Anda di halaman 1dari 14

Penerapan Pancasila dalam Profesi Keperawatan

1. Uraian Materi a. Fungsi Pancasila Dalam Profesi Keperawatan Sebagaimana Anda telah

mempelajari berbagai fungsi Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan

bernegara, maka saat ini akan diuraikan bagaimana fungsi Pancasila secara khusus dalam

profesi keperawatan. Pada ba-gian ini akan diuraikan mengenai fungsi Pancasila sebagai

dasar penyelengga-raan profesi keperawatan dan perwujudan sila-sila Pancasila sebagai dasar

da-lam pemberian asuhan keperawatan maupun sebagai ideologi dari kepribadian perawat

Indonesia. Profesi keperawatan Indonesia dibangun berdasarkan pada suatu landasan atau

pijakan yaitu Pancasila. Pancasila, dalam fungsinya sebagai dasar negara, merupakan sumber

kaidah hukum yang mengatur negara Republik Indonesia, termasuk di dalamnya adalah

profesi keperawatan. Pancasila dalam kedudukan-nya seperti inilah yang merupakan dasar

pijakan penyelenggaraan profesi keper-awatan dan seluruh kehidupan perawat sebagai warga

profesi keperawatan Indo-nesia. Pancasila sebagai dasar profesi keperawatan mempunyai arti

menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan profesi keperawatan.

Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum-profesi

keperawatan. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua peraturan perun-dang- undangan

dalam profesi keperawatan bersumber pada Pancasila. Pancasila sebagai dasar profesi

keperawatan Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pan-casila terikat oleh suatu kekuatan

secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan

atau cita-cita profesi yang men-guasai seluruh warga profesi keperawatan. Selanjutnya dalam

melaksanakan peran dan fungsinya, perawat sebagai profe-si senantiasa berusaha

memujudkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap asuhan keperawatan yang dilakukannya. Nilai

Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti adanya pengakuan dan keyak-inan profesi
keperawatan terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dengan nilai ini

menyatakan profesi keperawatan merupakan profesi yang religi-us bukan profesi yang ateis.

Nilai Ketuhanan juga memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk

agama, menghormati kemerdekaan beragama, 2 Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif

Tugas

2. 3 tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antar umat beragama. Dalam

melakukan asuhan keperawatan, perawat mengakui keyakinan dan kepercayaan klien, dan

perawat berkewajiban membantu klien dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya tanpa

melakukan diskriminatif terhadap klien yang berbeda agama. Hal ini dilakukan perawat baik

terhadap klien yang masih memerlukan perawatan maupun klien yang menjelang ajal,

maupun perawatan jenasah. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti

kesadaran, sikap dan perilaku perawat harus sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup

bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana

mestinya. Dalam menjalankan perannya perawat akan berhada-pan dengan klien yang berasal

dari berbagai budaya, social ekonomi, dan pen-didikan. Dalam hal ini perawat harus

berusaha memperlakukan siapapun klien yang dihadapi dengan professional tanpa

mengurangi kualitas sedikitpun. Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha kearah

bersatu da-lam profesionalisasi keperawatan untuk membina rasa nasionalisme dalam profesi

keperawatan Indonesia. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengakui dan

menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang di-miliki oleh warga perawat

Indonesia baik dalam tingkat pendidikan maupun Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif

Tugas kedudukan. Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam per-

musyawaratan/ perwakilan mengandung makna bahwa dalam melakukan asu-han


keperawatan, perawat harus berkolaborasi dengan sejawat, profesi lain, maupun dengan klien

dan keluarganya. Dalam mengambil suatu keputusan un-tuk melakukan tindakan perawat

akan senantiasa menghormati keputusan klien. Hal ini telah ditulis dan diucapkan dalam

sumpah Profesi Perawat. Nilai keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung

makna sebagai dasar sekaligus tujuan,yaitu tercapainya kesehatan untuk seluruh mas-yarakat

