Anda di halaman 1dari 36

TUGAS ANALISIS RIIL

“SOAL-SOAL YANG DISELESAIKAN (SOLVE PROBLEM)”

OLEH

ERMAWATI (E1R016028)
B REGULER PAGI
DOSEN PENGAMPU : DRS. KETUT SARJANA, M.S

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2018
SOAL SOAL YANG DISELESAIKAN (SOLVE PROBLEM)

1. Misalkan A, B, dan C himpunan berhingga. Buktikan bahwa :


𝑛 (𝐴 ∪ 𝐵 ∪ 𝐶 ) = 𝑛 (𝐴 ) + 𝑛 (𝐵 ) + 𝑛 (𝐶 ) − 𝑛 (𝐴 ∩ 𝐵 ) − 𝑛 (𝐴 ∩ 𝐶 ) −
𝑛 (𝐵 ∩ 𝐶 ) + 𝑛 (𝐴 ∩ 𝐵 ∩ 𝐶 )
Bukti :
i) 𝑛(𝐴 ∪ 𝑋) = 𝑛(𝐴) + 𝑛(𝑋) − 𝑛(𝐴 ∩ 𝑋)
ii) 𝑛(𝐴 ∪ 𝐵 ∪ 𝐶 ) = 𝑛(𝐴 ∪ (𝐵 ∪ 𝐶))
= 𝑛(𝐴) + 𝑛(𝐵 ∪ 𝐶 ) − 𝑛(𝐴 ∩ (𝐵 ∪ 𝐶)) … … ∗)
iii)𝑛(𝐵 ∪ 𝐶 ) = 𝑛(𝐵) + 𝑛(𝐶 ) − 𝑛(𝐵 ∩ 𝐶 ) … … … … … … … … ∗∗)
iv) 𝑛(𝐴 ∩ (𝐵 ∪ 𝐶)) = 𝑛((𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 ∩ 𝐶 )) (Hukum distributif)
= 𝑛(𝐴 ∩ 𝐵) + 𝑛(𝐴 ∩ 𝐶 ) − 𝑛(𝐴 ∩ 𝐵 ∩ 𝐶 ). … … .∗∗∗)
Substitusi persamaan ∗∗) & ∗∗∗) ke persamaan ∗), sehingga diperoleh
𝑛(𝐴 ∪ 𝐵 ∪ 𝐶 ) = 𝑛(𝐴 ∪ (𝐵 ∪ 𝐶))
= 𝑛(𝐴) + 𝑛(𝐵 ∪ 𝐶 ) − 𝑛(𝐴 ∩ (𝐵 ∪ 𝐶))
= 𝑛(𝐴) + (𝑛(𝐵) + 𝑛(𝐶 ) − 𝑛(𝐵 ∩ 𝐶 )) − (𝑛(𝐴 ∩ 𝐵) + 𝑛(𝐴 ∩ 𝐶 ) −
𝑛 ( 𝐴 ∩ 𝐵 ∩ 𝐶 ))
= 𝑛 ( 𝐴 ) + 𝑛 (𝐵 ) + 𝑛 ( 𝐶 ) − 𝑛 (𝐴 ∩ 𝐵 ) − 𝑛 (𝐵 ∩ 𝐶 ) − 𝑛 ( 𝐴 ∩ 𝐶 ) +
𝑛 (𝐴 ∩ 𝐵 ∩ 𝐶 ) (terbukti).

2. Jika (𝐴 ∩ 𝐵) ∩ (𝐴 − 𝐵) = ∅, buktikan bahwa:


( 𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵) = 𝐴
Akan dibuktikan :
i) ( 𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵) ⊆ 𝐴
ii) 𝐴 ⊆( 𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵)
Bukti :
i) Misal a ∈ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵). Akan dibuktikan a ∈ 𝐴.
a ∈ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵) ⟺ 𝑎 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵)atau 𝑎 ∈ (A − B)
⟺ 𝑎 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵)atau 𝑎 ∈ (A ∩ B C )
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 dan 𝑎 ∈ 𝐵 atau 𝑎 ∈ 𝐴 dan 𝑎 ∈ B C
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 dan 𝑎 ∈ 𝐵 atau 𝑎 ∈ B C
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 dan 𝑎 ∈ (𝐵 ∪ B C )
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 ∩ (𝐵 ∪ B C )
⟹𝑎∈𝐴∩𝑆
⟺𝑎∈𝐴
∴ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵) ⊆ 𝐴
ii) Misal b ∈ 𝐴. Akan dibuktikan b ∈ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵)
b∈ 𝐴 ⟹𝑏 ∈𝐴∩𝑆
⟺ 𝑏 ∈ 𝐴 dan 𝑏 ∈ 𝑆
⟹ 𝑏 ∈ 𝐴 dan 𝑏 ∈ (𝐵 ∪ 𝐵𝐶 )
⟺ 𝑏 ∈ 𝐴 dan 𝑏 ∈ 𝐵 atau 𝑏 ∈ 𝐴 dan 𝑏 ∈ 𝐵𝐶
⟹ 𝑏 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵 atau 𝑏 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵𝐶
⟺ 𝑏 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵 ) ∪ (𝐴 ∩ 𝐵 𝐶 )
⟺ 𝑏 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪( 𝐴 − 𝐵)
∴ 𝐴 ⊆ (𝐴 ∩ 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐵)

3. Misalkan A, B, dan C sebarang himpunan. Buktikan bahwa :


𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 ) = (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶)
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 ) ⊆ (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶)
ii) (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶) ⊆ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 )
Bukti :
i) Misal 𝑚 ∈ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 ). Akan dibuktikan 𝑚 ∈ (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶 ).
𝑚 ∈ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 ) ⟺ 𝑚 ∈ 𝐴 dan 𝑚 ∉ (𝐵 ∩ 𝐶 )
⟹ 𝑚 ∈ 𝐴 dan 𝑚 ∉ 𝐵 atau 𝑚 ∉ 𝐶
⟺ 𝑚 ∈ 𝐴 dan 𝑚 ∉ 𝐵 atau 𝑚 ∈ 𝐴 dan 𝑚 ∉ 𝐶
⟺ 𝑚 ∈ ( 𝐴 − 𝐵)atau 𝑚 ∈ ( 𝐴 − 𝐶 )
⟺ 𝑚 ∈ (𝐴 − 𝐵 ) ∪ (𝐴 − 𝐶 )
∴ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 ) ⊆ (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶)
ii) Misal 𝑛 ∈ (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶 ). Akan dibuktikan 𝑛 ∈ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 )
𝑛 ∈ (𝐴 − 𝐵) ∪ (𝐴 − 𝐶 ) ⟺ 𝑛 ∈ (𝐴 − 𝐵) atau 𝑛 ∈ (𝐴 − 𝐶 )
⟺ 𝑛 ∈ 𝐴 dan 𝑛 ∉ 𝐵 atau 𝑛 ∈ 𝐴 dan 𝑛 ∉ 𝐶
⟺ 𝑛 ∈ 𝐴 dan 𝑛 ∉ 𝐵 atau 𝑛 ∉ 𝐶
⟺ 𝑛 ∈ 𝐴 dan 𝑛 ∉ (𝐵 ∩ 𝐶 )
⟺ 𝑛 ∈ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 )
∴ (𝐴 − 𝐵 ) ∪ (𝐴 − 𝐶 ) ⊆ 𝐴 − (𝐵 ∩ 𝐶 )

Soal no 4-7
Misalkan A dan B dua buah himpunan sebarang. Berikan syarat A dan B supaya berlaku:
4. 𝐴+𝐵 = 𝐴−𝐵
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 + 𝐵 ⊆ 𝐴 − 𝐵
ii) 𝐴 − 𝐵 ⊆ 𝐴 + 𝐵
Jawab:
Syarat A dan B agar 𝑨 + 𝑩 = 𝑨 − 𝑩 adalah 𝑩 ⊆ 𝑨.
i) Misal 𝑟 ∈ 𝐴 + 𝐵. Akan dibuktikan 𝑟 ∈ (𝐴 − 𝐵)
𝑟 ∈ 𝐴 + 𝐵 ⟺ 𝑟 ∈ (𝐴 ∪ 𝐵)dan r ∉ (𝐴 ∩ 𝐵)
⟺ 𝑟 ∈ (𝐴 ∪ 𝐵)dan 𝑟 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶 (syarat : 𝐵 ⊆ 𝐴)
⟹ 𝑟 ∈ 𝐴 dan 𝑟 ∈ (𝐵)𝐶
⟺ 𝑟 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵𝐶
⟺ 𝑟 ∈ (𝐴 − 𝐵)
∴ 𝐴+𝐵 ⊆ 𝐴−𝐵
ii) Misal 𝑠 ∈ 𝐴 − 𝐵. Akan dibuktikan 𝑠 ∈ 𝐴 + 𝐵
𝑠 ∈ 𝐴 − 𝐵 ⟺ 𝑠 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵𝐶
⟺ 𝑠 ∈ 𝐴 dan 𝑠 ∈ 𝐵𝐶 (syarat : 𝐵 ⊆ 𝐴)
⟹ 𝑠 ∈ (𝐴 ∪ 𝐵) dan 𝑠 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶
⟺ 𝑠 ∈ (𝐴 ∪ 𝐵) dan 𝑠 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵)
⟺𝑠 ∈𝐴+𝐵
∴ 𝐴−𝐵 ⊆ 𝐴+𝐵

5. 𝐴∪𝐵 = 𝐴−𝐵
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∪ 𝐵 ⊆ 𝐴 − 𝐵
ii) 𝐴 − 𝐵 ⊆ 𝐴 ∪ 𝐵
Jawab:
Syarat A dan B agar 𝑨 ∪ 𝑩 = 𝑨 − 𝑩 adalah 𝑩 ⊆ 𝑨.
i) Misal 𝑘 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑘 ∈ (𝐴 − 𝐵)
𝑘 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 ⟺ 𝑘 ∈ 𝐴 atau 𝑘 ∈ 𝐵 ∩ 𝐴𝐶
⟹ 𝑘 ∈ 𝐴 atau 𝑘 ∈ 𝐵 dan 𝑘 ∈ 𝐴𝐶
⟺ 𝑘 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑘 ∈ 𝐴𝐶 (syarat : 𝑩 ⊆ 𝑨)
⟹ 𝑘 ∈ 𝐴 dan 𝑘 ∈ 𝐵𝐶
⟺ 𝑘 ∈ (𝐴 ∩ 𝐵 𝐶 )
⟺ 𝑘 ∈ (𝐴 − 𝐵)
∴ 𝐴∪𝐵 ⊆ 𝐴−𝐵
ii) Misal 𝑙 ∈ 𝐴 − 𝐵. Akan dibuktikan 𝑙 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵
𝑙 ∈ 𝐴 − 𝐵 ⟺ 𝑙 ∈ 𝐴 dan 𝑙 ∉ 𝐵 (syarat : 𝑩 ⊆ 𝑨)
⟹ 𝑙 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑙 ∈ 𝐴𝐶
⟺ 𝑙 ∈ 𝐴 atau 𝑙 ∈ 𝐵 dan 𝑙 ∈ 𝐴𝐶
⟹ 𝑙 ∈ 𝐴 atau 𝑙 ∈ 𝐵 ∩ 𝐴𝐶
⟺ 𝑙 ∈ 𝐴 ∪ (𝐵 ∩ 𝐴𝐶 )
⟺ 𝑙 ∈𝐴∪𝐵
∴ 𝐴−𝐵 ⊆ 𝐴∪𝐵

