Anda di halaman 1dari 16

CAPAIAN KEGIATAN

PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PRIMER (PKMP)

Disusun oleh :
Dr. Chintia Nilna Muna

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PERIODE 19 SEPTEMBER 2016 – 18 SEPTEMBER 2017
PUSKESMAS RENGASDENGKLOK
KABUPATEN KARAWANG
JAWA BARAT
LAPORAN KEGIATAN
UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (F-1)
“Penyuluhan ANC dan Kehamilan Resiko Tinggi”

dr Chintia Nilna Muna

LATAR BELAKANG Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang menyebabkan terjadinya
bahaya dan komplikasi yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama
kehamilan, persalinan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan, persalinan dan nifas
normal. Jumlah angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi diantara negara-negara
ASEAN lainnya. Menurut Depkes tahun 2008 jika dibandingkan AKI (angka kematian ibu)
Singapura adalah 6 per 100.000 kelahiran hidup, AKI Malaysia mencapai 160 per 100.000
kelahiran hidup. Bahkan AKI Vietnam sama seperti Negara Malaysia, sudah mencapai 160 per
100.000 kelahiran hidup, Filipina 112 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 33 per 100.000 per
kelahiran hidup, sedangkan di Indonesia 228 per 100.000 kelahiran hidup, penyebab langsung
kematian maternal di Indonesia terkait kehamilan dan persalinan terutama yaitu perdarahan 28%.
Sebab lain, yaitu eklampsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, dan abortus 5% (Depkes, 2010)

PERMASALAHAN Saat ini pengetahuan masyarakat tentang penting nya ANC ( Ante Natal
Care ) untung mencegah hal hal yang dapat meningkatkan resiko dalam kehamilan sangatlah
minim. Masyarakat masih banyak tidak paham maksud dan tujuan dilakukan nya ANC sehingga
perlu dilakukan intervensi berupa penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat
khusus nya ibu hamil.

PERENCANAAN INTERVENSI Intervensi dilakukan dengan melakukan penyuluhan kepada


ibu-ibu yang sedang berkumpul menunggu pemdaftaran di Puskesmas Rengasdengklok dengan
menyajikan materi berupa power point dan diakhiri dengan sesi tanya jawab untuk mengetahui
pemahaman peserta penyuluhan.

PELAKSANAAN Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Juni 2017 di
Puskesmas Rengasdengklok pada pukul 09.00 sd selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu-
ibu.

MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dilakukan dengan memberikan waktu kepada


ibu – ibu untuk menanyakan hal – hal belum dimengerti maupun diskusi kelompok terarah
mengenai peningkatan pengetahuan dan kesadaran individu terhadap materi penyuluhan yang
telah disampaikan. Secara umum kegiatan berlangsung lancar, sasaran dapat menerima dengan
baik materi yang disampaikan. Dalam hal ini antusiasme sasaran sangat baik, sasaran aktif
mendengarkan materi yang diberikan. Adapun evaluasi dalam hal ini adalah waktu yang sempit
sehingga mengurangi kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya. Dengan memberikan jeda
dalam setiap materi, informasi ringan yang berhubungan dengan topik, akan menciptakan
suasana santai yang kondusif.

Rengasdengklok, 14 Juni 2017


Dokter Internsip Pendamping
dr Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri

LAPORAN KEGIATAN
UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN (F-2)
“Pengelolaan Rumah Sehat”

dr Chintia Nilna Muna

LATAR BELAKANG Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain kebutuhn
sandang dan pangan. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, berlindung dari gangguan ikli dan
makhluk lain. Rumah yang sehat dan nyaman merupakan sumber inspirasi bagi penghuninya
untuk berkarya sehingga dapat meningkatkan produktifitasnya.
KASUS KUNJUNGAN RUMAH Pada Jumat, 14 Juli 2017 , dilakukan kunjungan rumah ke
rumah Ny. Sanih bertempat di telukbunder, desa dewisari kecamatan rengasdengklok, kabupaten
karawang. Ny. Sanih berusia 67 tahun tinggal seorang diri. Ny. Sanih adalah seorang ibu rumah
tangga.
Berdasarkan parameter untuk menentukan rumah sehat yang telah tercantum pada
Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999, rumah Ny. Sani belum memenuhi kriteria untuk
dikatakan rumah sehat. Penerangan yang kurang, hanya terdapat satu lampu untuk menerangi
seluruh isi rumah yang berukuran 5m x 3m, serta tidak terdapat ventilasi untuk jalan keluar
masuknya udara. Ruangan dalam rumah yang terdiri dari 1 kamar tidur, serta 1 ruang keluarga.
Selain itu, terdapat satu kamar mandi yang digunakan bersamaan dengan keluarga lainnya.
Komponen sanitasi di rumah Ny. Sanih telah memiliki sarana air bersih, septic tank. Namun,
untuk proses pembuangan limbah rumah tangga disalurkan ke selokan di sekitar rumah yang
tampak tidak mengalir dan berbau. Selanjutnya komponen perilaku penghuni rumah, seperti
jarang membersihkan rumah karena hanya tinggal sendiri dan tidak membuang sampah pada
tempatnya.

PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI Secara umum, rumah Ny.Sanih tidak


memenuhi komponen sebagai rumah sehat, karena itu beberapa hal yang dianjurkan kepada Ny.
Sanih untuk lebih rajin membersihkan rumah nya, dan membuka pintu rumah sebagai jalur
ventilasi udara. Jika memungkinkan membuat jendela rumah sebagai ventilasi.

PELAKSANAAN INTERVENSI Ny. Sanih mengaku jarang membersihkan rumahnya karena


merasa hanya tinggal sendiri saja dan merasa sudah cukup tua untuk membersihkan rumah.
Karena itu perlu dijelaskan bahwa kebersihan rumah merupakan hal yang penting guna
mencegah berbagai penyakit timbul dari rumah yang kotor, serta kebutuhan akan ventilasi rumah
menjadi hal yang sakit penting untuk diperhatikan.

MONITORING DAN EVALUASI Ny. Sanih mengatakan setuju akan hal-hal yang disarankan
pada penyuluhan ini yang dapat meningkatkan kualitas hidup khususnya sisi kesehatan dirinya.
Selain itu, hendaknya ada evaluasi rutin yang dapat dilaksanakan petugas kesehatan setempat
untuk memastikan tujuan dari rumah sehat dapat tercapai.

Rengasdengklok, 14 Juli 2017


Dokter Internsip Pendamping

dr Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri


LAPORAN KEGIATAN
UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK SERTA KELUARGA BERENCANA (F-3)
“Ante Natal Care”

dr. Chintia Nilna Muna

LATAR BELAKANG Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan hal yang sampai saat ini perlu
mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan
(Kemenkes), pada 2015 tercatat ada 305 ibu meninggal per 100 ribu orang. Tingginya angka
kematian pada ibu dipengaruhi status kesehatan dan gizi yang rendah. AKI berkolerasi dengan
angka kematian bayi (AKB). Sebagai upaya meminimalkan faktor risiko keduanya, para ibu
hamil diimbau melakukan pemeriksaan berkala secara rutin setiap empat bulan sekali selama
masa kehamilan sekaligus pemindaian faktor risiko kelainan atau penyakit yang dapat
meningkatkan risiko kematian saat persalinan.

PERMASALAHAN Pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya melakukan pemeriksaan


kehamilan secara berkala sangatlah minim. Banyak ibu hamil yang tidak akan memeriksakan
kehamilan nya jika mereka tidak merasa ada keluhan pada kehamilan nya. Keterbatasan sarana
dan prasarana merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya minat serta keinginan ibu hamil
untuk mengetahui kondisi kehamilan nya.

PERENCANAAN INTERVENSI Intervensi yang dilakukan adalah dengan melaksanakan


pemeriksaan Ante Natal Care di posyandu yang lokasi nya dekat dengan rumah warga.
Pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan standar Ante Natal Care berupa minimal 7T (
timbang berat badan,tekanan darah, tinggi fundus, TT, tablest besi, tes penyakit menular, temu
wicara ). Dengan diadakan nya ANC yang lokasi nya didekat rumah warga diharapkan minat dan
keinginan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan menjadi lebih tinggi

PELAKSANAAN Kegiatan ANC dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Juni 2017 di Desa tegal asem,
Rengasdengklok. Kegiatan ini diikuti oleh 10 ibu hamil dengan umur kehamilan dari kurang
lebih 8 minggu sampai 37 minggu. Kegiatan ini meliputi standar ANC yang berlaku.

MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dapat dilakukan melalui pencatatan pada buku
KIA secara berkala. Secara umum kegiatan berlangsung lancar, sasaran dapat menerima dengan
baik masukan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Adapun evaluasi dalam hal ini adalah
tempat yang kurang memadai. Sehingga penyampaian materi tentang ANC dan hal hal yang
terkait dengan ANC menjadi harus berulang kali dilakukan oleh petugas kesehatan.

