Anda di halaman 1dari 9

MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik

Published November 29, 2011 | By ILR

Pengaman tipe MCB

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah yang
mempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi dalam
instalasi listrik bila terjadi beban lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit atau
korsleting). Kegagalan fungsi dari MCB ini berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan seperti timbulnya percikan api karena hubung singkat yang akhirnya bisa
menimbulkan kebakaran.

Dalam artikel kami sebelumnya, “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah” ada dijelaskan
secara singkat fungsi MCB ini dan lokasi dimana MCB ini terpasang.

Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik PLN dan juga di MCB Box.
Jadi sebenarnya kita “kenal baik” dengan komponen ini, setidaknya tahulah bentuk dan dimana
lokasinya. Tentunya karena setiap terjadi listrik di rumah “anjlok” disebabkan kelebihan
pemakaian daya listrik atau korsleting, maka yang pasti dicari untuk menyalakan listrik PLN
adalah MCB yang ada di kWh meter atau MCB Box.

Artikel ini akan membahas mengenai MCB ini secara lebih dalam dan lengkap. Sedikit teori dan
beberapa istilah teknis kami munculkan sebagai pendukung penjelasan, dan semoga masih bisa
dimengerti dengan mudah.

Fungsi MCB

Simbol MCB & Toggle Switch

Bila kita perhatikan secara lebih detail, pada bagian depan MCB akan ada gambar simbol seperti
gambar disamping ini. Simbol tersebut merupakan simbol yang umum dipakai dalam gambar
listrik sebagai legenda yang menjelaskan fungsi dari peralatan listrik tersebut.
Sedangkan angka 1 dan 2 menunjukkan nomor terminal pada MCB sebagai tempat koneksi kabel
listrik. Pada angka 1 atau bagian atas umumnya disambungkan dengan kabel incoming dan pada
angka 2 atau bagian bawah disambungkan dengan kabel outgoing.

Gambar disebelah kanan merupakan MCB dengan toggle switch berwarna biru. Simbol “I” putih
menunjukkan bahwa MCB dalam posisi “ON” dan simbol “O” menunjukkan posisi “OFF”.

Dari simbol tersebut, terlihat MCB mempunyai tiga macam fungsi yaitu :

1. Pemutus Arus (simbol “x” dengan garis miring ke kiri) .

MCB ini mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke arah beban. Dan fasilitas pemutus
arus ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun otomatis.

Cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang ada didepan MCB (biasanya berwarna
biru atau hitam) dari posisi “ON” ke posisi “OFF” dan bagian mekanis dalam MCB akan
memutus arus listrik. Hal ini dilakukan bila kita ingin mematikan sumber listrik di rumah karena
adanya keperluan perbaikan instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakai adalah MCB
Switch Off.

Sedangkan MCB akan otomatis “OFF” bila dideteksi terjadi arus lebih, disebabkan karena beban
pemakaian listrik yang lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagian didalam MCB
dan memerintahkan MCB untuk “OFF” agar aliran listrik terputus. Istilah yang biasa dipakai
adalah MCB Trip.

Bagian-bagian di dalam MCB tersebut akan dijelaskan pada poin 2 dan 3 berikut.

2. Proteksi Beban Lebih (overload) (simbol seperti kotak dengan sisi terbuka di kiri)

Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi rating-nya. Misalnya,
suatu MCB mempunyai rating arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui
MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yang cukup lama sejak
MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut.

Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah sebuah strip bimetal. Arus listrik yang
melewati bimetal ini akan membuat bagian ini menjadi panas dan memuai atau mungkin
melengkung. Semakin besar arus listrik maka bimetal akan semakin panas dan memuai dimana
pada akhirnya akan memerintahkan switch mekanis MCB memutus arus listrik dan toggle switch
akan pindah ke posisi “OFF”.

Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar tentu
akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat arus listriknya
sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali normal. MCB bisa kembali mengalirkan
arus listrik dengan mengembalikan ke posisi “ON”.
3. Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit) (simbol lengkungan)

Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus listrik.
Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalam
sistem instalasi listrik rumah.

Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknya
seperti coil/lilitan), dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarik
magnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karena
bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik. Bayangkan bila bagian ini gagal bekerja.

