Anda di halaman 1dari 25

Volume 2

PANDUAN
HRD 2019
How to Build Superteam for Scale Up

tenang.. semua bisa diatur :)


Building Team
for Scale Up

Apa yang akan Anda baca ini adalah tips


“daging” yang telah viral di facebook dan
berbagai grup WA pebisnis.

Sebagian pembaca tips ini telah


mempraktekkan dan merasakan hasilnya.

Sekarang, buka pikiran, kencangkan ikat


pinggang. Kita gas pol untuk scale up.
Siap?

Mari kita mulai.


Yang bikin banyak UKM sulit take off
salah satunya karena ga bangun tim.
Penyebabnya banyak.

Satu…
Bisa dari belief
system.
Meyakini bahwa lebih enak, cepat, dan
murah kalo dikerjain sendiri.

Jadinya males ngerekrut. Atau, saat


diminta hire orang yang lebih pinter,
mereka takut ditipu.
Karena Ndak ngerti caranya. Ndak
punya skill-nya.

Ndak tahu step by step nya.


Sehingga yang terjadi…

Nambah orang malah nambah


beban. Bukan nambah tenaga.

Bikin tim biar mereka bantuin


mikir bisnis kita, malah kita yang
jadi capek mikirin mereka (yang
ga mikirin perusahaan)

Dan ………… (silakan isi sendiri


dengan curhatanmu)........
Tapi seringnya, kegagalan
bangun tim ini ada di level
capabilities.

Kemampuan.

Jadi kebanyakan emang udah


ada niat untuk hijrah dari
SUPERMAN ke SUPERTEAM.

Tapi karena ga ngerti caranya,


malah jadi SUPERMI kremes…
Remuk ra karu-karuan...!

hehehe #peace
Jadi, Gimana
Caranya?
1) Tentukan Standar
Kenapa sering ngerasa kerjaan
melambat kalo didelegasikan?

Salah satunya karena kita sendiri ga


nge-set standar yang kita inginkan.

Jadi, kalo ada yang ga perform,


jangan buru-buru dipecat. Bisa jadi
kitanya yang ga bisa mimpin.

Terus, standar apa aja nih yang perlu


kita tentuin?
Standar Karakter /
Culture Perusahaan
Mungkin pernah ngalami. Kok saya ga
nyaman ya sama tim saya?

Mungkin karena anda ga punya standar


/ basic rule karakter tim. Panjang kalo
dijelasin. Saya kasih contoh aja.

Basic rule yang powerful. Bikin


perusahaan Anda punya culture yang
ngedukung untuk scale up.

Langsung klik
http://bit.ly/ContohBasicRules Download
aja. Dan sesuaikan dengan culture yang
ingin Anda bangun.
Standar Skill
Masing-masing
Divisi
Bayangin lomba lari estafet. Biar
menang, pelari berikutnya harus lebih
kenceng dari sebelumnya. Minimal
sama.

Kalo CS lama bisa deal 10 pcs/day, CS


baru harus di atasnya. Jangan sampe
turun. Biar ga turun, perlu ada “SOP
peningkat omzet”. Cara bikinnya?

Breakdown keberhasilan the Best CS


kita saat ini.
● Kok bisa deal 10 pcs/day?
● Apa aja yang dilakuin?
● Chat ke berapa orang?
● Nelpon berapa customer?
● Dateng jam berapa?
● Minta dia sharing ke
temen-temennya.
Sebelum ngundang trainer CSing atau
kirim dia ke workshop mahal, mending the
best CS Anda ngisi training internal dulu.
Kalo mentok, baru deh kirim buat upgrade
ilmu.

Terapin juga ke operation dan finance. Kok


bisa packingnya cuma 30 detik? Kok bisa
keuangannya rapi?

Resep Sukses tim Anda ini


jadiin SOP.

Kalo belum punya tim? Ya breakdown aja


apa yang Anda lakuin selama ini.

Mungkin yang Anda lakukan belum yang


terbaik. Tapi minimal, kualitasnya ga turun.

Begitu nanti dapet ilmu lebih canggih,


update lagi SOP nya.
2. Tentukan Komposisi
Tim
Untuk scale up, kita butuh hire
marketing dulu.

Kalo udah muntah-muntah leads dan


conversionnya, baru operation.

Lalu finance. Terus HR. Lalu terakhir


Chief Technology.

Siapa aja yang perlu di-hire?

Tergantung channel marketing kita.


Kalo offline, ya marketer and sales
offline.

Kalo online, ya standar. Copywriter,


Desainer dan editor (Tim konten), dan
advertiser.
3. Buka Lowongan

Saatnya Anda Mencari Best


Talent untuk menjadi tim
Anda..

Tapii…..
Dimana
Nyarinya?
1) Jobs DB dan Jobstreet.

Untuk scale up tahap 1, kita lebih


banyak perlu fresh graduate.