Rengasdengklok, 3 Juni 2017


Dokter Internsip Pendamping

dr Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri


LAPORAN KEGIATAN
UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT (F-4)
“Pemberian tablet Fe pada ibu hamil”

dr. Chintia Nilna Muna

LATAR BELAKANG Menurut WHO (2008), secara global prevalensi anemia pada ibu hamil
di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia
sebesar 48,2 %, Afrika 57,1 %, Amerika 24,1 %, dan Eropa 25,1 %. Meskipun pemerintah sudah
melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil yaitu dengan memberikan 90 tablet
Fe kepada ibu hamil selama periode kehamilan dengan tujuan menurunkan angka anemia ibu
hamil, tetapi kejadian anemia masih tinggi. (Kementerian Kesehatan RI, 2013).

PERMASALAHAN Program pencegahan anemia pada ibu hamil di Indonesia, dengan


memberikan suplemen tablet Fe sebanyak 90 tablet selama masa 2 kehamilan. Kebanyakan ibu
hamil yang menolak atau tidak mematuhi anjuran ini karena berbagai alasan. Kepatuhan
mengkonsumsi tablet Fe dikatakan baik apabila ibu hamil mengkonsumsi semua tablet Fe yang
diberikan selama kehamilan. Kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe merupakan faktor
penting dalam menjamin peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Tablet Fe sebagai suplemen
yang diberikan pada ibu hamil menurut aturan harus di konsumsi setiap hari. Pengetahuan, sikap
dan tindakan ibu hamil yang kurang baik, efek samping tablet Fe yang ditimbulkan tablet Fe
tersebut dapat memicu seseorang kurang mematuhi konsumsi tablet Fe secara benar sehingga
tujuan dari pemberian tablet Fe tersebut tidak tercapai. Oleh karena perilaku kesehatan ibu hamil
dipengaruhi oleh faktor predisposing (predisposisi) diantaranya adalah pendidikan, pengetahuan,
sikap, nilai dan kepercayaan. Faktor enabling (pemungkin) meliputi ketersediaan sarana dan
prasana atau fasilitas kesehatan dan faktor reinforcing (penguat) meliputi dukungan keluarga,
dukungan petugas kesehatan.

PERENCANAAN INTERVENSI Intervensi dilakukan berupa pemberian tablet Fe kepada ibu


ibu yang melakukan pemeriksaan ANC di posyandu guna mencegah kejadian anemia pada ibu
hamil.

PELAKSANAAN Pemberian tablet Fe dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan ANC ibu


hamil pada tanggal 3 juni 2017 di Desa Tegal Asem. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang ibu
hamil dan didampingi oleh bidan desa setempat.

MONITORING DAN EVALUASI Monitoring perkembangan dari pemberian tablet Fe dapat


dilakukan dengan pemeriksaan hemoglobin (Hb) secara berkala pada setiap ibu hamil atau
menyarankan ibu – ibu hamil mengunjungi puskesmas untuk memeriksakan kadar Hb secara
berkala. Evaluasi yang cukup penting untuk capaian yang sempurna pada program ini berupa
penyuluhan berkala tentang pentingnya konsumsi tablet Fe selama kehamilan.

Rengasdengklok, 3 Juni 2017


Dokter Internsip Pendamping

Dr. Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri


LAPORAN KEGIATAN
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR (F-5)
“Gebyar IVA”

dr Chintia Nilna Muna

LATAR BELAKANG Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa saat ini
penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang
menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahunnya terdeteksi lebih
dari 15.000 kasus kanker serviks, dan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.
Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di
dunia. Pasalnya, kanker ini muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga
penyakit telah mencapai stadium lanjut. Pencegahan yang dapat dilakukan secara umum untuk
penyakit kanker serviks adalah dengan pencegahan primer melalui edukasi dan vaksinasi serta
pencegahan sekunder yaitu skrining lesi prakanker melalui papsmear, IVA (Inveksi Visualisasi
Asetat) atau kolposkopi.

PERMASALAHAN Kanker Serviks disebabkan Virus bernama Human Papiloma Virus (HPV).
Tanda dan gejalanya terbagi dua untuk stadium awal tanpa gejala dan untuk stadium lanjut
terjadinya perdarahan saat hubungan suami istri, keputihan yang berbau dan nyeri perut bawah.
Di tahap awal penyakit ini tidak bergejala jadi wanita dapat saja terkena kanker serviks tanpa
dirinya mengetahui hal tersebut. Penyakit ini menjadi sangat perlu medapat perhatian khusus
karena tanda dan gelaja nya yang tidak jelas.

