Anda di halaman 1dari 193

LAPORAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNISNU JEPARA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
DI MA NU HASYIM ASY’ARI BANGSRI

Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan


Penyelesaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Disusun Oleh:
CHOIRIN WIDADIYAH
NIM: 141310003147

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN 2017
PENGESAHAN
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAB ILMU KEGURUAN UNISNU JEPARA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017

DI MA NU HASYIM ASY’ARI BANGSRI

Nama Mahasiswa : CHOIRIN WIDADIYAH


NIM : 141310003147

Jepara, 22 September 2017


Guru Pamong

Hasan Mustofa, S.Ag.

Mengetahui,
Dosen Pembimbing Lapangan Kepala Madrasah

Darnoto, M.Pd.I. Nindomudin, S.Pd.I.

Ketua Program Studi PAI,

Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I.


NIY. 1 771103 14 146

ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Segala puji penulis panjatkan kepada Allah SWT Rabb semesta alam
sebagai wujud syukur atas segala ni’mat yang telah diberikan kepada penulis.
Atas ridha Allah mamberikan kami Hidayah-Nya sehingga penulis tidak tersesat
dalam jurang kebodohan dengan memberi penulis setetes ilmu dan secercah nur
pengetahuan dalam kehidupan ini.
Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad
SAW. Nabi yang selalu menjadi panutan dan suri tauladan bagi umatnya yang
selalu ditunggu syafaat-Nya terlebih-terlebih syafaat al udzma fin yaum al
makhsayar. Amin.
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama 34 hari,
terhitung sejak 12 Agustus sampai dengan 14 September 2017 di MA NU Hasyim
Asy’ari Bangsri telah berjalan dengan lancar. Untuk itu penulis ucapan terima
kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu penulis dalam
pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan di MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri
sampai proses penulisan laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini, khususnya
kepada:
1. Bapak Dr. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., selaku Rektor UNISNU Jepara.
2. Bapak Drs. H. Mahalli, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UNISNU Jepara.
3. Ibu Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I, selaku ketua panitia pelaksana
kegiatan PPL Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara.
4. Bapak Darnoto, M.Pd.I, sebagai Dosen Pembimbing Lapangan dalam
pelaksanaan dan pembuatan laporan PPL ini.
5. Bapak Nindomudin, S.Pd.I, selaku Kepala MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri.
6. Bapak Hasan Mustofa, S.Ag., selaku Guru Pamong Mata Pelajaran
Akidah Akhlak.

iii
7. Bapak Muhammad Mansyur, S.Pd., selaku Waka Kurikulum MA NU
Hasyim Asy’ari Bangsri.
8. Bapak Moh. Arif, S.Pd.I., Waka Kesiswaan MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri.
9. Segenap Guru dan karyawan MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri.
10. Semua pihak yang tidak dapat di sebutkan satu persatu yang telah berjasa
dalam pelaksanaan serta penyusunan laporan Praktik Pengalaman
Lapangan ini.
Meskipun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk
menyajikan yang terbaik untuk laporan ini, namun penulis sebagai manusia biasa
tidak luput dari kesalahan maupun kekurangan. Oleh karena itu, saran, kritik, serta
masukan yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jepara, 22 September 2017

Choirin Widadiyah

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ v
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................... 16
C. Manfaat ................................................................................... 16
BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
A. Perencanaan Pembelajaran ..................................................... 18
B. Pelaksanaan Proses Pembelajaran .......................................... 25
C. Refleksi Pembelajaran ............................................................ 32
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ................................................................................. 36
B. Saran ....................................................................................... 37

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Data siswa tiap kelas TP. 2017/2018


Tabel 2 : Jadwal jam belajar mengajar
Tabel 3 : kalender Akademik TP. 2017/2018

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Gedung MA NU Hasyim Asy’ari.


Gambar 2 : Kegiatan Observasi mahasiswa praktikan dengan pihak
viMadrasah.
Gambar 3 : Denah Lokasi Sarpras Madrasah.
Gambar 4 : Pos Satpam Madrasah
Gambar 5 : Lapangan Madrasah yang serbaguna
Gambar 6 : Green House
Gambar 7 : Auditorium/GSG (Gedung Serba Guna)
Gambar 8 : Lapangan Bola Volley
Gambar 9 : Area parkir
Gambar 10 : Perpustakaan
Gambar 11 : Kantin
Gambar 12 : Kegiatan Belajar mengajar di Kelas
Gambar 13 : kegiatan presentasi hasil diskusi
Gambar 14 : Kegiatan evaluasi belajar dengan lembar penilaian
niCrossword puzzle
Gambar 15 : Kartu Kecocokan sifat mustahil Allah

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Perangkat Pembelajaran


Lampiran 2 : Daftar Hadir Mahasiswa dan DPL
Lampiran 3 : Jurnal mengajar
Lampiran 4 : Foto-foto kegiatan selama PPL
Lampiran 5 : Logbook Bimbingan Mahasiswa

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1. Observasi
a. Profil MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri
Madrasah Aliyah NU Hasyim Asy'ari Bangsri berdiri pada tanggal
1 Januari 1971. Madrasah ini merupakan pengembangan dari Madrasah
Mualimin-Mualimat NU 4 tahun, yang kemudian menjadi Madrasah
Mualimin-Mualimat NU 6 tahun, lalu berkembang lagi menjadi
Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara.
Pada saat berdiri, di wilayah Kecamatan Bangsri belum ada sekolah
atau Madrasah yang sederajat, sehingga MA Hasyim Asy'ari merupakan
lembaga pendidikan setingkat SLTA tertua di sana. Pada awal
berdirinya, MA Hasyim Asy’ari belum banyak memperoleh respon dari
masyarakat. Namun dengan berjalannya waktu, akibat semakin
tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan
meningkatnya kepercayaan mareka terhadap lembaga pendidikan
tersebut, pada akhirnya banyak orang tua di wilayah Kecamatan
Bangsri dan sekitarnya yang menyekolahkan anak-anaknya di MA
Hasyim Asy'ari. Kepercayaan masyarakat ini tumbuh karena banyak
alumninya yang menjadi tokoh masyarakat di daerahnya masing-
masing. Di samping itu, faktor kharisma dan ketokohan para pendiri
dan guru, khususnya KH. Mc. Amin Sholeh, juga ikut menentukan.
MA Hasyim Asy'ari Bangsri didirikan oleh para tokoh agama Islam
dan pendidik di Kecamatan Bangsri. Pendirian madrasah ini merupakan
realisasi kepedulian mereka terhadap masalah pendidikan. Di antara
tokoh-tokoh yang ikut membidani lahirnya MA Hasyim Asy'ari Bangsri
adalah sebagai berikut:
1) Bapak KH. Mc. Amin Sholeh dari Bangsri Jepara
2) Bapak KH. Abdul Hadi dari Tengguli Bangsri

1
2

3) KH. Toha dari Tengguli Bangsri


4) Bapak KH. Muhdi dari Kedungleper Bangsri
5) Bapak K. Khayyun dari Kedungleper Bangsri
6) Bapak KH. Nur Salim dari Banjaran Bangsri
7) Bapak K. Zamroni dari Banjaran Bangsri
8) Bapak A. Damuri dari Banjaran Bangsri
Setelah berjalan delapan tahun, akhirnya pada tanggal 19 Maret
1979 MA Hasyim Asy'ari Bangsri mendapat Piagam Terdaftar dari
Kanwil Depag Propinsi Jawa Tengah dengan Nomor Piagam:
LK/3C/34/PGMMA/1980 dan Nomor Statistik Madrasah:
312.33.20.09.172.
Dengan semakin berkembangnya MA Hasyim Asy'ari Bangsri
Jepara, maka pada tanggal 3 Juli 1997 diajukan permohonan akreditasi
untuk mendapatkan Status Diakui. Piagam akreditasi Diakui diperoleh
setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 9 Pebruari 1998 dengan
nomor : B/E.IV/MA/0688/1998 tertanggal 9 Februari 1998. Dan pada
tahun 2005 diadakan akreditasi lagi dan berhasil mendapatkan kategori
A. Selanjutnya pada akreditasi berikutnya yaitu pada tahun 2009
berhasil mendapatkan kategori A dengan nilai 88.
Saat ini MA Hasyim Asy’ari memiliki empat jurusan/program,
yaitu : Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Imersi, dan Keagamaan. Program
Keagamaan dibuka pada tahun 1997 sebagai upaya untuk mencetak
para ulama. Untuk itu, materi-materi yang diajarkan kebanyakan adalah
ilmu-ilmu agama dan bahasa Arab. Sedang Program Imersi mulai
dibuka pada tahun 2007 dengan materi-materi yang diajarkan melalui
pengantar bahasa Inggris.
Gedung MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri dibangun di atas
sebidang tanah seluas 1.055 m2 yang diperoleh dari wakaf H. Muslih,
dengan nomor: C NO.3670, Persil 116, Kelas SII, terletak di Jalan
Pramuka No. 09 Desa Bangsri RT 03 RW VII, Kecamatan Bangsri,
Kabupaten Jepara.
3

Gambar 1: Gedung MA NU Hasyim Asy’ari

Letak Madrasah Aliyah ini termasuk di daerah perkotaan yang


ramai, karena dekat dengan Puskesmas, kantor Kecamatan, pasar
hewan, terminal, pusat-pusat perbelanjaan dan lembaga-lembaga
pendidikan. Di sekitar madrasah juga banyak berdiri pesantren-
pesantren.
Visi, Misi dan Tujuan Madrasah:
a) Visi:
Unggul, trampil dan berakhlakul karimah
b) Misi:
Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas untuk
menyiapkan SDM yang berwawasan Ahlussunnah Waljamaah
c) Tujuan Madrasah :
- Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup
di tengah-tengah masyarakat.
- Mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan
formal.
4

- Mengembangkan dan meningkatkan pendidikan dan


pengajaran Islam menurut faham Ahlussunnah Wal
Jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab empat : Imam
Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.
- Mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup
beragama bagi umat Islam serta kesejahteraan masyarakat.
b. Karakteristik Peserta didik
MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri termasuk salah satu Madrasah
yang cukup diminati terlihat pada saat ini tahun pelajaran 2017/2018
jumlah siswa/siswi keseluruhan mencapai 885. Dengan manyoritas
siswa berasal dari Bangsri dan sekitarnya juga ada pula siswa dari luar
daerah.
Berikut ini penulis tampilkan data siswa perkelas dan perbandingan
antara lelaki dan perempuan dalam tabel di bawah ini :
Tabel 1: Data siswa tiap kelas TP. 2017/2018
No Kelas L P Jumlah
1 X Keagamaan 13 23 36
2 X IA Imersi 5 23 28
3 X IS Imersi 4 26 30
4 X IA 11 29 40
5 X IS-1 18 20 38
6 X IS-2 19 18 37
7 X IS-3 18 20 38
8 X IS-4 18 18 36
Jumlah X Keagamaan 13 23 26
Jumlah X IA & X IA Imersi 16 52 68
Jumlah X IS & X IS Imersi 77 102 179
Jumlah Kelas X 106 177 283
9 XI Keagamaan 17 19 36
10 XI IA Imersi 7 22 29
11 XI IS Imersi 3 26 29
5

12 XI IA 12 32 44
13 XI IS-1 21 23 44
14 XI IS-2 20 22 44
15 XI IS-3 20 20 40
16 XI IS-4 18 44 42
Jumlah XI Keagamaan 17 19 36
Jumlah XI IA & XI IA Imersi 19 54 73
Jumlah XI IS & XI IS Imersi 82 135 217
Jumlah Kelas XI 118 208 326
17 XII Keagamaan 10 25 35
18 XII IA Imersi 3 26 29
19 XII IS Imersi 5 22 27
20 XII IA 8 28 36
21 XII IS-1 19 21 40
22 XII IS-2 19 21 40
23 XII IS-3 17 19 36
24 XII IS-4 17 16 33
Jumlah XII Keagamaan 10 25 35
Jumlah XII IA & XII IA Imersi 11 54 65
Jumlah XII IS & XII IS Imersi 77 99 176
Jumlah Kelas XII 98 178 276

Jumlah Keagamaan 40 67 107


Jumlah IA & IA Imersi 46 160 206
Jumlah IS & IS Imersi 236 336 572
Total 322 563 885

Jumlah siswa yang besar merupakan sebuah potensi sekaligus


tantangan bagi lembaga pendidikan. Dari data tersebut juga terlihat
6

jumlah siswi jauh lebih besar dari siswa. Selain itu siswa/siswi juga
disediakan pondok pesantren yang lokasinya berada di luar madrasah.

c. Kurikulum
MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri menggunakan Program Madrasah
(promad) Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) yang menjadi pedoman bagi seluruh civitas akademika MA NU
Hasyim Asy’ari Bangsri dalam menjalankan aktivitas di madrasah, agar
penyelenggaraan madrasah dapat dilaksanakan secara efektif, efisien
dan akuntabel dalam rangka mencapai tujuan madrasah.
Guna membimbing siswa sesuai minat dan kemampuannya MA
NU Hasyim Asy’ari sampai saat ini menyediakan 4 jurusan, yaitu: Ilmu
Sosial, Ilmu Alam, Imersi dan Keagamaan. Sejak tahun pelajaran
2017/2018 penjurusan langsung dimulai dari kelas X, berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya yang mulai penjurusan dari kelas XI.
Berikut jadwal jam pembelajaran di MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri:
Tabel 2: Jadwal jam belajar mengajar
PUKUL KEGIATAN
07.00 - 10.00 Kegiatan Belajar Mengajar
10.00 – 10.25 Istirahat
10.25 - 11.55 Kegiatan Belajar Mengajar
11.55- 12.20 Ishoma
12.20 - 13.45 Kegiatan Belajar Mengajar

Catatan :
- Untuk kelas X setiap hari Senin, Selasa dan rabu ditambah satu jam
pelajaran yaitu pukul 13.45 – 14.30 WIB.
- Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit dan Minggu
efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 30-35
minggu.
7

Muatan Kurikulum MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri meliputi


sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai
dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar serta Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan dan muatan lokal
yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri.
MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri sebagai salah satu madrasah
yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah yang telah lama berdiri dan
menjadi salah satu madrasah NU unggulan di Kabupaten Jepara. Oleh
karena itu, program Muatan Lokal yang dipilih adalah yang berkaitan
dengan budaya NU, salah satunya yaitu kajian kitab-kitab kuning,
seperti : Ta’lim Muta’allim, Bulughul Maram, Taqrib, dkk.
Ada beberapa kegiatan Pengembangan diri yang diarahkan untuk
pengembangan karakter peserta didik di luar kelas (ekstrakulikuler).
Diantaranya adalah, ISMAHA (Ikatan Siswa Madrasah Aliyah Hasyim
Asy’ari), LPS Koma, Teater Keramat, PMR, Pencak Silat Cempaka
Putih, Pramuka, Passus, Basket, dan Volly.

Gambar 2: Kegiatan Observasi mahasiswa praktikan


dengan pihak Madrasah
8

d. Kalender Akademik Madrasah


Tabel 3: kalender Akademik TP. 2017/2018
JULI 2017 Tanggal Keterangan
HARI
Hari efektif = 11
AHAD 2 9 16 23 30 1 - 15 Libur Akhir Tahun Pelajaran, Ramadlan dan Hari Raya Idul Fitri
SENIN 3 10 17 24 31 16 Halal bi halal
SELASA 4 11 18 25 17 Hari pertama KBM efektif
RABU 5 12 19 26 29 Haul KH Mc.Amin Sholeh
KAMIS 6 13 20 27 30 Libur Haul KH Mc.Amin Sholeh
JUM'AT 7 14 21 28
SABTU 1 8 15 22 29

AGUSTUS 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif =25 16 Perayaan HUT RI
AHAD 6 13 20 27 17 Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI
SENIN 7 14 21 28 31 Libur Hari Arafah
SELASA 1 8 15 22 29
RABU 2 9 16 23 30
KAMIS 3 10 17 24 31
JUM'AT 4 11 18 25
SABTU 5 12 19 26

SEPTEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 16
AHAD 3 10 17 24 1 Libur Hari Raya Idul Adha
SENIN 4 11 18 25 2 Libur Hari Tasyriq
SELASA 5 12 19 26 21 Libur Tahun Baru Hijriah/1 Muharram 1438 H
RABU 6 13 20 27 23-30 Ulangan Tengah Semester Gasal
KAMIS 7 14 21 28
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30

OKTOBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 25 1 Ulangan Tengah Semester Gasal
AHAD 1 8 15 22 29 22 Hari Santri Nasional
SENIN 2 9 16 23 30
SELASA 3 10 17 24 31
RABU 4 11 18 25
KAMIS 5 12 19 26
JUM'AT 6 13 20 27
SABTU 7 14 21 28

NOPEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif =26
AHAD 5 12 19 26
SENIN 6 13 20 27
SELASA 7 14 21 28
RABU 1 8 15 22 29
KAMIS 2 9 16 23 30
JUM'AT 3 10 17 24
SABTU 4 11 18 25

DESEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 0 1 Maulid Nabi Muhammad SAW
AHAD 3 10 17 24 31 2-10 Ulangan semester gasal
SENIN 4 11 18 25 1 Maulid Nabi Muhammad SAW
SELASA 5 12 19 26 11-14 Remidi, Classmeeting dan Pengolahan Nilai
RABU 6 13 20 27 16 Penyerahan buku LHB kepada peserta didik
KAMIS 7 14 21 28 17 - 31 Libur Akhir Semester Gasal
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30
9

JANUARI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 26
AHAD 7 14 21 28 1 Libur Tahun Baru Masehi 2018
SENIN 1 8 15 22 29 3 Upacara HAB Kemenag RI
SELASA 2 9 16 23 30 25 Ziarah kelas XII
RABU 3 10 17 24 31
KAMIS 4 11 18 25
JUM'AT 5 12 19 26
SABTU 6 13 20 27

FEBRUARI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 19
AHAD 4 11 18 25 3-8 Perkiraan try out I
SENIN 5 12 19 26 24-28 Ulangan tengah semester genap
SELASA 6 13 20 27
RABU 7 14 21 28
KAMIS 1 8 15 22
JUM'AT 2 9 16 23
SABTU 3 10 17 24

MARET 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 17
AHAD 4 11 18 25 1 -4 Lanjutan Ulangan Tengah Semester Genap
SENIN 5 12 19 26 18 Hari Raya Nyepi
SELASA 6 13 20 27 19 - 24 Perkiraan USBN dan UM
RABU 7 14 21 28
KAMIS 1 8 15 22 29
JUM'AT 2 9 16 23 30
SABTU 3 10 17 24 31

APRIL 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 20
AHAD 1 8 15 22 29 2-5 UN utama MA
SENIN 2 9 16 23 30 14 Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW
SELASA 3 10 17 24 21 Upacara hari Kartini
RABU 4 11 18 25
KAMIS 5 12 19 26
JUM'AT 6 13 20 27
SABTU 7 14 21 28

MEI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 13 1 Libur Hari Buruh
AHAD 6 13 20 27 10 Libur Kenaikan Nabi Isa Al-Masih
SENIN 7 14 21 28 14-15 Libur awal Ramadan
SELASA 1 8 15 22 29 21-29 Ulangan Kenaikan Kelas
RABU 2 9 16 23 30 30-31 Remidial
KAMIS 3 10 17 24 31
JUM'AT 4 11 18 25
SABTU 5 12 19 26

JUNI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 0 2 Pembagian laporan hasil belajar (LHB)
AHAD 3 10 17 24 15-16 Hari Raya Idul Fitri
SENIN 4 11 18 25 17-30 Libur Akhir Tahun Pelajaran, Ramadlan dan Hari Raya Idul Fitri
SELASA 5 12 19 26
RABU 6 13 20 27
KAMIS 7 14 21 28
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30
10

e. Metode, Media, Bahan Ajar, dan Instrumen Evaluasi Pembelajaran


Guru Pamong
Sebelum penulis melaksanakan latihan mengajar secara langsung
di kelas, penulis mendapat kesempatan untuk melaksanakan observasi
kelas. Pada tahap ini penulis dapat mengamati cara Guru Pamong
mengajar serta respon peserta didik dalam mengikuti proses belajar.
Dengan observasi ini penulis dapat mengamati hal-hal yang terkait
dengan Kegiatan Belajar Mengajar, diantaranya:
1) Metode Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak kelas X di MA
NU Hasyim Asy’ari Bangsri telah menggunakan beberapa metode,
diantaranya: ceramah, tanya jawab, diskusi, drill dan penugasan.
2) Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar
mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau
ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar.
Sejauh pengamatan penulis dalam proses Kegiatan Belajar
Mengajar, Media Pembelajaran yang digunakan oleh guru pamong
adalah media-media sederhana yang berada didalam kelas, yaitu :
White Board, spidol dan LCD Proyektor.
3) Bahan Ajar
Adapun sumber belajar yang digunakan guru pamong adalah buku-
buku materi yang berhubungan dengan Akidah Akhlak berupa,
buku guru dan buku siswa Akidah Akhlak kelas X Kurikulum
2013, LKS/Modul siswa Akidah Akhlak kelas X Kurikulum 2013
dan buku-buku terkait.
4) Instrumen Evaluasi Pembelajaran
Untuk mengevaluasi pembelajaran dikelas guru pamong biasa
menggunakan latihan-latihan soal yang ada di buku siswa untuk
11

menilai tingkat pengetahuan siswa dan observasi sikap untuk


penilaian sikap siswa.
f. Sarana dan Prasarana Madrasah
Adapun sarana yang menunjang proses pembelajaran di MA NU
Hasyim Asy’ari Bangsri adalah:
1) Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung
digunakan untuk pembelajaran. Seperti alat praktek sholat dan
gambar tata cara wudlu.
2) Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan
untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.
3) Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar,
meliputi: Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi
pegangan peserta didik dan guru untuk setiap mata pelajaran.Buku
pengayaan adalah buku untuk memperkaya pengetahuan peserta
didik dan guru. Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari
informasi atau data tertentu. Juga disediakan kitab suci Alquran
guna untuk praktek membaca Alquran atau kegiatan lainnya.
4) Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk
selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs
(website), dan compact disk.
Sedangkan prasarana yang menunjang proses pembelajaran di MA
NU Hasyim Asy’ari Bangsri adalah:

Gambar 3: Denah Lokasi Sarpras Madrasah


12

1) Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik


yang tidak memerlukan peralatan khusus. Semua kelas
dilengkapi dengan LCD Proyektor untuk menuunjang
pembelajaran.
2) Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan
memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.
3) Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran secara
praktik yang memerlukan peralatan khusus. Ada 3 laboratorium,
yaitu Laboratorium Bahasa, Laboratorium IPA, dan
Laboratorium Komputer.
4) Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan
kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah.
5) Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas,
beristirahat, dan menerima tamu.
6) Ruang UKS adalah ruang untuk menangani peserta didik yang
mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di
sekolah/madrasah.
7) Toilet adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil.
8) Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran
di luar kelas, peralatan sekolah/madrasah yang tidak/belum
berfungsi, dan arsip sekolah/madrasah.
9) Gedung Serba Guna yang berfungsi sebagai tempat pertemuan
atau acara-acara tertentu.

