Anda di halaman 1dari 24

BAB I

BAGIAN AWAL

A. JUDUL TRAINING OF TRAINER (TOT)


“Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta ”

B. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING OF TRAINER (TOT)


Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta ini dilaksanakan
pada:
Tanggal : 28 – 30 November 2013
Tempat : SMA Negeri Model Terpadu (SMT) Bojonegoro

C. TUJUAN TRAINING OF TRAINER (TOT)


Adapun tujuan dari TOT ini adalah :
1. Sebagai bahan pelatihan calon Fasilitator Sekolah untuk memberikan pemahaman
kepada guru-guru satu sekolah tentang Kurikulum 2013 dan penerapannya dalam
proses pembelajaran di sekolah.
2. Menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan sebagai pelaksanaan kurikulum di
lapangan.
3. Meningkatkan pemahaman mengenai penilaian autentik dan prinsip-prinsip penilaian

D. LAMA WAKTU PELAKSANAAN TRAINING OF TRAINER (TOT)


Lama waktu pelaksanaan diklat dialokasikan selama 32 jam yang terurai sesuai struktur
program berikut:
NO. PROGRAM ALOKASI WAKTU
1. Kebijakan Pendidikan 2 Jam

2. Sosialisai dan implementasi Kurikulum 2013 2 Jam

3. Pendekatan Pembelajaran Saintifik


3.1 Pendekatan Problem Based Learning 3 Jam
3.2 Pendekatan Discovery Learning 3 Jam
3.3 Pendekatan Proyek 3 Jam

4. Penilaian Autentik 4 Jam


1
5. Pembuatan Rencana Pelaksanaan 3 Jam
Pembelajaran
2 Jam
6. Pembuatan Bahan Ajar
6 Jam
7. Perencanaan Raport
2 Jam
8. Evaluasi dan Tindak Lanjut
2 Jam

JUMLAH 32 Jam

E. SURAT PENUGASAN
Penugasan berdasar dari Surat Penugasan dari Kepala Sekolah yang dikeluarkan pada
tanggal 28 November 2013 Nomor 800/294/412.40/SMAN 1 Bln/2013.

F. PENYELENGGARA/PELAKSANA TRAINING OF TRAINER (TOT)


Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta diselenggarakan oleh
Dinas Pendidikan Bojonegoro.

G. SURAT PENUGASAN DAN SERTIFIKAT TRAINING OF TRAINER (TOT)


(terlampir)

2
BAB II
BAGIAN ISI

A. URAIAN TUJUAN TRAINING OF TRAINER (TOT)


Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014
melalui pelaksanaan terbatas khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap
melaksanakan kurikulum 2013. Pada tahap pertama yaitu Tahun Ajaran 2013/2014,
Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk kelas 1 dan IV Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Tsanawiyah (SMP/MTs), dan kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK) Bojonegoro. Selanjutnya pada Tahun
Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai
dengan kelas XII.
Dalam implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga kependidikan dan pendidik
sebagai pelaksanaan kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan hal
tersebut, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Dinas Pendidikan Bojonegoro telah
menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi tenaga kependidikan dan
pendidik melalui Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta.
Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta dimaksudkan sebagai
tempat pelatihan calon Fasilitator Sekolah untuk memberikan pemahaman kepada guru-
guru satu sekolah tentang Kurikulum 2013 dan penerapannya dalam proses pembelajaran di
sekolah.

B. MATERI YANG DISAJIKAN


1. Kebijakan Pendidikan
Pemateri : Drs. AGUS HUDA, S.Pd., M.Pd.
Pada materi ini disampaikan secara umum tentang kebijakan Dinas Pendidikan
Bojonegoro mengenai pelaksanaan, evaluasi, bentuk kegiatan dan tindak lanjut dalam
Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta.

