Anda di halaman 1dari 19

ALAT TANGKAP PERIKANAN

DI TAMAN NASIONAL TAKA BONERATE


Asep Pranajaya, S.Pi
Penyuluh Kehutanan
PANCING
PANCING ULUR
• Pancing ulur terdiri atas beberapa komponen, yaitu :
gulungan tali,
tali pancing dan
pemberat.
PANCING RAWAI
• Pancing rawai terdiri dari sejumlah mata kail yang dipasangkan
pada panjangnya tali yang mendatar.
• Terdiri dari :
 tali utama (main line),
 tali cabang (branch lines) yang diikatkan secara menggantung pada tali
utama dengan interval jarak-jarak tertentu,
 Pelampung,
 Mata-mata pancing (hooks) dengan ukuran (nomor) tertentu yang diikatkan
pada setiap ujung bawah tali-tali cabang.
PANCING CUMI

• PANCING INI MEMILIKI BENTUK SEPERTI UDANG KECIL, DIUJUNGNYA


TERDAPAT JIG YANG AKAN DITANGKAP OLEH TENTAKEL CUMI-CUMI.
• DALAM SATU TALI PANCING, NELAYAN DAPAT MEMASANG PANCING
CUMI HINGGA 6 BUAH.
SINDE

• SINDE ADALAH BATANG BESI BETON 8 MM YANG UJUNGNYA DIPIPIHKAN


DIJADIKAN BILAH YANG MEMBENTUK KAIT (BARB).
• PANJANG BESI INI 1 METER ATAU MENURUT SELERA NELAYAN.
• DIGUNAKAN UNTUK MENUSUK HEWAN LAUT, SEPERTI GURITA, TERIPANG, DAN
SEBAGAINYA. SINDE JUGA DIGUNAKAN SECARA KOMBINASI DENGAN PANCING
GURITA YANG DILENGKAPI DENGAN UMPAN BERBENTUK BONEKA DENGAN
RUMBAI-RUMBAI BENANG ATAU KAIN UNTUK MENARIK PERHATIAN GURITA.
GURITA YANG TERTARIK AKAN BERGERAK MENDEKAT DAN TENTAKELNYA
MEMEGANG BONEKA TERSEBUT. NELAYAN MENARIK PANCING BERGURITA
TERSEBUT KE ATAS. NELAYAN AKAN MENGHUJAMKAN SINDE KE GURITA KETIKA
GURITA SUDAH BERADA DALAM JANGKAUAN NELAYAN.
PANAMBE

• PANAMBE ADALAH ALAT YANG TERBUAT DARI JARING INI


DIRANCANG UNTUK MENANGKAP GEROMBOLAN IKAN TERI (LURE
DAN BETE) YANG BERENANG DEKAT PERMUKAAN AIR. NELAYAN
MENGOPERASIKANNYA PADA MALAM HARI KETIKA SINAR BULAN
CUKUP TERANG DI SEKITAR BUNGIN. NELAYAN MENCARI KAWANAN
IKAN TERI DENGAN BANTUAN LAMPU SENTER. SETELAH KAWANAN
TERI DITEMUKAN, NELAYAN MELINGKARI GEROMBOLAN IKAN TERI.
PENGKO

• PENGKO ADALAH ALAT UNTUK MENANGKAP UDANG PASIR ATAU UDANG RONGGENG ATAU
MANTHIS SHRIMPS. UDANG PASIR BIASANYA BERSEMBUNYI DI DALAM LUBANG PADA SIANG HARI.
OLEH NELAYAN, UDANG INI DITARIK PERHATIANNYA DENGAN CARA MEMBERI UMPAN AGAR DIA
KELUAR LUBANG, NAMUN KEMUDIAN TUBUHNYA AKAN TERJERAT SIMPUL LASO. PEMASANGAN
PENGKO DILAKUKAN PADA SAAT LAUT SEDANG SURUT SEHINGGA DAPAT MELETAKKAN ALAT INI DI
DALAM LUBANG DENGAN MUDAH. NELAYAN MENDATANGI LUBANG PERLINDUNGAN UDANG
SATU PER SATU. KETIKA BEROPERASI MENANGKAP IKAN, NELAYAN MEMBAWA BEBERAPA UNIT
PENGKO SEKALIGUS.
• UDANG PASIR YANG TERTANGKAP KEMUDIAN DISIMPAN DALAM BOTOL PLASTIK BEKAS WADAH
MINUMAN KEMASAN. PENGEPUL MEMBEDAKAN UDANG PASIR MENURUT PANJANG TOTAL
MENJADI 4 KATEGORI, YAITU UKURAN A (TL >23 CM, UKURAN B (18 CM < TL < 23 CM) DAN, D (TL
< 15 CM), UKURAN C (15 CM < TL < 18) DAN UKURAN D (TL < 15 CM).
SAMBA

