Anda di halaman 1dari 33

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG

NOMOR : 1797 /Kpts/SM.120/J.4.9/08/2015

TENTANG
PENETAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN DIPLOMA IV JURUSAN PENYULUHAN
PERTANIAN DAN JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KETUA SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG

Menimbang : 1. bahwa sesuai amanat Pasal 11 Peraturan Menteri Pertanian


Nomor 74/Permentan/OT.140/6/2014 tentang Statuta STPP
Magelang.
2. Bahwa sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No
64/kpts/Hk.140/J/7/15 tentang Kurikulum Diploma IV Penyuluhan
Pertanian, Penyuluhan Perkebunan dan Penyuluhan Peternakan
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2012 tentang Pendidikan Tinggi
3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Guru
dan Dosen;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan
Tinggi;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
7. Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2015 tentang
Kementerian Pertanian;
8. Keputusan Presiden Nomor 58 Tahun 2002 tentang
Pendirian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan, Sekolah
Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang, Sekolah Tinggi
Penyuluhan Pertanian Gowa dan Sekolah Tinggi Penyuluhan
Pertanian Manokwari;
9. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Republik Indonesia nomor 43 Tahun 2015 tentang Standar Kerja
Kompetensi Nasional Bidang Penyuluhan Pertanian;
10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 43/Permentan/
OT.140/ 10/2008 tanggal 8 Oktober 2008 tentang Perubahan atas
Keputusan Menteri Pertanian No. 553/Kpts/OT.210/9/2002 tanggal
24 September 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah
Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang;
11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor
61/Permentan/OT.140/ 10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pertanian.

1
12. Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor :
3752/Kpts/KP.330/ 11/2010 Tanggal 26 Nopember 2010, tentang
Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Esselon II a dan II b
Kementerian Pertanian;
13. Keputusan Menteri Pertanian Nomor :
39/Kpts/SM.440/J/11/14 tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian;
14. Keputusan Menteri Pertanian Nomor
64/kpts/Hk.140/J/7/15 tentang tentang Kurikulum Diploma IV
Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Perkebunan dan Penyuluhan
Peternakan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian;

Memperhatikan : 1. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 64/kpts/Hk.140/J/7/15


tentang tentang Kurikulum Diploma IV Penyuluhan Pertanian,
Penyuluhan Perkebunan dan Penyuluhan Peternakan Sekolah
Tinggi Penyuluhan Pertanian;
2. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : Kurikulum Program Studi Penyuluhan Pertanian dan Program Studi
Penyuluhan Peternakan di STPP Magelang sebagaimana tercantum
pada Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dengankeputusan ini.
KEDUA Kurikulum Program Studi Penyuluhan Pertanian dan Program Studi
Penyuluhan Peternakan di STPP Magelang menggunakan sistem
blok dan diberlakukan mulai angkatan 2015/2016.
KETIGA Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Magelang
Pada tanggal 25 Agustus 2015

KETUA
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN
PERTANIAN MAGELANG

GUNAWAN YULIANTO
NIP. 19590703 198001 1 001
SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth :
1. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya
Manusia Pertanian;
2. Kepala Pusat Pendidikan Standardisasi dan Sertifikasi Profesi
Pertanian;

2
LAMPIRAN KEPUTUSAN KETUA STPP MAGELANG
NOMOR : 1797 /Kpts/SM.120/J.4.9/08/2015
TANGGAL : 25 Agustus 2015

KURIKULUM DIPLOMA IV JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN DAN


JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) MAGELANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tantangan pembangunan pertanian dalam penyediaan pangan sampai dengan
tahun 2045 adalah terwujudnya sistem pertanian bioindustri berkelanjutan yang
menghasilkan pangan sehat dan bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati
pertanian. Tantangan ini semakin beragam dan kompleks sejalan dengan
bertambahnya jumlah penduduk, semakin kuatnya pengaruh budaya global, tuntutan
keamanan produk pangan oleh konsumen, dan meningkatnya arus wisatawan dalam
dan luar negeri. Pada tahun 2015, pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN
berlaku, kondisi ini merupakan tantangan dan peluang bagi sektor pertanian
Indonesia untuk bersaing dan maju.
Konsekuensi dari terbukanya pasar ASEAN adalah Indonesia harus siap
dengan lalu lintas tenaga kerja profesional dari luar negeri untuk bersaing
mendapatkan peluang kerja di Indonesia, serta memberi kesempatan tenaga kerja
profesional Indonesia untuk bersaing bebas. Namun menurut Asian Productivity
Organization (APO), dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3%
yang profesional, sedangkan Filipina 8,3%, Malaysia 32,6%, dan Singapura 34,7%.
Ini tentu mencemaskan, dan apabila tetap stagnan maka dapat dipastikan tenaga
kerja Indonesia akan kalah bersaing dengan tenaga kerja negara ASEAN.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja terdidik harus disiapkan sedemikian rupa
melalui sistem pendidikan yang bermutu agar mampu bersaing pada level
internasional. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan jawaban
pemerintah terhadap ancaman persaingan global terkait penyiapan kompetensi
tenaga kerja Indonesia. Saat ini tenaga kerja sektor pertanian masih didominasi
petani dengan pendidikan tidak tamat Sekolah Dasar sampai dengan lulus Sekolah
Dasar 72,8%, lulusan Sekolah Menengah Pertama 16,1%, dan lulusan Sekolah
Menengah Atas 10,2% serta lulusan Perguruan Tinggi 0,9%, dengan usia di atas 45
tahun sebesar 62,6%.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
mempunyai peranan membentuk sumberdaya manusia pertanian yang profesional,
mandiri, berdaya saing, dan berorientasi bioindustri berkelanjutan. Salah satu
Sumber Daya Manusia Pertanian yang harus disiapkan adalah penyuluh pertanian
dan wirausahawan muda pertanian. Penyuluh Pertanian PNS dan Tenaga Harian
Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) pada tahun 2013 berjumlah

3
48.290 orang, dan 50% penyuluh pertanian PNS akan memasuki usia pensiun pada
tahun 2017.
Kondisi tersebut dapat menghambat penyediaan pangan serta
penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Strategi untuk menambah jumlah penyuluh
pertanian dan wirausahawan muda pertanian adalah dengan menyelenggarakan
pendidikan vokasi di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang.
Pembentukan penyuluh pertanian dan wirausahawan muda yang profesional dapat
dilakukan melalui proses pendidikan yang bermutu, sesuai profil yang diinginkan,
dan dijabarkan dalam kurikulum pendidikan.
Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Tinggi mengamanatkan bahwa kurikulum pada jenjang pendidikan tinggi harus
disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
merupakan indikator untuk mengukur jenjang kualifikasi dari level 1 terendah sampai
level 9 tertinggi. Setiap level KKNI bersepadanan dengan level Capaian
Pembelajaran program studi pada jenjang tertentu, dimana kesepadanan untuk
D4/S1 pendidikan tinggi adalah level 6.
Capaian Pembelajaran pada setiap level KKNI diuraikan dalam deskripsi sikap
dan tata nilai, kemampuan, pengetahuan, tanggung jawab dan hak dengan
pernyataan yang ringkas yang disebut dengan deskripsi generik. Setiap deskripsi
mengindikasikan kedalaman dan level dari Capaian Pembelajaran sesuai dengan
jenjang program studi.
Statuta Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang mengamanatkan
bahwa penyelenggaraan pendidikan di STPP didasarkan pada kurikulum Diploma IV.
Penyesuaian kurikulum pendidikan Diploma IV di STPP yang mengacu pada SNPT,
KKNI dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang
Penyuluhan Pertanian.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penyelenggaraan pendidikan Diploma IV
Penyuluhan Pertanian dan Penyuluhan Peternakan akan menghasilkan profil lulusan
sebagai berikut :
1. Penyuluh Pertanian Ahli;
2. Praktisi Agribisnis.

Deskripsi Profil lulusan diploma IV Penyuluhan Pertanian dan Penyuluhan


Peternakan yaitu:
1. Penyuluh Pertanian Ahli adalah Sarjana Terapan yang ahli dalam
menyelenggarakan penyuluhan pertanian, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, pelaporan dan pengembangan penyuluhan pertanian.
2. Praktisi Agribisnis merupakan pelaku agribisnis profesional pada usaha agroinput,
budidaya, agroindustri, pemasaran hasil pertanian dan/atau penunjang.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Kurikulum Diploma IV STPP Magelang dimaksudkan sebagai acuan dalam
penyelenggaraan pendidikan Diploma IV program studi penyuluhan pertanian dan
program studi penyuluhan peternakan.

2. Tujuan
Kurikulum Diploma IV STPP Magelang disusun dengan tujuan:
a. Meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan;

4
b. Meningkatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan;
c. Meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan; dan
d. Meningkatkan mutu lulusan.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kurikulum Diploma IV STPP Magelang mencakup:
1. Profil lulusan,
2. Deskripsi dan Sebaran mata kuliah
3. Metode Pembelajaran

D. Pengertian
Dalam Kurikulum ini yang dimaksud dengan:
1. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang yang selanjutnya disebut STPP
Magelang adalah Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pertanian yang
berkedudukan di Jl Magelang-Kopeng km 7 Kotak Pos 152 Magelang dan Jl.
Kusumanegara No 2 Yogyakarta.
2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian
pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.
3. Profil Lulusan adalah peran yang diharapkan dapat dilakukan oleh lulusan
program studi di masyarakat atau dunia kerja sesuai dengan jenjang KKNI.
4. Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks, adalah takaran waktu
kegiatan belajar yang di bebankan pada mahasiswa per minggu per semester
dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya
pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan
kurikuler di suatu program studi.
5. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah
kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,
menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang
pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan
kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
6. Capaian Pembelajaran, adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi
pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.
7. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang
memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan
akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.
8. Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar.
9. STPP adalah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang.