3
2. Sosialisasi dan implementasi Kurikulum 2013
Pemateri : Drs. H. BB. SUTEDJO, M.Pd. (Pengawas SMP, SMA/SMK Dinas Kabupaten
Bojonegoro)
Implementasi Kurikulum 2013 telah dimulai dan sedang berproses. Kurikulum
2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui
pelaksanaan terbatas khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan
kurikulum 2013. Sosialisasi salah satunya juga dilaksanakan melalui TOT seperti yang
diselenggarakan Dinas Kabupaten Bojonegoro. Melalui TOT ini diharapkan perwakilan
dari masing-masing sekolah tingkat SMA/SMK/MA dapat memberikan pemahaman
guru-guru dalam satu sekolahan.

3. Pendekatan Pembelajaran Saintifik


Pemateri : Drs. H. BB. SUTEDJO, M.Pd. (Pengawas SMP, SMA/SMK Dinas Kabupaten
Bojonegoro)
 Prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan Saintifik:
a. pembelajaran berpusat pada siswa
b. pembelajaran membentuk students’ self concept
c. pembelajaran terhindar dari verbalisme
d. pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan
mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip
e. pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa
f. pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru
g. memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam
komunikasi
h. adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi
siswa dalam struktur kognitifnya.
 Langkah Pendekatan Saintifik (PERMENDIKBUD 81A)
a. mengamati;
b. menanya;
c. mengumpulkan informasi;
d. mengasosiasi; dan
e. mengkomunikasikan.

4
LANGKAH KOMPETENSI YANG
KEGIATAN BELAJAR
PEMBELAJARAN DIKEMBANGKAN
Membaca, mendengar, menyimak, melihat Melatih kesungguhan, ketelitian,
a. Mengamati (tanpa atau dengan alat) mencari informasi

b. Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang Mengembangkan kreativitas, rasa


tidak dipahami dari apa yang diamati atau ingin tahu, kemampuan
pertanyaan untuk mendapatkan informasi merumuskan pertanyaan untuk
tambahan tentang apa yang diamati membentuk pikiran kritis yang
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke perlu
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat

c. Mengumpulkan informasi Mengembangkan sikap teliti,


- Melakukan eksperimen jujur,sopan, menghargai pendapat
- membaca sumber lain selain buku teks orang lain, kemampuan
- mengamati objek/ kejadian/ berkomunikasi, menerapkan
- aktivitas kemampuan mengumpulkan
- wawancara dengan nara sumber informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

d. Mengasosiasikan/ - mengolah informasi yang sudah dikumpulkan Mengembangkan sikap jujur, teliti,
Mengolah informasi baik terbatas dari hasil kegiatan toleransi, kemampuan berpikir
mengumpulkan/ eksperimen maupun hasil sistematis, mengungkapkan
dari kegiatan mengamati dan kegiatan pendapat dengan
mengumpulkan informasi. singkat dan jelas, dan
- Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari mengembangkan kemampuan
yang bersifat menambah keluasan dan berbahasa yang baik dan benar.
kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat
yang berbeda sampai kepada yang
bertentangan

e. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan Mengembangkan sikap jujur, teliti,


berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, toleransi, kemampuan berpikir
atau media lainnya sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan
singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik dan benar.

 Langkah-Langkah dalam Pembelajaran Saintifik


Kegiatan Pendahuluan
a. Kegiatan pendahuluan bertujuan untuk menciptakan suasana awal
pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
b. Sebagai contoh ketika memulai pembelajaran, guru menyapa anak dengan
nada bersemangat dan gembira (mengucapkan salam),
c. mengecek kehadiran para siswa dan menanyakan ketidakhadiran siswa
apabila ada yang tidak hadir
5
Kegiatan Inti
a. Kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan
pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan
dalam durasi waktu tertentu.
b. Kegiatan inti dalam metode saintifik ditujukan untuk terkonstruksinya konsep,
hukum atau prinsip oleh siswa dengan bantuan dari guru melalaui langkah-
langkah kegiatan yang diberikan di muka.
Kegiatan Penutup
a. Kegiatan penutup ditujukan untuk dua hal pokok.
b. Pertama, validasi terhadap konsep, hukum atau prinsip yang telah dikonstruk
oleh siswa.
c. Kedua, pengayaan materi pelajaran yang dikuasai siswa. Validasi dapat
dilakukan dengan mengindentifikasi kebenaran konsep, hukum atau prinsip
yang telah dikonstruk oleh siswa.

