Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebutuhan akan tanaman dengan sifat yang baik semakin meningkat.
Kebutuhan ini bila tidak diimbangi dengan penyediaan tanaman berkulitas dalam
waktu cepat akan menimbulkan masalah. Selain itu rendahnya kemampuan
menghasilkan tanaman dalam waktu cepat akan menurunkan nilai ekonomis dari
pertanian. Oleh karena usaha-usaha diluar batas konvensional harus segera
dilakukan untuk mengatasi hal ini.
Pengembang biakan tanaman dalam hal ini tidak bisa lagi dilakukan
dengan cara konvensional. Pengembangbiakan dengan cara konvensional seperti
menggunakan biji akan membutuhkan waktu lama dan sifat dari tanaman baru
yang dihasilkan akan berbeda dengan tanaman induk. Oleh karena itu metode
pengembangbiakan vegetatif menjadi jawaban dari masalah ini. Pengembang
biakan vegetatif adalah pengembangbiakan yang dilakukan secara tidak kawin
yaitu menggunakan organ vegetatif dari tanaman.
Keunggulan pembiakan tanaman secara vegetatif adalah waktu yang
diperlukan untuk menghasilkan individu baru cepat dan individu yang dihasilkan
memiliki sifat yang sama dengan tanaman induk. Oleh karena itu metode ini
adalah metode yang mampu menjawab masalah sebelumnya, karena dengan
metode vegetatif ini pembiakan tanaman tidak perlu menunggu tanaman
melakukan penyerbukan terlebih dahulu dan juga bisa menjamin bahwa hasil dari
tanaman yang dihasilkan memiliki sifat sama dengan tanaman induk.
Salah satu metode dari pembiakan tanaman secara vegetatif adalah metode
okulasi. Metode sambung pucuk atau disebut juga metode Okulasi adalah proses
perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara mengabungkan bagian 2
bagian tubuh tumbuhan yang berbeda. Secara umum Okulasi di definisikan
sebagai penempelan mata tunas suatu tumbuhan ke kulit tumbuhan lain untuk
mendapatkan varietas tumbuhan yang lebih baik. Okulasi merupakan salah satu

1
cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tumbuhan. Tunas hasil
okulasi akan tumbuh dan berkembang dengan mengambil sifat-sifat dominan dari
kedua tumbuhan asal.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan okulasi ?
2. Bagaimana metode okulasi pada tanaman mawar, terong dan mangga?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui cara membiakkan tanaman dengan teknik okulasi.
2. Untuk mengetahui keberhasilan pembiakan tanaman mawar, terong dan
mangga secara okulasi

D. Manfaat
1. Agar pembaca dapat mengerti dan mengetahui cara membiakkan tanaman
dengan teknik okulasi.
2. Agar pembaca dapat mengerti dan mengetahui cara pembiakan tanaman
mawar, terong dan mangga dengan tehnik dan untuk meningkatkan nilai
penggunaan tanaman.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Okulasi
Okulasi adalah proses perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara
mengabungkan bagian 2 bagian tubuh tumbuhan yang berbeda. Secara umum
Okulasi di definisikan sebagai penempelan mata tunas suatu tumbuhan ke kulit
tumbuhan lain untuk mendapatkan varietas tumbuhan yang lebih baik. Okulasi
merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
tumbuhan. Tunas hasil okulasi akan tumbuh dan berkembang dengan mengambil
sifat-sifat dominan dari kedua tumbuhan asal.
Prinsip dasar Okulasi adalah mengabungkan 2 varietas tumbuhan yang
memiliki keunggulan. Okulasi bisa di lakukan pada 2 varietas tumbuh yang
berbeda tapi dari 1 spesies yang sama, contohnya: Okulasi mangga bisa dengan
mangga alpukat. Atau di lakukan pada 2 varietas tumbuhan yang berbeda tapi
berasal dari family yang sama, contohnya: okulasi tomat dan kentang.
Okulasi pada tanaman mangga. Ketika kita menanam mangga yang berasal
dari biji, maka kita tidak akan tahu pasti seperti apa hasil buahnya nanti. Karena
bisa jadi buah mangga yang di jadikan bibit merupakan hasil kawin silang antara 2
pohon mangga atau lebih dan kita tidak tahu pasti apakah mangga akan berbuat
persis seperti induknya atau tidak. Untuk memastikan agar buah mangga yang
tumbuh dari biji berbuah persis seperti yang kita harapkan, maka harus di lakukan
satu perlakuan yaitu dengan cara okulasi.
Caranya adalah dengan mengambil mata tunas dari batang mangga yang di
harapkan lalu di tempelkan ke batang mangga yang berasal dari biji. Cara ini akan
memberi kita hasil batang mangga yang kuat dan berbuah persis seperti mangga
yang kita ambil mata tunasnya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara
Okulasi pada tanaman mangga bisa di lihat di sini.
B. Pengaruh Batang Bawah Terhadap Tanaman Yang Ditempel
Menurut Ashari (1995) pengaruh batang bawah terhadap batang atas
antara lain (1) mengontrol kecepatan tumbuh batang atas dan bentuk tajuknya, (2)

