Anda di halaman 1dari 2

BAB 4

PEMBAHASAN

Penulis akan membahas tentang kesenjangan antara teori dan hasil pengambilan data. Bab
ini akan menguraikan pembahasan tentang “Asuhan Keperawatan Klien dengan diagnosa medis
DHF (Expanded Dengue Syndrome) di Ruang Bona 2 RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tanggal
11 Februari – 16 Februari 2019.
3.1 Pengkajian keperawatan
Pengkajian dimulai dari identitas, klien yang bernama An.Z laki – laki berusia 11
tahun. Saat ini An. Z mengalami penurunan kesadaran, tidak kejang dan tidak mengalami
muntah, teradapat ruam pada kaki dan hematoma pada tangan kanan. Tekanan Darah : 130/60
mmHg, Nadi : 140 x/menit dan RR : 36 x/menit, An. Z terpasang kateter 120 ml, klien
mengalami perdarahan hidung serta mengalami edema paru, AKI st failure, hipokalemia dan
sempat mengalami gagal nafas namun sudah membaik. Klien pernah mengalami demam,
kejang, batuk pilek serta mimisan. Riwayat imunisasi An. Z lengkap.

Data yang diperoleh pada An. Z didapatkan keluhan utama demam serta sesak nafas.
Data yang didapatkan dari pemeriksaan fisik keadaan umum pada pemeriksaan dada ditemukan
adanya pola nafas An.Z tidak efektif dengan RR 36 x/menit, pada pemeriksaan B2 (Blood)
didapatkan klien sempat mengalami perdarahan.

3.2 Diagnosa keperawatan

Pada An.Z didapatkan diagnosa keperawatan : Pola nafas tidak efektif b.d post
mengalami penurunan kesadaran dan gagal nafas, Resiko perdarahan berulang b.d post
mengalami perdarahan, Resiko syok hipovolemi b.d post mengalami penurunan kesadaran
dan proses penyakit ensefalopati dengue.

1. Pola Nafas Tidak Efektif

Merupakan inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Dengan tanda dan gejala secara subjektif yaitu dispnea sedangkan objektif yaitu pola nafas
abnormal. Pada An.Z ditemukan peningkatan RR yaitu 36 x/menit serta terlihat sesak.

2. Resiko Perdarahan Berulang

Merupakan beresiko mengalami kehilangan darah baik internal maupun eksternal.


Faktor resiko dan kondisi klinis terkait dari resiko perdarahan adalah gangguan koagulasi
seperti trombositopenia. Pada An.Z pernah mengalami perdarahan pada hidung serta terdapat
ruam pada kaki dan hematom pada tangan kanan.
3. Resiko Syok Hipovolemia

Merupakan beresiko mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang


dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa. Kondisi klinis terkait yaitu
perdarahan, seperti yang dialami oleh An.Z serta ketidakseimbangan kalium dan natrium
dalam tubuh yang ditunjukkan dengan adanya hipokalemia dan hiponatremia.

3.3 Rencana Intervensi Keperawatan


Terdapat beberapa rencana tindakan keperawatan di dalam teori Nursing Intervention
Classification (Bolecheck 2013) yang di terapkan pada klien, dan secara umum tahap
perencanaan tinjauan kasus mengacu pada tinjauan teori, tetapi tetap disesuaikan dengan situasi
dan kondisi baik klien maupun prosedur rumah sakit. Sehingga tidak semua perencanaan
keperawatan yang ditetapkan dari teori dapat diterapkan pada kasus. Sehingga pada tahap
perencanaan, antara teori dan kasus terdapat kesenjangan.
3.4 Pelaksanaan Keperawatan
Pelaksanaan keperawatan pada An. Z yaitu Megobservasi tanda-tanda vital,
meningkatkan ekspansi paru agar pola nafas klien dapat dalam batas normal, pemberian
oksigenasi 3 lpm, melakukan transfusi FFP 165 ml, transfusi WB 470 ml, transfusi PRC 470
ml, pemberian injeksi Vitamin K 10 gram.

Pelaksanaan keperawatan yang dilakukan mengacu pada perencanaan yang telah dibuat
sebelumnya dan dapat diimplementasikan pada klien dengan respon data objektif, yaitu keluarga
klien dapat mengerti dan memahami apa yang sudah diajarkan. Kekuatan dari implementasi yang
sudah diberikan adalah selama dilakukan tindakan keperawatan, keluarga klien kooperatif dan
mendukung setiap tindakan yang dilakukan, serta melakukan apa yang sudah diajarkan secara
mandiri, sehingga tidak ada hambatan selama dilakukan tindakan keperawatan.
3.5. Evaluasi keperawatan
Tahap evaluasi prinsipnya antara teori dan kasus sama yaitu menggunakan SOAP dalam
melaksanakan evaluasi. Masalah keperawatan yang belum teratasi namun sudah menunjukkan
peningkatan perubahan kondisi klien.