Anda di halaman 1dari 41

METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN

PENYEDIA JASA : CV. MITRA KAROLIPU


SATUAN KERJA : DIREKTORAT PENDAYAGUNAAN PESISIR DAN PULAU-
PULAU KECIL KEMENTERIAN KELAUTAN DAN
PERIKANAN
POKJA PEMILIHAN : POKJA PEMILIHAN PEMBANGUNAN PRASARANA
DERMAGA APUNG DIKABUPATEN TOLI-TOLI
PAKET PEKERJAAN : PEMBANGUNAN PRASARANA DERMAGA
APUNG/TAMBAT LABUH DI PESISIR DAN PULAU-PULAU
KECIL KAB. TOLI-TOLI
LOKASI : KABUPATEN TOLI-TOLI
SUMBER DANA : APBN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN RI
TAHUN ANGGARAN : 2019

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan merupakan pekerjaan pendahuluan di dalam suatu pekerjaan fisik,
adapun pekerjaan persiapan untuk pekerjaan Dermaga Apung Toli-Toli adalah sebagai
berikut :
1. Mobilsasi Dan Bedeng Bahan
2. Pengukuran Dan Positioning
3. Dokumentasi, Administrasi dan As Build Drawing
4. Papan Nama Proyek
5. Perlengkapan K-3
Adapaun penjelasan pelaksanaan pekerjaan persiapan akan kami jelaskan dan disesuaikan
dengan schedule pekerjaan yang telah kami buat (terlampir) sebagai berikut :
1. Mobilisasi Dan Bedeng Bahan
Untuk pekerjaan persiapan khususnya mobilsasi pekerja dan pengawas akan
disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jadi jumlah pekerja akan disesuiakan dengan
schedule, untuk awal pekerjaan : kita akan sewa tempat tinggal paling dekat dengan
lokasi pekerjaan, membuat gudang bahan atau material.
Selanjutnya akan kita lakukan pekerjaan pengukuran dan positiong serta pembuatan
papan nama proyek.
Gambar Bedeng Bahan

2. Pengukuran Dan Positioning


Setelah lokasi bersih maka selanjutnya dilakukan pengukuran survey dan pemasangan
tanda – tanda yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan untuk keperluan ini
harus dilakukan oleh tenaga ahli yang ditunjuk. Alat yang digunakan adalah sebagai
berikut :
- Theodolith
- Total Station atau EDM
- Waterpass dan alat bantu lainnya.
Pengukuran letak titik pancang / koordinat tiang pancang dilaut dilakukan dengan
bantuan 2 ( dua ) buah alat ukur Tedholite dan 1 ( satu ) buah alat ukur waterpass.
Pada awal pengukuran telah dibuat minimal 3 ( tiga ) titik bantu koordinate yang
telah diketahui nilai X, Y dan Z (Elevasinya), yang mengambil dari titik tetap yang
telah disepakati bersama.
Dengan pola persilangan dari garis optik kedua alatukur Teodholite akan diperoleh
titik koordinat yang dicari (titik tiang pancang rencana).
Theodolite 1
BM atau titik tetap
memiliki :
Ponton dan tiang pancang bergerak
X =.......
dan dipandu dengan theodolith
Y =.......
dan bila sudah sesuai maka ponton
Z =.......
dikunci dengan seling pengikat dan
pemancangan bisa dilaksanakan

Pt

Tiang Pancang
Rencana

BM atau titik tetap memiliki :


X =........
Y =........
Z =........
Theodolite 2

P2

Tahapan pelaksanaan pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut:


1. P1 posisi Teodholite 1 yang telah di Bedsett ke titik P2.
2. P2 posisi Teodholite 2 yang telah di Bedset ke titik P1.
3. Hitung sudut yang diperoleh dari hasil perhitungan koordinat titik alat dengan
titik tiang pancang rencana, baik P1 terhadap Pt maupun P2 terhadap Pt.
4. Dengan bantuan bantuan Waterpass letakan titi rencana Cutting pila berupa
tanda (titik) dari cat dialat pancang.
5. Arahkan masing-masing teodholite sesuai hitungan sudut terbentuk dibantu
dengan sudut vertical arahkan optis vetikal ketanda cat elevasi.
6. Titik pertemuan silang optis Teodholite itulah titik rencana pancang
dimaksud.
7. Mengarahkan ladder crane pancang yang memegang tiang pancang di atas
kapal ponton ke sasaran bidik teropong teodolit-1 dan teodolit-2. Kemudian
singgungkan tepi tiang pancang (seperti gambar ilustrasi) dengan komando dari
surveyor. Apabila tepi kiri dan tepi kanan sudah tepat bersinggungan, maka tiang
pancang tersebut sudah berada di posisi yang tepat dan siap pancang. Cara tersebut
digunakan untuk tiang pancang tegak
Semua pelaksanaan penentuan titik koordinat pancang tegak seluruhnya dilaksanakan
dengan cara yang sama seperti uraian tersebut diatas. Titik tera / tanda elevasi pada
alat pancang setiap perubahan pasang surut air laut selalu berubah, sehingga tera /
tanda elevasi cutting pile selalu membuat untuk titik tiang pancang yang baru.