 Penilaian pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi :


a. Penilaian Proses, dilakukan melalui:
 observasi saat siswa bekerja kelompok,
 bekerja individu,
 berdiskusi,
 presentasi dengan menggunakan lembar observasi kinerja.

b. Penilaian Produk
Pemahaman Konsep, Prinsip, Dan Hukum Dilakukan Dengan Tes Tertulis.

c. Penilaian Sikap, dilakukan melalui:


 Observasi Saat Siswa Bekerja Kelompok,
 Bekerja Individu,
 Berdiskusi,
 Saat Presentasi Dengan Menggunakan Lembar Observasi Sikap.

6
3.1 Pendekatan Problem Based Learning
 PBM adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata (autentik) yang
tidak terstruktur (ill-structured) dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi
peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah
dan berpikir kritis serta sekaligus membangun pengetahuan baru.
 Tujuan PBM
Mengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan
masalah dan sekaligus mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
secara aktif membangun pengetahuan sendiri
 Prinsip PBM
a) Menggunakan masalah nyata sebagai untuk mengembangkan
pengetahuan kemampuan berpikir kritis dan memecahan masalah.
b) Masalah itu bersifat terbuka (open-ended problem)
c) Berpusat pada peserta didik (student-centered)
d) Kolaborasi antarpeserta didik sangat diperlukan
 Ciri-ciri PBM
a) Merupakan aktivitas pembelajaran tidak hanya sekedar mengharapkan
peserta didik mendengarkan, mencatat, kemudian menghapal materi
pembelajaran, melainkan harus aktif berpikir, berkomunikasi, mencari
dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.
b) Aktivitas pembelajaran harus diarahkan untuk menyelesaikan masalah.
PBM menempatkan masalah sebagai fokus pembelajaran, tanpa
masalah tidak mungkin terjadi proses pembelajaran.
c) Pemecahan masalah dilakukan menggunakan pendekatan berpikir
ilmiah (deduktif-induktif; sistematik-empirik).
 Tabel 1. Sintaks atau Langkah-Langkah PBM

Aktivitas Guru dan Peserta didik


Tahap
Tahap 1 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan sarana atau
Mengorientasikan peserta logistik yang dibutuhkan. Guru memotivasi peserta didik untuk
didik terhadap masalah terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah nyata yang dipilih
atau ditentukan
Tahap 2 Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan
Mengorganisasi peserta mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan
didik untuk belajar masalah yang sudah diorientasikan pada tahap sebelumnya.
Tahap 3 Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi
Membimbing penyelidikan yang sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk
7
Aktivitas Guru dan Peserta didik
Tahap
individual maupun mendapatkan kejelasan yang diperlukan untuk menyelesaikan
kelompok masalah.
Tahap 4 Guru membantu peserta didik untuk berbagi tugas dan
Mengembangkan dan merencanakan atau menyiapkan karya yang sesuai sebagai
menyajikan hasil karya hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video, atau
model.
Tahap 5 Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau
Menganalisis dan evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang dilakukan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah

3.2 Pendekatan Discovery Learning


 Strategi discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai
proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran
dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri.
 Discovery learning merupakan pembentukan kategori-kategori atau konsep-
konsep, yang dapat memungkinkan terjadinya generalisasi.
 Prosedur Aplikasi Strategi Discovery Learning
Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan strategi discovery learning
di kelas, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan
belajar mengajar secara umum sebagai berikut:
a) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang
menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak
memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri.
b) Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)
Memberikan kesempatan peserta didik untuk mengidentifikasi dan
menganalisa permasalahan yang mereka hadapi, merupakan teknik
yang berguna dalam membangun peserta didik agar mereka terbiasa
untuk menemukan suatu masalah.
c) Data collection (pengumpulan data).
Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar tidaknya hipotesis, dengan demikian anak didik diberi
kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang
relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara

8
sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Konsekuensi dari
tahap ini adalah peserta didik belajar secara aktif untuk menemukan
sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi,
dengan demikian secara tidak disengaja peserta didik menghubungkan
masalah dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
d) Data processing (pengolahan data)
Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/kategorisasi
yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari
generalisasi tersebut peserta didik akan mendapatkan pengetahuan baru
tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat
pembuktian secara logis
e) Verification (pembuktian)
Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada,
pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian
dicek, apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak.
f) Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang
mendasari generalisasi. Setelah menarik kesimpulan peserta didik
harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya
penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang
luas yang mendasari pengalaman seseorang, serta pentingnya proses
pengaturan dan generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu.

3.3 Pendekatan Proyek


 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah
pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta
didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi
untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
 Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek
1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas
pada kehidupan nyata.
2. Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu
tema atau topik yang telah ditentukan dalam pembelajaran.

9
3. Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan
produk nyata.
4. Produk, laporan atau hasil karya tersebut selanjutnya dikomunikasikan
untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan proyek
berikutnya.
 Karakteristik Project Base Learning
Menekankan aktivitas pembelajaran siswa
1. Student centered (berpusat pada siswa )
- Menjadi : problem solver, decision maker, investigator, documentaria
- Berperan sebagai pekerja sesuai dengan bidang ilmu
2. Long – term ( Jangka panjang)
- panjang waktu proses pembelajaran yang bervarias
3. Terintegrasi dengan isu-isu nyata dan
4. Mengembangkan keterampilan dunia nyata :
- Kemampuan bekerja dengan baik dengan orang lain
- Membuat keputusan bijaksana
- Mengambil inisiatif
- Memecahkan masalah yang komplek
5. Memungkinkan untuk berbagai gaya belajar
- Dapat diakses oleh semua pembelajar.
 Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek
a) Penentuan proyek
b) Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek
c) Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek
d) Penyelesaian proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru
e) Penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil proyek
f) Evaluasi proses dan hasil proyek

4. Penilaian Autentik
Pemateri : Drs. KADARYANTO, M.Pd
 Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk
menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran,
yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik

10
menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh.
Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan
menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu
menghasilkan dampak instruksional (instructional effects) dan dampak pengiring
(nurturant effects) dari pembelajaran.
 Jenis penilaian autentik antara lain penilaian kinerja, penilaian portofolio, dan
penilaian projek, termasuk penilaian diri peserta didik.

PENILAIAN PENDIDIKAN:
PROSES PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN INFORMASI UNTUK MENGUKUR
PENCAPAIAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

P. OTENTIK

P. DIRI

P. PORTOFOLIO
U. HARIAN
PENILAIAN ULANGAN
UTS

U. T. KOMPT

UJIAN U. T. MUTU. KOMPT

US/UN

5. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Pemateri : Drs. H. BB. SUTEDJO, M.Pd. (Pengawas SMP, SMA/SMK Dinas Kabupaten
Bojonegoro)
 Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa Rencana
pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan
secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada
silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester; (2)
materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD dan indikator
pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6)
media, alat dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan
(8) penilaian
11
 Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun
pelajaran, dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap
awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan secara
mandiri atau secara berkelompok.
 Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara
bersama-sama melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di dalam suatu
sekolah atau antarsekolah.
 pentingnya RPP disusun oleh guru adalah 1).RPP adalah merupakan bukti
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh guru di kelas dan wajib disusun oleh guru;
2).RPP merupakan rambu-rambu untuk dijadikan sebagai pedoman guru dalam
melaksanakan aktivitas di kelas; 3).Dengan menyusun RPP, guru telah lebih awal
memikirkan cara terbaik dan termudah untuk membangun kompetensi yang
dipersyaratkan pada siswa agar siswa mencapai kompetensi tersebut; 4).Dengan
menyusun RPP guru sedini mungkin memperkirakan efektifitas pengelolaan kelas
baik menyangkut waktu, penciptaan suasana kelas, maupun upaya-upaya
pencapaian tujuan pembelajaran
 RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari
suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.
 Prinsip pengembangan RPP meliputi: 1).Merupakan terjemahan dari kurikulum
dan sesuai silabus; 2).Dikembangkan sesuai kondisi satuan pendidikan;
3).Mendorong partisipasi aktif peserta didik; 4).Sesuai dengan tujuan Kurikulum
2013; 5).Mengembangkan budaya membaca dan menulis; 6).mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam
berbagai bentuk tulisan;7).Memberikan umpan balik dan tindak lanjut; 8).Memberi
umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedy; 9).Keterkaitan dan
keterpaduan; 10).memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar;
11).Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi; 12).mempertimbangkan
penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan
efektif

