Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN HASIL TUTORIAL

OLEH
INSISIVUS 3

SKENARIO 5
“PROFESI KESEHATAN”
LAPORAN DISKUSI TUTORIAL

BLOK 1 PENGANTAR PENDIDIKAN DOKTER GIGI

SKENARIO 5

OLEH

KELOMPOK 3

KETUA : Queenta Syania Gusti (1811412001)

SEKRETARIS MEJA : Tri Aditya Septian (1811412006)

SEKRETARIS PAPAN : Regina Syahira (1811412003)


ANGGOTA : Febri Yandra Dewimar Putri (1811411021)

Diandra Nadhifa Anjani (1811411022)

Anggita Kusnanda Nurisma (1811411023)

Natasha Rifdah Salviana (1811412002)

Anugrah Dwi Aztri (1811411024)

Neta Safna May Sarah (1811412005)

Selly Okta Epriani (1811419001)

Rico Nelson Aurelius (1311419007)

TUTOR : drg. Aria Fransiska, MDSc

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS ANDALAS

2018
SKENARIO 5
“dirujuk?”

Seseorang mahasiswa FKG mengantar saudaranya berobat ke poli gigi RS Universitas


Andalas. Ketika mendaftar mereka dimnta untuk memperlihatkan surat rujukan dari dokter
keluarga. Sebelum diberikan tindakan pasien diminta mengisi inform contsent. Berbagai
profesi kesehatan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Bagaimana saudara mejelaskan hal tersebut?

STEP 1
TERMINOLOGI

1. Surat rujukan : surat yang dipakai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.
Contoh : dokter umum merujuk ke dokter spesialis dan upaya pelimpahan tanggung jawab.
2. Inform contsent : persetujuan tindakan yang akan diberikan kepada keluarga pasien. Suatu
tindakan yang legal yang harus dilaksanakan.
3. Profesi kesehatan : orang-orang yang kerja dibidang ksehatan. Contoh : dokter, bidan,
perawat, apoteker, ahli gizi.
Tujuan pekerjaan : promotiv, preventif, kuratif, rehabilitatif.
4. Pasien : orang yang mendapatkan perawatan dari tenaga medis.
5. Poli gigi : suatu tempat pelayanan, dokter melakukan penanganan dan pelayanan kepada
pasien. Sebelumnya, dokter melakukan anamnesa dan diagnosa awal. Contoh : pencabutan
gigi susu pada anak, pengobatan gigi dan mulut, konseling, rujukan.

STEP 2

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Apa saja contoh dari profesi kesehatan dan fungsinya?
2. Bagaimana cara membangun kolaborasi yg baik antar profesi kesehatan dan
manfaatnya?
3. Apa saja organisasi dalam profesi keehatan ?
4. Siapa yang berhak untuk memberi inform contsent dan cara memberikannya?
5. Kenapa pasien diminta untuk mengisi inform ontsent?
6. Tindakan mendis apa saja yang memerlukan inform contsent?
7. Apakah inform contsent hanya untuk pasien yang melakukan tindakan? (bagaimana
dengan penelitian)?
8. Apa saja jenis jenis surat rujukan?
9. Apa saja hak dan kewajiban pasien?
10. Bagaimana bentuk pelayanan yang baik kepada pasien?
STEP 3
ANALISA MASALAH
1. Contoh :
 bidan dan dokter : membantu proses persalinan
 perawat : membantu dokter
 apoteker : memberikan obat yang sudah diresepkan oleh dokter.
 Ahli gizi : mengatur apa saja gizi gizi yang diperlukan pasien yang sedang
dirawat
 Radiografer : untuk melakukan x ray
 Perekam medis : merekan dan mengarsipkan catatan medis pasien.
 Penyuuluh kesehatan : menyuluhkan kesehatan kepada masyarakat.
 Tenaga kesmas
 Tenaga kerja tradisional : ramuan, keterampilan.
2. Memiliki komunikasi yang baik, manfaat : pasien akan mendapatkan pelayanan yang
terbaik.
3. Organisasi :
 IDI
 IBI
 PDGI
 PPNI
 IAI
4. Yang berhak : pihak RS (medis -> dokter dan perawat, penelitian -> peneliti) ke
keluarga.
Cara : - RS akan memberikan inform contsent kepada keluarga
- Jik sudah ditandatangani, akan dilakukan tindakan.
5. Agar keluarga tidak bisa nuntut risiko.
6. - operasi = karena risiko nya besar
-pemindahn pasien ke ruangan ICU
7. Tidak
Untuk penelitian membutuhkan Inform Contsent agar melakukan penelitian terhadap
masyarakat .
8. – surat rujukan ke RS lain
- Surat rujukan ke dokter spesialis
9. Hak :
- Mendapatkan informasi secara lengkap
- Boleh meminta pendapat dari tim medis
- Meminta pendapat dokter
- Meminta isi saran rekan medis
- Memilih dokter
- Memilih kelas perawatan