Indonesia (health for all)yang meliputi kesehatan bio psiko social maupun spiritual. Selain

hal tersebut salah satu ciri profesi keperawatan adalah motivasi yang bersifat altruistik, yaitu

bahwa dalam melaksanakan peran dan fungsinya perawat selalu mementingkan kepentingan

masyarakat secara umum. Nilai-nilai yang sudah diuraikan tersebut bersifat abstrak dan

normat-if. Apa dampaknya? Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat

dioperasionalkan. Apa yang dilakukan kemudian? Agar dapat bersifat opera-sional dan

eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam Kode Etik Keperawatan mau-

3. pun UU Keperawatan, ataupun peraturan yang lainnya yang mengikat profesi keperawatan

dalam melaksanakan peran dan fungsinya di masyarakat. Art-inya, dengan bersumber pada

kelima nilai dasar sila sila Pancasila tersebut dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai

instrumental penyelenggaraan asuhan keper-awatan di Indonesia yang sesuai dengan corak

khas dan ideology masyarakat Indonesia. Nah sekarang Anda telah memahami bagaimana

fungsi Pancasila dalam kehidupan profesi keperawatan.Untuk membuktikannya, tugas Anda

adalah membaca tentang Kode Etik Keperawatan dan Peraturan Perundangan Perawat yang

berlaku saat ini.Pelajari dan renungkan apakah sudah melaksanakan fungsi Pancasila? b.

Penerapan Demokrasi Pancasila Dalam Profesi Keperawatan Bagaimana penerapan

demokrasi Pancasila dalam profesi keperawatan? Kebebasan dan persamaan adalah pondasi

demokrasi, sehingga demokrasi mer-upakan pelembagaan dari kebebasan.Dalam kehidupan


berorganisasi maupun dalam melaksanakan perannya sebagai pemberi pelayanan (care

provider), per-awat senantiasa mengedepankan demokrasi. Sebagai contoh konkrit dalam se-

tiap pengambilan keputusan maka organisasi PPNI akan mengundang seluruh perwakilan

perawat di bawahnya untuk terlibat dalam memberikan pertimban-gan. Demikian juga ketika

perawat sedang melakukan asuhan keperawatan, lima proses keperawatan yang

digunakannya merupakan perwujudan demokrasi Pancasila. Pada tahap pertama dan kedua

melakukan asuhan keperawatan, perawat melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi

permasalahan kesehatan ataupun kebutuhan pemenuhan kebutuhan dasarnya (KDM). Hasil

identifikasi masalah yang telah ditemukan akan dirumuskan dalam diagnosa keperawatan dan

dival-idasi atau disampaikan kepada klien. Jika klien menolak untuk mengakui perma-

salahannya maka perawat tidak boleh memaksakan kepada klien bahwa mereka memiliki

masalah tersebut. Tetapi dalam kondisi mengancam jiwa, maka klien dimotivasi untuk

mengakui bahwa mereka membutuhkan perawatan. Selanjutnya pada tahap yang ke tiga

perawat bersama klien maupun kel-uarganya merencanakan sekelompok tindakan yang

bermanfaat untuk mening-katkan kesehatan klien. Dalam hal ini keputusan ada ditangan

klien, dimana perawat memposisikan dirinya sebagi educator, motivator dalam pengambilan

keputusan tersebut.Setelah klien mufakat dengan perawat, maka perawat pada 4 Uraian

Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas

4. 5 tahap yang ke empat melakukan tindakan nyata sesuai dengan rencana yang tel-ah

disepakati. Pada tahap inipun perawat tetap menghormati pendapat klien un-tuk memutuskan

melalui cara apa tindakan penyelesaian tersebut dilaksanakan. Termasuk dalam hal ini

perawat dapat melakukan advokasi dalam rangka me-lindungi klien dari tindakan yang

malpraktik, atau tidak etis yang dilakukan oleh Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif
Tugas profesi lain. Pada tahap ke lima perawat mengukur pencapaian tujuan yag telah

ditetapkan bersama klien, apakah setelah diberikan sekelompok tindakan mas-alah klien

teratasi atau belum. Dalam hal ini jika masalah belum teratasi perawat kembali bersama klien

melakukan identifikasi penyebab kegagalan tersebut, dan apakah perlu dilakukan berbagai

modifikasi tindakan berdasarkan persetujuan klien. Nah, berdasarkan uraian tersebut jelas

menggambarkan bahwa da-lam melaksanakan tugas dan perannya, perawat menggunakan

pendekatan demokrasi Pancasila. Sekarang Anda coba untuk mengidentifikasi contoh konk-

rit lain pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada profesi keperawatan dan tuliskan pada kolom

berikut :

…………………………………………………………………………………………………

…………

…………………………………………………………………………………………………

…………

…………………………………………………………………………………………………

…………

…………………………………………………………………………………………………

………… …………………………………………………… c. Pancasila Sebagai Dasar

Etika Dalam Profesi Keperawatan Bagaimana Pancasila sebagai dasar etika dalam profesi

keperawatan?Salah satu ciri profesi, termasuk dalam hal ini profesi keperawatan adalah

adanya pemberlakuan kode etik keperawatan, dimana dalam pelaksanaan asuhan

keperawatan, perawat dituntun oleh kode etik keperawatan dalam bersikap dan berperilaku

profesional.Perawat menjalankan tugasnya berdasarkan etika yang menekankan pada

pentingnya melakukan kebaikan dan mencegah mencederai orang lain secara fisik dan
psikologis. Keputusan yang dibuat perawat akan mempengaruhi klien dan keluarganya.

Perawat melakukan kebaikan bagi klien dengan melakukan tindakan yang bermanfaat seperti

menurunkan ketidaknyamanan, pemberian informasi atau pencegahan penyakit secara

kompeten dan profesional. Apa saja prinsip-prinsip etik dalam profesi keperawatan? Didalam

profe-

5. si keperawatan dikenal beberapa prinsip etik yang bersumber pada Pancasila, yaitu : 1.

Otonomi (autonomy) Apa yang dimaksud dengan prinsip otonomi? Prinsip otonomi didasar-

kan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan

sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih

dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip

otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang atau di-pandang sebagai persetujuan

tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan

kebebasan individu yang menuntun pembedaan diri.Praktek professional merefleksikan

otonomi saat perawat meng-hargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang

perawatan dirinya. 2. Berbuat Baik (Benefience) Apa yang dimaksud dengan prinsip

Benefience?Benefience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan

pencegahan dari kesala-han atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan

peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan

kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. 3. Keadilan (Justice) Bagaimana

dengan prinsip keadilan?Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terapi yang sama dan adil

terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini

direfleksikan dalam praktek professional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar

sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh ekualitas
pelayanan kesehatan. 4. Tidak Merugikan (Nonmaleficience) Apa itu prinsip tidak

merugikan? Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya atau cedera fisik dan psikologis

pada klien. 5. Nilai dan norma masyarakat Bagaimana dengan prinsip nilai dan norma

masyarakat? Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat nilai dan norma masyarakat sangat

penting dan perlu ada pada diri masing-masing. Malah masyarakat yang sadar tentang nilai

dan 6 Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas

6. 7 norma masyarakat berusaha keras dalam mengukuhkan nilai-nilai masyarakat. Setiap

individu tidak boleh hidup sendiri, oleh karena itu seseorang perlu bergaul untuk memenuhi

keperluan di dalam kehidupan. Demikianlah Anda telah mempelajari mengenai prinsip etik

keperawatan yang jika ditelusuri secara seksama sangat mirip dengan nilai-nilai yang

terkandung pada Pancasila, hal ini terjadi karena sumber etik tersebut juga bersumber dari

Pancasila. Untuk menambah pemahaman Anda, Anda diharapkan membaca rangkuman di

bawah ini Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas

7. Rangkuman Profesi Keperawatan Indonesia dibangun berdasarkan pada suatu landasan

atau pijakan yaitu Pancasila.Pancasila sebagai dasar profesi keperawatan mempunyai arti

menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan profe-si keperawatan.

Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukumprofesi

keperawatan.Dalam melaksanakan tugas dan perannya-pun perawat menggunakan

pendekatan demokrasi Pancasila. Dengan demikian peran Pancasila dalam profesi

keperawatan adalah sebagai dasar, sebagi jiwa dan sebagai tujuan atau cita-cita masa depan

untuk mewujudkan masyarakat Indosia sehat baik secara biopsikososial spiritual dan

berkeadilan dalam menerima pelay-anan kesehatan khususnya di bidang keperawatan. 8

Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas


2.2 PENGAMALAN PANCASILA

a. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai seorang perawat tentu harus menjungjung tinggi kebebasan beragama bagi klien.

Pengamalan pancasila sila pertama tentu wajib dilakukan oleh seorang perawat. Hal itu

dikarenakan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengakui adanya lima kepercayaan atau

agama. Maka sudah tentu sebagai seorang perawat harus bisa menghargai dan menghormati

pasien atau klien yang berbeda kepercayaan.

Selain itu, seorang perawat yang baik juga harus bisa menagamlkan nilai-nilai keagamaan

dalam menjalankan profesi keperawatannya seperti dalam tata kelakuan yang sesui norma

agama. Implentasi dari sila pertama antara lain :

1. Ikut mendoakan kesembuhan pasien meskipun berbeda keyakinan.

2. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berdoa atau sholat sesuai dengan agama

dan kepercayaan masing-masing sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan.

3. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah masing-

masing jika antara perawat maupun dokter berbeda keyakinan dengan pasien.

4. Perawat membantu pasien yang ingin menghormati dan melaksanakan ibadahnya saat

pasien dalam keadaan keterbatasan.

5. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan perlu bersikap sadar, murah hati

dalam arti bersedia memberikan bantuan dan pertolongan kepada pasien dengan sukarela

tanpa mengharapkan imbalan.

6. Perawat yang jujur dan tekun dalam tugas.

7. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan

Yang Maha Esa.


8. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap

Tuhan Yang Maha Esa.

b. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Sila kedua berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Sila kedua ini mengandung arti

bagi profesi keperawatan yaitu seorang perawat harus bersikap adil terhadap klien. Memiliki

rasa cinta dalam hartiaan sayang terhadap klien, serta tidak membeda-bedakan klien dalam

melakukan perawatan. Dengan keanekaragaman budaya serta suku bangsa, seorang perawat

dalam menjalankan tugasnya tentu akan menghadapi klien yang berbeda-beda. Sangat jelas

bahwa seorang perawat harus adil dan menangani klien dengan penuh tanggung jawab serta

tidak dengan semena-mena. Implementasi dari sila kedua antara lain :

1. Memberikan pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama,

kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya sesuai dengan

penyakit yang diderita pasien.

2. Dalam merawat pasien hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan

tidak memperlakukan pasien dengan semena-mena.

3. Perawat merawat pasien dengan penuh perasaan cinta, serta sikap tenggang rasa dan

tepa selira.

4. Membela pasien (Patien Advocate) pada saat terjadi pelanggaran hak-hak pasien,

sehingga pasien merasa aman dan nyaman.

5. Perawat memberikan informasi dengan jujur dan memperlihatkan sikap empati yaitu

turut merasakan apa yang dialami oleh pasien.

6. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif pasien dengan

memberikan waktu untuk mendengarkan semua keluhan dan perasaan pasien.


