Anda di halaman 1dari 15

FAKTOR-FAKTOR PENERIMAAN IBU TERHADAP IMUNISASI

MR(MEASLES RUBELLA)PADA ANAK USIA 13-15 TAHUN


DI SMP NEGERI 1 MARTAPURA BARAT
TAHUN 2019

Akper Intan Martapura, Jl.Samadi No 1 Martapura Kalimantan Selatan


email : indahramadhan78@gmail.com

ABSTRAK

PENDAHULUAN

Measles Rubella atau Campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus
yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella ini sering
terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain. Meski
demikian, belum banyak masyarakat mengenal apaitu rubella. (IDAI 2014)
Measles Rubella termasuk dalam penyakit ringan pada anak, tetapi dapat
memberikan dampak buruk apabila terjadi pada ibu hamil trimester pertama
yang tidak di imunisasi maka akan mengakibatkan keguguran ataupun
kecacatan pada bayi sering disebut Congenital Rubella Syndrom (CRS) seperti
kelainan jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan (Depkes
RI, 2017).
Berdasarkan data dari kantor regional Asia Tenggara dari Badan Kesehatan Dunia (WHO
2017), Indonesia merupakan salah satu negara yang tertinggal dalam upaya menangani penyakit
campak dan Rubella capaian imunisasi di Indonesia hanya 3,20 % persen.(WHO 2017)
Pelaksanaa imunisasi MR(measles rubella) di Kabupaten Banjar masih
rendah. Diantara 24 puskesmas di Kabupaten Banjar Persentasi terendah ada di
Barutung Baru hanya 0,03 persen dan persentasi terbesar yaitu Karang Intan 2
yakni 48,67 persen. (Dinkes Kabupate Banjar 2018).
Virus yang mengakibatkan penyakit Measles Rubella adalah
Morbivillivirus Rubella menular melalui saluran nafas, batuk dan bersin dapat
menjadi jalur masuknya virus tersebut. (WHO 2017) Berbagi makanan dan
minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat
menularkan penyakit campak dan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh
mata, hidung, atau mulut anda setelah memegang benda yang terkontaminasi
oleh penderita campak dan rubella.(IDAI 2014)
Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan imunisasi, terutama
bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang
menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Pemberian vaksin MR
direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dan diberikan
melalui suntikan pada jaringan lemak (subkutan) lengan atas. Vaksin MR ini
diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1
SD, yaitu sekitar usia 6 tahun. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
2017)

KONSEP TEORI

Imunisasi merupakan program yang dengan sengaja memasukkan antigen


lemah agar merangsang anti body keluar sehingga tubuh dapat resisten
terhadap penyakit tertentu. System imun tubuh mempunyai suatu system
memori (daya ingat) ketika vaksin masuk kedalam tubuh maka, akan dibentuk
antibody untuk melawan vaksin tersebut dan system memori akan
menyimpannya sebagai suatu pengalaman. (IDAI 2014)
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas adalah untuk mengurangi angka penderita suatu
penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada
penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti penyakit
hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain
sebagainya.(Nugraha, 2010)
Measles Rubella atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau
infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada
kulit. Umumnya rubella ini sering terjadi pada anak dan remaja yang belum
mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain. Meski demikian, belum
banyak masyarakat mengenal apa itu rubella.(IDAI 2014)
Faktor yang mempengaruhi penerimaan ibu terhadap imunisasi menurut
Istriayati E. 2011, adalah sebagai berikut : Pengetahuan Tetang Imunisasi MR
(Measles Rubella), Persepsi Keparahan, Persepsi Manfaat, Hambatan,
Dukungan keluarga, dan Dukungan lingkungan.
Peran orang tua sangatlah penting dalam kesehatan anak, karna tanpa
perhaian dan bimbingan orang tua maka anak akan mudah terkena kuman dan
bakteri pada saat bermain dan bergaul sehingga anak mudah terserang dan
terjangkit penyakit. Selain itu orang tua jua sangat berperan penting dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dimana anak membutuhkan
sebuah benteng pertahanan untuk melawan benda-benda asing yang akan
menyerang tubuhnya, dan salah satu pencegahannya yaitu dengan perhatian ibu
dalam mengimunisasikan anaknya dengan tujuan diberi antibody untuk
menjaga kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang berbagai jenis
penyakit.
METODE
Metode penelitian ini bersifat deskriptif yaitu bertujuan untuk mengetahui
Faktor-Faktor Penerimaan Ibu Terhadap Imunisasi Mr(Measles Rubella) Pada
Anak Usia 13-15 Tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu
murid SMP Negeri 1 Martapura Barat, sebanyak 266 orang.
Bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk dapat
mewakili populasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 orang dengan
teknik purposive sampling