6. 𝐴∪𝐵 = 𝐴∩𝐵
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∪ 𝐵 ⊆ 𝐴 ∩ 𝐵
ii) 𝐴 ∩ 𝐵 ⊆ 𝐴 ∪ 𝐵
Jawab:
Syarat A dan B agar 𝑨 ∪ 𝑩 = 𝑨 ∩ 𝑩 adalah 𝑨 = 𝑩.
i) Misal 𝑥 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
𝑥 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 ⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐵 (Syarat: 𝑨 = 𝑩).
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 ∪ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈𝐴∩𝐵
∴ 𝐴∪𝐵 ⊆ 𝐴∩𝐵
ii) Misal 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑥 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵.
𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵 ⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 ∪ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵 (Syarat: 𝑨 = 𝑩).
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 atau 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈𝐴∪𝐵
∴ 𝐴∩𝐵 ⊆ 𝐴∪𝐵

7. 𝐴∪𝐵 = 𝐴+𝐵
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∪ 𝐵 ⊆ 𝐴 + 𝐵
ii) 𝐴 + 𝐵 ⊆ 𝐴 ∪ 𝐵
Jawab:
Syarat A dan B agar 𝑨 ∪ 𝑩 = 𝑨 + 𝑩 adalah 𝑨 ∕∕ 𝑩.
i) Misal 𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑎 ∈ (𝐴 + 𝐵)
𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 ⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵𝐶 atau 𝑎 ∈ (𝐵 ∩ 𝐴𝐶 ) (syarat : 𝑨 ∕∕ 𝑩)
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐴𝐶
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐴𝐶
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐵𝐶 ∪ 𝐴𝐶
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑎 ∉ 𝐵 atau 𝑎 ∉ 𝐴
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑎 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵)
⟺𝑎∈ 𝐴+𝐵
∴ 𝐴∪𝐵 ⊆ 𝐴+𝐵
ii) Misal 𝑏 ∈ 𝐴 + 𝐵. Akan dibuktikan 𝑏 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵
𝑏 ∈ 𝐴 + 𝐵 ⟺ 𝑏 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑏 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵)
⟹ 𝑏 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑏 ∉ 𝐵 atau 𝑏 ∉ 𝐴
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐵𝐶 ∪ 𝐴𝐶 (syarat : 𝑨 ∕∕ 𝑩)
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐴𝐶
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵 dan 𝑎 ∈ 𝐴𝐶
⟹ 𝑎 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵𝐶 atau 𝑎 ∈ (𝐵 ∩ 𝐴𝐶 )
⟺ 𝑎 ∈ 𝐴 atau 𝑎 ∈ 𝐵
⟺ 𝑎 ∈𝐴∪𝐵
∴ 𝐴+𝐵 ⊆ 𝐴∪𝐵

8. Buktikan bahwa 𝐴 ∩ 𝐵 = 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∩ 𝐵 ⊆ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
ii) 𝐴 − (𝐴 − 𝐵) ⊆ 𝐴 ∩ 𝐵
Bukti :
i) Misal 𝑝 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑝 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵).
𝑝 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵 ⟹ ∅ atau 𝑝 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟺ 𝑝 ∈ 𝐴 ∩ 𝐴𝐶 atau 𝑝 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟹ 𝑝 ∈ 𝐴 dan 𝑝 ∈ 𝐴𝐶 atau 𝑝 ∈ 𝐴 dan 𝑝 ∈ 𝐵
⟺ 𝑝 ∈ 𝐴 dan 𝑝 ∈ 𝐴𝐶 atau 𝑝 ∈ 𝐵
⟹ 𝑝 ∈ 𝐴 dan 𝑝 ∉ 𝐴 atau 𝑝 ∉ 𝐵𝐶
⟺ 𝑝 ∈ 𝐴 dan 𝑝 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵C )
⟺ 𝑝 ∈ 𝐴−(𝐴 ∩ 𝐵C )
⟺ 𝑝 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
∴ 𝐴 ∩ 𝐵 ⊆ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵 )
ii) Misal 𝑞 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵). Akan dibuktikan 𝑞 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵.
𝑞 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵) ⟺ 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∉ (A − B)
⟹ 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵C )
⟺ 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∉ 𝐴 atau 𝑞 ∉ 𝐵𝐶
⟺ 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∉ 𝐴 atau 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∉ 𝐵𝐶
⟹ 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∈ 𝐴C atau 𝑞 ∈ 𝐴 dan 𝑞 ∈ 𝐵
⟺ 𝑞 ∈ 𝐴 ∩ 𝐴𝐶 atau 𝑞 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟹ ∅ atau 𝑞 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
⟺𝑞 ∈𝐴∩𝐵
∴ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵 ) ⊆ 𝐴 ∩ 𝐵

Soal no 9-11
Jika {𝐴1 , 𝐴2 , 𝐴3 , … , 𝐴𝑛 } merupakan koleksi dari himpunan dan E himpunan sebarang. Buktikan
bahwa :
9. 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 = ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 )
Akan dibuktikan :
i) 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 )
ii) ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
Bukti :
i) Misal 𝑎 ∈ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 . Akan dibuktikan 𝑎 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 )
𝑎 ∈ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⟺ 𝑎 ∈ 𝐸 dan 𝑎 ∈ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟺ 𝑎 ∈ 𝐸 dan 𝑎 ∈ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟹ 𝑎 ∈ 𝐸 ∩ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟺ 𝑎 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 )
∴ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 )
ii) Misal 𝑏 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 ). Akan dibuktikan 𝑏 ∈ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
𝑏 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 ) ⟺ 𝑏 ∈ 𝐸 ∩ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟺ 𝑏 ∈ 𝐸 dan 𝑏 ∈ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟹ 𝑏 ∈ 𝐸 dan 𝑏 ∈ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟺ 𝑏 ∈ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
∴ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∩ 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 ∩ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖

10. 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 = ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 )


Akan dibuktikan :
i) 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 )
ii) ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
Bukti :
i) Misal 𝑝 ∈ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 . Akan dibuktikan 𝑝 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 )
𝑝 ∈ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⟺ 𝑝 ∈ 𝐸 atau 𝑝 ∈ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟺ 𝑝 ∈ 𝐸 atau 𝑝 ∈ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟹ 𝑝 ∈ 𝐸 ∪ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟺ 𝑝 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 )
∴ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 )
ii) Misal 𝑞 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 ). Akan dibuktikan 𝑞 ∈ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
𝑞 ∈ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 ) ⟺ 𝑞 ∈ 𝐸 ∪ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟺ 𝑞 ∈ 𝐸 atau 𝑞 ∈ 𝐴𝑖 , untuk suatu i = 1,2, … n
⟹ 𝑞 ∈ 𝐸 atau 𝑞 ∈ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟺ 𝑞 ∈ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
∴ ⋃𝑛𝑖=1(𝐸 ∪ 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 ∪ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖

11. 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 = ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 )


Akan dibuktikan :
i) 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 )
ii) ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
Bukti :
i) Misal 𝑟 ∈ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 . Akan dibuktikan 𝑟 ∈ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 )
𝑟 ∈ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⟺ 𝑟 ∈ 𝐸 dan r ∉ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟹ 𝑟 ∈ 𝐸 dan r ∉ 𝐴𝑖 , ∀ i = 1,2, … , n
⟺ 𝑟 ∈ 𝐸 dan 𝑟 ∈ 𝐴𝑖 𝐶 , ∀ i = 1,2, … , n
⟹ 𝑟 ∈ (𝐸 ∩ 𝐴𝑖 𝐶 ), ∀ i = 1,2, … , n
⟺ 𝑟 ∈ (𝐸 − 𝐴𝑖 ), ∀ i = 1,2, … , n
⟺ 𝑟 ∈ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 )
∴ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖 ⊆ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 )
ii) Misal 𝑠 ∈ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 ). Akan dibuktikan 𝑠 ∈ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
𝑠 ∈ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 ) ⟺ 𝑠 ∈ (𝐸 − 𝐴𝑖 ), ∀ i = 1,2, … , n
⟺ 𝑠 ∈ 𝐸 dan s ∉ 𝐴𝑖 , ∀ i = 1,2, … , n
⟹ 𝑠 ∈ 𝐸 dan s ∉ ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
⟺ 𝑠 ∈ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖
∴ ⋂𝑛𝑖=1(𝐸 − 𝐴𝑖 ) ⊆ 𝐸 − ⋃𝑛𝑖=1 𝐴𝑖

Soal no 12-15
Terdapat dua buah himpunan yaitu A dan B. Jika 𝐴 ⊆ 𝐵, buktikan bahwa :
12. 𝐴 ∪ 𝐵 = 𝐵
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∪ 𝐵 ⊆ 𝐵
ii) 𝐵 ⊆ 𝐴 ∪ 𝐵
Bukti :
i) Misal 𝑚 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑚 ∈ 𝐵
𝑚 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵 ⟺ 𝑚 ∈ 𝐴 atau 𝑚 ∈ 𝐵
⟹ 𝑚 ∈ 𝐵 atau 𝑚 ∈ 𝐵 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟺ 𝑚∈𝐵 (selesai)
∴ 𝐴∪𝐵 ⊆ 𝐵
ii) Misal 𝑛 ∈ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑛 ∈ 𝐴 ∪ 𝐵
𝑛∈𝐵 ⟹ 𝑛 ∈ 𝐴 atau 𝑛 ∈ 𝐵 (tripial)
⟺ 𝑛 ∈ 𝐴∪𝐵
∴ 𝐵 ⊆𝐴∪𝐵

13. 𝐴 ∩ 𝐵 = 𝐴
Akan dibuktikan :
i) 𝐴 ∩ 𝐵 ⊆ 𝐴
ii) 𝐴 ⊆ 𝐴 ∩ 𝐵
Bukti :
i) Misal 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑥 ∈ 𝐴
𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵 ⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐵
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐴 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟺ 𝑥∈𝐴
∴ 𝐴∩𝐵 ⊆𝐴
ii) Misal 𝑦 ∈ 𝐴. Akan dibuktikan 𝑦 ∈ 𝐴 ∩ 𝐵
𝑦∈𝐴 ⟹ 𝑦 ∈ 𝐴 dan 𝑦 ∈ 𝐴
⟺ 𝑦 ∈ 𝐴 dan 𝑦 ∈ 𝐵 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟺𝑦∈𝐴∩𝐵
∴ 𝐴⊆ 𝐴∩𝐵

