Anda di halaman 1dari 15

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/317338782

PEMANFAATAN GIS UNTUK INVENTARISASI DATABASE JALAN

Article · September 2012

CITATIONS READS

0 663

1 author:

Agus Nursikuwagus
Universitas Komputer Indonesia
37 PUBLICATIONS   10 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Fuzzy inference system View project

Applied Informatics View project

All content following this page was uploaded by Agus Nursikuwagus on 14 December 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

PEMANFAATAN GIS UNTUK INVENTARISASI DATABASE


JALAN
Agus Nursikuwagus
Teknik Informatika ST-INTEN Bandung
agus235032@yahoo.com

Abstrak
Pemanfaatan GIS dalam berbagai bidang sudah merupakan alternatif
dalam penyajian data. Kemudahan dalam pembacaan data dan sajian
dalam bentuk visual menjadikan GIS (Geographic Information System)
merupakan salah satu perangkat lunak yang menjadi alternatif
pengembangan sajian informasi. Pemanfaat GIS salah satunya adalah
untuk inventarisasi database jalan. Keadaan jalan di salah satu
perkotaan menjadikan informasi yang penting untuk memelihara dan
mengembangkan keberadaan jalan tersebut, sehingga validasi dan
verifikasi keberadaan jalan tersebut bisa terus dipelihara.
Penggambaran data jalan yang diinterpretasikan sebagai bentuk line
(garis) dalam GIS, dipergunakan untuk identifikasi atribut dari database
jalan. Hasil dari pemanfaatan GIS ini adalah perangkat lunak
berbasiskan peta yang dapat menggambarkan keberadaan jalan pada
suatu perkotaan serta pemilihan secara cepat tentang atribut dari suatu
jalan.

Abstract
The GIS has been using in many fields. The GIS is one alternative for
displaying the data and provided easy of tools on processing the data.
The benefit of GIS beside on the text is making easy of repository of
street database on the map. The picturing of street was drawn as a line
and used for identifying attribute from street database. The result is
software based on the map that it is picturing the situation of the street
on the city, and the application, which the fast selecting about attribute,
contents of information the street. Trough this process can also
selecting the line (street) with the parameter such as condition of the
street and the covered media of the street.

Keyword : GIS (Geographic Information System), database

1. PENDAHULUAN hal tersebut mudah untuk diwujud-


Perubahan penyajian informasi kan.
dari bentuk kertas ke dalam bentuk Kebutuhan akan akses data
dijital menjadikan suatu tantangan secara cepat dan tampilan dalam
untuk memenuhi kebutuhan bentuk visualisasi, menjadikan
informasi bagi halayak umum. Ke- target utama dalam penyelesaian
majuan aplikasi komputer dan aplikasi ini. Sebagai dinas yang
perangkat komputer menjadikan bertugas dalam menangani jalan,

1
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

jembatan dan irigasi, menjadikan dapat menyelesaikan masalah


data sangat penting untuk di- yang timbul. Sehingga dipandang
inventarisasikan. Sehingga perlu perlu untuk membuat aplikasi
adanya suatu upaya yang dapat database dan sistem informasi
memperkecil waktu dalam pencari- geografis jalan di Kota Tangerang
an suatu informasi tentang data Selatan.
jalan di Tangerang Selatan.
Permasalah yang dihadapi di 1.1. Rumusan Masalah
Dinas Bina Marga dan Pengairan Dari paparan yang telah dituang-
antara lain seperti : 1) keberadaan kan pada latar belakang masalah,
data yang bersifat manual menjadi maka dapat ditarik kesimpulan
proses pengambilan data jalan masalah yang muncul adalah
menjadi lambat, karena dengan bagaimana memanfaatkan GIS
mengandalkan lembar kerja yang untuk inventarisasi jalan.
dicetak harus dicari satu persatu
dengan cara sekuensial; 2) 1.2. Maksud dan Tujuan
penggunaan peta yang masih ber- Maksud disusunnya laporan pe-
sifat data citra (gambar) menjadi nelitian ini adalah untuk memberi-
tambahan kesulitan dalam pe- kan laporan hasil dari penelitian
ngambilan informasi secara cepat. mengenai pemanfaatan GIS untuk
Masalah ini timbul diakibatkan inventarisasi jalan.
karena belum tersedianya aplikasi Adapun tujuan dari pelapor-
bantuan yang menginventarisasi an ini adalah :
seluruh data ke dalam bentuk 1. Memberikan uraian mengenai
format dijital. Hal ini menjadi pembangunan GIS sebagai alat
hambatan dalam hal pelaporan dan untuk inventarisasi database
pengambilan informasi sehingga jalan
keputusan untuk melakukan suatu 2. Memberikan gambaran menge-
pekerjaan menjadi terhambat. nai hasil dari perangkat lunak
Sejalan dengan keinginan GIS Jalan.
pemerintah dan hasil audensi
terakhir yang meningingkan 1.3. Metodologi
dokumentasi ke dalam bentuk Seperti halnya pada laporan
format dijital, menjadi suatu pendahuluan, metodologi atau
landasan dalam melakukan pen- kerangka kerja yang digunakan
database-an dan pembuatan adalah metodologi perancangan
visualisasi peta. Sehingga Dinas sistem waterfall. Waterfall ini
Bina Marga dan Pengairan merasa sangat mudah dipahami dan di-
perlu untuk melakukan hal ini, yaitu implementasikan dalam suatu
dengan mengadakan pekerjaan bentuk pekerjaan.
inventarisasi database ke dalam Model waterfall ini merupakan
bentuk format dijital. model pengembang perangkat
Berdasarkan masalah yang lunak secara sekuensila. Dimana
diperoleh serta dorongan kebijakan setiap proses akan mengalir layak-
pemerintah, maka diperlukan suatu nya air terjun yang meliputi proses
aplikasi berbasis komputer untuk