Gambar 2. Gambar pelaksanaan penentuan titik Tiang Pancang Baja.

Analisa
PENGUKURAN DAN POSITIONING
Bahan :
Kertas HVS Rim 1.000
Upah :
Juru Ukur Oh 60.000
Pekerja Oh 60.000
Alat :
Theodolite Hari 60.000
Waterpass Hari 60.000

Durasi : 14 hari (Bulan-1 = Minggu 1 & 2)

3. Dokumentasi, Administrasi dan As Build Drawing


Selama berlangsungnya pekerjaan maka perlu dibuat foto-foto dokumentasi setiap item
pekerjaan sebagai kelengkapan dari laporan administrasi dan juga untuk melengkapi data-
data administrasi proyek.
Untuk itu harus tersedia peralatan-peralatan untuk kebutuhan administrasi tersebut sehingga
mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
Pengarsipan harus dilakukan di lokasi pekerjaan terhadap data-data proyek sehingga kalau
dibutuhkan setiap saat tidak ada kesulitan.

Kegiatan ini dilakukan oleh kontraktor untuk dijadikan bukti dalam laporan prestasi
pekerjaan kepada Direksi atau Pengawas Pekerjaan. Dimana pekerjaan ini dilakukan dari
awal proyek (0%) sampai berakhirnya proyek (100%).

Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan sampai dengan
berakhirnya pelaksanaan. Segala kegiatan atau aktifitas pelaksanaan pekerjaan harus
dilakukan dokumentasi untuk melengkapi laporan administrasi.
Analisa
DOKUMENTASI DAN ADMINISTRASI
Bahan :
- Kertas HVS Rim 10.0000
- Bahan Habis Bln 5.0000
- Album Set 10.0000
Upah :
Juru Gambar OH 60.000
Alat :
- Sewa Computer Bln 2.000
- Sewa Printer Bln 2.000
- Cuci dan cetak film Unit 1.000

Durasi : 120 Hari (Selama Pekerjaan Berlangsung)


Shop drawing adalah gambar kerja yang dibuat kontraktor untuk memperjelas gambar yang
ada didalam dokumen kontrak, sehingga dapat mempermudah tim yang dilakukan dalam
memahami dan melaksanakan gambar tersebut.
As Built merupakan gambar aktual setelah semua pekerjaan dilapangan selesai, as built
digunakan sebagai bukti pekerjaan yang telah diselesaikan.
4. Papan Nama Proyek
Sebagai identitas untuk umum, dengan dipasangnya papan nama proyek khalayak
umum akan mengetahui aktifitas proyek dan jauh dari kecurigaan. Papan nama dibuat
dari bahan kayu yang dupakukan ke balok (rangka+perkuatannya). Pada bagian papan
dilapisi dengan seng/plat tipis kemudian disablon/cat identitas proyek. Papan nama
dipasang (dipancang) dengan kokoh ke tanah sehingga tidak mudah roboh.

Gambar Papan Nama Proyek

Papan nama proyek dibuat berdasarkan spesifikasi teknis atau menurut petunjuk dari
direksi. Isi dari papan nama proyek adalah nama pekerjaan, lokasi pekerjaan, tahun
anggaran, waktu pelaksanaan, sumber dana dan durasi pelaksana. Papan nama proyek
dipasang dan ditempatkan pada area lokasi yang telah disepakati sebelumnya.
Tahapan Pelaksanaan
Papan nama proyek dibuat dengan menggunakan kain sablon yang berbahan plastik,
yang kemudian dicetak. Setelah hasil cetakan jadi, kemudian dipakukan ke multipleks
9mm yang dipotong dengan ukuran sesuai dengan cetakan papan nama. Setelah itu
dipaku pada balok kayu dan dipasang disekitar lokasi proyek yang telah disepakati.