7. Perawat memiliki sensitivitas dan peka terhadap setiap perubahan pasien.

8. Perawat bersedia mengerti terhadap kecemasan dan ketakutan pasien.

9. Perawat harus memiliki minat terhadap orang lain dan memiliki wawasan yang luas.

10. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai

makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

11. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa

membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,

warna kulit dan sebagainya.

c. Persatuan Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari berbagai ras, suku bangsa, budaya dan lain-

lain. Dengan keanekaragaman tersebut menimbulkan masyarakat yang berbeda-beda, dalam

profesi perawat justru akan berbaur dengan tenaga kesehatan yang lainnya. Hal ini akan

menimbulkan berbagai pandangan antara tenaga kesehatan yang satu dengan tenaga

kesehatan yang lainnya. Seorang perawat akan dihadapkan dengan berbagai profesi yang

akan menunjang profesinya untuk kesembuhan bagi klien. Maka, implementasi dari sila

ketiga jelas harus dilakukan oleh seorang perawat. Hal ini dimaksudkan agar klien dapat

merasakan kenyamanan dan cepat dalam memperoleh kesehatan. Seorang perawat tidak

boleh mementingkan diri pribadi, kelompok ataupun ras. Seorang perawat yang baik harus

mementingkan kesehatan klien baik berbeda agama, ras dan suku bangsa.

Implementasi dari sila ketiga antara lain :

1. Mengembangkan kerjasama sebagai tim dalam menyelenggarakan pelayanan

kesehatan.
2. Mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien daripada kepentingan pribadi.

3. Perawat harus menjalin hubungan baik terhadap sesama perawat lain, staf kesehatan

lainnya, pasien dan keluarga agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan perpecahan.

4. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa

dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

5. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

6. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

7. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

8. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan

keadilan sosial.

9. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

10. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

d. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Implementasi sila keempat antara lain :

1. Sebelum melakukan tindakan perawatan kepada pasien perawat hendaknya

mengutamakan musyawarah dengan pasien dan keluarga pasien dalam mengambil

keputusan.

2. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur

serta dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat

dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan

kesatuan demi kepentingan bersama.


3. Perawat hendaknya membiasakan diri menahan pembicaraan tentang hal – hal pasien

dengan orang yang tak mempunyai hal dalam hal itu dan yang tidak mengerti soal perawatan

pasien, meskipun orang tersebut keluarga pasien sendiri.

4. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai

kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

5. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

6. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

7. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil

musyawarah.

8. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil

keputusan musyawarah.

9. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi

dan golongan.

10. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan

Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan

keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

11. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan

pemusyawaratan.

e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila kelima dalam profesi keperawatan memiliki arti bahwa seorang perawat harus bersikap

adil dan merata terhadap seluruh rakyat indonesia. Hal ini, mengandung pengertian bahwa

seorang perawat dalam melaksanakan tugasnya harus bersikap sama dan tidak membeda-

bedakan antara klien yang satu dan klien yang lainnya. Seorang perawat juga harus mampu
mementingkan keselamatan klien dan juga keselamatan bagi dirinya sendiri. Seorang perawat

harus mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajiban klien. Implementasi dari sila

kelima antara lain :

1. Mengembangkan sikap adil dan keseimbangan antara hak dan kewajiban terhadap

semua pasien.

2. Perawatan pasien dilaksanakan dengan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-

royongan antara pasien, keluarga pasien, perawat, dokter serta tim paramedis dan medis

lainnya.

3. Antara hak dan kewajibannya perlu diseimbangkan. Lebih mementingkan keselamatan

pasien tapi tidak mengabaikan keselamatan perawat itu sendiri.

4. Perawat mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta

tepat dalam bertindak.

5. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana

kekeluargaan dan kegotongroyongan.

6. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

7. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

8. Menghormati hak orang lain.

9. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

10. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap

orang lain.

11. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup

mewah.
12. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan

umum.

13. Suka bekerja keras.

14. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan

kesejahteraan bersama.

15. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan

berkeadilan social.

Anda mungkin juga menyukai