3
mengontrol pembungaan, jumlah tunas dan hasil batang atas, (3) mengontrol
ukuran buah, kualitas dan kemasakan buah, dan (4) resistensi terhadap hama dan
penyakit tanaman. Menurut Sumarsono (2002), Stadia entres berpengaruh
terhadap pertumbuhan batang bawah. Pertambahan batang bawah yang diokulasi
dengan entres muda selama 90 hari mencapai 1,80 cm, sedangkan yang diokulasi
dengan entres agaktua dan tua bertambah sebnayak 1,20 cm dan 1,10 cm saja.
Pengaruh batang atas terhadap batang bawah juga sangat nyata. Namun
pada umumnya efek tersebut timbal balik sebagaimana pengaruh batang bawah
terhadap batang atas. Perbanyakan Batang Bawah Batang bawah ada yang
berasal dari semai generatif dan dari tan vegetatif (klon). Batang bawah asal biji
(semai) lebih menguntungkan dalam jumlah, umumnya tidak membawa virus
dari pohon induknya dan sistem perakarannya bagus. Kelemahannya yaitu secara
genetik tidak seragam. Variasi genetik ini dapat mempengaruhi penampilan
tanaman batang atas setelah ditanam. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi
secermat mungkin terhadap batang bawah asal biji (Ashari, 1995).
Selain pengaruh batang atas dan batang bawah ada faktor yang tidak kalah
penting dalam mempengaruhi keberhasilan dalam okulasi, faktor tersebut adalah
faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan oksigen sangat berpengaruh
dalam keberhasilan penyambungan dan okulasi. Faktor berikutnya adalah
serangan penyakit yang menyebabkan kegagalan okulasi meningkat seiring
dengan meningkatnya curah hujan dan kelembapan yang tinggi (Santoso, 2006).

C. Metode penempelan
Cara melakukan okulasi sebenarnya sangat mudah, semua orang yang
memiliki keinginan untuk melakukan Okulasi pasti bisa melakukannya. tapi ada
hal penting yang harus di perhatikan sebelum melakukan okulasi, yaitu pemilihan
bagian tumbuhan. Dalam proses okulasi ada 2 bagian tumbuhan yang di perlukan,
yaitu mata tunas (Entris) dan batang pokok.

 Entris adalah sebutan untuk mata tunas / pucuk tunas yang kita ambil
dari tanaman yang berkualitas baik dan unggul baik. Contoh tanaman

4
buah berkualitas unggul adalah buahnya lebat, tahan terhadap
serangan hama, buahnya besar-besar dan berasa manis.
 Batang pokok adalah sebutan untuk tanaman yang di gunakan
sebagai batang bawah / yang akan di tempeli mata tunas. Batang
bawah diambil dari tanaman yang berkembang biak dari biji, sehingga
memiliki perakaran yang baikd an kuat.