Analisa
PAPAN NAMA PROYEK
Papan Nama Proyek Unit 1.000
Biaya Pemasangan dan pembongkaran Unit 1.000

Durasi : 4 Hari (Bulan-1 = Minggu ke-2)

5. Perlengkapan K-3
Supply air besih dan air kerja untuk pelaksanaan pekerjaan akan digunakan sumber
air tanah dengan membangun sumur bor, atau mencari sumber lain yang memenuhi
syarat untuk pelaksanaan pekerjaan.
Keperluan air bersih, meliputi :
o Air untuk bahan campuran adukan beton, untuk plesteran dan untuk adukan
pasangan bata.
o Untuk perawatan beton (curing), untuk perawatan batu bata
o Untuk toilet dan MCK pekerja.
o Untuk keperluan tes peralatan mekanikal, tes instalasi plumbing
o Keperluan pekerjan lainnya.
Alternative pencarian sumber air bersih :
1) Alternatif I
Tahapan Pekerjaan :
• Untuk mendapatkan Kebutuhan air bersih pertama-tama yang harus
dilakukan adalah menetukan titik dimana sumur akan dibuat.
• Setelah titik ditentukan maka dapat langsung dilakukan pengeboran
dengan menggunakan alat bor / alat pencari sumber mata air.
• Setelah sumber mata air dapat ditemukan maka pada ujung pipa dapat
langsung dilakukan penyedotan dengan menggunakan Jet Pump.
Peralatan yang digunakan :
− Bor pencari sumber air
− Selang
− Pipa
− Jet Pump
2) Alternatif II
Tahapan Pekerjaan :
• Menentukan lokasi / titik sumber air bersih di sekitar lokasi proyek.
• Setelah titik ditentukan, maka dilakukan penggalian sumber mata air
secara manual yaitu dengan menggunakan alat seperti : cangkul, linggis, skope
dll.
Peralatan yang digunakan :
• Cangkul
• Linggis
• Sekop
3) Alternatif III
Tahapan Pekerjaan :
Jika sumber mata air disekitar lokasi cukup sulit untuk ditemukan maka dapat juga
menggunakan cara lain, yaitu dengan cara membuat bak-bak penampungan air (air
hujan) yang pada bagian bawahnya dialaskan dengan terpal.
Peralatan yang digunakan :
• Sekop
• Sendok semen
• Cangkul
Diantara ketiga alternative diatas akan dipilih salah satu alternative yang sesuai
dengan kondisi dilapangan. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan sumur air
tawar untuk air kerja dengan volume 1 Ls adalah 3 hari.
Penerangan Lokasi Pekerjaan dan Keamanan
Penyediaan listrik kerja dilakukan dengan menggunakan mesin genset dengan
kapasitas yang sesuai dan jumlah yang sesuai kebutuhan lapangan yaitu meliputi
penerangan untuk Bedeng Bahan, penerangan untuk pekerjaan di site apabila terjadi
pekerjaan lembur.
Sedangkan air kerja kami ambil dari pengeboran sumur di tamping dalam sebuah
tendon yang berukuran 1500 ltr. Air ini digunakan untuk keperluan MCK dan
untuk penyedian air pada waktu melakukan pekerjaan pengecoran beton dan
pekerjaan lainnya.
Penyediaan listrik kerja dilakukan dengan melakukan penyambungan listrik ke PLN
(apabila tersedia sambungan PLN) atau dengan menggunakan mesin genset dengan
kapasitas yang sesuai dan jumlah yang sesuai kebutuhan lapangan yaitu meliputi
penerangan untuk Bedeng Bahan, penerangan untuk pekerjaan di site apabila terjadi
pekerjaan lembur.
Listrik sangat diperlukan dalam pekerjaan ini terutama pada saat lembur karena
lokasi pekerjaan yang dikerjakan adalah lokasi yang sangat terpengaruh oleh pasang
surut air laut terutama pada pekerjaan pasangan batu kosong. Sumber tenaga listrik
dapat kita peroleh dari mesin genset yang kita sediakan.
Untuk menjaga suasana suasana bekerja yang kondusif dan tidak mendapat
gangguan dari pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab maka dibutuhkan
pengamanan di lokasi pekerjaan. Pengamanan itu sendiri berkoordinasi dengan
pihak yang berwajib dilokasi setempat.

Pembersihan Lokasi Pekerjaan


Metode kerja :
sebelum dimulai pekerjaan dilapangan harus dibersihkan dari sampah – sampah
atau bahan – bahan organik agar tidak sampai mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
Bila areal lahan merupakan lokasi baru maka pekerjaan dilakukan menggunakan
alat berat.
Alat berat yang digunakan adalah sebagai berikut :
- Excavator untuk mengangkat dan membongkar akar – akar pohon dan
bongkahan batu yang tidak dikehendaki.
- Dozer, digunakan untuk mendorong rumput-rumput, pohon-pohon kecil serta
bongkahan batu dan kotoran lain yang tidak dikehendaki berada dalam lokasi
pekerjaan.
- Dump truck, digunakan untuk mengnkut sisa-sisa kotoran yang akan dibuang
ke tempat yang telah ditentukan dan diluar lokasi pekerjaan.