Bagian bimetal strip sebenarnya juga merasakan arus hubung singkat ini, hanya saja reaksinya
lambat sehingga kalah cepat dari solenoid ini.

Bila MCB trip karena overload seperti pada poin 2, maka kita cukup mengurangi pemakaian
listrik dengan memutuskan sebagian beban peralatan listrik. Setelah itu MCB bisa kita “ON” kan
kembali. Tetapi perlu kita beri waktu sekitar 1 atau 2 menit untuk bimetal kembali normal lebih
dahulu.

Sedangkan bila MCB trip karena korsleting, maka jangan langsung “ON” kan MCB, tetapi
pastikan dulu bagian dari instalasi listrik rumah yang bermasalah sudah dilepaskan dari sistem
kelistrikan. Biasanya pada peralatan listrik atau bagian listrik tersebut ada tanda-tanda seperti
percikan bunga api listrik, bau gosong atau bunyi letupan saat terjadi hubung singkat. Jadi
bedanya MCB trip karena overload atau hubung singkat bisa dilihat secara mudahnya dari sini.

Oke…kalau anda bingung membayangkan bagian-bagian dalam MCB tersebut seperti apa, yuk
kita lihat-lihat bagian MCB tersebut pada bagian berikut.

Bagian-bagian MCB

Gambar Bagian-bagian MCB


Dari situs Wikipedia, kita dapatkan gambar yang menjelaskan bagian-bagian dalam MCB ini.
Gambar ini bersifat umum dan belum tentu sama persis dengan MCB yang umum dipakai di
PLN atau perumahan. Jadi hanya kita ambil sebagai contoh saja.

Bagian dalam MCB sebenarnya lebih dominan bersifat mekanis dengan fungsi switch mekanis
dan kontak penghubung/pemutus arus listrik.

Penjelasannya dari nomor-nomor dalam gambar adalah sebagai berikut :

1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch On-Off dari MCB. Juga
menunjukkan status dari MCB, apakah ON atau OFF.
2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara presisi arus
trip dari MCB setelah pabrikasi (MCB yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini,
karena tujuannya bukan untuk umum)
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi
hubung singkat arus listrik.
8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran
kembali arus listrik.

Jika anda mengalami masalah dengan fungsi MCB, cukup beresiko jika kita perbaiki sendiri
dengan berbekal pengetahuan mengenai bagian-bagian dalamnya melalui gambar diatas. Karena
ini berhubungan dengan fungsi proteksi arus listrik yang sangat penting. Jadi sebaiknya sih ganti
MCB-nya dengan yang baru.

Cukup bermanfaat memang melihat-lihat bagian-bagian dalam MCB ini. Nice to know saja.

Oke dech kawan pembaca…sampai disini dulu bagian pertama dari artikel mengenai MCB ini.
Bagian selanjutnya dari MCB ini akan semakin menarik dan aplikatif. Dan semoga bagian
pertama ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

ILR-Team

MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)


Published December 13, 2011 | By ILR

Tulisan ini adalah bagian kedua mengenai Miniature Circuit Breaker atau lebih dikenal dengan
MCB. Artikel pertama bisa dilihat di “MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik“.
Semoga bisa menambah wawasan para pembaca sekalian.

Spesifikasi MCB
MCB nameplat dengan kode dan simbol

Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada
perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang
dijual secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang berbeda (dalam produk dari
produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warna toggle switch biru dan yang dijual untuk
umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan “Milik PLN” pada MCB yang dipasang di kWh
meter. Walaupun ada juga produsen MCB lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru
untuk produk yang dijual di pasaran.

Sekarang, mari kita bahas kode dan simbol yang tertulis dalam nameplate MCB tersebut.

1. Simbol dengan angka 1 dan 2

Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan
detail bisa dilihat pada tulisan bagian pertama “”MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya
Listrik“”). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena
hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles.
Yang umum dipakai di perumahan adalah tipe MCB 1 pole, yaitu hanya kabel phase saja yang
diproteksi.

2. NC45a

Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain
model number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi
untuk keperluan perumahan secara umum.

3. C16

Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi magnetic trip sebesar
5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka “16” adalah rating arus dari
MCB sebesar 16A. Rating arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat
pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai rating arus ada di bagian berikutnya.

