Anda di halaman 1dari 5

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN

INISIAL KLIEN : Tn. B RUANGAN : Murai A RM NO : 004270


Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Keperawatan
1 2 3 4 5
Gangguan persepsi TUM :
sensori: Halusinasi Klien tidak mencederai diri
dengar sendiri, orang lain dan
lingkungan.
TUK 1 :
Setelah 2 kali interaksi 1.1 Ekspresi wajah yang bersahabat, 1.1.1 Bina hubungan saling percaya 1.1.1 Hubungan saling
diharapkan klien dapat menunjukkan rasa senang, ada dengan menggunakan prinsip percaya merupakan
membina dan kontak mata, mau berjabat tangan, komunikasi terapeutik : dasar dari terjadinya
mempertahankan mau menyebutkan nama, mau a. Sapa klien dengan ramah komunikasi
hubungan saling percaya. menjawab salam, klien mau duduk baik verbal maupun non terapeutik sehingga
berdampingan dengan perawat, verbal. akan memfasilitasi
mau mengutarakan masalah yang b. Perkenalkan diri dengan dalam
dihadapi. sopan. pengungkapan
c. Tanyakan nama lengkap perasaan, emosi,
klien dan nama panggilan dan harapan klien.
yang disukai klien.
d. Jelaskan tujuan pertemuan.
e. Jujur dan menepati janji.
f. Tunjukkan sikap empati dan
menerima klien apa adanya.
g. Beri perhatian kepada klien
dan perhatikan kebutuhan
dasar klien.
Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Rasionalisasi
TUK 2 : Setelah 2 kali interaksi 2.1.1 Adakan kontak sering dan singkat secara 2.1.1 Kontak sering dan singkat diharapkan
Klien dapat 2.1 Klien dapat menyebutkan bertahap. dapat memutus halusinasi klien karena
mengenal waktu, isi dan frekwensi adanya stimulus dari luar.
halusinasinya. timbulnya halusinasi.
2.1.2 Observasi tingkah laku klien terkait dengan 2.1.2 Perilaku yang ditunjukkan merupakan
2.2 Klien dapat mengungkapkan halusinasinya; bicara dan tertawa tanpa gambaran dari halusinasi yang dialami
perasaan terhadap stimulus, tiba-tiba ingin marah, dll. klien.
halusinasinya
2.1.3 Terima halusinasi sebagai halusinasi yang
nyata bagi klien dan tidak nyata bagi 2.1.3 Tindakan ini dapat mengembalikan klien ke
perawat. keadaan nyata/realita dan lambat laun
klien akan menyadari bahwa halusinasi
yang dialami orang lain dan tidak nyata.
2.1.4 Diskusikan dengan klien :
a. Situasi yang menimbulkan atau 2.1.4 Dengan mengetahui waktu munculnya, isi
tidak menimbulkan halusinasi. dan frekuensi halusinasi dapat diketahui
b. Waktu dan frekuensi terjadinya sampai dimana tahapan halusinasi yang
halusinasi (pagi, siang, sore, dan dialami klien.
malam hari atau jika sendiri, jengkel,
atau sedih).

2.1.5 Diskusikan dengan klien apa yang


dirasakan jika terjadi halusinasi (marah, 2.1.5 Ungkapan perasaan saat terjadi halusinasi
takut, sedih, senang). Beri kesempatan dapat dijadikan data sampai dimana tahap
mengungkapkan perasaan. halusinasinya dan kesadaran klien selama
terjadi halusinasi.
Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Rasionalisasi
TUK 3 : Setelah 3 kali interaksi, 3.1.1 Kaji situasi/keadaan dimana 3.1.1 Waktu/situasi munculnya halusinasi dapat dijadikan
Klien dapat diharapkan halusinasi sering muncul. dasar untuk menentukan tindakan.
mengontrol 3.1 Klien dapat
halusinasinya. menyebutkan tindakan 3.1.2 Identifikasi bersama klien cara 3.1.2 Dengan identifikasi kebiasaan yang dilakukan klien
yang biasanya tindakan yang dilakukan jika terjadi saat terjadi halusinasi dapat digunakan sebagai
dilakukan untuk halusinasi (tidur, marah, data dan dapat mengarahkan tindakan yang sesuai
mengendalikan menyibukkan diri, dll). dilakukan.
halusinasinya.
3.1.3 Diskusikan cara mencegah/ 3.1.3 Cara-cara untuk mencegah/mengontrol halusinasi
3.2 Kebutuhan yang tidak mengontrol timbulnya halusinasi, mungkin adalah hal yang baru dan perlu di
terpenuhi. serta cara memutus halusinasi diskusikan sehingga memungkinkan munculnya
secara bertahap. inisiatif klien untuk memilih cara yang dianggapnya
tepat, serta aman bagi klien ataupun orang
lain/lingkungan disekitarnya.