HASIL

Tabel 4.1
Data Jumlah Murid SMP Negeri 1 Martapura Barat
Tahun 2019
No Kriteri Jumlah
1 Seluruh Murid 266
2 Murid Laki-laki 135
3 Murid Perempuan 132
Tabel 4.2
Data Kepegawaian SMP Negeri 1 Martapura Barat
Tahun 2019
No Nama Jabatan
1 H.Mahyuni,S.Pd.,MM Kepala Sekolah
2 Yulida Midayanti,S.Pd Guru
3 Sukardi,S.Pd Guru
4 Mukminah,S.Pd Guru
5 Hj.Maserah,S.Pd Guru
6 Sahidah,S.Pd Guru
7 RetnotariNordiyati,S.Pd Guru
8 Norjannah,S.H Guru
9 YusnidaFitriani,S.Pd Guru
10 Ir.EkoAgusHaryono Guru
11 Zubaidah,S.Pd Guru
12 Moch.Solhani H.,S.Pd Guru
13 Syariffudin,S.Pd Guru
14 Selamat,S.Pd.I Guru
15 NurJairana,S.Pd Guru
16 Nazariah,S.Pd Tata Usaha
17 Via Elviana Tata Usaha
18 Hj. Mauhubah,S.Pd Guru
1. Data Umum Responden

Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Tahun 2019
No Pendidikan F %
1 Tidak sekolah 15 20.5
2 SD 45 61.6
3 SMP/sederajat 7 9.6
4 SMA/sederajat 4 5.5
5 Perguruan Tinggi 2 2.7
Jumlah 73 100.0

Tabel 4.3 diatas bahwa latar belakang pendidikan terakhir


terbanyak adalah SD yaitu 45(61.6%) responden, dan yang terendah
adalah perguruan tinggi sebanyak 2 (2.7%) responden.

Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarka
Pekerjaan Tahun 2019
No Pekerjaan F %
1 Wirasswasta 15 20.5
2 PNS 2 2.7
3 Buruh/Tani 20 28.8
4 Ibu Rumah Tangga 36 47,91
Jumlah 73 100.0
Tabel 4.4 berdasarkan Tabel diatas menunjukkan bahwa bagian
besar responden adalah Ibu rumah tangga yaitu sebanyak 36(47.91%)
resfonden. Buruh tani sebanyak 20(28.8%) resfonden, wirausaha
15(20.5%) resfonden, dan PNS sebanyak 2(2.7%) responden.
2. Data Hasil Penelitian

Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Faktor-Faktor
Penerimaan Ibu Terhadap Imunisasi MR
(Measles Rubella) Tahun 2019

NO Pernyataan Menerima Tidak menerima


F % F %
1 pengetahuan ibu tentang imunisasi MR
55 75.3 18 24.7
(Measles Rubella)
2 persepsi keparahan terhadap imunisasi 63 86.3 10 13.7
MR(Measles Rubella)
3 persepsi manfaat terhadap imunisasi 59 80.8 14 19.2
MR(Measles Rubella)
4 persepsi hambatan terhadap imunisasi 59 80.8 14 19.2
MR(Measles Rubella)
5 dukungan keluarga dalam imunisasi 73 100.0 0 0
MR(Measles Rubella)
6 dukungan Lingkungan dalam imunisasi 63 86.3 10 13.7
MR(Measles Rubella)
Dari Tabel 4.5 menunjukan bahwa pertanyaan positif yang paling
banyak menerima yaitu pada pertanyaan tentang “dukungan keluarga
dalam imunisasi MR (measles rubella)” yaitu sebanyak 73 (100.0%)
responden, dan yang paling rendah yaitu pertanyaan tentang
“pengetahuan ibu tentang imunisasi MR (measles rubella)” yaitu
hanya 55 (75.3%) responden yang menerima. Dan yang tidak
menerima sebanyak 18 (24.7%) responden pada pertanyaan tentang
“pengetahuan ibu tentang imunisasi MR(measles rubella).