Pekerjaan pembersihan dilakukan sebelum dimulai pekerjaan utama. Semak,


pohon-pohon yang menganggu pekerjaan harus ditebang. Alat yang digunakan
yaitu alat potong pohon/semak.
Metoda kerja yang tepat dan benar akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas
alat. Untuk menentukan metode mana yang paling tepat tergantung banyak factor
seperti volume / spesifikasi proyek, waktu yang tersedia, dan lain-lain. Berdasarkan
pengalaman, untuk proyek dengan volume besar sedangkan waktu yang tersedia
relative singkat, maka bulldozer merupakan alat yang efisien. Sehingga dengan
demikian pembahasan mengenai cara pengerjaan selanjutnya lebih dititik beratkan
pada penggunaan bulldozer.
Kemudian untuk pekerja kita wajibkan menggunakan helm proyek, rompi dan
sepatu safety bila diperlukan.
Durasi = Selama Pekerjaan Berlangsung (120 hari)

II. MOBILISASI DAN DEMOBILSASI


II.1. Mobilisasi Alat
Tongkang dan Tug Boat
Mulai dipergunakan (sewa) dari Pelabuhan Makassar ke Toli-Toli dan langsung
melanjutkan ke Pulau Lingian (lokasi pekerjaan), sedangkan saat perjalanan dari
Makassar menuju lokasi pekerjaan (Pulau Lingian), Tongkang tersebut juga
membawa :
a. Bor Pile Mini Mesin Crane
b. Pontoon Pancang Crane (ditarik)
c. Welding Set
d. Concrete Mixer

e. Genset dan Cutting Bar


f. Compresor dan Concrete Vibrato (+ Foto alat )
g. Pile Hammer Diesel

Durasi : 49 hari, Bulan-1 (Minggu ke-1) sampai dengan Bulan-2 (Minggu ke-7)

II.2. Mobilisasi Bahan


II.2.1. Tiang Pancang Baja ø 30 cm
Material Tiang Pancang Baja ø 30 cm, kami datangkan dari kota Makassar ke
Pelabuhan Perhubungan Toli-Toli kemudian dilanjutkan ke Pulau Lingian lewat
jalur darat dengan Tongkang ditarik Tug Boat.

Durasi : 42 hari, Bulan-1 (Minggu ke-3) sampai dengan Bulan-2 (Minggu ke-8)

II.2.2. Floating (Kubus HDPE)


Material Floating (Kubus HDPE), kami datangkan dari Jakarta ke Ogutua dengan
jasa Ekspedisi via jalur laut.
Kemudian dari Ogutua ke Lokasi Pekerjaan (Pulau Lingian) kita aka sewa kapal 20
GT.
Durasi : 42 hari, Bulan-1 (Minggu ke-1) sampai dengan Bulan-2 (Minggu ke-6)
II.2.3. Material WPC (Wood Plastic Composite)
Material WPC (Wood Plastic Composite) kami datangkan dari kota Makassar
langsung ke Pelabuhan Perhubungan Toli-Toli, kemudian dilanjutan dengan sewa
perahu 20 GT menuju Lokasi Pekerjaan (Pulau Lingian)
Durasi : 21 hari, Bulan-3 (Minggu ke-10) sampai dengan Bulan-4 (Minggu ke-13)
Untuk kegiatan mobilisasi alat disesuaikan dengan peruntukan kegiatan meliputi jumlah
alat dan waktu kebutuhannya, keperluan alat terhadap peruntukan. Selain Alat-alat
tersebut diatas, juga dilakukan mobilisasi untuk personil dan tenaga kerja untuk pekerjaan
ini. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak memerlukan keterampilan khusus bisa
menggunakan tenaga lokal, sedangkan untuk tenaga terampil atau yang memerlukan
keahlian khusus akan didatangkan dari Pulau Jawa.
Proses Mobilisasi dan Demobilisasi di mulai dengan :
Menghitung bahan-bahan yang akan dimobilisasi ke Job Site.
Menghitung transportasi.
Mengukur area yang akan dibangun.
Mengukur bahan-bahan yang akan dikerjakan.
Menghitung peralatan yang digunakan, dan
Menghitung tenaga kerja yang diperlukan pada saat melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan persetujuan Pengawas Lapangan.
Peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan konstruksi akan didatangkan ke lokasi
proyek melalui jalur laut. Personil inti dan staf proyek akan di datangkan dari kantor
pusat dan kantor cabang, Pekerja biasa diambil dari sekitar lokasi proyek (Lokal).
Sedangkan demobilisasi peralatan dilaksanakan setelah selesainya seluruh pekerjaan
konstruksi.