Di platform ini kita bisa dapet banyak.


Tinggal cara kita buka lowongan yang
diperhatikan.

Biar yang masuk, sesuai kualifikasi.


Caranya? Sabar.. .Bentar lagi saya
bahas.
2. Info Lowker kota. Baik
IG, Grup FB

Ada yang gratis, ada yg berbayar.


Sebelum pasang iklan, kepoin dulu
akun nya.

Rame ga. Terus, gimana iklan-iklan


lowker lain?

Iklan Anda perlu stand out from the


crowd untuk attract the best-right
talent.
3. WA Grup Profesi.

Waktu nyari HRD Assistant, saya sama


sekali ndak post di FB saya.

Kenapa? Karena FB saya bukan kolam


yang tepat. Waktu itu langsung dapet
500+ pelamar di hari pertama justru
krn iklan lowker saya viral di WA group
HRD.

Udah dapet banyak, qualified pula...


(dan GRATIS)
4. FB ADS

Jago pasang iklan buat produk kan?


Pasang iklan juga dong buat hire team.

Melalui facebook ads kita Bisa


targetkan iklan kepada orang-orang
berdasarkan :

● Jenis Kelamin
● Usia
● Pendidikan
● Domisili
● Jabatan pekerjaan
● Minat
● Kebiasaan tertentu misalkan Anda
mencari seorang digital marketing,
Anda bisa targetkan orang yang
memiliki halaman facebook.
5. Career Page di Fanspage

Di FP, kita bisa bikin tab career lho.

Baru tahu?
6. Career page di web
perusahaan.

Udah jelas lah ya… Anda bisa membuat


sub domain atau halaman karir di web
perusahaan Anda sendiri.

Sekadar catatan, inilah perilaku job


seeker jaman sekarang.

Begitu dapet info lowker, dia akan cari


nama perusahaan. Lalu googling nama
perusahaan itu. Cek review nya.

Baik review di google maps maupun


kaskus dan web lain. Juga akan
ngepoin akun sosmed nya.

Jadi, pastiin IG dan web kita


menarique… GImana bikin sosmed dan
web kita menarique bagi best talent?
INTERMEZZO
Saya cerita dikit ya…

Suatu siang, saya sudah tidak tahan lagi.


Dan akhirnya saya curhat ke guru saya.
“Saya mentok!”

Sudah sebulan penuh saya berusaha


mendatangkan talent. Tapi hasilnya
belum sesuai dengan yang saya
inginkan. Saya belum dapat 1 orang
pun.

“Oo.. Ya wajar lah,” kata partner saya.

“Kita belum se-terkenal perusahaan


lain. Gaji yang kita tawarin
standar-standar aja. Bangunan kantor
juga biasa-biasa aja. Jelek malah,” Dia
mulai nyerocos.

Saya senang, kalau dia mulai begini.


Biasanya sebentar lagi ada sesuatu
yang “gold” akan keluar.
“Kita gak bisa ngalahin mereka
dengan cara main mereka. Sampai
kiamat juga gak bakal bisa,” kata dia.

“Gak usah tampil sok korporat.


Karena kita bukan korporat. Jadi diri
sendiri aja. Just try to be You. being
us. being human..”

Kata-kata nya menampar kesadaran


saya. “Bener juga,” saya bilang dalam
hati. Being human. Menjadi manusia.

Dari situ, sejak momen itu, saya


berusaha lebih jujur. Lebih jadi
manusia.

Selain content-content standar seperti


syarat umur, posisi yang dilamar, dll,
kami selalu tambahkan setidaknya
SATU paragraf di bagian lowongan.

Satu paragraf dimana kami bicara


kepada kandidat, sebagai “manusia.”
Kalau sudah lancar bikin halaman web
sederhana, tambahkan halaman karir
di website Anda.

Atau bikin pdf yang bisa di download


tentang kita. Disana kita bisa bercerita
lebih banyak. Terutama tentang
budaya kita. Kasih link nya di iklan
lowongan kita.

Semakin spesifik dan jujur kita cerita,


semakin kita bisa mendapatkan
kandidat yang persis keinginan kita.

Tidak usah cerita terlalu tinggi, cerita


pakai hati saja. Tentang kita. Bicara
sebagai manusia, kepada manusia
yang sama-sama ingin berkarya
dengan hati nyaman.
Contoh?

https://career.idphotobook.com/

scroll dulu sampe bawah. Lalu balik ke


atas. Cari tombol “lihat keasikannya”.
Klik aja.

Nanti akan download life at Id


Photobook. Di situ kita cerita dengan
hati. Kita ini siapa. Mau ke mana.. Dan
kenapa kita butuh kamu…
iya, kamu :)
Bagaimana Menarik
BEST TALENT untuk
bergabung di Tim Anda
Kita akan membahas ini di Panduan
HRD volume berikutnya.

Sampai jumpa :)