Anda di halaman 1dari 6

AMALAN KHAWATIM SURAH AL-HASYR

Lau anzalnā hāżal-qur`āna 'alā jabalil lara`aitahụ khāsyi'am mutaṣaddi'am min


khasy-yatillāh, wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la'allahum yatafakkarụn
(ayat 21)

Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, 'ālimul-gaibi wasy-syahādah, huwar-raḥmānur-


raḥīm (ayat 22)

Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-


muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn (ayat
23)
Huwallāhul-khāliqul-bāri`ul-muṣawwiru lahul-asmā`ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahụ
mā fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-'azīzul-ḥakīm (ayat 24)

Artinya :

21. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti
kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada
Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya
mereka berfikir.

22. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan
yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

23. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha
Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha
Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.

24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa,
Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan
bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(Surah Al-Hasyr Ayat 21-24)

Keutamaan Khawatim (Penutup) Surah AlHasyr :

Sesungguhnya Al Qur’an adalah obat bagi setiap apa yang ada dalam dada.
Itulah firman Allah yang telah kita ketahui bersama. Akan tetapi, sesungguhnya
Al Qur’an bisa menjadi obat bagi apa yang ada pada tubuh kita.

Hal ini berdasarkan hadis dari Abdullah bin Mas’ud yang mengatakan bahwa
Rasulullah bersabda: “Jibril pada saat itu menurunkan ayat Al Hasyr dia
berkata padaku: Letakkan tanganmu di atas kepalamu. Karena sesungguhnya
ayat ini adalah obat dari segala macam penyakit kecuali kematian,” (HR Khotib
Al Baghdadi).
Dalam suatu riwayat, Abu Ayyub R.A, pernah memiliki pengering kurma,
sehingga di rumahnya banyak buah kurma yang sedang dikeringkan.
Keesokannya, kurma tersebut selalu berkurang jumlahnya dan hal itu membuat
Abu Ayyub penasaran. Maka suatu malam, Abu Ayyub mendengar kedatangan
seseorang dan langsung Abu Ayyub menanyai kedatangan orang tersebut.

Ternyata sosok yang datang tersebut adalah laki-laki dari golongan Jin yang
telah kehabisan bekal dan sengaja mengambil kurma milik Abu Ayyub. Abu
Ayyub pun menghalalkan kurma yang telah diambil oleh Jin tersebut dengan
syarat, Jin tersebut harus memberitahukan doa atau bacaan yang ampuh untuk
terlindung dari gangguan Jin.

Maka Jin pun berkata: “Doa yang paling utama untuk melindungi diri kalian dari
gangguan kami adalah beberapa ayat yang terdapat dalam akhir surat Al
Hasyr,” (HR Ibnu Marduwaih).

Rasulullah telah memberikan jawaban bagaimana untuk menghapus kesalahan


yang telah dilakukan. Dari Anas R.A, Rasulullah bersabda: “Barang siapa
membaca akhir surat Al Hasyr, kemudian ia meninggal pada siang atau malam
harinya, maka Allah akan menghapus seluruh kesalahan-kesalahan yang telah
ia lakukan,” (HR Ibnu Marduwaih).

Mati syahid merupakan mati yang diinginkan oleh setiap muslim. Karena dengan
begitu, ia akan langsung masuk ke surga tanpa harus dihisab terlebih dahulu.

Dari Anas R.A, sesungguhnya Rasulullah memerintahkan kepada seorang laki-laki


setiap dia hendak berbaring di tempat tidurnya untuk membaca Al Hasyr. Lalu
beliau bersabda: “Apabila engkau mati, maka engkau mati sebagai syahid,” (HR
Ibnu Sunni dan Ibnu Marduwaih).

Sebagai perlindungan, maka mohonlah kepada Allah lewat surat Al Hasyr.


InsayaAllah akan terlindung dari gangguan Jin dan Setan.

Dari Abu Umamah R.A, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang meminta
perlindungan kepada Allah dari gangguan Jin (dengan membaca Ta’awudz)
sebanyak tiga kali, kemudian ia membaca akhir surat Al Hasyr. Maka, Allah
akan mengirim 70.000 malaikat untuk mengusir Setan dari golongan Jin dan
manusia. Apabila ia membacanya di waktu malam, maka ia akan dijaga
sampai pagi dan apabila ia membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga
sampai sore,” (HR Ibnu Marduwih).

Abu Umamah berkata, bahwa Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca


penutup surat Al Hasyr pada waktu malam atau siang, kemudian ia mati pada
waktu malam atau siang, maka wajib baginya masuk surga” (HR Ibnu Addi,
Khotib dan Baihaqi).

Ismul A’dzom merupakan bacaan yang ditinggikan dan besar keutamaannya


ketika didawamkan (diamalkan). Ismul A’zhom atau Ismullahil A’zhom, yaitu
Nama Allah Yang Paling Agung yang ada di dalam Al Qur’an dan jika digunakan
untuk berdoa maka doa orang tersebut akan dimustajabkan oleh Allah Swt.
dengan segera. Penggunaan Ismullahil A’zhom dalam berdoa adalah merupakan
sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan telahpun diamalkan oleh
orang-orang shalih dan para wali Allah sejak zaman dahulu kala sebelum masa
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sampai ke zaman kita ini. Ibnu
Abbas berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Ismul A’dzom terdapat dalam enam
ayat terakhir dari surat Al Hasyr” (HR Ad Dailami).

