Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN ANAFILAKTIK SYOK

No. Dokumen : 445/PKM-


II/SOP-
P/…./…./2019
SOP No.Revisi : 00
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

BLUD
PUSKESMAS dr. BAMBANG HERMANTO
PANGKALAN NIP.19790719 201001 1 010
KURAS II

1. Pengertian Anafilktik adalah reaksi hipersensitifitas generalisata atau sistemik, yang beronset
cepat serius dan mengancam. Jika reaksi tersebut cukup hebat dapat menimbulkan
syok yang disebut anafilaktik syok.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penanganan anafilaktik syok dalam peningkatan mutu
kinerja di Puskesmas Pangkalan Kuras II
3. Kebijakan 1. SK Kepala Puskesmas Nomor ….. Tahun ….. tentang Kebijakan Jenis – jenis
Pelayanan Kesehatan
2. SK Kepala Puskesmas Nomor …. Tahun ……. tentang Penyampaian Hak dan
Kewajiban Pasien dan Keluarganya
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 tahun 2014 tentang Panduan
Praktik Klinis dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
2. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Edisi Revisi tahun 2014
5. Prosedur 1. Hentikan pemberian obat/ antigen
2. Baringkan penderita dengan posisi berbaring dengan kedua tungkai lebih
tinggi dari kepala (diangkat/diganjal)
3. Pemberian Oksigen 3–5 ltr/menit harus dilakukan
4. Pemasangan infus, dengan cairan Ringer Laktat atau NaCl fisiologis dapat
dipakai sebagai cairan pengganti. Pemberian cairan infus sebaiknya
dipertahankan sampai tekanan darah kembali optimal dan stabil.
5. Adrenalin 0,3 – 0,5 ml dari larutan 1 : 1000 diberikan secara IM, diulangi 5–
10 menit. Jika tidak ada respon, diberikan adrenalin 0,1-0,2ml dilarutkan
dalam 10ml larutan NaCl fisiologis secara IV perlahan-lahan.
6. Aminofilin, 250 mg diberikan perlahan-lahan selama 10 menit intravena.
Dapat dilanjutkan 250 mg lagi melalui drips infus bila dianggap perlu.
7. Antihistamin yang biasa digunakan adalah difenhidramin HCl 5 – 20 mg IV
8. Kortikosteroid dapat digunakan deksametason 5 – 10 mg IV atau
hidrokortison 100 – 250 mg IV.
9. Resusitasi Kardio Pulmoner (RKP), seandainya terjadi henti jantung (cardiac
arrest)
10. Algoritma Penatalaksanaan Reaksi Anafilaksis
6. Hal-hal yang 1. Mencari penyebab reaksi anafilaktik dan mencatatnya di rekam medis
perlu 2. Konseling dan Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai riwayat alergi
diperhatikan
7. Unit terkait 1. UGD
2. Farmasi
3. Rujuk Lanjut
8. Dokumen 1. Buku Register
terkait 2. Rekam Medik
3. Persetujuan/ Pnolakan tindakan medis
4. Surat Rujukan
5. Kertas Resep

9. Rekaman historis perubahan


No. Yang dirubah Isi Perubahan Tangal mulai diberlakukan