Gambar. Mobilisasi Alat Berat

Setelah lokasi siap, maka dilakukan mobilisasi tenaga ahli/staff, pekerja, pegawai, bahan-bahan
material, peralatan dan keperluan insidential untuk melaksanakan seluruh pekerjaan. Mobilisasi
dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dilapangan. Sedangkan
demobilisasi dilakukan di akhir pekerjaan, yaitu mengangkut kembali sisa bahan dan peralatan
dari lokasi pekerjaan.
MOB & DEMOB MATERIAL, TENAGA KERJA & PERALATAN
Material sirtu, batu dan pasir didatangkan dari quary terdekat dengan menggunakan
Dumptruck.
Material besi baja didatangkan dari Maloy menggunakan Trailler.
Material Tiang Pancang didatangkan dari supplier menggunakan transportasi laut langsung
ke lokasi pekerjaan
Penyimpanan dilokasi ditempatkan pada tempat yang tidak menganggu aktivitas proyek dan
umum.
Tenaga kerja kasar (pekerja) sebagian didatangkan dari jawa dan sebagian dari tenaga lokal
(setempat).
Tenaga ahli ditugaskan khusus dari Jakarta yang merupakan staff dan karyawan perusahaan.

III. PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN


III.1. Pekerjaan Tiang Pancang
1. Pengadaaan Tiang Pancang Baja
Tahap Pelaksanaan
Tiang pancang baja yang telah selesai difabrikasi lalu dikirim dari pabrik ke lokasi
pekerjaan melalui jalur laut menggunakan tongkang ditarik tugboat

Gambar Tiang Pancang Baja

Metode Kerja :
Material tiang pancang baja ini adalah tiang pancang baja Ø 300 mm t = 9 mm panjang
maksimal 6 m, pengangkutannya menggunakan alat transportasi laut dari pelabuhan
Makassar langsung ke lokasi pekejaan (Pulau Lingian) dengan menggunakan Tongkang
ditarik Tug Boat.
Penyimpanan tiang pancang di lokasi penumpukan (stock pile) yang telah disediakan dan
mendapat persetujuan dari Direksi dan Pengawas Lapangan.
Sebagai alas tumpukan pipa menggunakan balok kayu dengan ukuran 4cm sampai dengan 10
cm. cara penumpukan disesuaikan dengan tata cara yang telah disetujui oleh Direksi dan
pengawas lapangan.
Sistem penumpukan membentuk pyramid sehingga terhindar dari tergelincirnya pipa.
Pada tumpukan pipa bagian paling bawah diberi patok pengaman disisi luar sebelah kanan
dan kiri dari pipa baja tersebut.

Pengadaan Tiang Pancang Pipa Baja

2. Pembuatan Sepatu Tiang Pancang


Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu tiang sehingga melindungi ujung tiang
selam pemancangan, kecuali bilamana seluruh pemancangan dilakukan pada tanah yang
lunak. Sepatu harus benar-benar konsentris (pusat sepatu sama dengan pusat tiang
pancang) dan dipasang dengan kuat pada ujung tiang. Bilamana tiang pancang akan
dipancang ditanah keras, maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan plat baja
atau dengan mengelaskan plat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja.
Tahapan Pelaksanaan
Sepatu tiang dibuat dengan cara, plat baja dibentuk runcing, kemudian dipasang pada
ujung tiang pancang dengan cara dilas menggunakan bahan kawat las dan alat bantu
mesin las pada sambungan antara plat baja dengan tiang pancang baja.
Gambar. Sepatu Tiang Panjang

Analisa
PEMBUATAN 1 Bh SEPATU TIANG PANCANG DIA. 457.2 mm

Upah :
Tukang Las oh 0.50
Pekerja oh 1.00
Pengelasan (potong dan sambung) cm 300.00

Alat :
Alat bantu sepatu tiang pancang ls 1.000

Durasi: 7 Hari

Pada bagian bottom tiap titik pancang dipasang sepatu tiang berbentuk kerucut dengan cara dilas.
Sepatu tiang dibuat dengan bahan plat baja tebal 12 mm yang dibentuk menyerupai kerucut,
diameter alas kerucut 300 mm, sesuai dengan diameter pipa baja pancang.

0.4572

Gambar 4. Sepatu Tiang Pancang


3. Pengecatan Tiang Pancang
Pengecatan dilakukan secara manual dengan menggunakan AC marine use dan AF
marine use. Tiang dicat sebelum proses pemancangan berlangsung. Tiang dicat agar
tiang tidak berkarat dan tidak mudah rusak.
Pengadukan cat AC marine use dan AF marine use dilakukan sesuai dengan
perbandingannya. Pengecatan tiang dilakukan dengan menggunakan alat bantu sprayer,
cat dimasukan pada tabung sprayer kemudian disemprotkan pada permukaan tiang pipa
baja bagian atas, penyemprotan dilakukan pada seluruh permukaan tiang secara perlahan
hingga menutupi permukaan tiang. Pengecatan dilakukan agar tiang tidak mudah
berkarat atau korosi.