Tabel 4.6
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Factor-Faktor
Penerimaan Ibu Terhadap Imunisasi MR(Measles rubella)
Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 72 98.6
2 Tidak Menerima 1 1.4
Jumlah 73 100

Dari Tabel 4.6 meunjukkan hasil bahwa ibu yang menerima


imunisasi MR (Measles rubella) yaitu sebanyak 72 (98.6).
Tabel 4.7
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu
Tentang Imunisasi MR (Measles Rubella) Tahun 2019
Pernyataan Menerima Tidak
Menerima
F % f %
Kouesioner pengetahuan ibu tentang
imunisasi MR
1 Imunisasi Dasar yang wajib untuk anak
adalah BCG, polio, DPT, Hepatitis B, dan 51 69.9 22 30.1
Campak
2 Imunisasi MR merupakan imunisasi yang
di gunakan dalam memberikan kekebalan
55 75.3 18 24.7
terhadap penyakit campak (measles) dan
campak jerman (rubella).
3 Cara pencegahan penyakit Rubella adalah
dengan cara mengimunisasi anak dengan 43 58.9 30 41.1
Imunisasi BCG
4 Semakin meningkatnya usia maka akan
semakin kuat juga sistem imunan anak 41 56.2 32 43.8
dalam tubuh
Dari Tabel 4.7 menunjukan pertanyaan positif yang paling
banyak menerima 55 (75.3%) responden, dan pertanyaan negatif yang
tidak menerima sebanyak 18 (24.7%) responden

Tabel 4.8
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori
Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi MR(Measles Rubella)
Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 56 76.7
2 Tidak Menerima 17 23.3
Jumlah 73 100
Dari Tabel 4.8 yang menerima pada pertanyaan tentang
pengetahuan ibu tentang imunisasi MR(measles rubella) yaitu 56
(76.7%) reponden.
Tabel 4.9
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Peryataan Persepsi Keparahantahun 2019
Pernyataan Menerima tidak menerima
F % F %
Kouesioner tentang persesi keparahan
5 Dengan imunisasi maka anak saya tidak
63 86.3 10 13.7
akan terjangkit penyakit menular
6 Saya mengimunisasi anak saya untuk
54 74.0 19 26.0
terhindar dari penyakit menular
7 Saya tidak akan membiarkan anak saya
di imunisasi MR karena bias 46 63.0 27 37.0
mengakibatkan kematian dan kecacatan
Dari Tabel 4.9 didapatka responden yang menjawab pertanyaan
positif pada pertanyaan tentang persepsi keparahan yaitu 63 (86.3%)
reponden dan yang menjawab pertanyaan negatif sebanyak 10
(13.7%) responden.

Tabel 4.10
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Persepsi
Keparahan Tahun 2019

No Kategori F %
1 Menerima 43 58.9
2 Tidak menerima 30 41.1
Jumlah 73 100
Dari Tabel 4.10 pada pertanyaan tentang persepsi keparahan
didapatkan responden yang menerima sebanyak 43 (58.9%).
Tabel 4.11
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Peryataan Persepsi Manfaat Tahun 2019
Pernyataan Menerima Tidak menerima
F % F %
Kouesioner tentang persesi manfaat
8 Dengan imunisasi MR anak akan terhindar
dari penyakit MR(measles rubella) 57 78.1 16 21.9

9 Dengan imunisasi maka akan meningkatkan


59 80.8 14 19.2
kekebalan tubuh
10 Pemberian imunisasi MR (Measles, Rubella)
untuk memberikan perlindungan terhadap
kedua penyakit tersebut pada saat yang 54 74.0 19 26.0
bersamaan.

11 Anak saya tidak perlu di imunisasi MR karna


saya merasa anak saya sudah memiliki 29 39.7 44 60.3
kekebalan tubuh yang kuat
Dari Tabel 4.11 didapatkan responden yang menerima Imunisasi
MR(mesles rubella) banyak ditemukan pada responden dengan persepsi
manfaat yang menjawab pertayaan positif yaitu 59 (80.8%) reponden
dan yang menjawab pertanyaan negatif sebanyak 14 (19.2%) resfonden.