Gambar 4: Pos Satpam Madrasah Gambar 5: Lapangan Madrasah yang


serbaguna
13

Gambar 6: Green House Gambar 7: Auditorium/GSG


(Gedung Serba Guna)

Gambar 8: Lapangan Bola Volley Gambar 9: Area Parkir

Gambar 10: Perpustakaan Gambar 11: Kantin

2. Proses Perencanaan
Setelah diadakan rapat penyusunan dan pembagian beban mengajar
PPL di MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri, maka kegiatan berikutnya adalah
observasi Madrasah praktikan baik observasi secara fisik terhadap Sekolah
maupun Manajemen Sekolah pada tanggal 3, 7 Agustus 2017, dan tanggal
14

8 Agustus 2017 observasi bersama Guru Pamong di Madrasah mitra terkait


dengan proses Kegiatan Belajar Mengajar.
Usai observasi dengan Guru Pamong, penulis diberi arahan dengan
tujuan agar dalam melaksanakan pengajaran dapat secara maksimal pada
kelas tersebut, dan diharapkan nantinya dapat beradaptasi dengan peserta
didik di kelas masing-masing sesuai dengan pembagian jadwal pelajaran
yang diampu. Serta diharapkan dapat berhadapan dengan berbagai karakter
peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga calon seorang guru
dapat mengetahui bagaimana mengelola kelas yang baik.
Dalam praktiknya sebelum proses kegiatan belajar mengajar
berlangsung diperlukan suatu perencanaan pembelajaran yang nantinya
akan menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Dalam hal ini penulis membuat rencana pembelajaran Aqidah Akhlak
kelas X dengan menganalisis kalender akademik untuk menyusun rencana
minggu efektif selama PPL berlangsung dan dapat memenuhi ketentuan
pemenuhan persyaratan tatap muka dari panitia yaitu minimal 6 kali tatap
muka.
Penyusunan perencanaan pembelajaran penulis paparkan dalam
bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan penganalisisan
silabus dan kompetensi yang akan diajarkan. Serta dalam RPP ini
diuraikan tentang materi ajar, metode dan media pembelajaran, sumber
belajar, sampai pada proses evaluasi pembelajaran.
3. Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam hal ini penulis menerapkan kemampuan mengajar secara utuh
dan terpadu yang dilaksanakan di kelas sesungguhnya (bukan simulasi
atau mikro teaching) dengan bimbingan intensif guru pamong.
Pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di MA NU Hasyim
Asy’ari Bangsri selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
ini sebisa mungkin tetap mengacu pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang sebelumnya telah dikonsultasikan dengan Guru
Pamong dengan gambaran umum sebagai berikut:
15

a. Metode yang hendak digunakan dalam kegiatan praktik dilapangan


adalah, ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kisah,
Snowball Trhowing, make a match, every one is teacher here, dan
Crossword puzzle.
b. Dalam menunjang penggunaan metode pembelajaran maka
diperlukanlah suatu media pembelajaran. Dalam hal ini media
pembelajaran yang hendak digunakan adalah media-media sederhana,
seperti white board, spidol, gambar, video, slide, LCD proyektor,
kertas HVS, Kertas warna, kartu kecocokan dan bola.
c. Bahan ajar yang akan digunakan penulis dalam pembelajaran dikelas
diantaranya adalah, buku guru Akidah Akhlak, buku siswa Akidah
Akhlak, Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, modul
hasil karya musyawarah Guru Akidah Akhlak serta hasil dari studi
literatur siswa di perpustakaan, internet dan sumber lainnya.
d. Setiap akhir pertemuan akan dievaluasi dengan Instrumen evaluasi
pembelajaran berpa tes tertulis (Teka-teki silang, soal pilihan ganda,
essay yang ada dalam buku siswa), non tertulis (Pengamatan sikap
siswa), diskusi kelompok dan prensentasi.
4. Refleksi Pembelajaran
Refleksi Pembelajaran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam
proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya
tulisan) terkait dengan kekuatan dan kelemahan terhadap perencanaan dan
palaksanaan pembelajaran yang telah dipraktikkan di lapangan.
Dalam poin bahasan ini penulis akan memaparkan tentang kekuatan
dan kelemahan dari apa yang telah direncanakan serta dilaksanakan.
Setelah itu akan dianalisis pula tentang kemungkinan penyebab dari
kekuatan dan kelemahan tersebut. Disamping itu pula perlunya analisis
pemecahan masalah yang dapat menjadi pedoman dan perbaikan untuk
setiap pertemuan pada saat pelaksanaan PPL.
16

B. Tujuan
Berdasarkan permasalahan dan obyek kajian yang diteliti, maka ada
beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman
Lapangan ini, yaitu :
1. Terbentuknya pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan
sikap yang diperlukan dalam pembentukan profesi guru Pendidikan
Agama Islam.
2. Melatih serta meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional,
kepribadian dan sosial agar dapat terampil melaksanakan tugas-
tugas kependidikan baik yang bersifat edukatif, administratif
maupun layanan bimbingan keagamaan dan kesiswaan.
3. Mendapatkan pengalaman dalam memahami keberadaan lembaga
pendidikan dengan segala permalasalahannya baik yang
berhubungan dengan proses pembelajaran maupun pengelolaan
sekolah secara umum.
4. Menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama kelembagaan
antara Fakultas dengan Madrasah latihan / tempat PPL.

C. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan Praktik Pengalaman
Lapangan ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teoritis
a) Memperdalam pemahaman penulis tentang proses pendidikan di
Sekolahan/Madrasah dengan segala permasalahannya.
b) Dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi penulis
tentang segala hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan
serta problematika dalam dunia pendidikan. Terutama hal-hal
yang berhubungan tentang suatu kelembagaan dengan segala
permasalahan yang ada di dalamnya, baik yang berhubungan
17

dengan proses pembelajaran maupun dalam pengelolaan sekolah/


madrasah secara umum.
2. Secara Pedagogis
a) Dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan dapat
melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana yang
telah disusun.
b) Mampu mengelola pengorganisasian waktu dan siswa dalam
pelaksanaan pembelajaran di kelas secara kreatif, dinamis dan
dialogis.
c) Mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna dan
menyenangkan.
d) Mampu melaksanakan kegiatan evaluasi proses dan hasil belajar
serta mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.

3. Secara Praktis
a) Meningkatkan penguasaan dan ketrampilan penulis terhadap ilmu-
ilmu kependidikan yang telah didapatkan di bangku perkuliahan
dalam praktik di lapangan.
b) Dapat menguraikan materi dan kurikulum PAI dalam pelaksanaan
pengelolaannya, serta peningkatan standar pendidikan siswa.
c) Dapat mendorong penulis dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran, dengan menginovasi desain pembelajaran PAI yang
tepat untuk menunjang proses pembelajaran.
d) Dapat menerapkan metode dan media pendidikan yang tepat
dalam pelaksanaan pembelajaran bidang studi Pendidikan Agama
Islam (PAI).
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

A. Perencanaan Pembelajaran
Sebelum kegiatan praktik mengajar di dalam kelas, maka ada
beberapa hal yang harus dipersiapkan guna mewujudkn pembelajaran yang
terencana dan terarah. Dalam hal ini perlu disusun sebuah perencanaan
pembelajaran dengan mengkaji dan menganalisis kalender akademik
(Kalender akademik terlampir) untuk mengetahui perhitungan pekan efektif
dalam satu semester.
Perhitungan pekan efektif pada setiap tahun ajaran baru sangat penting
untuk menentukan dan menyusun pembagian materi dalam satu tahun ajaran.
Dalam menentukan pekan efektif ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
di antaranya adalah jumlah pekan tiap bulan dikurangi berapa pekan yang
tidak efektif dalam satu semester tiap bulannya. Rincian pekan efektif ini
berfungsi bagi guru dalam menjadi pedoman dalam membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun Rincian pekan efektif sebagaimana
terlampir.
Selaian itu penyusunan Program Tahunan (Prota) mata pelajaran
Akidah Akhlak kelas X (Sepuluh) Tahun Ajaran 2017/2018 di MA NU
Hasyim Asy’ari Bangsri pada semester I (satu) materi pokok yang diajarkan
meliputi: (1) Memahami Akidah Islam, (2) Tauhid, (3) Menjadi Hamba Allah
yang Berakhlak, (4) Memahami Induk-induk Akhlak Terpuji, (5) Ayo Kita
Menjauhi Akhlak Tercela, (6) Alangkah Bahagianya Jika Kita Bersyukur,
Qana’ah, Ridla, dan Sabar, (7) Ayo Kita Hormati Orang Tua dan Guru Kita,
dan (8) Kisah Teladan Nabi Yusuf As. Dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran
atau 1x tatap muka. Adapun Program Tahunan mata pelajaran Akidah Akhlak
kelas X Kurikulum 2013 sebagaimana terlampir.
Untuk merinci program tahunan disusunlah Program Semester
(Promes) pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X (Sepuluh) semester I
Tahun Ajaran 2017/2018 di MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri yang berisi

18
19

Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), alokasi waktu, dan bulan.
Adapun program semester sebagaimana terlampir.
Setelah itu perlu disusun silabus pembelajaran merupakan pengulasan
dari Kompetensi Inti (KI) serta Kompetensi Dasar (KD) yang masuk ke
dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
untuk penilaian hasil belajar. Dapat juga dikaitkan dengan suatu rencana
pembelajaran pada suatu mata pelajaran tertentu yang berisi komponen-
komponen penting, mulai dari Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD),
meteri pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu hingga sumber
belajar. Silabus sering kali dipakai sebagai pedoman atau sumber utama
untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih lengkap, mulai dari
menyusun rencana pembelajaran hingga mengembangkan sistem penilaian
hasil belajar. Silabus pembelajaran sebagaimana terlampir.
Dalam praktek mengajar, maka harus disiapkan segala sesuatunya
berkenaan dengan materi yang akan diajarkan nantinya, baik segi penguasaan
materi maupun administrasi kelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
selama pelaksanaan praktik secara detail berada dalam lampiran. Adapun
uraian singkat perencanaan pembelajaran dalam 6 pertemuan penulis
paparkan sebagai berikut:

1) Pertemuan pertama
Pada pertemuan ini telah disiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) materi pokok Akidah Islam dengan indikator
pencapaian sebagai berikut:
- Mendiskripsikan tentang pengertian akidah
- Mengkaji literatur dan mengidentifikasi dalil / argument tentang
akidah
- Mendiskripsikan tujuan akidah Islam
- Mendiskripsikan prinsip prinsip akidah dalam kehidupan
- Mempresentasikan hasil diskusi tentang pengertian akidah
- Mendemostrasikan bacaan tartil dalil naqli tentang akidah Islam
20

- Menyajikan/ mempresentasikan hasil diskusi tentang tujuan akidah


Islam
Dengan penyampaian materi menggunakan metode Discovery
Learning dan tanya jawab terbimbing guna menggali minat dan bakat
siswa serta menumbuhkan rasa percaya diri dan membangkitkan
keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat.
Untuk menunjang proses pembelajaran penulis menggunakan
media pembelajaran dengan papan tulis dan LCD Proyektor guna
membantu siswa dalam memahami materi.
Adapun sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar menggunakan LKS/modul siswa sebagai sumber yang telah
dimiliki siswa serta mudah dipahami sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
Sebagai evaluasi diakhir pertemuan untuk melihat dan menilai
ketuntasan belajar, maka dibutuhkan suatu instrumen evaluasi. Dalam
kesempatan ini penulis menggunakan tanya jawab terbimbing dengan
instrumen penilaian sebagaimana terlampir dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).

2) Pertemuan kedua
Sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung, maka
disusunlah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar tercipta
pembelajaran yang terencana dengan indikator Pencapaian:
- Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini ajaran tauhid dalam
kehidupan sehari-hari
- Menunjukkan sikap jujur, disiplin dan toleran dalam akidah pada
kehidupan sehari hari
- Mendiskripsikan ruang lingkup Akidah Islam
- Mendeskripsikan metode peningkatan kualitas akidah
- Menyajikan/ mempresentasikan hasil diskusi tentang ruang lingkup
Akidah Islam
21

- Menerapkan kualitas akidah dalam kehidupan


- Mempraktekkan dan meningkatkan metode metode peningkatan
kualitas akidah
Materi akan disampaikan dengan metode Diskusi dan tanya
jawab terbimbing antara siswa dengan siswa maupun guru dengan siswa.
Dalam penggunaan metode ini diharapkan dapat membantu siswa dalam
membangun jiwa yang berani untuk berpendapat dan belajar aktif.
Sebagai salah satu penunjang lancarnya proses belajar mengajar
maka diperlukanlah suatu media pembelajaran. Dalam hal ini media
pembelajaran yang digunakan adalah lembar diskusi dalam bentuk satu
lembar kertas HVS.
Adapun sumber belajar yang akan digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar ialah LKS/modul siswa dan literatur lain terkait materi
ajar.
Sebagai kegiatan evaluasi akhir pembelajaran menggunakan
instrumen evaluasi lembar penilaian pengetahuan metode Crossword
puzzle (Teka-Teki Silang), instrumen penilaian sebagaimana terlampir
dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

3) Pertemuan Ketiga
Pada pertemuan ketiga telah menginjak materi BAB II tentang
tauhid dan akan dibagi dalam dua pertemuan atau tatap muka. Maka
dalam penyusunan yang pertama penulis fokuskan penyusunan RPP
dengan indikator pencapaian sebagai berikut:
- Mendiskripsikan pengertian tauhid
- Mengidentifikasi ruang lingkup tauhid
- Mengidentifikasi ilmu kalam
Dalam penyampaian materi nantinya akan disampaikan dengan
metode Snowball Throwing dan Everyone is a Teacher Here dengan guru
bertindak sebagai fasilitator dan siswa dituntut untuk lebih aktif serta
22

lebih tanggap dalam merespon maupun menanggapi pendapat atau


pertanyaan dari temannya.
Untuk melaksanakan metode belajar yang demikian dan
menciptakan susana belajar yang nyaman maka diperlukan beberapa
media pembelajaran, diantanya: kertas HVS, kertas warna dan bola.
Adapun sumber belajar yang akan digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar ialah LKS/modul siswa dan literatur lain terkait materi
ajar.
Sebagai evaluasi hasil belajar pada pertemuan ini, penulis
menggunakan instrumen evaluasi pengetahuan dengan kategori soal
pilihan ganda dan uraian. Adapun instrumen penilaian sebagaimana
terlampir dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

4) Pertemuan Keempat
Pada pertemuan ke empat materi yang akan disampaikan adalah
materi lanjutan dari pertemuan sebelumnya, yaitu kelanjutan dari materi
Tauhid. Adapun penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun
dengan indikator pencapaian sebagai berikut:
- Menjelaskan makna kalimat tauhid
- Menjelaskan macam-macam Tauhid
- Menelaah hikmah dan Manfaat orang bertauhid
- mengidentifikasi dan mengamati bahaya orang tidak bertauhid
Dimana dalam pelaksanaan materi ajar menggunakan metode
ceramah terlebih dahulu, dilanjut metode make a match sekaligus
dengan metode tanya jawab. Selain menuntut siswa untuk fokus juga
dapat membangun komunikasi antar siswa dalam kelas.
Untuk mendukung kelancaran penerapan metode belajar yang
demikian maka media pembelajaran yang digunakan ialah kartu jodoh
atau kartu kecocokan. Dalam hal kartu jodoh yang digunakan adalah
kartu yang berisi tentang sifat-sifat Allah.
23

Adapun sumber belajar yang akan digunakan dalam kegiatan


belajar mengajar ialah LKS/modul siswa dan literatur lain terkait materi
ajar.
Pada akhir pembelajaran sekaligus terselesaikannya materi pada
BAB II akan dievaluasi menggunakan instrumen evaluasi pembelajaran
dengan evaluasi pengetahuan berupa soal uraian. Adapun instumen
penilaian sebagaimana terlampir dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran.

5) Pertemuan Kelima
Pada pertemuan kelima telah menginjak materi BAB III yaitu
tentang Akhlak. Materi akan disampaikan dengan 2 kali tatap muka,
adapun pada pertemuan ini difokuskan pada indikator pencapaian:
- Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini kebenaran akhlak islami
dalam kehidupan sehari-hari
- Menunjukkan sikap disiplin dan toleran dalam menerapkan akhlak
pada kehidupan sehari hari
- Menjelaskan pengertian akhlak
- Mengidentifikasi bentuk bentuk atau macam macam akhlak
- Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan akhlak, etika, moral dan
budi pekerti
Dalam penyampaian materi nantinya akan menggunakan metode
kisah yang akan diimbangi dengan tanya jawab terbimbing terkait kisah
yang diceritakan. Juga dalam penerapan Akhlak dapat menggunakan
metode suri tauladan dimana guru akan menjadi uswah baik didalam
kelas maupun diluar kelas.
Untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode diatas maka
kiranya perlu disediakan media pembelajaran berupa naskah cerita, papan
tulis dan spidol.
24

Sumber belajar yang akan digunakan dalam kegiatan belajar


mengajar ialah LKS/ modul siswa dan literatur lain terkait materi ajar
Akidah Akhlak kelas X.
Sebagai evaluasi hasil belajar pada pertemuan ini, penulis
menggunakan instrumen evaluasi pengetahuan dengan kategori soal
uraian. Adapun instrumen penilaian sebagaimana terlampir dalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

6) Pertemuan Keenam
Pada pertemuan ini materi melanjutkan pada pertemuan
sebelumnya dan disusunlah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan
indikator pencapaian:
- Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini kebenaran akhlak islami
dalam kehidupan sehari-hari
- Menunjukkan sikap disiplin dan toleran dalam menerapkan akhlak
pada kehidupan sehari hari
- Mengidentifikasi metode peningkatan kualitas akhlak
- Menerapkan metode metode dalam peningkatan kualitas akhlak
Penyampaian materi menggunakan metode Discovery Learning
dan tanya jawab terbimbing guna menggali minat dan bakat siswa serta
menumbuhkan rasa percaya diri dan membangkitkan keberanian siswa
dalam mengungkapkan pendapat.
Untuk menunjang proses pembelajaran penulis menggunakan
media pembelajaran dengan papan tulis dan LCD Proyektor guna
membantu siswa dalam memahami materi.
Adapun sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar menggunakan LKS/modul siswa sebagai sumber yang telah
dimiliki siswa serta mudah dipahami sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
Sebagai evaluasi diakhir pertemuan untuk melihat dan menilai
ketuntasan belajar, maka dibutuhkan suatu instrumen evaluasi. Dalam
25

kesempatan ini penulis menggunakan tanya jawab terbimbing dengan


instrumen penilaian pengetahuan dengan soal pilihan ganda sebagaimana
terlampir dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

B. Pelaksanaan Proses Pembelajaran


Dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MA NU
Hasyim Asy’ari Bangsri seringkali rencana pembelajaran tidak selaras dengan
kenyataan di dalam kelas. Adapun pelaksanaan pembelajaran di kelas selama
PPL berlangsung adalah:
1) Pertemuan pertama
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama, disampaikan
materi pokok Akidah Islam dengan indikator pencapaian sesuai dengan
apa yang telah dipaparkan dalam perencanaan pembelajaran pertemuan
pertama yang melingkupi deskripsi pengertian akidah, mengidentifikasi
dalil / argument tentang akidah, tujuan akidah Islam, serta deskripsi
prinsip prinsip akidah dalam kehidupan.
Materi disampaikan dengan menggunakan metode Discovery
Learning serta tanya jawab terbimbing selama proses kegiatan belajar
mengajar. Penggunaan metode Discovery Learning dapat membuat
suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa dapat belajar untuk lebih
aktif.

Gambar 12: Kegiatan Belajar mengajar di Kelas


26

Selama kegiatan belajar mengajar untuk menunjang dan


melaksanakan metode yang telah direncanakan maka media belajar
menggunakan papan tulis dan alat-alat sederhana di dalam kelas. namun
sangat disayangkan penggunaan media pembelajaran dengan LCD
Proyektor tidak dapat dilaksanakan karena kesalahan teknis yang tidak
diduga sebelumnya, yaitu Laptop tidak bisa tersambung di LCD
Proyektor.
Adapun sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar menggunakan LKS/modul siswa sebagai sumber yang mudah
dipahami oleh setiap siswa.
Diakhir pertemuan sayang sekali tidak bisa melaksanakan
evaluasi pembelajaran dikarenakan keterbatasan waktu untuk
menuntaskan materi dalam satu pertemuan. Namun, selama proses
pembelajaran berlangsung dengan metode tanya jawab terbimbing telah
efektif dan efisien untuk mengukur tingkat pemahaman siswa.

2) Pertemuan kedua
Pada pertemuan kedua materi melanjutkan dari materi pada
pertemuan pertama tentang Akidah Islam yang bahasannya melingkupi
tentang mendiskripsikan ruang lingkup akidah, metode peningkatan
kualitas akidah serta penerapan kualitas akidah dalam kehidupan.
Adapun Materi telah disampaikan dengan metode Diskusi dan
tanya jawab terbimbing antara siswa dengan siswa maupun guru dengan
siswa. Sehingga terbentuklah komunikasi antar siswa dan guru, serta
terjadi umpan balik antara keduanya.
27

Gambar 13: Kegiatan presentasi hasil diskusi

Untuk menunjang proses belajar mengajar maka digunakanlah


media pembelajaran lembar diskusi dalam satu lembar kertas HVS, yang
berisi tentang materi diskusi tiap kelompok, pertanyaan yang di dapat,
jawaban dari pertanyaan tersebut, serta pada poin terahir dituliskan
kesimpulan/ hasil diskusi.
Sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar
ialah LKS/modul siswa dan literatur lain terkait materi ajar untuk
memperluas wawasan dan pengetahuan siswa.
Evalusi pembelajaran berlangsung pada jam-jam terakhir 15
menit sebelum kegiatan belajar mengajar berakhir. Adapun instrumen
evaluasi yang digunakan adalah lembar penilaian pengetahuan berupa
Crossword puzzle (Teka-Teki Silang) dengan cakupan materi BAB I
baik itu yang di sampaikan pada pertemuan pertama maupun pertemuan
kedua. Adapun hasil belajar yang dicapai ialah sebagaimana Terlampir.
28

Gambar 14: Kegiatan evaluasi belajar dengan lembar penilaian Crossword


puzzle

3) Pertemuan Ketiga
Pada pertemuan ketiga telah menginjak materi BAB II tentang
tauhid dan telah dibagi dalam dua pertemuan atau tatap muka. Adapun
pembagian materinya ialah mendiskripsikan pengertian tauhid,
mengidentifikasi ruang lingkup tauhid, mengidentifikasi ilmu kalam dan
ditambahkan materi tentang sifat-sifat Allah untuk memperdalam Tauhid
dan memperkokoh Akidah.
Penyampaian materi dengan menggunakan metode Snowball
Throwing dan Everyone is a Teacher Here dimana guru bertindak
sebagai fasilitator dan siswa saling bertukar pertanyaan dengan
menuangkannya pada selembar kertas yang telah disediakan guru dan
mendapat kesempatan untuk menjelaskan didepan kelas diikuti
penguatan jawaban dari guru.
Untuk melaksanakan metode belajar yang demikian dan
menciptakan susana belajar yang nyaman maka media pembelajaran
29

yang digunakan ialah kertas HVS untuk merekap jawaban dan


pertanyaan siswa, kertas warna untuk menuliskan setiap pertanyaan siswa
dan jawabannya, serta bola kecil untuk menunjuk siswa yang
berkesempatan menjelaskan di depan kelas.
Adapun sumber belajar yang akan digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar ialah LKS/modul siswa yang singkat dan mudah untuk
dipahami.
Sebagai evaluasi hasil belajar pada pertemuan ini, penulis
menggunakan instrumen evaluasi pengetahuan dengan kategori soal
pilihan ganda dan uraian. Adapun instrumen penilaian dan hasil belajar
sebagaimana terlampir.

4) Pertemuan Keempat
Pada pertemuan ke empat materi yang disampaikan adalah
materi lanjutan dari pertemuan sebelumnya, yaitu kelanjutan dari materi
Tauhid. Adapun materi yang disampaikan ialah makna kalimat tauhid,
macam-macam Tauhid, hikmah dan Manfaat orang berTauhid, serta
bahaya orang yang tidak berTauhid.
Pada pelaksanaannya materi ajar disampaikan dengan
menggunakan metode ceramah terlebih dahulu, dilanjut metode make a
match sekaligus dengan metode tanya jawab. Penerapan metode make a
match dilaksanakan dengan membagi kartu yang telah disediakan
kepada semua siswa dan siswa ditugaskan untuk mencari jawaban atau
jodoh dari kartu yang dipegang.
Untuk penerapan metode belajar yang demikian maka media
pembelajaran yang digunakan ialah kartu jodoh atau kartu kecocokan.
Dalam hal kartu jodoh yang digunakan adalah kartu yang berisi tentang
sifat-sifat Allah.
30

Gambar 15: Kartu Kecocokan sifat mustahil Allah

Selama kegiatan belajar mengajar menggunakan sumber belajar


berupa LKS/modul siswa dan bahan berupa tugas siswa yang telah
diberikan pada pertemuan sebelumnya.
Pada akhir pembelajaran sekaligus terselesaikannya materi pada
BAB II maka dievaluasi menggunakan instrumen evaluasi pembelajaran
dengan evaluasi pengetahuan berupa soal uraian. Adapun instumen
penilaian dan hasil belajar sebagaimana terlampir.

