan pekerjaan secara bersama-sama
berdasarkan check list pemeriksaan

Penyedia jasa mengadakan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan pekerjaan sesuai


check list pekerjaan
Pemeriksaan kembali hasil penyelesaian/perbaikan oleh Panitia penerima pekerjaan
Pembuatan Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan oleh Panitia Penerima Pekerjaan
Penyerahan Pertama Pekerjaan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa
Penyerahan Jaminan Pemeliharaan oleh Penyedia Jasa
Pembayaran sebesar 100 % dari Nilai Kontrak oleh Pengguna Jasa
Pemeliharaan hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi hasil pekerjaan
tetap berada seperti pada saat Penyerahan Pertama pekerjaan
Final Hand Over (FHO)

Sedangkan pada saat penyerahan pekerjaan yang kedua (FHO), langkah-langkah yang akan
dilakukan adalah sebagai berikut :

Pengguna Jasa mengajukan permintaan kepada Penggunan Jasa untuk Penyerahan setelah
masa Pemeliharaan berakhir

Pengguna Jasa memerintahkan kepada Panitia Penerima pekerjaan untuk melakukan


pemeriksaan terhadap hasil pemeliharaan pekerjaan setelah diterimanya surat permintaan
dari Penyedia Jasa

Panitia Penerima pekerjaan memeriksa hasil penyempurnaan dari checklist Pemeliharaan


yang sudah dikerjakan secara rutin selama masa pemeliharaan
Pembuatan Daftar cacat hasil pemeliharaan pekerjaan oleh Panitia Penerima pekerjaan
Perbaikan cacat hasil pemeliharaan pekerjaan oleh Panitia Penerima pekerjaan

Pembuatan Berita Acara Penyerahan Akhir/Ke II pekerjaan oleh Panitia Penerima pekerjaan
Penyerahan Akhir Pekerjaan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa

Pengembalian Jaminan Pemeliharaan dan jaminan Pelaksanaan oleh Pengguna Jasa kepada
Penyedia Jasa

Pengguna Jasa menerima kembali hasil pekerjaan setelah diterbitkannya Berita Acara
Serah Terima Akhir pekerjaan.