Anda di halaman 1dari 2

Menjelajah Aceh Lhee Sagoe

Oleh: Muthiatun Nisa


Editor: Erlina Mariana
20 September 2018

ACEH BESAR- Aceh Lhee Sagoe adalah 3 pertahanan Aceh yaitu Mesjid Tuha
Indrapuri yang terletak di Limo mesjid Indrapuri didekat bantaran sungai Aceh di
Keudee, Indrapuri. Aceh Lhee Sagoe merupakan kawasan kerajaan Hindu Budha
yang berhasil ditaklukkan oleh Kerajaan Bandar Aceh Darussalam. “Masjid Indrapuri
ini merupakan mesjid tertua di Asia Tenggara yang dulunya adalah kuil Hindu dari
Kerajaan Lamuri sekitar abad ke-12M” tutur Ismawarndi penjaga cagar budaya
Masjid Tuha Indarapuri, kemarin.

Senada dengan Ismawarid, Masykur Syafruddin direktur Museum Pedir Aceh


yang ditemui kemarin dimuseum Pedir menyakini bahwa Mesjid Tuha Indrapuri di
bangun di Atas Kuil Hindu. Masykur mengatakan bahwa “beberapa peneliti telah
melakukan penggalian disekitar masjid dan benteng Indrapuri ditemukan bukti bahwa
pernah ada pemukiman kuno masyarakat Hindu”.

“Benteng Indrapuri ini dibangun dengan menggunakan telur, dedaunan kering


sebagai perekat dan pasir” tutur Ismawardi. “Pada masa Sultan Iskandar Muda
bangunan ini di ubah dari tujuh tingkat menjadi empat tingkat, dan dibangun menjadi
mesjid yang dikenal dengan Mesjid Tuha Indrapuri”.

Kerajaan Indrapatra atau dikenal dengan benteng Indrapatra yang terletak di


jalan Krueng Raya, Baet, Baitussalam, Aceh Besar. Pada masa fase Kerajaan
Indrapatra dan masa kejayaan Islam di Aceh juga digunakan sebagai gudang senjata
dan pertahanan kerajaan Aceh Darussalam. Menurut Masykur disekitar benteng
Indrapatra mengindikasikan bahwa pernah ada pemukiman ku no yang sama dengan
pemukiman yang ada di Indrapuri.

“Begitu juga di Indrapurwa (yang terletak digampong Lambadeuk,


kemukiman Lampague, Kec. Lambada, Aceh Besar) terdapat reruntuhan masjid tua
yang hancur karena tsunami, kemudian para warga membangun dua masjid hasil
replica dari masjid tua tersebut, disana juga terdapat beberapa pecahan keramik dari
India, Thailand pada abad 12 M. Hampir semua situ-situs bersejarah di Aceh kurang
mendapatkan perhatian pemerintah dengan baik. Dahulu yang termasuk dalam
wilayah Aceh adalah Banda Aceh dan Aceh Besar, sedangkan daerah disekitarnya
takluk pada Aceh. ” tutur Masykur Syafruddin, Kolektor dan peneliti manuskrib
sekaligus Direktur Pedir Museum. Rabu, 19 september 2018.