12
 Format RPP
SatuanPendidikan : …………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………
Kelas / Semester : ………………………………………….
Tema : …………………………………………
Sub Tema : …………………………………………

A. Kompetensi Inti (KI)


B. Kompetensi Dasar dan Indikator
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)
E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : ………………………………………………………….
2. Alat/Bahan : ………………………………………………………….
3. Sumber Belajar : ………………………………………………………….
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan/Kegiatan Awal (…menit)
a……………………………………………………………………………
b……………………………………………………………………………
c……………………………………………………………………………
d……………………………………………………………………………
2. Kegiatan Inti (...menit)
Sesuaikan sintaksnya dengan model/pendekatan/metode yang dipilih

Sesuaikan sintaksnya dengan model/pendekatan/metode yang dipilih

a Mengamati: …..……………………………………………………
b. Menanya: ……….………………………………………………..
c. Mengumpulkan dan mengasosiasikan : …..………….…………..
d. Mengkomunikasikan hasil: …..…………………………………..
3. Penutup (…menit)
a…………………………………………………………………………
b………………………………………………………………………….
c………………………………………………………………………….
H. Penilaian
1. Jenis/teknik penilaian :
…………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………..
2. Bentuk instrumen dan instrumen
………………………………………………………………………….
a) Pedoman penskoran
………………………………………………………………………….

6. Pembuatan Bahan Ajar


Pemateri : Drs. SUPARTONO, M.Pd
 Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis
maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa
untuk belajar.
 Bentuk bahan ajar
 Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet,
wallchart,
 Audio Visual seperti: video/film,VCD

13
 Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
 Visual: foto, gambar, model/maket.
 Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet

ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR

Standar Kompetensi
Indikator
Kompetensi Dasar
1. Berkomunikasi lisan dan 1.1. Mendengarkan 1.Mengidentifikasi
tertulis menggunakan ragam Memahami wacana kelompok kata sifat
bahasa yang sesuai dengan transaksional dan 2. …..Lainnya
lancar dan akurat dalam interpersonal ringan
wacana interaksional dan/atau monolog lisan
dan/atau monolog terutama terutama berkenaan
berkenaan dengan wacana dengan wacana
berbentuk naratif, prosedur, berbentuk report.
spoof/recount, report, dan
news item.

Materi
Kegiatan
BAHAN AJAR Pembelajaran
Pembelajaran
1. LKS 1. Mendiskusikan 1. Teks berbentuk
2. Modul teks report yang report.
3. Kaset didengar. 2. Adjective phrase.
4. dll. 2. Mengidentifikasi
adjective phrase.
Sosialisasi KTSP

 Cakupan Bahan Ajar


 Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat
 Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
 Tujuan yang akan dicapai
 Informasi pendukung
 Latihan-latihan
 Petunjuk kerja
 Penilaian
 Bahan Ajar:
 Menimbulkan minat baca
 Ditulis dan dirancang untuk siswa
 Menjelaskan tujuan instruksional
 Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel

14
 Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan
dicapai.
 Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
 Mengakomodasi kesulitan siswa
 Memberikan rangkuman
 Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
 Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
 Dikemas untuk proses instruksional
 Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
 Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
 Buku Teks
 Mengasumsikan minat dari pembaca
 Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
 Dirancang untuk dipasarkan secara luas
 Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
 Disusun secara linear
 Stuktur berdasar logika bidang ilmu
 Belum tentu memberikan latihan
 Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
 Belum tentu memberikan rangkuman
 Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
 Sangat padat
 Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
 Jenis Bahan Ajar
 Lembar informasi (information sheet)
 Operation sheet
 Jobsheet
 Worksheet
 Handout
 Modul