Tabel 4.12
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Persepsi
Manfaat Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 58 79.5
2 Tidak Menerima 15 20.5
Jumlah 73 100
Dari data Tabel 4.12 pada pertanyaan tentang persepsi manfaat
responden yang menerima yaitu sebanyak 58 (79.5%).
Tabel 4.13
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Pernyataan Persepsi Hambatan Tahun 2019
Pernyataan Menerima Tidak menerima
F % F %
Kouesioner tentang persesi hambatan
12 Efek samping Imunisasi MR yang ditimbulkan cenderung
umum dan ringan seperti demam, rua, kulit, dan nyeri dibagian 58 79.5 15 20.5
kulit bekas suntikan
13 Imunisasi MR (Measles Rubella) adalah imunisasi yang tidak
49 67.1 24 32.9
halal
14 Saya menerima imunisasi MR karna tidak ingin anak saya sakit 59 80.8 14 19.2
15 Saya merasa takut apabila anak saya tidak di imunisasi MR 36 49.3 37 50.7
Dari Tabel 4.13 didapatkan responden yang menerima Imunisasi
MR(mesles rubella) banyak ditemukan pada resfonden dengan
persepsi hambatan yang menjawab pertanyaan positif yaitu 59
(80.8%) reponden dan yang menjawab pertanyaan negatif sebanyak
14 (19.2%) resfonden

Tabel 4.14
Distribusi frekuensi Responden berdasarkan kategori persepsi
Hambatan Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 64 87.7
2 Tidak Menerima 9 12.3
Jumlah 73 100

Data dari Tabel 4.14 pada pertanyaan tentang persepsi hambatan


didapat responden yang menerima 64 (87.7%).

Tabel 4.15
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Pernyataan Dukungan Keluarga Tahun 2019
Pernyataan Menerima Tidak menerima
F % F %
Kouesioner tentang dukungan lingkungan
16 Keluarga selalu mendampingi saya saat saya mengimunisasi
49 67.1 24 32.9
anak saya
17 Suami dan keluarga saya mengijinkan anaknya diimunisasi MR 73 100 0 0
18 Keluarga selalu mengingatkan untuk
mengimunisasi agar terhindar dari penyakit 33 45.2 40 54.8
menular

Dari Tabel 4.15 didapatkan responden yang menerima Imunisasi


MR(mesles rubella) banyak ditemukan pada resfonden dengan
dukungan keluarga yaitu sebanyak 73 (100.0%) responden
Tabel 4.16
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Dukungan
Keluarga Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 50 68.5
2 Tidak menerima 23 31.5
Jumlah 73 100.0
Hasil dari data Tabel 4.16 pada pertanyaan bedasarkan dukungan
keluarga didapatkan responden yang menerima sebanyak 50 (68.5%)
responden.

Tabel 4.17
Distribusi frekuensi Responden berdasarkan
Pernyataan Dukungan Lingkungan Tahun 2109
Pernyataan Menerima Tidak menerima
F % F %
Kouesioner tentang dukungan lingkungan
19 Dilingkungan saya hampir semua anak-anaknya
29 39.7 44 60.3
sudah di imunisasi MR
20 Di lingkungan sekolah anak saya dilakukan
63 86.3 10 13.7
imunisasi MR
21 Adanya tetangga yang kena penyakit MR,
membuat saya akan menyetui anak saya di 9 12.3 64 87.7
Imunisasi MR.
22 Saya mendapat pejelasan tentang imunisasi MR
47 64.4 26 35.6
dari orang sekitar dan tetangga saya.
Dari Tabel 4.17 didapatkan responden yang menerima Imunisasi
MR(mesles rubella) banyak ditemukan pada resfonden dengan
dukungan lingkungan yang menjawab pertanyaan postif sebanyak 63
(86.3%%) resfonden dan yang menjawab pertanyaan negatif sebanyak
10(13.7%) resfonden.