D. Urutan pelaksanaan okulasi


Adapun pembahasan pada setiap tahapan pelaksanaan Okulasi tersebut yaitu:

1. Kesiapan Batang Bawah


a. Lilit batang tanaman berkisar 5-7 cm diukur pada ketinggian 5 cm dari
permukaan tanah (photo 3).
b. Tunas ujung dalam keadaan tidur atau daun tua (photo 2).

2. Pembuatan Jendela Okulasi


Tahapan kegiatan pembuatan jendela okulasi:
a. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/ tanahdengan menggunakan kain lap
bersih (photo 4).
b. Batang bawah yang sudah bersih diiris vertical (photo 6).
c. Irisan sejajar dibuat dua buah sebanyak 25 batangdengan ukuran 5-10 cm
dari permukaan tanah(photo 5).
d. Panjang irisan 5-7 cm (photo 9)
e. Lebar irisan 1/3 lilit batang (photo 8).
f. Buatlah potongan melintang di atas irisan vertical tadi dan dibukakan sedikit
ujungnya untuk bukaandari atas dan di bawah irisan vertikal untuk
bukaandari bawah (photo 8).
g. Penempelan mata dimulai dari batang pertama dansetelah selesai semua,
dimulai lagi membuat irisansebanyak 25 batang, demikian seterusnya.

5
3. Pembuatan Perisai Mata Okulasi
Tahapan kegiatan pembuatan perisai mata okulasiadalah sebagai berikut:
a. Mata yang terbaik untuk calon perisai okulasiadalah mata yang berada di
atas bekas ketiakdaun (photo 1).
b. Perisai mata okulasi dibuat dengan mengiris kayuentres yang bermata baik,
dengan ukuran lebar1 cm dan panjang 5-7 cm (photo 2).

c. Untuk bukaan jendela okulasi dari atas maka posisimata pada kayu entres
menghadap ke atas (photo 3).
d. Untuk bukaan dari bawah, posisi mata pada kayuentres menghadap ke
bawah (photo 4).
e. Penyayatan perisai mata okulasi dilakukan denganmengikutsertakan sedikit
bagian kayu (photo 5 & 6).
f. Lepaskan kulit dari kayu dengan hati-hati dengancara menarik bagian
kayunya perisai mata harusdiusahakan tidak memar, dan bagian
dalamkulitnya tidak terpegang atau terkena kotoran(photo 7 & 8).
g. Perisai mata okulasi yang baik adalah perisai matayang pada kulit bagian
dalam ada titik putih yangmenonjol (photo 9a).

6
h. Apabila kulit bagian dalam berlubang berartimata-nya tertinggal pada
bagian kayu dan perisaiini tidak boleh ditempelkan pada batang
bawah(photo 9b).

4. Penempelan Perisai Mata Okulasi


Penempelan perisai mata okulasi dilakukan padabatang bawah segera setelah
jendela okulasi dibuka.Tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut:
a. Setelah perisai mata okulasi disiapkan, secepatnyajendela okulasi dibuka
dan perisai mata dimasukkanke dalam jendela.

b. Jendela okulasi ditutup dengan cara menekan bagianujung jendela,


bersamaan dengan itu bagian ujungperisai yang dipegang dipotong dan
dibuang.
c. Perisai mata okulasi diusahakan tidak bergerak agartidak merusak mata.
d. Jendela okulasi yang sudah ditutup langsung dibalut.

5. Pembalutan
a. Ditujukan untuk menciptakan agar perisai mata okulasibenar-benar
menempel ke batang bawah sertaterlindung dari air dan kotoran.
b. Bahan untuk pembalut adalah pita plastik okulasi.