• PUKAT SAMBA DIOPERASIKAN DENGAN CARA MELINGKARKANNYA DI ATAS DATARAN TERUMBU KARANG
UNTUK MENGURUNG IKAN, BUKAN MENJERAT TUBUH IKAN. SAAT DIOPERASIKAN, AKAN TERBENTUK
DINDING DARI PERMUKAAN AIR HINGGA DASAR SEHINGGA IKAN TIDAK DAPAT MELOLOSKAN DIRI.
CAKUPAN AREA YANG DILINGKARI CUKUP LUAS KARENA ALAT INI DILENGKAPI DENGAN TALI-TALI
PENGUSIR IKAN AGAR IKAN TETAP BERKUMPUL DI DALAM LINGKARAN JARING. LINGKARAN JARING
DIPERKECIL SECARA BERTAHAP HINGGA NELAYAN MUDAH MENANGKAP DAN MEMINDAHKANNYA KE ATAS
KAPAL.
• PANJANG JARING SAMBA DAPAT MENCAPAI 100 M DENGAN TINGGI 2 M. ALAT INI EFEKTIF MENANGKAP
IKAN-IKAN YANG BERADA DI ATAS KARANG.
• SEPINTAS MIRIP DENGAN PANAMBE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP IKAN TERI, NAMUN PUKAT
SAMBA TERBUAT DARI BAHAN JARING MULTIFILAMEN BERMATA BESAR TIDAK SEPERTI PANAMBE YANG
BERMATA KECIL. PUKAT SAMBA MEMILIKI JARING NYLON DENGAN MESHSIZE SEBESAR 1,5 INCI.
• JENIS IKAN YANG DAPAT DITANGKAP ADALAH KATAMBA, BARONANG, KAKAKTUA, CENDRO DAN
BARONANG (MALAJA), ATAU IKAN APA SAJA YANG BERADA DI DALAM LINGKARAN JARING.
PUKAT TASI

• PUKAT TASI ADALAH SEJENIS JARING INSANG YANG TERBUAT DARI BAHAN MONO FILAMEN. ALAT
TANGKAP INI TERMASUK JARING INSANG DASAR YANG TERBUAT DARI BAHAN MONOFILAMENT,
MERUPAKAN BAHAN YANG PALING LUNAK DARI SEMUA BAHAN SINTETIS DALM KONDISI BASAH,
WARNA PUTIH MENGKILAT YANG ALAMI DENGAN MESH SIZE JARING YAITU 1-1,5 INCI DENGAN
PANJANG JARING YAITU BERKISAR ANTARA 50-200 M DENGAN TINGGI JARING YAITU 2 - 3 M. TALI
TEMALI PADA JARING INSANG TERDIRI ATAS TALI RIS ATAS, TALI PELAMPUNG, TALI PEMBERAT, DAN
TALI RIS BAWAH. SESUAI DENGAN DESAINNYA, ALAT TANGKAP INI DIMAKSUDKAN UNTUK
MENJERAT TUBUH IKAN, BAIK TERSANGKUT DU BAGIAN TUTUP INSANGNYA ATAUPUN TERJERAT
BADANNYA.
• LOKASI PENANGKAPAN INI DILAKUKAN DI TAKA YANG DANGKAL DAN PADA UMUMNYA DILETAKAN
PADA HABITAT TERUMBU KARANG.
• BERDASARKAN HASIL WAWANCARA DENGAN NELAYAN DI DESA LATONDU, HASIL TANGKAPAN
JARING TASIK INI YAITU IKAN BARONANG, KATAMBA, KALAHOLONG, DAN BEBERAPA IKAN
KARANG LAINNYA.
PUKAT SORI