Ketika seorang muslim mendawamkan (mengamalkan) surat Al Hasyr, maka


otomatis Allah akan menugaskan 1.000 malaikat untuk memohon ampun
atasnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah: “Barang siapa yang pada waktu pagi membaca:
A’udzu billahi sami’il ‘aliim minas syyaithonir rojiim sebanyak 10 kali,Lalu
Membaca Surah Al-Hasyr maka Allah menugaskan 1.000 malaikat untuk
mendoakannya hingga sore hari. Dan ketika membaca doa maka ia akan
mendapatkan keutamaan sebagaimana ketika ia membacanya di waktu pagi”
(HR Ahmad, Darimi, dan Tirmidzi)

Muhammad Ibn Abi Bakar Berkata , “Pada suatu hari aku pernah bersama
Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.Anhu, dan Beliau sedang membaca Surah Al-Hasyr.
Maka aku bertanya, “Kenapa Engkau membaca Surah Al-Hasyr ?”.Sayyidina Ali
bin Abi Thalib R.Anhu menjawab, “Aku membacanya setiap hari, dan itu
mengingatkanku pada Akhirat. Aku pun aman dengan membacanya dari
Keburukan Dunia dan Akherat” (Kitab Adz Dzahabul Ibriz Imam Ghozali)
Untuk memaqbulkan doa. Dari Muhammad bin Hanafiah rah.a sesungguhnya
Baro’ bi Azib r.a telah berkata kepada Ali bin Abi Thalib R.Anhu :”Saya minta
kepada engkau atas nama Allah SWT, agar engkau mengkhususkan aku dengan
sebaik baik doa, yang mana Rasulullah SAW telah mengkhususkan engkau
dengan doa tersebut. Bahkan itu adalah doa yang telah di khususkan oleh
malaikat Jibril untuk Baginda Nabi SAW dari sebagian yang telah di wahyukan
oleh Allah Yang Maha Rahman kepada Nabi SAW. Ali bin Abi Thalib R.Anhu
berkata:”Wahai Baro’! Apabila engkau menginginkan untuk berdoa’ kepada Allah
SWT dengan menggunakan Ismul A’dzom (Nama Allah Yang Paling Agung)
maka bacalah 10 ayat pertama surat Al Hadid dan akhir surat (3 ayat Terakhir)
Al Hasyr, kemudian ucapkan:”Wahai Dzat yang memiliki sifat-sifat sebagaimana
yang telah di sebutkan pada ayat di atas dan tidak ada seorangpun yang memiliki
sifat-sifat seperti itu kecuali hanya Engkau, Saya memohon kepada-Mu agar
Engkau menunaikan permohonanku”. Wahai Baro’! Demi Allah, seandainya
engkau berdoa’ keburukan untukku dengan doa ini, niscaya Alloh akan
menenggelamkan saya ke dalam bumi”. (HR.Abu Ali Abdurrohman bin
Muhammad An-Naisaburi.

Kaifiyyat Pengamalan

Untuk pengamalan Setiap pagi dan Sore dibaca 3 kali dengan Membaca
Ta’awudz Khusus Terlebih Dahulu dibawah ini 3 kali

a’udzu billahis-sami’il ‘alim minasy syaithonirrojim (3 kali)

Artinya : (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Mengetahui
dari setan yang terkutuk).

Kemudian Membaca Khawatim Surah Al-Hasyr (Ayat 21-24) 3 Kali dengan


meletakkan tangan di Kepala.

Perihal mengenai peletakan tangan di saat membaca surah al hasyr tersebut


dalam hadist yang diriwayatkan dari Sayyiduna ‘Abdullah bin Mas‘ud RA dan juga
Sayyiduna ‘Ali bin Abi Talib RA. Hadis ‘Abdullah bin Mas‘ud RA diriwayatkankan
oleh Abu Nu‘aym, al-Khatib, al-Daylami, Ibn al-Taylasan, dan lain-lain. Manakala
hadis ‘Ali bin Abi Talib RA diriwayatkankan oleh al-Daylami saja. Silakan lihat
takhrij dan kupasan tentangnya secara detil dalam kitab Kasyf al-Labs ‘an Hadith
Wad‘ al-Yad ‘ala al-Ra’s.

‫ ضعا أيديكما على‬:‫ فلما اهتهيىا إلى خاثمة سىرة الحشز قال‬،‫ قزأها على عبد هللا بن مسعىد‬:‫عن علقمة وألاسىد‬
‫ ضع يدك على رأسك فإن جبريل عليه‬:‫رؤوسكما فإوي قزأت على الىبي صلى هللا عليه و سلم فلما بلغت هذه آلاية قال‬
.‫ وهى املىت‬،‫ ضع يدك على رأسك فإنها شفاء من كل داء إال السام‬:‫السالم ملا هزل بها علي قال لي‬
Terjemahan:
Dari Alqamah dan al-Aswad: Kami membaca al-Quran kepada ‘Abdullah bin
Mas‘ud RA, lalu tatkala kami sampai di penutup Surah al-Hasyr (3 Ayat Surah Al-
Hasyr), beliau berkata: Letakkan tangan kamu berdua di kepala kamu,
sesungguhnya aku pernah membaca kepada Nabi SAW, maka ketika aku sampai
pada ayat ini baginda bersabda: “Letakkan tangan kamu di kepala kamu,
sesungguhnya Jibril AS ketika menurunkannya kepadaku beliau berkata
kepadaku: Letakkan tangan kamu di kepala kamu, sesungguhnya ia adalah
penawar dari segala penyakit kecuali mati”.

Untuk Pengobatan yang ditujukan untuk orang lain yaitu dibacakan di Segelas
Air Surah Al Hasyr Ayat 21-24 Sebanyak 3 / 7 / 41 Kali lalu ditiupkan ke Segelas
Air tersebut kemudian diminumkan ke Pasien.