Kewajiban : mematuhi tata tertib.


10. – tenaga medis harus bisa berkomunikasi yang baik.
- Tindakan yang diberikan harus tepat dan benar.
- Bersikap ramah tamah kepada pasien.
- Bersopan santun kepada pasien.
- Harus mampu memberikan tindakan fisik, mental, sosial.
- Harus mampu memberikan promotif, rehabilitatif, preventif.
STEP 4
SKEMA

PROFESI
KESEHATA

PEREKAM
DOKTER BIDAN PERAWAT APOTEKER AHLI GIZI RADIOGRAFER
MEDIS

ORGANISASI PASIEN KOLABORASI

IAI, IDI,
PDGI,PPNI,IBI
HAK KEWAJIBAN

TINDAKAN INFORM PELAYANAN SURAT


MEDIS
CONTSENT RUJUKAN

JENIS - JENIS
STEP 5
LEARNING OBJECTIVE (LO) / FORMULASI
1. M4 Profesi kesehatan
2. M4 Surat rujukan
3. M4 Inform contsent
4. M4 Organisasi dlm profesi kesehatan
5. M4 Hak dan Kewajiban pasien
6. M4 tentang kolaborasi di bidang kesehatan

STEP 6
PENJELASAN LEARNING OBJECTIVE
1. Profesi kesehatan
Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/
permanen.
Profesi juga sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap
suatu pengetahuan khusus. Secara teoritis bahwa profesi kesehatan masyarakat sejajar
dengan tenaga kesehatan lainnya, seperti medis, perawat, dan lain-lain. Namun
keberadaan profesi kesehatan masyarakat di tengah-tengah masyarakat belum banyak
diperhitungkan .

KODE ETIK PROFESI


Adalah seperangkat kaidah perilaku yang diharapkan dan dipertanggung jawabkan
dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa, negara, masyarakat, dan tugas-
tugas organisasinya.

SIFAT DARI KODE ETIK


1. Harus rasional
2. Harus konsisten, tetapi tidak kaku
3. Harus bersifat universal
2. Surat rujukan
Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah kesehatan peserta dari luar
kota dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal balik .

Pembagian sistem rujukan :


1. Interval referral
2. Collateral refferal
3. Cross refferal
4. Split refferal
Syarat surat pengantar rujukan.

1. Rujukan harus dibuat oleh orang yang mempunyai kompetensi dan wewenang untuk
merujuk.
2. Rujukan dan rujukan balik mengacu pada standar rujukan pelayanan medis daerah.
3. Agar rujukan dapat diselenggarakan tepat dan memadai.

3. Inform contsent.

Suatu persetujuan yang diberikan setelah mendapat informasi. Dengan demikian inform
contsent dapat di definisikan sebagai pernyataan pasien atau yang sah mewakilinya yang
isinya berupa persetujuan atas rencana tindakan kedokteran yanng dijukan oleh dokter setelah
menerima informasi yang cukup untuk dapat membuat persetujuan atau penolakan .
persetujuan tindakan yang akan dilakukan oleh dokter harus dilakukan tanpa adanya unsur
pemaksaan.

