Anda di halaman 1dari 5

TELAAH JURNAL

SISTEM SENSORI PERSEPSI

Disusun oleh :

Sumiyati

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

AWAL BROS

TA.2018
1. Judul : “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Katarak Senilis di Wilayah
Kerja Puskesmas Modayang Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur”

Hasil telaah : Dari judul ini penulis mengambil lingkup yang lebih kecil agar
lebih mudah saat meneliti serta mencantumkan tempat penelitian
agar lebih jelas lingkupnya.

2. Penulis : Volta R.Lukas, Sofietje B.Pangkerong, Rooije R.H Rumende

Hasil telaah : Nama penulis jurnal dicantumkan tanpa gelar akademik dan
ditempatkan dibawah judul jurnal. Penulis harus mencantumkan
institusi asal dan alamat email untuk memudahkan komunikasi.
Nama penulis utama berada di urutan paling depan (LIPI,2013).
Pada jurnal ini penulisan nama sudah sesuai karena nama dibuat
tanpa menggunakan gelar dan mencantumkan institusi asal.

3.Abstrak

Hasil telaah :

 Metode : desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross


sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 31 orang.
 Hasil : hasil penelitian menunjukan bahwa faktor usia,jenis kelamin dan
pekerjaan berpengaruh terhadap kejadian katarak senilis.
 Kesimpulan dan saran : perlu dilakukan program penanggulangan untuk
penyakit katarak senilis dan upaya preventif untu mencegah terjadinya
penyakit katarak pada usia dini.
 Kata kunci : “usia, jenis kelamin, pekerjaan dan katarak senilis”. “age,
gender, employetment, senile cataracts”.berdasarkan uraian isi abstrak
sudah sesuai dengan syaratkaidah penulisan jurnal.

4. Pendahuluan

Dalam pendahuluan sudah terpapar jelas alasan mengapa peneliti memilih


katarak senilis. Sensori adalah stimulasi atau rangsangan yang datang dari
dalam maupun luar tubuh. Stimulasi tersebut masuk kedalam tubuh melalui
organ sensori (panca indera). Persepsi adalah daya atau kemampuan menilai
barang, kualitas atau hubungan serta perbedaan antar hal yang mendapat
rangsangan melalui indera (Retnayu,2006).

Katarak senilis adalah jenis katarak yang sering dijumpai dengan gejala
distrosi penglihatan dan penglihatan yang semakin kabur. Dampak dari katarak
yaitu penderita dapat mengalami kebutaan permanen sehingga dapat
mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Tanda dan gejalakatarak biasanya
penglihatan mulai kabur, sensitif dalam menangkap cahaya (Rahmi,2008).

5. Metode

Penelitian ini menggunakan jenis rancangan non eksperimental yaitu jenis


rancangan penelitian komparatif (kohort) serta menggunakan desain penelitian
cross sectional.Penelitian ini dilakukan dipuskesmas modayag kabupaten
bolaang mongondow timur dengan menggunakan instrument kuesioner.

6. Hasil penelitian

Penyajian hasil pengolahan data menggunakan gambar, sudah sesuai


kaidah. Berdasarkan analisa univariat dari 31 responden yang menderita katarak
senilis terdapat 84% berusia >50 tahun, dengan 74% berjenis kelamin
perempuan, serta 84% memiliki pekerjaan di luar gedung.

Uji regresi logistik biner terdapat pengaruh yang signifikan faktor usia,
jenis kelamin,dan pekerjaan terhadap katarak senilisdi wilayah kerja puskesmas
modayag dengan nilai p value=0,00, maka Ho ditolak dan Ha diterima karena
0,00 < dari α=0,01.

7. Pembahasan

Faktor usia, jenis kelamin,dan pekerjaan berpengaruh terhadap katarak


senilisdi wilayah kerja puskesmas modayag dengan nilai p value=0,00, maka
Ho ditolak dan Ha diterima karena 0,00 < dari α=0,01. Peneliti berasumsi
kejadian katarak senilis di wilayah kerja puskesmas modayagkabupaten
bolaang mongondow timur dipengaruhi oleh bebera faktor yaitu : faktor usia ,
jenis kelamin, dan pekerjaan.

Pada fungsi persepsi sensori yaitu indera penglihatan (mata), proses


ketajaman penglihatan akan berkurang karena di pengaruhi oleh bertambahnya
usia. Dengan bertambahnya usia maka ukuran lensa akan bertambah dengan
timbulnya serat-serat lensa yang baru, maka lensa akan berkurang
kebeningannya.

Jenis kelamin perempuan dapat berpengaruh terhadap kejadian katarak


senilis karena pada perempuan terjadi menopause. Saat terjadinya menopase
biasanya akan terjadi gangguan hormonal sehingga ada jaringan-jaringan tubuh
yang rusak.

Sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari akan diserap oleh
protein lensa dan kemudian akan menimbulkan reaksi fotokimia sehingga
terbentuk radikal bebas atau sepsis oksigen yang bersifat sangat reaktif. Reaksi
tersebut akan mempengaruhi struktur protein lensa, selanjutnya menyebabkan
kekeruhan lensa.

9.Kesimpulan

Bagian ini adalah yang ditampilkan dalam teks dan kadang pula
dicantumkan secara tidak langsung pada bagian akhir dari
pembahasan.kesimpulan pada jurnal ini sudah menjawab pertanyaan penelitian.

10. Daftar Pustaka

Fatma,2010.Pengantar Lanjut Usia,Rineka Cipta:Jakarta.

Ilyas M, 2006, Ilmu Penyakit Mata, Sagung Seto:Jakarta.

Irwan, 2008, Ilmu Kesehatan Mata, Balai Pustaka:Jakarta.

Nursalam, 2016, Metodologi Penelitian Edisi IV,Salemba Medika, Jln. Raya


Lenteng Agung No.101 Jagakarsa:Jakarta Selatan.

Pujianto, 2004, Patofisiologi Katarak Senilis, Graha Ilmu:Yogyakarta.

Rahmi I, 2008, Data World Health Organization, Rineka Cipta


Retnayu P.P, 2006, Pengantar Keperawatan, Wijaya:Jakarta.

Sukmadinata, 2009, Teori Pendidikan Untuk Kehidupan Manusia, Wantoro,


Makassar.

Sinha R., A.James, E.Robert, 2009, Etiopathogenesi Of Cataract Journal


Review Indian Journal Of Oftamology, Geneva.

Ulandari T.S.N, 2014, Jurnal Pengaruh Jenis Kelamin, Pekerjaan dan


Pendidikan Terhadap Kejadian Katarak, Nyoman :Jakarta.

LIPI,2013,pedoman penulisan karya tulis ilmiah. Diakses pada tanggal 19


Februari 2019 dari http://www.pusbindiklat.lipi.go.ig

Anda mungkin juga menyukai