5
BAB II
DEKRIPSI DAN SEBARAN MATA KULIAH PER SEMESTER

A. Capaian Pembelajaran
Berdasarkan konsep KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, setiap
program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran lulusan. Lulusan
Diploma IV atau sarjana terapan harus memiliki capaian pembelajaran setara level 6
(enam) KKNI. Capaian pembelajaran yang dihasilkan oleh proses pendidikan
Diploma IV mengacu pada standar kompetensi lulusan pendidikan tinggi. Lulusan
harus memiliki kemampuan yang mencakup sikap dan tata nilai, keterampilan, dan
pengetahuan sebagai berikut:

1. Sikap
Sikap merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi
dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial
melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan atau
pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Rumusan sikap yang
harus tercermin dalam capaian pembelajaran adalah:
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap
religius;
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan
agama, moral dan etika;
c. Berkontribusi dalam meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
d. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki
nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan,
serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
f. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan;
g. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
h. Menginternalisasikan nilai, norma, dan etika akademik;
i. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya
secara mandiri;
j. Menginternalisasikan semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan.

2. Keterampilan
Keterampilan merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan
menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen yang diperoleh
melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, dan/atau pengabdian kepada
masyarakat yang terkait pembelajaran. Unsur keterampilan dibagi menjadi dua yaitu
keterampilan umum dan keterampilan khusus.

a. Keterampilan Umum
Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja yang wajib dimiliki oleh
setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai
Program Diploma IV, sebagai berikut:
1) Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, inovatif, bermutu, dan terukur dalam
melakukan penyuluhan pertanian dan agribisnis sesuai dengan standar
kompetensi kerja penyuluhan pertanian dan agribisnis;

6
2) Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur dalam penyuluhan
pertanian dan agribisnis sesuai dengan standar kompetensi kerja penyuluhan
pertanian dan agribisnis;
3) Mampu mengkaji kasus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora di bidang penyuluhan dan
agribisnis dalam rangka menghasilkan prototipe, prosedur baku, desain atau
karya seni, dan menyusun hasil kajiannya dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi
desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
4) Mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku,
spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam
melakukan supervisi dan evaluasi pada kegiatan penyuluhan pertanian dan
agribisnis;
5) Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja sama dan hasil kerja
sama didalam maupun di luar lembaganya;
6) Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan
supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan
kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;
7) Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada
dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara
mandiri;
8) Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

b. Keterampilan Khusus
Keterampilan Khusus merupakan kemampuan penciri yang wajib dimiliki oleh
setiap lulusan Program Studi, sebagai berikut:
1) Mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan pertanian dan agribisnis
secara mandiri, bermutu, dan terukur;
2) Mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku,
spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam
melakukan kegiatan penyuluhan pertanian dan agribisnis;
3) Mampu menjalin dan mengembangkan jaringan kerja sama dan hasil kerja
sama di dalam maupun di luar lembaganya;
4) Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan evaluasi terhadap kinerja penyuluhan pertanian dan agribisnis;
5) Mampu menumbuhkembangkan kelembagaan petani dan melakukan proses
evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang menjadi tanggung jawabnya, dan
mampu mengelola pembelajaran secara mandiri;
6) Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
7) Mampu mengaplikasikan pengetahuan pengkajian kasus penyuluhan pertanian
dan agribisnis dalam rangka menghasilkan permodelan penyuluhan pertanian
dan agribisnis serta penyusunan hasil kajian dalam bentuk kertas
kerja/laporan, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
8) Mampu mengidentifikasi peluang pasar agribisnis;
9) Mampu menyusun rencana usaha agribisnis;
10) Mampu melaksanakan usaha agribisnis yang produktif dan efesien;
11) Mampu memecahkan masalah usaha agribisnis dengan menerapkan prinsip-
prinsip kewirausahaan yang berakar pada kearifan lokal;
12) Mampu mengembangkan jejaring usaha agribisnis;

7
3. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah
bidang ilmu penyuluhan, agribisnis dan teknologi pertanian/ peternakan secara
sistematis yang diperoleh melalui penalaran dan proses pembelajaran, pengalaman
kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait
pembelajaran. Dalam melaksanakan penyuluhan pertanian dan agribisnis, lulusan
Program Diploma IV Program Studi Penyuluhan Pertanian dan Penyuluhan
Peternakan diharapkan menguasai ilmu-ilmu sebagai berikut:
a. menguasai dasar kewarganegaraan, hukum, politik, ekonomi dan nilai moral
Pancasila,
b. menguasai dan mampu mengintegrasikan keilmuan di bidang komunikasi,
pendidikan, sosial pertanian, manajemen, agribisnis, dan teknologi informasi

B.Bahan Kajian
Bahan kajian merupakan komponen/materi yang harus dipelajari/diajarkan
untuk mencapai capaian pembelajaran yang direncanakan. Bahan kajian dapat
bersumber dari mata kuliah pada kurikulum lampau, ilmu/materi yang dibutuhkan,
dan atau pokok bahasan. Hubungan antara kompetensi yang mendukung
keterampilan khusus yang terdapat pada Capaian Pembelajaran dengan Bahan
Kajian, secara rinci seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Capaian Pembelajaran dan Bahan Kajian untuk Program Studi Penyuluhan
Pertanian dan Penyuluhan Peternakan

CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
1. Mampu merencanakan 1. Bahasa Indonesia
penyuluhan pertanian 2. Teknik Penulisan Ilmiah
3. Peraturan Perundang-undangan
Penyuluhan/Peternakan dan Kesehatan
Hewan
4. Metode Penyuluhan Pertanian
5. Media Penyuluhan Pertanian
6. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
7. Perencanaan Program Penyuluhan
Pertanian
8. Pemberdayaan Masyarakat
9. Kebijakan Pembangunan Pertanian
2. Mampu melaksanakan 1. Bahasa Indonesia
penyuluhan pertanian 2. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi
Kelompok
3. Teknologi Informasi dan Komunikasi
4. Pendidikan Orang Dewasa
5. Peraturan dan Perundang-undangan
Penyuluhan/ Pertanian/Peternakan dan
Kesehatan Hewan
6. Metode Penyuluhan
7. Media Penyuluhan
8. Komunikasi Penyuluhan
9. Tanah dan Pemupukan/Teknologi Produksi
dan Pengawetan HMT

8
CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
10. Teknologi Perbenihan/reproduksi Ternak
11. Pengendalian Organisme Pengganggu
Tanaman/Kesehatan Hewan
12. Alat dan Mesin Pertanian/Bangun dan
Peralatan
13. Agribisnis Tanaman Pangan/Agribisnis
Ternak Kecil
14. Agribisnis Tanaman Sayur dan Buah/
Agribisnis Ternak Besar
15. Agribisnis Tanaman Ubi dan Obat/ Agribisnis
Ternak Unggas dan Aneka Ternak
16. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
17. Evaluasi Penyuluhan
18. Gizi dan Ketahanan Pangan
19. Teknologi Penangan Hasil Pert. /Teknologi
Pasca Panen
20. Pemberdayaan Masyarakat
21. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian/
Peternakan
22. Bioteknologi Pertanian/ Peternakan
23. Pengolahan Limbah Pertanian/ Pengelolaan
Limbah Peternakan
24. Penjaminan Mutu Hasil Pertanian/
Peternakan
25. Kebijakan Pembangunan Pertanian

3. Mampu mengevaluasi 1. Bahasa Indonesia


dan menyusun laporan 2. Matematika Terapan
kegiatan penyuluhan 3. Teknik Penulisan Ilmiah
4. Statistika Terapan
pertanian.
5. Metode Penelitian Penyuluhan
6. Evaluasi Penyuluhan Pertanian

4. Mampu 1. Pendidikan Orang Dewasa


menumbuhkembangkan 2. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi
kelembagaan petani; Kelompok
3. Sosiologi Pedesaan
4. Pembangunan Masyarakat Desa
5. Perencanaan Pembangunan Wil. Pedesaan
6. Manajemen Agribisnis
7. Pengembangan Kelembagaan Petani
8. Manajemen SDM Pertanian
9. Pemberdayaan Masyarakat
5. Mampu 1. Administrasi penyuluhan pertanian
mendokumentasikan, 2. Teknologi Informasi dan komunikasi
menyimpan, Pertanian
mengamankan, dan 3. Teknik Penulisan Ilmiah
4. Statistika Terapan
menemukan kembali
5. Etika Profesi
data serta mencegah
plagiasi
6. Mampu mengidentifikasi 1. Teknologi Informasi dan komunikasi
peluang pasar Pertanian

9
CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
agribisnis; 2. Dasar-dasar Agribisnis
3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/ Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan Buah/
Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/Peternakan
8. Pemberdayaan Masyarakat
9. Kewirausahaan
10. Kebijakan Pembangunan Pertanian
7. Mampu menyusun 1. Teknologi Informasi dan komunikasi
rencana usaha Pertanian
agribisnis 2. Dasar-dasar Agribisnis
3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan Buah/
Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/Peternakan
8. Perencanaan Program Penyuluhan
Pertanian
9. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
10. Kewirausahaan
11. Kebijakan Pembangunan Pertanian
8. Mampu mengelola 1. Agroekologi/Lingkungan Ternak
usaha agribisnis secara 2. Dasar-dasar Agribisnis
produktif dan efisien 3. Konservasi Tanah dan Air/Nutrisi Makanan
Ternak
4. Tanah dan Pemupukan/Teknologi Produksi
dan Pengawetan HMT
5. Teknologi Perbenihan/reproduksi Ternak
6. P O P T/Kesehatan Hewan
7. Agribisnis Tanaman Sayur dan Buah/
Agribisnis Ternak Besar
8. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
9. Alat dan Mesin Pertanian/Bangun dan
Peralatan
10. Gizi dan Ketahanan Pangan
11. Teknologi Penangan Hasil Pert./ Teknologi
Pasca Panen
12. Pemberdayaan Masyarakat
13. Teknologi Pengolahan Hasil Pert./
Peternakan
14. Bioteknologi Pertanian/ Peternakan
15. Pengolahan Limbah Pertanian/Pengelolaan
Limbah Peternakan
16. Penjaminan Mutu Hasil Pertanian/
Peternakan
9. Mampu memecahkan 1. Agroekologi/Lingkunagn Ternak
2. Dasar-dasar Agribisnis