4. Organisasi dalam profesi kesehatan.

1. IDI (Ikatan Dokter Indonesia)

2. PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)

3. PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesia)

4. IBI (Ikatan Bidan Indonesia)

5. PPGI (Persatuan Perawar Gigi Indonesia)

6. IAI ( Ikatan Apoteker Indonesia)

7. PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia)

8. PAEI (Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia)

9. PEKI (Perhimpuna Entomologi Kesehatan Indonesia)

10. HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan)

5. Hak dan kewajiban pasien.

Hak :

1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana


dimaksud dalam pasal 45 ayat (3)

2. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi.


3. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis.

4. Menolak tindakan medis.

5. Mendapatkan isi rekam medik.

Kewajiban :

1. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatan.

2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi.

3. Mematuhi ketentuanyang berlaku di sarana pelayanan ksehatan.

4. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

6. Tentang kolaborasi dibidang kesehatan.

Hubungan kerja yang memiliki tanggung jawab bersama dengan penyedia layanan
kesehatan lain dalam pemberian (penyediaann) asuhan pasien (ANA, 1992 dalam kozier,
fundamental keperawatan). Kolaborasi kesehatan merupakan aktivitas yang bertujuan untuk
memperkuat hubungan diantara profesi kesehatan yang berbeda.

Model – model / jenis kolaborasi tim kesehatan.

1. Fully integrated major.

2. Partially integrated major

3. Joint program office

4. Joint partnership with affiated programming

5. Joint partnership for issue advocacy

Prinsip-prinsip kolaborasi tim kesehatan.

1. Patient-centered care.

2. Recognition of patient-physician relationship.

3. physician as the clinical leader.

4. Mutual respect and trust.


Manfaat kolaborasi tim kesehatan

1. kemampuan dari pelayanan kesehatan yang berbeda dapat terintegrasikan sehingga


terbentuk tim yang fungsional.

2. kualitas pelayanan kesehatan dan jumlah penawaran pelayanan meningkat sehingga


masyarakat mudah menjangkau pelayanan kesehatan.

3. bagi tim medis dapat salling berbagi pengetahuan dari profesi kesehatan lainnya dan
menciptakan kerjasama tim yang kompak.

4. memberikan kesehatan yang berkualitas dengan menggabungkan keahlian unik


profesional.

5. memaksimalkan produktivitas serta efektivitas dan efisiensi sumber daya.

6. meningkatkan kepuasan profesionalisme, loyalitas, dan kepuasan kerja.

7. peningkatan akses ke berbagai pelayanan keseehatan.

8. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan.

9. memberikan kejelasan peran dalam berinteraksi antar tenaga kesehatan profesional


sehingga dapat saling menghormati dan bekerja sama.

10. untuk tim kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, pengalaman.

Cara membangun dan mempertahankan kolaborasi tim kesehatan yang efektif :

1. pastikan semua anggota tim dapat bertemu secara berkala untuk mendiskusikan agenda
kedepan.

2. pastikan semua tim kesehatan terlibat dalam setiap rencana.

3. salinng mengenal antar anggota tim agar dapat berkontribusi dengan baik.

4. komunikasi harus terjalin dengan baik dan rutin dilakukan.

5. saling percaya, mendukung, dan menghormati.

6. melakukan evaluasi secara berkala untuk memperbaiki keadaan dimasa yang akan datang.

7. menghargai setiap pendapat dan kontribusi semua anggota tim.


DAFTAR PUSTAKA

jurnal.rekayasa.dan.manajemen.sistem.informasi

eprints.undip.ac.id

http://www.kanalinfo.web.id/2017/09/pengertian -tenaga-kesehatan-dan-
jenisnya.html?m=1

https://www.scribd.com/doc/206893350/pengertian-tenaga-kesehatan

http://rsudrsoetomo.jatimprov.go.id/hak-dan-kewajiban-pasien/

http://eprints.undip.ac.id/44650/3/Hamim_Tohari_22010110110013_Bab2KTI.
pdf