2
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

requirement, analysis, design, kan alat untuk menterjemahkan


implementation, dan testing. hasil kajian, bisa ERD (entitas
Dari gambar 1.1 dapat dilihat Relationship Diagram), Flow-
bahwa setiap tahapan akan me- Char, ataupun dengan DFD
ngalir seperti air terjun. Ada dua (Data Flow Diagram).
pengertian yang bisa diperoleh dari 4. Tahap implementation, tahap ini
gambaran ini yaitu : merupakan tahap penterjemah-
1. Jika belum terjadi pengembang- an perancangan ke dalam
an, maka harus diikuti tahap bentuk bahasa pemrograman.
demi tahap. Tahap ini bisa menggunakan
2. Jika sudah ada pengembagan Bahasa Pemrograman
dari tiap tahap bisa melakukan BORLAND DELPHI untuk pem-
refine (memperbaiki) pekerjaan, bangkit aplikasi database, dan
dan jika selesai pada tahap pe- AVENUE untuk pembangkit
kerjaan tersebut, bisa menuju manipulasi peta.
pada tahap berikutnya atau 5. Tahap testing, tahap ini adalah
langsung pada tahap akhir. untuk melakukan cek terhadap
Pekerjaan yang dilakukan meng- kehandalan aplikasi yang dibuat.
gunakan model ini, dengan rincian
pekerjaan tiap tahap dapat dijelas- 2. LANDASAN TEORI
kan berikut: Pada bagian ini akan diberikan
secara sekilas pengertian menge-
Requirement
nai istilah yang digunakan pada
pelaporan ini. Berbagai pengertian
Analysis bisa didapatkan dari literatur
manapun. Berikut berbagai penger-
Design
tian yang digunakan dalam pe-
Implementation
laporan ini.
1) Sistem Informasi Geografis
Testing merupakan teleskop yang bekerja
secara terus menerus, mikroskop,
Gambar 1.1. WaterFall Model
komputer, mesin Xerox pada
1. Tahap requirement, merupakan analisis regional dan sintesa dari
tahap penggalian kebutuhan data spasial. Definisi lainnya :
akan pengembangan perangkat 2) Sistem untuk capturing, storing,
lunak. checking, integrating, manipulating,
2. Tahap analysis, tahap ini men- analysing dan displaying data
jelaskan secara rinci mengenai spasial yeng merupakan referensi
masalah dengan menggunakan dari bumi.
alat analysis seperti ERD 3) Secara normal dipertimbangkan
(entitas Relationship Diagram), untuk melibatkan suatu spasial
FlowChar, ataupun dengan DFD yang direferensikan dengan
(Data Flow Diagram). database komputer dan perangkat
3. Tahap Design, tahap yang men- aplikasi yang tepat. Sistem
jelaskan perancangan secara informasi yang dirancang untuk
detil. Tahap ini juga mengguna-