4. Penyambungan Tiang Pancang Baja


Penyambungan dilakukan di darat dengan menggunakan mesin las dan kawat las, untuk
memudahkan pengelasan dipakai crawler crane untuk mengangkat tiang panjang
tersebut.
Penyambungan dilakukan setelah tiang pancang segmen pertama bagian atas telah
mencapai bagian yang sesuai dengan keadaan ponton, sehingga memungkinkan tukang
las untuk melakukan pengerjaan penyambungan tiang pancang dari atas ponton pancang.
Tahapan Pelaksanaan
Penyambungan tiang pancang baja dikerjakan dengan sistem pengelasan, memakai alat
las listrik dengan kawat las. Penyambungan dilakukan dengan cara penyambungan
horizontal yang dilakukan dilaut setelah pipa bawah dilakukan pemancangan. Alat bantu
untuk memonitoring ketegakan dibantu alat theodolite yang dioperasikan Surveyor.
Gambar. Penyambungan Tiang Pancang

Analisa
PENYAMBUNGAN 1 BH TIANG PANCANG DIA. 457,2mm

Bahan :
Besi strip kg 15.700

Upah :
Tukang Las oh 0.50
Pekerja oh 1.00
Pengelasan cm 215.00

5. Pengangkutan Tiang Pancang ke Titik Pancang


Dalam pengangkutan tiang pancang ke titik pancang ada 2 (dua) metode yang bisa digunakan
yaitu antara lain :

a. Pola pelangsiran pipa dengan metode apung


Metode ini digunakan apabila kondisi (ombak, gelombang air laut) yang tidak memungkin dan
sangat berpengaruhi terhadap proses pemancangan.
Pembuatan tempat launching pipa untuk penurunan pipa yang telah disambung didarat ke laut,
dan sebelumnya Ujung-ujung pipa di tutup Karet
yang memadai sampai tidak bocor, hal ini supaya kedap air dan tidak bocor pada saat handling di
laut yaitu ditarik dengan menggunakan tug boat.

Pipa Baja dia. 457.2


Gambar 5a. Pelangsiran metode apung

Gambar 5b. Pelangsiran metode apung

b. Pola pelangsiran pipa dengan menggunakan Ponton Langsir


Material pipa pancang baja diletakkan diatas kapal crane langsir yang berfungsi juga untuk
penampung material (gudang material) yang selalu berdekatan dengan Kapal Crane Pancang
Utama pada saat pelasksanaan pemancangan berlangsung
Penyambungan dilakukan diatas Kapal Utama Pancang, dengan panjang kapal 32,5 m
memungkinkan penyambungan dan pengecatan dapat dilakukan sebelum pemancangan.
Jika kondisi pemancangan (ombak, gelombang dan tiupan angin) terlalu berpengaruh pada pola
pancang, maka langsiran pipa pancang dari lokasi Stok material akan kami pergunakan metode
lain yaitu pelangsiran pipa dengan menggunakan metode apung seperti dijelaskan diatas.

Gambar 6. Pelangsiran menggunakan pontoon lansir


Pengangkutan tiang pancang menggunakan crane yang diangkat ke pontoon
transport, pengangkutan tiang dilakukan untuk mengangkat tiang dari areal
penumpukan ke titik pancang, pengangkutan tiang dilakukan untuk memudahkan
proses pemancangan
Tahapan Pelaksanaan
Pekerjaan angkutan tiang pancang ke titik pancang dilakukan secara mekanik. Dengan
alat crane tiang diangkat ke ponton transport untuk mengambil tiang pancangyang berada
pada areal penumpukan, selanjutnya tiang pancang dipindahkan dari ponton transport ke
ponton pancang untuk dilakukan pemancangan tiang pada titik pancang.