7
c. Untuk bukaan dari bawah maka pembalutan dimulaidari bawah, demikian
juga sebaliknya.
d. Balutan dilakukan dua kali dan dilebihkan sekitar2 cm di bagian atas dan
bawah jendela okulasi

6. Pembukaan dan Pemeriksaan Okulasi


a. Setelah okulasi berumur 2-3 minggu, maka balutanokulasi dapat dibuka
untuk diperiksa keberhasilannya.
b. Balutan dibuka dengan cara mengiris plastik okulasidari bawah ke atas,
tepat di samping jendela okulasi.
c. Selanjutnya jendela okulasi dibuka dengan caramemotong lidah jendela
okulasi.
d. Keberhasilan okulasi dapat diketahui dengan caramembuat cungkilan pada
perisai mata okulasi di luarmatanya. Apabila cungkilan berwarna hijau
berartiokulasi dinyatakan berhasil.
e. Okulasi yang berhasil ditandai dengan caramengikatkan bekas potongan
plastik okulasi padabagian batang
Pencabutan bibit hasil okulasi untuk dijadikan stummata tidur dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitudengan menggunakan cangkul dan alat dongkrak bibit
(pulling jack).
D. Taksonomi dan Morfologi
1. Mawar
Bunga mawar adalah salah satu jenis tanaman hias yang terkenal di
kalangan masyarakat sekitar, sehingga tidak heran apabila banyak bunga mawar
yang ditanaman di lingkungan sekitar kita. Selain bentuk dan warna daunnya
yang cukup menarik, bunga ini juga memiliki duri yang terletak di batangnya.
Pada mulanya bunga mawar dikenal sebagai ‘Ratu Bunga’ pada zaman
dahulu. Bunga ini pada mulanya dapat ditemukan di daerah dataran Cina, Eropa
Timur dan Timur Tengah saja, akan tetapi seiring berjalannya waktu, bunga ini
sudah tersebar di seluruh penjuru dunia

8
Klasifikasi Bunga Mawar
Pengelompokkan tumbuhan memang sangat beragam, ada yang
dikelompokkan berdasarkan genusnya, ada juga yang didasarkan pada jenis
akarnya. Pada morfologi bunga mawar disini juga memiliki klasifikasi sendiri,
adapun klasifikasi bunga mawar adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Kelas : Dicotyledonae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Famili : Rosaceae
Ordo : Rosanales
Genus : Rosa
Spesies : Rosa Hiproida atau Rosa sp.
Dari klasifikasi diatas dapat diterjemahkan bahwa bunga mawar
merupakan salah satu tumbuhan dikotil, yang masuk pada jenis tumbuhan
angiospermae. Sukunya Rosaceae merupakan bagian dari keluarga besar
tumbuhan dengan memiliki spesies sekitar 3000-4000 spesies yang terdapat
pada 100-120 marganya. Adapun beberapa jenis tumbuhan yang masuk suku
ini diantaranya adalah apel, pir, cerry dan arbei. Genusnya Rosa didasarkan
pada marga yang diberikan pada tumbuhan tersebut.
a) Bunga
Bunga mawar memiliki bentuk daun yang hampir bulat dengan lapisan
bunga yang terdiri sekitar 20-25 lapis atau bahkan lebih, hal ini tergantung
dari ukuran bunga tersebut. Bunga mawar dapat dikatakan bunga majemuk,
dimana bunga-bunganya terkumpul dalam satu ruang, tepatnya berada diatas
benang sari dan putik. Adapun satuan pada bunga yang menyusun bunga
majemuk disebut sebagai floret. Selain itu, warna yang terdapat pada bunga
mawar beragam, meski kebanyakan yang kita jumpai adalah warna merah,
putih dan sedikit kuning.
b) Daun