3
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

bekerja dengan referensi data Derajat hubungan antar tabel


spasial atau kordinat. Atau juga: menggunakan istilah kardinality.
4) SIG adalah suatu sistem data- Kardinality ini akan menentukan
base yang direferensikan dengan bagaimana bentuk hubungan yang
data spasial dan aplikasi yang terjadi antara tabel. Sedangkan
memiliki kemampuan khusus untuk tabel dapat digambarkan berikut:
melakukan operasi terhadap data
tersebut. Model dari SIG bisa Tabel 2. 1 Contoh Tabel Jalan
digambarkan berikut : Nama Atribut Widht (lebar dijit)
KodeRuas 15
NmJalan 50
Panjang 4
Lebar 4
Luas 4
Nama atribut menjelaskan
spesifikasi informasi dari data,
sedangkan width(lebar dijit) me-
rupakan daya tampung yang bisa
Gambar 2.1. Model Sistem Informasi dimuat sebanyak dijit/character.
Geografis
Entitas Relationship Diagram
Pengertian lain yang ada di- (ERD)
laporkan ini adalah database. ERD adalah bentuk dari hubung-
Database bisa diartikan sebagai an antar tabel. ERD ini bisa meng-
kumpulan tabel yang saling gambarkan kejadian dari suatu
berelasi satu dengan yang lain. aktifas. Tabel yang memiliki relasi
Atau juga hanya sebagai kumpulan satu dengan yang lain bisa me-
tabel saja. Sedangkan tabel nerangkan suatu aktifitas yang ter-
merupakan kumpulan dari field jadi. Sebagai contoh bisa dilihat
(atribut) yang memiliki nilai yang gambar berikut :
bisa mendeskripsikan suatu arti
tertentu. Berikut contoh yang bisa
menggambarkan pengertian
database dan field.
Table
N:1

1:1 Table
Table

1:1
Gambar 2.3. Contoh Entitas
Table
Relationship Diagram
M:1
Sumber
http://thomaszae.files.wordpress.com/
Gambar 2.2. Model Database 2007/10
Sederhana
Seperti yang telah dijelaskan
Pada gambar 2.2 digambarkan pada subbab pengertian, bahwa
suatu hubungan antar tabel. hubungan antar tabel yang dinyata-

4
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

kan dengan simbol belah ketupat, (sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/Fl


memiliki arti adanya aktifitas. Se- owchart).
dangkan gambar persegi panjang
menyatakan suatu entitas kerja Flow Chart Diagram
(objek) yang memiliki aktifitas Flowchart adalah tipe dari
tersebut. Sebagai contoh antar diagram yang merepresentasikan
entitas Item_Installation dan suatu algoritma (tahapan proses)
Character memiliki hubungan atau proses. Ditunjukkan dengan
carrying. Hubungan ini dijelaskan menggunakan berbagai bentuk
bahwa character memiliki banyak kotak dan panah. Kotak dapat
item_installation. Begitu pula menunjukkan suatu data atau
hubungan yang lain. aktifitas yang berlangsung dan
panah menunjukkan aliran data
Data Flow Diagaram (DFD) yang berpindah dari satu data/
Pada tahun 1970-an DFD diper- proses ke data/proses yang lain.
kenalkan dan dipopulerkan Gane
and Sarson 1979 sebagai alat
analisis terstruktur dan perancang-
an. DFD menunjukan alir data dari
ekternal luar masuk ke dalam
sistem, juga menunjukan bagai-
mana data tersebut berpindah dari
satu proses ke proses lainnya.
Gane dan Sarson membuat notasi
untuk menggambar DFD yaitu
kotak, lingkaran, panah, dan kotak
dengan salah satu ujung terbuka
untuk menyatakan table (storage).
Contoh dari DFD dapat dilihat Gambar 2. 5 Contoh Flowchart untuk
rute pemanggilan telepon
berikut.
(sumber:http://www.mindtools.com/me
dia/ Diagrams)

3. Analisis
3.1. Analisis Data
Analisis data adalah tahapan
untuk mendapatkan kepastian dari
struktur data yang disepakati ber-
sama. Pada analisis ini ada dua
kajian yaitu kajian terhadap data
Gambar 2.4 Contoh DFD Level 5 dari berbasis teks dan data berbasis
proses transaksi dengan Credit Card peta. Data berbasis teks sering
dikenal dengan istilah information