Gambar. Pengangkutan Tiang Pancang Ke Titik Pancang

Analisa
1 M PENGANGKUTAN TIANG PANCANG KE TITIK TIANG PANCANG

Upah :
Biaya Crawler Crane per hari hari 0.008
Biaya Ponton Transport per hari hari 0.008

Durasi : hari
6. Pemancangan tiang tegak
Mobilisasi peralatan pancang dilakukan sebelum pemancangan dilakukan, peralatan
pancang antara lain : diesel hammer, ponton pancang dan lain-lain. Sebelum
pemancangan dilakukan maka harus Floating (Kubus HDPE) harus sudah selesai
terpasang (ter-instal) dan melakukan pengukuran terlebih dahulu menggunakan
theodolite dan waterpass,dan menggunakan titik acuan yang telah ditentukan oleh
Konsultan.Dengan menggunakan 2 titik acuan sehingga didapat koordinat titik pancang
yang seakurat mungkin.
Langkah-langkah pada saat pekerjaan pemancangan adalah pontoon pancang diarahkan
ke titik yang dituju,dengan bantuan alat theodolite untuk menentukan ketepatan titik
serta kelurusan posisi tiang. Setelah semuanya sesuai, tali pengikat tiang pada diesel
hammer dikendorkan sehingga tiang pancangakan turun sampai seabed (S) dan diukur
kembali ketepatannya dengan theodolite. Apabila sudah sesuai kembali, maka dapat
dimulai pancang dengan diesel hammer sampai kedalaman yang direncanakan. Untuk
kepastian pemberhentian pemancangan, pada pemancangan ¼ tiang terakhir dilakukan
kalendering, apabila S rencana > S lapangan, pemancangan dapat dihentikan. Langkah –
langkah ini dilakukan sampai semua tiang pancang perencanaan terpancang pada
posisinya.

Gambar 7. Pemancangan Tiang Tegak


Gambar. Pemancangan Tiang Tegak
Analisa
PEMANCANGAN TIANG PANCANG - TEGAK/METER

Upah :
Biaya Diesel Hammer hari 0.0420
Biaya Ponton Pancang hari 0.0420

Durasi : 14 Hari

7. Pemotongan tiang pancang


Pemotongan tiang pancang dilakukan apabila panjang tiang melebihi panjang tiang
rencana.

Tahapan Pelaksanaan
Tiang yang akan dipotong harus diberi tanda melingkar, agar memudahkan proses
pemotongan. Pemotongan dikerjakan dengan blender pemotong, sesuai dengan panjang
yang dibutuhkan dalam gambar kontrak.
Analisa
1 BUAH PEMOTONGAN TIANG PANCANG PIPA BAJA

Bahan :
Oxygen tabung 0.500
Karbit kg 1.000

Upah :
Tukang Las oh 0.500
Pekerja oh 1.000

Alat :
Mesin las karbit ls 1.000
Alat bantu pemotongan tiang pancang ls 1.000

Durasi : Hari
Pemotongan tiang pancang dilakukan apabila panjang tiang melebihi panjang tiang rencana.
Tiang yang akan dipotong harus diberi tanda melingkar, agar memudahkan proses pemotongan.
Pemotongan dikerjakan dengan blender pemotong, sesuai dengan panjang yang dibutuhkan
dalam gambar kontrak.
III.2. Pekerjaan Pondasi Bor Pile Dan Trestel
III.2.1. Pengukuran Dan Positioning
Sebelum pelaksanaan pengeboran dilakukan dengan alat Bor Pile Mini Mesin
Crane, melaksanakan pengukuran terlebih dahulu menggunakan theodolite dan
waterpass,dan menggunakan titik acuan yang telah ditentukan oleh Konsultan.Dengan
menggunakan 2 titik acuan sehingga didapat koordinat titik pancang yang seakurat
mungkin.
Mesin Mini Bor mesin bergerak dan
dipandu dengan theodolith dan bila
sudah sesuai maka bisa dilanjutkan
pengeboran serta tanam buis beton
BM atau titik tetap
Theodolite 1
memiliki :
X =.......
Y =.......
Z =.......

BM atau titik tetap


memiliki :
X =.......
Theodolite 2
Y =.......
Z =.......