10
CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
masalah usaha 3. Konservasi Tanah dan Air/Nutrisi Makanan
agribisnis dengan Ternak
menerapkan prinsip- 4. Tanah dan Pemupukan/Teknologi Produksi
prinsip kewirausahaan dan Pengawetan HMT
yang berakar pada 5. Teknologi Perbenihan/reproduksi Ternak
6. P O P T/Kesehatan Hewan
kearifan lokal;
7. Agribisnis Tanaman Sayur dan Buah/
Agribisnis Ternak Besar
8. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
9. Alat dan Mesin Pertanian/Bangun dan
Peralatan
10. Gizi dan Ketahanan Pangan
11. Teknologi Penangan Hasil Pert./Teknologi
Pasca Panen
12. Pemberdayaan Masyarakat
13. Teknologi Pengolahan Hasil
Pert./Peternakan
14. Bioteknologi Pertanian/ Peternakan
15. Pengolahan Limbah Pertanian/ Pengelolaan
Limbah Peternakan
16. Penjaminan Mutu Hasil Pertanian/
Peternakan
10. Mampu 1. Teknologi informasi dan komunikasi
mengembangkan Pertanian
jejaring usaha agribisnis; 2. Dasar-dasar Agribisnis
3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan
Buah/Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
8. Pemberdayaan Masyarakat
9. Kewirausahaan
11. Mampu meningkatkan 1. Dasar-dasar Agribisnis
nilai tambah produk 2. Statistika Terapan
agribisnis 3. Agribisnis Tanaman Pangan/ Agribisnis
Ternak Kecil
4. Tanah dan Pemupukan/Teknologi Produksi
dan Pengawetan HMT
5. Teknologi Perbenihan/reproduksi Ternak
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan
Buah/Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
8. Teknologi Penangan Hasil Pert./Teknologi
Pasca Panen
9. Pemberdayaan Masyarakat
10. Teknologi Pengolahan Hasil
Pert./Peternakan
11. Bioteknologi Pertanian/ Peternakan
12. Pengolahan Limbah Pertanian/ Pengelolaan
Limbah Peternakan

11
CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
13. Penjaminan Mutu Hasil Pertanian/
Peternakan
12. Mampu mengalisis 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
kelayakan usaha Pertanian
agribisnis 2. Dasar-dasar Agribisnis
3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/ /Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan
Buah/Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
8. Perencanaan Program Penyuluhan Pert.
9. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
10. Kewirausahaan
13. Mampu mengambil 1. Dasar-dasar Manajemen
keputusan manajerial 2. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi
yang tepat dalam Kelompok
berbagai kegiatan 3. Manajemen Agribisnis
4. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
agribisnis, berdasarkan
5. Manajemen SDM Pertanian
hasil analisis data dan
informasi fungsi
agribisnis;
14. Mampu merencanakan 1. Teknologi informasi dan komunikasi
kegiatan agribisnis Pertanian
dalam organisasi usaha. 2. Dasar-dasar Agribisnis
3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan
Buah/Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
8. Perencanaan Program Penyuluhan
Pertanian
9. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
10. Kewirausahaan
15. Mampu 1. Teknologi informasi dan komunikasi
mengorganisasikan Pertanian
kegiatan agribisnis 2. Dasar-dasar Agribisnis
dalam organisasi usaha; 3. Komunikasi Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Tanaman Pangan/Agribisnis
Ternak Kecil
5. Manajemen Agribisnis
6. Agribisnis Tanaman Sayur dan
Buah/Agribisnis Ternak Besar
7. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
16. Mampu melaksanakan 1. Bahasa Indonesia
kegiatan agribisnis 2. Dasar-dasar Manajemen
dalam organisasi usaha; 3. Dasar-Dasar Agribisnis
4. Manajemen Agribisnis
5. Kewirausahaan

12
CAPAIAN
No. BAHAN KAJIAN/BIDANG ILMU
PEMBELAJARAN
6. Pemasaran Hasil Pertanian/ Peternakan
17. Mampu melaksanakan 1. Bahasa Indonesia
monitoring evaluasi dan 2. Teknik Penulisan Ilmiah
pelaporan kegiatan 3. Metode Penelitian Penyuluhan
4. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
agribisnis dalam
organisasi usaha;
18. Mampu melakukan 1. Bahasa Indonesia,
kajian terapan dan 2. Matematika Terapan
permodelan dengan 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi
menggunakan metode Pertanian
4. Statistika Terapan
ilmiah dalam bidang
5. Metode Penelitian Penyuluhan
penyuluhan dan 6. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
agribisnis
19. Mampu 1. Bahasa Indonesia
mendesiminasikan hasil 2. Bahasa Inggris
kajian terapan dalam 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi
berbagai bentuk media Pertanian
4. Teknik Penulisan Ilmiah
publikasi.
5. Media Penyuluhan
6. Komunikasi Penyuluhan

C.Deskripsi dan Sebaran Mata Kuliah Per Semester

1. Sebaran Mata Kuliah Jurusan / Program Studi Penyuluhan Pertanian


SKS
KODE MATA KULIAH
T P TOTAL
Semester I (satu)
1111 Agama 2 0 2
1112 Pancasila 2 0 2
3113 Analisis Peluang Pasar 2 2 4
3114 Perencanaan Usaha Agribisnis 2 4 6
2115 Perencanaan Penyuluhan Pertanian I 2 2 4
JUMLAH 10 8 18

Semester II (Dua)
1121 Bahasa Indonesia 2 0 2
1122 Kewarganegaraan 2 0 2
3123 Pengelolaan Usaha agribisnis I 1 3 4
2124 Perencanaan Penyuluhan Pertanian II 2 3 5
3125 Permasalahan Usaha Agribisnis 2 4 6
JUMLAH 9 10 19

Semester III (Tiga)


2131 Perencanaan Penyuluhan Pertanian 2 3 5
III
3132 Pengelolaan Usaha agribisnis II 1 2 3
3133 Jejaring Usaha Agribisnis 2 4 6
3134 Nilai Tambah Produk Agribisnis 3 5 8
JUMLAH 8 14 22

13
Semester IV (Empat)
1141 PKL I 0 2 2
2142 Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian 4 8 12
3143 Analisis Kelayakan Usaha Agribisnis 2 4 6
JUMLAH 6 14 20

Semester V (Lima)
2151 Evaluasi Penyuluhan Pertanian 4 6 10
3152 Pengambilan Keputusan Usaha 2 2 4
Agribisnis
2153 Administrasi Penyuluhan Pertanian 2 3 5
2154 Penumbuhan dan Pengembangan 2 1 3
Kelembagaan Petani I
JUMLAH 10 12 22

Semester VI (Enam)
1161 PKL II 0 2 2
3162 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 2 2 4
Usaha Agribisnis
2163 Penumbuhan dan Pengembangan 2 3 5
Kelembagaan Petani II
3164 Perencanaan Usaha Bersama 2 4 6
3165 Pengorganisasian Usaha Bersama 2 4 6
JUMLAH 8 15 23

Semester VII (Tujuh)


3171 Pengelolaan Usaha Bersama 2 4 6
2172 Metodologi Pengkajian PP 2 4 6
3173 Publikasi Ilmiah 2 2 4
JUMLAH 6 10 16

Semester VIII (Delapan)


1181 KIPA 0 4 4
JUMLAH 0 4 4

TOTAL 57 87 144

2. Sebaran Mata Kuliah Jurusan / Program Studi Penyuluhan Peternakan

SKS
KODE MATA KULIAH
T P TOTAL
Semester I (satu)
1211 Agama 2 0 2
1212 Pancasila 2 0 2
3213 Analisis Peluang Pasar 2 2 4
3214 Perencanaan Usaha Agribisnis 2 4 6
2215 Perencanaan Penyuluhan Pertanian I 2 2 4
JUMLAH 10 8 18

Semester II (Dua)
1221 Bahasa Indonesia 2 0 2
1222 Kewarganegaraan 2 0 2
3223 Pengelolaan Usaha agribisnis I 1 3 4
2224 Perencanaan Penyuluhan Pertanian II 2 3 5
3225 Permasalahan Usaha Agribisnis 2 4 6
JUMLAH 9 10 19

14
Semester III (Tiga)
2231 Perencanaan Penyuluhan Pertanian 2 3 5
III
3232 Pengelolaan Usaha agribisnis II 1 2 3
3233 Jejaring Usaha Agribisnis 2 4 6
3234 Nilai Tambah Produk Agribisnis 3 5 8
JUMLAH 8 14 22

Semester IV (Empat)
1241 PKL I 0 2 2
2242 Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian I 4 8 12
3243 Analisis Kelayakan Usaha Agribisnis 2 4 6
JUMLAH 6 14 20

Semester V (Lima)
2251 Evaluasi Penyuluhan Pertanian 4 6 10
3252 Pengambilan Keputusan Usaha 2 2 4
Agribisnis
2253 Administrasi Penyuluhan Pertanian 2 3 5
2254 Penumbuhan dan Pengembangan 2 1 3
Kelembagaan Petani I
JUMLAH 10 12 22

Semester VI (Enam)
1261 PKL II 0 2 2
3262 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 2 2 4
Usaha Agribisnis
2263 Penumbuhan dan Pengembangan 2 3 5
Kelembagaan Petani II
3264 Perencanaan Usaha Bersama 2 4 6
3265 Pengorganisasian Usaha Bersama 2 4 6
JUMLAH 8 15 23

Semester VII (Tujuh)


3271 Pengelolaan Usaha Bersama 2 4 6
2272 Metodologi Pengkajian PP 2 4 6
3273 Publikasi Ilmiah 2 2 4
JUMLAH 6 10 16

Semester VIII (Delapan)


1281 KIPA 0 4 4
JUMLAH 0 4 4

TOTAL 57 87 144

3. Deskipsi Mata Kuliah Jurusan / Program Studi Penyuluhan Pertanian

Kode Nama Mata Kuliah Deskripsi Mata Kuliah


MK
1121 Bahasa Indonesia Mata kuliah ini berisi tentang fungsi bahasa,
dialek dan idialek, bahasa resmi, fonetik,
morfologi, morfem dasar, terikat, alomorf,
intonasi, kata ulang dan kata majemuk, frase
dan majemuk, ejaan, sintaksis, kalimat baku
dan tidak baku, fungsi gramatikal, kalimat
minor, mayor inti, efektif , struktur dan variasi