5
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

text dan data berbasis peta dikenal Kel/Kecamatan Kec.Serpong/Kel.Buaran


Panjang (m) 200
dengan istilah spatial data. Lebar (m) 5
Untuk database teks, pihak Luas (m2) 10000
Dinas Bina Marga dan Pengairan Jenis perkerasan Aspal / Beton
telah melakukan inventarisasi se- Kondisi -
 Baik 200
cara manual. Maksudnya adalah  Rusak Ringan -
melakukan pen-database-an hanya  Rusak Berat 1800
menggunakan bantuan dari pe- Usulan prioritas -
ngolah Spreadsheet (excel). Di- Status / fungsi jalan -
mana data sajikan dalam bentuk
Informasi yang disajikan tersebut
tabular seperti yang telah dilapor-
harus dirubah ke dalam bentuk
kan pada laporan pendahuluan.
format data standar. Artinya
Database yang diperoleh berisikan
sturktur yang diberikan harus bisa
informasi mengenai jalan yang ada
menampung informasi yang telah
di Kota Tangerang Selatan. Setiap
diperoleh. Karena itu menjadi
jalan tersebut memiliki atribut
penting untuk membuat format
seperti 1) No urut; 2) nama ruas; 3)
struktur standar agar untuk
nama pangkal ruas; 4) nama ujung
pembuatan aplikasi database men-
ruas; 5) panjang; 6) lebar; 7) luas;
jadi mudah. Proses penstrukturan
8) Jenis perkerasan; 9) kondisi
data kembali harus memperhatikan
yang menyatakan baik, rusak
informasi yang sudah ada, jangan
ringan, rusak berat; 10) usulan
mengganti atau menghilangkan
prioritas; 11) status atau fungsi
informasi yang sudah ada.
jalan.
Pada atribut jalan, memiliki tiga
Atribut tersebut disimpan dalam
buah nilai atribut yaitu baik, rusak
bentuk tabular di pengolah
ringan, dan rusak berat. Tetapi
SpreadSheet (Excel). Setiap atribut
dalam kenyataannya bahwa setiap
memiliki nilai sendiri sesuai hasil
atribut memiliki nilai masing-
perolehan data sebelumnya. Se-
masing, seperti contoh yang ada di
bagai contoh salah satu nama ruas
tabel 3.1. Karena itu perlu adanya
dan atributnya.
perbaikan terhadap atribut yang
Terlihat bahwa tabel 3.1 yang
telah ada.
disajikan dalam bentuk tabular
Data yang ada disajikan dalam
(spreadsheet) memiliki kekurangan
bentuk flat, artinya semua atribut
untuk dapat memisahkan nilai
jalan berada dalam satu tabel.
atribut seperti kelurahan dan
Untuk dapat mengembangkan
kecamatan.
database ini, hanya tinggal me-
nentukan perbaikan atribut pada
data jalan tersebut, dan menyusun
Tabel 3.1. Contoh satu ruas yang
ulang urutan dari atribut tersebut.
lengkap dengan atributnya Perlu diingat pula bahwa pada
setiap implementasi database
No 1021 sangat penting adanya kodefikasi.
Nama ruas Jl.Kp.Jati Ciater Kodefikasi ini digunakan untuk
Nama Pangkal Ruas Kp.Jati
mempercepat pencarian. Pada
Nama Ujung Ruas -

6
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

data yang diberikan tidak memiliki


kodefikasi standar sehingga di-
perlukan perbaikan terhadap
kodesikasi tersebut.
Perbaikan yang diusulkan agar
nantinya bisa lebih mudah dalam
pemasukan dan pencarian data
jalan yang diusulkan adalah
Gambar 3.1. Sistem Kodefikasi Ruas
sebagai berikut :
Jalan
Keterangan:
Tabel 3.2. Perbaikan Struktur data
Jalan 1. Nomor Propinsi disediakan 2
Atribut Existing Atribut Perbaikan
(dua) digit, pengisiannya sesuai
Kode ruas Kode ruas dengan apa yang tertera dalam
Nama Ruas Nama Ruas IRMS/Kepmen
Jenis Ruas
Nama Pangkal Ruas Nama Pangkal Ruas Kimpraswil/Kepmen Depdagri
Nama Ujung Ruas Nama Ujung Ruas tentang status jalan.
Kecamatan Kelurahan
Kecamatan 2. Nomor Ruas Jalan disediakan
Panjang Panjang
Lebar Lebar 3 (tiga) digit, pengisiannya ter-
Luas Luas gantung dari nomor ruas jalan
Jenis Perkerasan Jenis Perkerasan
Kondisi Baik yang ada di masing-masing
Panjang Kondisi Baik (m) Propinsi:
Kondisi Rusak Ringan
Kondisi
Panjang Rusak Ringan (m)
Kondisi Rusak Berat
a. Pada propinsi yang nomor
Panjang Rusak Berat (m) ruasnya sudah mencapai
Usulan prioritas Usulan prioritas
Status / fungsi Jalan Status Jalan
angka 829, misalnya pro-
Fungsi Jalan pinsi Sumatera Selatan
Lebar bahu Kiri (m)
Lebar Bahu kanan (m)
maka penomoran Ruas
Foto Foto Jalan Non Status dimulai
dari angka 900
Dari hasil perbaikan struktur
b. Pada propinsi yang nomor
data jalan diperoleh atribut baru
ruasnya belum mencapai
sebanyak 13 atribut dari 23 atribut
angka 499, maka penomor-
sebelumnya. Atribut ini nantinya
an Ruas Jalan Non
akan digunakan sebagai atribut
Status dimulai dari angka
baru untuk menampung data jalan
500
Kota Tangerang Selatan.
Sedangkan untuk kodefikasi di- 3. Suffix disediakan 2 (dua) digit,
gunakan mengacu pada referensi diisi dengan melihat nomor ruas
sebagai berikut : jalan non status yang menerus
(kalau ruas jalannya menerus
penggalannya bisa mengguna-
kan suffix)
4. Status disediakan 1 (satu) digit,
diisi dengan notasi : S
5. Fungsi disediakan 2 (dua) digit,