5) Pertemuan Kelima
Proses pembelajaran pada pertemuan kelima telah menginjak
materi BAB III yaitu tentang Akhlak. Materi disampaikan dengan 2 kali
tatap muka, adapun pada pertemuan ini materi yang disampaikan
meliputi, pengertian akhlak dan bentuk bentuk atau macam macam
akhlak. Adapun satu indikator dalam perencanaan tidak bisa disampaikan
karena keterbatasan waktu.
Materi disampaikan dengan menggunakan metode kisah tentang
pemuda ahli tauhid yang pemberani dan dilanjut dengan tanya jawab
terbimbing terkait kisah yang diceritakan. Siswa dapat mengungkapkan
pendapat tentang kisah tersebut dan menanggapi tanggapan dari
temannya dan guru dapat memberikan penguatan. Dalam penerapan
Akhlak sehari-hari menggunakan metode suri tauladan dimana guru
31

menjadi uswah atau contoh yang baik meskipun di dalam kelas maupun
di luar kelas.
Dalam pelaksaan pembelajaran dengan metode diatas
menggunakan media pembelajaran naskah cerita tentang pemuda ahli
tauhid yang pemberani serta media-media pembelajaran yang sederhana
di dalam kelas seperti papan tulis dan spidol untuk menuliskan poin-poin
penting.
Sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar
ialah LKS/ modul siswa dan literatur lain terkait materi ajar Akidah
Akhlak kelas X.
Sebagai evaluasi hasil belajar pada pertemuan ini, penulis
menggunakan instrumen evaluasi pengetahuan dengan kategori soal
uraian. Adapun instrumen penilaian dan hasil belajar sebagaimana
terlampir.

6) Pertemuan Keenam
Pada kesempatan pertemuan ini materi melanjutkan pada
pertemuan sebelumnya dan menuntaskan materi BAB III. Materi yang
disampaikan ialah persamaan maupun perbedaan akhlak, etika, moral dan
budi pekerti, penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari dan metode
peningkatan kualitas akhlak.
Penyampaian materi menggunakan metode Discovery Learning
dan tanya jawab terbimbing yang dapat menggali minat dan bakat siswa
dengan berani menjawab maupun mengajukan pertanyaan.
Untuk menunjang proses pembelajaran penulis menggunakan
media pembelajaran dengan papan tulis untuk menuliskan poin-poin
penting dan LCD Proyektor guna membantu siswa dalam memahami
materi.
Adapun sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar menggunakan LKS/modul siswa sebagai sumber yang telah
32

dimiliki siswa serta mudah dipahami sehingga tujuan pembelajaran dapat


tercapai.
Sebagai evaluasi diakhir pertemuan untuk melihat dan menilai
ketuntasan belajar, maka instrumen evaluasi yang digunakan ialah tanya
jawab instrumen pengetahuan soal pilihan ganda sebagaimana terlampir.

C. Refleksi Pembelajaran
Sebagai kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar
berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) Refleksi
pembelajaran disini terkait dengan kekuatan dan kelemahan terhadap
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang telah dipraktikkan di
lapangan.
Berikut paparan tentang Refleksi Pembelajaran 6 kali pertemuan
selama tatap muka pelaksanaan PPL, yaitu:
1) Pertemuan Pertama
Kelebihan:
Pembelajaran dengan metode visual atau tayangan vidio dapat
memberikan rangsangan kepada siswa untuk berfikir kritis dan mampu
mengajak siswa seolah-olah benar-benar berada pada posisi tersebut.
Kelemahan:
Terkendala pada masalah teknis Laptop tidak dapat terhubung dengan
kabel Proyektor sehingga pelaksanaan tidak selaras dengan perencanaan.
Selain itu siswa masih dalam penyesuaian dengan mahasiswa praktik
sehingga pembelajaran belum dapat terfokuskan.
Solusi:
Penggunaan media pembelajaran elektronik perlu persiapan yang matang
dan perlu tahap percobaan terlebih dahulu sebelum proses belajar
mengajar.
33

2) Pertemuan Kedua
Kelebihan:
Penggunaan metode diskusi dalam kegiatan belajar mengajar dapat
berjalan dengan jangkauan materi yang luas, karena pembagian materi
dapat lebih banyak pada kelas penuh.
Kelemahan:
Ketuntasan tiap materi belum bisa dijamin karena ketidak kondusifan
siswa dan kurang sadarnya minat siswa untuk belajar mandiri. Selain itu
juga pembahasan diskusi bisa meluas dan tak terarah serta memakan
waktu karena ada beberapa materi yang harus kembali diterangkan oleh
mahasiswa praktikan dan penyampaian materi menjadi dua kali lipat.
Solusi:
Penegasan materi dan batasan materi harus lebih kuat agar siswa dapat
berdiskusi sesuai cakupan materinya. Serta kontrol terhadap siswa sangat
diperlukan untuk meminimalisir kegaduhan-kegaduhan oleh beberapa
siswa yang bisa mengganggu konsentrasi belajar yang lain.

3) Pertemuan Ketiga
Kelebihan:
Metode Snowball Throwing dan Everyone is a Teacher Here telah
memberikan pengalaman baru bagi siswa yang biasanya belajar dengan
metode yang membosankan. Metode ini dapat mengajak siswa untuk
belajar dengan santai dan merilekskan fikiran karena kegiatan belajar
dilaksanakan sambil bermain.
Kelemahan:
Dalam pelaksanaannya kedua metode ini tidak bisa berjalan maksimal
karena keterbatasan waktu dalam penerapan metode ini yang sebelumnya
penyampaian materi dari mahasiswa praktikan. Dan penjelasan tidak bisa
merata karena tidak semua siswa dapat berkesempatan untuk
menyampaikan atau mempresentasikan jawabannya dalam kelas yang
penuh.
34

Solusi:
Untuk mengantisipasi ketidak cukupan waktu pelaksanaan, maka bisa
menggunakan metode Snowball Throwing dan Everyone is a Teacher
Here dengan kompetisi Tim dan perampingan materi.

4) Pertemuan Keempat
Kelebihan:
Penggunaan metode belajar dengan metode make a match dapat
membangun komunikasi antar siswa dan dapat membimbing siswa untuk
lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Kelemahan:
Pada pembelajaran dengan metode ini kurang efektif jika dilakukan
dengan waktu yang singkat. Seperti saat mahasiswa praktikan
menggunakan metode ini dengan durasi satu jam pelajaran dan siswa
belum bisa mempresentasikan didepan kelas karena waktu mencocokkan
kartu berlangsung lama dan kelas menjadi gaduh sehingga suara
mahasiswam praktikan jadi tidak terdengar dan tidak mampu menguasai
kelas.
Solusi:
Sebagai pendidik harus mampu membaca situasi dan kondisi pada saat
itu sehingga metode belajar dapat berjalan maksimal. Pendidik dituntut
untuk lebih tegas dan mampu mengendalikan siswa dengan pengalihan
dan pemusatan fokus belajar.

5) Pertemuan Kelima
Kelebihan:
Dapat mengajak siswa untuk berada pada situasi dalam cerita dan melatih
siswa untuk peka serta memberikan pendapat dari cerita tersebut. Siswa
bisa memvisualisasikan ceritanya dalam bayangan dan merekamnya
dalam memori yang cukup lama.
35

Kelemahan:
Dalam membawakan cerita harus bisa menyesuaikan intonasi dan
ekspresi yang tepat agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima
oleh siswa.
Solusi:
Dalam pelaksanaannya dapat menggunakan alat peraga, misalnya dalam
hal ini adalah wayang atau boneka yang dapat mewakili setiap tokoh.
Selain untuk menampilkan pengalaman nyata kepada siswa, alat peraga
ini dapat membantu mahasiswa praktikan/guru untuk turut meghayati
cerita tersebut.

6) Pertemuan Keenam
Kelebihan:
Pembelajaran aktif dapat dikemas dengan menyenangkan dengan
guru/mahasiswa praktikkan bertindak sebagai fasilitator dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan mengajarkan.
Kelemahan:
Setiap siswa tidaklah sama karena mereka adalah unik. Sehingga untuk
beberapa siswa tidak mau untuk aktif dan acuh dengan pembelajaran
yang demikian.
Solusi:
Perlunya pendekatan yang tidak sebentar untuk terlebih dahulu
mengambil hati dan menjadi bagian dari mereka. Penambahan perhatian
kepada siswa-siswi unik tersebut sangatlah diperlukan, agar sikap yang
demikian tidak lantas mempengaruhi teman yang lain.
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa
Fakulas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara di MA NU Hasyim
Asy’ari Bangsri selama kurang lebih satu bulan dapat penulis simpulkan
sebagai berikut:
1. PPL merupakan praktik yang real, nyata, yang dilaksanakan oleh
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang notabennya
sebagai Calon Pendidik yang cendekia dan berakhlaqul karimah.
2. MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri merupakan salah satu Lembaga
Pendidikan Islam tingkat menengah atas di Kabupaten Jepara yang sudah
mapan baik dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun Tata
Usaha Adminstrasi Sekolah.
3. Perlunya perencanaan pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat
terarah dan berlangsung sesuai rencana. Perencanaan pembelajaran dapat
disusun setelah menganalisis rincian minggu efektif, program tahunan,
program semester serta silabus pembelajaran.
4. Selain memilik pengetahuan yang luas juga perlunya penguasaan kelas
dan pengkondisian siswa agar kegiatan belajar mengajar bisa sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
5. Meskipun terdapat berbagai hambatan di awal kegiatan ini, namun secara
garis besar dapat penulis laporkan bahwa kegiatan Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
UNISNU Jepara di MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri dapat berjalan
dengan lancar dan sukses.

36
37

B. Saran
Dari pelaksanaan PPL ini penulis memberikan beberapa saran sebagai
bahan evaluasi, sebagai berikut:
1. Kepada MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri
a. Selama penulis melaksanakan praktik mengajar di MA NU Hasyim
Asy’ari Bangsri, sudah banyak hal yang sangat luar biasa penulis
dapatkan. Beberapa program di dalam praktik jam mengajar, maupun di
luar jam mengajar penulis jalankan se-efisien mungkin dengan harapan
agar para Mahasiswa Praktikan mendapatkan barokah karena sudah
dipercaya oleh MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri untuk mengajar para
peserta didiknya.
b. Beberapa program Mahasiswa Praktikan yang sudah penulis jalankan
dalam jam mengajar seperti penggunaan beberapa metode-metode baru
dalam praktik mengajar di kelas, yang mana membuat para peserta didik
tidak jenuh dan bosan.
c. Dari lubuk hati penulis yang terdalam, menyatakan tidak ada saran
apapun yang dapat penulis sampaikan kepada MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri karena kami beranggapan bahwa MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri sangat luar biasa bagi penulis. Keramah tamahan Bapak Kepala
Madrasah beserta Dewan Guru begitu mengena di hati penulis. Begitu
pula dengan peserta didiknya yang sudah penulis anggap sebagai adik-
adik penulis sendiri. Semoga tidak hanya MA NU Hasyim Asy’ari
Bangsri dan Kampus UNISNU saja yang memiliki ikatan, tetapi antara
kami Mahasiswa Praktikan beserta seluruh Dewan Guru dan peserta
didiknya memiliki ikatan persaudaraan yang baik dan memberikan
berkah di dunia dan akhirat Amiiinn.
2. Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara
a. Pemberian informasi kepada mahasiswa praktikan untuk kedepannya bisa
disampaikan dengan lebih mendetail dan tertuang dalam Buku Panduan
PPL.
38

b. Rentang antar pelaksanaan dan pembekalan PPL jangan terlalu lama


karena tidak efisien apabila pembekalan yang terlalu jauh dari
pelaksanaan PPL menjadi tak berarti dan acuh bagi mahasiswa.
c. Pelaksanaan PPL untuk kedepannya diperlukan perpanjangan waktu,
sehingga mahasiswa praktikan bisa praktik lebih lama dan membiasakan
diri pada kondisi pendidikan saat ini.
d. Perlunya perhatian dari panitia saat penempatan lokasi mahasiswa PPL
dimana untuk mahasiswa yang sudah bekerja dilembaga pendidikan
sebisa mungkin untuk tidak mendapat lokasi praktik ditempat ia
mengajar atau bekerja, agar setiap mahasiswa dapat pengalaman baru dan
tidak terjadi ketimpangan antar mahasiswa.
3. Mahasiswa Praktikan
a. Setelah mengikuti kegiatan PPL ini diharapkan seluruh mahasiswa
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara baik Reguler
maupun Non Reguler bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman
baru tentang dunia pendidikan.
b. Mahasiswa praktikan tidak hanya sekedar mengetahui konsep teoritis
tentang pendidikan, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam dunia
pendidikan saat pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan dan dapat
menjadi bekal untuk kelak menjadi seorang pendidik.
c. Selama pelaksanaan PPL dapat memotivasi mahasiswa agar menjadi
guru dan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi profesional,
pedagogik, personality dan sosial.
Lampiran 1 : Perangkat Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas X TP. 2017/2018

KALENDER AKADEMIK
JULI 2017 Tanggal Keterangan
HARI
Hari efektif = 11
AHAD 2 9 16 23 30 1 - 15 Libur Akhir Tahun Pelajaran, Ramadlan dan Hari Raya Idul Fitri
SENIN 3 10 17 24 31 16 Halal bi halal
SELASA 4 11 18 25 17 Hari pertama KBM efektif
RABU 5 12 19 26 29 Haul KH Mc.Amin Sholeh
KAMIS 6 13 20 27 30 Libur Haul KH Mc.Amin Sholeh
JUM'AT 7 14 21 28
SABTU 1 8 15 22 29

AGUSTUS 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif =25 16 Perayaan HUT RI
AHAD 6 13 20 27 17 Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI
SENIN 7 14 21 28 31 Libur Hari Arafah
SELASA 1 8 15 22 29
RABU 2 9 16 23 30
KAMIS 3 10 17 24 31
JUM'AT 4 11 18 25
SABTU 5 12 19 26

SEPTEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 16
AHAD 3 10 17 24 1 Libur Hari Raya Idul Adha
SENIN 4 11 18 25 2 Libur Hari Tasyriq
SELASA 5 12 19 26 21 Libur Tahun Baru Hijriah/1 Muharram 1438 H
RABU 6 13 20 27 23-30 Ulangan Tengah Semester Gasal
KAMIS 7 14 21 28
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30

OKTOBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 25 1 Ulangan Tengah Semester Gasal
AHAD 1 8 15 22 29 22 Hari Santri Nasional
SENIN 2 9 16 23 30
SELASA 3 10 17 24 31
RABU 4 11 18 25
KAMIS 5 12 19 26
JUM'AT 6 13 20 27
SABTU 7 14 21 28

NOPEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif =26
AHAD 5 12 19 26
SENIN 6 13 20 27
SELASA 7 14 21 28
RABU 1 8 15 22 29
KAMIS 2 9 16 23 30
JUM'AT 3 10 17 24
SABTU 4 11 18 25

DESEMBER 2017 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 0 1 Maulid Nabi Muhammad SAW
AHAD 3 10 17 24 31 2-10 Ulangan semester gasal
SENIN 4 11 18 25 1 Maulid Nabi Muhammad SAW
SELASA 5 12 19 26 11-14 Remidi, Classmeeting dan Pengolahan Nilai
RABU 6 13 20 27 16 Penyerahan buku LHB kepada peserta didik
KAMIS 7 14 21 28 17 - 31 Libur Akhir Semester Gasal
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30
JANUARI 2018 Tanggal Keterangan
HARI
Hari efektif = 26
AHAD 7 14 21 28 1 Libur Tahun Baru Masehi 2018
SENIN 1 8 15 22 29 3 Upacara HAB Kemenag RI
SELASA 2 9 16 23 30 25 Ziarah kelas XII
RABU 3 10 17 24 31
KAMIS 4 11 18 25
JUM'AT 5 12 19 26
SABTU 6 13 20 27

FEBRUARI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 19
AHAD 4 11 18 25 3-8 Perkiraan try out I
SENIN 5 12 19 26 24-28 Ulangan tengah semester genap
SELASA 6 13 20 27
RABU 7 14 21 28
KAMIS 1 8 15 22
JUM'AT 2 9 16 23
SABTU 3 10 17 24

MARET 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 17
AHAD 4 11 18 25 1 -4 Lanjutan Ulangan Tengah Semester Genap
SENIN 5 12 19 26 18 Hari Raya Nyepi
SELASA 6 13 20 27 19 - 24 Perkiraan USBN dan UM
RABU 7 14 21 28
KAMIS 1 8 15 22 29
JUM'AT 2 9 16 23 30
SABTU 3 10 17 24 31

APRIL 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 20
AHAD 1 8 15 22 29 2-5 UN utama MA
SENIN 2 9 16 23 30 14 Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW
SELASA 3 10 17 24 21 Upacara hari Kartini
RABU 4 11 18 25
KAMIS 5 12 19 26
JUM'AT 6 13 20 27
SABTU 7 14 21 28

MEI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 13 1 Libur Hari Buruh
AHAD 6 13 20 27 10 Libur Kenaikan Nabi Isa Al-Masih
SENIN 7 14 21 28 14-15 Libur awal Ramadan
SELASA 1 8 15 22 29 21-29 Ulangan Kenaikan Kelas
RABU 2 9 16 23 30 30-31 Remidial
KAMIS 3 10 17 24 31
JUM'AT 4 11 18 25
SABTU 5 12 19 26

JUNI 2018 Tanggal Keterangan


HARI
Hari efektif = 0 2 Pembagian laporan hasil belajar (LHB)
AHAD 3 10 17 24 15-16 Hari Raya Idul Fitri
SENIN 4 11 18 25 17-30 Libur Akhir Tahun Pelajaran, Ramadlan dan Hari Raya Idul Fitri
SELASA 5 12 19 26
RABU 6 13 20 27
KAMIS 7 14 21 28
JUM'AT 1 8 15 22 29
SABTU 2 9 16 23 30
RINCIAN PEKAN EFEKTIF

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak


Satuan Pendidikan : MA NU Hasyim Asy’ari
Kelas/Semester : X/Gasal
Tahun Pelajaran : 2017/2018

1. Jumlah pekan dalam semester 1


No Bulan Jumlah Pekan
1 Juli 5
2 Agustus 4
3 September 5
4 Oktober 4
5 November 4
6 Desember 5

Jumlah 27

2. Jumlah pekan tidak efektif dalam semester 1


No Kegiatan Jumlah Pekan
1 Libur semester 2 1
2 MOPD dan Pesantren Ramadhan 1
3 Libur Hari Raya Idul Fitri 2
4 Ulangan Tengah Semester 1
5 Ulangan Umum Semester 1 2
6 Class meeting dan Remidial 1
7 Libur semester 1 2
Jumlah 10
3. Jumlah pekan efektif dalam semester 1
Jumlah pekan dalam semester 1 – jumlah pekan tidak efektif dalam
semester 1
= 27 pekan – 10 pekan
= 17 pekan

Jepara, 12 Agustus 2017

Mengetahui,
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Nindomudin, S.Pd.I Hasan Mustofa, S.Ag.


PROGRAM TAHUNAN

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak


Satuan Pendidikan : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri
Kelas/Semester : X/Gasal
Tahun Pelajaran : 2017/2018

Alokasi
Smt Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Waktu
I KI.1.Menghayati dan 3.1.Memahami Aqidah Islam 2 TM
mengamalkan ajaran dan metode peningkatan ( 45x4 )
agama yang dianutnya kualitasnya.
KI.2.Menghayati dan 4.1.Mempraktikan metode- 2 TM
mengamalkan perilaku metode peningkatan ( 45x4 )
jujur, disiplin, tanggung kualitas iman aqidah
jawab, peduli (gotong Islamnya.
royong, kerja sama, 3.2.Memahami konsep Tauhid 2 TM
toleran, damai) santun, dalam Islam. ( 45x4 )
responsif dan pro-aktif 4.2.Menunjukkan contoh 2 TM
dan menunjukkan sikap perilaku bertauhid dalam ( 45x4 )
sebagai bagian dari solusi Islam.
atas berbagai 3.3.Memahami akhlak Islam 2 TM
permasalahan dalam dan metode peningkatan ( 45x4 )
berinteraksi secara efektif kualitasnya.
dengan lingkungan sosial 4.3.Mempraktikan metode- 2 TM
dan alam serta dalam metode peningkatan ( 45x4 )
menempatkan diri sebagai kualitas akhlak dalam
cerminan bangsa dalam Islam.
pergaulan dunia 3.4.Menganalisis induk-induk 2 TM
KI.3.Memahami, akhlak terpuji (Hikmah, ( 45x4 )
menerapkan, menganalisis Iffah, Syaja’ah dan
Alokasi
Smt Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Waktu
pengetahuan faktual, ‘Adalah)
konseptual, prosedural 4.4.Mempraktikan contoh 2 TM
berdasarkan rasa ingin akhlak yang baik (hikmah, ( 45x4 )
tahunya tentang ilmu iffah, syaja’ah dan ‘adalah)
pengetahuan, teknologi, 3.5.Menganalisis induk-induk 2 TM
seni, budaya, dan akhlak tercela (hubbud- ( 45x4 )
humaniora dengan dun-ya, hasad, takabbur,
wawasan kemanusiaan, ujub dan riya)
kebangsaan, kenegaraan, 4.5. Menunjukkan contoh 2 TM
dan peradaban terkait akhlak tercela (hubbud- ( 45x4 )
penyebab fenomena dan dun-ya, hasad, takabbur,
kejadian, serta ujub dan riya)
menerapkan pengetahuan 3.6.Memahami makna Syukur, 2 TM
prosedural pada bidang Qana’ah, Ridla, dan Sabar ( 45x4 )
kajian yang spesifik sesuai 4.6.Menunjukkan contoh 4 TM
dengan bakat dan perilaku bersyukur, ( 45 x 8 )
minatnya untuk qana’ah, ridla dan sabar.
memecahkan masalah 3.7.Memahami adab kepada 2 TM
KI.4. Mengolah, menalar, orang tua dan guru. ( 45 x 4 )
dan menyaji dalam ranah 4.7.Mensimulasikan adab 2 TM
konkret dan ranah abstrak kepada orang tua dan guru. ( 45 x 4 )
terkait dengan 3.8.Menganalisis kisah 2 TM
pengembangan dari yang keteladanan Nabi Yusuf ( 45 x 4 )
dipelajarinya di sekolah As.
secara mandiri, dan 4.8.Menyajikan sinopsis kisah 2 TM
mampu menggunakan keteladanan Nabi Yusuf ( 45 x 4 )
metode sesuai kaidah As.
keilmuan
Alokasi
Smt Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Waktu
Jumlah 34

Jepara, 12 Agustus 2017

Mengetahui,
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Nindomudin, S.Pd.I Hasan Mustofa, S.Ag.


SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : X (Sepuluh)/Gasal
Kompetensi Inti :
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
Metode Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Pembelajaran Waktu Belajar
1.1. Meyakini Keyakinan Membimbing Penilaian Diri - -
Kesempurnaan Kesempurnaan keyakinan terhadap Penilaian Teman
Akidah Islam Akidah Islam kesempurnaan akidah
Islam
2.1. Memiliki akidah Kepemilikan Membiasakan Observasi - -
yang kukuh dalam akidah yang Kepemilikan Akidah Catatan/Jurnal
kehidupan sehari- kukuh yang kukuh
hari
3.1. Memahami a. Pengertian Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
akidah Islam dan Akidah - Mengamati Gambar Learning - Mengumpulkan informasi (45 X Pedoman
metode peningkatan b. orang yang dari berbagai sumber tentang 4) Guru
kualitasnya Dalil/argumentasi berhubungan akidah pengertian akidah menurut Mapel
dalam Akidah dan ibadah ulama’ Akidah
4.1. Mempraktikan c. Tujuan Akidah - Menyimak penjelasan - Diskusi kelompok membahas Akhlak
metode-metode Islam singkat dari guru tentang macam-macam dalil MA,
peningkatan kualitas d. Metode tentang akidah secara dalam pembahasan akidah, Kemenag
iman/akidah Islam peningkatan umum. tujuan akidah, metode RI 2014
Akidah Islam Menanya peningkatan akidah serta - Buku
- Memberi komentar prinsip-prinsip akidah pegangan
atau menanya - Mempresentasikan hasil Siswa
terhadap gambar yang tentang diskusi macam-mcam Mapel
diamati. dalil dalam pembahasan Akidah
- Guru mempersilahkan akidah, tujuan akidah, Akhlak
siswa lain untuk metode peningkatan akidah MA,
menggapai serta prinsip-prinsip akidah Kemenag
pertanyaan temannya. RI 2014
- Guru memberi Observasi - AL-
tanggapan atas Menilai keaktifan siswa dalam Qur’an
pertanyaan dan mengikuti proses pembelajaran dan
tanggapan dari siswa. didalam kelas atau saat Terjemah
mengerjakan tugas. nya
Mengeksplorasi
- Buku
- Menentukan sumber
Portofolio penunjang
informasi berkaitan
Guru menilai hasil pekerjaan lainnya
dengan akidah.
individu maupun kelompok yang
- Mengumpulkan
tentang pencarian informasi relevan
informasi dari
berbagai sumber tentang macam-macam dalil - Media
termasuk media cetak dalam pembahasan akidah, cetak dan
dan elektronik tentang tujuan akidah, metode elektronik
macam-macam dalil peningkatan akidah serta sesuai
dalam pembahasan prinsip-prinsip akidah. materi
akidah, tujuan akidah, - Lingkung
metode peningkatan Tes Tulis/Lisan an sekitar
akidah serta prinsip- Guru menilai proses dan hasil yang
prinsip akidah. belajar secara individu tentang mendukun
pembahasan bab ini. g
Mengasosiasikan
- Merumuskan kembali
hasil temuan dari
beberapa sumber
belajar mengenai
akidah Islamiyah
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan macam-
macam dalil dalam
pembahasan akidah,
tujuan akidah, metode
peningkatan akidah
serta prinsip-prinsip
akidah

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan yang telah
dirumuskan berkaitan
dengan pengertian
akidah
- Menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuannya tentang
macam-macam dalil
dalam pembahasan
akidah, tujuan akidah,
metode peningkatan
akidah serta prinsip-
prinsip akidah
1.2.Meyakini ajaran Keyakinan ajaran Membimbing Penilaian Diri - -
tauhid dalam tauhid Keyakinan ajaran Penilaian Teman
kehidupan tauhid
sehari-hari
2.2. Terbiasa Sikap bertauhid Membiasakan sikap Observasi - -
bertauhid dalam dalam kehidupan bertauhid dalam Catatan/Jurnal
kehidupan sehari- kehidupan
hari
3.2. Memahami a. Pengertian Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
konsep tauhid dalam Tauhid - Membaca ayat yang Learning - Mengumpulkan informasi (45 x 4) Pedoman
Islam b. Ruang Lingkup berkaiatan dengan dari berbagai sumber tentang Guru
Tauhid tauhid, yaitu QS. Al- pengertian tauhid, nama- Mapel
4.2. Menunjukkan c. Macam-macam Ikhlas ayat 1-4 dan nama ilmu tauhid, ruang Akidah
contoh perilaku Tauhid QS. An-Nisa’ ayat lingkup tauhid, macam- Akhlak
bertauhid dalam d. Memahami 116 macam tauhid, makna MA,
Islam makna kalimat - Menyimak kalimat tauhid dan hikmah Kemenag
Tauhid terjemahan dari ayat- bertauhid RI 2014
e. Hikmah dan ayat tersebut - Diskusi kelompok membahas - Buku
Manfaat bertauhid - Memperhatikan tentang pengertian tauhid, pegangan
f. Ciri-ciri orang kandungan yang nama-nama ilmu tauhid, Siswa
bertauhid terdapat dalam ayat- ruang lingkup tauhid, Mapel
ayat tersebut macam-macam tauhid, Akidah
makna kalimat tauhid dan Akhlak
Menanya
hikmah bertauhid MA,
- Siswa menanyakan
- Mempersentasikan tentang Kemenag
mengenai kandungan
pengertian tauhid, nama- RI 2014
dari ayat-ayat tersebut
nama ilmu tauhid, ruang - AL-
- Siswa lainnya
lingkup tauhid, macam- Qur’an
memberi tanggapan
macam tauhid, makna dan
atas pertanyaan yang
kalimat tauhid dan himah Terjemah
muncul
bertauhid nya
- Guru memberi
- Buku
apresiasi atau
Observasi penunjang
tanggapan terhadap
Menilai keaktifan siswa dalam lainnya
pertanyaan yang
mengikuti proses pembelajaran yang
muncul serta terhadap
didalam kelas atau saat relevan
tanggapan dari siswa
mengerjakan tugas. - Media
lainnya
Mengeksplorasi cetak dan
- Menentukan sumber elektronik
informasi berkaitan Portofolio sesuai
dengan Tauhid Menilai hasil pekerjaan materi
- Mengumpulkan individu maupun kelompok - Lingkung
informasi dari tentang pengertian tauhid, an sekitar
berbagai sumber nama-nama ilmu tauhid, ruang yang
termasuk media lingkup tauhid, macam-macam mendukun
cetak dan elektronik tauhid, makna kalimat tauhid g
tentang pengertian dan hikmah bertauhid
tauhid, nama-nama
ilmu tauhid, ruang Tes Tulis/Lisan
lingkup tauhid, Menilai proses dan hasil
macam-macam belajar secara individu tentang
tauhid, makna bukti keautentikan Al-Qur’an
kalimat tauhid dan
hikmah bertauhid

Mengasosiasikan
- Mencari hubungan
antara beberapa
materi yang
ditemukan dalam
literatur mengenai
pengertian tauhid
secara bahasa maupun
secara istilah
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan nama-nama
ilmu tauhid, ruang
lingkup tauhid,
macam-macam
tauhid, makna kalimat
tauhid dan hikmah
bertauhid

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuan tentang
pengertian tauhid,
nama-nama ilmu
tauhid, ruang lingkup
tauhid, macam-
macam tauhid dan
hikmah bertauhid.
1.3.Menghayati Metode Membimbing Penilaian Diri
akhlak Islam dan peningkatan penghayatan metode Penilaian Teman
metode kualitas akhlak peningkatan kualitas
peningkatan akidah akhlak
kualitasnya
2.3. Terbiasa Penerapan Membiasakan Observasi
menerapkan metode-metode penerapan metode- Catatan/Jurnal
metode-metode peningkatan metode peningkatan
peningkatan kualitas kualitas akhlak kualitas akhlak
akhlak dalam
kehidupan
3.3. Memahami a. Pengertian Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
Akhlak Islam dan Akhlak - Mengamati gambar Learning - Mengumpulkan informasi (45x4) pedoman
metode peningkatan b. Macam-macam yang berhubungan dari berbagai sumber akhlak Guru
kualitasnya Akhlak dengan akhlak - Diskusi kelompok membahas Mapel
c. Persamaan dan - Menyimak pengantar hasil temuaanya mengenai Akidah
perbedaan antara guru tentang akhlak pengertian akhlak, macam- Akhlak
Akhlak, Etika, secara umum macam akhlak, persamaan MA,
Moral dan Budi akhlak dengan etika dan Kemenag
Menanya
Pekerti moral dan cara peningkatan RI, 2014
- Siswa saling
d. Cara kualitas akhlak - Buku
mengajukan
meningkatkan - Mempresentasikan didepan pegangan
pertanyaan berkaitan
kualitas Akhlak kelas tentang pengertian Siswa
dengan gambar yang
e. Peningkatan akhlak, macam-macam Mapel
diamati
kualitas Akhlak akhlak, persamaan akhlak Akidah
- Memberi tanggapan
dengan etika dan moral dan Akhlak
atas pertanyaan yang
cara peningkatan kualitas MA,
diajukan oleh teman
akhlak Kemenag
sejawat
RI 2014
- Guru memberi
Observasi - AL-
apresiasi atau
tanggapan terhadap Menilai keaktifan siswa dalam Qur’an
pertanyaan yang mengikuti proses pembelajaran dan
muncul serta terhadap didalam kelas atau saat Terjemah
tanggapan dari siswa mengerjakan tugas. nya
lainnya - Buku
- Mengungkapkan Portofolio penunjang
pendapat atau Menilai hasil pekerjaan lainnya
komentar atas individu maupun kelompok yang
penjelasan guru tentang pengertian akhlak, relevan
tentang akhlak secara macam-macam akhlak, - Media
umum persamaan akhlak dengan etika cetak dan
dan moral dan cara elektronik
Mengeksplorasi
peningkatan kualitas akhlak sesuai
- Menentukan sumber
materi
informasi berkaitan
TesTulis/Lisan - Lingkung
dengan akhlak
Menilai proses dan hasil an sekitar
- Mengumpulkan
belajar secara individu tentang yang
informasi dari
pengertian akhlak, macam- mendukun
berbagai sumber
macam akhlak, persamaan g
termasuk media cetak
dan elektronik tentang akhlak dengan etika dan moral
pengertian akhlak, dan cara peningkatan kualiatas
macam-macam akhlak.
akhlak, persamaan
akhlak dengan etika
dan moral dan cara
peningkatan kualitas
akhlak

Mengasosiasikan
- Merumuskan kembali
hasil temuan dari
beberapa sumber
belajar
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan pengertian
akhlak, macam-
macam akhlak,
persamaan akhlak
dengan etika dan
moral dan cara
peningkatan kualitas
akhlak

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuannya
- Menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuan tentang
pengertian akhlak,
macam-macam
akhlak, persamaan
akhlak dengan etika
dan moral dan cara
peningkatan kualitas
akhlak
1.4.Menghayati nilai Penghayatan Membimbing Penilaian Diri - -
akhlak terpuji nilai-nilai akhlak penghayatan nilai-nilai Penilaian Teman
(hikmah, iffah, terpuji akhlak terpuji
syaja’ah dan
‘adalah)
2.4. Membiasakan Pembiasaan nilai- Membimbing Observasi
akhlak-akhlak nilai akhlak pembiasaan nilai-nilai Catatan/jurnal
terpuji (hikmah, terpuji akhlak terpuji
iffah, syaja’ah dan
‘adalah) dalam
kehidupan
3.4. Menganalisis Induk-induk Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
induk-induk akhlak Akhlak Terpuji - Membaca ayat yang Learning - Mengumpulkan informasi (45 X pedoman
terpuji (hikamh, a. Hikmah berkaitan dengan dari berbagai sumber akhlak 4) Guru
iffah, syaja’ah dan b. Iffah akhlak terpuji, yaitu yang baik (hikmah, iffah, Mapel
‘adalaah) c. Sayaja’ah QS. An-Nahl ayat 125 syaja’ah dan ‘adalah) Akidah
d. ‘adalah dan QS. An-Nahl ayat - Diskusi kelompok membahas Akhlak
90 hasil temuan tentang akhlak MA,
- Menyimak yang baik (hikmah, iffah, Kemenag
terjemahan dari ayat- syaja’ah dan ‘adalah) RI, 2014
ayat tersebut - Buku
- Memperhatikan Observasi pegangan
kandungan yang Menilai keaktifan siswa dalam Siswa
terdapat dalam ayat- mengikuti proses pembelajaran Mapel
ayat tersebut didalam kelas atau saat Akidah
mengerjakan tugas. Akhlak
Menanya
MA,
- Siswa menanyakkan
Kemenag
mengenai kandungan
Portofolio RI 2014
dari ayat-ayat tersebut
Menilai hasil pekerjaan - AL-
- Siswa lainnya
individu maupun kelompok Qur’an
memberi tanggapan
tentang akhlak yang baik dan
atas pertanyaan yang
(hikmah, iffah, syaja’ah dan Terjemah
muncul
‘adalah) nya
- Guru memberi
- Buku
apresiasi atau
Tes Tulis/Lisan penunjang
tanggapan terhadap
Menilai proses dan hasil lainnya
pertanyaan yang
belajar secara individu tentang yang
muncul serta terhadap
tanggapan dari siswa akhlak yang baik (hikmah, relevan
lainnya iffahk, syaja’ah dan ‘adalah) - Media
cetak dan
Mengeksplorasi
elektronik
- Menentukan sumber
sesuai
informasi berkaitan
mater
dengan induk-induk
- Lingkung
akhlak terpujji
an sekitar
- Mengumpulkan
yang
informasi/ bahan dari
mendukun
berbagai sumber
g
termasuk media cetak
dan elektronik tentang
induk-induk akhlak
yang baik (hikmah,
iffah, syaja’ah dan
‘adalah)

Mengasosiasikan
- Merumuskan kembali
hasil temuan dari
berbagai sumber
belajar mengenai
induk-induk akhlak
terpuji
- Mengenalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan akhlak yang
baik (Hikmah, iffah,
syaja’ah dan ‘adalah)

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuan tentang
akhlak yang baik
(hikmah, iffah,
syaja’ah dan ‘adalah)
1.5.Menunjukkan Sikap penolakan Membimbing sikap Penilaian Diri - -
sikap penolakan terhadap akhlak penolakan terhadap Penilaian Teman
terhadap akhlak tercela akhlak tercela
tercela (hubbud-
dun-ya, hasad,
takabur/ujub,
riya’)
2.5. Menghindarkan Sikap menghindar Membiasakan sikap Observasi - -
diri dari akhlak dari akhlak menghindar dari akhlak Catatan/Jurnal
tercela (hubbud- tercela tercela
dun-ya, hasad,
takabur/ujub, riya’)
3.5. Menganalisis Induk-induk Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
induk-induk akhlak akhlak tercela - mengamati gambar Learning - Mengumpulkan (45x4) pedoman
tercela (hubbud- a. Hubbud-dun- orang yang bahan/informasi dari Guru
dun-ya, hasad, ya berhubungan dengan berbagai sumber tentang Mapel
takabur/ujub, riya’) b. Hasad (hubbud-dun-ya, (hubbud-dun-ya, hasad, Akidah
c. takabur/ujub hasad, takabur/ujub, takabur/ujub, riya’) Akhlak
d. riya’ riya’) - Diskusi kelompok membahas MA,
- siswa menyimak hasil penggaliannya tentang Kemenag
pengantar dari guru (hubbud-dun-ya, hasad, RI, 2014
mengenai (hubbud- takabur/ujub, riya’) - Buku
dun-ya, hasad, - Mempresentasikan laporan pegangan
takabur/ujub, riya’) hasil diskusi tentang Siswa
(hubbud-dun-ya, hasad, Mapel
Menanya
takabur/ujub, riya’) Akidah
- memberi komentar
Akhlak
atau menanya
Observasi MA,
terhadap gambar yang
Menilai keaktifan siswa dalam Kemenag
diamati
mengikuti proses pembelajaran RI 2014
- Guru mempersilahkan
di dalam kelas atau saat - AL-
siswa lain untuk
mengerjakan tugas. Qur’an
menanggapi
Portofolio dan
pertanyaan temannya
Menilai hasil pekerjaan Terjemah
- Guru memberi
individu maupun kelompok nya
tanggapan atas
tentang (hubbud-dun-ya, - Buku
pertanyaan dan
hasad, takabur/ujub, riya’) penunjang
tanggapan dari siswa
lainnya
Mengeksplorasi
Tes Tulis/ Lisan yang
- Menentukan sumber
Menilai proses dan hasil relevan
informasi berkaitan
dengan (hubbud-dun- belajar secara individu tentang - Media
ya, hasad, (hubbud-dun-ya, hasad, cetak dan
takabur/ujub, riya’) takabur/ujub, riya’) elektronik
- Mengumpulkan sesuai
informasi dari mater
berbagai sumber - Lingkung
termasuk media cetak an sekitar
dan elektronik tentang yang
(hubbud-dun-ya, mendukun
hasad, takabur/ujub, g
riya’)

Mengasosiasikan
- Merumuskan kembali
hasil temuan dari
beberapa sumber
belajar tentang
(hubbud-dun-ya,
hasad, takabur/ujub,
riya’)
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan (hubbud-dun-
ya, hasad,
takabur/ujub, riya’)

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuan
penggaliannya
- Menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuan tentang
(hubbud-dun-ya,
hasad, takabur/ujub,
riya’)
1.6.Mengahayati Penghayatan Membimbing Penilaian Diri - -
makna syukur, syukur, qana’ah, penghayatan syukur, Penilaian Teman
qana’ah, rida, ridha, sabar qana’ah ridha, sabar
dan sabar
2.6. Terbiasa Pembiasaan Membiasakan Observasi - -
bersyukur, qana’ah, syukur, qana’ah penghayatan syukur, Catatan/Jurnal
ridha dan sabar ridha, sabar Qana’ah, Ridha, sabar
dalam kehidupan
3.6. Memahami a. Bersyukur Mengamati Tugas: 2 TM - Buku
makna syukur, b. Qana’ah - Mengamati gambar - Mengumpulkan (45x4) pedoman
qana’ah, ridha dan c. Ridha tentang siswa yang bahan/informasi dari Guru
sabar d. Sabar berhubunngan denga berbagai sumber tentang Mapel
(syukur, qana’ah, (syukur, qana’ah, ridha dan Akidah
ridha dan sabar) sabar) Akhlak
- Siswa menyimak - Diskusi kelompok membahas MA,
pengantar dari guru hasil penggaliannya tentang Kemenag
mengenai akhlak makna (syukur, qana’ah, RI, 2014
terpuji secara umum ridha dan sabar) - Buku
- Mempresentasikan laporan pegangan
Menanya
hasil diskusi tentang makna Siswa
- Siswa memberi
(syukur, qana’ah, ridha dan Mapel
komentar atau
menanya terhadap sabar) Akidah
gambar yang diamati Observasi Akhlak
- Guru mempersilahkan Menilai keaktifan siswa dalam MA,
siswa lain untuk mengikuti proses pembelajaran Kemenag
menanggapi di dalam kelas atau saat RI 2014
pertanyaan temannya mengerjakan tugas - AL-
- Guru memberi Qur’an
apresiasi atas Portofolio dan
pertanyaan dan Menilai hasil pekerjaan Terjemah
tanggapan dari siswa individu maupun kelompok nya
tentang makna (syukur, - Buku
Mengeksplorasi
qana’ah, ridha dan sabar) penunjang
- Menentukan sumber
lainnya
informasi berkaitan
Tes Tulis/Lisan yang
dengan (syukur,
Menilai proses dan hasil relevan
qana’ah, ridha dan
belajar secara individu tentang - Media
sabar)
makna (syukur, qana’ah, ridha cetak dan
- Mengumpulkan
dan sabar) elektronik
informasi dari
sesuai
berbagai sumber
termasuk media mater
- Cetak dan elektronik - Lingkung
tentang makna an sekitar
(syukur, qana’ah, yang
ridha dan sabar) mendukun
g
Mengasosiasikan
- Merumuskan kembali
hasil dari temuan
beberapa sumber
belajar tentang
(syukur, qana’ah,
ridha dan sabar)
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan makna
(syukur, qana’ah,
ridha dan sabar)

Mengkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan materi
tentang perilaku
(syukur, qana’ah,
ridha dan sabar)
berdasarkan hasil
temuan dari beberapa
sumber belajar
- Menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuan tentang
makna (syukur,
qana’ah, ridha dan
sabar) di depan kelas.
1.7.Menghayati Penghayatan adab Membimbing Penilaian Diri - -
adab kepada kepada orang tua penghayatan adab Penilaian Teman
orang tua dan dan guru kepada orang tua dan
guru guru
2.7. Terbiasa Pembiasaan Membiasakan akhlak Observasi - -
berakhlak terpuji akhlak terpuji terpuji kepada orang tua Catatan/Jurnal
kepada orang tua kepada orang tua dan guru
dan guru dalam dan guru
kehidupan sehari-
hari
3.7. Memahami a. adab terhadap Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
adab kepada orang orang tua dan - Mengamati gambar Learning - Mengumpulkan bahan/ (45X4) pedoman
tua dan guru adab terhadap yang berhubungan informasi dari berbagai Guru
guru dengan adab kepada sumber tentang adab atau Mapel
orang tua dan guru etika pergaulan Akidah
- Siswa menyimak - Diskusi kelompok membahas Akhlak
pengantar dari guru hasil penggaliannya tentang MA,
mengenai adab atau adab terhadap orang tua dan Kemenag
tata krama adab terhadap guru RI, 2014
- Mempresentasikan laporan - Buku
Menanya
hasil diskusi tentang adab pegangan
- Memberi komentar
orang tua dan adab terhadap Siswa
atau menanya
guru Mapel
terhadap gambar yang
Akidah
diamati Observasi
Akhlak
- Guru mempersilahkan Menilai keaktifan siswa dalam
siswa lain untuk mengikuti proses pembelajaran MA,
menanggapi di dalam kelas atau saat Kemenag
pertanyaan temannya mengerjakan tugas. RI 2014
- Guru memberi - AL-
tanggapan atas Portofolio Qur’an
pertanyaan dan Menilai hasil pekerjaan dan
tanggapan dari siswa individu maupun kelompok Terjemah
tentang adab terhadap orang nya
Mengeksplorasi
tua dan adab terhadap guru. - Buku
- Menentukan sumber
penunjang
informasi berkaitan
Tes Tulis/Lisan lainnya
dengan adab terhadap
Menilai proses dan hasil yang
orang tua dan guru
belajar secara individu tentang relevan
- Mengumpulkan
adab terhadap orang tua dan - Media
informasi dari
adab terhadap guru. cetak dan
berbagai sumber
elektronik
termasuk media cetak
sesuai
dan elektronik tentang
materi
adab terhadap orang
- Lingkung
tua dan guru
Mengasosiasikan an sekitar
- Mencari hubungan yang
antara adab terhadap mendukun
orang tua dan adab g
terhadap guru
- Menganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan adab terhadap
orang tua dan
terhadap guru

Mengkomunikasikan
- mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuan
penggaliannya
- menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuan tentang adab
terhadap orang tua
dan adab terhadap
guru.
1.8.Menghayati Penghayatan Membimbing Penilaian Diri - -
kisah kisah keteladanan penghayatan kisah Penilaian Teman
keteladanan Nabi Yusuf keteladanan Nabi Yusuf
Nabi Yusuf a.s.
2.8. Meneladani Teladan sifat-sifat Membiasakan Observasi
sifat-sifat utama utama Nabi Yusuf meneladani sifat-sifat Catatan/Jurnal
Nabi Yusuf a.s. a.s. utama Nabi Yusuf a.s.
3.8. Menganalisis a. akhlak utama Mengamati Discovery Tugas: 2 TM - Buku
kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. - Menyimak beberapa Learning - Mengumpulkan bahan/ (45X4) pedoman
Nabi Yusu a.s. pada saat ayat yang berkaitan informasi dari berbagai Guru
menghadapi dengan kisah Nabi sumber tentang kisah Nabi Mapel
cobaan Yusuf a.s. Yusuf a.s. Akidah
b. akhlak utama - Menyimak - Diskusi kelompok membahas Akhlak
Nabi Yusuf a.s. terjemahan dari ayat- hasil penggaliannya tentang MA,
pada saat jaya ayat tersebut kisah Nabi Yusuf A.S. Kemenag
c. Ibrah dari kisah - Memperhatikan - Mempresentasikan laporan RI, 2014
Nabi Yusuf a.s. kandungan yang hasil diskusi tentang kisah - Buku
terdapat dalam ayat- Nabi Yusuf a.s. pegangan
ayat tersebut Siswa
Observasi Mapel
Menanya
Menilai keaktifan siswa dalam Akidah
- Siswa menanyakan
mengikuti proses pembelajaran Akhlak
mengenai kandungan
didalam kelas atau saat MA,
dari ayat-ayat tersebut
mengerjakan tugas Kemenag
- Siswa lainnya
RI 2014
memberi tanggapan
Portofolio - Al-Qur’an
atas pertanyaan yang
Menilai hasil pekerjaan indivu dan
muncul
maupun kelompok tentang Terjemah
- Guru memberi
kisah Nabi Yusuf a.s. nya
apresiasi atau
- Buku
tanggapan terhadap
Tes Tulis/Lisan penunjang
pertanyaan yang
Menilai proses dan hasil lainnya
muncul serta terhadap
belajar secara individu tentang yang
tanggapan dari siswa
kisah Nabi Yusuf a.s. relevan
lainnya
- Media
Mengeksplorasi cetak dan
- Menentukan sumber elektronik
informasi berkaitan sesuai
dengan kisah mater
keteladana Nabi - Lingkung
Yusuf a.s. an sekitar
- Mengumpulkan yang
informasi dari mendukun
berbagai sumber g
termasuk media cetak
dan elektronik tentang
kisah Nabi Yusuf a.s

Mengasosiasikan
- Manganalisis hasil
temuannya berkaitan
dengan kisah Nabi
Yusuf a.s.