15
1111 Agama Mata kuliah ini berisi tentang keimanan,
ketaqwaan dan IPTEK, filsafat ketuhanan,
hakikat martabat dan tanggung jawab manusia,
penumbuhan kesadaran terhadap hokum
Tuhan, menuntut dan mengamalkan ilmu,
kerukunan antar umat beragama, peran umat
beragama dalam masyarakat beradab dan
sejahtera, HAM dan demokrasi, kontribusi
agama dalam kehidupan politik
1122 Kewarganegaraan Mata kuliah ini berisi tentang falsafah Pancasila,
identitas nasional, politik dan strategi, demokrasi
Indoneia, HAM dan Rule of Law, hak dan
kewajiban warga negara
1112 Pancasila Mata kuliah ini berisi tentang landasan dan
tujuan Pendidikan Pancasila, Pancasila dalam
konteks sejarah perjuangan bangsa, Pancasila
sebagai system filsafat, Pancasila sebagai etika
politik dan ideology nasional, Pancasila dalam
kontek ketatanegaraan RI, Pancasila sebagai
paradigm kehidupan dalam bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
2115 Perencanaan PP I Mata kuliah ini berisi tentang Identifikasi Potensi
Wilayah dan Perencanaan Programa
Penyuluhan Pertanian. Mahasiswa akan dibekali
dengan konsep-konsep komunikasi baik
interpersonal, intrapersonal maupun kelompok,
konsep lembaga dan organisasi sosial dan
penyuluhan, kelembagaan agribisnis, analisis
lingkungan agribisnis, kebijakan pembangunan
wilayah, metode partisipatori, dan prinsip-prinsip
pengambilan keputusan. Dalam perencanaan
programa, mahasiswa akan dibekali materi,
pengertian, fungsi dan filosofi penyuluhan,
prinsip-prinsip perencanaan program, konsep
pemberdayaan masyarakat, proses
Perencanaan Partisiparis, Analisis permasalah
agribisnis, Analisis Data Potensi Wilayah,
Analisis Komoditas Agribisnis Unggulan,
Rencana Usaha Keluarga, RDK, dan RDKK

2124 Perencanaan PP II Mata kuliah ini berisi tentang penyusunan


programa, mahasiswa akan dibekali Tahapan
dan Mekanisme Penyusunan Programa
Penyuluhan Pertanian, Sintesa Kegiatan
Penyuluhan Pertanian berdasarkan Program
Pembangunan Wilayah, Rumusan Keadaan
Wilayah, Tujuan Programa Penyuluhan
Pertanian, Rencana Kegiatan Tahunan
Penyuluh, Konsep Programa PP sesuai format
(Permentan No. 25 Tahun 2009 tentang
Programa PenyuluhanPertanian), Prinsip-prinsip
Dokumentasi Laporan, Membuat Media
Presentasi Powerpoint, Teknik Komunikasi
Verbal (presentasi)

2131 Perencanaan PP III Mata kuliah ini berisi tentang penyusunan materi
penyuluhan pertanian dan penetapan materi
penyuluhan pertanian. Di dalam penyusunan
materi penyuluhan mahasiswa dibekali
karakteristik Intrinsik analisis materi, sifat
inovasi, Jenis-jenis materi penyuluhan

16
pertanian, Prinsip-prinsip penetapan materi
penyuluhan, Perundang-undangan penyuluhan
pertanian (UU No. 16 Tahun 2006 tentang
SP3K), Pemilihan materi penyuluhan pertanian
berdasarkan RKTP, Pengelompokan materi
penyuluhan Pertanian berdasarkan kebutuhan
sasaran. Di dalam kuliah penetapan materi
penyuluhan, materi yang disampaikan meliputi
Tata cara penulisan sinopsis, Menyusun materi
penyuluhan pertanian dalam bentuk sinopsis,
Penyusun laporan hasil kegiatan perencanaan
penyuluhan pertanian, Menyusun materi
penyuluhan pertanian, dalam bentuk media
cetak, Menyusun materi penyuluhan pertanian,
dalam bentuk media elektronik, Laporan
perencanaan penyuluhan pertanian.

2142 Pelaksanaan PP Mata kuliah ini berisi tentang penetapan media


penyuluhan pertanian dan penggunaan media
penyuluhan pertanian. Materi penetapan media
penyuluhan meliputi Kajian individu sebagai
peubah kepribadian, motivasi sasaran, teknik
analisis gender, Proses adopsi inovasi,
Penggolongan metode penyuluhan, Aspek-
aspek metode penyuluhan, Aspek-aspek
metode penyuluhan (Permentan No. 51 Tahun
2009 tentang Metode dan Teknik Penyuluhan),
prosedur penetapan metode penyuluhan, dasar
pertimbangan pemilihan metode penyuluhan
pertanian, tujuan pemilihan metode penyuluhan,
prinsip-prinsip pemilihan metode dan teknik
penyuluhan pertanian, menetapkan metode dan
teknik PP.
Materi penggunaan media penyuluhan pertanian
meliputi membuat Lembar Persiapan Menyuluh,
Pendekatan Metode PP (Perorangan,
Kelompok, Massal), Penerapan Metode PP
Partisipatif (MP3), Penerapan Metode PP
Berbasis Gender, Penerapan Metode PP Kajian
Partisipatif

2151 Evaluasi Penyuluhan Pertanian Mata kuliah ini berisi tentang unsur-unsur
komunikasi penyuluhan, perubahan sosial dan
kebudayaan, Pendekatan Evaluasi Penyuluhan,
Rancangan evaluasi penyuluhan, Model
evaluasi penyuluhan pertanian, Obyek evaluasi
penyuluhan pertanian, Topik evaluasi
penyuluhan pertanian, Judulevaluasi
penyuluhan pertanian, Latar belakang, tujuan
dan manfaat, evaluasi penyuluhan pertanian,
Landasan teori, Instrumen evaluasi pelaksanaan
penyuluhan, Validitas dan reliabilitas instrumen,
evaluasi pelaksanaan penyuluhan, metode
evaluasi pelaksanaan penyuluhan, Variabel
(Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan),
indikator dan skala pengukuran, evaluasi
pelaksanaan penyuluhan pertanian
(populasi dan sampel), analisis evaluasi
pelaksanaan penyuluhan, interpretasi hasil
analisis evaluasi pelaksanaan penyuluhan,
penyajian hasil evaluasi pelaksanaan PP,
laporan hasil evaluasi Pelaksanaan PP.
Materi evaluasi dampak penyuluhan meliputi

17
Menetapkan tujuan evaluasi dampak PP,
Menyusun instrumen evaluasi dampak PP,
Menetapkan metode evaluasi dampak PP,
Menentapkan sampel evaluasi dampak PP,
Teknik pengumpulan data evaluasi dampak,
penyuluhan pertanian, Analisis data evaluasi
dampak PP, interpretasi hasil analisis evaluasi
dampak PP, Rekomendasi hasil analisis evaluasi
dampak penyuluhan pertanian, laporan Hasil
evaluasi dampak PP.

2154 Penumbuhan dan Mata kuliah ini berisi tentang penumbuhan dan
Pengembangan Kelembagaan pengembangan kelembagaan petani, proses
Petani I penumbuhan kelompok tani dan gabungan
kelompok tani, dan peningkatan kapasitas
kelembagaan. Mahasiswa akan dibekali dengan
konsep-konsep Pengembangan Kelembagaan
Petani, model Pengembangan Kelembagaan
Petani, Pemahaman tentang Lembaga
Keuangan Mikro (LKM)
2163 Penumbuhan dan Mata kuliah ini berisi tentang Identifikasi
Pengembangan Kelembagaan masalah dan kebutuhan kelompok, Analisis
Petani II masalah dan kebutuhan kelompok, Dasar
penumbuhan kelompoktani, prinsip-prinsip
penumbuhan kelompoktani, strategi
Pengembangan kelompoktani, Persiapan
penumbuhan kelompoktani, Proses
penumbuhan poktan dan gapoktan, Penguatan
Poktan menjadi kelembagaan yang kuat dan
mandiri, Peningkatan kemampuan anggota
poktan dalam pengembangan agribisnis,
Peningkatan kemampuan Poktan dalam
menjalankan fungsinya, Dasar Penumbuhan
Gapoktan, Prinsip-prinsip penumbuhan
Gapoktan, Strategi pengembangan Gapoktan,
persiapan penumbuhan Gapoktan, Proses
penumbuhan Gapoktan, Korporasi dan Asosiasi
Petani, Peningkatan Kemampuan Gapoktan,
Proses Peningkatan Kapasitas Kelembagaan,
Ekonomi Petani, Peningkatan Kapasitas
Kepemimpinan Kelompoktani, Peningkatan
jejaring kelembagaan petani, Pelaksanaan
penilaian kemampuan Poktan, Konsep
Pengembangan Kelembagaan Petani, Model
Pengembangan Kelembagaan Petani,
Identifikasi masalah dan kebutuhan kelompok,
Analisis masalah dan kebutuhan kelompok
2153 Administrasi PP Mata kuliah ini berisi tentang Prinsip-prinsip
pendokumentasian penyuluhan, Pengelolaan
database berbasis IT, Teknik Penulisan Ilmiah,
Identifikasi dokumen, Penomoran dokumen,
pengarsipan dokumen

3113 Analisis Peluang Pasar Mata kuliah ini berisi tentang Microsof Office
(Operating System, Hardware, Word, Excell),
Internet (Email, Optimasi internet), Sistem
Agribisnis, Analisis Lingkungan Agribisnis,
Peluang Usaha Agribisnis
Komunikasi Pasar, Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Masal, Komunikasi Kelompok
Konsep Subsistem, Prospek dan Peluang
Agribisnis Tan Pangan/Tan. sayur dan buah,
Karakteristik Tan Pangan/Tan. sayur dan buah,

18
Pencatatan Usaha Tan Pangan/Tan. sayur dan
buah, Manajemen Pemasaran,
Kemitraan Usaha, Jejaring Agribisnis
Konsep Subsistem , Ruang Lingkup Pemasaran,
Lembaga Pemasaran, Strategi Pemasaran,
Perilaku Konsumen, Rantai Pemasaran
Identifikasi Potensi dan Masalah Agribisnis
secara Partisipatif, Perencanaan Partisipatif,
Ruang Lingkup Kewirausahaan, Identifikasi
Profil Usaha, Perencanaan Agribisnis,
Renstra Pembangunan Pertanian, Paradigma
Pembangunan Agribisnis

3114 Perencanaan Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang prinsip-prinsip
perencanaan agribisnis, Menentukan lokasi
usaha agribisnis, Menentukan jenis usaha
sesuai komoditas pilihan, Menentukan teknologi
proses produksi agribisnis, Menentukan sarana
produksi dan sumberdaya, Melakukan analisis
finansial, Analisis tren pasar, Menyusun
perencanaan agribisnis.