7
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

diisi dengan notasi : L


Pemberian nama ruas jalan Hasil analisis dari peta hardcopy
dimulai dari nama desa/Kecamat- diperoleh peta dijital Kota
an/Kabupaten/Kota/Nama Persim- Tangerang Selatan lengkap
pangan/Nama Bangunan Perma- dengan atribut database-nya.
nen (jembatan) dari patok Km Bahwa peta yang didijitasi harus
terkecil (dari Ibu kota Propinsi) dan disesuaikan dengan peta standar
diakhiri dengan nama Desa/ yang ada di dunia, sehingga Kota
Tangerang Selatan tetap pada
posisi yang sebenarnya. Berikut
hasil dijitasi dari bentuk hardcopy
menjadi bentuk format dijital.
Kecamatan/Kabupaten/Kota /Nama
Persimpangan/Nama Bangunan
Permanen (jembatan) dari ruas
jalan Non Status yang bersangkut-
an, atau nama jalan (Jalan Lingkar
kota .................... .dan seterusnya).
Pada penggunaan data spasial
yang harus diperhatikan adalah
lokasi koordinat bumi dari wilayah
Kota Tangerang Selatan. Dari peta
yang ada dalam bentuk hardcopy,
harus dilakukan dijitasi untuk Gambar 3.2. Peta Dijital
mendapatkan peta dijital. Data Tangerang Selatan
spasial yang digunakan adalah
Jika dikaitkan maka hubungan
berupa : 1)line; 2) titik; 3)polygon.
ERD (Entitas Relationship
Untuk peta jalan maka analisis
Diagram) dapat digambarkan
dilakukan terhadap banyaknya
berikut :
jalan yang ada di Kota Tangerang
Peta Infojalan
Selatan. Agar penempatan di Bumi
PK kode_ruas PK Kode_ruas
tepat pada posisi Kota Tangerang
Selatan, maka perlu disesuaikan Nama_jln Nm_jln
Kec
dengan koordinat sebenarnya. Nm_p_ruas
Berikut properti peta Kota
Tangerang Selatan : Gambar 3.3. ERD Peta Spasial
dengan Database Jalan
Tabel 3. 3 Properti Peta Tangerang
3.2. Analisis Data
Selatan
Pada bagian ini akan dipaparkan
Atribut Peta Nilai Atribut mengenai proses yang dibutuhkan
untuk memanipulasi database dan
Bentuk Line
visualisasi peta. Proses yang di-
Proyeksi Mercator peroleh dari hasil kajian dan
wawancara, kebutuhan akan
Standar Peta WGS 84
proses yaitu pen-database-an data