Menkomunikasikan
- Mempresentasikan
kesimpulan
berdasarkan hasil
temuan
penggaliannya dari
beberapa sumber
belajar
- Menyampaikan hasil
belajar atau hasil
temuan tentang kisah
Nabi Yusuf a.s. di
depan kelas

Jepara, 12 Agustus 2017

Mengetahui,
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Nindomudin, S.Pd.I Hasan Mustofa, S.Ag.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Memahami Akidah Islam
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai)
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1. Meyakini kesempurnaan akidah Islam
2.1. Memiliki akidah yang kukuh dalam kehidupan sehari-hari
3.1. Memahami Akidah Islam dan metode peningkatan kualitasnya
4.1. Mempraktikkan metode-metode peningkatan kualitas iman / akidah
islamiyah

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Mendiskripsikan tentang pengertian akidah
2. Mengkaji literatur dan mengidentifikasi dalil / argument tentang akidah
3. Mendiskripsikan tujuan akidah Islam
4. Mendiskripsikan prinsip prinsip akidah dalam kehidupan
5. Mempresentasikan hasil diskusi tentang pengertian akidah
6. Mendemostrasikan bacaan tartil dalil naqli tentang akidah Islam
7. Menyajikan/ mempresentasikan hasil diskusi tentang tujuan akidah Islam

D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui hakekat manusia
sebagai makhluk beragama (ber-Tuhan) dengan baik
2. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui pentingnya akidah
pada diri manusia dengan baik.
3. Melalui studi literatur peserta didik mampu mendiskripsikan pengertian
akidah dengan baik
4. Melalui studi literatur peserta didik mampu mengidentifikasi dalil /
argument tentang akidah dengan benar
5. Melalui studi literatur peserta didik mampu membaca dengan tartil dalil
dalil naqli tentang akidah dengan benar
6. Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi tujuan akidah
Islam dengan benar.
7. Melalui membaca dan diskusi peserta didik mampu mendiskripsikan
prinsip prinsip akidah dalam kehidupan dengan benar.
E. Materi Pokok
1. Pengertian Aqidah
Akidah berakar dari kata ’aqada yang berarti tali pengikat sesuatu
dengan yang lain, sehingga menjadi satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Jika masih dapat dipisahkan berarti belum ada pengikat dan
sekaligus berarti belum ada akidahnya. Dalam pembahasan yang masyhur
akidah diartikan sebagai iman, kepercayaan atau keyakinan.
Mahmut Syaltut menyampaikan bahwa akidah adalah pondasi yang
di atasnya dibangun hukum syariat. Syariat merupakan perwujudan dari
akidah. Oleh karena itu hukum yang kuat adalah hukum yang lahir dari
akidah yang kuat. Tidak ada akidah tanpa syariat dan tidak mungkin
syariat itu lahir jika tidak ada akidah.
Ilmu yang membahas akidah disebut ilmu akidah. Ilmu akidah
menurut para ulama’ adalah sebagai berikut:
a. Syekh Muhammad Abduh mengatakan ilmu akidah adalah ilmu yang
membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib tetap ada
pada-Nya, juga membahas tentang rasul-rasul-Nya, meyakinkan
mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada mereka, apa yang boleh
dihubungkan pada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkan
kepada diri mereka.
b. Sedang Ibnu Khaldun mengartikan ilmu akidah adalah ilmu yang
membahas kepercayaan-kepercayaan iman dengan dalil-dalil akal dan
mengemukakan alasan-alasan untuk menolak kepercayaan yang
bertentangan dengan kepercayaan golongan salaf dan ahlissunnah.
c. Kemudian Syekh Husin mengartikan ilmu akidah adalah ilmu yang
membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan
keagamaan (Islam) dengan bukti-bukti yang yakin.
Dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu akidah
adalah ilmu yang membicarakan segala hal yang berhubungan dengan
rukun iman dalam Islam dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang
meyakinkan. Semua yang terkait dengan rukun iman tersebut sudah
disebutkan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 285.
2. Dalil / Argumentasi dalam Akidah
Dalam membahas akidah harus diajukan argumentasi yang benar
yang memadai disebut Dalil. Dalil dalam akidah ada dua yaitu:
a. Dalil Aqli yaitu dalil yang berdasarkan akal pikiran. Yaitu cara
berfikir yang sehat dan benar.
b. Dalil Naqli yaitu dalil yang berdasarkan Al Qur’an dan hadits
3. Tujuan Aqidah Islam
Menurut Syaikh Utsaimin Aqidah Islam mempunyai banyak tujuan
yang baik yang harus dipegang, yaitu:
a. Untuk mengikhlaskan niat dan ibadah kepada Allah satu-satunya.
b. Membebaskan akal dan pikiran dari kegelisahan yang timbul dari
kosongnya hati dari akidah.
c. Ketenangan jiwa dan pikiran, tidak cemas dalam jiwa dan tidak
goncang dalam pikiran.
d. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah
kepada Allah dan bermuamalah dengan orang lain.
e. Bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu dengan tidak
menghilangkan kesempatan beramal baik kecuali digunakannya dengan
mengharap pahala serta tidak melihat tempat dosa kecuali menjauhinya
dengan rasa takut dari siksa.
f. Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memperbaiki individu-
individu maupun kelompok-kelompok serta meraih pahala dan
kemuliaan.
4. Prinsip-prinsip aqidah dalam kehidupan
Prinsip-prinsip aqidah secara keseluruhan tercakup dalam sejumlah
prinsip dari seluruh sistem agama Islam yaitu suatu sistem yang serasi,
koheren, dan terjalin dengan baik. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Pengakuan dan keyakinan bahwa Allah swt adalah Esa. Esa dalam Zat,
Sifat dan Perbuatan-Nya.
b. Pengakuan bahwa para nabi telah diangkat dengan sebenarnya oleh
Allah swt untuk menuntun umatnya.
c. Kepercayaan akan adanya hari kebangkitan.
d. Keyakinan bahwa Allah swt adalah Maha Adil.

F. Model/Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran :
Model pembelajaran penyelidikan dan penemuan (Inquiry dan Discovery
learning)
2. Metode :
Tanya jawab terbimbing, diskusi dan penugasan

G. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
- Laptop, LCD Proyektor, Slide, Gambar.
2. Sumber Belajar
- Buku Ajar siswa Akidah Akhlak Kelas X
- Buku Siswa Akidah Akhlak Kelas X LKS Hikmah Pendekatan
saintifik 2013

H. Langkah-langkah Pembelajaran
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa.
b. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
c. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
untuk mengetahui pengetahuan awal
peserta didik, misalnya sebagai berikut:
- Apakah yang kalian ketahui tentang
aqidah itu ?
- Mengapa kita harus yakin adanya sang
kholiq (Allah)?
d. Guru menyampaikan materi pokok :” hari
ini kita akan belajar tentang akidah dan
prinsip-prinsip Akidah Islam.
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
f. Guru menyampaikan rencana kegiatan
pembelajaran:
 Peserta didik dikelompokkan ke dalam
beberapa kelompok, disesuaikan
dengan cakupan materi.
 Tiap kelompok diberi bagian materi
yang berbeda.
 Tiap orang dalam kelompok diberi
bagian materi yang ditugaskan.
Kegiatan Inti Mengamati 70 menit
- Mengamati tayangan gambar / video
tentang akidah dalam kehidupan.
Menanya
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang pengertian akidah Islam.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan dalil
naqli tentang akidah Islam.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang tujuan akidah Islam.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang prinsip-prinsip akidah Islam.
Mengumpulkan data
- Membaca beberapa buku ajar tentang
akidah Islam dan prinsip-prinsip Akidah
Islam.
- Diskusi tentang pengertian akidah Islam
- Diskusi tentang dalil naqli yang
membahas masalah akidah.
- Diskusi tentang tujuan akidah Islam.
Mengasosiasi (menalar)
- Menelaah dalil naqli (al quran dan hadits)
tentang akidah Islam.
- Menyimpulkan tentang pengertian akidah
Islam.
- Menyimpulkan tentang tujuan akidah
Islam.
- Menyimpulkan tentang prinsip-prinsip
Akidah Islam.
Mengkomunikasikan
- Siswa mendemonstrasikan bacaan tartil
dalil naqli tentang akidah Islam.
- Siswa mempresentasikan tentang
pengertian akidah, dalil, tujuan dan
prinsip-prinsip Akidah Islam dengan sudut
pandang masing-masing.
- Menanggapi hasil presentasi / diskusi dari
masing masing siswa ke yang lainnya.
- Semua peserta didik membuat resume
tentang hasil diskusi.
Penutup a. Guru menguatkan dan melengkapi hasil 10 menit
presentasi serta memberikan reward
kepada kelompok.
b. Guru memberi evaluasi.
c. Guru memberikan tugas untuk pertemuan
berikutnya.
d. Guru menyampaikan salam penutup.

I. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
- Pengamatan Sikap - Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
- Tes Tertulis - Tes Uraian

2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
Aspek Sikap Religi
No Nama Peserta didik Skor
1 2 3 4

Keterangan Penskoran:
4 = Apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
3 = Apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan
kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap
2 = Apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek
sikap dan sering tidak sesuai aspek sikap
1 = Apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek
sikap.

b. Penilaian Pengetahuan
Instrumen Esai
1. Jelaskan tentang pengertian Aqidah Islam
2. Menjelaskan tentang Dalil/Landasan dalam Aqidah
3. Jelaskan apa sajakah Prinsip-Prinsip Aqidah Islamiyah
4. Sebutkan Tujuan mempelajari Akidah Islam
No Kunci Jawaban Soal Esai Skore
1. Aqidah adalah iman atau keyakinan. 5
2. Dalil Aqli: dalil yang didasarkan pada akal pikiran 15
yang sehat dan benar.
Dalil Naqli: dalil yang menjelaskan tentang hal-hal
yang tidak dapat dijangkau oleh akal, dan cukup
diyakini keberadaannya yang tertuang dalam Al-
Qur’an dan Hadist.
3. Aqidah Islamiyah mempunyai prinsip; Tiada Tuhan 15
selain Allah (Esa), Tuhan tidak dilahirkan dan tidak
pula melahirkan, agama yang benar adalah Islam.
4. Meluruskan niat dalam ibadah hanya kepada Allah 15
SWT membersihkan kegelisahan dan kegalauan jiwa.
Bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah.
Meraih kebahagian dunia dan akhirat.
Jumlah skor maksimal 50

Bangsri, 14 Agustus 2017


Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Mustofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Memahami Akidah Islam
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

J. Kompetensi Inti
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
K. Kompetensi Dasar
1.2. Meyakini kesempurnaan akidah Islam
2.1. Memiliki akidah yang kukuh dalam kehidupan sehari-hari
3.1. Menganalsis akidah Islam dan metode peningkatan kualitasnya
4.1. Mempraktikkan metode-metode peningkatan kualitas iman/ akidah
islamiyah

L. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini ajaran tauhid dalam
kehidupan sehari-hari
2. Menunjukkan sikap jujur, disiplin dan toleran dalam akidah pada
kehidupan sehari hari
3. Mendiskripsikan ruang lingkup Akidah Islam
4. Mendeskripsikan metode peningkatan kualitas akidah
5. Menyajikan/ mempresentasikan hasil diskusi tentang ruang lingkup
Akidah Islam
6. Menerapkan kualitas akidah dalam kehidupan
7. Mempraktekkan dan meningkatkan metode metode peningkatan kualitas
akidah

M. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengidentifikasi keberadaan
dan perkembangan akidah pada kehidupan manusia dengan baik.
2. Melalui membaca dan diskusi peserta didik mampu mendiskripsikan
ruang lingkup akidah dalam kehidupan dengan benar.
3. Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi metode metode
peningkatan kualitas akidah dalam kehidupan dengan baik.
4. Melalui pengamatan peserta didik mampu menerapkan akidah yang
kokoh dan berkualitas dalam kehidupan dengan baik
N. Materi Pelajaran
5. Ruang lingkup Akidah Islam
Menurut Hasan al-Banna, ruang lingkup pembahasan Aqidah
Islamiyah meliputi:
a. Ilahiyat: pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan Allah.
b. Nubuwat: pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan Nabi dan Rasul.
c. Ruhaniyat: pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan alam metafisik.
d. Sam’iyyat: pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa
diketahui lewat sam’i.
Disamping ruang lingkup diatas, pembahasan mengenai Akidah
Islam juga bbisa dilihat dalam rukun iman yang enam, yaitu: iman kepada
Allah, Malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul Allah, hari akhir
dan iman kepada Qada’ dan Qadar.
6. Metode-metode peningkatan kualitas akidah
Metode-metode untuk meningkatkan aqidah agar tetap kokoh dan
tak tergoyahkan adalah:
a. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
b. Mendalami ilmu agama dan ilmu lain yang mendukungnya
c. Banyak melakukan amal saleh yag sesuai dengan syari’ah islam
d. Menghayati keagungan dan kekuasaan Allah melalui ayat-ayatnya
baik qouliyah maupun kauniyah
e. Memperbanyak ibadah baik mahdhah maupun ghairu mahdhah
f. Menanamkan kalimat tauhid.
7. Kualitas aqidah dalam kehidupan
Kualitas aqidah dalam kehidupan amat ditentukan oleh keteguhan
keimanan seseorang. Pembahasan pokok aqidah Islam seperti yang
tercakup dalam rukun iman dan bagaimana mengaplikasikan rukun iman
itu dalam kehidupan, bisa menjadi tolok ukur dari kualitas aqidah
seseorang.

O. Model/Metode Pembelajaran
3. Model Pembelajaran :
Model pembelajaran penemuan (Discovery learning)
4. Metode :
Tanya jawab terbimbing, diskusi dan penugasan.

P. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
i. Laptop, LCD Proyektor, Slide, Gambar.
2. Sumber Belajar
i. Buku ajar siswa Akidah Akhlak Kelas X.
ii. Buku siswa Akidah Akhlak kelas X LKS Hikmah Pendekatan
saintifik 2013.

Q. Langkah-langkah Pembelajaran
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa.
b. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
c. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
terkait materi yang disampaikan
sebelumnya untuk menghubungkan
dengan materi berikutnya.
d. Guru menyampaikan materi pokok :” hari
ini kita akan belajar tentang ruang lingkup
akidah dan metode peningkatan Aqidah
dan kualitas Aqidah dalam kehidupan.
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
f. Guru mengajak siswa untuk menentukan
metode dan kontrak belajar.
Kegiatan Inti Mengamati 70 menit
- Mengamati tayangan gambar / video
tentang kualitas akidah / keimanan
seseorang.
Menanya
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang ruang lingkup akidah Islam.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang metode peningkatan akidah.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang kualitas akidah dalam kehidupan.
Mengumpulkan data
- Membaca buku ajar tentang ruang lingkup
akidah Islam, metode peningkatan dan
kualitas Aqidah dalam kehidupan.
- Diskusi tentang ruang lingkup akidah
Islam.
- Diskusi tentang metode peningkatan
akidah.
- Diskusi tentang kualitas Aqidah dalam
kehidupan.
Mengasosiasi (menalar)
- Menyimpulkan tentang ruang lingkup
Akidah Islam.
- Menyimpulkan tentang metode
peningkatan akidah Islam.
- Menyimpulkan tentang kualitas Aqidah
dalam kehidupan.
Mengkomunikasikan
Masing masing kelompok :
- Menyajikan hasil diskusi tentang materi
yang telah dibagikan.
- Menanggapi hasil presentasi/ diskusi dari
masing masing kelompok oleh kelompok
lain.
- Semua peserta didik menyimpulkan dan
membuat resume tentang hasil diskusi.
Penutup a. Guru menguatkan dan melengkapi hasil
presentasi serta memberikan reward
kepada kelompok.
b. Guru memberi evaluasi.
c. Guru memberikan penjelasan tentang
materi pada pertemuan berikutnya.
d. Guru menyampaikan salam penutup.

R. Penilaian
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
- Pengamatan Sikap - Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
- Tes Unjuk Kerja - Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik
- Tes Tertulis - TTS
2. Contoh Instrumen
a. Penilaian Sikap
Perilaku yang diamati pada
pembelajaran

Menghargai orang lain

Menanggapi pendapat

Mengajukan gagasan/
Bekerja sama dalam
Aktif melaku kan

Komunikasi

siswa lain
No Nama

kegiatan

ide baru
Disiplin

diskusi
1
2
3

b. Penilaian Unjuk Kerja


Kesesuaian
No. Pernyataan Tindakan Kerja
Ya Tidak
1. Siswa mampu memaparkan hasil penelitian di
lingkungan desanya (kualitas aqidah dalam
kehidupan)
2. Siswa mampu menyebutkan jenis dan metode
peningkatan aqidah Islamiyah
3. Siswa mampu menggambarkan fenomena alam
(kosmologi) dengan puncak keTuhanan
4. Siswa mampu menceritakan kembali metode
peningkatan akidah
5. Siswa mampu membuat rencana tindak lanjut
dalam menerapkan metode peningkatan akidah
Jumlah skor
c. Penilaian Pengetahuan

1.K

1. F 2. I T R A H 3.
M
L K 4. A I

A I Z Z

H N 5. J 2. A K A L

3.N A B I 4.D A L I L N N

Y N W

5. I M A N 6. A 6. Q L I

T O

7. T U

A L

7. K A U N I Y A H

Mendatar:

1. Sesuatu yang dibawa manusia sejak lahir

2. yang berperan penting dalam masalah akidah

3. Salah satu bahasan lingkup Aqidah Islam Nubuwat

4. Landasan mempelajari ilmu Aqidah

5. Aqidah Islamiyah mengikuti sistematika rukun

6. Dalil yang didasarkan pada akal pikiran


7. Ayat yang terkait dengan alam semesta

Menurun:

1. Aqidah secara bahasa

2. Ruang lingkup Aqidah Islamiyah tentang keTuhanan

3. Timbangan amal baik dan buruk

4. Dikumandangkan pada telinga kanan

5. Aqidah mendatangkan ketentraman

6. Dzikir Ucapan

7. Laa ilaaha illa Allah

Bangsri, 21 Agustus 2017

Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Musthofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’xari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Tauhid
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

S. Kompetensi Inti
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
I.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
K
I.4 abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
T. Kompetensi Dasar
1.2. Meyakini ajaran tauhid dalam kehidupan sehari-hari
2.2. Terbiasa bertauhid dalam kehidupan sehari-hari
3.2. Menganalisis konsep tauhid dalam Islam
4.2. Menunjukkan contoh prilaku bertauhid dalam Islam

U. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini ajaran tauhid dalam kehidupan
sehari-hari
2. Menunjukkan sikap jujur, disiplin dan toleran dalam kehidupan sehari
hari
3. Mendiskripsikan pengertian tauhid
4. Mengidentifikasi ruang lingkup tauhid
5. Mengidentifikasi ilmu kalam

V. Tujuan Pembelajaran
8. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui hakekat manusia
sebagai makhluk beragama (ber-Tuhan) dengan benar.
9. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui pentingnya
bertauhid dengan benar.
10. Melalui studi literatur peserta didik mampu mendiskripsikan pengertian
tauhid.
11. Melalui pembelajaran peserta didik mampu mengidentifikasi ruang
lingkup dan ilmu kalam.

W. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Tauhid
Menurut bahasa kata tauhid berasal dari bahasa Arab tawhid bentuk
masdar (infinitif) dari kata wahhada, yang artinya al-i’tiqaadu
biwahdaniyyatillah (keyakinan atas keesaan Allah). Sedangkan pengertian
secara istilah tauhid ialah meyakini bahwa Allah swt itu Esa dan tidak ada
sekutu bagi-Nya. Kesaksian ini dirumuskan dalam kalimat syahadat. Laa
ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah).
Tauhid artinya mengesakan Allah. Esa berarti tidak berbilang.
Allah tidak boleh dihitung dengan satu, dua atau seterusnya, karena kepada-
Nya tidak layak dikaitkan dengan bilangan. Salah satu ayat yang
menjelaskan tentang keesaan Allah yaitu surat al-Ikhlas ayat 1-4.
2. Ruang lingkup tauhid
Pokok-pokok pembahasan yang menjadi ruang lingkup ilmu tauhid
meliputi tiga hal sebagai berikut:
a. Ma’rifat al-mabda’ yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan
tentang pencipta alam Allah swt. Hal ini sering diartikan dengan wujud
yang sempurna, wujud mutlak atau wajibul wujud.
b. Ma’rifat al-watsiqah yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan
tentang para utusan Allah swt yang menjadi utusan dan perantara Allah
swt dengan umat manusia untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya,
tentang kitab-kitab Allah yang dibawa oleh para utusan-Nya dan
tentang para malaikat-Nya.
c. Ma’rifat al-ma’ad yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan akan
adanya kehidupan abadi setelah mati di alam akhirat dengan segala hal
ihwal yang ada di dalamnya.
3. Ilmu kalam
Kata kalam berarti perkataan atau kata-kata yang tersusun yang
menunjukkan suatu maksud pengertian. Kemudian dipakai untuk
menunjukkan salah satu sifat Allah yaitu berkata-kata. Jadi ilmu kalam
adalah ilmu tentang kalam Allah.
X. Model/Metode Pembelajaran
5. Model Pembelajaran :
Model pembelajaran penemuan (Discovery learning)
6. Metode :
Snowball Throwing, Everyone is a Teacher Here

Y. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
i. Kertas HVS, Kertas warna, bola.
2. Sumber Belajar
i. Buku Ajar siswa Akidah Akhlak kelas X
ii. Buku siswa Akidah Akhlak kelas X LKS Hikmah pendekatan saintifik
2013

Z. Langkah-langkah Pembelajaran
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan g. Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa
h. Guru mengecek kehadiran peserta didik
i. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
untuk mengetahui pengetahuan awal
peserta didik tentang tauhid, misalnya
sebagai berikut:
- Apakah yang kalian ketahui tentang
tauhid dan ilmu tauhid ?
- Mengapa kita harus meyakini bahwa
Tuhan itu satu ?
- Anak-anak coba bayangkan,
bagaimaba seumpama penguasa itu
lebih dari satu ?
- Bagaimana cara mebuktikan menurut
logika bahwa Tuhan itu Esa?
j. Guru menyampaikan materi pokok :” hari
ini kita akan belajar tentang konsep tauhid
dalam Islam.
k. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
l. Guru mengajak siswa untuk menentukan
metode dan kontrak belajar, yaitu dengan
menggunakan metode Snowball
Throwing, Everyone is a Teacher Here
Kegiatan Mengamati 70 menit
Inti - Mengamati tayangan gambar yang ada di
LKS siswa
Menanya
- Peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang pengertian tauhid, ruang lingkup
tauhid dan ilmu kalam dalam selembar
kertas yang telah disediakan.
Mengumpulkan data
- Membaca buku ajar tentang tauhid dalam
Islam.
- Membaca materi tentang pengertian,
ruang lingkup dan ilmu kalam.
Mengasosiasi (menalar)
- Siswa merespon pertanyaan dari siswa
lain tentang pengertian, ruang lingkup dan
ilmu kalam.
Mengkomunikasikan
- Masing masing siswa menyajikan
pendapatnya terkait dengan soal yang
diberikan siswa lain
- Siswa menanggapi hasil presentasi dari
masing masing siswa
Penutup a. Guru menguatkan dan melengkapi hasil 10 menit
presentasi serta memberikan reward
kepada siswa
b. Guru memberi evaluasi
c. Guru memberikan tugas untuk pertemuan
berikutnya
d. Guru menyampaikan salam penutup

AA. Penilaian
2. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
- Pengamatan Sikap - Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
- Tes Tertulis - Tes Uraian dan Pilihan

3. Contoh Instrumen
a. Penilaian Sikap
Perilaku yang diamati pada
pembelajaran
Menghargai orang lain

Menanggapi pendapat

Mengajukan gagasan/
Bekerja sama dalam
Aktif melaku kan

Komunikasi

siswa lain

No Nama
kegiatan

ide baru
Disiplin

diskusi

1
2
3
4
b. Penilaian Pengetahuan
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d atau e, di depan
jawaban yang paling benar !
1. Menurut bahasa kata tauhid berasal dari bahasa Arab tawhid bentuk
masdar (infinitif) dari kata wahhada, yang artinya al-i’tiqaadu
biwahdaniyyatillah. Maknanya adalah...
a. keyakinan atas keesaan Allah
b. kemurnian atas keesaan Allah
c. ke-Maha Esaan Allah
d. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa
e. Tidak ada Tuhan selain Allah
2. Orang yang bertauhid disebut...
a. Mukmin
b. Muslim
c. Musyrik
d. Muwahhid
e. Munafiq
3. Ilmu tauhid juga disebut dengan ilmu ushuluddin, yang artinya...
a. Ilmu yang membahas tentang kepercayaan kepada yang
ghaib
b. Ilmu yang membahas masalah-masalah yang berhubungan
dengan keyakinan
c. Ilmu yang obyek utamanya adalah masalah ketuhanan
d. ilmu tentang pokok-pokok agama.
e. Ilmu tentang ketuhanan
4. Ilmu tauhid dinamakan juga dengan ilmu kalam karena salah satu
alasan seperti berikut ini...
a. Ilmu kalam itu sama dengan filsafat Barat
b. Karena cara pembuktian kepercayaan dalam agama
menyerupai logika dalam filsafat
c. Karena cara pembuktian keyakinan menyerupai agama lain
d. Karena dalil-dalil yang digunakan adalah dalil naqli
e. Karena ilmu membahas masalah-masalah ketuhanan
5. Dengan tauhid yang kuat akan menumbuhkan sikap kesungguhan,
pengharapan dan optimisme di dalam hidup ini. Hal ini disebabkan
karena...
a. Orang yang bertauhid kecintaannya kepada dunia tidak akan
mengganggu kecintaannya kepada Allah
b. Orang yang bertauhid meyakini bahwa kehidupan dunia adalah
ladang akhirat.
c. Sebab kecintaannya kepada sesama makhluk akan
mengantarkannya kepada kedekatan kepada Allah
d. Sebab keyakinannya kepada Allah swt tidak akan membawa
perubahan apapun dalam hidupnya
e. Allah tidak peduli apakah orang itu sungguh-sungguh atau
tidak.