9
Daun pada bunga mawar juga tergolong majemuk, dimana pada satu
cabang batang terdapat sekitar 5-9 anak daun. Bentuk daunnya sedikit oval
dan kecil dengan panjang 2-3 cm yang memiliki gigi disekitar daun. Manfaat
daun pada tumbuhan hijau ini tentunya untuk melakukan prses fotosintesis
pada tumbuhan.
c) Buah
Pada umumnya warna dari buah bunga mawar adalah merah. Akan
tetapi, pada sebagian jenis bunga Rosa Pimpinellifolia memiliki buah yang
berwarna ungu kegelapan, bahkan terkadang hitam. Perbedaan warna yang
terdapat pada bunga mawar ini tergantung dari warna bunganya.
d) Batang
Batang yang dimiliki bunga mawar memiliki bentuk yang tidak
beraturan dan memanjang yang disertai dengan duri-duri tajang disekitar
batang tersebut. Fungsi batang pada tumbuhan bunga mawar ini tidak lain
adalah untuk menopang cabang dan juga bunga mawar itu sendiri. Selain itu,
duri yang terdapat pada cabang tersebut adalah untuk melidungi dari serangan
serangga. Akan tetapi pada beberapa jenis bunga mawar durinya ada yang
tidak seruncing dan berkembang seperti bunga mawar pada umumnya.
Panjang batang pada bunga mawar juga sangat beragam, hal ini sangat
bergantung pada pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman tersebut.
e) Akar
Akar yang terdapat pada bunga mawar adalah jenis akar serabut
dengan bentuk bulat memanjang dan memiliki warna coklat muda bercampur
coklat tua. Bentuknya yang serabut itulah yang kemudian disebut sebagai akar
serabut dengan nama latinradix adventicia. Adapun fungsi dari akar
pada tumbuhan tersebut tidak lain adalah: untuk menopang tumbuhan agar
dapat berdiri dengan tegak; untuk menyerap air dari dalam tanah; menyerap
unsur hara yang diperlukan tumbuhan untuk dapat tumbuh secara maksimal.
2. Terong

Klasifikasi Tanaman Terong

10
Klasifikasi Terong

Nama latin Solanun melongena L

Kingdom Plantae

Subkingdom Trachebionta

Super divisi Spermatophyta

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Subkelas Asteridae

Ordo Solanales

Famili Solamaceae

Genus Solanum

spesies Solanum melongena L

Morfologi Tanaman Terong

1. Akar
Akar tanaman terong adalah akar tunggang yang dangkal, banyak cabang, dan
memiliki buluh yang kasar.
2. Batang
Batang tanaman terong di bedakal menjadi dua macam, yaitu batang utama
(batang primer) dan percabang (batang sekunder). Dalam perkemban
perkembangan batang sekunder ini akan mempunyai percabangan baru. Batang

11
utama merupakan penyangga berdirinya tanaman, sedang percabangan adalah
bagian tanaman yang mengeluarkan bunga. Batang utama bentuknya persegi
(angularis), sewaktu muda berwarna ungu kehijauan, setelah dewasa menjadi
ungu kehitaman (Imdad, 2001).
3. Daun
Daun terong terdiri atas tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).
Daun seperti ini lazim disebut daun bertangkai. Tangkai daun berbentuk slindris
dengan sisi agak pipih dan menebal dibagian pangkal, panjang berkisar antara 5-8
cm. Helaian daun terdiri dari ibu tulang daun, terdiri atas ibu tulang daun, tulang
cabang dan urat-urat daun. Ibu tulang daun merupakan perpanjangan dari tangkai
daun yang makin mengecil kearah pucuk. Lebar helaian daun 7-9 cm atau lebih
sesuai varietasnya. Panjang daun antara 12-20 cm. Bangun daun berupa belah
ketupathingga oval, bagian ujung daun tumpul, pangkal daun mruncing, dan sisi
bertoreh.
4. Bunga
Bunga terong merupakan bunga banci atau bunga berkelamin dua, dalam satu
bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin wanita (putik).
Bunga seperti ini dinamakan bunga lengkap. Perhiasan bunga yang dimiliki
adalah kelopak bunga, mahkota bunga, dan tangkai bunga.
5. Buah
Buah terong merupakan buah sejati tuggal dan berdaging tebal, lunak, serta
tidak akanpecah bila buah telah masak. Daging buah lunak dan berair. Daging
buah ini merupakan bagian yang enak dimakan.
6. Biji
Biji-biji terdapat bebas dalam daging buah. Biji terong sangat mengkilap,
berlendir, berbentuk bulat lonjong dan juga berwrna coklat hingga kehitaman.