3123 Pengelolaan Usaha agribisnis I Mata kuliah ini berisi tentang Komunikasi Bisnis,
Analisis Efisiensi usaha, Analisis optimalisasi
usaha, SDM Agribisnis, Karakteristik
pengusaha sukses, Membangun motivasi
usaha, strategi menciptakan inovasi dan
kreativitas usaha, Penerapan matematika dalam
evaluasi usaha, Penerapan prinsip-prinsip
pemasaran dlm agribisnis tanaman pangan,
Pemanfaatan IT dlm pengembangan usaha
agribisnis tanaman pangan, Melakukan proses
produksi sesuai jenis usaha pilihan (tanaman
pangan)

3132 Pengelolaan Usaha agribisnis II Mata kuliah ini berisi tentang penerapan prinsip-
prinsip pemasaran dlm agribisnis tanaman buah
dan sayur, Pemanfaatan IT dlm pengembangan
usaha agribisnis tanaman buah dan sayur,
Melakukan proses produksi sesuai jenis usaha
pilihan (tanaman buah dan sayur)
3125 Permasalahan Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang analisis resiko
usaha agroinput, analisis resiko usaha
agroproduk, analisis resiko usaha agroniaga,
analisis resiko usaha agroindustri, identifikasi
masalah agribisnis, penyusunan skala prioritas
masalah agribisnis, penyusunan alternatif
pemecahan masalah, pengendalian OPT,
strategi penerapan teknologi dalam pemecahan
masalah usaha agribisnis pilihan, teknik
pengambilan keputusan, kepemimpinan
agribisnis.

3133 Jejaring Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang media sosial dan
blog, penumbuhan dan pengembangan jejaring
usaha, negosiasi bisnis, penerapan
pengembangan jejaring usaha agribisnis
tanaman pangan, pengelolaan pasar dan
penguatan jejaring, penerapan pengembangan
jejaring usaha agribisnis tanaman sayur dan
buah, jenis-jenis jejaring pasar, pengenalan
struktur masyarakat, penerapan pengembangan

19
kemitraan dan jejaring, negosiasi

3134 Nilai Tambah Produk Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang sub sistem
pengolahan hasil, kebijakan agroindustri dalam
agribisnis, pengambilan sampel, analisis statistik
deskriptif dan inferensial, upaya peningkatan
kualitas hasil panen tanaman pangan, upaya
peningkatan kualitas hasil panen, pemanfaatan
software pemupukan, evaluasi hasil pengujian
mutu tanah, sertifikasi dan pengawasan benih,
upaya peningkatan kualitas hasil panen
tanaman sayur dan buah, agroindustri dalam
meningkatkan peluang pasar, perhitungan nilai
tambah (margin) produk, pengemasan dan
penyimpanan hasil pertanian, aneka olahan
hasil pertanian, pengembangan usaha bersama,
pengawetan produk pangan, pengemasan
produk pangan, pengembangan produk
bioteknologi pengawetan dan penyimpanan
produk olahan bioteknologi , konversi limbah
pertanian menjadi produk bernilai tambah,
sertifikasi hasil pertanian

3143 Analisis Kelayakan Usaha Mata kuliah ini berisi tentang analisis statistik
Agribisnis berbasis excel, dasar-dasar SPSS,
pemanfaatan internet, pengenalan antivirus,
pengenalan hardware, analisis usaha tani,
analisis kelayakan, pelaporan hasil analisis
kelayakan usaha, penerapan analisis usaha
tanaman pangan, pengelolaan usaha yang layak
secara efektif dan efisien, penerapan analisis
usaha tanaman sayur dan buah, kelayakan
usaha pemasaran, efisiensi pemasaran, analisis
kelayakan program PP, analisis hasil evaluasi
PP, penerapan hasil studi kelayakan usaha
agribisnis, menyusun bisnis plan

3152 Pengambilan Keputusan Usaha Mata kuliah ini berisi tentang prinsip-prinsip
Agribisnis pengambilan keputusan, ruang lingkup fungsi
manajemen, sifat pemimpin dan unsur-
unsurnya, peranan pemimpin dan
kepemimpinan dalam pengambilan keputusan,
pengambilan keputusan dalam pengelolaan
agribisnis, macam-macam pasar agribisnis,
pengambilan keputusan pemasaran,
pengambilan keputusan pemasaran hasil
pertanian, pengambilan keputusan pengelolaan
sdm, konsep dasar dan ruang lingkup MSDM,
pengembangan SDM, manajemen strategi SDM.

3164 Perencanaan Usaha Bersama Mata kuliah ini berisi tentang sistem informasi
manajemen agribisnis, organisasi dan badan
usaha,
pengenalan jenis-jenis komunikasi dalam
kelompok,
rencana usaha bersama tanaman pangan/
agribisnis tanaman semusim/ agribisnis ternak
kecil, rencana usaha bersama, rencana usaha
bersama agribisnis ternak kecil, rencana usaha
bersama tanaman sayur dan buah, jenis-jenis
lembaga pemasaran, rancangan lembaga
pemasaran, penyusunan program PP kelompok,
pengukuran hasil perencanaan agribisnis

20
kelompok, perencanaan pengembangan usaha
dan klaster usaha.

3165 Pengorganisasian Usaha Mata kuliah ini berisi tentang sistem informasi
Bersama manajemen agribisnis, pengorganisasian usaha
agribisnis, efektivitas komunikasi dalam
organisasi, pengorganisasian usaha agribisnis
tanaman pangan, manajemen organisasi,
pengorganisasian usaha agribisnis tanaman
sayur dan buah, pengelolaan organisasai
pemasaran hasil pertanian, pengorganisasian
perencanaan program PP, evaluasi pengelolaan
organisasi usaha

3171 Pengelolaan Usaha Bersama Mata kuliah ini berisi tentang penulisan laporan,
penyiapan dokumen-dokumen usaha,
pengelolaan pelaksanaan kegiatan agribisnis,
sistem agribisnis dalam organisasi usaha,
strategi pengelolaan agribisnis, strategi
pemasaran

3162 Monitoring, Evaluasi dan Mata kuliah ini berisi tentang penggunaan
Pelaporan Usaha bahasa yang baik dan benar dalam menyusun
laporan, penyusunan laporan monitoring dan
evaluasi kegiatan, penyusunan daftar pustaka,
identifikasi masalah kegiatan agribisnis,
pelaksanaan monev dan pelaporan kegiatan
agribisnis
2172 Metode Pengkajian PP Mata kuliah ini berisi tentang Tata Bahasa
Indonesia, Matrik Program Linear, Penerapan
Software Teknologi Informasi (SPSS, Excel),
Penyusunan Hipotesis, Pengujian Hipotesis,
Penyusunan Perumusan Masalah, Penyusunan
Kerangka Pikir, Penyusunan Landasan Teori,
Penyusunan Pembahasan, Penyusunan
Kesimpulan dan Saran, Tahapan evaluasi PP,
metode evaluasi PP, hasil evaluasi PP,
pembahasan dan kesimpulan evaluasi pp,

3173 Publikasi Ilmiah Mata kuliah ini berisi tentang kutipan, writing,
translation, conversation, alat-alat komunikasi
pertanian, penulisan artikel jurnal dan artikel
populer, jenis-jenis media PP, pembuatan media
PP, komunikasi kelompok, komunikasi massa.

1141 PKL I Praktek Kerja lapangan di tempat usaha


agribisnis meliputi kegiatan mengidentifikasi
peluang pasar, menyusun rencana usaha dan
nilai tambah agribisnis, mengelola usaha
agribisnis, memecahkan masalah usaha
agribisnis, mengembangkan jejaring usaha,
menyusun laporan PKL dan seminar

1161 PKL II Praktek Kerja lapangan di lembaga penyuluhan


meliputi kegiatan perencanaan penyuluhan
(IPW, menyusun programa penyuluhan),
pelaksanaan penyuluhan, evaluasi penyuluhan
dan administrasi penyuluhan, menyusun laporan
PKL dan seminar

1181 KIPA Melakukan pengkajian agribisnis dan pengkajian


penyuluhan (teknis, social, ekonomi), menyusun
dalam bentuk laporan hasil KIPA dan artikel

21
publikasi

4. Deskipsi Mata Kuliah Jurusan / Program Studi Penyuluhan Peternakan

Kode Nama Mata Kuliah Deskripsi Mata Kuliah


MK
1221 Bahasa Indonesia Mata kuliah ini berisi tentang fungsi bahasa,
dialek dan idialek, bahasa resmi, fonetik,
morfologi, morfem dasar, terikat, alomorf,
intonasi, kata ulang dan kata majemuk, frase
dan majemuk, ejaan, sintaksis, kalimat baku
dan tidak baku, fungsi gramatikal, kalimat
minor, mayor inti, efektif , struktur dan variasi

1211 Agama Mata kuliah ini berisi tentang keimanan,


ketaqwaan dan IPTEK, filsafat ketuhanan,
hakikat martabat dan tanggung jawab manusia,
penumbuhan kesadaran terhadap hokum
Tuhan, menuntut dan mengamalkan ilmu,
kerukunan antar umat beragama, peran umat
beragama dalam masyarakat beradab dan
sejahtera, HAM dan demokrasi, kontribusi
agama dalam kehidupan politik

1222 Kewarganegaraan Mata kuliah ini berisi tentang falsafah Pancasila,


identitas nasional, politik dan strategi, demokrasi
Indoneia, HAM dan Rule of Law, hak dan
kewajiban warga Negara

1212 Pancasila Mata kuliah ini berisi tentang landasan dan


tujuan Pendidikan Pancasila, Pancasila dalam
konteks sejarah perjuangan bangsa, Pancasila
sebagai system filsafat, Pancasila sebagai etika
politik dan ideology nasional, Pancasila dalam
kontek ketatanegaraan RI, Pancasila sebagai
paradigm kehidupan dalam bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