Contoh Instrumen Esai


1. Apa yang dimaksud dengan ilmu tauhid secara istilah?
2. Sebutkan nama –nama lain ilmu tauhid !
3. Tunjukkan perilaku orang yang bertauhid
4. Jelaskan salah satu makna dari kalimat La Ilaaha Illallah
5. Mengapa ilmu tauhid disebut dengan ilmu ilahiah?
Jelaskan !

Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda


1. A 2.D 3.D 4.B 5.B
No Kunci Jawaban Soal Esai Skore
1. pengertian tauhid secara istilah ialah meyakini 10
bahwa Allah swt itu Esa dan tidak ada sekutu
bagi-Nya.
2. Nama-nama lain ilmu tauhid adalah Ilmu 10
ushuludin, Ilmu aqaid, ilmu kalam dan ilmu
ilahiah
3. Orang berperilaku tauhid adalah orang yang 10
mengucapkan dua kalimah syahadat, orang
yang beribadah dan berakhlakul karimah
4. Makna dari kalimat La Ilaaha Illallah adalah 10
Tidak ada Tuhan selain Allah.
5. Ilmu Tauhid disebut dengan ilmu Ilahiah 10
karena membahas tentang Ketuhanan.

Jumlah skor maksimal 50

Bangsri, 28 Agustus 2017

Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Mustofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Tauhid
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

BB. Kompetensi Inti


KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
CC. Kompetensi Dasar
1.2. Meyakini ajaran tauhid dalam kehidupan sehari-hari
2.2. Terbiasa bertauhid dalam kehidupan sehari-hari
3.2. Menganalisis konsep tauhid dalam Islam
4.2. Menunjukkan contoh prilaku bertauhid dalam Islam

DD. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini ajaran tauhid dalam kehidupan
sehari-hari
2. Menunjukkan sikap jujur, disiplin dan toleran dalam kehidupan sehari
hari
3. Menjelaskan makna kalimat tauhid
4. Menjelaskan macam-macam Tauhid
5. Menelaah hikmah dan Manfaat orang bertauhid
6. mengidentifikasi dan mengamati bahaya orang tidak bertauhid

EE. Tujuan Pembelajaran


1. Melalui membaca peserta didik dapat Melafalkan dan Memahami Makna
Kalimat Tauhid dengan benar.
2. Melalui membaca dan Tanya jawab peserta didik dapat Menyebutkan
Macam macam Tauhid dengan benar
3. Melalui pengamatan peserta didik dapat Menyebutkan hikmah dan
manfaat bertauhid dengan benar
4. Melalui pengamatan peserta didik dapat mengidentifikasi bahaya tidak
bertauhid dengan benar

FF. Materi Pembelajaran


1. Memahami Makna Kalimat Tauhid
Al-ilah adalah Zat yang harus dipertuhankan dengan sepenuh hati
bahwa Dia penuh cinta (mahabbah), ampunan (inabah) kemuliaan
(ikram), kebesaran (adzim). Laa ilaaha Illalah merupakan ucapan yang
sangat benar dan penuh kejujuran. Orang yang mengucapkan kalimat Laa
ilaaha illallah tanpa memahami dan mengamalkan isinya maka
kesaksiannya itu akan sia-sia dan tidak memberi manfaat kepadanya.
Masih banyak ummat Islam yang belum memahami makna
syahadat. Oleh karena itu mereka masih bersedia mempercayai tuhan
selain Allah. Mereka tidak menyadari bahwa perbuatan mengkeramatkan
kuburan, senjata seperti keris, batu-batuan jin adalah perbuatan sesat.
Secara garis besar kalimat Laa ilaaha illallah mempunyai beberapa
pengertian:
a. ‫َق إِ اال هللا‬
ٍّ ‫ الَ َم ْعبُ ْو َد ِبح‬artinya hanya Allah yang berhak dan pantas untuk
disembah
b. Hukum yang mutlak bersumber dariNya.
c. Tidak ada penguasa mutlak kecuali Allah, Dialah Rabb semesta
alam, pengusa dan pengatur
d. Tidak ada pencipta di dunia ini kecuali Dia
e. Tidak ada yang bisa memberi rizki selain Allah
f. Tidak ada ilah yang dapat menghidupkan dan mematikan kecuali Dia
g. Tidak ada yang bisa mendatangkan manfaat dan Madharrat selain
Dia yang maha kuasa.
h. Tidak ada daya dan kekuatan selain kekuasaan Allah
i. Tidak ada tempat berserah diri kecuali kepada Allah
j. Tidak ada yang bisa mengabulkan do’a kecuali Allah
k. Tidak ada agama selain agama Allah
l. Hanya kepada Allah saja kita takut (khawatir akan adzab-Nya)
m. Allah sajalah yang menjadi pusat kerinduan
2. Macam-macam tauhid
Menurut Mutakallimin bahwa Tauhid dibagi menjadi beberapa
macam, diantaranya sebagai berikut:
a. Tauhid Rububiyyah
Perkataan rububiyyah bersal dari kata rabb berarti pecipta dan
mengatur segala yang ada ini. Dengan demikian, pengertian tauhid
rububiyyah itu ialah pengakuan yang buat atau keyakinan yang penuh
pada Allah sajalah yang mengatur dan menciptakan alam semesta ini,
baik alam nyata maupun alam ghaib. Hendaklah diyakinkan bahwa
seluruh makhluk yang ada ini adalah ciptaan Allah sendiri tanpa ada
pemabantu-Nya, karena Allah esa dari segala-galanya; Allah itu esa
zat-Nya, sifat, dan prbuatan-Nya.
b. Tauhid Asma’ Wa Sifat.
Tauhid asma’ was shifat adalah menetapkan nama-nama dan sifat-
sifat Allah sesuai dengan apa yang telah disifati oleh Allah untuk diri-
Nya di dalam Al-Quran atau yang telah ditetapkan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam As-Sunnah yang shahih tanpa
takwil (menyelewengkan makna), tanpa tafwidh (menyerahkan
makna), tanpa tamtsil (menyamakan dengan makhluk) dan tanpa
ta’thil Allah Ta’ala berfirman
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S. Asy-Syuura : 11)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah tabaraka
wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam” (Mutafaqqun
‘Alaih).
Di sini turunnya Allah tidak sama dengan turunnya makhluk-Nya,
namun turunnya Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan dzat
Allah. Ahlussunnah hanya mengimani bahwa Allah memang turun ke
langit dunia. Tapi tidak membahas hakikat bagaimana Allah turun
apalagi menyamakan turunnya Allah dengan turunnya makhluk.
“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Siapa yang menghitungnya maka dia masuk
surga."(Tirmidzi)
c. Tauhid Uluhiyah
Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam ibadah, seperti
berdoa, bernadzar, berkurban, shalat, puasa, zakat, haji dan
semisalnya. Allah Ta’ala berfirman
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah : 163)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Maka hendaklah
apa yang kamu dakwahkan kepada mereka pertama kali adalah
syahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah”
(Mutafaqqun ‘Alaih). Dalam riwayat Imam Bukhari, “Sampai mereka
mentauhidkan Allah”.
Tauhid uluhiyah tidak akan terwujud kecuali dengan dua dasar
sebagai berikut:
 Menjalankan semua macam ibadah hanya keppda allah SWT
bukan kepada yag lain
 Ibadah yang dijalankan harus sesuai dengan perintah dan larangan
Allah SWT
3. Hikmah dan Manfaat Bertauhid
Orang yang bertauhid akan memiliki hikmah yang besar, antara lain:
a. Tauhid yang kuat akan menumbuhkan sikap kesungguhan,
pengharapan dan optimisme di dalam hidup ini. Sebab orang yang
bertauhid meyakini bahwa kehidupan dunia adalah ladang akhirat.
b. Orang yang bertauhid jika suatu saat dikaruniai harta, maka ia akan
menggunakan hartanya itu di jalan Allah. Sebab ia yakin bahwa harta
dan segala yang ada adalah milik Allah.
c. Dengan bertauhid akan mendidik akal manusia supaya berpandangan
luas dan mau mengadakan penelitian tentang alam. Al-Quran telah
memerintahkan kepada kita supaya memperhatikan penciptaan langit,
bumi, dan segala isinya.
d. Orang yang bertuahid akan merendahkan diri dan tidak tertipu oleh
hawa nafsu yang ada pada dirinya. Misalnya, jika ia akan tertipu hawa
nafsu, maka dia segera mengingat bahwa Allah Maha Kaya dan Dia-
lah yang memberinya harta, sehingga dia kembali bersikap pemurah,
mengeluarkan harta, berkorban dan mencintai orang lain.
e. Dengan mentauhidkan Allah, kita akan menjauhkan dirinya dari
angan-angan yang kosong. Semua amal perbuatan manusia akan
dihisab dan dibalas oleh Allah swt.
f. Dengan bertauhid yang benar, kita akan diliputi ketenangan dan
pengharapan. Ia akan merasa tenang setelah mengetahui bahwa Allah
dekat, mengabulkan permohonannya, menerima tobat orang-orang
yang bertobat, dan menolong orang-orang teraniaya. Sesungguhnya
rahmat Allah meliputi segala sesuatu.
g. Orang yang menjaga tauhid-nya akan menjamin seseorang akan
masuk surga, tempat yang penuh dengan kenikmatam
4. Dampak Negatif Orang Tidak Bertauhid
Keimanan yang kuat akan memberikan hikmah dan manfaat yang besar.
Sebaliknya, sikap tidak bertauhid akan mendatang hal-hal negatif,
diantaranya:
a. Orang yang tidak bertauhid tidak akan mempunyai rasa optimisme
dan pengharapan dalam hidup, karena tidak ada dalam benaknya
keyakinan akan adanya kehidupan setelah mati. Orang seperti ini akan
merasa bahwa tidak ada yang perlu dipertanggungjawabkan terhadap
apa saja yang dilakukan selama hidup di dunia. Kematian adalah akhir
dari kehidupan.
b. Orang yang tidak bertauhid akan berpandangan sempit. Tidak ada
dorongan di dalam hatinya untuk melakukan penelitian dan renungan
tentang rahasia di balik kekuasaan Allah swt. Karena ia tidak percaya
terhadap Allah swt. Penghidupannya akan menjadi sempit, seperti
firman Allah swt dalam al-Quran surat Thaha ayat 124:
Artinya:
Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".
c. Orang yang tidak bertauhid akan mudah tertipu oleh hal-hal yang
sifatnya keduniawian. Prinsip hidup orang seperti ini yang penting
senang, tidak peduli apakah hal itu benar atau salah.
d. Orang yang tidak bertauhid akan tertutup hatinya. Jiwanya mengalami
disfungsi. Pesan-pesan Allah tidak akan mampu tertangkap meskipun
Allah begitu dekat. Ibaratnya pesawat televisi yang sedang rusak atau
disfungsi, bagaimanapun dekatnya dengan pusat transmisi tetap saja
tidak bisa menerima sinyal-sinyal gambar atau suara. Allah swt
berfirman dalam al-Quran surat al-Baqarah/2 ayat 7:
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan
penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yang Amat berat.
e. Orang yang tidak bertauhid akan selalu diliputi dengan kegelisahan
dan kegersangan jiwa. Meskipun tampaknya senang, itu hanyalah
tipuan setan dan sifatnya hanyalah sementara. Allah swt berfirman
dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 126:
Artinya:
"Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara,
kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-
buruk tempat kembali".
f. Orang yang tidak bertauhid akan masuk neraka, karena ia akan
terjebak pada praktik kemusyrikan dan kemusyrikan adalah dosa yang
tidak akan diampuni oleh Allah swt.
Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan
(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik
bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia
telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS. An Nisa’/4 ayat 116)
GG. Model dan Metode Pembelajaran
7. Model Pembelajaran :
Model pembelajaran penemuan (Discovery learning)
8. Metode :
Ceramah, Tanya Jawab, Make a Match

HH. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
i. Kartu sifat-sifat Allah dan artinya, white board dan spidol.
2. Sumber Belajar
i. Buku Ajar siswa Akidah Akhlak kelas X
ii. Buku siswa Akidah Akhlak kelas X LKS Hikmah Pendekatan saintifik
2013

II. Langkah-langkah Pembelajaran


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan b. Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa
c. Guru mengecek kehadiran peserta didik
d. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
terkait materi yang disampaikan pada
pertemuan pertama untuk menghubungkan
dengan materi berikutnya.
e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk
mengetahui pengetahuan awal peserta didik ,
misalnya sebagai berikut:
- Apa makna dari kalimat tauhid ?
- Sebutkan apa saja hikmah / dampak
positif dari orang yang hidupnya
bertauhid ?
- Sebutkan apa saja akibat buruk bagi
kehidupan orang yang tidak bertauhid.
Baik didunia maupun diakhirat ?
f. Guru menyampaikan materi pokok :” hari ini
kita akan belajar tentang tauhid dalam Islam.
g. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
h. Guru mengajak siswa untuk menentukan
metode dan kontrak belajar
Kegiatan Mengamati 70 menit
Inti - Mengamati gambar yang menunjukkan
materi tauhid di dalam modul
Menanya
- Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
makna kalimat tauhid.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
macam-macam kalimat tauhid dengan sifat-
sifat Allah.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
dampak positif dari bertauhid.
- Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
dampak negativ bagi orang yang tidak
bertauhid.
- Guru membagikan kartu tentang sifat-sifat
Allah kepada masing-masing siswa untuk
ditelaah.
Mengumpulkan data
- Membaca buku ajar tentang makna tauhid
dalam Islam, macam-macam tauhid, dampak
positif bertauhid dan dampak negatif tidak
bertauhid.
- Mengingat hafalan tentang sifat-sifat Allah
Mengasosiasi (menalar)
- Menyimpulkan tentang makna tauhid dalam
Islam dan macam-macamnya.
- Mengidentifikasi tentang dampak positif dari
bertauhid.
- Mengidentifikasi tentang akibat dari tidak
bertauhid.
- Siswa mengidentifikasi kata kunci yang
berada ditiap kartunya
Mengkomunikasikan
- Menemukan jawaban/ pasangan soal dan
jawaban
- Semua peserta didik mempresentasikan
tentang soal dan jawaban yang telah cocok
Penutup b. Guru menguatkan dan melengkapi hasil 10 menit
presentasi serta memberikan reward kepada
kelompok
c. Guru memberi evaluasi
d. Guru memberikan penjelasan tentang materi
pada pertemuan berikutnya
e. Guru menyampaikan salam penutup

JJ. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
- Pengamatan Sikap - Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
- Tes Tertulis - Tes Uraian
2. Contoh Instrumen
a. Penilaian Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta
didik. Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap spiritual
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = Kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ..............................................


Kelas :X
Tanggal Pengamatan : .......................................................
Sikap yang dinilai : Sikap bertauhid kepada Allah SWT
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan √
sesuatu
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia √
Tuhan
3 Memberi salam sebelum dan sesudah √
menyampaikan pendapat/presentasi
4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan √
maupun tulisan terhadap Tuhan saat
melihat kebesaran Tuhan
5 Patuh menjalankan perintah shalat √
Jumlah Skor 15
Petunjuk Penskoran :
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑥 100 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

b. Penilaian Pengetahuan

Contoh Instrumen Esai


6. Apa yang dimaksud dengan ilmu tauhid secara istilah?
7. Sebutkan nama –nama lain ilmu tauhid !
8. Tunjukkan perilaku orang yang bertauhid
9. Jelaskan salah satu makna dari kalimat La Ilaaha Illallah
10. Mengapa ilmu tauhid disebut dengan ilmu ilahiah? Jelaskan !

No Kunci Jawaban Soal Esai Skore


1. pengertian tauhid secara istilah ialah meyakini bahwa 10
Allah swt itu Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
2. Nama-nama lain ilmu tauhid adalah Ilmu ushuludin, 10
Ilmu aqaid, ilmu kalam dan ilmu ilahiah
3. Orang berperilaku tauhid adalah orang yang 10
mengucapkan dua kalimah syahadat, orang yang
beribadah dan berakhlakul karimah
4. Makna dari kalimat La Ilaaha Illallah adalah Tidak 10
ada Tuhan selain Allah.
5. Ilmu Tauhid disebut dengan ilmu Ilahiah karena 10
membahas tentang Ketuhanan.
Jumlah skor maksimal 50
Bangsri, 04 September 2017

Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Mustofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’ari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Menjadi Hamba Allah yang Berakhlak
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

KK. Kompetensi Inti


KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
LL. Kompetensi Dasar

1.3. Menghayati akhlak Islam dan metode peningkatan kualitasnya


2.3. Terbiasa menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak
3.3. dalam kehidupan
4.3. Menganalisis akhlak Islam dan metode peningkatan kualitasnya
Mempraktikkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak
dalam Islam

MM. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini kebenaran akhlak islami dalam
kehidupan sehari-hari
2. Menunjukkan sikap disiplin dan toleran dalam menerapkan akhlak pada
kehidupan sehari hari
3. Menjelaskan pengertian akhlak
4. Mengidentifikasi bentuk bentuk atau macam macam akhlak
5. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan akhlak, etika, moral dan budi
pekerti

NN. Tujuan Pembelajaran


12. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui hakekat manusia
sebagai makhluk beragama (ber-Tuhan), mahkluk social dan mahkluk
pribadi (individu).dengan baik.
13. Melalui pengamatan peserta didik mampu mengetahui pentingnya akhlak,
etika moral dan budi pekerti dengan baik.
14. Melalui studi literatur peserta didik mampu mendiskripsikan pengertian
akhlak dengan benar.
15. Melalui studi literatur peserta didik mampu mendiskripsikan bentuk /
macam macam akhlak dengan benar.
16. Melalui studi literatur peserta didik mampu mengidentifikasi persamaan
dan perbedaan akhlak, etika, moral dan budi pekerti
OO. Materi Pembelajaran
8. Pengertian akhlak
Secara lugahwi kata akhlak berasal dari bahasa Arab al-akhlaq, yang
merupakan bentuk jamak dari kata khuluq atau al-khaliq yang berarti
a) tabiat, budi pekerti,
b) kebiasaan atau adat,
c) keperwiraan, kesatriaan, kejantanan, dan
d) agama.
Sedangkan pengertian secara istilah, akhlak adalah suatu keadaan yang
melekat pada jiwa manusia, yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan
yang mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian.
Jika keadaan (hal) tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji
menurut pandangan akal dan syarak (hukum Islam), disebut akhlak yang
baik. Jika perbuatan-perbuatan yang timbul itu tidak baik, dinamakan akhlak
yang buruk. Sebagian ulama’ memberi definisi mengenai akhlak, yaitu:
“Akhlak adalah sifat manusia yang terdidik”
Karena akhlak merupakan suatu keadaan yang melekat di dalam jiwa,
maka perbuatan baru disebut akhlak kalau terpenuhi beberapa syarat, yaitu:
a. perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Kalau perbuatan itu dilakukan
hanya sesekali saja, maka tidak dapat disebut akhlak. Misalnya, pada
suatu saat, orang yang jarang berderma tiba-tiba memberikan uang
kepada orang lain karena alasan tertentu. Tindakan seperti ini tidak bisa
disebut murah hati berakhlak dermawan karena hal itu tidak melekat di
dalam jiwanya.
b. perbuatan itu timbul mudah tanpa dipikirkan atau diteliti terlebih dahulu
sehingga benar-benar merupakan suatu kebiasaan. Jika perbuatan itu
timbul karena terpaksa atau setelah dipikirkan dan dipertimbangkan
secara matang tidak disebut akhlak.
Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, sehingga
setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan
pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut al-akhlak al-karimah. Hal ini
tercantum antara lain dalam sabda Rasulullah saw;
Rasulullah bersabda:“ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Al-Hakim)

9. Macam-Macam akhlak
a. Norma Sekuler (akhlak wad’iyyah)
Norma sekuler adalah norma yang mengajarkan akhlak kepada
manusia dengan berpedoman kepada olah pikir dan pengalaman manusia.
Dengan demikian, akhlak, ini hanya mempunyai satu macam sanksi,
yaitu sanksi yang datang dari masyarakat (sesama manusia) semata-mata
Akhlak merupakan suatu upaya manusia untuk mempertahankan
hidupnya. Akhlak pula yang membedakan manusia dengan binatang.
Kemajuan ilmu pengetahuan tanpa disertai pendidikan akhlak yang baik,
tidak akan bisa mempertahankan kehidupan manusia. Hal itu justru akan
menyebabkan kepunahan dan kebinasaan.
b. Norma Keagamaan (akhlak Islamiyah)
Norma keagamaan adalah norma yang mengajarkan akhlak kepada
manusia dengan mengambil tuntunan yang telah diberikan Allah swt. dan
rasulullah saw. dalam Al-Quran dan hadis.
Dengan demikian akhlak ini mempunyai dua macam sanksi apabila
dilanggar. Yang pertama adalah sanksi dari Tuhan (bersifat gaib) dan
yang kedua adalah sanksi yang datang dari masyarakat (sesama
manusia). Adapun ciri-ciri akhlak Islami adalah:
1. Kebaikannya bersifat mutlak (al-khairiyah al-mutlaqah), yaitu
kebaikan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan kebaikan
yang murni, baik untuk individu maupun untuk masyarakat, di dalam
lingkungan, keadaan, waktu dan tempat apapun
2. Kebaikannya bersifat menyeluruh (al-salahiyyah al-ammah), yaitu
kebaikan yang terkandung di dalamnya merupakan kebaikan untuk
seluruh umat manusia di segala zaman dan di semua tempat
3. Tetap, langgeng dan mantap, yaitu kebaikan yang terkandung di
dalamnya bersifat tetap, tidak berubah oleh perubahan waktu dan
tempat atau perubahan kehidupan masyarakat.
4. kewajiban yang harus dipatuhi (al-ilzam al-mustajab), yaitu kebaikan
yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan hukum yang harus
dilaksanakan sehingga ada sanksi hukum tertentu bagi orang-orang
yang tidak melaksanakannya.
5. pengawasan yang menyeluruh (ar-raqabah al-muhitah). Karena
akhlak Islam bersumber dari Tuhan, maka pengaruhnya lebih kuat dari
akhlak ciptaan manusia, sehingga seseorang tidak berani melanggar
kecuali setelah ragu-ragu dan kemudian akan menyesali perbuatannya
untuk selanjutnya bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak
melakukan perbuatan yang salah lagi. Ini terjadi karena agama
merupakan pengawas yang kuat. Pengawas lainnya adalah hati nurani
yang hidup yang didasarkan pada agama dan akal sehat yang
dibimbing oleh agama serta diberi petunjuk.
10. Persamaan antara akhlak, etika, moral dan budi pekerti
Etika berasal dari bahasa Yunani ethicos ethos artinya karakter,
kebiasaan, kebiasaan, watak, sifat. Sedang secara istilah etika ialah ilmu
pengetahuan yang menetapkan ukuran-ukuran atau kaidah-kaidah yang
mendasari pemberian tanggapan atau penilaia terhadap perbuatan-perbuatan.
Sedangkan moral berasal dari bahasa Latin mores artinya mengenai
kesusilaan. Secara istilah moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yang
diterima secara umum. Sedangkan budi pekerti berarti tabiat, akhlak dan
watak.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara akhlak, etika,
moral dan budi pekerti memiliki persamaan, yaitu berbentuk perilaku yang
sifatnya netral. Misalnya ada orang yang berbuat jelek, maka tidak tepat jika
dikatakan bahwa orang tersebut tidak mempunyai akhlak. Sebab akhlak itu
sendiri adalah perilaku. Orang itu sudah berperilaku, namun berperilaku
yang jelek. Akan lebih pas kalau dikatakan bahwa orang tersebut berakhlak
tercela.
Oleh karena itu, semuanya tergantung kepada setiap orang/individu.
Jika watak, karakter, kebiasaan dan tabiat itu mengarah dan diarahkan
kepada hal-hal yang baik, maka ia akan menjadi akhlak terpuji. Sebaliknya,
jika semua itu diarahkan kepada hal-hal yang jelek, maka ia akan menjadi
akhlak tercela. Karena itu, pembinaan akhlak itu sama dengan pembinaan
perilaku.

