Anda di halaman 1dari 7

1

Nilai-nilai
ANEKA, Whole of Government, Pelayanan Publik dan Manajemen
ASN
No Materi Indikator

1. Akuntabilitas Mengapikasikan aspek-aspek akuntabilitas dalam


pelaksanaan tugas:

Aspek-aspek akuntabilitas :
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is
a relationship), untuk memenuhi kewajibannya.
yaitu : bertanggung jawab memberikan arahan yang
memadai, bimbingan, dan mengalokasikan sumber daya
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is
results oriented)
Yaitu perilaku yang bertanggung jawab, adil dan inovatif
yang dapat diertanggungjawabkan dalam menjalankan
tugas dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan
berupaya untuk memberikan kontribusi untuk mencapai
hasil yang maksimal
3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
(Accountability requires reporting). Laporan kinerja adalah
perwujudan dari akuntabilitas.
Yaitu : Dengan memberikan laporan kinerja berarti
mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang
telah dicapai, serta mampu memberikan bukti nyata dari
hasil dan proses yang telah dilakukan. Untuk individu
berwujud suatu laporan yang didasarkan pada kontrak
kerja, sedangkan untuk institusi adalah LAKIP (Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is
meaningless without consequences)
Yaitu : Kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan
tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi
tersebut dapat berupa penghargaan atau sanksi.
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability
improves performance)
Dalam pendekatan akuntabilitas yang bersifat proaktif
(proactive accountability), akuntabilitas dimaknai sebagai
sebuah hubungan dan proses yang direncanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal,
penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi
kinerja.

2. Nasionalisme Mengaplikasikan pemahaman nilai-nilai Pancasila mulai dari


sila 1 sampai dnegan sila 2 dalam pelaksaan tugas :
Pemahaman nilai-nilai dalam pancasila :
1. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai ketuhanan yang
maha esa, diimplementasikan dengan :
- Adanya toleransi beragama
- menjamin kemerdekaan masyarakat dalam memeluk
agama dan kepercayaan masing-masing. 1
- saling menghormati satu sama lain antar pemeluk
2

agama dan kepercayaan


- menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan
- mengembangkan etika sosial di masyarakat
2. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai Kemanusiaan
yang beradab, diimplementasikan dengan :
- memperhatikan prinsip kemanusiaan dan keadilan
dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri
dan pemerintahan global atau dunia
- Menghindari adanya tindakan dan perilaku yang
bertentangan dengan nilainilai kemanusiaan, misalnya :
kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan
sosial
3. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai Persatuan
Indonesia, diimplementasikan dengan :
- Membangkitkan persatuan karakter untuk hidup
bersama dalam suatu wilayah. Sebagai persenyawaan
dari ragam perbedaan suatu bangsa mestinya memiliki
karakter tersendiri yang bisa dibedakan dari karakter
unsur unsurnya.
- Membangun semangat Gotong Royong
- membangun rasa keadilan dan kebersamaan dilandasi
dengan partisipatif dan non diskriminatif.
- menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian, dan
keadilan antar umat manusia.
4. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai Kerakyatan dalam
Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaran,
diimplementasikan dengan :
- menjunjung tinggi semangat kekeluargaan.
- Adanya persamaan hak dalam mengeluarkan
pendapat
- adanyaa musyawarah dalam pengambilan keputusan
5. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai Keadilan Sosial
bagi seluruh rakyat, diimplementasikan dengan :
- Mengutamakan kepentingan umum diatas
kepentingan perseorangan dan golongan.
- adanya kesamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban
- Menciptakan peluang-peluang yang dapat
mensejahterakan masyarakat
3. Etika Publik Mengaplikasikan Nilai-nilai dasar dan dimensi dalam etika
publik dalam pelayanan kepada pelanggan.

Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang


menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Nilai-nilai dasar etika public :


1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar

2
3

Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.


3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya
kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

Dimensi Etika Publik :


1. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
- menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip
moral, sehingga etika publik membentuk integritas
pelayanan publik. Moral dalam etika public
- mampu mengidentifikasi masalah-masalah dan konsep
etika yang khas dalam pelayanan publik.
2. Dimensi Modalitas
- mempertanggung jawabkan secara moral, hukum dan
politik atas kebijakan dan tindakan-tindakannya
masyarakat
- bertindak baik atau berperilaku sesuai standar etika
- perbaikan sistem akuntabilitas dan transparansi
3. Dimensi Tindakan Integritas Publik
- tidak melakukan korupsi atau kecurangan.
- sesuai nilai, standar, aturan moral yang diterima
masyarakat

4. Komitmen Mutu Mengaplikasikan nilai-nilai komitmen mutu dalam pelaksanaan


tugas, yaitu :
1. Berorientasi pada mutu :
- mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
pelanggan
- Memberikan pelayanan yang menyentuh hati
- Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi
- Beradaptasi dengan perubahan tuntutan kebutuhan
pelanggan dan perkembangan teknologi
- Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
pemecahan masalah
2. Efisiensi : tingkat ketercapaian realisasi penggunaan

3
4

sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan


yang diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan
pikiran dalam menyelesaiakan kegiatan
3. Efektivitas, yaitu : tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan , baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil
kerja
4. berfikir kreatif (inovasi) : berfikir untuk melakukan adaptasi
terhadap tuntutan perubahan dengan mencari
kebaharuan, menemukan sesuatu yang berbeda dari yang
sudah ada, dan menciptakan keunikan yang melahirkan
karya inovatif.