2215 Perencanaan PP I Mata kuliah ini berisi tentang Identifikasi Potensi


Wilayah dan Perencanaan Programa
Penyuluhan Pertanian. Mahasiswa akan dibekali
dengan konsep-konsep komunikasi baik
interpersonal, intrapersonal maupun kelompok,
konsep lembaga dan organisasi sosial dan
penyuluhan, kelembagaan agribisnis, analisis
lingkungan agribisnis, kebijakan pembangunan
wilayah, metode partisipatori, dan prinsip-prinsip
pengambilan keputusan. Dalam perencanaan
programa, mahasiswa akan dibekali materi,
pengertian, fungsi dan filosofi penyuluhan,
prinsip-prinsip perencanaan program, konsep
pemberdayaan masyarakat, proses
Perencanaan Partisiparis, Analisis permasalah
agribisnis, Analisis Data Potensi Wilayah,

22
Analisis Komoditas Agribisnis Unggulan,
Rencana Usaha Keluarga, RDK, dan RDKK

2224 Perencanaan PP II Mata kuliah ini berisi tentang penyusunan


programa, mahasiswa akan dibekali Tahapan
dan Mekanisme Penyusunan Programa
Penyuluhan Pertanian, Sintesa Kegiatan
Penyuluhan Pertanian berdasarkan Program
Pembangunan Wilayah, Rumusan Keadaan
Wilayah, Tujuan Programa Penyuluhan
Pertanian, Rencana Kegiatan Tahunan
Penyuluh, Konsep Programa PP sesuai format
(Permentan No. 25 Tahun 2009 tentang
Programa PenyuluhanPertanian), Prinsip-prinsip
Dokumentasi Laporan, Membuat Media
Presentasi Powerpoint, Teknik Komunikasi
Verbal (presentasi)

2231 Perencanaan PP III Mata kuliah ini berisi tentang penyusunan materi
penyuluhan pertanian dan penetapan materi
penyuluhan pertanian. Di dalam penyusunan
materi penyuluhan mahasiswa dibekali
karakteristik Intrinsik analisis materi, sifat
inovasi, Jenis-jenis materi penyuluhan
pertanian, Prinsip-prinsip penetapan materi
penyuluhan, Perundang-undangan penyuluhan
pertanian (UU No. 16 Tahun 2006 tentang
SP3K), Pemilihan materi penyuluhan pertanian
berdasarkan RKTP, Pengelompokan materi
penyuluhan Pertanian berdasarkan kebutuhan
sasaran. Di dalam kuliah penetapan materi
penyuluhan, materi yang disampaikan meliputi
Tata cara penulisan sinopsis, Menyusun materi
penyuluhan pertanian dalam bentuk sinopsis,
Penyusun laporan hasil kegiatan perencanaan
penyuluhan pertanian, Menyusun materi
penyuluhan pertanian, dalam bentuk media
cetak, Menyusun materi penyuluhan pertanian,
dalam bentuk media elektronik, Laporan
perencanaan penyuluhan pertanian.

2242 Pelaksanaan PP Mata kuliah ini berisi tentang penetapan media


penyuluhan pertanian dan penggunaan media
penyuluhan pertanian. Materi penetapan media
penyuluhan meliputi Kajian individu sebagai
peubah kepribadian, motivasi sasaran, teknik
analisis gender, Proses adopsi inovasi,
Penggolongan metode penyuluhan, Aspek-
aspek metode penyuluhan, Aspek-aspek
metode penyuluhan (Permentan No. 51 Tahun
2009 tentang Metode dan Teknik Penyuluhan),
prosedur penetapan metode penyuluhan, dasar
pertimbangan pemilihan metode penyuluhan
pertanian, tujuan pemilihan metode penyuluhan,
prinsip-prinsip pemilihan metode dan teknik
penyuluhan pertanian, menetapkan metode dan
teknik PP.
Materi penggunaan media penyuluhan pertanian
meliputi membuat Lembar Persiapan Menyuluh,
Pendekatan Metode PP (Perorangan,
Kelompok, Massal), Penerapan Metode PP
Partisipatif (MP3), Penerapan Metode PP
Berbasis Gender, Penerapan Metode PP Kajian

23
Partisipatif

2251 Evaluasi Penyuluhan Pertanian Mata kuliah ini berisi tentang unsur-unsur
komunikasi penyuluhan, perubahan sosial dan
kebudayaan, Pendekatan Evaluasi Penyuluhan,
Rancangan evaluasi penyuluhan, Model
evaluasi penyuluhan pertanian, Obyek evaluasi
penyuluhan pertanian, Topik evaluasi
penyuluhan pertanian, Judul evaluasi
penyuluhan pertanian, Latar belakang, tujuan
dan manfaat, evaluasi penyuluhan pertanian,
Landasan teori, Instrumen evaluasi pelaksanaan
penyuluhan, Validitas dan reliabilitas instrumen,
evaluasi pelaksanaan penyuluhan, metode
evaluasi pelaksanaan penyuluhan, Variabel
(Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan),
indikator dan skala pengukuran, evaluasi
pelaksanaan penyuluhan pertanian
(populasi dan sampel), analisis evaluasi
pelaksanaan penyuluhan, interpretasi hasil
analisis evaluasi pelaksanaan penyuluhan,
penyajian hasil evaluasi pelaksanaan PP,
laporan hasil evaluasi Pelaksanaan PP.
Materi evaluasi dampak penyuluhan meliputi
Menetapkan tujuan evaluasi dampak PP,
Menyusun instrumen evaluasi dampak PP,
Menetapkan metode evaluasi dampak PP,
Menentapkan sampel evaluasi dampak PP,
Teknik pengumpulan data evaluasi dampak,
penyuluhan pertanian, Analisis data evaluasi
dampak PP, interpretasi hasil analisis evaluasi
dampak PP, Rekomendasi hasil analisis evaluasi
dampak penyuluhan pertanian, laporan Hasil
evaluasi dampak PP.

2254 Penumbuhan dan Mata kuliah ini berisi tentang penumbuhan dan
Pengembangan Kelembagaan pengembangan kelembagaan petani, proses
Petani I penumbuhan kelompok tani dan gabungan
kelompok tani, dan peningkatan kapasitas
kelembagaan. Mahasiswa akan dibekali dengan
konsep-konsep Pengembangan Kelembagaan
Petani, model Pengembangan Kelembagaan
Petani, Pemahaman tentang Lembaga
Keuangan Mikro (LKM)

2263 Penumbuhan dan Mata kuliah ini berisi tentang Identifikasi


Pengembangan Kelembagaan masalah dan kebutuhan kelompok, Analisis
Petani II masalah dan kebutuhan kelompok, Dasar
penumbuhan kelompoktani, prinsip-prinsip
penumbuhan kelompoktani, strategi
Pengembangan kelompoktani, Persiapan
penumbuhan kelompoktani, Proses
penumbuhan poktan dan gapoktan, Penguatan
Poktan menjadi kelembagaan yang kuat dan
mandiri, Peningkatan kemampuan anggota
poktan dalam pengembangan agribisnis,
Peningkatan kemampuan Poktan dalam
menjalankan fungsinya, Dasar Penumbuhan
Gapoktan, Prinsip-prinsip penumbuhan
Gapoktan, Strategi pengembangan Gapoktan,
persiapan penumbuhan Gapoktan, Proses
penumbuhan Gapoktan, Korporasi dan Asosiasi
Petani, Peningkatan Kemampuan Gapoktan,

24
Proses Peningkatan Kapasitas Kelembagaan,
Ekonomi Petani, Peningkatan Kapasitas
Kepemimpinan Kelompoktani, Peningkatan
jejaring kelembagaan petani, Pelaksanaan
penilaian kemampuan Poktan, Konsep
Pengembangan Kelembagaan Petani, Model
Pengembangan Kelembagaan Petani,
Identifikasi masalah dan kebutuhan kelompok,
Analisis masalah dan kebutuhan kelompok

2253 Administrasi PP Mata kuliah ini berisi tentang Prinsip-prinsip


pendokumentasian penyuluhan, Pengelolaan
database berbasis IT, Teknik Penulisan Ilmiah,
Identifikasi dokumen, Penomeran dokumen,
pengarsipan dokumen

3213 Analisis Peluang Pasar Mata kuliah ini berisi tentang Microsof Office
(Operating System, Hardware, Word, Excell),
Internet (Email, Optimasi internet), Sistem
Agribisnis, Analisis Lingkungan Agribisnis,
Peluang Usaha Agribisnis
Komunikasi Pasar, Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Masal, Komunikasi Kelompok
Konsep Subsistem, Prospek dan Peluang
Agribisnis Ternak besar/kecil/unggas dan aneka
ternak, Karakteristik Ternak besar/kecil/unggas
dan aneka ternak, Pencatatan Usaha Ternak
besar/kecil/unggas dan aneka ternak,
Manajemen Pemasaran,
Kemitraan Usaha, Jejaring Agribisnis
Konsep Subsistem , Ruang Lingkup Pemasaran,
Lembaga Pemasaran, Strategi Pemasaran,
Perilaku Konsumen, Rantai Pemasaran
Identifikasi Potensi dan Masalah Agribisnis
secara Partisipatif, Perencanaan Partisipatif,
Ruang Lingkup Kewirausahaan, Identifikasi
Profil Usaha, Perencanaan Agribisnis,
Renstra Pembangunan Pertanian, Paradigma
Pembangunan Agribisnis

3214 Perencanaan Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang prinsip-prinsip
perencanaan agribisnis, Menentukan lokasi
usaha agribisnis, Menentukan jenis usaha
sesuai komoditas pilihan, Menentukan teknologi
proses produksi agribisnis, Menentukan sarana
produksi dan sumberdaya, Melakukan analisis
finansial, Analisis tren pasar, Menyusun
perencanaan agribisnis.