PP. Model/Metode Pembelajaran


9. Model Pembelajaran :
Model pembelajaran penemuan (Discovery learning)
10. Metode :
Kisah, suri tauladan, tanya jawab terbimbing

QQ. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
- Naskah cerita, white board dan spidol.
2. Sumber Belajar
- Buku Ajar siswa Akidah Akhlak kelas X
- Buku siswa Akidah Akhlak kelas X LKS Hikmah Pendekatan saintifik
2013

RR. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan m.Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa
n. Guru mengecek kehadiran peserta didik
o. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
untuk mengetahui pengetahuan awal
peserta didik tentang akhlak Islam dan
metode peningkatan kualitasnya, misalnya
sebagai berikut:
- Apakah yang kalian ketahui tentang
akhlak ?
- Apakah yang kalian ketahui tentang
akhlak Islami ?
- Mengapa kita harus berakhlak Islami ?
p. Guru menyampaikan materi pokok
q. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
r. Guru mengajak siswa untuk menentukan
kontrak belajar
Kegiatan Inti Mengamati 70 menit
- Mengamati gambar akhlak Islam yang ada
di LKS/Modul siswa.
- Mengamati kisah yang diceritakan oleh
guru didepan kelas
Menanya
- Guru mengajukan pertanyaan tentang
kaitan cerita dengan materi yang akan
dipelajari
Mengumpulkan data
- Membaca buku ajar tentang akhlak.
- Mengumpulkan data terkait dengan materi
dan mengaitkan dengan kisah yang
diceritakan.
Mengasosiasi (menalar)
- Menelaah hasil dari kisah yang diceritakan
oleh guru.
- Menyimpulkan tentang kaitan antara kisah
dan materi.
Mengkomunikasikan
- Siswa menyampaikan sudut pandang kisah
yang diceritakan dengan kacamata materi
akhlak
- Siswa menanggapi apa yang telah
disampaikan temannya
Penutup a. Guru menguatkan dan melengkapi hasil 10 menit
telaah serta memberikan reward
b. Guru memberi evaluasi
c. Guru memberikan motivasi
d. Guru menyampaikan salam penutup

SS. Penilaian
3. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
- Pengamatan Sikap - Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
- Tes Tertulis - Tes Uraian
4. Contoh Instrumen
Penilaian Sikap

Perilaku yang diamati pada pembelajaran


Menghargai orang lain

Bekerja sama dalam

pendapat siswa lain

gagasan/ide baru
Aktif melaku
kan kegiatan

Mengajukan
Menanggapi
Komunikasi

No Nama
Disiplin

diskusi

1
2
Penilaian Pengetahuan
Instrumen Esai
11. Apa yang dimaksud dengan akhlak Islami?
12. Sebutkan ciri ciri akhlak Islami?
13. Jelaskan persamaan akhlak, etika, moral dan budi pekerti?
14. Tuliskan dalil yang menerangkan tentang akhlak
15. Perilaku yang baik disebut juga akhlak.....

Bangsri, 11 September 2017

Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Mustofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah/Madrasah : MA NU Hasyim Asy’xari Bangsri


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/semester : X / Gasal
Materi Pokok : Menjadi Hamba Allah yang Berakhlak
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

TT. Kompetensi Inti


KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
UU. Kompetensi Dasar

1.3. Menghayati akhlak Islam dan metode peningkatan kualitasnya


2.3. Terbiasa menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak
3.3. dalam kehidupan
4.3. Menganalisis akhlak Islam dan metode peningkatan kualitasnya
Mempraktikkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak
dalam Islam

VV. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menunjukkan sikap dan perilaku meyakini kebenaran akhlak islami dalam
kehidupan sehari-hari
2. Menunjukkan sikap disiplin dan toleran dalam menerapkan akhlak pada
kehidupan sehari hari
3. Mengidentifikasi metode peningkatan kualitas akhlak
4. Menerapkan metode metode dalam peningkatan kualitas akhlak

WW. Tujuan Pembelajaran


5. Melalui membaca dan diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi
metode peningkatan kualitas akhlak dengan benar.
6. Melalui pengamatan peserta didik mampu menerapkan akhlak dalam
kehidupan sehari hari dengan benar.

XX. Materi Pembelajaran


11. Cara Meningkatan Kualitas Akhlak
Peningkatan kualitas akhlak penting dilakukan untuk mencapai
kemuliaan hidup. Kualitas akhlak (kemuliaan) sudah menjadi tujuan dari
diutusnya nabi Muhammad saw sesuai dengan sabdanya: “Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Rasulullah saw
sendiri merupakan figur ideal dan contoh kepribadian utama yang bisa
dijadikan teladan. Allah swt menegaskan hal ini dalam firman-Nya:
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS.Al Ahzab/
33ayat 21)
Apalagi jika kita melihat kondisi seperti sekarang ini, masyarakat
sedang mengalami dekadensi moral. Lingkungan yang buruk, pengaruh
negatif perkembangan teknologi dan pergaulan yang cenderung bebas,
semakin menguatkan pandangan bahwa pembinaan kualitas akhlak dan
peningkatan kualitas pendidikan Islam itu penting dilakukan agar terbentuk
akhlak mulia dan terpuji.
Berdasarkan uraian di atas maka diperlukan cara atau metode yang
tepat dalam usaha meningkatkan kualitas akhlak masyarakat. Metode-
metode antara lain sebagai berikut:
a. Melalui perumpamaan (tamtsil)
Kualitas akhlak bisa ditingkatkan melalui metode perumpamaan.
Perumpamaan ini bisa diambil dari kandungan ayat-ayat al-Quran.
Tujuannya adalah agar menjadikan perumpamaan itu sebagai pedoman
dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Allah swt berfirman dalam
al-Quran surat al-Baqarah ayat 26:
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk
atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka
mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi
mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini
untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang
disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang
diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-
orang yang fasik,
Begitu pula pada surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Tuhan
menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat
membuat lalat, Sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan surat Al
Ankabut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan
berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai
pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.
Disesatkan Allah berarti bahwa orang itu sesat karena keingkarannya
dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah dalam ayat ini, ingkar
dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai
perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.
Usaha peningkatan kualitas akhlak bisa dilakukan dengan
mempelajari perumpamaan di dalam al-Quran, selanjutnya menjadikan
perumpamaan itu sebagai sarana mendidik akhlak pribadi dan masyarakat.
Selain itu, bisa menguatkan kesan dan pesan yang berkaitan dengan makna
yang tersirat dalam perupamaan tersebut yang menghadirkan perasaan
religius.
Perasaan relijius yang tertanam di dalam hati akan menguatkan
keimanan seseorang. Dengan keimanan yang baik dan kuat, maka
diharapkan akan terbentuk perilaku dan akhlak yang baik

b. Melalui keteladanan (uswatun hasanah)


Kebutuhan keteladanan sudah menjadi fitrah setiap orang. Karena itu,
setiap pribadi hendaknya bisa menjadi teladan bagi yang lain dalam usaha
meningkatkan kualitas akhlak. Rasulullah saw adalah sosok teladan dalam
kehidupan suami-istri, dalam kesabaran menghadapi keluarganya, dan dan
dalam mengarahkan istri-istrinya dengan baik. Beliau bersabda:
)‫َخي ُْر ُك ْم َخي ُْر ُك ْم ِالَ ْه ِل ِه َواَنَا َخي ُْر ُك ْم ِالَ ْه ِلي (رواه ابن حبان‬
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang paling baik di
antara kalian bagi keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di
antara kalian bagi keluargaku.”
Dalam kehidupan keluarga, anak sangat membutuhkan suri teladan,
khususnya dari kedua orang tuanya, agar sejak kecil ia menyerap dasar
tabiat perilaku Islam dan berpijak pada landasannya yang luhur. Jika orang
terdekat di dalam keluarganya tidak bisa memberikan keteladanan yang
baik, maka akan sangat berpengaruh terhadap akhlak sang anak.
Islam telah menjadikan pribadi Rasul sebagai suri teladan bagi seluruh
pendidik, dari generasi ke generasi, dan selalu aktual dalam kehidupan
manusia. Setiap membaca riwayat kehidupannya bertambah pula kecintaan
kita kepadanya dan tergugah pula keinginan kita untuk meneladaninya.
Islam tidak menyajikan keteladanan ini sekedar untuk dikagumi atau
sekedar untuk direnungkan dalam lautan hayal yang serba abstrak. Namun
semua itu diharapkan bisa diterapkan dalam diri sendiri, sehingga bisa
meniru akhlak rasulullah saw.
c. Melalui Latihan dan Pengamalan
Sebagaimana diketahui, Islam adalah agama yang menuntut umatnya
agar mengerjakan amal saleh yang diridhai Allah, menuntut kita supaya
mengarahkan tingkah laku, naluri, dan kehidupan ini sehingga dapat
mewujudkan perilaku dan akhlak yang baik. Agar perbuatan itu bisa
berujung kepada amal saleh, maka dibutuhkan latihan dan pengalaman.
Islam menegaskan bahwa ibadah hanya akan diterima jika
dilaksanakan melalui ucapan dan perbuatan, sebagaimana dicontohkan oleh
Nabi Muhammad saw kepada kita dan diikuti oleh para sahabat, para
tabi’in, imam yang empat, dan para fuqaha muta-akhirin hingga masa
sekarang ini. Kedua perkara itu disatukan secara ringkas di dalam firman
Allah swt di bawah ini:
...Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka
hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS
al-Kahfi: 110)
Harus diketahui, akhlak tidak akan tumbuh tanpa diajarkan dan
dibiasakan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang akhlak selain sebagai
ilmu, secara bertahap juga harus diikuti secara terus menerus bentuk
pengamalannya, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat.
Rasulullah dalam banyak haditsnya memberikan pelajaran melalui
latihan dan pengalaman. Bagaimana beliau salat dan wudlu langsung
dipraktekkan dan para sahabat diminta untuk menirukan. Latihan dan
pengalaman seperti ini bisa diterapkan di rumah atau di madrasah. Guru
atau orang tua melakukan gerakan wudlu dan salat dengan sempurna,
kemudian ditirukan oleh anak-anak dan murid-muridnya.
d. Melalui Ibrah dan Mau’idhah
Ibrah artinya kondisi yang memungkinkan orang bisa sampai dari
pengetahuan yang kongkrit kepada pengetahuan yang abstrak. Maksudnya
adalah perenungan dan tafakur. Ibrah dan i’tibar ialah suatu kondisi psikis
yang menyampaikan manusia untuk mengetahui intisari sesuatu perkara
yang disaksikan, diperhatikan, dan diputuskan oleh manusia secara nalar,
sehingga kesimpulannya dapat mempengaruhi hati menjadi tunduk kepada-
Nya kemudian mendorong untuk berperilaku yang baik.
Di dalam al-Quran sendiri banyak ayat-ayat yang bisa dijadikan ibrah.
Di antaranya adalah melalui kisah-kisah seperti tertulis dalam firman Allah
swt berikut ini:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi
orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang
dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan
menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum
yang beriman. (QS Yusuf: 111)
Ayat di atas menegaskan bahwa bahwa kisah tentang Nabi Yusuf bisa
dijadikan pelajaran Nabi Yusuf yang sempat dianiaya oleh saudaranya, lalu
menjadi hamba sahaya, beliau lebih memilih penjara daripada fitnah
tuannya. Hingga Allah karuniakan keberhasilan menjadi raja dengan
perhiasan akhlaknya yang mulia.
Peran orang tua atau pendidik yang lain dalam hal ini adalah berusaha
melatih anak-anak untuk merenungkan keajaiban yang diciptakan Allah,
terutama yang ada di sekitar kita. Dengan begitu diharapkan membawa
kepribadian anak-anak ke arah yang baik dengan semakin mengakui
kebesaran dan kekuasaan Allah swt.
Peningkatan kualitas akhlak melalui mau’idhah maksudnya adalah
pemberian nasehat dan pengingatan akan kebaikan dan kebenaran dengan
cara-cara yang baik dan menyentuh. Allah swt berfirman:
...Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di
antara kamu kepada Allah dan hari kemudian... (QS al-Baqarah: 232)
Jiwa ikhlas orang yang memberi nasehat sangat penting bagi
keberhasilan apa yang dinasehatkan. Sebab inilah yang dicontohkan oleh
Nabi Muhammad saw dan para rasul yang lain dalam menyampaikan
risalahnya.
Selain jiwa ikhlas, hendaknya nasehat itu dilakukan secara berulang
kali untuk menggerakkan orang lain melakukan amal saleh dan berperilaku
yang baik. Saling menasehati juga diperintahkan oleh Allah dalam hidup ini.
Berangkat dari sini dapat dipahami bahwa penanaman al-haq
(kebenaran) itu memang bukan tugas yang ringan. Termasuk penanaman
keimanan, sekaligus yang memungkinkan munculnya akhlak yang baik, itu
adalah tugas yang berat. Karena itu pelaku-pelaku yang memberi wasiat
harus sabar dan tidak bosan-bosan untuk terus melakukan wasiat atau saling
menasehati di antara sesama.

12. Penerapan Peningkatan Kualitas Akhlak


Setelah mempelajari berbagai metode peningkatan kualitas akhlak di
atas, hal terpenting yang dilakukan selanjutnya adalah bagaimana
menerapkan metode-metode tersebut dalam usaha meningkatkan kualitas
akhlak dalam kehidupan. Sebab sebaik apapun metode yang ada, tanpa ada
usaha untuk mempraktekkan metode itu dalam kehidupan, maka metode
tersebut akan menjadi sia-sia.
Dalam perspektif Islam, anak adalah karunia sekaligus amanah yang
diberikan kepada orang tua. Sebagai karunia, kelahiran anak harus disyukuri
sebagai nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia. Sedangkan
sebagai amanah, orang tua mempunyai tanggungjawab memelihara amanah
itu. Singkatnya, kelahiran anak sebagai karunia dan amanah meniscayakan
perlunya pendidikan. Perlunya pendidikan melahirkan lembaga-lembaga
yang berfungsi melaksanakan pendidikan, baik secara informal (keluarga),
formal (pemerintah) dan nonformal (masyarakat). Ketiga lembaga atau
lingkungan pendidikan tersebut merupakan tempat yang tepat dalam
menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak.
a. Lingkungan keluarga
Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi
anak. Dalam Islam pembinaan keluarga disyariatkan. Seorang anak akan
bisa tumbuh dan berkembang menjadi dewasa jika berada di dalam
lingkungan keluarga yang dibangun berdasarkan takwa kepada Allah.
Karena itu, penerapan metode peningkatan kualitas akhlak sangat penting
dalam keluarga. Orang tua dalam hal ini memegang peran utama dalam
menjaga anak-anaknya dari kejahatan, perilaku tercela dan dari api
neraka.
Peningkatan kualitas akhlak bisa dilakukan orang tua antara lain
dengan cara membiasakan anak-anaknya mengingat kebesaran dan
nikmat Allah, merenungi semua ciptaan-Nya agar bisa berkembang
dengan baik dan senantiasa terjaga ketauhidannya. Namun hal lain yang
tidak boleh dilupakan adalah keteladanan orang tua dalam beribadah dan
berakhlak mulia.
b. Lingkungan pendidikan formal
Lingkungan sekolah atau madrasah atau tempat belajar yang lain
merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Tempat ini sangat penting
dalam usaha meningkatkan kualitas akhlak. Banyak kegiatan yang bisa
dilakukan, mulai aktivitas belajar dan bermain sangat berpengaruh dalam
ikut membentuk kepribadian anak didik. Tanggung jawab guru sangat
besar dalam menerapkan berbagai metode yang tepat agar anak bisa
terbimbing akhlaknya dan tetap terjaga keimanannya.
Melihat begitu pentingnya peran guru, maka seorang guru
haruslah melakukan hal-hal berikut; membimbing anak didiknya agar
menyembah Allah, ikhlas, sabar dalam menjalankan tugas, jujur dalam
menyampaikan apa yang diserukannya, membekali diri dengan ilmu,
memahami kejiwaan dan perkembangan anak didiknya, serta mampu
bersikap adil kepada anak didiknya.
c. Lingkungan masyarakat
Masyarakat Islam memiliki tanggungjawab moral dalam
membina akhlak. Allah menyuruh masyarakat Islam agar berbuat yang
ma’ruf dan mencegah yang munkar. Allah berfirman:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah(QS Ali Imran:110)
Berdasarkan ayat di atas mendidik anak berari menjaga fitrah
mereka dari kotoran dan perbuatan salah. Ini kewajiban manusia dewasa
atau para tokoh masyarakat untuk menanamkan keimanan dan sekaligus
membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan masyarakat. Tokoh
masyarakat mempunyai peranan penting dalam usaha penyemaian akhlak
yang baik.

YY. Model/Metode Pembelajaran


11. Model Pembelajaran :
(Model pembelajaran penemuan) Discovery learning
12. Metode :
Tanya jawab terbimbing, diskusi dan penugasan

ZZ. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media/ Alat
i. Laptop, LCD Proyektor, slide.
2. Sumber Belajar
i. Buku ajar siswa Akidah Akhlak kelas X
ii. Buku siswa Akidah Akhlak kelas X LKS Hikmah pendekatan saintifik
2013.
AAA. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan b. Guru mengucapkan salam pembuka dan 10 menit
membaca doa
c. Guru mengecek kehadiran peserta didik
d. Guru mengajukan beberapa pertanyaan
terkait materi yang disampaikan pada
pertemuan pertama untuk menghubungkan
dengan materi berikutnya.
e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk
mengetahui pengetahuan awal peserta didik.
f. Guru menyampaikan materi pokok
g. Guru menyampaikan tujuan pembelajar
h. Guru mengajak siswa untuk menentukan
kontrak belajar
Kegiatan Mengamati 70 menit
Inti - Mengamati tayangan video tentang contoh
contoh prilaku yang mencerminkan akhlak
Menanya
- Guru menanyakan kepada siswa tentang
pesan yang tersirat dari tayangan vidio
tersebut
Mengumpulkan data
- Diskusi tentang persamaan dan perbedaan
akhlak, etika, moral dan budi pekerti.
- Diskusi tentang metode peningkatan kualitas
akhlak
Mengasosiasi (menalar)
- Mengidentifikasi metode metode
peningkatan kualitas akhlak.
- Mengidentifikasi tentang penerapan
peningkatan kualitas Akhlak
Mengkomunikasikan
- Menyampaikan pesan tersirat dari film yang
telah ditayangkan
- Menanggapi pendapat yang telah
disampaikan siswa lain
- Semua peserta didik menyimpulkan dan
membuat resume tentang hasil diskusi.
Penutup e. Guru menguatkan dan melengkapi hasil 10 menit
presentasi serta memberikan reward kepada
f. Guru memberi evaluasi
g. Guru memberikan tambahan penjelasan
tentang materi yang dipresentasikan siswa.
h. Guru menyampaikan salam penutup

BBB. Penilaian
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen

- Tes Unjuk Kerja - Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik


- Tes Tertulis - Tes Pilihan Ganda
2. Contoh Instrumen
a. Tes Unjuk Kerja

Kesesuaian
No Tindakan Kerja
Pernyataan
. Ya Tidak
1. Siswa mampu mendefinisikan Syukur,
qana’ah, ridla dan sabar
2. Siswa mampu membedakan antara Syukur,
qana’ah, ridla dan sabar dengan tepat
3. Siswa mampu menerapkan dan menanmkan
sifat terpuji tersebut dalam kehidupan
sehari-hari
Jumlah skor

b. Tes Pengetahuan
Contoh Instrumen Pilihan Ganda

1. Berikut ini adalah contoh perilaku orang yang bersyukur yang tepat
adalah………..
a. Memberikan sebagian hartanya kepada ornag yang mebutuhkan
semata mata mendapatkan pahala dan pujian dari oranag lain
b. Mensedekahkan sebagian harta kepada orang yang telah berbuat
baik kepadanya
c. Selalu bersyukur atas segala nikamt-Nya yang telah diberikan
baik itu sedikit maupun banyak
d. Mengucapkan kalimah tahmid ketika mendapatkan rezki yang
banyak
e. Bersyukur ketika mendapatkan kebahagian
2. Berikut ini adalah contoh perilaku orang yang qona’ah ayng tepat
adalah………..
a. Menerima nasib hidup menjadi orang kaya
Menerima nasib menjadi orang miskin dan pasrah kepada nasib
c. Merasa cukup ketikka banyak rezki
d. Menerima ikhlas atas apa saja yang telah diberikan-Nya.
e. Merasa tidak cukup ketika tiada rezki
3. Berikut ini Berikut ini adalah contoh perilaku orang yang bersikap
rida yang tepat adalah………..
a. Mernerima taqdir menjadi orang kaya
b. Mernerima taqdir menjadi orang miskin
c. Menerima taqdir menjadi orang yang berkecukupan
d. Merasa selalu berkecukupan
e. Menerima taqdir atas segala anugrahnya dengan optimis bahwa
segala yang dimiliki adalah anugrah dan kebaikan baginya.
4. Berikut ini adalah contoh perilaku orang yang bersikap sabar yang
tepat adalah………..
a. Sabar dalam segla ujian baik kebahagian dan ujian denagn ikhlas
diliouti rasa optimis dan berprasangka positif selalu kepada
Tuhan-Nya
a. Sabar menunggu rezki atau karunia Alloh
b. Sabar ketika mendpat musibah
c. ,Sabar ketika mendapat ujian nimat
d. Sabar atas keadaan yang kurang menguntungkan
5. Berikut ini hikmah atau manfaat dalam kehidupan dari
membiasakan akhlak syukur, qona’ah, rida, dan sabar:
a. Akan masuk surga
b. Hidup tenang dan optimis bahwa segala sesuatu yang diterima
adalah kebaikan bagi dirinya
c. Banyak rezki
d. Banyak temen
e. Hidup disegani dan mendapat kehormatan dihapan orang

Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda


1. C
2. D
3. E
4. A
5. B

Bangsri, 13 September 2017

Guru Pamong Guru Praktik Mapel Akidah Akhlak

Hasan Mustofa, S.Ag. Choirin Widadiyah

Mengetahui,
Kepala Madrasah Dosen Pembimbing

Nindomudin, S.Pd.I. Darnoto, M.Pd.I.


LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X IA

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Ferdi Al Khafid 79 B  Pengertian
2 Ahmad Tohir 82 A akidah
3 Ariyatulabi 72 B  Dalil/
Ayyuhan Khilmalana argument
4 71 B tentang akidah
Attamimi
 Tujuan akidah
5 Latifurrohman 79 B
islam
6 Mahfudz Asmawi 79 B
 Prinsip prinsip
7 Maulana Muhammad Akbar 67 C akidah dalam
Muhammad Irvan Ainul kehidupan
8 73 B
Yaqin  Ruang lingkup
9 Muhlisin 68 C akidah islam
10 Mukhammad Aldiyansyah 78 B  Metode
11 Zubad Ainussurur 81 A peningkatan
12 Ainun Nurjanah 78 B kualitas akidah
 Penerapkan
13 Alfina Shofiyana Damayanti 78 B
kualitas akidah
14 Arin Rindi Khairina 79 B dalam
15 Devi Purnamaningsih 72 B kehidupan
16 Dewi Indasah Halwadanti 78 B
17 Dewi Nour Khasanah 75 B
18 Dewi Uliya Ulfiana 80 A
19 Eka Novia Indriyani 77 B
20 Endah Budi Lisanti 72 B
21 Fatia Salsabila 81 A
22 Hilmalia Rahma 75 B
23 Hilya 72 B
24 Ichda Nailal Fala 71 B
25 Imronah Nur Lailiyah 78 B
26 Intan Sabrina Nuraisyah 80 A
27 Izza Rifqiyatu Zulfiana 71 B
28 Khofifah Indri Puspita sari 76 B
29 Kiki Novita Ratnasari 76 B
30 Lailatul Mukaromah 72 B
31 Mita Liyana 76 B
No. Nama Nilai Kategori
32 Nasya Auliya Puspitasari 75 B
33 Nur Anisatul Jannah 72 B
34 Nurhimmatul Khoiril Izza 78 B
35 Roikhatul Janah 76 B
36 Rosmalinda 72 B
37 Saidatuzzahroh 74 B
38 Shofiyatul Hana' 79 B
39 Yasmin Muntasyiroh 78 B
40 Zunita Rahmawati 70 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X Is 1

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Aris Kholiluttaqin 71 B  Pengertian
2 Ahmad Reza Firman Syah 78 B akidah
3 Fajrul Fahri Musyarraf 77 B  Dalil/
argument
4 Khoirul Yaqin 71 B
tentang akidah
5 M. Aruf Kelvin Hidayat 79 B  Tujuan akidah
6 M. Ilmi Khoiril Yusuf 79 B islam
7 M. Nova Adinda Saputra 67 C  Prinsip prinsip
8 Mahfud Ma'ruf 72 B akidah dalam
9 Maimun 72 B kehidupan
10 Muhamad Rizal Syifauddin 70 B  Ruang lingkup
akidah islam
11 Muhammad Arief 70 B
 Metode
12 Muhammad Efendi 76 B peningkatan
13 Muhammad Excel 72 B kualitas akidah
14 Muhammad Fariz Romadhon 74 B  Penerapkan
15 Muhammad Fikri 79 B kualitas akidah
16 Muhammad Ihsanuddin 78 B dalam
kehidupan
17 Muhammad Muhaimin 75 B
Muhammad Rizky
18 80 A
Ardiyansyah
19 Anik Farida 77 B
20 Dewi Andriyanti 72 B
21 Dewi Faikoh 78 B
22 Elsa Elsiana 80 A
23 Farikhah Nur Isnaini 71 B
24 Feni Tasya Maulina 76 B
25 Fradevy Idafauziyah 76 B
26 Khoirunnisa Salsabila Nafi'ah 72 B
27 Laila Fitria Ningrum 76 B
28 Nanda Kharimatun Nikmah 75 B
29 Niya Apriyanti 76 B
30 Nunuk Zahrotun Nikmah 81 A
31 Nurul Fatimah 78 B
32 Risca Hidayatul Aisyah 78 B
No. Nama Nilai Kategori
33 Risma Liyani 79 B
34 Rita Purnama Sari 72 B
35 Sa'idah 78 B
36 Syifa Faizatin Nasiroh 75 B
37 Syifa Mualifia Nurfaiza 74 B
38 Widya Susi Aryani 79 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X IA

No. Nama Nilai Kategori Indikator Pencapaian


1 Ahmad Ferdi Al Khafid 82 A  Pengertian tauhid
2 Ahmad Tohir 87 A  Ruang lingkup
3 Ariyatulabi 74 B
Ayyuhan Khilmalana tauhid
4 74 B
Attamimi
5 Latifurrohman 80 A
6 Mahfudz Asmawi 84 A
Maulana Muhammad
7 70 B
Akbar
Muhammad Irvan Ainul
8 77 B
Yaqin
9 Muhlisin 74 B
10 Mukhammad Aldiyansyah 80 A
11 Zubad Ainussurur 88 A
12 Ainun Nurjanah 81 A
Alfina Shofiyana
13 82 A
Damayanti
14 Arin Rindi Khairina 84 A
15 Devi Purnamaningsih 75 B
16 Dewi Indasah Halwadanti 83 A
17 Dewi Nour Khasanah 78 B
18 Dewi Uliya Ulfiana 83 A
19 Eka Novia Indriyani 81 A
20 Endah Budi Lisanti 77 B
21 Fatia Salsabila 83 A
22 Hilmalia Rahma 78 B
23 Hilya 74 B
24 Ichda Nailal Fala 75 B
25 Imronah Nur Lailiyah 80 A
26 Intan Sabrina Nuraisyah 82 A
27 Izza Rifqiyatu Zulfiana 77 B
28 Khofifah Indri Puspita sari 80 A
29 Kiki Novita Ratnasari 82 A
30 Lailatul Mukaromah 76 B
No. Nama Nilai Kategori
31 Mita Liyana 81 A
32 Nasya Auliya Puspitasari 81 A
33 Nur Anisatul Jannah 77 B
34 Nurhimmatul Khoiril Izza 83 A
35 Roikhatul Janah 79 B
36 Rosmalinda 75 B
37 Saidatuzzahroh 77 B
38 Shofiyatul Hana' 83 A
39 Yasmin Muntasyiroh 83 A
40 Zunita Rahmawati 73 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X Is 1

Indikator
No. Nama Nilai Kategori Pencapaian
1 Ahmad Aris Kholiluttaqin 74 B  Pengertian
2 Ahmad Reza Firman Syah 83 A tauhid
3 Fajrul Fahri Musyarraf 79 B
 Ruang lingkup
4 Khoirul Yaqin 74 B
5 M. Aruf Kelvin Hidayat 80 A tauhid
6 M. Ilmi Khoiril Yusuf 84 A
7 M. Nova Adinda Saputra 70 B
8 Mahfud Ma'ruf 76 B
9 Maimun 78 B
10 Muhamad Rizal Syifauddin 72 B
11 Muhammad Arief 77 B
12 Muhammad Efendi 79 B
13 Muhammad Excel 76 B
14 Muhammad Fariz Romadhon 79 B
15 Muhammad Fikri 82 A
16 Muhammad Ihsanuddin 83 A
17 Muhammad Muhaimin 78 B
Muhammad Rizky
18 83 A
Ardiyansyah
19 Anik Farida 81 A
20 Dewi Andriyanti 77 B
21 Dewi Faikoh 80 A
22 Elsa Elsiana 83 A
23 Farikhah Nur Isnaini 73 B
24 Feni Tasya Maulina 80 A
25 Fradevy Idafauziyah 78 B
26 Khoirunnisa Salsabila Nafi'ah 74 B
27 Laila Fitria Ningrum 82 A
28 Nanda Kharimatun Nikmah 79 B
29 Niya Apriyanti 82 A
30 Nunuk Zahrotun Nikmah 85 A
31 Nurul Fatimah 83 A
32 Risca Hidayatul Aisyah 84 A
No. Nama Nilai Kategori
33 Risma Liyani 84 A
34 Rita Purnama Sari 77 B
35 Sa'idah 81 A
36 Syifa Faizatin Nasiroh 78 B
37 Syifa Mualifia Nurfaiza 77 B
38 Widya Susi Aryani 83 A
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X IA

No. Nama Nilai Kategori Indikator Pencapaian


1 Ahmad Ferdi Al Khafid 80 A  Makna kalimat
2 Ahmad Tohir 84 A tauhid
3 Ariyatulabi 73 B
Ayyuhan Khilmalana  Macam-macam
4 Attamimi 70 B tauhid
5 Latifurrohman 79 B
 Hikmah dan
6 Mahfudz Asmawi 82 A
Maulana Muhammad manfaat orang
7 72 B
Akbar bertauhid
Muhammad Irvan Ainul
8 73 B  Bahaya orang
Yaqin
9 Muhlisin 73 B tidak bertauhid
10 Mukhammad Aldiyansyah 78 B
11 Zubad Ainussurur 85 A
12 Ainun Nurjanah 76 B
Alfina Shofiyana
13 Damayanti 78 B
14 Arin Rindi Khairina 81 A
15 Devi Purnamaningsih 73 B
16 Dewi Indasah Halwadanti 82 A
17 Dewi Nour Khasanah 75 B
18 Dewi Uliya Ulfiana 81 A
19 Eka Novia Indriyani 80 A
20 Endah Budi Lisanti 73 B
21 Fatia Salsabila 82 A
22 Hilmalia Rahma 77 B
23 Hilya 72 B
24 Ichda Nailal Fala 71 B
25 Imronah Nur Lailiyah 77 B
26 Intan Sabrina Nuraisyah 80 A
27 Izza Rifqiyatu Zulfiana 75 B
28 Khofifah Indri Puspita sari 79 B
29 Kiki Novita Ratnasari 79 B
30 Lailatul Mukaromah 72 B
No. Nama Nilai Kategori
31 Mita Liyana 79 B
32 Nasya Auliya Puspitasari 80 A
33 Nur Anisatul Jannah 75 B
34 Nurhimmatul Khoiril Izza 80 A
35 Roikhatul Janah 77 B
36 Rosmalinda 74 B
37 Saidatuzzahroh 76 B
38 Shofiyatul Hana' 80 A
39 Yasmin Muntasyiroh 82 A
40 Zunita Rahmawati 72 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X Is 1

No. Nama Nilai Kategori Indikator Pencapaian


1 Ahmad Aris Kholiluttaqin 72 B  Makna kalimat
2 Ahmad Reza Firman Syah 72 B tauhid
3 Fajrul Fahri Musyarraf 78 B
 Macam-macam
4 Khoirul Yaqin 70 B
5 M. Aruf Kelvin Hidayat 79 B tauhid
6 M. Ilmi Khoiril Yusuf 82 A  Hikmah dan
7 M. Nova Adinda Saputra 67 C
manfaat orang
8 Mahfud Ma’ruf 72 B
9 Maimun 77 B bertauhid
10 Muhamad Rizal Syifauddin 70 B  Bahaya orang
11 Muhammad Arief 74 B tidak bertauhid
12 Muhammad Efendi 74 B
13 Muhammad Excel 72 B
14 Muhammad Fariz Romadhon 76 B
15 Muhammad Fikri 80 A
16 Muhammad Ihsanuddin 82 A
17 Muhammad Muhaimin 75 B
Muhammad Rizky
18 81 A
Ardiyansyah
19 Anik Farida 80 A
20 Dewi Andriyanti 73 B
21 Dewi Faikoh 79 B
22 Elsa Elsiana 82 A
23 Farikhah Nur Isnaini 71 B
24 Feni Tasya Maulina 76 B
25 Fradevy Idafauziyah 75 B
26 Khoirunnisa Salsabila Nafi'ah 72 B
27 Laila Fitria Ningrum 80 A
28 Nanda Kharimatun Nikmah 78 B
29 Niya Apriyanti 79 B
30 Nunuk Zahrotun Nikmah 81 A
31 Nurul Fatimah 81 A
32 Risca Hidayatul Aisyah 83 A
No. Nama Nilai Kategori
33 Risma Liyani 82 A
34 Rita Purnama Sari 74 B
35 Sa'idah 79 B
36 Syifa Faizatin Nasiroh 77 B
37 Syifa Mualifia Nurfaiza 76 B
38 Widya Susi Aryani 80 A
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X IA

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Ferdi Al Khafid 76 B  Pengertian
2 Ahmad Tohir 81 A akhlak
3 Ariyatulabi 71 B
Ayyuhan Khilmalana  Macam-macam
4 70 B
Attamimi akhlak
5 Latifurrohman 77 B
 Persamaan dan
6 Mahfudz Asmawi 79 B
7 Maulana Muhammad Akbar 72 B perbedaan
Muhammad Irvan Ainul akhlak, etika,
8 70 B
Yaqin
moral dan budi
9 Muhlisin 71 B
10 Mukhammad Aldiyansyah 77 B pekerti
11 Zubad Ainussurur 83 A
12 Ainun Nurjanah 73 B
13 Alfina Shofiyana Damayanti 74 B
14 Arin Rindi Khairina 78 B
15 Devi Purnamaningsih 71 B
16 Dewi Indasah Halwadanti 81 A
17 Dewi Nour Khasanah 73 B
18 Dewi Uliya Ulfiana 78 B
19 Eka Novia Indriyani 76 B
20 Endah Budi Lisanti 70 B
21 Fatia Salsabila 80 A
22 Hilmalia Rahma 76 B
23 Hilya 78 B
24 Ichda Nailal Fala 76 B
25 Imronah Nur Lailiyah 75 B
26 Intan Sabrina Nuraisyah 79 B
27 Izza Rifqiyatu Zulfiana 73 B
28 Khofifah Indri Puspita sari 78 B
29 Kiki Novita Ratnasari 77 B
30 Lailatul Mukaromah 71 B
31 Mita Liyana 78 B
No. Nama Nilai Kategori
32 Nasya Auliya Puspitasari 79 B
33 Nur Anisatul Jannah 71 B
34 Nurhimmatul Khoiril Izza 76 B
35 Roikhatul Janah 75 B
36 Rosmalinda 71 B
37 Saidatuzzahroh 74 B
38 Shofiyatul Hana' 76 B
39 Yasmin Muntasyiroh 79 B
40 Zunita Rahmawati 70 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X Is 1

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Aris Kholiluttaqin 74 B  Pengertian
2 Ahmad Reza Firman Syah 79 B akhlak
3 Fajrul Fahri Musyarraf 76 B
 Macam-macam
4 Khoirul Yaqin 69 C
5 M. Aruf Kelvin Hidayat 77 B akhlak
6 M. Ilmi Khoiril Yusuf 81 A  Persamaan dan
7 M. Nova Adinda Saputra 65 C
perbedaan
8 Mahfud Ma'ruf 71 B
9 Maimun 75 B akhlak, etika,
10 Muhamad Rizal Syifauddin 69 C moral dan budi
11 Muhammad Arief 72 B pekerti
12 Muhammad Efendi 73 B
13 Muhammad Excel 70 B
14 Muhammad Fariz Romadhon 75 B
15 MUhammad Fikri 78 B
16 Muhammad Ihsanuddin 81 A
17 Muhammad Muhaimin 73 B
Muhammad Rizky
18 80 A
Ardiyansyah
19 Anik Farida 79 B
20 Dewi Andriyanti 71 B
21 Dewi Faikoh 77 B
22 Elsa Elsiana 81 A
23 Farikhah Nur Isnaini 69 C
24 Feni Tasya Maulina 75 B
25 Fradevy Idafauziyah 73 B
26 Khoirunnisa Salsabila Nafi'ah 71 B
27 Laila Fitria Ningrum 78 B
28 Nanda Kharimatun Nikmah 77 B
29 Niya Apriyanti 77 B
30 Nunuk Zahrotun Nikmah 80 A
31 Nurul Fatimah 79 B
32 Risca Hidayatul Aisyah 82 A
No. Nama Nilai Kategori
33 Risma Liyani 80 A
34 Rita Purnama Sari 73 B
35 Sa'idah 77 B
36 Syifa Faizatin Nasiroh 76 B
37 Syifa Mualifia Nurfaiza 74 B
38 Widya Susi Aryani 79 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X IA

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Ferdi Al Khafid 78 B  Akhlak islami
2 Ahmad Tohir 82 A dalam
3 Ariyatulabi 73 B
kehidupan
Ayyuhan Khilmalana
4 71 B
Attamimi sehari-hari
5 Latifurrohman 79 B  Disiplin dan
6 Mahfudz Asmawi 80 A
Maulana Muhammad Akbar toleran dalam
7 74 B
Muhammad Irvan Ainul menerapkan
8 71 B
Yaqin
akhlak pada
9 Muhlisin 73 B
10 Mukhammad Aldiyansyah 78 B kehidupan
11 Zubad Ainussurur 85 A sehari hari
12 Ainun Nurjanah 74 B  Metode
13 Alfina Shofiyana Damayanti 76 B
Arin Rindi Khairina peningkatan
14 79 B
15 Devi Purnamaningsih 73 B kualitas akhlak
16 Dewi Indasah Halwadanti 82 A
17 Dewi Nour Khasanah 75 B
18 Dewi Uliya Ulfiana 79 B
19 Eka Novia Indriyani 77 B
20 Endah Budi Lisanti 72 B
21 Fatia Salsabila 82 A
22 Hilmalia Rahma 77 B
23 Hilya 80 A
24 Ichda Nailal Fala 77 B
25 Imronah Nur Lailiyah 77 B
26 Intan Sabrina Nuraisyah 80 A
27 Izza Rifqiyatu Zulfiana 75 B
28 Khofifah Indri Puspita sari 79 B
29 Kiki Novita Ratnasari 79 B
30 Lailatul Mukaromah 72 B
31 Mita Liyana 80 A
No. Nama Nilai Kategori
32 Nasya Auliya Puspitasari 80 A
33 Nur Anisatul Jannah 73 B
34 Nurhimmatul Khoiril Izza 77 B
35 Roikhatul Janah 77 B
36 Rosmalinda 72 B
37 Saidatuzzahroh 76 B
38 Shofiyatul Hana' 77 B
39 Yasmin Muntasyiroh 81 A
40 Zunita Rahmawati 72 B
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak


Kelas : X Is 1

Indikator
No. Nama Nilai Kategori
Pencapaian
1 Ahmad Aris Kholiluttaqin 76 B  Akhlak islami
2 Ahmad Reza Firman Syah 78 B dalam
3 Fajrul Fahri Musyarraf 74 B
kehidupan
4 Khoirul Yaqin 72 B
5 M. Aruf Kelvin Hidayat 75 B sehari-hari
6 M. Ilmi Khoiril Yusuf 80 A  Disiplin dan
7 M. Nova Adinda Saputra 71 B toleran dalam
8 Mahfud Ma'ruf 70 B
9 Maimun 73 B menerapkan
10 Muhamad Rizal Syifauddin 71 B akhlak pada
11 Muhammad Arief 71 B kehidupan
12 Muhammad Efendi 72 B
sehari hari
13 Muhammad Excel 72 B
14 Muhammad Fariz Romadhon 74 B  Metode
15 Muhammad Fikri 76 B peningkatan
16 Muhammad Ihsanuddin 80 A kualitas akhlak
17 Muhammad Muhaimin 71 B
Muhammad Rizky
18 79 B
Ardiyansyah
19 Anik Farida 78 B
20 Dewi Andriyanti 74 B
21 Dewi Faikoh 75 B
22 Elsa Elsiana 80 A
23 Farikhah Nur Isnaini 71 B
24 Feni Tasya Maulina 74 B
25 Fradevy Idafauziyah 71 B
26 Khoirunnisa Salsabila Nafi'ah 71 B
27 Laila Fitria Ningrum 76 B
28 Nanda Kharimatun Nikmah 76 B
29 Niya Apriyanti 75 B
30 Nunuk Zahrotun Nikmah 79 B
31 Nurul Fatimah 77 B
32 Risca Hidayatul Aisyah 81 A
No. Nama Nilai Kategori
33 Risma Liyani 78 B
34 Rita Purnama Sari 72 B
35 Sa'idah 75 B
36 Syifa Faizatin Nasiroh 75 B
37 Syifa Mualifia Nurfaiza 72 B
38 Widya Susi Aryani 78 B
Lampiran 2 : Daftar Hadir Mahasiswa dan DPL
Lampiran 3 : Jurnal Mengajar

JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Selasa, 15 Agustus 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5 pengertian akidah, dalil /
argument tentang akidah, tujuan
X IA Aqidah Akhlak
6 akidah Islam, serta prinsip prinsip
akidah dalam kehidupan
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Selasa, 22 Agustus 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5 Ruang lingkup akidah, metode
peningkatan kualitas akidah serta
X IA Aqidah Akhlak
6 penerapan kualitas akidah dalam
kehidupan.
7
8
9
Keterangan peserta didik tidak hadir
Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Rabu, 23 Agustus 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1 Diskusi tentang pengertian
akidah, dalil / argument tentang
X IS 1 Aqidah Akhlak
2 akidah, tujuan akidah Islam serta
prinsip-prinsip Akidah Islam
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Selasa, 29 Agustus 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5 Pengertian tauhid, ruang lingkup
X IA Akidah Akhlak tauhid, ilmu kalam, serta sifat-
6
sifat Allah.
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Rabu, 30 Agustus 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1 Diskusi tentang Ruang lingkup
akidah, metode peningkatan
X IS 1 Akidah Akhlak
2 kualitas akidah serta penerapan
kualitas akidah dalam kehidupan.
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Selasa, 05 September 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5 Makna kalimat tauhid, macam-
macam Tauhid, hikmah dan
X IA Akidah Akhlak Manfaat orang berTauhid, serta
6
bahaya orang yang tidak
berTauhid.
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Rabu, 6 September 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1 Evaluasi BAB I dialnjutkan
X IS 1 Akidah Akhlak dengan materi Pengertian tauhid
2
dan ruang lingkup tauhid.
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR
Hari, tanggal : Selasa, 12 September 2017
Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5 Pengertian akhlak dan bentuk
X IA Akidah Akhlak
6 bentuk atau macam macam akhlak
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR

Hari, tanggal : Rabu, 13 September 2017


Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1 Ilmu kalam, makna kalimat
tauhid, macam-macam Tauhid,
X IS 1 Akidah Akhlak hikmah dan Manfaat orang
2
berTauhid, serta bahaya orang
yang tidak berTauhid.
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
JURNAL MENGAJAR

Hari, tanggal : Sabtu, 16 September 2017


Jam
Kelas Mata Pelajaran Materi Pembelajaran
ke
1
2
3
4
5
6
7
persamaan maupun perbedaan
akhlak, etika, moral dan budi
8 X IA Aqidah Akhlak pekerti, penerapan akhlak dalam
kehidupan sehari-hari dan metode
peningkatan kualitas akhlak.
9

Keterangan peserta didik tidak hadir


Nama Nama
No S I A No S I A
Peserta Didik Peserta Didik
1 4
2 5
3 6
Lampiran 4: Foto-foto kegiatan selama PPL

Sambutan dari Mahasiswa PPL


Penyerahan Mahasiswa PPL

Sambutan dari DPL Sambutan dari Kepala Mahaba

Sambutan dari Waka Kurikulum


Mahasiswa Praktikan dengan Guru
Pamong

Kegiatan Praktik Mengajar Diskusi Kelompok


Pembukaan Acara 17 Agustus Lomba Agustusan

Upacara Kemerdekaan di Lapangan


Bangsri Monitoring dari UNISNU

Karnaval dalam Peringatan 17 Agustus Apel Pagi

Lomba Kuis dalam Rangka


Khitobah Pelepasan mahasiswa PPL
Lomba Melukis Tong Sampah Lomba Tahfidz Qur’an

Lomba Mahaba Pintar Lomba Happy Song

Perform Flash Mob dalam Acara


Penarikan Musikalisasi Puisi

Pembukaan Acara Pelepasan


Seni Tarik Suara Mahasiswa
Tahlil Doa

Sambutan dari Mahasiswa PPL Sambutan dari DPL

Penandatanganan MOU (Kerjasama)


Sambutan dari Kepala Madrasah
antara Unisnu dengan Madrasah

Penyerahan Kenang-kenangan Pemberian Cindera Mata


Kenangan Bersama Mahasiswa PPL,
DPL, dan Pihak Madrasah Pemberian Hadiah

Seni Tari Drama Bahasa Inggris


Lampiran 5: Logbook Bimbingan Mahasiswa