15
 Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode,
batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan
menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat
kompleksitasnya.
 KERANGKA MODUL
 Halaman Sampul
 Halaman Francis
 Kata Pengantar
 Daftar Isi
 Peta Kedudukan Modul
 Glosarium
BAB I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi
B. Prasarat
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Penjelasan Bagi Peserta diklat
2. Peran Guru Antara Lain
D. Tujuan Akhir
E. Kompetensi
F. Cek Kemampuan
BAB II. PENDAHULUAN
A. Rencana Belajar Peserta diklat
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
b. Uraian Materi
c. Rangkuman
d. Tugas
e. Tes Formatif
f. Kunci Jawaban Formatif
g. Lembar Kerja
2. Kegiatan Belajar 2
3. Kegiatan Belajar n

16
BAB III. EVALUASI
A. Kognitif Skill
B. Psikomotor Skill
C. Attitude Skill
D. Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standart
E. Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan
F. Kunci Jawaban
BAB IV. PENUTUP
Daftar Pustaka

7. Peer Teaching
Pemateri : Drs. FIRMAN AGUS, M.Pd
Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai bidang
studinya. Peserta diminta untuk membuat RPP dengan memilih salah satu pendekatan
dari tiga pendekatan yang telah dijelasakan. RPP menggunakan pembelajaran Saintifik.

8. Perencanaan Raport
Pemateri : Drs. FIRMAN AGUS, M.Pd
 Hasil penilaian oleh pendidik setiap semester perlu diolah untuk dimasukkan ke
dalam buku laporan hasil belajar (rapor).
 Nilai rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan pesertadidik dalam satu
semester.
 Penilaian Raport meliputi: Penilaian Pengetahuan, Penilaian Ketrampilan, dan
Penilaian Sikap.
a) Penilaian Pengetahuan
a. Penilaian Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).
Penilaian Pengetahuan terdiri atas: Nilai Proses (70% nilai ulangan
Harian + 30% Nilai Tugas )= NH, Nilai Ulangan Tengah Semester =
UTS, dan Nilai Ulangan Akhir Semester = UAS
b. Nilai Harian diperoleh dari hasil Tes Tulis, Tes Lisan, dan Penugasan
yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi
Dasar (KD).

17
c. Penghitungan nilai Pengetahuan diperoleh dari rerata NH, UTS, dan
UAS.
d. Penilaian rapor untuk pengetahuanmenggunakan penilaian kuantitatif
dengan skala 1 – 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan setiap
aras (tingkatan) diberi predikat sebagaiberikut:
A : 3,67 – 4.00 C+ : 2,01 - 2,33
A- : 3,34 - 3,66 C : 1,67 - 2,00
B+ : 3,01 - 3,33 C- : 1,34 - 1,66
B :2,67 - 3,00 D+: 1,01 - 1,33
B- : 2,34 - 2,66 D: < 1,00
e. Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara:
 NH, UTS, dan UAS menggunakan skala nilai 0 sd 100
 Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata NH, UTS, dan UAS,
dengan perhitungan sebagai berikut  (rerata NH, UTS, dan UAS
/100) x 4
Contoh: Peserta didik Alfayu memperoleh nilai pengetahuan pada Mata
Pelajaran Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut:
NH=80,UTS =75,UAS= 85
Nilai rerata NH, UTS, dan UAS = (80+75+85) : 3 = 240: 3 = 80
Nilai Konversi = (80 :100) x 4 = 3.20; PredikatB+
Nilai pengetahuan yang ditulis pada rapor adalah nilai koversi (2.80) dan
predikatnya (B+).
Contoh pengisian format pengolahan Nilai Hasil Belajar untuk pengetahuan
Mata Pelajaran : …………………………… Kelas/Semester : ……………………
Nilai Harian
Rapor (LHB)
Nama peserta didik R N N
No
KD 3.1 KD 3.2 KD 3.3 dst NH TS AS Nil Konv Pred