• PUKAT SORI TERMASUK KEDALAM JARING INSANG, DIOPERASIKAN


DENGAN CARA MELINGKARI KAWANAN IKAN SORI ATAU IKAN
CENDRO (TYLOSURUS CROCODILUS). PUKAT SORI DIOPERASIKAN DI
TEMPAT BERAIR DALAM, BUKAN DI ATAS TAKA. SATU SET PUKAT SORI
MEMILIKI PANJANG 100 DEPA (SEKITAR 150 METER) DENGAN DALAM
5 DEPA (SEKITAR 7,5 METER); UKURAN MATA JARING ADALAH 2,25”
DAN 2,5".
BUBU BELUT
• BAHAN DASAR BUBU BELUT ADALAH ANYAMAN BAMBU, KEMUDIAN
OLEH NELAYAN (DENGAN BANTUAN ISTERINYA) DIPERKUTAN
DENGAN CARA MENAMBAH TALI-TEMALI YANG MEMPERKUAT
ANYAMAN SEHINGGA BUBU MENJADI LEBIH KOKOH. BUBU INI
DILENGKAPI DENGAN INLET BERBENTUK SEPERTI CORONG KE DALAM
DAN OUTLET UNTUK MENGAMBIL HASIL TANGKAPAN.
• SATU BUBU DAPAT MENANGKAP 2 – 5 EKOR BELUT LAUT ATAU
MOORAY EEL
BUBU IKAN
SULUH

• KEGIATAN MENGUMPULKAN HEWAN LAUT DI MALAM HARI KETIKA


LAUT DI TAKA SEDANG SURUT. PARA NELAYAN BERJALAN KAKI DI
ATAS TAKA MENGGUNAKAN LAMPU SENTER (DAHULU
MENGGUNAKAN OBOR ATAU PETROMAKS) MENGUMPULKAN
TERIPANG.
• NELAYAN TIDAK HANYA LAKI-LAKI DEWASA, TETAPI JUGA PEREMPUAN
DEWASA DAN ANAK-ANAK, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN.
• KEGIATAN INI DILAKUKAN PADA MALAM-MALAM KETIKA BULAN
GELAP.
PANCING CAKALANG

• DIRANCANG DENGAN OPERASI UNTUK MENANGKAP IKAN


CAKALANG, YAITU DITARIK OLEH KAPAL YANG SEDANG BERGERAK.
KAPAL IKAN MENARIK 11 – 13 PANCING SEKALIGUS DENGAN
PANCING BERUKURAN 6, 7 DAN 8.
PUKAT CAKALANG