8
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

dari atribut yang telah ada. Adapun Aplikasi database dan Peta

kebutuhan untuk aplikasi database


adalah proses add, delete, edit, Database Peta

post, view, select Secara simpulan File Selesai Select Atribut

maka kebutuhan proses bisa


dipaparkan berikut :
Perbaiki Edit
Perubahan Select
dan Tambah

Tambahan (utility) Lihat Data Search


Tabel 3.4. Kebutuhan Proses Jalan

Manipulasi Database Informasi Lihat dengan


Pilihan
Nama Keterangan
Proses
Gambar 3.4. Skema Proses Aplikasi
Add Proses untuk menambahkan data baru
Delete Proses untuk menghapus data Database dan Peta
Edit Proses untuk merubah/update data
Post Proses untuk menyimpan hasil perubahan
View Proses untuk menampilkan
atau masukan baru tabel 3.3. Analisis Keluaran
Select Proses untuk memilih informasi
berdasarkan atribut tertentu
Pada table 3.4. adalah tabel Bahwa setiap aplikasi tentu-
yang mengakuisisi kebutuhan nya diharapkan adanya keluaran
proses untuk manipulasi database. Analisis keluaran ini dilakukan
Sedangkan untuk visualisasi peta berdasarkan kebutuhan kerja. Dari
maka kebutuhan proses yang perolehan kajian beberapa keluar-
harus disediakan seperti searching an yang diharapkan dari aplikasi
(pencarian) nama jalan, seleksi ini, antara lain :
area berdasarkan kondisi, seleksi
area berdasarkan kelurahan atau Tabel 3.6. Analisis Keluaran
kecamatan. Untuk lebih jelasnya Nama Proses Keluaran
Select atribut Peta berdasarkan atribut yang dipilih
dapat dilihat berikut : Search Peta berdasarkan pencarian nama
Select area Peta berdasarkan pilihan tertentu dari
ruas jalan
Add Bertambahnya
nilai atribut nama ruas jalan
Tabel 3.5. Kebutuhan Proses beserta atributnya
Manipulasi Peta Delete Jumlah ruas jalan berkurang
Nama Proses Keterangan Edit Berubahnya nilai atribut berdasarkan
Post Adanya
perubahan data yang tersimpan dalam
Select atribut Proses untuk memilih atribut bentuk dijital
peta yang akan ditampilkan
View Adanya tampilan data jalan
Search Proses untuk menampilkan Select Adanya tampilan hasil seleksi data
jalan yang dicari Export Laporan dalam format EXCEL
Select Proses untuk menampilkan
peta berdasarnya jenis atau Dari analisis keluaran ini dapat
kondisi
dipahami bahwa kehendak dalam
aplikasi nanti dapat menampung
Bahwa dalam database maupun permintaan dari pengguna.
peta sebelumnya, tidak ada proses
otomasi sehingga dalam analisis 3.4. Analisis Pengguna
database maupun data spasial Berdasarkan organigram yang
hanya merupakan kajian yang ada di Dinas Bina Marga dan
diperoleh dari wawancara. Secara Pengairan Kota Tangerang
umum skema proses database dan Selatan, maka pengguna yang
peta yang telah diperbaiki dapat memungkinkan antara lain :
digambarkan berikut :
Tabel 3.7. Pengguna Aplikasi

9
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

Nama Pengguna
Ka. Dinas
Keterangan
Bisa melihat dan memanipulasi database
yang ada pada data tabular
Sek. Dinas Bisa melihat dan memanipulasi database (spreadsheet).
Kabid Bina Marga Bisa melihat dan memanipulasi database
Kabid Teknik Bisa melihat dan memanipulasi database
Operator Bisa mendesain ulang dan mengentry ulang, Tabel 4.1. Rancangan untuk data
serta membuat laporan jalan
Atribut Lebar Tipe Keterangan
Keterkaitan pengguna dan (dijit) data
Kode ruas 15 text Gabungan karakter
proses yang ada dapat dikaitkan dan angka
dengan matrik hubungan pengguna Nama Ruas 50 text Gabungan karakter
dan angka
dengan proses dan data. Berikut Jenis Ruas 30 text Gabungan karakter
matrik hubungannya. dan angka
Nama 50 text Gabungan karakter
Pangkal dan angka
Tabel 3.8. Matrik hubungan Peta, Ruas
Database, dan Proses Nama Ujung 35 text Gabungan karakter
Nama Pengguna Peta Data Proses Ruas dan angka
Ka. Dinas U U U Kelurahan 30 text Gabungan karakter
Sek. Dinas U U U dan angka
Kabid Bina Marga U U U Kecamatan 30 text Gabungan karakter
Kabid Teknik U U U dan angka
Operator C C C Panjang 5 numerik Bilangan integer
atau numerik
Lebar 5 numerik Bilangan integer
Keterangan : U = menyatakan atau numerik
bahwa pengguna hanya bisa me- Luas 5 numerik Bilangan integer
atau numerik
nggunakan saja; C = menyatakan Jenis 30 text Gabungan karakter
pengguna bisa merubah database Perkerasan dan angka
15 text Gabungan karakter
dan peta Kondisi Baik
dan angka
Panjang 5 numerik Bilangan integer
Kondisi Baik atau numerik
(m)
Kondisi 15 text Gabungan karakter
Rusak dan angka
Ringan
3.5. PERANCANGAN Panjang 5 numerik Bilangan integer
Rusak atau numerik
3.5.1. Perancangan Database Ringan (m)