III.2.2. Pelaksanaan Pengeboran


Diameter pengeboran 60 cm, sedalam 6 meter. Sedangkan diameter buis beton yang
akan ditanam dalam lubang bor diameter 50 cm.
Kemudian di dalam buis beton tersebut di isi dengan pembesian (tulangan pokok D
13 mm + besi spiral ø 6 mm)dan pengecoran (sesuai dengan gambar).
Kami melaksanakan pekerjaan ini dengan selesai pengeboran dengan kedalaman yang
sudah ditentukan, akan langsung setting pembesian dan pengecoran.
Hal ini kami lakukan secara estafet (terus menerus), hingga 34 titik.
Durasi : 42 hari, Bulan-1 (Minggu ke-3) sampai dengan Bulan-2 (Minggu ke-8)
Gambar Detail Pengeboran dan Pembesian Trestel
III.2.3. Pelaksanaan Kolom Pedestal
Kolom Pedestal dilaksanakan sebelum pengecoran bor pile selesai, jadi satu meter
seebelum pengecoran selesai (bagian atas buis beton). Maka kami masukan
pembesian kolom pedestal 1 meter ke dalam buis beton.
Sehingga kolom pedestal tertanam 1 meter ke dalam buis beton, setelahnya baru kami
laksnakan pekerjaan selanjutnya untuk Begesting, pembesian dan pengecoran kolom
pedestal tersebut sebanyak 34 kolom pedestal.
Durasi : 30 hari, Bulan-2 (Minggu-5 sampai dengan Minggu-8)
Gambar Kolom Pedestal Dan Pembesian Terhadap Pondasi Strauss Pile
III.2.4. Pelaksanaan Balok Trestel
Pekerjaan Balok Beton dilaksanakan setelah Kolom Pedestel selesai, yang
sebelumnya untuk pembesian Kolom Pedestal ada overstek ke pembesian Balok
Trestel. Kemudian untuk pelaksanaan Balok Beton disesuaikan dengan gambar, dari
begesting, pembesian dan pengecoran. Pengecoran harus menggunakan Concrete
Vibrator dan menghasilkan karakteristik beton yang setara dengan K-250.
Durasi : 35 hari, Bulan-2 (Minggu ke-8) sampai dengan Bulan-3 (Minggu ke-12)
III.2.5. Pelaksanaan Lantai Trestel
Pekerjaan Lantai Trestel ini menggunakan bahan dari Kayu Ulin.
Lantai Trestel dari Papan Kayu Ulin dengan tebal 3 cm dan lebar 20 cm, kemudian
papan kayu tersebut disambungkan ke balok beton menggunakan dyna bolt galvanis
M16, L=10 cm dan dipasang plat galvanis ukuran 5 x 15 cm dengan tebal 3 mm.
Durasi : 35 hari, Bulan-3 (Minggu-12) sampai dengan Bulan-4 (Minggu ke-16)
Gambar Pemasangan Joint Lantai Kayu dengan Balok Beton

III.2. Pekerjaan Dermaga Apung


III.2.1. Floating (Kubus HDPE)
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan secara system dimana pemasangan dermaga
apung menggunakan kubus apung dan dilakukan oleh tenaga ahli yang berkompeten
dibidang pemasangan dermaga apung. Pemasangan kubus apung menggunakan
system selang seling seperti pemasangan bata dimana arah vertical dan arah
horizontal tidak ada garis sambungan secara menerus. Kubus apung dikunci dengan
pin pengunci untuk bagian tengah dan mur pengunci samping pada posisi terluar
konstruksi dermaga apung, pemasangan pin pengunci dilaksanakan pada posisi sesuai
dengan gambar atau petunjuk dari direksi. Pada posisi yang terdapat tiang pancang
maka dipasang roller system stainless steel. Untuk pekerjaan dibawah kubus apung
dilaksanakan pekerjaan pemasangan jangkar kodok yang dilengkapi dengan tali baja,
penyeimbang jangkar dan beton pemberat yang berfungsi agar konstruksi tetap stabil
pada saat terjadi gelombang/arus. Pekerjaan dermaga apung dilengkapi dengan
pelindung benturan, Bempar 3L, yang dipasangankan pada posisi terluar konstruksi.
Selain itu pula dipasang Pagar pengaman.
Gambar Denah Dermaga Apung Dan Pemasangannya
Gambar Asesoris Dermaga Apung Dan Pemasangannya
Gambar Pemasangan Lantai WPC terhadap
Lantai Dermaga Apung
Gambar Bahan Lantai WPC (Wood Plastic Composite)

III.2.2. Pekerjaan Struktur Gangway Dan Plat Bordes


Pekerjaan ini diawali dengan pengadaan besi Wide Flange Beam (IWF), besi T
(NF/2) dapat difabrikasi di lapangan maupun mendatangkan struktur setengah jadi
kemudian disetel di site mengikuti struktur beton yang telah selesai. Dimulai dari
ujung ke ujung struktur beton dan satu ujungnya dilengkapi roller pada pelapis kubus
(di atas grating dan plat landasan roller) agar ujung gangway dapat maju – mundur
menyesuaikan pasang surut air laut.
Sedangkan lantai plate bordes ditempatkan di atas struktur dermaga kubus apung.
Pemasangan grating diawali dengan pemasangan konstruksi besi WF galvanized dan
railing pipa besi menyesuaikan dengan gambar serta petunjuk direksi
Penyelesaian Akhir
Penyelesaian akhir dimaksudkan untuk membersihkan sisa – sisa material yang masih
tersisa dilokasi pekerjaan.

Tahapan Pelaksanaan
Material yang masih tersisa dikumpulkan kemudian dibuang pada tempatnya.

Durasi : 2 Hari

Makassar, 29 Juli 2019


CV. MITRA KAROLIPU

BAHARI
Direktur