14. 𝐵 + 𝐴 = 𝐵 − 𝐴
Akan dibuktikan :
i) 𝐵 + 𝐴 ⊆ 𝐵 − 𝐴
ii) 𝐵 − 𝐴 ⊆ 𝐵 + 𝐴
Bukti :
i) Misal 𝑘 ∈ 𝐵 + 𝐴. Akan dibuktikan 𝑘 ∈ 𝐵 − 𝐴
𝑘 ∈ 𝐵 + 𝐴 ⟺ 𝑘 ∈ 𝐵 ∪ 𝐴 dan 𝑘 ∉ 𝐵 ∩ 𝐴
⟹ 𝑘 ∈ 𝐵 ∪ 𝐴 dan 𝑘 ∈ (𝐵 ∩ 𝐴)𝐶 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟺ 𝑘 ∈ 𝐵 dan 𝑘 ∈ 𝐴𝐶
⟹ 𝑘 ∈ 𝐵 ∩ 𝐴𝐶
⟺ 𝑘 ∈ ( 𝐵 − 𝐴)
∴𝐵+𝐴⊆ 𝐵−𝐴
ii) Misal 𝑙 ∈ 𝐵 − 𝐴. Akan dibuktikan 𝑙 ∈ 𝐵 + 𝐴
𝑙 ∈ 𝐵 − 𝐴 ⟺ 𝑙 ∈ 𝐵 𝑑𝑎𝑛 𝑙 ∉ 𝐴
⟺ 𝑙 ∈ 𝐵 𝑑𝑎𝑛 𝑙 ∈ 𝐴𝐶 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟹ 𝑙 ∈ 𝐵 ∪ 𝐴 dan 𝑙 ∈ (𝐵 ∩ 𝐴)𝐶
⟺ 𝑙 ∈ 𝐵 ∪ 𝐴 dan 𝑙 ∉ 𝐵 ∩ 𝐴
⟺𝑙 ∈ 𝐵+𝐴
∴𝐵−𝐴⊆ 𝐵+𝐴

15. 𝐵 = 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
Akan dibuktikan :
i) 𝐵 ⊆ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
ii) 𝐴 − (𝐴 − 𝐵) ⊆ 𝐵
Bukti :
i) Misal 𝑥 ∈ 𝐵. Akan dibuktikan 𝑥 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵).
𝑥 ∈ 𝐵 ⟹ 𝑥 ∈ ∅ atau 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐵 ∩ 𝐵𝐶 atau 𝑥 ∈ 𝐵 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 ∩ 𝐴𝐶 atau 𝑥 ∈ 𝐵
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∈ 𝐴𝐶 atau 𝑥 ∈ 𝐵
⟹ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∉ 𝐴 atau 𝑥 ∉ 𝐵𝐶
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑥 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵𝐶 )
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 − (𝐴 ∩ 𝐵𝐶 )
⟺ 𝑥 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
∴ 𝐵 ⊆ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵)
ii) Misal 𝑦 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵). Akan dibuktikan 𝑦 ∈ 𝐵.
𝑦 ∈ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵) ⟺ 𝑦 ∈ 𝐴 dan 𝑦 ∉ (A − B)
⟹ 𝑦 ∈ 𝐴 dan 𝑦 ∉ (𝐴 ∩ 𝐵C )
⟺ 𝑦 ∈ 𝐴 dan 𝑦 ∉ 𝐴 atau 𝑦 ∉ 𝐵𝐶 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
⟹ 𝑦 ∈ 𝐵 dan 𝑦 ∉ 𝐵 atau 𝑦 ∈ 𝐵 dan 𝑦 ∉ 𝐵𝐶
⟺ 𝑦 ∈ 𝐵 dan 𝑦 ∈ 𝐵C atau 𝑦 ∈ 𝐵 dan 𝑦 ∈ 𝐵
⟹ 𝑦 ∈ 𝐵 ∩ 𝐵𝐶 atau 𝑦 ∈ 𝐵 ∩ 𝐵
⟺ 𝑦 ∈ ∅ atau 𝑦 ∈ 𝐵 ∩ 𝐵
⟺𝑦∈𝐵
∴ 𝐴 − (𝐴 − 𝐵 ) ⊆ 𝐵

16. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑋 ⊆ 𝐵, 𝑌 ⊆ 𝐵


Buktikan 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ) = (𝑓 −1 (𝑋))𝐶
Akan dibuktikan :
𝐶
i) 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ) ⊆ (𝑓 −1 (𝑋))
𝐶
ii) (𝑓 −1 (𝑋)) ⊆ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 )
Bukti:
𝐶
i) Misal 𝑚 ∈ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ). Akan dibuktikan 𝑚 ∈ (𝑓 −1 (𝑋)) .
𝑚 ∈ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ) ⟺ 𝑓(𝑚) ∈ 𝑋 𝐶
⟹ 𝑓 (𝑚 ) ∉ 𝑋
⟺ 𝑚 ∉ 𝑓 −1 (𝑋)
𝐶
⟺ 𝑚 ∈ (𝑓 −1 (𝑋))
𝐶
∴ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ) ⊆ (𝑓 −1 (𝑋))
𝐶
ii) Misal 𝑛 ∈ (𝑓 −1 (𝑋)) . Akan dibuktikan 𝑛 ∈ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 ).
𝐶
𝑛 ∈ (𝑓 −1 (𝑋)) ⟺ 𝑛 ∉ 𝑓 −1 (𝑋)
⟹ 𝑓 (𝑛 ) ∉ 𝑋
⟺ 𝑓 (𝑛 ) ∈ 𝑋 𝐶
⟺ 𝑛 ∈ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 )
𝐶
∴ (𝑓 −1 (𝑋)) ⊆ 𝑓 −1 (𝑋 𝐶 )

17. Misalkan 𝑓 (𝑥 ) = √𝑥 dan 𝑔(𝑥 ) = √1 − 𝑥 2 . Apakah fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa
dibuat ?
Jawab:
Syarat fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa dibuat yaitu (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 ) ≠ ∅

i) 𝑓 (𝑥 ) = √𝑥 ∈ 𝑅, Jika 𝑥 ≥ 0
𝐷𝑓 = {𝑥 ∕ 𝑥 ≥ 0} = [0, ∞)
𝑅𝑓 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≥ 0} = [0, ∞)

ii) 𝑔(𝑥 ) = √1 − 𝑥 2 , Jika 1 − 𝑥 2 ≥ 0


(1 − 𝑥 )(1 + 𝑥 ) = 0
𝑥 = 1 atau 𝑥 = −1
𝐷𝑔 = {𝑥 ⁄−1 ≤ 𝑥 ≥ 1} = (−∞, −1] ∪ [1, ∞) = [−1, 1]
𝑅𝑔 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≤ 1} = (−∞, 1]
iii)𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = [0, ∞) ∩ [−1, 1] = [0, 1] ≠ ∅
𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = (−∞, 1] ∩ [0, ∞) = [0, 1] ≠ ∅
Karena syarat 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = [0, 1] ≠ ∅, maka fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa
dibuat.
18. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑋 ⊆ 𝐴, 𝑌 ⊆ 𝐴. Buktikan bahwa :
𝑓(𝑋 ∩ 𝑌) = 𝑓(𝑋) ∩ 𝑓(𝑌)
Akan dibuktikan:
i) 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌) ⊆ 𝑓 (𝑋) ∩ 𝑓(𝑌)
ii) 𝑓 (𝑋) ∩ 𝑓(𝑌) ⊆ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌)
Bukti:
i) Misal 𝑘 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌). Akan dibuktikan 𝑘 ∈ 𝑓(𝑋) ∩ 𝑓 (𝑌).
𝑘 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌) ⟺ 𝑘 = 𝑓 (𝑡), ∀ 𝑡 ∈ (𝑋 ∩ 𝑌)
⟹ 𝑘 = 𝑓 (𝑡), ∀ 𝑡 ∈ 𝑋 dan 𝑡 ∈ 𝑌
⟺ 𝑓 (𝑡) ∈ 𝑓(𝑋) dan 𝑓(𝑡) ∈ 𝑓 (𝑌)
⟹ 𝑘 ∈ 𝑓(𝑋) dan 𝑘 ∈ 𝑓 (𝑌)
⟺ 𝑘 ∈ 𝑓 (𝑋 ) ∩ 𝑓 (𝑌 )
∴ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌 ) ⊆ 𝑓 (𝑋 ) ∩ 𝑓 (𝑌 )
ii) Misal 𝑙 ∈ 𝑓 (𝑋) ∩ 𝑓(𝑌). Akan dibuktikan 𝑙 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌).
𝑙 ∈ 𝑓 (𝑋) ∩ 𝑓 (𝑌) ⟺ 𝑙 ∈ 𝑓 (𝑋) dan 𝑙 ∈ 𝑓 (𝑌)
⟹ 𝑓 (𝑠) ∈ 𝑓 (𝑋) dan 𝑓 (𝑠) ∈ 𝑓 (𝑌)
⟺ 𝑙 = 𝑓 (𝑠), ∀ 𝑠 ∈ 𝑋 dan 𝑠 ∈ 𝑌
⟹ 𝑙 = 𝑓 (𝑠 ), ∀ 𝑠 ∈ (𝑋 ∩ 𝑌 )
⟺ 𝑙 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌 )
∴ 𝑓 (𝑋 ) ∩ 𝑓 (𝑌 ) ⊆ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌 )

19. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑋 ⊆ 𝐴, 𝑌 ⊆ 𝐴. Buktikan bahwa :


𝑓(𝑋 ∩ 𝑌) = 𝑓(𝑋) ∩ 𝑓(𝐵) tidak berlaku !
Bukti:
Andaikan 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌) ⟹ 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑋) ∩ 𝑓 (𝐵)
⟺ 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑋) dan 𝑎 ∈ 𝑓 (𝐵)
 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌 )
i) 𝑓 (𝑡) ∈ 𝑓(𝑋) dan 𝑓 (𝑡) ∈ 𝑓 (𝑌) ⟹ 𝑎 = 𝑓(𝑡), ∀ 𝑡 ∈ (𝑋 ∩ 𝑌)
ii) 𝑓 (𝑡) ∈ 𝑓(𝑌) dan 𝑓 (𝑡) ∈ 𝑓(𝑋) ⟹ 𝑎 = 𝑓(𝑡), ∀ 𝑡 ∈ (𝑌 ∩ 𝑋)
Kesimpulan yang didapat adalah jika 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑋 ∩ 𝑌), maka 𝑎 ∈ 𝑓(𝑋) dan 𝑎 ∈ 𝑓 (𝑌). Hal ini
bertentangan (kontradiksi) dengan pengandaian bahwa jika 𝑎 ∈ 𝑓(𝑋 ∩ 𝑌), maka 𝑎∈
𝑓(𝑋) dan 𝑎 ∈ 𝑓(𝐵). Sehinggan pernyataan 𝑓(𝑋 ∩ 𝑌) = 𝑓(𝑋) ∩ 𝑓(𝐵) tidak berlaku.

20. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑔: 𝐶 ⟶ 𝐷 serta 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat. Buktikan bahwa :


Jika 𝑓 dan 𝑔 injektif, maka 𝑔𝑜𝑓 injektif
Bukti:
i) Misal 𝑘, 𝑙 ∈ 𝑓 dan 𝑘 ≠ 𝑙 atau 𝑘 = 𝑙 ⟹ 𝑓 (𝑘 ) ≠ 𝑓 (𝑙 ) atau 𝑓 (𝑘 ) = 𝑓(𝑙 )
Sehingga 𝑓 fungsi injektif
ii) Misal 𝑚, 𝑛 ∈ 𝑔 dan 𝑚 ≠ 𝑛 atau 𝑚 = 𝑛 ⟹ 𝑔(𝑚) ≠ 𝑔(𝑛) atau 𝑔(𝑚) = 𝑔(𝑙 )
Sehingga 𝑔 fungsi injektif
iii)Fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat, maka rumusnya 𝑔𝑜𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑓 (𝑥 ))
Misal ∀ 𝑚, 𝑛 ∈ 𝑔 ∃ 𝑘, 𝑙 ∈ 𝑓 ∋ (𝑚, 𝑛) = 𝑓(𝑘, 𝑙)
 𝑔𝑜𝑓 (𝑘 ) = 𝑔𝑜𝑓 (𝑙 ) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑘 )) = 𝑔(𝑓 (𝑙 ))
⟹ 𝑔 (𝑚 ) = 𝑔 (𝑛 )
Atau
 𝑔𝑜𝑓 (𝑘 ) ≠ 𝑔𝑜𝑓 (𝑙 ) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑘 )) ≠ 𝑔(𝑓 (𝑙 ))
⟹ 𝑔 (𝑚 ) ≠ 𝑔 (𝑛 )
Dari langkah (𝑖 ), (𝑖𝑖 ), dan (iii) terbukti bahwa jika 𝑓 dan g fungsi injektif, maka
𝑔𝑜𝑓 injektif

21. Misalkan 𝑓 (𝑥 ) = √𝑥 dan 𝑔(𝑥 ) = √1 − 𝑥 2 . Jika fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa dibuat,
tentukan domainnya !
Jawab:
Syarat fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa dibuat yaitu (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 ) ≠ ∅
i) 𝑓 (𝑥 ) = √𝑥 ∈ 𝑅, Jika 𝑥 ≥ 0
𝐷𝑓 = {𝑥 ∕ 𝑥 ≥ 0} = [0, ∞)
𝑅𝑓 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≥ 0} = [0, ∞)

ii) 𝑔(𝑥 ) = √1 − 𝑥 2 , Jika 1 − 𝑥 2 ≥ 0


(1 − 𝑥 )(1 + 𝑥 ) = 0
𝑥 = 1 atau 𝑥 = −1
𝐷𝑔 = {𝑥 ⁄−1 ≤ 𝑥 ≥ 1} = (−∞, −1] ∪ [1, ∞) = [−1, 1]
𝑅𝑔 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≤ 1} = (−∞, 1]
iii)𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = [0, ∞) ∩ [−1, 1] = [0, 1] ≠ ∅
𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = (−∞, 1] ∩ [0, ∞) = [0, 1] ≠ ∅
iv) 𝐷𝑓𝑜𝑔 = 𝑓 −1 (𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 ) = 𝑓 −1 ([0, 1]) = [−1, 0]
𝐷𝑔𝑜𝑓 = 𝑓 −1 (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ) = 𝑓 −1 ([0, 1]) = [−1, 0]
Karena syarat 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = [0, 1] ≠ ∅, maka fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 bisa
dibuat. Domain dari fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 = 𝑓𝑜𝑔 adalah 𝐷𝑔𝑜𝑓 = 𝐷𝑓𝑜𝑔 = [−1, 0]

22. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑔: 𝐶 ⟶ 𝐷 serta 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat. Buktikan bahwa :


Jika 𝑔𝑜𝑓 injektif, maka 𝑓 injektif
Bukti:
i) Fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat, maka rumusnya 𝑔𝑜𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑓 (𝑥 ))
Misal ∀ 𝑠, 𝑡 ∈ 𝑔 ∃ 𝑞, 𝑟 ∈ 𝑓 ∋ (𝑠, 𝑡) = 𝑓(𝑞, 𝑟)
 𝑔𝑜𝑓 (𝑞) = 𝑔𝑜𝑓(𝑟) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑞)) = 𝑔(𝑓(𝑟))
⟹ 𝑔 (𝑠 ) = 𝑔 (𝑡 )
Atau
 𝑔𝑜𝑓 (𝑞) ≠ 𝑔𝑜𝑓(𝑟) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑞)) ≠ 𝑔(𝑓(𝑟))
⟹ 𝑔 (𝑠 ) ≠ 𝑔 (𝑡 )
Sehingga 𝑔𝑜𝑓 injektif
ii) Karena 𝑔𝑜𝑓 (𝑞) = 𝑔𝑜𝑓(𝑟) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑞)) = 𝑔(𝑓(𝑟)) atau
𝑔𝑜𝑓 (𝑞) ≠ 𝑔𝑜𝑓(𝑟) ⟺ 𝑔(𝑓 (𝑞)) ≠ 𝑔(𝑓(𝑟))
Akibatnya 𝑓 (𝑞) = 𝑓 (𝑟) untuk 𝑞 = 𝑟 dimana 𝑞, 𝑟 ∈ 𝑓 atau
𝑓 (𝑞) ≠ 𝑓 (𝑟) untuk 𝑞 ≠ 𝑟 dimana 𝑞, 𝑟 ∈ 𝑓
Dari langkah (i)& (ii) terbukti bahwa jika fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 injektif, maka 𝑓 injektif

23. Misalkan 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dan 𝑔: 𝐶 ⟶ 𝐷 serta 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat. Buktikan bahwa :


Jika 𝑔𝑜𝑓 surjektif, maka g surjektif
Bukti:
i) Fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 bisa dibuat, maka rumusnya 𝑦 = 𝑔𝑜𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑓(𝑥 ))
Misal 𝑐 ∈ 𝐷 dicari 𝑦 ∈ 𝐴 sehingga 𝑦 = 𝑔𝑜𝑓(𝑥).
Dari data diperoleh ∀ 𝑚, 𝑛 ∈ 𝑔 ∃ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑓 ∋ (𝑚, 𝑛) = 𝑓(𝑎, 𝑏). Dengan memilih 𝑚 =
𝑎, maka 𝑦 = 𝑔𝑜𝑓 (𝑥 ) = 𝑔(𝑚) = 𝑔(𝑓 (𝑎)) dan dengan memilih 𝑛 = 𝑏, maka 𝑦 =
𝑔𝑜𝑓 (𝑥 ) = 𝑔(𝑛) = 𝑔(𝑓 (𝑏))
Sehingga terbukti 𝑔𝑜𝑓 surjektif
ii) 𝑦 = 𝑔𝑜𝑓(𝑥 ) = 𝑔(𝑚) = 𝑔(𝑓 (𝑎)) berlaku ∀ 𝑚 ∈ 𝐵 dipilih 𝑎 ∈ 𝐴 .
Karena 𝑦 = 𝑔(𝑚) = 𝑔(𝑓 (𝑎)) ∀ 𝑦 ∈ 𝐷 dipilih 𝑚 ∈ 𝐵 maka g dikatakan surjektif
Dari langkah (i)& (ii) terbukti bahwa jika fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 surjektif, maka g surjektif

24. Berikan contoh dua fungsi 𝑓 dan 𝑔 dari 𝑅 ke 𝑅 yang bersifat 𝑓 ≠ 𝑔 tetapi = 𝑓𝑜𝑔 !
Jawab:
 Contoh 1.
Misal persamaan fungsi 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 dan 𝑔(𝑥 ) = √1 − 𝑥 2 . Diperoleh 𝑓𝑜𝑔(𝑥 ) sebagai
berikut.
𝑓𝑜𝑔(𝑥 ) = 𝑓(𝑔(𝑥 ))

= 𝑓(√1 − 𝑥 2 )

= √1 − 𝑥 2
𝑔𝑜𝑓 (𝑥 ) = 𝑔(𝑓 (𝑥 ))
= 𝑔 (𝑥 )

= √1 − 𝑥 2
Sehingga 𝑓(𝑥 ) ≠ 𝑔(𝑥 ), akan tetapi 𝑔𝑜𝑓(𝑥 ) = 𝑓𝑜𝑔(𝑥 )
 Contoh 2.
2𝑥−5
Misal persamaan fungsi 𝑓 (𝑥 ) = dan 𝑔(𝑥 ) = 𝑥. Diperoleh 𝑓𝑜𝑔(𝑥 ) sebagai
𝑥+1

berikut.
𝑓𝑜𝑔(𝑥 ) = 𝑓(𝑔(𝑥 ))
= 𝑓 (𝑥 )
2𝑥−5
= .
𝑥+1

𝑔𝑜𝑓 (𝑥 ) = 𝑔(𝑓 (𝑥 ))
2𝑥−5
= 𝑔 ( 𝑥+1 )
2𝑥−5
= .
𝑥+1

Sehingga 𝑓(𝑥 ) ≠ 𝑔(𝑥 ), akan tetapi 𝑔𝑜𝑓(𝑥 ) = 𝑓𝑜𝑔(𝑥 )

25. Misalkan 𝑓(𝑥) fungsi injektif dari 𝐴 ke dalam B. Buktikan bahwa 𝑓 −1 (𝑥 ) fungsi injektif
Bukti:
i) Dipilih 𝑥 ∈ 𝐵. Dicari 𝑦 ∈ 𝐴 sehingga 𝑦 = 𝑓(𝑥 )
ii) Misal 𝑘, 𝑙 ∈ 𝐴 dan 𝑘 ≠ 𝑙 atau 𝑘 = 𝑙 ⟹ 𝑓 (𝑘 ) ≠ 𝑓 (𝑙 ) atau 𝑓 (𝑘 ) = 𝑓 (𝑙 ).
𝑦 = 𝑓 (𝑥 ) = 𝑓 (𝑘 ) atau 𝑦 = 𝑓 (𝑥 ) = 𝑓(𝑙 ), sehingga 𝑓 (𝑥 ) fungsi injektif
iii)Misal 𝑘, 𝑙 ∈ 𝑓 −1 (𝑥 ) ⟹ 𝑓(𝑘, 𝑙) ∈ 𝑥
Akibatnya untuk 𝑘, 𝑙 ∈ 𝑓 −1 (𝑥 ) dan 𝑘 ≠ 𝑙 ⟹ 𝑓(𝑘 ) ∈ 𝑥 ≠ 𝑓(𝑙 ) ∈ 𝑥. Atau
𝑘, 𝑙 ∈ 𝑓 −1 (𝑥 ) dan 𝑘 = 𝑙 ⟹ 𝑓 (𝑘 ) ∈ 𝑥 = 𝑓 (𝑙 ) ∈ 𝑥
Dari langkah (𝑖 ), (𝑖𝑖 ), dan (iii) terbukti bahwa jika 𝑓(𝑥 ) fungsi injektif, maka
𝑓 −1 (𝑥 ) fungsi injektif

26. Misalkan 𝑅 adalah himpunan semua bilangan Riil 𝐴 ⊆ 𝑅 dan fungsi 𝑓𝐴 : 𝐴 ⟶ 𝑅 yang
didefinisikan oleh 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 1, ∀ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 0, ∀ 𝑥 ∈ 𝐴𝐶 . Buktikan bahwa :
𝑓𝐴∩𝐵 (𝑥 ) = 𝑚𝑖𝑛. {𝑓𝐴 , 𝑓𝐵 }
Bukti:
Misal 𝑚 ∈ 𝑓𝐴∩𝐵 (𝑥 ) ⟺ 𝑚 ∈ 𝑓𝐴 (𝑥 )dan 𝑚 ∈ 𝑓𝐵 (𝑥 )
Karena 𝑓𝐴∩𝐵 (𝑥 ) = 0, maka 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 0 dan 𝑓𝐵 (𝑥 ) = 0.
Dengan demikian 𝑚𝑖𝑛. {𝑓𝐴 , 𝑓𝐵 } = 0. Jadi 𝑓𝐴∩𝐵 (𝑥 ) = 𝑚𝑖𝑛. {𝑓𝐴 , 𝑓𝐵 } = 0. Fungsi ini disebut
fungsi karekteristik untuk 𝐴

27. Dimiliki fungsi 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 + 5, maka tentukan nilai 𝑓 (𝑥 2 ) + f 2 (x) − 5𝑓 (𝑥 )!