1 Alfayu 78 82 80 80 75 85 80 3.20 B+

b) Penilaian Keterampilan
a. Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).
Penilaian Keterampilan terdiri atas: NilaiPraktik, Nilai Projek, dan Nilai
Portofolio

18
b. Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu
KD
c. Penghitungan nilai keterampilan diperoleh dari rata-rata Penilaian Praktik,
Penilaian Projek dan Penilaian Portofolio.
d. Pengolahan Nilai Rapor (LHB) untuk Keterampilanmenggunakan
penilaian kuantitatif dengan skala 1 - 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua)
desimal dan diberi predikat aras (tingkatan) sebagai berikut:
A : 3,67 – 4.00 C+ : 2,01 - 2,33
A- : 3,34 - 3,66 C : 1,67 - 2,00
B+ : 3,01 - 3,33 C- : 1,34 - 1,66
B :2,67 - 3,00 D+: 1,01 - 1,33
B- : 2,34 - 2,66 D: < 1,00
Catatan:
1) setiap aras (D, C, B, dan A) penambahan nilai sebesar 0,33
2) nilai 2,66 setara dengan 75%.

e. Penghitungan Nilai Keterampilan adalah dengan cara:


 Nilai praktik, projek, dan portofolio menggunakan skala nilai 0 sd 100.
 Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata nilai praktik (NPr),
projek (NPj), dan portofolio (NPo) dengan perhitungan sebagai berikut
 (rerata NPr, NPj, dan NPo /100) x 4
Contoh Peserta didik Alfayu memperoleh nilai keterampilan pada Mata Pelajaran
Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut:
Nilai Praktik(NPr) = 80; Nilai Projek(NPj) = 75; Nilai Portofolio (NPo) = 80
Rerata NPr, NPj, NPo= 80+75+80 : 3 = 235 : 3 = 78.33
Nilai Konversi = (78.33/100) x 4 = 3,13;PredikatB+

Contoh pengisian format pengolahan Nilai Hasil Belajar untuk keterampilan


Mata Pelajaran : …………………………… Kelas/Semester : ……………………

Nama peserta didik Rapor (LHB)


No Praktik Projek Portofolio
Nilai Konv Pred

1 Alfayu 80 75 80 78.33 3.13 B+

19
c) Penilaian Sikap
a. Sikap (spiritual dan sosial) untuk LHB terdiri atas sikap dalam mata
pelajaran dan sikap antarmata pelajaran.Sikap dalam mata pelajaran
diisi oleh setiap guru mata pelajaran berdasarkan rangkuman hasil
pengamatan guru, penilaian diri, penilaian sejawat, dan jurnal, ditulis
dengan predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), atau Kurang (K).
Sikap antarmata pelajaran diisi oleh wali kelas setelah berdiskusi dengan
semua guru mata pelajaran, disimpulkan secara utuh dan ditulis dengan
deskripsi koherensi.
b. Penilaian Sikapdalam mata pelajaran diperoleh dari hasil penilaian
observasi (Penilaian Proses), penilaian diri sendiri, penilaian antarteman,
dan jurnal catatan guru.
c. Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap
tertentu sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).
d. Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) menggunakan
nilai Kualitatif sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 80 - 100
B = Baik = 70 - 79
C = Cukup = 60 - 69
K = Kurang = < 60
Contoh Pengolahan Nilai Sikap:
Peserta didik Alfayu dalam mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti
memperoleh:
Nilai Observasi= 85, Nilai diri sendiri= 75, Nilai antarteman= 80, Nilai Jurnal=
75
Nilai Sikap =(85+75+80+75) : 4 = 315 : 4= 79 (dibulatkan)
Kualifikasi = Baik (B)
Deskripsi: Sikapnya baik, berpakaian sesuai dengan syariat Islam dalam
kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap jujur dan hormat kepada guru,
namun kontrol dirinya perlu ditingkatkan.

Sikap yang ditulis dalam rapor adalah nilai kualitatif dan deskripsi.