5. Anti Korupsi Mengaplikasikan nilai dasar anti korupsi dalam


pelaksanaan tugas

Nilai dasar Anti korupsi :


1. Jujur
2. peduli,
3. mandiri,
4. disiplin,
5. tanggung jawab,
6. kerja keras,
7. sederhana,
8. berani,
9. adil.
6. Manajemen ASN Mengaplikasikan peran, nilai-nilai dasar, Kode Etik dan
perilaku ASN, dalam pelaksanaan tugas.
Peran ASN : sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas penyelenggara tugas umum pemerintahan &
pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan
& pelayanan publik yg profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme.

Nilai-nilai dasar ASN :


1. Memegang teguh ideologi Pancasila
2. Setia dan mempertahankan UUD NKRI Tahun 1945
serta pemerintahan yang sah
3. Mengabdi kepada Negara dan rakyat Indonesia
4. Menjalankan tugas secara professional dan tidak
berpihak
5. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
6. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif
7. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika
yang luhur
8. Mempertanggungjawabkan tindakan dan
kinerjanya kepada publik
9. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan

4
5

kebijakan dan program pemerintah


10. Memberikan layanan kepada public secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna, dan santun
11. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi
12. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
13. Mengutamakan pencapaian hasil dan medorong
kinerja pegawai
14. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
15. Meningkatkan efektivitas system pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat system karier

Kode Etik dan Perilaku ASN :


1. melaksanakan tugasnya dengan jujur,
bertanggungjawab, dan berintegritas tinggi;
2. melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa
tekanan;
4. melaksnakan tugasnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
5. melaksnakan tugasnya sesuai dengan perintah
atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak
bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6. menjaga kerahasian yang menyangkut kebijakan
Negara;
7. menggunakan kekayaan dan barang milik Negara
secara bertanggungjawab, efektif, dan efisien;
8. menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan
dalam melaksanakan tugasnya;
9. memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan
informasi terkait kepentingan kedinasan;
10. tidak menyalahgunakan informasi intern Negara,
tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk
mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat
bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
11. memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu
menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
12. melaksanakan ketentuan peraturan
prundangundangan mengenai disiplin Pegawai ASN.

7. Pelayanan Publik Memberikan pelayanan publib ASN yang sesuai dengan


prinsip-prinsip pelayanan prima dengan menerapkan
budaya pelayanan melalui sikap dan perilaku pelayanan
yang baik, yaitu :

Prinsip-prinsip pelayanan
1. Partisipatif
2. Transparan
3. Responsif

5
6

4. Tidak diskriminatif
5. Mudah dan murah
6. Efisien dan Efektif
7. Aksesibel
8. Akuntabel
9. Berkeadilan

Prinsip-prinsip pelayanan prima :


1. Responsif terhadap pelanggan/memahami
pelanggan
Memberikan pelayanan terlebih dahulu kita harus
tahu siapa pelanggan kita, dan apa yang
diperlukan dari pelayanan yang kita sediakan.
Contohnya menyediakan survei pelanggan,
penyediaan kotak saran dan pengaduan untuk
menjaring informasi dan keluhan, merupakan salah
satu strategi yang dapat dilakukan untuk memahami
kebutuhan pelanggan.
2. Membangun visi dan misi pelayanan
Untuk mempermudah pelaksanaan pengukuran
kinerja. Visi dan misi pelayanan dapat dibuat
tersendiri, dengan mengacu pada visi misi organisasi.
Contoh : membuat tulisan-tulisan yang bermaksan
visi atau misi organisasi misalnya…”Kami Bangga bias
Melayani Anda.”
3. Menetapkan standar pelayanan dan ukuran
kinerja pelayanan, sebagai dasar pemberian
pelayanan.
Misalnya membuat poster atau prosedur pelayanan,
atau tahapan dalam pemberian layanan.

Budaya pelayanan yaitu : melayani merupakan suatu


kebanggan dan menjadi modal dalam memberikan
pelayanan. Ini akan terjadi apabila kerja tim didalam
internal organisasi terbangun. Melalui kerjasama yang
baik pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan
memberikan hasil terbaik bagi pengguna layanan.

Perilaku pelayanan prima:


1. Menyapa dan memberi salam,
2. Ramah,
3. Cepat dan tepat waktu,
4. Mendengar dengan sabar dan aktif,
5. Penampilan yang rapi,
6. Jangan lupa mengucapkan terimakasih,
7. Mengingat nama pelanggan, dan
8. Perlakukan pelanggan dengan baik

Sikap pelayanan :
1. Passionate ( Sangat bergairah = Bersemangat,
antusias)

6
7

2. Progressive (Memakai cara yang terbaik = temaju)


3. Proactive (Antisipatif, proaktif dna tidak menunggu)
4. Prompt (positif = Tanpa curiga dan kekhawatiran)
5. Patience (Penuh rasa keabaran)
6. Proporsional (Tidak mengada-ada)
7. Pinctional (tepat waktu)

8. Whole Of Goverment Mengimplementasikan pendekatan WoG dalam


pelaksanaan tugas.

Whole of Govermen meruoakan :


1. upaya-upaya kolaboratif dari keseluruhan sector
2. koordinasi yang lebih luas untuk mencapai tujuan
tujuan pembangunan kebijakan, manajemen
program dan pelayanan public
3. melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait
dengan urusan-urusan yang relevan
4. bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai
tujuan bersama
5. merespon secara terpadu terhadap isu-isu tertentu
6. menghilangkan sekat-sekat sektoral

Karakteristik pendekatan WoG :


1. kolaborasi
2. kebersamaan
3. kesatuan
4. tujuan bersama, dan
5. mencakup keseluruhan aktor dari seluruh sektor
dalam pemerintahan