3223 Pengelolaan Usaha agribisnis I Mata kuliah ini berisi tentang Komunikasi Bisnis,
Analisis Efisiensi usaha, Analisis optimalisasi
usaha, SDM Agribisnis, Karakteristik
pengusaha sukses, Membangun motivasi
usaha, strategi menciptakan inovasi dan
kreativitas usaha, Penerapan matematika dalam
evaluasi usaha, Penerapan prinsip-prinsip
pemasaran dlm agribisnis Tenak besar dan
ternak kecil, Pemanfaatan IT dlm
pengembangan usaha agribisnis Tenak besar
dan ternak kecil, Melakukan proses produksi
sesuai jenis usaha (pilihan Tenak besar dan
ternak kecil)

25
3232 Pengelolaan Usaha agribisnis II Mata kuliah ini berisi tentang penerapan prinsip-
prinsip pemasaran dlm agribisnis ternak kecil
dan aneka ternak, Pemanfaatan IT dlm
pengembangan usaha agribisnis ternak kecil
dan aneka ternak, Melakukan proses produksi
sesuai jenis usaha pilihan (ternak kecil dan
aneka ternak)

3225 Permasalahan Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang analisis resiko
usaha agroinput, analisis resiko usaha
agroproduk, analisis resiko usaha agroniaga,
analisis resiko usaha agroindustri, identifikasi
masalah agribisnis, penyusunan skala prioritas
masalah agribisnis, penyusunan alternatif
pemecahan masalah, pengendalian kesehatan
ternak, strategi penerapan teknologi dalam
pemecahan masalah usaha agribisnis pilihan,
teknik pengambilan keputusan, kepemimpinan
agribisnis.

3233 Jejaring Usaha Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang media sosial dan
blog, penumbuhan dan pengembangan jejaring
usaha, negosiasi bisnis, penerapan
pengembangan jejaring usaha agribisnis ternak
bsar dan ternakkecil, pengelolaan pasar dan
penguatan jejaring, penerapan pengembangan
jejaring usaha agribisnis ternakunggas dan
aneka ternak, jenis-jenis jejaring pasar,
pengenalan struktur masyarakat, penerapan
pengembangan kemitraan dan jejaring,
negosiasi

3234 Nilai Tambah Produk Agribisnis Mata kuliah ini berisi tentang sub sistem
pengolahan hasil, kebijakan agroindustri dalam
agribisnis, pengambilan sampel, analisis statistik
deskriptif dan inferensial, upaya peningkatan
kualitas hasil ternak besar dan ternak kecil,
upaya peningkatan kualitas hasil panen unggas
dan aneka ternak, pemanfaatan software
formulasi ransum, evaluasi hasil pengujian mutu
pakan, sertifikasi dan pengawasan bibit ternak,
upaya peningkatan kualitas hasil komoditas
ternak, agroindustri dalam meningkatkan
peluang pasar, perhitungan nilai tambah
(margin) produk, pengemasan dan
penyimpanan hasil peternakan, aneka olahan
hasil peternakan, pengembangan usaha
bersama, pengawetan produk pangan,
pengemasan produk pangan, pengembangan
produk bioteknologi pengawetan dan
penyimpanan produk olahan bioteknologi ,
konversi limbah ternak dan pertanian menjadi
produk bernilai tambah, sertifikasi hasil
pertanian

3243 Analisis Kelayakan Usaha Mata kuliah ini berisi tentang analisis statistik
Agribisnis berbasis excel, dasar-dasar SPSS,
pemanfaatan internet, pengenalan antivirus,
pengenalan hardware, analisis usaha tani,
analisis kelayakan, pelaporan hasil analisis
kelayakan usaha, penerapan analisis usaha
ternak besar dan ternak kecil, pengelolaan

26
usaha yang layak secara efektif dan efisien,
penerapan analisis usaha ternak unggas dan
aneka ternak, kelayakan usaha pemasaran,
efisiensi pemasaran, analisis kelayakan program
PP, analisis hasil evaluasi PP, penerapan hasil
studi kelayakan usaha agribisnis, menyusun
bisnis plan

3252 Pengambilan Keputusan Usaha Mata kuliah ini berisi tentang prinsip-prinsip
Agribisnis pengambilan keputusan, ruang lingkup fungsi
manajemen, sifat pemimpin dan unsur-
unsurnya, peranan pemimpin dan
kepemimpinan dalam pengambilan keputusan,
pengambilan keputusan dalam pengelolaan
agribisnis, macam-macam pasar agribisnis,
pengambilan keputusan pemasaran,
pengambilan keputusan pemasaran hasil
peternakan, pengambilan keputusan
pengelolaan sdm, konsep dasar dan ruang
lingkup MSDM, pengembangan SDM,
manajemen strategi SDM.

3264 Perencanaan Usaha Bersama Mata kuliah ini berisi tentang sistem informasi
manajemen agribisnis, organisasi dan badan
usaha,
pengenalan jenis-jenis komunikasi dalam
kelompok,
rencana usaha bersama tanaman (pangan,
sayur ataupun buah) dan ternak (kecil, besar,
unggas dan aneka ternak) ,jenis-jenis lembaga
pemasaran, rancangan lembaga pemasaran,
penyusunan program PP kelompok, pengukuran
hasil perencanaan agribisnis kelompok,
perencanaan pengembangan usaha dan klaster
usaha.

3265 Pengorganisasian Usaha Mata kuliah ini berisi tentang sistem informasi
Bersama manajemen agribisnis, pengorganisasian usaha
agribisnis, efektivitas komunikasi dalam
organisasi, pengorganisasian usaha agribisnis
ternak besar dan ternak kecil, manajemen
organisasi, pengorganisasian usaha agribisnis
ternak unggas dan aneka ternak, pengelolaan
organisasai pemasaran hasil pertanian,
pengorganisasian perencanaan program PP,
evaluasi pengelolaan organisasi usaha

3271 Pengelolaan Usaha Bersama Mata kuliah ini berisi tentang penulisan laporan,
penyiapan dokumen-dokumen usaha,
pengelolaan pelaksanaan kegiatan agribisnis,
sistem agribisnis dalam organisasi usaha,
strategi pengelolaan agribisnis, strategi
pemasaran

3262 Monitoring, Evaluasi dan Mata kuliah ini berisi tentang penggunaan
Pelaporan Usaha bahasa yang baik dan benar dalam menyusun
laporan, penyusunan laporan monitoring dan
evaluasi kegiatan, penyusunan daftar pustaka,
identifikasi masalah kegiatan agribisnis,
pelaksanaan monev dan pelaporan kegiatan
agribisnis
2272 Metode Pengkajian PP Mata kuliah ini berisi tentang Tata Bahasa

27
Indonesia, Matrik Program Linear, Penerapan
Software Teknologi Informasi (SPSS, Excel),
Penyusunan Hipotesis, Pengujian Hipotesis,
Penyusunan Perumusan Masalah, Penyusunan
Kerangka Pikir, Penyusunan Landasan Teori,
Penyusunan Pembahasan, Penyusunan
Kesimpulan dan Saran, Tahapan evaluasi PP,
metode evaluasi PP, hasil evaluasi PP,
pembahasan dan kesimpulan evaluasi pp,
3273 Publikasi Ilmiah Mata kuliah ini berisi tentang kutipan, writing,
translation, conversation, alat-alat komunikasi
pertanian, penulisan artikel jurnal dan artikel
populer, jenis-jenis media PP, pembuatan media
PP, komunikasi kelompok, komunikasi massa.

1241 PKL I Praktek Kerja lapangan di tempat usaha


agribisnis meliputi kegiatan mengidentifikasi
peluang pasar, menyusun rencana usaha dan
nilai tambah agribisnis, mengelola usaha
agribisnis, memecahkan masalah usaha
agribisnis, mengembangkan jejaring usaha,
menyusun laporan PKL dan seminar

1261 PKL II Praktek Kerja lapangan di lembaga penyuluhan


meliputi kegiatan perencanaan penyuluhan
(IPW, menyusun programa penyuluhan),
pelaksanaan penyuluhan, evaluasi penyuluhan
dan administrasi penyuluhan, menyusun laporan
PKL dan seminar

1281 KIPA Melakukan pengkajian agribisnis dan pengkajian


penyuluhan (teknis, sosial, ekonomi), menyusun
dalam bentuk laporan hasil KIPA dan artikel
publikasi

28
BAB III. METODE PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang terpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning)


dapat menerapkan beragam metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang
dapat diterapkan antara lain :
1. Diskusi kelompok kecil (small group discussion);
2. Bermain peran dan simulasi (role-play & simulation);
3. Studi kasus (case study);
4. Discovery learning (DL);
5. Self- directed learning (SDL);
6. Belajar Kooperatif (cooperative learning/CL);
7. Belajar kolaboratif (collaborative Learning/CbL);
8. Pembelajaran kontekstual (contextual learning/CI);
9. Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning/PjBL); dan
10.Pembelajaran dan penggalian berbasis masalah (problem-based learning/inquiry).

Selain kesepuluh metode tersebut, setiap pendidik/dosen dapat pula


mengembangkan model pembelajarannya sendiri.

1. Diskusi Kelompok Kecil (Small Group Discussion)


Diskusi adalah salah satu elemen belajar secara aktif dan merupakan bagian
dari banyak model pembelajaran terpusat mahasiswa yang lain, seperti CL, CbL, dan
PBL. Mahasiswa peserta kuliah diminta membuat kelompok kecil (5 sampai 10
orang) untuk mendiskusikan bahan yang diberikan oleh dosen atau bahan yang
diperoleh sendiri oleh anggota kelompok tersebut. Dengan aktivitas kelompok kecil,
mahasiswa akan belajar (a) menjadi pendengar yang baik, (b) bekerjasama untuk
tugas bersama, (c) memberikan dan menerima umpan balik yang konstruktif, (d)
menghormati perbedaan pendapat, (e) mendukung pendapat dengan bukti, dan (f)
menghargai sudut pandang yang bervariasi (gender, budaya, dan lain-lain). Adapun
aktivitas diskusi kelompok kecil dapat berupa (a) membangkitkan ide, (b)
menyimpulkan poin penting, (c) mengakses tingkat keahlian dan pengetahuan, (d)
mengkaji kembali topik di kelas sebelumnya, (e) menelaah latihan, kuis, tugas
menulis, (f) memproses capaian pembelajaran pada akhir kelas, (g) memberi
komentar tentang jalannya kelas, (h) membandingkan teori, isu, dan interpretasi, (i)
menyelesaikan masalah, dan (j) curah pendapat (Brainstroming).