20
9. Presentasi/Diskusi
Materi ini dipandu oleh : Drs. BB. SUTEDJO, M.Pd
Pada materi ini, tidak semua kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya,
hal ini karena adanya keterbatasan waktu. Namun meskipun demikian setiap materi
yang dipresentasikan langsung dibahas, sehingga masing-masing kelompok bisa
mengoreksi pekerjaan masing-masing. Dalam sesi ini juga, masalah yang ada di bahas
secara bersama-sama, sehingga pada akhirnya setiap kelompok saling melengkapi.
Materi yang disajikan dalam workshop menambah pengetahuan dan wawasan baru
bagi guru.

10. Evaluasi dan Tindak Lanjut


Pemateri : Drs. BB. SUTEDJO, M.Pd
Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal post Test kepada para peserta
Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta. Setelah TOT ini
diharapkan para peserta dapat memberikan pemahaman kepada guru-guru satu
sekolah tentang Kurikulum 2013 dan penerapannya dalam proses pembelajaran di
sekolah dan menerapkan sesuai aturan yang berlaku.

21
C. TINDAK LANJUT GURU
1. Pengimbasan materi workshop terutama mengenai silabus, RPP, Penilaian sesuai
kurikulum 2013 kepada teman satu sekolah.
2. Mempraktekkan membuat RPP sesuai rambu-rambu dalam kurikulum 2013 permen
nomor 81 A (dalam Langkah-langkah Pembelajaran memuat 5 M (Mengamati,
Menanya, mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan )) minimal
1 semester (karena SMA Negeri 1 balen belum melaksanakan kurikulum 2013).

D. DAMPAK
1. Siswa lebih antusias dan aktif dengan diterapkan model saintifik
2. Meningkatkan Kompetensi guru dalam menghadapi kurikulum 2013 dengan adanya
sosialisasi.
3. Sekolah lebih siap dalam menyambut kurikulum 2013 dengan banyaknya guru yang
dikirim untuk mengikuti workshop peningkatan kompetensi guru dan sosialisasi kurikulum
2013.

E. PENUTUP
Demikian Laporan Pengembangan Diri Guru dalam mengikuti Training Of Trainer
(TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta Kabupaten Bojonegoro Tahun 2013.
Semoga laporan pengembangan diri ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi
guru.

22
BAB II
BAGIAN AKHIR

Ringkasan pelaksanaan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator SMA/SMK Negeri/ Swasta :
JUMLAH NAMA
TEMPAT
NAMA DIKLAT JAM NAMA-NAMA FASILITATOR MATA DIKLAT/KOMPETENSI PENYELENGARA DAMPAK *)
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
Training Of SMAN Model 32 Jam 1. Drs. AGUS HUDA, S.Pd. 1. Kebijakan Pendidikan Dinas Pendidikan 1. Bertambahnya Siswa
Trainer (TOT) Terpadu M.Pd Bojonegoro lebih antusias dan aktif
2. Sosialisai dan implementasi
Calon Fasilitator Bojonegoro 2. Drs. BB. SUTEDJO, M.Pd dengan diterapkan
Kurikulum 2013
SMA/SMK 3. Drs. KADAR RIYANTO, model saintifik
Negeri/ Swasta M.Pd 2. Meningkatkan
3. Pendekatan Pembelajaran
4. Drs. SUPARTONO, M.Pd Kompetensi guru
Saintifik
5. Drs. FIRMAN AGUS, dalam menghadapi
3.1 Pendekatan Problem
M.Pd) kurikulum 2013
Based Learning
dengan adanya
3.2 Pendekatan Discovery
sosialisasi.
Learning
3. Sekolah lebih siap
3.3 Pendekatan Proyek
dalam menyambut
4. Penilaian Autentik kurikulum 2013
dengan banyaknya
5. Pembuatan Rencana
guru yang dikirim
Pelaksanaan Pembelajaran
untuk mengikuti
workshop peningkatan
6. Pembuatan Bahan Ajar
kompetensi guru dan
7. Peer Teaching sosialisasi kurikulum
2013.
8. Perencanaan Raport
9. Evaluasi dan Tindak Lanjut

23
24