Anda di halaman 1dari 5

DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU

UPTD PUSKESMAS PERAWATAN BETUNGAN


JL.Depati Payung Negara Km 16.5 No. 32 Kelurahan Betungan Kota Bengkulu
Email : Puskesmas_Betungan@yahoo.com

KEPUTUSAN
KEPALA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN BETUNGAN
NOMOR :800/ /PKM-BTG/I/2019

TENTANG
KEBIJAKAN MUTU

DENGAN RAHMAD TUHAN YANG MAHA ESA,

KEPALA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN BETUNGAN

Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang bermutu di


Puskesmas Perawatan Betungan, perlu ditentukan kebijakan
mutu pelayanan;
b. bahwa untuk melaksanakan kebijakan mutu maksud tersebut
point a, perlu ditetapkan penanggung jawab mutu;
c. bahwa untuk melaksanakan hal tersebut pada point a dan point
b tersebut, perlu ditetapkan Keputusan Kepala Puskesmas
Perawatan Betungan tentang Kebijakan Mutu;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
tahun 2015 tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44
tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Pusat Kesehatan
Masyarakat;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan;
6. Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 43 Tahun 2016 tentang
Uraian Tugas dan Fungsi - fungsi Dinas Daerah

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN


BETUNGAN TENTANG KEBIJAKAN MUTU DI PUSKESMAS
PERAWATAN BETUNGAN.

KESATU : Kebijakan mutu yang dimaksud dalam diktum Kesatu di atas


adalah menerapkan Sistem manajemen mutu akreditasi
Puskesmas.
KEDUA : Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat pelaksanaan surat
keputusan ini dibebankan pada anggaran Puskesmas Perawatan
Betungan.
KETIGA : Surat keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan. Apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan
surat keputusan ini, akan ditinjau dan diadakan perubahan
seperlunya.

Ditetapkan di : Bengkulu
Pada Tanggal : Januari 2019
KEPALA UPTD PUSKESMAS
PERAWATAN BETUNGAN

Survival Laut
LAMPIRAN 1
KEPUTUSAN KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
BETUNGAN
NOMOR 800/ /PKM-
BTG/I/2019
TENTANG : KEBIJAKAN MUTU

KEBIJAKAN MUTU, KESELAMATAN PASIEN


DAN AUDIT INTERNAL
UPTD PUSKESMAS PERAWATAN BETUNGAN

A. Kebijakan Mutu UPTD Puskesmas Perawatan Betungan


1. Peningkatan kualitas pelayanan
2. Perbaikan mutu berkesinambungan dari sistem manajemen mutu
3. Memperbaiki sasaran pelaksanaan mutu
4. Memenuhi kebutuhan pelanggan

B. Sasaran Keselamatan Pasien UPTD Puskesmas Perawatan Betungan


1. Ketepatan Identifikasi Pasien
Target indikator sasaran keselamatan pasien untuk ketepatan identifikasi
pasien adalah 100%.
Identifikasi pasien yang tepat dan mendetail meliputi: nama, umur, alamat,
nomor rekam medis pasien. Pengukuran indikator dilakukan dengan cara
menghitung jumlah pasien yang teridentifikasi tepat dibagi jumlah seluruh
pasien yang dilayani.
Jumlah pasien yang teridentifikasi tepat
X 100%

Jumlah seluruh pasien yang dilayani


2
2. Peningkatan Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif, yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan yang
dipahami oleh pasien, akan mengurangi kesalahan, dan menghasilkan
peningkatan keselamatan pasien. Komunikasi dapat berbentuk elektronik,
lisan, atau tertulis. Puskesmas secara kolaboratif mengembangkan suatu
kebijakan dan/atau prosedur untuk perintah lisan dan telepon termasuk
mencatat (atau memasukkan ke komputer) perintah yang lengkap atau
hasil pemeriksaan oleh penerima perintah, kemudian penerima perintah
membacakan kembali (read back) perintah atau hasil pemeriksaan, dan
mengkonfirmasi bahwa apa yang sudah dituliskan dan dibaca ulang adalah
akurat.