Syarat Tumbuh

a.Iklim

12
Tanaman terong dapat tumbuh dan berproduksi baik di dataran rendah sampai
dataran tinggi ±1000 m dpl. Selama pertumbuhannya, terong menghendaki suhu
antara 22 derajat-23 derajat Celcius. Cuaca panas, dan iklimnya kering sehingga
sangat cocok ditanam pada musim kemarau pada keadaan cuaca panas akan
merangsang dan mempercepat proses pembungaan ataupun pembuahan. Untuk
mendapat produksi yang tinggi, tempat penanaman terung harus terbuka
(mendapat sinar matahari) yang cukup. Di tempat yang terlindung pertumbuhan
tanaman terung akan kurus dan kurang produktif (Rukmana, 1994).
b. Tanah

Kondisi tanah yang ideal untuk penanaman terug yaitu tanah yang remah,
lempung berpasir, dan cukup bahan organik. Dengan kondisi tersebut, biasanya
aerasi dan drainasenya baik, tidak mudah tergenang air. Sebenarnya terung dapat
di tanam di segala jenis tanah, asal cukup bahan organik. Keasaman (pH) tanah
yang sesuai untuk tanaman terung sekitar 6,0-6,5 (Pracaya, 2002).
3. Mangga
Klasifikasi mangga
Berikut ini klasifikasi mangga :
Kingdom : Plantae
Devisi : Spermatophyta
Sub divisi : angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Family : Anarcadiaceae
Genus : mangifera
Spesies : mangifera spp.
Kamboja merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal
dari negara india. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah asia tenggara
termasuk malaysia dan indonesia. Jenis yang banyak ditanam di indonesia
mangifera indica L. Yaitu mangga arumanis, golek gedong, manalagi dan
cengkir dan mangifera foetida yaitu kemang dan kweni.

13
 Manfaat
Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari.
Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi
manisan baik dalam bentuk basah maupun kering.
 Sentra penanaman
Pusat penanaman mangga dipulau jawa adalah probolinggo, indramayu,
cirebon. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8.901.309
tanaman dengan produksi 668.048 ton.
 Syarat tumbuh
Iklim
Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama
3bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam
didaerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta
gugurbunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
- Media Tanam
1. Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung
pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang.
2. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di
bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomite.
- Tempat Ketinggian
Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-
500 mdpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak
dari pada didataran tinggi.

14
BAB III
METODOLOGI
A. Tempat dan Waktu
Praktikum Pembiakan Tanaman secara Vegetatif dengan tehnik okulasi
dilaksanakan pada hari selasa, 15 januari 2019 di pepao timur, Kec. janapria, Kab.
LOTENG.
B. Alat dan Bahan
a. Alat:

 Pisau stek atau cutter yang tajam dan steril


 Tali plastik / rafia / grafting tape
 Plastik stek jika yang di lakukan jenis okulasi sambung pucuk

b. Bahan:

 Mata tunas (entres)


 Batang pokok / batang bawah

C. Cara Kerja
1. Menyiapkan tanaman mawar yang akan digunakan sebagai batang bawah
dan batang atas serta alat yang digunakan.
2. Memilih batang atas sebesar dengan batang bawah.
3. Batang atas sekiranya daunnya dibuang dan sisihkan dua daun saja.
4. Batang bawah dipotong 3-5 cm di atas leher bangol huruf V di bawah
sepanjang 1-1,5 cm.
5. Memotong dan membuat sayuran batang atas berbentuk baji lancip
sepanjang 1-1,5 cm menyiapkan batang atas (entres).
6. Membalut sambungan dengan tali rafia dan plastik transparan dan
diletakkan di tempat teduh selama 1-2 minggu.
7. Sambungan yang tumbuh akan muncul daun/tunas baru.
8. Ulangi poin 1-7 pada bunga mirabilis jalapa dan kamboja.
D. Hasil Pengamatan
a. Penempelan tanaman Mawar