Jawab:
i) 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 + 5, maka 𝑓 (𝑥 2 ) = 𝑥 2 + 5
ii) 𝑓 (𝑥 2 ) + f 2 (x) − 5𝑓 (𝑥 ) = (𝑥 2 + 5) + (𝑥 + 5)2 − 5(𝑥 + 5)
= (𝑥 2 + 5) + (𝑥 2 + 10𝑥 + 25) − 5𝑥 − 25
= 2𝑥 2 + 5𝑥 + 5
28. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 2𝑥 − 3 dan 𝑔(𝑥 ) = √4 − 𝑥 2 . Tentukan apakah 𝑔𝑜𝑓 dan 𝑓𝑜𝑔 bisa dibuat ?
Jawab:
Syarat fungsi komposisi 𝑔𝑜𝑓 yaitu 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = ∅
i) 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 ∈ 𝑅
𝐷𝑓 = 𝑅
𝑅𝑓 = 𝑅

ii) 𝑔(𝑥 ) = √4 − 𝑥 2 , Jika 4 − 𝑥 2 ≥ 0


(2 − 𝑥 )(2 + 𝑥 ) = 0
𝑥 = 2 atau 𝑥 = −2
𝐷𝑔 = {𝑥 ⁄−2 ≤ 𝑥 ≥ 2} = (−∞, −2] ∪ [2, ∞) = [−2, 2]
𝑅𝑔 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≤ 2} = (−∞, 2]
iii)𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅 ∩ [−2, 2] = [−2, 2] ≠ ∅
𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = (−∞, 2] ∩ 𝑅 = (−∞, 2] ≠ ∅
iv) 𝐷𝑓𝑜𝑔 = 𝑓 −1 (𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 ) = 𝑓 −1 ((−∞, 2]) = [−2, ∞]
𝐷𝑔𝑜𝑓 = 𝑓 −1 (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ) = 𝑓 −1 ([−2, 2]) = [−2, 2]
Karena syarat 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = [−2, 2] ≠ ∅, dan 𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = (−∞, 2] ≠ ∅, maka fungsi
komposisi 𝑔𝑜𝑓 dan 𝑓𝑜𝑔 bisa dibuat.

29. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 2𝑥 − 3 dan 𝑔(𝑥 ) = √4 − 𝑥 2 . Tentukan 𝐷𝑓𝑜𝑔 dan 𝐷𝑓𝑜𝑔
Jawab:
i) 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 ∈ 𝑅
𝐷𝑓 = 𝑅
𝑅𝑓 = 𝑅

ii) 𝑔(𝑥 ) = √4 − 𝑥 2 ,
𝐷𝑔 = {𝑥 ⁄−2 ≤ 𝑥 ≥ 2} = (−∞, −2] ∪ [2, ∞) = [−2, 2]
𝑅𝑔 = {𝑦 ∕ 𝑦 ≤ 2} = (−∞, 2]
iii)𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝑅 ∩ [−2, 2] = [−2, 2] ≠ ∅
𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 = (−∞, 2] ∩ 𝑅 = (−∞, 2] ≠ ∅
iv) 𝐷𝑓𝑜𝑔 = 𝑓 −1 (𝑅𝑔 ∩ 𝐷𝑓 ) = 𝑓 −1 ((−∞, 2]) = [−2, ∞]
𝐷𝑔𝑜𝑓 = 𝑓 −1 (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ) = 𝑓 −1 ([−2, 2]) = [−2, 2]
Sehingga diperoleh 𝐷𝑓𝑜𝑔 = [−2, ∞] dan 𝐷𝑔𝑜𝑓 = [−2, 2]

30. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 𝑥 + 2 dan 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Tentukan (𝑥 ) dan 𝑓𝑜𝑔 (𝑥) !
Jawab:
i) 𝑔𝑜𝑓 (𝑥 ) = 𝑔(𝑓 (𝑥 ))
= 𝑔(𝑥 + 2)

= √(𝑥 + 2)2
=𝑥+2
ii) 𝑓𝑜𝑔 (𝑥 ) = 𝑓(𝑔(𝑥 ))

= 𝑓 ( √𝑥 2 )

= √(𝑥)2 + 2
=𝑥+2

31. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 𝑥 + 2 dan 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Tentukan 𝑔𝑜𝑓 (−4) dan 𝑓𝑜𝑔 (2)!
Jawab:
i) 𝑔𝑜𝑓 (−4) = 𝑔(𝑓 (−4))
= 𝑔((−4) + 2)

= √(−2)2
= −2
ii) 𝑓𝑜𝑔 (2) = 𝑓(𝑔(2))

= 𝑓 (√22 )

=2+2
=4
32. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 𝑥 + 2 dan 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Tentukan 𝑓 −1 (𝑥 ) dan 𝑔−1 (𝑥 ) !
Jawab:
i) 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 + 2
𝐷𝑓 = 𝑅
𝑓 −1 (𝑥 ) = {𝑥 ∈ 𝐷𝑓 ⁄𝑓 (𝑥 ) ∈ 𝑥 }
= {𝑥 ∈ 𝑅⁄𝑥 + 2 ∈ 𝑥 }
ii) 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Jika 𝑥 ≥ 0
𝐷𝑔 = {𝑥/𝑥 ≥ 0} = [0, ∞)
𝑔−1 (𝑥 ) = {𝑥 ∈ 𝐷𝑔 ⁄𝑔(𝑥 ) ∈ 𝑥 }

= {𝑥 ∈ 𝐷𝑔 ⁄√𝑥 2 ∈ 𝑥 }

33. Misalkan 𝑅 adalah himpunan semua bilangan Riil 𝐴 ⊆ 𝑅 dan fungsi 𝑓𝐴 : 𝐴 ⟶ 𝑅 yang
didefinisikan oleh 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 1, ∀ 𝑥 ∈ 𝐴 dan 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 0, ∀ 𝑥 ∈ 𝐴𝐶 . Buktikan bahwa :
𝑓𝐴 𝐶 (𝑥 ) = 1 − 𝑓𝐴
Bukti:
Misal 𝑚 ∈ 𝑓𝐴∪𝐵 (𝑥 ) ⟺ 𝑚 ∈ 𝑓𝐴 (𝑥 ) atau 𝑚 ∈ 𝑓𝐵 (𝑥 )
Karena 𝑓𝐴∪𝐵 (𝑥 ) = 1, maka 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 1 dan 𝑓𝐵 (𝑥 ) = 1.
Sehingga, 𝑓𝐴 𝐶 (𝑥 ) + 𝑓𝐴 (𝑥 ) = 1
𝑓𝐴 𝐶 (𝑥 ) = 1 − 𝑓𝐴

34. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 𝑥 + 2 dan 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Tentukan 𝑓 −1 ([1,2])
Jawab:
i) 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 + 2
𝐷𝑓 = 𝑅
𝑓 −1 (𝑥 ) = {𝑥 ∈ 𝐷𝑓 ⁄𝑓 (𝑥 ) ∈ 𝑥 }
= {𝑥 ∈ 𝑅⁄𝑥 + 2 ∈ 𝑥 }
Misal 𝑥 ∈ 𝑓 −1 ([1,2]) ⟹ 𝑓(𝑥 ) ∈ [1, 2]
⟺ 𝑥 + 2 ∈ [1, 2]
⟺1≤ 𝑥+2≤2
⟺ −1 ≤ 𝑥 ≤ 0
Jadi, 𝑓 −1 ([1,2]) = [−1, 0]

35. Misalkan terdapat dua fungsi 𝑓 dan 𝑔, dimana 𝑓: 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔: 𝑅 → 𝑅 terdefinisi untuk
𝑓(𝑥 ) = 𝑥 + 2 dan 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Tentukan 𝑔−1 ([4, 8])
Jawab:
i) 𝑔(𝑥 ) = √𝑥 2 . Jika 𝑥 ≥ 0
𝐷𝑔 = {𝑥/𝑥 ≥ 0} = [0, ∞)
𝑔−1 (𝑥 ) = {𝑥 ∈ 𝐷𝑔 ⁄𝑔(𝑥 ) ∈ 𝑥 }

= {𝑥 ∈ 𝐷𝑔 ⁄√𝑥 2 ∈ 𝑥 }
Misal 𝑥 ∈ 𝑔−1 ([4, 8]) ⟹ 𝑔(𝑥 ) ∈ [4, 8]
⟺ √𝑥 2 ∈ [4, 8]
⟺ 4 ≤ √𝑥 2 ≤ 8
⟺ 2 ≤ 𝑥 2 ≤ √8
⟺ √2 ≤ 𝑥 ≤ √8
Jadi, 𝑓 −1 ([4, 8]) = [√2, √8]

36. Misalkan B = {x|2 ≤ 𝑥 ≤ 7 𝑑𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 }. Apakah B terbatas dan uncountable?


Jawab :
B terbatas dengan batas bawah 2 dan batas atas 7
Adit B uncountable.
Buat 𝑓: [0,1] → 𝐵 sehingga 𝑓 𝑖𝑛𝑗𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 yang didefinisikan sebagai :
𝑓(𝑥 ) = 2 + (7 − 2)𝑥
= 5𝑥 + 2
Jelas 𝑓 𝑖𝑛𝑗𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 sehingga [2,7]~[0,1] . Karena [2,7] ekuivalen dengan [0,1], dan menurut
teorema [0,1] 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 maka [2,7] 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
Jadi B = {x|2 ≤ 𝑥 ≤ 7 𝑑𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 } adalah terbatas dan uncountable
37. Dimiliki A dan B dua himpunan. A countable serta B uncountable. Buktikan bahwa :
𝐴 ∩ 𝐵 ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 !
Bukti:
Misalkan digunakan syarat 𝐴 ⊆ 𝐵.
Jika 𝐴 ⊆ 𝐵 maka 𝐴 ∩ 𝐵 = 𝐴
Karena 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒, akibatnya 𝐴 ∩ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.

38. Dimiliki A dan B dua himpunan. A countable serta B uncountable. Buktikan bahwa :
𝐴 ∪ 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 !
Bukti:
Andaikan 𝐴 ∪ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒. Dengan syarat 𝐴 ⊆ 𝐵 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐴 ∪ 𝐵 = 𝐵
Menurut teorema, 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 . Hal ini bertentangan dengan
pengandaian bahwa 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒. Sehingga pengandaian bahwa 𝐴 ∪ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 salah,
seharusnya 𝐴 ∪ 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.

39. Dimiliki A dan B dua himpunan. A countable serta B uncountable. Buktikan bahwa :
𝐴 + 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 !
Bukti:
Gunakan syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵
Andaikan 𝐴 + 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
𝐴 + 𝐵 = (𝐴 ∪ 𝐵) − (𝐴 ∩ 𝐵) (Definisi)
= 𝐵−𝐴
= 𝐵 ∩ 𝐴𝑐
= 𝐵~𝐴∪𝐵 (syarat : 𝐴 ⊆ 𝐵)
Menurut teorema, 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 . Hal ini bertentangan dengan
pengandaian bahwa 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒. Sehingga pengandaian 𝐴 + 𝐵 = 𝐴 ∪ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
salah, seharusnya 𝐴 + 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.