4. 230/400V

Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan
listrik PLN 220V.

5. 4500 dan 3

“4500” menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik
sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana
diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka “3” adalah I2t classification, yaitu
karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui MCB.

6. 12002

Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.

7. LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898

Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah
Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu
kepada standard-standard teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional.

8. I-ON pada toggle switch

Menandakan bahwa MCB pada posisi “ON”. Untuk posisi “OFF” maka simbolnya adalah “O-
OFF”.

9. SNI

MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).

Bagi anda yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing
untuk mengerti nameplate MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak
dibeli adalah kode rating arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode
“C16”, yaitu rating arus MCB sebesar 16A dengan tripping curve tipe “C”. Kode lain yang perlu
diperhatikan adalah kode “LMK” serta “SNI” yang berarti produk ini sudah memenuhi standard
tersebut.

Rating MCB dan Daya listrik PLN

Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A dan
tripping curve type “C”. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang bermacam-
macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating arus MCB yaitu
berapa ampere dan tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.

Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan
besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar
langganan listrik perumahan sesuai rating arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam
negeri.

Tabelnya seperti ini:

Rating
Arus Daya
Miniature Listrik
Circuit PLN
Breaker
2A 450VA

4A 900VA

6A 1300VA

10A 2200VA

16A 3300VA

Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).

Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA
maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A.

Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.

Macam-macam MCB dengan berbagai rating

Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6).
MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N dan
tripping curve tipe “CL” (hampir sama dengan tripping curve tipe “C”). Bisa dilihat warna
toggle switch biru dan tulisan “MILIK PLN”.

Tambah daya listrik PLN

Setelah mengetahui fungsi, kode-kode MCB dan hubungannya dengan daya listrik PLN, maka
menjadi jelas bahwa dalam hal menambah daya listrik PLN, petugas PLN cukup mengganti
MCB yang dipasang di kWh meter dengan rating arus yang sesuai. Tentunya setelah proses
administrasinya diselesaikan. Misalnya menambah daya listrik dari langganan 1300VA ke
2200VA, maka MCB-nya diganti dari 6A ke 10A.

Hanya saja ada faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan tambah daya listrik PLN, yaitu
faktor kapasitas dari instalasi listrik rumah itu sendiri. Jika anda melakukan tambah daya dari
1300VA ke 2200VA maka akan ada penambahan daya listrik lebih dari 150% kapasitas.

Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian adalah ukuran kabel jalur utama yang terpasang
pada instalasi listrik rumah, apakah mampu menghantarkan arus sebesar 10A dari sebelumnya
6A.

Salah satu cara mudahnya adalah pastikan ukuran kabel eksisting untuk jalur utama paling tidak
berukuran minimal 2.5mm (memiliki kuat hantar arus minimum 19A keatas). Tapi bila tambah
daya hingga mencapai 3300VA atau MCB rating arus 16A, maka ukuran kabel harus dinaikkan.

Efek pada kabel yang dilalui arus listrik mendekati kapasitas nominalnya adalah kabel menjadi
panas, dan bila kualitas kabel kurang baik atau sudah berumur, maka bisa terjadi kerusakan
isolasi kabel dan berakibat terjadi kebocoran arus listrik.

Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya
berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena
kebutuhan akan listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya
ternyata tidak diikuti peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini
perlu dipastikan kondisi kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.

Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.

Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan
harga yang bervariasi sesuai rating dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB
yang berkualitas baik?

Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel “SNI”.
Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang
dipalsukan yang juga diberi label “SNI”. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu
caranya adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari
produsen yang tidak terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos
produksinya dan apa material yang dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai
tidak sesuai standard atau berkualitas jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai
rating-nya.

Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu
MCB tidak trip atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan
merusak isolasi kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran.
Karena itu belilah MCB yang berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai
proteksi dari system instalasi listrik rumah.

Semoga artikel mengenai MCB yang dibagi dalam dua tulisan ini cukup bermanfaat bagi
pembaca dan mohon maaf bila alur pembahasannya banyak berhubungan dengan hal-hal teknis.
Kita berusaha membuatnya mudah dimengerti. Silahkan bila ada yang ingin menambahkan,
koreksi ataupun sharing mengenai penggunaan MCB ini

ILR-Team