Tabel 4.18
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Dukungan
Lingkungan Tahun 2019
No Kategori F %
1 Menerima 69 94.5
2 Tidak menerima 4 5.5
Jumlah 73 100.0

Dari Tabel 4.18 pada pertanyaan bedasarkan dukungan lingkungan


didapatakan responden yang menerima sebanyak 64 (94.5%) rsponden.
PEMBAHASAN

1. Faktor-Faktor Penerimaan Ibu Terhadap Imunisasi


MR(Measles Rubella)
Didapatkan data mayoritas responden yang menerima
sebenyak 72 (98.6%)responden yang tidak menerima anakya
diimunisasi MR(measles rubella) dan 1 (1.4%)responden. Alasan
yang paling banyak ditemui pada ibu yang menerima imunisasi
MR(measles rubella) karna tidak mau anaknya terkena penyakit
yang berbahaya dan juga imunisasi ini sudah menjadi kewajiban
disekolahnya.
2. Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi MR(Measles Rubella)
Diketahui bahwa sebagian mayoritas ibu yang menjawab
pertanyaan positif sebanyak 55(75.3%) responden, dan yang
menjawab pertanyaan sebanyak 18 (24.7%) responden.
Menunjukan sebagian besar responden yang paling banyak
menjawab benar pada pertanyaan positif adalah pada item no 2
yaitu “Imunisasi MR merupakan imunisasi yang di gunakan dalam
memberikan kekebalan terhadap penyakit campak (measles) dan
campak jerman (rubella)” sebanyak 55(75.3%) responden, dan
pertanyaan positif yang menjawab paling rendah adalah item no 4
yaitu “Semakin meningkatnya usia maka akan semakin kuat juga
sistem imunan anak dalam tubuh” yaitu sebanyak 41(56.2%)
responden.
3. Persepsi Keparahan
Diketahui bahwa persepsi keparahan yang menjawab
pertanyaan positif sebanyak 63(86.3%) responden, dan yang
menjawab pertanyaan negatif sebanyak 10 (13.7%) responden.
Menunjukan sebagian besar responden yang paling banyak
menjawab benar pada pertanyaan positif adalah pada item no 5
yaitu “Dengan Imunisasi Maka anak saya tidak akan terjangkit
penyakit menular” sebanyak 63(86.3%) responden, dan pertanyaan
positif yang menjawab paling rendah adalah item no 6 yaitu “saya
mengimunisasi anak saya untuk terhindar dari penyakit menular”
yaitu sebanyak 54(74.0%) responden. Sedangkan pertanyaan
negatif yang paling banyak menjawab benar adalah pada item no 7
yaitu”saya tidak akan membiarkan anak saya diimunisasi
MR(measles rubella) karna bisa mengakibatkan kematian dan
kecacatan” yaitu sebanyak 27(37.0%) responden.
4. Persepsi Manfaat
Pada persepsi manfaat yang menjawab pertanyaan positif
sebanyak 59(80.8%) responden, dan pertanyaan negatif sebanyak
14 (19.2%) responden. Menunjukan sebagian besar responden
yang paling banyak menjawab benar pada pertanyaan positif
adalah pada item no 9 yaitu “Dengan imnisasi maka akan
meningkatkan kekebalan tubuh” sebanyak 59(80.8%) responden,
dan pertanyaan positif yang menjawab paling rendah adalah item
no 10 yaitu “pemberian imunisasi MR(measles rubella) untuk
memberikan perlindungan terhadap dua penyakit pada saat yang
bersamaan” yaitu sebanyak 54(74.0%) responden. Sedangkan
pertanyaan negatif yang paling banyak menjawab benar adalah
pada item no 11 yaitu”anak saya tidak perlu imunisasi
MR(measles rubella) karna saya merasa anak saya sudah memiliki
kekebalan tubuh yang kuat” yaitu sebanyak 44(60.3%) responden.
5. Persepsi Hambatan
Pada persepsi hambatan yang menjawab pertanyaan positif
sebanyak 59(80.8%) responden , dan yang menjawab pertanyaan
negatife sebanyak 14 (19.2%) responden. Menunjukan sebagian
besar responden yang paling banyak menjawab benar pada
pertanyaan positif adalah pada item no 14 yaitu “saya menerima
imunisasi MR karna tidak ingin anak saya sakit” sebanyak
59(80.8%) responden, dan pertanyaan positif yang menjawab
paling rendah adalah item no 12 yaitu “efek samping imunisai MR
yang timbul cendrung umum dan ringan, raum kulit, dan nyeri
dibagiaan kulit beks suntikan” yaitu sebanyak 58(79.5%)
responden.
6. Dukungan Keluarga
Seseorang membutuhkan dukungan untuk berperilaku
kesehatan, dengan adanya dukungan dari keluarga akan
memudahkan seseorang dalam melakukan perubahan perilaku.
Didapatkan data dari dukungan keluarga pertanyaan positif yang
paling banyak benar itu pada item no 17 ”suami dan keluarga
mengijinkan anaknya di imunisasi” seluruh responden yaitu
73(100%) mendapat dukungan dari suami dan keluarga. Dan
pertanyaan positif yang paling rendah jawabannya yaitu pada item
no 10 “keluarga selalu mengingatkan untuk mengimunisasi agar
terhindar dari penyakit menular” yaitu sebanyak 33(45.2%)
responden.