Pada bagian ini menerangkan Kondisi 15 text Gabungan karakter


Rusak Berat dan angka
secara detil rancangan database Panjang 5 numerik Bilangan integer
yang akan dibuat untuk aplikasi. Rusak Berat atau numerik
(m)
Rancangan ini terkait dengan Usulan 50 text Gabungan karakter
atribut pada data, dimana atribut prioritas dan angka
Status Jalan 50 text Gabungan karakter
tersebut memiliki nilai atribut yang dan angka
memiliki lebar tertentu. Dari hasil Fungsi Jalan 50 text Gabungan karakter
dan angka
analisis maka perlu dirancang ter- Lebar bahu 5 numerik Bilangan integer
kait lebar atribut tersebut. Karena Kiri (m) atau numerik
Lebar Bahu 5 numerik Bilangan integer
database yang dibuat cukup kanan (m) atau numerik
sederhana maka rancangan ini Foto 50 text Gabungan karakter
dan angka
hanya dibuat dengan model data
flat, artinya rancangan hanya
3.5.2. Perancangan Proses
mengandalkan satu buah tabel
untuk bisa dipakai diaplikasi nanti- Pada bagian ini akan dipaparkan
nya. Berikut hasil rancangan data- rancangan proses berdasarkan
base yang terkait dengan atribut analisis yang diperoleh. Rancang-

10
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

an proses ini menggunakan DFD Ka. Dinas

(Data Flow Diagram). Pada DFD Sek. Dinas

yang akan disajikan adalah DFD,


Report Jalan
Peta

PSPEC (process spesification) Report Jalan


Peta

pada level terdalam, dan kamus


Report Jalan
Peta

data. Operator
infoJalan,
Atribut peta
0
Aplikasi database dan
SIG Jalan
Sebelum menggambarkan pe- Report Jalan
Peta

rancangan proses, terlebih dahulu


akan dibuat dekomposisi proses Report Jalan
KaBid Bina
Marga

aplikasi database dan SIG.


Peta

Dekomposisi proses ini sama Kabid Teknik

seperti skema proses pada analisis Gambar 4.1. Context Diagram


proses yaitu gambar 3.4. Pada Aplikasi Database dan SIG Jalan
level context ini entitas yang terlibat
sesuai dengan pengguna yang Report Jalan

akan menggunakan aplikasi ini. Report Jalan

Lingkaran besar menyatakan


Report Jalan

aplikasi yang dibuat. Dari gambar


InfoJalan Aplikasi database Report Jalan
jalan

4.1, maka akan dibuat level 1 yaitu Report jalan InfoJalan


Ka. Dinas

ada dua aplikasi yang dibuat. 1) Operator

Jalan
Peta
Sek. Dinas

aplikasi database; 2) aplikasi SIG. InfoJalan

Untuk memudahkan logika proses


KaBid Bina
Peta
Marga
Atribut peta

yang berlangsung maka dibuatkan Peta


2
Aplikasi SIG Jalan
Kabid Teknik

spesifikasi proses. Spesifikasi


Atribut peta
Peta
Peta

proses untuk menggambarkan Peta Spasial

kejadian yang terjadi dalam suatu Atribut peta

proses.(tabel 4.2) Gambar 4.2. DFD Level 1 Aplikasi


database dan SIG Jalan
4. HASIL PENELITIAN
Pada bagian ini akan ditunjukkan Tabel 4.2. Contoh Spesifikasi Proses
hasil penelitian. Bagian ini men- Edit Jalan
No Proses 1.1.2
jelaskan tentang terjemah dari Nama Proses EditJalan (proses editing/merubah data)
tabel, proses, dan antarmuka yang Input Kode Ruas
Output InfoJalan
telah dirancang. Deskripsi //algoritma untuk proses add
OPEN(InfoJalan) // buka tabel jalan
FIND(kode_ruas) // temukan kode_ruas
IF FIND(kode_ruas) = TRUE THEN
EDIT(record) // rubah infojalan
ENDIF
POST(InfoJalan) // simpan penambahan record

Tabel 4.3. Contoh Kamus data


InfoJalan dan AtributPeta
Kamus Data
InfoJalan kode_rus + nm_ruas + kec + nm_p_ruas +
nm_ujung + pjng + lebar + luas + jns_krs +
knds + usu_prio + sts_jln + foto
AtributPeta Id + shape
.
4.1. Hasil Implementasi Tabel

11
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

Implementasi tabel mengguna- Adapun hasil dari aplikasi data-


kan tabel default yang dimiliki oleh base dapat dilihat sebagai berikut :
ArcView. Dalam hal ini tabel jalan
dibuat dalam bentuk databasefile
(*.dbf). Berikut hasil implementasi
tabel.