PERENCANAAN INTERVENSI Intervensi yang dilakukan adalah dengan melakukan


pemeriksaan IVA kepada masyarakat yang telah menikah di sekitar Puskesmas Rengasdengklok
yang bertujuan untuk skrining lesi guna mengantisipasi kemungkinan terjadi nya kanker servik

PELAKSANAAN Kegiatan Gebyar IVA ini dilakukan pada hari rabu, 5 juli 2017 bertempat di
puskesmas rengasdengklok dan dihadiri oleh 35 orang ibu ibu yang akan dilakukan skrining
IVA.

MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dilakukan dengan melihat tingkat kebehasilan


program Gebyar IVA dengan melihat jumlah ibu yang diskrining dibandingkan dengan jumlah
seluruh wanita yang telah menikah yang terdapat di sekitar puskesmas rengasdengklok. Evaluasi
dari program ini adalah kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat sekitar sehingga
jumlah partisipan pada acara ini masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah wanita sekitar
puskesmas rengasdengklok yang telah menikah.
Rengasdengklok, 5 juli 2017
Dokter Internsip Pendamping

dr Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri


LAPORAN KEGIATAN
UPAYA PENGOBATAN DASAR (F-6)
“Asma Bronchiale”

dr Chintia Nilna Muna

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. T
Umur : 4 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan :-
Alamat : Dusun Bojong Tugu I, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan
Rengasdengklok

SUBJECTIVE
Riwayat Penyakit Sekarang :
OS datang dengan keluhan sesak nafas sejak 9 jam yang lalu. Sesak disertai dengan bunyi
mengi. Sesak tidak membaik dengan perubahan posisi. Sesak tidak disertai dengan
bengkak pada wajah atau kelopak mata, atau bengkak pada kedua tungkai. Menurut orang
tua ini bukan kejadian pertama yang dialami OS. OS sering mengalami hal seperti ini
khususnya ketika sehabis makan ice cream. Keluhan juga disertai dengan batuk yang
dirasakan 1 minggu sebelum ke puskesmas. Batuk terus menerus dengan sedikit dahak
tidak berwarna. Mual dan muntah disangkal. Keluhan jika disertai pilek 1 hari yang lalu.
Demam disangkal. BAB dan BAK lancer tidak ada keluhan.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Ibu pasien mengaku, os sudah pernah mengalami penyakit serupa. Menurut ibu pasien,
imunisasi os lengkap sampai usia 9 bulan.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Ibu pasien mengalami keluhan serupa dengan OS.
Riwayat Sosial Ekonomi :
OS adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ayah pasien bekerja sebagai petani dengan
pendidikan terakhir SD. Ibu pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan pendidikan
terakhir SD. OS belum bersekolah dan sering bermain bersama teman sebayanya di
lingkungan tempat tinggalnya. OS tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak perempuannya.

OBJECTIVE
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital :
Nadi : 90 x/m
RR : 32 x/m
Suhu : 36,80C
Berat Badan : 12,5 kg
Status Generalis :
Kepala : lesi (-)
Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik(-/-)
Hidung : lesi (-/-), sekret (-/-),
Telinga : lesi (-/-), sekret (-/-)
Mulut : hygiene (baik), karies (+)
Status Lokalis :
Paru : Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing +/+
Jantung : S1/S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : datar, supel, nyeri tekan (-), massa (-), bising usus (normal)
Pinggang : lesi (-), CVA (-/-), nyeri tekan (-)
Genitalia : Dalam batas normal
Ekstrimitas : akral hangat, CRT (< 2”)

ASSESSMENT
Dyspneu ec Asma bronciale

PLAN
Diagnosis : penegakan diagnosis sudah cukup optimal ditegakan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

Pengobatan :
1. Nebuizer dengan ventolin ½ amp
2. Amoksisilin syrup 3 x 1 cth.
3. Ambroxol 3x ¼ tab
4. Salbutamol tab 2 x 2 mg

Edukasi :
1. Edukasi tentang penyakit dan komplikasi penyakit bahwa penyakit ini bersifat
congenital(diturunkan) dan tidak dapat menular
2. Edukasi tentang faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakitnya kambuh.

DAFTAR PUSTAKA

Crocket, Anthony. 1997. Penanganan Asma Dalam Perawatan Primer, Jakarta : Hipokrates

Hermawan H.M.,2006. Imunologi Asma bronkial. Dexa- Media: Denpasar

Rengasdengklok, 12 Juli 2017


Dokter Internsip Pendamping

dr Chintia Nilna Muna dr Hj. Eliza Qhadri