• JARING INSANG YANG DIOPERASIKAN OLEH KAPAL JOLOROK


DENGAN AWAK SEBANYAK 3 ORANG. JARING INI BERBAHAN NYLON
DNEGAN MATA 1 S/D 2 INCI. PANJANG 100-150 DEPA DAN TINGGI
2 DEPA. JARING DILINGKARKAN MENGELILINGI KAWANAN
CAKALANG, DENGAN HARAPAN IKAN-IKAN AKAN MENABRAK
JARING SEHINGGA TUBUHNYA TERJERA.
BAGAN PERAHU
• ALAT BANTU YANG SERING DIGUNAKAN DALAM
PENGOPERASIAN BAGAN PERAHU ADALAH :
 ATRAKTOR CAHAYA (LAMPU LED), UNTUK MENARIK
PERHATIAN IKAN.
 ROLLER UNTUK PENGANGKATAN JARING BAGAN.
 SEROK UNTUK MENGAMBIL HASIL TANGKAPAN,
 BASKET/KERANJANG UNTUK MENGANGKUT ATAU
MEMASUKKAN IKAN
• BAGAN PERAHU HANYUT DIOPERASIKAN DI DAERAH
PERAIRAN DALAM, DIOPERASIKAN DI DAERAH
PELAGIS.
• IKAN HASIL TANGKAPAN : TEMBANG (SARDINELLA
FIMRIATA), PEPETEK (LEIOGNATHUS SP), SELAR
(SELAROIDES SP), KEMBUNG (RASTRELLIGER SPP),
CUMI-CUMI (LOLIGO SPP), LAYANG (DECAPTERUS
SPP), BALIDA (NOTOPTERUS SPP), CAKALANG
(KATSUONUS PELAMIS) DAN IKAN PELAGIS LAIN.
PANAH
• PANAH ATAU SPEARGUN DIGUNAKAN NELAYAN UNTUK MENANGKAP
SOTONG DAN IKAN.
• ALAT BANTU :
 MASKER
 SNORKEL
 FINS
• PANAH NELAYAN LOKAL DALAM KAWASAN DILAKUKAN TANPA
COMPRESSOR.
PALANRA
• NELAYAN PALANRA BERASAL DARI GALESONG DAN BEROPERASI MENGGUNAKAN JARING INSANG. JARING INSANG INI DI
OPERASIKAN DENGAN KAPAL UKURAN PANJANG 20 METER DAN LEBAR 2 METER. KAPAL INI MEMILIKI 2 MESIN YANG MASING-
MASING BERKAPASITAS 30 PK.
• JARING INSANG YANG DIOPERASIKAN NELAYAN INI BERUKURAN PANJANG 30 METER DAN TINGGI 20 METER DENGAN
UKURAN MESH SIZE SEBESAR 1 INCI.
• DIOPERASIKAN PADA MALAM HARI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU LAMPU SEBAGAI PENERANGAN DI ATAS DAN DI
SEKITAR KAPAL. DALAM SEMALAM PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP INI DAPAT DILAKUKAN SEBANYAK 4 KALI, DIMANA
JARRING AKAN BERADA SELAMA 1 JAM DI AIR, YANG KEMUDIAN HASILNYA DINAIKKAN. SELANJUTNYA JARRING INI DIPASANG
LAGI DENGAN PROSES YANG SAMA HINGGA MENJELANG SUBUH. PENANGKAPAN AKAN DIBERHENTIKAN DAN AKAN
DILANJUTKAN BESOK MALAMNYA. MENURUT NELAYAN SETIAP BULANNYA MEREKA MELAKUKAN PENANGKAPAN SELAMA 20
HARI PADA SAAT BULAN GELAP, YAITU PADA SAAT BULAN 18 DILANGIT HINGGA 10 DILANGIT. PROSES PENANGKAPAN ALAT
INI DIOPERASIKAN OLEH 4 -5 ABK.
• TARGET TANGKAPAN ADALAH IKAN TEMBANG
• IKAN TANGKAPAN DIOLAH TERLEBIH DAHULU (SEBELUM DIJUAL) DENGAN CARA MEREBUS IKAN INI BERSAMA GARAM DAN
KUNYIT ( BAHASA LOKAL : PALLU CELLA). WADAH YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES PEREBUSAN IKAN INI ADALAH KALENG
SEBESAR 25 KG.
• TARGET PENANGKAPAN NELAYAN PALANRA ADALAH SEBANYAK 200 KALENG. SEHINGGA HASIL YANG DIPEROLEH ADALAH
±5 TON UNTUK SEKALI TRIP.
GAE
• ALAT PENANGKAPAN IKAN SEJENIS PUKAT CINCIN (PURSE SEINE). NELAYAN PAGAE HARUS MENEMUKAN
GEROMBOLAN IKAN YANG AKAN DITANGKAPNYA. PEMBENTUKAN KANTONG (BUNT) DAPAT DI BAGIAN
UJUNG JARING ATAU DI TENGAH JARING. BAGIAN ATAS JARING DIPASANG PELAMPUNG DAN BAGIAN
BAWAHNYA DIPASANG PEMBERAT, SERTA SEJUMLAH CINCIN PENJEPIT (PURSE RING) YANG TERBUAT DARI
KUNINGAN ATAU BESI.
• GAE DIOPERASIKAN DENGAN CARA MELINGKARKAN JARING TERHADAP GEROMBOLAN IKAN.
PELINGKARAN DILAKUKAN DENGAN CEPAT, KEMUDIAN SECEPATNYA MENARIK PURSE LINE DI ANTARA
CINCIN-CINCIN YANG ADA, SEHINGGA JARING AKAN MEMBENTUK SEPERTI MANGKUK.
• GAE BEROPERASI DAPAT BEROPERASI PADA SIANG MAUPUN MALAM. SIANG HARI MENGGUNAKAN ALAT
BANTU RUMPON. PADA MALAM HARI MENGGUNAAN ALAT BANTU LAMPU UNTUK MENARIK IKAN.
• ALAT INI TIDAK COCOK UNTUK MENANGKAP IKAN KARANG KARENA MEMERLUKAN TEMPAT YANG AGAK
DALAM, DI LUAR TAKA ATAU JAUH DARI TEPI TERUMBU KARANG.
• KEHADIRAN GAE MENIMBULKAN KONFLIK DI ANTARA NELAYAN BAGAN PERAHU LOKAL DAN NELAYAN GAE
LUAR KAWASAN.

Anda mungkin juga menyukai