40. Misalkan A, B, dan C masing-masing himpunan countable. Buktikan bahwa 𝐴 ×


𝐵 ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒!
Bukti:
Misalkan : 𝐴 = {𝑎1 , 𝑎2 , 𝑎3 … … . . }
𝐵 = {𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 … … . . }
𝐶 = {𝑐1, 𝑐2 , 𝑐3 … … . . }
Adit bahwa A × B countable.
A × B = {(𝑎, 𝑏)|𝑎 ∈ 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑏 ∈ 𝐵}
Nyatakan :
𝑄1 = {(𝑎1 , 𝑦)| 𝑦 ∈ 𝐵} ~ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
𝑄2 = {(𝑎2 , 𝑦)| 𝑦 ∈ 𝐵} ~ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
𝑄3 = {(𝑎3 , 𝑦)| 𝑦 ∈ 𝐵} ~ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
.
.
.
𝑄𝑖 = {(𝑎𝑖 , 𝑦)| 𝑦 ∈ 𝐵} ~ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒, 𝑄𝑖 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑖 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒

A × B = 𝑄1 ∪ 𝑄2 ∪ 𝑄3 ∪ … ∪ 𝑄𝑖 = ⋃ 𝑄𝑖
𝑖=1

Menurut teorema : “Misalkan A1 , A2 , A3 ............... himpunan-himpunan yang countable,

maka U A himpunan countable”


i 1
i

Akibatnya A × B = ⋃𝑖=1 𝑄𝑖 himpunan yang countable.


Jadi terbukti bahwa 𝐴 × B ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒

41. Misalkan A, B, dan C masing-masing himpunan countable. Buktikan bahwa (𝐴 × 𝐵) ∩


𝐵 ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒!
Bukti:
Adit bahwa (A × B) ∩ 𝐶 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
Pada soal no 40. telah terbukti bahwa 𝐴 × B ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
A × B = ⋃𝑖=1 𝑄𝑖
(A × B) ∩ 𝐶 = (⋃𝑖=1 𝑄𝑖 ) ∩ 𝐶 = ⋃𝑖=1(𝑄𝑖 ∩ 𝐶)
Menurut teorema, ⋃𝑖=1 𝑄𝑖 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 ⋃𝑖=1(𝑄𝑖 ∩ 𝐶) 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
Jadi terbukti bahwa, (A × B) ∩ 𝐶 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
42. Misalkan A, B, dan C masing-masing himpunan countable. Buktikan bahwa (𝐴 × 𝐵) ∪
𝐶 ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒!
Bukti:
Adit bahwa (A × B) ∪ 𝐶 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
Pada soal no 40. telah terbukti bahwa 𝐴 × B ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
A × B = ⋃𝑖=1 𝑄𝑖
(A × B) ∪ 𝐶 = (⋃𝑖=1 𝑄𝑖 ) ∪ 𝐶 = ⋃𝑖=1 𝑄𝑖 ∪ 𝐶
Menurut teorema, ⋃𝑖=1 𝑄𝑖 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 ⋃𝑖=1 𝑄𝑖 ∪ 𝐶 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
Jadi terbukti bahwa, (A × B) ∪ 𝐶 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.

43. Misalkan A dan B dua himpunan dan 𝐴 ⊆ 𝐵. Buktikan bahwa jika A uncountable maka B
uncountable !
Bukti:
Andaikan: 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 ⟹ 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒
Menurut teorema, jika 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒. Hal ini
bertentangan dengan pengandaian jika 𝐴 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐵 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒. Seharusnya jika
𝐴 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒.
Jadi terbukti bahwa, 𝐴 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐵 𝑢𝑛𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒

44. Buktikan bahwa, jika 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 maka −(𝑎 + 𝑏) = (−𝑎) + (−𝑏).


Bukti:
−(𝑎 + 𝑏) = −1(𝑎 + 𝑏) = (−1. 𝑎) + (−1. 𝑏) = (−𝑎) + (−𝑏)

45. Buktikan bahwa, jika 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 maka (−𝑎)(−𝑏) = 𝑎𝑏


Bukti:
(−𝑎)(−𝑏) = (−1. 𝑎)(−1. 𝑏) = (−1)(−1). 𝑎𝑏 = 1(𝑎𝑏) = 𝑎𝑏

46. Misalkan 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓, buktikan 𝑎 < 𝑏 jika dan hanya jika 𝑎2 < 𝑏2
Bukti:
Akan dibuktikan : (i). jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎2 < 𝑏2 dan (ii). jika 𝑎2 < 𝑏2 maka 𝑎 < 𝑏.
(i). jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎2 < 𝑏2
𝑎 < 𝑏 ⟺ 𝑎. 𝑎 < 𝑎𝑏 𝑎 < 𝑏 ⟺ 𝑎. 𝑏 < 𝑏. 𝑏
⟺ 𝑎2 < 𝑎𝑏 𝑑𝑎𝑛 ⟺ 𝑎𝑏 < 𝑏2 } 𝑎2 < 𝑎𝑏 < 𝑏2

Sehingga diperoleh 𝑎 < 𝑏 ⟹ 𝑎2 < 𝑎𝑏 < 𝑏2


⟺ 𝑎2 < 𝑏 2
Jadi terbukti bahwa, jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎2 < 𝑏2 .
(ii). jika 𝑎2 < 𝑏2 maka 𝑎 < 𝑏
𝑎2 < 𝑏 2 ⟹ 0 < 𝑏 2 − 𝑎2
⟺ (𝑏 + 𝑎)(𝑏 − 𝑎)
Karena 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓 maka (𝑏 + 𝑎) 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓, sehingga menurut teorema haruslah
(𝑏 − 𝑎) 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓. Dengan demikian, menurut definisi 𝑎 < 𝑏.
Jadi terbukti bahwa, jika 𝑎2 < 𝑏2 maka 𝑎 < 𝑏
Sehingga dari (i) dan (ii) terbukti bahwa misalkan 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓, 𝑎 < 𝑏 jika dan hanya
jika 𝑎2 < 𝑏2 .

47. Buktikan bahwa jika |𝑥 | < |𝑦| jika dan hanya jika 𝑥 2 < 𝑦 2
Bukti:
Akan dibuktikan : (i). |𝑥 | < |𝑦| ⟹ 𝑥 2 < 𝑦 2 dan (ii). 𝑥 2 < 𝑦 2 ⟹ |𝑥 | < |𝑦|
(i) Jika |𝑥 | < |𝑦| ⟹ 𝑥 2 < 𝑦 2
|𝑥 | < |𝑦| ⟹ |𝑥 ||𝑥 | < |𝑦||𝑥 |
⟹ |𝑥 2 | < |𝑥𝑦|
⟺ 𝑥 2 < |𝑥𝑦| (*)
|𝑥 | < |𝑦| ⟹ |𝑥 ||𝑦| < |𝑦||𝑦|
⟹ |𝑥𝑦| < |𝑦 2 |
⟺ |𝑥𝑦| < 𝑦 2 (**)
Dari (*) dan (**), maka berdasarkan teorema |𝑥 2 | < |𝑥𝑦| < |𝑦 2 | = 𝑥 2 < 𝑦 2
Terbukti bahwa : |𝑥 | < |𝑦| ⟹ 𝑥 2 < 𝑦 2
(ii) Jika 𝑥 2 < 𝑦 2 ⟹ |𝑥 | < |𝑦|
𝑥 2 < 𝑦 2 ⟹ |𝑥 | 2 < |𝑦 |2
⟹ |𝑥 | 2 − |𝑦 |2 < 0
⟹ (|𝑥 | − |𝑦|)(|𝑥 | + |𝑦|) < 0
Karena (|𝑥 | + |𝑦|) > 0, maka (|𝑥 | − |𝑦|) < 0 , sehingga |𝑥 | < |𝑦|
Terbukti bahwa : 𝑥 2 < 𝑦 2 ⟹ |𝑥 | < |𝑦|

48. Carilah 𝛿 (tergantung pada 𝜀 ) sedemikian sehingga |𝑥 − 2| < 𝛿 ⟹ |4𝑥 − 8| < 𝜀


Jawab:
|4𝑥 − 8| < 𝜀 ⟺ |4(𝑥 − 2)| < 𝜀
⟺ |4||𝑥 − 2| < 𝜀
⟺ 4|𝑥 − 2| < 𝜀
𝜀
⟺ |𝑥 − 2| < 4
𝜀
Pilih :𝛿 = 4
𝜀
Akibatnya : |𝑥 − 2| < 𝛿 ⟹ |𝑥 − 2| < 4

⟺ 4|𝑥 − 2| < 𝜀
⟹ |4(𝑥 − 2)| < 𝜀
⟺ |4𝑥 − 8| < 𝜀
Jadi terbukti bahwa : |𝑥 − 2| < 𝛿 ⟹ |4𝑥 − 8| < 𝜀
49. Misalkan A dan B suatu himpunan saling asing buktikan bahwa : jika A dan B himpunan
finit, maka 𝐴 ∪ 𝐵 dan 𝐴 ∩ 𝐵 finit.
Jawab:
𝐴 𝑓𝑖𝑛𝑖𝑡 ⟺ 𝐴 ~ 𝑁 = {𝑎1 , 𝑎2 , 𝑎3 , … , 𝑎𝑛 } dan 𝐵 𝑓𝑖𝑛𝑖𝑡 ⟺ 𝐵 ~ 𝑁 = {𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 , … , 𝑏𝑛 } maka
𝐴 ∪ 𝐵 = {𝑎1 , 𝑏1 , 𝑎2 , 𝑏2 , 𝑎3 , 𝑏3 , … , 𝑎𝑛, , 𝑏𝑛 }~ 𝑁, jadi 𝐴 ∪ 𝐵 𝑓𝑖𝑛𝑖𝑡, dan 𝐴 ∩ 𝐵 = ∅. Jadi
𝐴 ∩ 𝐵 𝑓𝑖𝑛𝑖𝑡

50. Tunjukkan jika 0 < 𝑎 < 𝑏 dan 0 < 𝑐 < 𝑑, maka 0 < 𝑎𝑐 < 𝑏𝑑 !
Jawab :
 Karena 𝑎 < 𝑏 dan 𝑎 > 0 maka menurut teorema 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐 sehingga
0 < 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐 (*)
 Karena 𝑐 < 𝑑 dan 𝑐 > 0 maka menurut teorema 𝑏𝑐 < 𝑏𝑑 sehingga
0 < 𝑏𝑐 < 𝑏𝑑 (**)
Dari persamaan (*) dan (**) diperoleh 0 < 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐 < 𝑏𝑑 atau 0 < 𝑎𝑐 < 𝑏𝑑.
51. Buktikan bahwa jika 0 < 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎 < √𝑎𝑏 < 𝑏 !
Bukti:
Akan dibuktikan jika 0 < 𝑎 < 𝑏, maka < √𝑎𝑏 < 𝑏 .
Menurut teorema 4.10 (c) diperoleh 𝑎. 𝑎 < 𝑏. 𝑎 ⟺ 𝑎2 < 𝑎𝑏 dan 𝑎. 𝑏 < 𝑎. 𝑎 ⟺ 𝑎𝑏 < 𝑏2 .
Akibatnya 𝑎2 < 𝑎𝑏 < 𝑏2 ⟺ 𝑎 < √𝑎𝑏 < 𝑏
Jadi terbukti, jika 0 < 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎 < √𝑎𝑏 < 𝑏

52. Tunjukkan bahwa jika 𝑎 > 1, maka 1 < 𝑎 < 𝑎2 !


Jawab:
Karena 𝑎 > 1 (berarti > 0 ), maka menurut teorema 𝑎. 𝑎 > 1. 𝑎 atau 𝑎2 > 𝑎 sehingga
𝑎2 > 𝑎 > 1 atau 1 < 𝑎 < 𝑎2

1
53. Jika a sembarang bilangan positif, buktikan bahwa 𝑎 + 𝑎 ≥ 2 !