2. Bermain Peran dan Simulasi (role-play & simulation)


Simulasi adalah model yang membawa situasi yang mirip dengan sesungguhnya
ke dalam kelas. Misalnya, untuk mata kuliah aplikasi instrumentasi, mahasiswa
diminta membuat perusahaan fiktif yang bergerak di bidang aplikasi instrumentasi.
Kemudian, perusahaan tersebut diminta melakukan hal yang sebagaimana dilakukan
oleh perusahaan sesungguhnya dalam memberikan jasa kepada kliennya, misalnya,
melakukan proses pelelangan (bidding). Simulasi dapat berbentuk (a) permainan
peran (role playing). Dalam contoh di atas, setiap mahasiswa dapat diberi peran
masing-masing, misalnya, sebagai direktur, perekayasa ( engineer), dan bagian
pemasaran; (b) latihan dan permainan simulasi (simulation exercices and simulation

29
games); dan (c) model komputer. Simulasi dapat mengubah cara pandang (mindset)
mahasiswa dengan jalan (a) mempraktekkan kemampuan umum (misalnya
komunikasi verbal dan nonverbal), (b) mempraktekkan kemampuan khusus, (c)
mempraktekkan kemampuan tim, (d) mengembangkan kemampuan menyelesaikan
masalah (problem-solving), (e) menggunakan kemampuan sintesis, dan (f)
mengembangkan kemampuan empati.

3. Discovery Learning (DL)


Discovery Learning (DL) adalah metode belajar yang difokuskan pada
pemanfaatan informasi yang tersedia, baik yang diberikan dosen maupun yang dicari
sendiri oleh mahasiswa, untuk membangun pengetahuan dengan cara belajar
mandiri.

4 Self-Directed Learning (SDL)


Self-Directed Learning (SDL) adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif
individu mahasiswa sendiri. Dalam hal ini, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian
terhadap pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu
yang bersangkutan. Sementara itu dosen hanya bertindak sebagai fasilitator, yang
memberi arahan, bimbingan, dan konfirmasi terhadap kemajuan belajar yang telah
dilakukan individu mahasiswa tersebut. Metode belajar itu bermanfaat untuk
menyadarkan dan memberdayakan mahasiswa, bahwa belajar adalah tanggung
jawab mereka sendiri. Dengan kata lain, individu mahasiswa didorong untuk
bertanggungjawab terhadap semua pikiran dan tindakan yang dilakukannya. Metode
pembelajaran Student Directed Learning (SDL) dapat diterapkan apabila asumsi
berikut sudah terpenuhi, yaitu sebagai orang dewasa, kemampuan mahasiswa
semestinya bergeser dari orang yang tergantung pada orang lain menjadi individu
yang mampu belajar mandiri. Prinsip yang digunakan di dalam Student Directed
Learning (SDL) adalah (a) pengalaman merupakan sumber belajar yang sangat
bermanfaat, (b) kesiapan belajar merupakan tahap awal menjadi pembelajar mandiri,
dan (c) orang dewasa lebih tertarik belajar dari permasalahan daripada dari isi mata
kuliah. Pengakuan, penghargaan, dan dukungan terhadap proses belajar orang
dewasa perlu diciptakan dalam lingkungan belajar. Dalam hal ini, dosen dan
mahasiswa harus memiliki semangat yang saling melengkapi dalam melakukan
pencarian pengetahuan.

5. Belajar Kooperatif (Cooperative Learning/CL)


Belajar Kooperatif (Cooperative Learning/CL) adalah metode belajar
berkelompok yang dirancang oleh dosen untuk memecahkan suatu masalah/kasus
atau mengerjakan suatu tugas. Kelompok itu terdiri atas beberapa orang mahasiswa,
yang memiliki kemampuan akademik yang beragam. Metode itu sangat terstruktur
karena pembentukan kelompok, materi yang dibahas, langkah-langkah diskusi, serta
produk akhir yang harus dihasilkan, ditentukan dan dikontrol oleh dosen. Dalam hal
ini, mahasiswa hanya mengikuti prosedur diskusi yang dirancang oleh dosen. Pada
dasarnya belajar kooperatif (CL) seperti ini merupakan perpaduan antara
pembelajaran terpusat dosen (teacher-centered) dan pembelajaran terpusat
mahasiswa (student- centered learning). Metode itu bermanfaat untuk membantu
menumbuhkan dan mengasah (a) kebiasaan belajar aktif pada diri mahasiswa, (b)
rasa tanggung jawab individu dan kelompok mahasiswa, (c) kemampuan dan
keterampilan bekerja sama antar mahasiswa, dan (d) keterampilan sosial
mahasiswa.

30
6. Belajar Kolaboratif (Collaborative Learning/CbL)
Belajar Kolaboratif (Collaborative Learning/CbL) adalah metode belajar yang
menitikberatkan pada kerja sama antarmahasiswa yang didasarkan pada konsensus
yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok. Masalah, tugas, dan kasus memang
berasal dari dosen dan bersifat terbuka (open ended). Akan tetapi, pembentukan
kelompok yang didasarkan pada minat, prosedur kerja kelompok, penentuan waktu
dan tempat diskusi atau kerja kelompok, sampai dengan bagaimana hasil diskusi
atau kerja kelompok ingin dinilai oleh dosen, ditentukan melalui konsensus bersama
antaranggota kelompok.

7. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Instruction/CI)


Pembelajaran Kontekstual (Contextual Learning/CI) adalah konsep belajar yang
membantu dosen mengaitkan isi mata kuliah dengan situasi nyata dalam kehidupan
sehari-hari dan memotivasi mahasiswa untuk membuat keterhubungan antara
pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota
masyarakat, pelaku kerja profesional atau manajerial, wirausaha, maupun investor.
Misalnya, apabila kompetensi yang dituntut mata kuliah adalah mahasiswa dapat
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi proses transaksi jual beli, maka dalam
pembelajarannya, selain konsep transaksi itu dibahas dalam kelas, juga diberikan
contoh dan didiskusikan. Mahasiswa juga diberi tugas dan kesempatan untuk terjun
langsung di pusat-pusat perdagangan untuk mengamati secara langsung proses
transaksi jual beli tersebut, bahkan terlibat langsung sebagai salah satu pelakunya,
sebagai pembeli, misalnya. Pada saat itu mahasiswa dapat melakukan pengamatan
langsung dan mengkajinya dengan berbagai teori yang ada, sampai ia dapat
menganalis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya proses transaksi
jual beli. Hasil keterlibatan, pengamatan dan kajiannya itu selanjutnya
dipresentasikan di dalam kelas, untuk dibahas dan menampung saran dan masukan
lain dari seluruh anggota kelas. Pada intinya dengan Pembelajaran Kontekstual (CI),
dosen dan mahasiswa memanfaatkan pengetahuan secara bersama-sama untuk
mencapai kompetensi yang dituntut oleh mata kuliah, serta memberikan kesempatan
pada semua orang yang terlibat dalam pembelajaran untuk belajar satu sama lain.

8. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL)


Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) adalah metode
belajar yang sistematis, yang melibatkan mahasiswa dalam belajar pengetahuan dan
keterampilan melalui proses pencarian atau penggalian (inquiry) yang panjang dan
terstruktur terhadap pertanyaan yang otentik dan kompleks serta tugas dan produk
yang dirancang dengan sangat hati-hati.

9. Pembelajaran dan Penggalian Berbasis Masalah (Problem-Based


Learning/Inquiry)
Pembelajaran dan Penggalian Berbasis Masalah (Problem-Based
Learning/Inquiry) adalah belajar dengan memanfaatkan masalah dan mahasiswa
harus melakukan pencarian atau penggalian informasi (inquiry) untuk dapat
memecahkan masalah tersebut. Pada umumnya, terdapat empat langkah yang perlu
dilakukan mahasiswa dalam metode ini, yaitu (a) menerima masalah yang relevan
dengan salah satu atau beberapa kompetensi yang dituntut mata kuliah dari
dosennya; (b) melakukan pencarian data dan informasi yang relevan untuk
memecahkan masalah; (c) menata data dan mengaitkan data dengan masalah; dan
(d) menganalis strategi pemecahan masalah pembelajaran dan penggalian berbasis
masalah.

31
BAB IV. PENUTUP

1. Kurikulum Diploma IV STPP Magelang Program Studi Penyuluhan Pertanian dan


Peternakan dilengkapi dengan uraian bahan kajian, struktur Mata kuliah dengan
beban studi paling sedikit 144 Satuan Kredit Semester (SKS) termasuk Praktek
Kerja Lapangan (PKL) dan Karya Ilmiah Penugaan Akhir (KIPA).
2. Pelaksanaan kurikulum Diploma IV STPP Magelang secara teknis akan diatur
oleh Ketua Jurusan/Program studi.
3. Kurikulum ini mulai diberlakukan untuk mahasiswa angkatan 2015/2016,
sedangkan mahasiswa yang diterima sebelum tahun akademik 2015/2016,
diterapkan Kurikulum Diploma IV STPP yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Nomor
67/Per/KP.430/J.1/09/12

Ketua STPP Magelang

Gunawan Yulianto
NIP. 195907031988011001

32
No Kode Mata Kuliah SKS Dosen
Semester I.
1 1111 Agama 2-0
Islam Dr. Imam Mawardi, M.Ag.
Kristen Drs. Royke Deksino, M.Han
Katolik Drs. Sriwijanto, M.Si.
2 1112 Pancasila 2-0 Drs. Mulyono, MM.
3 3113 Analisis Peluang Pasar 2-2 Teguh Susilo,S.Pt.M.Si
Dr. Djoko Daryatmo,S.Pt,MP.
Ir. Nuryanto,MS
Nur Prabewi, S.Pt.MP
Ir. Sumaryanto,MM
Drs. Akimi,MM
Sucipto,S.Pt.M.Si
4 3114 Perencanaan Usaha Agribisnis 2-4 Dra. Suharti,MP
Dr.Ir. Hadi Haryanto,MP
Ir. Andang Andiani L.M.Si
Dr. Bambang Sudarmanto,S.Pt,MP.
Ir. Margono,M.MA
Ir. R. Agus Tri Widodo S.MP
Nur Prabewi,S.Pt.MP
5 2115 Perencanaan Penyuluhan 2-2 Dr. Ir. Zainal Arifin.MS
Pertanian I Ir. Sunarsih.M.Sc
N. Soeharso,BA.S.Pd.MM
Dr. Drh. Supriyanto,MP
Ir. Y.Sulardi,M.Si
Dra. Nurdayati,MP
Gatot Adiwinarto,S.Pt.M.Si

33