15
b. Penempelan terong

c. Penempelan mangga

16
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dari pemaparan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
menempel atau okulasi adalah salah satu jenis perbanyakan secara vegetatif buatan.
okulasi adalah cara yang relatif sulit karena menuntut kemampuan teknis yang
lumayan tinggi alias agak njlimet kata orang Jawa (padahal sebenarnya tidak), serta
pertumbuhan mata tunas yang relatif lebih lambat (bagi orang yang kurang sabar).
Mengambil (kadang harus dengan cara mencongkel) mata tunas memang bukan hal
mudah bagi pemula dan penghobi yang jarang bersentuhan dengan cara atau
teknik ini. Jika proses okulasi mata tunas yang ditempelkan berhasil, dibutuhkan
waktu yang relatif lebih lama untuk menumbuhkan mata tunas tersebut menjadi calon
batang dan cabang. Oleh karena itu, dicari teknik baru yang relatif lebih sederhana
dibanding okulasi di satu sisi dan di sisi lainnya, cara yang relatif lebih sederhana
tersebut bisa menghasilkan bibit tanaman baru yang pertumbuhannya lebih cepat
bongsor dibanding bibit hasil okulasi. Ada beberapa tanaman yang dapat di grafting
adalah mawar, terong dan mangga.
Adapun kelebihan dan kelemahan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi.
Keuntungan :
a. Mengekalkan sifat-sifat klon yang tidak dapat dilakukan pada pembiakan
vegetatif lainnya seperti stek, cangkok dan lain-lainnya.
b. Bisa memperoleh tanaman yang kuat karena batang bawahnya tahan
terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan, temperatur yang
rendah, atau gangguan lain yang terdapat di dalam tanah.
c. Memperbaiki jenis-jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang
tidak di inginkan diubah dengan jenis yang dikehendaki.
d. Dapat mempercepat berbuahnya tanaman (untuk tanaman buah-buahan)
dan mempercepat pertumbuhan pohon dan kelurusan batang (jika tanaman
kehutanan).
Kerugian :

17
a. Bagi tanaman kehutanan, kemungkinan jika pohon sudah besar gampang
patah jika ditiup angin kencang.
b. Tingkat keberhasilannya rendah jika tidak cocok antara scion dan rootstock
B. Saran
Adapun saran dari penulis berdasarkan simpulan di atas adalah sebagai
berikut:
1. Bagi Pembaca
Dengan pembuatan makalah mengenai perkembangbiakan vegetatif buatan
sambung (enten) pada tumbuhan adenium penulis menyarankan agar pembaca tidak
hanya mengetahui makna dan jenis dari menyambung tetapi juga dapat mepraktekkan
sendiri bagaimana teknik sambung ini digunakan dan setidaknya dapat memberi
informasi tentang keseluruhan dari teknik sambung tersebut dengan kata lain dapat
menjawab pertanyaan pertanyaan dan masalah yang berkaitan mengenai teknik
sambung serta langkah-langkah dalam menyambung.

18
DAFTAR PUSTAKA
Muliawan, wawan. 2019.”modul budidaya pertanian”. Universitas hamzanwadi

Kurniawan,fredi. 2016. Okulasi adalah | Pengertian dan Definisi

. Tersedia di (online) https://www.kamusq.com/2018/07/okulasi-adalah-pengertian-dan-


definisi.html diakses tanggal 20 Januari 2019
Kurniawan,fredi. 2016.

Penyebab Kegagalan Okulasi Tanaman dan Cara Mengatasinya.

Tersedia di (online)https://bakasuracendekia.blogspot.com/2018/10/penyebab-
kegagalan-okulasi-tanaman-dan.htmldiaksess tanggal 20 Januari 2019

Kurniawan,fredi. 2016. Cara Perbanyakan Tanaman Dengan Cangkok, Stek,


Okulasi dan Sambung (Vegetatif)

Tersedia di http://99daun.blogspot.com/2017/09/cara-perbanyakan-tanaman-
dengan-cangkok.html
diaksess tanggal 20 Januari 2019
Kurniawan,fredi. 2016. Klasifikasi dan morfologi bunga mawar. Tersedia di
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-bunga-mawar/ diaksess
tanggal 20 Januari 2019
Klasifikasi dan morfologi terong.
https://materipengetahuanumum.blogspot.com/2016/10/klasifikasi-dan-
morfologi-terong.html

19