Bukti:
1 1
Misalkan 𝑎 = 1 maka 𝑎 = 1, sehingga 𝑎 + 𝑎 = 2, sebaliknya

jika 𝑎 ≠ 1 maka 𝑎 − 1 ≠ 0, sehingga (𝑎 − 1)2 > 0 atau 𝑎2 − 2𝑎 + 1 > 0 atau 𝑎2 + 1 >


2𝑎.
1
Karena 𝑎 > 0 maka bisa mengalikan ketidaksamaan tersebut dengan , sehingga diperoleh
𝑎
1 1
(𝑎2 + 1) 𝑎 > (2𝑎) 𝑎
1 1 1
(𝑎2 . 𝑎) + (1. 𝑎) > (2𝑎) 𝑎
1
𝑎+𝑎 >2
1
Jadi terbukti bahwa jika a sembarang bilangan positif, 𝑎 + ≥ 2
𝑎

54. Buktikan bahwa jika |𝑥 − 1| ≤ 3 maka |𝑥 2 + 1| ≤ 20


Bukti:
|𝑥 2 + 1| = |(𝑥 − 1)2 + 2𝑥 |
= |(𝑥 − 1)2 + 2(𝑥 − 1) + 2|
≤ |(𝑥 − 1)2 | + |2(𝑥 − 1)| + |2| (Ketaksamaan segitiga)
≤ (3)2 + 2(3) + 2 = 17 ≤ 20

55. Misalkan A = (7,9). Buktikan bahwa A terbuka dalam R.


Bukti:
A = (7,9) = {𝑥 |7 < 𝑥 < 9}
Misalkan 𝑥 ∈ A. Akan dicari 𝑁𝜀 (𝑥 ) ∋ 𝑁𝜀 (𝑥 ) ⊆ 𝐴.
Pilih 𝜀 = min {𝑥 + 7, 9 − 𝑥 } > 0
Cek : apakah 𝑁𝜀 (𝑥 ) ⊆ 𝐴.
Misalkan 𝑘 ∈ 𝑁𝜀 (𝑥 ). Adit 𝑘 ∈ 𝐴.
𝑘 ∈ 𝑁𝜀 (𝑥 ) ⟹ |𝑘 − 𝑥 | < 𝜀
⟺ −𝜀 < 𝑘 − 𝑥 < 𝜀
⟺ 𝑥−𝜀 < 𝑘 <𝑥+𝜀
Coba 1:
𝜀 =𝑥+7 < 9−𝑥
𝑥−𝜀 <𝑘 <𝑥+𝜀
𝑥 − (𝑥 + 7) < 𝑘 < 𝑥 + 𝜀 < 𝑥 + (9 − 𝑥)
⟺7<𝑘<9
Jadi, 𝑘 ∈ 𝐴
Coba 2:
𝜀 =9−𝑥 <𝑥+7
𝑥−𝜀 <𝑘 <𝑥+𝜀
𝑥 − 𝜀 < 𝑥 − (𝑥 + 7) < 𝑘 < 𝑥 + (9 − 𝑥)
⟺7<𝑘<9
Jadi, 𝑘 ∈ 𝐴
∴ ∃ 𝜀 = min{𝑥 + 7, 9 − 𝑥 } > 0 ∋ 𝑁𝜀 (𝑥 ) ⊆ 𝐴. Sehingga A terbuka dalam R .

56. Buktikan bahwa jika |𝑥 − 2| ≤ 1 maka |𝑥 2 − 4| ≤ 7


Bukti:
|𝑥 2 − 4| = |((𝑥 − 2) + 4)(𝑥 − 2)|
≤ |(𝑥 − 2) + 4| + |(𝑥 − 2)| (Ketaksamaan segitiga)
≤ 1+4+1 = 5 ≤ 7

1
57. Tunjukkan bahwa jika 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎 < 2 (𝑎 + 𝑏) < 𝑏
Bukti:
Jika 𝑎 < 𝑏, maka 𝑏 − 𝑎 ∈ 𝑃. Sekarang perhatikan bahwa:
1 1 1 1 1
(𝑎 + 𝑏) − 𝑎 = 𝑎 + 𝑏 − 𝑎 = ( − 1) 𝑎 + 𝑏
2 2 2 2 2
1 1 1
= 2 𝑏 − 2 𝑎 = 2 (𝑏 − 𝑎 ).
1 1 1 1
Karena > 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 ∈ 𝑃, sehingga (𝑎 + 𝑏) − 𝑎 = (𝑏 − 𝑎) ∈ 𝑃 dan hal ini ekivalen
2 2 2 2
1
dengan 𝑎 < 2 (𝑎 + 𝑏)

Sekarang perhatikan bahwa :


1 1 1 1 1
𝑏 − 2 (𝑎 + 𝑏 ) = 𝑏 − 2 𝑎 − 2 𝑏 = 2 𝑏 − 2 𝑎
1 1
= 2 (𝑏 − 𝑎) ∈ 𝑃 . Jadi dapat disimpulkan 2 (𝑎 + 𝑏) < 𝑏
1 1 1
Kemudian karena 𝑎 < 2 (𝑎 + 𝑏) dan (𝑎 + 𝑏) < 𝑏, maka didapatkan 𝑎 < (𝑎 + 𝑏) < 𝑏
2 2

1 1
58. Tunjukkan bahwa jika 𝑎 > 0 , maka 𝑎 > 0 dan =𝑎

Bukti:
1 1
Anggap 𝑎 > 0 dan andaikan 𝑎 ≤ 0, maka diketahui bahwa 𝑎 ∈ 𝑃 dan − 𝑎 ∈ 𝑃 ∪ {0}.
1 1
Sekarang perhatikan bahwa : 𝑎. (− 𝑎) = − (𝑎. 𝑎) = −1 ∈ 𝑃 ∪ {0}. Namun hal ini

mengakibatkan – (−1) = 1 ∉ 𝑃 ∪ {0} yang berarti bahwa 1 < 0.


1
Jadi haruslah >0.
𝑎

1 1 1 1 1 1
Sekarang perhatikan bahwa: = .1 = . (𝑎 . 𝑎) = ( . (𝑎)) . 𝑎 = 1. 𝑎 = 𝑎.

1
Jadi didapatkan =𝑎
59. Misalkan 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 dan anggap bahwa untuk setiap 𝜀 > 0 berlaku 𝑎 ≤ 𝑏 + 𝜀. Tunjukkan
bahwa 𝑎 ≤ 𝑏
Bukti:
Akan ditunjukkan bahwa kontraposisi pernyataan jika 𝑎 ≤ 𝑏 + 𝜀 untuk semua 𝜀 > 0,
maka 𝑎 ≤ 𝑏 adalah benar
𝑎−𝑏 𝑎−𝑏
Anggap 𝑎 > 𝑏 selanjutnya pilih 𝜀0 = > 0 maka 𝑎 = 𝑏 + (𝑎 − 𝑏) > 𝑏 + = 𝑏 + 𝜀0
2 2

Jadi, jika 𝑎 > 𝑏, maka 𝑎 > 𝑏 + 𝜀, untuk suatu 𝜀 > 0

1 1
60. Jika 0 < 𝑎 < 𝑏, tunjukkan bahwa 𝑏 < 𝑎
Bukti:
1
Jika 0 < 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎𝑏 > 0 hal ini berarti 𝑎𝑏 > 0. Sebagai akibatnya diperoleh:
1 1 𝑏−𝑎 1 1 1
−𝑏= = (𝑏 − 𝑎). 𝑎𝑏 > 0 mengingat bahwa 𝑏 − 𝑎 > 0 maka 𝑏 > 𝑎 atau < 𝑎.
𝑎 𝑎𝑏 𝑏

61. Buktikan bahwa jika 𝑎 ∈ 𝑅 sedemikian sehingga 0 ≤ 𝑎 ≤ 𝜀 untuk semua 𝜀 > 0, maka
𝑎=0
Bukti:
Anggap bahwa 𝑎 ∈ 𝑅 sedemikian sehingga 0 ≤ 𝑎 ≤ 𝜀 untuk semua 𝜀 > 0
𝑎 𝑎
Andaikan bahwa 𝑎 > 0, selanjutnya jika dipilih 𝜀0 = 2 > 0, maka 0 < 𝜀0 = < 𝑎. Hal ini
2

bertentangan dengan pernyataan bahwa 0 ≤ 𝑎 ≤ 𝜀, untuk semua > 0 .


Jadi, haruslah 𝑎 = 0

2
1 1
62. Buktikan bahwa (2 (𝑎 + 𝑏)) ≤ 2 (𝑎2 + 𝑏2 ) untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 .Tunjukkan bahwa

persamaan tercapai untuk 𝑎 = 𝑏.


Bukti:
 (𝑎 − 𝑏)2 ≥ 0
𝑎2 − 2𝑎𝑏 + 𝑏2 ≥ 0
𝑎2 + 𝑏2 ≥ 2𝑎𝑏 (kedua ruas ditambah 𝑎2 + 𝑏2 )
2(𝑎2 + 𝑏2 ) ≥ 𝑎2 + 2𝑎𝑏 + 𝑏2
1
2(𝑎2 + 𝑏2 ) ≥ (𝑎 + 𝑏)2 (kedua ruas dikalikan )
4
1 1
(𝑎2 + 𝑏2 ) ≥ 4 (𝑎 + 𝑏)2
2
2 2
1 1 1 1
(𝑎2 + 𝑏2 ) ≥ (2 (𝑎 + 𝑏)) atau ( (𝑎 + 𝑏)) ≤ (𝑎2 + 𝑏2 )
2 2 2
2
1 1
Jadi terbukti bahwa ( (𝑎 + 𝑏)) ≤ (𝑎2 + 𝑏2 ) untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅
2 2

 Kesamaan akan didapatkan jika (𝑎 − 𝑏)2 = 0, lebih lanjuta 𝑎 − 𝑏 = 0 atau 𝑎 = 𝑏

63. Jika 𝑎 > 0, 𝑏 > 0 dan 𝑛 ∈ 𝑁. Tunjukkan bahwa 𝑎 < 𝑏 jika dan hanya jika 𝑎𝑛 < 𝑏𝑛
Bukti:
Pembuktian ke kanan:
Anggap bahwa 𝑎 < 𝑏. Hal ini berarti 𝑏 − 𝑎 > 0. Kemudian, perhatikan bahwa untuk
𝑛 = 1 berlaku 𝑏𝑛 − 𝑎𝑛 = 𝑏1 − 𝑎1 = 𝑏 − 𝑎 > 0.
Selanjutnya, anggap bahwa jika untuk 𝑛 = 𝑘 ≥ 1 berlaku 𝑏𝑛 − 𝑎𝑛 = 𝑏𝑘 − 𝑎𝑘 > 0.
Sekarang perhatikan untuk 𝑛 = 𝑘 + 1 berlaku:
𝑏𝑛 − 𝑎𝑛 = 𝑏𝑘+1 − 𝑎𝑘+1 = (𝑏 − 𝑎)(𝑏𝑘 − 𝑎𝑘 ) + 𝑎𝑘 𝑏 + 𝑏𝑘 𝑎 > 0
Hal ini menurut prinsip induksi matematika dapat disimpulkan bahwa 𝑏𝑛 − 𝑎𝑛 > 0 untuk
semua 𝑛 ∈ 𝑁. Atau dengan kata lain 𝑎𝑛 < 𝑏𝑛 untuk semua 𝑛 ∈ 𝑁.
Pembuktian ke kiri:
Anggap 𝑎𝑛 < 𝑏𝑛 untuk semua 𝑛 ∈ 𝑁. Karena 1 ∈ 𝑁, jelas bahwa 𝑎 = 𝑎1 𝑑𝑎𝑛 𝑏1 = 𝑏
𝑎1 < 𝑏1 ⟺ 𝑎 < 𝑏.