Gambar 5.3. Aplikasi Menu Utama


Database

Gambar 5.1. Implementasi Tabel Jalan

Sedangkan untuk data spasial


dibuat dalam bentuk *.shp. File
*.shp merupakan file hasil bentuk-
an dari pembangkit peta. File ini Gambar 5.4. Dialog untuk Edit dan
dihasilkan oleh aplikasi ArcView. Tambah data Jalan
Hasil dari dijitasi peta hardcopy ke
dalam bentuk dijital menghasilkan
format dijital, sebagai berikut :

Gambar 5.5. Dialog Untuk Pemilahan


data
Gambar 5.2. Peta Spasial Jalan dan
Batas Kecamatan di Tangerang Sedangkan untuk aplikasi SIG,
Selatan sesuai perancangan pada bab
desain, maka diperoleh hasil
4.2. Hasil Implementasi Proses implementasi sebagai berikut
dan Antarmuka
Berdasarkan rancangan yang
dibuat, implementasi proses dilaku-
kan dengan bantuan Avenue untuk
SIG Jalan, dan Borland Delphi
untuk aplikasi database.

12
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

Procedure Tabel jalan


1.1.3 DeleteJalan Sukses
DeleteClick() berkurang 1
Info tersimpan
Procedure
1.1.4 PostJalan pada tabel Sukses
PostClick()
jalan
Procedure
Tampilan
1.1.5 ViewJalan ViewJalanClic Sukses
tabel
k()
Procedure Tampil info
SelectbyKeca
1.2.1 SelectbyKeca jalan menurut Sukses
matan
matan() kec
Procedure Tampil info
SelectByKelu
1.2.2 SelectByKelur jalan menurut Sukses
rahan
ahan() kel
Tampil info
Gambar 5. 7 Aplikasi SIG Jalan SelectByJeni
Procedure
jalan menurut
1.2.3 SelectByJenis Sukses
dengan ArcView sPerkerasan
Perkerasan()
jenis
perkerasan
Procedure Tampil info
SelectByKon
1.2.4 SelectByKondi jalan menurut Sukses
disi
si() kondisi jalan
Sedangkan hasil dari proses 1.2.5
ExportToExc
Procedure
ExportToExcel
Cetak di
spreadsheet Sukses
selectArea, dapat dilihat pada el
() EXCEL
gambar berikut 2.1 SelectAtribut
Script
sPilihAtribut
Peta tampil
sesuai pilihan
Sukses

Script Peta tampil


2.2 Search Sukses
Indentity sesuai pilihan
Script
Peta tampil
2.3 SelectArea sJenisPerkera Sukses
sesuai pilihan
san

5. SIMPULAN

Dari penelitian yang telah dibuat


maka ada beberapa simpulan yang
bisa diambil, yaitu :
Gambar 5.8. Hasil Proses Search 1. Penerapanan GIS untuk
Jalan
inventarisasi database jalan di-
4.3. Hasil Pengujian tuangkan dalam bentuk dua
Pada bagian ini menerangkan aplikasi yaitu untuk aplikasi GIS
tentang pengujian terhadap sistem sebagai tampilan peta dan
yang dibuat. Pada intinya hanya aplikasi database jalan sebagai
menuliskan keberhasilan dalam aplikasi berbasis text.
penterjemahan perancangan ke 2. Aplikasi database menangani
perangkat lunak. permasalahan untuk perubahan
Hasil pengujian ini dipaparkan data jalan dan laporan pengem-
dalam bentuk tabel agar mudah bangan jalan yang bisa disajikan
dipahami dan dimengerti mengenai dalam bentuk spreadsheet.
gambaran singkat dari proses. 3. Aplikasi GIS menangani per-
masalahan visualisasi untuk
Tabel 6.1. Testing terhadap proses pencarian jalan berdasarkan
yang dirancang parameter kondisi dan jenis
No Nama Implementasi
Keluaran Hasil Uji
perkerasan jalan.
Proses Proses Proses
Procedure Tabel Jalan
1.1.1 AddJalan
AddClick() bertambah 1
Sukses DAFTAR PUSTAKA
Procedure Tabel Jalan
1.1.2 EditJalan Sukses
EditClick() berubah

13
Jurnal Teknologi dan Informatika
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST.INTEN)
Volume : 6, No : 2, November 2010, page 1 – 13
ISSN : 1412-9361

1. Prahasta, Eddy(2005), ”Sistem


Informasi Geografis Konsep-
konsep Dasar (Perspektif
Geodesi & Geomatika)”,
Penerbit Informatika, Bandung
2. Prahasta, Eddy(2007),”Sistem
Informasi Geografis Tutorial
ArcView”, Penerbit Informatika,
Bandung
3. Weiderhold, Geo, (1992) ,
”Management Database
System ”, MC GrawHill.

Biodata Penulis :
Agus Nursikuwagus, MM.,MT.,
Dosen Tetap Jurusan Teknik
Informatika ST-INTEN sejak tahun
1999 – sekarang; S1 Jurusan
Teknik Informatika ST-INTEN lulus
tahun 1998, S2 Manajemen
UNWIM tahun 2003 dan Teknik
Informatika ITB tahun 2005.

14

View publication stats