3.1.4 Beri kesempatan untuk melakukan 3.1.4 Reinforcement positif dapat meningkatkan motivasi
cara yang telah dilatih. Evaluasi mempertahankan/meningkatkan tindakan positif
hasilnya dan beri pujian jika berhasil. yang sudah pernah dilakukan.

3.1.5 Dorong klien untuk memilih cara 3.1.5 Tindakan/cara yang dipilih sendiri oleh klien akan
yang akan digunakannya dalam lebih diyakini dan tepat baginya sehingga lebih
menghadapi halusinasi. efektif.

3.1.6 Beri penguatan dan pujian terhadap 3.1.6 Meningkatkan rasa percaya diri klien dan keyakinan
pilihan klien yang benar. terhadap pilihannya.
Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Rasionalisasi
TUK 4 : Setelah 3 kali interaksi,diharapkan; 4.1.1 Lakukan kunjungan rumah atau 4.1.1 Hubungan saling percaya dapat terbina
Klien dapat 4.1 Keluarga dapat membina saat berkunjung perkenalkan jika perawat dapat menerima keluarga
memanfaatkan sistem hubungan saling percaya identitas perawat dalam sebuah dan sebaliknya sehingga timbul rasa
pendukung atau dengan perawat: interaksi yang hangat. aman.
keluarga.  Keluarga dapat menerima
kehadiran perawat. 4.1.2 Jelaskan maksud dan tujuan 4.1.2 Penjelasan maksud dan tujuan interaksi
 Keluarga mau menjawab interaksi. menurunkan kecurigaan keluarga
pertanyaan perawat. terhadap perawat , sehingga hubungan
dapat terjadi secara optimal.
4.2 Keluarga dapat menjelaskan
peran dan tanggung 4.2.1 Jelaskan peran dan tanggung 4.2.1 Pemahaman tentang peran dan
jawabnya. jawab keluarga sehingga dapat tanggung jawab sangat berguna untuk
 Mau menjenguk klien membantu klien mengatasi mengkaji persepsi keluarga terhadap
 Mau menerima klien masalahnya. masalah yang pada akhirnya dapat
kembali untuk dirawat di membantu klien.
rumah.
4.3.1 Diskusikan dengan keluarga 4.3.1 Menambah pengetahuan keluarga
4.3 Keluarga dapat menjelaskan tentang waham, gejala, cra sehingga kooperatif.
tentang: merawat, lingkungan keluarga,
 Gejala halusinasi follow up dan obat.
 Cara merawat klien
halusinasi. 4.3.2 Beri motivasi keluarga untuk 4.3.2 Meningkatkan peran keluarga dalam
 Lingkungan keluarga yang melaksanakannya. merawat klien .
mendukung.
 Follow up dan obat. 4.3.3 Beri umpan balik positif atas 4.3.3 Meningkatkan harga diri dan
kesanggupan keluarga. memperkuat hubungan saling percaya.
Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Rasionalisasi
TUK 5 : Setelah 4 kali interaksi, diharapkan: 5.1.1 Diskusikan dengan klien dan 5.1.1 Pengetahuan klien tentang
Klien dapat 5.1 Klien dapat menyebutkan manfaat obat. keluarga tentang obat, dosis dan program pengobatan memotivasi
menggunakan obat akibat penghentian obat. klien untuk mematuhinya.
dengan benar. 5.2 Klien teratur dalam minum obat.
5.1.2 Diskusikan perasaan klien setelah 5.1.2 Untuk menentukan intervensi
minum obat. selanjutnya.

5.1.3 Berikan obat dengan prinsip 5 5.1.3 Dengan minum obat secara teratur
benar. dan tepat dapat mengontrol
waham.
5.2.1 Bantu klien untuk memastikan 5.2.1 Mengendalikan dan memotivasi
bahwa klien mau minum obat klien untuk meminum obat secara
secara teratur. teratur.

5.2.2 Beri reinforcement positif atas 5.2.2 Meningkatkan harga diri klien.
kerjasama klien dalam minum
obat.

5.2.3 Observasi tanda dan gejala yang 5.2.3 Deteksi dini terhadap hal-hal yang
terkait dengan efek samping obat. mungkin terjadi.