3. Ketepatan Pemberian Obat Kepada Pasien


Target indikator sasaran keselamatan pasien untuk ketepatan pemberian
obat kepada pasien adalah 100%. Ketepatan pemberian obat kepada
pasien dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan identifikasi pada saat
memberikan obat kepada pasien. Pengukuran indikator dilakukan dengan
cara menghitung pemberian obat yang tepat sesuai identifikasi pasien
dibagi jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan obat.

Jumlah pasien yang tepat teridentifikasi dalam pemberian obat


X
100%
Jumlah pasien yang mendapat pelayanan obat
4. Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur Tepat Pasien Operasi
a. Puskesmas menggunakan suatu tanda yang jelas dan dimengerti untuk
identifikasi lokasi operasi dan melibatkan pasien didalam proses
penandaan.
b. Puskesmas menggunakan suatu cheklist atau proses lain untuk
memverifikasi saat pre operasi tepat-lokasi, tepat-prosedur, dan tepat-
pasien dan semuan dokumen serta peralatan yang diperlukan tersedia,
tepat dan fungsional.
c. Tim operasi yang lengkap menerapkan dan mencatat prosedur sebelum
“insisi/time out” tepat sebelum dimulainya suatu prosedur tindakan
pembedahan.
d. Kebijakan dan prosedur dikembangkan untuk mendukung suatu proses
yang seragam untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat
pasien termasuk prosedur medis dan dental yang dilaksanakan di luar
kamar operasi.

5. Pengurangan Terjadinya Risiko Infeksi di Puskesmas


Target indikator sasaran keselamatan pasien untuk pengurangan terjadinya
risiko infeksi di Puskesmas adalah ≥90%. Agar tidak terjadi risiko infeksi,
maka semua petugas Puskesmas Perawatan Betungan wajib menjaga
kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan 6 langkah dengan
menggunakan sabun dan air mengalir. Tujuh langkah Cuci tangan pakai
sabun (CTPS) harus dilaksanakan pada lima keadaan, yaitu:
a. Sebelum kontak dengan pasien
b. Setelah kontak dengan pasien
c. Sebelum tindakan aseptik
d. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
e. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
Pengukuran terjadinya risiko infeksi di Puskesmas dilakukan dengan cara
menghitung jumlah petugas yang melakukan cuci tangan pakai sabun
(CTPS) 6 langkah pada 5 keadaan tersebut di atas dibagi dengan jumlah
semua petugas pelayanan klinis.
Jumlah petugas yang melakukan CTPS 6 langkah pada 5 keadaan
X 100%
Jumlah semua petugas pelayanan klinis
6. Tidak Terjadinya Pasien Jatuh
Target indikator sasaran keselamatan pasien untuk tidak terjadinya pasien
jatuh adalah 100%. Setiap pasien yang dirawat di Puskesmas Perawatan
Betungan dilakukan pengkajian terhadap kemungkinan risiko jatuh untuk
meminimalkan risiko jatuh. Pencegahan terjadinya pasien jatuh dilakukan
dengan cara:
a. Memberikan identifikasi jatuh pada setiap pasien dengan pada setiap
pasien yang beresiko jatuh dengan memakaikan gelang berwarna
kuning.
b. Memberikan intervensi kepada pasien yang beresiko serta memberikan
lingkungan yang aman.
Pengukuran terhadap tidak terjadinya pasien jatuh dilakukan dengan cara
menhitung jumlah pasien yang jatuh dibagi dengan jumlah semua pasien
yang dirawat.
Jumlah pasien yang jatuh
X 100%
Jumlah semua pasien yang dirawat
C. Area Prioritas Peningkatan Mutu Pelayanan
1. Poli Umum
2. Poli IBU/KB
3. Poli Anak
4. Poli Gigi dan Mulut
5. Poli Usila
6. Farmasi
7. Laboratorium
8. Kesehatan Lingkungan

KEPALA UPTD PUSKESMAS


PERAWATAN BETUNGAN

Survival Laut