7. Dukungan Lingkungan
Pada dukungan lingkungan berdasarkan pertanyaan positif
yang paling benar pada item no 20 yaitu”dilingkungan sekolah
anak saya dilakukan imunisasi MR(measles rubella)” yaitu
sebanyak 63(86.3%)responden, dan pertanyaan positif yang paling
rendah jawabannya yaitumpada item no 21”adanya tetangga yang
terkena penyakit MR(measles rubella), membuat saya akan
menyetujui anak saya di imunisasi MR(measles rubella)” yaitu
sebanyak 9(12.3%) responden.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Faktor-faktor penerimaan ibu terhadap imunisasi MR (measles
rubella)
a. Pengetahuan ibu tentang imunisasi MR (measles rubella) yang
menerima sebanyak 56 (76.7%).
b. persepsi keparahan pada imunisasi MR (measles rubella) yang
menerima sebanyak 43(58.9%).
c. Manfaat dari imunisasi MR (measles rubella) yang menerima
sebanyak 58 (79.5%).
d. Persepsi hambatan pada imunisasi MR(measles rubella) yang
menerima sebanyak 64 (87.7%)
e. Dari dukungan keluarga terhadap Imunisasi MR (measles
rubella)menerima 50 (68.5%) responden
f. Dukungan lingkungan terhadap imunisasi MR (measles
rubella) yang menerima sebanyak 69 (94.5%) resfonden.

2. Saran
a. Bagi Dinas Kesehatan
Menciptakan koordinasi yang lebih baik dengan kader,
tokoh agama, dan Sekolah Dasar mengenai sosialisasi dan
penyuluhan tentang imunisasi MR(measles rubella) khususnya
pada daerahyang memiliki tingkat penolakan tinggi terhadap
imunisasi MR(measles rubella).
b. Bagi Sekolah
Mewajibkan seluruh siswa untuk mendapatkan imunisasi
MR (measles rubella) sehingga kedepannya tidak ada lagi
siswa yang tidak mendapatkan imunisasi MR (measles
rubella).
c. Bagi Kader Kesehatan
Meningkatkan partisipasi dalam memberikan sosialisasi
dan penyuluhan tentang imunisasi MR(measles rubella).
Sehingga sosialisasi dapat disampaikan secara lebih merata
kepada seluruh ibu

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. & Asrori, M.(2006). Psikologi Remaja,Perkembangan Peserta Didik. Jakarta:


Bumi Aksara

Dinas provensi Kalimantan Selatan 2018

Dinas kesehatan Kabupate Banjar 2018

Ditjen P2P, 2016

Gustian, Agus,Nugraha. 2011, Aspek Perkembangan Motorik Anak Usia Dini.


Yogyakarta: Liberty

Hidayat,A.A.A. (2007), Metode Penelitian Keperawatan dan teknik Analisa Data,.


Penerbit Salemba medika

IDAI . (2014).Panduan Imunisasi Anak .Jakarta: IDAI(Ikatan Dokter Anak Indonesia).


IDAI(Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2017). Imunisasi Campak-Rubella (MR), 2017,

IDAI. (2015). Panduan Imunisasi Anak .Jakarta: IDAI(Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Istriyati E. (2011) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi


Dasar pada Bayi di Desa Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. 2011:47-67.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2018

Marimbi, H (2010), Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita,
Yogyakarta: Nuha Medika

Maya.F2012.Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Yogyakarta: D-Medika


Properawati.A (2010). Imunisasi dan Vaksinasi.Bantul, Yogyakarta Nuha Medika.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D. Bandung: Alfabeta.

WHO. World Health Statistics (2016) Immunization, Vaccines and Biologicals. Rubella.

WHO. World Health Statistics (2017). Fact Sheet: Rubella


Widyastuti, Y., Rahmawati, A., Purwaningrum, Y.E. (2009). Kesehatan Reproduksi.
Yogyakarta: Fitramaya.