64. Jika 𝑐 > 1 dan 𝑚, 𝑛 ∈ 𝑁. Tunjukkan bahwa 𝑐 𝑚 > 𝑐 𝑛 jika dan hanya jika 𝑚 > 𝑛
Bukti:
Pembuktian ke kanan:
Anggap 𝑐 𝑚 > 𝑐 𝑛 . Andaikan bahwa 𝑚 ≤ 𝑛 atau dengan kata lain 𝑛 − 𝑚 ≥ 0. Sekarang
perhatikan jika 𝑛 − 𝑚 = 0 didapatkan
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 𝑛−𝑚 ) = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 0 ) = 0 (1)
Kemudian jika 𝑛 − 𝑚 > 0 dimana 𝑛 − 𝑚 ∈ 𝑁. Sehingga hal ini menyebabkan 𝑐 𝑛−𝑚 ≥ 𝑐 >
1 atau 1 − 𝑐 𝑛−𝑚 < 0. Selanjutnya didapatkan :
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 𝑛−𝑚 ) < 0 atau dengan kata lain𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 (2)
Dari dua kasus tersebut, didapatkan 𝑐 𝑚 ≤ 𝑐 𝑛 kontradiksi dengan pernyataan yang
mengatakan bahwa 𝑐 𝑚 > 𝑐 𝑛 . Jadi pengandaian salah dan haruslah 𝑚 > 𝑛 .
Pembuktian ke kiri:
Anggap 𝑚 > 𝑛 dengan 𝑚 − 𝑛 ∈ 𝑁. Diketahui bahwa 0 < 𝑐 𝑚−𝑛 ≤ 𝑐 < 1 atau dengan kata
lain 𝑐 𝑚−𝑛 − 1 < 0. Hal ini mengakibatkan:
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑛 (𝑐 𝑚−𝑛 − 1) < 0 atau dengan kata lain 𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 .

65. Jika 0 < 𝑐 < 1 dan 𝑚, 𝑛 ∈ 𝑁. Tunjukkan bahwa 𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 jika dan hanya jika 𝑚 > 𝑛
Bukti:
Pembuktian ke kanan:
Anggap 𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 . Andaikan bahwa 𝑚 ≤ 𝑛 atau dengan kata lain 𝑛 − 𝑚 ≥ 0. Sekarang
perhatikan jika 𝑛 − 𝑚 = 0 didapatkan
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 𝑛−𝑚 ) = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 0 ) = 0 (1)
Kemudian jika 𝑛 − 𝑚 > 0 dimana 𝑛 − 𝑚 ∈ 𝑁. Sehingga hal ini menyebabkan
0 < 𝑐 𝑛−𝑚 ≤ 𝑐 < 1 mengingat bahwa 0 < 𝑐 < 1 . Atau dengan kata lain 1 − 𝑐 𝑛−𝑚 > 0 .
Sekarang perhatikan bahwa :
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑚 (1 − 𝑐 𝑛−𝑚 ) > 0 atau dengan kata lain𝑐 𝑚 > 𝑐 𝑛 (2)
Dari dua kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa didapatkan 𝑐 𝑚 ≥ 𝑐 𝑛 . Pengandaian ini
berkontradiksi dengan pernyataan yang mengatakan bahwa 𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 . Jadi pengandaian salah
dan haruslah 𝑚 > 𝑛 .
Pembuktian ke kiri:
Anggap 𝑚 > 𝑛 dengan 𝑚 − 𝑛 ∈ 𝑁. Diketahui bahwa 0 < 𝑐 𝑚−𝑛 ≤ 𝑐 < 1 atau dengan kata
lain 𝑐 𝑚−𝑛 − 1 < 0. Hal ini mengakibatkan:
𝑐 𝑚 − 𝑐 𝑛 = 𝑐 𝑛 (𝑐 𝑚−𝑛 − 1) < 0 atau dengan kata lain 𝑐 𝑚 < 𝑐 𝑛 .

66. Dengan mengasumsikan akar-akarnya ada . Tunjukkan bahwa jika 𝑐 > 1 , maka 𝑐 < 𝑐
jika dan hanya jika 𝑚 > 𝑛
Bukti:

Misalkan 𝑏 = 𝑐 . Selanjutnya diketahui bahwa 𝑏 > 1. (karena jika 𝑏 ≤ 1, maka 𝑐 =


𝑚𝑛
(𝑐 ) = 𝑏𝑚𝑛 ≤ 𝑏 ≤ 1, padahal diketahui bahwa 𝑐 > 1.
Selanjutnya diketahui pula bahwa 𝑐 = 𝑏𝑚 > 𝑏𝑛 = 𝑐 jika dan hanya jika 𝑚 > 𝑛.

67. Tunjukkan bahwa jika 0 < 𝑎 < 1, maka 0 < 𝑎2 < 𝑎 < 1.
Jawab:
Karena 𝑎 < 1 dan 𝑎 > 0, maka menurut teorema 𝑎. 𝑎 < 1. 𝑎 atau 𝑎2 < 𝑎 sehingga
0 < 𝑎2 < 𝑎 < 1

1 1
68. Tunjukkan bahwa 𝑙𝑖𝑚 (𝑛 − 𝑛+1) = 0
Bukti:
Akan ditunjukkan dengan menggunakan definisi limit.
Analisis pendahuluan: Ambil sebarang 𝜀 > 0, akan dipilih𝑘 ∈ 𝑁 sehingga untuk setiap
𝑛 ≥ 𝑘 berlaku :
1 1 1 1
| − − 0| = |𝑛 − 𝑛+1|
𝑛 𝑛+1
1 1
= |𝑛(𝑛+1)| = |(𝑛 |
+𝑛)
1 1 1
< <𝑛≤𝑘<𝜀
𝑛
1
Maka pilih 𝑘 > 𝜀
1
Bukti: Ambil sebarang 𝜀 > 0 selanjutnya pilih 𝑘 > 𝜀 , sehingga untuk setiap 𝑛 ≥ 𝑘 berlaku :
1 1 1 1
| − − 0| = |𝑛 − 𝑛+1|
𝑛 𝑛+1
1 1
= |𝑛(𝑛+1)| = |(𝑛 |
+𝑛)
1 1 1 1
< <𝑛≤𝑘< =𝜀
𝑛

1 1
Sehingga terbukti bahwa 𝑙𝑖𝑚 (𝑛 − 𝑛+1) = 0

𝑛
69. Misalkan barisan 𝑥𝑛 dengan 𝑥𝑛 = 𝑛+1. Buktikan bahwa 𝑥𝑛 → 1!

Bukti:
Diberikan 𝜀 > 0
Dicari 𝑁 asli supaya ∃ 𝑛 ≥ 𝑁 ⟹ |𝑥𝑛 − 1| < 𝜀
𝑛
|𝑥𝑛 − 1| = | − 1|
𝑛+1
𝑛 𝑛+1
= |𝑛+1 − 𝑛+1|
1
= |𝑛+1|
1 1 1
= 𝑛+1 ≤ 𝑛 ≤ 𝑁 < 𝜀
1 1
<𝜀⟹𝑁>
𝑁 𝜀
1
Pilih 𝑁 > 𝜀
1 1 1 1
𝑛 ≥ 𝑁 ⟹ |𝑥𝑛 − 1| = 𝑛+1 ≤ 𝑛 ≤ 𝑁 < =𝜀

Jadi terbukti 𝑥𝑛 → 1

4𝑛 +2
70. Misalkan barisan 𝑥𝑛 dengan 𝑥𝑛 = 2𝑛 . Tunjukkan bahwa 𝑥𝑛 terbatas !
+2

Jawab:
Dicari 𝑀 > 0 sehingga |𝑥𝑛 | ≤ 𝑀, ∀𝑛
4𝑛 +2 2(2𝑛 +1)
|𝑥𝑛 | = | |=| |
2𝑛 +2 2(𝑛 +1)

2𝑛 +1 2𝑛 +1
=|𝑛 |=
+1 𝑛 +1
2𝑛 +1 2𝑛 1
≤ = +𝑛 ≤ 2+1= 3
𝑛 𝑛

Pilih 𝑀 = 3, jelas bahwa |𝑥𝑛 | ≤ 3.

1
71. Tunjukkan bahwa 𝑠𝑢𝑝 {1 − 𝑛 ; 𝑛 ∈ 𝑁} = 1
Bukti:
1 1 2 3 4
Misalkan 𝑍: {1 − ; 𝑛 ∈ 𝑁} = {0, , , , , … }. Untuk setiap nilai 𝑛 ∈ 𝑁 berlaku
𝑛 2 3 4 5

𝑛−1<𝑛
𝑛−1
<1
𝑛
1
1−𝑛 < 1

Sehingga 1 merupakan batas atas dari 𝑍. Selanjutnya akan ditunjukkan 1 merupakan batas
atas terkecil atau supremum dari 𝑍.
𝜀
Misalkan 𝑢 = 𝑠𝑢𝑝 𝑍 = 1. Selanjutnya ambil sebarang 𝜀 > 0 dan 𝜀𝑜 = 2. Andaikan ada batas
𝜀
terkecil selain 𝑢, yakni 𝑢 − 𝜀, maka terdapat 𝑥𝜀 = 𝑢 − 2 yang memenuhi 𝑢 − 𝜀 < 𝑢 −
𝜀
< 𝑢. Sehingga 𝑢 − 𝜀 bukanlah batas atas terkecil.
2

Jadi haruslah 𝑠𝑢𝑝 𝑍 = 𝑢 = 1. Terbukti.

𝑛+1
72. Buktikan bahwa ( ) merupakan barisan Cauchy
𝑛
Bukti:
1 𝜀
Ambil sebarang 𝜀 > 0 selanjutnya pilih 𝑁 untuk 𝑘 > 𝑁, 𝑘 < 2. Sehingga untuk setiap

𝑚, 𝑛 > 𝑁
Berlaku
𝑛+1 𝑚+1 𝑚(𝑛+1)−𝑛(𝑚+1)
| − | =| |
𝑛 𝑚 𝑚𝑛
𝑚−𝑛 𝑚 𝑛
= | 𝑚𝑛 | = |𝑚𝑛 + (− 𝑚𝑛)|
𝑚 𝑛 1 1 2𝜀
≤ 𝑚𝑛 + 𝑚𝑛 = 𝑛 + 𝑚 < =𝜀
2
𝑛+1
Jadi terbukti bahwa ( ) merupakan barisan Cauchy.
𝑛